Category: Tribunnews.com Ekonomi

  • OJK Dukung Langkah Negosiasi Pemerintah RI Atas Tarif Resiprokal Donald Trump  – Halaman all

    OJK Dukung Langkah Negosiasi Pemerintah RI Atas Tarif Resiprokal Donald Trump  – Halaman all

     

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendukung langkah pemerintah menempuh jalur negosiasi untuk menyikapi tarif resiprokal sebesar 32 persen yang diberlakukan Pemerintah Amerika Serikat (AS) ke Indonesia.

    Hal itu disampaikan Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar saat Rapat Dewan Komisioner Bulanan OJK secara virtual, dikutip Sabtu (12/4/2025).

    “OJK mendukung langkah-langkah strategis pemerintah melakukan negosiasi dan mitigasi dampaknya terhadap perekonomian nasional, terutama dalam upaya untuk memelihara stabilitas sistem keuangan, menjaga kepercayaan pasar untuk menjaga daya saing dan momentum pertumbuhan ekonomi nasional,” kata Mahendra.

    Mahendra bilang, OJK terus menjalin kerjasama dengan kementerian dan lembaga serta stakeholder terkait untuk merumuskan dan mengambil kebijakan strategis yang diperlukan.

    “Termasuk bagi industri-industri yang terdampak langsung oleh tarif resiprokal itu,” jelas Mahendra.

    Di sisi lain, OJK juga turut mempertimbangkan perkembangan bursa saham global dan regional yang mengalami tekanan pasca pengumuman tarif resiprokal.

    Mahendra bilang, OJK juga senantiasa mengantisipasi kondisi pasar yang berfluktuasi secara signifikan. Karenanya, pada tanggal 7 April 2025 OJK melalui bursa efek menempuh kebijakan berupa penyesuaian batasan trading halt bagi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

    “Dalam hal IHSG mengalami pelemahan yang signifikan pada satu hari bursa yang sama dan dua penyesuaian batasan auto rejection bawah saham,” tutur Mahendra.

    Mahendra menambahkan, OJK terus memonitor perkembangan pasar keuangan. Mahendra berharap beberapa kebijakan yang ditempuh OJK itu bisa memitigasi peningkatan risiko ketidakpastian global.

    “Diharapkan dengan berbagai kebijakan yang diambil dan koordinasi yang erat dengan para stakeholder, dapat dilakukan dengan baik agar mampu memitigasi dampak peningkatan risiko ketidakpastian global dari pengadaan tarif resiprokal oleh Amerika Serikat,” papar Mahendra.

  • IHSG Sempat Anjlok, Praktisi Sebut Transparansi Kebijakan Pemerintah Kunci Stabilkan Pasar – Halaman all

    IHSG Sempat Anjlok, Praktisi Sebut Transparansi Kebijakan Pemerintah Kunci Stabilkan Pasar – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Praktisi ekonomi, Mulyadi Siregar mengatakan anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hingga lebih dari 5 persen beberapa waktu lalu diakibatkan adanya ketidakpastian ekonomi global yang membuat para investor memilih bersikap ‘menunggu dan melihat’.

    Kejatuhan tersebut membuat Bursa Efek Indonesia (BEI) kemudian menyetop sementara perdagangan atau trading halt.

    “Situasi global yang tidak menentu membuat investor menahan diri. Mereka menunggu kejelasan sebelum masuk kembali ke pasar,” kata Mulyadi kepada wartawan, Sabtu (12/4/2025).

    Namun, menurut Mulyadi, faktor dalam negeri juga turut berperan. Ia menyebut adanya spekulasi terkait arah kebijakan pemerintah menjadi salah satu alasan tambahan mengapa IHSG tertekan cukup dalam.

    Meski sempat melemah, ia tetap optimistis kondisi ini tidak akan terulang.

    Komisaris di perusahaan sekuritas saham/pasar modal itu menjelaskan, alasannya, kebijakan pemerintah yang mengarah pada transparansi, terutama dalam proyek seperti Danantara, bisa memberikan ketenangan dan kepercayaan kepada pasar dan investor. Dirinya meyakini transparansi menjadi kunci agar pasar makin stabil.

    “Transparansi adalah kunci. Ketika pemerintah terbuka dan jelas soal kebijakan, maka pasar akan lebih stabil,” tutupnya.

    Faktos ekstrenal

    Perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) telah dibuka kembali setelah libur panjang Idul Fitri 28 Maret hingga 7 April 2025. 

    Seperti yang diperkirakan oleh para pelaku pasar modal, saat dibuka kembali pada Selasa, 8 April 2025, IHSG sempat turun 9,19 persen dan menyentuh level 5.912,06. 

    Penurunan yang terjadi pada hari pertama pasca libur Idul Fitri membuat BEI mengambil langkah untuk melakukan trading halt atau penghentian sementara perdagangan.

    Gejolak ini dipicu oleh kombinasi faktor eksternal seperti kebijakan tarif resiprokal Amerika Serikat terhadap sebagian besar negara di dunia, termasuk Indonesia, serta depresiasi nilai tukar Rupiah yang menembus sempat menyentuh angka psikologis Rp17.000 per dolar AS di pasar luar negeri. 

  • Kuasa Hukum Korban Puas, Pemuda Penganiaya Satpam RS Mitra Keluarga Bekasi Resmi Jadi Tersangka

    Kuasa Hukum Korban Puas, Pemuda Penganiaya Satpam RS Mitra Keluarga Bekasi Resmi Jadi Tersangka

    Laporan Wartawan TribunJakarta.com Yusuf Bachtiar 

    TRIBUNJAKARTA.COM, MEDAN SATRIA – Pemuda berinisial AFET (25), pelaku penganiaya satpam RS Mitra Keluarga Bekasi bernama Sutiyono (39) telah resmi ditetapkan sebagai tersangka. 

