Category: Tribunnews.com Metropolitan

  • Sosok Tjong Sioe Lan dan Eka, Ibu-Anak Tewas Dalam Toren di Tambora Jakbar, Korban Dikenal Baik – Halaman all

    Sosok Tjong Sioe Lan dan Eka, Ibu-Anak Tewas Dalam Toren di Tambora Jakbar, Korban Dikenal Baik – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM – Berikut sosok ibu dan anak yang ditemukan tewas membusuk dalam toren air di Jalan Angke Barat RT5/2, Kelurahan Angke, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, Kamis (6/3/2025).

    Dikutip dari TribunJakarta.com, diketahui sang ibu bernama Tjong Sioe Lan alias TSL.

    Ia merupakan wanita kelahiran 1966 atau saat tewas berumur 59 tahun.

    Informasi tambahan, TSL berstatus janda usai ditinggal mati suami pada tahun 2024 kemarin.

    Sementara anaknya bernama Eka Serlawati alias ES masih berusia 35 tahun.

    ES memiliki adik berinisial RE yang umurnya hanya selisih 3 tahun.

    Selama ini, TSL hanya tinggal berdua dengan ES dalam rumah berlantai tiga milik pribadi, sedangkan R berada di tempat lain.

    Ketua setempat, Sripriyanty mengatakan, sosok TSL adalah pribadi yang baik.

    “Kalau mamahnya baik, kalau anaknya mah kurang bertetangga, tapi anaknya baik,” katanya, dikutip dari TribunJakarta.com, Senin (10/8/2025).

    Sripriyanty melanjutkan, TSL hidup harmonis dengan kedua anaknya.

    Mereka bahkan tidak pernah terlibat keributan maupun cekcok suatu masalah.

    “Kalau itu tetangga deket enggak ada yang denger apalagi saya. Enggak ada yang denger teriakan atau apa, enggak ada yang denger tetangga depan, sana, enggak ada. Sudah dimintain keterangan juga pas malam kejadian,” tuturnya.

    Surya, seorang tetangga bersaksi keluarga TSL merupakan warga lama di kawasan tersebut.

    “Dia orang lama di sini, sebelum saya tinggal di sini, dia sudah ada di sini.”

    “Saya saja di sini dari 2010,” katanya, dikutip dari Wartakotalive.com.

    Surya melanjutkan, sudah hampir dua pekan tidak melihat TSL dan ES.

    Ia terakhir bertemu sebelum puasa ramadan.

    Surya menambahkan, TSL dan ES sempat cekcok dengan RE.

    Diketahui R akan menikah, namun TSL tidak memberikan restu.

    “Kakaknya sih usianya 35 tahun, adenya mau nikah, sempat ada cekcok,” tandas Surya.

    Wakasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat, AKP Dimitri membeberkan, TSL dan ES sudah hilang sejak 1 Maret 2025.

    Keduanya dilaporkan hilang oleh RE karena putus kontak tak ada kabar.

    RE sempat mencari keberadaan ibu dan kakaknya di rumah, namun tidak dapat menemukan keduanya.

    “Karena si R ini tidak tahu ternyata ibu dan kakaknya sudah berada di dalam toren tersebut.”

    “Makanya kemudian tanggal 3 (Maret 2025) yang bersangkutan melaporkan ke Polsek,” urai Dimitri.

    Singkat cerita, keberadaan korban mulai terkuak saat tercium bau tak sedap di lokasi kejadian.

    Bau tersebut berasal dari toren air yang setelah dicek ternyata ada jasad TSL dan ES.

    Dimitri memastikan ibu dan anak ini adalah korban pembunuhan.

    “Kami temukan bahwa di TKP tersebut terdapat 2 orang yang sudah menjadi korban pembunuhan,” tegasnya.

    MAYAT DALAM TOREN – Rumah yang menjadi lokasi penemuan mayat ibu dan anak dalam toren, diduga korban pembunuhan di kawasan Jalan Angke Barat, Tambora, Jakarta Barat, Sabtu (8/3/2025). (Kompas.com/Intan Afrida Rafni)

    Polres Metro Jakarta Barat kemudian melakukan pendalaman dengan memeriksa saksi secara maraton.

    Ada 3 saksi yang diperiksa awal tidak lama setelah jasad kedua korban ditemukan, pada Kamis (6/3/2025).

    “Kemudian pada hari Jumat kami melaksanakan pemeriksaan terhadap tiga saksi, dan total saksi sampai dengan hari Senin ini sudah delapan orang yang kami periksa,” ungkap Dimitri.

    Sementara dari hasil visum, terdapat luka pukulan benda tumpul di bagian kepala.

    Terkait sosok pelaku, lanjut Dimitri, pihaknya sudah mengantongi identitasnya.

    “Sekarang kami sudah kantongi inisial pelaku dan sedang dilakukan pengejaran oleh tim Jatantras, Resmob, dan unit Reskrim Polsek Tambora, Jakarta Barat,” pungkasnya.

    (Tribunnews.com/Endra)(TribunJakarta/Wahyu Septiana)(Wartakotalive.com/Nuri Yatul Hikmah/Miftahul Munir)

  • BUMN Salurkan Bantuan ke Warga Terdampak Banjir di Kabupaten Bekasi – Halaman all

    BUMN Salurkan Bantuan ke Warga Terdampak Banjir di Kabupaten Bekasi – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – PT Pupuk Indonesia (Persero) menyalurkan bantuan kepada para korban banjir di dua wilayah terdampak di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, pada Sabtu, 8 Maret 2025.

