Category: Tribunnews.com Ekonomi

  • DEMA USM Fasilitasi Dialog Terbuka, Mahasiswa Sampaikan Aspirasi Langsung ke Pimpinan Kampus

    DEMA USM Fasilitasi Dialog Terbuka, Mahasiswa Sampaikan Aspirasi Langsung ke Pimpinan Kampus

    TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Dewan Mahasiswa (DEMA) Universitas Semarang (USM) kembali menunjukkan komitmennya sebagai perguruan tinggi yang terbuka terhadap aspirasi mahasiswa melalui kegiatan Dialog Mahasiswa dengan mengangkat tema “Sampaikan, Satukan, Wujudkan” yang diselenggarakan pada Kamis (7/052025).

    Dialog yang digelar di kampus USM ini diinisiasi oleh DEMA USM dan dihadiri oleh kurang lebih 100 peserta dari berbagai perwakilan organisasi mahasiswa (ORMA), Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), Mahasiswa penerima KIP Kuliah, hingga mahasiswa program pascasarjana.

    Wakil Rektor USM Dr Muhammad Junaidi SHI MH dalam wawancaranya menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi cerminan dari keterbukaan USM terhadap masukan mahasiswa.

    Dialog Mahasiswa bertemakan “Sampaikan, Satukan, Wujudkan” dilaksanakan oleh Dewan Mahasiswa (DEMA) Universitas Semarang (USM) pada Kamis (7/052025). (IST)

    “Hari ini kita melakukan dialog mahasiswa sebagai upaya menunjukkan bahwa Universitas Semarang merupakan salah satu perguruan tinggi yang sangat terbuka terhadap aspirasi.

    Aspirasi yang disampaikan kita tampung, salah satunya terkait sarana prasarana dan sistem yang mendukung.

    Ini penting untuk meningkatkan kapasitas USM sebagai perguruan tinggi berakreditasi unggul,” ujarnya.

    Lebih lanjut, Dr Junaidi menegaskan bahwa masukan yang disampaikan akan dijadikan parameter untuk menentukan arah kebijakan dan pengembangan kampus ke depan.

    “Harapan saya, apa yang disampaikan oleh mahasiswa akan kita realisasikan. Jika ada hal-hal yang belum bisa dijalankan, akan kami sampaikan kembali kepada mereka.

    Dialog seperti ini bukan yang pertama, karena USM selalu mengutamakan komunikasi agar masalah cepat terselesaikan,” tambahnya.

    Ketua Umum DEMA USM Sekar Pangestika, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menjembatani mahasiswa dalam menyampaikan ide dan masukan kepada pihak universitas.

    “Tujuan dari dialog ini adalah mewakili mahasiswa umum dalam menyampaikan aspirasi kepada pihak atasan.

    Tema “Sampaikan, Satukan, Wujudkan” menggambarkan proses dialog: dari penyampaian, penyatuan gagasan, hingga realisasi oleh pihak kampus,” jelas Sekar.

    Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan sinergi antara mahasiswa dan pihak Universitas semakin kuat demi terwujudnya Universitas Semarang yang lebih maju dan responsif.

  • Fakultas Teknologi Pertanian USM Gelar Lokakarya Kurikulum OBE, Libatkan Akademisi dan Industri

    Fakultas Teknologi Pertanian USM Gelar Lokakarya Kurikulum OBE, Libatkan Akademisi dan Industri

    TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Semarang (USM) menggelar Lokakarya Peninjauan Kurikulum 2021 Menuju Kurikulum Outcome-Based Education (OBE) secara hybrid di Ruang Teleconference Lantai 8 Gedung USM pada Rabu, 7 Mei 2025.

    Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Dekan FTP USM, Prof Dr Ir Haslina MSi dan dihadiri oleh Perwakilan dari Dinas Pertanian Provinsi Jawa Tengah, Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kendal, Dinas Ketahanan Pangan Kota Semarang, BBPOM Semarang dan Balai Besar Standarisasi dan Pelayanan Jasa Pencegahan Pencemaran Industri.

