Category: Tribunnews.com Metropolitan

  • Pengakuan Warga di Bogor Getok Pemuda Pakai Air Softgun, Emosi Dibangunkan Sahur karena Anak Sakit – Halaman all

    Pengakuan Warga di Bogor Getok Pemuda Pakai Air Softgun, Emosi Dibangunkan Sahur karena Anak Sakit – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM – Terjadi penganiayaan terhadap seorang pemuda berinisial E (17) di wilayah Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

    Penganiayaan itu dilakukan oleh pelaku berinisial H yang merasa tak nyaman saat dibangunkan sahur oleh sekelompok pemuda yang berkeliling, Minggu (16/3/2025) dini hari.

    Pasalnya, berdasarkan pengakuan pelaku kepada pihak kepolisian, saat itu anaknya sedang dalam keadaan sakit.

    “Jadi kalau versi pelaku dia dibangunin sahur tuh anaknya sakit dia lagi kesel jadinya emosi,” ujar Kapolsek Citeureup, AKP Ari Nugroho, Minggu, saat dihubungi Tribunnews Bogor, Minggu.

    Pelaku yang berada dalam kondisi emosi lantas melakukan kekerasan terhadap korban menggunakan senjata air softgun.

    Bahkan, sebelum melakukan penganiayaan, pelaku juga sempat melepaskan tembakan ke udara.

    Akibat penganiayaan itu, korban mengalami luka pada bagian kepala sampai harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.

    “Kemudian dari emosi itu ditegur, akihirnya dikeplak pakai air softgun, bukan ditembak,” terang Ari.

    Diberitakan sebelumnya, beredar video seorang pemuda bercucuran darah di wilayah Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor.

    Pria itu terlihat berlumuran darah pada tangan hingga lehernya dan mengalami luka pada bagian kepala.

    Kemudian, pemuda tersebut dibawa oleh dua warga menggunakan sepeda motor untuk dibawa ke rumah sakit.

    Terdapat pula seorang wanita yang merupakan ibu-ibu berteriak histeris melihat kejadian tersebut.

    AKP Ari Nugroho pun membenarkan peristiwa tersebut berada di wilayah hukumnya.

    Ia menyebut, pemicu kejadian itu ialah ketika sekelompok pemuda sedang membangunkan sahur dan pelaku merasa terganggu.

    “Kronologi untuk sementara masih didalami. Info awalnya ketersinggungan, mungkin karena berisik atau gimana,” ujarnya, Minggu.

    Dari perselisihan itu, sambung Ari, pelaku melakukan kekerasan terhadap korban.

    Pelaku melakukan penganiayaan terhadap korban menggunakan gagang benda mirip senjata api hingga berlumuran darah.

    “Bukan karena ditembak, berdasarkan pemeriksaan awal itu lukanya karena digetok air softgun,” ungkapnya.

    Lebih lanjut, Ari mengataka, saat ini pelaku telah diamankan di Polsek Citeureup guna menjalani pemeriksaan, sedangkan korban masih menjalani perawatan di rumah sakit.

    “Untuk lukanya sementara di bagian kepala,” terangnya.

    Sebagian artikel ini telah tayang di TribunnewsBogor.com dengan judul Awal Mula Pemuda Citeureup Digetok Air Softgun Saat Bangunkan Sahur, Pelaku Emosi Anaknya Sakit.

    (Tribunnews.com/Deni)(TribunnewsBogor.com/Muamarrudin Irfani)

  • Respons Gubernur Dedi Mulyadi Temui Gubuk Reyot Dihuni 15 Orang: Bekasi Kayak Gini Bro, Ampun! – Halaman all

    Respons Gubernur Dedi Mulyadi Temui Gubuk Reyot Dihuni 15 Orang: Bekasi Kayak Gini Bro, Ampun! – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi tak habis pikir saat menemukan sebuah gubuk reyot di Bekasi yang dihuni 15 orang.

    Gubuk reyot tak layak huni itu dihuni oleh sebuah keluarga kakak beradik beberapa orang.

    Bahkan ada saudara laki-laki di keluarga ini rela tidak menikah.

