Category: Tribunnews.com Metropolitan

  • Pembunuh Pengemudi Ojol di Bekasi Ternyata Teman SD Korban, Sempat Berusaha Hilangkan Barang Bukti – Halaman all

    Pembunuh Pengemudi Ojol di Bekasi Ternyata Teman SD Korban, Sempat Berusaha Hilangkan Barang Bukti – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM – Pelaku pembunuhan terhadap seorang pria berinisial MAW (39) yang ditemukan tewas di dalam rumahnya di Jalan Nusa Penida 3, RT 005 RW 010, Kelurahan Aren Jaya, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, ditangkap polisi.

    Sehari-hari korban bekerja sebagai pengemudi ojek online (ojol).

    Pembunuh pengemudi ojol itu adalah pria berinisial HJ (43) yang merupakan teman SD korban.

    Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Ade Ary Syam Indradi, menyampaikan beberapa barang bukti disita, yakni balok atau sebatang kayu, motor dan pakaian milik korban, hingga tikar.

    Penyidik Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya kini masih melakukan pendalaman setelah pelaku ditangkap, terutama motif pembunuhan.

    “Ada beberapa barang bukti yang pertama tadi balok ya balok sudah, kemudian ini motor milik korban yang diambil oleh pelaku, kemudian ada tikar dan pakaian milik korban,” ujar Ade Ary, Kamis (6/3/2025), dilansir Wartakotalive.com.

    “Jadi saat ditemukan itu korban berada dalam tumpukan tikar dan kasur, ini berawal dari penemuan jenazah beberapa hari lalu, kemudian dikembangkan di dalamnya akhirnya berhasil diungkap.”

    “Kemudian ada juga barang bukti hasil visum dan autopsi sementara yang sudah diamankan oleh penyidik,” papar Ade Ary.

    Pelaku Berusaha Hilangkan Barang Bukti

    Sebelum ditangkap, ternyata pelaku sempat berusaha menghilangkan barang bukti.

    Ade Ary menjelaskan, pelaku membuang ponsel dan tas MAW ke sungai di wilayah Aren Jaya setelah menghabisi nyawa korban.

    “Dalam perjalanan pulang, handphone dan tas milik korban dibuang ke sungai di daerah Kelurahan Aren Jaya untuk menghilangkan barang bukti,” ungkap Ade Ary, Kamis, dikutip dari TribunJakarta.com.

    Setelah itu, pelaku melanjutkan perjalanan pulang dengan mengendarai sepeda motor milik korban.

    “Motor korban digunakan untuk pelaku, untuk aktivitas kerja sehari-hari sebagai sekuriti di sebuah mal,” lanjut Ade Ary.

    Kronologi Pembunuhan

    Awalnya pelaku yang merupakan teman SD korban meminta izin untuk menginap di rumah MAW selama beberapa hari sejak 17 Februari 2025.

    “Karena lokasi tempat kerja pelaku sebagai sekuriti di sebuah mall itu dekat dengan rumah korban,” kata Ade Ary.

    Niat jahat pelaku muncul ketika melihat korban tertidur beralaskan tikar di ruang tamu pada Jumat (28/2/2025) sekitar pukul 05.30 WIB.

    Pelaku pun berencana untuk mengambil motor, ponsel, dan uang milik korban.

    Pada saat yang bersamaan, pelaku melihat balok kayu yang terletak di dekat dapur.

    Pelaku pun langsung mengambilnya untuk menganiaya korban hingga tewas.

    “Pelaku menggunakan sebatang kayu tersebut memukul kepala korban bagian kanan bertubi-tubi sebanyak enam kali hingga mengeluarkan darah.”

    “Selanjutnya pelaku memukul satu kali pada bagian kanan perut korban,” tutur Ade Ary.

    Setelah memastikan MAW meninggal dunia, pelaku memindahkan korban yang sudah dibungkus tikar dan kasur ke bagian belakang rumah.

    “Jadi waktu penangkapannya kurang dari 24 jam.”

    “Penyidik gabungan Satreskrim Polres Metro Bekasi Kota dan Subdit Resmob Polda Metro Jaya berhasil mengamankan pelaku inisial HJ, lahir tahun 1982, tinggal di Tambun Utara, Kabupaten Bekasi,” jelas Ade Ary.

    Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 340 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang Pembunuhan Berencana dan atau Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan dan atau Pasal 365 KUHP tentang Pencurian dengan Kekerasan.

    Sebagian artikel ini telah tayang di WartaKotalive.com dengan judul Ternyata, Pengemudi Ojol Tewas di Rumahnya di Bekasi Dibunuh Oleh Teman SD dan TribunJakarta.com dengan judul Hilangkan Bukti, Pembunuh Driver Ojol Terbungkus Tikar di Bekasi Buang Tas dan HP Korban ke Sungai

    (Tribunnews.com/Nuryanti) (Wartakotalive.com/Ramadhan L Q) (TribunJakarta.com/Annas Furqon Hakim)

    Berita lain terkait pembunuhan

  • Kronologis Wanita Muda di Bekasi Tewas Tersengat Aliran Listrik saat Banjir – Halaman all

    Kronologis Wanita Muda di Bekasi Tewas Tersengat Aliran Listrik saat Banjir – Halaman all

    Perisitiwa itu terjadi di Perumahan Taman Wisma Asri Kelurahan Teluk Pucung, Kecamatan Bekasi Utara, Rabu (5/3/2025) pagi.

    Tayang: Kamis, 6 Maret 2025 17:56 WIB

    Tribunnews

    ILUSTRASI TERSENGAT LISTRIK – Seorang wanita muda inisial RNA (19) tewas tersengat aliran listrik saat musibah banjir, Rabu (5/3/2025) pagi. Kronologis berawal kondisi rumah korban mengalami kebanjiran sebetis orang dewasa. 

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Seorang wanita muda inisial RNA (19) tewas tersengat aliran listrik saat musibah banjir.

    Peristiwa itu terjadi di Perumahan Taman Wisma Asri Kelurahan Teluk Pucung, Kecamatan Bekasi Utara, Rabu (5/3/2025) pagi.

    Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Ade Ary Syam Indradi membenarkan insiden itu.

    “Benar korbannya wanita 19 tahun,” ucapnya kepada wartawan.

    Kronologis berawal kondisi rumah korban mengalami kebanjiran sebetis orang dewasa.

    Ade menuturkan mesin pompa kala itu dalam posisi menyala.

    “Ayah korban inisial AH berinisiatif untuk menyedot Air dengan pompa air,” ujarnya.

    Namun ternyata kabel dari pompa air itu mengalami korsleting dan menyambar tiga orang termasuk RNA yang meregang nyawa.

    Kedua orang tua korban masih hidup usai sengatan listrik.

    Sedangkan anaknya dinyatakan meninggal dunia.

    Kasus ini ditangani Sektro Bekasi Utara.

     

     

    “);
    $(“#latestul”).append(“”);
    $(“.loading”).show();
    var newlast = getLast;
    $.getJSON(“https://api.tribunnews.com/ajax/latest_section/?callback=?”, {start: newlast,section:’2′,img:’thumb2′}, function(data) {
    $.each(data.posts, function(key, val) {
    if(val.title){
    newlast = newlast + 1;
    if(val.video) {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = ” “;
    }
    else
    {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = “”;
    }
    if(val.thumb) {
    var img = “”+vthumb+””;
    var milatest = “mr140”;
    }
    else {
    var img = “”;
    var milatest = “”;
    }
    if(val.subtitle) subtitle = “”+val.subtitle+””;
    else subtitle=””;
    if(val.c_url) cat = “”+val.c_title+””;
    else cat=””;

    $(“#latestul”).append(“”+img+””);
    }
    else{
    $(“#latestul”).append(‘Tampilkan lainnya’);
    $(“#test3”).val(“Done”);
    return false;
    }
    });
    $(“.loading”).remove();
    });
    }
    else if (getLast > 150) {
    if ($(“#ltldmr”).length == 0){
    $(“#latestul”).append(‘Tampilkan lainnya’);
    }
    }
    }
    });
    });

    function loadmore(){
    if ($(“#ltldmr”).length > 0) $(“#ltldmr”).remove();
    var getLast = parseInt($(“#latestul > li:last-child”).attr(“data-sort”));
    $(“#latestul”).append(“”);
    $(“.loading”).show();
    var newlast = getLast ;
    if($(“#test3”).val() == ‘Done’){
    newlast=0;
    $.getJSON(“https://api.tribunnews.com/ajax/latest”, function(data) {
    $.each(data.posts, function(key, val) {
    if(val.title){
    newlast = newlast + 1;
    if(val.video) {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = ” “;
    }
    else
    {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = “”;
    }
    if(val.thumb) {
    var img = “”+vthumb+””;
    var milatest = “mr140”;
    }
    else {
    var img = “”;
    var milatest = “”;
    }
    if(val.subtitle) subtitle = “”+val.subtitle+””;
    else subtitle=””;
    if(val.c_url) cat = “”+val.c_title+””;
    else cat=””;
    $(“#latestul”).append(“”+img+””);
    }else{
    return false;
    }
    });
    $(“.loading”).remove();
    });
    }
    else{
    $.getJSON(“https://api.tribunnews.com/ajax/latest_section/?callback=?”, {start: newlast,section:sectionid,img:’thumb2′,total:’40’}, function(data) {
    $.each(data.posts, function(key, val) {
    if(val.title){
    newlast = newlast+1;
    if(val.video) {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = ” “;
    }
    else
    {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = “”;
    }
    if(val.thumb) {
    var img = “”+vthumb+””;
    var milatest = “mr140”;
    }
    else {
    var img = “”;
    var milatest = “”;
    }
    if(val.subtitle) subtitle = “”+val.subtitle+””;
    else subtitle=””;

    $(“#latestul”).append(“”+img+””);
    }else{
    return false;
    }
    });
    $(“.loading”).remove();
    });
    }
    }

    Berita Terkini

  • Detik-detik Driver Ojol di Bekasi Dibunuh Teman SD, Jasad Ditemukan Terbungkus Kasur di Rumah – Halaman all

    Detik-detik Driver Ojol di Bekasi Dibunuh Teman SD, Jasad Ditemukan Terbungkus Kasur di Rumah – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM – Seorang pengemudi ojek online (ojol) berinisial MAW (39) ditemukan tewas di rumahnya di Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat pada Senin (3/3/2025).

    Setelah dilakukan penyelidikan, terungkap pelaku pembunuhan merupakan teman SD korban berinisial HJ (43).

    Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Ade Ary Syam Indradi, mengatakan proses penangkapan pelaku dilakukan oleh tim gabungan dari Satreskrim Polres Metro Bekasi Kota dan Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya.

    “Pelaku sudah berhasil diamankan. Inisialnya HJ. Pelaku merupakan teman SD korban,” ungkapnya, Kamis (6/3/2025), dikutip dari WartaKotalive.com.

    Sejumlah barang bukti diamankan mulai balok, sepeda motor, baju korban hingga tikar.

    “Ada beberapa barang bukti yang pertama tadi balok ya balok sudah. Kemudian ini motor milik korban yang diambil oleh pelaku. Kemudian ada tikar dan pakaian milik korban,” terangnya.

    Hasil autopsi jenazah telah dikantongi dan akan dikembangkan.

    “Ini berawal dari penemuan jenazah ya beberapa hari lalu. Kemudian dikembangkan di dalamnya, akhirnya berhasil diungkap,” lanjutnya

    Akibat perbuatannya, HJ dapat dijerat Pasal 340 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang Pembunuhan Berencana dan atau Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan dan atau Pasal 365 KUHP tentang Pencurian dengan Kekerasan.

    Sebelumnya, Kombes Ade Ary menjelaskan jasad korban pertama kali ditemukan dua warga berinisial AGP dan HM.

    “Pihak kepolisian telah melakukan cek TKP dan olah TKP orang meninggal dunia diduga pembunuhan,” ujarnya.