    Kuasa Hukum korban, Subadria Nuka mengatakan, pihaknya puas atas perkembangan kasus yang ditangani Satreskrim Polres Metro Bekasi Kota. 

    “Kami selaku kuasa hukum merasa puas, terima kasih juga kepada Bapak Kasat Reskrim, Pak Kompol Binsar,” kata Nuka, Jumat (11/4/2025). 

    Nuka mengungkapkan, penetapan tersangka terhadap pelaku merupakan penantian pihak korban yang selama ini berjuang menuntut keadilan. 

    “Akhirnya penantian kami mendampingi korban kurang lebih 10 hari, jalan 12 hari ya, telah selesai dengan adanya jawaban tersangka, ada tersangka dari Polres Metro Bekasi Kota,” ungkapnya. 

    Pihaknya juga akan terus mengawal kasus ini, sampai masuk ke tahap persidangan agar tersangka mendapat hukuman yang setimpal atas perbuatannya. 

    “Mudah-mudahan ke depannya terang benderang dibuka, sehingga pelaku bisa dijerat seberat-beratnya, kami berharap seberat-seberatnya,” tegas Nuka. 

    Pemuda berinisial AFET (25), pelaku penganiaya satpam RS Mitra Keluarga Bekasi telah ditetapkan sebagai tersangka. 

    Hal ini dikatakan Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Binsar Sianturi di Mapolres Jalan Pangeran Jayakarta, Medan Satria, Kota Bekasi, Jumat (11/4/2025). 

    Binsar mengatakan, pihaknya sudah melakukan pemanggilan sebanyak dua kali pada Senin dan Rabu, 7 dan 9 April 2025 tetapi pelaku tidak dapat hadir. 

    Pelaku diketahui sempat pergi ke Pontianak, Kalimantan Barat, dia baru kembali pada Kamis 10 April 2025 dan langsung dijemput penyidik di Bandara Soekarno-Hatta. 

    “Hari ini hari Jumat (114) terlapor (berinisial) AFET, kita tetapkan status dari terlapor menjadi tersangka,” kata Binsar.

    Akses TribunJakarta.com di Google News atau WhatsApp Channel. Pastikan Tribunners sudah install aplikasi WhatsApp ya

     

     

  • Not Angka Pianika Birds of a Feather Billie Eilish

    Not Angka Pianika Birds of a Feather Billie Eilish

    Not Angka Pianika Birds of a Feather Billie Eilish

    TRIBUNJATENG.COM – Berikut not angka pianika lagu Birds of a Feather Billie Eilish lengkap dengan liriknya.

    4/ 3 2 7. 4/
    I want you to stay
    4/ 3 2 7. 4/ 
    Til I’m in the grave
    4/ 3 2 7. 3   3 3 3 6.
    ‘Til I rot away, dead and buried
    4/ 3 2 7. 3   3 3 3 6.
    ‘Til I’m in the casket you carry

    6. 4/ 3 2 7. 4/
    If you go, I’m going too 
    6. 4/ 3 2 7. 4/
    ‘Cause it was always you, alright
    4/ 3 2 7. 3  3  3  3 6.
    And if I’m turning blue, please don’t save me
    4/ 3 2 7. 3   3 4/ 5 4/ 
    Nothing left to lose without my baby

    4/ 4/ 4/  4/ 4/  4/  4/ 4/ 4/ 5 4/ 4/ 4/
    Birds of a feather, we should stick together, I know
    4/ 4/ 4/  4/ 4/   4/   4/ 4/ 4/ 5 4/  4/ 4/ 
    I said I’d never think I wasn’t better alone

    4/ 4/ 4/  4/ 4/  4/  4/ 4/ 4/ 5 4/ 4/ 4/
    Can’t change the weather, might not be forever
    4/ 3 5 4/   4/ 3 5 4/ 
    But if it’s forever, it’s even better

     

    2 6 7 3 2 4/ 2 7. 6.
    And I don’t know what I’m crying for
    6 7 3 2  4/ 2 7. 3 3 
    I don’t think I could love you more

    2 6 7 3 2 4/ 2 7. 3 3
    It might not be long, but baby, I
    2 7 6  7 6  7 6  6 6 4/ 
    I’ll love you ’til the day that I die

    7 6  7 6  6 6 5 4/ 5 4/   7 6 7 6 6 4/ 3 2 3 4/
    ‘Til the day that I die. ‘Til the light leaves my eyes
    4/ 3 4/ 3 4/ 5 4/ 
    ‘Til the day that I die

  • UPDATE Kecelakaan Maut Bus Rombongan Bonek di Pekalongan: Diduga Mobil BRV Bawa Ribuan Rokok Ilegal

    UPDATE Kecelakaan Maut Bus Rombongan Bonek di Pekalongan: Diduga Mobil BRV Bawa Ribuan Rokok Ilegal

    TRIBUNJAKARTA.COM – Kecelakaan maut terjadi di Tol Pekalongan, Jawa Tengah pada Sabtu (12/4/2025) pagi. 

    Kecelakaan itu melibatkan sebuah bus berisi rombongan suporter Persebaya, Bonek dengan sebuah mini bus Honda BRV yang membawa ribuan bungkus rokok ilegal di Jalan Tol Pekalongan. 

    Dikutip dari Kompas TV, kecelakaan adu banteng itu terjadi di ruas jalan tol Jalur B KM 332 Pekalongan, Jawa Tengah. 

