Category: Tribunnews.com Ekonomi

  • Kendala Biaya, Jenazah Ihwan Sahab Tak Bisa Dipulangkan Dari Kamboja

    Kendala Biaya, Jenazah Ihwan Sahab Tak Bisa Dipulangkan Dari Kamboja

    Laporan Wartawan TribunJakarta.com Yusuf Bachtiar 

    TRIBUNJAKARTA.COM, BABELAN – Pemuda asal Bekasi bernama Ihwan Sahab tewas penuh luka di Kamboja, keluarga tak bisa memulangkan jenazah karena terkendala biaya. 

    Hal ini dikatakan adiknya Subyantoro (23) saat dijumpai di kediamannya Perumahan Villa Gading Harapan, Kelurahan Kebalen, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi. 

    “Iya udah sepakat untuk dimakamkan di sana karena masalah biaya itu besar, terus prosesnya itu banyak,” kata Subyantoro, Kamis (17/4/2025). 

    Keluarga selama ini berkomunikasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Phnom Penh, Kamboja untuk mengetahui kondisi Ihwan.

    Pihak KBRI kata Subyantoro, menawarkan opsi jenazah Ihwan di pulangkan ke tanah air tetapi biayanya ditaksir mencapai ratusan juta. 

    Tak hanya itu, proses pemulangan jenazah juga dikabarkan membutuhkan waktu mencapai dua pekan sehingga keluarga sepakat agar Ihwan dikubur di Kamboja.

    “(Ada surat pernyataan) untuk dimakamkan di Kamboja secara islam sama surat keterangan tidak mampu untuk memohon bantuan ke KBRI memakamkan jenazah,” jelas dia. 

    Ihwan dikabarkan meninggal dunia pada Senin 14 April 2025, kepastian itu diterima keluarga melalui KBRI yang mengirim pesan berupa foto jenazah dan dokumen identitas pria berusia 28 tahun tersebut.

    Sebelum dikabarkan meninggal dunia, keluarga sempat berkomunikasi dengan pihak rumah sakit yang merawat Ihwan di Kamboja. 

    Ihwan masuk rumah sakit setelah ditemukan di jalan dengan kondisi luka, dia sempat koma lalu sadar usai mendapat perawatan medis.

    Akses TribunJakarta.com di Google News atau WhatsApp Channel. Pastikan Tribunners sudah install aplikasi WhatsApp ya

  • Detik Detik Penculik Ditembak Polisi, Sempat Sembunyi di Plafon

    Detik Detik Penculik Ditembak Polisi, Sempat Sembunyi di Plafon

    TRIBUNJATENG.COM – Detik-detik polisi menembak pelaku penculikan akhirnya diungkap aparat.

    Seorang pelaku penculikan M. Adi Mahyanto (47) ditembak si rumah kontrakannya di Cijantung, Jakarta Timur.

    Penembakan itu terjadi saat Tim Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya berhasil menangkap M. Adi Mahyanto (47), pelaku penculikan seorang anak berinisial ETZ (13). 

    Penangkapan yang berlangsung pada Selasa (15/4/2025) ini menjadi sorotan setelah pelaku bersembunyi di atas plafon rumah dan mencoba melarikan diri, yang membuat petugas terpaksa mengambil tindakan tegas. 

    Proses penangkapan dimulai dengan upaya pertama polisi yang mengetuk pintu rumah berwarna abu-abu di Jalan Kampung Asam, Cijantung.

    Namun, saat petugas tidak mendapat respons, mereka mencoba mengintip melalui ventilasi dan jendela.

    “Buka, Pak. Buka. Enggak apa-apa, Pak. Buka saja, Pak,” seru salah satu petugas.

    Setelah beberapa kali meminta agar pintu dibuka tanpa hasil, polisi akhirnya mendobrak pintu rumah kontrakan berukuran tiga petak tersebut.

    Pada saat itu, seorang bocah muncul dari ruang tengah dan polisi langsung menanyakan keberadaan pelaku.

    Setelah memeriksa ruang belakang rumah, petugas akhirnya menemukan pelaku bersembunyi di atas plafon.