    Sekretaris Perusahaan Pupuk Indonesia Wijaya Laksana mengatakan, bantuan yang diserahkan berupa bahan pangan, makanan ringan, air mineral, alat mandi, hingga kebutuhan untuk anak dan masyarakat lanjut usia.

    “Kami berharap bantuan yang disalurkan Pupuk Indonesia dapat dimanfaatkan dan dapat meringankan beban masyarakat terdampak bencana banjir di Bekasi. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkolaborasi agar bantuan ini sampai kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan,” ujarnya dikutip Senin, 10 Maret 2025.

    Dia menjelaskan, penyaluran bantuan ke warga terdampak ini merupakan wujud tanggung jawab sosial perusahaan untuk meringankan beban dan memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak.

    Sekretaris Perusahaan Pupuk Indonesia Wijaya Laksana dalam keterangan di Jakarta, Senin, mengatakan bahwa perusahaan menyalurkan bantuan berupa kebutuhan primer mulai dari makanan yang bisa dimanfaatkan para korban bencana banjir.

    “Kami bersimpati atas musibah banjir ini, Pupuk Indonesia bagian dari Kementerian BUMN tentu saja ingin meringankan beban para masyarakat terdampak melalui pengiriman bantuan ini,” kata Wijaya.

    Penyaluran bantuan dilaksanakan oleh tim Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) Pupuk Indonesia melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

    Toto, salah satu masyarakat Pondok Gede Permai, Kabupaten Bekasi, menyatakan berterimakasih atas bantuan yang disalurkan. “Semoga bantuan yang dikirimkan dibalas yang maha kuasa dan dilimpahkan rezekinya, amin,” kata Toto.

    BUMN lain yang juga menyalurkan bantuan ke warga korban banjir di Kabupaten Bekasi adalah Pertamina EP untuk 720 kepala keluarga (KK) terdampak banjir.

    Bantuan berupa bahan makanan, makanan siap konsumsi, air mineral, dan selimut disalurkan kepada warga di enam desa terdampak meliputi Kedung Pengawas, Kedungjaya, Buni Bakti, Muara Bakti, Hurip Jaya, dan Samudra Jaya.

    Sebagaimana diketahui, curah hujan ekstrem sejak awal Maret 2025 berdampak besar bagi masyarakat Jabodetabek. Ribuan rumah warga terendam banjir sehingga membuat banyak keluarga mengungsi dan tidak sempat menyelamatkan barang berharganya.

    Bencana banjir di Jabodetabek ini menjadi perhatian khusus Presiden Prabowo Subianto yang telah mengecek langsung kondisi warga terdampak di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.(tribunnews/fin)

    caption:

    BANTUAN KORBAN BANJIR BEKASI – PT Pupuk Indonesia (Persero) menyalurkan bantuan kepada para korban banjir di dua wilayah terdampak di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Sabtu, 8 Maret 2025. Bantuan berupa bahan pangan, makanan ringan, air mineral, alat mandi dan kebutuhan untuk anak dan lansia.

  • BMI Gandeng Disabilitas dan Pemuda Memperkenalkan Seni Cukil Lino – Halaman all

    BMI Gandeng Disabilitas dan Pemuda Memperkenalkan Seni Cukil Lino – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Organisasi sayap PDI Perjuangan (PDIP) yang bergerak menggalang para pemuda, yaitu Banteng Muda Indonesia (BMI) menggelar Workshop atau pelatihan Cukil Lino & Pameran Kreasi untuk para penyandang disabilitas dan para pemuda kreatif di wilayah Jakarta.

    Kegiatan ini merupakan rangkaian menyambut HUT Ke-25 Tahun BMI yang akan diperingati pada tanggal 29 Maret 2025 mendatang.

    Ketua DPP Banteng Muda Indonesia, Andhika P. Wijaya selaku Ketua Panitia Penyelenggara mengatakan, pelatihan Cukil Lino dan Pameran Kreasi ini diselenggarakan atas kolaborasi antara DPP Banteng Muda Indonesia bersama Komunitas SeniNGrafis. 

    Pelatihan Cukil Lino dan Pameran Kreasi ini diikuti lebih dari 100 peserta yang terdiri dari para penyandang disabilitas, Karang Taruna di sejumlah wilayah Jakarta, serta kader muda Banteng Muda Indonesia (BMI).

    “Pelatihan atau Workshop Cukil Lino ini kita selenggarakan untuk memperkenalkan kepada generasi muda tentang seni grafis yang sebenarnya sangat potensial untuk dikembangkan bagi para pemuda kreatif,” kata Andhika P. Wijaya di Jakarta, Senin (10/3/2025).

    Lebih jauh Andhika menjelaskan, Seni Lukis Cukil Lino ini memiliki nilai historis tersendiri. 

    Pasalnya, Seni lukis cukil lino ini, sudah ada dan digunakan oleh para pegiat seni di Indonesia sejak zaman pra-kemerdekaan.

    “Hanya saja yang membedakan adalah medianya. Kalau dulu para pegiat seni kita menggunakan media dari kayu, dan dulu ini digunakan oleh para pegiat seni kita untuk melakukan propaganda kemerdekaan melawan kolonial. Nah, saat ini medianya sudah menggunakan karet cukil. Tapi metodenya kurang lebih sama seperti dulu,” ungkap Andhika.

    Sementara, Ketua DPP BMI Bidang Ekonomi Kreatif dan Ekonomi Digital Cristopher Kevin mengungkapkan Seni grafis dengan media Cukil Lino ini adalah salah satu seni grafis yang dapat meningkatkan pengetahuan bagi generasi muda tentang seni lukis dengan media cukil lino. 