    Karena beberapa anggota keluarga perempuan ada yang sudah punya anak.

    Sehingga saudara yang laki-laki yang sudah dewasa itu fokus bekerja mengurus adik-adik perempuannya dan juga keponakannya.

    Hal ini diungkap dalam tayangan video KDM Channel yang diunggah pada Minggu (16/3/2025).

    Ketika mendapati fakta itu, Dedi Mulyadi terkejut mendengarnya.

    “Bu, berapa orang di rumah ini ?,” tanya Dedi Mulyadi.

    “Di sini, ada 15-an dah,” ucap seorang wanita yang menyambut kedatangan Dedi.

    “15 orang ??,” timpal Dedi terkejut mendengarnya.

    Penghuni rumah mengatakan bahwa rumahnya itu memang berdiri di tanah milik negara.

    Dulunya kakak beradik cukup banyak ini tinggal bersama orang tua mereka di Jakarta Utara.

    Berdasarkan informasi dari orang tuanya, rumahnya di Jakarta Utara itu ditertibkan karena pembangunan rumah susun.

    Sehingga mereka pindah dan sudah lama tinggal di Bekasi di rumah gubuk tersebut.

    Di rumah tersebut, Dedi bahkan menemukan anak kecil yang putus sekolah

    “Gak ada biayanya pak,” alasan wanita penghuni rumah tersebut saat ditanyai Dedi.

    “Emang sih gak bayar (sekolah gratis), tapi uang ini itunya bayar juga,” sambung dia.

    Ketika masuk ke dalam rumah gubuk itu, Dedi menemui dua laki-laki dewasa yang keduanya belum menikah, ada pula anak yatim, janda dan beberapa remaja yang belum bekerja.

    Anggota keluarga laki-laki ada yang kerja berdagang di pasar, ada pula yang bekerja serabutan.

    Pria yang belum menikah bahkan yang paling tua sudah berusia di atas paruh baya.

    “Udah punya istri ?,” tanya Dedi.

    “Belum, udah dua kali kesalip sama adek,” ucap kakak tertua di keluarga dalam rumah gubuk tersebut.

    “Pada gak kerja pak (adik-adik dan keponakannya), gak ada yang ngasih makan,” sambung pria tersebut.

    Setelah melihat kondisi dalam rumah yang mengkhawatirkan dan hanya beralas tanah, Dedi pun bertanya soal Banjir.

    Ternyata rumah gubuk tersebut juga kerap tergenang banjir.

    “Ya Allah ya Robbi hidup gini-gini amat,” kata Dedi.

    “Ini Bekasi bro, ini Bekasi kayak gini bro, ampun,” sambung Dedi.

    Untuk solusinya, Dedi menawarkan pembangunan rumah panggung untuk warga tersebut.

    Hal itu direspon positif oleh keluarga besar dalam gubuk tersebut.

    Setelah itu, dedi memberikan sejumlah uang untuk buka puasa dan juga modal usaha jualan sayur.

     

  • Bakar Petasan Sambil Konvoi di Kemayoran, Enam Remaja Ditangkap Polisi – Halaman all

    Bakar Petasan Sambil Konvoi di Kemayoran, Enam Remaja Ditangkap Polisi – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Polres Metro Jakarta Pusat mengamankan enam remaja yang kedapatan membawa dan meledakkan petasan di kawasan Jakarta International Expo (JIExpo), Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu (15/3/2025) malam.

    Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro, mengatakan jika aksi para remaja itu mengganggu ketertiban umum dan bisa membahayakan pengunjung sekitar.

    Susatyo mengungkapkan jika enam remaja itu meledakkan petasan sambil konvoi dan membawa bendera.

    “Tim Patroli Perintis Presisi langsung bergerak setelah mendapat laporan adanya sekelompok remaja yang melakukan iring-iringan sambil membawa bendera dan menyalakan petasan. Kami berhasil mengamankan enam remaja beserta barang bukti,” kata Susatyo dalam keterangannya, Minggu (16/3/2025).

    Enam remaja tersebut berinisial MY (17), RA (12), M (15), R (12), RZ (15), dan RL (16). Mereka berasal dari wilayah Jakarta Utara dan sebagian masih berstatus pelajar.

