Category: Tribunnews.com Metropolitan

  • Pura-pura Bantu, Dua Pria di Penjaringan Jakut Todong Fotografer Asal Prancis, Pelaku Gunakan Pisau – Halaman all

    Pura-pura Bantu, Dua Pria di Penjaringan Jakut Todong Fotografer Asal Prancis, Pelaku Gunakan Pisau – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Marion Parent (40), seorang fotografer warga negara asing (WNA) asal Prancis menjadi korban kejahatan di tanggul kawasan Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara.

    Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Priok AKP I Gusti Ngurah Putu Khrisna Narayana mengungkapkan, anggotanya sudah dikerahkan ke lokasi melakukan olah TKP awal serta pra rekonstruksi.

    Polisi juga telah memeriksa saksi-saksi di sekitar tanggul mengungkap siapa saja pelaku penodongan tersebut.

    Dari hasil penyelidikan, polisi telah mengantongi nama-nama pelaku yang terlibat dalam aksi pencurian dengan kekerasan itu.

    “Kita sudah mengantongi dari saksi-saksi di sekitar TKP yang kebetulan sempat melihat kejadian tersebut. Saat ini kita sudah mengantongi para calon-calon pelakunya, masih memerlukan penyelidikan secara lebih komprehensif,” ucap Ngurah, Rabu (5/3/2025).

    Diberitakan sebelumnya, Marion ditodong ketika sedang memotret suasana di sekitar tanggul Muara Baru bersama anak perempuannya yang masih balita.

    Tak cuma menodong korban, pelaku yang diduga lebih dari dua orang juga merampas kamera milik Marion yang harganya mencapai puluhan juta rupiah.

    Kronologis

    Kejadian bermula ketika korban sedang fokus melakukan pemotretan. Saat itu, Marion tiba-tiba dihampiri para pelaku.

    Mereka kemudian menawarkan membantu Marion naik ke atas tanggul supaya bisa mendapatkan area pengambilan gambar yang lebih baik.

    Salah satu pelaku tiba-tiba meminta uang kepada korban, sementara pelaku lainnya langsung menodongkan pisau ke arah Marion dan anaknya.

    Belum sampai di situ, pelaku juga langsung merampas kamera profesional yang masih disangkutkan korban di tubuhnya.

    “Korban menerangkan dalam kesaksiannya itu dilakukan pengancaman dengan pisau kemudian secara paksa, kamera ditarik oleh pelakunya,” jelas Ngurah.

    Atas kejadian ini, korban kehilangan kamera Nikon Z7-II miliknya yang harganya mencapai sekitar Rp 30 juta.

    Marion pun segera melaporkan pencurian dengan kekerasan ini ke Polres Pelabuhan Tanjung Priok.

    Menurut Ngurah, polisi sudah menerima laporan korban dan melakukan olah TKP terkait penodongan ini.

    “Untuk pelakunya kita lakukan pengejaran,” pungkasnya.

    Penulis: Gerald Leonardo Agustino

     

  • Pemerintah Kabupaten Bekasi Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana – Halaman all

    Pemerintah Kabupaten Bekasi Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Pemerintah Kabupaten Bekasi menetapkan status Tanggap Darurat Bencana untuk banjir, longsor, curah hujan ekstrem, abrasi, angin kencang, dan puting beliung.

    Keputusan ini tertuang dalam Surat Keputusan (SK) Bupati Bekasi Nomor: 100.3.3.2/Kep.212-BPBD/2025, tertanggal 5 Maret 2025.

    Penetapan status tanggap darurat diumumkan oleh Bupati Bekasi, Ade Kuswara Kunang, dalam rapat koordinasi di Gedung BPBD Kabupaten Bekasi, Selasa (5/3/2025).

     

    Rapat tersebut membahas langkah strategis untuk menangani dampak bencana dan meminimalisir kerugian.

    “Kami akan menggerakkan seluruh sumber daya untuk membantu masyarakat terdampak serta melakukan pemulihan secepat mungkin. Kami juga mengimbau masyarakat tetap waspada dan mengikuti instruksi pihak berwenang,” ujar Ade Kuswara.

