Category: Tribunnews.com Ekonomi

  • Ini Jadwal Putaran kedua Final Four PLN Mobile Proliga 2025 di Semarang , Digelar Kamis Pekan Ini

    Ini Jadwal Putaran kedua Final Four PLN Mobile Proliga 2025 di Semarang , Digelar Kamis Pekan Ini

    TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Usai sukses menggelar final four PLN Mobile Proliga 2025, pekan lalu di Kota Kediri, Jawa Timur, pekan ini liga bola voli kasta tertinggi di Tanah Air itu kembali digelar di GOR Jatidiri, Semarang 24, 26, dan 27 April 2025.

    Empat tim putra, yakni Jakarta Bhayangkara Presisi, Jakarta LavAni Livin’ Transmedia, Surabaya Samator, dan Palembang Bank SumselBabel akan saling beradu kekuatan untuk bisa maju ke partai puncak grand final, di Yogyakarta, 10-11 Mei 2025 mendatang. 

    Sedangkan di sektor putri, empat tim juga akan bersaing untuk bisa maju ke grand final, yaitu Jakarta Popsivo Polwan, Jakarta Pertamina Enduro, Jakarta Electric PLN, dan Gresik Petrokimia Pupuk Indonesia.

    Seperti diketahui, laga final four ini berlangsung dalam tiga seri selama tiga pekan dan ditutup pada partai puncak grand final yang berlangsung di GOR Amongrogo Yogyakarta, 10 dan 11 Mei 2025 mendatang. 

    Adapun laga final four akan dilangsungkan di tiga kota besar di Indonesia.

    Selain laga pembuka di Kediri, yang sudah berlangsung pekan lalu, 17-20 April 2025, dua seri lainnya berlangsung di GOR Jatidiri Semarang, pekan ini, 24-27 April 2025, serta seri ketiga di GOR Sritex Arena Solo, 1-4 Mei 2025 mendatang.

    Kompetisi bola voli profesional ini diikuti tujuh tim putri dan lima putra. Di bagian putri, selain empat tim yang sudah lolos final four, tiga tim lainnya adalah Jakarta Livin’ Mandiri, Bandung bjb Tandamata, dan Yogya Falcons. 

    Sementara di sektor putra hanya ditambah Jakarta Garuda Jaya selain empat tim peserta final four.

    Kompetisi yang telah memasuki tahun ke-23 ini pada babak reguler dua putaran berlangsung di tujuh kota antara lain, Semarang, Gresik, Malang, Surabaya untuk putaran pertama dan lanjut putaran kedua di Bandung, Pontianak, dan Palembang.

    Pada laga pekan kedua ini nantinya akan ada hadiah uang pembinaan sebesar Rp 60 juta, bagi juara putaran pertama, baik putra maupun putri.

    Dari bagian putra, LavAni yang berpeluang menjuarai putaran pertama final four.

    Hal ini mengingat tim milik Presiden RI ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono ini menjadi satu-satunya tim putra yang belum terkalahkan dari dua laga yang sudah dijalaninya.

    LavAni akan bertemu juara bertahan di Semarang ini.

    Jika kalahpun dari sang juara bertahan, akan diperhitungkan hasil kalah dan menangnya. LavAni sudah dua kali menang dengan skor fantastis 3-0.

    “Kita berharap menang di Semarang nanti untuk mengamankan tampil di grand final,” ujar asisten pelatih LavAni, Erwin Rusni.

    Sementara di bagian putri, posisi Jakarta Popsivo Polwan lebih baik dari tiga tim lainnya.

    Tim milik Polri itu hanya tinggal satu kemenangan untuk menjuarai putaran pertama final four, karena Popsivo belum terkalahkan di putaran pertama ini dari dua laga.

    Yolla Yuliana dan kawan-kawan akan menghadapi Jakarta Pertamina Enduro.

    Jika menang maka Popsivo dipastikan juara putaran pertama, namun jika kalah maka dilakukan poin ataupun ratio set.

    Di GOR Jatidiri nanti, laga Kamis (24/4/2025) akan menjadi empat laga.

    Hal tersebut dikarenakan laga Jumat (25/4/2025) yang seharusnya dua laga dimajukan sehingga diliburkan. Hal tersebut dibenarkan wakil ketua Proliga, Reginald Nelwan.

    “Kita majukan jadwal pertandingan yang Jumat ke Kamis. Dan Jumat diliburkan,” kata Regi. (*)

  • Tuangkan Ide pada Selembar Kain, Iin Windhi Lestarikan Batik Semarangan

    Tuangkan Ide pada Selembar Kain, Iin Windhi Lestarikan Batik Semarangan

    TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Di tengah hiruk pikuk Ibu Kota Jawa Tengah, sebuah kampung kecil bernama Kampung Batik, Kelurahan Rejomulyo, Kecamatan Semarang Timur hidup membawa misi melestarikan warisan budaya tak benda. Hampir setiap rumah memajang berbagai karya batik, termasuk Iin Windhi Indah Tjahjani, pelaku UMKM batik binaan BRI. 

    Iin menyampaikan, nama Kampung Batik ada sejak masa Ki Ageng Pandanaran. Dulu, Ki Ageng Pandanaran menamakan wilayah Kota Semarang berdasarkan pada aktivitas warga. Kala itu, banyak warga di Kampung Batik menjadi kuli batik. 

    Kini, nama Kampung Batik masih dikenal bahkan menjadi jujukan wisata. Hanya saja, saat ini justru hanya didominasi pedagang batik. Iin menjadi perajin batik yang bertahan di kampung tersebut demi terus melestarikan Batik Semarangan.

    “Upaya mempertahankan batik Semarangan, Saya membebaskan diri saya berkreasi, menuangkan ide saya dalam selembar kain sambil mengangkat batik di tahun lama,” papar Iin, Rabu (23/4/2025)
     
    Mayoritas batik karya Iin yang dibranding dengan nama Cinta Batik Semarang mengangkat motif-motif lama. Selama ini, batik ciri khas Semarang memang masih tidak beku. Pemerintah, kata dia, menginginkan batik ikon Semarang berupa tugu muda, lawang sewu, warak ngendhok. Padahal, Batik Semarangan lebih mengarah ke motif pesisiran yang dipengaruhi kehadiran bebetapa etnis. 