    Susatyo menegaskan bahwa pendekatan yang dilakukan kepolisian bukan sekadar tindakan hukum, namun juga pembinaan.

    “Kami memahami bahwa mereka masih remaja, mudah terbawa arus pergaulan dan emosi. Oleh karena itu, kami tidak hanya menindak, tetapi juga membina. Orang tua dan lingkungan juga memiliki peran besar dalam mengarahkan anak-anak agar tidak terlibat dalam tindakan yang berisiko,” ujar Susatyo.

    Lebih lanjut, Susatyo pun mengimbau masyarakat untuk lebih peduli terhadap aktivitas anak-anak di luar rumah.

    “Kami ingin menegaskan bahwa kepolisian tidak hanya hadir untuk menindak, tetapi juga melindungi. Mari bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban agar lingkungan kita tetap kondusif,” pungkasnya.

    Sementara itu, Kasat Samapta Polres Metro Jakarta Pusat, Kompol Willian Alexander, menambahkan jika petugas mendapati satu buah petasan yang telah diledakkan di lokasi kejadian.

    Setelah diamankan, Willian menyebut jika para remaja tersebut akan didata, kemudian dipanggil orang tuanya.

    “Kami menemukan satu petasan yang sudah meledak, diduga sengaja dinyalakan oleh kelompok remaja ini. Untuk menghindari kejadian serupa, mereka kami bawa ke Polsek Kemayoran untuk diperiksa lebih lanjut,” ujar Willian.

  • Antisipasi Kepadatan di Pelabuhan Merak Saat Arus Mudik Lebaran Polisi Terapkan ‘Delay System’ – Halaman all

    Antisipasi Kepadatan di Pelabuhan Merak Saat Arus Mudik Lebaran Polisi Terapkan ‘Delay System’ – Halaman all

    ​TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryo Nugroho meninjau tol Jakarta-Tangerang jelang arus mudik lebaran Idul Fitri 1446 H/2025, Minggu (16/3/2025).

    Jalur Merak, Banten merupakan lintasan utama bagi masyarakat yang ingin pulang kampung ke jalur Sumatera melalui Pelabuhan Bakauheni, Bandar Lampung.

    Agus memastikan seluruh jajaran kepolisian, Jasa Raharja, Astra dan stakeholder lainnya siap mengawal arus mudik dan balik lebaran 2025. “Terus rest area termasuk juga lingkungan daripada pelabuhan Merak, jadi ada 3 pelabuhan yang ada di Merak sudah kita persiapkan,” jelasnya.

    Tiga pelabuhan itu, lanjut Agus, yakni Merak-Bakauheni, Ciwandan-Pelabuhan Wika dan BPJ ke Lampung.

    Namun, Agus menyerahkan tanggung jawab pengaturan arus lalu lintas di tiga pelabuhan tersebut ke Direktorat Lalu Linta​s Polda Banten dan Lampung.

    “Apabila kondisi normal, saya rasa anggota yang berada di pos dan yang berada di lokasi, rolakir siap sedia. Termasuk juga kondisi kuning (mulai padat), nanti sudah ada rangkaian kegiatan yang lebih optimal,” terangnya.

    Agus melanjutkan, jika kondisi lalu lintas merah atau terjadi kepadatan, maka akan melakukan rekayasa lalu lintas dengan cara memperlambat laju kendaraan yang menuju pelabuhan.

    Sehingga, kendaraan yang ada di pelabuhan bisa segera masuk ke kapal dan menyebrang secara bergantian.

    “Kalau masih kapasitas kendaraan cukup banyak dan terjadi​ antrean cukup panjang, kita akan tarik lagi ke kilometer 43, rest area. Di sana akan kita lakukan delay system lagi. Jadi delay system itu adalah untuk menghambat penumpukan yang berada di ujung pelabuhan,” ungkapnya.

    Agus yakin dengan sistem tersebut maka penyeberangan dari Merak menuju ke Bakauheni bisa dimonitor dengan baik oleh jajarannya.

