Category: Tribunnews.com Metropolitan

  • Mensos Gus Ipul Pastikan Korban Banjir di Pengungsian Dapat Makanan Sahur dan Buka Puasa – Halaman all

    Mensos Gus Ipul Pastikan Korban Banjir di Pengungsian Dapat Makanan Sahur dan Buka Puasa – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul memastikan korban banjir Jabodetabek khususnya para pengungsi mendapatkan layanan dengan baik.

    Kebutuhan pengungsi, kata Gus Ipul, akan terus dipenuhi selama masih ada warga yang membutuhkan bantuan, termasuk makanan berbuka dan sahur.

    “Selama di pengungsian semuanya akan kita cukupi, baik kebutuhan sahur maupun berbuka dan juga kebutuhan lainnya. Selama masih ada di pengungsian, menjadi tanggung jawab kami, baik pemerintah pusat dan pemerintah daerah,” kata Gus Ipul melalui keterangan tertulis, Rabu (5/3/2025).

    Hal tersebut diungkapkan oleh Gus Ipul saat meninjau lokasi pengungsian korban banjir di Bekasi pada Selasa malam (4/3/2025).

    Gus Ipul mengatakan Kementerian Sosial turut mendukung penanganan bencana dengan menyediakan logistik dan shelter bagi warga terdampak.

    “Sampai malam ini cukup banyak (bantuan) yang kita kirim, mulai dari kasur, bantal, obat-obatan, pakaian, makanan siap saji dan tenda. Sebagian lagi kita dukung dengan membuat dapur umum di Kecamatan Jatiasih,” kata Gus Ipul.

    Adapun Kemensos telah menyalurkan bantuan senilai Rp561 juta, yang mencakup 3.500 paket makanan siap saji, 500 lembar selimut, 400 kasur, 100 kidware, 50 paket tenda gulung, serta 3 unit perahu karet untuk mendukung evakuasi warga.

    Selain bantuan logistik, Kemensos juga menyiapkan kebutuhan khusus bagi anak-anak serta layanan psikososial. Ibu hamil dan anak-anak menjadi prioritas dalam pelayanan ini.

  • Mensos Gus Ipul Pastikan Korban Banjir di Pengungsian Dapat Makanan Sahur dan Buka Puasa – Halaman all

    Endang Bertahan di Lantai Dua Rumah Saat Banjir Melanda Kampung Melayu, Santap Sahur Dikirim Adik – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Endang Sudarningsih bersama keluarganya memilih bertahan di lantai dua rumahnya sejak banjir menerjang permukiman warga di kawasan Kebon Pala, Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur pada Senin (3/3/2025).

    Endang dan keluarganya pun terpaksa harus melalui prosesi sahur tidak seperti biasanya. Mengingat dapur tempatnya biasa meracik makanan tidak berfungsi karena kebanjiran. 

    Beruntung, Endang punya keluarga yang rumahnya tidak terdampak banjir.

    Mereka jadi bala bantuan bagi sumber santap sahur Endang, suami, dan anak semata wayangnya. 

    “Dapat ransum dari adik. Waktu (hari) pertama, (banjir) masih cetek, (suami) langsung ambil,” ujar Endang saat diwawancarai di rumahnya, Rabu (5/3/2025). 

    Berbeda dengan Endang, beberapa warga lainnya memilih untuk tinggal di pengungsian.

    Sekolah dasar dan menengah terdekat dari kawasan banjir disulap jadi suaka. 

    Umiana (70), terpaksa menggunakan bantuan nasi kotak yang diberikan untuk korban banjir sebagai santap sahurnya.

    Ia bersama anak dan cucunya mengungsi di SD 02 Kampung Melayu sejak Senin malam. 

    Namun, begitu Umianah berharap lebih banyak bantuan kebutuhan sekunder untuknya dan juga warga yang masih mengungsi. 

    “Selimut, obat-obatan,” ujarnya. 

    Sejak Rabu subuh, air berangsur-angsur surut di kompleks kediaman Endang dan Umiana.

    Sedari pagi sejumlah petugas dan warga melakukan pembersihan. 