    Polisi segera memberi perintah tegas. “Turun! Cepat! Sini!,” tegas seorang petugas kepada pelaku yang bertelanjang dada saat itu.

    Kasubdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Ressa Fiardi berujar, pelaku melakukan perlawanan saat hendak ditangkap.

     Akibat perlawanan tersebut, polisi terpaksa mengambil tindakan tegas terukur, yaitu menembak kaki pelaku agar tidak melarikan diri lebih jauh.

    “Pada saat giat penangkapan, pelaku melakukan perlawanan dan melarikan diri, sehingga tim mengambil tindakan tegas terukur, yaitu menembak kaki pelaku,” ujar AKBP Ressa dalam keterangan resmi.

    Duduk perkara Kasus ini bermula pada Kamis (10/4/2025) ketika ETZ, anak berusia 13 tahun, dilaporkan hilang setelah dibawa pelaku yang merupakan tetangga kontrakannya di Trikora, Pasar Rebo.

    Pelaku yang baru mengontrak rumah di samping kontrakan korban sekitar satu minggu sebelumnya, diduga mendekati korban dengan menawarkan makanan dan menjanjikan akan membelikan baju baru.

    Menurut keterangan yang dibagikan oleh akun @wtnbnuna di media sosial, pelaku pertama kali mendekati korban dengan memberi makanan dan mengiming-imingi hadiah.

    Pada pagi hari tersebut, korban meninggalkan rumah dan tidak pernah kembali. Orang tua korban mulai mencurigai kepergian anak mereka dan langsung mencari ke rumah kontrakan pelaku.

    “Modus pelaku adalah mengiming-imingi korban beli baju di Pasar Rebo, karena beberapa kali memang pelaku sering membelikan korban makanan,” tulis akun @wtnbnuna.

    Kasus penculikan ini viral di media sosial setelah informasi mengenai hilangnya korban tersebar, memicu keresahan masyarakat sekitar.

  • Geger CCTV di Kamar Mandi Siswi SMA, Sekolah Periksa HP Siswa

    Geger CCTV di Kamar Mandi Siswi SMA, Sekolah Periksa HP Siswa

    TRIBUNJATENG.COM, MAGETAN – Terkuak lampu redup di kamar mandi wanita yang ditemukan siswi di lingkungan sekolah SMA ternyata kamera CCTV.

    Dari pengakuan ketiga siswi tersebut, mereka curiga karena lampunya redup. 

    Ketika diperhatikan, mereka melihat bahwa lampu tersebut seperti ada kamera di bagian tengahnya. 

    Plt Kepala Cabang Dinas Pendidikan Ponorogo, Jawa Timur, Adi Prayitno, turun langsung mengecek toilet siswi di salah SMA di Magetan yang di dalamnya terpasang CCTV berbentuk bola lampu.

    Adi, yang juga merupakan Kacabdindik Kediri, langsung menemui tiga siswi yang menemukan CCTV berbentuk bola lampu di kamar kecil.

    “Curiga dengan lampu yang redup, kok kayak CCTV. Kita kemudian flash, semakin kelihatan kalau itu kamera,” ujar siswi itu di hadapan Plt Kacabdindik Ponorogo saat sidak, Rabu (17/4/2025). 

    Ketiga siswa kemudian mengaku mengambil CCTV berbentuk bola lampu tersebut bersama sepuluh siswi perempuan yang ada di kelas mereka.

    “Kami ambil, baru kami lapor ke bagian sarpras. Kami serahkan ke Pak Ali di ruang kelas,” imbuh mereka.

    Dari keterangan Ali, sebagai guru sarpras, CCTV berbentuk lampu dipasang oleh tukang kebersihan yang sudah bekerja di sekolah selama 20 tahun.

    Dari pengakuannya, CCTV berbentuk lampu tersebut kemudian dia pasang di kamar kecil siswi perempuan karena ada keluhan dari siswi lampunya mati. 

    “Tukang kebersihan nemunya di samping tempat sampah, lampu itu kotor, sempat dibersihkan saat dicoba hidup. Ketika ada siswi yang mengeluhkan lampu kamar kecil mati, tidak koordinasi dengan kami, kemudian dipasang lampu yang ternyata itu CCTV,” katanya.

