Category: Tribunnews.com Ekonomi

  • Asosiasi PKL: Angka Pemudik Turun, Ekonomi UMKM Lesu – Halaman all

    Asosiasi PKL: Angka Pemudik Turun, Ekonomi UMKM Lesu – Halaman all

     

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Ketua Umum Asosiasi PKL Indonesia Ali Mahsun, melihat ekonomi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) ikut lesu, karena jumlah pemudik lebaran 2025 yang menurun jika dibandingkan tahun sebelumnya.

    Ali melihat turunnya angka pemudik bisa jadi peringatan untuk pemerintah. Apalagi, ini terjadi meski diskon tarif tol, pesawat, hingga mudik gratis diberikan oleh pemerintah.

    “Kenyataan ini harus jadi warning bagi pemerintah,” ujar Ali saat dihubungi Rabu (2/4/2025).

    Seharusnya, kata Ali, mudik lebaran jadi peak season atau periode waktu di mana permintaan untuk produk atau layanan meningkat secara signifikan sehingga terjadi lonjakan perekonomian nasional.

    “Namun kenapa lebaran 2025 terjadi penurunan drastis pemudik sebesar 24 perseb? Banyak faktor yang jadi penyebabnya,” kata Ali.

    Menurutnya, saat ini perputaran ekonomi rakyat UMKM makin lesu akibatkan daya beli masyarakat melemah. Kemudian, lebih dari 9,8 juta kelas menengah jatuh miskin dan mereka perketat ikat pinggang atau efisiensi ditengah makin beratnya beban hidup.

    “Faktor lain, melonjaknya pengangguran akibat PHK marak dimana-mana sebelum dan jelang ramadhan 2025,” tutur Ali.

    Sebagian pelaku UMKM memilih tidak mudik lebaran 2025 daripada kehabisan modal usaha pasca lebaran. Dan, penggelontoran berbagai subsidi, bantuan sosial dan diskon tiket belum mampu mendongkrak jumlah pemudik kebaran 2025.

    “Turunnya pemudik lebaran 2025 hingga 24 persen akan berpengaruh besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan demikian harus jadi lampu kuning bagi pemerintah untuk memberikan solusi tercepat dongkrak perputaran ekonomi rakyat, juga perekonomian nasional,” sambungnya.

    Menurut hasil survei Badan Kebijakan Transportasi Kementerian Perhubungan, jumlah pemudik Lebaran 2025 diproyeksikan hanya sekitar 146,48 juta orang, turun 24,4 persen dibandingkan dengan tahun lalu yang mencapai 193,6 juta orang. Penurunan ini menjadi anomali karena dalam satu dekade terakhir tren jumlah pemudik cenderung meningkat setiap tahun, kecuali saat pandemi.

    Turunnya jumlah pemudik berdampak pada berbagai moda transportasi. Data dari Sistem Informasi Angkutan dan Sarana Transportasi Indonesia (Siasati) menunjukkan akumulasi pergerakan penumpang dari lima moda transportasi umum hingga H-3 Lebaran sebesar 6,75 juta orang, atau turun 4,8 persen dari tahun lalu.

    Penurunan paling tajam terjadi pada moda bus antarkota antarprovinsi (AKAP), yakni 10,2 persen. Diikuti moda pesawat yang turun 6,8 persen dan kapal laut 4,8 persen.

    Pertumbuhan Ekonomi triwulan I 2025 Hanya 5,03 Persen

    Center of Economic and Law Studies (Celios) memaparkan sejumlah indikator pelemahan daya beli saat Lebaran 2025 melemah. Apa saja indikatornya?.

    Direktur Ekonomi Celios Nailul Huda menerangkan, terdapat beberapa indikator penyebab melemahnya daya beli. Misalnya, karena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang marak terjadi. 

    Pada Januari 2025, terjadi penurunan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) hingga 0,4 persen (month-to-month) dibandingkan IKK Desember 2024.

    “Situasinya cukup anomali. Jika kita mengacu pada periode 2022 hingga 2024, biasanya terjadi kenaikan IKK di bulan Januari karena ada optimisme konsumen di awal tahun. Kondisi keyakinan konsumen melemah juga terjadi di bulan Februari 2025,” ujar Huda saat dihubungi, Rabu (2/4/2025).

    Data lainnya juga menunjukkan hal yang serupa dimana ada penurunan angka Indeks Penjualan Riil (IPR) pada Januari 2025. Pada Desember 2024, angka IPR sebesar 222 poin dan angka IPR turun menjadi 211,5 di Januari 2025.

    “Jika kita tengok pergerakan di Desember 2023 ke Januari 2024 masih bergerak positif. Artinya, konsumen yang tidak yakin akan perekonomian tahun 2025, mendorong penjualan eceran kita juga turun. Akibatnya, daya beli masyarakat kian terperosok di awal tahun 2025,” imbuh Huda.

    Dengan kondisi tersebut Huda menyampaikan bahwa perputaran uang di momen Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri akan melemah dibandingkan dengan tahun lalu.

    Tambahan Jumlah Uang yang Beredar (JUB) dalam artian sempit (M1) di momen Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 2025, akan melemah sebesar -16,5 persen dibandingkan momen yang sama di tahun 2024.

    “Tambahan uang beredar hanya di angka Rp114,37 triliun. Sedangkan tahun 2024, tambahan uang beredar ketika momen Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri mencapai Rp136,97 triliun,” terang Huda.

    Uang Beredar

    Direktur Eksekutif Celios, Bhima Yudhistira, menambahkan dengan penurunan tambahan uang beredar di momen Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri tahun ini, maka berdampak pada pembentukan PDB secara nasional yang tidak optimal.