    Peserta lainnya berasal dari kalangan dunia pendidikan, seperti Kaprodi dari sejumlah Universitas, pimpinan SMK serta dari industri, seperti PT Perkebunan Teh Tambi Wonosobo, Yuasafood Wonosobo, Mie Ongklok Instan dan Sriboga Flour Mill Semarang.

    Dan dihadiri pula Ketua Badan Penjaminan Mutu USM beserta tim, Ketua Gugus Kendali Mutu FTP USM, dosen, tenaga kependidikan, alumni, dan perwakilan mahasiswa. Dan juga dihadiri peserta dari berbagai instansi, mitra industri, serta akademisi.

    Lokakarya ini menghadirkan dua narasumber dari Institut Pertanian Bogor (IPB) Prof Dr Ir Feri Kusnandar MSc dan Prof Dr Eko Hari Purnomo STP MSc, yang dipandu oleh Antonia Nani C MSi.

    Dalam sambutannya, Prof Haslina menjelaskan bahwa narasumber dari IPB dihadirkan untuk memberikan masukan konstruktif terhadap draft kurikulum OBE FTP USM.

    “Lokakarya ini sangat penting untuk mengevaluasi dan menyamakan persepsi dan makana dalam menyusun kurikulum berbasis OBE, agar selaras dengan kebutuhan industri dan menjadi acuan utama dalam akreditasi. Insya Allah, implementasi kurikulum OBE pada FTP USM akan mulai dilaksanakan pada semester gasal 2024/2025,” ungkapnya.

    Prof. Haslina berharap bahwa hasil dari kegiatan ini dapat menghasilkan kurikulum yang lebih baik, relevan, dan adaptif terhadap dinamika dunia kerja.

    Dalam wawancaranya Prof Feri Kusnandar menilai bahwa diskusi dalam lokakarya yang diselenggarakan FTP USM sangat menarik karena melibatkan berbagai pihak, mulai dari dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, hingga mitra industri.

    “Diskusi tentang bagaimana kurikulum dikembangkan, bagaimana proses pembelajaran harus dilakukan dan bagaimana prosesnya.

    Sangat menarik dan semua aktif, baik dari dosen maupun mahasiswa, lulusan, dan mitra. Semua aktif memberikan masukan, dan tentu saja masukan ini akan sangat penting bagi program studi untuk meningkatkan kualitas kurikulum dan proses penyelenggaraan pendidikan,” ujar Prof Feri.

    Prof Feri berharap bahwa Fakultas Teknologi Pertanian USM terus maju, dan saya berharap teman-teman dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa semakin bersemangat untuk menjadikan Prodi THP unggul dan kompetitif.

  • Industri Nasional Digempur Produk Impor, Kemenperin Ungkap Pintu Masuk RI Tak Ketat Dibanding China – Halaman all

    Industri Nasional Digempur Produk Impor, Kemenperin Ungkap Pintu Masuk RI Tak Ketat Dibanding China – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Untuk menjaga daya saing industri dalam negeri, pemerintah Indonesia wajib memberikan perlindungan dari gempuran impor.

    Sayangnya, Indonesia tercatat memiliki jumlah Non Tariff Barrier (NTB) dan Non-Tariff Measure (NTM) paling sedikit dibandingkan dengan negara lain di dunia.

    Tentu saja ini menjadi faktor penghambat dalam upaya peningkatan daya saing industri di dalam negeri.

    NTB dan NTM menjadi kebijakan penting yang digunakan oleh banyak negara maju untuk melindungi industri nasional mereka dari serbuan produk impor.

    “Data menunjukkan bahwa Indonesia hanya memiliki sekitar 370 NTB dan NTM yang berlaku saat ini. Bandingkan dengan Tiongkok yang memiliki lebih dari 2.800 kebijakan tersebut, kemudian India ada 2.500 lebih, Uni Eropa sekitar 2.300, bahkan Malaysia dan Thailand masing-masing memiliki lebih dari 1.000 NTB dan NTM,” tutur Juru Bicara Kementerian Perindustrian Febri Hendri Antoni Arief di Jakarta, Kamis (8/5/2025).