    Sementara itu, Kepala Sekolah Idha Rachmawati mengatakan bahwa dari hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh guru, kondisi CCTV berbentuk bola lampu tersebut sudah rusak dan tidak ada microchipnya.

    Mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, pihak sekolah kemudian melakukan pemeriksaan terhadap HP siswa. 

    “Dari pemeriksaan HP siswa, kita cocokkan aplikasi yang ada di HP dengan CCTV tersebut, ternyata tidak ditemukan,” katanya.

    Untuk memastikan apakah CCTV berbentuk bola lampu tersebut masih berfungsi saat dipasang di kamar kecil siswi, pihak sekolah menyerahkan ke Kepolisian Resor Magetan untuk diteliti. 

    “Sudah diamankan Polres, harapan kami mudah-mudahan bisa dipastikan CCTV itu tidak ada apa-apanya, karena dari pemeriksaan terhadap HP siswa yang kita cocokkan aplikasinya dengan CCTV tidak ada yang kita temukan,” ucapnya. 

    Sementara itu, Plt Cabang Dinas Pendidikan Ponorogo, Adi Prayitno, mengatakan CCTV berbentuk bola lampu tersebut dipastikan dipasang oleh tenaga kebersihan yang tidak tahu jika bola lampu yang ditemukan di tempat sampah tersebut adalah CCTV. 

    “Sekolah sudah berkoordinasi dengan pihak yang berwenang yang memang tahu teknologi terkait hal itu. Dari keyakinan guru di sini, CCTV tersebut tidak berfungsi, tetapi mari kita tunggu hasilnya,” ujarnya. (*)

     

  • Link Live Streaming Manchester United vs Lyon, Pembuktian Andre Onana

    Link Live Streaming Manchester United vs Lyon, Pembuktian Andre Onana

    TRIBUNJATENG.COM – Berikut ini link live streaming Manchester United (MU vs Lyon di Liga Eropa malam ini.

    Duel Manchester United vs Lyon dalam leg kedua perempat final Liga Europa 2024/2025, Jumat (18/4/2025) pukul 02.00 WIB.

    Pertandingan ini dapat disaksikan melalui link live steaming yang ada di akhir artikel. 

    Laga ini menjadi penentu siapa yang berhak melangkah ke semifinal usai pada leg pertama, kedua tim bermain imbang 2-2. 

    Pemenang dari laga ini akan menghadapi Rangers atau Athletic Bilbao di babak berikutnya.

    Bagi Setan Merah, kompetisi ini menjadi harapan terakhir untuk meraih tiket Liga Champions musim depan. Sementara Lyon berambisi mencetak sejarah dengan meraih trofi Eropa pertama mereka.

    Manchester United memasuki laga ini dengan kepercayaan diri yang goyah setelah dibantai Newcastle 1-4 di Premier League.

    Kekalahan tersebut semakin mempertegas masalah defensif yang membelit tim Ruben Amorim sepanjang musim.

    Blunder Andre Onana di menit akhir pada leg pertama menjadi sorotan. Meski sempat diistirahatkan melawan Newcastle akhir pekan lalu, kiper asal Kamerun itu diprediksi akan kembali menjadi pilihan utama.

    Di sisi lain, Lyon datang dengan momentum positif setelah meraih tujuh kemenangan dalam sembilan laga terakhir di semua kompetisi, termasuk kemenangan 3-1 atas Auxerre akhir pekan lalu.

    Tim asuhan Pierre Sage juga menunjukkan produktivitas mengesankan dengan mencetak 24 gol dalam periode tersebut.Masalah Skuad

    MU harus menghadapi laga ini tanpa sejumlah pemain kunci seperti Joshua Zirkzee (cedera hamstring), Lisandro Martinez, Jonny Evans, dan Matthijs de Ligt.

    Situasi ini membuat Rasmus Højlund menjadi satu-satunya striker murni yang tersedia, dengan dukungan Bruno Fernandes dan Alejandro Garnacho dari lini kedua.