    “Berdasarkan modelling yang dilakukan Celios pada tahun 2024, tambahan PDB akibat adanya momen Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri mencapai Rp168,55 triliun. Sedangkan tahun 2025 hanya Rp140,74 triliun atau turun 16,5 persen,” katanya.

    Sedangkan keuntungan pengusaha hanya Rp84,19 triliun, jauh di bawah tambahan pendapatan tahun lalu yang mencapai Rp100,83 triliun.

    Indikator lain yang memotret pelemahan daya beli masyarakat adalah menurunnya porsi simpanan perorangan yang hanya mencapai 46,4 persen terhadap total Dana Pihak Ketiga (DPK).

    Hal ini tidak pernah terjadi di awal pemerintahan sebelumnya. Pada awal periode Jokowi-JK, simpanan perorangan porsinya 58,5 persen dan Jokowi-Amin sebesar 57,4 persen.

    Pertumbuhan Ekonomi Stagnan

    Merosotnya porsi tabungan perorangan, mengindikasikan masyarakat cenderung bertahan hidup dengan menguras simpanan, karena upah riil terlalu kecil, tunjangan berkurang, dan ancaman PHK masih berlanjut.

    “Dengan berbagai indikator perekonomian tersebut, Celios memperkirakan pertumbuhan ekonomi triwulan I tahun 2025 hanya 5,03 persen (year-on-year). Angka ini lebih rendah dibandingkan pertumbuhan ekonomi triwulan I 2024 yang mencapai 5,11 persen,” lanjut Bhima.

    Perkiraan pertumbuhan memperhitungkan dampak dari momen Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 2025 yang secara siklus mendorong konsumsi rumah tangga lebih tinggi dibandingkan triwulan IV 2024. 

    Namun, faktor seasonal yang di ikuti pembagian THR tetap tidak mampu membuat ekonomi tumbuh lebih tinggi. Bahkan dikhawatirkan ekonomi bakal melambat paska lebaran, karena tidak ada lagi motor penggerak konsumsi yang signifikan.

    “Belanja pemerintah yang sedang efisiensi besar-besaran juga berpengaruh ke consumer confidences. Pelemahan kurs rupiah juga menambah kehati-hatian dari masyarakat untuk membelanjakan uangnya,” ujar Bhima.

    Hotel Sepi

    Okupansi atau jumlah hunian hotel yang terisi pada periode libur lebaran 2025 ini mengalami penurunan bila dibandingkan tahun lalu.

    Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Hariyadi Sukamdani mengungkapkan penurunan okupansi kali ini kisarannya mencapai 20 persen jika dibandingkan pada periode yang sama tahun lalu. Kondisi ini terjadi di beberapa daerah tujuan wisata, seperti Yogyakarta, Bali dan Solo.

    “(Penurunan okupansi hotel) seperti diduga lebih rendah dari tahun lalu. Saya tadi sempat telpon beberapa daerah Solo, Jogja, Bali memang turun,” tutur Hariyadi ditemui usai menghadiri halal bihalal di kediaman rumah dinas Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani di kawasan Widya Chandra Jakarta, Selasa (1/4).

    Ia menduga, penurunan okupansi hotel disebabkan daya beli masyarakat masih melemah tahun ini. Pasalnya, masa hunian hotel pada lebaran tahun ini lebih singkat bila dibandingkan tahun lalu.

    Hariyadi mencatat, rata-rata  waktu tinggal masyarakat di hotel hanya hingga h-2 lebaran saja, atau lebih pendek dan tidak menghabiskan waktu hingga libur selesai pada 7 Maret 2025.

    “Misalnya di Solo hanya sampai tanggal 4, tanggal 5 langsung check out, di Jogja tanggal 6. Bali turun juga nggak full sampai tanggal 7,” jelasnya.

    Lebih lanjut, untuk mengembalikan kondisi okupansi hotel setidaknya ke kondisi yang normal, ia berharap ada peranan pemerintah dalam eksekusi anggaran. Pasalnya, pasca adanya efisiensi anggaran, konsumsi perhotelan dari pemerintah menurun.

    Padahal pasar pemerintah untuk industri hotel masih cukup besar yakni mencapai 40 persen. Menurutnya, peranan pemerintah juga sangat penting agar hotel-hotel tidak banyak yang tutup, dan akhirnya berdampak pada PHK karyawan.

    “Jadi, kalau pemerintah tidak melakukan eksekusi untuk spending, pasti akan banyak yang tutup lagi (hotel),” ungkapnya.

  • DAFTAR 25 Pemain Diandalkan Timnas U17 di Piala Asia: Kejutan 2 Nama Baru, Sosok Keturunan Dibawa

    DAFTAR 25 Pemain Diandalkan Timnas U17 di Piala Asia: Kejutan 2 Nama Baru, Sosok Keturunan Dibawa

    TRIBUNJAKARTA.COM – Timnas Indonesia U17 sudah mengumumkan bakal bermain di Piala Asia U17 2025 dengan menggunakan 25 pemain.

    Kabar tersebut disampaikan langsung oleh PSSI melalui akun Instagram resmi @timnasindonesia, Selasa (1/4/2025) malam WIB.

    Dalam pengumuman tersebut terdapat kejutan nama baru yang diboyong pelatih Nova Arianto.

    Dua sosok baru yang dibawa Nova Arianto adalah Torres Azis dan Azizu Milanesta.

    Kedua nama tersebut merupakan debutan yang bakal diandalkan Nova Arianto di Timnas Indonesia U17.

