Category: Tribunnews.com Ekonomi

  • OJK Jateng Siap Jadi Motor Penggerak Ekonomi Daerah, Mulai Dari Identifikasi Produk Unggulan

    OJK Jateng Siap Jadi Motor Penggerak Ekonomi Daerah, Mulai Dari Identifikasi Produk Unggulan

    TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di daerah didorong untuk berperan aktif dalam program-program pengembangan ekonomi daerah (PEB).

    Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun Merangkap Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan, Ogi Prastomiyono menegaskan, pertumbuhan ekonomi nasional yang didukung ekonomi daerah, menjadikan OJK berkepentingan untuk mendukung penguatan sektor jasa keuangan di daerah.

    “Jadi program-program PEB dengan TPAKD (tim percepatan akses keuangan daerah), kemudian penguatan pengawasan seluruh lembaga jasa keuangan yang ada di daerah itu dilakukan oleh kantor OJK di daerah.

    Kami berharap dengan peran OJK yang lebih berperan untuk penguatan pengembangan. Sesuai dengan amanah UUP2SK bahwa OJK juga turut serta dalam pengembangan penguatan sektor keuangan Indonesia, kantor OJK daerah menjadi penting perannya untuk pertumbuhan ekonomi daerah,” kata Ogi di sela acara Pengukuhan Kepala Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Jawa Tengah di Kantor OJK Jateng, Jumat (25/4/2025).

    Ogi menambahkan , keberadaan kantor OJK daerah semakin kompleks, berfungsi sebagai miniatur OJK yang mencakup semua kegiatan lembaga tersebut.

    Ia menekankan pentingnya penguatan pejabat di kantor OJK daerah untuk meningkatkan efektivitas peran mereka.

    Dalam upaya menguatkan PEB, lanjutnya, OJK berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk mengidentifikasi komoditi unggulan di setiap kabupaten dan kota.

    “Nanti kita implementasikan lebih lanjut dengan TPAKD untuk komoditi unggulan di masing-masing daerah dan peran OJK daerah lebih aktif sekarang,” terangnya.

    Kepala Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Jawa Tengah, Hidayat Prabowo menyatakan siap mengembangkan ekonomi di Jawa Tengah berkolaborasi dengan stakeholder terkait.

    Ia mengungkapkan, dalam membangun ekosistem perekonomian, pada tahun 2024 sudah direalisasikan aspek kemandirian pangan, dengan contoh di Grobogan yang sudah mulai panen padi dan jagung.

    “Dengan model seperti ini yang menggabungkan proses produksi, proses keuangan, dan penyediaan bahan pangan kepada masyarakat, tentu ini bisa diperluas di seluruh Jateng. Kami sudah persiapkan itu bekerjasama dengan seluruh pemerintah daerah,” jelasnya.

    Hidayat juga menyoroti bahwa realisasi UMKM dan Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Jawa Tengah yang termasuk tertinggi di Indonesia, menunjukkan potensi yang masih sangat besar.

    “Keberpihakan, pendampingan, dukungan dari OJK dan seluruh stakeholder sangat diperlukan dan kami siap untuk itu. Kita perlu akaselerasi ke sana,” imbuhnya.

    Kapoksi Komisi XI DPR RI, Harris Turino menegaskan, peranan OJK dalam mengembangkan dan memperkuat industri jasa keuangan tidak sekadar melakukan pengawasan. Ia berharap, OJK dapat berkontribusi secara signifikan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi, khususnya di Jawa Tengah.

    “Kalay daerah ekonominya tumbuh, harapannya secara nasional akan tertopang dan tumbuh,” ungkapnya.

    Ia menambahkan, mengenai akses pembiayaan untuk Usaha Kecil dan Menengah (UKM) yang masih terbatas, dia menjelaskan bahwa pemerintah telah menyiapkan program Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang dapat diakses tanpa jaminan tambahan hingga batas maksimum Rp100 juta. 