    Warga yang sebelumnya mengungsi mulai kembali ke rumah masing-masing dan melakukan pembersihan sisa lumpur dan sampah yang terbawa banjir.

    Proses pembersihan menggunakan pompa untuk menyemprot endapan lumpur dan sampah.

    Air yang digunakan langsung bersumber dari Kali Ciliwung itu sendiri. 

    Pihak dari Sumber Daya Air (SDA) Jatinegara mengatakan mereka menurunkan 15 hingga 20 personel untuk proses pembersihan.

  • Sibuknya Pak RW Dekeu, Rumahnya Terdampak Banjir Paling Parah Tapi Harus Bantu Warga di IKPN Jaksel – Halaman all

    Sibuknya Pak RW Dekeu, Rumahnya Terdampak Banjir Paling Parah Tapi Harus Bantu Warga di IKPN Jaksel – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Ketua RW 04 Kelurahan Bintaro Kecamatan Pesanggrahan Kota Jakarta Selatan, Dekeu Karunia, terlihat wara-wiri saat banjir merendam rumah-rumah di Kompleks IKPN Bintaro, Rabu (5/3/2025) pagi.

    Ia terlihat berbicara dengan sejumlah orang secara bergantian.

    Mulai dari Camat hingga petugas Dinas Sumber Daya Air.

    Mulai dari urusan pompa air sampai urusan perahu karet diurusnya.

    Sesekali, ia tampak beristirahat.

    Raut wajahnya tampak lemas.

    “Saya di sini 24 jam (sejak Selasa 5 Maret 2025). Begadang. Lumayan lagi agak greges-greges (demam) begini. Alhamdulillah puasa masih jalan,” ungkap Dekeu di lokasi.

    Meski harus mengurusi warganya yang kebanjiran, Dekeu mengaku masih menjalankan ibadah puasa kemarin dan hari ini.

    Untuk sahur dan buka puasa, Dekeu mengaku membeli.

    “Enggak (dari posko pengungsian), kita iseng saja jajan. Di mobil kita taruh (makanan). Mobil kita taruh duluan di (kampus) Trisakti,” ungkapnya.

    Dekeu mengatakan RW yang dipimpinnya menaungi lima RT.

    Total, kata dia, terdapat 225 rumah yang terendam banjir di wilayahnya.

    “Justru (rumah) saya paling terdampak, di paling ujung. Pinggir tanggul (Sungai Pesanggrahan). Kalau sekarang sih saya lihat posisinya di depan rumah saya (tinggi air) tinggal seperut. Kalau di rumah sih sekarang posisinya lagi dibersihin,” ujar dia.

    Dekeu mengatakan saat ini air telah berangsur surut.

    Sebagian warga juga telah kembali ke rumah untuk membersihkan rumahnya.

    Sementara itu, warganya yang memiliki bayi atau Lansia telah diungsikan ke rumah keluarganya masing-masing sejak Selasa kemarin.

    “Sore ini sih sepertinya bakal surut. Karena posisi 3 pompa dari kemarin 24 jam juga masih beroperasi. Posisi pintu air juga sudah dibuka. Dan mengalirnya cepat juga,” ucap dia.

    “InsyaAllah sih kalau sudah dioperasikan juga, mobil pompanya malah makin membantu. Malah langsung surut itu dia,” ucapnya.

  • Aksi Anak-anak di Duren Jaya Bekasi Nikmati ‘Kolam Banjir’: Mumpung Libur, Besok Sekolah – Halaman all

    Aksi Anak-anak di Duren Jaya Bekasi Nikmati ‘Kolam Banjir’: Mumpung Libur, Besok Sekolah – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, BEKASI – Banjir menjadi wahana bermain bagi anak-anak di Perumahan Duren Jaya Bekasi, Jawa Barat, Rabu (5/3/2025).

    Tinggi muka air (TMA) di wilayah tersebut masih di atas satu meter lebih.

    Anak-anak tampak asyik bermain, melompat bak berada di kolam renang.

    Askar seorang bocah Sekolah Dasar (SD) melompat dari saung bambu ke dalam air banjir.

