Category: Tribunnews.com Metropolitan

  • Penadah Kamera Rampasan Milik Fotografer WNA Prancis Ditangkap Polisi – Halaman all

    Penadah Kamera Rampasan Milik Fotografer WNA Prancis Ditangkap Polisi – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM – Empat orang penadah kamera hasil rampasan dari fotografer asal Prancis, Marion Parent, berhasil ditangkap oleh kepolisian.

    Penangkapan ini menyusul penangkapan tiga pelaku utama penodongan yang terjadi di Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta Utara, pada Rabu, 5 Februari 2025.

    Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Priok, AKP I Gusti Ngurah Putu Krisnha Narayana, mengungkapkan bahwa total tujuh pelaku telah diringkus dalam kasus ini.

     “Tujuh pelaku sudah kami amankan. Tiga pelaku penodongan berhasil ditangkap, dan dari pengembangan kasus, kami menangkap empat orang penadah kamera milik korban,” jelas Ngurah pada Sabtu, 8 Februari 2025, dikutip dari Tribun Jakarta.

    Ngurah menjelaskan bahwa penadah kamera tersebut ditangkap di beberapa lokasi berbeda.

    Awalnya, tiga pelaku penodongan mengaku telah menjual kamera itu seharga Rp7 juta ke pusat perbelanjaan di Jakarta Pusat.

    Polisi lantas menelusuri pusat perbelanjaan itu dan melakukan pengembangan lanjutan sampai ke luar Pulau Jawa untuk menangkap keempat pelaku penadahan.

    Dari hasil penangkapan, dua penadah ditangkap di sekitar Jakarta Pusat, satu di Bogor, dan satu lagi di Lampung.

    Keempat penadah kini telah dibawa ke Mapolres Pelabuhan Tanjung Priok untuk diproses lebih lanjut.

    Keempat penadah dijerat dengan Pasal 480 KUHP mengenai penadahan barang hasil curian.

    Selain itu, kamera profesional Nikon Z7II milik Marion telah diamankan dan akan dijadikan barang bukti dalam proses persidangan.

    Setelah sidang selesai, Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Priok akan berkoordinasi dengan Divisi Hubungan Internasional Polri dan Kedutaan Besar Prancis untuk mengembalikan kamera tersebut kepada Marion, yang saat ini telah kembali ke negaranya.

    Sebagian artikel ini telah tayang di TribunJakarta.com dengan judul Polisi Tangkap 4 Penadah Kamera Puluhan Juta Milik Wanita Bule Prancis yang Ditodong di Muara Baru.

    Konten ini disempurnakan menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).

  • Mayat Ibu dan Anak Ditemukan dalam Tandon Air di Tambora Jakbar, Polisi Duga Korban Pembunuhan – Halaman all

    Mayat Ibu dan Anak Ditemukan dalam Tandon Air di Tambora Jakbar, Polisi Duga Korban Pembunuhan – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Penemuan dua mayat wanita dalam tandon air menggegerkan warga Jalan Angke Barat, Tambora, Jakarta Barat.

    Dua jasad itu berada di tempat penampungan air sebuah rumah pada Jumat (7/3/2025) pukul 01.30 WIB. 

    Korban diketahui berinisial TSL (59) dan ES (35).

    Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat AKBP Arfan Zulkan Sipayung membenarkan kejadian tersebut. 

    “Ya benar dua wanita ditemukan sudah meninggal di dalam toren rumah,” ujar Arfan saat dikonfirmasi, Sabtu (8/3/2025).

    Dugaan sementara kedua korban merupakan korban pembunuhan.

    Kedua korban diketahui ibu dan anak. 

    “Dua orang (korban) ibu dan anak. Diduga meninggal akibat pembunuhan dugaan kasusnya Pasal 338 KUHP,” ujar Arfan.

    Tim Reskrim Polres Metro Jakarta Barat bersama Polsek Tambora masih melakukan penyelidikan guna mengungkap pelaku.

    Termasuk untuk motif kejadian, pihak kepolisian telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

    Bukti-bukti masih dikumpulkan agar kasus ini bisa terungkap.

    Beberapa saksi telah dimintai keterangan guna membantu proses penyelidikan. 

    Arfan mengatakan, terduga pelaku saat ini sedang dalam proses pengerjaan. 

    Sementara itu, jasad kedua korban sudah dievakuasi ke Rumah Sakit Polri Kramatjati. 