    Bupati Bekasi juga menginstruksikan setiap perangkat daerah untuk menunjuk Liaison Officer (LO) guna memastikan koordinasi efektif antara pemerintah dan instansi terkait serta membantu masyarakat terdampak.

    Pemerintah Kabupaten Bekasi telah mengerahkan tim tanggap bencana dari BPBD dan berkoordinasi dengan instansi di tingkat provinsi dan nasional. Posko bantuan juga didirikan untuk memberikan bantuan darurat.

    “Kepedulian dan kerja sama masyarakat serta pemerintah menjadi kunci dalam penanganan bencana ini,” tambah Ade Kuswara.

    Dengan status tanggap darurat ini, Pemkab Bekasi berharap dapat segera memulihkan kondisi pasca-bencana dan memastikan keselamatan warga yang terdampak. 

  • Cari Mangsa di Aplikasi Kencan, Begini Modus Komplotan Pemerasan di Tanjung Priok Jebak Korbannya – Halaman all

    Cari Mangsa di Aplikasi Kencan, Begini Modus Komplotan Pemerasan di Tanjung Priok Jebak Korbannya – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Subdit Reserse Mobile (Resmob) Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditkrimum) Polda Metro Jaya telah menangkap empat pelaku pemerasan terhadap seorang pria berinisial RPS (37) via aplikasi kencan. 

    Kejadian pemerasan ini terjadi di kawasan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Minggu (2/3/2025).

    Setelah tindakan pemerasan yang dilakukannya, pelaku berhasil diamankan Subdit Resmob Ditkrimum Polda Metro Jaya di Jalan Swasembada Timur XVIII, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (3/3/2025).

    Pria berinisial RPS (37) sempat ditodong pisau saat menjadi korban pemerasan dengan modus dituduh selingkuh di sebuah indekos di Tanjung Priok, Jakarta Utara.

    Kasubdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Resa Marasabessy mengatakan, korban mulanya tengah berduaan di kamar kost dengan wanita teman kencannya berinisial FD.

    Keduanya berkenalan lewat aplikasi kencan lalu sepakat untuk bertemu di sebuah indekos.

    “Ketika korban dan FD mengobrol di dalam kamar kost dengan kondisi pintu kamar terbuka, tiba-tiba datang tiga orang pelaku masuk ke dalam kamar,” kata Resa, Rabu (5/3/2025).

    Resa mengungkapkan, salah satu pelaku mengaku sebagai suami dari FD dan menuduh korban telah berselingkuh dengan istrinya.

    “Pelaku mengeluarkan pisau yang diarahkan kepada korban. Kemudian pelaku mengatakan ‘enaknya lo pulang pakai celana dalam atau telanjang saja ya’. Dua pelaku lainnya mengelilingi korban dengan duduk,” ungkap Kasubdit Resmob.

    Ketika itu FD keluar dari kamar dan meninggalkan korban bersama tiga pria tak dikenal. Seorang pelaku kemudian mengunci pintu kamar kost tersebut.

    Modal Judi Online

    Setelahnya, pelaku meminta ponsel korban dan memaksanya memberitahu PIN m-banking. Pelaku pun mentransfer uang dari rekening korban sebesar Rp 3,5 juta.

    Uang tersebut digunakan pelaku untuk bermain judi online (judol).

    “Pelaku juga mengambil handphone milik korban dan meminta kepada korban untuk pergi dari tempat kost tersebut. Atas kejadian tersebut korban dirugikan sebesar Rp 6,5 juta,” ujar Resa.

    Saat ini, Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya telah menangkap empat pelaku termasuk wanita yang menjadi teman kencan korban.

    “Tim mengamankan empat pelaku bernama saudara S (38), AA (32), DS (30), dan saudari FD (29),” kata Resa.

    Resa menjelaskan, keempat tersangka diringkus di Jalan Swasembada Timur XVIII, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (3/3/2025) sekitar pukul 22.00 WIB.

    Penyidik menyita sejumlah barang bukti berupa rekening koran korban, handphone (HP) milik tersangka dan korban, dua bilah pisau, serta satu unit motor tanpa pelat nomor yang digunakan para pelaku saat beraksi.

