Category: Tribunnews.com Ekonomi

  • Penggembala Bebek di Bobotsari Purbalingga Ditemukan Meninggal Dunia, Diduga Tersambar Petir

    Penggembala Bebek di Bobotsari Purbalingga Ditemukan Meninggal Dunia, Diduga Tersambar Petir

    TRIBUNJATENG.COM , PURBALINGGA – Seorang lansia ditemukan meninggal dunia di area persawahan Desa Banjarsari, Kecamatan Bobotsari, Kabupaten Purbalingga pada hari Kamis (3/4/2025) sore. Diduga korban meninggal karena tersambar petir. 

    Kapolsek Bobotsari AKP Sarno Ujianto mengatakan korban tersebut bernama Kasmuri (72) yang merupakan seorang penggembala bebek asal Desa Banjarsari RT 02 RW 03, Kecamatan Bobotsari, Kabupaten Purbalingga. 

    “Korban ditemukan pihak keluarga dalam keadaan tergeletak di sawah dengan sejumlah luka bakar pada tubuhnya,” ungkapnya pada Tribunbanyumas.com pada Jumat (4/4/2025). 

    Kemudian, seorang saksi bernama Turiman (43) mengatakan bahwa korban biasanya menggembalakan bebeknya di sawah dan pulang ke rumah pukul 16.00 WIB. Karena hingga pukul 16.30 WIB korban belum pulang ke rumah dan cuaca pun saat itu sedang hujan deras disertai petir, pencarian pun kemudian dilakukan.

    “Saksi mencari korban bersama sejumlah warga lain di area persawahan. Korban akhirnya ditemukan namun sudah dalam kondisi meninggal dunia,” kata Kapolsek. 

    Usai menemukan korban meninggal dunia, saksi kemudian melaporkan kejadian ini ke pihak Polsek Bobotsari. Polisi yang datang kemudian langsung melakukan pemeriksaan di TKP dan selanjutnya bersama petugas medis memeriksa jenazah korban. 

    Berdasarkan hasil pemeriksaan, tidak ditemukan adanya tanda kekerasan. Namun ditemukan sebuah luka bakar pada kepala, dada dan perut. Di lokasi kejadian juga ditemukan caping milik korban yang terdapat tanda seperti terbakar. 

    “Korban diduga meninggal dunia akibat tersambar petir. Tidak ditemukan tanda kekerasan yang mengarah ke tindak pidana,” tegas Kapolsek. 

    Kapolsek pun menambahkan usai dilakukan pemeriksaan jenazah korban langsung diserahkan ke pihak keluarga.

  • Harga Emas Antam Hari Ini, 4 April 2025: Turun Drastis, Jadi Rp1.819.000 per Gram – Halaman all

    Harga Emas Antam Hari Ini, 4 April 2025: Turun Drastis, Jadi Rp1.819.000 per Gram – Halaman all

    Harga emas hari ini, Jumat (4/4/2025), turun drastis di level Rp1.819.000 per gramnya. Simak rincian harga emas per gram berikut ini.

    Tayang: Jumat, 4 April 2025 14:34 WIB

    TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN

    EMAS ANTAM – Pramuniaga menunjukkan emas batangan Aneka Tambang (Antam) di Galeri 24 Pegadaian, Jakarta, Kamis (18/4/2024). Berikut rincian harga emas Antam terbaru pada hari ini, Jumat (4/4/2025) 

    TRIBUNNEWS.COM – Harga emas Antam hari ini, Jumat (4/4/2025), adalah Rp1.819.000 per gram.

    Dikutip dari logammulia.com, harga emas Antam saat ini turun drastis, sebanyak Rp17.000 per gram.

    Harga buyback emas hari ini juga mengalami perubahan, turun di level Rp1.671.000 per gram.

    Harga buyback emas Antam adalah harga yang didapatkan ketika pemegang emas Antam ingin menjualnya.

    Perlu diketahui, perhitungan harga emas tersebut, hanya berlaku di kantor pelayanan Antam Pulo Gadung, Jakarta.

    Gerai penjualan emas Antam lainnya bisa jadi mematok harga berbeda.

    Harga emas pada Jumat (4/4/2025) hari ini, dalam berbagai pecahan:

    Harga emas batangan 0,5 gram: Rp959.500
    Harga emas batangan 1 gram: Rp1.819.000
    Harga emas batangan 2 gram: Rp3.578.000
    Harga emas batangan 3 gram: Rp5.342.000
    Harga emas batangan 5 gram: Rp8.870.000
    Harga emas batangan 10 gram: Rp17.685.000
    Harga emas batangan 25 gram: Rp44.087.000
    Harga emas batangan 50 gram: Rp88.095.000
    Harga emas batangan 100 gram: Rp176.112.000
    Harga emas batangan 250 gram: Rp440.015.000
    Harga emas batangan 500 gram: Rp879.820.000
    Harga emas batangan 1.000 gram: Rp1.759.600.000

    *Harga emas menurut laman logammulia.com, dapat berubah sewaktu-waktu.

