Category: Tribunnews.com Ekonomi

  • BREAKING NEWS Anggota DPRD DKI Brando Susanto Meninggal Usai Jatuh Saat Sambutan Acara PDIP

    BREAKING NEWS Anggota DPRD DKI Brando Susanto Meninggal Usai Jatuh Saat Sambutan Acara PDIP

    Laporan Wartawan TribunJakarta.com Elga Hikari Putra

    TRIBUNJAKARTA.COM – Acara halal bihalal yang digelar DPD PDIP Jakarta diliputi duka.

    Hal itu karena Ketua Panitia acara yang juga Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta, Brando Susanto meninggal dunia.

    Kabar duka itu disampaikan langsung oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat sambutan di depan para kader dan simpatisan yang hadir.

    Awalnya, Brando terjatuh saat tengah memberikan sambutan selaku ketua panitia acara.

    Ia kemudian langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis. Namun ternyata nyawanya tak tertolong.

    “Teman kita. Ketua panitia kita. Yang kita saksikan bersama-sama dalam memberikan sambutan. Saya baru mendapatkan kabar. Kalau sahabat kita Brando meninggal dunia,” kata Pram mengumumkan kabar duka dari atas panggung di Jakarta International Velodrome, Rawamangun, Jakarta Timur, Minggu (27/4/2025).

    Pram pun mengajak seluruh kader dan relawan yang hadir untuk sejenak mendoakan Brando.

    “Untuk itu mari kita doakan. Semoga saudara Brando mendapatkan surga. Atas apa yang telah dilakukan. Saudara-saudara sekalian. Ini duka kita bersama,” kata Pram.

    Meski diliputi duka mendalam, Pram menyebut apa yang dilakukan Brando harus dicontoh yakni bekerja sampao akhir hayatnya.

    “Tetapi kita tidak boleh menyerah. Dan kita tetap harus bekerja. Karena apa yang dilakukan sahabat kita. Saudara kita Brando merupakan contoh bagi kita semua. Bekerja sampai dengan akhir hayatnya.

    Saudara Brando. Saya atas nama Gubernur. Dan Bangdul atas wakil Gubernur. Mengucapkan terima kasih. Atas kerja keras. Dan juga apa yang saudara berikan kepada kami semua,” tutur Pram.

    Karenanya, acara halal bihalal yang digelar DPD PDIP DKI Jakarta ini berakhir lebih cepat dari jadwal.

    Pram dan Wakil Gubernur Rano Karno beserta sejumlah politisi PDIP langsung bergegas menuju rumah sakit tempat jenazah Brando berada.

    Akses TribunJakarta.com di Google News atau WhatsApp Channel TribunJakarta.com. Pastikan Tribunners sudah install aplikasi WhatsApp ya

     

  • Segini Harga Modem WiFi Saku Starlink dan Biaya Langganan Internet di Gedung dan Outdoor, Anti Repot

    Segini Harga Modem WiFi Saku Starlink dan Biaya Langganan Internet di Gedung dan Outdoor, Anti Repot

    TRIBUNJATENG.COM – Segini Harga Modem WiFi Saku Starlink dan Biaya Langganan Internet di Gedung dan Outdoor, Anti Repot

    Starlink menawarkan layanan internet berkecepatan tinggi hampir di semua tempat di seluruh dunia.

    Bahkan Starlink dirancang untuk tahan dalam berbagai kondisi – perangkat ini dapat mencairkan salju dan tahan hujan es, hujan lebat, serta angin kencang yang ekstrem.

    Jaringan Starlink dapat Anda bawa bepergian ke mana saja di negara Anda dan melakukan perjalanan internasional di wilayah Starlink tersedia.

    Starlink terhubung dalam hitungan menit dan dapat dikemas dengan cepat saat Anda harus berpindah ke tujuan berikutnya.

    Modem saku Starlink cocok digunakan untuk bepergian, berkemah dan berlayar.

    Bahkan Starlink mengklaim adanya koneksi internet berkecepatan tinggi di wilayah terpencil di dunia sekalipun. 

    Tidak hanya dapat digunakan di darat yang tidak terjangkau kabel optik, modem saku Starlink juga dapat digunakan di perairan.

    Selain itu di media sosial juga telah beredar postingan, penjualan WiFi saku Starlink.

    Wi-Fi saku starlink adalah modem universal yang jaringannya ada di mana saja di seluruh dunia.

    Selama ada pemandangan langit yang jelas.

    Starlink menyediakan layanan internet cepat, yang dirancang untuk terhubung langsung ke konstelasi satelit Starlink.

    Jaringan ini dapat menghasilakan koneksi internet di seluruh dunia.

    Starlink dapat digunakan hingga 32 perangkat secara bersamaan.

    Meski begitu ukuran WiFi cukup mungil yang dapat di masukkan ke dalam saku dengan kecepatan unduh Hingga 120 Mbps dan kecepatan unggah 40 Mbps.

    Simak daftar harga langganan Starlink terbaru, masih ada promo 2025.