    “Selanjutnya tersangka beserta barang bukti dibawa ke Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya guna proses penyidikan lebih lanjut,” ujar Resa.
     

     

  • Momen Anak Korban Banjir di Kebon Pala Jaktim Dapat Trauma Healing, Mewarnai hingga Dapat Coklat – Halaman all

    Momen Anak Korban Banjir di Kebon Pala Jaktim Dapat Trauma Healing, Mewarnai hingga Dapat Coklat – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Anak-anak di kawasan Kebon Pala, Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur, yang terdampak banjir Jabodetabek, mengikuti kegiatan trauma healing di SD 02 Kampung Melayu, Rabu (5/3/2025).

    Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan dukungan emosional bagi anak-anak yang terimbas bencana.

    Dalam kegiatan tersebut, anak-anak korban banjir diajak untuk bernyanyi, mewarnai, dan melakukan aktivitas menyenangkan lainnya. Mereka juga diberikan cemilan dalam kemasan warna-warni, yang terlihat membuat mereka sangat senang.

    Ryan, 10 tahun, mengungkapkan kebahagiaannya setelah mengikuti sesi mewarnai.

    “Seru tadi ikut mewarnai sama teman-teman,” ucapnya dengan senyum ceria.

    Rina, 12 tahun, pun merasa gembira usai mendapatkan coklat gratis sebagai bagian dari kegiatan tersebut.

    “Senang sekali, apalagi dapat coklat,” katanya.

    Kegiatan trauma healing ini diinisiasi oleh Dinas Pemberdayaan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk DKI Jakarta, yang berkomitmen membantu anak-anak mengatasi dampak psikologis pasca-banjir.

    Sementara itu, sejak subuh, air banjir perlahan surut di kawasan tempat tinggal Ryan dan Rina.

    Warga yang sebelumnya mengungsi mulai membersihkan rumah mereka dengan bantuan petugas.

    Proses pembersihan menggunakan pompa untuk menyemprotkan air dari Kali Ciliwung untuk membersihkan lumpur dan sampah yang terbawa banjir.

    Menurut petugas Sumber Daya Air (SDA) Jatinegara, sekitar 15 hingga 20 personel dikerahkan untuk mempercepat proses pembersihan tersebut.

  • Jasad Pria Terbungkus Tikar Ditemukan di Bekasi, Diduga Korban Pembunuhan – Halaman all

    Jasad Pria Terbungkus Tikar Ditemukan di Bekasi, Diduga Korban Pembunuhan – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Mayat berinisial MAW (40) ditemukan terbungkus tikar di Jalan Nusa Penida, Aren Jaya, Bekasi Timur, Kota Bekasi, Senin (3/3/2025).

    Penemuan jasad pria itu dibenarkan Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi saat dikonfirmasi, Rabu (5/3/2025).

    “Korban meninggal diduga telah dibunuh,” katanya.

    Peristiwa penemuan itu berawal saat saksi inisial A curiga gegara sudah beberapa hari korban tak ada kabar.

    Saksi kemudian menghubungi korban lewat WhastApp namun tidak mendapat respons.

    Karena curiga, A mengajak saksi H mengecek ke kediaman rumah korban.

    Setelah mencoba mengetuk pintu tidak ada jawaban, saksi membuka kunci pintu melalui jendela. 

    Saat masuk ke dalam rumah kondisi gelap gulita tanpa pencahayaan.

    Benar saja korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan terbungkus tikar.

    “Menemukan korban di ruang belakang dalam keadaan tidak bernyawa dan mengeluarkan bau tak sedap,” ucap Ade Ary.

    Posisi korban terbungkus tikar dan hanya bagian kaki yang terlihat.

    Polisi telah meminta keterangan saksi-saksi guna penyelidikan lebih lanjut. 

    Jasad korban tengah dilakukan autopsi. 

    “Pelaku masih lidik keberadaanya belum diketahui,” pungkas mantan Kapolres Jakarta Selatan tersebut.
     

