Category: Tribunnews.com Metropolitan

  • Banjir Jakarta Jadi Ujian Awal Pramono Anung sebagai Gubernur: Dari Kemarin Diteror – Halaman all

    Banjir Jakarta Jadi Ujian Awal Pramono Anung sebagai Gubernur: Dari Kemarin Diteror – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM – Banjir di sejumlah wilayah Jakarta jadi ujian atau permasalahan awal yang harus ditangani Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta, Pramono Anung-Rano Karno. 

    Banjir sejak Senin (3/3/2025) ini, diketahui masih merendam sejumlah titik di Jakarta hingga Selasa (4/3/2025) pagi. 

    Pramono tak menampik bahwa dirinya mendapat banyak tekanan perihal bencana banjir tersebut. 

    Meski demikian, ia mengaku siap dengan senang hati menangani banjir di Jakarta secara serius. 

    “Dari kemarin diteror urusan banjir. Tapi saya dengan senang hati ingin menangani ini, secara sungguh-sungguh,” ucap Pramono Anung, di Balai Kota Jakarta, Senin (3/3/2025) dikutip dari Kompas.com. 

    Pramono menjelaskan, banjir di Jakarta terbagi menjadi tiga kategori, yaitu banjir rob, banjir lokal, dan banjir kiriman.

    Dampak banjir kiriman, kata Pramono, telah berkurang secara signifikan berkat pembangunan Waduk Ciawi dan Sukamahi.

    Namun, kapasitas kedua waduk itu masih belum cukup untuk sepenuhnya mengatasi masalah banjir.

    “Tapi untuk banjir lokal, kan kita sudah mulai pengerukan di mana-mana. Sumur resapannya kita fungsikan kembali, sehingga itulah yang harus dilakukan dan kami akan melakukan itu,” ungkap Pramono.

    Pramono mengatakan, banjir Jakarta mulai berangsur surut. 

    Namun, ia tetap mengingatkan semua pihak untuk tetap waspada. 

    “Tapi kita tetap waspada jangan sampai karena bulan puasa, nanti ada dampak sampai bulan puasa ya terganggu. Kami ikut tangani itu,” kata Pramono. 

    59 RT di Jakarta Masih Tergenang Banjir 

    Diketahui, Jakarta darurat banjir hingga Selasa (4/3/2025) pagi ini. 

    Dikutip dari Tribun Jakarta, berdasarkan data terbaru BPBD DKI Jakarta per hari ini, Selasa (4/3/2025) pukul 07.00 WIB, terdapat genangan terjadi di 59 RT dan 4 Ruas Jalan.

    Berikut Daftar Sebaran Banjir di Jakarta:

    Jakarta Barat (10 RT)

    Kelurahan Rawa Buaya
    – Jumlah       : 4 RT
    – Ketinggian: 30 cm
    – Penyebab  : Curah Hujan Tinggi
    Kel. Kedoya Selatan
    – Jumlah      : 4 RT
    – Ketinggian: 70 s.d 90 cm
    – Penyebab  : Curah Hujan Tinggi dan Luapan Kali  Pesanggrahan
    Kel. Kembangan Selatan
    – Jumlah: 2 RT
    – Ketinggian: 70 cm
    – Penyebab: Curah Hujan Tinggi

    Jakarta Selatan (32 RT) 

    Kel. Srengseng Sawah
    – Jumlah: 2 RT
    –  Ketinggian: 40 cm
    – Penyebab: Luapan Kali Ciliwung
    Kel. Pondok Pinang
    – Jumlah: 5 RT
    – Ketinggian: 100 cm
    – Penyebab: Curah Hujan Tinggi dan Luapan Kali Pesanggrahan
    Kel. Pengadegan
    – Jumlah: 1 RT
    – Ketinggian: 80 cm
    – Penyebab: Luapan Kali Ciliwung
    Kel. Rawajati
    – Jumlah: 7 RT
    – Ketinggian: 150 s.d 300 cm
    – Penyebab: Luapan Kali Ciliwung
    Kel. Cilandak Timur
    – Jumlah: 3 RT
    – Ketinggian: 60 s.d 120 cm
    – Penyebab: Curah Hujan Tinggi dan Luapan Kali Krukut
    Kel. Pejaten Timur
    – Jumlah: 6 RT
    – Ketinggian: 30 s.d 120 cm
    – Penyebab: Luapan Kali Ciliwung
    Kel. Bintaro
    – Jumlah: 6 RT
    – Ketinggian: 200 cm
    -Penyebab: Luapan Kali Pesanggrahan
    Kel. Kebon Baru
    – Jumlah: 2 RT
    – Ketinggian: 60 s.d 100 cm
    – Penyebab: Luapan Kali Ciliwung