    Lyon juga kehilangan winger penting Ernest Nuamah karena cedera ACL, tetapi mereka masih bisa mengandalkan Rayan Cherki yang tampil gemilang di Liga Europa musim ini.

    Dengan atmosfer Old Trafford yang mendukung dan motivasi menyelamatkan musim, MU diprediksi akan tampil lebih agresif. Namun, stabilitas permainan Lyon dalam beberapa pekan terakhir bisa menjadi ancaman serius.

    Laga ini diperkirakan akan berjalan ketat dan mungkin membutuhkan tambahan waktu untuk menentukan pemenangnya.

    Kreativitas Cherki dan pengalaman Alexandre Lacazette bisa menjadi pembeda bagi Lyon, sementara MU akan mengandalkan semangat kompetitif mereka di panggung Eropa.

    Catatan jelang laga:

    MU tak terkalahkan dalam lima pertemuan terakhir melawan Lyon (2 menang, 3 imbang).

    Lyon tak terkalahkan dalam 12 laga tandang terakhir di Liga Europa sejak 2017.

    MU belum kalah di Liga Europa musim ini (6 menang, 5 imbang).

    Lyon hanya kalah sekali dalam sembilan laga tandang terakhir melawan tim Inggris.

    Link Live Streaming Manchester United vs Lyon: Link

  • DPRD Sebut Gubernur Terbitkan Pergub Baru, Syarat Usia Daftar PPSU Jakarta Bisa Sampai 58 Tahun

    DPRD Sebut Gubernur Terbitkan Pergub Baru, Syarat Usia Daftar PPSU Jakarta Bisa Sampai 58 Tahun

    TRIBUNJAKARTA.COM – Sejumlah Anggota DPRD dari PDIP mengungkapkan, Gubernur Jakarta, Pramono Anung telah menandatangani Peraturan Gubernur (Pergub) baru yang memuat soal syarat menjadi petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU).

    Kabar ini menambah informasi soal lowongan menjadi petugas PPSU yang dinanti para pencari kerja.

    Dalam keterangaan resminya pada Senin (14/4/2025) Anggota DPRD Jakarta, Hardiyanto Kenneth membeberkan, ada tiga poin yang menjadi sorotannya soal syarat mendaftar petugas PPSU.

    Kenneth menyebut, pada Pergub baru tersebut, syarat menjadi petugas PPSU minimal ijazah SD, usia bisa sampai 55-58 tahun, dan kontraknya minimal 3 tahun.

    Ia menambahkan, menurutnya lowongan petugas PPSU harus memprioritaskan warga Jakarta.

    “Kesempatan bekerja ini harus diprioritaskan bagi warga Jakarta yang memiliki KTP Jakarta,” ujar Kenneth.

    Berdasarkan temuan Kenneth di lapangan, proses penerimaan Petugas PPSU di kelurahan pada tahun-tahun sebelumnya banyak menerima yang ber-KTP daerah.

    “Sehingga bisa mengurangi peluang bagi Warga Jakarta untuk bisa bekerja menjadi Petugas PPSU,” tutur Politikus PDIP itu.

    Senada dengan Kenneth, Anggota DPRD Jakarta yang juga dari Fraksi PDIP, Brando Susanto, juga mendukung terobosan rekrutmen PPSU ala Gubernur Pramono.

    Menurutnya, tiga syarat yang memudahkan pencari kerja di Jakarta itu mendukung upaya Pramono yang ingin menata kebersihan Jakarta lebih baik.

    “Inisiatif Gubernur Pramono Anung dan Wagub Rano Karno dalam menata Jakarta lewat pasukan warna-warni yang ditambah jumlahnya dan ditingkatkan kinerjanya patut mendapatkan apresiasi sebagai langkah positif Jakarta menuju kota global,” ujar Brando, dalam keterangan resmi di laman DPRD Jakarta, Kamis (17/4/2025).

    Brando berkomitmen mendukung Pergub tersebut dan mengusulkan agar dipertajam lagi untuk memberantas Pungli (pungutan liar) dalam proses rekrutmen.

    “Kalau bisa dipertajam dalam proses rekrutmennya. Karena masih ada selentingan-selentingan di masyarakat, mau masuk PPSU harus bayar Rp 20-25 juta per orang,” tutur dia.