    (Tribunnews.com/Oktavia WW)

    “);
    $(“#latestul”).append(“”);
    $(“.loading”).show();
    var newlast = getLast;
    $.getJSON(“https://api.tribunnews.com/ajax/latest_section/?callback=?”, {start: newlast,section:’4′,img:’thumb2′}, function(data) {
    $.each(data.posts, function(key, val) {
    if(val.title){
    newlast = newlast + 1;
    if(val.video) {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = ” “;
    }
    else
    {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = “”;
    }
    if(val.thumb) {
    var img = “”+vthumb+””;
    var milatest = “mr140”;
    }
    else {
    var img = “”;
    var milatest = “”;
    }
    if(val.subtitle) subtitle = “”+val.subtitle+””;
    else subtitle=””;
    if(val.c_url) cat = “”+val.c_title+””;
    else cat=””;

    $(“#latestul”).append(“”+img+””);
    }
    else{
    $(“#latestul”).append(‘Tampilkan lainnya’);
    $(“#test3”).val(“Done”);
    return false;
    }
    });
    $(“.loading”).remove();
    });
    }
    else if (getLast > 150) {
    if ($(“#ltldmr”).length == 0){
    $(“#latestul”).append(‘Tampilkan lainnya’);
    }
    }
    }
    });
    });

    function loadmore(){
    if ($(“#ltldmr”).length > 0) $(“#ltldmr”).remove();
    var getLast = parseInt($(“#latestul > li:last-child”).attr(“data-sort”));
    $(“#latestul”).append(“”);
    $(“.loading”).show();
    var newlast = getLast ;
    if($(“#test3”).val() == ‘Done’){
    newlast=0;
    $.getJSON(“https://api.tribunnews.com/ajax/latest”, function(data) {
    $.each(data.posts, function(key, val) {
    if(val.title){
    newlast = newlast + 1;
    if(val.video) {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = ” “;
    }
    else
    {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = “”;
    }
    if(val.thumb) {
    var img = “”+vthumb+””;
    var milatest = “mr140”;
    }
    else {
    var img = “”;
    var milatest = “”;
    }
    if(val.subtitle) subtitle = “”+val.subtitle+””;
    else subtitle=””;
    if(val.c_url) cat = “”+val.c_title+””;
    else cat=””;
    $(“#latestul”).append(“”+img+””);
    }else{
    return false;
    }
    });
    $(“.loading”).remove();
    });
    }
    else{
    $.getJSON(“https://api.tribunnews.com/ajax/latest_section/?callback=?”, {start: newlast,section:sectionid,img:’thumb2′,total:’40’}, function(data) {
    $.each(data.posts, function(key, val) {
    if(val.title){
    newlast = newlast+1;
    if(val.video) {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = ” “;
    }
    else
    {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = “”;
    }
    if(val.thumb) {
    var img = “”+vthumb+””;
    var milatest = “mr140”;
    }
    else {
    var img = “”;
    var milatest = “”;
    }
    if(val.subtitle) subtitle = “”+val.subtitle+””;
    else subtitle=””;

    $(“#latestul”).append(“”+img+””);
    }else{
    return false;
    }
    });
    $(“.loading”).remove();
    });
    }
    }

    Berita Terkini

  • Perumda Owabong Lakukan Persiapan Fisik hingga Keselamatan Selama Libur Lebaran 2025

    Perumda Owabong Lakukan Persiapan Fisik hingga Keselamatan Selama Libur Lebaran 2025

    TRIBUNJATENG.COM, PURBALINGGA – Dalam rangka menyambut libur lebaran 2025, Perumda obyek wisata Owabong telah mempersiapkan berbagai hal, mulai dari melakukan pembersihan hingga perbaikan tempat wisata, agar saat libur lebaran tiba tempat wisata ini dapat memberikan pengalaman terbaik bagi pengunjung. 

    Mashud selaku Humas Owabong menyampaikan pihaknya telah mempersiapkan beberapa persiapan fisik untuk obyek wisata Owabong. 

    “Beberapa persiapan fisik yang sudah kami lakukan diantanya ialah perawatan kolam, pengecetan, perbaikan keramik, wahana dan lain-lain,” katanya kepada Tribunbanyumas.com pada Jumat (4/4/2025).

    Ia menyampaikan meskipun obyek wisata Owabong sudah berusia 20 tahun lamanya, namun infrastruktur di obyek wisata ini masih sangat bagus dan sangat layak. 

    “Selanjutnya untuk fasilitas umum, sekarang kami sudah menyediakan ruang khusus untuk ibu menyusui, agar sesuai dengan sapta pesona,” tambahnya. 

    Selain persiapan fisik, Mashud juga menyampaikan pihaknya telah melakukan briefing untuk persiapan libur lebaran dengan seluruh karyawan dari Perumda Owabong, dan pihaknya menyatakan siap untuk menyambut libur lebaran tahun 2025 ini. 

    “Kemarin kami sudah mengumpulkan semua karyawan dari Perumda Owabong dan kami sudah saling berkoordinasi dengan asing-masing divisi untuk menyambut libur lebaran 2025 ini, insyaallah kami sudah siap,” tegasnya.

    Lebih lanjut Mashud juga menyampaikan telah dilakukan persiapan keamanan dan keselamatan dalam libur lebaran 2025 ini.

    “Untuk keamanan kita sudah bekerja sama dengan TNI, Polri, Polsek Bojongsari dan Koramil Kutasari, karena di Bojongsari belum ada Koramil. Untuk security kami juga sudah siap, dan kami juga mempersiapkan posko keamanan selama libur lebaran ini,” jelasnya.