    Dia tak mempersoalkan risiko penyakit dari banjir.

    Bersama teman-temanya, Askar malah menceburkan kepalanya dan berenang gaya katak.

    “Mumpung masih libur soalnya besok sudah masuk sekolah,” ucap Askar.

    Tak ada rasa lelah, sebagian anak lainnya juga bersorak-sorak kegirangan.

    Banjir lima tahunan menjadi kesempatan langka yang dijumpai anak-anak.

    Tanpa harus mengeluarkan kocek, anak-anak bisa bermain lepas.

    Sebagian di antaranya juga ada yang berburu ikan, dan mengayuh sepeda menerobos genangan banjir.

    Perumahan Duren Jaya yang terletak dekat aliran sungai membuat kondisi banjir lebih tinggi dibanding perumahan lain.

    Terlebih perumahan ini berada lebih rendah dari aliran sungai.

    Kawasan Jabodetabek mengalami musibah banjir akibat kiriman debit air dengan intensitas tinggi.

    Sejumlah warga masih bertahan di pengungsian menunggu air banjir surut.

    Pemerintah Kota Bekasi, bersama dengan tim tanggap darurat, terus melakukan upaya untuk menangani banjir dan melakukan evakuasi warga yang terdampak. 

    Sementara itu, warga diminta untuk tetap waspada dan mengikuti petunjuk dari petugas di lapangan. 

  • Polisi Izinkan Pemotor Masuk Ruas Tol Cibitung – Tanjung Priok – Halaman all

    Polisi Izinkan Pemotor Masuk Ruas Tol Cibitung – Tanjung Priok – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Menghadapi situasi darurat akibat banjir yang melanda kawasan Bekasi, polisi memberikan diskresi kepada pengendara sepeda motor yang terjebak untuk menggunakan ruas Tol Cibitung – Tanjung Priok.

    Keputusan ini diambil sebagai langkah kemanusiaan mengingat jalur arteri di wilayah tersebut masih terendam air dengan ketinggian yang cukup signifikan.

    Kainduk PJR Cikampek Korlantas Polri, AKP Sandy Titah Nugraha, menjelaskan bahwa para pengendara sepeda motor yang hendak bekerja di Jakarta tetapi terisolasi akibat banjir diperbolehkan masuk melalui pintu Tol Exit Gabus di ruas Cibitung-Tanjung Priok.

    “Pemotor masuk dari pintu Tol Exit Gabus ruas Cibitung-Tanjung Priok,” ujar Sandy saat diwawancarai wartawan, Rabu (5/3/2025).

    Sandy menambahkan, genangan air di wilayah Bekasi masih cukup tinggi, sehingga kendaraan roda dua tidak dapat melewati jalur arteri yang biasanya digunakan.

    “Rata-rata mereka hendak bekerja di Jakarta dan terisolasi akibat jalur arteri yang masih terendam banjir,” jelasnya.

    Diskresi Polisi untuk Kemanusiaan

    Biasanya, pengendara sepeda motor tidak diperbolehkan memasuki jalan tol.

    Namun, dalam situasi darurat ini, polisi mengambil langkah luar biasa dengan memberikan izin sementara.

    Sandy menegaskan bahwa keputusan ini diambil demi kemanusiaan, mengingat banjir bandang di Bekasi telah memutus akses transportasi warga.

    “Seharusnya pengendara roda dua tidak diperbolehkan memasuki kawasan tol, namun karena ini demi kemanusiaan menghadapi bencana banjir bandang di Bekasi, dilakukan diskresi kepolisian,” ungkap Sandy.

    Keputusan ini disambut antusias oleh sekitar 400 pengendara sepeda motor yang terjebak banjir.

    Mereka melintas di lajur bahu jalan tol dengan dikawal oleh petugas kepolisian dan petugas tol.

    Upaya Pemerintah dan Harapan Warga

    Sandy juga menyampaikan bahwa pemerintah terus berupaya mencari solusi agar air banjir dapat segera surut dan aktivitas masyarakat kembali normal.

    “Pihak pemerintah masih terus berupaya untuk melakukan terobosan agar air dapat segera surut dan aktivitas masyarakat bisa kembali normal,” katanya.

