Category: Tribunnews.com Ekonomi

  • 4 Warga Jakarta Tertangkap Bawa 5 Kg Sabu di Bandara Kualanamu

    4 Warga Jakarta Tertangkap Bawa 5 Kg Sabu di Bandara Kualanamu

    TRIBUNJATENG.COM, MEDAN – Selasa (15/4/2025), Kepolisian Daerah Sumatra Utara (Polda Sumut) bersama petugas Aviation Security (Avsec) Bandara Kualanamu menggagalkan penyelundupan narkoba.

    Narkotika jenis sabu seberat 5 kilogram dibawa oleh empat penumpang pesawat. 

    Pelaku menggunakan modus menempelkan paket sabu di tubuh menggunakan lakban.

    Direktur Reserse Narkoba Polda Sumut, Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak, menyebut empat tersangka yang ditangkap adalah RZ (23), RA (22), LN (29), dan IS (25), semuanya warga Jakarta.

    Calvijn menjelaskan bahwa kasus ini bermula pada Kamis (10/4/2025), ketika tersangka LN dihubungi oleh pelaku lain berinisial D yang saat ini masuk daftar buronan.

    “D menawarkan pekerjaan untuk mengantarkan sabu ke Kendari, Sulawesi Tenggara. Kemudian, LN merekrut tiga tersangka lainnya dan mereka sempat bertemu di salah satu stasiun kereta api di Jakarta untuk membahas kesepakatan tersebut,” ujar Calvijn dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Kamis (1/5/2025).

    Para tersangka tidak menerima sabu di Jakarta, tetapi diminta untuk mengambil paket tersebut di Medan.

    Mereka pun terbang ke Medan dan menginap di sebuah hotel di kawasan Ringroad, Jalan Gagak Hitam.

    “Di lokasi tersebut, mereka menerima paket sabu dari seseorang yang datang menggunakan mobil putih (orang suruhan D). Setelah serah terima, mereka pindah ke hotel lain yang masih berada di kawasan yang sama untuk persiapan berangkat ke Kendari,” lanjut Calvijn.

    Mereka dijadwalkan terbang ke Kendari pada Selasa (15/4/2025).

    Namun, saat pemeriksaan di Bandara Kualanamu, gerak-gerik mencurigakan dari tersangka RZ terdeteksi saat melewati mesin X-Ray.

    “Saat diperiksa lebih lanjut, ditemukan 12 bungkus sabu yang disembunyikan di tubuhnya.

    Dari pengakuan RZ, diketahui ada tiga orang rekannya yang juga membawa sabu,” kata Calvijn.

    Koordinasi cepat dilakukan antara polisi dan Avsec.

    Ketiga tersangka lain berhasil diamankan di area gate, termasuk di area gerbang dan ruang merokok.

    Total sebanyak 50 bungkus sabu ditemukan dari tubuh keempat pelaku, dengan berat keseluruhan mencapai 5 kilogram.

    “Lalu dari hasil pemeriksaan, keempat tersangka mengaku telah dua kali melakukan pengantaran sabu ke Kendari, termasuk pada Februari 2025 yang diduga juga dikendalikan oleh D,” ujar Calvijn.

    Setiap pelaku dijanjikan upah sebesar Rp 15 juta apabila berhasil menjalankan aksinya.

    Namun, untuk aksi kali ini, mereka baru menerima uang muka Rp 4 juta sebagai biaya perjalanan.

    Keempat pelaku kini ditahan di Polda Sumut untuk menjalani proses hukum dan penyelidikan lebih lanjut. (*)

     

  • Resmi Turun! Harga Bahan Bakar Minyak BBM 1 Mei 2025, Berlaku di Seluruh Indonesia

    Resmi Turun! Harga Bahan Bakar Minyak BBM 1 Mei 2025, Berlaku di Seluruh Indonesia

    Resmi Turun! Harga Bahan Bakar Minyak BBM 1 Mei 2025, Berlaku di Seluruh Indonesia

    TRIBUNJATENG.COM – Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) resmi mengalami penurunan harga.

    Melalui Subholding Comercial and Trading PT Pertamina (Persero) beberapa jenis BBM yang mengalami penurunan diantaranya BBM non subsidi Pertamax Series dan Dex Series.

    Penurunan harga tersebut berlaku per 29 Maret 2025, guna menyambut Hari Raya Idul Fitri 1446 H dan merupakan upaya untuk mendukung kelancaran arus mudik.

    Dilansir dari Kompas.com, melalui Mars Ega Legowo Putra selaku Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama Pertamina Patra Niaga menyampaikan bahwa penurunan harga ini merupakan kado dari Pemerintah maupun Pertamina untuk masyarakat.

    “Kami berharap kebijakan ini dapat membantu masyarakat menikmati perjalanan yang lebih nyaman dan terjangkau,” ujar Ega dalam siaran persnya, Sabtu (29/3/2025).