    Harga Wi-Fi Saku Starlink

    Harga Promo Rp.1.150.000

    Bulanannya 350.000

    Jika kamu sedang butuh sambungan wifi sekarang bisa kamu lihat dengan mudah melalui aplikasi dan layanan WiFi Map.

    Melalui aplikasi WiFi Map, pengguna dapat melihat password WiFi di lingkungan sekitar secara gratis.

    Aplikasi WiFi Map dapat diunduh secara gratis untuk iPhone dan Android.

    WiFi Map sendiri pada dasarnya merupakan aplikasi berbasiscrowd-source.

    Artinya, data password yang tertera di aplikasi WiFi Map ini di-input atau dimasukan oleh seseorang yang mengetahui password WiFi tertentu.

    Aplikasi WiFi Map ini legal digunakan karena data password WiFi yang diperoleh bukanlah data curian.

    Namun password yang terdapat di aplikasi tersebut dimasukan oleh pihak yang mengetahui password jaringan WiFi tertentu.

    Berikut Cara Melihat Password WiFi Terdekat via WiFi Map:

    1. Download dan install aplikasi WiFi Map di iPhone atau Android kamu.

    2. Buka aplikasi WiFi Map dan login menggunakan akun Facebook/Google/Apple dan izinkan aplikasi untuk mengakses lokasimu.

    3. Klik kolom pencarian pada bagian atas, kemudian masukan kota tempat tinggalmu.

    4. Klik opsi “Menelusuri” pada lokasi WiFi Map yang sudah kamu pilih.

    5. Nantinya akan muncul jaringan WiFi beserta passwordnya di sekitar lingkunganmu.

    6. Pilih jaringan WiFi yang terdekat denganmu dengan cara mengklik ikon berwarna biru.

    7. Jaringan WiFi dan passwordnya akan secara otomatis muncul dan kamu bisa mengkoneksikan HP ke WiFi tersebut. (*)

  • Veronica Tan kepada UKSW dan Pemkot Salatiga: Perkuat Wastra Nusantara Hadapi Tiruan dari Luar

    Veronica Tan kepada UKSW dan Pemkot Salatiga: Perkuat Wastra Nusantara Hadapi Tiruan dari Luar

    TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA – Wastra Nusantara bukan sekadar kain tetapi warisan nilai, simbol kebudayaan, sumber kehidupan, dan ekspresi jati diri.

    Inisiatif untuk meresmikan Komunitas Wastra di Salatiga tentu bukan seremonial belaka, tetapi memberikan makna dalam wastra nasional.

    Tak hanya simbol budaya dan identitas, dalam setiap tenunan, goresan, canting, dan warna menemukan jejak perempuan tangan komunitas harmoni dengan alam juga ruang inovasi kolaborasi pemberdayaan ekonomi di keluarga.

    Dalam wastra, menemukan titik temu antara tradisi dan teknologi, seni dan kebudayaan, nilai lokal dan pasar global.

    Hal ini ditekankan Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia, Veronica Tan dalam Launching Komunitas Wastra Kota Salatiga yang digelar di kampus Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), Senin (21/4/2025) malam.

    Bukan Sekadar Kain

    Disampaikan Veronica Tan, warisan budaya terancam oleh wastra tiruan yang diproduksi secara massal.

    Di saat yang sama, bumi terus diuji oleh krisis lingkungan yang juga berdampak pada kelangsungan wastra sebagai identitas dan sumber ekonomi keluarga.

    “Di tengah tantangan ini, di Salatiga bersama menyaksikan gerakan yang hidup: parade seribu wastra dan launching komunitas wastra Nusantara.”

    “Ini bukan sekadar kain, melainkan warisan nilai, simbol budaya, dan sumber kehidupan.”

    “Dalam setiap tenunan dan canting, ada jejak perempuan, harmoni dengan alam, dan ruang inovasi,” lanjutnya.

    Veronica Tan juga menekankan bahwa pelestarian wastra adalah bentuk bela negara yang relevan hari ini: merawat budaya, menciptakan nilai ekonomi, memperkuat peran perempuan, melibatkan laki-laki, melindungi anak, dan menjaga bumi sebagai warisan bersama.

    Launching Komunitas Wastra Kota Salatiga yang menjadi bagian penting dari peringatan Dies Natalis ke-25 Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Komunikasi (Fiskom), sekaligus menyatukan semangat Hari Kartini dan Hari Bumi dalam satu gerakan nyata untuk menjaga warisan budaya Nusantara.

    Wastra, berasal dari bahasa Sanskerta yang berarti kain atau busana, bukan sekadar penutup tubuh, namun juga cerminan identitas budaya yang hidup dalam keseharian masyarakat dari berbagai etnis di Indonesia.

    Launching komunitas ini menjadi penanda bahwa pelestarian budaya adalah tanggung jawab kolektif lintas generasi.

    Mendukung Penuh

    Dukungan juga diberikan oleh Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Salatiga, Retno Robby Hernawan yang hadir dalam acara itu.

    Dalam sambutannya, Ketua TP PKK Kota Salatiga menyatakan dukungan penuh terhadap komunitas ini sebagai upaya konkret untuk melibatkan generasi muda dalam pelestarian wastra.

