Category: Tribunnews.com Ekonomi

  • Sosok Ibu Kandung Artis Cantik Talitha Curtis, Baru Tahu Jadi Anak Angkat Kelas 4 SD: Gak Ada Foto

    Sosok Ibu Kandung Artis Cantik Talitha Curtis, Baru Tahu Jadi Anak Angkat Kelas 4 SD: Gak Ada Foto

    TRIBUNJATIM.COM – Pengakuan mengejutkan datang dari Talitha Curtis.

    Ia mengaku baru tahu jadi anak angkat saat kelas 4 SD.

    Talitha Curtis baru saja mengungkapkan fakta mengejutkan tentang dirinya yang selama ini diasuh oleh ibu angkatnya, bukan ibu kandungnya.

    Kala itu, Talitha menemukan akta kelahirannya yang tertera nama ibu kandungnya.

    “Sejak kelas 4 SD, aku nemu akta,” ungkap Talitha, dikutip dari YouTube CURHAT BANG Denny Sumargo, Senin (16/12/2024).

    Saat itu pula Talitha juga baru mengetahui ibu kandungnya sudah meninggal sejak dirinya usia 3 tahun.

    Talitha menyebut, ibu kandungnya sengaja menyerahkannya ke ibu angkatnya karena gagal menggugurkannya sejak dalam kandungan.

    Sayangnya, fakta tersebut tak menjadikan Talitha Curtis mengenal sosok sang ibu kandung.

    Talitha bahkan mengaku tak pernah tahu wajah ibu kandungnya.

    “Sampai hari ini, aku nggak tahu bentuk muka mamah aku karena nggak ada foto yang ditinggalin,” kata Talitha Curtis.

    Tak hanya itu, Talitha Curtis juga tak pernah tahu makam ibu kandungnya.

    Padahal, Talitha sudah berusaha menanyakan hal itu pada ibu angkatnya tapi tak mendapat jawaban.

    “Kuburannya nggak dikasih tahu. Aku sempat nanya aku mau ke kuburannya dong, minimal aku tahu lah siapa ibu aku,” terangnya.

    Talitha Curtis Blak-blakan Pilih Pacar Ketimbang Sang Ibu

    Ada pun hubungan asmara Talitha Curtis dengan kekasihnya sempat ditentang sang ibunda.

    Bukan tanpa sebab, ibunda Talitha tak setuju dengan pacar putrinya karena alasan pekerjaan atau karier kurang mapan.

    Diceritakan Talitha, dirinya memang pacaran dengan pria yang usianya terpaut empat tahun.

    Talitha Curtis juga mengakui bahwa pacarnya itu berasal dari keluarga yang baik-baik.

    “Aku ceritanya pacaran nih sama yang umurnya cuma beda empat tahun,” kata Talitha.

    “Belum mapan, tapi dibilang keluarganya baik, keluarga baik-baik,” sambungnya.

    Bahkan menurut Talitha, sang pacar berasal dari keluar yang berada.

    “Menurut aku ada duitnya kok keluarganya,” jelas Talitha.

    “Cuman bukan tipe yang membiayai aja.”

    “Yang namanya pacaran tidak diharuskan untuk membiayai perempuannya,” paparnya.

    Namun, Talitha Curtis mengungkapkan hubungan asmaranya tidak disetujui oleh sang ibu.

    Sang ibunda merasa khawatir tentang pilihan pasangan Talitha.

    Ketidaksetujuan ini menyebabkan ketegangan dalam hubungan mereka, dan akhirnya sang ibu memilih untuk pergi.

    Karena itulah, Talitha mengaku lebih memilih sang pacar ketimbang ibunya.

    “Terus mulai lagi pertikaian sama nyokap, dia tidak setuju,” ujar Talitha Curtis.

    “‘Ya lu pilih, laki lu apa gue?’,” pungkasnya

    Berita Artis dan Berita Jatim lainnya

    Informasi lengkap dan menarik lainnya di GoogleNews TribunJatim.com

  • Graduation dan Onboard GDGOC Telkom University Purwokerto: Awal Baru yang Inspiratif

    Graduation dan Onboard GDGOC Telkom University Purwokerto: Awal Baru yang Inspiratif

    TRIBUNJATENG.COM – Pada Minggu, (8/12/24), Aula Rahmat Effendi menjadi lokasi berlangsungnya acara spesial dari Google Developer Group On Campus (GDGOC) Telkom University Purwokerto yang sebelumnya disebut Google Developer Student Club (GDSC).

    Acara bertajuk Graduation dan Onboard (GDGOC) ini dirancang untuk melepas pengurus lama sekaligus menyambut pengurus baru.

    Selain itu, acara juga diisi dengan dua seminar inspiratif yang dihadiri lebih dari 40 member GDGOC.

    Acara dimulai dengan sambutan hangat dari Danang Juffry, Google Community Manager Indonesia & Brunei, yang membuka kegiatan secara resmi.

    Dilanjutkan dengan pemaparan dari Fajar Ibrahim, Lead GDSC tahun 2023.

    Dalam pidatonya, Fajar menyoroti perkembangan signifikan GDGOC selama masa kepemimpinannya. 

    Ia juga menyampaikan kabar membanggakan bahwa komunitas ini telah berhasil meraih dua penghargaan bergengsi yaitu top 3 Most Active Chapter dan top 10 Most Solution Chapter dari 87 GDGOC Chapter yang membuat GDGOC Telkom University Purwokerto semakin diakui.

    Momentum penting lainnya adalah penyerahan SK kepengurusan baru oleh Bapak Muhammad Raafi’u Firmansyah, S.Kom, M.Kom kepada Ukasya Zulfikar Ramadan, Lead GDGOC yang akan memimpin di tahun 2024.