    Febri menilai, ketimpangan jumlah instrumen proteksi tersebut menyebabkan industri nasional sering kalah bersaing di pasar domestik maupun global.

    Minimnya penghambat ini juga membuat produk asing mudah masuk ke pasar domestik Indonesia, sebaliknya produk Indonesia kesulitan tembus ekspor ke negara lain karena banyaknya hambatan dagang.

    “Hal ini sangat terasa ketika manufaktur kita melakukan ekspor memasuki pasar domestik mereka. Negara tersebut yang mensyaratkan berbagai NTB dan NTM seperti standar, hasil pengujian, rekomendasi dan lain sebagainya yang harus dipenuhi produk manufaktur Indonesia agar bisa dijual di pasar domestik mereka,” ungkapnya.

    Oleh karena itu, Kemenperin terus mendorong penguatan instrumen perlindungan industri melalui regulasi yang tepat, tanpa melanggar aturan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).

    “Kita harus dapat memanfaatkan NTB dan NTM secara optimal agar industri dalam negeri mampu tumbuh dan bersaing secara sehat,” kata Febri.

    Kemenperin juga tengah mengkaji sektor-sektor strategis yang membutuhkan perlindungan lebih kuat melalui penerapan NTB dan NTM, seperti industri tekstil, kimia, baja, elektronik dan otomotif.

    “Tujuannya agar kita tidak hanya menjadi pasar bagi produk luar, tetapi juga memperkuat dan memperdalam struktur industri nasional,” ujarnya. 

    Febri menambahkan, di tengah kondisi pasar kerja yang sedang menghadapi masalah, pemerintah akan lebih fokus memperhatikan perlindungan terhadap industri dalam negeri, terutama dari gempuran impor murah.

    “Dengan semangat kolaborasi dan sinergi yang kuat di antara stakeholders dan didukung dengan koordinasi yang tepat, kami optimistis kinerja industri bisa bangkit, karena melindungi industri dalam negeri, berarti melindungi juga tenaga kerja kita,” terangnya.
     

     

  • Yosef Petugas Damkar Bergegas ke SMK 1 Sintang Seusai Terima Perintah Komandan: Keluarga Berhalangan

    Yosef Petugas Damkar Bergegas ke SMK 1 Sintang Seusai Terima Perintah Komandan: Keluarga Berhalangan

    Yosef Petugas Damkar Bergegas ke SMK 1 Sintang Seusai Terima Perintah Komandan: Keluarga Berhalangan

    TRIBUNJATENG.COM – Hari Sabtu sore itu, (3/5/2025) Yosef menerima pesan tak biasa.

    Seorang siswi mengirimkan WhatsApp ke call center Damkar Pemadam Kebakaran.

    Ia meminta tolong agar ada petugas yang bisa mewakili orang tuanya mengambil amplop kelulusan di sekolah.

    Bukan laporan kebakaran, bukan juga permintaan penyelamatan.

      

      

    Tapi permintaan dari seorang anak yang hanya ingin rapornya diambilkan layaknya siswa lain.

    Tanpa ragu, Yosef segera berangkat.

    Ia ditugaskan langsung oleh komandannya untuk mendampingi siswi dari SMKN 1 Sintang, Kalimantan Barat.

    Orang tua siswi itu tidak bisa hadir karena ada kegiatan lain.

    Yosef menjadi wali murid dadakan.

    Ia hadir bukan dengan seragam sekolah, tapi seragam pemadam serta semangat pelayanan yang sama seperti saat memadamkan api.

    “Pihak Damkar langsung merespons WA dari anak tersebut.”

    “Kami tanya alasannya, dan dijelaskan bahwa orang tua dan keluarga berhalangan hadir karena ada kegiatan,” kata Yosef dikutip Tribunjateng.com dari Kompas.com.

