Category: Tribunnews.com Ekonomi

  • Prabowo Tak Ingin Ada Masyarakat Kelaparan dan Tinggal di Kolong Jembatan: Menusuk Rasa Keadilan – Halaman all

    Prabowo Tak Ingin Ada Masyarakat Kelaparan dan Tinggal di Kolong Jembatan: Menusuk Rasa Keadilan – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto mengingatkan pembangunan ekonomi Indonesia berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

    Sesuai dengan dasar negera tersebut, artinya ekonomi Indonesia harus berdasarkan sila-sila berketuhanan, kemanusiaan dan persatuan Indonesia.

    Oleh karenanya, Presiden Prabowo Subianto tidak ingin pertumbuhan ekonomi yang hanya memunculkan perpecahan.

    “Kita tidak mau pertumbuhan ekonomi yang mengakibatkan perpecahan. Kita tidak mau menjual kekayaan alam dengan mudah. Tidak mau menjual tanah kepada bangsa asing. Tujuan kita adalah keadilan sosial,” ungkap Prabowo dalam Sarasehan Ekonomi di Menara Mandiri, Sudirman, Jakarta, Selasa (8/4/2025).

    Dengan tujuan menciptakan keadilan sosial bagi masyarakat, Presiden ke-8 Indonesia tersebut tidak ingin meninggalkan yang lemah hingga membiarkan orang kelaparan.

    “Kita tidak boleh membiarkan yang lemah tertinggal. Kita tidak boleh menyuruh orang miskin bersaing dengan yang kuat, itu tidak adil. Inilah dasar kerakyatan dan keadilan sosial. Kita tidak boleh ada orang yang lapar di republik ini. Tidak boleh ada yang tinggal di kolong jembatan. Itu menusuk rasa keadilan,” ucapnya.

    Prabowo menambahkan, dasar negara yang menjadi acuan pembangunan ekonomi Indonesia sejalan dengan tujuan PBB Sustainable Development Goals (SDGs) yang utama, yakni makanan, energi dan air.

    “Karena itu swasembada pangan menjadi sasaran kita, swasembada energi, swasembada dan manajemen air yang baik dan tentunya industrialisasi supaya nilai tambah ada di republik kita,” jelas Presiden.

  • 45 Hari Kerja Bupati Kudus Samani Intakoris: Aduan Warga Didominasi Jalan Berlubang

    45 Hari Kerja Bupati Kudus Samani Intakoris: Aduan Warga Didominasi Jalan Berlubang

    TRIBUNJATENG.COM, KUDUS – Bupati Kudus Sam’ani Intakoris sudah menerima sejumlah aduan dari masyarakat sejak pertama menjabat sebagai Bupati Kudus.

    Aduan dari masyarakat itu diterimanya melalui kanal Wadul K1 & K2 ke nomor Whatsapp 08562025111.

    Kanal aduan yang dibentuknya bersama wakilnya Bellinda Putri Sabrina Birton ini untuk memudahkan warga dalam menyampaikan keluhan.

    Semua yang berkaitan dengan pelayanan publik dipersilakan untuk diadukan.

    Setelah hampir 45 hari menjalani tugas sebagai Bupati, ada banyak aduan dari masyarakat. 

    Aduan melalui kanal Wadul K1 & K2 paling banyak didominasi perihal masalah jalan berlubang, lampu penerangan jalan umum, BPJS kesehatan, dan ketersediaan gas elpiji.

    “Kemudian juga aduan perihal DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial), BPJS, BLT (Bantuan Langusng Tunai), dan persoalan lapangan pekerjaan.”

    “Banyak yang tanya saya masalah lowongan pekerjaan,” kata Sam’ani Intakoris.

    Untuk mengantisipasi hal tersebut, pihaknya memerintahkan kepada setiap dinas teknis untuk merespons cepat.

    Dia tidak ingin ada penundaan pelayanan aduan.

    Dengan begitu masyarakat bisa merasakan kinerja pemerintah yang responsif.

    Kemudian yang tidak kalah penting, dalam memberikan pelayanan harus dengan tulus dan ikhlas.