    Serah terima jabatan ini menjadi tonggak estafet kepemimpinan dari Fajar Ibrahim kepada Ukkasya, sebagai simbol regenerasi dan semangat baru bagi GDGOC.

    “Menjadi Leader Google Developer Gorups On Campus (GDGOC) Telkom University Purwokerto periode 2023/2024 adalah pengalaman yang luar biasa. Periode ini dipenuhi dengan pembelajaran, kolaborasi, dan kontribusi nyata bagi komunitas. Saya merasa bangga atas pencapaian yang telah diraih bersama tim, termasuk penghargaan yang menjadi bukti kerja keras dan dedikasi seluruh organizers,” ungkap Fajar, dan ia berharap kedepannya GDGOC Telkom University Purwokerto dapat melanjutkan semangat komunitas dan kolaborasi yang telah dibangun dan terus berkarya, berkontribusi untuk komunitas, dan menciptakan dampak positif yang lebih luas bagi banyak orang.

    Tak hanya seremonial, acara ini juga menghadirkan dua seminar menarik yang diisi oleh Novanda Alim Setya Nugraha, S.S., M.Hum, seorang dosen inspiratif, dan Rehan Nur Setiawan, S.Kom. seorang mahasiswa berprestasi menjadi pembicara utama.

    Dalam seminar ini, peserta diajak mendalami strategi public speaking yang efektif dan tips menjadi mahasiswa berprestasi.

    Antusiasme para peserta terlihat dari sesi tanya jawab yang interaktif dan penuh semangat.

    Acara diakhiri dengan sesi foto bersama seluruh peserta dan pengurus, diikuti dengan momen ramah tamah.

    Suasana penuh kehangatan ini menjadi penutup manis dari sebuah acara yang sukses menginspirasi dan mempererat solidaritas komunitas.

    Dengan keberhasilan acara ini, GDGOC Telkom University Purwokerto semakin menunjukkan eksistensinya sebagai komunitas yang solid dan progresif.

    Selamat kepada pengurus baru, dan semoga kiprah GDGOC semakin gemilang di masa mendatang! (*)

  • Songsong Tahun 2025 Optimisme Jawa Timur Wujudkan Swasembada Pangan dan Lumbung Pangan Nasional

    Songsong Tahun 2025 Optimisme Jawa Timur Wujudkan Swasembada Pangan dan Lumbung Pangan Nasional

    Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Fatimatuz Zahroh

    TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA – Pemerintah Provinsi Jawa Timur menutup tahun 2024 dengan banyak capaian prestasi yang membanggakan.

    Bukan hanya soal mengantongi banyak penghargaan tapi juga capaian dari segi produktivitas sektor pangan yang gemilang. 

    Dengan produktivitas sektor pangan yang tinggi baik untuk padi, daging, susu dan juga perikanan, bahkan Provinsi Jawa Timur semakin optimistis untuk menyongsong tahun 2025 mewujudkan swasembada pangan. 

    Pj Gubernur Jawa Timur Adhy Karyono menegaskan bahwa sejauh ini Jatim memegang peranan penting dalam ketersediaan pangan nasional.

    Selama lima tahun berturut turut, Provinsi Jawa Timur berhasil mempertahankan posisinya sebagai produsen padi terbesar di Indonesia.

    “Selama lima tahun berturut-turut dari tahun 2020 – 2024 dengan kontribusi sebesar 17,52 persen terhadap produksi padi nasional,” terang Adhy.

    “Saat ini Jatim bahkan menjadi penyedia kebutuhan pangan bagi lebih dari 16 provinsi di Indonesia. Jatim menjadi lumbung pangan nasional dengan didukung dari tingginya produktivitas kita di sektor pangan,” imbuhnya.

    Menurut Angka Sementara BPS, capaian produksi pagi di tahun 2024 sebesar 9,266 juta Ton-GKG atau setara dengan beras sebesar 5,327 juta ton. Demikian juga untuk komoditas pangan strategis lainnya, yaitu jagung. 

    Jawa Timur juga mencatatkan sebagai produsen jagung tertinggi nasional dengan kontribusi produksi sebesar 29,56 % terhadap produksi jagung Nasional. 

    Berdasarkan angka sementara Badan Pusat Statistik, pada tahun 2024 ini, produksi jagung pipilan kering pada kadar 14 % sebesar 4,494 juta Ton pipilan kering. 

    Pihaknya menegaskan andalan Jatim dalam swasembada pangan adalah padi atau beras. Dari perspektif kewilayahan, Jawa Timur memiliki kemampuan untuk mencukupi kebutuhan pangan bagi masyarakat Jawa Timur dan menyokong kebutuhan pangan di beberapa provinsi. 

    “Pun begitu di subsektor hortikultura, pada komoditas pangan strategis cabai dan bawang merah, Jawa Timur juga memberikan kontribusi besar terhadap nasional.  Pada komoditas cabai rawit, Jawa Timur menjadi kontributor tertinggi sejak tahun 2020 – 2023,” urai Adhy.

    Berdasarkan Angka Tetap BPS, produksi cabai rawit tahun 2023 sebesar 562.816 ton dan kontribusi terhadap nasional sebesar 37,89 % . Untuk komoditas cabai besar produksi tahun 2023 sebesar 85.444 ton dan kontribusi terhadap nasional sebesar 21,74 % sebagai penyumbang kedua setelah Provinsi Jawa Barat. Sedangkan pada komoditas bawang merah, produksi tahun 2023 mencapai 484.669 ton atau berkontribusi sebesar 24,58 % terhadap nasional.