  • Banjir Jakarta Memakan Korban, Pramono Janji Pemprov DKI Akan Terus Kerja Keras – Halaman all

    Banjir Jakarta Memakan Korban, Pramono Janji Pemprov DKI Akan Terus Kerja Keras – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memastikan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bakal bekerja keras mengatasi dampak banjir.

    Hal itu disampaikan Pramono setelah menyambangi keluarga balita yang tewas akibat banjir. 

    “Saya akan memastikan seluruh bagian Pemerintah Jakarta terus bekerja keras agar dampak banjir bisa segera terminimalisir,” ucap Pramono, Rabu (5/3/2024).

    Pramono ikut menyampaikan rasa duka terhadap keluarga korban. 

    “Pagi ini saya melayat malaikat kecil yang baru saja berpulang. Athariz Alsaki Bin Abidin adalah korban banjir yang terbawa arus pada saat proses evakuasi,” 

    “Saya turut berduka cita sedalam-dalamnya kepada keluarga yang ditinggalkan,” ujarnya.

    Diketahui, bocah berusia 3 tahun harus meregang nyawa karena terbawa arus banjir saat hendak dievakuasi dari rumahnya di kawasan Tebet, Jakarta Selatan. 

    Bocah bernama Athariz Alsaki ditemukan tak jauh dari titik awal terbawa arus dalam keadaan meninggal dunia. 

    “Korban sudah berhasil ditemukan dan dievakuasi pukul 01.00 WIB tidak jauh dari titik awal korban terbawa arus,” kata Kepala Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Sudin Gulkarmat) Jakarta Selatan, Syamsul Huda, Rabu, dikutip dari Tribun Jakarta. 

    Korban saat ini disemayamkan di rumah neneknya yang berlokasi di Kelurahan Kebon Baru. 

    “Rencananya, jenazah akan dimakamkan hari ini. Kami menyampaikan duka cita mendalam kepada pihak keluarga,” ujarnya.

    Kisah pilu ini bermula saat korban dan keluarganya akan dievakuasi menggunakan perahu karet pada Selasa (4/3/2025) sekitar pukul 14.51 WIB. 

    Saat dalam perjalanan menuju tempat evakuasi, perahu terbalik akibat arus deras. 

    Akibatnya, tiga orang hanyut terbawa arus, namun dua di antaranya berhasil diselamatkan kembali.

    Sementara, korban hilang terbawa arus.

    Hingga akhirnya, korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia pada Rabu (4/3/2025) dini hari pukul 01.00 WIB. 

    “Saat dalam perjalanan menuju tempat evakuasi, perahu terbalik akibat arus deras dari Gang Perintis,” ucap Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, Isnawa Adji, dalam keterangannya, Rabu.

    Petugas gabungan dari unit Pencegahan dan Penanggulangan Bencana (P2B) BPBD, Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat), Satpol PP, hingga relawan dikerahkan untuk melakukan pencarian kemarin. 

    Tak hanya itu, BPBD DKI Jakarta juga berkoordinasi dengan aparat kepolisian dari polsek setempat, serta koramil.

    (Tribunnews.com/Milani) (TribunJakarta.com/Dionisius Arya Bima) 

  • Siswa SMA Tagih Janji Wali Kota Bekasi Soal Gedung Sekolah Rusak: Kami Butuh Kepastian Bukan Omongan – Halaman all

    Siswa SMA Tagih Janji Wali Kota Bekasi Soal Gedung Sekolah Rusak: Kami Butuh Kepastian Bukan Omongan – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Banjir yang melanda Bekasi, Jawa Barat tidak hanya menerjang rumah warga, pusat perekonomian dan jalan utama, namun juga sekolah. Salah satu yang terendam adalah SMAN 21 Bekasi, Jawa Barat.

    SMAN 21 Bekasi lokasinya berada di Jatimakmur, Pondokgede, Bekasi, Jawa Barat. Salah satu siswa SMAN 21 Bekasi mengeluarkan uneg-unegnya di media sosial X(twitter). Siswa SMAN 21 Bekasi dengan akun X(twitter) @naajefh dalam twitnya meminta pemerintah Kota Bekasi dan Jawa Barat agar memikirkan nasibnya dan pelajar lain karena hingga saat ini mereka tidak bisa bersekolah karena gedung rusak diterjang banjir.