    Selain dua nama tersebut, sosok pemain keturunan juga bakal menghiasi wajah Timnas Indonesia U17.

    Ada nama Mathew Baker yang dibawa Nova Arianto.

    Mathew Baker mengaku tidak sabar untuk melakoni laga pembuka Piala Asia U17 melawan Korea Selatan.

    Meskipun Korea Selatan diakui sebagai lawan berat, namun Mathew Baker tetap optimis dapat meraih hasil maksimal.

    “Ya, saya sangat menantikan pertandingan ini dan tidak sabar untuk bermain di sana, menunjukkan apa yang kami miliki sebagai tim,” ujar Mathew Baker dilansir BolaSport, Rabu (2/4/2025).

    “Saya pikir ini akan menjadi pertandingan yang sulit,” kata Mathew Baker.

    “Tetapi saya percaya diri dan yakin kami bisa mendapatkan hasil yang baik,” pungkasnya.

    Adapun Mathew Baker sendiri merupakan andalan lini belakang Timnas U17 Indonesia.

    Pemain keturunan asal Australia telah memperoleh delapan caps sejak debut pertama Juni 2024 lalu.

    Pemain 15 tahun milik klub Melbourne City FC U18 juga merupakan kunci permainan Timnas U17 Indonesia finis pada podium ke-3 Piala AFF U16 2024 lalu.

    Kini Mathew Baker bakal menjadi andalan Garuda pada turnamen Piala Asia U17 2025.

    Adapun untuk jadwalnya, skuad Garuda Muda akan melakoni Piala Asia U17 2025 yang digelar di Arab Saudi pada 3-20 April.

    Timnas U17 Indonesia tergabung ke dalam Grup C bersama Korea Selatan, Yaman, dan Afghanistan. 

    Untuk lebih lengkapnya, berikut daftar 25 pemain Timnas U17 Indonesia untuk Piala Asia U17 2025.

    Daftar 25 Pemain Timnas U17 Indonesia untuk Piala Asia U17 2025

    Kiper:

    1-Rendy Razzaqu

    23-Dafa Al Gasemi

    22-Muhammad Rhaka

    Bek

    2-Daffa Zaidan

    4-Putu Panji

    3-Ida Bagus Cahya

    5- Mathew Baker

    12-Daniel Alfredo

    21-Faaris Nurhidayat

    19-Putu Ekayana

    14-Fabio Azkairawan

    24-Torres Azis

    25-Azizu Milanesta

    Gelandang

    8-Nazirel Alvaro

    16-Muhammad Al Ghazani

    6-Evandra Florasta

    18-Fardan Farras

    15-Ilham Romadhona

    Penyerang

    13-Aldy Taher

    7-Zahaby Gholy

    11-Fandi Ahmad

    9-Mochamad Mierza

    10-Fadly Alberto

    20-Josh Holong

    17-Rafy Rasyiq

    Jadwal Timnas Indonesia U17 untuk Piala Asia U17 2025

    Jumat, 4 April 2025

    Pukul 22.00 WIB : Korea Selatan vs Timnas U17 Indonesia di Stadion Prince Abdullah Al Faisal

    Senin, 7 April 2025

    Pukul 22.00 WIB : Timnas U17 Indonesia vs Yaman di Stadion Prince Abdullah Al Faisal

    Jumat, 11 April 2025

    Pukul 00.15 WIB : Afghanistan vs Timnas U17 Indonesia di Stadion Prince Abdullah Al Faisal

    (TribunJakarta/Tribunnews)

    Akses TribunJakarta.com di Google News atau WhatsApp Channel https://whatsapp.com/channel/0029VaS7FULG8l5BWvKXDa0f.

    Pastikan Tribunners sudah install aplikasi WhatsApp ya

  • Tarif Listrik PLN untuk Semua Golongan per April 2025 Terbaru, Ada Diskon 50 Persen? – Halaman all

    Tarif Listrik PLN untuk Semua Golongan per April 2025 Terbaru, Ada Diskon 50 Persen? – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM – Simak tarif listrik PLN untuk semua golongan per April 2025 terbaru.

    Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan tarif tenaga listrik untuk bulan April 2025.

    Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia mengatakan, tarif litrik PLN untuk semua golongan baik bersubsidi maupun nonsubsidi per April adalah tetap alias tidak berubah.

    Dengan demikian, tarif listrik PLN pada April 2025 sama seperti bulan-bulan sebelumnya.

    Kebijakan tidak adanya perubahan tarif listrik PLN ini berlaku pada triwulan II yaitu April, Mei, dan Juni 2025.

    “Untuk menjaga daya beli masyarakat dan daya saing usaha, diputuskan tarif tenaga listrik triwulan II tahun 2025 tetap, yaitu sama dengan tarif tenaga listrik periode triwulan I tahun 2025, sepanjang tidak ditetapkan lain oleh Pemerintah,” kata Bahlil dalam keterangan resmi, dikutip Rabu (2/4/2025).

    Tarif Listrik PLN untuk Semua Golongan per April 2025 Terbaru

    Selengkapnya, berikut rincian tarif tarif listrik PLN untuk semua golongan per bulan April 2025 terbaru, dikutip dari situs resmi PLN.