    Ia menambahkan AGP curiga lantaran korban tidak ada kabar selama beberapa hari sehingga mendatangi rumahnya.

    “Kemudian saksi 1 bersama dengan saksi 2 inisiatif untuk mengecek ke rumah korban,” tukasnya.

    AGP dan HM sempat mengetok pintu rumah korban, tapi tak ada respon sehingga masuk melalui jendela.

    “Tetapi jendela tidak terkunci, lalu saksi 1 membuka kunci tambahan melalui jendela yang tidak terkunci,” tuturnya.

    Keduanya kaget ketika menemukan jasad korban terbungkus kasur.

    “Dan menemukan korban di ruang belakang dalam keadaan tidak bernyawa dan mengeluarkan bau tak sedap,” bebernya.

    Penemuan jasad kemudian dilaporkan ke kepolisian.

    “Kasat Reskrim Kompol Binsar Hatorangan Sianturi beserta Kanit Reskrim Polsek Rawalumbu AKP Ompi Indovina mendatangi TKP dan olah TKP,” pungkasnya.

    Sebagian artikel telah tayang di WartaKotalive.com dengan judul Ternyata, Pengemudi Ojol Tewas di Rumahnya di Bekasi Dibunuh Oleh Teman SD

    (Tribunnews.com/Mohay) (WartaKotalive.com/Ramadhan LQ)

  • Kata Istri Wali Kota Bekasi soal Viral Menginap di Hotel saat Banjir: Agar Bisa Turun Bantu Warga – Halaman all

    Kata Istri Wali Kota Bekasi soal Viral Menginap di Hotel saat Banjir: Agar Bisa Turun Bantu Warga – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM – Istri Wali Kota Bekasi, Wiwiek Hargono memberikan klarifikasinya terkait video dirinya yang viral saat akan menginap di sebuah hotel ketika banjir parah tengah melanda Kota Bekasi.

    Wiwiek mengungkap apapun yang ia dan suaminya  Tri Adhianto lakukan, bisa saja menimbulkan narasi yang berbeda di masyarakat.

    Namun Wiwiek menegaskan bahwa ia dan Tri Adhianto akan berupaya memberikan yang terbaik untuk masyarakat kota Bekasi.

    “Terima kasih untuk masyarakat kota Bekasi. Apa yang kita buat bisa saja ada narasi beda. Tapi saya dan Mas Tri selalu berupaya memberikan yang terbaik untuk masyarakat Kota Bekasi,” kata Wiwiek dilansir Kompas TV, Kamis (6/3/2025).

    Lebih lanjut Wiwiek menjelaskan, saat itu suaminya Tri Adhianto pulang tengah malam setelah meninjau wilayah banjir di Bekasi.

    Kemudian Wiwiek masih bersama dengan Tri Adhianto saat sahur, dan saat itu kondisi air semakin tinggi.

    Sehingga Tri Adhianto meminta Wiwiek untuk mengevakuasi diri.

    Karena jika Wiwiek terjebak banjir, maka Wiwiek nantinya tidak bisa ikut turun membantu masyarakat yang menjadi korban banjir.

    “Pada hari itu malam, Mas Tri pulang jam 02.00 WIB karena habis meninjau di wilayah. Kemudian saya bersama, masih sahur jam 03.30 WIB dan masih memantau lokasi.”

    “Ternyata memang sudah semakin tinggi, maka Mas Tri meminta saya untuk mengevakuasi diri. Karena apa, saya tidak boleh terjebak dalam kepungan air, sehingga saya tidak bisa turun membantu masyarakat. “

    “Saya hanya membawa pakaian yang melekat di saya, termasuk Mas Tri. Kebetulan di mobil ada baju-baju kerja jadi Alhamdulillah masih bisa ada yang terselamatkan,” jelas Wiwiek.

    Wiwiek menyebut, ia sudah seharian mencari lokasi untuk mendirikan posko bantuan bagi korban banjir Bekasi.

    Karena ia tak ingin mengganggu orang lain atau masyarakat, maka ia memilih untuk menginap di hotel terlebih dulu agar ia bisa tetap sehat dan berpikir dengan baik untuk mengatasi banjir ini.

    “Seharian kemarin saya mencari lokasi untuk mendirikan posko kami untuk menerima bantuan. Karena saya minta teman-teman saya untuk kirim bantuan, enggak  mungkin bergerak sendiri.”

    “Alhamdulillah Mereka bertanya di mana lokasinya gitu dan pada saat dini hari saya tidak mungkin mengganggu pihak-pihak warga maka saya masuklah ke hotel dalam artian supaya saya sehat dan bisa berpikir baik,” ungkap Wiwiek.

    Kemudian di hotel ia bertemu rekannya, karena lama tak bertemu sehingga terjadilah rekaman video yang beredar luas di media sosial itu.

    Wiwiek menyebut, ia tak bisa menolak orang lain yang ingin berfoto atau merekam dirinya.

    Sehingga kemudian muncul narasi negatif terkait video tersebut yang kini jadi ramai diperbincangkan masyarakat.

    “Lama kami tidak bertemu dan bahagianya Bu Harti bertemu dengan saya, begitu juga saya dengan Bu Harti. Sehingga ada hal-hal yang mungkin dalam tanda kutip sebagian orang tidak menghendaki dan saya mohon maaf.”

    “Karena memang diluar batas kemampuan saya dan saya tidak bisa menolak orang lain yang ingin berfoto ataupun merekam setiap kegiatan-kegiatan yang ada saya. Sehingga terjadilah hal-hal yang dinarasikan dalam tanda kutip,” tutur Wiwiek.

    Terakhir Wiwiek berharap agar kejadian ini bisa menjadi pembelajaran baginya dan rekan-rekannya.

    Agar nantinya ia bisa berhati-hati dalam bersikap dan menarasikan segala sesuatu yang ada.

    “Saya berterimakasih, mudah-mudahan ini menjadi pembelajaran buat saya pribadi, juga menjadi pembelajaran buat rekan-rekan saya, teman-teman saya.”