    Dia tidak ingin ada pungutan liar dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

    Pasalnya, selama dia memimpin dia tidak ingin ada pungli di setiap organisasi perangkat daerah.

    Sam’ani mengakui sampai saat ini dia masih menerima laporan adanya pungutan liar di kantor dinas. 

    Sedianya dia sudah mengetahuinya, hanya saja dia diam dan memberikan kesempatan untuk melakukan pembenahan sebelum akhirnya nanti akan dieksekusi perihal sanksinya.

    “Saya tahu, tapi saya diam.”

    “(Nanti) saya eksekusi.”

    “Masalah pelayanan dengan semangat bekerja yang baik,” kata dia.

    Dalam memimpin Kabupaten Kudus, Sam’ani Intakoris acap kali turun langsung untuk meninjau masalah di bawah.

    Peninjauan ini rutin dilakukan.

    Bahkan tidak jarang para pegawai di bawahnya yang tahu.

    Atas pola kerjanya tersebut dia mengabaikan suara sumbang yang mengarah pada dirinya.

    Sebab, katanya, banyak yang tidak yakin kalau apa yang dikerjakan dalam meninjau langsung ke bawah akan bertahan satu bulan atau paling maksimal dua tahun sejak menjadi Bupati.

    “Saya tidak peduli, lebih baik saya begini kalau saya mati dalam keadaan sahid,” kata dia. (*)

  • Cerita Dongeng Fabel Bahasa Indonesia Keledai dan Zebra, Cocok Dibacakan untuk Anak Sebelum Tidur

    Cerita Dongeng Fabel Bahasa Indonesia Keledai dan Zebra, Cocok Dibacakan untuk Anak Sebelum Tidur

    Cerita Dongeng Fabel Bahasa Indonesia Keledai dan Zebra, Cocok Dibacakan untuk Anak Sebelum Tidur

    TRIBUNJATENG.COM – Inilah dongeng fabel yang cocok dibacakan untuk anak sebelum tidur tentang Keledai dan Zebra.

    Di sebuah hutan, tinggallah seekor keledai. Maxi namanya.

    Maxi bagaikan katak dalam tempurung. Ia tak pernah bersahabat dan mengenal perilaku binatang hutan lainnya.

    Pada suatu hari, Maxi merasa jemu dengan suasana hutan. Ia ingin berjalan-jalan.

    Belum lama berjalan-jalan, ia bertemu dengan seekor binatang yang belum pernah dilihatnya.

    “Selamat pagi, kawan,” sapa Maxi.

    “Lo? Kau mengenalku? Kita, kan, belum pernah bertemu?” tanya Maxi keheranan.

    “Ya memang belum pernah. Tetapi semua zebra bahkan zebra yang masih kecil pun mengenalmu.

    Misalnya kalau di sekolah mereka membuat kesalahan dalam berhitung atau lupa sewaktu menghafal sajak, maka….”

    “Aku tahu! Pasti mereka bilang persis seekor keledai. Betul, kan?” tanya Maxi ketus. Ia merasa terhina.

    “Lalu, kau, siapa namamu?” tanya Maxi.

    “Namaku Zebra! Semua makhluk di hutan ini sangat menghormatiku. Manusia juga menghormatiku.

    Misalnya mereka selalu menyeberang di tempat penyeberangan yang dinamakan zebra cross, seperti namaku,” ujar Zebra dengan sombong.

    Dengan hati sedih keledai meninggalkan teman barunya.

    “Ah, kalau saja aku memiliki garis-garis hitam di tubuhku. Pasti semua makhluk akan mengormati aku juga,” pikir Maxi Keledai.

    Ia lalu berjalan dengan langkah gontai.

    “Hai Keledai, mengapa wajahmu begitu sedih?” sapa seekor kera.

    “Eh, selamat siang, kawan. Aku…,” jawab Maxi gelagapan.

    “Sudahlah! Tenangkan dulu dirimu, baru kau ceritakan kesedihanmu,” kata kera yang terkenal cerdik.

    “O ya, perkenalkan namaku Kera,” sambungnya lagi.