    “Salatiga memiliki kekayaan motif batik dan tenun yang luar biasa.”

    “Dengan keterhubungannya terhadap nilai perjuangan Kartini dalam merawat budaya lokal, saya sangat menyambut baik peluncuran Komunitas Wastra ini.”

    “Ini adalah ruang dialog, ruang cinta, dan ruang aksi untuk menjaga kain tradisional agar tidak hilang ditelan zaman,” ujarnya.

    Dr Ir Arianti Ina Restiani Hunga, M.Si., pegiat wastra yang juga menjadi penggagas kegiatan ini menyampaikan bahwa wastra bukan hanya bernilai ekonomi, namun menyimpan doa dan cerita dari tangan-tangan perempuan Indonesia.

    “Wastra adalah doa yang dijalin oleh ketekunan dan semangat.”

    “Kini saatnya bela negara bukan dengan senjata, tapi dengan inovasi dan kreativitas.”

    “Komunitas ini adalah panggilan itu,” tegas Arianti Ina Restiani Hunga yang juga dosen UKSW ini.

    WASTRA NUSANTARA – Fashion show mahasiswa UKSW menggunakan Wastra Nusantara dalam Launcing Komunitas Wastra di Salatiga, Senin (21/4/2025).

    Kontribusi UKSW

    Rektor UKSW dalam sambutannya menyampaikan bahwa peluncuran komunitas ini merupakan bentuk kontribusi nyata kampus sebagai “Kampus Indonesia Mini” dalam merawat keberagaman budaya.

    “Melalui komunitas ini, kami ingin menjembatani semangat pelestarian budaya dengan kolaborasi lintas sektor.”

    “Ini adalah bagian dari pengabdian UKSW bagi Indonesia,” tegasnya.

    Sebagai puncak acara, para tamu undangan termasuk Wali Kota Salatiga, Ketua TP PKK, Rektor UKSW, hingga dosen dan mahasiswa, tampil dalam sesi fashion show wastra yang menampilkan berbagai motif batik dan tenun Nusantara di antaranya kain Pantang Sintang Kalimantan Barat dan Parahita Craft Salatiga.

    Kegiatan ini sekaligus menjadi panggung ekspresi akan keragaman dan keindahan budaya Indonesia.

    Launching Komunitas Wastra Kota Salatiga ditandai dengan penyerahan wastra oleh Rektor UKSW Profesor Intiyas Utami kepada Wali Kota Salatiga dr Robby Hernawan, Sp.OG., dan Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Salatiga Retno Robby Hernawan.

    Kegiatan ini juga menjadi momentum awal dari berbagai agenda budaya yang telah dirancang, termasuk expo kolaboratif bersama pengrajin tenun Indonesia dan PT Danar Hadi yang akan dimulai pada Mei 2025.

    Selain Launching Komunitas Wastra Salatiga, rangkaian peringatan Dies Perak Fiskom UKSW juga diselenggarakan berbagai kegiatan yang sarat nilai budaya dan akademik. 

    Membuka rangkaian, diselenggarakan Parade Senja Seribu Wastra Nusantara yang diikuti 1.527 peserta.

    Kegiatan ini juga mendapatkan penghargaan dari Lembaga Prestasi Indonesia Dunia (LEPRID).

    Dies Perak Fiskom UKSW ini juga dimeriahkan dengan berbagai kegiatan lainnya seperti Lomba Foto dan Creative Video Competition untuk pelajar SMA/SMK, lomba call for paper, bazar UMKM, dan seminar.

    Launching Komunitas Wastra Salatiga ini menjadi bukti nyata bahwa UKSW terus mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) ke-4 pendidikan berkualitas.

    Sebagai Perguruan Tinggi Swasta (PTS) terakreditasi Unggul, UKSW telah berdiri sejak 1956 dengan 15 fakultas dan 64 program studi di jenjang D3 hingga S3, dengan 28 Prodi Unggul dan A.

    Terletak di Salatiga, UKSW dikenal dengan julukan Kampus Indonesia Mini, mencerminkan keragaman mahasiswanya yang berasal dari berbagai daerah.

    Selain itu, UKSW juga dikenal sebagai “Creative Minority” yang berperan sebagai agen perubahan dan inspirasi bagi masyarakat. (*)

  • “Kenapa Miskin Bergaya?”, Dedi Mulyadi Balas Aura Cinta Remaja Viral yang Kritik Pemerintah

    “Kenapa Miskin Bergaya?”, Dedi Mulyadi Balas Aura Cinta Remaja Viral yang Kritik Pemerintah

    “Kenapa Miskin Bergaya?”, Dedi Mulyadi Balas Aura Cinta Remaja Viral yang Kritik Pemerintah

    TRIBUNJATENG.COM – Beberapa waktu lalu viral seorang remaja yang mengunggah video mengritik pemerintah pasca rumahnya digusur.

    Remaja tersebut bernama Aura Cinta yang yang dibongkar akibat kebijakan normalisasi sungai yang dijalankan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

    Dalam unggahan videonya Aura Cinta menyuarakan keluhan dan kekecewaannya.