    “Dulu bukan ikon Semarang, perajin dibebaskan, namun semakin kesini semakin ada pergantian. Mereka (para perajin) tidak mau cari tahu Batik Semarangan kaya apa,” ujarnya. 

    Di tengah perubahan, Iin tetap mengangkat motif Semarang lama tahun 1800 – 1940an. Motif batik Semarangan banyak disimpan di Belanda. Ia pun memiliki sebuah buku batik Semarang lama yang kini menjadi pedoman dirinya dalam berkarya. Batik Semarangan lebih menunjukan batik pesisiran dengan motif flora fauna. 

    “Batik Semarang itu batik pesisiran dengan motif flora fauna yang dibuat oleh orang Semarang, di Kota Semarang. Dulu banyak dipakai motif bangau, kupu, bambu, bunga mawar, bunga cempaka,” sebutnya. 

    Adanya beberapa etnis di Kota Semarang menjadi pengaruh berkembangnya motif batik di Semarang. Iin menyebut, ada motif peranakan yang kala itu memenuhi kebutuhan orang-orang Cina yang berdagang di Semarang hingga muncul adanya Kampung Pecinan. Para perajin menyesuaikan motif-motif yang disenangi para kaum Tionghoa. Ada beberapa folosofi yang mereka yakini antara lain motif kupu-kupu dan motif bambu. 

    Puluhan tahun Semarang dijajah Belanda, hingga muncul kawasan orang-orang Belanda yang kini dikenal dengan kawasan Kota Lama. Berkembanglah batik motif-motif yang disukai oleh orang Belanda. Motifnya lebih mengarah pada motif bunga-bunga antara lain krisan, wisteria, dan tulip. Ada pula motif hewan bangau.

    Kota Semarang juga tidak lepas dari hadirnya orang-orang Arab yang turut berdagang. Muncullah motif berupa motif geometris. 

    “Dulu, perajin memenuhi kebutuhan pangsa pasar yang ada. Dengan keterbatasan alat, bahan, tapi mereka sudah bisa menciptakan yang bagus. Motifnya ada artinya,” ujarnya. 

    Hingga kini, Iin masih mengangkat motif-motif Semarang lama. Motif peranakan Cina dan Belanda masih memiliki pangsa pasar yang besar di Semarang. 

    Batik Cinta Semarang Digandrungi Pelancong Luar Negeri 

    Iin mengungkapkan, Kampung Batik yang menjadi tujuan destinasi wisatawan membuat Batik Cinta Semarang digandrungi para pelancong luar negeri. 

    Produk saya sekitsr indo. Luar ada, tp mereka yg dteng. Krna kampungbabtik jdtmepat pelancong dr luar negeri. Mayoritas bule yang mampir ke galeri sekaligus rumah produksinya, di Kampung Batik Gedong 430, menyukai kotif klasik Semarang lama yang memiliki pesan dan filosofi. 

    “Mereka paham bahwa memakai kain batik ada harapan dalam selembar kain. Misal, motif kupu-kupu dilihat dari metamorfosisnya menjadi sebuah kupu yang bagus. Mereka cari batik yang punya makna,” terang perempuan berusia 51 tahun itu. 

    Selain di jual di galerinya, Batik Semarang karya Iin terjual ke berbagai kota di Indonesia melalui pameran-pameran. Dalam sebulan, ia bisa menjual 25 hingga 30 kain batik dengan rentang harga mulai Rp 90 ribu hingga Rp 15 juta. Harga dibanderol bergantung kerumitan proses produksi.

    BRILianpreneur Jadi Potensi Besar Perluas Pemasaran 

    Iin menjadi bagian dari Rumah BUMN BRI sejak 2022. Saat itu, ia diajak bergabung saat mengikuti pameran di Angkasa Pura. Ia pun diminta untuk mendaftar BRILianpreneur. Dari ribuan UMKM yang mendaftar, perempuan cinta batik itu berhasil lolos kurasi. 

    “BRILianpreneur, pameran diikuti seluruh UMKM di Indonesia, produknya sudah dikurasi, jadi benar-benar produk unggulan,” ucapnya. 

    Menurut dia, BRILianpreneur memiliki potensi bedae memperluas pasar. Penjualan pun meningkat. Daru event itu, dia bisa mengukut kualitas produknya setara dengan produk yang diekspor. Pasalnya, dalam event tersebut, BRI memfasilitasi pertemuan UMKM dengan buyer untuk penjualan ekspor. 

    “Kalau ada kecocokan bisa diikutkan ekspor. Tapi, saya belum fokus karena melihat ketebatasan SDM. Tapi, standarnya produk saya sudah memenuhi ekspor,” terangnya.

    BRI Berkomitmen Dukung UMKM Bersaing di Pasar Global

    Dikutip dalam laman BRI, Direktur Commercial, Small, and Medium Business BRI, Amam Sukriyanto mengungkapkan, BRI UMKM EXPO(RT) merupakan komitmen BRI untuk mendukung UMKM bersaing di pasar global. 

    “Kegiatan ini menjadi momentum strategis bagi UMKM untuk memperluas jangkauan pasar dan bertemu dengan potential buyer internasional. BRI berkomitmen memajukan UMKM melalui pembiayaan, pendampingan, dan akses ke pasar global,” ungkapnya.

    Sebelumnya, BRI sudah menggelar kegiatan selaras dengan BRI UMKM EXPO(RT) pada 2023. Event tersebut sukses menghadirkan 700 UMKM terkurasi terpilih dari 3.132 pendaftar di seluruh Indonesia dan di antaranya 200 UMKM merupakan komunitas yang terbagi menjadi lima kategori berbeda, yakni Home Décor & Craft, Food & Beverages, Accessories & Beauty, Fashion & Wastra, dan Healthcare/Wellness. (eyf)

  • Kunci Jawaban Kelas 3 SD Tema 3 Subtema 2 Halaman 72 75 80 83 Menghitung Volume Sebuah Benda

    Kunci Jawaban Kelas 3 SD Tema 3 Subtema 2 Halaman 72 75 80 83 Menghitung Volume Sebuah Benda

    TRIBUNJATENG.COM– Kunci jawaban kelas 3 SD tema 3 halaman 72 73 74 75 76 81 82 dan 83.