    Warga yang terkena dampak banjir berharap agar upaya penanganan banjir dapat dilakukan lebih cepat dan efektif.

    Mereka juga mengapresiasi langkah diskresi polisi yang memudahkan mereka untuk tetap bisa bekerja meski dalam kondisi sulit.

     

  • Banjir Kompleks IKPN Bintaro Berangsur Surut, Warga Bersihkan Rumah Mereka dari Lumpur – Halaman all

    Banjir Kompleks IKPN Bintaro Berangsur Surut, Warga Bersihkan Rumah Mereka dari Lumpur – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Kompleks Ikatan Koperasi Pegawai Negeri (IKPN), Kelurahan Bintaro, Kecamatan Pesanggrahan, Kota Jakarta Selatan (Jaksel) masih terendam banjir. Adapun banjir sudah berlangsung sejak Selasa (4/3/2025).

    Hingga pukul 11.30 WIB, dua blok di Jalan Kompleks IKPN masih terendam banjir dengan ketinggian air sekitar 50 cm.

    Meskipun demikian, jika dibandingkan dengan semalam, banjir yang menggenang hari ini sudah berangsur surut.

    Pantauan di lokasi menunjukkan warga sekitar berkumpul di sebuah rumah yang berada di dataran tinggi, tidak jauh dari lokasi banjir. Mereka tampak sedang beristirahat dan berbincang dengan petugas BPBD, kecamatan, maupun TNI-Polri.

    Hujan yang tidak turun sejak pagi hingga siang ini membuat warga yang mengungsi ke area yang lebih tinggi kembali ke kediaman mereka. Mereka membersihkan rumah dari lumpur dan sisa banjir semalam.

    “Kalau menunggu surut banget, nanti lumpurnya kering. Kita malah semakin susah membersihkannya,” kata salah seorang warga di lokasi.

    Hingga berita ini diturunkan, banjir yang menggenangi akses Kompleks IKPN Bintaro belum surut secara signifikan, meskipun sejumlah rumah sudah tidak lagi tergenang.

    Terpisah, Camat Pesanggrahan, Agus Ramdani, mengatakan setidaknya 250 KK terdampak banjir tersebut.

    “Situasi hari ini (pukul 10.00 WIB), alhamdulillah kompleks IKPN sudah berangsur surut. Tentunya pengaruh dari Kali Pesanggrahan yang sudah mulai surut, dengan pompa yang terus bekerja. Tiga pompa menyala 24 jam untuk membantu penyedotan air,” ungkap dia di lokasi.

    “Dan pagi ini, insya Allah, kita juga akan mendatangkan truk mobil penyedot air portabel untuk mempercepat pembuangan debit air ke kali,” kata Agus.

    Agus mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyiapkan posko pengungsian di kampus Trisakti yang tidak jauh dari lokasi. Namun demikian, ia mengatakan tidak ada warga yang mengungsi saat ini.

    “Tentunya kita berharap tidak terjadi hujan di hulu, juga hujan lokal tidak ada, sehingga warga bisa kembali ke rumah masing-masing dan kita bisa segera lakukan kerja bakti pembersihan pasca-banjir,” ungkap dia.

    Caption: BANJIR IKPN BINTARO: Warga kompleks IKPN Bintaro tampak membersihkan rumah mereka dari sisa banjir yang menerjang wilayah mereka sejak Selasa (4/3/2025). Mereka membersihkan rumah mereka seiring dengan banjir yang berangsur surut/Tribunnews.com Reza Deni

  • Cerita Penyelamatan Pria Tunanetra yang Terjebak Banjir di Cawang, Berdiam Diri Tunggu Bantuan Tiba – Halaman all

    Cerita Penyelamatan Pria Tunanetra yang Terjebak Banjir di Cawang, Berdiam Diri Tunggu Bantuan Tiba – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM – Seorang pria tunanetra bernama Laurentius Barus berhasil diselamatkan usai terjebak banjir di rumahnya di wilayah Cawang, Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (4/3/2025).

    Banjir di wilayah Cawang ini disebabkan oleh meluapnya Kali Ciliwung.