    “Saya langsung siap menerima tugas itu, karena kami selalu siap melayani masyarakat yang memerlukan bantuan, apa pun bentuknya,” lanjut dia.

    Selama tujuh tahun menjadi petugas pemadam kebakaran di Sintang, ini adalah kali pertama Yosef diminta secara resmi menjadi perwakilan wali murid.

    Meski begitu, ia sudah sering membantu keluarga, terutama keponakannya, dalam urusan sekolah.

    “Tugas serupa dari kantor memang baru kali ini.”

    “Tapi kalau secara pribadi, saya sudah sering mewakili keponakan saya di sekolah,” tambahnya.

    Yosef percaya, membantu masyarakat tidak selalu harus soal kebakaran.

    Pernah juga, warga meminta bantuannya memperbaiki mesin air dan pompa rusak.

    Selama bisa dilakukan, Yosef dan rekan-rekannya akan siap.

    “Kemarin ada anak warga minta tolong servis mesin Sanyo dan pompa air.”

    “Selagi kami bisa, pasti kami bantu. Damkar Sintang selalu siap untuk masyarakat,” jelasnya.

    Sebelumnya, warga juga pernah meminta bantuan untuk memperbaiki mesin air hingga pompa.

    “Kemarin ada anak warga minta tolong servis mesin Sanyo dan pompa air.”

    “Selagi kami bisa, pasti kami bantu. Damkar Sintang selalu siap untuk masyarakat,” tegas Yosef. 

    Meski tugas tersebut berada di luar tanggung jawab utama mereka, Yosef mengaku senang bisa membantu. 

    Ia juga berterima kasih kepada masyarakat yang telah mempercayakan berbagai urusan kepada Damkar. 

    “Kalau ada masyarakat yang memerlukan bantuan, kami siap melayani kapan pun dan di mana pun,” ujarnya. (*)

     

  • Kasturi dan Kroco Tak Berdaya Rumahnya Dirobohkan Paksa Preman Bayaran: Mereka Datang Pakai 2 Truk

    Kasturi dan Kroco Tak Berdaya Rumahnya Dirobohkan Paksa Preman Bayaran: Mereka Datang Pakai 2 Truk

    TRIBUNJATENG.COM, PATI — Puluhan petani dari Desa Pundenrejo, Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati, mendatangi Kantor Bupati Pati pada Rabu (7/5/2025) untuk menyampaikan keluhan serius terkait dugaan tindakan kekerasan yang terjadi di desa mereka.

    Kedatangan para petani ini dipicu oleh perobohan dua rumah warga yang berada di atas lahan sengketa antara petani dan perusahaan swasta, PT Laju Perdana Indah (LPI), yang bergerak di industri gula.

    Rumah-rumah tersebut diduga dirusak oleh sekelompok orang tak dikenal (OTK) yang dituding sebagai preman bayaran perusahaan.

    Muhammad, perwakilan petani Pundenrejo, menyampaikan bahwa perusakan terjadi pada pagi hari sekitar pukul 08.00 WIB.

    Ia menyebutkan bahwa puluhan orang datang menggunakan dua truk dan langsung melakukan pengrusakan meski warga sempat mencoba menghadang.

    “Kami datang ke sini dadakan karena ada pengrusakan rumah warga di tanah sengketa.

    Tadi pagi ada dua rumah dirobohkan, petani langsung ke sini untuk mengadu pada Pak Bupati,” kata dia.

    Muhammad menyebut, rumah yang dirobohkan tersebut milik Kasturi dan Kailan alias Kroco.

    Mereka tak berdaya melihat rumah yang sudah mereka tempati bertahun-tahun dirobohkan.

    “Kejadiannya jam 8 pagi. Preman-preman itu naik dua truk. Sempat dihalau, tapi jumlah mereka lebih banyak,” kata dia.

    Ia menegaskan bahwa rumah-rumah yang dihancurkan tersebut telah dihuni selama bertahun-tahun dan berdiri di atas lahan yang masih dalam status sengketa.