    “Untuk yang di Tambora ini masih lidik,” pungkasnya. 

  • BREAKING NEWS Mayat Ibu dan Anak Ditemukan dalam Toren Air di Tambora, Diduga Korban Pembunuhan – Halaman all

    BREAKING NEWS Mayat Ibu dan Anak Ditemukan dalam Toren Air di Tambora, Diduga Korban Pembunuhan – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Penemuan dua mayat wanita dalam toren atau tandon air sebuah rumah di kawasan Tambora, Jakarta Barat, Jumat (7/3/2025), mengejutkan warga sekitar.

    Kedua korban, yang diketahui adalah ibu dan anak, ditemukan sekitar pukul 01.30 WIB, mengambang di dalam toren air.

    Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat, AKBP Arfan Zulkan Sipayung, membenarkan penemuan tragis mayat ibu dan anak di Tambora ini.

    “Ya, benar, dua wanita ditemukan sudah meninggal di dalam toren rumah,” ujarnya saat dikonfirmasi, Sabtu (8/3/2025).

    Kedua korban berinisial TSL (59) dan ES (35).

    “(Korban) dua orang, ibu dan anak,” jelas Arfan.

    Dugaan sementara, kedua korban adalah korban pembunuhan.

    “Dua orang (korban) ibu dan anak. Diduga meninggal akibat pembunuhan dugaan kasusnya Pasal 338 KUHP,” ujar Arfan.

    Tim Reskrim Polres Metro Jakarta Barat bersama Polsek Tambora segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memintai keterangan dari beberapa saksi untuk mengungkap pelaku serta motif kejadian.

    Pihak kepolisian terus mengumpulkan bukti-bukti untuk mengungkap lebih lanjut kasus ini.

    Jasad kedua korban telah dievakuasi ke Rumah Sakit Polri Kramatjati untuk keperluan autopsi.

    Saat ini, proses penyelidikan masih berlangsung, dan pihak berwajib tengah bekerja keras untuk segera menangkap pelaku pembunuhan tersebut. (Tribunnews.com/Kompas.com)

     

  • Bang Jago Bertato Pemalak Viral di Stasiun Tanah Abang Tak Berkutik saat Ditangkap Polisi – Halaman all

    Bang Jago Bertato Pemalak Viral di Stasiun Tanah Abang Tak Berkutik saat Ditangkap Polisi – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Aksi pemalakan oleh seorang pria bertato dan membawa senjata tajam di Stasiun Tanah Abang, Jakarta Pusat, yang viral di media sosial akhirnya berujung pada penangkapan. 

    Pelaku yang dikenal sebagai “Bang Jago” ini, yang sebelumnya terekam memalak korban dengan kekerasan, diamankan oleh Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya.

    Kasubdit Jatanras Polda Metro Jaya, AKBP Abdul Rahim, mengonfirmasi bahwa satu pelaku berinisial AI telah ditangkap.

    “Satu pelaku sudah kami tangkap, sementara satu orang lagi masih kami kejar,” ujarnya, Sabtu (8/3/2025).

    Pelaku ditangkap pada Jumat (7/3/2025) dini hari sekitar pukul 01.30 WIB di Jalan Jati Baru, Pasar Tanah Abang, Kelurahan Kampung Bali, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat.

    Aksi pemerasan yang melibatkan senjata tajam itu terekam oleh kamera pengawas pada Rabu (5/3/2025) sekitar pukul 14.00 WIB.

    Dalam video yang viral, seorang pria berbaju hitam dikeroyok dan dipukul oleh dua orang pelaku, salah satunya melukai korban menggunakan senjata tajam hingga korban terjatuh.

    Kejadian tersebut terjadi di tengah keramaian, dengan banyak penumpang yang sedang menuju stasiun atau naik Bus Transjakarta di Halte Jaklingko.

    Pihak berwajib kini sedang memburu satu pelaku lainnya yang masih melarikan diri.

  • 4 Penadah Kamera Rampasan Milik Bule Prancis Berhasil Diringkus Polisi – Halaman all

    4 Penadah Kamera Rampasan Milik Bule Prancis Berhasil Diringkus Polisi – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM – Empat penadah kamera hasil rampasan komplotan pelaku penodongan terhadap fotografer asal Prancis, Marion Parent, berhasil ditangkap polisi.