    Ini adalah kunci jawaban Buku Tematik Terpadu Kurikulum 2013

     tema 3 kelas 3 SD subtema 2 pembelajaran 2.

    Buku Tematik Terpadu Kurikulum 2013 dengan judul Benda di Sekitarku 3 SD Tema 3 memiliki 4 subtema.

    Inilah kunci jawaban Buku Tematik tema 3 kelas 1 SD subtema 2 pembelajaran 2 dan 3 halaman 72, 73, 74, 75, 76, 81, 82, 83.

    Pembelajaran 2

    Kunci jawaban Tema 3 kelas 3 SD halaman 72-73

    Ayo Berlatih

    Pehatikan pengukuran massa benda berikut ini! Lingkari pernyataan yang benar!

    soal ()

    soal ()

    soal ()

    Ayo Mengamati

    Pelajarilah tentang volume benda! Lakukan percobaan berikut bersama teman dalam kelompokmu!

    Alat dan Bahan

    1. Gelas ukur

    2. Benda padat yang dapat dimasukkan ke dalam gelas ukur

    3. Air

    4. Balon(2 buah)

    Langkah-Langkah Percobaan

    a. Isilah gelas ukur dengan air. Masukkan benda padat ke dalamnya.

    b. Perhatikan gambar untuk membuktikan volume benda padat!

    soal ()

    c. Apa yang terjadi sebelum dan setelah benda padat dimasukkan ke dalam gelas ukur? Tuliskan pengamatanmu!

    Sebelum benda padat dimasukkan, volume air berukuran sama. Namun, setelah benda padat dimasukkan, volume air menjadi bertambah.

    d. Isilah gelas ukur dengan air sebanyak 300 mililiter. Kemudian tambahkan hingga 600 mililiter. Perhatikan gambar untuk membuktikan volume benda cair!

    soal ()

    e. Apa yang terjadi sebelum dan setelah air ditambahkan ke dalam gelas ukur? Tuliskan pengamatanmu!

    Sebelum air ditambahkan 300 mililiter, volume air masih sedikit. Namun setelah ditambahkan, volume air bertambah.

    f. Perhatikan gambar untuk membuktikan volume benda gas!

    soal ()

    g. Apa yang terjadi sebelum dan setelah udara ditiupkan ke dalam balon? Tuliskan pengamatanmu!

    Sebelum udara ditiupkan ke balon, volume balon masih sedikit dan balon berukuran kecil. Lalu, setelah udara ditiupkan, volume pada balon bertambah.

    Kunci jawaban Tema 3 kelas 3 SD halaman 76

    Kamu telah melaksanakan percobaan di atas! Coba lengkapi kalimat di bawah ini!

    Benda di sekeliling kita terdiri atas benda hidup

    dan benda __________. Benda mempunyai tiga

    wujud, yaitu _____________, _____________, dan

    _____________. Benda mempunyai ciri-ciri, yaitu

    memiliki _____________ dan _________________.

    Jawaban:

    1. Mati

    2. Padat, cair, dan gas

    3. Massa dan volume

    Pembelajaran 3

    Kunci jawaban Tema 3 kelas 3 SD halaman 81

    Yuk, cari tahu sifat benda padat tersebut! Lakukan pengamatan sebagai berikut!

    1. Amatilah benda-benda padat di sekitarmu!

    2. Tuliskan sifat benda padat berdasarkan pengamatanmu!

    Benda padat: Kotak pensil

    Sifat-sifat benda padat:

    – Bentuknya tetap

    – Mempunyai massa

    Kunci jawaban Tema 3 kelas 3 SD halaman 81-83

    Ayo Mencoba

    Kamu telah menuliskan pendapatmu berdasarkan pengamatan.

    Sekarang, lakukan percobaan untuk mengetahui sifat benda padat.

    Mengetahui Sifat Benda Padat

    Lakukan secara berkelompok. Kumpulkan benda-benda padat di sekitar sekolahmu.

    • Alat dan Bahan

    1. Ember

    2. Gelas

    3. Kantong plastik

    • Langkah-Langkah Percobaan

    1. Masukkan benda yang kamu kumpulkan ke dalam ember. Kemudian, ke dalam gelas dan terakhir ke dalam kantong plastik.

    2. Catatlah hasil percobaanmu ke dalam tabel di bawah ini. Lihat contoh nomor 1.

    Disclaimer:

    – Jawaban di atas hanya digunakan oleh orang tua untuk memandu proses belajar anak.

    – Soal ini berupa pertanyaan terbuka yang artinya ada beberapa jawaban tidak terpaku seperti di atas.

  • BREAKING NEWS 1 Rumah Kebakaran di Blora, Diduga Lupa Matikan Kompor

    BREAKING NEWS 1 Rumah Kebakaran di Blora, Diduga Lupa Matikan Kompor

    TRIBUNJATENG.COM, BLORA – Kebakaran rumah warga terjadi di Desa Doplang, Kecamatan Jati, Kabupaten Blora, Rabu (23/4/2025).

    Kabid Damkar Satpol PP Blora, Hariyanto Purnomo, mengatakan peristiwa kebakaran itu terjadi sekira pukul 10.00 WIB.

    “Yang terbakar rumah bapak Jupri. Kronologinya itu, istri bapak Jupri itu saat itu sedang memasak di kompor, terus ditinggal menjemput anaknya sekolah. Tapi kompor lupa dimatikan.”

    “Lalu ada tetangga korban yang melihat api sudah menjalar ke gebyok (dinding) kayu. Melihat itu, tetangga korban langsung berteriak minta tolong dan warga berdatangan untuk membantu,” jelasnya, saat dikonfirmasi Tribunjateng.

    Kemudian, ada salah seorang warga yang berinisiatif melaporkan kejadian itu ke damkar, untuk membantu pemadaman api.

    “Menerima laporan itu, kami langsung menugaskan damkar pos Randublatung untuk ke lokasi kejadian dan membantu pemadaman api. Sesampainya di lokasi petugas langsung berjibaku memadamkan api, dan sekira 30 menit kemudian api berhasil dipadamkan.”