    Berikut Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) Pada Mei 2025:

    Provinsi Aceh 
    Pertamax: Rp 12.800 
    Pertamax Turbo: Rp 13.800 
    Dexlite: Rp 13.900 
    Pertamina Dex: Rp 14.200. 
    Pertalite: Rp 10.000

    Free Trade Zone (FTZ) Sabang 
    Pertamax: Rp 11.800 
    Dexlite: Rp 12.750
    Pertalite: Rp 10.000

    Provinsi Sumatera Utara 
    Pertamax: Rp 12.800 
    Pertamax Turbo: Rp 13.800 
    Dexlite: Rp 13.900 
    Pertamina Dex: Rp 14.200
    Pertalite: Rp 10.000

    Provinsi Sumatera Barat 
    Pertamax: Rp 13.050 
    Pertamax Turbo: Rp 14.100 
    Dexlite: Rp 14.200 
    Pertamina Dex: Rp 14.500
    Pertalite: Rp 10.000

    Provinsi Riau 
    Pertamax: Rp 13.050 
    Pertamax Turbo: Rp 14.100 
    Dexlite: Rp 14.200 
    Pertamina Dex: Rp 14.500
    Pertalite: Rp 10.000

    Provinsi Kepulauan Riau 
    Pertamax: Rp 13.050 
    Pertamax Turbo: Rp 14.100 
    Dexlite: Rp 14.200 
    Pertamina Dex: Rp 14.500
    Pertalite: Rp 10.000

    Free Trade Zone (FTZ) Batam 
    Pertamax: Rp 11.900 
    Pertamax Turbo: Rp 12.850 
    Dexlite: Rp 12.900 
    Pertamina Dex: Rp 13.200
    Pertalite: Rp 10.000

    Provinsi Jambi 
    Pertamax: Rp 12.800 
    Pertamax Turbo: Rp 13.800 
    Dexlite: Rp 13.900 
    Pertamina Dex: Rp 14.200
    Pertalite: Rp 10.000

    Provinsi Bengkulu 
    Pertamax: Rp 13.050 
    Pertamax Turbo: Rp 14.100 
    Dexlite: Rp 14.200 
    Pertamina Dex: Rp 14.500
    Pertalite: Rp 10.000

    Provinsi Sumatera Selatan 
    Pertamax: Rp 12.800 
    Pertamax Turbo: Rp 13.800 
    Dexlite: Rp 13.900 
    Pertamina Dex: Rp 14.200
    Pertalite: Rp 10.000

    Provinsi Bangka Belitung 
    Pertamax: Rp 12.800 
    Pertamax Turbo: Rp 13.800 
    Dexlite: Rp 13.900 
    Pertamina Dex: Rp 14.200
    Pertalite: Rp 10.000

    Provinsi Lampung 
    Pertamax: Rp 12.800 
    Pertamax Turbo: Rp 13.800 
    Dexlite: Rp 13.900 
    Pertamina Dex: Rp 14.200
    Pertalite: Rp 10.000

    Provinsi DKI Jakarta 
    Pertamax: Rp 12.500
    Pertamax Turbo: Rp 13.500 
    Pertamax Green 95: Rp 13.250 
    Dexlite: Rp 13.600 
    Pertamina Dex: Rp 13.900
    Pertalite: Rp 10.000

    Provinsi Banten 
    Pertamax: Rp 12.500 
    Pertamax Turbo: Rp 13.500 
    Pertamax Green 95: Rp 13.250 
    Dexlite: Rp 13.600 
    Pertamina Dex: Rp 13.900
    Pertalite: Rp 10.000

    Provinsi Jawa Barat 
    Pertamax: Rp 12.500 
    Pertamax Turbo: Rp 13.500 
    Pertamax Green 95: Rp 13.250 
    Dexlite: Rp 13.600 
    Pertamina Dex: Rp 13.900
    Pertalite: Rp 10.000

    Provinsi Jawa Tengah 
    Pertamax: Rp 12.500 
    Pertamax Turbo: Rp 13.500 
    Pertamax Green 95: Rp 13.250 
    Dexlite: Rp 13.600 
    Pertamina Dex: Rp 13.900
    Pertalite: Rp 10.000

    Provinsi DI Yogyakarta 
    Pertamax: Rp 12.500 
    Pertamax Turbo: Rp 13.500 
    Pertamax Green 95: Rp 13.250 
    Dexlite: Rp 13.600 
    Pertamina Dex: Rp 13.900
    Pertalite: Rp 10.000

    Provinsi Jawa Timur 
    Pertamax: Rp 12.500 
    Pertamax Turbo: Rp 13.500 
    Pertamax Green 95: Rp 13.250 
    Dexlite: Rp 13.600 
    Pertamina Dex: Rp 13.900
    Pertalite: Rp 10.000

    Provinsi Bali 
    Pertamax: Rp 12.500 
    Pertamax Turbo: Rp 13.500 
    Pertamax Green 95: Rp 13.250 
    Dexlite: Rp 13.600 
    Pertamina Dex: Rp 13.900
    Pertalite: Rp 10.000

    Provinsi Nusa Tenggara Barat
    Pertamax: Rp 12.500 
    Pertamax Turbo: Rp 13.500 
    Pertamax Green 95: Rp 13.250 
    Dexlite: Rp 13.600 
    Pertamina Dex: Rp 13.900
    Pertalite: Rp 10.000

    Provinsi Nusa Tenggara Timur 
    Pertamax: Rp 12.500 
    Pertamax Turbo: Rp 13.500 
    Pertamax Green 95: Rp 13.250 
    Dexlite: Rp 13.600 
    Pertamina Dex: Rp 13.900 
    Solar non subsidi: Rp 13.500
    Pertalite: Rp 10.000