    Mereka ditangkap setelah sebelumnya polisi menangkap tiga pelaku utama penodongan.

    Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Priok, AKP I Gusti Ngurah Putu Krisnha Narayana mengatakan, sampai saat ini sebanyak tujuh pelaku diringkus.

    “Tujuh pelaku sudah kami amankan. Tiga pelaku penodongan, kemudian kami melakukan pengembangan berhasil menangkap empat orang penadah kamera milik korban,” ucap Ngurah, Sabtu (8/2/2025), dikutip dari Tribun Jakarta.

    Ngurah menyebut, para pelaku penadahan ini ditangkap dari beberapa tempat yang berbeda.

    Awalnya, tiga pelaku penodongan mengaku sudah menjual kamera itu seharga Rp7 juta ke pusat perbelanjaan di Jakarta Pusat.

    Polisi lantas menelusuri pusat perbelanjaan itu dan melakukan pengembangan lanjutan sampai ke luar Pulau Jawa untuk menangkap keempat pelaku penadahan.

    “Dari empat pelaku penadahan, dua ditangkap di sekitar Jakarta Pusat, satu di Bogor, dan satu lagi di Lampung,” jelas Ngurah.

    Keempat penadah lalu dibawa ke Mapolres Pelabuhan Tanjung Priok untuk diproses lebih lanjut.

    Mereka sudah dijerat dengan Pasal 480 KUHP mengenai penadahan barang hasil curian.

    Selain itu, kamera profesional Nikon Z7-II milik korban Marion telah diamankan.

    Kamera itu akan dijadikan barang bukti dalam proses persidangan.

    Setelah sidang selesai, Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Priok akan berkoordinasi dengan Divisi Hubungan Internasional Polri dan Kedutaan Besar Prancis untuk mengembalikan kamera itu ke Marion.

    Sebagai informasi, saat ini korban Marion sudah kembali ke negaranya.

    Sebelumnya, ketiga pelaku utama penodongan masing-masing AP, UTA, dan TM melakukan penodongan di Tanggul Pelabuhan Sunda Kelapa Pos 6 Muara Baru Penjaringan, Jakarta Utara, Rabu (5/3/2025).

    Mereka ditangkap tak sampai 12 jam setelah kejadian.

    Mereka diamankan di tiga tempat berbeda di sekitar permukiman padat penduduk Muara Baru.

    Menurut Ngurah, para pelaku mempunyai peran yang berbeda saat berkomplot menodong dan merampas kamera korban.

    Mulanya, mereka melihat keberadaan Marion dan anak perempuannya yang sedang beraktivitas di sepanjang tanggul.

    Lantas, salah satu pelaku dengan mengajak para pelaku lain menghampiri korban.

    Modus mereka menawarkan untuk membantu Marion naik ke atas tanggul supaya mendapat spot foto yang lebih bagus.

    “Di situlah saat bule itu mau dinaikkan ke atas tanggul, ditodongkan pisau, sembari juga mengatakan, ‘You have money?’ Bulenya menjawab, ‘Tidak punya’,” jelas Ngurah.

    “Setelah itu, karena melihat warga negara asing ini membawa barang berharga berupa kamera, kamera tersebut secara paksa kemudian ditarik dari tubuh korban, sampai dengan akhirnya mereka kabur bersama-sama,” sambungnya.

    Dari penangkapan ini, polisi juga menyita pisau yang dipergunakan para pelaku untuk menodong korban.

    Ketiga pelaku kini sudah diproses di Mapolres Pelabuhan Tanjung Priok dan telah ditetapkan tersangka dengan jeratan Pasal 365 KUHP terkait pencurian dengan kekerasan.

    Sebagian artikel ini telah tayang di TribunJakarta.com dengan judul Polisi Tangkap 4 Penadah Kamera Puluhan Juta Milik Wanita Bule Prancis yang Ditodong di Muara Baru.

    (Tribunnews.com/Deni)(TribunJakarta.com/Gerald Leonardo)

  • Mayat Ibu dan Anak Ditemukan dalam Tandon Air di Tambora Jakbar, Polisi Duga Korban Pembunuhan – Halaman all

    Polisi Periksa 18 Saksi Kasus Tewasnya Mahasiswa UKI Kenzha Walewangko di Taman Perpustakaan – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Polisi telah memeriksa sebanyak 18 saksi kasus tewasnya mahasiswa Universitas Kristen Indonesia (UKI) Kenzha Walewangko.