    Jakarta Timur (17 RT)

    (Tribunnews.com/Milani) (TribunJakarta.com/Wahyu Septiana) (Kompas.com)

  • Banjir di Pondok Gede Permai dan Villa Jatirasa Bekasi Sudah Seatap Rumah – Halaman all

    Banjir di Pondok Gede Permai dan Villa Jatirasa Bekasi Sudah Seatap Rumah – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, BEKASI – Sejumlah kompleks perumahan dan pemukiman padat penduduk di Kota Bekasi kebanjiran parah akibat hujan deras yang terjadi terus-menerus sejak Senin malam hingga Selasa dinihari, 3-4 Maret 2025 serta luapan air sungai. 

    Pemukiman warga di sejumlah kompleks perumahan terendam hingga 2 dan 2,5 meter. Hal ini terlihat di kawasan pemukiman warga di perbatasan Pondok Gede Permai, Jatiasih dan Villa Nusa Indah 2, Selasa (4/3/2025). 

    Air mengalir sangat deras luapan dari Kali Cikeas yang debitnya melonjak tinggi sejak dari hulu sungai. Ketinggian air di Perumahan Villa Jatirasa di Jatiasih mencapai 2 Meter. Warga mengatakan, ketinggian air di perumahan ini sudah menyentuh atap rumah.

    Banjir juga merendam pemukiman warga di Perumahan Pondok Gede Permai (PGP) Kota Bekasi. Ketinggian air di kompleks perumahan ini bahkan hingga setinggi lantai satu rumah tingkat warga atau lebih dari 2 meter.

    Sejumlah warga memutuskan mengungsi seperti terjadi di pemukiman Villa Nusa Indah 2. Ada juga yang memilih bertahan di dalam rumah pindah ke lantai 2 terutama warga yang rumahya tingkat, 2 lantai atau lebih.

    Wali Kota Bekasi Tri Adhianto tadi malam mendatangi pintu air Bekasi di kawasan Jalan Mayor Madmuin Hasibuan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi.

    “Malam ini untuk di sepanjang kali Bekasi tentu dampaknya mulai dari Jatirasa, Jatibening, IKIP, kemudian Pondok Gede Permai (PGP), Kemang Ivi, Depnaker, terus sampai ke bawah, yang sudah mulai terjadi adalah di Jalan Mawar, Gang Mawar dan juga di perbatasan di sebelah utara,” kata Tri saat ditemui awak media di lokasi, Selasa (4/3/2025).

    Tri menjelaskan, banjir di wilayahnya disebabkan sejumlah faktor ditambah kondisi air laut yang tengah pasang membuat memperlambat kecepatan air mengalir ke muara sungai.

    “Karena memang di samping hujan lokalnya cukup tinggi, kirimannya (air) juga besar, dan rasanya air laut juga sedang dalam kondisi pasang,” jelasnya.

    “Curah hujan di hulu kali Cibongas, termasuk kali Cileungsi dan kali Cikeas sedang tinggi, ini bisa berdampak ke Bekasi,” imbaunya.

    Tri menegaskan sudah berkoordinasi dengan sejumlah pihak untuk persiapan evakuasi warga termasuk  menyiapkan tempat untuk evakuasi sementara hingga perbekalan logistik.

    “Baik Pemadam Kebakaran (Damkar), Satpol pp, sama satker (Satuan Kerja) yang ada di wilayah mulai standby untuk melakukan persiapan-persiapan evakuasi,” tegasnya.

    Sejumlah mobil pompa air juga diminta untuk disiagakan di sejumlah lokasi guna antisipasi banjir.

    Sejumlah upaya itu dinilainya perlu dilakukan mengingat intensitas hujan meningkat tidak hanya di Kabupaten Bogor saja, namun juga di Kota Bekasi.