    Dalam peningkatan produksi untuk penguatan ketahanan pangan dan menjaga ketersediaan, Provinsi Jawa Timur telah melakukan langkah- langkah aksi diantaranya melalui optimalisasi Kinerja Pertanian.

    “Dalam meningkatkan produksi pangan, kami di pemprov Jatim melakukan tiga hal. Yang pertama yaitu Peningkatan Indeks Pertanaman, Peningkatan Produktivitas dan Penyelamatan Hasil,” urai Adhy. 

    Selain itu juga dilakukan dalam langkah perbaikan insfrastruktur pertanian. Pemprov Jatim secara maksimal melakukanb perbaikan Jalan Usaha Tani juga irigasi perpompaan. Hal ini penting agar petani mendapatkan akses dan pengairan yang cukup untuk lahan mereka.

    “Kita juga melakukan penguatan aspek kelembagaan petani dari on farm sampai off farm serta dukungan kebijakan Pemerintah, pemahaman petani, fasilitasi (gapoktan/ koperasi), kelembanggan petani melalui Korporasi Petani. Serta Pemprov Jatim juga aktif dalam memfasilitasi dan optimalisasi alsintan atau pemanfaatan dari on farm s/d off farm melalui mekanisasi pertanian,” tegasnya.

    Lebih lanjut Adhy juga menjelaskan bahwa Pemprov Jatim juga melakukan peningkatan agar hasil pertanian tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri saja. Tapi juga untuk diekspor. 

    Disampaikan Adhy, produk pertanian Jatim yang diekspor adalah produk kakao. Produk kakao ini menjadi andalan Jatim selain juga tembakau dan rokok, ikan, serta teh, kopi dan rempah-rempah. 

    Sedangkan untuk produk pangan yang diimpor meliputi komoditas serealia, buah-buahan, tembakau dan rokok, serta biji dan buah yang mengandung minyak.

    “Ekspor terus kita dorong, jadi semua kita berjalan linier, perbaikan dilakukan di banyak titik. Dan produknya juga kita galakkan untuk bisa menembus pasar global. Dan kita mendorong supaya yang dieskpor bukan bahan mentah ya. Tapi sudah dalam bentuk olahan,” tegasnya. 

    Pj Gubernur Adhy menegaskan, meski saat ini Jatim sudah menjadi provinsi dengan penghasil padi tertinggi di Indonesia, tidak membuat Pemprov Jatim berpuas diri. Saat ini, pihaknya juga masih terus berupaya mendorong produktivtas padi petani Jatim. 

    Tak hanya itu, Provinsi Jawa Timur juga memiliki banyak potensi dari sektor Kelautan dan Perikanan. Sampai dengan bulan Oktober tahun 2024 produksi perikanan tangkap Jawa Timur mencapai sebesar 473.308,620 Ton, produksi perikanan budidaya sebesar 1.155.136,84 Ton, produksi ekspor hasil Kelautan dan perikanan sebesar 286.212,17 Ton. 

    “Komoditas unggulan perikanan budidaya Jawa Timur yaitu komoditas rumput laut, ikan bandeng, ikan lele, udang Vanamei, dan ikan nila. Komoditas unggulan perikanan tangkap Jawa Timur yaitu ikan tongkol dan ikan lemuru,” tutur Adhy.

    Dalam mendorong peningkatan produktivitas sektor perikanan, Pemprov Jatim juga memberikan program bantuan untuk nelayan. Mulai dari pemberian sarana alat penangkapan ikan (API) dan Alat bantu penangkapan ikan (ABPI) yang ramah lingkungan.

    Tidak hanya itu, dalam lima tahun ini, Pemprov Jatim juga aktif melakukan pemulihan sumber daya ikan di laut. Diantaranya melalui program underwater restocking dan penebaran benih ikan di perairan umum daratan (PUD).

    “Kami juga aktif melakukan perbaikan sumberdaya habitat ikan di laut melalui pembangunan rumah ikan (Fish apartement). Ini kita lakukan guna mendukung reproduksi ikan sehingga dapat meningkatkan potensi sumber daya ikan di laut,” ujarnya.

    Pemprov juga memberikan bantuan pelayanan pengurusan dokumen kapal penangkapan ikan agar nelayan dapat beroperasional secara maksimal terkait sarana yang digunakan layak secara teknis dan lengkap administrasinya.

    Dengan begitu maka dapat mengurangi tindak illegal fishing, penerapan aturan dalam penggunaan alat tangkap yang dilarang, sosialisasi pengelolaan SDI yang berkelanjutan, pengendalian kegiatan penangkapan ikan melalui pengaturan perijinan.

    Demi membantu swasembada pangan Indonesia di tengah isu krisis pangan yang melanda dunia. Salah satu upaya mewujudkan peningkatan produktivitas padi Jawa Timur adalah dengan memenuhi kebutuhan pupuk petani. 

    “Kebutuhan pupuk subsidi di Jawa Timur Tahun 2024 adalah sebesar 2.598.476 Ton, sedangkan ketersediaan alokasi pupuk bersubsidi di Jawa Timur hanya sebesar 1.949.952 Ton,” kata Adhy. 

    “Ini artinya baru 75,04?ri total kebutuhan pupuk bersubsidi yang saat ini tersedia. Dan masih ada kekurangan atau sisa yang belum terpenuhi sebesar 648.524 Ton. Inilah yang sedang dan terus kita perjuangkan, ada produksi pertanian kita, khususnya padi, bisa meningkat,” imbuhnya.

    Ia kemudian menjabarkan detail kebutuhan pupuk subsidi bagi petani Jatim. Rincinya yaitu Pupuk Urea 1.100.561 Ton, Pupuk NPK 1.341.333 Ton, Pupuk NPK Formula 984,7 ton dan Pupuk Organik 155.598 Ton. 