    “Kera, aku sedang berpikir bagaimana caranya agar aku memiliki garis-garis hitam seperti Zebra,” kata Keledai menceritakan kesedihannya.

    “Ha ha ha…. Itu, sih, soal mudah. Kalau kamu mau, aku bisa menolongmu. Tapi, ada syaratnya.”

    “Apa syaratnya? Cepat katakan!” desak Keledai yang sudah tak sabar lagi.

    “Sudah lah! Tenangkan dahulu dirimu, baru kau ceritakan kesedihanmu,” kata Kera yang terkenal cerdik.

    “O ya, perkenalkan, namaku Kera!”

    “Kera, aku sedang berpikir bagaimana caranya agar aku mempunyai garis-garis hitam seperti Zebra,” kata Kekedai menceritakan kesedihannya.

    “Ha ha ha… Itu, sih, soal mudah. Kalau kau mau, aku bisa menolongmu, tapi dengan syarat.”

    “Ya, apa syaratnya? Cepat katakan!” desak Keledai tak sabar lagi.

    “Syaratnya mudah saja. Kau hanya harus menunjukkan padaku kebun pisang yang ada di hutan ini.”

    “Baiklah!”

    Kera lalu mengambil sebuah arang dan mulai menggambar garis-garis hitam di tubuh Maxi keledai.

    Satu jam kemudian, selesailah tugas Kera. Tubuh Maxi sudah bergaris-garis seperti zebra.

    “Sobat, sudah selesai,” kata Kera.

    “Nah, sekarang giliranmu untuk memenuhi permintaanku.”

    Keledai lalu pergi ke sebuah sungai. Di sana ia bercermin di permukaan air.

    “Ah, sekarang semua orang akan menghormati aku. Binatang-binatang lain tidak akan menganggao aku binatang bodoh,” ujarnya dengan puas.

    Keledai lalu mengajak Kera menyeberang sungai. Pohon pisang yang mereka cari, letaknya di seberang sungai.

    Kera yang tak pandai berenang naik ke atas punggung Maxi si Keledai.

    Akan tetapi, apa yang terjadi? Bukankah arang akan luntur jika terkena air?

    Keledai tidak menyadari perubahan itu. Setibanya di seberang, Maxi Keledai kembali bercermin di permukaan air.

    “Uh, Kera penipu? Mana garis-garis hitamku?” tanya Keledai sambil menangis. Ia menendang-nendang Kera.

    Untung di tepi sungai itu ada Burung Hantu yang terkenal arif dan bijaksana.

    Kera lalu mengadukan apa yang sebenarnya terjadi.

    “Keledai, kau tak usah menangis. Garis-garis yang dibuat Kera itu sementara sifatnya.

    Sedangkan garis-garis hitam yang dimiliki Zebra adalah karunia Tuhan, yang tak mungkin hilang.

    Kau tak usah merasa iri karenanya. Bukankah kau juga memiliki keistimewaan?

    Misalnya kau disenangi manusia karena dapat membantu menarik pedati,” ujar Burung Hantu.

    Setelah mendengarkan apa yang disampaikan oleh Burung Hantu, Maxi Keledai menyadari kelebihannya.

    Ia berjanji tidak akan iri lagi.

    (*)

  • Bupati Jepara Wiwit Pesan Pegawai OPD Bisa Ikuti Berubahan Lebih Baik Saat Halal Bihalal

    Bupati Jepara Wiwit Pesan Pegawai OPD Bisa Ikuti Berubahan Lebih Baik Saat Halal Bihalal

    TRIBUNJATENG.COM, JEPARA – Ratusan pegawai OPD di Lingkungan Pemkab Jepara antusias ikuti Halal Bihalal dengan Bupati Jepara, Witiarso Utomo dan Wakil Bupati Jepara, Muhammad Ibnu Hajar di Pendopo Kabupaten Jepara, Selasa (8/4/2025).

    Pantauan tribunjateng.com di lokasi, nampak para pegawai ASN maupun Honorer sudah memenuhi kawasan Pendopo Kabupaten Jepara sekiranya 07.00 WIB, Selasa (8/4/2025).

    Namun sekiranya pukul 07.30 WIB, Halal Bihalal pun baru dimulai.