    “Kami mengerahkan 1 mobil damkar dan 1 water supply dengan 6 personil damkar, dari BPBD juga mengirimkan 1 unit tanki air untuk membantu pemadaman,” jelasnya.

    Hariyanto menyampaikan akibat kebakaran itu korban mengalami kerugian sekira Rp 35 juta.

    “Penyebab kebakaran karena istri korban menyalakan kompor, lupa dimatikan saat ditinggal menjemput sekolah anaknya.”

    “Posisi kompor di rumah bagian tengah, jadi yang terbakar rumah bagian tengah,” paparnya.(Iqs)

  • Lepas 226 Jamaah Calon Haji, Dedy Yon Pesan Doakan Kota Tegal Semakin Maju

    Lepas 226 Jamaah Calon Haji, Dedy Yon Pesan Doakan Kota Tegal Semakin Maju

    TRIBUNJATENG.COM, TEGAL – Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono melepas 226 jamaah calon haji 2025 di Pendopo Ki Gede Sebayu Balai Kota Tegal, Rabu (23/4/2025).

    Pelepasan itu dihadiri Wakil Wali Kota Tegal Tazkiyyatul Muthmainnah, Sekda Kota Tegal Agus Dwi Sulistyantono, dan kepala OPD terkait.

    Ketua panitia pemberangkatan dan pemulangan haji Kota Tegal, Mohamad Afin mengatakan, 226 jemaah calon haji Kota Tegal dibagi menjadi tiga kloter, yaitu Kloter 19, 20, dan 93.

    “Kloter 19 ada 56 orang, 162 orang di Kloter 20, dan 8 orang di Kloter 93,” ujarnya.

    Afin menjelaskan, rencana pemberangkatannya akan dibagi dalam dua tahap.

    Kloter 19 dan 20 diberangkatkan pada 5 Mei 2025.

    Sedangkan Kloter 93 diberangkatkan pada 30 Mei 2025.

    “Untuk keberangkatan jemaah calon haji akan menggunakan 7 bus untuk Kloter 19 dan 20.”

    “Sedang Kloter 93 menggunakan satu bus,” jelasnya. 

    Sementara itu, Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono berpesan, ini merupakan kesempatan yang penuh berkah dan kebahagiaan karena tidak semua orang berkesempatan naik haji ke Tanah Suci.

    Dia mendoakan kepada jemaah calon haji agar selamat dalam perjalanan berangkat maupun pulang dan tidak kurang suatu apapun

    “Kami doakan semoga menjadi haji yang mabrur dan hajjah yang mabruroh.”

    “Jangan lupa selain doakan keturunannya agar sukses bisa naik haji.”

    “Doakan juga Kota Tegal semakin maju dan masyarakatnya semakin sejahtera,” pesannya. (*)

  • Abimanyu Presto: Bisnis Olahan Bandeng yang Lahir dari Air Mata Anak TK

    Abimanyu Presto: Bisnis Olahan Bandeng yang Lahir dari Air Mata Anak TK

    TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – “Kalau Mama terus kerja, aku nggak mau sekolah,” kalimat itu meluncur dari mulut anak TK yang sedang rewel, ringan tapi tajam dan membuat seorang ibu terus kepikiran.

    Saat itu, Yuli Hastuti (44) bekerja di pabrik garmen di Semarang. Hidupnya dikunci dalam ritme kerja dari pagi hingga petang, rumah menjadi tempat singgah, bukan tempat tinggal. 

    Uang ada, tapi kehadiran tiada, kalimat anaknya, yang baru duduk di TK waktu itu, mengguncang pikirnya.

    Hal itu yang membuat Yuli Hastuti mulai berfikir dan menimbang untuk mencoba keluar dari pabrik garmen. Yuli Hastuti biasa memperoleh penghasilan dari kerjaannya, hal itu yang membuat dia maju-mundur untuk keluar atau tetap bekerja.

    “Dahulunya pekerja garmen, kalau keluar kerja saya bingung karena biasanya pegang uang. Tapi anak saya bilang aku ga mau sekolah kalau mama ga mau di rumah,” kenangnya pada kejadian di tahun 2017-an itu.

    Dari situ, ibu dua anak itu menata ulang hidup. Melakukan persiapan sebelum keluar dari pabrik garmen, disitu dia mengingat ayahnya yang bekerja pada pengolahan pabrik bandeng presto.

    Ayahnya yang di bagian produksi mengingat aroma tajam dari dapur pengukusan ikan, serta beragam menu olahan dari bandeng presto. 

    Diskusi panjang dia lakukan bersama ayahnya, Yuli mencoba membuat satu menu simpel terlebih dahulu, yakni galantin bandeng: daging bandeng dibumbui, dibentuk bulat pipih seperti steak. 

    Dia coba bikin sendiri, sekadar uji coba. Enam kilo pertama dia bagikan ke teman-teman, secara gratis. Seminggu kemudian, mereka datang lagi. Bukan untuk meminta, tapi untuk memesan. 

    Dari situ, Yuli mulai memusatkan perhatiannya pada usaha kecilnya. Perlahan, dia meyakinkan diri bahwa segalanya akan baik-baik saja ketika meninggalkan pekerjaannya di pabrik garmen pada 2018 bukanlah keputusan yang salah.

    “Setelah mulai ada pesanan, saya mulai berani untuk keluar (pabrik garmen). Semakin lama banyak yang minat, terus ada yang pesan otak-otak bandeng dan bandeng presto, dulu saya belum buat tapi saya coba terima pesanannya,” jelas ibu dua anak itu.

    Secara perlahan pengusaha bandeng itu mengubah sudut kecil rumahnya menjadi dapur produksi. 

    Tak ada kompor gas industri atau oven stainless besar. Yang ada hanya kompor dua tungku di pojok dapur, meja kayu tua yang diberi alas plastik, dan panci presto berkapasitas 6 liter yang dia beli dari tabungannya.

    Semua dikerjakan manual. Bandeng dia olah sendiri mulai mengupas durinya, dicampur telur dan rempah-rempah rahasia, lalu dibentuk menjadi galantin atau otak-otak. Tanpa kelapa dan tanpa pengawet. 

    Belajar Dari Gagal, Bertumbuh Dari Pesanan

    Untuk Bandeng presto dia masak dengan sistem sterilisasi sederhana. Dia belajar dari video daring, pelatihan dari Rumah BUMN, dan coba-coba yang tak terhitung.