    “Sehingga harapan kita para pemudik, duta-duta pemudik yang akan ke Sumatera bisa dilalui dengan baik,” imbuhnya.

     

  • Polisi Ungkap Jaringan Narkoba Lintas Provinsi, Amankan 34 Kg Ganja dan Sabu di Jakarta – Halaman all

    Polisi Ungkap Jaringan Narkoba Lintas Provinsi, Amankan 34 Kg Ganja dan Sabu di Jakarta – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya mengungkap jaringan peredaran gelap narkotika lintas provinsi yang menghubungkan Sumatera Utara (Sumut) dan Jakarta. 

    Dalam operasi besar yang digelar pada Sabtu (15/3/2025), polisi menangkap lima tersangka dan menyita barang bukti berupa 34 kilogram ganja kering siap edar serta 6,98 gram sabu.

    “Kami telah mengamankan 34 kilogram ganja jaringan Sumatera Utara – Jakarta,” ujar Kasubdit 3 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, AKBP Ade Candra, dalam keterangannya, Minggu (16/3/2025).

    Pengungkapan ini berawal dari informasi yang diterima oleh pihak kepolisian tentang pengiriman ganja dari Medan ke Jakarta untuk diperjualbelikan di wilayah ibu kota.

    Setelah penyelidikan intensif, polisi berhasil menangkap tersangka pertama yang berinisial I di Jalan Gunung Sahari, dengan barang bukti 1 kilogram ganja.

    Dari hasil interogasi terhadap I, polisi mendapatkan informasi mengenai lokasi penyimpanan barang haram lainnya.

    “Dari hasil interogasi, petugas memperoleh informasi bahwa masih ada narkotika lain yang disimpan di sebuah kontrakan di daerah Pinangsia, Jakarta Barat. Tim bergerak ke lokasi tersebut dan mengamankan 3 Kg ganja serta 6,98 gram sabu,” ujar Ade Candra.

    Namun, operasi tidak berhenti di situ.

    Tim yang terus menggali informasi berhasil menemukan tempat penyimpanan lainnya di kontrakan yang sama, di mana 30 kilogram ganja disembunyikan dalam dua karung hijau.

    Kasubdit 3 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, pun berhasil mengamankan lima tersangka dan 34 Kg ganja, serta 6,98 gram sabu, dalam operasi ini.

    Kelima tersangka, yakni I, R R , S, P dan R, saat ini sudah digelandang ke Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya untuk penyidikan lebih lanjut.

    “Polda Metro Jaya mengimbau masyarakat untuk terus berperan aktif dalam memberikan informasi guna mencegah peredaran narkoba yang merusak generasi bangsa,” pungkasnya.

  • Diikuti 5.000 Pemudik, Dasco Didampingi Andre Lepas 100 Bus Pulang Basamo Gelombang Pertama – Halaman all

    Diikuti 5.000 Pemudik, Dasco Didampingi Andre Lepas 100 Bus Pulang Basamo Gelombang Pertama – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad melepas 100 bus Pulang Basamo yang akan mengantarkan ribuan warga pulang ke kampung halaman di Sumatera Barat (Sumbar). 

    Mudik gratis ini menjadi agenda rutin yang digagas anggota DPR RI Fraksi Gerindra Andre Rosiade setiap tahunnya, atau masa mudik Lebaran. 

    “Iya ini adalah kegiatan rutin yang dilakukan oleh salah satu anggota DPR, yaitu Andre Rosiade yang kemudian didukung oleh BUMN untuk mengadakan Pulang Basamo atau mudik bersama gratis,” kata Dasco di lapangan tenis Kompleks Parlemen, Jakarta, Minggu (16/3/2025).

    Dasco mengatakan jika pelepasan 100 bus Pulang Basamo ini merupakan keberangkatan gelombang pertama bagi peserta mudik gratis ke Sumbar. Terdata, ada 5.000 warga Minang yang ikut mudik pada gelombang pertama ini.

    “Hari ini ada 100 bus dengan 5.000 orang yang akan pulang ke kampung atau mudik angkatan pertama,” ujarnya.