    “Bapak/Ibu pemerintah kota Bekasi dan Jawa Barat, saya mohon perhatiannya. Saya adalah salah satu siswi SMAN 21 Kota Bekasi, sekolah kami hanya memiliki satu lantai karena statusnya yang “numpang.” selama 9 tahun berdiri. Kondisi ini memaksa kami belajar dalam dua shift,” ujarnya dikutip Tribun, Rabu(5/3/2025).

    Diketahui, SMAN 21 Bekasi memang sejak berdiri dua tahun yang lalu masih menumpang di gedung SDN 3 dan SDN 4 Jatimakmur. SMA ini tidak memiliki prasarana memadai untuk kegiatan proses belajar mengajar.

    Twit dari @naajefh itu kemudian direspon salah seorang guru SMAN 21 Bekasi bernama Lala Kadarsih. Lala membenarkan kondisi memprihatinkan dari kondisi gedung SMAN 21 Bekasi yang sangat minim sarana dan prasarananya. Ditambah diterjang banjir.

    “Sangat miris dengan melihat kondisi sekolah yang sangat minim sarana prasarananya. Walaupun demikian siswa kami banyak yang diterima di PTN ada yang di UI, ITB, Undip dan masih banyak lagi,” ujar Lala.

    @naajefh kemudian menceritakan lagi soal kondisi usai SMAN 21 Bekasi diterjang banjir. Kata dia banyak fasilitas belajar mengajar rusak dan data-data penting lenyap terutama bagi kelas 12 yang sedang bersiap menghadapi kelulusan.

    “Kami hanya ingin belajar nyaman seperti siswa yang lain. Kami berharap pemerintah Kota Bekasi dapat memberikan perhatian lebih untuk sekolah kami, agar kami bisa mendapatkan fasilitas yang layak untuk masa depan kami,” kata dia.

    Tidak disangka twit tersebut kemudian direspon oleh Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto. Tri kemudian membalas tweet dari @naajefh tersebut.

    “Halo nak, saat ini fokus kita untuk recovery pasca banjir dulu ya, setelahnya saya akan koordinasikan dengan pak gubernur yang memiliki kewenangan SMA sehingga ada solusi yang lebih konkret,” tulis Tri.

    Tidak puas dengan jawaban tersebut @naajefh kemudian membalas lagi. “Pak, tahun 2023 bapak datang ke sekolah kami dan sudah melihat kondisi bangunan sekolah. Saya ingat waktu itu keluar kalimat “nanti dicarikan.” dari bapak sendiri, ini sudah 2 tahun tapi tidak ada kabar lagi mengenai ini. Apakah kalimat itu hanya sekedar penenang semata?,” tulis @naajefh.

    “Apakah harus ada bencana seperti ini dahulu baru dijangkau kembali? Kami butuh kepastian, pak. Bukan hanya omong-omong saja,” tulis @naajefh.

    Sontak netizen yang melihat percakapan tersebut langsung memuji Siswa SMAN 21 Bekasi tersebut. 

    “Menyala dekkk, kata-kata kamu tertata banget,” tulis @ylanaptr.

    “Pak jawab adiknya pa,” tulis akun @tigapuluh11111.

    “Keren banget adikku, sikaaatttt,” tulis @losercomplain.

  • Distribusikan Bantuan kepada Korban Banjir Jakarta dan Sekitarnya, AMPI Datangi Sejumlah Lokasi – Halaman all

    Distribusikan Bantuan kepada Korban Banjir Jakarta dan Sekitarnya, AMPI Datangi Sejumlah Lokasi – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Banjir telah merendam sejumlah wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) pada Selasa (4/3/2025) imbas hujan lebat yang mengguyur sejak Senin (3/3/2025). 

    Hari ini Rabu (5/3/2025) banjir di sejumlah titik mulai surut. 

    Hal ini dimanfaatkan sejumlah pihak untuk memberikan atau mendistribusikan bantuan kepada mereka yang terdampak banjir.