    Tindakan main hakim sendiri ini dianggap mencederai hak asasi manusia.

    ”Harapannya Pak Bupati segera menanggapi. Bagaimana bisa di wilayah Pati ada konflik sampai rumah warga dirobohkan. Ini melanggar HAM. Tidak ada apa-apa langsung dirobohkan,” ungkap dia.

    Meski pada hari itu para petani belum berhasil bertemu langsung dengan Bupati Pati, mereka menyatakan akan terus datang hingga aspirasi mereka didengar dan ditindaklanjuti.

    “Kami tidak akan menyerah. Akan kami datangi terus sampai bisa bertemu dengan Pak Bupati,” ujar Muhammad penuh harap. (Mzk/Lyz)

  • Ini Rincian Bunga dan Angsuran Pinjaman BRI Non KUR 2025

    Ini Rincian Bunga dan Angsuran Pinjaman BRI Non KUR 2025

    TRIBUNJATENG.COM – Selain memberikan layanan pinjaman Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan bunga rendah, BRI juga menyediakan pinjaman non KUR.

    Non KUR adalah program pinjaman dengan bunga sebesar 6 persen per tahun, atau 0,5 persen per bulan. Sementara bunga pinjaman Non KUR BRI adalah 1 persen per bulan.

    Nah berikut ini tabel pinjaman dan angsuran BRI non KUR 2025.

    1. tabel angsuran BRI Non KUR 2025 1-50 Juta

    tabel angsuran BRI Non KUR 2025 1-50 Juta (Tribun Jateng)

    2. tabel angsuran BRI Non KUR 50-500 Juta

    2. tabel angsuran BRI Non KUR 50-500 Juta (Tribun Jateng)

    Syarat pinjaman NON KUR BRI:

    -Warga Negara Indonesia (WNI) dengan usia minimal 21 tahun atau sudah menikah.

    -Memiliki usaha yang telah berjalan minimal 6 bulan (untuk pelaku usaha).

    -Tidak memiliki riwayat kredit macet di bank mana pun.

    Dokumen yang Diperlukan

    *KTP (Kartu Tanda Penduduk) pemohon dan pasangan (jika sudah menikah).

    *Kartu Keluarga (KK).

    *Surat Keterangan Usaha (SKU) atau dokumen sejenis yang membuktikan keberadaan usaha (untuk pinjaman usaha).

    *NPWP (untuk pinjaman tertentu sesuai nominal).

    *Rekening tabungan BRI aktif untuk pencairan dana.

    -Agunan/Jaminan seperti BPKB kendaraan, sertifikat tanah, atau barang berharga lainnya.

    (*)

  • Malangnya Nenek Ini, Dianiaya Warga gara-gara Dituduh Penculik Anak

    Malangnya Nenek Ini, Dianiaya Warga gara-gara Dituduh Penculik Anak

    TRIBUNJATENG.COM, CIANJUR – Seorang wanita lanjut usia (lansia) bernama Aisyah (77) menjadi korban penganiayaan di Cianjur.

    Dua pelaku penganiayaan akhirnya ditangkap pihak kepolisian setelah salah satunya sempat buron. 

    Pelaku berinisial A (50) dan AK (43) telah ditetapkan sebagai tersangka dan kini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.

    Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Polres Cianjur, AKP Tono Listianto, mengungkapkan bahwa kedua tersangka dijerat Pasal 170 ayat (2) ke-1e KUHP tentang tindak pidana pengeroyokan, dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara.

    “Dalam pemeriksaan, keduanya mengakui perbuatannya. Pelaku utama dalam perkara ini adalah AK yang memprovokasi warga hingga terjadi aksi main hakim sendiri,” ujar Tono di Mapolres Cianjur, Rabu (7/5/2025).

    Tono menjelaskan, kejadian bermula saat korban hendak mengunjungi rumah anaknya di daerah Warungkondang, Cianjur, pada Minggu (4/5/2025).