    BANJIR BEKASI UTARA – Kampung Lebak Kelurahan Teluk Pucung, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi, dilanda banjir, Senin (3/3/2025) siang. Banjir terjadi akibat tingginya curah hujan, (Tribun Bekasi/Rendy Rutama)

    “Kalau hari ini belum bisa dilakukan pemompaan karena memang menunggu hujan selesai baru kita bisa lakukan pemompaan (untuk) membantu dan meringatkan warga sehingga cepat untuk (tangani) genangan yang ada,” ucapnya.

    Tri mengatakan, jika kondisi debit air imbas curah hujan dan kiriman pada saat ini serupa dengan saat siklus banjir lima tahunan.

    “Jadi kalau dilihat ini hampir kayak rutinitas lima tahunan, 2016, 2020, dan hari ini adalah 2025, jadi ritmenya lima tahunan,” kata dia.

     

     

     

  • Luapan Kali Bekasi Merendam 1.000 Makam di TPU Jatiasih – Halaman all

    Luapan Kali Bekasi Merendam 1.000 Makam di TPU Jatiasih – Halaman all

     

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Sekitar 1.000 makam warga di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Jatisari, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi, kebanjiran, akibat tingginya curah hujan dan luapan Kali Bekasi, Senin (3/3/2025).

    Kepala Pelaksana BPBD Kota Bekasi Priadi Santoso mengatakan, banjir tersebut mulai melanda TPU Jatiasih sekira pukul 01.00 WIB.

    “Ketinggian banjir berkisar 30 – 40 sentimeter,” kata Priadi saat dikonfirmasi, Senin (3/3/2025).

    Priadi menjelaskan saat ini banjir yang disebabkan luapan aliran kali Bekasi itu perlahan mulai surut.

    “Ini kondisi dua jam lalu, barusan saya komfirmasi juga ke wilayah melalui Camat Jatiasih sudah perlahan surut,” jelasnya.

    Priadi menambahkan, petugas BPBD Kota Bekasi dikerahkan ke lokasi untuk memantau situasi hingga banjir surut sepenuhnya.

    “Untuk di pemakaman TPU Jatisari, BPBD hanya memantau saja, karena memang di lokasi tersebut tidak ada hunian,” ujarnya. 

    BANJIR MERENDAM PEMAKAMAN – Sekitar 1.000 makam warga di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Jatisari, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi, kebanjiran, Senin (3/3/2025). Banjir terjadi akibat tingginya curah hujan dan luapan Kali Bekasi.

    Kepala UPTD Pemakaman Disperkimtan Kota Bekasi Roy Sadaralam seperti dikutip Kompas.com, mengatakan, ketinggian air di kompleks pemakaman ini sempat menyentuh 50 sentimeter hingga 1 meter. 

    Total makam warga yang terendam bisa mencapai 1.000 makam terbagi dalam 13 blok makam.

    Roy menyatakan tak ada satu pun makam yang rusak akibat terendam banjir. “Kalau untuk makam alhamdulillah dari tahun ke tahun enggak ada yang sampai rusak,” katanya.

    BPBD Kota Bekasi melaporkan tiga wilayah di Kota Bekasi terendam banjir pada Senin. 

    Ketiga wilayah tersebut adalah Kampung Lebak di Bekasi Utara, serta Kampung Lengkak, dan Gang Mawar di Bekasi Timur.

    Banjir disebabkan oleh kiriman air dari Kali Bekasi yang mengalir dari kawasan hulu di Bogor pada Minggu (2/3/2025) malam.

    “Total ada tiga titik banjir kiriman dari hulu,” ungkap Kasie Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Kota Bekasi, Idham Khalid, saat meninjau lokasi di Kampung Lebak, Senin.

     
    Laporan Reporter: Rendy Rutama | Sumber: Tribun Bekasi

  • Jakarta dan Sekitarnya Hujan Jelang Sahur, Air Kiriman dari Bogor Diperkirakan Sampai Jam 9 Pagi – Halaman all

    Jakarta dan Sekitarnya Hujan Jelang Sahur, Air Kiriman dari Bogor Diperkirakan Sampai Jam 9 Pagi – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Sejumlah wilayah di Jakarta dan sekitarnya diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi, Selasa (4/3/2025) dini hari menjelang waktu sahur.