    Meski baru terpenuhi 75,04 persen, namun dijelaskan Adhy bahwa angka itu sejatinya sudah hasil penambahan di tahun 2024. Semula alokasi pupuk subsidi Jatim adalah 963.847 Ton atau 39,85?ri kebutuhan. 

    Namun setelah melakukan pengajuan penambahan kuota, maka terbit Keputusan Menteri Pertanian (Kepmentan) Nomor 249 Tahun 2024. Sehingga pada bulan April 2024 Pemerintah menambah alokasi pupuk bersubsidi yang semula 4.732.519 Ton menjadi 9.550.000 Ton menjadi  1.920.074 Ton atau 79,4?ri kebutuhan petani.

    “Karena masih ada kekurangan, kita juga mendorong agar petani mengembangkan inovasi dan kreativitas dengan menggunakan pupuk alami. Hal ini bisa mendorong produktivitas tanpa harus bergantung pada pupuk subsidi,” tegasnya. 

  • BREAKING NEWS – Polisi Asal Lamongan Gugur Saat Bertugas Cek Pickup yang Diduga Angkut BBM Ilegal

    BREAKING NEWS – Polisi Asal Lamongan Gugur Saat Bertugas Cek Pickup yang Diduga Angkut BBM Ilegal

    TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA – Seorang polisi gugur saat hendak mengecek mobil pickup yang disinyalir mengangkut BBM ilegal di Kecamatan Batu Sopang, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, Selasa (17/12/2024)  . 

    Polisi tersebut adalah Ps Kanit Reskrim Polsek Batu Sopang, Aipda Kiswanto.

    Aipda Kiswanto yang berasal dari Desa Trepan RT 02 RW 01, Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur ini gugur saat menjalankan tugas. 

    Kabar tersebut dibenarkan oleh Kasi Humas Polres Paser, Iptu Iwan.

    “Iya memang benar ada anggota (polisi) yang meninggal dunia saat bertugas,” ujar Iptu Iwan secara singkat.

    Iptu Iwan menyatakan, polisi asal Lamongan yang gugur tersebut sementara bertugas bersama rekan lainnya di Kecamatan Batu Sopang. 

    “Kalau yang meninggal itu, namanya Aipda Kiswanto, merupakan Ps Kanit Reskrim Polsek Batu Sopang,” tandasnya. 

    TribunKaltim.co mencoba menggali informasi melalui Wakapolres Paser, Kompol Donny Dwija Romansa yang baru keluar dari Gedung Reskrim Polres Paser. 

    Hanya saja saat ditemui, dia belum bisa memberi keterangan lebih jauh perihal kasus meninggalnya seorang anggota polisi tersebut.

    “Nanti yah, saya juga belum dapat informasi lengkapnya, karena pelaku ini juga sementara masih diproses,” tandasnya. 

    Sekadar diketahui, pelaku saat ini sementara menjalani pemeriksaan di ruang Reskrim Polres dan polisi juga telah menyita barang bukti berupa 1 unit mobil pickup.

  • Kronologi Ratna Sarumpaet Dilaporkan Cucu Terkait Harta Warisan

    Kronologi Ratna Sarumpaet Dilaporkan Cucu Terkait Harta Warisan

    Kronologi Ratna Sarumpaet Dilaporkan Cucu Terkait Harta Warisan

    TRIBUNJATENG.COM- Cucu Ratna Sarumpaet, Husin Kamal menyebut, Ratna Sarumpaet selalu mempersulit soal hak waris yang menjadi bagian dari ayahnya, Mohammad Iqbal Alhady yang dititipkan kepada Ratna.

    Menurut informasi, persoalan ini berawal sejak 2011 saat putusan pengadilan menetapkan Ratna sebagai pengampu harta warisan Iqbal. Namun, pada 2021 Ratna diduga tidak melaksanakan kewajibannya dengan transparan. Husin sang cucu lantas menilai adanya penguasaan harta sepihak hingga berdampak pada nafkah dirinya dan adik-adiknya 

    “Dengan berat hati, kami harus membawa masalah ini ke ranah hukum dan menjadi viral di media sosial. Karena, kami selalu dipersulit oleh Ibu RS (Ratna Sarumpaet). Kami, hanya ingin mendapatkan kejelasan untuk jalan keluar yang lebih baik,” jelas cucu Ratna Sarumpaet, Husin Kamal dikutip dari channel YouTube Cumi Cumi, Minggu (15/12/2024).

    “Dari awal penetapan, saya dan keluarga tidak dilibatkan tanpa diberitahu sama sekali dan terkesan ditutupi terkait harta warisan,” tuturnya.

    Permasalahan ini bermula sejak kakek Husin, Achmad Fahmy Alhady, meninggal dunia pada 2007. Harta warisan kemudian dibagikan kepada empat anak Ratna, termasuk Iqbal yang dinyatakan tidak cakap hukum. Namun, sejak 2021, Ratna diduga mulai menguasai harta tersebut sepenuhnya dan menghentikan santunan untuk kebutuhan pendidikan cucu-cucunya.

    “Sebenarnya permasalahan ini bukan semata-mata hak waris. Namun, bermula dari saya, kakak kandung, dan adik kandung saya yang masih di bawah umur dipisahkan dari ibu RS dari mulai tahun 2012 sampai hari ini. Lalu di tahun per 2021 sampai saat ini, ibu RS selaku pengampu dari ayah saya memberhentikan nafkah dan santunan terhadap kami, terlebih saya masih harus memikirkan pendidikan adik saya yang masih di bawah umur, yang masih panjang ke depannya,” kata Husin 

    “Kami tidak pernah diberikan jawaban secara pasti, apalagi sejak 2021 kami tidak dinafkahi sama sekali, mulai dari pendidikan, untuk hidup bulanan. Bahkan, sampai saat ini tidak ada kejelasan dan etika baik dari Ibu Ratna Sarumpaet,” ungkapnya.