    Ia menyebut pembongkaran terjadi tanpa komunikasi atau pemberitahuan yang layak.

    Aura Cinta juga menyoroti proyek-proyek besar pemerintah yang menurutnya justru menyulitkan rakyat kecil.

    Selain protes penggusuran rumahnya, di depan Dedi Mulyadi Aura Cinta juga mempertanyakan kebijakan larangan study tour dan perpisahan sekolah.

    Aura Cinta yang merupakan calon mahasiswi Universitas Indonesia itu meminta Dedi Mulyadi mengkaji kembali larangan tersebut.

    Pasalnya perpisahan merupakan kenangan terakhir dirinya dan teman-temannya di masa SMA.

    Saat menyuarakan pendapatnya, Dedi Mulyadi menyinggung kondisi ekonomi keluarga Aura Cinta.

    “Tinggal aja di bantaran sungai, tapi gaya hidup begini (tinggi) ini kan harus diubah rakyatnya.

    Sekarang teriak-teriak minta penggantian, saya kalau tega-tegaan saya layak ganti gak?

    Tanah tanah negara, kebutuhan untuk rakyat, proyek kabupaten (Bekasi), terus kemudian saya ngapain ngeluarin uang Rp 10 juta buat ibu,

    udah kasihin orang miskin aja yang lain,” kata Dedi Mulyadi.

    “Saya juga miskin,” timpal ibu Aura yang merupakan asli Solo, Jawa Tengah.

    “Kenapa miskin gayanya kayak orang kaya,” kata Dedi Mulyadi.

    Dedi mengatakan dengan gaya Aura yang sinis mengkritik kebijakan larangan perpisahan sekolah, seharunya disesuaikan dengan kemampuan ekonomi.

    “Anak ibu kalau modelnya begini gak bisa. Kan harus dibenerin, rumah gak punya, sekarang ngontrak udah punya?”

    “Udah nyicil berapa bulan,” katanya.

    Dedi Mulyadi menganggap keluarga Aura masuk dalam kategori mampu.

    “Udah saya gak usah bantu ibu deh. Karena ibu mapan, orang sekolah aja pengen ada wisuda, berarti kan punya kemampuan. Saya gak usah bantu yah,” kata Dedi Mulyadi.

    Mendengar tak akan dapat uang kerohiman dari Dedi Mulyadi, Aura Cinta langsung bersuara.

    “Gak gitu pak, waktu bikin video TikTok bukan untuk minta kerohiman. Saya cuma minta keadilan aja.

    Waktu digusur itu gak ada musyawarah cuma ada stapol pp datang,” kata Aura.

    Dedi Mulyadi pun mengatakan bagaimana jika kondisinya diballik.

    “Saya balik pertanyaannya, tinggal di tanah orang harus bayar gak?

    Kalau saya balik nuntut pemdanya suruh minta tagihan dihitung berapa tahun ke belakang bayar tipa tahun,” tambah Dedi Mulyadi.

    Aura justru memintta Dedi melihat latar belakang ekonomi keluarganya.

    “Ya bapak kan bisa lihat latar belakang saya miskin atau gak terus mampu bayar apa gak,” kata Aura.

    “Kamu miskin gak ?” tanya Dedi Mulyadi.

    “Iya, saya mengakui,” kata Aura.

    “Kenapa miskin hidup bergaya? Sekolah harus perpisahan. Kamu kan miskin kenapa orang miskin gak prihatin?” tanya Dedi.

    Aura menjelaskan ia hanya meminta kebijakan agar perpisahan sekolah tetap diizinkan karena tidak semua setuju.

    “Gini pak mohon maaf ya pak saya bukan menolak kebijakan bapak apapun itu saya mendukung cuma jangan dihapus pak.

    Gak semua orang bisa menerima terus kalau misal wisuda dihapus terus bapaknya juga minta pajak ke saya padahal saya miskin,” kata Aura.

    Mendengar itu, Dedi Mulyadi pun memberi jawaban pedas.

    “Bukan minta pajak. Saya balik, anda miskin tapi jangan sok kaya. Orang miskin tuh prihatin membangun masa depan seluruh pengeluaran ditekan.

    Digunakan untuk yang positif, bisnis, pengembangan diri. Lah ini rumah gak punya, tinggal di bantaran sungai.

    Orang tua yang lain itu menyambut gembira ketika wisuda dihapus, keluarga ini menolak wisuda dihapus, ya kalau gitu saya gak usah kasih kerohiman,” jelas Dedi Mulyadi.

    Ibu Aura Cinta juga mengaku membutuhkan uang kerohiman itu untuk membayar kontrakan.

    “Perlu uang gak? Kalau ibu buat ngontrak aja gak punya, ngapain protes wisuda harus ada.

    Kan logika harus ada, hidup tuh jangan sombong. Ibu buat ngontrak aja gak punya, tapi ibu merasa wisuda lebih penting.

    Lebih penting mana kontrakan untuk tempat tinggal apa wisuda?