    Terlihat barisan antrian cukup panjang untuk bisa Halal Bihalal dengan Mas Wiwit dan Gus Hajar.

    Dalam Halal Bihalal ini, Bupati Jepara beserta jajarannya didampingi istri masing-masing.

    Disela pelaksanaan Halal Bihalal, Witiarso Utomo menyampaikan kegiatan ini untuk mempererat jalinan hubungan antara pegawai dan pimpinan.

    “Untuk membina Silahturahmi dan kekompakan, di lingkungan Pemkab Jepara,” kata Wiwit kepada Tribunjateng.

    Dia berpesan kepada para pegawai di Lingkungan Pemkab Jepara untuk bisa mengikuti perubahan pemerintah yang lebih baik.

    “Untuk dipemerintah kami dilakukan perubahan lebih positif, untuk lebih efektif dalam bekerja,” ungkapnya. (Ito) 

  • DPRD Kota Semarang Minta Pelayanan Masyarakat Kembali Optimal Usai Libur Lebaran

    DPRD Kota Semarang Minta Pelayanan Masyarakat Kembali Optimal Usai Libur Lebaran

    TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – DPRD Kota Semarang meminta pelayanan masyarakat kembali optimal usai libur Lebaran 2025. 

    Anggota Komisi A DPRD Kota Semarang, Ali Umar Dhani mengimbau kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Semarang untuk kembali menjalankan tugas dan pelayanan publik dengan penuh semangat, kedisiplinan, dan tanggung jawab pasca libur Idulfitri.

    “Libur panjang telah memberi ruang bagi kita semua untuk bersilaturahmi dan memulihkan energi. Kini, saatnya kembali fokus pada tugas melayani masyarakat dengan optimal,” ucap Ali, Selasa (8/4/2025). 

    Menurut dia, kehadiran penuh ASN di hari pertama kerja adalah bentuk komitmen terhadap pelayanan publik yang tidak boleh terganggu oleh suasana pascalibur.

    Politikus PKS itu juga mendukung langkah Pemkot Semarang yang tidak menerapkan Flexible Working Arrangements (FWA) pascalebaran. Hal ini menunjukkan keseriusan dalam menjaga ritme kerja birokrasi dan memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan maksimal tanpa kompromi.

    “Kami di Komisi A DPRD Kota Semarang akan terus melakukan pengawasan agar tidak ada penurunan kualitas layanan publik, serta memastikan ASN tetap menjunjung tinggi integritas dan etos kerja,” katanya.

    Dia berharap, spirit Idulfitri membawa keberkahan dan semangat baru dalam membangun Kota Semarang yang lebih baik. (eyf)

  • Sempat Berhenti Bermusik, Band Punk Tradisigila Kini Luncurkan Album

    Sempat Berhenti Bermusik, Band Punk Tradisigila Kini Luncurkan Album

    TRIBUNJATENG.COM – Tradisigila band Punk Rock yang digawangi tiga personil berbeda kota kembali mengeliat.

    Setelah sempat vakum dan tersirat tidak akan ngband lagi, Fandem Fay (gitar/vokal) Hoho Daniago (bas) dan Rizal Lala (drum), kembali berkarya.

    Dalam kembalinya bermusik, mereka langsung memberi kejutan dengan meluncurkan satu album penuh berisi 10 track.   

    Di antaranya berjudul Hello Punk Rocker, Hope and Dream, Come Back Again, My Girl Friend, Barbie Punx.

    Kemudian Love Rock n Roll, Kembali Bersama, Resiko Punya Tattoo, Everything Is God dan You Can’t Bless Your Self.

    “Naluri untuk berkarya dan membuat orang bahagia mendengar musik kami tak bisa dibendung. Hingga kami putuskan untuk kembali berkarya dengan merilis album,” ungkap Fandem Fay sang gitaris sekaligus vokal band yang berdiri 2009 silam tersebut.

    Dalam pengerapan album tersebut, lanjut membutuhkan perjuangan penuh.

    Sebab, produksi lagu dan  pembuatan vido klip digarap di Bali sementara tiga personil tinggal di kota atau provinsi perbeda.