    Termasuk oleh jajaran pengurus DPP Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) yang menemui warga korban musibah banjir di wilayah Kampung Melayu, Condet, Bekasi, dan Tangerang.

    Dalam kunjungannya, Ketua Umum DPP AMPI Jerry Sambuaga bersama AMPI Rescue Corps (ARC) dan sejumlah pengurus DPP AMPI, menyampaikan rasa keprihatinannya yang mendalam atas musibah banjir yang melanda sejumlah daerah di wilayah Jabodetabek sekaligus memberikan bantuan guna memastikan keselamatan serta kebutuhan dasar warga terpenuhi.

    Begitu mendapatkan informasi mengenai musibah banjir, Jerry bergerak  mengkordinasikan para kader-kader AMPI melalui AMPI Rescue Corps (ARC) untuk segera turun langsung memberikan bantuan untuk para korban musibah banjir. 

    “Pada waktu hari pertama musibah banjir, AMPI langsung bergerak cepat memberikan bantuan, saya dan beberapa pengurus DPP AMPI juga turun langsung ke lapangan sembari membantu teman-teman AMPI Rescue Coprs (ARC) yang sedang menyebar ke sejumlah titik atau tempat pengungsian para warga korban musibah banjir sekaligus meninjau beberapa posko ARC yang didirikan untuk menyalurkan bantuan,” kata Jerry.

    Eks Wamendag itu mengatakan, ada ratusan dus makanan dan minuman seperti mie instant, susu, biskuit dan air mineral serta makanan untuk berbuka puasa dan sahur bagi korban atau warga yang terkena musibah banjir.

    “Total ada 26 RT dari 2 RW di wilayah Kampung Melayu dan 1 RW di wilayah Condet yang AMPI berikan bantuan berupa makanan dan minuman serta kebutuhan dasar lainnya selama mereka tinggal di tempat pengungsian. Tim dari AMPI melalui ARC juga sedang bergerak ke beberapa titik lainnya seperti di Bekasi dan Tangerang untuk memberikan bantuan. Semoga niat tulus dan bantuan ini bisa membantu saudara-saudara kita yang menjadi korban bencana banjir,” katanya.

    Pihaknya pun berharap, ke depan agar persoalan banjir ini bisa diatasi bersama-sama dengan pemerintah daerah, sehingga bisa diminimalisir dan tidak terjadi lagi hal-hal yang serupa khususnya di wilayah Jabodetabek.

    Saat memberikan bantuan, Jerry didampingi Bendahara Umum DPP AMPI Kevin Tandra, Ketua ARC Gary Halley, Ketua DPP AMPI Guntur Setiawan, Wakil Sekjen DPP AMPI Coky Perwito, dan sejumlah Satgas DPP AMPI.

    Pemerintah: Evakuasi warga jadi prioritas

    Sebelumnya, Pemerintah mengambil langkah-langkah penanggulangan dalam menangani banjir yang melanda wilayah Jabodetabek. Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Pratikno menegaskan bahwa evakuasi warga terdampak menjadi prioritas utama.

    “Iya tadi siang, tadi pagi ya saya bersama Kepala BNPB sudah mengundang rapat koordinasi. Yang hadir ada dari penanganan bencana di Provinsi Jawa Barat, Banten, dan juga DKI, serta Basarnas dan BMKG,” ujar Pratikno di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (5/2/2025).

    Ia menjelaskan bahwa pemerintah telah berkoordinasi untuk memastikan lokasi yang membutuhkan bantuan dan pertolongan sesegera mungkin.

    “Memang yang kami tangani saat ini adalah penanganan secara cepat untuk penyelamatan masyarakat. Oleh karena itu evakuasi dikerahkan tadi kami sudah koordinasi untuk evakuasi itu, lokasi mana butuh bantuan apa, kami sudah koordinasi,” katanya.

    Selain itu, kebutuhan para pengungsi juga menjadi perhatian utama, termasuk penyediaan makanan dan pelayanan kesehatan. Terkait pengungsi, kata Pratikno telah berkoordinasi dengan Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul.