    Sedangkan untuk langkah-langkah keselamatan pihaknya menyampaikan sudah menyediakan penjaga kolam atau life guard di masing-masing kolam, tim P3K dan bekerja sama dengan dr.Yasir yang setiap hari selalu standby di obyek wisata Owabong.

    “Tim keselamatan kami sudah tersertifikasi untuk menanggulangi kecelakaan dan lain-lain, kita sudah siap semua, di masing-masing lokasi juga sudah kami sediakan tabung oksigen dan tandu, jadi kalau sewaktu-waktu terjadi hal yang tidak diinginkan, seluruh SOP penyelamat kami sudah sudah siap semua,” katanya.

  • Chord Kunci Gitar Juicy Luicy, Tanpa Tergesa : Waktu Untuk Sembuh Sendirinya

    Chord Kunci Gitar Juicy Luicy, Tanpa Tergesa : Waktu Untuk Sembuh Sendirinya

    Chord Kunci Gitar Juicy Luicy, Tanpa Tergesa : Waktu Untuk Sembuh Sendirinya

    TRIBUNJATENG.COM – Berikut chord kunci gitar Tanpa Tergesa Juicy Luicy :

    [Verse 1]
      C
    Jaga dulu jarak kita
      Em
    Jika tak ingin akhirnya
      Dm               G
    Kau menangis lagi
     C
    Jangan terlalu kau dekat
      Em
    Jangan buat terikat
      Dm                     G
    Coba kau rasakan lagi

    [Pre-Chorus]
    Em                          Dm
    Mungkin kau dapat perannya
    Em                          G
    Tapi hanya sebagai bayang-bayangnya saja

    [Chorus]
     F                           G
    Jangan minta jatuh cinta
      Em                            Am
    Luka lama ku juga belum reda
      Dm                       G                     C
    Beri dulu aku waktu untuk sembuh sendirinya
      F                          G
    Jangan minta jatuh cinta
      Em                             A
    Sakit sebelumnya masih kurasa
      Dm                          G                        C
    Beri waktu hingga aku mampu lupakan semua

    [Verse 2]
      C
    Jangan terlalu kau dekat
      Em
    Jangan buat terikat
      Dm                    G
    Coba kau rasakan lagi

    [Pre-Chorus]
    Em                          Dm
    Mungkin kau dapat perannya
    Em                          G
    Tapi hanya sebagai bayang-bayangnya saja

    [Chorus]
      F                          G
    Jangan minta jatuh cinta
      Em                           Am
    Luka lama ku juga belum reda
      Dm                       G                      C
    Beri dulu aku waktu untuk sembuh sendirinya
      F                          G
    Jangan minta jatuh cinta
      Em                             A
    Sakit sebelumnya masih kurasa
      Dm                          G                        C
    Beri waktu hingga aku mampu lupakan semua

    [Chorus]
      F                          G
    Jangan minta jatuh cinta
      Em                            Am
    Luka lama ku juga belum reda
      Dm                       G                      C
    Beri dulu aku waktu untuk sembuh sendirinya
      F                        G
    Bukan ku tak jatuh cinta
      Em                           A
    Lelah ulang kesalahan yang sama
      Dm                       Em
    Ku ingin kita jalani cinta (ku ingin kita)
      F                           G
    Ku ingin kita jalani cinta
      C
    Tanpa tergesa
      C
    Tanpa tergesa

     

    (*)

  • Kalender Jawa Besok 5 April 2025 Watak Weton Sabtu Pahing: Rendah Hati dan Percaya Diri

    Kalender Jawa Besok 5 April 2025 Watak Weton Sabtu Pahing: Rendah Hati dan Percaya Diri

    Kalender Jawa Besok 5 April 2025 Watak Weton Sabtu Pahing: Rendah Hati dan Percaya Diri

    TRIBUNJATENG.COM- Kalender jawa besok 5 April 2025 watak weton Sabtu Pahing.

    Watak weton Sabtu Pahing punya kreativitas yang tinggi dan imajinasi yang luas. 

    Mereka cenderung memiliki bakat seni dan bisa mengekspresikan ide-ide unik melalui seni, musik, atau sastra.

    Selain itu, watak weton Sabtu Pahing sering memiliki sifat kepemimpinan yang kuat. 

    Biasanya, weton sabtu pahing memiliki kemampuan untuk mempengaruhi orang lain dan menciptakan perubahan positif dalam lingkungan sekitar. 

    Watak inovatif mereka memungkinkan mereka mencari cara baru untuk mencapai tujuan dan menciptakan ide-ide yang revolusioner.

    Meskipun memiliki sifat pemimpin, pemilik watak Sabtu Pahing tetap rendah hati dan penuh kasih terhadap sesama. 

    Mereka mampu mendengarkan dengan empati dan memberikan dukungan kepada orang lain. Kehangatan hati mereka menjadikan mereka sebagai teman dan rekan kerja yang baik.

    Pemilik watak Sabtu Pahing memiliki semangat yang tinggi dan percaya diri dalam menghadapi tantangan. 

    Mereka memiliki keyakinan kuat pada kemampuan mereka dan selalu berusaha untuk mencapai tujuan dengan determinasi yang tinggi.

    Tak hanya memiliki semangat pemimpin, mereka juga memiliki kepekaan sosial yang tinggi. 