    Dasco menjelaskan jika program Pulang Basamo ini sudah dilakukan tiga kali secara berturut-turut. Dia berharap fasilitas mudik gratis bagi masyarakat ini bisa kembali dilaksanakan tahun depan, terpenting kapasitas peserta juga bertambah.

    “Kegiatan ini sudah tiga kali dilakukan berturut-turut, dan kita harapkan setiap tahun akan ada dan mungkin kapasitasnya lebih bertambah. Kalau sekarang ini baru masyarakat Sumatra Barat,” tuturnya.

    Terakhir, Dasco menyampaikan pesan Presiden Prabowo Subianto kepada peserta mudik. Kepala Negara mengimbau para pemudik berhati-hati selama di perjalanan dan menyampaikan salam untuk keluarga di kampung halaman.

    “Pesannya Pak Prabowo Subianto semoga selamat sampai tujuan dan salamkan kepada keluarga,” kata Dasco.

    Sementara itu, anggota DPR RI dari Frakri Gerindra Andre Rosiade mengatakan, kegiatan tersebut dilakukan sesuai dengan instruksi Presiden Prabowo Subianto sejak tahun 2023, dan tahun ini total pemudik

    “Kami sebagai anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra daerah Sumatera Barat harus bermanfaat oleh masyarakat. Untuk itu kami adakan tahun 2023 kita bekerja sama dengan ikatan keluarga minang,” kata Andre dalam sambutannya.

    “Tahun 2023 itu 70 bus, 2024 ada 200 bus berarti sekitar 10.000 orang. Nah alhamdulillah Pulang Basamo Nasional 2025 yang gratis ini, kita gelombang pertama hari ini 100 bus, insya Allah memberangkatkan 5.000 orang dan insya Allah 23 Maret nanti 150 bus sekitar 7.500 orang sehingga totalnya tahun ini 12.500,” imbuhnya.

    Dengan semakin banyaknya pemudik yang pulang setiap tahun, kata Andre, menunjukkan bahwa Presiden Prabowo selalu memperhatikan masyarakat Sumatera Barat.

     

  • Ini Pemilik Hotel Fairmont Jakarta, Lokasi Rapat Panitia Kerja Revisi UU TNI: Layanan Bintang 5+ – Halaman all

    Ini Pemilik Hotel Fairmont Jakarta, Lokasi Rapat Panitia Kerja Revisi UU TNI: Layanan Bintang 5+ – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA –  Rapat Panitia Kerja (Panja) DPR RI dan TNI untuk merevisi Undang-Undang (UU) TNI digelar di Hotel Fairmont, Jakarta, Sabtu (15/3/2025) menuai sorotan masyarakat.

    Pasalnya, rapat yang digelar di hotel mewah secara tertutup tersebut kontras dengan kebijakan efisiensi anggaran.

    Sebelumnya, hotel Fairmont sempat menjadi lokasi menginap calon anggota DPR RI saat akan dilantik sebagai anggota DPR RI.

    Nah, berikut sejumlah fakta terkait hotel Fairmont termasuk juga pemiliknya.

    Mengutip situsnya, hotel dirancang untuk melebihi standar bintang lima dan layanan yang diberikan, hotel ini menawarkan akomodasi yang terdiri dari 108 Sky Suite yang menawarkan apartemen untuk tamu yang menginap dalam jangka waktu lama.

    Presidential Suite (303 meter per segi) juga merupakan salah satu kamar terewah di Jakarta dengan fasilitas berupa iPad, ruang tamu, ruang makan, dekorasi mewah bergaya Bali, lukisan karya Affandi, ruang kerja, dan ruang fitness canggih.

    Signature Suite terdiri dari 3 kamar dengan ukuran 129 meter per segi dan 2 kamar dengan ukuran 172 meter per segi, yang masing-masing memiliki 1 dan 2 kamar tidur.

    Juga tersedia 380 kamar hotel terdiri dari Fairmont Room (49 meter per segi), Deluxe Room (65 meter per segi ), Fairmont Suite (113 meter per segi).

    Tempat tidur mewah dan  kamar mandi yang elegan terinspirasi spa Jepang.

