Category: Tribunnews.com Ekonomi

  • Bukan Maguire, Sosok Ini Punya Nilai Paling Tinggi Saat MU Hancurkan Harapan Lyon di Liga Eropa

    Bukan Maguire, Sosok Ini Punya Nilai Paling Tinggi Saat MU Hancurkan Harapan Lyon di Liga Eropa

    TRIBUNJAKARTA.COM – Manchester United berhasil mengalahkan Lyon di babak perempatfinal Liga Eropa, pada Jumat (18/4/2025) dini hari WIB.

    Kemenangan ini diwarnai dari aksi keren dari pemain Manchester United.

    Pemain Manchester United sukses memberikan harapan palsu berkat dua gol penting di masa tambahan waktu.

    Gol yang dicetak pemain Manchester United itu membuat mereka lolos ke babak semifinal Liga Eropa.

    Setan Merah, julukan Manchester United, lebih dulu mencetak gol melalui Manuel Ugarte (10′) dan Diogo Dalot (45+1′).

    Skuad asuhan Paulo Fonseca mencetak gol penyama lewat Corentin Tolisso (71′), dan Nicolas Tagliafico tujuh menit berselang.

    Laga berlanjut ke babak extra time di mana Lyon membuat publik Old Trafford terdiam.

    Adalah Rayan Cherki yang membalikkan kedudukan menjadi 2-3 melalui golnya di menit 105′. 

    Lyon memperlebar keunggulan gol penalti Alexandre Lacazette (108′), meski sempat dibalas via eksekusi sepakan 12 pass Bruno Fernandes (114′). 

    Manchester United mengunci tiket lolos ke semifinal Liga Eropa berkat gol Kobbie Mainoo (120′) dan Harry Maguire (121′).

    Skor 5-4 bertahan hingga usai, sekaligus mengantarkan Manchester United ke semifinal bermodal agregat 7-6.

    Dalam pertandingan ini, ada sosok yang disorot berkat penampilannya yang impresif.

    Bukan Harry Maguire yang mencetak gol penentu kemenangan, tapi ada sosok yang berhasil mencatatkan nilai paling tinggi dalam aksinya melawan Lyon.

    Berikut rating lengkap pemain Manchester United saat membungkam Lyon:

    Andre Onana – 6.2

    Tidak tampil seburuk yang dibayangkan, namun gagal memberikan penyelamatan krusial saat Lyon bangkit. Onana terlihat gugup, terutama di babak perpanjangan waktu.

    Leny Yoro – 7.1

    Solid di babak pertama dan cukup tenang saat tekanan meningkat, meski sedikit keteteran saat Lyon mulai membalas.

    Harry Maguire – 8.8

    Pahlawan Old Trafford. Ia jadi penentu kemenangan lewat sundulan keras di menit 121. 

    Penampilannya penuh determinasi, baik saat bertahan maupun ketika diminta bermain lebih ke depan.

    Noussair Mazraoui – 6.8

    Bermain aman namun tak banyak kontribusi yang signifikan sebelum digantikan di babak kedua.

    Diogo Dalot – 8.4

    Mencetak gol krusial dan tampil sangat energik. Salah satu pemain paling konsisten malam itu.

    Manuel Ugarte – 8.2

    Menjadi penyeimbang lini tengah dan membuka skor dengan finishing rapi. Penampilan terbaiknya sejauh ini di Liga Europa.

    Casemiro – 9.4 (Player of the Match)

    Jiwa dan roh permainan United malam itu. Tak hanya kuat bertahan, Casemiro juga jadi katalis utama kebangkitan tim. Visinya luar biasa, dan ia memenangi hampir semua duel penting.

    Pemain asal Brasil itu membuat MU mendapatkan penalti pada menit ke-114, membantu gol penyeimbang pada menit ke-120, dan membantu gol kemenangan pada menit ke-121.

    Catatan Squawka, ia juga memenangkan lebih banyak duel (9) dan menciptakan lebih banyak peluang (4) daripada pemain Manchester United lainnya, melakukan delapan sapuan, memenangkan penguasaan bola tujuh kali, dan memenangkan ketiga tekelnya.

    Patrick Dorgu – 7.2

    Aktif di sisi kiri, memberi variasi serangan, meski tak banyak melakukan hal menonjol.

    Bruno Fernandes – 8.8

    Menjadi motor kreativitas dan menunjukkan kepemimpinan luar biasa. Penalti tenang di menit 114 menjadi pemantik semangat comeback.

    Alejandro Garnacho – 8.0

    Memberikan assist penting dan tampil penuh semangat, meski tak menyelesaikan laga penuh.

    Rasmus Hojlund – 6.5

    Penampilannya kali ini kurang menggigit. Kurang efektif di depan gawang dan tak banyak menciptakan peluang. 

    Pemain Pengganti

    Luke Shaw – 6.0

    Memberikan penalti yang nyaris menggagalkan perjuangan tim. Terlihat belum dalam kondisi terbaik.

    Mason Mount – 6.5   

    Menambah energi, tapi belum benar-benar menyatu dalam tempo laga.

    Kobbie Mainoo – 7.4

    Pemain muda ini tak gentar dalam momen besar. Mencetak gol penyeimbang di menit ke-120 dan menunjukkan potensi besar di usia belia.

    Harry Amass – 6.2

    Minim kontribusi karena masuk di babak tambahan.

    Christian Eriksen – 6.4

    Memberi ketenangan di lini tengah, tapi tak banyak mempengaruhi jalannya laga.