    “Saya Semarang tapi stay di Bali, sementar Hoho di Yogja dan Rizal dari Banyuwanyi,” ujarnya.

    Meski terpisah jarak dan waktu, niat menghidupkan lagi karya mereka menjadi energi positif hingga dalam waktu kurang lebih satu bulan album tersebut selesai.

    “Semangat untuk kembali berkarya membuat hal mustahil sirna dan album berhasil kami selesaikan,” jelasnya.

    Fandem Fay membeberkan, album yang dirilis tersebut sebenarnya merupakan album demo karya mereka yang digarap 2009 silam.

    Untuk sekarang album tersebut dikemas ulang dengan aransemen yang berbeda dan penyempurnaan lirik.

    “2009 sudah kami rilis tapi dalam bentuk demo. Ini kami sempurnakan baik dalam musik maupun lirik,” ungkapnya.

    Lagu lagu yang ditulis sesuai realita dengan apa yang mereka dengar, lihat dan rasakan diharapkan akan sampai ke telinga pendengar dimana pun dan siapa pun.

    “Lirik ditulis sepenuh hati dan dengan bahasa lugas gampang dicerna. Semoga sampai dan relate dengan apa yang dirasakan pendengar,”  ujarnya.

    Dia dan personel lainya berharap kembalinya mereka dengan gebrakan album tersebut bisa diterima dan menjadi jalan untuk berkarya lebih luas lagi.

    “Kami juga vidoe klip dari beberapa track lagu yang ada di album tersebut,”jelasnya. Untuk karya tersebut sudah bisa didengar di berbagai digiital platfrom musik termasuk Youtube. (*)

  • Haul Kyai Sholeh Darat Diperingati Besar-Besaran, Ada Kirab Hingga Pengajian

    Haul Kyai Sholeh Darat Diperingati Besar-Besaran, Ada Kirab Hingga Pengajian

    TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Haul Sematang menjadi tajuk baru peringatan kematian tokoh besar Kyai Sholeh Darat. 

    Haul ke-125 Mahaguru ulama Nusantara ini akan diperingati secara meriah dan besar-besaran pada 10 Syawal 1446 atau bertepatan 9 April 2025.

    Acara untuk umum akan dilaksanakan sebagaimana biasa, yaitu khataman Al Qur’an, Maulid Barzanji plis Sholawat Burdah diiringi Rebana. Lalu, tahlilan dan pengajian umum di lokasi makam Kyai Sholeh Darat di Bergota, Semarang pada pagi hari.

    Kemudian, dilanjutkan dua acara besar pada sore hari dan malam hari, di lapangan Garnisun Kalisari, sebelah barat laut kompleks makam Bergota, Semarang.

    Acara sore adalah kirab ulama dan santri se-Kota Semarang. Adapun, malam hari dimeriahkan pengajian umum Semarang Bersholawat. 

    Puluhan ribu orang dari berbagai daerah di Indonesia berasal dari aneka elemen Islam telah menyatakan akan hadir dalam rangkaian acara Haul Semarang ini.

    Pemberi Mauidhoh Hasanah adalah Rois Aly Jam’iyyah Ahlut Thoriqoh al-Mu’tabaroh An-Nahdliyyah (JATMAN-PBNU), Kyai Achmad Chalwani dari Purworejo.

    Kegiatan ini diorganisir oleh tiga perkumpulan, yaitu Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kota Semarang, Jama’ah Pengajian Ahad Pagi 1939 dan Komunitas Pecinta Kyai Sholeh Darat (KOPISODA) difasilitasi oleh Pemerintah Kota Semarang.

    Wali Jota dan Wakil Wali Kota Semarang dipastikan akan hadir memberi sambutan dan memimpin upacara pemberangkatan kirab Haul Semarang ini. 

    Dalam kegiatan ini juga akan ada penyerahan secara simbolis pengusulan gelar pahlawan untuk Kyai Sholeh Darat dari para ulama dan santri Semarang kepada Pemerintah Kota Semarang.