    Penumpang mini bus BRV meninggal dunia di lokasi kejadian, sementara sang sopir mengalami luka-luka dan dirawat di rumah sakit. 

    Kondisi bus ringsek, tetapi tidak ada korban baik pengemudi maupun suporter. 

    Kecelakaan terjadi ketika mobil Honda BRV melawan arus usai keluar dari rest area karena diduga menghindari razia lantaran membawa rokok ilegal. 

    Polisi masih melakukan penyelidikan atas kecelakaan ini. 

    Penjelasan via pihak pengelola Tol

    Manajer Teknik dan Operasi PT Pemalang Batang Tol Road (PBTR), Yulian Fundra Kurnianto, mengatakan, bahwa Honda BR-V yang dikemudikan oleh Fauzi Ramdani (29), warga Sukajaya, Tamansari, Bogor, melaju melawan arah (contraflow) dari KM 319 B hingga KM 332 B di lajur 2 dengan kecepatan sekitar 60 km/jam.

    Saat tiba di KM 332, kendaraan tersebut bertabrakan dengan bus PO Fransindo Trans yang melaju dari Surabaya menuju Jakarta di lajur yang sama, dengan kecepatan sekitar 90 km/jam.

    “Benturan keras membuat Honda BR-V terpental ke bahu jalan tol luar dan menabrak guardrail, sedangkan bus berhenti di lajur satu dalam kondisi normal.”

    “Kedua kendaraan mengalami kerusakan parah pada bagian depan,” kata Manajer Teknik dan Operasi PT Pemalang Batang Tol Road (PBTR), Yulian Fundra Kurnianto, kepada Tribunmuria.com.

    Dalam peristiwa ini, Muhamad Hatdiansyah, warga Cikaret (29) Bogor Selatan, yang merupakan penumpang BR-V, meninggal dunia di tempat akibat luka berat di bagian dada dan patah pada kedua kaki.

    Sementara pengemudi BR-V, Fauzi Ramdani, mengalami luka berat dan dilarikan ke RSU Aro Pekalongan untuk perawatan intensif.

    “Pengemudi bus, Daniel Setiya Pribadi (33), warga Gresik, dilaporkan selamat dan tidak mengalami luka serius.”

    “Kondisi jalan saat kejadian dalam keadaan baik, tidak ditemukan kerusakan maupun hambatan. Cuaca juga cerah dan arus lalu lintas landai.”

    “Kecelakaan murni akibat kesalahan pengemudi yang melanggar aturan lalu lintas dengan melawan arah,” jelasnya.

    Pihaknya menambahkan, bahwa pihak tol bersama kepolisian dan petugas terkait telah melakukan evakuasi cepat guna mencegah kemacetan dan risiko kecelakaan susulan.

    Aan juga mengimbau pengguna jalan tol untuk selalu mematuhi rambu lalu lintas demi keselamatan bersama.

    “Semua korban di bawa ke RSU Aro Pekalongan. Saat ini, kedua kendaraan telah diamankan di Gerbang Tol Bojong,” tambahnya.

    Sopir Honda BR-V akhirnya tewas

    Sopir mobil Honda BR-V dengan nomor polisi F 1859 MO, bernama Fauzi Ramdani (29) yang diketahui membawa muatan ribuan rokok tanpa cukai, akhirnya menghembuskan napas terakhirnya setelah sempat menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum (RSU) Aro Pekalongan.

    Korban dinyatakan meninggal dunia pada Sabtu (12/4/2025) sekitar pukul 18.20 WIB.

    Kasat Lantas Polres Pekalongan, AKP Ronny Hidayat, saat dihubungi Tribunjateng.com, membenarkan bahwa korban meninggal dunia usai sempat dirawat.

    “Benar, pengemudi mobil BR-V meninggal dunia usai sempat dirawat di RSU Aro.”

    “Kita belum sempat menanyai penyebab kecelakaan, karena saat itu korban atau supir mobil masih menjalani perawatan oleh tim medis,” katanya.

    Kemudian, kaitannya dengan muatan rokok tanpa cukai yang ditemukan di dalam kendaraan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Satreskrim Polres Pekalongan.

    “Barang bukti ribuan rokok tanpa cukai masih berada di exit tol Bojong.”

    “Supir bus juga masih kami mintai keterangan, di kantor Satlantas Polres Pekalongan untuk dimintai keterangan lebih lanjut,” imbuhnya.

    Lawan arah sejauh 13 KM

    Kasat Lantas Polres Pekalongan, AKP Ronny Hidayat mengungkapkan mobil bernomor polisi F-1859-MO ini ternyata telah melaju melawan arus sejauh 13 kilometer sebelum bertabrakan dengan bus tersebut.

    “Mobil BRV tersebut melaju melawan arah sejauh kurang lebih 13 kilometer, dari KM 319 hingga KM 332,” kata AKP Ronny dalam keterangannya, Sabtu (12/4/2025).

    Seperti diketahui KM 332, merupakan tempat kejadian perkara (TKP) kecelakaan dua kendaraan tersebut.

    “Di titik KM 332, mobil tersebut bertabrakan langsung dengan sebuah bus yang hendak menuju arah barat,” ucapnya, dikutip dari Tribunbanyumas.com.

    Sebelumnya diberitakan, kecelakaan lalu lintas hari ini terjadi di Tol Kawasan Kota Pekalongan, Jawa Tengah pada Sabtu (12/4/2025). 

    Sebuah bus dikabarkan mengalami kecelakaan.

    Bus tersebut membawa rombongan pendukung Persebaya, Bonek yang hendak menuju Jakarta untuk menyaksikan laga tandang melawan Persija di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK). 

    Dalam video amatir yang diunggah @bonek.independent_ di Instagram, terlihat bagian depan bus tampak ringsek parah. 