    Husin mengaku pernah meminta bantuan dana pendidikan secara langsung kepada Ratna, namun permintaannya malah dihadapi dengan penolakan keras. Dia bahkan diusir dari rumah saat memohon hak yang seharusnya dia dapatkan dari harta ayahnya.

    “Saya pun dari awal kuliah dulu sempat meminta biaya pendidikan, namun saya diusir oleh ibu RS dari rumah. Hal serupa juga terjadi dengan abang saya, yang mana minta untuk biaya pendidikan namun malah diusir, yang sebenarnya itu adalah hak dari saya dan saudara untuk (mendapatkan) uang pendidikan dari ayah saya yang diampu oleh ibu RS,” ungkapnya.

    Tidak hanya berupa uang pendidikan, Husin juga menemukan informasi adanya puluhan aset harta peninggalan sang kakek yang hingga kini belum pernah dilaporkan. Harta tersebut mencakup aset tidak bergerak dan bergerak yang tersebar di beberapa provinsi di Indonesia.

    “Saya mendapat informasi resmi itu sekitar kurang lebih 82 item, yang terdiri dari harta tidak bergerak yang tersebar di empat provinsi, yakni Jawa Barat, DKI Jakarta, Banten, dan Nusa Tenggara Barat. Lalu ada tambahan harta bergerak, seperti kendaraan roda empat dan lain sebagainya,” jelasnya.

    Kasus ini kini tengah bergulir dengan fokus utama pada dugaan penguasaan sepihak harta warisan oleh Ratna Sarumpaet sebagai pengampu. Husin berharap laporan yang diajukannya ini dapat memberikan kejelasan dan hak yang seharusnya dimiliki oleh dirinya dan saudara-saudaranya.

    Husin Kamal menyebut, membuka jalan perdamaian untuk menyelesaikan persoalan harta warisan ayahnya yang dikuasai Ratna Sarumpaet.

    “Saya tidak menutup kemungkinan untuk berdamai apalagi ini masalah keluarga. Masalah keluarga siapa sih yang mau dibuka? Apalagi ini bicara dengan nenek saya,” bebernya.

    “Namun, saya hanya meminta hak ayah saya dan ini semata-mata bukan tentang harta warisan apalagi ayah saya masih hidup,” tambah Husin Kamal.

    (*)

  • Kantor Pusat Bank Indonesia Tiba-tiba Digeledah Penyidik KPK, Berkaitan Kasus Apakah?

    Kantor Pusat Bank Indonesia Tiba-tiba Digeledah Penyidik KPK, Berkaitan Kasus Apakah?

    TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA – Tim Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tiba- tiba mendatangi Kantor Pusat Bank Indonesia di Jakarta.

    Kedatangan mereka pada Senin (16/12/2024) malam itu untuk melakukan penggeledahan terkait kasus dugaan korupsi.

    Disebutkan KPK, dugaan korupsi yang dimaksud itu adalah berkaitan dengan penyelewengan penggunaan dana CSR Bank Indonesia yang melibatkan juga Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 2023.

    KPK menggeledah kantor pusat Bank Indonesia (BI) di Jakarta pada Senin (16/12/2024) malam.

    Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari penyidikan kasus dugaan korupsi terkait penggunaan dana Corporate Social Responsibility (CSR) oleh Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 2023.

    KPK mengungkap bahwa kasus ini berpusat pada dugaan penyimpangan dana CSR yang terjadi pada 2023.

    Direktur Penyidikan KPK, Asep Guntur Rahayu pernah menyebut bahwa penyelidikan sudah memasuki tahap penyidikan.

    “Bahwa KPK sedang menangani perkara dugaan tindak pidana korupsi terkait penggunaan dana CSR dari BI dan OJK pada 2023,” ujar Asep Guntur Rahayu seperti dilansir dari Kompas.com, Selasa (17/12/2024).

    Dugaan utama adalah adanya penyelewengan dana CSR yang seharusnya digunakan untuk membangun fasilitas sosial atau publik, tetapi malah dialokasikan untuk kepentingan pribadi.

    Menurut Asep, hasil penyidikan menunjukkan hanya separuh dari total anggaran CSR yang benar-benar digunakan sesuai tujuan.

    “Yang menjadi masalah adalah ketika dana CSR itu tidak digunakan sesuai peruntukannya,” kata Asep Guntur Rahayu.

    “Misalnya CSR ada 100, yang digunakan hanya 50.”

    “Yang 50 lainnya tidak digunakan, tapi misalnya untuk kepentingan pribadi,” ujarnya.

    Terpisah, Kepala Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso membenarkan adanya penggeledahan oleh KPK.

    “Bank Indonesia menerima kedatangan KPK di Kantor Pusat Bank Indonesia Jakarta pada 16 Desember 2024.”

    “Kedatangan KPK ke Bank Indonesia untuk melengkapi penyidikan terkait dengan dugaan penyalahgunaan CSR Bank Indonesia yang disalurkan,” ujarnya.

    BI menyatakan akan sepenuhnya mendukung upaya penyelidikan KPK dan bersikap kooperatif.

    Sebelumnya, Gubernur BI, Perry Warjiyo juga menegaskan bahwa pihaknya menghormati asas hukum yang berlaku.