    (TribunJakarta/Tribunnews)

    Akses TribunJakarta.com di Google News atau WhatsApp Channel https://whatsapp.com/channel/0029VaS7FULG8l5BWvKXDa0f.

    Pastikan Tribunners sudah install aplikasi WhatsApp ya

  • 2 Kelompok Massa Bentrok Lumpuhkan Jalan Raya Bogor, Di Depok Ada Bocah Diserang Sampai Tak Berdaya

    2 Kelompok Massa Bentrok Lumpuhkan Jalan Raya Bogor, Di Depok Ada Bocah Diserang Sampai Tak Berdaya

    TRIBUNJAKARTA.COM – Dua kelompok massa terlibat bentrok di di Jalan Raya Bogor tepatnya depan gerbang RW 17 Kelurahan Sukamaju, Cilodong, Depok, pada kamis (17/4/2025).

    Bentrok itu melibatkan dua kelompok besar yang saling serang menggunakan lemparan batu dan balok.

    Bentrok tersebut membuat warga resah karena massa yang terlibat bentrok sering berlarian ke pemukiman warga hingga menyebabkan keresahan.

    Tak hanya itu, bentrok antara dua massa tersebut bahkan tumpah ke Jalan Raya Bogor sehingga menyebabkan jalanan lumpuh.

    Kemacetan parah di jalan utama pun tak bisa terhindarkan.

    Lalu lintas di Jalan Raya Bogor, baik dari arah Bogor-Jakarta maupun sebaliknya sempat mengalami kemacetan parah bahkan terblokade.

    Saksi mata, Maryono menjelaskan, bentrokan antara dua kelompok massa tersebut terjadi sekira pukul 16.00 WIB.

    “Dampaknya macet, sangat menggangu masyarakat pengguna jalan,” kata seorang warga bernama Maryono, dikutip dari Tribun Depok, Jumat (18/4/2025).

    “Gerbang di pemukiman kan ngebuka, jadi sering kena lemparan batu lingkungan warga,” sambungnya.

    Selain itu, bentrokan antar dua kelompok massa juga seringkali membawa senjata tajam hingga membuat warga sekitar ketakutan.

    Maryono menambahkan, imbas dari bentrok tersebut lalu lintas di Jalan Raya Bogor sempat mengalami kemacetan parah.

     “Macet parah, sangat menggangu warga pokoknya,” ujarnya.

    Seorang Pemuda Diserang Tetangganya

    Peristiwa lain di Depok terjadi yakni dua orang pemuda saling tantang berkelahi dengan tangan kosong.

    Pemuda yang berkelahi itu berinisial M (20) dibacok dua tetangganya masing-masing berinisial FS (15) dan S (15).

    Aksi duel antar tetangga tersebut pun viral setelah tim patroli yang sedang berkeliling dan mengejar pengendara motor yang berbonceng tiga.

    Wakasat Samapta Polres Metro Depok, AKP Winam Agus akhirnya mencoba bertanya kepada salah satu remaja.

    “Kenapa?” tanya Winam. “Dibacok, Pak, di situ, Pak,” jawab teman korban.

    “Tawuran?” kata polisi. “Kagak, Pak,” ucap teman korban.

    “Cepat, cepat bawa ke klinik,” kata Winam.

    Saat dikonfirmasi, Sabtu (15/2/2025) Winam Agus mengungkapkan bahwa M (20), dibacok tetangganya sendiri yang berinisial FS (15) dan S (15).

    M dibacok karena diduga mempunyai masalah pribadi dengan salah satu pelaku.

    “(Korban dan pelaku) saling kenal, rumah keduanya tidak berjauhan,” kata Wakasat Samapta Polres Metro Depok, AKP Winam Agus saat dikonfirmasi, Sabtu (15/2/2025).

    Sebelum peristiwa pembacokan, pelaku dan korban janjian bertemu untuk berkelahi di sebuah tempat di Depok.

    “Dalam laporannya, mereka tidak menyebutkan masalah pribadi apa. Hanya saling tantang berkelahi dengan tangan kosong,” ungkap Winam.

    Saat mereka berkelahi, pelaku justru mengeluarkan senjata tajam (sajam) dan menyerang ke arah korban. 

    “Namun, saat berlangsung perkelahian, tiba-tiba pelaku ambil sajam di balik bajunya, langsung disabet ke arah dada,” terang Winam.

    Terlebih, saat M mencoba melarikan diri, pelaku justru kembali menyerang korban di bagian punggungnya. 

    “Korban bermaksud lari, disabet lagi punggung kanan dua kali,” ujar Winam.

    (Tribunjakarta/TribunDepok)

    Akses TribunJakarta.com di Google News atau WhatsApp Channel https://whatsapp.com/channel/0029VaS7FULG8l5BWvKXDa0f.

    Pastikan Tribunners sudah install aplikasi WhatsApp ya

  • KRONOLOGI Bentrok 2 Kelompok Besar di Depok Bikin Jalan Raya Bogor Lumpuh, Polisi Amankan 7 Orang

    KRONOLOGI Bentrok 2 Kelompok Besar di Depok Bikin Jalan Raya Bogor Lumpuh, Polisi Amankan 7 Orang

    TRIBUNJAKARTA.COM – Bentrok melibatkan dua kelompok besar terjadi di Jalan Raya Bogor, Depok, Jawa Barat, pada Kamis (17/4/2025) sore.