    Anda teriak-teriak gak punya untuk ngontrak tapi satu sisi anaknya protes harus ada wisuda, saya kan pusing dengerinnya,” kata Dedi Mulyadi. (*)

  • Produsen Tahu di Ciracas Terbebani Kenaikan Harga Kedelai Impor

    Produsen Tahu di Ciracas Terbebani Kenaikan Harga Kedelai Impor

    Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

    TRIBUNJAKARTA.COM, CIRACAS – Produsen tahu di Gang Nusa Indah, RT 01/RW 07, Kelurahan/Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur mengeluhkan kenaikan harga kedelai impor Amerika.

    Produsen tahu, Dindin Badrudin (65) mengatakan kenaikan harga kedelai impor dari Rp8.700 menjadi Rp11.000 per kilogram ini membuat modal biaya produksi tahu membengkak.

    Menurutnya kenaikan harga kedelai impor dalam beberapa waktu terakhir terjadi akibat melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, dan perang dagang dilakukan Amerika.

    “Naiknya itu bertahap, Rp100, Rp100. Tapi kenaikan bisa hampir setiap hari. Jadi harganya benar-benar enggak stabil, sementara keuntungan sedikit,” kata Dindin, Minggu (27/4/2025).

    Meski kenaikan harga sekarang lebih rendah dibanding tahun 2023 lalu saat harga kedelai impor Rp14 ribu per kilogram, tapi produsen tahu kini tetap merasakan dampak buruk.

    Lesunya daya beli masyarakat, dan ketidakpastian harga kedelai impor di pasaran karena berpatok pada nilai tukar rupiah terhadap dolar AS membuat produsen diliputi kekhawatiran.

    Di saat harga kedelai naik para produsen tahu tidak bisa menaikkan harga jual di pasaran seenaknya, hal ini mengakibatkan keuntungan yang didapat dari produksi tahu berkurang.

    KENAIKAN TAHU – Produsen tahu, Dindin Badrudin (65) saat memberi keterangan terkait harga kenaikan kedelai di Ciracas, Jakarta Timur, Minggu (27/4/2025). (TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA)

    “Tahu enggak seperti produk lain yang kalau harga bahan naik bisa langsung menaikkan harga. Kita harus menunggu kesepakatan bersama (produsen) untuk menaikkan harga,” ujarnya.

    Kesepakatan dimaksud yakni keputusan Koperasi Produsen Tahu dan Tempe Indonesia (KOPTI), yang hingga kini belum mengeluarkan keputusan untuk menaikkan harga jual.

    Dindin menuturkan siasat yang bisa dilakukan produsen untuk menghadapi kenaikan harga kedelai impor kini memperkecil ukuran produksi, namun hal ini bersifat solusi sementara.

    Pasalnya bila para produsen tahu terus memperkecil ukuran ketika harga kedelai impor naik, maka dipastikan ukuran tahu dan tempe yang dijual di pasaran nantinya tidak lagi normal.

    “Kalau setiap harga naik kita terus memperkecil ukuran nanti ukuran tahu jadi seperti apa? Kita, produsen maunya harga stabil dan suplainya ada. Jangan seperti sekarang,” tuturnya.

    (TribunJakarta)

    Akses TribunJakarta.com di Google News atau WhatsApp Channel https://whatsapp.com/channel/0029VaS7FULG8l5BWvKXDa0f.

    Pastikan Tribunners sudah install aplikasi WhatsApp ya

  • Sama-sama Dibanderol Rp 4,5 Juta dan Miliki Bodi Tipis,Ini Keunggulan Vivo V50 Lite 5G dan Honor X9c

    Sama-sama Dibanderol Rp 4,5 Juta dan Miliki Bodi Tipis,Ini Keunggulan Vivo V50 Lite 5G dan Honor X9c

    TRIBUNJAKARTA.COM – Hp Vivo V50 Lite 5G dan hp Hono X9c memiliki kesamaan harga jual dalam situs resmi masing-masing.

    Vivo V50 Lite 5G dibanderol Rp 4.599.000 untuk penyimpana 8 GB+256 GB dan Rp 5.599.000 untuk penyimpanan 12 GB+512 GB.

    Sementara Honor X9c dibanderol denga harga Rp 4.599.000.

    Vivo V50 Lite 5G

    Vivo V50 Lite 5G hadir dengan desain yang tipis, yakni 7,79 mm. 

    Mengusung daya tahan kuat, ponsel ini dibekali baterai berkapasitas besar 6.500 mAh dengan FlashCharge atau pengisian daya cepat hingga 90W.

    V50 Lite 5G dibekali dengan prosesor Dimensity 6300 yang memiliki CPU Clock Speed 2 × 2.4 GHz + 6 × 2.0 GHz.

    Sementara untuk urusan layarnya yakni AMOLED berukuran 6,77 inci denga resolusi 2393 x 1080 piksel.

    lihat foto
    Masih di momen peringatan Hari Kartini, ada sejumlah tempat yang memberikan berbagai penawaran. Termasuk di rias gratis alias make up gratis hingga akhir bulan April 2025 untuk kamu yang mau karnaval Kartini.