    “Jadi sampai angkanya Rp100 juta itu tidak memerlukan jaminan tambahan untuk mendapatkan kredit. Jika nantinya bank meminta jaminan tambahan, maka mereka harus melapor ke OJK,” imbuhnya. (idy)

  • Jumat Curhat di Jurangjero Blora, Warga Keluhkan Tiang PLN, Pengelolaan Sumur Tua, hingga Pungli

    Jumat Curhat di Jurangjero Blora, Warga Keluhkan Tiang PLN, Pengelolaan Sumur Tua, hingga Pungli

    TRIBUNJATENG.COM, BLORA – Kapolres Blora, AKBP Wawan Andi Susanto, mendengarkan langsung keluhan warga Desa Jurangjero, Kecamatan Bogorejo, dalam kegiatan Jumat Curhat. 

    Salah seorang warga, Waluyo Jati, menyampaikan keresahan terkait tiang listrik di pemukiman yang mengganggu aktivitas masyarakat. 

    Menurutnya, tiang tersebut dipasang oleh PLN, namun warga diminta menanggung biaya sendiri jika ingin memindahkannya. Menanggapi hal ini, Kapolres menegaskan akan berkoordinasi dengan PLN. 

    “Kasat Intelkam bersama instansi terkait akan menjembatani permasalahan ini agar ada solusi terbaik,” ujarnya, Jumat (25/4/2025).

    Selain itu, warga juga curhat soal pengelolaan sumur tua yang dinilai belum optimal, hingga adanya pungutan liar (pungli) dari oknum ormas dan LSM.

    Menanggapi hal itu, Kapolres Blora, AKBP Wawan Andi Susanto, menjelaskan bahwa regulasi pengelolaan sumur tua sudah ada, namun aturan untuk sumur baru masih belum jelas. 

    “Kami akan terus memantau dan memastikan pengelolaan sumber daya ini sesuai aturan,” tegasnya. 

    Ia juga mengimbau warga untuk melaporkan jika ada pihak yang memanfaatkan situasi untuk kepentingan pribadi.

    Terkait keluhan adanya pungutan liar oleh oknum ormas atau LSM, Kapolres memberikan solusi tegas. 

    “Jika ada pungutan, berikan saja, tapi segera laporkan ke kami agar bisa ditindak secara hukum. Kami akan lakukan penegakan hukum dengan prinsip tangkap tangan,” katanya. 

    Pihaknya menekankan pentingnya warga tidak main hakim sendiri agar tidak memicu masalah baru.

    Kegiatan Jumat Curhat ini menjadi wujud nyata Polres Blora mendekatkan diri dengan masyarakat. 

    Kapolres berharap setiap keluhan yang disampaikan dapat segera ditindaklanjuti melalui koordinasi dengan pihak terkait, demi menciptakan situasi kondusif di wilayah Blora.(Iqs)

  • 2 Bang Jago Pengangguran Curi Handphone Remaja di Penjaringan, Modusnya Mau Isi Saldo Pakai QRIS

    2 Bang Jago Pengangguran Curi Handphone Remaja di Penjaringan, Modusnya Mau Isi Saldo Pakai QRIS

    Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

    TRIBUNJAKARTA.COM, PENJARINGAN – Polsek Metro Penjaringan menangkap dua pria pelaku pencurian dengan pemberatan yang beraksi di Jalan Pakin, Penjaringan, Jakarta Utara, Jumat (18/4/2025).

    Kedua “Bang Jago” tersebut, Torik Saputra (18) dan Aulia Mahmud (28), merampas handphone milik seorang remaja berinisial AF (15) yang merupakan warga Jakarta Barat.

    Kapolsek Metro Penjaringan AKBP Agus Ady Wijaya mengatakan, perampasan handphone ini awalnya terjadi ketika korban sedang berada di Jalan Pakin pada Jumat dinihari sekitar pukul 3.00 WIB.