    “Tentu saja telah memberikan keterangan-keterangan yang diperlukan dalam proses penyelidikan itu,” kata Perry Warjiyo.

    Menurut Perry, program CSR BI selama ini dijalankan dengan mengedepankan tata kelola yang baik, termasuk hanya menyalurkan dana kepada yayasan-yayasan yang memenuhi persyaratan.

    Meski KPK telah menetapkan tersangka dalam kasus ini, identitas mereka belum diumumkan.

    KPK menyatakan bahwa pengumuman akan dilakukan bersamaan dengan upaya paksa berupa penangkapan atau penahanan.

    “Rilis resminya sedang disiapkan,” ujar Juru Bicara KPK, Tessa Mahardhika Sugiarto, Selasa (17/12/2024).

    Hingga kini, KPK terus melanjutkan proses penyidikan untuk mengungkap fakta lengkap mengenai kasus tersebut. (*)

  • Puluhan Sapi di Tempurejo Jember Terjangkit PMK di Musim Hujan, Banyak Diantaranya Mati

    Puluhan Sapi di Tempurejo Jember Terjangkit PMK di Musim Hujan, Banyak Diantaranya Mati

    Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Imam Nawawi

    TRIBUNJATIM.COM, JEMBER – Puluhan sapi di Desa Sidodadi Kecamatan Tempurejo Kabupaten Jember, Jawa Timur terjangkit penyakit kuku dan mulut (PMK). 

    Penyakit yang menimpa puluhan ternak di kawasan Jember selatan tersebut, terjadi sejak memasuki musim penghujan akhir-akhir ini.

    Alif Rifki, Dokter Hewan Puskesmas Tempurejo mengungkapkan kejadian tersebut bermula, adanya sapi milik peternak di Dusun Mandiku Desa Sidodadi sakit selama dua hari kemudian mati.

    “Ketika mati, ternak tersebut langsung dikubur. Setelah beberapa hari pasca kejadian itu. Ternyata ternak milik tetangganya tertular dengan penyakit yang sama,” ujarnya, Selasa (17/12/2024).

    Menurutnya, ada sebanyak 50 ekor lebih sapi milik peternak desa setempat terjangkit penyakit kuku dan mulut bahkan 25 ternak diantaranya mati.

    Setelah dicek oleh petugas kesehatan hewan, kata dia, gejala penyakit itu bermula sapi ini tidak mau makan dan mulutnya mengeluarkan alir liur berlebihan.

    “Mengeluarkan busa di mulut dan hidung. Kemudian di telapak kakinya ada bercak warna putih. Seperti gejala PMK dan mulutnya seperti terkena sariawan,” ulas Alif.

    Sapi yang mati ketika terjangkit penyakit itu. Kata Alif, rata-rata peternaknya kurang telaten merawat ternaknya, serta tidak memperhatikan kebersihan kandang.

    “Kalau peternaknya telaten dan mau menyuapi sapinya, jangan sampai tidak mau makan. Insyallah dua hingga tiga hari sudah enakkan sapinya,” ucapnya.

    Dibandingkan kasus PMK 2022, Alif mengungkapkan tingkat keganasan penyakit ini lebih tinggi sekarang bahkan risiko kematiannya sangat besar.

    “Kayaknya virusnya sudah bermutasi. Cuma tingkat penularannya lebih rendah ketimbang yang dulu. Hanya saja tingkat kematiannya lebih tinggi tahun ini ketimbang yang dahulu,” tuturnya.

    Lebih lanjut, Alif mengungkapkan rata-rata sapi yang terpapar penyakit mulut dan kuku ini sebelumnya belum menerima suntikan vaksin. Sebab ternak ini tergolong baru.

    “Sapi anakan, yang baru menjadi dara dan pejantan dan baru berumur 1 tahun hingga 1,5 tahun kebanyakan itu. Kalau yang sudah ter-vaksin, insyallah aman,” imbuhnya.

    Petugas kesehatan hewan di kawasan Kecamatan Tempurejo. Kata dia, saat ini hanya bisa memberikan edukasi kepada peternak agar melakukan langkah antisipasi.

    “Dengan menjaga kebersihan kandang, mengatur pola makan sapi. Dan kalau sapinya ada gejala PMK untuk segera memanggil petugas kesehatan hewan setempat agar segera mendapatkan penanganan,” imbuh Alif.

    Sementara di Kecamatan Ambulu Jember, dikabarkan terdapat enam sapi yang dilaporkan terpapar penyakit kuku dan mulut. Rata-rata ternak ini juga belum menerima vaksin.

    “Empat sapi di Desa Sumberejo, dan dua sapi di Desa Pontang. Rata-rata dipelihara oleh peternak-peternak baru,” kata Rencong Dwi Putra, dokter hewan Puskesmas Ambulu.

    Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi B DPRD Jember Candra Ary Fianto mengatakan, munculnya penyakit kuku dan mulut terhadap sapi tersebut dipicu faktor perubahan iklim dan cuaca.

    “Seperti kita ketahui, akhir-akhir ini hujan terjadi terus menerus di Jember hingga terjadi genangan. Ditambah lagi kebersihan kandang yang kurang maksimal, khususnya tempat pembuangan limbah kotoran sapi,” tanggapnya.

    Candra mengaku bersama Dinas Peternakan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Jember, masih mendalami jenis penyakit kuku dan mulut yang menyerang sapi tersebut.

    “Guna mencari solusi atas kasus ini. Supaya masyarakat tenang dan ternaknya tetap sehat. Agar pasokan daging menjelang Natal dan tahun baru tetap terjaga,” ucap Legislator Fraksi PDIP ini.