    Tarif Listrik PLN untuk Golongan Pelanggan Subsidi per April 2025

    Pelanggan rumah tangga daya 450 VA bersubsidi sebesar Rp 415 per kWh 
    Pelanggan rumah tangga daya 900 VA bersubsidi sebesar Rp 605 per kWh 
    Pelanggan rumah tangga daya 900 VA RTM (Rumah Tangga Mampu) sebesar Rp 1.352 per kWh 
    Pelanggan rumah tangga daya 1.300-2.200 VA sebesar Rp 1.444,70 per kWh 
    Pelanggan rumah tangga daya 3.500 ke atas sebesar Rp 1.699,53 per kWh.

    Tarif Listrik PLN untuk Golongan Pelanggan Nonsubsidi per April 2025

    Golongan rumah tangga kecil (R-1/TR) daya 900 VA, tarif listrik per kWh reguler dan prabayar Rp 1.352 
    Golongan rumah tangga kecil (R-1/TR) daya 1.300 VA, tarif listrik per kWh reguler dan prabayar Rp 1.444,70 
    Golongan rumah tangga kecil (R-1/TR) daya 2.200 VA, tarif listrik per kWh reguler dan prabayar Rp 1.444,70 
    Golongan rumah tangga menengah (R-2/TR) daya 3.500-5.500 VA, tarif listrik per kWh reguler dan prabayar Rp 1.699,53 
    Golongan rumah tangga besar (R-3/TR) daya 6.600 VA ke atas, tarif listrik per kWh reguler dan prabayar Rp 1.699,53 
    Golongan bisnis menengah (B-2/TR) daya 6.600 VA-200 kVA, tarif listrik per kWh reguler dan prabayar Rp 1.444,70 
    Golongan kantor pemerintah sedang (P-1/TR) daya 6.600 VA-200 kVA, tarif listrik per kWh reguler dan prabayar Rp 1.699,53 
    Golongan penerangan jalan umum (P-3/TR) daya di atas 200 kVA, tarif listrik per kWh reguler dan prabayar Rp 1.699,53

    Ada Diskon 50 Persen?

    Sebelumnya, pemerintah juga memberikan diskon tarif listrik sebesar 50 persen pada Januari dan Februari 2025.

    Stimulus biaya listrik itu merupakan bagian dari paket insentif di bidang ekonomi yang diberikan kepada pelanggan Rumah Tangga PLN dengan daya sampai dengan 2.200 VA.

    Nah, apakah pada April 2025, diskon tarif listrik 50 persen masih berlaku?

    Jawabannya, tidak.

    Bahlil mengatakan, diskon biaya listrik 50 persen telah berakhir pada 28 Februari 2025. Sehingga sejak 1 Maret, tarif listrik PLN kembali normal.

    “Sejak 1 Maret 2025 tarif listrik Rumah Tangga daya sampai dengan daya 2.200 VA sudah kembali normal. Tarif normal atau tetap ini berlanjut di triwulan II 2025,” ujar Bahlil.

    (Tribunnews.com/Sri Juliati)

  • KAI Ingatkan Aturan Penggunaan Stop Kontak di Kereta, Untuk Apa Saja? – Halaman all

    KAI Ingatkan Aturan Penggunaan Stop Kontak di Kereta, Untuk Apa Saja? – Halaman all

     

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) mengingatkan pelanggan untuk selalu menggunakan fasilitas di dalam kereta sesuai dengan aturan yang berlaku. Termasuk penggunaan stop kontak atau colokan listrik di dalam kereta api.

    Vice President Public Relations KAI Anne Purba mengatakan, bahwa fasilitas stop kontak di setiap kursi kereta api hanya diperuntukkan untuk pengisian daya perangkat elektronik pribadi seperti ponsel, tablet, atau laptop.

    “Penggunaan untuk perangkat lain, terutama peralatan elektronik rumah tangga, tidak diperbolehkan karena dapat mengganggu kenyamanan penumpang lain dan berpotensi membahayakan keselamatan perjalanan,” ujar Anne di Jakarta Pusat, Rabu (2/4/2025).

    Anne menambahkan, penggunaan perangkat elektronik dengan daya besar yang berlebihan dapat berdampak pada sistem kelistrikan kereta secara keseluruhan.

    “Oleh karena itu, KAI mengimbau seluruh pelanggan untuk mematuhi aturan demi menjaga kenyamanan dan keselamatan bersama,” tuturnya.

    KAI juga memastikan respons cepat terhadap setiap kendala yang dialami penumpang selama perjalanan. Jika terdapat keluhan, seperti AC yang kurang optimal, penumpang dapat segera menghubungi petugas kondektur yang bertugas di dalam kereta.

    “Informasi kontak petugas kondektur tersedia di dinding masing-masing kereta,” terang Anne.

    Sementara itu, Anne memaparkan, hingga 1 April 2025 pukul 24.00 WIB, KAI telah melayani 2.281.041 pelanggan di berbagai wilayah operasional yang tersebar di Pulau Jawa dan Sumatera.
    Stasiun dengan volume keberangkatan tertinggi antara lain Stasiun Pasarsenen, Gambir, Yogyakarta, Surabaya Gubeng, Semarang Tawang Bank Jateng, Surabaya Pasar Turi, Semarang Poncol, Bekasi, Bandung, dan Purwokerto.

    “Total 3.738.769 tiket telah terjual, atau sekitar 81,43 persen dari total kapasitas yang disediakan,” tutur Anne.

    Dari jumlah tersebut, tiket KA Jarak Jauh yang telah terjual mencapai 3.258.434 tiket dengan tingkat okupansi sebesar 94,62 persen, sementara tiket KA Lokal terjual sebanyak 480.335 tiket atau 41,85 persen dari total kapasitas yang tersedia.