    Bentrok tersebut terjadi tepatnya di depan gerbang RW 17 Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Cilodong, Kota Depok, Jawa Barat.

    Berdasarkan laporan Tribun Depok, kronologi bentrokan ini akhirnya terkuak.

    Bentrok ini melibatkan dua kelompok massa yang saling serang.

    Kedua kelompok massa terlibat bentrok saling serang menggunakan lemparan batu dan balok.

    Bahkan beberapa orang dari masing-masing kelompok kelihatan membawa senjata tajam.

    Tak hanya itu, bentrok antara dua massa tersebut bahkan tumpah ke Jalan Raya Bogor sehingga menyebabkan jalanan lumpuh.

    Kemacetan parah di jalan utama pun tak bisa terhindarkan.

    Lalu lintas di Jalan Raya Bogor, baik dari arah Bogor-Jakarta maupun sebaliknya sempat mengalami kemacetan parah bahkan terblokade.

    Saksi mata, Maryono menjelaskan, bentrokan antara dua kelompok massa tersebut terjadi sekira pukul 16.00 WIB.

    “Dari kelompok sana ada 25 orang, lawannya banyak banget enggak seimbang,” kata Maryono di lokasi.

    Maryono menambahkan, imbas dari bentrok tersebut lalu lintas di Jalan Raya Bogor sempat mengalami kemacetan parah.

     “Macet parah, sangat menggangu warga pokoknya,” ujarnya.

    Tujuh Orang Diamankan

    Pihak kepolisian mengamankan tujuh orang pelaku yang terlibat bentrok di Jalan Raya Bogor.

    Kapolsek Sukmajaya, AKP Rizky Firmansyah Tontowiputra menjelaskan, ketujuh orang yang diamkan berasal dari dua kelompok massa yang berbeda.

    Tak hanya itu, pihak kepolisian juga mengamankan barang bukti yang digunakan para pelaku berupa senjata tajam jenis golok dan stick golf.

    “Untuk korban sementara masih nihil, sedang kita dalami juga korbannya ataupun sepertinya tidak ada korban,” kata Rizky di lokasi.

    Saat ini, pihak kepolisian masih menyelidiki kronologis kejadian dan motif bentrok antar dua kelompok massa tersebut.

    Rizky menambahkan, pihaknya masih mendalami apakah bentrok tersebut melibatkan organisasi masyarakat (ormas) atau tidak.

    “Iya, dua kelompok ya, namun kita masih dalam penyelidikan apakah dari warga atau ormas,” ujarnya.

    (TribunJakarta/TribunDepok)

    Akses TribunJakarta.com di Google News atau WhatsApp Channel https://whatsapp.com/channel/0029VaS7FULG8l5BWvKXDa0f.

    Pastikan Tribunners sudah install aplikasi WhatsApp ya

  • DRAMA Liga Eropa: Manchester United Masih Garang Lyon Diberi Harapan Palsu, Maguire Jadi Penyelamat

    DRAMA Liga Eropa: Manchester United Masih Garang Lyon Diberi Harapan Palsu, Maguire Jadi Penyelamat

    TRIBUNJAKARTA.COM – Drama terjadi di pertandingan leg kedua perempatfinal Liga Eropa yang mempertemukan Manchester United melawan Olympique Lyon.

    Duel Manchester United menghadapi Olympique Lyon berlangsung di Old Trafford Stadium, Jumat (18/4/2025) dini hari WIB.

    Pertandingan ini diwarnai insiden saling balas gol hingga berujung kemenangan bagi skuad Setan Merah.

    Hasil pertandingan Manchester United melawan Lyon berakhir dengan skor 5-4.

    Pertandingan ini dilaksanakan sampai babak perpanjangan waktu.

    Dalam waktu normal 90 menit, Manchester United dan Lyon berbagi skor 2-2.

    Setan Merah lebih dulu mencetak gol melalui Manuel Ugarte (10′) dan Diogo Dalot (45+1′).

    Tapi usaha pantang menyerah Lyon membuahkan hasil pada babak kedua.

    Skuad asuhan Paulo Fonseca mencetak gol penyama lewat Corentin Tolisso (71′), dan Nicolas Tagliafico tujuh menit berselang.

    Laga berlanjut ke babak extra time di mana Lyon membuat publik Old Trafford terdiam.

    Adalah Rayan Cherki yang membalikkan kedudukan menjadi 2-3 melalui golnya di menit 105′. 

    Lyon memperlebar keunggulan gol penalti Alexandre Lacazette (108′), meski sempat dibalas via eksekusi sepakan 12 pass Bruno Fernandes (114′). 

    Manchester United mengunci tiket lolos ke semifinal Liga Eropa berkat gol Kobbie Mainoo (120′) dan Harry Maguire (121′).

    Skor 5-4 bertahan hingga usai, sekaligus mengantarkan Manchester United ke semifinal bermodal agregat 7-6.

    Sebaliknya, perjuangan hebat Lyon berujung antiklimaks.

    Tiga  tim yang sudah dipastikan lolos ke 4 besar Europa League 2024/2025 adalah Tottenham Hotspur (Inggris), Manchester United (Inggris), dan Athletic Bilbao (Spanyol).

    Sementara laga lain Lazio vs Bodo/Glimt berlanjut ke babak penalti dalam perebutan satu tiket semifinal sisa.