    Hal itu dikatakan Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Nicholas Ary Lilipaly kepada wartawan, Sabtu (8/3/2025).

    “Total saksi 18 orang,” ungkapnya.

    Kombes Nicholas merinci dari 18 saksi itu di antaranya 13 mahasiswa, empat sekuriti, dan 1 dari badan otorita kampus.

    Dia memastikan dari 13 saksi yang diperiksa itu, mereka yang terlibat dalam kejadian.

    Saksi mahasiswa yang melihat langsung peristiwa kejadian.

    “Kan sudah jelas (yang ikut minum miras) ada 13 orang saksi dari mahasiswa,” ucapnya.

    Kapolres belum bisa berbicara lebih lanjut terkait hasil otopsi yang dilakukan terhadap korban.

    Diketahui, tabir kematian mahasiswa Universitas Kristen Indonesia (UKI) bernama Kenzha Walewangko perlahan mulai terkuak.

    Hasil penyelidikan, Polrestro Jakarta Timur menduga Kenzha sempat minum minuman keras (miras) bersama teman-teman kampusnya sebelum tewas.

    Menurut keterangan teman korban, EFW (23), pada Selasa (4/3/2025) pukul 16.30 WIB, ia bersama dua temannya sedang mengonsumsi minuman beralkohol jenis arak Bali.

    Setengah jam kemudian, EFW hendak membeli minuman serupa dan bertemu dengan Kenzha di pintu keluar.

    Saat melihat EFW, Kenzha bertanya ke mana temannya itu akan pergi.

    “Saksi menjawab, ‘mau beli arak Bali’. Kemudian saksi dan korban pergi bersama dengan berjalan kaki untuk membeli minuman di sebuah toko,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Ade Ary Syam Indradi dalam keterangannya, Jumat (7/3/2025).

    Setelah membeli miras, Kenzha, EFW, dan teman-teman lainnya melanjutkan pesta minuman keras di taman perpustakaan UKI.

    Kenzha diduga juga sempat terlibat cekcok sebelum dia menghembuskan napas terakhir.

    Namun, belum diketahui dengan siapa Kenzha cekcok.

    Ade Ary mengungkapkan, cekcok pertama terjadi saat korban dan temannya sedang asyik menenggak minuman keras.

    “Pukul 18.00 WIB terjadi korban cekcok mulut yang mana saksi (EFW) tidak mengetahui penyebabnya. Setelah itu suasana kembali mereda, saksi, korban, beserta temannya kembali minum bersama,” kata Ade Ary.

    Namun, pada pukul 19.30 WIB, cekcok kembali terjadi.

    Lagi-lagi, Ade Ary tidak menjelaskan dengan siapa korban bertengkar saat itu.

    Melihat hal tersebut, petugas keamanan langsung melerai pertikaian.

    Setelah itu, Kenzha Walewangko ditemukan meninggal dunia.

  • Kasus Perkelahian Maut di Karadenan Bogor: Polisi Kantongi Identitas Pelaku, Tengah dalam Perburuan – Halaman all

    Kasus Perkelahian Maut di Karadenan Bogor: Polisi Kantongi Identitas Pelaku, Tengah dalam Perburuan – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Kasus penusukan yang menewaskan pria berinisial RZ (29) di Kelurahan Karadenan, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, sedang dalam penyelidikan oleh Satreskrim Polres Bogor.

    Hingga saat ini, pihak kepolisian masih memburu pelaku yang diketahui telah mengakibatkan korban meninggal dunia akibat luka tusukan.

    Kasatreskrim Polres Bogor, AKP Teguh Kumara, mengungkapkan bahwa identitas pelaku telah berhasil diidentifikasi meskipun pelaku belum berhasil diamankan.

    “Belum diamankan tetapi untuk identitas sudah diketahui,” ujarnya kepada wartawan pada Sabtu, 8 Maret 2025.

    Dalam upaya mempercepat proses penyelidikan, polisi telah memeriksa empat orang saksi yang diduga menyaksikan kejadian tersebut.

    Menurut keterangan saksi, peristiwa tragis ini terjadi pada Rabu, 5 Maret 2025, menjelang waktu berbuka puasa.

    Kronologi

    Kanit Reskrim Polsek Cibinong, AKP Yunli Pangestu mengatakan, pada saat bertemu dengan saksi, pelaku mengaku sedang mencari adiknya.