    Sementara pecahan kaca jendela hingga potongan bodi bus berserakan di jalan tol. 

    Kecelakaan lalu lintas sebuah bus yang diduga berisi rombongan Bonek terlibat kecelakaan di Tol Kawasan Pekalongan, Jawa Tengah pada Sabtu (12/4/2025). (Instagram bonek.independent_)

    Sejumlah penumpang yang diduga merupakan suporter Bonek telah berhamburan ke luar. 

    “Telah terjadi kecelakaan pagi ini yang melibatkan dulur-dulur Bonek yang tengah melakukan perjalanan Away ke Jakarta tepatnya di Tol Kawasan Kota Pekalongan.”

    “Semoga tidak ada korban jiwa, stay safe dolor-dolor sing away Jakarta,” tulisnya.

    Sementara itu, dari video amatir lainnya, terlihat sebuah mobil juga tampak ringsek imbas kecelakaan itu.

    Bagian depan mobil tersebut tampak ringsek di bagian depan dan mengeluarkan kepulan asap.

    Kecelakaan itu menyebabkan arus lalu lintas tersendat.

    (KompasTV/TribunMuria/TribunBanyumas/TribunJakarta).

     

    Akses TribunJakarta.com di Google News atau WhatsApp Channel. Pastikan Tribunners sudah install aplikasi WhatsApp ya

     

  • Kunci Jawaban Buku Tematik 9 Kelas 5 SD Halaman 70 71 72 73 74 75 Subtema 2 Diskusi Kelompok

    Kunci Jawaban Buku Tematik 9 Kelas 5 SD Halaman 70 71 72 73 74 75 Subtema 2 Diskusi Kelompok

    Kunci Jawaban Buku Tematik 9 Kelas 5 SD Halaman 70 71 72 73 74 75 Subtema 2 Pembelajaran 2 Diskusi Kelompok

    TRIBUNJATENG.COM – Berikut kunci jawaban tema 9 Kelas 5 SD halaman 70 71 72 73 74 75 Subtema 2 Pembelajaran 2.

    Kunci jawaban ini bisa digunakan orangtua untuk mengoreksi jawaban anak.

    Namun itu yang perlu dipahami adalah beberapa soal adalah pertanyaan terbuka.

    Artinya, siswa bisa mempunyai jawaban berbeda dengan yang ada di kunci jawaban ini.

    Berikut kunci jawaban Buku Tematik Tema 9 Kelas 5 SD Subtema 2 Pembelajaran 2 halaman 70, 71, 72, 73, 74, dan 75 yang dikutip dari Buku Guru dan Siswa serta beberapa sumber:

    Halaman 70

    Ayo berlatih

    Apakah yang dimaksud iklan elektronik?

    Tuliskan dalam kolom berikut.

    Jawaban;

    Iklan elektronik adalah iklan yang disampaikan melalui media elektronik, misalnya radio, televisi, dan internet

    Dalam menyajikan iklan elektronik harus memperhatikan beberapa unsur iklan agar menarik perhatian masyarakat seperti berikut.

    Berikut secara umum dijelaskan mengenai unsur iklan agar menarik.

    1. Perhatian (Attention)

    Iklan yang baik harus dapat menarik perhatian masyarakat umum.

    2. Minat (Interest)

    Setelah mendapat perhatian, unsur iklan harus ditingkatkan menjadi minat.

    Apabila minat sudah ada, maka akan timbul rasa ingin tahu secara rinci dalam diri konsumen.

    3. Keinginan (Desire)

    Iklan hendaknya mencakup cara untuk menggerakkan keinginan konsumen.

    4. Rasa Percaya (Conviction)

    Untuk mendapat rasa percaya dalam diri konsumen, sebuah iklan harus ditunjang berbagai kegiatan peragaan.

    Kegiatan peragaan di antaranya seperti pembuktian atau sebuah kata-kata.

    5. Tindakan (Action)

    Tindakan merupakan tujuan akhir dari produsen untuk menarik konsumen agar membeli atau menggunakan produk dan jasanya.

    Halaman 71 – 72

    Kamu telah mengetahui unsur-unsur iklan secara umum. Sekarang, coba sebutkan unsur-unsur iklan elektronik pada radio, televisi, dan internet.

    Lakukan kegiatan dengan mengisi kolom berikut.

    Jawab : 

    Unsur-unsur iklan elektronik pada radio, televisi, dan internet.

    Beri penilaian terhadap iklan-iklan elektronik pada gambar.

    Apakah iklan itu sesuai dengan unsur-unsur yang ada? Sertakan pula alasan penilaianmu terhadap iklan tersebut.

    Kaitkan alasanmu dengan unsur-unsur iklan elektronik.

    Jawaban:

    *Iklan 1

    Penilaian:

    Iklan di atas kurang memenuhi unsur-unsur iklan elektronik.

    Alasan:

    Iklan tersebut tidak menjelaskan keunggulan produk dan nama produk sehingga kurang menarik

     *Iklan 2

    iklan 2-9/5 (Buku Tematik Kelas 5 SD)
    Penilaian:

    Iklan di atas cukup menarik

    Alasan:

    Iklan tersebut cukup menarik karena didalamnya terdapat penjelasan keunggulan produk dan ada juga nama dan gambar produk.

    *Iklan 3

    Penilaian:

    Iklan tersebut sangat menarik perhatian.

    Alasan:

    Iklan berisi keunggulan produk dan nama dan gambar produk sehingga menarik perhatian.

    Halaman 73 – 74

    Siti dan adik selesai membersihkan ruang keluarga. Ibu dan ayah pun selesai membersihkan halaman dan lingkungan rumah.