    Evakuasi Laurentius Barus bermula dari petugas Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Utara yang membantu penyelamatan warga di Jaktim mendapat laporan adanya warga yang terjebak.

    Laurentius terjebak di dalam rumah dengan ketinggian air satu meter.

    Ia hanya bisa berdiam diri di rumah sambil menunggu kedatangan tim penyelamat.

    Petugas melakukan evakuasi dengan mengikatkan tali ke pondasi rumah supaya Laurentius bisa berjalan menerjang banjir hingga ke perahu karet.

    Mengutip TribunJakarta.com, petugas yang menjemput Laurentius juga mencoba memakaikan rompi pelampung ke tubuhnya.

    Laurentius pun dituntun oleh petugas untuk sampai ke perahu karet.

    Kasiops Suku Dinas Penanggung Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Utara Gatot Sulaeman mengatakan, personel Sudin Gulkarmat Jakarta Utara turut dikerahkan untuk membantu evakuasi warga yang terdampak banjir di Jakarta Timur.

    Gatot menuturkan, sejak Selasa pagi, tiga perahu karet Sudin Gulkarmat Jakarta Utara sudah dikirimkan ke sejumlah titik banjir di Jakarta Timur.

    “Saat itu tim penyelamat damkar Jakarta Utara yang membantu wilayah Jakarta Timur mendapatkan informasi bahwasanya ada seorang tunanetra yang terjebak seorang diri di lantai 2 rumahnya atas nama Laurentius Barus,” ucap Gatot.

    Ia menuturkan, para personelnya bertugas menyisir lokasi banjir dan membantu warga untuk keluar dari rumah yang terendam banjir lebih dari 1 meter.

    Saat itu petugas diinformasikan soal keberadaan pria tunanetra tersebut dan segera melakukan evakuasi.

    “Mendapatkan informasi tersebut lalu tim Penyelamat Jakarta Utara langsung bergegas meluncur ke rumah korban untuk melakukan evakuasi,” pungkas Gatot.

    Balita di Jaksel Tewas Terseret Arus Banjir saat Dievakuasi

    Sementara itu, banjir juga terjadi di kawasan Tebet, Jakarta Selatan.

    Balita berusia tiga tahun ditemukan tewas setelah hanyut terbawa arus saat dievakuasi di rumahnya.

    Kepala Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Sudin Gulkarmat) Jakarta Selatan Syamsul Huda menuturkan, korban ditemukan tak jauh dari rumahnya di Gang Perintis, Kelurahan Kebon Baru, Tebet.

    “Korban sudah berhasil ditemukan dan dievakuasi pukul 01.00 WIB tidak jauh dari titik awal korban terbawa arus,” ucapnya, Rabu (5/3/2025).

    Mengutip TribunJakarta.com, jenazah korban saat ini telah dibawa oleh pihak keluarga.

    “Rencananya, jenazah akan dimakamkan hari ini. Kami menyampaikan duka cita mendalam kepada pihak keluarga,” ujarnya.

    Korban hanyut terseret banjir pada Selasa (4/3/2025).

    Saat itu, korban dan keluarganya tengah dievakuasi menggunakan perahu karet.

    “Saat dalam perjalanan menuju tempat evakuasi, perahu terbalik akibat arus deras dari Gang Perintis,” ucap Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta Isnawa Adji dalam keterangannya, Rabu (5/3/2025).

    Tiga orang hanyut terbawa arus.

    Dua di antaranya berhasil diselamatkan kembali, namun satu korban hilang.

    Hingga akhirnya, korban ditemukan sudah meninggal dunia di dekat rumahnya.

    Sebagian artikel ini telah tayang di TribunJakarta.com dengan judul Momen Pilu Pria Tunanetra Terjebak Banjir 1 Meter di Cawang, Selamat Berkat Aksi Heroik Damkar

    (Tribunnews.com, Muhammad Renald Shiftanto)(TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino/Dionisius Arya Bima Suci)

  • Rukonya Terendam Banjir, Ibu Pemilik Usaha Percetakan di Puri Kembangan Hanya Bisa Bersabar – Halaman all

    Rukonya Terendam Banjir, Ibu Pemilik Usaha Percetakan di Puri Kembangan Hanya Bisa Bersabar – Halaman all

     

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Mira (29), seorang ibu rumah tangga sekaligus pemilik usaha percetakan, tampak terdiam di depan rukonya yang terendam banjir, di Puri Kembangan, Kembangan, Jakarta Barat, Selasa (4/3/2025).