    “Pernah gagal total. Bandeng saya hancur semua karena salah tekan. Tapi saya belajar. Saya simpan uang sedikit-sedikit buat beli alat baru,” katanya.

    Dari dapur mungil di gang sempit yang tiap hari digetarkan deru kereta, lahirlah Abimanyu Presto, sebuah nama yang Yuli sematkan dari lingkungan yang menempanya. Tempat bising dan sempit itu, justru jadi ruang lahirnya harapan.

    Pada awal 2019, Yuli menitipkan produknya di warung-warung belanja sekitar rumah. Tapi tak ada yang membeli, padahal untuk produk yang dijual tergolong lebih murah daripada harga saat ini. 

    “Banyak yang kembali, saya dahulu bertanya-tanya padahal lebih murah, ternyata bukan pasar saya. Saya sadar waktu coba jual melalui media sosial, dengan harga yang sedikit lebih mahal malah laku keras,” ujarnya.

    Puncak kenaikan Abimanyu Presto terjadi pada 2020, saat pandemi COVID-19 melanda. Di tengah keterbatasan gerak dan ketidakpastian ekonomi, bahkan sang suami sempat dirumahkan tanpa upah, justru pesanan mulai berdatangan. 

    Bagi Yuli, masa krisis itu berubah menjadi momentum untuk bangkit. Memanfaatkan fasilitas media sosial, dirinya mulai melebarkan sayapnya.

    “Pas itu saya banyak yang pesan, justru lewat media sosial. Pesanannya banyak kebanyakan kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, Surabaya,” ujarnya.

    Rasa yang jujur tak perlu banyak iklan. Dari dapur mungil Yuli, testimoni lahir dari mulut-mulut yang puas.

    Seperti indah yang mengaku menyetok di rumahnya sebagai menu ataupun bekal sarapan keluarganya.

    “Bandeng prestonya empuk banget, sampai ke tulangnya. Saya biasa beli buat stok di rumah , masaknya juga gampang karena tahan lama dan praktis,” ujar Indah, pelanggan asal Semarang Barat yang datang ke Abimanyu Presto, beralamat di Jalan Abimanyu V No 25 D Pindrikan Lor Kecamatan Semarang Utara.

    Indah mengaku terkadang ketika berkunjung ke tempat sanak saudaranya yang diluar Kota Semarang, Produk Abimanyu Presto menjadi pilihan tepat sebagai buah tangan.

    Berkembang Bersama Rumah Kreatif BUMN BRI

    Di tahun 2023, Yuli Hastuti mulai bergabung ke Rumah Kreatif BUMN BRI. Disitu banyak manfaat dan fasilitas yang didapatkan oleh Yuli Hastuti untuk melebarkan penjualannya.

    Mulai dari pelatihan pembuatan konten media sosial, promosi, hingga pembukuan semua dirancang agar pelaku UMKM seperti Yuli bisa menjalankan bisnisnya dengan lebih mudah dan terarah.

    Selain itu, Yuli Hastuti juga lebih banyak mengikuti kesempatan untuk berkembang melalui bazar atau pameran yang dia ikuti, setelah bergabung dengan Rumah Kreatif BUMN BRI.

    Dari situ, produk-produknya selain dikirim di pulau Jawa juga dikirim ke berbagai kota di beragam pulau Indonesia, seperti Sulawesi, Sumatera, Kalimantan dan Papua. Bahkan pernah dibawa reseller ke Singapura. 

    “Bandengnya tahan enam hari di suhu ruang, dan hingga tiga bulan di freezer,” ujarnya.

    “Biasanya reseller saya bawa ke luar kota pakai cargo. Kalau lokal, orang pesannya via GoFood dan GrabFood,” tambahnya.

    Yuli mempekerjakan dua karyawan. Ia punya tujuh reseller aktif. Produksi bandeng mencapai 150–200 kilogram per bulan, dan melonjak saat Lebaran. Saat mengikuti Bazaar ataupun pameran, stan kecilnya tak pernah sepi dari pengunjung.

    Untuk produk yang Yuli jual, mulai dari bandeng presto dengan kemasan satu dus isi dua dari harga Rp50.000 hingga Rp70.000 tergantung besar kecilnya.

    Untuk otak-otak bandeng satunya Rp35ribu, tahu bakso udang dan lumpia Rp20ribu isi lima.

    Di usia 44 tahun, Yuli telah membuktikan bahwa dapur sempit pun bisa menjadi ruang revolusi. Bahwa dari tekanan ekonomi, dari tangisan anak, dan dari aroma bandeng, bisa lahir keteguhan yang menyuapi bukan hanya perut, tapi juga martabat.

    Kini, anaknya tak lagi menolak sekolah.

    Ibunya, sudah ada di rumah. Tapi lebih dari itu ibunya kini juga pengusaha pengolah bandeng.

    Terpisah, Koordinator Rumah Kreatif BUMN BRI Semarang, Endang Sulistiawati menjelaskan bahwa BRI hadir untuk membantu pelaku UMKM dan membimbing ataupun mendampingi sebagai wujud komitmen BRI.

    Saat ini sekitar 3.000 pelaku UMKM telah dinaungi oleh Rumah Kreatif BUMN BRI Semarang. Beragam fasilitas tentunya bisa diakses, agar pelaku UMKM bisa berkembang dan tidak stak.

    Selain itu, pihaknya terus berkomitmen dalam membuat komunitas yang sehat dalam membantu perkembangan UMKM, untuk saling tukar pikiran ataupun ilmu.

    Bantuan itu untuk mewujudkan agar UMKM bisa lebih go modern, go online, go digital, bahkan go global, dengan tujuan untuk membantu para pelaku usaha agar tidak stak dan bisa terus berkembang.

    “Tentu para UMKM, juga mendapat beragam fasilitas yang diberikan rumah BUMN meliputi pelatihan gratis, modul gratis, dan pendampingan,” katanya.