    Susunan Pemain

    Manchester United:

    Onana; Mazraoui, Maguire, Yoro; Dalot, Casemiro, Ugarte, Dorgu; Garnacho, Højlund, Bruno Fernandes.

    Lyon:

    Perri; Maitland-Niles, Mata, Niakhaté, Tagliafico; Akouokou, Veretout; Cherki, Tolisso, Thiago Almada; Mikautadze.

    (TribunJakarta)

    Akses TribunJakarta.com di Google News atau WhatsApp Channel https://whatsapp.com/channel/0029VaS7FULG8l5BWvKXDa0f.

    Pastikan Tribunners sudah install aplikasi WhatsApp ya

  • Reza Indragiri Tercengang Eks Pemain Sirkus OCI Tak Tahu Asal Usulnya: ‘Manusia Tanpa Silsilah’

    Reza Indragiri Tercengang Eks Pemain Sirkus OCI Tak Tahu Asal Usulnya: ‘Manusia Tanpa Silsilah’

    TRIBUNJAKARTA.COM – Banyak eks pemain sirkus Oriental Circus Indonesia (OCI) yang kerap tampil di Taman Safari Indonesia, yang tidak mengetahui identitas asli dan asal usulnya. 

    Mereka dipaksa sejak kecil menjadi pemain sirkus dan dipisahkan dari orang tuanya. 

    Salah satu eks pemain, Butet, mengaku tidak pernah mengetahui identitas aslinya, seperti nama, usia dan keluarga. 

    Sejak kecil, ia hanya tahu dunia sirkus tanpa mengetahui secara luas kehidupan di luar sana. 

    Anak Butet, Fifi, juga mengatakan hal senada. 

    Ia tidak tahu siapa sosok orang tuanya karena dia sudah diambil sejak kecil untuk dijadikan pemain sirkus oleh salah satu bos OCI. 

    Ia baru mengetahui bahwa ibunya adalah Butet ketika beranjak dewasa.

    Menurut pengakuan Butet, ia menyerahkan anaknya untuk diasuh oleh orang lain karena kehidupannya belum layak. 

    Pengakuan Butet membuat pakar psikologi forensik, Reza Indragiri, mengerutkan dahi. 

    Ia baru mengetahui ada manusia yang tidak tahu latar belakangnya berasal dari mana. 

    Hal itu terungkap ketika Reza Indragiri selaku presenter mengundang wawancara Butet bersama korban lainnya, Vivi terkait penyiksaan yang mereka alami selama menjadi pemain sirkus di podcast Forum Keadilan TV. 

    “Seumur-umur baru kali ini saya bertemu dengan orang dan saya bertanya orang tuamu siapa, tinggal di mana, sukumu apa, semua tidak terjawab,” katanya pada Rabu (16/4/2025). 

    “Manusia tanpa silsilah, tanpa identitas,” tambah Reza Indragiri menggambarkan para mantan pemain sirkus tersebut. 

    Alami kekerasan fisik

    Butet, salah satu mantan pemain sirkus Oriental Circus Indonesia (OCI), mengaku mendapatkan kekerasan fisik serta perlakuan tak manusiawi oleh pendiri Taman Safari Indonesia, Frans Manansang. 

    Butet menceritakan kakinya pernah dirantai oleh Frans selama dua bulan. 

    Frans murka gara-gara Butet sempat menjalin asmara dengan seorang karyawan Taman Safari Indonesia. 

    Bahkan, cinta terlarang di lingkungan kerja itu membuat dirinya sampai berbadan dua. 

    Mengetahui Butet hamil, Frans memukulinya dengan sebilah balok. 

    “Saya dipukulin pakai balok tangan saya, itu masih ada tandanya. Patah (tangan saya) dipukulin oleh Frans,” katanya seperti dikutip dari Forum Keadilan TV yang tayang di Youtube pada Rabu (16/4/2025). 

    Akibat hubungan terlarang itu, Butet sempat dirantai kapal hingga dua bulan lamanya. 

    Ia tidur dalam keadaan kakinya dirantai. 

    “Pada saat itu Frans yang melakukan ke saya, saya dipukulin dan itu semua dirantai,” katanya. 

    Setelah latihan dan show, ia harus kembali dirantai bak seorang tahanan. 

    “Kalau main saat show tidak bagus, saya dipukuli. Pernah dirantai pakai rantai gajah di kaki, bahkan untuk buang air saja saya kesulitan,” tuturnya dilansir dari Kompas.com, Selasa (15/4/2025).

    Frans tak peduli dengan kondisi Butet saat dirantai. 

    Butet bahkan sampai terpaksa harus buang air di sebuah ember dalam keadaan kaki dirantai.

    Lalu air tersebut dibuang menggunakan plastik kresek. 

    “Saya pada saat itu betul-betul tertekan banget. Saya pikir kenapa kok sampai seperti ini, pakai kresek, saya tidur kan di karavan yang tidak ada kamar mandinya,” jelasnya. 

    Butet juga mengaku dipaksa untuk tetap tampil meski tengah mengandung anaknya.

    “Saat hamil pun saya dipaksa tetap tampil. Setelah melahirkan, saya dipisahkan dari anak saya, saya tidak bisa menyusui,” ungkap dia.

     Tak sampai di situ, dia juga pernah dipaksa memakan kotoran gajah hanya karena ketahuan mengambil daging empal.

    Selama bekerja penuh penyiksaan di OCI, Butet mengaku hanya dibayar ala kadarnya. 

    Ia dibayar per bulan cuma Rp 5 ribu. 