    “Dari pelatihan ini kita berharap anak-anak muda bisa mengarahkan bakatnya kepada hal-hal yang positif, salah satunya melalui seni grafis cukil lino ini,” ujar Kevin.

    “Kegiatan pelatihan ini juga sejalan dengan tema HUT BMI tahun ini “Berjuang Menyongsong Masa Depan,” tambahnya.

    Lebih lanjut, Divisi Publikasi Komunitas SeniNGrafisnPuji Bagio mengungkapkan para peserta pelatihan dalam kesempatan ini mendapatkan beberapa materi berupa pengetahuan dan teknik dasar seni lukisan cukil. 

    “Materinya lebih ke teknik dasar dan pengertian dasar, kayak pengertian cukil itu apa, proses mencukil itu bagaimana. Lebih kayak dasarnya gitu,” kata Puji Bagio.

    Lebih jauh dia menjabarkan, seni grafis cukil lino saat ini adalah salah satu seni lukis tingkat tinggi yang memerlukan kecermatan dan ketelitian dalam pengerjaannya.

    Dengan begitu, dia berharap pelatihan Seni Cukil Lino yang digelar oleh DPP BMI bersama Komunitas SeniNGrafis ini dapat menambah minat bagi para pemuda kreatif dalam bidang seni di masa mendatang.

    “Kita bersyukur dan berterima kasih kepada kawan-kawan BMI yang telah melibatkan kita untuk memperkenalkan seni lukis cukil lino ini kepada para generasi muda. Kita berharap dari pelatihan ini dapat memunculkan para pegiat seni muda dan dapat meningkatkan kesejahteraan bagi para pekerja seni itu sendiri,” ucap Puji Bagio.

    Untuk diketahui, rangkaian HUT Ke-25 Tahun Banteng Muda Indonesia (BMI) ini digelar secara serentak yang melibatkan jajaran pengurus DPD dan DPC BMI seluruh Indonesia. 

    Kader muda BMI pun secara gotong royong membagikan 25.000 takjil selama ramadhan di seluruh Indonesia. 

  • Peduli Terhadap Sesama, IKA UII Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Jakarta – Halaman all

    Peduli Terhadap Sesama, IKA UII Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Jakarta – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menerima bantuan sembako untuk korban banjir di Jakarta dari Ikatan Alumni Universitas Islam Indonesia (IKA UII) di Halaman Balai Kota DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Senin (10/3/2025). 

    Dalam kegiatan ini Ikatan Alumni Universitas Islam Indonesia (IKA UII) menyerahkan 3.600 paket bantuan sembako sebagai bentuk simpatik atas terjadinya musibah banjir di wilayah DKI Jakarta.

    IKA UII menyerahkan dua truk bantuan secara simbolis berupa barang sembako untuk warga korban banjir di wilayah Jakarta Timur dan Jakarta Selatan.

    Gubernur Pramono Anung menyampaikan apresiasinya atas inisiatif IKA UII yang turut serta dalam meringankan beban masyarakat Jakarta.

    “Saya mengucapkan terima kasih kepada IKA UII atas kepeduliannya terhadap warga yang terdampak banjir. Bantuan ini sangat berarti bagi mereka yang sedang menghadapi kesulitan,” ujar Pramono.

    Senada dengan itu, Ketua Umum DPP IKA UII, Ari Yusuf Amir, menyatakan bahwa bantuan ini merupakan wujud kepedulian alumni UII terhadap bangsa, khususnya masyarakat Jakarta yang terkena dampak musibah banjir.

    “Kami menyiapkan total 3.633 paket sembako, dan sebagian besar telah kami distribusikan ke berbagai wilayah. Hari ini adalah simbolisasi penyerahan bantuan, di mana sebelumnya 2.500 paket sudah disalurkan langsung kepada warga yang membutuhkan,” kata Ari Yusuf Amir.

    Disampaikan pula, apresiasi atas dedikasi Ketua DPW IKA UII Jakarta beserta seluruh tim yang telah bekerja tanpa kenal lelah untuk menyiapkan bantuan ini. 

    “Saya mengapresiasi kerja keras DPW IKA UII Jakarta yang telah siang dan malam mengoordinasikan bantuan, sehingga penyaluran bisa berjalan dengan baik dan tepat sasaran,” katanya lagi.

    Secara teknis pelaksanaan, program ini diawali dengan penggalangan donasi di kalangan  alumni UII juga dukungan dari sejumlah sponsor.

    Selanjutnya DPW IKA UII Jakarta mengonversi perolehan nominal dengan paket sembako.

    Ketua DPW IKA UII Jakarta, Anto Prabowo, menyebutkan program IKA UII Peduli 2025 ini sedikit berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. 

    “Alhamdulillah, program Ramadan tahun ini menarik minat alumni UII untuk berkontribusi. Dan ada peningkatan (jumlah paket sembako) yang cukup signifikan. Termasuk  dukungan dari Bank Syariah Indonesia (BSI),” katanya. 

    Tak hanya menumbuhkan rasa solidaritas berbagi kepada sesama, melalui program ini alumni UII juga menjalin rasa persaudaraan karena pengerjaan paket sembako.

    “Ini menarik, ini melibatkan alumni UII untuk menyiapkan dan memasukkan sembako ke dalam boks. Ini ada rasa guyub ada passion untuk saling membantu datang ke rumah sekretariat IKA UII di Kebayoran ini,” tutur Ketua DPW IKA UII DKI.