    “Termasuk juga memfasilitasi bazaar, untuk memperkenalkan produk UMKM dan fasilitas penunjang lainnya seperti bantuan legalitas,” tambahnya. (Rad)

  • Siswa Keluhkan Menu MBG di Kudus Dinilai Kurang Fresh hingga Menimbulkan Bau Tak Sedap

    Siswa Keluhkan Menu MBG di Kudus Dinilai Kurang Fresh hingga Menimbulkan Bau Tak Sedap

    TRIBUNJATENG.COM, KUDUS – Sejumlah siswa di Kabupaten Kudus mengeluhkan menu program makan bergizi gratis (MBG) dinilai kurang fresh hingga menimbulkan bau kurang sedap.

    Kondisi tersebut terjadi di SMAN 1 Kudus pemberian MBG pada 14 dan 21 April.

    Menu MBG yang disalurkan di sekolah tersebut pada 14 April dikeluhkan siswa karena beberapa persoalan. Di antaranya nasi kurang matang dan keluhan soal lauk yang dinilai kurang higienis.

    Sementara menu MBG yang dibagikan pada 21 April dikeluhkan lantaran makanan mengeluarkan bau kurang sedap, meski kondisi nasi dan lauknya dalam kondisi baik, artinya tidak dalam keadaan basi.

    Keluhan menu MBG ini sudah disampaikan langsung perwakilan SMAN 1 Kudus kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang bersangkutan.

    Diketahui bahwa jatah menu MBG yang diterima SMAN 1 Kudus sebanyak 823 menu setiap hari.

    Dari jumlah tersebut, ada beberapa porsi makanan yang sempat dikeluhkan siswa. Dengan maksud, kejadian ini menjadi evaluasi pelaksanaan MBG di Kabupaten Kudus, agar ke depannya lebih baik lagi.

    Kepala SPPG Jepangpakis, Febria Setyaningrum mengatakan, ada laporan keluhan dari penerima manfaat di SMAN 1 Kudus hasil pelaksanaan MBG dalam beberapa hari di bawah tanggungjawab dapur SPPG Jepangpakis.

    Laporan tersebut sudah diterima, selanjutnya ditindaklanjuti untuk perbaikan internal dapur MBG.

    Selain itu, lanjut Febria, laporan keluhan masyarakat terkait menu MBG juga sudah disampikan ke Kodim 0722/Kudus selaku pihak yang melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan MBG di Kabupaten Kudus.

    Dengan harapan, nantinya pelaksanaan MBG di Kabupaten Kudus bisa lebih optimal, dan kejadian serupa tidak terulang kembali.

    “Itu memang sepertinya (kondisi makanan, red) ada yang kepanasan, mempengaruhi di tempatnya. Pihak sekolah sudah (laporan) ke saya. Saya sudah minta kalau ada yang kurang enak, tidak usaha di makan, dikembalikan ke dapur,” terangnya.

    Febria melanjutkan, pihaknya sudah melakukan evaluasi dapur MBG, mulai dari bagian kebersihan tempat penyimpanan, pengolahan, hingga pengemasan makanan ke dalam kotak makan.

    Manajemen SPPG Jepangpakis juga melakukan evaluasi terhadap sumber daya manusia (SDM), termasuk penjadwalan masak, packing, dan pengantaran agar lebih sesuai prosedur. Supaya kondisi makanan terjaga kualitasnya.

    “Kalau (makanan) masih panas langsung dipacking bisa kurang bagus hasilnya,” tuturnya.

    Febria menyebut, sejauh ini hanya ada satu sekolah yang menyampaikan keluhan dari total 15 sekolah yang manjadi lingkup pelaksanaan MBG di bawah tanggungjawab SPPG Jepangpakis.

    Dia menyadari bahwa masih banyak yang perlu dievaluasi terkait pelaksanaan MBG di dapur SPPG yang dipimpinnya. Mengingat timnya masih perlu adaptasi dan proses mencari ritme kerja, sehingga dimungkinkan masih terjadi human eror dampak kurang teliti dan kehati-hatian.

    Pihaknya juga memastikan bahwa kuality kontrol di dapur MBG bakal ditingkatkan. Termasuk bahan baku yang disediakan harus habis dalam satu hari, guna menjaga kualitas bahan baku dalam keadaan segar.

    Standar Operasional Prosedur (SOP) di dapur MBG akan ditingkatkan. Termasuk menyiapkan tim khusus untuk kebersihan tempat makan, guna memastikan tempat makan dalam keadaan bersih dan higienis.

    “Sejauh ini evaluasi dari sekolah lain aman, hanya satu sekolah yang melaporkan keluhan. Ke depan, ada tindakan preventif, kita sesuaikan lagi mulai soal kondisi nasi, dan lauk, dengan meminimalkan human eror,” tegasnya.

    Diketahui bahwa SPPG Jepangpakis setiap harinya menyiapkan 2.967 porsi menu MBG. Selanjutnya dihantarkan ke 15 sekolah sasaran, mulai dari jenjang TK, SD, SMP, dan SMA dengan radius kurang dari 3 kilometer.

    Dandim Pastikan Kondisi Bahan Baku

    Komandan Kodim (Dandim) 0722/Kudus, Letkol Inf Hermawan Setya Budi mengecek langsung kondisi dapur SPPG Jepangpakis, Rabu (23/4/2025).

    Pengecekan langsung dilakukan untuk memastikan bagaimana kodisi di dapur MBG di Jepangpakis.

    Menurut Letkol Inf Hermawan, kondisi dapur SPPG Jepangpakis cukup bersih.

    Tempat penyimpanan bahan baku makanan, baik bahan baku basah maupun bahan baku kering dalam keadaan bagus.

    Selain itu, kondisi tempat pengolahan bahan baku atau tempat masak dan tempat pengemasan makanan juga dinilai dalam keadaan bersih.

    Sebagai bahan evaluasi, Dandim menekankan bahwa disiplin bekerja harus diperhatikan untuk meminimalisir komplain dari masyarakat.

    Mulai dari hal yang kecil, seperti ukuran lauk, hingga disiplin kebersihan dan higienitas makanan.

    “Kebersihan harus dipertahankan, jangan sampai disiplin kebersihan turun. Ini wajah Kudus, jika MBG berhasil, kabupaten kita dilihat juga. Kodim sifatnya tanggungjawab moral dengan penerima manfaat,” jelasnya.