    Ketua Panitia Haul Semarang Kyai Sholeh Darat Syaiful Bahri menyatakan, telah mematangkan seluruh persiapan sejak Ramadhan. Dia optimistis acara akan berlangsung meriah.

    “Berkat dukungan para kyai dan santri, serta fasilitasi dari Pemerintah Kota Semarang, kami optimis acara akan ramai dan meriah. Persiapan sudah matang. Hadirilah dan ajak seluruh keluarga dan teman Anda di Haul Semarang ini,” ujar Anggota Fraksi PKB DPRD Kota Semarang yang akrab dipanggil Rahul ini.

    Rahul mengatakan, masyarakat Kota Semarang sangat antusias berpartisipasi dalam Haul Semarang ini. Dia menyebutkan, semua ormas kepemudaan yang bernaung di Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Semarang yang berbasis Islam maupun berbasis nasional, akan ikut kirab. Serta, semua organisasi dan komunitas berbasis Islam binaan Kementerian Agama. 

    Ketua Pengarah Panitia Haul Semarang, Anasom menambahkan, gerakan para ulama dan santri yang diorganisir oleh PCNU, dengan dukungan Pemerintah Kota Semarang, telah berhasil menata makam Kyai Sholeh Darat menjadi rapi, bagus, dan nyaman untuk para peziarah, pada 2022.

    Pihaknta mengupayakan pengusulan gelar pahlawan untuk mahaguru ulama Nusantara yang makamnya ada di Komplek Bergota, belakang Rumah Sakit Kariadi itu.

    Dikatakannya, PCNU Kota Semarang didukung komunitas Pengajian Ahad Pagi 1939 dan KOPISODA, telah mendirikan Pondok Pesantren yang diberi nama Ma’had Kyai Sholeh Darat di Dusun Palir, Kelurahan Podorejo, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang.

    Bangunan Pesantren dengan dukungan fasilitas dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat telah berdiri dan dipakai belajar para santri pada tahun 2023.

    “Kami sejak 2021 menyusun langkah mengusulkan gelar pahlawan untuk Kyai Sholeh Darat. Diantara, langkahnya adalah mendirikan pesantren bernama Kyai Sholeh Darat dan menata makam menjadi lebih representatif. Semoga dengan Haul Semarang kali ini, harapan kita lekas terwujud,” tutur Anasom. (eyf)

  • Chord Kunci Gitar How Does It Feel To Be Forgotten – Selena Gomez

    Chord Kunci Gitar How Does It Feel To Be Forgotten – Selena Gomez

    Chord kunci gitar How Does It Feel To Be Forgotten – Selena Gomez.

    Berikut chord kunci gitar How Does It Feel To Be Forgotten.

    Tayang: Selasa, 8 April 2025 15:02 WIB

    YOUTUBE/Selena Gomez

    LIRIK LAGU – Tangkapan layar dari Youtube Selena Gomez pada Minggu (23/3/2025) – Chord Kunci Gitar How Does It Feel To Be Forgotten – Selena Gomez 

    TRIBUNJATENG.COM – Chord kunci gitar How Does It Feel To Be Forgotten – Selena Gomez.

    Berikut chord kunci gitar How Does It Feel To Be Forgotten.

    [Intro]
    F Am G Dm
     
     
    [Verse 1]
      F                    Am
    I sip it in the way he likes
         G            Dm
    Ruby red, locking eyes
    F                       Am
    Lipstick kisses with no ice
           G         Dm
    On the edge, paradise
     
     
    [Pre-Chorus]
                      F           Am
    ‘Cause you walked in, big-ass grin
                       G                             Dm
    Talkin’ like we’re friends, honey, what were you thinkin’?
             F          Am
    He loves me, I love him
               G                  Dm
    Look at you, just look at you now
     
     
    [Chorus]
    F            Am
     You’re so embarrassing
    G            Dm
     Go cry when no one’s watchin’
    F         Am
     I can’t imagine it
    G            Dm            F                  Am         G
     How does it feel to be forgotten (Ah), be forgotten? Ah-ah
                Dm
    How does it feel?
    F           Am
     I hope one day you heal
    G            Dm            F
     How does it feel to be forgotten?
       Fm
    Forgottеn
     