     

  • Penemuan Mayat Ibu dan Anak dalam Toren Air di Jakbar, Polisi: Tersangka Pembunuh dalam Pengejaran – Halaman all

    Penemuan Mayat Ibu dan Anak dalam Toren Air di Jakbar, Polisi: Tersangka Pembunuh dalam Pengejaran – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Penemuan mayat seorang ibu dan anak di dalam toren air di rumahnya di kawasan Tambora, Jakarta Barat, mengejutkan warga setempat.

    Polisi pun mengungkap fakta baru terkait kasus tersebut.

    Wakasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat, AKP Dimitri Mahendra, mengatakan bahwa berdasarkan informasi dari Ronny (32), anak korban TSL (59), ia terakhir kali berkomunikasi dengan ibu dan kakaknya, ES (35), pada Sabtu (1/3/2025).

    Namun, sejak sore hari, ibu dan kakaknya sudah tidak bisa dihubungi. Ronny pun melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Tambora pada Senin (3/3/2025).

    “Jadi sejak tanggal 1, Ronny berkomunikasi dengan ibunya. Kemudian pada sore hari, ibunya tidak bisa dihubungi,” kata Dimitri di Polres Metro Jakarta Barat, Senin (10/3/2025).

    Ronny kemudian mendatangi rumah dan tidak menemukan ibu serta kakaknya.

    “Makanya, pada tanggal 3, ia melaporkan ke Polsek,” ujar Dimitri.

    Sehari kemudian, pada Kamis (6/3/2025), Ronny kembali menghubungi polisi karena mencium bau busuk dari rumahnya.

    “Kami bersama Polsek melakukan pengecekan lagi dan menemukan korban sudah dalam keadaan meninggal di bawah tempat penyimpanan air,” kata Dimitri.

    Saat ini, polisi sudah mulai menemukan titik terang terkait terduga pelaku yang diduga menghilangkan nyawa ibu dan anak tersebut.

    “Kami sudah memantau inisial pelaku dan sedang melakukan pengejaran oleh tim Jatantras, Resmob, dan unit reskrim Polsek Tambora, Jakarta Barat,” kata Dimitri.

    8 Saksi Diperiksa

    Dimitri menjelaskan bahwa hingga saat ini, delapan saksi telah dimintai keterangan.

    “Dari awal TKP pada hari Kamis, kami memeriksa tiga saksi. Kemudian pada hari Jumat, kami memeriksa tiga saksi lagi. Total saksi yang diperiksa hingga hari Senin ini sudah delapan orang,” ujarnya.

    Diberitakan sebelumnya, ibu rumah tangga berinisial TSL (59) dan anaknya ES (35) ditemukan tewas di dalam toren air di rumahnya di kawasan Tambora, Jakarta Barat, pada Kamis (6/3/2025).

    Awalnya, korban pamit kepada tetangga bahwa mereka akan pulang ke kampung halaman. Namun, belakangan keduanya ditemukan tewas di dalam toren.

    “Awalnya, pada hari pertama puasa, yaitu hari Sabtu sekitar jam 10 pagi, korban pergi. Menurut informasi, mereka bilang mau pulang ke Jawa,” kata Ketua RT 05 RW 02, Angke, Tambora, Jakarta Barat, Sripriyanty, saat ditemui wartawan di lokasi kejadian, Minggu (9/3/2025).

    Namun, Arfan, salah seorang tetangga, tidak menjelaskan lebih detail mengenai kronologi awal penemuan mayat tersebut. Ia menyebut bahwa kedua jasad korban telah dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramatjati untuk dilakukan autopsi.

    “Jenazah dibawa ke RS Kramatjati. Hasil visum akan segera keluar,” kata Arfan.

    Penyelidikan Masih Berlangsung

    Sejauh ini, polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap kasus ini.

    Mereka mengumpulkan bukti dan menggali informasi lebih dalam untuk menemukan pelaku di balik kejadian ini.

    Aroma menyengat yang keluar dari rumah tempat kedua jasad itu ditemukan sudah tercium sejak Kamis malam.

    Ketua RT 05 RW 002, Sripriyanty, yang diminta melalui telepon oleh anak korban untuk datang, langsung terkejut begitu tiba di lokasi kejadian.

    “Saya kaget karena banyak polisi. Warga juga tidak diperbolehkan mendekati rumah karena polisi sedang olah TKP. Mereka berada di sana cukup lama,” ujarnya.

    Tetangga lainnya juga menyatakan bahwa bau tak sedap baru terasa setelah jenazah dikeluarkan dari rumah.

    “Sebelumnya, baunya tidak tercium. Baru setelah jenazah dikeluarkan, bau itu mulai menyebar,” katanya.

    Diduga Korban Pembunuhan

    Satreskrim Polres Jakarta Barat tengah melakukan penyelidikan terkait temuan kedua mayat tersebut.

    Sejumlah saksi telah dimintai keterangan, termasuk anak kedua korban yang melaporkan hilangnya korban ke polisi.

    Diduga, ibu dan anak tersebut menjadi korban pembunuhan karena ditemukan sejumlah luka di tubuh mereka.

    “Dari hasil visum di RS Polri, terlihat adanya luka di bagian kepala kedua korban,” kata Kasat Reskrim Polres Jakarta Barat, AKBP Arfan Zulkan Sipayung.

    Penyelidikan masih terus dilakukan untuk mengungkap motif dan pelaku di balik kejadian ini. (TribunJakarta.com/Elga Hikari Putra)

     

  • Pedagang di Jaksel Mengaku Dirugikan dan Khawatir Omzet Turun Imbas Temuan Takaran Minyakita Disunat – Halaman all

    Pedagang di Jaksel Mengaku Dirugikan dan Khawatir Omzet Turun Imbas Temuan Takaran Minyakita Disunat – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM – Terjadi penemuan praktik pengurangan takaran Minyakita kemasan 1 liter menjadi 750 sampai 800 mililiter (mL).