    Ia sedang duduk di sebuah kursi.

    Di hadapannya ada putrinya yang masih kecil.

    Kaki hingga betis mereka terendam banjir.

    Maklum saja, air  sudah masuk ke dalam rumah.

    Mira menyebut air dari luapan Kali Pesanggerahan mulai masuk ke dalam rumah sehabis sahur.

    “(Air meluap dan masuk ke rumah) tadi subuh jam 05.00 WIB. Hujan dari kemarin sih hujan. Air meluap dari kali belakang,” kata Mira saat ditemui, Selasa.

    Kata Mira, ia tidak begitu kaget saat air mulai masuk ke dalam rumahnya.

    Hal itu lantaran sebelumnya kondisi banjir seperti yang demikian sudah pernah terjadi, sekitar tahun 2019.

    Saat itu, menurut Mira, air meluap hingga masuk ke halaman kantor Dinas Sosial, yang berada persis di seberang kediamannya.

    “Udah enggak kaget sih. Kalau lebih kaget waktu 2019, itu air sampai masuk ke halaman kantor Dinas Sosial,” jelasnya.

    Adapun di 2025 ini, Mira mengatakan saat air hampir masuk ke dalan rumah.

    Dia sudah mulai menyelamatkan sejumlah barang agar tak terendam banjir.

    Lebih lanjut soal usaha percetakannya, Mira terpaksa harus tutup terlebih dahulu.

    Ia mengaku hanya bisa bersabar dan berharap adanya berkah dari musibah yang dialaminya.

    “Toko tutup dulu dari tadi pagi. Ya kita sabar aja dulu. Semoga ada berkah dari banjir ini,” tuturnya.

    Seperti diketahui Jakarta dan daerah sekitarnya terendam banjir kemarin.

    Banjir paling parah menimpa Bekasi, kota di dekat Jakarta.

    Selain hujan deras, banjir disebabkan sungai yang meluap akibat kiriman air dari wilayah Bogor yang daerahnya lebih tinggi.

     

  • Ratusan Rumah Warga Kelurahan Petir Kota Tangerang Masih Terendam Banjir Setinggi Dada – Halaman all

    Ratusan Rumah Warga Kelurahan Petir Kota Tangerang Masih Terendam Banjir Setinggi Dada – Halaman all

     

    TRIBUNNEWS.COM, TANGERANG – Ratusan rumah di Kampung Candulan dan Candiga, Kelurahan Petir, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang masih terendam banjir dengan tinggi hingga 150 cm akibat hujan deras yang terus mengguyur sejak Senin (3/3/2025) malam hingga Selasa dini hari.

    Sungai Angke yang mengalir di dekat pemukiman warga meluap.

    Wali Kota Tangerang Sachrudin mengatakan, ada 250 Kepala Keluarga (KK) di dua kampung tersebut yang terdampak banjir dengan ketinggian yang mencapai leher orang dewasa.

    “Hari ini saya sedang meninjau lokasi pemukiman warga yang terendam banjir karena sampai siang menjelang sore hari, sudah ada 250 kepala keluarga yang terdampak,” ujar Sachrudin kepada TribunTangerang.com, Selasa (4/3/2025).

    Dia mengatakan, banjir dipicu oleh intensitas hujan tinggi sehingga menyebabkan air di Kali Angke meluap sampai ke rumah warga.

    Terlebih hujan yang mengguyur sejak pukul 20.00 WIB tadi malam membuat banjir datang lebih cepat yakni sejak pukul 23.00 WIB dengan ketinggian yang terus meningkat.

    Akibatnya puluhan warga terpaksa harus mengungsi lantaran air yang masuk ke dalam tempat tinggal mereka nyaris menutupi seluruh area ruang tamu rumah.