    Adapun relasi dengan jumlah penumpang tertinggi selama periode ini adalah:

    1. Gambir – Yogyakarta: 35.460 penumpang
    2. Gambir – Semarang Tawang Bank Jateng: 32.124 penumpang
    3. Yogyakarta – Gambir: 30.889 penumpang
    4. Semarang Tawang Bank Jateng – Gambir: 27.788 penumpang
    5. Pasarsenen – Surabaya Pasar Turi: 25.848 penumpang
    6. Pasarsenen – Lempuyangan: 25.420 penumpang
    7. Gambir – Cirebon: 24.858 penumpang
    8. Gambir – Bandung: 23.998 penumpang
    9. Surabaya Pasar Turi – Pasarsenen: 22.815 penumpang
    10. Pasarsenen – Kutoarjo: 21.828 penumpang

  • APINDO: Lebaran Kali Ini Diwarnai Pelemahan Daya Beli Masyarakat – Halaman all

    APINDO: Lebaran Kali Ini Diwarnai Pelemahan Daya Beli Masyarakat – Halaman all

     

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) mengungkapkan, perayaan Idul Fitri 1446 Hijriah tahun ini diwarnai oleh melemahnya daya beli masyarakat yaang belum sepenuhnya pulih sejak akhir 2024.

    “Lebaran tahun ini masih dibayang-bayangi sentimen daya beli masyarakat yang masih belum sepenuhnya pulih sejak akhir tahun lalu,” kata Ketua Umum APINDO Shinta Kamdani kepada Tribunnews, Rabu (2/4/2025).

    Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), perekonomian Indonesia mengalami deflasi selama lima bulan berturut-turut dari Mei hingga September 2024 dan kemudian berlanjut hingga dua bulan pertama 2025.

    Pada Februari 2025, BPS mengumumkan deflasi tahunan sebesar 0,09 persen dan deflasi bulanan mencapai 0,48 persen.

    “Ini adalah deflasi tahunan yang pertama dalam sekitar dua dekade terakhir, sekaligus menjadi perhatian bersama karena terjadi menjelang periode musiman Ramadan dan Lebaran,” kata Shinta.

    Shinta juga merujuk pada data dari Kementerian Perhubungan yang memproyeksikan jumlah pemudik pada libur Lebaran 2025 mencapai 146,48 juta orang.

    Angka proyeksi tersebut turun 24,33 persen dibandingkan survei tahun lalu yang mencatat 193,6 juta pemudik.

    Sektor-sektor seperti perhotelan dan retail, menurut Shinta, juga mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.

    “Sehingga, meskipun periode lebaran biasanya terjadi peningkatan konsumsi masyarakat, kami mencermati bahwa peningkatan konsumsi tahun ini berpotensi tidak sebesar tahun-tahun sebelumnya,” ujarnya.

    Namun, Shinta juga menyoroti bahwa Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada Februari 2025 masih berada pada level optimis, yakni 126,4, meski sedikit menurun dari bulan sebelumnya yang tercatat 127,2.

    Hal itu diharapkan dapat memberikan dorongan bagi konsumsi selama periode Lebaran.

    Angka Indeks Kepercayaan Industri (IKI) yang dikeluarkan oleh Kementerian Perindustrian dan angka indeks PMI Manufaktur yang dikeluarkan oleh S&P Global juga menjadi hal yang dicermati APINDO.

    Kedua indeks tersebut menunjukkan indikator ekspansi di bulan Februari 2025 atau saat menjelang Ramadhan.

    IKI pada Februari 2025 menunjukkan ekspansi dengan nilai 53,15, naik dari Januari 2025. Sementara itu, capaian PMI Manufaktur Indonesia juga meningkat ke level 53,6 pada bulan Februari 2025.

    Angka tersebut merupakan ekspansi tiga bulan beruntun sejak Desember 2024, setelah lima bulan sebelumnya terus menerus mengalami kontraksi.

    Meskipun ada tanda-tanda ekspansi, Shinta mengingatkan bahwa dunia usaha tetap waspada terhadap berbagai risiko seperti fluktuasi nilai tukar, kenaikan biaya bahan baku, serta ketidakstabilan permintaan global.

    “Jadi meskipun ekspansi sedang berlangsung, perusahaan tetap selektif dalam memperbesar kapasitas produksinya,” katanya.

     

  • Hari Ketiga Lebaran, Daging Sapi Rp 135.950 per Kilogram, Cabai Rawit Dibanderol Rp 91.950 per Kg – Halaman all

    Hari Ketiga Lebaran, Daging Sapi Rp 135.950 per Kilogram, Cabai Rawit Dibanderol Rp 91.950 per Kg – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Harga pangan H+2 Lebaran pada Rabu (2/4/2025), berdasarkan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional mencatat, harga daging sapi kualitas I Rp 135.950 per kilogram (kg) dan daging sapi kualitas II di harga Rp 124.150 per kg.

    Pada pukul 11.00 WIB, cabai rawit merah di harga Rp 91.950 per kg. PIHPS mencatat harga cabai merah besar mencapai Rp 51.750 per kg; cabai merah keriting Rp 53.200 per kg; dan cabai rawit hijau Rp43.600 per kg.

    Sedangkan, bawang merah di harga Rp50.150 per kg, bawang putih di harga Rp 46.150 per kg. Untuk beras kualitas bawah I di harga Rp 13.450 per kg; beras kualitas bawah II Rp 13.950 per kg; beras kualitas medium I Rp 14.350 per kg.

    Kemudian, beras kualitas medium II di harga Rp 13.800 per kg. Sedangkan, beras kualitas super I di harga Rp16.250 per kg; dan beras kualitas super II Rp 15.450 per kg.