    “Sehingga ke depan kita akan jauh lebih hati-hati dalam bersikap maupun menarasikan segala sesuatunya,” imbuh Wiwiek.

    Pembelaan Wali Kota Bekasi Tri Adhianto

    Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto pasang badan untuk sang istri, Wiwiek Hargono yang viral karena nginap di hotel saat banjir melanda kota yang dipimpinnya.

    Tri Adhianto sudah angkat bicara menjelaskan alasannya menginap di hotel ketika banjir menerjang Kota Bekasi, Jawa Barat, Selasa (4/3/2025).

    Diketahui, rumah Tri Adhianto yang berada di Kemang Pratama turut terendam banjir.

    Tri Adhianto bersama istri dan keluarga akhirnya mengungsi ke sebuah hotel berbintang di Kota Bekasi.

    “Iya benar menginap di hotel karena lokasi strategis,” kata Tri Adhianto, Rabu (5/3/2025).

    Tri Adhianto Sebut Istrinya Turun Tangan Sedari Subuh Masak untuk Korban Banjir

    Tri Adhianto menyampaikan lokasi hotel yang ditempatinya memudahkan meninjau korban banjir.

    Namun, Tri menyampaikan tidak lama menetap di hotel.

    “Karena istri saya saja jam 04.00 WIB sudah bantu-bantu masak buat makanan korban banjir. Jadi, saya enggak stay selamanya di hotel,” tutur dia.

    Tri Adhianto mengaku, dia dan istrinya sudah meninggalkan hotel sejak pagi tadi guna meninjau korban banjir.

    “Lalu, saya dan istri jam 06.00 WIB sudah meninggalkan hotel,” ungkap dia.

    Tri mengaku menginap di hotel hanya untuk beristirahat.

    “Hotel cuma sementara, buat tidur doang,” tegas dia.

    Istri Wali Kota Bekasi Viral 

    Sebelumnya, video yang menampilkan istri Tri Adhianto sedang berada di suatu hotel beredar di media sosial.

    Video itu diunggah akun TikTok @rakyatbekasi.com.

    Dalam video yang beredar menunjukkan bahwa Tri beserta istri dan keluarganya sedang berada di sebuah hotel. 

    “Wali kota kita rumahnya kebanjiran gaes. Jadi nginepnya di Horison,” kata seorang perempuan yang merekam momen ketika istri Tri baru tiba di sebuah hotel di Bekasi.

    Video tersebut juga diunggah akun TikTok Bekasi Update dan akun X @Gojekmilitan.

    “Cara terhindar dari banjir versi walkot,” tulis @Gojekmilitan.

    Hal tersebut, membuat Wiwiek Hargono mendapat sorotan, termasuk sang suami Tri Adhianto.

    Akun @wiwiekhargono pun mendapat banyak kritikan dari warganet.

    “Mau juga dong bu tidur di hotelnya….lumayan bs sahur di skylounge.”

    “Rakyatnya diajak ngungsi ke hotel juga boleh dongggg.”

    “Udah Bu gausah pikirin banjir, kan udah ngungsi di horison, sekeluarga. Keluarga ibuk mah aman ye kan.”

    (Tribunnews.com/Faryyanida Putwiliani/Theresia Felisiani)

    Baca berita lainnya terkait Banjir di Jabodetabek.

  • Setelah Sritex, PHK Massal di Pabrik Sepatu Nike dan Adidas Banten, Apa Penyebabnya? – Halaman all

    Setelah Sritex, PHK Massal di Pabrik Sepatu Nike dan Adidas Banten, Apa Penyebabnya? – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, BANTEN – Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Banten mencatat ada 12.000 pekerja di ‘Tanah Jawara’ yang terdampak Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

    Terbaru, yaitu dua perusahaan produksi sepatu, PT Adis Dimension Footwear dan PT Victory Ching Luh.

    Berdasarkan informasi yang dihimpun Tribunnews.com pada Kamis (6/3/2025), PT Adis Dimension Footwear merupakan produsen sepatu olahraga merek ternama, Nike dan PT Victory Ching Luh merupakan produsen sepatu brand Adidas dan Reebok.

    Informasi itu disampaikan Kepala Disnakertrans Banten, Septo Kalnadi.

    Menurut dia, PT Adis Dimension Footwear melakukan PHK pada 1.500 karyawan. Sementara PT Victory Ching Luh sedang dalam proses PHK terhadap 2.000 karyawan. 

     “Ada dua perusahaan di Kabupaten Tangerang yang tutup dan melakukan PHK,” kata Septo di KP3B, Kota Serang, Rabu (5/3/2025).

    Dia menjelaskan proses PHK telah dilakukan kedua perusahaan itu sejak bulan November hingga Januari 2025. 

    Saat ini, perusahaan sedang memproses hak-hak karyawannya yang di PHK.

    “Sekarang sedang proses pembayaran hak-hak karyawannya. Masih prosesnya,” ucapnya.

    Menurut Septo, penyebab kedua perusahaan tersebut melakukan PHK pada ribuan karyawan bukan karena kenaikan upah minimum kabupaten (UMK).

    Akan tetapi, permintaan pesanan produk kedua perusahaan tersebut menurun. Sehingga, perusahaan menurunkan volume produksi yang berdampak pada pengurangan karyawan.

    “Bukan karena UMK, tapi karena order dari pemegang merek berkurang. Sehingga dari berkurang order itu mereka mem- PHK,” katanya.

    Septo menyebut, selama tahun 2024 sebanyak 12.000 orang karyawan di Provinsi Banten di-PHK, hanya beberapa saja yang haknya tidak dibayarkan oleh perusahaan.

    “Setiap hari ada saja perusahaan yang minta izin untuk PHK. Izinnya ada di kabupaten/kota  dan itu sekitar 12.000 karyawan selama 2024,” pungkasnya.

    Sementara itu, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea melaporkan kedua perusahaan sepatu di Tangerang yang telah melakukan PHK terhadap ribuan karyawan itu adalah PT Adis Dimension Footwear dan PT Victory Ching Luh.