     

     

  • Penjelasan Lengkap Wali Kota Bekasi Menginap di Hotel Bersama Keluarga Saat Banjir: Lokasi Strategis – Halaman all

    Penjelasan Lengkap Wali Kota Bekasi Menginap di Hotel Bersama Keluarga Saat Banjir: Lokasi Strategis – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, BEKASI – Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto menjelaskan alasannya menginap di hotel ketika banjir menerjang Kota Bekasi, Jawa Barat, Selasa (4/3/2025).

    Diketahui, rumah Tri Adhianto yang berada di Kemang Pratama turut terendam banjir.

    Tri Adhianto bersama istri dan keluarga akhirnya mengungsi ke sebuah hotel berbintang di Kota Bekasi.

    “Iya benar menginap di hotel karena lokasi strategis,” kata Tri Adhianto, Rabu (5/3/2025).

    Tri Adhianto menyampaikan lokasi hotel yang ditempatinya memudahkan meninjau korban banjir.

    Namun, Tri menyampaikan tidak lama menetap di hotel.

    “Karena istri saya saja jam 04.00 WIB sudah bantu-bantu masak buat makanan korban banjir. Jadi, saya enggak stay selamanya di hotel,” tutur dia.

    Tri Adhianto mengaku, dia dan istrinya sudah meninggalkan hotel sejak pagi tadi guna meninjau korban banjir.

    “Lalu, saya dan istri jam 06.00 WIB sudah meninggalkan hotel,” ungkap dia.

    Tri mengaku menginap di hotel hanya untuk beristirahat.

    “Hotel cuma sementara, buat tidur doang,” tegas dia.

    Sebelumnya, video yang menampilkan istri Tri Adhianto sedang berada di suatu hotel beredar di media sosial.

    Video itu diunggah akun TikTok @rakyatbekasi.com.

    Dalam video yang beredar menunjukkan bahwa Tri beserta istri dan keluarganya sedang berada di sebuah hotel. 

    “Wali kota kita rumahnya kebanjiran gaes. Jadi nginepnya di Horison,” kata seorang perempuan yang merekam momen ketika istri Tri baru tiba di sebuah hotel di Bekasi.

    Berapa kekayaan Tri Adhianto?

    Namun, di balik kontroversi ini, publik mulai menyoroti kekayaan Tri yang tercatat dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN).

    Berdasarkan laporan terakhirnya pada 16 Februari 2024, Tri yang saat itu masih menjabat sebagai Wakil Wali Kota Bekasi, memiliki total kekayaan sebesar Rp12,1 miliar.

    Menurut data dari laman e-LHKPN, aset terbesar yang dimiliki Tri adalah tanah dan bangunan yang bernilai Rp7,64 miliar.

    Ia memiliki setidaknya 27 bidang tanah dan bangunan yang tersebar di Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi, hingga Kabupaten Blora. Beberapa aset tersebut diperoleh dari hasil sendiri maupun hibah.

    Selain itu, kekayaan Tri juga terdiri dari alat transportasi dan mesin senilai Rp1,65 miliar, harta bergerak lainnya mencapai Rp688 juta serta Kas dan setara kas sebesar Rp2,19 miliar. Tri tercatat tidak memiliki utang sehingga total kekayaannya mencapai Rp12,17 miliar.

     

  • Soal Tembok Beton di Galaxy Bekasi Dijebol Warga Akibat Banjir, Polisi: Tak Ada yang Dirugikan – Halaman all

    Soal Tembok Beton di Galaxy Bekasi Dijebol Warga Akibat Banjir, Polisi: Tak Ada yang Dirugikan – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM – Kapolsek Bekasi Selatan, Kompol Dedi Herdiana, memberikan klarifikasi terkait fakta sebenarnya di balik video viral yang menarasikan warga di Perumahan Galaxy, Jalan Baru Pekayon, Kecamatan Selatan, Kota Bekasi sedang menjebol tembok beton pada Selasa (4/3/2025).

    Mengenai hal ini, Dedi mengatakan bahwa video yang beredar itu tidak menggambarkan situasi sebenarnya.