    Dari pantauan Tribun di sejumlah akun media sosial, netizen mengungkap bahwa hujan menyebabkan banjir dan genangan terjadi di Pondok Labu, Jakarta Selatan.

    Bahkan di kawasan padat penduduk di wilayah Kampung Bengek ada seekor ular kobra yang ditangkap warga.

    Sementara itu di Kota Bekasi, Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menyebutkan bahwa kondisi di wilayahnya malam ini curah hujan cukup tinggi terjadi di hulu kali Cibongas.

    “Waspada‼️Malam ini curah hujan cukup tinggi di hulu kali Cibongas didalamnya Kali Cilengsi dan Kali Cikeas, bs berdampak ke Kali Bekasi.

    Kami imbau kepada seluruh warga Kota Bekasi untuk waspada, rekan-rekan Camat dan Lurah serta Dinas terkait untuk bersiaga di masing-masing wilayah,” tulis Tri di akun X yang diunggah sekitar pukul 2.28 WIB.

    Dikutip dari TribunBogor, Tinggi Muka Air (TMA) Bendung Katulampa Kota Bogor belum normal pasca kemarin siaga 1.

    Hingga pukul 23.00,  Senin (3/3/2025) TMA Bendung Katulampa sudah siaga 2 dengan tinggi muka air 170 cm.

    Kepala Pos Jaga Bendung Katulampa Andi Sudirman mengatakan, saat ini TMA Bendung Katulampa sudah menyentuh angka 170 centimeter.

    “Sudah 170 sekarang. Per pukul 23.00 WIB tadi TMA naiknya,” kata Andi Sudirman saat dihubungi TribunnewsBogor.com.

    Andi melanjutkan, Bendung Katulampa ini belum normal pasca kemarin sempat siaga 1.

    Per pukul 16.00 WIB, TMA Bendung Katulampa sudah siaga 4.

    “Pukul 16.00 tadi sempat diangka 50 centimeter atau siaga 4,” ujarnya.

    Andi memprediksikan, TMA Bendung Katulampa ini akan terus mengalami kenaikan jika di kawasan hulu (Puncak) hujan.

     Ia mengimbau warga yang tinggal di bantaran Ciliwung juga Jakarta waspada.

    “Kemungkinan naik kalau dihulunya hujan seperti kemarin,” ujarnya.

    Durasi air kiriman tiba di Jakarta

    Air kiriman dari Bendung Katulampa diprediksi akan tiba di Jakarta dalam waktu 9 hingga 12 jam ke depan, yaitu antara pukul 05.00 WIB hingga 08.00 WIB.

    Andi menjelaskan, kenaikan tinggi air di Katulampa disebabkan oleh curah hujan yang terus mengguyur kawasan Bogor, terutama di daerah hulu Ciliwung yang terletak di kawasan Puncak, Bogor.

    Sementara itu, kemarin Wali Kota Bogor Dedie Rachim mengimbau masyarakat yang berada di sepanjang aliran Ciliwung, khususnya di Jakarta, untuk tetap waspada terhadap potensi banjir akibat naiknya debit air dari Katulampa. 

    “Kemungkinan air lintasan ini akan tiba di wilayah Jakarta pada pukul 06.30 WIB di hari Senin besok. Kami terus memantau situasi dan kondisi debit air di Katulampa,” ungkap Dedie. 

    Dedie berharap agar curah hujan di hulu Ciliwung berkurang sehingga tidak menimbulkan potensi banjir.

  • Karangan Bunga Ucapan Duka Cita Meninggalnya Pendaki Elsa Laksono Berdatangan di Rumah Duka Carolus – Halaman all

    Karangan Bunga Ucapan Duka Cita Meninggalnya Pendaki Elsa Laksono Berdatangan di Rumah Duka Carolus – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Sejumlah karangan bunga ucapan duka cita atas wafatnya pendaki Elsa Laksono berdatangan di Rumah Duka Carolus, Jakarta Pusat, pada Senin (3/3/2025).

    Pantauan Tribunnews.com, terdapat karangan bunga berbentuk persegi panjang yang diletakkan di sisi-sisi pintu masuk rumah duka.

    Karangan bunga tersebut diletakkan menumpuk secara vertikal.