    Letkol Inf Hermawan juga meminta petugas SPPG lebih hati-hati dalam mengecek kualitas susu yang disajikan sebagai pendamping menu MBG.

    Utamanya memastikan bahwa kondisi susu dalam keadaan baik sebelum diberikan ke sekolah-sekolah.

    Dia juga mengingatkan bahwa petugas di lapangan juga harus memastikan betul kualitas sayur dan bahan baku lauk. Terlebih soal tempat dan cara penyimpanan, hingga pemrosesannya.
    Memastikan bahwa bahan baku datang sehari sebelum diolah.

    “Kita kawal bersama MBG ini. Baru ada 3 dapur MBG di Kudus, dengan harapan bisa bertambah lagi. Positif negatif MBG di Kudus kita kawal baik semuanya. Supaya penerima manfaat bisa merasa puas dengan pelayanan MBG yang diberikan. Sehingga MBG di Kudus ada perbaikan dan peningkatan,” tegasnya.

    Dandim juga memastikan bahwa tidak ada upaya penyimpanan bahan baku dalam jagka waktu lama. Karena bisa menurunkan kualitas dari bahan baku makanan.

    Dia juga meminta semua manajemen SPPG di Kudus agar bisa lebih hati-hati dan meminimalkan humam eror.

    Segala bentuk masukan dari masyarakat bakal dibuka lebar untuk perbaikan pelaksanaan MBG di Kabupaten Kudus lebih baik lagi.

    “Mari bersama wujudkan cita-cita Presiden Prabowo Subianto menuju generasi emas 2045 dengan gizi baik. Kita kawal terus MBG ini agat tercapai maksimal. Kalau ada masukan dari masyarakat langsung ditindaklanjuti,” pungkasnya. (Sam)

  • Judi Online: Ancaman Digital yang Menggerogoti Ekonomi dan Moral Bangsa

    Judi Online: Ancaman Digital yang Menggerogoti Ekonomi dan Moral Bangsa

    TRIBUNJATENG.COM – Fenomena judi online (judol) kini tak bisa lagi dipandang sebatas pelanggaran moral individu.

    Menurut Ekonom UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto, Dr. Muhammad Ash-Shiddiqy, judol telah berkembang menjadi persoalan sosial, ekonomi, bahkan politik yang kompleks.

    Menurutnya, judol mengancam masa depan bangsa.

    “Di tengah lesunya ekonomi nasional, jutaan masyarakat terutama dari kalangan menengah ke bawah, terjerat dalam sistem judi digital yang didesain untuk menciptakan candu dan ketergantungan,” ujar Dr. Ash-Shiddiqy, Rabu (23/4/2025).

    Pertanyaan mendasar muncul: mengapa judol justru tumbuh subur ketika daya beli masyarakat melemah? Dr. Ash-Shiddiqy menjelaskan, sistem ini mengandalkan gamifikasi, yakni penerapan mekanisme permainan dalam aplikasi digital yang menimbulkan kesenangan, rasa penasaran, dan dorongan untuk terus mencoba.

    Kemenangan kecil menjadi umpan, sementara kekalahan dikemas sebagai “kurang beruntung” padahal semua dikendalikan oleh algoritma yang menguntungkan penyedia platform.

    “Ini bukan permainan acak. Sistemnya dirancang dengan cermat agar pengguna terus kembali dan kecanduan. Pemenangnya bukan rakyat, melainkan korporasi,” tegasnya Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) tersebut.

    Lingkaran Setan Ekosistem Digital

    Teknologi digital berperan besar dalam memperluas jangkauan judol. Integrasi layanan seperti mobile banking, top-up dompet digital, hingga pinjaman online membentuk ekosistem yang sangat kondusif bagi pertumbuhan judi online.

    “Hanya dengan beberapa ketukan di layar, uang bisa langsung berpindah tangan. Celakanya, kemudahan ini menyasar kelompok paling rentan—masyarakat miskin, pengangguran, hingga pelajar,” ungkap Dr. Ash-Shiddiqy.

    Ia menilai bahwa fenomena ini bukan hanya masalah ekonomi, melainkan juga krisis literasi digital dan lemahnya regulasi.

    Negara dinilai gagal menyesuaikan regulasi dengan perkembangan teknologi yang begitu cepat, sehingga ruang digital menjadi liar dan tanpa perlindungan bagi rakyat.

    Dugaan Keterlibatan Elite dan Bahaya Technopolitics

    Lebih mengkhawatirkan lagi, muncul dugaan keterlibatan elit politik dalam jaringan judi online, termasuk yang berbasis di luar negeri seperti Kamboja.

    Hal ini memunculkan pertanyaan besar: apakah negara benar-benar hadir melindungi rakyat, atau justru ikut bermain di dalam sistem tersebut?

    “Judi online tidak mengenal kelas sosial. Siapa pun bisa terlibat, bahkan mereka yang punya kuasa. Ini menunjukkan bahwa sebagian aparat negara bisa jadi bagian dari masalah itu sendiri,” ujar Dr. Ash-Shiddiqy prihatin.

    Tiga Langkah Strategis Menangkal Judi Online

    Meski tantangannya berat, solusi tetap ada. Dr. Ash-Shiddiqy menawarkan tiga langkah strategis yang harus segera dilakukan pemerintah:

    1. Meningkatkan Literasi Digital

    Masyarakat harus dibekali pengetahuan tentang cara kerja sistem digital, risiko algoritmik, serta potensi eksploitasi psikologis melalui platform daring.

    2. Memperkuat Regulasi Perlindungan Data

    Negara harus menegakkan kedaulatan digital, termasuk mengatur korporasi asing, melindungi data pribadi, serta mengontrol iklan dan promosi judol yang semakin marak.

    3. Reformasi Penegakan Hukum

    Penegakan hukum harus adil dan bebas dari intervensi elit. Tanpa lembaga yang independen dan berani, pemberantasan judol hanya akan menjadi jargon belaka.

    Negara Tidak Boleh Absen di Era Digital

    Judi online bukan hanya pelanggaran hukum, tapi juga simbol dari lemahnya kehadiran negara dalam menjaga integritas ruang digital. Di era digitalisasi yang kian masif, negara tidak boleh hanya menjadi penonton.