    Para pemain sirkus kala itu menyebutnya dengan istilah uang sabun. 

    “Bukan gaji tapi uang sabun. Satu bulan Rp 5 ribu. Mungkin karena kebanyakan kita makan roti punya gajah dan buah-buahan punya simpanse (enggak boleh). Kalau ketahuan nanti dipukul lagi, dijejelin lagi. Akhirnya dikasih uang jajan Rp 5 ribu, bilangnya itu uang sabun,” jelasnya. 

    Bantahan Taman Safari Indonesia

    Komisaris Taman Safari Indonesia, Tony Sumampouw membantah tuduhan eksploitasi terhadap mantan pemain OCI.

    Tony menunjukkan bukti video yang merekam kegiatan anak-anak di lingkungan sirkus OCI untuk memperkuat bantahan dari tuduhan tersebut.

    Pada rekaman dari tahun 1981 yang diambil saat perayaan Sekaten di Klaten dan Yogyakarta itu, pekerja anak-anak sirkus OCI tampak ceria.

    “Kalau ada bekas luka (penyiksaan dan lainnya) itu enggak mungkin anak-anak ceria seperti ini,” ungkap Tony dikutip dari Kompas.com, Kamis (17/4/2025).

    Dia menilai, tuduhan penyiksaan terhadap para pemain OCI tidak masuk akal. 

    Tony kemudian menantang pihak yang menuduh agar menunjukkan bukti konkret terkait dugaan kekerasan oleh Taman Safari Indonesia.

    Akses TribunJakarta.com di Google News atau WhatsApp Channel. Pastikan Tribunners sudah install aplikasi WhatsApp ya

     

  • Tak Mau Lawan Arah, Ojol Ini Dihina Penumpang di Kelapa Gading: ‘Sampo Gua Setara Gaji Lu Sebulan!’

    Tak Mau Lawan Arah, Ojol Ini Dihina Penumpang di Kelapa Gading: ‘Sampo Gua Setara Gaji Lu Sebulan!’

    TRIBUNJAKARTA.COM – Seorang ojek online dihina penumpangnya gara-gara taat pada aturan berlalu lintas di jalan. 

    Ojol tersebut menolak permintaan penumpang untuk melawan arah demi mempersingkat jarak tempuh tujuan. 

    si Penumpang menjadi geram karena ditolak. Ia pun menghina hingga mengacungkan jari tengah ke arah ojol tersebut. 

    Peristiwa itu terjadi di Halte Bus TransJakarta Kodamar (depan PT AHM), Jalan Laksamana Yos Sudarso, Kelurahan Kelapa Gading Barat, Kecamatan Kelapa Gading, Jakarta Utara pada Rabu (16/4/2025) sekitar pukul 06.30 WIB. 

    Widianto Ramadhan (25) awalnya menjemput penumpang di halte Bus TransJakarta Kodamar. 

    “Pada saat saya sampai saya ketemu si penumpang, saya konfirmasi nama dan tujuannya sesuai semua. Tiba-tiba penumpang bilang “Bang lawan arah ya.” Saya langsung tolak secara halus “Mohon maaf kak, enggak bisa di situ ada ETLE, kita puter di Kodamar aja”,” kata Widianto kepada TribunJakarta.com.

    Namun, si penumpang rupanya tidak mengenakan helm saat sedang diantarkan oleh Widianto. 

    Widianto sempat mengingatkan agar perempuan itu mengenakan helmnya. 

    Namun, karena permintaannya lawan arah ditolak, perempuan itu senewen dengan sang driver. 

    “Gua enggak mau pakai helm, harga sampo gua mahal setara sama gaji lu sebulan,” ujarnya.

    “Lho, kok gitu ngomongnya, udah kak saya cancel aja ya by system saya telepon call center,” balas Widianto yang tersinggung. 

    Si penumpang malah bersikukuh agar si driver melanjutkan perjalanan sembari mengancam akan memberikan bintang satu. 

    “Enggak, udah lanjut aja enggak apa-apa udah terlanjur gua mah gampang tinggal nanti kasih bintang 1 dan laporan,” kata si penumpang itu.

    Mendengar ucapan itu, Widianto yang sedang dalam perjalanan mengantarkan penumpang itu merasa tersinggung. 

    Iakembali ke titik awal penjemputan lalu menurunkan si penumpang.

    Si perempuan pun tetap akan mengancam melaporkan dan memviralkan dirinya.

    Perempuan itu seketika mengarahkan ponselnya ke arah Widianto. 

    Widianto yang merasa tak bersalah juga mengarahkan ponsel ke arah perempuan itu. 

    “Pas dia merekam kayak orang bingung gitu mau ngomong apa di kamera, alhasil ya gitu dia bolak balik enggak jelas sambil mengacungkan jari tengah ke saya,” ujarnya. 

    Setelah itu, si perempuan mencari ojek online yang sedang mematikan aplikasi. 

    “Terus kayaknya si driver yang lagi offline itu disuruh si penumpang buat mendatangi saya enggak tahu apa maksudnya. Alhasil yang seperti di video min dia tetap lawan arah dan enggak pakai helm. Terus nunjukkin gestur tangan di kepala juga,” katanya. 

    Widianto yang merasa tak bersalah akhirnya menghubungi call center Gojek untuk melakukan pembatalan perjalanan dan menjelaskan kronologi yang baru dialaminya itu. 