    “Alhasil yang bayar tidak akan kerja maksimal karena menganggap sudah setor pada atasan,” tambah Brando.

    Kasus seperti itu, sambung Brando, harus diberantas. Inspektorat atau siapapun harus pasang telinga dan cari oknum-oknum seperti itu.

    “Kalau ketemu yang kedapatan Pungli dalam proses rekrutmen PPSU, harus diberikan sanksi tegas dan pegawainya tersebut langsung saja diberhentikan,” ucap dia.

    Selain itu, Brando juga menyampaikan keinginan masyarakat Jakarta untuk menikmati lingkungan bersih dan sehat.

    “Jakarta hari ini mobilitas dan aktivitasnya sudah 24 jam, maka wajib pelayanan kebersihan dan kesehatan lingkungan mensupport 24 jam perilaku masyarakat di Kota Global Jakarta,” imbuh dia.

    Brando menyebut, mengurus Jakarta adalah 24 jam sesuai janji dan komitmen Pemprov DKI terhadap rakyat Jakarta, maka saat ini pemerintah menunaikan janji tersebut.

    “Kita sudah janji sama rakyat, ngurusin masyarakat 24 jam, sekarang ditagih komitmennya. Para calon Pekerja pasukan warna-warni silakan melamar dengan niat kerja karena kesempatannya sudah terbuka lebar. Semoga ini bermanfaat dan berdampak nyata bagi kemajuan Jakarta dan masyarakatnya,” tambah Brando.

    Pantauan TribunJakarta di laman Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum (JDIH) Provinsi DKI Jakarta, Pergub yang dimaksud Kenneth dan Brando belum diunggah.

    Akses TribunJakarta.com di Google News atau WhatsApp Channel TribunJakarta.com. Pastikan Tribunners sudah install aplikasi WhatsApp ya

  • Perajin Tahu Wonosobo Waspada Dampak Kedelai Impor, Pertimbangkan Naik Harga Hingga Kecilkan Ukuran

    Perajin Tahu Wonosobo Waspada Dampak Kedelai Impor, Pertimbangkan Naik Harga Hingga Kecilkan Ukuran

    TRIBUNJATENG.COM, WONOSOBO – Perajin tahu di Wonosobo bersiap menaikan harga jual hingga kecilkan ukuran jika harga kedelai impor terus melambung tinggi.

     

    Salah satu perajin tahu di wilayah Kelibeber, Wonosobo, Junaidi mengaku cukup khawatir kebijakan tarif impor Amerika Serikat baru-baru ini yang kabarnya dapat mempengaruhi harga kedelai.

     

    Pasalnya produksi tahu di tempatnya sepenuhnya mengandalkan kedelai impor. Namun ia mengaku hingga saat ini produksi tahu di tempatnya masih seperti biasa belum ada dampak yang dirasakan pasca berita kebijakan baru ini.

     

    “Kalau sekarang belum begitu pengaruh, tapi entah nanti apakah ada kenaikan atau tidak, tapi semoga tidak ada,” ucapnya saat ditemui tribunjateng.com, Kamis (17/4/2025).

     

    Ia mengatakan harga kedelai belum begitu ada kenaikan yang signifikan setelah lebaran, saat ini ia dapat di harga Rp 10.000 per kilogram. Begitu juga dengan stoknya masih memenuhi jumlah produksi di tempatnya.

     

    “Harga tahu dari sini harga grosir. Satu kotak itu Rp 25.000 yang kuning, kalau yang putih Rp 45.000. Untuk produksi tahu di tempat saya bisa 2 kuintal setiap harinya,” bebernya.

     

    Junaidi mengaku terpaksa menaikan harga tahu kepada pelanggan jika sewaktu-waktu harga kedelai naik dan tidak bisa menutup biaya produksi.

    PERAJIN TAHU – Junaidi, perajin tahu di wilayah Kalibeber, Wonosobo sedang memasak tahu untuk dijual ke pelanggan, Kamis (17/4/2025). Ia bersiap naikan harga jual tahu atau kecilkan ukuran jika harga kedelai impor terus melambung tinggi. (Tribunjateng.com/Imah Masitoh )

    “Kalau nanti berdampak ya terpaksa saya hubungi pelanggan ada kenaikan harga. Tapi kalau ada kenaikan dan saya belum bisa menaikkan harga sama penjual, ya saya hanya bisa mengurangi ukuran tahu saja,” terangnya.