    Untuk urusan kamera, V50 Lite 5G hadir dengan kamera belakang 50MP SONY IMX882, dengan 8MP Wide-angle Camera, dan kamera depannya 32 MP selfie camera.

    Beberapa fitur unggulan seri ini diantaranya AI Erase untuk menghapus objek yang tidak diinginkan dalam foto, dan AI Photo Enhance.

    Kemudian fitur Circle to Search untuk mencari informasi apapun dari gambar atau teks dengan cara melingkari objek tersebut, hingga AI Screen Translation untuk menerjemahkan teks bahasa asing secara cepat.

    Honor X9c

    Dalam situs resminya, seri ini diklaim memiliki enam keunggulan.

    Diantaranya extra resistance teknologi anti jatuh ultra bounce Honor 2.0. Sehingga tahan banting dari ketinggian 2 meter.

    Resmi dirilis pada Februari 2025, Honor X9c diklaim mampu bertahan dengan suhu ekstrem dan dilengkapi lapisan perlindungan tahan air tiga lapis sehingga mampu melindungi perangkat dari semprotan air hingga 360 derajat dan kapasitas baterainya 6600 mAh.

    Kamera utama ponsel tersebut, beresolusi 108 MP dengan bukaan F1.75 yang sudah mendukung OIS, dan dilengkapi kamera lebar 5 MP.

    Sementara untuk bagian depan, Honor X9c dibekali kamera selfie beresolusi 16 MP dan sudah mendukung jaringan 5G.

    Untuk masalah penyimpanan, Honor X9c ini yakni 12 GB+256 GB.

    Semantara tipe layarnya AMOLED dengan resolusi 2700×1224.

    Akses TribunJakarta.com di Google News atau WhatsApp Channel TribunJakarta.com. Pastikan Tribunners sudah install aplikasi WhatsApp ya

  • Hadiri Halal Bihalal PDIP DKI, Pramono Minta Kader Tak Sungkan Kritik Pemerintahannya

    Hadiri Halal Bihalal PDIP DKI, Pramono Minta Kader Tak Sungkan Kritik Pemerintahannya

    Laporan Wartawan TribunJakarta.com Elga Hikari Putra

    TRIBUNJAKARTA.COM – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta para kader PDIP untuk tak sungkan mengkritik pemerintahannya.

    Hal itu disampaikan Pram dalam sambutannya di acara halal bihalal yang digelar DPD PDIP DKI Jakarta.

    “Kami mohon doanya. Kami mohon dukungannya. Kami mohon supportnya. Dan kami mohon kalau ada yang tidak sesuai. Di kritik sekeras-kerasnya,” kata Pram di Jakarta International Velodrome, Rawamangun, Jakarta Timur, Minggu (27/4/2025).

    Pram mengklaim bagi dirinya dan Rano Karno, kritik adalah vitamin 

    “Bagi saya dan Bang Doel. Kritik adalah vitamin. Jangan ragu-ragu. Dan kalau ada apa-apa. Tolong disampaikan.”

    “Apakah langsung kepada saya dan Bang Doel atau melalui fraksi kita yang ada di DPRD Jakarta,” ujarnya.

    “Selain Pram dan Rano, acara halal bihalal ini dihadiri oleh sejumlah Anggota DPRD DKI Jakarta diantaranya Hardiyanto Kenneth, Ima Mahdiah, Ida Mahmudah, Pantas Nainggolan dan sejumlah politisi PDIP lainnya.

    Termasuk Ketua DPD PDIP Jakarta, Ady Widjaja, Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Putra Nababan dan Darmadi Durianto.

    Sementara itu, Staf Khusus (Stafsus) Bidang Komunikasi Publik Gubernur Jakarta, Chico Hakim menyebut bahwa acara halalbihalal ini dalam rangka memperkuat sinergi dan soliditas dalam menyikapi pemerintah di Jakarta lima tahun ke depan.

    “Ini hanya halalbihalal internal PDI Perjuangan mempererat silahturahmi begitu selesai melewati masa kampanye.”

    “Alhamdulillah mas Pram dan Bang Doel diberi amanah warga Jakarta untuk memimpin yang kemudian belum sempat ada pertemuan dengan kader DPD PDIP DKI Jakarta,” kata Chico.

    (TribunJakarta)

  • Pemkab Pekalongan Kolaborasi Bersama Muhammadiyah, Komitmen Majukan Kesejahteraan Warga

    Pemkab Pekalongan Kolaborasi Bersama Muhammadiyah, Komitmen Majukan Kesejahteraan Warga

    TRIBUNJATENG.COM, KAJEN – Wakil Bupati Pekalongan, Sukirman menghadiri Halal Bihalal Keluarga Besar Muhammadiyah dan Aisyiyah Kabupaten Pekalongan di Komplek IMBS Miftahul Ulum, Pekajangan, Sabtu (26/4/2025).