    Daging ayam ras di harga Rp38.350 per kg, gula pasir kualitas premium tercatat Rp 19.550 per kg; gula pasir lokal Rp 18.550 per kg. Sementara itu, minyak goreng curah di harga Rp 19.700 per liter, minyak goreng kemasan bermerek I di harga Rp 22.350 per liter, serta minyak goreng kemasan bermerek II di harga Rp 20.300 per liter.

    Sebelumnya, Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti menyampaikan, harga cabai rawit melonjak dipengaruhi faktor cuaca. Dyah mengatakan kenaikan cabai akibat faktor cuaca yang tidak bisa di kontrol. Dia memastikan pihaknya akan memonitor bersama Bapanas terkait kenaikan harga cabai.

    “Kalau harga cabai itu karena faktor cuaca ya tapi kita koordinasi terus dengan Bapanas karena. Ini menjadi salah satu komoditas yang dipantau,” ujar Dyah kepada wartawan, Jakarta, Senin (31/3/2025).

  • Tak Bisa Datang Cuma-cuma, Pendatang Wajib Penuhi 3 Syarat saat Ingin Merantau ke Jakarta

    Tak Bisa Datang Cuma-cuma, Pendatang Wajib Penuhi 3 Syarat saat Ingin Merantau ke Jakarta

    Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

    TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR – Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) DKI Jakarta memberi tiga syarat bagi pendatang yang ingin mengadu nasib di ibu kota setelah libur lebaran 2025.

    “Pemda DKI tidak melarang pendatang dari luar untuk ke Jakarta, namun secara adil dan terukur tiap penduduk tetap terlayani sesuai aturan yang berlaku,” ucap Kepala Dinas Dukcapil DKI Jakarta Budi Awaluddin, Rabu (2/4/2025).

    Selain harus memiliki keterampilan, para pendatang juga diharapkan mempunyai jaminan tempat tinggal dan jaminan pekerjaan.

    “Bagi para calon pendatang diharapkan memiliki jaminan tempat tinggal, jaminan pekerjaan, serta memiliki keahlian tetap,” ujarnya.

    Budi pun berharap, para pendatang itu bisa turut berkontribusi dalam mewujudkan Jakarta sebagai kota global.

    “Tentunya jika para pendatang memiliki keterampilan dan skill baik kontribusinya akan bermanfaat dalam mencapai Jakarta menuju kota global dan mewujudkan Indonesia Emas 2045,” tuturnya.

    Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung sebelumnya memastikan tak akan mengadakan operasi yustisi usai libur lebaran.

    Adapun operasi yustisi sebelumnya marak dilakukan di era Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok.

    “Kami memohon dengan hormat, dengan sangat, siapapun yang akan ikut kembali mudik ke Jakarta, pendatang terutama, maka pemerintah Jakarta tidak akan menyelenggarakan operasi yustisi.

    Tetapi kami akan melakukan pengecekan hal yang berkaitan dengan kependudukan,” kata Pramono, Kamis (27/3/2025).

    Pram berdalih, operasi yustisi dihapus lantaran ingin memberi kesempatan kepada semua orang untuk mengadu nasib dan memperbaiki hidup di Jakarta.

    “Jakarta sebagai kota terbuka, Jakarta tidak akan pernah menutup diri bagi siapapun yang ingin memperbaiki nasibnya,” kata dia.

    (TribunJakarta)

    Akses TribunJakarta.com di Google News atau WhatsApp Channel https://whatsapp.com/channel/0029VaS7FULG8l5BWvKXDa0f.

    Pastikan Tribunners sudah install aplikasi WhatsApp ya

  • Kecelakaan Hari Ini di Bekasi: Kakek 67 Tahun Tertabrak Kereta Api, Nasib Tragis Terseret 100 Meter

    Kecelakaan Hari Ini di Bekasi: Kakek 67 Tahun Tertabrak Kereta Api, Nasib Tragis Terseret 100 Meter

    TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI – Kecelakaan miris terjadi di Bekasi, Jawa Barat, pada H+1 lebaran atau pada Selasa (1/4/2025) pagi.

    Kecelakaan mengakibatkan seorang kakek pengendara motor berinisial JH (65) tewas tertabrak kereta api.

    Kejadian tragis tersebut tepatnya terjadi di perlintasan kereta Bulak Kapal, RT 06 RW 01 Arenjaya, Bekasi Timur.

    Kanit Gakkum Satlantas Polres Metro Bekasi Kota, Iptu Suwandi, menjelaskan kecelakaan tersebut membuat tubuh korban sempat terseret sejauh 100 meter.

    Kecelakaan ini bermula saat kereta api jurusan Senen menuju Surabaya melintas di lokasi kejadian.

    Korban saat itu berkendara seorang diri.

    Kakek JH melaju dari arah utara Jalan Pahlawan menuju ke Selatan Jalan Ir. Juanda. 

    “KA Airlangga jurusan Senen Surabaya melintas dari arah Barat (Kota Bekasi) menuju ke Timur (Kabupaten Bekasi), setiba di TKP perlintasan sebidang tidak ada palang pintu pengaman datang sepeda motor,” jelasnya. 

    “Korban yang mengendarai sepeda motor dari arah utara ke selatan diduga tidak menyadari datangnya kereta api, hingga akhirnya terjadi benturan fatal,” katanya.

    Akibat kejadian tersebut, korban terseret sejauh 100 meter.

    Kendaraan yang dikemudikannya pun mengalami rusak berat. 

    “Korban terseret sejauh kurang lebih 100 Meter. Akibat kejadian tersebut korban meninggal dunia di TKP,” kata Suwandi. 