    “Awalnya korban sedang mengarah pulang lalu di TKP bertemu dengan para pelaku,” ucap Agus Ady, Jumat (25/4/2025).

    Ketika berpapasan, korban pun diberhentikan oleh kedua pelaku.

    Saat itu, kedua pelaku menanyakan asal tempat tinggal korban dan meminta handphone korban dengan alasan untuk membuka aplikasi pemindai barcode.

    “Pelaku menanyakan kepada korban, lo anak mana?, setelah dijawab oleh korban seketika pelaku meminjam handphone milik korban untuk membuka Qris,” ucap Agus Ady.

    KLIK SELENGKAPNYA: Ribuan Pelamar Petugas PPSU atau Pasukan Oranye Memenuhi Balai Kota Jakarta. Kapan Pengumuman Ppenerimaan PPSU Jakarta? Ini Bocorannya.

    “Dan setelah diberikan handphone-nya, para pelaku langsung kabur atau melarikan diri,” sambung Kapolsek.

    Menerima laporan korban, polisi pun langsung melakukan penyelidikan.

    Hasilnya, kedua pelaku diamankan dari rumahnya di kawasan Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara.

    “Para pelaku mengakui telah mengambil handphone milik korban dengan modus ingin mengisi Qris atau top up,” ucap Agus Ady.

    Kedua pelaku kini sudah ditahan di Mapolsek Metro Penjaringan, Jakarta Utara.

    Keduanya dijerat dengan Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan.

    (TribunJakarta)

    Akses TribunJakarta.com di Google News atau WhatsApp Channel https://whatsapp.com/channel/0029VaS7FULG8l5BWvKXDa0f.

    Pastikan Tribunners sudah install aplikasi WhatsApp ya

  • UNY Bakal Dirikan Kampus di Cepu Blora, Dampaknya Dinilai Positif bagi Ekonomi Lokal

    UNY Bakal Dirikan Kampus di Cepu Blora, Dampaknya Dinilai Positif bagi Ekonomi Lokal

    UNY Bakal Dirikan Kampus di Cepu Blora, Dampaknya Dinilai Positif bagi Ekonomi Lokal

    TRIBUNJATENG.COM, BLORA – Rencana Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) bakal dirikan kampus di Blora masih terus berproses.

    Kampus UNY rencananya bakal didirikan di wilayah Cepu, Blora.

    Meskipun begitu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) terus berupaya agar UNY bisa diterima baik oleh seluruh masyarakat Blora.

    Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Blora, Mahbub Djunaidi, mengatakan Pemkab terbuka dengan rencana UNY bakal mendirikan kampus di Blora.

    “Kami sangat terbuka sekali, karena yang ditawari bukan hanya di Blora saja, tetapi juga daerah lain, dan semuanya menyatakan siap. Jadi ini kesempatan Blora untuk menambah perguruan tinggi,” terangnya, Jumat (25/4/2025).

    Lebih lanjut, menurutnya dengan kehadiran kampus UNY di Blora tersebut, nantinya akan sangat berdampak untuk kemajuan Blora.

    “Dampak dari perguruan tinggi itu nanti itu akan menimbulkan efek pertumbuhan ekonomi yang luar biasa, misal akan ada masyarakat yang punya usaha indekos untuk mahasiswa, dan lain sebagainya,” jelasnya.

    Selain itu, menurut Mahbub, nantinya UNY juga bakal membangun gedung olahraga yang bertaraf internasional.

    “Insyaallah UNY nanti yang ada di Blora akan membantu insfratruktur yang dibutuhkan oleh kabupaten, seperti gedung olahraga, yang bertaraf internasional, itu kan sangat membantu kami di kabupaten Blora,” terangnya.

    Rencananya, kampus UNY akan dibangun di Kecamatan Cepu.