    Provinsi Kalimantan Barat 
    Pertamax: Rp 12.800 
    Pertamax Turbo: Rp 13.800 
    Dexlite: Rp 13.900 
    Pertamina Dex: Rp 14.200
    Pertalite: Rp 10.000

    Provinsi Kalimantan Tengah 
    Pertamax: Rp 12.800 
    Pertamax Turbo: Rp 13.800 
    Dexlite: Rp 13.900
    Pertamina Dex: Rp 14.200
    Pertalite: Rp 10.000

    Provinsi Kalimantan Selatan 
    Pertamax: Rp 13.050 
    Pertamax Turbo: Rp 14.100 
    Dexlite: Rp 14.200 
    Pertamina Dex: Rp 14.500
    Pertalite: Rp 10.000

    Provinsi Kalimantan Timur 
    Pertamax: Rp 12.800 
    Pertamax Turbo: Rp 13.800 
    Dexlite: Rp 13.900 
    Pertamina Dex: Rp 14.200
    Pertalite: Rp 10.000

    Provinsi Kalimantan Utara 
    Pertamax: Rp 12.800 
    Pertamax Turbo: Rp 13.800 
    Dexlite: Rp 13.900 
    Pertamina Dex: Rp 14.200
    Pertalite: Rp 10.000

    Provinsi Sulawesi Utara 
    Pertamax: Rp 12.800 
    Pertamax Turbo: Rp 13.800 
    Dexlite: Rp 13.900 
    Pertamina Dex: Rp 14.200
    Pertalite: Rp 10.000

    Provinsi Gorontalo 
    Pertamax: Rp 12.800 
    Pertamax Turbo: Rp 13.800 
    Dexlite: Rp 13.900 
    Pertamina Dex: Rp 14.200
    Pertalite: Rp 10.000

    Provinsi Sulawesi Tengah 
    Pertamax: Rp 12.800 
    Pertamax Turbo: Rp 13.800 
    Dexlite: Rp 13.900 
    Pertamina Dex: Rp 14.200
    Pertalite: Rp 10.000

    Provinsi Sulawesi Tenggara 
    Pertamax: Rp 12.800 
    Pertamax Turbo: Rp 13.800 
    Dexlite: Rp 13.900 
    Pertamina Dex: Rp 14.200
    Pertalite: Rp 10.000

    Provinsi Sulawesi Selatan 
    Pertamax: Rp 12.800 
    Pertamax Turbo: Rp 13.800 
    Dexlite: Rp 13.900 
    Pertamina Dex: Rp 14.200
    Pertalite: Rp 10.000

    Provinsi Sulawesi Barat 
    Pertamax: Rp 12.800 
    Pertamax Turbo: Rp 13.800 
    Dexlite: Rp 13.900 
    Pertamina Dex: Rp 14.200
    Pertalite: Rp 10.000

    Provinsi Maluku 
    Pertamax: Rp 12.800 
    Dexlite: Rp 13.900
    Pertalite: Rp 10.000

    Provinsi Maluku Utara 
    Pertamax: Rp 12.800 
    Dexlite: Rp 13.900
    Pertalite: Rp 10.000

    Provinsi Papua 
    Pertamax: Rp 12.800 
    Pertamax Turbo: Rp 13.800 
    Dexlite: Rp 13.900
    Pertalite: Rp 10.000

    Provinsi Papua Barat 
    Pertamax: Rp 12.800 
    Dexlite: Rp 13.900 
    Pertamina Dex: Rp 14.200
    Pertalite: Rp 10.000

    Provinsi Papua Selatan 
    Pertamax: Rp 12.800 
    Dexlite: Rp 13.900
    Pertalite: Rp 10.000

    Provinsi Papua Pegunungan 
    Pertamax: Rp 12.800 
    Dexlite: Rp 13.900
    Pertalite: Rp 10.000

    Provinsi Papua Tengah 
    Pertamax: Rp 12.800 
    Dexlite: Rp 13.900
    Pertalite: Rp 10.000

    Provinsi Papua Tengah 
    Pertamax: Rp 12.800 
    Dexlite: Rp 13.900
    Pertalite: Rp 10.000

    Provinsi Papua Barat Daya 
    Pertamax: Rp 12.800 
    Dexlite: Rp 13.900 
    Pertamina Dex: Rp 14.200.
    Pertalite: Rp 10.000.

     

  • Bupati Jepara Ngantor di Desa Kunir, Serap Aspirasi dan Dorong UMKM hingga Wisata

    Bupati Jepara Ngantor di Desa Kunir, Serap Aspirasi dan Dorong UMKM hingga Wisata

    TRIBUNJATENG.COM, JEPARA – Kali ketiga melaksanakan program Bupati Ngantor di Desa, Pemkab Jepara tetap fokus untuk mengembangkan UMKM hingga wisata di kota yang terkenal dengan ukiran kayunya.

    Pada kesempatan ketiga ini, Bupati Jepara, Witiarso Utomo mengunjungi Desa Kunir, Kecamatan Keling.

    Orang nomor satu di Kabupaten Jepara itu menyampaikan saat melaksanaan kegiatan itu berlangsung meriah dan penuh antusiasme masyarakat yang menyambut langsung kehadiran orang nomor satu di Jepara tersebut.