    Mereka dapat berempati dengan orang lain dan memiliki kemampuan untuk mendengarkan dan memahami perspektif orang lain.

    Kalender Jawa online besok menggunakan sistem penanggalan yang telah lama digunakan oleh Kesultanan Mataram.

    Kalender jawa April 2025 ()

    Kalender Jawa April 2025
    Selasa Pon, 1 April 2025
    Rabu Wage, 2 April 2025
    Kamis Kliwon, 3 April 2025
    Jumat Legi, 4 April 2025
    Sabtu Pahing, 5 April 2025
    Minggu Pon, 6 April 2025
    Senin Wage, 7 April 2025
    Selasa Kliwon, 8 April 2025
    Rabu Legi, 9 April 2025
    Kamis Pahing, 10 April 2025
    Jumat Pon, 11 April 2025
    Sabtu Wage, 12 April 2025
    Minggu Kliwon, 13 April 2025
    Senin Legi, 14 April 2025
    Selasa Pahing, 15 April 2025
    Rabu Pon, 16 April 2025
    Kamis Wage, 17 April 2025
    Jumat Kliwon, 18 April 2025
    Sabtu Legi, 19 April 2025
    Minggu Pahing, 20 April 2025
    Senin Pon, 21 April 2025
    Selasa Wage, 22 April 2025
    Rabu Kliwon, 23 April 2025
    Kamis Legi, 24 April 2025
    Jumat Pahing, 25 April 2025
    Sabtu Pon, 26 April 2025
    Minggu Wage, 27 April 2025
    Senin Kliwon, 28 April 2025
    Selasa Legi, 29 April 2025
    Rabu Pahing, 30 April 2025

     

     

  • TAMPANG Preman Sok Garang Ciut Dibekuk Polisi Usai Memalak Pedagang di Bekasi, Dagangan Diacak-acak

    TAMPANG Preman Sok Garang Ciut Dibekuk Polisi Usai Memalak Pedagang di Bekasi, Dagangan Diacak-acak

    TRIBUNJAKARTA.COM – Polisi berhasil meringkus dua sosok preman sok jago yang beraksi melakukan pemalakan ke pedagang sayur wanita di di kawasan Pasar Baru, Jalan Insinyur H Juanda Duren Jaya, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi.

    Dua pelaku berhasil ditangkap jajaran Polres Metro Bekasi Kota, pada Jumat (4/4/2025) pagi.

    Dalam video yang beredar, dua preman tersebut diduga melakukan pemalakan pada Kamis (3/4/2025).

    Kedua pelaku masing-masing mengenakan kaos merah dan hitam serta memakai topi.

    Mereka melakukan aksi premanisme pemalakan terhadap seorang pedagang emak-emak yang membuka lapaknya dipinggir jalan.

    Dua orang tersebut diduga meminta jatah uang kepada pedagang yang berjualan di lokasi pasar.

    Jika tidak diberikan, mereka justru memarahi pedagang sayur yang tengah dipalak.

    Bahkan terlihat juga dalam video, kedua preman itu mengacak-acak dagangan dengan menendang sayuran dagangan milik pedagang itu.

    Aksi premanisme terjadi menyerang pedagang sayur yang berjualan di Pasar Baru, Rawalumbu. Pelaku melakukan aksi premanisme terhadap seorang pedagang wanita yang membuka lapaknya dipinggir jalan.

    “Maaf iya pak maaf, maafin kami,” ucap pedagang yang dipalak dalam video.

    Kini setelah kasus tersebut viral, pihak kepolisian berhasil mengamankan dua preman sok garang tersebut.

    Kapolsek Rawalumbu AKP Ririn Sri Damayanti membenarkan adanya aksi premanisme tersebut.

    Menurutnya, pelaku sudah berhasil diamankan oleh jajaran Reskrim Polsek Rawalumbu.

    “Allhamdulillah pelaku (premanisme) sudah diamankan oleh Kanit Reskrim Polsek Rawalumbu beserta anggotanya,” ucap AKP Ririn dikutip dari Tribunnews, Jumat (4/4/2025).

    Saat ini, kasus ini tengah ditangani lebih lanjut oleh pihak Polres Metro Bekasi Kota untuk pengembangan lebih lanjut.

    Ririn menuturkan pihaknya kini masih melakukan pendalaman.

    Saat ini kedua pelaku telah digelandang ke Polres Metro Bekasi Kota.

    “Kasus ditangani Polres, pelaku sudah di Polres,” bebernya.

    Sementara itu, Kasatreskrim Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Binsar Sianturi mengatakan pihaknya sudah berhasil menangkap dua pelaku dari kediamannya.

    DUA PREMAN BEKASI – Dua preman berjenis kelamin laki-laki diduga memalak pedagang sayur di kawasan Pasar Baru, Jalan Insinyur H Juanda Duren Jaya, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi. Dua preman tersebut diduga melakukan pemalakan pada Kamis (3/4/2025). (Istimewa/TribunBekasi)

    “Sudah kami amankan kedua preman pagi ini pukul 07.30 WIB,” kata Kompol Binsar, Jumat (4/4/2025).

    Saat diamankan, kedua pelaku tampak ciut dan tak melakukan perlawanan kepada pihak kepolisian.