    Ada juga kamar dengan kategori Fairmont Gold yang mengusung konsep ‘hotel dalam hotel’ dan memberikan akses eksklusif ke Gold Lounge di lantai 21. 

    Sebagai hotel mewah, bangunan ini memiliki akses langsung ke Plaza Senayan dan perkantoran Sentral Senayan melalui terowongan bawah tanah. 

    Dengan lokasinya yang strategis di pusat kota, Fairmont juga menyediakan fasilitas MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition). 

    Terdapat ruangan seluas 3.500 meter per segi, termasuk Grand Ballroom seluas meter per segi. 

    Fairmont Jakarta menyediakan berbagai pilihan restoran untuk memenuhi selera kuliner yang beragam yakni 1945 Restaurant – Restoran bersertifikat halal yang menyajikan masakan Indonesia modern,  Peacock Lounge – Terkenal dengan layanan afternoon tea yang elegan.

    Kemudian K22 Bar  yakni  Bar rooftop dengan pemandangan kota yang spektakuler, cocok untuk menikmati koktail di malam hari.

    Tamu dapat menikmati berbagai fasilitas untuk bersantai maupun keperluan bisnis, termasuk Willow Stream Spa yang menawarkan berbagai perawatan untuk relaksasi dan penyegaran tubuh,  Pusat Kebugaran yang dilengkapi dengan peralatan olahraga modern.

    Juga kolam renang di luar ruangan yang nyaman untuk bersantai.

    Diketahui Fairmont Hotels & Resort, jaringan manajemen hotel yang sudah mendunia dan beberapa hotel yang dikelola seperti Raffles-Singapura, Savoy-London, The Plaza-New York.

    Hotel Fairmont Hotel diketahui mulai beroperasi tahun 2015.

    Ruang tamu untuk kamar akomodasi bertarif Rp 5 juta semalam di Fairmont Jakarta. (TRIBUNNEWS.COM/ DANIEL NGANTUNG)

    Pemilik Hotel Fairmont Jakarta 

    Dirangkum dari berbagai sumber, pemilik Fairmont Hotel Jakarta ini adalah PT Senayan Trikarya Sempana (STS).

    PT STS ini menguasai kawasan Senayan Square.

    Pengembangan kawasan Senayan Square dimulai sejak tahun 1991 sesuai perjanjian Build, Operate, and Transfer (BOT) selama 40 tahun yang dilakukan antara Senayan Trikarya Sempana dan PPK GBK (Pusat Pengelola Komplek Gelora Bung Karno).

    STS bertanggung jawab sebagai pengembang dan operator Senayan Square yang terdiri dari beberapa fasilitas, antara lain Plaza Senayan, Plaza Senayan Arcadia, Sentral Senayan I, II, III (menara perkantoran), Apartemen Plaza Senayan, dan hotel Fairmont.

    Proyek pertama Senayan Square yang diresmikan yakni Pusat Perbelanjaan Plaza Senayan (1996), Gedung Perkantoran Sentral Senayan I 1(1997) dan Apartemen Plaza Senayan, A&B (1998).

    Setelah 8 tahun, tepatnya 2006 proyek Plaza Senayan Arcadia (2005) diresmikan, lalu Gedung Perkantoran Sentral Senayan II (2008), Gedung Perkantoran Sentral Senayan III (2010), Apartemen Plaza Senayan, C&D (2012).

    PT STS merupakan perusahaan pengembangan patungan yang terdiri dari Kajima Overseas Asia, anak usaha dari Kajima Corporation, Jepang (90 persen saham) dan PPPK GBK (10% saham).

    Kala peresmian, Shuichi Oishi, Presiden Direktur PT Senayan Trikarya Sempana mengatakan, hotel ini akan memanjakan para tamu dengan semua layanan dan fasilitas yang diharapkan dari sebuah hotel internasional bintang 5+ dan membidik tamu-tamu kelas high end. 

    Alasan Rapat Kerja di Hotel Mewah

    Rapat Panitia Kerja (Panja) revisi Undang-Undang (UU) TNI yang digelar di Hotel Fairmont, Jakarta, Sabtu (15/3/2025) menuai sorotan masyarakat.