    Jasad korban saat ini telah dibawa ke RSUD Kota Bekasi untuk proses lebih lanjut.

    Kepolisian juga terus melakukan penyelidikan lebih lanjut guna mengetahui faktor penyebab kecelakaan secara lebih detail.

    Saat ini kecelakaan di perlintasan sebidang masih menjadi tantangan besar dalam sistem transportasi di Indonesia.

    Faktor kelalaian pengguna jalan serta kurangnya fasilitas keamanan seperti palang pintu otomatis dan petugas jaga di beberapa lokasi sering kali menjadi penyebab utama insiden serupa.

    Pakar transportasi merekomendasikan agar kesadaran masyarakat tentang aturan keselamatan di perlintasan kereta api terus ditingkatkan.

    Selain itu, peningkatan infrastruktur seperti pemasangan rambu yang lebih jelas, sinyal peringatan suara, serta pembangunan flyover atau underpass di lokasi rawan bisa menjadi solusi jangka panjang dalam menekan angka kecelakaan. 

    (TribunJakarta/WartaKota)

    Sebagian artikel ini telah tayang di WartaKotalive.com dengan judul Tertabrak Kereta Api, Pemotor Lansia Tewas Terseret 100 Meter di Bekasi

    Akses TribunJakarta.com di Google News atau WhatsApp Channel https://whatsapp.com/channel/0029VaS7FULG8l5BWvKXDa0f.

    Pastikan Tribunners sudah install aplikasi WhatsApp ya

  • Niat Merantau ke Jakarta? Pendatang Baru Meski Penuhi Tiga Syarat Ini

    Niat Merantau ke Jakarta? Pendatang Baru Meski Penuhi Tiga Syarat Ini

    TRIBUNJAKARTA.COM – Masyarakat yang ingin merantau ke Jakarta meski memenuhi tiga syarat.

    Hal itu diungkapkan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil atau Dukcapil DKI Jakarta.

    Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta tidak melarang pendatang dari luar untuk ke Jakarta.

    Namun secara adil dan terukur tiap penduduk tetap terlayani sesuai aturan yang berlaku. 

    Kepala Dinas Dukcapil DKI Jakarta Budi Awaludin pun kembali memberikan imbauan kepada pendatang baru yang ingin datang ke Jakarta.

    Mereka harus memiliki jaminan tempat tinggal, jaminan pekerjaan serta memiliki keahlian tetap. 

    “Bagi para calon pendatang diharapkan memiliki jaminan tempat tinggal, jaminan pekerjaan serta memiliki keahlian tetap. Ke depan Jakarta akan memiliki regulasi kebijakan minimal 10 tahun menetap dan teregistrasi di wilayah Jakarta sebelum mendaftarkan diri sebagai calon penerima bantuan sosial,” ungkap Budi, Rabu (2/4/2025).

    Budi mengatakan pihaknya mempunyai kewajiban untuk menjaga kota Jakarta beserta warganya agar tetap manjadi kota aman dan nyaman bagi penduduknya.

    “Tentunya jika para pendatang memiliki keterampilan dan skill baik kontribusinya akan bermanfaat dalam mencapai Jakarta menuju kota Global dan mewujudkan Indonesia emas 2045,” ungkap dia.

    Sebelumnya, Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, Rano Karno, menyebut Pemprov DKI terbuka bagi siapa saja yang ingin datang ke Jakarta, terutama pasca Lebaran.

    Rano menjelaskan, Pemprov Jakarta akan tetap menerima siapa pun yang ingin merantau ke Jakarta, tanpa melakukan operasi yustisi kependudukan.

    “Silakan datang, berjuang keras di Jakarta. Tapi, marilah kita isi semua dengan aturan yang memang harus kita sepakati bersama,” kata Rano dikutip, Minggu (30/3/2025).

    Namun, orang nomor dua di Jakarta itu menekankan agar calon pendatang baru sebaiknya berangkat bermodalkan keterampilan. 

    Tanpa itu, menurut Rano, para pendatang baru dikhawatirkan akan kalah saing dengan warga Jakarta.

    “Kita imbau jangan kosong-kosong. Kalau enggak punya keterampilan, akan bersaing sendiri dengan masyarakat Jakarta. Skill itu menjadi penting. Jadi, marilah kita bersama-sama membangun Jakarta,” jelas dia.

    Dia berharap para pendatang baru tersebut bisa membangun Jakarta secara bersama-sama dengan masyarakat Jakarta.

    “Bang Anung membuka diri, siapa pun mau ke Jakarta, silakan, karena kita juga tahu bahwa Jakarta menjadi satu harapan,” jelasnya. (Wartakotalive)

    Akses TribunJakarta.com di Google News atau WhatsApp Channel TribunJakarta.com. Pastikan Tribunners sudah install aplikasi WhatsApp ya

  • Puncak Bogor Diserbu Wisatawan Hari Ini: Contraflow, Ganjil Genap, One Way Diterapkan Cegah Macet

    Puncak Bogor Diserbu Wisatawan Hari Ini: Contraflow, Ganjil Genap, One Way Diterapkan Cegah Macet

    TRIBUNJAKARTA.COM – Kawasan Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat mulai diserbu wisatawan pada libur Lebaran 2025, Rabu (2/4/2025).

    Petugas menerapakan rekayasa lalu lintas demi mencegah kemacetan parah di kawasan itu.

    Rekayasa lalu lintas mulai dari contraflow, ganjil genap hingga one way bakal diberlakukan hari ini. 