    Acara yang menghadirkan tokoh nasional Prof M Sirajuddin Syamsudin ini menjadi momentum mempererat sinergi antara pemerintah daerah dan Muhammadiyah dalam pembangunan masyarakat.

    Wabup Sukirman menyampaikan apresiasi atas kontribusi nyata Muhammadiyah dalam bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan kehidupan berbangsa.

    Dia menyebut, Muhammadiyah sebagai organisasi mapan yang konsisten hadir di tengah masyarakat, termasuk melalui keberadaan dua rumah sakit besar serta sejumlah klinik pratama seperti PCM Kajen dan PCM Wiradesa.

    “Peran Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Pekajangan juga sangat penting dalam mencetak tenaga kesehatan profesional yang melayani masyarakat,” ujar Sukirman.

    Tak hanya dalam pelayanan publik, Sukirman menilai Muhammadiyah berperan strategis menjaga nilai toleransi, serta menangkal radikalisme, sekaligus memberikan pendidikan politik yang sehat dan mencerahkan, terutama di tingkat daerah.

    Dalam kesempatan itu, Sukirman menegaskan bahwa Pemkab Pekalongan siap memperkuat kolaborasi dengan Muhammadiyah.

    Meskipun keterbatasan anggaran daerah diakui menjadi tantangan, dirinya optimistis sinergi yang kuat akan mampu melahirkan berbagai program inovatif untuk kesejahteraan masyarakat.

    “APBD memang terbatas, namun dengan semangat optimisme, sinergi, dan dukungan dari kader-kader Muhammadiyah di berbagai level pemerintahan, Insya Allah, program-program prioritas bagi rakyat akan terus diperjuangkan,” tegasnya.

    Sementara itu, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Pekalongan, Mulyono Kastari menekankan pentingnya peran IMBS Miftahul Ulum sebagai lembaga persemaian kader Muhammadiyah.

    Menurutnya, IMBS merupakan metamorfosa dari pendidikan Mualimin dan Mualimat yang telah banyak melahirkan tokoh-tokoh Muhammadiyah di daerah.

    “Dari 13 pimpinan daerah Muhammadiyah, empat di antaranya adalah lulusan Mualimin-Mualimat maupun IMBS.”

    “Ini membuktikan pentingnya IMBS sebagai kawah candradimuka kader Muhammadiyah di Pekalongan,” tandasnya. (*)

  • Kakanwil Kemenkum Jateng Serahkan Perlindungan Hak Cipta Tugu “Viral” Biawak Kepada Bupati Wonosobo

    Kakanwil Kemenkum Jateng Serahkan Perlindungan Hak Cipta Tugu “Viral” Biawak Kepada Bupati Wonosobo

    TRIBUNJATENG.COM, WONOSOBO – Viralnya patung biawak Wonosobo di media sosial mendorong Kantor Wilayah Kementerian Hukum Jawa Tengah untuk memfasilitasi pendaftaran hak cipta patung tersebut.

    Sabtu (26/4/2025), Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Jawa Tengah, Heni Susila Wardoyo berkesempatan menyerahkan sertifikat hak cipta seni patung viral tersebut secara langsung kepada Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat yang didampingi pembuat patung, Arianto di Pendopo Kantor Bupati Wonosobo.

    Dengan demikian, patung yang terletak di Desa Krasak Kecamatan Selomerto Kabupaten Wonosobo ini sekarang telah tercatat di database Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual dengan nama “Tugu Monumental Krasak Menyawak.”

    Menyampaikan apresiasinya, Afif berterima kasih atas tercatatnya Patung Menyawak tersebut sebagai Kekayaan Intelektual Wonosobo.

    “Terima kasih saya sampaikan kepada Kementerian Hukum.”

    “Karya patung dari seniman kami ini bisa terdaftar secara legal.”

    “Mudah-mudahan ini berdampak positif bagi kemajuan Wonosobo, utamanya pada sektor pariwisata,” terang Afif.

    Bupati Wonosobo juga menceritakan bahwa pembangunan patung tersebut merupakan hasil gotong royong masyarakat serta Karang Taruna Desa melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

    Menanggapi hal tersebut, Heni menyampaikan pentingnya mendaftarkan hak cipta atas hasil karya seni patung ini.

    “Kami melihat karya seni ini memiliki potensi yang luar biasa pak dan kami tergerak untuk mendaftarkan hak ciptanya.”

    “Semoga dengan telah terdaftarnya Tugu Monumental Krasak Menyawak ini, Wonosobo menjadi semakin tenar,” tutur Kakanwil.

    “Kebetulan juga kami memperingati Hari Kekayaan Intelektual Sedunia Tahun 2025 dan prosesi penyerahan sertifikat hak cipta ini saya rasa menjadi momentum yang sangat tepat,” imbuhnya.

    Lebih lanjut, Heni Susila menyampaikan komitmen Jajarannya dalam rangka mendorong daerah-daerah di Jawa Tengah untuk melegalkan potensi kekayaan intelektualnya agar mendapatkan perlindungan hukum serta upaya memelihara kearifan lokal dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

    Sementara itu, Arianto, seniman pencipta patung viral ini juga menyampaikan rasa bangga terhadap hasil karyanya yang telah terdaftar di Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual.