    “Saya sudah mendapatkan laporan dari pimpinan SPSI tingkat perusahaan dan terus melaporkan perkembangan perundingan antara serikat pekerja dan perusahaan,” kata Andi Gani kepada media di Jakarta, Kamis (6/3/2025).

    Andi Gani yang juga Presiden Konfederasi Buruh ASEAN ini meminta pemerintah untuk bergerak cepat menangani masalah PHK yang kondisinya semakin mengkhawatirkan.

    Dirinya meminta pemerintah secepatnya membentuk Satuan Tugas khusus masalah PHK yang terdiri dari lintas kementerian karena masalah PHK bukan hanya domain Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker).

    Adapun, langkah KSPSI saat ini berupaya terus melakukan komunikasi dengan seluruh pimpinan KSPSI tingkat perusahaan yang bergerak di industri sepatu tersebut.

    Misalnya, terkait hak-hak buruh yang di-PHK tersebut terpenuhi.

    Apalagi, jika dapat memberikan informasi lowongan pekerjaan untuk anggota KSPSI yang terkena PHK.

    “Sudah ada beberapa perusahaan industri sepatu bersedia menerima anggota KSPSI yang terkena PHK karena mereka dikenal sudah berpengalaman dan punya produktivitas tinggi,” ujarnya. 

    Dia juga mengingatkan kepada para pengusaha untuk menaati putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait prosedur PHK. Terutama mengenai kewajiban untuk melakukan perundingan bipartit dan dilakukan secara musyawarah 

    “Jika tidak ada kesepakatan bisa dilanjutkan ke pengadilan hubungan industrial yang harus berkekuatan hukum tetap,” ucapnya. 

    Sementara itu Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Banten Septo Kalnadi mengungkapkan, bahwa PT Adis Dimension Footwear telah melakukan PHK terhadap 1.500 karyawannya.

    Sementara, PT Victory Ching Luh sedang dalam proses PHK terhadap 2.000 karyawan. Menurut penjelasan yang disampaikan, kata Septo, penurunan pesanan dari pemegang merek menjadi faktor utama yang memaksa kedua perusahaan tersebut mengurangi volume produksi.

    Hal ini diperkuat dengan keterangan bahwa salah satu perusahaan selama ini memasok beberapa seri sepatu untuk merek ternama seperti Nike. 

    “Order dari pemegang merek yang kurang sehingga mereka tidak mendapatkan order. Tidak mendapatkan order sehingga kan dari order itu mereka akan mem-PHK,” ungkap Septo. 

     

  • Mayat Pria Tanpa Identitas Tergeletak di Saluran Air Kampus Unisma Bekasi   – Halaman all

    Mayat Pria Tanpa Identitas Tergeletak di Saluran Air Kampus Unisma Bekasi   – Halaman all

    Korban sudah dievakuasi ke RSU Kota Bekasi untuk dilakukan visum dan polisi masih melakukan penyelidikan kasus ini

    Tayang: Kamis, 6 Maret 2025 16:51 WIB

    net

    ILUSTRASI MAYAT – Sesosok mayat pria ditemukan tergeletak mengenakan pakaian dan celana panjang warna hitam di di saluran air Kampus Unisma RT 04/09, Kel. Margahayu, Kec. Bekasi Timur, Kota Bekasi, Rabu (5/3/2025) pagi 

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Sesosok mayat pria ditemukan tergeletak mengenakan pakaian dan celana panjang warna hitam.

    Peristiwa itu terjadi di Saluran Air Kampus Unisma RT 04/09, Kel. Margahayu, Kec. Bekasi Timur, Kota Bekasi, Rabu (5/3/2025) pagi.

    Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Ade Ary Syam Indradi mengatakan awal kejadian petugas piket Polsek Rawalumbu mendapat informasi tersebut dari warga.

    “Sosok mayat mayat ditemukan warga di saluran air samping Kampus Unisma,” ucapnya.

    Selanjutnya piket Reskrim dan Samapta segera mendatangi TKP.

    “Benar saja disaluran air terlihat ada sesosok mayat laki-laki untuk identitasnya belum diketahui,” tambah Ade.

    Korban sudah dievakuasi ke RSU Kota Bekasi untuk dilakukan visum.

    Polisi masih melakukan penyelidikan terkait kasus ini.

    “Kasus ditangani Polsektro Rawalumbu,” tandasnya.
     

    “);
    $(“#latestul”).append(“”);
    $(“.loading”).show();
    var newlast = getLast;
    $.getJSON(“https://api.tribunnews.com/ajax/latest_section/?callback=?”, {start: newlast,section:’2′,img:’thumb2′}, function(data) {
    $.each(data.posts, function(key, val) {
    if(val.title){
    newlast = newlast + 1;
    if(val.video) {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = ” “;
    }
    else
    {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = “”;
    }
    if(val.thumb) {
    var img = “”+vthumb+””;
    var milatest = “mr140”;
    }
    else {
    var img = “”;
    var milatest = “”;
    }
    if(val.subtitle) subtitle = “”+val.subtitle+””;
    else subtitle=””;
    if(val.c_url) cat = “”+val.c_title+””;
    else cat=””;