    Karena memasuki waktu berbuka puasa, kata dia, saksi pun sempat menawarkan kopi kepada pelaku namun dihiraukan.

    “Ngomongnya sih ‘cari ade saya’, kan mau buka puasa ya ‘yaudah pak sambil nunggu ngopi dulu aja’ ah enggak katanya,” ujarnya seraya menirukan percakapan saksi dengan pelaku, Jumat (7/3/2025).

    Setelah saksi dan pelaku berbincang, tak lama kemudian datanglah korban yang membawa kunci roda.

    Sementara itu pelaku rupanya telah menyiapkan senjata tajam yang diduga jenis pisau sehingga terjadilah perkelahian.

    Melihat situasi yang mengerikan tersebut, saksi pun bergegas masuk ke dalam kontrakannya karena takut menjadi sasaran.

    “Cekcok lah di situ, abis itu si saksi takut karena dia bawa alat (senjata) kan, saksi lari ke dalem, tahu-tahu saksi keluar udah ada yang geletak, saksi teriak minta tolong,” ungkapnya.

    Sebelumnya diberitakan, seorang pria tewas mengenaskan di wilayah Kelurahan Karadenan, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor.

    Korban yang diketahui berinisial RZ (29) itu meregang nyawa akibat tusukan senjata tajam yang diduga jenis pisau. 

    Kanit Reskrim Polsek Cibinong, AKP Yunli Pangestu mengatakan, peristiwa nahas itu terjadi pada Rabu (5/3/2025) menjelang waktu berbuka puasa.

    Aksi pembunuhan sadis itu dilatarbelakangi oleh perselisihan yang berlanjut hingga kontak fisik antar keduanya.

    “Itu cekcok awalnya terus korban bawa kunci roda, yang pelaku bawa sajam, kalau cekcoknya kita engga tau karena apa,” ujarnya saat dikonfirmasi TribunnewsBogor.com, Jumat (7/3/2025).

    Akibat perkelahian tersebut, korban mengalami sejumlah luka tusukan pada bagian tubuhnya.

    AKP Yunli Pangestu mengatakan, korban sempat dilarikan ke rumah sakit namun nyawanya tetap tak tertolong.

    “Yang kasat mata empat titik (luka), di iga ketiak bawah di sbelah kanan, di belakang dua, kaki juga ada

    Di samping itu, antara korban dengan pelaku yang berjumlah satu orang itu diduga saling mengenal.

    Pasalnya, kata dia, berdasarkan informasi yang didapatkannya antara korban dan pelaku bekerja di tempat yang sama.

    Sumber: Tribun Bogor

  • Tindak Lanjut Kasus Oknum Guru Diduga Lecehkan Murid SMK di Jakarta Barat – Halaman all

    Tindak Lanjut Kasus Oknum Guru Diduga Lecehkan Murid SMK di Jakarta Barat – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM – Kejadian dugaan pelecehan yang melibatkan seorang guru di SMK DI Kalideres, Jakarta Barat, baru-baru ini memicu kepanikan di kalangan siswa dan masyarakat.

    Pihak sekolah telah mengambil langkah tegas dengan memecat oknum guru berinisial O yang diduga melakukan pelecehan terhadap muridnya.

    Apa yang Terjadi dengan Dugaan Kasus Pelecehan di SMK Kalideres?

    Kasus ini mulai terungkap ketika sejumlah siswa melaporkan tindakan yang tidak pantas dari guru tersebut.

    Menurut Dennis Wibowo, pengacara sekolah, surat pemecatan sudah disiapkan sebelum siswa melakukan aksi unjuk rasa.

    “Jadi gini, sebelum terjadi aksi demo, sebenarnya pihak sekolah sudah menyiapkan surat pemecatan oknum guru tersebut,” kata Dennis Wibowo, Jumat (7/3/2025), dilansir Kompas.com.

    Namun, keputusan pemecatan tersebut belum sempat disosialisasikan kepada siswa, yang menyebabkan ketidakpuasan dan kerugian komunikasi.

    Akibatnya, para siswa melakukan demonstrasi dengan tuntutan agar guru tersebut segera dipecat.

    Bagaimana Reaksi Siswa Terhadap Kejadian Ini?

    Aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh siswa sempat berujung ricuh.