    Kini, kedua pelaku sudah berada di Polres Metro Bekasi Kota untuk dilakukan pendalaman lebih lanjut.

    (TribunJakarta)

    Akses TribunJakarta.com di Google News atau WhatsApp Channel https://whatsapp.com/channel/0029VaS7FULG8l5BWvKXDa0f.

    Pastikan Tribunners sudah install aplikasi WhatsApp ya

  • Arus Balik Lebaran di Jalur Pantura Kota Tegal Mulai Ramai

    Arus Balik Lebaran di Jalur Pantura Kota Tegal Mulai Ramai

    TRIBUNJATENG.COM, TEGAL – Arus lalu lintas Jalur Pantura Kota Tegal mulai dipadati kendaraan pada H+4 Lebaran 2025, Jumat (4/4/2025).

    Pantauan tribunjateng.com di lapangan, kendaraan dari arah Semarang ke Jakarta meningkat, baik sepeda motor maupun mobil. 

    Meski begitu, arus lalu lintas menuju objek wisata juga terpantau ramai.

    Kapolres Tegal Kota, AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama mengatakan, arus balik di Jalur Pantura Kota Tegal mulai ramai dan ada kenaikan.
    “Untuk arus balik terlihat ada kenaikan. Tetapi tidak terlalu padat karena banyak yang lewat jalan tol,” katanya.

    AKBP Putu memprediksi, keramaian Jalur Pantura Kota Tegal akan berlangsung hingga, Senin 7 April 2025.

    Ia mengimbau, masyarakat untuk tetap waspada dan berhati-hati selama arus balik.

    “Masyarakat untuk berhati-hati saat berkendara. Kita dari Polres Tegal Kota telah menyediakan pos-pos untuk tempat peristirahatan. Jika lelah jangan paksakan, agar istirahat,” ungkapnya. (fba)

  • DRAMA Sandi Dipecat 2 Kali dari Damkar Depok, Dedi Mulyadi Pernah Pesan: Kerjanya Tangan Bukan Mulut

    DRAMA Sandi Dipecat 2 Kali dari Damkar Depok, Dedi Mulyadi Pernah Pesan: Kerjanya Tangan Bukan Mulut

    TRIBUNJAKARTA.COM – Drama Sandi Butar Butar dipecat dua kali dari Dinas Damkar Depok menjadi sorotan.

    Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi pernah memberi pesan kepada Sandi Butar Butar saat pertama kali kontraknya diberhentikan oleh Dinas Damkar Depok.

    Hal itu disampaikan Dedi Mulyadi di kediamanya di Lembur Pakuan, Subang, Jawa Barat.

    Saat itu, Sandi Butar Butar ditemani pengacaranya Deolipa Yumara menemui Dedi Mulyadi di kediamannya tersebut.

    Diketahui, kontrak Sandi Butar Butar sebagai petugas Damkar Depok tidak diperpanjang pada Kamis (2/1/2025). 

    Dedi Mulyadi yang saat itu berstatus sebagai Gubernur Jawa Barat terpilih menaruh perhatian terhadap kasus Sandi Butar Butar

    Kemudian, Sandi yang pernah menjadi wartawan infotainment itu kembali bekerja atas perintah Wali Kota Depok Supian Suri.

    Sandi mulai bekerja lagi sebagai petugas damkar sejak Senin (10/3/2025).

    Namun tak lama setelah bertugas sebagai petugas damkar, Sandi Butar Butar dipecat lagi dari jabatan petugas pemadam kebakaran (Damkar) Kota Depok, pada Kamis (27/3/2025).

    KLIK SELENGKAPNYA: Damkar Depok Pecat lagi Sandi Butar Butar sebagai Petugas Damkar. Dulu, Sandi Pernah Curhat ke Dedi Mulyadi Hingga Jadi Perhatian Presiden Prabowo.

    Curhat ke Dedi Mulyadi

    Sandi Butar Butar pernah curhat mengenai pekerjaannya sebagai anggota Damkar Kota Depok kepada Dedi Mulyadi

    Sandi mengaku sempat menjadi korban perundungan atau bullying saat awal menjadi anggota Damkar Depok.

    Sandi menuturkan sempat bekerja sebagai wartawan infotainment setelah lulus kuliah jurusan advertising.

    Saat dirinya menganggur, temannya memberikan informasi mengenai lowongan pekerjaan sebagai anggota Damkar Depok. 

    Lalu ia pun mencoba melamar sebagai anggota Damkar Depok. Sandi menuturkan dirinya memiliki kemampuan bela diri pencak silat.

    Ia pun diterima sebagai anggota Damkar Kota Depok. Pada awal bertugas, Sandi mengaku sebagai pribadi yang pendiam.

    “Saya jadi korban bully. Karena memang waktu itu kan penerimaan saya jujur semua nih. Penerimaan honorer itu kan bawaan banyak, oh anak pejabat,” kata Sandi kepada Dedi Mulyadi dikutip TribunJakarta.com dari akun Youtube Kang Dedi Mulyadi Channel, Senin (14/1/2025).

    “Saya diam, saya mikir kan cuma gua bukan bawaan siapa-siapa. Ya saya ngerasain gitu bahkan ada teman juga yang udah minta maaf, celana saya didodorin, saya diam kaki saya ditendang sampai saya pernah saya apel baret saya diambil, saya disuruh push up ya saya diam gitu,” sambung Sandi.