    Selain jenis karangan bunga persegi panjang, terlihat beberapa karangan bunga berbentuk lingkaran dengan besi penyangga.

    Karangan bunga jenis ini didirikan secara berbaris di depan ruang Petrus C, tempat jenazah Elsa disemayamkan.

    “Selamat jalan, Elsa tercinta,” demikian ucapan yang tertulis pada satu di antara beberapa karangan bunga yang ada.

    Di antaranya, terdapat karangan bunga dari D-84 Malang dan Tim Cartensz Pyramid.

    Tak hanya itu, terdapat juga karangan bunga yang menuliskan gelar dokter gigi (drg) di depan nama Elsa Laksono.

    Hingga pukul 21.41 WIB, masih ada beberapa karangan bunga yang berdatangan dari para kerabat dan kolega mendiang Elsa Laksono.

    Sebelumnya, dua jenazah pendaki yang meninggal di Puncak Cartensz, Lilie Wijayanti Poegiono dan Elsa Laksono, tiba di Terminal Kargo Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) pada Senin (3/3/2025).

    Jenazah mereka tiba di Terminal Kargo Bandara Soetta sekira pukul 17.50 WIB. 

    Jenazah dua orang pendaki itu langsung dibawa menggunakan dua ambulans yang berbeda.

    Adapun jenazah Lilie dibawa ke Bandung, Jawa Barat. Sementara jenazah sahabatnya, Elsa Laksono disemayamkan di Rumah Duka Carolus, Jakarta Pusat.

    Untuk diketahui, dua jenazah itu diterbangkan dari Timika, Papua Tengah ke Makassar. Kemudian dilanjutkan untuk diterbangkan menuju ke Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten.

    Dua pendaki itu meninggal dunia saat melakukan pendakian di Puncak Cartensz diduga akibat hipotermia.

  • Cegah Kriminalitas, Ahmad Sahroni Dorong Polda Metro Jaya Tingkatkan Patroli Selama Ramadan – Halaman all

    Cegah Kriminalitas, Ahmad Sahroni Dorong Polda Metro Jaya Tingkatkan Patroli Selama Ramadan – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni mendorong Polda Metro Jaya, untuk meningkatkan patroli selama bulan Ramadan.

    Hal itu disampaikannya mengacu pada penangkapan seorang preman berinisial A (25) oleh Kepolisian Sektor (Polsek) Koja Polres Metro Jakarta Utara pada Sabtu (1/3) malam.

    Pelaku yang diduga melakukan pemalakan terhadap sopir travel berinisial MH (32) di Jalan Kramat Jaya, Kelurahan Lagoa, Kecamatan Koja, berhasil ditangkap berkat bantuan warga sekitar yang menggagalkan aksi tersebut. 

    “Saya minta agar Polres Metro Jakarta Utara memperkuat patroli di wilayahnya. Keamanan di Jakarta Utara memang menjadi tantangan besar. Apalagi sekarang bulan Ramadan, banyak warga yang beraktivitas di malam hari, mulai dari pulang tarawih hingga menjelang sahur. Dalam situasi ini, kriminalitas bisa meningkat, terutama menjelang lebaran dengan banyaknya kebutuhan mendesak,” kata Sahroni dalam keterangannya, Senin (3/3/2025).

    Sahroni juga menekankan bahwa patroli polisi sangat penting untuk menciptakan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang menjalankan ibadah puasa. 

    Dia berharap polisi dapat lebih maksimal dalam mengawasi situasi keamanan terutama saat malam hari.

    “Selain tindakan tegas seperti larangan sahur on the road, patroli malam harus diperkuat. Polisi berperan penting dalam menjaga keamanan. Jika patroli rutin dilakukan, pelaku kriminal pasti lebih takut beraksi. Masyarakat pun akan merasa lebih aman dan bisa menjalankan aktivitas malam hari dengan tenang,” ucapnya.

    Lebih lanjut, Sahroni berharap masyarakat dapat menjalani ibadah puasa dengan khusyuk tanpa rasa khawatir terhadap gangguan keamanan. 

    Dia juga meyakini bahwa dengan keamanan yang terjamin, polisi yang bertugas pun akan mendapatkan pahala atas tugas mulia mereka.