    “Opsinya itu akan dibangun di Cepu, di belakang PDAM Cepu itu kan luas sekali ada 5 hektare, pihak UNY juga sudah pernah berkunjung juga ke sana,” paparnya.(Iqs)

  • Pemkab Jepara Ajak Kader GMNI Bisa Ikut Kontribusi Kemajuan Daerah

    Pemkab Jepara Ajak Kader GMNI Bisa Ikut Kontribusi Kemajuan Daerah

    TRIBUNJATENG.COM, JEPARA – Pemerintah Kabupaten Jepara mengajak ratusan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) untuk berkontribusi memajukan Kabupaten Jepara lebih baik.

    Ajakan tersebut disampaikan, Wakil Bupati Jepara, Muhammad Ibnu Hajar seusai secara resmi membuka acara Training Of Trainer (TOT) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) GMNI Jawa Tengah Tahun 2025 di Bandengan, Kabupaten Jepara, Jumat (25/4/2025).

    Wakil Bupati Jepara, Muhammad Ibnu Hajar menyampaikan Pemkab Jepara berkomitmen akan mendukung gerakan para pemuda yang tergabung dalam organisasi untuk bisa bersama memajukan Kabupaten Jepara.

    “Pemerintah jepara mendukung dilaksanakan GMNI pemuda luar bisa bekerjasama untuk bersama membangun kabupaten Jepara,” kata pria yang kerap disapa Gus Hajar.

    Orang nomor dua di Kabupaten Jepara pun minta para Kader GMNI yang mengikuti kegiatan ini, untuk mempromisikan wisata yang di Kabupaten Jepara.

    “Kembalikan jepara mengajak kawan untuk menikmati pariwisata di kabupaten Jepara,” ucapnya.

    Di sisi lain, Ketua DPD GMNI Jateng, Andi Pane mengatakan kegiatan TOT ini berfokus untuk menikmati kapasitas dari para kader GMNI se Jawa dan Bali.

    “Sebenarnya pelatihan TOT ini dalam rangka meningkatkan kapasitas kader nasionalis kami menyakinan kaderisasi nasionalis untuk perjuangan bangsa,” ucap Andi.

    Ia menjelaskan dalam pelatihan ini diikuti oleh ratusan kader yang berasal dari berbagai daerah.

    Kegiatan ini pun dilaksanakan selama tiga hari dan pihaknya sudah menyiapkan 9 tenda yang nantinya digunakan oleh para kader GMNI.

    “Diikuti oleh beberapa wilayah, dari jawa, bali, sumatra dan bali.Harapannya seluruh kader GMNI di Indonesia bisa melaksanakan program kaderisasi, supaya berkontribusi pergerakan, karena hal bermulai dari perseptif persatuan segala elemen gmni ataupun negara,” ungkapnya.

    Senada dengan hal itu, Ketua Pembina Persatuan Alumni (PA) GMNI Jepara, Andang Wahyu Triyanto mengucapkan terimakasih terhadap pemerintah Kabupaten Jepara yang telah mendukung kegiatan pada sore ini.

    “Secara khusus selaku pembina gmni mengucapkan terimakasih bupati dan wakil bupati yang mensupport kegiatan ini,” ucapnya.

    Ia berpesan kepada para kader yang mengikuti acara ini bisa mengikutinya secara bersungguh dan mewujudkan visi misi nasional.

    “GMNI organisasi yang membina kader generasi muda untuk bisa belajar berorganisasi dan diharapkan mengangkat visi misi nasional dan bagaimana menjaga negara nasional,” pesannya. (Ito)

  • Bahagianya Agus, Menangkan Undian Rp100 Juta dari Program Digosok Hepi

    Bahagianya Agus, Menangkan Undian Rp100 Juta dari Program Digosok Hepi

    TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Agus Rianto (40), satu pengguna provider Telkomsel menerima hadiah uang tunai senilai Rp100 juta dari program Digosok Hepi.

    Agus Rianto, pelanggan setia Telkomsel menerima hadiah tersebut, yang secara simbolis diserahkan oleh GM Consumer Sales Business Region Jawa Tengah & DIY, Gamada di GraPARI Purwodadi sebagai bagian dari program loyalty Digosok Hepi.