    Satlantas Polres Bogor menerapkan rekayasa lalu lintas ganjil genap dan one way di jalur wisata Puncak pada pagi hari ini.

    “Tadi pagi pukul 07.00 WIB dilakukan penerapan ganjil genap yang dilanjutkan dengan penerapan one way dari arah Jakarta ke Puncak,” kata Kasatlantas Polres Bogor, AKP Rizky Guntama Ganda Permana di Simpang Gadog, Megamendung, Rabu (2/4/2025).

    Dia menjelaskan One way akan diterapkan secara situasional. 

    “Kita lihat situasi apakah arus lalu lintas dan lapangan memerlukan rekayasa satu arah atau tidak. Mudah-mudahan hari ini semuanya bisa tertangani dengan baik,” katanya.

    Sedangkan, Jasa Marga memberlakukan contraflow di ruas Tol Jagorawi arah Puncak kilometer 44+500 sampai kilometer. 46+500.

    “Atas diskresi kepolisian, Jasa Marga memberlakukan contraflow mulai dari KM 44+500 sampai dengan KM 46+500 Ruas Tol Jagorawi arah Puncak sejak pukul 06.35 WIB,” kata Alvin Andituahta Singarimbun, Senior Manager Representative Office 1 Jasamarga Metropolitan Tollroad Regional Division dalam keterangan tertulis, Rabu (2/4/2025).

    Dia menjelaskan contraflow ini diterapkan untuk mengantisipasi peningkatan volume lalu lintas wisata dan silaturahmi pada masa libur Lebaran 2025/1446H.

    “Jasa Marga mengimbau pengguna jalan untuk mengantisipasi rute perjalanan agar dapat mengoptimalkan rekayasa lalu lintas yang sedang berlaku,” ujarnya.

    Jasa Marga juga mengimbau pengguna jalan untuk dapat memastikan kecukupan saldo kartu elektronik sebelum memulai perjalanan untuk menghindari kepadatan ketika bertransaksi di gerbang tol. 

    “Kami minta agar selalu patuhi rambu lalu lintas dan ikuti arahan petugas di lapangan,” tuturnya.

    Jalur Alternatif

    Kasat Lantas Polres Bogor AKP Rizky Guntama, menyatakan bahwa hingga Selasa petang (1/4/2025), jumlah kendaraan yang melintas ke arah Puncak mencapai sekitar 70.000 unit.

    “Secara visual, arus wisata yang naik sampai saat ini masih sangat ramai,” ujar Rizky dikutip dari Kompas.com

    Rizky pun memprediksi kepadatan lalu lintas Puncak Bogor bakal berlanjut hingga Rabu (2/4/2025). 

    Menurut Rizky, lonjakan kendaraan masih berpotensi meningkat pada malam hingga pagi hari esok. 

    “Sampai saat ini juga masih ramai, jadi dimungkinkan besok akan lebih meningkat lagi,” ujarnya. 

    “Rekayasa besok pagi diawali oleh ganjil genap, dilanjutkan dengan rekayasa one way apabila memungkinkan. Mudah-mudahan bisa tertangani dengan baik,” lanjutnya. 

    Adapun bagi Anda yang hendak menuju kawasan Puncak Bogor, ada beberapa jalur alternatif menuju kawasan tersebut. 

    Hanya saja, jalan yang dilalui tidak begitu ramah seperti jalur utama. 

    Jalur ini mengarahkan pengemudi langsung ke Jembatan Megamendung menuju area Puncak. 

    Kemudian dari Megamendung, belok kanan di samping Vimala Hills setelah melewati Simpang Gadog. 

    Ambil jalur ke arah Cibedug, lalu di pertigaan Cibeduk pilih jalur kiri menuju Arca Domas. 

    Perjalanan dilanjutkan ke arah Polsek Megamendung dengan melewati beberapa desa, diantaranya Desa Pasir Muncang, Desa Megamendung dan Desa Cikokom. 

    Pengendara nanti akan sampai di Desa Citeko, berjarak cukup dekat dengan Pasar Cisarua. 

    Alternatif lainnya bisa melewati Jalur Puncak II, membentang di Desa Batulawang, Kecamatan Cipanas, Cianjur, Jawa Barat. 

    Jalur ini bisa dilewati pengendara mobil maupun motor. 

    Namun, jalurnya masih dalam kondisi yang kurang baik untuk dilewati. 

    Untuk pengendara mobil, bisa pilih jalan ke arah AEON Mall, Sentul City. 

    Sedangkan untuk pengendara motor melewati Sirkuit Sentul, dan mengikuti jalan menuju Sentul International Convention Center. 

    Lalu pilih jalan menuju Pasar Babakan Madang, masuk ke Jalan Mahkota Pirius ke arah Jalan Hambalang Golf. 

    Ketika sudah sampai ke dalam Jalur Rencana Jalur Puncak 2, jalan yang dilintasi cukup rusak dan didominasi bebatuan. 

    Kemudian, disebutkan bahwa jalur ini masih minim SPBU atau hanya ada penjual eceran. 

    Pemilik kendaraan yang akan melewati jalur tersebut sebaiknya memastikan kendaraan dalam kondisi prima dan cukup BBM. 

    Dengan mengikuti jalur tersebut, yang ditempuh dengan durasi kurang lebih 3-4 jam, pengendara akan sampai ke kawasan Kota Bunga atau Istana Cipanas. (Wartakotalive)

    Akses TribunJakarta.com di Google News atau WhatsApp Channel TribunJakarta.com. Pastikan Tribunners sudah install aplikasi WhatsApp ya