    “Alhamdulilah di-acc dan langsung dihubungi lagi lewat DM IG. Di DM IG juga Gojek alhamdulilah mengonfirmasi bahwa akun saya akan aman normal seperti biasa,” ujarnya. 

    Widianto berharap agar penumpang dapat menaati peraturan dalam berlalu lintas di jalan. 

    “Karena kan kalau saya kena e-tilang pasti kita juga yang bayar sendiri, enggak mungkin si penumpang mau bayar,” pungkasnya. 

    Akses TribunJakarta.com di Google News atau WhatsApp Channel. Pastikan Tribunners sudah install aplikasi WhatsApp ya

  • Bahaya Tidur di Samping HP: Ini Fakta Medis yang Perlu Kamu Tahu

    Bahaya Tidur di Samping HP: Ini Fakta Medis yang Perlu Kamu Tahu

    TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG — Tidur di samping handphone (HP) sudah menjadi kebiasaan banyak orang. Entah untuk mendengarkan musik, menonton video, atau sekadar mengecek pesan sebelum terlelap, HP seringkali diletakkan di bawah bantal atau di samping kepala. Tapi, pernahkah kamu bertanya-tanya, apakah tidur dekat HP aman bagi kesehatan?

    Berikut penjelasan lengkap mengenai risiko kesehatan tidur dekat HP, berdasarkan informasi dari dokter dan studi medis terbaru.

    Apa Bahayanya?

    Menurut dr. Rizki Azaria, MMR, penggunaan HP memang tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Namun, kebiasaan membawanya ke tempat tidur bisa meningkatkan paparan radiasi elektromagnetik, meskipun tergolong rendah.

    HP memancarkan gelombang radiofrekuensi (RF), yaitu bentuk radiasi non-ionisasi, sama seperti yang digunakan pada microwave. Meski tidak sekuat sinar-X (radiasi pengion), paparan RF tetap jadi perhatian ilmuwan karena efek jangka panjangnya masih belum sepenuhnya dipahami.

    Laporan dari International Agency for Research on Cancer (IARC) yang bernaung di bawah WHO menyebutkan bahwa radiasi dari HP termasuk dalam Group 2B, artinya kemungkinan karsinogenik bagi manusia. Artinya, ada potensi risiko kanker otak (glioma), meski bukti ilmiahnya masih dianggap terbatas.

    Selain radiasi, bahaya lain dari tidur dekat HP adalah gangguan kualitas tidur. Cahaya biru yang dipancarkan layar HP bisa menekan produksi melatonin, hormon yang membantu tubuh untuk tidur nyenyak.

    Penelitian dari Harvard Medical School menyebutkan bahwa cahaya biru dapat:

    Menunda waktu tidur,

    Menurunkan kualitas tidur REM,

    Mengganggu ritme sirkadian tubuh.

    Dampaknya? Kamu bisa mengalami insomnia, kelelahan kronis, bahkan gangguan metabolisme bila berlangsung lama.

    Secara umum, tidur di samping HP tidak disarankan karena:

    Bisa meningkatkan paparan radiasi RF,

    Mengganggu kualitas tidur akibat cahaya biru,

    Memicu gangguan tidur dan potensi masalah kesehatan jangka panjang.

    Meski risiko karsinogenik belum terbukti kuat, mengurangi paparan tetap menjadi langkah bijak untuk gaya hidup sehat digital.

  • Revelino, Pria Misterius yang Mengaku Ayah Biologis Anak Lisa Mariana: Siap Tes DNA Demi Kebenaran

    Revelino, Pria Misterius yang Mengaku Ayah Biologis Anak Lisa Mariana: Siap Tes DNA Demi Kebenaran

    TRIBUNJATENG.COM – Di tengah panasnya isu hubungan Lisa Mariana dan Ridwan Kamil, muncul sosok baru yang menghebohkan publik: Revelino, pria yang dengan penuh keyakinan mengaku sebagai ayah biologis dari anak Lisa Mariana, bukan Ridwan Kamil seperti yang selama ini diklaim sang mantan model majalah dewasa.

    Revelino, atau yang akrab disapa Ino, bukanlah figur publik. Ia adalah pemilik sebuah kafe di Pamulang, Tangerang Selatan.

    Namun kini, namanya menyeruak ke permukaan lantaran pengakuannya yang mengejutkan—bahwa ia adalah ayah kandung dari CA, balita perempuan yang disebut-sebut sebagai anak hasil hubungan Lisa dengan mantan Gubernur Jawa Barat itu.

    “Saya Ayah Kandung CA”

    Lewat tim kuasa hukumnya, Fikri Wijaya dan L. Manik, Revelino tampil di hadapan media pada Kamis (17/4/2025), membawa cerita yang mengubah arah narasi.

    “Klien kami sangat yakin, 100 persen, bahwa dirinya adalah ayah biologis dari CA. Kami siap membuktikan ini lewat tes DNA, kapan pun dan di mana pun,” ujar Fikri di hadapan awak media.

    Bukan sekadar klaim, tim pengacara juga menunjukkan bukti percakapan pribadi antara Revelino dan Lisa Mariana, sebagai bentuk keseriusan dan integritas dalam menyampaikan informasi ke publik.

    Perkenalan, Alkohol, dan Malam di Sentul
    Menurut keterangan L. Manik, awal mula hubungan Lisa dan Revelino terjadi awal 2021. Pertemuan pertama mereka terjadi secara tidak sengaja di kafe milik Revelino. Tak lama setelahnya, keduanya kembali bertemu di kawasan SCBD, Jakarta.