     

    Ia berharap harga kedelai impor tetap stabil agar produksi tahu di tempatnya yang telah berdiri kurang lebih 27 tahun ini tetap berproduksi.

     

    Meskipun alternatif lain penggunaan kedelai lokal bisa dilakukan namun ia menilai dari segi kualitas dan jumlah masih memenuhi kedelai impor.

     

    “Alhamdulillah masih bisa bertahan sampai sekarang, dulu pas krisis 1998 pernah mau berhenti produksi, termasuk pas covid beberapa tahun lalu. Semoga masa-masa itu tidak terulang kembali,” harapnya. (ima)

  • Jawa Tengah Jadi 4 Provinsi Baru, Gubernur Ahmad Luthfi Bicara Pemekaran

    Jawa Tengah Jadi 4 Provinsi Baru, Gubernur Ahmad Luthfi Bicara Pemekaran

    TRIBUNJATENG.COM – Wacana pemekaran Provinsi Jawa Tengah menjadi empat provinsi baru ditanggapi Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi.

    Diberitakan provinsi Jawa Tengah diwacanakan akan mengalami pemekaran menjadi empat wilayah, yaitu Banyumasan, Muria Raya, Daerah Istimewa Surakarta, dan Provinsi Jawa Tengah. 

    Menanggapi hal itu Ahmad Luthfi menyatakan bahwa ia tidak mempermasalahkan wacana tersebut, asalkan pemekaran itu memberikan dampak positif. 

    “Sepanjang itu menjadi penilaian positif tidak apa, tapi kalau sepanjang itu akan menggerus terkait otonomi daerah kita pertimbangkan,” ungkap Luthfi saat konferensi pers di kantornya pada Kamis (17/4/2025).

    Ia menambahkan bahwa pemekaran Jawa Tengah menjadi empat provinsi masih sebatas wacana dan belum ada rencana konkret untuk diwujudkan dalam waktu dekat.

    “Dan sekarang itu hanya wacana kok, belum sampai ke arah sana,” tegas mantan Kapolda Jawa Tengah tersebut.

    Luthfi juga menegaskan bahwa keputusan mengenai pemekaran provinsi merupakan kewenangan pemerintah pusat.

    “Itu kan semua pusat yang menentukan bukan kita,” jelas dia.

    Sebelumnya, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Jawa Tengah, Sujarwanto Dwiatmoko, juga menyampaikan pandangannya mengenai isu pemekaran tersebut.

    Ia tidak menganggap wacana itu sebagai hal yang serius karena dinilai belum perlu diwujudkan.

    “Sopo sing (siapa yang) mekarin? Itu kan isu, saya gak bisa nanggapi,” tutur Sujarwanto di Gedung A lantai 4 Kantor Gubernur Jawa Tengah, Rabu (16/4/2025).

    Menyusul ramainya diskusi mengenai pemekaran provinsi di kalangan akademisi, seperti Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Universitas Diponegoro (Undip), dan Universitas Negeri Surakarta (UNS), Sujarwanto meminta awak media untuk menanyakan hal tersebut kepada akademisi terkait.

    Ia menegaskan bahwa Pemprov Jawa Tengah belum pernah memikirkan pemekaran provinsi, tetapi tidak melarang isu itu menjadi bahan diskusi akademis.

    “Karena kita tidak sedang berpikir penambahan provinsi, tidak sedang berpikir seperti itu. Jadi khazanah atau diskusi, biar saja lah,” bebernya. (*)

  • Hasil PSS Sleman vs Dewa United di Liga 1, PSIS Semarang Terhindar dari Juru Kunci

    Hasil PSS Sleman vs Dewa United di Liga 1, PSIS Semarang Terhindar dari Juru Kunci

    TRIBUNJATENG.COM – PSS Sleman mengikuti jejak PSIS Semarang yang kalah di pekan ke 29 BRI Liga 1 2025.