    Hal ini pun dikeluhkan sejumlah pedagang di kawasan Cipete, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan (Jaksel).

    Salah satu pedagang bernama Dina mengaku tak pernah mengetahui takaran asli dari Minyakita yang dijual.

    Pasalnya, jelas Dina, dirinya hanya menerima produk tersebut dari pihak produsen.

    “Kalau 1 liter ya saya percaya saja, nggak pernah coba buat tes,” kata Dina saat diwawancarai di lokasi, Senin (10/3/2025), dikutip dari Tribun Jakarta.

    Ia menyebut, beredarnya Minyakita yang tak sesuai takaran sudah merugikan pedagang dan pembeli.

    “Pasti merugikan, banyak yang komplain kan pembelinya,” ujarnya.

    Hal senada disampaikan pedagang lain yang bernama Saung.

    Ia mengaku khawatir temuan itu berdampak terhadap omzet penjualannya.

    “Khawatir pasti, merugikan, bisa-bisa nggak laku nanti,” ungkap Saung.

    Sebelumnya, penemuan takaran Minyakita diungkapkan oleh Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman.

    Pelanggaran itu ditemukan Amran saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ketersediaan sembilan bahan pokok di Pasar Jaya Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Sabtu (8/3/2025).

    “Ini merupakan pelanggaran serius, Minyakita kemasan yang seharusnya berisi 1 liter ternyata hanya memiliki volume 750 hingga 800 mililiter,” ujar Amran dalam keterangan resminya, Sabtu.

    Untuk diketahui, Minyakita diproduksi oleh tiga badan usaha yakni PT AEGA, koperasi KTN, dan PT TI.

    Amran mengatakan praktik curang penyunatan isi takaran tidak bisa ditoleransi.

    Dengan pelanggaran ini, Amran bahkan meminta perusahaan diproses hukum dan ditutup.

    “Kami turun langsung ke pasar untuk memastikan pasokan dan kualitas pangan, salah satunya minyak goreng bagi masyarakat, tetapi justru menemukan pelanggaran,” imbuhnya.

    Kekecewaan Amran bertambah setelah melihat kecurangan lain.

    Ia menemukan harga jual Minyakita lebih mahal dari Harga Eceran Tertinggi (HET).

    Minyak ini dijual sampai Rp 18.000 per liter, padahal di kemasan tertulis HET Rp 15.700 per liter.

    “Kita tidak boleh membiarkan praktik semacam ini terus terjadi. Pemerintah berkomitmen untuk melindungi kepentingan masyarakat,” ucap Amran.

    Pihaknya telah berkoordinasi dengan Satgas Pangan dan Bareskrim Polri untuk menindak dan memberi hukuman apabila terbukti ada pelanggaran.

    “Saya sudah berkoordinasi dengan Kabareskrim dan Satgas Pangan. Jika terbukti ada pelanggaran, perusahaan ini harus ditutup dan izinnya dicabut,” tuturnya.

    Pemerintah Didesak Hitung Kerugian Negara

    Anggota Komisi VI DPR Sadarestuwati meminta pemerintah segera menghitung kerugian negara akibat praktik pengurangan takaran Minyakita.

    Sadarestuwati menegaskan, langkah tersebut mendesak, mengingat Minyakita merupakan program subsidi yang menggunakan anggaran negara dari pajak rakyat.

    “Mari kita awasi bersama dan isu ini tidak boleh gampang luntur karena menyangkut hak rakyat, hak konsumen atas pembelian produk,” kata Sadarestuwati saat dihubungi pada Senin.

    Wakil Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP) ini mengaku sangat prihatin dengan kasus tersebut.

    “Kami bertanya kepada Kementan, Kemendag, dan Polri yang terlibat langsung dalam proses itu, ada berapa botol Minyakita yang dicurangi? Berapa jumlah literan yang membuat rakyat dibohongi lagi dan lagi? Jelaskan itu dulu. Ini seperti sunatan massal minyak goreng. Prihatin sekali rasanya,” ujar Sadarestuwati.

    Menurutnya, masyarakat berhak mendapatkan transparansi dalam produksi dan distribusi Minyakita. 

    Pasalnya, praktik curang ini berpotensi menjadi beban baru bagi masyarakat, terutama karena minyak goreng bersubsidi seharusnya dirancang untuk membantu rakyat kecil.

    “Bahaya sekali ini takaran minyak subsidi buat rakyat kecil dicurangi. Presiden Prabowo perlu memberi arahan khusus kepada para pembantunya.”

    “Ini berujung petaka buat rakyat. Sudah pakai duit subsidi, takarannya dicurangi, harga ecerannya naik tinggi. Betul-betul celaka tiga belas ini bagi rakyat,” tegas Sadarestuwati.

    Sadarestuwati mendesak agar pemerintah segera mengambil langkah tegas dengan melibatkan Inspektorat Kementerian, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), dan Polri untuk menghitung potensi kerugian negara. 

    Menurutnya, kasus ini tidak boleh ditoleransi, apalagi jika ada indikasi kongkalikong dalam pengawasan.

    “Jangan main-main. Apalagi main mata dan main saweran. Itu duit subsidi, asalnya dari duit pajak, itu duit rakyat,” ucapnya.

    Sadarestuwati juga menyoroti sejumlah isu lain yang membebani masyarakat, mulai dari dugaan praktik pencampuran (blending) dan oplosan BBM, lambannya respons Bulog dalam menyerap gabah petani, hingga kenaikan harga pangan.