    Pria yang kerap disapa Mas Wiwit hadir bersama jajaran pejabat Pemkab Jepara, antara lain Asisten 1 Sekda Ratib Zaini, Asisten 2 Herry Yulianto, Asisten 3 Aris Setyawan, serta Forkopimda dan Forkopimcam Keling. 

    Kepala desa hingga berbagai elemen masyarakat turut hadir.

    Dia menyebutkan dalam acara tersebut dirinya membuka dua sesi pertanyaan, karena besarnya antusias warga. 

    Aspirasi yang disampaikan meliputi infrastruktur jalan, bantuan sarpras pendidikan dan kesehatan, kebersihan lingkungan, bantuan pertanian dan peternakan, hingga pengembangan wisata dan penghijauan melalui pohon buah.

    “Ngantor di Desa Kunir hari ini luar biasa. Sudah seperti yang saya harapkan. Tinggal nanti kita lihat RAB-nya, bisa kita biayai dari mana, apakah dari desa, kabupaten, provinsi, pusat, atau bahkan pihak ketiga,” kata Bupati Jepara Witiarso Utomo kepada Tribunjateng, Kamis (1/5/2025).

    Bupati menegaskan bahwa sektor wisata, UMKM, pertanian, dan peternakan akan menjadi fokus utama dalam pembangunan di wilayah ini. 

    Ia berharap, potensi-potensi lokal dapat dikelola dengan baik agar memberi dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi desa.

    Dalam kunjungannya, Bupati juga meninjau langsung peternakan sapi dan menyempatkan membeli serta mencicipi produk UMKM lokal. 

    Salah satu produk yang menarik perhatiannya adalah es krim alpukat khas Desa Kunir. “Maknyus,” puji Bupati usai mencicipinya.

    Ia juga menekankan pentingnya membangkitkan kembali geliat UMKM untuk menggerakkan ekonomi lokal. 

    “Kecamatan Keling memiliki 12 desa, harus bisa menciptakan keramaian agar ekonomi tumbuh. Pemerintah pasti akan support jika masyarakat kreatif dan semangat,” tegasnya.

    Terkait sektor kesehatan, Bupati menyatakan bahwa pengajuan pembangunan Pustu akan ditindaklanjuti karena sudah masuk dalam target prioritas pemerintah daerah.

    Sementara itu, untuk infrastruktur jalan, Bupati menyebutkan bahwa tahun ini baru menyentuh Desa Tunahan dan Klepu. 

    Tahun depan, jalan-jalan desa lainnya, terutama akses menuju lokasi wisata, akan diutamakan dan ditargetkan mulus seluruhnya.

    Permintaan bantuan untuk sarpras pendidikan, pertanian, dan peternakan juga akan segera ditindaklanjuti berdasarkan kebutuhan masing-masing.

    Salah satu warga Kunir, Naning, menyampaikan rasa bahagia dan terima kasih atas kehadiran Bupati yang mendengarkan dan merespons cepat aspirasi masyarakat. 

    “Terima kasih Bupati sudah memperhatikan desa kami. Aspirasi kami langsung ditindaklanjuti. Ini membuktikan pemerintah benar-benar hadir untuk rakyat,” ujarnya.

    Dengan semangat kolaboratif, Bupati berharap seluruh potensi Desa Kunir dan Kecamatan Keling dapat dikembangkan maksimal demi kesejahteraan bersama. (Ito)

  • Dump Truk Tertabrak Kereta Api Setelah Nekat Terobos Perlintasan, Sopir Dilarikan ke RS

    Dump Truk Tertabrak Kereta Api Setelah Nekat Terobos Perlintasan, Sopir Dilarikan ke RS

    TRIBUNJATENG.COM, JEMBER – Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalur Perlintasan Langsung (JPL) 9 Kilometer 278 petak jalan Stasiun Kalisat – Stasiun Ledokombo, Jember, Jawa Timur, Rabu (30/4/2025).

    Dump truk bermuatan pasir tertabrak KA Ijen Ekspres saat melintas pukul 13.00 WIB.

    Manager Hukum dan Humasda KAI Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro mengatakan, kereta dengan lokomotif CC 2019201 melakukan perjalan dari Stasiun Malang relasi Ketapang Banyuwangi.

    Menurutnya, KA Ijen Ekspres hendak melintasi JPL 9 yang tidak terjaga, mendadak terdapat truk bernomor polisi DK-8873-FG menerobos jalur perlintasan kereta.

    “Sesuai SOP, masinis langsung ketika melewati perlintasan sebidang sudah membunyikan suling lokomotif berkali-kali,” ujarnya.

    Namun, suara suling lokomotif tersebut, kata dia, tidak dihiraukan oleh sopir truk, sehingga kecelakaan dua kendaraan ini tidak dapat terhindarkan.

    “Seketika KA Ijen Ekspres langsung berhenti luar biasa di kilometer 3+500 petak jalan antara Stasiun Kalisat – Stasiun Ledokombo untuk dilakukan pemeriksaan sarana,” kata Cahyo.

     Hasil pemeriksaan cepat itu, Cahyo mengungkapkan KA Ijen Ekspres mengalami kerusakan, di antaranya kaca kabin masinis pecah dan cowhanger turun. 