    Dua lokasi tertinggi yang tidak dilanda banjir pun dijadikan sebagai pengungsian darurat oleh warga setempat yakni sebuah masjid dan di lokasi Rumah Pemotongan Hewan (RPH).

    “Banjir disebabkan karena curah hujan yang tinggi sehingga Kali Angke yang sudah ditanggul meluap ke pemukiman warga karena ada kiriman dari Bogor,” kata dia.

    “Dari hasil peninjauan ke lokasi ada 2 posko pengungsian untuk warga yaitu 30 orang di masjid kemudian ada 40 orang mengungsi ke RPH,” paparnya.

    Guna membantu warga yang terdampak banjir tersebut, Pemerintah Kota Tangerang pun menyalurkan sejumlah bantuan berupa makanan, obat-obatan dan alat tidur.

    Sachrudin memastikan pihaknya akan memfasilitasi warga yang menjadi korban banjir di tengah Bulan Suci Ramadan 1446 Hijriah dengan berupa makanan siap saji untuk berbuka puasa dan sahur.

    “Dalam peninjauan ini sekaligus kami berikan bantuan berbentuk makanan sebanyak 2.000 porsi, kasur, selimut, obat-obatan, air mineral sampai kebutuhan bayi seperti pempers,” tuturnya.

    “Karena sekarang ini suasananya bulan puasa kami akan berikan bantuan makanan matang untuk berbuka puasa, disamping itu tetap ada bantuan makanan lain yang bisa dikonsumsi ibu hamil atau anak-anak,” ungkapnya.

    Salah seorang warga Kampung Candiga, Muslim mengatakan, telah mengungsi bersama warga lainnya sejal pukul 03.00 WIB dinihari.

    SETINGGI DADA – Petugas mengevakuasi warga Kampung Candulan dan Candiga, Kelurahan Petir, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, Banten, yang terendam banjir menggunakan perahu kecil, Selasa (4/3/2025).  (TribunTangerang.com/Gilbert Sem Sandro)

    Alasan banjir melanda pemukiman tempatnya tinggal hingga 1,5 meter lantaran air telah masuk ke dalam rumah warga sejak pukul 23.00 WIB tadi malam namun.

    “Banjir udah mulai masuk ke rumah warga dari tadi malam, makanya sampai sekarang semakin tinggi volume airnya. Banjir seperti ini sudah sering melanda warga, karena tiap tahun pasti kami terendam banjir,” lanjutnya.

    Dia berharap, hujan deras tidak lagi turun dalam waktu dekat demi menghindari kembali meluapnya Kali Angke yang dapat memperparah kondisi banjir.

    “Mudah-mudahan jangan hujan deras lagi, biar ketinggian banjirnya enggak makin naik, karena biasanya itu bisa sampai setinggi leher orang dewasa banjirnya,” ucapnya. 

    Laporan Reporter: Gilbert Sem Sandro | Sumber: Tribun Tangerang

  • Pramono Anung akan Bikin Sumur Resapan di Jakarta, Ini Bedanya dengan Versi Anies Baswedan – Halaman all

    Pramono Anung akan Bikin Sumur Resapan di Jakarta, Ini Bedanya dengan Versi Anies Baswedan – Halaman all

     

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA –  Jakarta dan daerah sekitarnya dilanda banjir besar sejak dua hari lalu.

    Ini bukan pertama kali Jakarta dilanda banjir semacam itu.

    Ganti gubernur, Jakarta tetap banjir, meski intensitasnya yang berbeda.

    Pramono Anung yang baru beberapa hari menjabat Gubernur Jakarta kini menawarkan solusi untuk mengantisipasi banjir ibu kota.

    Pramono Anung mengaku bakal melakukan sejumlah langkah untuk mengantisipasi banjir.

    Salah satunya dengan cara membuat sumur resapan.

    Apa bedanya dengan sumur resapan Anies?

    Sebagai informasi, pembuatan sumur resapan untuk menanggulangi banjir di Jakarta sempat  dilakukan pada  era kepemimpinan Gubernur Anies Baswedan.