    “Sungguh ironis negara kita ini, membuat kebijakan yang seolah-olah berpihak kepada rakyat, tapi ujungnya justru membuat rakyat semakin susah dan menderita. Maka kasus-kasus di atas harus segera ditangani dan dituntaskan secara serius tanpa pandang bulu,” ungkapnya.

    Sebagian artikel ini telah tayang di TribunJakarta.com dengan judul Takaran Minyakita Disunat, Pedagang di Jaksel Ngaku Dirugikan hingga Takut Omzet Turun.

    (Tribunnews.com/Deni/Gilang/Fersianus)(TribunJakarta.com/Annas Furqon)

  • Dedi Mulyadi Kaget Sungai Cikeas di Bekasi Bersertifikat: Sudah Ganti Jadi Rumah – Halaman all

    Dedi Mulyadi Kaget Sungai Cikeas di Bekasi Bersertifikat: Sudah Ganti Jadi Rumah – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, BEKASI – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi kaget saat mengetahui ada daerah aliran sungai di Kabupaten Bekasi yang menjadi hak milik perorangan.

    Karena dimiliki perorangan membuat proyek normalisasi sungai di Bekasi menjadi terhambat.

    Selain itu, sungai tersebut sudah tidak bisa dilakukan pelebaran karena berstatus milik perorangan dan sudah ada sertifikatnya.

    Penemuan mengejutkan itu diketahui Dedi Mulyadi saat meninjau Kali Bekasi.

    Pria yang akrab disapa KDM itu mengatakan normalisasi sungai tadinya akan berjalan ke Sungai Cikeas, yang jadi pertemuan antara Sungai Bekasi dan Sungai Cileungsi.

    “Tapi alat itu tidak bisa berjalan ke sana karena bibir Sungai Cikeas-nya, daerah aliran sungainya sudah bersertifikat dan sudah ganti jadi rumah,” kata Dedi Mulyadi dikutip dari akun TikToknya @dedimulyadiofficial, Senin (10/3/2025).

    Hal itu kata Dedi Mulyadi, membuat proyek pelebaran sungai tidak bisa dilakukan, karena daerah aliran sungainya sudah berubah menjadi permukiman.

    Namun ia menegaskan bahwa pelebaran sungai harus tetap dilakukan.

    “Kalau saya nggak ada urusan, tahun ini harus tuntas, harus ada pelebaran. Pemukimannya harus direlokasi,” tandasnya.

    Sebab tanah itu asalnya milik sungai yang kemudian berubah menjadi perorangan bahkan sudah dibuat sertifikatnya.

    KDM pun akan melakukan pertemuan dengan Menteri ATR/BPN, Nusron Wahid dan membahas soal tata ruang.

    “Kita jelasin bahwa tanah-tanah di seluruh bantaran sungai Kali Bekasi, Walungan Cikeas, Walungan Cileungsi, semuanya sudah berubah jadi perumahan,” ungkapnya.

    Karena tanahnya itu menjadi hak milik, kata KDM, sudah tidak mungkin dilakukan pelebaran sungai.

    “Harus dibebasin, tapi menurut saya, kalau riwayat tanahnya salah, Menteri ATR/BPN berhak mencabut,” katanya.

    Dedi Mulyadi juga menyamakan kasus ini dengan kasus Pagar Laut di Tangerang.

    “Kan sama kemarin laut juga disertifikatkan, sekarang sungai disertifikatkan,” kata dia lagi.

    Pada video terbarunya, kata Dedi Mulyadi, sebenarnya di Bekasi sudah ada proyek normalisasi sungai, berupa pengerukan dan pelebaran di Kali Bekasi, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi.

    “Daerah Babelan yang ditinjau oleh Presiden Prabowo kemarin itu ada proyek normalisasi sungai, yaitu pengerukan dan pelebaran dan penambahan tanggul,” kata dia.

    Bahkan proyek normalisasi itu ternyata sudah berjalan 50 persen.

    Namun yang jadi permasalahan, 50 persennya lagi tidak bisa dilakukan normalisasi karena semua tanahnya sudah bersertifikat.

    “Daerah aliran sungai yang akan dinormalisasi sudah ada setifikat hak milik, jadi bukan hanya laut yang disertifikatkan, sungai ge disertifikatkan, isukan langit sia disertifikatkeun,” kata KDM geram.

    Dedi Mulyadi pun akan segera meninjau daerah aliran sungai yang sudah bersertifikat itu.

    “Jadi nanti kita turun ke sana pak, milih banjir, milih ridhokeun sungai na. Gitu aja,” pungkasnya.

     

  • Mayat Tanpa Identitas Ditemukan dalam Selokan di Koja Jakut, Tidak Ditemukan Tanda-tanda Kekerasan – Halaman all

    Mayat Tanpa Identitas Ditemukan dalam Selokan di Koja Jakut, Tidak Ditemukan Tanda-tanda Kekerasan – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Warga Rawa Badak Utara, Jakarta Utara, dikejutkan dengan penemuan mayat tanpa identitas di saluran air pada Senin (10/3/2025) pagi. 

    Mayat tersebut ditemukan di Jalan Sindang Terusan, Kelurahan Rawa Badak Utara, Koja, Jakarta Utara, sekitar pukul 06.30 WIB.

    Menurut laporan, penemuan mayat ini pertama kali diketahui oleh warga setempat yang kemudian melaporkannya kepada petugas PPSU (Pasukan Pemeliharaan Sarana dan Utilitas).