    Agus mengaku sangat terkejut dan bersyukur atas keberuntungan ini. Ia juga mengungkapkan rasa terima kasih kepada Telkomsel karena dijelaskan, seluruh proses pengambilan hadiah tidak dipungut biaya sepeser pun—semua pajak dan administrasi telah ditanggung penuh oleh Telkomsel.

    “Saya benar-benar tidak menyangka bisa menang hadiah 100 juta, awalnya saya tidak percaya namun ketika CS meminta saya datang ke GraPARI untuk melakukan verifikasi dan diinformasikan bahwa tidak ada pungutan biaya apapun, saya mulai agak ragu dan iseng ke GraPARI, ternyata benar saya menang hadiah 100 juta dari program digosok hepi.

    Terima kasih kepada Telkomsel. Semoga Telkomsel terus maju dan selalu menjadi pilihan utama masyarakat,” ungkap Agus seperti dalam keterangannya melalui Telkomsel, Jumat (25/4/2025).

    Penyerahan simbolis hadiah tersebut dilakukan pada Kamis, kemarin. Pada kesempatan sama, GM Consumer Sales Business Region Jawa Tengah & DIY Gamada juga menyampaikan bahwa program ini merupakan salah satu wujud nyata dari komitmen Telkomsel dalam memberikan pengalaman terbaik bagi pelanggan.

    “Kami mengajak seluruh pelanggan untuk terus menggunakan produk dan layanan Telkomsel. Masih banyak program loyalty menarik yang bisa diikuti, dengan hadiah-hadiah yang tak kalah seru,” ungkap Gamada.

    Dijelaskan, program Digosok Hepi merupakan salah satu bentuk apresiasi Telkomsel kepada pelanggan prabayar yang menggunakan voucher internet fisik atau e-voucher.

    Setiap kali pelanggan menukarkan voucher tersebut, mereka akan mendapatkan e-kupon yang bisa diikutkan dalam undian berhadiah, mulai dari uang tunai mingguan hingga hadiah utama miliaran rupiah.

    Program Digosok Hepi sendiri telah berlangsung sejak Desember 2024 hingga Maret 2025 dan memberikan kejutan bagi ribuan pelanggan di berbagai daerah. (*)

  • Siap-Siap Usaha Street Coffe di Purwokerto yang Berada di Trotoar Akan Ditertibkan

    Siap-Siap Usaha Street Coffe di Purwokerto yang Berada di Trotoar Akan Ditertibkan

    TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO – Menjamurnya tongkrongan anak mu identik dengan ‘Street Coffe’ terutama yang berada di trotoar akan ditertibkan. 

    Hampir setiap sudut kota Purwokerto kini banyak spot nongkrong yang menggunakan trotoar. 

    Trotoar semestinya menjadi hak dari pejalan kaki, banyak dimanfaatkan justru bagi usaha berjualan. 

    “Kedepan akan ditertibkan tapi kan kita suasanaya harus kondusif. 

    Kita bertahap akan ditertibkan, termasuk yang di menara pandang. 

    Kami sudah ada komitmen setelah ada tempat relokasi, akan pindah bersama-sama ke tempat baru,” ujar Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono kepada Tribunbanyumas.com, Jumat (25/4/2025). 

    Pemkab Banyumas sendiri sudah menyiapkan 5 titik relokasi bagi para pelaku usaha kopi yang menjamur di sepanjang Jalan Bung Karno, Purwokerto.

    Namun saat ini yang baru tersedia 40 yang dibuat. 

    Bupati mengatakan sejauh ini belum ada instruksi pindah. 

    Sebab menurutnya, apabila hanya 40 yang pindah maka tempat yang semula ditempati pedagang lama akan ditempati pedagang baru. 