     
    [Verse 2]
      F       Am                G Dm
    I know it must be difficult
      F         Am                      G     Dm
    I know that it is not what you thought, no
     
     
    [Pre-Chorus]
                      F           Am
    ‘Cause you walked in, big-ass grin
                       G                             Dm
    Talkin’ like we’re friends, honey, what were you thinkin’?
             F          Am
    He loves me, I love him
               G                  Dm
    Look at you, just look at you now
     
     
    [Chorus]
    F            Am
     You’re so embarrassing
    G            Dm
     Go cry when no one’s watchin’
    F         Am
     I can’t imagine it
    G            Dm            F                  Am         G
     How does it feel to be forgotten (Ah), be forgotten? Ah-ah
                Dm
    How does it feel?
    F           Am
     I hope one day you heal
    G            Dm            F
     How does it feel to be forgotten?
       Fm
    Forgottеn
     
     
    [Outro]
    Bm                F#7
      Ahora todo está dicho y hecho
                      Bm
    Todo está olvidado

    “);
    $(“#latestul”).append(“”);
    $(“.loading”).show();
    var newlast = getLast;
    $.getJSON(“https://jateng.tribunnews.com/ajax/latest?callback=?”, {start: newlast,section:’75’,img:’thumb2′}, function(data) {
    $.each(data.posts, function(key, val) {
    newlast = newlast + 1;
    newlast = newlast+1;
    if(val.video) {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = ” “;
    }
    else
    {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = “”;
    }
    if(val.thumb) {
    var img = “”+vthumb+””;
    var milatest = “mr140”;
    }
    else {
    var img = “”;
    var milatest = “”;
    }
    if(val.subtitle) subtitle = “”+val.subtitle+””;
    else subtitle=””;
    if(val.thumb) img = “”+vthumb+””;
    else img = ”;
    if(val.c_title) cat = “”+val.c_title+””;
    else cat=””;
    $(“#latestul”).append(“”+img+””);
    });
    $(“.loading”).remove();
    });
    }
    else if (getLast > 150) {
    if ($(“#ltldmr”).length == 0){
    $(“#latestul”).append(‘Tampilkan lainnya’);
    }
    }
    }
    });
    });

    function loadmore(){
    if ($(“#ltldmr”).length > 0) $(“#ltldmr”).remove();
    var getLast = parseInt($(“#latestul > li:last-child”).attr(“data-sort”));
    $(“#latestul”).append(“”);
    $(“.loading”).show();
    var newlast = getLast ;
    $.getJSON(“https://jateng.tribunnews.com/ajax/latest?callback=?”, {start: newlast,section:’75’,img:’thumb2′,total:’40’}, function(data) {
    $.each(data.posts, function(key, val) {
    newlast = newlast+1;
    if(val.video) {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = ” “;
    }
    else
    {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = “”;
    }
    if(val.thumb) {
    var img = “”+vthumb+””;
    var milatest = “mr140”;
    }
    else {
    var img = “”;
    var milatest = “”;
    }
    if(val.subtitle) subtitle = “”+val.subtitle+””;
    else subtitle=””;

    $(“#latestul”).append(“”+img+””);
    });
    $(“.loading”).remove();
    });
    }

    Berita Terkini

  • 5 Manfaat Daun Salam, Bantu Turunkan Tekanan Darah Setelah Lebaran

    5 Manfaat Daun Salam, Bantu Turunkan Tekanan Darah Setelah Lebaran

    TRIBUNJATENG.COM –  Daun salam dikenal sebagai bumbu aromatik untuk beberapa masakan.

    Siapa sangka, daun salam juga mengandung bahan yang baik untuk membantu menjaga kesehatan.

    Dilansir dari Yankes.Kemkes, daun salam mengandung beberapa vitamin dan senyawa baik.

    Mulai dari Vitamin B2, Vitamin B3, vitamin C, Alkaloid, Steroid dan juga Tannin.

    Senyawa-senyawa ini memiliki peran penting bagi kesehatan tubuh.

    Berikut ini beberapa manfaat baik daun salam bagi kesehatan tubuh.