    Selanjutnya, laporan tersebut disampaikan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta Utara, yang segera menuju lokasi untuk melakukan evakuasi.

    Komandan Pleton BPBD Jakarta Utara, Muhammad Zidan Firdhaus, menjelaskan mayat pria tersebut ditemukan dalam posisi telentang di dalam selokan dengan kedalaman sekitar 1 meter. 

    “Tadi penemuan jenazah di Jalan Sindang Terusan, di selokan ya, ada warga yang melihat lalu melapor ke tim piket PPSU, lalu disampaikan ke BPBD. Kurang lebih sekitar jam setengah 7 tadi kita melakukan proses evakuasi,” kata Zidan.

    Sebanyak enam personel BPBD Jakarta Utara dikerahkan untuk mengangkat jenazah dari dalam selokan.

    Evakuasi berjalan lancar tanpa kendala, dengan menggunakan alat pelindung diri (APD) yang memadai.

    Jenazah tersebut diduga berjenis kelamin laki-laki dengan rentang usia sekitar 30-40 tahun.

    Saat ditemukan, jenazah masih mengenakan pakaian lengkap, namun tidak ditemukan identitas apapun yang melekat di tubuhnya.

    Selain itu, petugas tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada pemeriksaan awal terhadap kondisi jenazah.

    “Tidak ditemukan barang-barang pribadi. Sependek penglihatan kita tidak ada luka, namun sudah dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk diautopsi,” katanya.

    BPBD Jakarta Utara telah berkoordinasi dengan aparat kepolisian setempat untuk mengevakuasi dan membawa jenazah tersebut ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati guna dilakukan autopsi lebih lanjut.

    Kasus ini kini ditangani oleh Polsek Koja, Jakarta Utara, untuk penyelidikan lebih lanjut guna mengungkap identitas korban dan penyebab kematiannya.

  • Peneliti Kajima Technical Research Institute:  Perubahan Tata Guna Lahan Perparah Banjir di Bekasi – Halaman all

    Peneliti Kajima Technical Research Institute:  Perubahan Tata Guna Lahan Perparah Banjir di Bekasi – Halaman all

    TRIBUNEWS.COM, JAKARTA – Banjir besar yang melanda Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, sejak 3 Maret 2025 telah menggenangi 24 desa di 13 kecamatan.

    Tingginya curah hujan ekstrem serta perubahan tata guna lahan disebut sebagai faktor utama yang memperparah kondisi banjir di wilayah tersebut.

    Peneliti Water Network Initiative & Researcher di Kajima Technical Research Institute Jepang, Maulana Ibrahim Rau mengatakan, banjir ini menunjukkan dampak nyata dari perubahan tata guna lahan dan fenomena iklim ekstrem. 

    “Konversi lahan menjadi permukiman dan kawasan industri mengurangi kapasitas tanah dalam menyerap air, menyebabkan aliran air yang lebih besar dan tak tertampung oleh sistem drainase maupun sungai,” kata Maulana Ibrahim dalam keterangan tertulis, Senin (10/3/2025).

    Bahkan, beberapa titik bahkan mengalami banjir setinggi dua meter, terutama di sepanjang DAS Kali Bekasi yang kini menjadi perhatian utama.

    Kata Maulana, mengutip data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), curah hujan yang mencapai 232 mm di Katulampa tergolong ekstrem, melebihi batas 150 mm.

    “Kajian kami tahun 2021 menyebutkan bahwa curah hujan lebih dari 230 mm per hari dalam DAS Kali Bekasi memiliki periode ulang 100 tahun,” katanya. 

    Artinya, kata dia meskipun probabilitasnya hanya 1 persen dalam satu tahun, kejadian serupa tetap dapat terjadi kapan saja, terutama dengan meningkatnya frekuensi cuaca ekstrem akibat perubahan iklim.

    “Perubahan iklim memengaruhi pola hujan dan meningkatkan kemungkinan terjadinya cuaca ekstrem. Oleh karena itu, solusi jangka panjang sangat diperlukan untuk mengurangi dampak banjir,” kata Maulana.

    Solusi Mitigasi Banjir

    Maulana menekankan pentingnya menjaga area resapan air, memastikan kebersihan drainase, serta memanfaatkan floodplain sebagai wilayah tampungan air alami.

    Ia juga mengusulkan pengembangan sistem mitigasi banjir yang lebih terintegrasi, seperti Kebijakan Satu Peta Banjir.

    “Inisiatif ini bertujuan menyediakan informasi yang akurat dan mudah diakses oleh masyarakat terkait daerah rawan banjir dan strategi mitigasi yang dapat diterapkan,” katanya.

    Kebijakan ini dapat dikembangkan dari program Satu Peta Nasional yang telah dijalankan oleh Badan Informasi Geospasial (BIG), dengan menambahkan detail lebih spesifik terkait pola aliran air dan potensi banjir di berbagai wilayah.

    “Dengan adanya peta ini, masyarakat dapat lebih siap menghadapi potensi banjir dan mengambil langkah mitigasi yang tepat,” kata Maulana.

    Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), serta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah berupaya mengatasi bencana ini.

    Namun, mitigasi bencana hanya bisa efektif dengan partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga lingkungan dan mendukung kebijakan pencegahan banjir.

    Saat ini, langkah penanganan darurat terus dilakukan di Kabupaten Bekasi untuk membantu warga yang terdampak.

    “Namun, agar kejadian serupa tidak terus berulang, solusi jangka panjang dan kolaborasi antara pemerintah, akademisi, serta masyarakat menjadi kunci utama dalam menghadapi ancaman banjir akibat perubahan iklim di masa depan,” katanya.