    Ia harus hadir, aktif, dan tegas dalam mengatur ulang arsitektur teknologi demi melindungi rakyat dan memastikan kesejahteraan bersama. (*)

  • Ini Sosok Pengganti Riyan Ardiansyah Pilihan Pelatih PSIS Semarang Saat Lawan Borneo FC

    Ini Sosok Pengganti Riyan Ardiansyah Pilihan Pelatih PSIS Semarang Saat Lawan Borneo FC

    TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Fullback PSIS Semarang Riyan Ardiansyah dipastikan absen saat tim Mahesa Jenar menjamu Borneo FC dalam laga pekan ke-30 Liga 1 2024-2025 di Stadion Jatidiri Semarang, Jumat (25/4/2025).

    Riyan terpaksa absen karena hukuman akumulasi kartu kuning yang harus dia terima.

    Pemain asal Pati itu harus menjalani hukuman absen selama satu pertandingan.

    Musim ini, Riyan yang kembali dimainkan sebagai fullback kanan seperti saat awal bergabung pada musim 2019 tak tergantikan posisinya.

    Pelatih Gilbert Agius memilih merotasi kembali Riyan ke posisi fullback setelah pada musim-musim sebelumnya selalu dimainkan sebagai winger.

    Dalam skema 3-5-2 atau 4-4-2, Riyan Ardiansyah menjadi andalan di sisi kanan pertahanan Mahesa Jenar.

    Sebagai pengganti, Gilbert Agius punya beberapa opsi seperti memainkan Sandi Ferizal atau pemain pinjaman Muhammad Faqih.

    “Kami harus kehilangan Riyan melawan Borneo FC karena akumulasi.”

    “Yang pasti, kami sangat membutuhkan kemenangan di pertandingan ini,” beber Gilbert Aguis.

    Minus kehadiran Riyan Ardiansyah, PSIS diuntungkan dengan bisa dimainkannya beberapa pemain yang absen pada pertandingan pekan ke-29 menghadapi Semen Padang.

    Mereka seperti Boubakary Diarra, Gustavo Souza, Wildan Ramdhani, dan Delfin Rumbino.

    Satu nama lagi yakni Syihabuddin juga sudah berangsur pulih dari cedera lutut.

    Namun kemungkinan, Gilbert Agius masih akan memainkan trio lini belakang Joao Ferrari, Lucas Baretto, dan Rahmat Syawal.

    Atau dengan komposisi lain yakni Joao Ferrari, Alfeandra Dewangga, dan Rahmat Syawal.

    Gilbert Agius menambahkan, laga melawan Borneo FC punya tantangan tersendiri bagi timnya.

    Seperti diketahui, lima laga tersisa musim ini merupakan pertandingan hidup dan mati tim Mahesa Jenar agar bisa selamat dari ancaman degradasi.

    Tetapi, laga melawan Borneo FC ini perlu persiapan ekstra.

    Gilbert Agius mengatakan, tim Pesut Etam datang dengan ambisi besar merebut tiga poin di kandang PSIS Semarang.

    Hal itu dikatakannya sebab melihat papan klasemen saat ini, Borneo FC masih punya kans finish di posisi empat besar klasemen akhir musim nanti.

    Borneo FC saat ini ada di posisi tujuh klasemen dengan perolehan 43 poin.

    Jika punya catatan bagus di sisa lima kaga terakhir, bukan tidak mungkin Borneo FC akan merangkak naik ke posisi empat besar.

    Hal itu disadari betul Gilbert Agius.

    Makanya, sejak latihan perdana Senin (21/4/2025) seusai laga away melawan Semen Padang FC, Gilbert langsung memberikan porsi latihan dengan intensitas tinggi untuk anak asuhnya.

    Bukan hanya menaikkan level kebugaran Septian David Maulana dkk, Gilbert juga cukup serius memberi arahan taktik ke pemainnya.

    “Setiap pertandingan adalah final bagi kami.”

    “Kami harus menang, kalau gagal menang kami masih punya sisa empat laga yang semakin berat bagi kami,” kata Gilbert Agius.

    “Lawan Borneo FC tidak mudah.”

    “Mereka masih berjuang untuk masuk di empat besar.”

    “Secara kualitas pemain, mereka juga punya kedalaman skuad yang bagus.”

    “Tidak mudah melawan Borneo FC,” pungkasnya. (*)

  • Chord Gitar Lagu Kosong Sama Kosong Slank

    Chord Gitar Lagu Kosong Sama Kosong Slank

    TRIBUNJATENG.COM– Chord gitar Kosong Sama Kosong Slank.

    Berikut chord gitar Kosong Sama Kosong Slank:

    [Intro]

    Em G

    [Verse 1]

    Em G
    Emosi lama masih terbawa saat pertama

    Em G
    Masa lalu membuat saling tak percaya

    Em G
    Frustrasi mendorong alam bawah sadar kita

    Em G
    Tuk lakukan hal gila yang tak terduga

    Bm C
    Dekat-dekatlah dariku

    Bm C
    Menangislah di pelukku

    [Intro]

    Em G
    Aaaa Aaaa Aaaa

    [Verse 2]

    Em G
    Kubersihkan muntahmu dan kubilas dengan air

    Em G
    Kukecup senyummu yang mengandung sesuatu

    Em G
    Kaubelai marahku dengan berikan kelembutan

    Em G
    Dan kausadari ceritaku penuh dendam

    [Bridge]

    Bm C
    Jangan jauh-jauh dariku

    Bm C
    Menangislah di pelukku

    [Chorus]

    G Dm Am C
    Tatapmu yang kosong samakah dengan mataku

    G Dm Am C
    Jiwamu yang kosong samakah dengan dadaku

    G Dm Am C
    Tatapmu yang kosong samakah dengan mataku

    G Dm Am C
    Jiwamu yang kosong samakah dengan dadaku

    [Bridge]

    Bm C
    Jangan kau pergi dariku

    Bm C
    Menangislah bersamaku

    [Chorus]

    G Dm Am C
    Tatapmu yang kosong samakah dengan mataku

    G Dm Am C
    Jiwamu yang kosong samakah dengan dadaku

    G Dm Am C
    Tatapmu yang kosong samakah dengan mataku

    G Dm Am C
    Jiwamu yang kosong samakah dengan dadaku