  • Stasiun Kereta di Yogya dan Solo Siap Layani Angkutan Natal dan Tahun Baru 2025 – Halaman all

    Stasiun Kereta di Yogya dan Solo Siap Layani Angkutan Natal dan Tahun Baru 2025 – Halaman all

     

    Laporan Wartawan Tribunnews.com, Nitis Hawaroh 

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menyatakan, sejumlah stasiun kereta api di kawasan Yogyakarta dan Solo siap menghadapi angkutan Natal 2024 Tahun Baru 2025.

    Hal itu dia sampaikan usai meninjau kesiapan angkutan Natal 2024 Tahun Baru 2025 di sejumlah stasiun kawasan Yogyakarta dan Solo, Jawa Tengah, Selasa (17/12/2024).

    “Stasiun ini saya lihat sudah siap hadapi angkutan Nataru. Adapun volume rata-rata keberangkatan penumpang dalam tujuh hari terakhir ini mencapai angka 11.934 orang, sedangkan rata-rata kedatangannya mencapai angka 12.668 orang,” ujar Menhub Dudy dalam keterangannya.

    Menhub Dudy bilang, stasiun Tugu Yogyakarta merupakan stasiun dengan pergerakan keberangkatan dan kedatangan penumpang antar kota terbesar di tanah air. 

    Bahkan, Stasiun Tugu Yogyakarta juga melayani KRL Commuter yang menghubungkan kota Yogyakarta dan Solo. 

    Layanan lain yang disediakan oleh stasiun ini adalah kereta api bandara menuju Yogyakarta International Airport. 

    Menhub Dudy menyebut bahwa saat ini Stasiun Tugu Yogyakarta sedang dilakukan beautifikasi dalam rangka mendukung pengembangan konektivitas di area stasiun. 

    Mengingat stasiun ini terdaftar sebagai cagar budaya, Menhub Dudy pun berpesan agar proses beautifikasi dilakukan dengan hati-hati, sehingga nilai historisnya tetap terjaga. 

    “Selama proses beautifikasi berlangsung, saya mengimbau PT KAI untuk tetap mengutamakan pelayanan kepada pelanggan.”

    “Harapannya, proses beautifikasi dapat terus berjalan dengan tetap mengutamakan keselamatan dan kelancaran arus penumpang,” ungkap Menhub Dudy. 

    Usai meninjau Stasiun Tugu Yogyakarta, Menhub Dudy melanjutkan peninjauan ke beberapa lokasi lain, seperti Stasiun Lempuyangan, Stasiun Solo Balapan, hingga Stasiun Kadipiro. Menhub Dudy juga sempat mengecek proyek Simpang Joglo yang progres pembangunannya telah sesuai rencana. 

    Menhub Dudy menerangkan, infrastruktur transportasi perkeretaapian di wilayah Yogyakarta dan Solo secara garis besar telah siap untuk mendukung angkutan Nataru 2024/2025. Ia pun optimistis penyelenggaraan Nataru di wilayah ini dapat berjalan dengan lancar.

    “Pemerintah berkomitmen memberikan pelayanan yang berkeselamatan, lancar, dan nyaman kepada masyarakat yang akan melakukan perjalanan saat masa Nataru. Dengan rencana operasi yang telah disiapkan serta kolaborasi yang baik dari semua stakeholder, saya optimis penyelenggaraan Nataru tahun ini dapat berjalan dengan lancar,” jelasnya.

     

  • Daftar Lengkap Barang dan Jasa yang Tidak Terkena PPN 12 Persen pada 1 Januari 2025, Apa Saja?

    Daftar Lengkap Barang dan Jasa yang Tidak Terkena PPN 12 Persen pada 1 Januari 2025, Apa Saja?

    TRIBUNJATIM.COM – Kabar kenaikan tarif pajak pertambahan nilai (PPN) menjadi sorotan belakangan ini.

    Sebab, PPN akan naik menjadi 12 persen mulai 1 Januari 2025 mendatang.

    Kenaikan PPN disoroti lantaran berimbas pada sejumlah barang dan jasa.

    Kenaikan PPN 12 persen untuk barang dan jasa ini diatur dalam Undang-undang Nomor 7 Tahun 2024 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU HPP).

    “Namun, barang-barang yang dibutuhkan oleh masyarakat, ini PPN-nya diberikan fasilitas atau 0 persen,” Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam Konferensi Pers Paket Stimulus Ekonomi untuk Kesejahteraan, dikutip dari siaran akun YouTube Perekonomian RI, Senin (16/12/2024), via Kompas.com.

    Meski demikian, ada beberapa jenis barang dan jasa yang tidak terkena PPN 12 persen mulai 1 Januari 2025.

    Barang dan jasa tidak kena PPN 12 persen

    Airlangga merinci, pemerintah akan membebaskan PPN 12 persen untuk sejumlah barang dan jasa yang masuk dalam kebutuhan pokok atau penting.

    Barang kebutuhan pokok yang tidak dikenakan PPN 12 persen adalah:

    Daging ayam ras
    Daging sapi
    Ikan bandeng/ikan bolu
    Ikan cakalang/ikan sisik
    Ikan kembung/ikan gembung/ikan banyar/ikan gembolo/ikan aso-aso
    Ikan tongkol/ikan ambu-ambu
    Telur ayam ras
    Cabai hijau, cabai merah, dan cabai rawit
    Sayuran
    Susu segar
    Bawang merah
    Gula pasir konsumsi

    Selain itu, pemerintah juga membebaskan PPN 12 persen bagi beberapa jasa yang bersifat strategis, yaitu:

    Jasa pendidikan
    Jasa pelayanan kesehatan
    Jasa pelayanan sosial
    Jasa angkutan umum
    Jasa tenaga kerja
    Jasa keuangan
    Asuransi
    Vaksin polio
    Jasa pemakaian air minum
    Jasa persewaan rumah susun umum dan rumah umum

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menambahkan, pengecualian pajak tersebut dilakukan dengan memperhatikan asas keadilan, keberpihakan kepada masyarakat, serta gotong royong.