    Wakil dari DIY itu takluk dengan skor tipis 1-0 dari Dewa United.

    Bagi Dewa, hasil ini memangkas ketertinggalan dari Persib Bandung di puncak Liga 1 2024-2025 menjadi hanya lima poin usai menang atas PSS Sleman pada Kamis (17/4). 

    Partai pekan ke-29 Liga 1 2024-2025 PSS Sleman vs Dewa United bergulir di Stadion Maguwarhjo, Yogyakarta, dan ditentukan oleh gol tunggal Alexis Messidoro memanfaatkan umpan Egy Maulana Vikri pada menit ke-27.

    Hasil ini membuat Dewa United kembali ke jalur kemenangan usai ditahan imbang Bali United 0-0 dan kalah 0-1 dari Borneo FC pada dua laga sebelumnya.  

    Alexis Messidoro mencetak gol tunggal laga usai dirinya menyambut umpan silang dari Egy Maulana Vikri di sisi kanan.

    Ini adalah gol ketiga gelandang serang asal Argentina tersebut sepanjang musim ini.

    Hasil ini membuat PSS Sleman tetap duduk di dasar klasemen dengan hanya raihan 22 angka dari 29 pertandingan, terpaut empat poin dari Persis Solo di luar zona merah yang belum memainkan laga pekan ke-29 mereka.

    Sementara, Dewa United mengoleksi 53 poin dari 29 laga, terpaut lima dari Persib Bandung yang juga masih bermain satu laga lebih sedikit. (*)

  • Sosok Rini Puji Astuti, ASN Yang Korupsi 13 Tahun Bebas Berkeliaran dan Masih Terima Gaji

    Sosok Rini Puji Astuti, ASN Yang Korupsi 13 Tahun Bebas Berkeliaran dan Masih Terima Gaji

    TRIBUNJATENG.COM, MALANG – Inilah sosok Rini Puji Astuti, aparatur sipil negara (ASN) Kabupaten Malang yang masih terima gaji selama 13 tahun dan tidak ditahan padahal sudah terbukti melakukan korupsi pengadaan barang fiktif.

    Padahal atas perbuatannya tersebut, negara mengalami kerugian mencapai Rp 271 juta.

    Kasus Rini tersebut bisa terjadi karena sistem pada masa itu belum menggunakan digital seperti saat ini.

    Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Malang  akhirnya menahan Rini Puji Astuti, Rabu (16/4/2025) atas kasus korupsi.

    Kasi Intel Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Malang, Deddy Agus Oktavianto mengatakan Rini diduga melakukan korupsi terkait pengadaan komputer pada tahun 2008, atau selama bertugas di Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) atau Sekwan Kabupaten Malang. 

    “Pada saat itu, Rini menjabat sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dalam lelang pengadaan komputer di Sekretariat DPRD Kabupaten Malang. Ia tidak membuat harga perkiraan sendiri (HPS) sesuai yang diamanatkan dan justru mengadakan barang fiktif,” ungkap Deddy melalui sambungan telepon, Kamis (17/4/2025). 

    Tidak diketahui berapa unit komputer yang akan diadakan dalam proyek saat itu.

    Hanya saja, kerugian negara akibat perbuatan Rini mencapai Rp 271 juta.

    “Selain Rini, dua terpidana telah divonis bersalah dan menjalani hukuman sejak tahun 2010,” ucap dia.  

    Deddy menyebut, proses hukum terhadap Rini sebenarnya sudah berjalan sejak tahun 2010.

    Saat itu, ia ditetapkan sebagai tahanan kota.

    Namun, warga Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, itu mengajukan upaya hukum banding hingga kasasi. 

    Pada tahun 2012, Mahkamah Agung (MA) menetapkan Rini bersalah sebagaimana diatur dalam Pasal 2 Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

    “Ia dijatuhi hukuman penjara selama empat tahun serta denda Rp 200 juta,” ujarnya.  Hanya saja, keterbatasan sistem menyebabkan Rini tak kunjung ditahan, dan selama itu ia masih menjabat sebagai aparatur sipil negara (ASN) aktif.