    Beberapa siswa melempar botol air mineral dan meneriakkan kata-kata kasar.

    Dennis mencurigai bahwa ada pihak lain yang mungkin menggerakkan aksi tersebut, mengingat situasi yang memanas di tengah ketidakpuasan siswa.

    Dalam perkembangan selanjutnya, pihak sekolah juga berencana melaporkan dugaan pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) ke Polres Metro Jakarta Barat, karena identitas kepala sekolah yang tersebar di media sosial berpotensi menimbulkan ancaman.

    Di sisi lain, aktivitas belajar mengajar di sekolah tersebut kini telah kembali normal setelah pihak berwenang turun tangan untuk menangani kasus ini.

    Tanggapan Dinas Pendidikan

    Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, Sarjoko, memberikan keterangan mengenai kejadian ini.

    Ia menyebutkan, kasus ini sudah dimediasi dan keluarga siswa meminta agar oknum guru yang terlibat diberhentikan.

    “Prinsipnya permasalahan ini sudah dimediasi dan pihak keluarga menuntut guru dengan inisial O tersebut diberhentikan,” kata Sarjoko saat dikonfirmasi Warta Kota, Kamis (6/3/2025).

    Sarjoko mengungkapkan, guru tersebut telah mengundurkan diri pada tanggal 25 Februari 2025 setelah menerima laporan tentang tindakan tak menyenangkan terhadap siswa perempuan.

    Diketahui, beberapa siswi melaporkan adanya sentuhan fisik yang tidak pantas dari oknum guru.

    Sebelumnya, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan dan pendalaman mengenai laporan tersebut, Kapolsek Kalideres, Kompol Arnold Julius Simanjuntak, menyatakan bahwa pihaknya belum menerima laporan resmi.

    Ia menyebutkan bahwa laporan awal hanya berupa informasi lisan dari salah satu murid.

    Namun, pihaknya sudah meminta keterangan terhadap beberapa perwakilan dari pihak sekolah, salah satunya kepala sekolah. 

    Sebagian artikel ini telah tayang di TribunJakarta.com dengan judul Oknum Guru di Kalideres Jakbar Lakukan Pelecehan, Pelaku Ngaku Bercanda Lalu Mengundurkan Diri dan WartaKotalive.com dengan judul Viral Guru BK di SMK PGRI Kalideres Diduga Lecehkan Siswa, Disdik Buka Suara

    (Tribunnews.com/Suci Bangun DS, WartaKotalive.com/Nuri Yatul Hikmah, TribunJakarta.com/Elga Hikari Putra, Kompas.com)

     

    Konten ini disempurnakan menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).

  • Pria di Jakarta Timur Diduga Kena Hipnotis Seusai Mengisi Bensin, Motor Korban Dicuri – Halaman all

    Pria di Jakarta Timur Diduga Kena Hipnotis Seusai Mengisi Bensin, Motor Korban Dicuri – Halaman all

    Seorang pria inisial E diduga menjadi korban hipnotis oleh pelaku yang berjumlah dua orang.

    Tayang: Sabtu, 8 Maret 2025 13:10 WIB

    ist

    KORBAN HIPNOTIS – Ilustrasi pencurian motor. Seorang pria inisial E diduga menjadi korban hipnotis oleh pelaku yang berjumlah dua orang. 

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Seorang pria inisial E diduga menjadi korban hipnotis oleh pelaku yang berjumlah dua orang.

    Peristiwa itu terjadi di SPBU Cililitan Samping PGC Jakarta Timur beberapa waktu lalu.

    Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Ade Ary Syam Indradi menjelaskan kronologis ketika itu korban baru selesai mengisi bensin.

    Lalu korban dihampiri oleh dua orang yang tidak dikenal mengajak berjabat tangan.

    “Usai salaman pelaku meminta uang karena kehabisan bensin,” katanya dalam keterangan Sabtu (8/3/2025).

    Korban sempat diajak pergi ke sesuatu tempat.

    Kemudian korban tidak sadar motornya telah bawa kabur oleh pelaku.

    “STNK motor korban pun dibawa pelaku,” ucap Ade.

    Atas keadian tersebut korban mengalami kerugian satu unit sepeda motor Honda Beat Sporty No Pol. B 5559 XXX.

    Korban kemudian melaporkan kejadian ke Polres Jaktim untuk ditindaklanjut.