    “Saya bangga pak, karya patung saya memperoleh Sertifikat Hak Cipta, dan ini menjadi pemicu semangat saya untuk menciptakan karya-karya lain agar dapat dinikmati masyarakat Wonosobo maupun masyarakat luar,” ujar Arianto 

    “Impian saya bisa menciptakan Kabupaten Wonosobo yang ngangeni, welcome, dan asik,” imbuhnya.

    Turut mendampingi dalam kunjungan Kakanwil Kemenkum Jateng kali ini, Kabid Pelayanan Kekayaan Intelektual Agustinus Yosi Setyawan. (*)

     

  • Etawa dan Merino Meriahkan Festival Kambing Domba di Kudus: Ajang Kumpulnya Peternak

    Etawa dan Merino Meriahkan Festival Kambing Domba di Kudus: Ajang Kumpulnya Peternak

    TRIBUNJATENG.COM, KUDUS – Puluhan kambing etawa dan domba dari berbagai jenis dipamerkan dalam Festival Kambing Domba di Lapangan Desa Peganjaran, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus, Minggu (27/4/2025).

    Festival yang diinisiasi Komunitas Peternak Kambing Kudus (KOPIKU) menjadi ajang saling tukar pikiran sesama peternak kambing di Kota Kretek.

    Dalam festival ini puluhan kambing peranakan etawa dengan dipamerkan.

    Kambing etawa yang dipamerkan kali ini merupakan jenis peranakan (PE) kaligesing dan senduro. 

    Kambing-kambing jenis etawa ini diikat dalam satu kelompok di sisi kanan.

    Ratusan warga pun mengerubungi kumpulan kambing yang memiliki tubuh besar dengan tinggi rata-rata 1 meter.

    Di bagian tengah festival merupakan kursi-kursi yang diisi para peternak kambing.

    Kemudian di bagian kiri terdapat kumpulan domba dari berbagai jenis.

    Domba-domba yang dihadirkan dalam festival ini meliputi domba dorper, merino, dan dombos.

    Di bagian ini, tampak anak-anak mengerubungi domba merino yang memiliki tubuh mungil dan lucu.

    Sesekali para anak itu memegang tubuh merino yang mungil.

    Tidak jarang mereka mengambil foto bersama domba tersebut.

    Umumnya, para peternak yang ikut dalam festival kali ini merupakan pecinta kambing etawa maupun domba.

    Peternak Masturi (66) asal Desa Samirejo, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus mengikutkan satu kambing etawanya dalam festival kali ini.

    Kambing etawa miliknya yang sudah dipelihara 2,5 tahun memiliki tubuh besar dengan tinggi sekira 1 meter.

    Kambing etawanya yang dibeli sepekan setelah lahir itu harganya saat itu Rp4 juta.

    Saat ini setelah dipelihara sekira 2,5 tahun harganya diperkirakan mencapai Rp20 juta.

    “Saya punya delapan di rumah.”

    “Ini yang diikutkan festival cuma satu,” ujar Masturi.

    Pembina KOPIKU, Rawan Nur Sulistiono mengatakan, dalam festival kali ini tidak ada yang lebih kecuali sebagai ajang berkumpulnya para peternak kambing di Kabupaten Kudus.

    Untuk jumlah peternak yang tergabung dalam KOPIKU saat ini ada 50 peternak yang tersebar di setiap kecamatan di Kudus.

    Momentum berkumpulnya para peternak kambing ini bisa dimanfaatkan untuk saling tukar pikiran dan membuka peluang perihal pemasaran. 

    Alih-alih mereka juga saling berbagi tips agar kian sukses dalam beternak kambing maupun domba.

    “Jadi festival kali ini tidak ada lomba atau kompetisi, sekadar berkumpulnya antarpeternak.”

    “Selain anggota KOPIKU, kami juga mengundang kelompok ternak yang ada di Kudus,” kata Rawan.

    Dari pertemuan itu harapannya jalinan persaudaraan sesama peternak kambing dan domba di Kudus kian erat.

    Dari situ komunitas mereka semakin kuat dan bisa saling berbagi peluang.

    Sebab, dalam praktiknya nanti mereka juga bisa saling berbagi peluang dalam menjalankan usaha peternakan.

    Adanya festival yang digelar secara swadaya ini mendapatkan apresiasi dari Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertanpangan) Kabupaten Kudus.

    Kabid Peternakan Dispertanpangan Kabupaten Kudus, Arin Nikmah mengatakan, keberadaan KOPIKU yang sudah berjalan secara mandiri ini hanya butuh pendampingan.

    Oleh karena itu, pihaknya siap untuk mendampingi berikut memberikan informasi terbaru perihal teknologi peternakan.

    “Mereka juga membutuhkan jalinan kemitraan dengan pihak lain untuk memperluas pangsa pasar.”

    “Untuk itu kami juga mendatangkan sejumlah pihak swasta yang siap untuk menjalin kemitraan dengan para peternak kambing domba di Kudus,” kata dia. (*)