    Narasi yang beredar pun, menurut Dedi, juga sangat keliru.

    Bahkan, Dedi menyebutkan video tersebut direkam diam-diam.

    Dedi lantas menjelaskan, pembobolan tembok itu dilakukan oleh warga Kampung Utan sendiri, bukan warga Perumahan Grand Galaxy City.

    Ada sebanyak empat warga Kampung Utan yang membobol tembok tersebut dengan tujuan untuk mencegah pembatas roboh akibat derasnya arus banjir atau tekanan air.

    “Narasi dari video yang tersebar tidak benar dan itu diambil tanpa sepengetahuan mereka,” jelas Dedi dalam keterangannya pada Rabu (5/3/2025).

    Dedi pun menegaskan, masalah ini sudah diselesaikan secara musyawarah antara manajemen Grand Galaxy City dan warga sekitar RT 01 RW 18 Jaka Setia.

    Selain itu, kata Dedi, tidak ada pihak yang merasa dirugikan atau melaporkan kejadian tersebut.

    “Permasalahan tersebut tidak ada yang dirugikan dan melaporkan dan permasalahan tersebut sudah diselesaikan dengan musyawarah antara manajemen Grand Galaxy City dan Warga sekitar RT 01 RW 18 Jaka Setia,” ujar Dedi.

    Sebelumnya, dikutip dari Wartakotalive.com, video viral yang memperlihatkan pembobolan tembok itu diunggah oleh akun Instagram @volunteer.netizen pada Rabu.

    Dalam video tersebut tampak ada beberapa orang tengah membobol bagian bawah tembok beton menggunakan linggis.

    Beberapa saat kemudian, separuh tembok beton itu terlihat jebol.

    “Banjir di Ruko Galaxy, setinggi sepaha orang dewasa. Sekarang sudah begini nih, sudah dijebol bukan dibocorin lagi tembok Galaxy.”

    “Airnya keluar semua ke sini, malah jadi banjir di sini,” demikian kata perempuan yang merekam tersebut.

    “Kalau tidak dijebol, temboknya roboh. Menyelamatkan ruko Galaxy, malah kita yang banjir, di sepanjang Jalan Baru,” lanjut perempuan itu.

    Diketahui, kedua area tersebut tampak bertolak belakang, di mana Perumahan Galaxy terendam banjir setinggi pinggang orang dewasa. 

    Sementara bagian Jalan Baru Pekayon, tidak terkena banjir.

    Pondok Ungu hingga Babelan Bekasi Masuk Kategori Titik Terparah Banjir

    Di sisi lain, terkait wilayah yang terdampak banjir di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek), polisi juga melakukan pemantauan udara.

    Kakorpolairud Irjen Yassin Kosasih menuturkan, tujuan pemantauan udara itu untuk mengerahkan personel ke titik perumahan terendam.

    Dia mengatakan, ada 200 personel yang ditempatkan di delapan titik krusial.

    “Kami dari Polairud dari mulai kejadian kita sudah menurunkan ada sekitar 200 orang terbagi dalam delapan titik yaitu di Perumahan Jati Rasa, Jatiasih, Pondok Gede Permai, Kebun Pala Bekasi,” kata Yassin kepada wartawan, Rabu (5/3/2025).

    Dari hasil pemantauan udara, titik terparah banjir lain terjadi di daerah Pondok Ungu hingga Babelan Bekasi.

    “Kita pantau situasi di sana Babelan terlihat personel kurang, sehingga daerah ini nanti akan menjadi prioritas kita untuk mengerahkan personel dan peralatan karena terlihat rumah-rumah masih banyak yang terendam,” ungkapnya.

    Personel dilengkapi dengan peralatan life jacket dan peralatan SAR lainnya untuk membantu warga yang masih terkena dampak banjir.

    Sebagian artikel ini telah tayang di Wartakotalive.com dengan judul Heboh Tembok Beton di Galaxy Bekasi Dijebol Warga Akibat Banjir, Polisi Ikut Dalami

    (Tribunnews.com/Rifqah/Reynas Abdila) (Wartakotalive.com/Fitriyandi Al Fajri)