    Korban yang baru turun dari angkot meminta bantuan seorang anak di jalan untuk menunjukkan alamat rumah anaknya.

    Namun, di tengah perjalanan, anak tersebut berpamitan dan tidak mengantar korban hingga tujuan.

    “Tiba-tiba ada seseorang yang meneriaki korban sebagai penculik. Teriakan itu memancing perhatian warga sekitar,” jelas Tono.

    Korban kemudian diamankan warga, dan saat itulah dua pelaku melakukan kekerasan fisik dengan menampar dan memukul wajah korban.

    Aksi tersebut sempat direkam oleh seorang warga dan videonya viral di media sosial.

    “Korban mengalami luka memar di wajah dan harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit,” ujar Tono.

    Ia pun mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terpancing isu atau melakukan tuduhan tanpa dasar yang berujung pada aksi main hakim sendiri.

    “Sangat disayangkan kejadian ini, apalagi korbannya adalah seorang lansia,” imbuhnya. (*)

  • UIN Walisongo Teken MoU dengan Innovative University College dan Saadah Education Group Malaysia

    UIN Walisongo Teken MoU dengan Innovative University College dan Saadah Education Group Malaysia

    TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – UIN Walisongo Semarang resmi menjalin kerja sama internasional dengan Innovative University College dan Saadah Education Group melalui penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) yang dilaksanakan di Gedung Rektorat Kampus 3 UIN Walisongo, Senin (5/5/2025).

    Kegiatan ini diawali dengan Diskusi Ilmiah bertajuk “Isnad dan Tradisi Keulamaan Melayu” bersama narasumber utama, Prof. Dr. Sheikh Omar Kalash Al Husainiy, Deputi Rektor Bidang Akademik dan Internasionalisasi dari Innovative College Malaysia serta perwakilan dari Saadah Education Group.

    Dalam sesi pembukaan, Prof. Dr. Muhyar Fanani, M.Ag., Direktur Pascasarjana UIN Walisongo, menyampaikan sambutan hangat kepada tamu kehormatan dan peserta diskusi.

    Ia menegaskan pentingnya isnad sebagai warisan otentik dalam tradisi keilmuan Islam yang perlu terus dikembangkan dalam konteks akademik modern.

    Diskusi ilmiah yang berlangsung selama lebih dari dua jam membahas sejumlah isu strategis dalam studi keislaman kontemporer.

    Omar Kalash menekankan pentingnya isnad—rantai transmisi keilmuan dalam tradisi Islam—sebagai dasar utama validitas pengetahuan.

    Ia menyampaikan bahwa sejarah dan warisan isnad telah menjadi identitas keilmuan Islam sejak generasi sahabat dan tabi’in.

    Ia juga menyoroti urgensi isnad sebagai sistem verifikasi pengetahuan yang tidak dapat digantikan oleh otoritas akademik formal semata.

    Lebih jauh, Omar mengajak para akademisi untuk mengintegrasikan isnad sebagai bagian inti dari kurikulum pendidikan Islam, khususnya di tingkat pascasarjana. 

    Ia juga menyerukan pentingnya kembali kepada turats (warisan klasik) sebagai sumber solusi dan kekuatan intelektual Islam yang autentik.

    Dalam presentasinya, beliau juga menekankan keunggulan tradisi keilmuan Melayu yang berhasil menjaga sanad dan turats melalui jalur pesantren dan madrasah, menjadikan wilayah ini sebagai simpul penting dalam jaringan keilmuan Islam global.

    Kegiatan ini dihadiri sekitar 55 peserta yang terdiri dari dosen serta mahasiswa jenjang S1, S2, dan S3.

    Para peserta menunjukkan antusiasmenya dengan menanyakan pertanyaan-pertanyaan kritis terkait bidang keilmuwan yang dibahas. Sehingga kegiatan diskusi ini dapat berjalan dengan baik.

    Acara dilanjutkan dengan penandatanganan MoU antara UIN Walisongo dan Innovative College University dan Saadah Education Group Malaysia.