    Saatnya keluarga Siti beristirahat. Siti dan keluarganya beristirahat di ruang keluarga sambil menonton televisi.

    Sebelum menyajikan minuman, ibu menanyakan minuman yang diinginkan ayah, Siti, dan adik.

    Ternyata minuman yang diinginkan ayah, Siti, dan adik berbeda-beda. Ayah ingin kopi panas, Siti ingin air putih dingin, dan adik ingin es teh.

    Berbeda lagi dengan minuman yang diinginkan ibu Siti. Beliau menginginkan teh panas.

    Siti membantu ibu menyiapkan minuman. Ibu menyiapkan hidangan kecilnya.

    Ibu ingin membuat bakwan. Adonan bakwan sudah ibu siapkan sebelum memulai bekerja bakti membersihkan rumah.

    Jadi, ibu tinggal menggorengnya. Inilah adonan bakwan yang siap digoreng ibu.

    Coba kamu perhatikan adonan bakwan yang dibuat Ibu Siti. Adonan bakwan yang terdiri atas tepung terigu dan sayuran tidak tercampur secara merata.

    Materi dalam adonan sifat dan bentuknya masih kelihatan.

    Berdasarkan ciri adonan tersebut, dapat kamu ketahui bahwa adonan bakwa yang siap digoreng Ibu Siti merupakan zat campuran heterogen.

    Ibu segera menggoreng adonan bakwan.

    Sementara itu, Siti sibuk menyiapkan berbagai minuman. Inilah minuman yang dibuat Siti.

    1. Air dalam gelas pada gambar hanya terdiri atas satu zat, yaitu air mineral.

    Air dalam gelas tersebut tidak berubah rasa dan tidak berubah bentuk.

    Oleh karena itu, air putih dalam gelas tersebut merupakan zat tunggal.

    2. Segelas es teh yang dibuat Siti merupakan zat campuran heterogen.

    Contoh campuran heterogen adalah teh dengan air. Selain itu, ada perasan jeruk nipis dan es.

    3. Segelas kopi yang dibuat Siti pada gambar merupakan perpaduan tiga materi, yaitu air, gula putih, dan bubuk kopi.

    Perhatikan dasar gelas pada adonan kopi tersebut. Dalam dasar gelas tampak adanya endapan kopi yang tidak larut sempurna dengan air dan gula.

    Berdasarkan ciri adonan kopi tersebut dapat kamu pahami bahwa air kopi termasuk zat campuran heterogen.

    4. Segelas teh manis yang dibuat Siti pada gambar merupakan perpaduan tiga materi yaitu air, teh, dan gula putih.

    Perpaduan antara air, gula, dan teh pada gelas tampak tercampur merata atau sempurna.

    Materi (air, teh, dan gula putih) tidak memisah.

    Berdasarkan ciri teh manis tersebut dapat kamu pahami bahwa teh manis termasuk zat campuran homogen.

    Halaman 75

    Kamu telah mengetahui beberapa contoh zat pada materi. Sekarang, diskusikan dengan teman satu kelompokmu untuk mencari contoh lain materi yang termasuk zat tunggal, zat campuran homogen, dan zat campuran heterogen.

    Berikan alasan mengapa materi tersebut termasuk zat tunggal, zat campuran homogen, atau zat campuran heterogen.

    Setiap kelompok minimal membuat lima contoh materi. Buatlah laporan hasil diskusi kelompokmu. Kumpulkan hasilnya kepada Bapak/Ibu Guru untuk dinilai.

    *) Disclaimer: Artikel ini hanya ditujukan kepada orang tua untuk memandu proses belajar anak.

  • Chord Kunci Gitar Hari Ini Engkau Disana – Nabila Maharani

    Chord Kunci Gitar Hari Ini Engkau Disana – Nabila Maharani

    Chord kunci gitar Hari Ini Engkau Disana – Nabila Maharani.

    Berikut chord kunci gitar Hari Ini Engkau Disana.

    Tayang: Sabtu, 12 April 2025 11:07 WIB

    tribunnews.com

    ILUSTRASI GITAR – Ilustrasi ini diambil dari situs Freepik pada Jumat (31/1/2025) yang menunjukkan ilustrasi kunci gitar. Simak kunci gitar Chord Kunci Gitar Hari Ini Engkau Disana – Nabila Maharani. (Bank Foto Tribunnews) 

    TRIBUNJATENG.COM – Chord kunci gitar Hari Ini Engkau Disana – Nabila Maharani.

    Berikut chord kunci gitar Hari Ini Engkau Disana.

    Em  Am  D  C B
     

    Em
    hari ini engaku disana  
      Am
    dalam balutan janji setia  
      D
    namun bukan aku yang di sampingmu
             G               B
    bukan ku pula yang kau tuju  
     
     Em
    aku tersenyum meski terluka  
            Am
    menyaksikanmu bahagia dengannya  
      D
    semua kisah yang pernah aku jaga
           G                      B
    kini hanya tinggal kenangan saja  
     
      Am           D
    luka ini dalam ku rasa  
      G       D         Em
    saat kau ucap janji setia  
       Am              B
    meski cinta masih ada
               Em E
    ku harus rela  
     
      Am                 D
    bukan salahmu atau salahku  
       G           D          Em
    takdirlah yang tak merestui kita  
      Am                   B
    menuntun kita ke jalan yang
             Em
    berbeda arah  
     

               Am
     di setiap langkah  
          D              G
     yang ku lalui ada bayangmu  
          C                   Am
     yang tak mungkin aku miliki  
              B                 Em E
     selalu kucoba kuatkan hati ini  
     