    Namun sumur resapan oleh banyak kalangan dianggap tidak efektif kala itu karena melubangi jalan raya dan justru membahayakan pengguna jalan.

    Namun kali ini sumur resapan yang hendak dibangun oleh Pramono berbeda dengan era Anies Baswedan.

    “Untuk jangka panjang pengerukan dilakukan, sodetan dilanjutkan kembali, sumur resapan tidak lagi dibuat di jalan tetapi di saluran-saluran air,” kata Pramono Anung saat ditemui di Pintu Air Manggarai, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (4/3/2025).

    “Jadi hal-hal yang kita lakukan, kita lanjutkan yang baik-baik,” Pramono menambahkan.

    Solusi lainnya

    Pramono mengatakan untuk mengatasi Banjir Jakarta adalah dengan membuka pintu air.

    Pramono meminta agar pompa-pompa air yang ada di 200 titik di wilayah Jakarta untuk diaktifkan agar nantinya air banjir ini bisa segera dibuang ke laut.

    “Saya sudah meminta beberapa pintu air ini dibuka, yang kedua pompa-pompa yang ada di 200 titik yang berjumlah 500 pompa, saya minta semua diaktifkan.”

    “Karena supaya air yang ada segera bisa dibuang ke laut,” kata Pramono dilansir Kompas TV,  Selasa (4/3/2025).

    Pramono juga meminta modifikasi cuaca dilakukan. 

    “Saya juga meminta  untuk modifikasi cuaca dilakukan, didorong untuk ke laut. Tadi sudah dilakukan BPBD bahwa akan dilakukan segera untuk modifikasi cuaca,” terang Pramono.

    Pramono menuturkan sebenarnya Banjir di Jakarta ini 90 persennya adalah kiriman.

    Itu karena curah hujan di Jakarta cukup rendah, berbeda dengan wilayah lain yang berada di atas Jakarta yang curah hujannya tinggi.

    Namun, Pramono tak ingin menyalahkan siapa pun atas banjir Jakarta ini.

    Pramono menilai banjir Jakarta ini adalah tanggung jawab Pemerintah Jakarta untuk mengatasinya.

    “Karena memang banjir yang terjadi di Jakarta sekarang ini boleh dikatakan mayoritas, hampir 90 persen lebih adalah kiriman. Karena curah hujan di Jakarta sendiri cukup rendah.”

    “Jadi curah hujan tinggi akan menjadi banjir kalau diatas 150. Nah yang diatas 150 termasuk 180, bahkan ada yang 200 itu semuanya terjadi di atas.”

    “Tapi kami tidak mau menyalahkan siapa pun. Ini menjadi tanggung jawab pemerintah Jakarta untuk mengatasi itu,” kata Pramono.

    Aktifkan kampung siaga

    Pramono juga mengaku bakal mengaktifkan Kampung Siaga Bencana.

    Hal ini bertujuan agar masyarakat lebih siap siaga untuk menghadapi kerawanan atau kerentanan dan risiko bencana.

    “Kami sudah memutuskan untuk Kampung Siaga Bencana untuk diaktifkan. Kampung Siaga Bencana ini kerja sama antara pemerintah, masyarakat, dan swasta untuk membantu masyarakat yang terdampak,” kata Pramono.

    Data sementara banjir Jakarta

    Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta mencatat sebanyak 117 RT terendam banjir pada Selasa (4/3/2025) pukul 19.00 WIB.

    Titik banjir paling banyak berada di kawasan Jakarta Timur yang mencapai 56 RT.

    “BPBD mencatat saat ini genangan terjadi di 117 RT,” kata Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, Mohamad Yohan saat dikonfirmasi, Selasa.

    Yohan menyampaikan ketinggian air bervariatif mulai antara 30 hingga 400 sentimeter akibat luapan beberapa kali termasuk Kali Ciliwung, Kali Pesanggrahan, dan Kali Krukut.

    Sebagian artikel ini telah tayang di TribunJakarta.com dengan judul Antisipasi Banjir, Pramono Anung Bakal Buat Sumur Resapan: Bukan di Jalan, Tapi di Sungai