  • Pengakuan Korban Banjir Bekasi Terharu Dikunjungi Prabowo: Bahagia, Presiden Mau Berkunjung ke Rumah – Halaman all

    Pengakuan Korban Banjir Bekasi Terharu Dikunjungi Prabowo: Bahagia, Presiden Mau Berkunjung ke Rumah – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM – Presiden Prabowo Subianto mengunjungi masyarakat yang terdampak banjir di Babelan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (8/3/2025).

    Ketika itu, Prabowo Subianto menghampiri rumah-rumah warga yang terendam banjir.

    Prabowo langsung meninjau kondisi warga yang masih bertahan di rumah mereka.

    Presiden juga menyempatkan berbincang dengan warga yang terdampak banjir.

    Ia menanyakan kondisi mereka serta kebutuhan mendesak yang diperlukan.

    Seorang warga Babelan, Nurhayati, mengaku terharu rumahnya dikunjungi Presiden Prabowo di tengah banjir.

    Warga itu mengaku sudah dua pekan rumahnya terendam banjir.

    “Bahagia ibu, sangat terharu Bapak Presiden mau berkunjung ke rumah ibu. Harapan Ibu mau yang terbaik aja dari Bapak Presiden,” ucapnya, Sabtu, seperti diberitakan Wartakotalive.com.

    Berbeda dengan beberapa warga yang memilih tidak mengungsi, Nurhayati memutuskan mengungsi.

    “Waktu banjir pertama itu sedengkul, terus yang terakhir yang besar itu sepinggang,” jelasnya.

    Kata Kepala Desa Setempat

    Hal senada disampaikan Kepala Desa Buni Bakti, Sidi Sumardi, yang turut mendampingi Prabowo saat meninjau banjir di Bekasi.

    Sidi Sumardi mengungkapkan, banyak warga yang menangis haru ketika Prabowo mendatangi lokasi banjir di Babelan, Sabtu.

    “Banyak, banyak sekali, rata-rata menangis. Rata-rata ibu-ibu, anak-anak juga (menangis)” ungkapnya, Minggu (9/3/2025), dikutip dari Kompas.com.

    Sidi menyebut tangisan warga pecah lantaran terharu dikunjungi Prabowo.

    Selain itu, warga juga gembira menyambut kedatangan Presiden.

    “Ya (kami) terharu karena Pak Prabowo turun ke lapangan,” ucapnya.

    Ia menuturkan, saat Prabowo datang ke lokasi banjir, ketinggian air masih mencapai 50 sentimeter.

    Kepada warga, Prabowo mengatakan bakal memperbaiki tata ruang yang membuat daerah mereka terendam banjir.

    “Pak Prabowo bertanya, ‘berapa hari nih Pak seperti ini?’. Bisa satu minggu, bisa 10 harian. Kaget dia (Prabowo)” ujar Sidi.

    “Langsung dijawab, ya nanti kita perbaiki tata ruangnya,” lanjutnya menirukan ucapan Prabowo.

    Sempat Berbuka Puasa Bareng Warga

    Saat mengunjungi warga terdampak banjir, Prabowo tiba di lokasi pukul 17.57 WIB menjelang jam buka puasa.

    Di lokasi, Prabowo sempat berbuka puasa di rumah seorang warga dengan meminum air putih sembari berbincang dengan masyarakat.

    KUNJUNGI KORBAN BANJIR – Momen Presiden Prabowo Subianto mengunjungi warga terdampak banjir di Kampung Tambun Inpres, Desa Buni Bakti, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (8/3/2025). Prabowo dengan sepatu boots basah-basahan menyusuri jalan permukiman warga dan sempat buka puasa bersama warga di genangan air.  (Youtube Setpres)

    Prabowo datang mengenakan baju safari cokelat dengan celana biru dongker.

    Banjir di lokasi tersebut terlihat menggenang hingga di atas mata kaki.

    Prabowo menyusuri area yang terendam banjir itu dan mendatangi rumah-rumah warga, di antaranya adalah warga yang memilih untuk tidak mengungsi.

    “80 tingginya 80 (sentimeter) kemarin,” kata seorang warga laki-laki kepada Prabowo.

    “Sampai di situ? (ke dalam rumah)” tanya Prabowo.

    “Iya, tidur pada di atas. Habis mau ngungsi ke mana, yaudah (kami) di sini saja,” jawab warga tersebut.

    “Masuk semua? (airnya)” ucap Prabowo.

    “Masuk. Di dalam saya ganjal-ganjal, ini baru dibuka,” jelas warga.

    Diketahui, Prabowo juga menyerahkan bantuan makanan bagi warga untuk berbuka puasa. 

    Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat yang terdampak banjir, terutama di tengah bulan Ramadan.

    Di sela berbincang dengan para warga, Prabowo sempat menelepon sejumlah pejabat terkait agar segera merenovasi fasilitas yang belum operasional dan memperbaiki SD Negeri 04 Babelan yang juga terdampak banjir.

    Prabowo meninggalkan lokasi pukul 18.28 WIB.

    Pada kesempatan itu, Prabowo didampingi oleh Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

    Sebagian artikel ini telah tayang di WartaKotalive.com dengan judul Warga Bekasi Terharu Dikunjungi Presiden RI Prabowo Subianto di Tengah Banjir

    (Tribunnews.com/Nuryanti/Igman Ibrahim) (Wartakotalive.com/Alfian Firmansyah) (Kompas.com/I Putu Gede Rama Paramahamsa)

    Berita lain terkait Banjir di Jabodetabek