               Am
     kau telah pergi  
       D                 G
     jauh dariku memilih yang lain  
         C                  Am
     dan ku sadari hingga akhirnya  
       B                        Em
     kita tak di takdirkan bersama  
     

    Am D G C
    Am B Em E
    Am D G C
    Am B Em
     

     Em
    aku tersenyum meski terluka  
            Am
    menyaksikanmu bahagia dengannya  
      D
    semua kisah yang pernah aku jaga
           G                      B
    kini hanya tinggal kenangan saja   hoo  
     
      Am           D
    luka ini dalam ku rasa  
      G       D         Em
    saat kau ucap janji setia  
       Am              B
    meski cinta masih ada
               Em E
    ku harus rela  
     
      Am                 D
    bukan salahmu atau salahku  
       G           D          Em
    takdirlah yang tak merestui kita  
      Am                   B
    menuntun kita ke jalan yang
             Em
    berbeda arah  
     

               Am
     di setiap langkah  
          D              G
     yang ku lalui ada bayangmu  
          C                   Am
     yang tak mungkin aku miliki  
              B                 Em E
     selalu kucoba kuatkan hati ini  
     
               Am
     kau telah pergi  
       D                 G
     jauh dariku memilih yang lain  
         C                  Am
     dan ku sadari hingga akhirnya  
       B                        Em   E
     kita tak di takdirkan bersama   hoo  
     
               Am
     di setiap langkah  
          D              G
     yang ku lalui ada bayangmu  
          C                   Am
     yang tak mungkin aku miliki  
              B    
     selalu kucoba 
                  Em    E
     kuatkan hati ini   hoo  
     
               Am
     kau telah pergi  
       D                 G
     jauh dariku memilih yang lain  
         C                  Am
     dan ku sadari hingga akhirnya  
       B                        Em
     kita tak di takdirkan bersama

    “);
    $(“#latestul”).append(“”);
    $(“.loading”).show();
    var newlast = getLast;
    $.getJSON(“https://jateng.tribunnews.com/ajax/latest?callback=?”, {start: newlast,section:’75’,img:’thumb2′}, function(data) {
    $.each(data.posts, function(key, val) {
    newlast = newlast + 1;
    newlast = newlast+1;
    if(val.video) {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = ” “;
    }
    else
    {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = “”;
    }
    if(val.thumb) {
    var img = “”+vthumb+””;
    var milatest = “mr140”;
    }
    else {
    var img = “”;
    var milatest = “”;
    }
    if(val.subtitle) subtitle = “”+val.subtitle+””;
    else subtitle=””;
    if(val.thumb) img = “”+vthumb+””;
    else img = ”;
    if(val.c_title) cat = “”+val.c_title+””;
    else cat=””;
    $(“#latestul”).append(“”+img+””);
    });
    $(“.loading”).remove();
    });
    }
    else if (getLast > 150) {
    if ($(“#ltldmr”).length == 0){
    $(“#latestul”).append(‘Tampilkan lainnya’);
    }
    }
    }
    });
    });

    function loadmore(){
    if ($(“#ltldmr”).length > 0) $(“#ltldmr”).remove();
    var getLast = parseInt($(“#latestul > li:last-child”).attr(“data-sort”));
    $(“#latestul”).append(“”);
    $(“.loading”).show();
    var newlast = getLast ;
    $.getJSON(“https://jateng.tribunnews.com/ajax/latest?callback=?”, {start: newlast,section:’75’,img:’thumb2′,total:’40’}, function(data) {
    $.each(data.posts, function(key, val) {
    newlast = newlast+1;
    if(val.video) {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = ” “;
    }
    else
    {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = “”;
    }
    if(val.thumb) {
    var img = “”+vthumb+””;
    var milatest = “mr140”;
    }
    else {
    var img = “”;
    var milatest = “”;
    }
    if(val.subtitle) subtitle = “”+val.subtitle+””;
    else subtitle=””;

    $(“#latestul”).append(“”+img+””);
    });
    $(“.loading”).remove();
    });
    }

    Berita Terkini

  • Meski Tak Banyak, Perhelatan BRI Liga 1 Bantu Pendapatan Pedagang Kecil di Stadion Jatidiri Semarang

    Meski Tak Banyak, Perhelatan BRI Liga 1 Bantu Pendapatan Pedagang Kecil di Stadion Jatidiri Semarang

    TRIBUNJATENG.COM – Kompetisi sepak bola BRI Liga 1 musim 2024-2025 masih bergulir hingga bulan ini.

    Tak hanya ditunggu oleh para fans tim sepak bola yang terlibat, laga pertandingan BRI Liga 1 ini ternyata juga membantu para pedagang kecil.

    Salah satunya bagi Atun, pedagang minuman dan makanan di depan Stadion Jatidiri Semarang.

    BRI LIGA 1 – Suasana pengecekan tiket di gerbang masuk Stadion Jatidiri Semarang

    Dirinya berjualan di depan pintu masuk Stadion Jatidiri saat ada event saja, termasuk event pertandingan PSIS vs Persik Kediri pada Jumat (11/4/2025).

    “Setiap tahun jualannya di sini terus. Event bola, event olahraga lain,” ucap Atun.

    Menurutnya, dengan ada event BRI Liga 1 ini cukup membantu rakyat kecil, termasuk warga sekitar.

    Sayangnya, penonton yang berkurang membuat pendapatannya ikut berkurang.

    “Iya sebetulnya bagus sih untuk membantu rakyat kecil. Tapi akhir-akhir ini aja agak sepi. Kalau dulu jualan PSIS memang bagus, tapi sekarang ini kan karena ada sebagian (penonton) boleh, sebagian nggak boleh, jadi agak sepi,”” ucap Atun.