    “Harapannya, masyarakat bisa menjalankan ibadah Ramadan dengan khusyuk. Jika masyarakat merasa aman, insya Allah seluruh petugas kepolisian yang menjaga akan mendapatkan pahala dari pekerjaan mulia mereka,” pungkas Sahroni.

  • Band D’Masiv Jadi Nama Halte TransJakarta di Petukangan – Halaman all

    Band D’Masiv Jadi Nama Halte TransJakarta di Petukangan – Halaman all

    Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fauzi Alamsyah 

    TRIBUNEWS.COM, JAKARTA – Grup band D’Masiv dapat kado istimewa dalam usia 22 tahun karier mereka di blantika musik Indonesia.

    Nama band tersebut diabadikan sebagai nama halte TransJakarta, yakni ‘Petukangan D’Masiv’.

    Rian Ekky Pradipta, vokalis D’Masiv, mengaku bahagia band yang membesarkan namanya, diabadikan sebagai nama halte TransJakarta.

    “Jadi ya kita sangat bersyukur banget di ulang tahun ke-22 tahun, D’Masiv bisa menghadiahi diri kita sendiri dengan hadiah yang sangat spesial ya, dan kita bahagia adalah Transjakarta bisa percaya sama D’Masiv karena ini mungkin pertama kali ya, ada band yang melakukan naming rights gitu,” kata Rian D’Masiv ditemui di Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Senin (3/2025). 

    Penempatan nama di lokasi tersebut bukan tanpa alasan, sebab Ryan merasa besar bersama D’Masiv di jalan Ciledug Raya.

    Tempat tersebut bersejarah bagi D’Masiv dari awal meniti karir hingga terkenal sampai saat ini.

    “Buat D’Masiv, Jalan Ciledug Raya tuh punya cerita yang gak akan pernah bisa kita lupain, karena kita dulu berjuang dari minus itu dijalanin, kita latihan sepanjang hari,” kata Rian.

    “Jadi kalau dulu tuh ada beberapa studio ya di Jalan Jelut Raya, itu pasti kita udah pernah latihan di situ, tapi memang yang paling sering kita dulu latihan, latihan tuh dulu di lewat studio, di Petukangan,” ujar Rian.

    Kemudian Direktur Utama PT Transportasi Jakarta (TransJakarta) Welfizon Yuza mengungkapkan alasan D’Masiv menjadi penataan dalam halte tersebut.

    “Jadi bagi kami di TransJakarta kita membangun platform disupport oleh Pemprov dan bisa berkolaborasi dengan Pemprov dan hari ini sebagai bentuk publik transport ini arah kita ke depan dijadikan sebagai life style, kami menggandeng salah satu band dan musisi terkenal di Indonesia, D’Masiv,” ujar Welfizon

    “D’Masiv sempat mengisi beberapa acara dikita, kita ngobrol dan banyak kesamaan visi. Jadi tidak hanya menghibur tapi juga menginspirasi banyak concern dalam isu sosial atau lingkungan. Ada arahan juga untuk bisa lebih banyak merangkul musisi dan sekolah-sekolah seni,” lanjutnya.

    Ditanya soal harga kolaborasi tersebut keduanya tidak bisa membeberkan lebih lanjut.

     

  • Jenazah Elsa Laksono Pendaki yang Meninggal di Puncak Cartensz Disemayamkan di Rumah Duka Carolus – Halaman all

    Jenazah Elsa Laksono Pendaki yang Meninggal di Puncak Cartensz Disemayamkan di Rumah Duka Carolus – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Jenazah Elsa Laksono (59), satu di antara dua pendaki yang meninggal dunia di Puncak Cartensz, Papua Tengah, disemayamkan di Rumah Duka Carolus, Jakarta Pusat, pada Senin (3/3/2025).

    Diketahui, sebelum ke rumah duka, jasad Elsa diberangkatkan dari Bandara Soekarno-Hatta.

    Pantauan Tribunnews.com, rombongan kendaraan yang menjemput jenazah tiba di Rumah Duka Carolus, sekira pukul 18.59 WIB.

    Ada beberapa karangan buka dari kerabat bertuliskan ucapan bela sungkawa atas kepergian pendaki wanita yang juga berprofesi sebagai dokter gigi itu.