    Penandatanganan ini dipimpin oleh Dr. H. A. Hasan Asy’ari Ulama’i, M.Ag., Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama sebagai perwakilan dari Rektor UIN Walisongo, Prof. Dr. H. Nizar, M.Ag.

    Dalam sambutannya, Hasan menyampaikan harapannya agar kerja sama ini tidak hanya memperkuat aspek akademik, tetapi juga mendorong pertukaran pelajar, kolaborasi riset, serta pengembangan jaringan ilmiah internasional yang lebih luas.

    Penandatangan MoU diikuti dengan penandatangan MoA (Memorandum of Agreement) dengan pihak pascasarjana UIN Walisongo Semarang.

    International Office UIN Walisongo memfasilitasi dan mengoordinasikan proses kerja sama ini, termasuk menjembatani komunikasi antar lembaga, menyusun kerangka kerja sama, dan memastikan kegiatan berjalan sesuai standar kolaborasi internasional.

    Melalui kerja sama strategis ini, Pascasarjana UIN Walisongo terus memperluas jejaring global dan berkomitmen dalam membangun ekosistem keilmuan Islam yang unggul, inklusif, dan berkelanjutan.

  • Upaya Preventif Kecelakaan Kerja, Semen Gresik Gelar Simulasi Tanggap Darurat di Pabrik Rembang

    Upaya Preventif Kecelakaan Kerja, Semen Gresik Gelar Simulasi Tanggap Darurat di Pabrik Rembang

    TRIBUNJATENG.COM, Rembang – PT Semen Gresik memastikan kehandalan penerapan keselamatan dan kesehatan kerja dengan menggelar simulasi tanggap darurat yang dilaksanakan di area reklamasi tambang tanah liat Pabrik Rembang,(Jumat, 25 April 2025).

    Simulasi tanggap darurat melibatkan personil dari seksi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), seksi Tambang, unit Keamanan, United Tractors Semen Gresik (UTSG), serta dari tim medis poliklinik pabrik.

    “Simulasi dimulai saat seorang pekerja terluka karena gigitan ular berbisa di area reklamasi tambang tanah liat. Kemudian pekerja berkoordinasi unit tambang, seksi Keselamatan Kerja, Keamanan dan tim medispoliklinik,” papar SHE officer PT Semen Gresik, Alfi Fadhli.

    Pihaknya menambahkan bahwa pada proses simulasi evakuasi, terdapat personel yang terluka karena gigitan ular berbisa di bagian kaki sebelah kanan sehingga personel di evakuasi oleh tim medis.

    “Alur simulasi tanggap darurat ini, di-setting sama seperti aslinya sesuai dengan skenario, dimana setiap personil yang bertugas memerankan peran dengan sungguh – sungguh,” tandasnya.

    Hal senada juga disampaikan oleh Senior Manager of Communication & CSR PT Semen Gresik, Sulistyono menuturkan bahwa Keadaan darurat dapat terjadi kapan saja dan tidak terduga, seperti kebakaran, bencana alam serta berbagai jenis kecelakaan kerja lainnya. Maka dari itu, perusahaan wajib memiliki prosedur perencanaan tanggap darurat yang baik.

    “Simulasi ini memastikan para pekerja mengetahui dan memahami prosedur tanggap darurat dan kesiapan peralatan dan tim dalam menghadapi keadaan darurat. Maka dengan hal tersebut, sebagai wujud nyata komitmen dan implementasi perusahaan terhadap sistem manajemen K3,” tuturnya.

    Sulistyono berharap dengan dilaksanakannya simulasi tanggap darurat secara rutin di PT Semen Gresik, mampu melatih kesiapsiagaan personil dalam melakukan penanganan keadaan darurat di posisi manapun.