    Selain itu, Sandi menyebutkan awalnya digaji Rp 1.125.000. Lalu gajinya dipotong Rp 400 ribu.

    “Dulu ada namanya uang resiko tinggi atau uang 65 sebesar Rp 1 juta dan itu dipotong Rp 400 ribu, ngomong buat BPJS,” katanya.

    Seingat Sandi, BPJS Kesehatan pada tahun 2015-2016 sebesar Rp 36 ribu. Pemotongan uang BPJS Kesehatan itu dipertanyakan Sandi dan rekan-rekannya. 

    “Nah jawaban mereka itu cuma seperti ini lu masih mau kerja enggak di sini,” kata Sandi.

    Dedi Mulyadi lalu bertanya sosok yang memberikan jawaban tersebut. 

    Sandi mengatakan sosok tersebut yakni pejabat Damkar Depok.  
    Permasalahan terjadi saat anak Sandi menderita penyakit asma.

    Sandi mengatakan BPJS Kesehatan miliknya tidak bisa digunakan untuk berobat karena menunggak pembayaran.

    Padahal, Sandi mengaku gajinya telah dipotong untuk BPJS Kesehatan.

    Akhirnya, Sandi pun mengadukan hal tersebut ke kantor. Namun, jawaban pihak kantor membuatnya sakit hati.

    “Katanya di pemkot saya frontal. Saya orangnya sok jagoan di situlahmuncaknya saya ngelawan semua pimpinan karena mereka menghina anak saya,siapa suruh lu punya anak bengek,” katanya.

    Kemudian, kata Sandi, pejabat baru Damkar Depok memberikan uang rembesan kepadanya. Sandi mengingat ia dapat dua amplop. 

    Namun, ia menolaknya dengan alasan harga diri.

    “Saya cuma ambil uang ituan saja gitu, uang yang itu saya kagak tahu isinya berapa ya saya lemparin aja udah nah muncaknya lah pada saat tahun 2019,” ungkapanya.

    Sandi juga sempat diperiksa Polres Metro Depok terkait pengadaan unit Kajama Damkar Depok. Selain itu, kasus lainnya yakni anggaran Alat Pelindung Diri (APD) untuk anggota Damkar Depok.

    Sandi juga sempat mencuri perhatian saat memegang poster yang berisi persoalan BPJS serta uang Covid. Usai aksi tersebut, Sandi mengakui mendapatkan iming-iming namun ia tidak mau menerima karena khawatir terkena serangan netizen.

    Sandi juga buka-bukaan mengenai pengadaan alat di Damkar Kota Depok. Awalnya, Sandi mengaku berani mati meski mendapatkan ancaman.

    Namun, ia akhirnya khawatir bila jasadnya tidak ditemukan keluarga.

    Dedi lalu bertanya mengenai dampak dugaan penyimpangan pengelolaan anggaran terhadap anggota Damkar Depok saat bertugas.

    Sandi menuturkan banyak menerima keluhan dan caci maki warga karena Damkar Depok telat sampai ke lokasi kebakaran.

    Dedi menyampaikan bahwa telah meminta Wali Kota Depok terpilih Supian Suri untuk memperkerjakan kembali Sandi Butar Butar.

    “Nanti karakternya ubah ya Jadi kalau pimpinannya sudah baik kelengkapan damkarnya sudah benar hak-hak kamu diberikan jangan banyak ngoceh keluar karena pimpinan pasti pusing itu,” kata Dedi.

    Sandi mengaku dirinya tidak akan aktif bersuara bila fasilitas yang didapat anggota Damkar sudah nyaman.

    Dedi menuturkan dirinya akan meminta untuk segera memperbaiki manajerial pengelolaan pemadam kebakaran Kota Depok.

    “Karena ke depan Depok itu kelengkapannya harus setara dengan DKI Jakarta karena itu gerbangnya Jawa Barat jangan bikin malu. Oke kamu kerja juga yang bagus nanti pasti yang kerjanya tangan bukan mulut ya,” ujar Dedi.

    Terima 4 SP

    Terkini, Sandi Butar Butar diberi empat surat peringatan (SP) setelah mulai dipekerjakan kembali pada 10 Maret 2025. 

    Usai Libur SP pertama terbit pada 13 Maret 2025 karena dianggap sudah melanggar lantaran tidak masuk kerja pada hari piketnya pada 12 Maret 2025.

    Sandi menjelaskan, absen hari itu telah ia laporkan kepada Tesy dan komandan regu (Danru)-nya karena ada urusan keluarga.

    Ia menjanjikan untuk kembali masuk di waktu piket berikutnya, yaitu Jumat (14/3/2025).

    SP kedua terbit pada 17 Maret 2025 dengan nomor surat 800/28-BJS yang menilai Sandi telah lalai dan tidak mengikuti apel pagi. 

    Sandi berdalih, sebelum terbitnya SP, ia sudah mencoba mengkomunikasikan kondisinya yang tidak memiliki motor kepada Dinas Damkar terkait penempatan kerjanya di UPT Bojongsari.

    “Mereka sudah saya coba komunikasikan kalau jauh saya siap, tapi saya enggak ada kendaraan, dan mereka bilang iya,” terang Sandi.