    Sebab, rapat yang digelar di hotel mewah secara tertutup tersebut kontras dengan kebijakan efisiensi anggaran.

    Sekretaris Jenderal Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Indra Iskandar mengatakan, rapat tersebut sesuai Tata Tertib (Tatib) DPR Pasal 254, yang memungkinkan penyelenggaraan rapat dengan urgensi tinggi di luar gedung parlemen dan atas seizin pimpinan DPR.

    “Ya jadi kita bicara aturan dulu gitu ya, aturan berkaitan dengan rapat-rapat dengan urgenitas tinggi itu dimungkinkan untuk tidak di Gedung DPR,” kata Indra saat dihubungi pada Sabtu (15/3/2025).

    Menurut Indra, pemilihan Hotel Fairmont dilakukan setelah pihak sekretariat menjajaki beberapa hotel.

    Dari lima hingga enam hotel yang dipertimbangkan, hanya Fairmont yang tersedia dan memenuhi kebutuhan teknis Panja revisi UU TNI.

    “Nah teman-teman sekretariat itu memang menjajaki beberapa hotel, ada 5-6 hotel ya, tetapi yang available itu satu ya, pertimbangannya yang available dengan format Panja RUU ini,” ujar Indra.

    Selain itu, Indra menuturkan bahwa Fairmont memiliki kerja sama dengan DPR melalui government rate sehingga biayanya tetap sesuai dengan Standar Biaya Masukan (SBM) yang berlaku.”Yang kedua adalah hotel yang punya kerjasama government rate dengan kita yang harganya terjangkau dengan SBM kita,” ucapnya.

    Panja revisi UU TNI bersifat maraton dan berlangsung hingga dini hari, sehingga membutuhkan lokasi dengan fasilitas istirahat yang memadai.

    “Karena ini sifatnya maraton dan simultan dengan urgenitas tinggi, memang harus dilakukan di tempat yang ada tempat istirahat,” ungkap Indra.

    Diketahui, Komisi I DPR dan pemerintah memang tengah kebut membahas revisi UU tentang TNI.

    Revisi tersebut mencakup penambahan usia dinas keprajuritan hingga peluasan penempatan prajurit aktif di kementerian/lembaga. (Tribunnews.com/Fersianus Wakuu/esy)

     

     

     

     

     

     

     

     

     

  • Detik-detik Teknisi WiFi Dipalak dan Dikeroyok Anggota Ormas hingga Babak Belur di Depok – Halaman all

    Detik-detik Teknisi WiFi Dipalak dan Dikeroyok Anggota Ormas hingga Babak Belur di Depok – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM – Seorang teknisi WiFi berinisial GPN mengalami pengeroyokan oleh anggota organisasi masyarakat (ormas) di Jalan Raya Sawangan, Pancoran Mas, Depok, Jawa Barat.

    Kejadian tersebut berlangsung pada Kamis, 13 Maret 2025, sekitar pukul 21.30 WIB.

    Menurut keterangan Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Ade Ary Syam Indradi, pelaku pengeroyokan diduga berjumlah empat orang.

    “Terduga pelaku terdiri dari empat laki-laki berinisial B, D, G, dan RA,” ungkap Ade Ary, seperti yang dikutip dari Tribun Jakarta pada Minggu, 16 Maret 2025.

    Kejadian bermula ketika korban bersama dua rekannya, D dan H, sedang melakukan pemasangan kabel optik untuk layanan WiFi.

    Saat proses tersebut berlangsung, para pelaku mendatangi mereka dan mengaku sebagai anggota ormas.

    Setelah memperkenalkan diri, para pelaku memaksa korban untuk memberikan sejumlah uang.

    Korban menolak permintaan tersebut dengan alasan telah meminta izin kepada RT dan RW setempat.

    “Para pelaku tetap memaksa korban dan dua rekannya,” ucap Ade Ary.

    Setelah korban menolak, salah satu pelaku mendorong dan menendang korban, lalu dikeroyok oleh yang lainnya.

    Akibat pengeroyokan tersebut, korban mengalami luka-luka dan bengkak pada tulang kering.