    “Tindakan untuk memungut (pajak) harus dilakukan berdasarkan undang-undang. Kelompok masyarakat yang tidak mampu akan dilindungi atau bahkan diberikan bantuan. Di sinilah prinsip negara hadir,” jelas dia.

    “Ini asas keadilan yang akan kita coba terus. Tidak mungkin sempurna tapi kita coba mendekati untuk terus menyempurnakan dan memperbaiki,” sambungnya.

    Ia menjelaskan, terdapat sejumlah barang yang seharusnya menerima PPN 12 persen, tetapi hanya dikenakan tarif PPN 11 persen.

    Barang-barang tersebut adalah tepung terigu, gula industri, dan minyak goreng curah atau Minyakita.

    “Untuk barang yang sangat strategis seperti listrik dan air, PPN-nya dibebaskan untuk rumah kecuali yang dayanya di atas 6600 va, sedangkan air bersih juga tidak membayar PPN,” ujarnya dalam kesempatan yang sama.

    Menurutnya, pemerintah akan menanggung biaya kenaikan pajak 1 persen dari barang-barang tersebut.

    Sri Mulyani menegaskan, kenaikan PPN 12 persen berlaku hanya untuk barang dan jasa mewah atau bersifat premium yang dikonsumsi masyarakat golongan menengah ke atas.

    Barang dan jasa yang terkena PPN 12 persen, termasuk layanan Rumah Sakit VIP, sekolah internasional, ikan dan daging premium, serta pelanggan listrik dengan daya 3500-6600 va.

    Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews Tribunjatim.com

  • Polresta Sidoarjo Bekuk Predator Anak Asal Surabaya, Meresahkan

    Polresta Sidoarjo Bekuk Predator Anak Asal Surabaya, Meresahkan

     Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, M Taufik

    TRIBUNJATIM.COM, SIDOARJO – Seorang pria asal Surabaya diringkus petugas Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Sidoarjo.

    Dia adalah RH, pria berusia 47 tahun asal Bangkingan, Kecamatan Lakarsantri, Surabaya.

    Pria ini merupakan predator anak. Dia sudah berulang kali mencabuli bocah SD di Sidoarjo.

    Terakhir dia ditangkap polisi setelah melakukan pencabulan terhadap seorang siswi berusia 12 tahun di wilayah Kota Sidoarjo.

    “Berdasar laporan yang diterima, petugas melakukan penyelidikan dan akhirnya menangkap pelaku,” kata Kasat Reskrim Polresta Sidoarjo AKP Fahmi Amrullah, Selasa (17/12/2024). 

    Diceritakan, peristiwa keji itu bermula pada Sabtu, 23 November 2024, sekitar pukul 20.00 WIB. Saat itu korban NPC bersama kakaknya datang ke GOR Sidoarjo untuk membeli nasi goreng. 

    Tak lama berselang, pelaku datang kemudian membujuknya untuk mengantar pulang dengan dalih disuruh neneknya. Korban pun bersedia. 

    Dalam perjalanan, pelaku mengajak korban mampir ke kosnya terlebih dulu. Dalihnya hendak mengambil uang. “Korban sudah menolak, tapi pelaku memaksanya,” lanjut Kasat Reskrim. 

    Sesampai di tempat kos, korban disuruh masuk ke dalam kamar. Kemudian pelaku mengunci pintu kamar dari dalam dan kuncinya disimpan. Sejurus kemudian dia mematikan lampu kamar. 

    Pelaku lantas memaksa korban untuk tidur di kamarnya. Korban menolak, namun pelaku terus memaksanya dengan mengancam akan dibunuh jika menolak. 

    Pelaku juga sempat membungkam mulut korban menggunakan tangan kanannya. Korban terus memberontak, kemudian pelaku mencekik leher bocah belia itu. 

    Korban pun tak berdaya. Dan saat itulah pelaku melancarkan perbuatan bejatnya. Pelaku memaksa korban berhubungan layaknya suami istri. Korban terus menangis tapi tidak dihiraukan. 

    Puas melancarkan aksinya, pelaku kembali mengancam korban yang sedang dalam kondisi ketakutan. Korban disuruh diam, tidak bercerita ke siapapun sambil terus diancam. 

    Kemudian korban diantar pulang, sekira pukul 03.15 WIB. Di rumah, korban kemudian mengadukan peristiwa yang dialaminya ke orangtuanya. Dari situlah peristiwa ini terbongkar. 

    Pelaku kemudian diringkus polisi. Dan dalam pemeriksaan, ternyata dia sudah beberapa kali melakukan pencabulan terhadap bocah SD di Sidoarjo.  

    “Dari hasil pemeriksaan kami terhadap pelaku, diketahui bahwa dia juga pernah melakukan ke sejumlah siswa SD di wilayah Kabupaten Sidoarjo. Pelaku suka mencabuli anak yang masih SD karena gampang bujukannya,” urai Fahmi. 

    Kepada polisi, pelaku mengaku melakukan perbuatan bejatnya itu karena sudah lama tidak berhubungan badan dengan istrinya. 

    Atas perbuatannya pelaku terancam hukuman 15 tahun penjara sebagaimana diatur dalam Pasal 81 UU Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang Undang Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas UU No. 23 Tahun 2022 tentang Perlindungan Anak.