    SP ketiga diterbitkan pada 18 Maret 2025 bernomor 800/30-BJS karena Sandi melanggar dalam pemakaian fasilitas Dinas Damkar tanpa izin berupa pengoperasian unit tempur milik mako kembang.

    SP keempat terbit pada 20 Maret 2025 dengan nomor surat 800/31-BJS karena melakukan pelanggaran berupa pemberian informasi yang berkaitan dengan tugas dan kewajiban kedinasan kepada pihak luar tanpa adanya izin atasan.

    “Saya enggak tahu. Saya bebas, mereka mau melakukan apa saja ke saya, saya enggak takut selama benar, bukan cari pembenaran. Tapi kalau orang lain jadi saya, gimana? melawan atau tidak. Padahal sudah diam, baik, tapi dicari kesalahan,” ujar Sandi.

    Kepala Unit Pelaksana Teknis Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kecamatan Bojongsari Munadi memberikan tanggapan atas klaim Sandi. 

    Ia membantah bahwa Sandi telah meminta izin ketika tidak masuk piket pada 12 Maret 2025. 

    Jika ada konfirmasi dari Sandi, kata dia, maka SP pertama tidak akan diterbitkan oleh UPT Bojongsari. 

    “Logikanya kalau sudah izin untuk tidak melaksanakan piket, apa mungkin ditegur karena tidak melaksanakan piket?” ujar Munadi saat dikonfirmasi oleh Kompas.com pada Minggu (30/3/2025). 

    Munadi juga membantah bahwa dia memberikan izin kepada Sandi untuk tidak hadir dalam apel pagi karena masalah kendaraan. 
    Ia menegaskan, tidak ada konfirmasi dari Sandi sebelum keempat surat peringatan tersebut diterbitkan.

    Dikutip dari Kompas.com, pemutusan kontrak kerja dilakukan setelah dilakukan kajian terhadap berita acara pemeriksaan dan/atau permintaan keterangan pada 25 Maret 2025.

    Sebelumnya dikabarkan sudah ada beberapa pelanggaran yang dilakukan oleh Sandi Butar Butar saat bekerja. 

    “Bahwa berdasarkan hal tersebut di atas, maka dengan ini disampaikan kepada nama Sandi Butar Butar, dilakukan Pemutusan Perjanjian atau Hubungan Kerja sebagaimana dituangkan dalam Surat Perjanjian Kerja 800/184/PO tentang Kontrak Kerja Pelaksana Kegiatan Tidak Tetap Tahun Anggaran 2025 per tanggal surat ini dikeluarkan,” demikian isi surat tersebut.

    Dalam surat tersebut disebutkan bahwa pihak kesatu, yaitu Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Depok, berhak memutus perjanjian secara sepihak berdasarkan ketentuan yang tercantum dalam Pasal 7 ayat (1) huruf f Perjanjian Kerja Nomor 800/184/PO tentang Kontrak Kerja Pelaksana Kegiatan Tidak Tetap Tahun Anggaran 2025.

    “Pihak Kesatu berhak: Memutus perjanjian sepihak, apabila Pihak Kedua tidak dapat menjalankan tugas dan kewajibannya dan/atau terbukti melanggar ketentuan yang ditetapkan Pihak Kesatu dan/atau peraturan perundang-undangan yang berlaku,” bunyi isi surat tersebut.

    Akses TribunJakarta.com di Google News atau WhatsApp Channel TribunJakarta.com. Pastikan Tribunners sudah install aplikasi WhatsApp ya

  • Begini Ciri-ciri Bayi Laki-laki yang Ditemukan di Semak-semak di Blora, Masih Ada Plasenta

    Begini Ciri-ciri Bayi Laki-laki yang Ditemukan di Semak-semak di Blora, Masih Ada Plasenta

    TRIBUNJATENG.COM, BLORA – Warga digegerkan dengan penemuan bayi di semak-semak di wilayah Desa Semanggi, Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora, Jumat (4/4/2025).

    Kasihumas Polres Blora, AKP Gembong Widodo, mengatakan bayi ditemukan sekira pukul 10.00 WIB.

    Bayi pertama kali ditemukan oleh seorang penggembala sapi.

    “Bayi ditemukan di semak-semak di pinggir jalan, ditemukan pertama kali oleh orang yang sedang menggembala sapi.”

    “Kemudian dilaporkan ke pihak perhutani terdekat, dan pihak kepolisian sekira pukul 10.00 WIB.”

    “Untuk lokasinya itu masuk di wilayah Desa Semanggi, Kecamatan Jepon, Blora,” katanya, kepada Tribunjateng.

    Lebih lanjut, AKP Gembong menyampaikan saat ditemukan, bayi tidak mengenakan sehelai kain apapun.

    Bayi berjenis kelamin laki-laki.

    “Saat ditemukan, bayi tidak memakai sehelai kain apapun, kondisinya sehat. Untuk plasenta atau pun ari-ari itu masih menempel.”

    “Sekarang ini (kondisi bayi) sehat ya, dalam penanganan medis, bayi berjenis kelamin laki-laki, umur bayi diperkirakan baru sehari,” terangnya.

    Adapun, untuk tindaklanjut dari pihak kepolisian yakni mengevakuasi bayi laki-laki tersebut ke RSUD Blora, untuk dilakukan penanganan medis.