    “Sehingga menyebabkan lokomotif KA Ijen Ekspres tidak dapat melanjutkan perjalanan,” paparnya.

    Lebih lanjut, Cahyo mengatakan Petugas PT. KAI langsung menarik mundur KA Ijen Ekspres mengunakan lokomotif penolong untuk dibawa di Stasiun Kalisat Jember, guna pemeriksaan lanjutan.

    “Sedangkan untuk masinis, asisten masinis, dan seluruh penumpang KA Ijen Ekspres dalam kondisi selamat” tuturnya.

    Setelah dilakukan pemeriksaan secara menyeluruh pada rangkaian KA Ijen Ekspres, lokomotif ini kembali melanjutkan perjalanan menuju Stasiun Ketapang Banyuwangi pada pukul 14.45 WIB.

    Akibat kecelakaan tersebut, Cahyo mengatakan KA Ijen Ekspres mengalami keterlambatan 123 menit di stasiun tujuan.

    “KAI Daop 9 Jember menyampaikan permohonan maaf atas gangguan yang terjadi pada perjalanan KA Ijen Ekspres relasi Malang – Ketapang. Sehingga mengakibatkan terjadinya kelambatan,” urainya.

    Sementara itu, Kasatlantas Polres Jember AKP Bernadus Bagas Simarmata mengatakan, kecelakaan tersebut mengakibatkan sopir truk bernama Sairi terluka.

    “Mengalami patah tulang dan sekarang sedang menjalani perawatan di RSD Kalisat Jember,” tanggapnya. (*)

     

  • Subuh Berdarah di Musala Al Manar, Sujito Bacok 3 Jamaah Sholat Subuh karena Sakit Hati

    Subuh Berdarah di Musala Al Manar, Sujito Bacok 3 Jamaah Sholat Subuh karena Sakit Hati

    TRIBUNJATENG.COM – Salat subuh di Musala Al Manar, Desa Kedungadem, Kecamatan Kedungadem, Bojonegoro, Jawa Timur, Selasa (29/4/2025) diwarnai pembunuhan.

    Saat Sujito (67) masuk ke dalam musola dan secara membabi buta membacok  jamaah 

    Walhasil, tiga orang jamaah jadi korban pembacokan, dan satu di antaranya meninggal dunia, Abdul Aziz (63).

    Dua korban lainnya yakni Arik Wijayanti, istri Abdul Aziz dan Cipto Rahayu (60).

    Kedua korban kini masih menjalani perawatan di RSUD Bojonegoro.

    Mengutip TribunJatim.com, pelaku pembacokan telah ditangkap.

    Pelaku nekat membacok korban saat salat diduga karena masalah sengketa tanah dan dendam.

    Sujito sakit hati lantaran tanah pribadinya dijadikan atau diusulkan untuk dijadikan jalan umum oleh korban yang menjabat sebagai ketua RT setempat.

    Kasat Reskrim Polres Bojonegoro, AKP Bayu Adji Sudarmono mengonfirmasi hal tersebut.

    Ia menuturkan, pelaku juga marah karena tanah miliknya diminta untuk jadi jalan lingkungan oleh korban tanpa izin.

    “Motifnya itu karena dendam dan perkara tanah,”

    “Jadi keterangan pelaku tanahnya akan atau diusulkan menjadi jalan desa oleh korban.,” ungkap Bayu.

    Kepada TribunJatim.com, Bayu menuturkan bahwa salah satu korban kritis setelah disabet senjata tajam oleh pelaku.

    “Informasi sementara, korban CR (Cipto Rahayu) masih kritis dalam perawatan medis,”

    ‘Sedangkan istri korban meninggal AW (Arik Wijayanti) saat ini sudah sadar dan masih menjalani perawatan di RSUD Bojonegoro,” ujar Bayu.

    Ia menuturkan, Abdul Aziz meninggal setelah mendapatkan luka bacok di kepala bagian belakangnya.

    Korban juga meninggal dunia di lokasi kejadian.

    “Tadi sudah selesai pemeriksaan korban meninggal, korban meninggal akibat luka bacok di bagian kepala belakang, hingga menyebabkan korban meninggal dunia di lokasi kejadian,” lanjutnya.

    Kronologi Kejadian

    Aksi pembacokan ini bermula ketika pelaku datang ke musala.

    Bukannya membawa alat ibadah, pelaku justru membawa parang saat datang ke musala pada saat salat Subuh.

    Setelah mengetahui korban dan jamaah lain mulai salat subuh, pelaku langsung masuk dan menebas kepala korban.

    “Pelaku ini dari awalnya sudah menunggu korban di musala, sambil menyembunyikan parang,”

    “Lalu saat korban melaksanakan salat subuh berjamaah, pelaku langsung masuk dan membacok korban hingga akhirnya korban meninggal dunia ditempat,” jelasnya.

    Setelah menebas korban, pelaku juga menebas jamaah lainnya, yakni Cipto Rahayu yang berusaha melerai.

    Pelaku juga membacok istri korban yang saat itu tengah menolong suaminya.

    “Kedua korban lainnya saat ini masih dirawat intensif di rumah sakit (RSUD Bojonegoro) satu orang yakni CR (Cipto Rahayu) ini masih kritis, sementara istri korban sudah siuman dan masih dirawat,” bebernya.