    Sampai pada saat dieksekusi Rabu kemarin, ia berdinas sebagai staf di Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Malang.

    “Putusan MA sudah berkekuatan hukum tetap di tahun 2012. Tapi kami baru saja mendapat putusan secara lengkap,” ujarnya.

    Deddy menyampaikan, pada tahun 2012, sistem di instansi Kejaksaan masih belum berbasis content management system (CMS) atau Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP).

    “Sehingga, penelusuran dokumen harus dilakukan satu per satu secara fisik. Ketika kami mendapat salinan putusan kasasi, kami segera cocokkan,” katanya. 

    Penahanan terhadap terpidana Rini tersebut sesuai dengan putusan kasasi nomor 1876k/pidsus/2012.

    Ia ditahan di Lapas Perempuan Kelas IIA, Kota Malang. (*)

     

  • Viral Uang Rp 50 Ribu Berserakan di Jalan Dikumpulkan Satpol PP, Ini Sosok Pemiliknya

    Viral Uang Rp 50 Ribu Berserakan di Jalan Dikumpulkan Satpol PP, Ini Sosok Pemiliknya

    TRIBUNJATENG.COM – Viral video lembaran uang Rp 50 ribu berhamburan di jalan dan dikumpulkan anggota Satpol PP.

    Diketahui peristiwa itu terjadi di jalan A Yani, dekat Masjid Al Akbar Balangan, Kecamatan Paringin Selatan, Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan, Rabu (16/4/2025).

    Dalam video tampak uang Rp 50 ribu dalam jumlah banyak berseraka di jalan.

    Kini, sosok pemilik uang tersebut telah kembali datang dan mengambil uang yang sempat dikumpulkan Satpol PP.

    Pihak Satpol PP sampai turun tangan membantu untuk mengutip uang yang berhamburan di jalan raya.  

    Anggota Satpol PP itu tengah membantu menyelamatkan pecahan uang Rp 50 ribu yang berserakan di jalan.

    Lembaran uang tersebut terlihat berhamburan keluar dari sebuah amplop cokelat.

    Dari video yang beredar pada sejumlah media sosial dan grup Whatsapp, uang tersebut kemudian ditemukan oleh anggota Satpol PP Kabupaten Balangan dan dikumpulkan untuk kemudian dicari pemiliknya.

    Bersamaan dengan temuan lembaran uang ini, terlihat pula amplop kertas coklat di dekat uang tersebut.

    Tak hanya beberapa anggota Satpol PP Kabupaten Balangan yang membantu mengumpulkan kembali uang yang berserakan, ada pula pengendara melintas yang turut membantu.

    Upaya pencarian terhadap pemilik uang sempat dilakukan.

    Terlebih adanya CCTV di dekat lokasi kejadian.

    Tak berselang lama, pemilik uang tersebut ditemukan dan datang menggunakan sepeda motor trail ke lokasi tepat saat para penemu ingin membantu menghitung nominal uangnya.

    Salah satu penemu, yakni Erni, anggota Satpol PP Kabupaten Balangan menceritakan kalau saat itu ia dan rekan-rekannya sedang melintas di jalan tersebut untuk mencari sarapan. 

    “Saya dan teman saya mau pergi beli makan pagi, terus ada bapak-bapak juga yang ngejar punya uang itu supaya balik lagi ke tempat uang yang jatuh,” cerita Erni.

    Ia dan anggota Satpol PP lainnya yang melihat uang berhamburan lantas membantu mengumpulkan uang tersebut hingga pemiliknya tiba.

    Terungkap sosok pemiliknya pun muncul dan mengakui bahwa uang tersebut terjatuh karena tasnya yang terbuka.

    Cerita Erni pula, dari si pemilik uang mengatakan bahwa uangnya jatuh karena tas yang ia pakai saat membawa uang tersebut terbuka.

    Saat kembali ke lokasi, uang yang berhamburan sudah terkumpul dan pemiliknya langsung kembali membawa uang tersebut. 

    Sementara untuk nominal uangnya belum diketahui pasti, sebab kata Erni saat akan membantu menghitung, pemilik uang pun tiba, dan langsung diserahkan.

     (*)