    “Kalau kumuh bukan nambah pengunjung tapi malah makin buat orang tidak suka. Sehingga harus ditertibkan satu per satu,” katanya.

    Salah seorang warga Purwokerto, Firman (33) mengungkapkan pandangannya bahwa keberadaan penertiban para pedagang tidak menjadi masalah asal demi ketertiban. 

    “Memang padat sekali dari mulai jembatan hingga ujung jalan Bung Karno sangat banyak pedagang kopi dan digelar lesehan sepanjang jalan. Tertibkan asal tetep rapi,” ungkapnya. (jti) 

  • Efisiensi Anggaran Pemkab Tegal Hingga Rp50 Miliar, Fokus Pembangunan Infrastruktur Jalan 

    Efisiensi Anggaran Pemkab Tegal Hingga Rp50 Miliar, Fokus Pembangunan Infrastruktur Jalan 

    TRIBUNJATENG.COM, SLAWI – Pemerintah Kabupaten Tegal bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) telah menyelesaikan proses dalam rangka melaksanakan Instruksi Presiden nomor 1 tahun 2025 tentang Efisiensi Anggaran. 

    Pelaksanaan efisiensi anggaran tersebut kemudian ditindaklanjuti melalui Instruksi Bupati Tegal dan Surat Edaran Sekretaris Daerah Kabupaten Tegal. 

    Informasi tersebut disampaikan Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman, saat menyampaikan sambutan pada acara Kajian Kebangsaan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI, berlokasi di Aula Kantor PMI Kabupaten Tegal, Senin (21/4/2025). 

    Dikatakan Bupati Ischak, Kabupaten Tegal mendapat efisiensi anggaran kurang lebih sebesar Rp50 miliar. 

    “Dari angka efisiensi anggaran sebesar Rp50 miliar, kami alokasikan untuk infrastruktur dasar terutama pembangunan jalan. Kami sudah merapatkan titik mana saja yang menjadi prioritas dan menjadi keluhan masyarakat Kabupaten Tegal,” jelas Bupati Ischak, pada Tribunjateng.com. 

    Berdasarkan data laporan yang masuk ke Pemkab Tegal baik lewat media sosial, pesan WhatsApp ataupun secara langsung, keluhan yang paling banyak disampaikan masyarakat yakni terkait kondisi jalan di Kabupaten Tegal. 

    Selain dari aduan masyarakat, sesuai hasil Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Desa sampai Kabupaten Tegal, dari total 900 lebih usulan paling banyak juga pada usulan infrastruktur jalan. 

    “Dari 900 usulan hampir 500 lebih usulan terkait infrastruktur jalan. Maka dari itu kami menganggap langkah-langkah realokasi anggaran yang dipindah ke penanganan infrastruktur jalan adalah langkah yang tepat,” ujar Ischak. 

    Selain langkah yang tepat, sambung Ischak, juga sebagai langkah percepatan pembangunan khususnya di Kabupaten Tegal. 

    “Harapannya di tahun pertama kami menjabat, bisa langsung melakukan percepatan di sektor pembangunan khususnya pembangunan jalan,” harap Ischak. (dta) 

  • Pemkab Jepara Sudah Siapkan 10 Hektare untuk Lahan Sekolah Rakyat

    Pemkab Jepara Sudah Siapkan 10 Hektare untuk Lahan Sekolah Rakyat

    TRIBUNJATENG.COM, JEPARA – Pemerintah Kabupaten Jepara sudah menyiapkan lahan dengan luasan 10 hektare untuk lokasi pembangunan Sekolah Rakyat (SR) yang digagas Presiden Prabowo Subianto.

    Kepala Dinsospermasdes Kabupaten Jepara, Edy Marwoto menyampaikan pihaknya menyiapkan lahan untuk sekolah rakyat yang merupakan program pemerintah pusat untuk memberikan layanan pendidikan kepada masyarakat yang tidak mampu. 