    Dalam suasana malam hiburan dan pengaruh alkohol, mereka akhirnya menginap bersama di sebuah hotel di Sentul, Bogor—malam itulah yang diyakini sebagai awal dari kehamilan Lisa.

    Tak lama berselang, pada Mei 2021, Lisa menghubungi Ino dan menyampaikan kabar bahwa dirinya hamil satu bulan. Dalam percakapan itu, Lisa menyebut langsung bahwa bayi yang dikandungnya adalah anak dari Revelino.

    Yang membuat publik semakin tergugah, adalah pernyataan bahwa Lisa sempat meminta pendampingan Revelino selama kehamilan.

    Namun, entah bagaimana cerita berubah arah dan nama Ridwan Kamil kemudian muncul ke permukaan sebagai sosok yang dituduh sebagai ayah dari sang anak.

    Kini, Revelino berdiri di tengah badai pemberitaan, membawa satu tujuan: membuktikan kebenaran.

    “Kalau memang Lisa mencari kebenaran tentang siapa ayah biologis anaknya, klien kami siap. Tak ada yang kami sembunyikan,” tegas Fikri.

    Publik Menanti Tes DNA: Siapa Ayah Sebenarnya dari Anak Lisa Mariana?
    Dengan dua nama besar yang kini dikaitkan dalam kisah anak Lisa Mariana—Ridwan Kamil dan Revelino—publik hanya bisa menunggu satu hal: hasil tes DNA.

    Akankah pengakuan Revelino membuka tabir sebenarnya? Atau ini hanya bagian lain dari drama yang makin kompleks?

    Yang pasti, sosok pria bernama Revelino kini telah keluar dari bayang-bayang. Ia tak sekadar membawa pengakuan, tapi juga tekad untuk bertanggung jawab atas apa yang diyakininya sebagai bagian dari darah dagingnya sendiri.

  • Miris! Mahasiswi KKN Unram Dihamili Oknum Pegawai Kampus, Kini Harus Jadi Ibu di Tengah Proses Studi

    Miris! Mahasiswi KKN Unram Dihamili Oknum Pegawai Kampus, Kini Harus Jadi Ibu di Tengah Proses Studi

    TRIBUNNEWS.COM, MATARAM – Seorang mahasiswi Universitas Mataram (Unram) harus menanggung beban berat usai mengikuti program Kuliah Kerja Nyata (KKN).

    Alih-alih membawa pulang pengalaman pengabdian, ia justru pulang dalam kondisi hamil akibat diduga menjadi korban kekerasan seksual oleh pegawai Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Unram.

    Peristiwa memilukan ini terjadi di tengah kegiatan KKN di wilayah Mataram, Nusa Tenggara Barat. Oknum pelaku berinisial S, yang merupakan pegawai LP2M, kini telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda NTB setelah penyelidikan mendalam.

    Kasubdit IV Ditreskrimum Polda NTB, AKBP Ni Made Pujawati, mengungkapkan bahwa pelaku seharusnya menjalankan tugas sebagai pendamping dan pembimbing mahasiswa selama KKN.

    Namun, kepercayaan itu malah disalahgunakan hingga berujung pada tindakan yang melanggar hukum.

    “Dia diberi tanggung jawab oleh lembaga untuk mendampingi mahasiswa, tetapi malah melakukan tindakan yang menyebabkan peristiwa kekerasan seksual,” jelasnya.

    Sudah Melahirkan

    Menurut informasi dari kepolisian, mahasiswi korban kini telah melahirkan anak hasil dari peristiwa tersebut. Kasus ini sontak menjadi perhatian publik, terutama di lingkungan kampus.

    Ketua Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) Unram, Joko Jumadi, memastikan korban sudah mendapat pendampingan secara psikologis dan hukum.

    “Ini bentuk komitmen kami untuk mewujudkan kampus yang aman dan bebas dari kekerasan seksual,” ujarnya.

    Kasus ini menjadi pengingat bahwa program KKN yang seharusnya menjadi ruang pengabdian dan pembelajaran, bisa berubah menjadi mimpi buruk ketika oknum tak bertanggung jawab menyalahgunakan kekuasaan.

    Kini, sang mahasiswi harus melanjutkan hidup sebagai ibu muda di tengah proses studi—sebuah kondisi yang tak seharusnya dialami oleh siapa pun di lingkungan akademik.

    Kasus ini menambah daftar panjang kekerasan seksual di ranah pendidikan tinggi.

    Banyak pihak mendorong agar kampus memperkuat pendidikan tentang kekerasan seksual, meningkatkan pengawasan selama KKN, serta memperketat seleksi dan pengawasan terhadap pembimbing lapangan.

  • AKBP Heru Dwi Purnomo Resmi Jabat Kapolres Kudus Gantikan AKBP Ronni Bonic: 9 Bulan yang Berkesan

    AKBP Heru Dwi Purnomo Resmi Jabat Kapolres Kudus Gantikan AKBP Ronni Bonic: 9 Bulan yang Berkesan

    TRIBUNJATENG.COM, KUDUS – Jabatan Kapolres Kudus resmi berganti dari sebelumnya dijabat AKBP Ronni Bonic, kini dijabat oleh AKBP Heru Dwi Purnomo.

    Prosesi serah terima jabatan (sertijab) sejumlah pejabat utama dan kapolres di jajaran Polda Jawa Tengah digelar pada Kamis (17/4/2025), dipimpin langsung oleh Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Ribut Hari Wibowo.