    “Pelaku masih dalam penyelidikan keberadaannya belum diketahui,” pungkasnya.

     

    “);
    $(“#latestul”).append(“”);
    $(“.loading”).show();
    var newlast = getLast;
    $.getJSON(“https://api.tribunnews.com/ajax/latest_section/?callback=?”, {start: newlast,section:’2′,img:’thumb2′}, function(data) {
    $.each(data.posts, function(key, val) {
    if(val.title){
    newlast = newlast + 1;
    if(val.video) {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = ” “;
    }
    else
    {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = “”;
    }
    if(val.thumb) {
    var img = “”+vthumb+””;
    var milatest = “mr140”;
    }
    else {
    var img = “”;
    var milatest = “”;
    }
    if(val.subtitle) subtitle = “”+val.subtitle+””;
    else subtitle=””;
    if(val.c_url) cat = “”+val.c_title+””;
    else cat=””;

    $(“#latestul”).append(“”+img+””);
    }
    else{
    $(“#latestul”).append(‘Tampilkan lainnya’);
    $(“#test3”).val(“Done”);
    return false;
    }
    });
    $(“.loading”).remove();
    });
    }
    else if (getLast > 150) {
    if ($(“#ltldmr”).length == 0){
    $(“#latestul”).append(‘Tampilkan lainnya’);
    }
    }
    }
    });
    });

    function loadmore(){
    if ($(“#ltldmr”).length > 0) $(“#ltldmr”).remove();
    var getLast = parseInt($(“#latestul > li:last-child”).attr(“data-sort”));
    $(“#latestul”).append(“”);
    $(“.loading”).show();
    var newlast = getLast ;
    if($(“#test3”).val() == ‘Done’){
    newlast=0;
    $.getJSON(“https://api.tribunnews.com/ajax/latest”, function(data) {
    $.each(data.posts, function(key, val) {
    if(val.title){
    newlast = newlast + 1;
    if(val.video) {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = ” “;
    }
    else
    {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = “”;
    }
    if(val.thumb) {
    var img = “”+vthumb+””;
    var milatest = “mr140”;
    }
    else {
    var img = “”;
    var milatest = “”;
    }
    if(val.subtitle) subtitle = “”+val.subtitle+””;
    else subtitle=””;
    if(val.c_url) cat = “”+val.c_title+””;
    else cat=””;
    $(“#latestul”).append(“”+img+””);
    }else{
    return false;
    }
    });
    $(“.loading”).remove();
    });
    }
    else{
    $.getJSON(“https://api.tribunnews.com/ajax/latest_section/?callback=?”, {start: newlast,section:sectionid,img:’thumb2′,total:’40’}, function(data) {
    $.each(data.posts, function(key, val) {
    if(val.title){
    newlast = newlast+1;
    if(val.video) {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = ” “;
    }
    else
    {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = “”;
    }
    if(val.thumb) {
    var img = “”+vthumb+””;
    var milatest = “mr140”;
    }
    else {
    var img = “”;
    var milatest = “”;
    }
    if(val.subtitle) subtitle = “”+val.subtitle+””;
    else subtitle=””;

    $(“#latestul”).append(“”+img+””);
    }else{
    return false;
    }
    });
    $(“.loading”).remove();
    });
    }
    }

    Berita Terkini

  • Dugaan Oknum Guru Lecehkan Murid SMK di Jakarta Barat, Pihak Sekolah Lakukan Pemecatan – Halaman all

    Dugaan Oknum Guru Lecehkan Murid SMK di Jakarta Barat, Pihak Sekolah Lakukan Pemecatan – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM – Perkembangan kasus dugaan oknum guru lecehkan siswa SMK di Kalideres, Jakarta Barat.

    Pihak sekolah rupanya telah memberhentikan O, oknum guru yang diduga melakukan pelecehan terhadap siswanya. 

    Pengacara sekolah, Dennis Wibowo mengatakan sudah menyiapkan surat pemecatan O sebelum para siswa mendemo para guru.

    “Jadi gini, sebelum terjadi aksi demo, sebenarnya pihak sekolah sudah menyiapkan surat pemecatan oknum guru tersebut,” kata Dennis Wibowo, Jumat (7/3/2025), dilansir Kompas.com.

    Namun, keputusan pemecatan O belum sempat disosialisasikan kepada para siswa yang kesal terhadap perbuatan oknum guru itu. 