    “Selamat jalan, Elsa tercinta” demikian kalimat yang tertulis pada satu di antara sejumlah karangan bunga yang ada.

    Selanjutnya, peti warna putih berisi jasad Elsa Laksono dibawa menuju ke ruangan Petrus C, di Rumah Duka Carolus.

    Ada sekitar lebih dari lima orang yang ikut masuk ke dalam ruangan tempat jenazah disemayamkan.

    Hingga berita ini ditulis, belum ada informasi yang disampaikan pihak keluarga.

    Sebelumnya, dua jenazah pendaki yang meninggal di Puncak Cartensz, Lilie Wijayanti Poegiono dan Elsa Laksono, tiba di Terminal Kargo Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) pada Senin (3/3/2025).

    Jenazah mereka tiba di Terminal Kargo Bandara Soetta sekira pukul 17.50 WIB. 

    Jenazah dua orang pendaki itu langsung dibawa menggunakan dua ambulans yang berbeda.

    Untuk diketahui, dua jenazah itu diterbangkan dari Timika, Papua Tengah ke Makassar. Kemudian dilanjutkan untuk diterbangkan menuju ke Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten.

    Dua pendaki itu meninggal dunia saat melakukan pendakian di Puncak Cartensz diduga akibat hipotermia.

  • Kapal Barang Terbakar di Pelabuhan Sunda Kelapa Jakarta, Api Berasal Dari Ruang Mesin – Halaman all

    Kapal Barang Terbakar di Pelabuhan Sunda Kelapa Jakarta, Api Berasal Dari Ruang Mesin – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Kapal barang KLM Sinar Sembuluh terbakar di dermaga Pelabuhan Sunda Kelapa, Pademangan, Jakarta Utara, Senin (3/3/2025) petang.

    Peristiwa kebakaran terjadi sekira pukul 18.10 WIB ketika kapal hendak memuat barang di dermaga.

    Pantauan di lokasi, api berkobar hebat dari bagian geladak kapal.

    Api membakar geladak lalu merembet ke area sekelilingnya, dari anjungan sampai ke haluan.

    Kobaran api yang semakin membesar itu sempat merembet ke kapal lain di sebelahnya.

    Kebakaran pun segera ditangani petugas pemadam kebakaran.

    Terpantau, petugas pemadam kebakaran berjibaku memadamkan api dengan menyemprotkan air dari sisi dermaga.

    Api yang berkobar sejak sekitar pukul 18.10 WIB akhirnya dapat ditangani sehingga pemadaman memasuki tahap pendinginan pada pukul 19.00 WIB.

    Seorang saksi mata, Rudi (32) mengungkapkan, kapal itu terbakar ketika hendak diisi muatan.

    Api diduga berasal dari ruangan mesin dan berkobar membakar geladak hingga anjungan.

    Alhasil, ungkap Rudi, para anak buah kapal pun berhamburan keluar dari kapal yang terbakar itu untuk menyelamatkan diri.

    “Ini kapal barang, di dalamnya tadi ada ABK-nya. Langsung pada berhamburan keluar,” ucap Rudi.

    “Api tadi awalnya diduga dari mesin,” sambung dia.

    Hingga pukul 19.50 WIB, petugas pemadam kebakaran masih berada di lokasi untuk menyemprotkan cairan tipol ke kapal yang terbakar.

    Hal itu untuk memastikan tidak ada lagi penyalaan kembali dari dalam kapal tersebut.

    Di sisi lain, petugas kepolisian dari Polres Pelabuhan Tanjung Priok dan Polsek Kawasan Sunda Kelapa juga sudah mendatangi lokasi untuk melakukan olah TKP awal serta menyelidiki penyebab pasti kebakaran.

    Penulis: Gerald Leonardo Agustino

  • Prajurit TNI AL Bambang Tembak Bos Rental Sambil Merokok, Anak Korban: Selayaknya Mafia Italia – Halaman all

    Prajurit TNI AL Bambang Tembak Bos Rental Sambil Merokok, Anak Korban: Selayaknya Mafia Italia – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Oknum prajurit TNI AL Kelasi Kepala (KLK) Bambang Apri Atmojo tidak bisa mengelak setelah rekaman CCTV diputar detik-detik penembakan bos rental Ilyas Abdurahman.