    $(“#latestul”).append(“”+img+””);
    }
    else{
    $(“#latestul”).append(‘Tampilkan lainnya’);
    $(“#test3”).val(“Done”);
    return false;
    }
    });
    $(“.loading”).remove();
    });
    }
    else if (getLast > 150) {
    if ($(“#ltldmr”).length == 0){
    $(“#latestul”).append(‘Tampilkan lainnya’);
    }
    }
    }
    });
    });

    function loadmore(){
    if ($(“#ltldmr”).length > 0) $(“#ltldmr”).remove();
    var getLast = parseInt($(“#latestul > li:last-child”).attr(“data-sort”));
    $(“#latestul”).append(“”);
    $(“.loading”).show();
    var newlast = getLast ;
    if($(“#test3”).val() == ‘Done’){
    newlast=0;
    $.getJSON(“https://api.tribunnews.com/ajax/latest”, function(data) {
    $.each(data.posts, function(key, val) {
    if(val.title){
    newlast = newlast + 1;
    if(val.video) {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = ” “;
    }
    else
    {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = “”;
    }
    if(val.thumb) {
    var img = “”+vthumb+””;
    var milatest = “mr140”;
    }
    else {
    var img = “”;
    var milatest = “”;
    }
    if(val.subtitle) subtitle = “”+val.subtitle+””;
    else subtitle=””;
    if(val.c_url) cat = “”+val.c_title+””;
    else cat=””;
    $(“#latestul”).append(“”+img+””);
    }else{
    return false;
    }
    });
    $(“.loading”).remove();
    });
    }
    else{
    $.getJSON(“https://api.tribunnews.com/ajax/latest_section/?callback=?”, {start: newlast,section:sectionid,img:’thumb2′,total:’40’}, function(data) {
    $.each(data.posts, function(key, val) {
    if(val.title){
    newlast = newlast+1;
    if(val.video) {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = ” “;
    }
    else
    {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = “”;
    }
    if(val.thumb) {
    var img = “”+vthumb+””;
    var milatest = “mr140”;
    }
    else {
    var img = “”;
    var milatest = “”;
    }
    if(val.subtitle) subtitle = “”+val.subtitle+””;
    else subtitle=””;

    $(“#latestul”).append(“”+img+””);
    }else{
    return false;
    }
    });
    $(“.loading”).remove();
    });
    }
    }

    Berita Terkini

  • Detik-detik Driver Ojol di Bekasi Dibunuh Teman SD, Jasad Ditemukan Terbungkus Kasur di Rumah – Halaman all

    Pembunuh Pengemudi Ojol di Bekasi Ternyata Teman SD, Polisi Sita Balok Kayu dan Tikar – Halaman all

    Laporan Wartawan Wartakotalive.com,  Ramadhan L Q

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Polisi menangkap pelaku pembunuhan terhadap seorang pria berinisial MAW (39) yang ditemukan tewas di rumahnya di Jalan Nusa Penida 3, RT 005 RW 010, Kelurahan Aren Jaya, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat.

    Diketahui korban pembunuhan sehari-hari bekerja sebagai pengemudi ojek online (ojol).

    Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Ade Ary Syam Indradi, pembunuh pengemudi ojol itu berinisial HJ (43).

    Penangkapan pelaku pembunuhan dilakukan oleh tim gabungan dari Satreskrim Polres Metro Bekasi Kota dan Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya.

    “Pelaku pembunuhan sudah berhasil diamankan, inisialnya HJ. Pelaku merupakan teman SD korban,” ujar Ade Ary, kepada wartawan, Kamis (6/3/2025).

    Dari penangkapan pelaku pembunuhan, beberapa barang bukti disita yakni balok atau sebatang kayu, motor dan pakaian milik korban hingga tikar.

    “Ada beberapa barang bukti yang pertama tadi balok ya balok sudah, kemudian ini motor milik korban yang diambil oleh pelaku ya, kemudian ada tikar dan pakaian milik korban,” katanya.

    “Jadi saat ditemukan itu korban berada dalam tumpukan tikar dan kasur, ini berawal dari penemuan jenazah ya beberapa hari lalu kemudian dikembangkan di dalamnya akhirnya berhasil diungkap, kemudian ada juga barang bukti hasil visum dan otopsi sementara yang sudah di amankan oleh penyidik,” sambung dia.

    Kini, penyidik Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya masih melalukan pendalaman usai pelaku ditangkap.

    Atas perbuatannya, HJ dijerat Pasal 340 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang Pembunuhan Berencana dan atau Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan dan atau Pasal 365 KUHP tentang Pencurian dengan Kekerasan.

     

  • Mudik Gratis Jakarta Lebaran 2025: Cara Daftar, Jadwal Keberangkatan, Kuota dan Rute Tujuan – Halaman all

    Mudik Gratis Jakarta Lebaran 2025: Cara Daftar, Jadwal Keberangkatan, Kuota dan Rute Tujuan – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Mudik Gratis Jakarta yang digelar Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dibuka mulai Jumat (7/3/2025).

    Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta menggelar mudik gratis ini untuk mengurangi kepadatan arus lalu lintas serta meningkatkan keselamatan pemudik.

    Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo mengatakan Pemprov DKI Jakarta mengadakan Mudik Gratis Jakarta sebagai bagian dari upaya memastikan perjalanan mudik yang lebih aman, nyaman dan lancar. 

    “Kami ingin mengurangi risiko kecelakaan dengan memfasilitasi bus untuk pemudik dan truk untuk mengangkut sepeda motor mereka,” tuturnya, seperti dilansir laman Berita Jakarta pada Kamis (6/3/2025).

    Berikut ini informasi soal Mudik Gratis  Jakarta.

    Kuota:

    Pendaftaran program Mudik Gratis Jakarta 2025 mulai dibuka pada 7 Maret 2025.

    Program Mudik Gratis Jakarta 2025 menyediakan

    521 unit bus bagi peserta dengan total 22.403 kursi

    20 unit truk yang akan mengangkut 600 sepeda motor.

    Cara Pendaftaran

    Pendaftaran dilakukan secara daring di alamat, https://mudikgratis.jakarta.go.id. 

    Dokumen Pendaftaran: 

    Kartu Keluarga (KK)

    KTP DKI Jakarta (diutamakan)

    STNK jika membawa sepeda motor. 

    Calon peserta dapat melakukan pendaftaran maksimal untuk 4 (empat) orang per KK.

    Setelah berhasil mendaftar, calon peserta diminta melakukan langkah selanjutnya yakni, verifikasi dengan membawa fotokopi kelengkapan administrasi ke lokasi terdekat yang telah ditentukan.

    Setelah selesai melakukan proses pendaftaran, calon peserta akan mendapatkan bukti pendaftaran atau kode booking. 

    Selanjutnya, calon peserta membawa bukti pendaftaran dan kelengkapan administrasi ke lokasi verifikasi peserta yang telah ditetapkan untuk memperoleh tiket elektronik.