    1. Menurun kadar sama urat

    Dikutip dari Yankes Kemkes, daun salam ternyata merupakan obat herbal untuk asam urat.

    Kandungan senyawa aktif kuersetin, miristin dan mirisetin pada daun salam mampu menurunkan kadar asam urat.

    Cukup merebus daun dalam dengan 10 gelar air dan tersisa setengahnya.

    2. Mencegah darah tinggi

    Daun salam juga mampu menurunkan tekanan darah dalam tubuh.

    Daun salam mengandung flavonoid yang tinggi sehingga mampu menurunkan tekanan darah.

    3. Memelihara kesehatan jantung

    Selain itu, daun salam juga mampu meningkatkan kesehatan jantung.

    Asam caffeic pada daun salam mampu membantu menghilangkan LDL atau kolesterol jahat pada sistem kardiovaskular.

    4. Menyehatkan ginjal

    Dikutip dari Kompas.com, air rebusan daun salam bertindak diuretik dan mampu meningkatkan kesehatan ginjal.

    Daun salam mampu merangsang buang air kecil dan mengurangi toksisitas tubuh.

    Masih dikutip dari sumber yang sama, daun salam dapat membantu mencegah batu ginjal dengan mengurangi jumlah urease dalam tubuh.

     
    5. Membantu mengelola diabetes

    Senyawa pada daun salam juga dapat membantu menurunkan kadar gula darah tubuh dan meningkatkan fungsi insulin.

    Kandungan fitokimia pada salam juga dapat menangkal gejala diabetes karena peningkatan fungsi reseptor insulin.

    Berikut ini cara membuat air rebusan daun salam.

    1. Cuci bersih daun salam

    2. Masukkan ke dalam panci berisi dua gelas air

    3. Rebus air hingga mendidih, masukkan daun salam dan kayu manis. Rebus selama 10 menit.

    4. Matikan kompor dan saring

    5. Minum selagi hangat. (*)

     

  • Jasad Pemuda yang Tercebur di Sungai Pemali Brebes Ditemukan Tim SAR Gabungan di Hari Ketiga

    Jasad Pemuda yang Tercebur di Sungai Pemali Brebes Ditemukan Tim SAR Gabungan di Hari Ketiga

    TRIBUNJATENG.COM, BREBES – Di hari ketiga pencarian ini tim SAR gabungan akhirnya berhasil menemukan Warsito (48) pemuda yang tercebur di Sungai Pemali, Brebes, Selasa (8/4/2025).

    Warsito ditemukan tim SAR gabungan dalam kondisi meninggal dunia pada pagi hari.

    Koordinator Operasi SAR Fajar Wajdi mengatakan, jasad korban ditemukan dalam kondisi mengambang di sungai.

    Mendapati hal itu pihaknya langsung melakukan evakuasi terhadap jasad korban.

    “Kami mendapat laporan dari warga bahwa terdapat jenazah mengambang dipermukaan air. Tim rescuer langsung menuju ke lokasi menggunakan LCR dan mengevakuasi jenazah tersebut,” katanya kepada tribunjateng.com

    Diungkapkan Fajar bahwa jasad korban ditemukan mengambang dengan jarak sekira 8,35 kilometer dari lokasi kejadian.

    Kemudian sekira pukul 08.00 WIB jasad korban berhasil dievakuasi.

    Selanjutnya jasad korban dibawa ke RSUD Brebes untuk dilakukan penanganan lebih lanjut. 

    “Dengan telah diketemukannya korban, maka operasi SAR pencarian atas nama Warsito ditutup,” tandasnya. 

    Diberitakan sebelumnya bahwa seorang pemuda bernama Warsito (48) asal Limbangan Kulon, Kecamatan Brebes, Kabupaten Brebes teecebur ke Sungai Pemali pada Minggu (6/4/2025) pagi.

    Diduga Warsito tercebur ke sungai saat sedang mabuk bersama rekannya di bawah jembatan pantura.

    Saat kejadian rekan korban sempat menolong namun gagal hingga akhirnya korban tak bisa diselamatkan dan tenggelam di Sungai Pemali. (pnk)