    AKBP Ronni Bonic kini menduduki jabatan baru sebagai Irbid Itwasda Polda Metro Jaya. Sedangkan AKBP Heru Dwi Purnomo yang sebelumnya menjabat sebagai Kasubdit III Ditreskrimsus Polda Jateng, kini sudah resmi menjabat sebagai Kapolres Kudus untuk memimpin Polres Kudus.

    Pisah sambut Kapolres Kudus dilaksanakan pada, Kamis (17/4/2025) malam di Lapangan Tenis Indoor Angga Sasana Krida Pemerintah Kabupaten Kudus. Dihadiri oleh Bupati Kudus Sam’ani Intakhoris, Wakil Bupati Bellinda Putri Sabrina Birton, Ketua DPRD Kudus, Dandim 0722/Kudus, dan jajaran Forkopimda Kabupaten Kudus.

    Dalam sambutannya, AKBP Ronni Bonic menyampaikan, 9 bulan sudah dia bertugas di Kota Kretek yang penuh dengan pesan dan kesan.

    Kata dia, banyak ilmu, pengalaman, dan pelajaran yang didapat selama bertugas di Kabupaten Kudus.
    Pertama, disuguhkan langsung dengan Pesta Demokrasi Pilkada. Mulai dari tahap pendaftaran hingga pelantikan bupati dan wakil bupati terpilih.

    AKBP Ronni Bonic bersyukur pesta demokrasi Pilkada di Kabupaten Kudus berjalan lancar, dengan situasi lingkungan masyarakat aman dan terkendali berkat peran serta semua pihak.

    Termasuk kompetisi Liga 2 di Kabupaten Kudus berjalan dengan lancar, meski sempat terjadi gesekan antar supporter Kudus, Jepara dan Pati, namun bisa dikendalikan.

    “Ini separo dari bagian perjalanan kami selama di Kudus. Beberapa kegiatan yang berlangsung bisa dikelola dengan baik.

    Sehingga situasi di Kudus berjalan aman dan kondusif. Dari hal ini, kami menyadari bahwa kami Polres Kudus tidak bisa berjalan sendiri. Dibutuhkan koordinasi dengan Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat dan semua pihak terkait,” terangnya.

    AKBP Ronni Bonic tak lupa mengucapkan terimakasih kepada ulama, kiyai, habaib dan semua pihak yang telah mendukung kinerja Polres Kudus.

    Kata dia, banyak masukan yang membantu lahirnya kebijakan terbaik bagi masyarakat. Satu di antaranya penindakan dan antisipasi sound horeg pada malam takbir.

    Sehingga, peristiwa gesekan yang sempat terjadi tahun sebelumnya, bisa diantisipasi. Meski kebijakan yang diambil mengandung pro dan kontra di lingkungan masyarakat.

    “9 bulan sudah kami di sini, izin mengundurkan diri. Terimakasih atas dukungan selama ini, mulai dari bupati dan jajaran Forkopimda. Semoga Kudus lebih baik, lebih maju, lebih jaya dan tambah makmur,” harapnya.

    Sementara itu, Kapolres Kudus AKBP Heru Dwi Purnomo diharapkan mampu melanjutkan estafet kepemimpinan di Polres Kudus dengan bekal pengalaman dan rekam jejak yang dimiliki. Diharapkan juga semakin memperkuat sinergi dengan masyarakat dan stakeholder di wilayah Kabupaten Kudus.

    Dalam sambutannya, AKBP Heru Dwi Purnomo meminta dukungan dan kerjasama bupati, wakil bupati, Forkopimda, dan masyarakat Kudus dalam menciptakan kondisi aman di lingkungan Kabupaten Kudus.

    Kata dia, apa yang menjadi capaian kapolres sebelumnya menjadi motivasi dan kebanggaan dalam rangka meneruskan apa yang sudah berlangsung. Dalam membawa Polres Kudus, serta menjadikan Kabupaten Kudus aman dan kondusif.

    “Kami harap sinergitas dan kemitraan Forkopimda di Kudus berjalan dan meningkat. Untuk memberikan keamanan dan kenyamanan di Kudus dapat terlaksana,” tuturnya.

    Dalam kesempatan yang sama, Bupati Kudus Sam’ani Intakhoris mengapresiasi berjalannya prosesi pisah sambut dengan meriah.

    Menurut dia, banyak kenangan dan kesan-kesan yang ditorehkan bersama AKBP Ronni Bonic selama bertugas di Kabupaten Kudus. Utamanya dalam rangka memastikan kondusivitas lingkungan masyarakat Kabupaten Kudus.

    Selain itu, lanjut Sam’ani, Polres Kudus di bawah kepemimpinan AKBP Ronni Bonic telah menggelar berbagai kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat. Termasuk fasilitasi armada gratis bagi warga Kudus yang melaksanakan perjalanan arus balik, kembali ke perantauan.

    Bupati juga menyambut baik AKBP Heru Dwi Purnomo yang kini menjabat sebagai Kapolres Kudus.
    “Mari bersama rawat Kabupaten Kudus yang religi dan SEHAT (sejahtera, harmoni dan taqwa). Semoga segera bisa menyesuaikan bersama kami, bisa diterima di Kabupaten Kudus dengan warga Kudus yang ramah dan welcome dengan pejabat baru. Bersama-sama membangun Kabupaten Kudus,” harap bupati. (Sam)