    “Simulasi ini juga untuk mengevaluasi kesiapan alat dan sarana prasarana penunjang dalam melaksanakan tanggap darurat. Di samping itu, kita mengevaluasi apakah prosedur tangap darurat masih efektif dan layak dijalankan di masing-masing area,” pungkasnya. (*)

  • Dr. Maria W. Sumarningsih Raih Gelar Doktor dari FEB UKSW dengan Predikat Cumlaude

    Dr. Maria W. Sumarningsih Raih Gelar Doktor dari FEB UKSW dengan Predikat Cumlaude

    TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA – Dr. Maria W. Sumarningsih, S.Pd., M.Ed., resmi menyandang gelar doktor setelah menuntaskan studi Program Doktor Manajemen di Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW).

    Meraih IPK 3,91 dan dinyatakan lulus dengan predikat cumlaude, Dr. Maria W. Sumarningsih menjadi lulusan doktor ke-89 dari program tersebut.

    Yudisium berlangsung di Ruang Rapat FEB UKSW, Selasa (22/04/2025), dipimpin oleh Dekan FEB UKSW Dr. Yefta Andi Kus Noegroho, S.E., M.Si., Ak., CMA., CA., dan dihadiri oleh pimpinan fakultas, dosen pembimbing, tim penguji, serta tamu undangan dari mitra dan pemerintah daerah.

    Dr. Maria dikenal sebagai pengajar Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA) dan juga aktif sebagai konsultan sumber daya manusia.

    Dalam disertasinya yang berjudul “Belajar Adaptasi Lintas Budaya: Studi pada Ekspatriat di Indonesia”, Dr. Maria mengangkat isu strategis yang relevan dalam dinamika global saat ini.

    Penelitian ini tidak hanya menyajikan wawasan empiris mengenai faktor-faktor yang memengaruhi adaptasi lintas budaya, kinerja, dan niat tinggal para ekspatriat di Indonesia, tetapi juga menyuguhkan pedoman praktis bagi perusahaan dalam merancang strategi ekspatriasi yang adaptif dan berkelanjutan.

    Disertasi ini membuka perspektif baru dalam kajian adaptasi lintas budaya di negara berkembang, dan menegaskan bahwa keberhasilan ekspatriat tak hanya ditentukan oleh faktor individu, tetapi juga oleh interaksi kompleks antara aspek personal, sosial, dan lingkungan eksternal.

    “Dari disertasi ini menunjukkan bahwa kecerdasan budaya, kecerdasan emosional, pengalaman internasional, dan pelatihan lintas budaya memiliki pengaruh signifikan terhadap pengalaman lintas budaya ekspatriat,” ungkapnya.

    Dr. Maria menyelesaikan disertasi ini di bawah bimbingan Profesor Christantius Dwiatmadja, S.E., M.E., Ph.D., dan Profesor Dr. Agus Sugiarto, S.Pd., M.M., dengan tim penguji yang terdiri atas Prof. Ir. Lieli Suharti, M.M., Ph.D., dan Profesor Gatot Sasongko, S.E., M.S.

    Dalam sambutannya, Dekan FEB UKSW menegaskan bahwa pencapaian ini bukanlah akhir, tetapi awal baru dalam pengabdian dan karya.

    “Selamat untuk pencapaiannya, ini adalah sebuah berkat. Kami berharap para alumni FEB terus berkarya dan menjadi berkat bagi gereja, bangsa, dan negara,” ujarnya.

    Sementara itu, Profesor Christantius, turut memberikan apresiasi atas kerja keras dan komitmen Dr. Maria. “Ini adalah bukti dari kesungguhan dan ketekunan dalam menjalani proses akademik. Semoga disertasi ini bermanfaat secara luas,” ungkapnya.

    Ucapan selamat dan apresiasi juga disampaikan oleh Wakil Wali Kota Salatiga Nina Agustin, yang turut hadir dalam acara tersebut. Ia menyebut disertasi ini sebagai karya yang relevan dan penting bagi Indonesia.

    “Salatiga adalah contoh nyata akulturasi budaya, di mana perbedaan menjadi kekuatan. Kami berharap Dr. Maria bisa menjadi agen perubahan dan ikut berkontribusi membangun Salatiga dengan perspektif dan semangat baru,” katanya. (*)