    Setelah aksi pembacokan tersebut, warga sekitar gaduh dan histeris saat melihat pelaku berjalan keluar dari musala dengan parang yang penuh darah.

    Pelaku akhirnya diamankan warga dan dibawa ke kantor polisi.

    “Setelah diamankan oleh warga, pelaku kemudian meminta warga untuk diantarkan ke Polsek Kedungadem untuk menyerahkan diri,” sambungnya.

    Sebagian artikel ini telah tayang di TribunJatim.com dengan judul Dua Penyebab Pria Bojonegoro Tega Bacok Saat Salat Subuh Berjamaah di Musala, Parang Bawa Korban

    (Tribunnews.com)

  • Tersangka Dugaan Korupsi Hibah Ternak dari Kementerian di Karanganyar Ditahan

    Tersangka Dugaan Korupsi Hibah Ternak dari Kementerian di Karanganyar Ditahan

    TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR – Satreskrim Polres Karanganyar menangkap dan menahan tersangka dugaan korupsi hibah bantuan dari kementrian berinisial, TM.

    Polisi melakukan penangkapan terhadap tersangka TM di kediamannya wilayah Kecamatan Jaten pada Selasa (29/4/2025).

    Seperti diketahui, TM ditetapkan sebagai tersangka karena merekayasa pembuatan proposal untuk hibah 20 ekor sapi kepada kelompok ternak.

    Tindakan tersebut menimbulkan kerugian sebesar Rp 269,6 juta.

    Setelah hibah diterima diketahui tersangka menjual 11 ekor sapi, menyewakan 7 ekor sapi tanpa seizin Dinas Pertanian dan 2 ekor lainnya mati karena tidak dirawat.

    Kapolres Karanganyar AKBP Hadi Kristanto melalui Kasatreskrim, AKP Bondan Wicaksono menyampaikan, penangkapan terhadap tersangka perlu dilakukan untuk mempermudah dan mempercepat proses penanganan perkara tersebut.

    “Dikarenakan sudah ada penetapan tersangka. Perhitungan kerugian keuangan negara sudah keluar serta guna memenuhi beberapa petunjuk sebagai kelengkapan berkas. Selanjutnya kepada tersangka dilaksanakan penahanan di tahanan Polres Karanganyar,” katanya kepada wartawan, Kamis (1/5/2025).

    Dia menuturkan, tersangka sudah menjalani pemeriksaan kesehatan dan dinyatakan layak untuk dilakukan penahanan. Di samping itu polisi telah memberitahukan kepada pihak keluarga mengenai penahanan tersebut.

    “Selanjutnya penyidik melengkapi berkas perkara dan melaksanakan koordinasi dengan Kejaksaan Negeri Karanganyar,” terang AKP Bondan. (Ais)

  • RSU Kumala Siswi Kudus Kantongi Penghargaan dari BPJS

    RSU Kumala Siswi Kudus Kantongi Penghargaan dari BPJS

    TRIBUNJATENG.COM, KUDUS – Kelengkapan layanan di rumah sakit menjadi suatu keharusan yang dibutuhkan oleh masyarakat.

    Komitmen rumah sakit dalam memberikan pelayanan terbaik di bidang kesehatan, membentuk sebuah kepercayaan bagi masyarakat sebagai rumah sakit rujukan yang dipercaya.

    Hal tersebut menjadi bagian dari prinsip manajemen Rumah Sakit Umum (RSU) Kumala Siwi Kudus hingga menyabet penghargaan peringkat kedua Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) dalam Pelayanan Kesehatan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) 2024.

    Penghargaan tersebut diberikan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan (BPJS) Kesehatan Cabang Kudus baru-baru ini, dalam kegiatan Monitoring Evaluasi Mutu Layanan FKRTL di Kabupaten Kudus.

    Direktur Utama RSU Kumala Siwi, dr. Dian Norma Damawati mengatakan, capaian  prestasi merupakan bentuk komitmen RSU Kumala Siwi dalam mendukung program kesehatan di Kabupaten Kudus.

    Pada 2023 lalu, RS yang berlokasi di Desa Mijen Kecamatan Kaliwungu tersebut juga mendapatkan penghargaan sebagai Fasilitas Kesehatan Berkomitmen Terbaik ke-1 dalam Memberikan Pelayanan Terbaik bagi Peserta JKN.

    Saat itu, penghargaan didapatkan ketika rumah sakit masih kategori rumah sakit tipe D.

    Kini, RSU Kumala Siswi yang sudah naik kelas ke tipe C kembali menorehkan penghargaan serupa atas pelayanan yang diberikan sepanjang 2024.

    Manajemen RSU Kumala Siwi berupaya konsisten membantu Pemerintah Kabupaten Kudus dalam mewujudkan capaian Universal Coverage Healt (UHC) bagi masyarakat.

    “Kami terus berupaya untuk selalu berkomitmen dan berkontribusi dalam mendukung program JKN, dengan memberikan layanan kesehatan berkualitas kepada peserta JKN,” terangnya, Kamis (1/5/2025).

    Dr Dian menjelaskan, beberapa layanan kesehatan yang tersedia di RSU Kumala Siwi di antaranya adalah, layanan poli dokter spesialis dan dokter umum, layanan baby home care, layanan Analisa Gas Darah (AGD), hingga layanan pemasangan AV Shunt dan CDL.