    Jadwal Keberangkatan

    Kendaraan truk pengangkut sepeda motor akan diberangkatkan dari Terminal Pulogadung pada 26 Maret 2025. 

    Sedangkan para peserta akan diberangkatkan dari Kawasan Monumen Nasional (Monas) pada 27 Maret 2025.

    Tujuan Keberangkatan

    1. Terminal Rajabasa, Bandar Lampung

    2. Terminal Alang-Alang Lebar, Palembang

    3. Terminal Indihiang, Tasikmalaya

    4. Terminal Kertawangunan, Kuningan

    5. Terminal Tegal

    6. Terminal Pekalongan

    7. Terminal Mangkang, Semarang

    8. Terminal Kebumen

    9. Terminal Cilacap

    10. Terminal Bulupitu, Purwokerto

    11. Terminal Tirtonadi, Solo

    12. Terminal Mendolo, Wonosobo

    13. Terminal Giwangan, Yogyakarta

    14. Terminal Pilangsari, Sragen

    15. Terminal Giri Adipura, Wonogiri

    16. Terminal Purboyo, Madiun

    17. Terminal Tamanan, Kediri

    18. Terminal Kepuhsari, Jombang

    19. Terminal Arjosari, Malang

    20. Terminal Purabaya, Sidoarjo

    Lokasi tujuan truk pengangkut sepeda motor pemudik:

    1. Terminal Mangkang, Semarang

    2. Terminal Kebumen

    3. Terminal Tirtonadi, Solo

    4. Terminal Giwangan, Yogyakarta

    5. Terminal Giri Adipura, Wonogiri

    6. Terminal Purabaya, Sidoarjo

    Untuk keberangkatan mudik, Dinas Perhubungan DKI Jakarta telah menetapkan jadwal sebagai berikut:

    Pemberangkatan truk pengangkut sepeda motor:

    • Tanggal: 26 Maret 2025

    • Lokasi: Terminal Pulogadung (motor harus diserahkan paling lambat 25 Maret 2025 pukul 17.00 WIB)

    Pemberangkatan bus pemudik:

    • Tanggal: 27 Maret 2025

    • Lokasi: Monumen Nasional (Monas).

    Sedangkan untuk arus balik ke Jakarta, Dinas Perhubungan DKI Jakarta juga menyediakan layanan bus dan truk dengan jadwal sebagai berikut:

    Pemberangkatan truk dari daerah tujuan ke Jakarta:

    • Tanggal: 5 April 2025

    • Lokasi: dari enam terminal tujuan ke Terminal Pulogadung.

    Pemberangkatan bus pemudik dari daerah tujuan ke Jakarta:

    • Tanggal: 6 April 2025

    • Lokasi: dari 20 terminal tujuan ke Terminal Terpadu Pulogebang

    Lokasi verifikasi:

    Peserta wajib datang ke salah satu lokasi berikut untuk melakukan verifikasi dengan membawa dokumen asli dan fotokopi:

    1. Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta

    • Jalan Taman Jatibaru No 1, Gambir, Jakarta Pusat

    • Call Center: 081316238181

    2. Suku Dinas Perhubungan Jakarta Selatan

    • Jalan MT Haryono Kav 45-46 Cikoko, Pancoran, Jakarta Selatan

    • Call Center: 081316238176

    3. Suku Dinas Perhubungan Jakarta Utara

    • Jalan Plumpang Semper, Tugu Selatan, Koja, Jakarta Utara

    • Call Center: 0895400956113

    4. Suku Dinas Perhubungan Jakarta Pusat

    • Jalan Pasar Senen No 5, RW 3, Senen, Jakarta Pusat

    • Call Center: 0895400956114

    5. Suku Dinas Perhubungan Jakarta Timur

    • Jalan Perserikatan No 1 RT 2 RW 8, Jati, Pulogadung, Jakarta Timur

    • Call Center: 0895400956115

    6. Suku Dinas Perhubungan Jakarta Barat

    • Jalan Raya Ring Road, Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat

    • Call Center: 0895400956116.

    Jadwal Verifikasi

    Verifikasi dilakukan berdasarkan klaster tujuan perjalanan, dengan jadwal sebagai berikut:

    • Klaster 1 (8–10 Maret 2025): Solo, Tasikmalaya, Palembang, Madiun, Sragen, Cilacap.

    • Klaster 2 (11–13 Maret 2025): Yogyakarta, Kuningan, Lampung, Tegal, Kebumen, Jombang, Pekalongan.

    • Klaster 3 (14–16 Maret 2025): Ngawi, Klaten, Malang, Wonosobo, Purwokerto, Semarang, Sidoarjo.

    “Peserta yang tidak hadir sesuai jadwal verifikasi dianggap mengundurkan diri, dan kuota akan diberikan kepada peserta lain,” tandasnya.

    Untuk informasi lebih lanjut, masyarakat dapat menghubungi Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta atau Suku Dinas Perhubungan di masing-masing wilayah.

  • Pramono usai Pantau Kondisi Banjir dari Helikopter: Kehidupan Jakarta Sudah Mulai Normal Kembali – Halaman all

    Pramono usai Pantau Kondisi Banjir dari Helikopter: Kehidupan Jakarta Sudah Mulai Normal Kembali – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM – Gubernur Jakarta Pramono Anung sudah memantau kondisi banjir via udara di sejumlah lokasi di Jakarta.

    Helikopter jenis Agusta Westland (AW) 169 yang dinaiki Pramono lepas landas pada Kamis (6/3/2025) pukul 08.30 WIB dan kembali pukul 09.19 WIB.

    Pramono mengatakan, berdasarkan pantauan dari udara, tinggi muka air di Pintu Air Manggarai, Jakarta, sudah turun menjadi 600 cm.

    Sebelumnya, tinggi muka air di Pintu Air Manggarai sempat mencapai 850 cm.

    “Dengan demikian, Jakarta sudah berada dalam status siaga 4. “

    “Alhamdulillah, permukaan air sudah mulai menurun,” kata Pramono saat ditemui di Lapangan Bhayangkara Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis, dikutip dari Warta Kota.