    BRI LIGA 1 – Atun pedagang di depan Stadion Jatidiri Semarang

    Meskipun tak seramai dulu, namun laga PSIS vs Persik Kediri ini cukup membantu pendapatannya.

    Saat ramai, Atun bisa mendapatkan untung bersih sampai Rp 500 ribu.

    Selain Atun, pedagang lain yang ikut berjualan di depan Stadion Jatidari saat laga PSIS Vs Persik adalah Sabar, penjual somay.

    Biasanya Sabar berjualan mangkal di beberapa titik dan berkeliling.

    Namun, sore itu dirinya sengaja datang ke Stadion Jatidiri karena sedang ada pertandingan BRI Liga 1 antara PSIS Vs Persik Kediri.

    “Pasti berjualan di sini, liga-liga, event renang dan sepatu roda,” ucapnya.

    Meskipun penghasilannya tak tentu, dirinya tetap mencoba berjualan di depan Jatidri.

    BRI LIGA 1 – Para pedagang di depan Stadion Jatidiri Semarang saat pertandingan BRI LIGA 1, PSIS Semarang Vs Persik Kediri pada Jumat (11/4/2024)

    Para supoter PSIS terlihat mengantri membeli siomay milik Sabar.

    Sebelumnya, Bank Rakyat Indonesia (BRI) kembali menjadi sponsor utama kompetisi sepakbola teratas di Indonesia, BRI Liga 1 musim 2024 – 2025.

    Wakil Direktur Utama BRI Catur mengatakan jika BRI sudah menjadi sponsor Liga 1 selama  empat musim berturut-turut.

    Hal ini tak lepas dari komitmen perseroan untuk terus meng-create economic value dan men-deliver social value di tengah masyarakat.

    “Oleh karena itu, kami menilai kompetisi BRI Liga 1 menjadi sarana yang efektif dan efisien untuk meningkatkan eksposure layanan dan produk BRI, terutama super apps digital banking yang menjadi andalan BRI yakni BRImo,” ujar Catur dikutip dari BRI.co.id.

    Selain itu, faktor ekonomi yang diciptakan dari bergulirnya BRI Liga 1 ini juga membuat BRI mendukung BRI Liga 1 2024 – 2025.

    Perhelatan BRI Liga 1 juga mampu membantu menaikkan perekonomian pedagang sekitar.

    “Berdasarkan hasil riset tersebut, kompetisi BRI Liga 1 musim 2024-2025 kami proyeksikan juga akan memberikan dampak positif secara ekonomi bagi stakeholder utamanya untuk menghidupkan mata rantai ekonomi kerakyatan dan meningkatkan pendapatan pelaku UMKM,”

    “BRI tentu berharap berjalannya kompetisi BRI Liga 1 ini dapat memberi dampak positif terhadap iklim kompetisi sepak bola nasional, sehingga liga ini dapat mencetak talenta-talenta muda berbakat yang akan mendorong prestasi sepak bola Indonesia di panggung global,” imbuh Catur.

  • Tunggakan Pajak Kendaraan di Blora Capai Rp 40 Miliar, Bupati Arief Rohman Instruksikan  Jemput Bola

    Tunggakan Pajak Kendaraan di Blora Capai Rp 40 Miliar, Bupati Arief Rohman Instruksikan Jemput Bola

    TRIBUNJATENG.COM, BLORA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora  mendukung pelaksanaan program pemutihan pajak kendaraan bermotor dari Gubernur Jawa Tengah, yang digelar 8 April 2025 sampai 30 Juni 2025.

    Menurut Bupati Blora Arief Rohman, program tersebut bermanfaat bagi masyarakat.

    “Saya dengan Pak Kapolres dan Forkopimda sudah sepakat, kita akan mendukung program Pak Gubernur yang sangat luar biasa ini,” jelasnya, saat meninjau pelaksanaan program Pemutihan Pajak Kendaraan Bermotor 2025 di UPPD Samsat Blora, Jumat (11/4/2025).

    Lebih lanjut, pihaknya dan Forkopimda akan bekerja sama, untuk mengajak masyarakat agar memanfaatkan adanya program Pemutihan ini, di antaranya melalui door to door maupun jemput bola dengan Samsat keliling.

    “Jadi tunggakan Blora  itu hampir sekitar Rp 40 Miliar, kita akan by name by adress,  kita libatkan Forkopimcam, saya minta Pak Camat dengan Kapolsek Danramil, Pak Kades/Kalur dengan Babinsa, Bhabinkamtibmas, RT/RW untuk door to door, kita punya datanya mana saja yang nunggak akan kita ingatkan, ada kesempatan dua bulan ini untuk pemutihan,” jelasnya.

    Arief menyampaikan, kalau hal itu bisa dilakukan maksimal, tentu akan membantu untuk pendapatan daerah dan bisa membantu dan meringatkan beban masyarakat juga.

    “Kita nanti dengan Forkopimda juga untuk Samsat keliling juga di kecamatan-kecamatan, di tempat keramaian, di pasar dan sebagainya biar nanti jemput bola,” terangnya.(Iqs)

  • Cerita Fabel Bahasa Indonesia Kaya Pesan Moral untuk Anak Sebelum Tidur, Dongeng Rusa yang Sombong

    Cerita Fabel Bahasa Indonesia Kaya Pesan Moral untuk Anak Sebelum Tidur, Dongeng Rusa yang Sombong

    TRIBUNJATENG.COM – Inilah dongeng fabel tentang Rusa yang sombong dan Kulomang, cocok dibacakan untuk anak sebelum tidur.