    AGD merupakan layanan unggulan dalam bentuk pemeriksaan darah untuk mengukur kadar oksigen, karbon dioksida, dan tingkat asam basa (pH) dalam darah.

    Pasien dapat melihat kemampuan paru-paru untuk mengirim oksigen ke dalam darah dan mengeluarkan karbon dioksida dari darah.

    Pemeriksaan AGD juga dapat digunakan untuk mendeteksi berbagai jenis penyakit dalam. Seperti gagal nafas, asma, pneumonia, gagal hati, gagal jantung, gagal ginjal, jingga gangguan tidur.

    Sementara layanan pemasangan AV Shunt merupakan suatu metode pembedahan untuk membuat akses vaskular (pembuluh darah) yang bersifat permanen pada pasien, utamanya yang memerlukan hemodialisis pada kasus penyakit gagal ginjal kronik.

    Untuk layanan Chateter Double Lumen (CDL), adalah layanan pemasangan kateter yang dimasukkan ke pembuluh darah di leher atau pangkal paha. Layanan ini biasanya digunakan untuk hemodialisis jangka pendek.

    Layanan AV Shunt dan CDL juga bisa diakses oleh peserta BPJS Kesehatan tanpa ada tambahan biaya.

    “Semoga dengan layanan kesehatan yang sudah ada, dapat menjadikan RSU Kumala Siwi sebagai rumah sakit rujukan yang dipercaya oleh masyarakat. Baik itu dari lokal Kudus maupun luar daerah,” pungkasnya. (Sam)

  • Detik-detik Terungkapnya Kecurangan UTBK SNBT di Undip, Peserta Simpan Alat Bantu di Balik Jilbab

    Detik-detik Terungkapnya Kecurangan UTBK SNBT di Undip, Peserta Simpan Alat Bantu di Balik Jilbab

    TRIBUNJATENG.COM,SEMARANG – Kronologi terbongkarnya temuan kecurangan UTBK SNBT 2025 di Undip Semarang. Pelaku simpan alat bantu dengar dan handphone di balik jilbab

    Seorang perempuan tertangkap basah melakukan kecurangan saat mengikuti Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2025 di Kampus Universitas Diponegoro (Undip), Tembalang, Kota Semarang, Minggu, 27 April 2025.

    Tindakan kecurangan yang dilakukan oleh perempuan ini dengan menyembunyikan sejumlah alat kamera dan ponsel dipasang di ciput atau penutup rambut.

    Alat lainnya berupa transmiter diduga dipasang di kuncir rambut dan alat bantu dengar dipasang di telinga.

    Petugas bisa mengungkap kecurangan ini dengan memeriksa jilbab yang dikenakan korban menggunakan alat pendeteksi logam atau metal detector.

    “Iya ada kejadian itu, secara otomatis peserta itu gagal mengikuti ujian,” jelas Wakil Rektor I Akademik dan Kemahasiswaan Undip Heru Susanto, di Kota Semarang, Rabu (30/4/2025).

    Selepas berhasil mengungkap dugaan kecurangan itu, panitia lantas mengirimkan sejumlah alat-alat bukti itu ke panitia pusat ke Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi.

    Sementara Heru enggan mengungkapkan identitas terduga pelaku kecurangan dan tujuan kampus yang hendak disasar.

    “Tidak semua peserta yang ikut ujian di Undip tidak selalu pilihannya di kampus yang sama,” paparnya.

    Proses UTBK SNBT 2025 di Undip ini berlangsung dari 23 April hingga 3 Mei 2025. Buntut dari kasus ini, panitia semakin memperketat pengawasan.

    “Proses pengawasan dilakukan secara ketat kepada para peserta. Selain metal detector, juga diperiksa seluruh tubuh,” jelas Koordinator Pelaksana Pusat UTBK Undip  Paramita Prananingtyas.

    Dia menyebut, panitia telah memasang metal detector sebanyak 68 unit. Jumlah itu disesuaikan dengan jumlah ruangan yang ada. “Ada 68 ruangan jadi metal detectornya sebanyak itu,” paparnya. (Iwn)

  • Sopir Truk Tronton Mabuk Tabrak Sejumlah Kendaraan, 1 Korban Kecelakaan Tak Terselamatkan

    Sopir Truk Tronton Mabuk Tabrak Sejumlah Kendaraan, 1 Korban Kecelakaan Tak Terselamatkan

    TRIBUNJATENG.COM, GRESIK – Rabu (30/4/2025), kecelakaan lalu lintas di Jalan Raya Desa Driyorejo, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik, menewaskan satu orang.

    Sejumlah kendaraan disasak truk yang melaju dengan kecepatan tinggi.

    Truk ugal-ugalan tersebut dikemudikan oleh Leonarus Nainoe, berusia 24 tahun, asal Sumpun, Biboki Selatan, Timor Tengah Utara, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

    Leonarus mengemudikan truk tronton L 9364 UO dalam kondisi mabuk.

    Di saat jam pulang kerja pukul 15.30 WIB, truk tronton yang dikemudikan Leonarus berjalan dari arah barat ke timur dengan kecepatan tinggi.