    Suasana sidang pemeriksaan terdakwa menjadi memanas saat anak korban melihat ayahnya terkapar di dalam mini market rest area Tol Tangerang-Merak.

    Anak korban Rizky Agam Syahputra sambil terisak tangis mengatakan bahwa terdakwa satu terlihat jelas meletuskan tembakan.

    Menurutnya, penembakan itu juga dilakukan terdakwa Bambang sambil menghisap sebatang rokok.

    “Terdakwa satu menembak ayah kami selayaknya mafia Itali sambil merokok,” ucap Rizky Agam di dalam ruang sidang Pengadilan Militer II-08 Jakarta, Senin (3/3/2025).

    Saat rekaman CCTV diputar tampak jelas terdakwa Bambang keluar dari mobil Sigra warna hitam.

    Terdakwa Bambang yang tidak memiliki surat izin senjata (SIS) dengan piawai mengoperasikan senjata api Arex Zero buatan Slovenia.

    Mulanya dua kali tembakan diletuskan dari dalam mobil.

    Namun tembakan peringatan tak digubris, Bambang lantas memutuskan turun dari dalam mobil sambil menenteng senjata dan meletuskan tembakan ketiga ke arah orang-orang yang mengerubungi Akbar.

    Tembakan itu mengenai bagian perut anggota Asosiasi Rental Mobil Indonesia (ARMI) bernama Romli.

    Setelah meletuskan tembakan ketiga, Bambang meletuskan tembakan keempat ketika Ilyas berupaya untuk mendekat ke arahnya. 

    Bambang merasa Ilyas hendak merampas senjatanya sehingga secara spontan menembak Ilyas ke bagian dada.

    Di mana tembakan itu memegang nyawa Ilyas.

    “Tembakan itu terdakwa arahkan ke mana?” tanya oditur.

    “Kami arahkan lurus 90 derajat, korban langsung memegang dada,” kata Bambang.

    Tembakan kelima diletuskan ketika Bambang bersama dua rekannya hendak melarikan diri.

    Adapun senjata api yang ditembakannya itu merupakan milik terdakwa dua Sersan Satu Akbar Adli.

    Sempat Bantah Merokok

    Terdakwa Kelasi Kepala (KLK) Bambang Apri Atmojo, membantah keterangan saksi Rizky Agam Syahputra bahwa pihaknya melakukan penembakan sambil menghisap rokok. 

    Adapun bantahan tersebut disampaikannya dalam sidang lanjutan kasus pembunuhan bos rental di Rest Area KM 45 dengan terdakwa Bambang Apri Atmojo, Akbar Adli, Rafsin Hermawan di Pengadilan Negeri Militer, Jakarta Timur, Selasa (18/2/2025).

    “Kami membantah kesaksian saksi satu (Agam) bahwa kami menembak sambil menghisap rokok,” kata terdakwa Bambang di persidangan. 

    “Yang benar,” tanya ketua majelis hakim Arief Rachman. 

    Kemudian terdakwa Bambang menjelaskan pihaknya menembak tidak sambil menghisap rokok. 

    “Saat di mobil kami memang sedang merokok. Tapi pada saat kami menembak kami turun dari mobil kami tidak menghisap rokok. Tapi kami tanpa disadari rokok kami terjepit Yang mulia. Karena pada saat itu keadaan kami panik yang mulia,” jelas Bambang. 

    Kejepit dimana? Di jari-jari kamu, respon hakim Arief. 

    “Bagaimana sih merokok ya begini,” jelasnya. 

    Kemudian terdakwa Bambang menegaskan saat kejadian tak menghisap rokok. 

    “Siap yang mulia tapi tidak sampai menghisap,” terangnya. 

    Hakim Arief lalu mempertanyakan pernyataan terdakwa Bambang tersebut. 

    “Tapi ada di jari kamu (Rokok)? Itu bukan ngejepit. Saya juga merokok juga begini. Nggak mungkin saya pegang begini,” ungkapnya. 

    Terdakwa Bambang masih keberatan disebut merokok saat kejadian. 

    “Keberatan sambil menghisap. Tapi membawa rokok,” tanya hakim Arief. 

    “Yang benar memegang rokok yang mulia. Karena terbawa dari dalam,” jawab terdakwa Bambang.