    Kasus pengeroyokan ini kini ditangani oleh Polres Metro Depok.

    Sebagian artikel ini telah tayang di TribunJakarta.com dengan judul Oknum Ormas di Depok Bikin Onar, Palak dan Keroyok Teknisi Wifi Sampai Babak Belur.

    Konten ini disempurnakan menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).

  • Motif Pria Bunuh Tetangga Wanita di Tanjung Priok, Kesal Utangnya Ditagih Korban – Halaman all

    Motif Pria Bunuh Tetangga Wanita di Tanjung Priok, Kesal Utangnya Ditagih Korban – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, Jakarta Utara – Kasus pembunuhan seorang wanita berinisial SSK, 59 tahun, di Tanjung Priok, Jakarta Utara, menggegerkan warga setempat.

    Korban ditemukan tewas di kamar mandi rumahnya yang terletak di Jalan Terusan 102 RT 04 RW 06 pada Jumat, 14 Maret 2025.

    Penemuan ini berawal dari kecurigaan tetangga yang tidak melihat SSK sejak Kamis, 13 Maret 2025 sore.

    Kombes Ade Ary, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, menjelaskan bahwa saat polisi tiba di lokasi, mereka menemukan buku catatan utang dan buku harian milik korban.

    Hasil visum menunjukkan bahwa SSK meninggal dunia akibat pukulan benda tumpul di bagian kepala.

    Pelaku, yang diketahui bernama Suhendra dan merupakan tetangga korban, ditangkap di wilayah Cilincing, Jakarta Utara.

    Menurut Ade Ary, motif pembunuhan ini terungkap saat penyidik melakukan pemeriksaan terhadap Suhendra.

    “Pelaku tega menghabisi nyawa tetangganya karena kesal utangnya ditagih oleh korban,” ungkap Ade Ary.

    Saat ini, Suhendra masih menjalani pemeriksaan intensif oleh pihak kepolisian untuk mengungkap lebih lanjut terkait kasus ini.

    (TribunJakarta.com/Elga Hikari Putra)

    Konten ini disempurnakan menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).

  • Detik-detik Teknisi WiFi Dipalak dan Dikeroyok Anggota Ormas hingga Babak Belur di Depok – Halaman all

    Kronologi Anggota Ormas Memalak dan Mengeroyok Teknisi Wi-Fi hingga Babak Belur di Depok – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM – Terjadi peristiwa pengeroyokan yang dilakukan anggota organisasi masyarakat (ormas) terhadap teknisi Wi-Fi berinisial GPN.

    Pengeroyokan itu terjadi di Jalan Raya Sawangan, Pancoran Mas, Depok, Jawa Barat, pada Kamis (13/3/2025) sekitar pukul 21.30 WIB.

    Berdasarkan keterangan Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Ade Ary Syam Indradi, pelaku pengeroyokan diduga berjumlah empat orang.

    “Terduga pelaku empat orang laki-laki inisial B, D, G, dan RA,” kata Ade Ary dikutip dari Tribun Jakarta, Minggu (16/3/2025).

    Ia mengungkapkan, kejadian berawal ketika korban dan kedua rekannya berinisial D dan H sedang mengerjakan pemasangan kabel optik untuk Wi-Fi.

    Di tengah proses pemasangan itu, para pelaku datang dan mengaku sebagai anggota ormas.

    Setelah itu, mereka memalak korban dengan meminta sejumlah uang.

    Namun, ketika itu korban menolak memberikan uang dengan alasan sudah meminta izin kepada RT dan RW setempat.

    “Para pelaku tetap memaksa korban dan dua rekannya,” ucap Ade Ary.

    Setelah itu, salah satu pelaku lantas mendorong dan menendang korban.

    Kemudian, korban dikeroyok oleh para pelaku dan mengalami sejumlah luka.

    “Atas kejadian tersebut korban nengalami luka dan tulang kering bengkak.”

    “Kasus ditangani Polres Metro Depok,” ujar Ade Ary.

    (Tribunnews.com/Deni)(TribunJakarta.com/Annas Furqon)