    “Setelah mendapatkan laporan, kami dari pihak kepolisian bersama pihak perhutani, membawa bayi itu untuk dievakuasi ke RSUD Blora.”

    “Kemudian melakukan olah TKP dan mengumpulkan keterangan saksi-saksi,” jelasnya.

    AKP Gembong belum bisa memberikan keterangan lebih banyak terkait kasus penemuan bayi tersebut. 

    Saat ini masih dalam proses pendalaman pihak kepolisian.

    “Jadi untuk sementara ini, masih dalam proses pendalaman, dan meminta keterangan ke pihak-pihak yang menemukan pertama kali,” paparnya.(Iqs)

  • Candi Umbul, Permandian Air Hangat Bersejarah di Magelang Peninggalan Dinasti Sanjaya

    Candi Umbul, Permandian Air Hangat Bersejarah di Magelang Peninggalan Dinasti Sanjaya

    TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Di balik keindahan alam Kabupaten Magelang, terdapat sebuah situs bersejarah yang menyimpan cerita panjang peradaban masa lalu, yakni Candi Umbul. 

    Nama Umbul sendiri berasal dari bahasa Jawa, yang berarti air yang menyembul atau naik, merujuk pada sumber air panas yang mengalir dari dasar kolam di situs ini.

    Candi Umbul bukan sekadar tempat wisata, melainkan juga saksi bisu kejayaan Kerajaan Mataram Kuno. 

    Dibangun pada era Dinasti Sanjaya yang beragama Hindu, situs ini dahulu merupakan tempat pemandian bagi para bangsawan dan ksatria kerajaan. 

    Relief serta petilasan berbentuk lingga dan yoni yang tersebar di area candi semakin menguatkan identitas Hindu pada situs ini.

    Salah satu daya tarik utama Candi Umbul adalah keberadaan dua kolam dengan suhu air yang berbeda. 

    Kolam pertama, yang terletak di bagian atas, berisi air panas dengan kandungan belerang yang dipercaya memiliki khasiat bagi kesehatan kulit. 

    Sementara itu, kolam kedua yang berada di bagian bawah berisi air dingin yang memberikan sensasi menyegarkan.

    Menariknya, meskipun mengandung belerang, kolam air panas di Candi Umbul tidak mengeluarkan bau menyengat seperti kebanyakan pemandian belerang lainnya. 

    Hal tersebut membuat pengunjung dapat menikmati pengalaman berendam dengan lebih nyaman tanpa harus khawatir akan bau menyengat.

    Hal itu membuat para pengunjung yang berendam di Candi Umbul terkejut,  lantaran air hangat di lokasi tersebut seperti air hangat biasa.

    “Saya kira bau airnya bakal seperti di pemandian air hangat di beberapa tempat lainnya, ternyata tak berbau apapun,” jelas Erik Prasetya satu di antara pengunjung, Jumat (4/4/2025).

    Meskipun struktur bangunan candinya tidak lagi utuh, jejak sejarahnya masih tampak jelas. 

    Dinding-dinding kolam terbuat dari batu andesit yang tersusun rapi, sementara umpak (fondasi) yang terdapat di dasar kolam diduga dulunya berfungsi sebagai penyangga atap pelindung. 

    Selain itu, batu berbentuk lingga datar yang terdapat di dalam kolam diperkirakan menjadi alas duduk bagi para ksatria yang melakukan meditasi dengan bertapa rendam atau kungkum.

    Sejumlah batuan situs yang tersusun di tepi kolam juga masih mempertahankan relief khasnya. 

    Motif-motif tumbuhan, binatang, serta stupa bagian puncak candi masih bisa ditemukan, memberikan gambaran tentang seni dan kebudayaan pada masa itu.

    Informasi yang dihimpun Tribunjateng.com, pada tahun 2019, Pemerintah Kabupaten Magelang melakukan renovasi untuk mempercantik kawasan Candi Umbul. 

    Renovasi ini mencakup pembenahan gerbang utama, pembangunan sarana pendukung, perbaikan taman, serta pembangunan aula terbuka dan kantin bertingkat yang memungkinkan pengunjung menikmati panorama dari ketinggian.

    Namun, pandemi COVID-19 yang melanda dunia pada 2020 sempat menghambat optimalisasi hasil renovasi. 

    Selama masa PSBB dan PPKM, pengelola hanya bisa melakukan perawatan kolam. 

    Meskipun sempat dibuka kembali pada 2021 dengan jam operasional terbatas, akhirnya Candi Umbul ditutup lagi akibat pembatasan aktivitas masyarakat.

    – Akses Menuju Candi Umbul

    Bagi wisatawan yang ingin mengunjungi Candi Umbul, akses menuju lokasi cukup mudah. 

    Jika datang dari arah Semarang, pengunjung bisa mengambil jalur kiri sebelum Kecamatan Pringsurat, Temanggung, dan dalam 400 meter akan sampai di lokasi. 

    Sementara dari arah Yogyakarta, perjalanan bisa dilakukan dengan mengambil jalan ke kanan di pertigaan Desa Krincing, Secang, lalu mengikuti papan petunjuk arah menuju Grabag hingga sampai di Candi Umbul.

    Tiket masuk pun tak menguras kantong pengunjung, pasalnya tiket hanya dibanderol di bawah Rp 5 ribu untuk para pelancong.