    Akibatnya, aksi unjuk rasa dilakukan para siswa dengan tuntutan utama agar O segera dikeluarkan dari sekolah.

    “Intinya, demo itu permintaannya oknum guru tersebut dikeluarkan dari sekolah tapi karena belum ada sosialisasi, sehingga ada miss komunikasi di situ,” ungkapnya.

    Dennis menceritakan, demo tersebut, sempat ricuh. Beberapa siswa melempar botol air mineral dan meneriakkan kata-kata kasar.

    Terkait aksi tersebut, Dennis menduga, ada pihak lain yang menggerakkan aksi tersebut.

    Selain itu, pihak sekolah berencana melaporkan dugaan pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) ke Polres Metro Jakarta Barat.

    Pasalnya, identitas kepala sekolah tersebar di media sosial, sehingga menimbulkan ancaman dan intimidasi.

    Adapun terkait aktivitas belajar mengajar di SMK tersebut, sudah telah kembali normal. 

    Pihak kepolisian dan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) pun telah turun ke lokasi untuk menyelidiki kasus.

    Sementara itu, pihak Disdik DKI Jakarta sudah mengonfirmasi hal ini kepada terduga pelaku, O.

    Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, Sarjoko, membeberkan kasus yang melibatkan oknum guru ini, terjadi pada Februari 2025.

    “Prinsipnya permasalahan ini sudah dimediasi dan pihak keluarga menuntut guru dengan inisial O tersebut diberhentikan,” kata Sarjoko saat dikonfirmasi Warta Kota, Kamis (6/3/2025).

    Yang bersangkutan, lanjut Sarjoko, sudah mengundurkan diri pada tanggal 25 Februari 2025.

    Sarjoko menyebut, siswi mengadukan perbuatan tak menyenangkan seorang guru BK yang kerap sentuhan fisik dengan siswa perempuan.

    “Pada pengaduannya, yang bersangkutan kalau salaman dengan siswi jarinya ngelitikin, kadang pegang bahu siswi,” katanya.

    Oknum guru itu, mengakui perbuatannya khilaf.

    “Waktu diklarifikasi, maksud guru tersebut niatnya bercanda, dan yang bersangkutan minta maaf atas kekhilafannya,” katanya.

    Sebelumnya, Kapolsek Kalideres, Kompol Arnold Julius Simanjuntak, mengatakan masih melakukan penyelidikan dan pendalaman, saat dikonfirmasi Rabu (5/3/2025).

    “Masih dugaan pelecehan, sampai sekarang belum ada laporan ke Polisi,” ucapnya.

    Dikutip dari Tribun Jakarta, Arnold menyebut, kasus dugaan pelecehan ini, baru dilaporkan secara lisan oleh salah satu murid dari sekolah tersebut.

    “Dari laporan murid. Laporan hanya lisan saja saat anggota kami sedang melaksanakan patroli, giat kewilayahan. Dan mendapat informasi demikian,” ungkapnya.

    Pihaknya sudah meminta keterangan terhadap beberapa perwakilan dari pihak sekolah, salah satunya kepala sekolah. 

    Diketahui, kabar pelajar SMK di Kalideres menggelar unjuk rasa di halaman sekolah, viral di media sosial.

    Dalam aksinya, para siswa turut membawa sejumlah poster kritikan dan juga menyalakan flare.

    Adanya unjuk rasa itu, membuat siswa yang tadinya sedang berada baris di halaman terpaksa membubarkan diri.

    Dalam narasi yang berkembang, dikatakan dugaan pelecehan dilakukan oknum guru di sekolah.

    Perkembangannya, sebanyak 40 siswi mengaku menjadi korban pelecehan oleh seorang oknum guru berinisial O.

    Pihak sekolah pun mengambil langkah memecat pelaku, namun persoalan belum sepenuhnya selesai.

    Sebagian artikel ini telah tayang di TribunJakarta.com dengan judul Oknum Guru di Kalideres Jakbar Lakukan Pelecehan, Pelaku Ngaku Bercanda Lalu Mengundurkan Diri dan WartaKotalive.com dengan judul Viral Guru BK di SMK PGRI Kalideres Diduga Lecehkan Siswa, Disdik Buka Suara

    (Tribunnews.com/Suci Bangun DS, WartaKotalive.com/Nuri Yatul Hikmah, TribunJakarta.com/Elga Hikari Putra, Kompas.com)