    Di sebuah hutan di Kepulauan Aru, hiduplah sekelompok hewan.

    Mereka hidup berdampingan dengan rukun dan damai.

    Namun, akhir-akhir ini sesuatu mengusik mereka, yaitu kesombongan sekelompok rusa yang merasa diri sebagai hewan paling hebat.

    Karena mereka mampu berlari cepat.

    Pada saat itu memang tidak ada hewan lain yang mampu menandingi kecepatan mereka.

    Semakin hari, kesombongan mereka semakin menjadi-jadi.

    Mereka terus saja mengajak hewan lain berlomba lari dan mengejek mereka.

    Lama-kelamaan, mereka juga menjadi tamak.

    Rusa tak hanya menantang hewan lain untuk berlomba lari, mereka juga menyita tempat tinggal hewan yang kalah dalam perlombaan itu.

    Akhirnya, hewan-hewan lain tak memiliki tempat tinggal.

    Sebaliknya, rusa-rusa itu menjadi penguasa hutan tersebut.

    Sementara itu, tak jauh dari hutan, yaitu di tepi Pulau Aru, hiduplah sekelompok siput laut.

    Tempat tinggal mereka indah dan udaranya masih segar.

    Meskipun siput laut yang tinggal di sana cukup banyak, mereka saling setia kawan.

    Kelompok rusa yang mengetahui wilayah itu, ingin menguasainya.

    Seperti biasa, pemimpin rusa berniat mengajak siput laut untuk berlomba lari melawannya.

    Dalam hati ia tertawa, “Bukankah siput jalannya sangat lambat? Aku akan mengalahkan mereka dengan mudah,” pikirnya.

    Lalu ia menemui pemimpin siput Laut yang bernama Kulomang.

    Di luar dugaan, Kulomang menerima tantangannya.

    “Baiklah jika itu maumu. Jika kau menang, ambillah wilayah kami ini,” jawab Kulomang mantap.

    Sebenarnya rusa terkejut mendengar jawaban Kulomang, tapi ia tertawa dalam hati.

    “Hihihi… benar-benar tak tahu diri. Berani sekali ia mempertaruhkan wilayahnya.

    Kita lihat saja besok.” Rusa tak tahu, meskipun siput Laut berjalan sangat lambat, mereka memiliki akal yang cerdik.

    Keesokan harinya, pemimpin rusa telah siap di tempat pertandingan.

    Rusa-rusa yang lain ikut untuk memberi semangat. Kulomang datang sendiri, tak ada teman yang menemaninya.

    “Hei, mana teman-temanmu?” tanya rusa heran.

    “Itu tak penting, yang penting adalah kalahkan aku dan wilayah ini akan jadi milikmu,” jawab Kulomang santai.

    Diam-diam, Kulomang telah mengatur strategi bersama teman-temannya.

    Ia sebenarnya membawa sepuluh temannya, namun mereka bersembunyi untuk mendengarkan aturan pertandingan.

    Setelah mendengar semuanya, kesepuluh siput laut itu menempatkan diri masing-masing di tempat perhentian yang telah ditentukan.

    “Siap? Satu dua tigaaaa. lari!” teriak salah satu rusa memberi aba-aba.

    Rusa lari dengan santai. Ia pikir, untuk apa cepat-cepat? Toh siput laut berlari sangat lambat. Kulomang berlari dengan tenang.

    Rusa mengejeknya “Menyerah sajalah, daripada kau buang-buang tenaga. Kau tak mungkin menang.”

    Kulomang hanya tersenyum. Kemudian rusa berlari kencang meninggalkannya.

    Tak terasa, rusa telah tiba di perhentian pertama.

    Ia menoleh ke belakang dan tersenyum, “Pasti siput itu masih jauh di belakang,”

    “Siapa bilang aku masih di belakang?” tiba- tiba terdengar jawaban Kulomang.

    Sebenarnya itu bukan Kulomang, melainkan temannya yang menunggu di pemberhentian pertama.

    Rusa terkejut setengah mati, ia heran bagaimana Kulomang bisa mendahuluinya?

    Tak mau kalah, ia berlari melesat menuju pemberhentian kedua.

    “Hehe… kali ini pasti ia kalah,” ejek rusa sambil menengok ke belakang lagi.

    Tapi apa yang terjadi? Tiba-tiba Kulomang sudah berjalan di depannya dan menuju ke pemberhentian ketiga.

    “Aku ada di depanmu rusa,” teriak Kulomang. Rusa terkejut. Ia berlari lagi secepat mungkin, ia tak mau kalah dari Kulomang.

    Namun setiap kali ia tiba di perhentian, selalu saja Kulomang sudah ada di depannya.

    Rusa kelelahan, namun ia terus berlari kencang.

    Akhirnya ia tiba di perhentian terakhir. Matanya terbelalak ketika ia melihat Kulomang telah menantinya si situ.

    Karena kelelahan, rusa pun jatuh tersungkur.

    Ia malu, apalagi ternyata hewan-hewan yang lain juga menyaksikan pertandingan itu.

    Mereka tertawa mengejek rusa, “Hei rusa yang sombong, sekarang kau sadar kan, kau bukanlah hewan tercepat.

    Siput yang lambat ini justru lebih cepat darimu.”

    Rusa sangat malu, rupanya ia bukanlah hewan terhebat.

    Demikian juga dengan teman-temannya, mereka tak lagi sombong.

    Mereka bahkan mengembalikan wilayah-wilayah yang direbut dari hewan-hewan yang lain. S

    ejak saat itu, keadaan di hutan kembali damai seperti dulu.

    Tentunya tak seekor hewan pun yang membocorkan rahasia Kulomang pada rusa-rusa itu. (*)