    Sampai di Jalan Raya Driyorejo, depan Masjid Al Mutaqim, menabrak sepeda motor Honda yang ada di depannya.

    Sepeda motor L 5059 GH itu dikendarai oleh Suhardi berusia 50 tahun asal Desa Pasinan Lemah Putih, Kecamatan Wringinanom, Gresik.

    Kemudian truk itu menabrak pengendara sepeda motor Beat S 4025 OAM yang dikendarai seorang perempuan Eti Dwi Ningtyas berusia 28 tahun asal Desa Tangunan, Prambon, Sidoarjo.

    “Truk tidak berhenti masih berjalan dengan kecepatan tinggi sampai depan perusahaan, truk yang dikemudikan Leonarus menabrak lagi pengendara sepeda motor,” ujar Kapolsek Driyorejo Kompol Musihram.

    Truk menabrak sepeda motor Honda GL 150 dengan nomor polisi AG 3887 GU yang dikendarai Adin Tri Kuncoro berusia 31 tahun warga Desa Kepuh Papar, Kabupaten Kediri.

    Dengan kecepatan tinggi truk menabrak truk Fuso yang DK 8488 VF yang dikemudikan Munawar berusia 51 tahun asal Klumprit, Tongas Wetan, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo.

    “Akibat dari kecelakaan tersebut, pengendara motor atas nama Suhardi meninggal dunia, pengendara Honda GL Adin Tri Kuncoro luka lecet pada kaki, dan pengendara motor Eti Dwiningtyas mengalami patah kelima jari kaki kiri,” jelasnya.

    Petugas langsung mendatangi lokasi kejadian dan olah TKP, mengamankan barang bukti kendaraan kecelakaan, menggali keterangan para saksi di lokasi kejadian.

    Kemudian, membawa korban luka ke rumah sakit dan melaporkan ke piket Unit Gakkum Satlantas Polres Gresik.

    “Faktor yang mempengaruhi, pengemudi   truk tronton (Leonarus) kondisi mabuk, sehingga tidak bisa mengendalikan laju kendaraanya,” imbuhnya.

    Leonarus sempat menjadi bulan-bulanan warga diamankan di Mapolsek Driyorejo untuk proses penyelidikan lebih lanjut. (*)

     

  • Soroti Praktik Obral Nilai di Perguruan Tinggi, Bupati Pati Sudewo: Itu Kejahatan Pendidikan

    Soroti Praktik Obral Nilai di Perguruan Tinggi, Bupati Pati Sudewo: Itu Kejahatan Pendidikan

    TRIBUNJATENG.COM, PATI – Bupati Pati Sudewo menyoroti praktik “obral nilai” di perguruan tinggi.

    Dia menyebut praktik semacam itu sebagai kejahatan pendidikan.

    Hal itu dia sampaikan ketika memaparkan sebuah slogan atau kata mutiara yang dia sebut sebagai buah pikirannya, yakni “Nilai yang kaudapat harus kaupertanggungjawabkan terhadap ilmu yang kaukuasai”.

    “Jangan nilainya 9, tapi ilmunya sebetulnya hanya 4 atau 5. Itu bahaya bagi bangsa Indonesia. Oknum perguruan tinggi banyak yang mengobral nilai, nilai mahasiswa dibuat tinggi, bahkan indeks prestasinya 4.0 atau mendekati 4.0, tapi sebetulnya ilmunya rendah. Ini modus kejahatan pendidikan,” kata Sudewo dalam acara Halalbihalal Keluarga Besar Tim Penggerak PKK di Pendopo Kabupaten Pati, Rabu (30/4/2025).

    Sudewo mempertanyakan, sebetulnya motif atau tujuan apa yang dimiliki oleh institusi pendidikan yang mengobral nilai? 

    “Agar orang tua bangga? Merasa anaknya pinter sehingga semangat dan lancar membayar kuliahnya. Mahasiwa juga senang nilainya tinggi. Namun ketika lulus, melamar di mana-mana, ditolak, tidak dapat kerja. Jadi ijazah hanya selembar kertas tanpa nilai. Hanya dia punya ijazah, tulisan hitam di atas putih, tanpa ilmu,” ungkap dia.

    Sudewo berkomitmen agar praktik obral nilai seperti itu tidak terjadi di seluruh institusi pendidikan di Kabupaten Pati.

    Pelajar atau mahasiswa hanya bisa mendapat nilai tinggi kalau memang dia menguasai ilmu.

    “Semua kepala sekolah akan saya kumpulkan untuk mewujudkan ini,” ucap dia.

    Sudewo juga punya kata-kata mutiara lain yang berbunyi “Satu tetes keringat orang tuamu harus kauhargai untuk menjemput masa depanmu”.

    Bagi Sudewo, setiap tetes keringat orang tua yang berjuang menafkahi keluarga harus dibalas nyata dengan cara belajar sungguh-sungguh.

    Bagi dia, tidak cukup jika jasa orang tua hanya dibalas dengan sopan santun dan tata krama. Kesungguhan dalam belajar adalah wujud nyata balas budi.

    “Belajar sungguh-sungguh, itu wujud nyata menghargai orang tua. Satu tetes keringat orang tua saja harus kaubayar dengan belajar sungguh-sungguh. Apalagi orang tua bekerja keras untuk membiayai pendidikanmu,” tandas dia. (mzk)