    “Kami sudah sudah berkomunikasi dengan beberapa pihak maupun Kementerian terkait. Sudah des (memutuskan) menyiapkan 10 hektare lahan untuk sekolah rakyat,” kata Edy kepada Tribunjateng, Jumat (25/4/2025).

    Dia menjelaskan SR itu diperuntukkan untuk anak-anak dari keluarga miskin agar mereka bisa melanjutkan pendidikan dengan baik.

    Para murid nantinya mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM) dengan konsep sekolah berasrama atau boarding school.

    “Bagi anak-anak yang berkeluarga miskin, rentan miskin, dan mau bersekolah di sana. Nantinya, akan di boardingkan gratis sampai SMA. Kuliahnya juga dipikirkan,” ujarnya

    Edy menjelaskan keberadaan SR itu berlokasi di sekitar wilayah Bumi Perkemahan (Buper) Perkemahan Pakis Adhi, Kecamatan Pakis Aji, Kabupaten Jepara. 

    Sementara, untuk jenjang sekolah yang disiapkan mulai dari SD, SMP, dan SMA.

    Nantinya setiap kelas nanti akan diisi 25 siswa.

    Edy menyatakan, Pemkab sudah menyelesaikan beberapa persyaratan lahan dari pihak Kementerian. 

    “Persiapan lahannya sudah clear. Status pertanahan juga sudah dilengkapi. Kemungkinan Senin-Selasa (28-29/4) akan ke Jakarta untuk menyelesaikan,” tutupnya.(ito)

  • Mas Aaf Pimpin Komwil III APEKSI, Siap Wujudkan Kota-Kota Kolaboratif dan Berdaya Saing

    Mas Aaf Pimpin Komwil III APEKSI, Siap Wujudkan Kota-Kota Kolaboratif dan Berdaya Saing

    TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN -Kota Pekalongan kembali mencatat sejarah penting. Wali Kota Achmad Afzan Arslan Djunaid atau yang akrab disapa Mas Aaf, resmi terpilih sebagai Ketua Komisariat Wilayah (Komwil) III APEKSI periode 2025-2029.

    Penetapan ini berlangsung, dalam pembukaan Muskomwil III APEKSI yang digelar di Hotel Santika Kota Pekalongan, Kamis (24/4/2025).

    Pengukuhan Mas Aaf ditandai dengan penyerahan bendera pataka APEKSI oleh Ketua Umum APEKSI sekaligus Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi. Sementara itu, Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan Prihatin, turut dilantik sebagai Wakil Ketua Komwil III.

    Mas Aaf menekankan, pentingnya APEKSI sebagai forum kolaboratif, bukan kompetisi.

    Ia mengungkapkan, bahwa tantangan yang dihadapi kota-kota saat ini mulai dari kebijakan pusat yang tidak selalu selaras dengan kebutuhan lokal, hingga isu sampah, pengangguran, dan perubahan iklim, dan itu membutuhkan kerja sama erat antar pemerintah kota.

    “APEKSI harus jadi jembatan kuat antar daerah. Di sinilah peran komunikasi dan kolaborasi dibutuhkan untuk mencari solusi yang relevan dan berkelanjutan,” tegasnya, Jumat (25/4/2025).

    Mas Aaf juga menyinggung pertemuan nasional APEKSI yang akan berlangsung di Surabaya dan Bogor, sebagai momentum memperkuat sinergi lintas kota.

    Pihaknya mengajak, seluruh kepala daerah Komwil III untuk terus menjaga solidaritas dalam merespon tantangan perkotaan secara komprehensif.

    “Forum ini tidak hanya menetapkan kepengurusan baru, tetapi juga menyusun rencana strategis lima tahun ke depan bagi wilayah Komwil III,” ucapnya.

    Muskomwil III APEKSI tahun ini dihadiri oleh para wali kota dan perwakilan dari Jawa Tengah, Jawa Barat, DKI Jakarta, DI Yogyakarta, dan Banten. (Dro)