    Meski banjir sempat menyebabkan dampak besar, ucap Pramono, kini kehidupan di Jakarta sudah mulai kembali normal.

    Namun, politikus PDI Perjuangan (PDIP) ini menekankan masih ada beberapa langkah yang perlu dilakukan Pemprov Jakarta untuk mengatasi masalah itu.

    “Dan kalau dilihat dari atas tadi, kehidupan Jakarta sudah mulai normal kembali. Kemudian tadi ada beberapa hal yang nanti akan kami segera tindak lanjuti dan selesaikan.”

    “Terutama untuk normalisasi sungai Ciliwung yang ada di Pengadegan, Cawang, dan Bidara Cina.” 

    “Karena itulah yang kemudian kemarin memberikan dampak banjir yang luar biasa ketika di atas intensitas atau pun curah hujannya tinggi dan itu akan kami tangani,” lanjutnya.

    Pramono membeberkan, penanganan banjir juga memerlukan koordinasi dengan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN). 

    Menurutnya, Pemprov Jakarta akan segera melakukan langkah-langkah yang diperlukan.

    Sebagai informasi, dalam pemantauan banjir lewat udara ini, Pramono didampingi Kakorpolairud Baharkam Polri Irjen Mohammad Yasin Kosasih dan Kabag Penum Divhumas Polri Kombes Erdi Chaniago.

    Kemudian ada Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta Maruli Sijabat, serta Plt. Kepala Dinas Sumber Daya Air Ika Agustin.

    Yasin menjelaskan, patroli udara bukan hanya dilakukan di Jakarta, melainkan juga meliputi wilayah Pondok Gede, Jati Asih, dan Babelan. 

    Walaupun di beberapa wilayah genangan air mulai surut, Polairud tetap mengerahkan sekitar 200 personel untuk membantu penanganan pascabanjir.

    “Di beberapa daerah, rumah-rumah rusak, perabotan pecah, dan masih ada kerugian lainnya. Kami akan terus membantu warga yang terdampak banjir,” ujar Yasin.

    Sebagian artikel ini telah tayang di WartaKotalive.com dengan judul Pramono Usai Pantau Banjir Lewat Udara: Kehidupan Jakarta Sudah Mulai Normal Kembali.

    (Tribunnews.com/Deni)(WartaKotalive.com/Ramadhan L Q)

  • Pemilik Toko Kelontong Rugi Rp200 Juta akibat Banjir di Jatiasih Bekasi – Halaman all

    Pemilik Toko Kelontong Rugi Rp200 Juta akibat Banjir di Jatiasih Bekasi – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM – Pengusaha toko kelontong di Perumahan Pondok Gede Permai (PGP), Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi, Jawa Barat, bernama Kamil hanya bisa pasrah saat dagangannya habis terendam banjir.

    Saat Kota Bekasi dikepung banjir pada Selasa (4/3/2025) dini hari, Perumahan PGP jadi yang paling parah terdampak.

    Lokasi perumahan yang berada di bantaran Kali Bekasi mendapat banjir kiriman sehingga membuat aliran sungai meluap dan menggenangi permukiman setinggi kurang lebih 4 meter.

    Banjir di Perumahan PGP berangsur surut pada Rabu, 3 Maret 2025 dan kini menyisakan lumpur tebal di jalan dan rumah-rumah warga. Selain itu, tumpukan sampah berserakan di mana-mana. 

    Setelah banjir surut, warga terlihat sibuk membersihkan lumpur dan sampah di kediamannya masing-masing, tak terkecuali Kamil.

    Pria yang akrab disapa Bang Kamil ini tampak kalut saat barang dagangannya berserakan di jalan depan kediamannya. 

    Beras dan terigu basah berserakan di depan pintu toko kelontongnya.

    Lalu ribuan bungkus popok bayi dan produk kebutuhan rumah tergeletak dengan kondisi rusak terendam banjir. 

    Sambil dibantu istri dan satu orang anaknya, Kamil berupaya menyortir barang dagangan yang masih dianggap layak untuk dikembalikan ke perusahaan produsen.

    “Beberapa barang memang saya sortir karena beberapa perusahaan ada yang bisa dikembalikan atau retur,” ucap Kamil.

    Namun, barang yang bisa diretur hanya sebagian kecil saja.

    Hal ini tidak sebanding dengan stok dagangan yang menjadi modal pribadi pemilik toko. 

    Contohnya seperti beras, terigu, dan telur bahkan produk rokok. 

    Barang-barang tersebut tidak bisa dikembalikan dan seluruhnya rusak tak bisa diselamatkan. 

    “Saya lagi persiapan untuk Lebaran, terigu saya siapin 60 karung stok banyak, gula pasir, beras semuanya ludes,” jelasnya.

    Ketika terjadi kenaikan tinggi muka air di Kali Bekasi, ucap Kamil, dirinya berusaha menyelamatkan barang dagangannya ke lantai dua toko yang juga tempat tinggalnya.

    “Saya udah coba selamatkan naikkan barang ke lantai dua ternyata banjirnya sampai selutut di lantai dua,” ungkapnya. 

    Ia hanya bisa pasrah saat banjir naik sampai ke lantai dua. Di kepalanya kala itu hanya mencari cara menyelamatkan diri bersama anak istri.

    “Enggak ada yang bisa diharapkan lagi, kemarin saya mengevakuasi diri bertiga sama istri dan anak pakai perahu,” terangnya.

    Akibat banjir tersebut, Kamil mengaku mengalami kerugian sampai ratusan juta.

    “Ada 200 jutaan karena banyak rokok, kayak beras,telor, terigu enggak bisa dikembalikan. Jadi kerugian saya,” tuturnya.

    Sebagian artikel ini telah tayang di TribunJakarta.com dengan judul Bang Kamil Rugi Ratusan Juta, Dagangan Toko Kelontongnya Habis Terendam Banjir di Perum PGP.

    (Tribunnews.com/Deni)(TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar)