Category: Tribunnews.com Ekonomi

  • Ratusan Warga dan Pedagang Sayur Keliling Geruduk Kantor DPRD Trenggalek, Protes Jalan Rusak

    Ratusan Warga dan Pedagang Sayur Keliling Geruduk Kantor DPRD Trenggalek, Protes Jalan Rusak

    Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Sofyan Arif Candra

    TRIBUNJATIM.COM, TRENGGALEK – Ratusan masyarakat dari Kecamatan Dongko dan Kecamatan Munjungan menggeruduk Kantor DPRD Trenggalek, Jalan A Yani, Kelurahan Surodakan, Kecamatan/Kabupaten Trenggalek, Senin (18/11/2024).

    Mereka menggelar aksi sebagai wujud protes rusaknya jalan yang menghubungkan Desa Masaran, Kecamatan Munjungan dengan Desa Pandean, Kecamatan Dongko via Hutan Plumpit.

    Dari massa yang datang, terdapat 20 tukang sayur keliling atau yang biasa disebut tukang etek ikut datang membawa sepeda motor lengkap dengan gerobaknya.

    Berbagai tulisan tertempel di gerobak sayur yang sehari-hari mereka gunakan untuk mengais rezeki, mulai dari “Dalan Ajur Ra Iso Tuku Sayur” (jalan hancur tidak bisa jualan sayur), hingga sindiran kepada pejabat Trenggalek “Golek Bukti Ra Golek Janji” (Cari Bukti, Bukan Janji).

    Mereka tidak berorasi di depan Gedung DPRD Trenggalek melainkan memilih untuk langsung bertemu dengan anggota DPRD Trenggalek serta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang mewakili.

    Perwakilan warga, Mei Wahyudin menceritakan jalan hutan plompit yang menghubungkan dua kecamatan tersebut jalan rusak parah sepanjang 3 kilometer.

    “Kami sering melaksanakan kerja bakti untuk tembel-tembel dan itu kami minta dari masyarakat umum terutama tukang etek, masyarakat yang sering ke pasar legi dan pasar pon kemudian masyarakat yang sering lewat kami mintai bantuan,” kata Mei, Senin (18/11/2024)

    Menurut warga Kecamatan Munjungan tersebut, jalan hutan plompit sangat vital bagi masyarakat Kecamatan Munjungan dan Kecamatan Dongko terutama untuk bekerja dan bertani.

    “Dari arah Dongko ke Munjungan saja, tukang etek yang sebelum Subuh sudah melewati jalan itu ada 20 orang lebih, belum lagi petani, dan masyarakat umum yang beraktivitas di siang harinya,” jelas Mei.

    Jalan penghubung antar kecamatan tersebut sebenarnya selalu mendapatkan perhatian dari pemerintah kabupaten berupa rehabilitasi jalan, pada tahun ini juga ada pembangunan jembatan di sisi Desa Masaran, Kecamatan Munjungan.

    “Namun yang parah 3 kilometer tersebut malah tidak disentuh sama sekali, padahal beberapa kali ada orang jatuh karena rusaknya jalan tersebut, selain itu waktu tempuh juga menjadi lebih lama lebih dari dua kali lipat,” terang Mei.

    Hasil dari Rapat Dengar Pendapat (RDP) tersebut pemerintah menyanggupi untuk menganggarkan kembali ruas jalan tersebut senilai Rp 500 juta, namun menurut Mei hal tersebut percuma karena tidak bisa menyelesaikan total 3 kilometer yang rusak.

    “Harapan kami ya diperbaiki total 3 kilometer itu, karena kalau dicicil, yang diperbaiki lebih dahulu sudah rusak duluan padahal ruas yang 3 kilometer tersebut belum tuntas,” pungkasnya.

  • Truk Parkir Sembarangan Tepat di Putaran Balik Jalan Nasional Lamongan-Babat Resahkan Warga, Bahaya

    Truk Parkir Sembarangan Tepat di Putaran Balik Jalan Nasional Lamongan-Babat Resahkan Warga, Bahaya

    Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Hanif Manshuri

    TRIBUNJATIM.COM, LAMONGAN – Tidak hanya putaran balik (U-Turn) di dua titik ruas badan jalan nasional Lamongan Babat di Sumberaji dan Pucuk, menjadi ancaman serius bagi pengguna jalan.

    Kanan kiri bahu jalan nasional, yakni Jalan Panglima Sudirman, depan  Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP), Disperindag hingga SMP Negeri 4 juga menjadi ancaman maut para penggguna jalan.

    Bukan karena konstruksi jalan rusak, tetapi karena banyak truk-truk besar diparkir sembarangan di bahu kanan kiri jalan setiap malam hingga pagi hari.

    Meski di jalur itu sering terjadi kecelakaan yang mengikabatkan pengendara motor tewas, dan sejauh ini masih menjadi lahan parkir untuk truk-truk besar, seperti truk trailer.

    Banyak truk trailer dan truk tangki, mobil pikap  yang sembarangan parkir sehingga mengurangi ruas jalan nasional.

    Sementara di putaran balik (U-Turn) juga belum diatasi  baik oleh Satlantas Polres Lamongan maupun Dishub Lamongan.

    Truk-truk besar menutup pandangan para pengguna jalan yang hendak putar balik. Bahkan di putaran balik di Pucuk ada penjaga parkir dan gubuk untuk istirahat tukang parkir.

    Bedanya, putaran balik di Sumberaji tidak sampai dibangun gubuk untuk penjaga parkir selain kendaraan yang parkir lebih sedikit.

    Sejauh ini, baik petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Lamongan maupun kepolisian belum maksimal  melarang kendaraan parkir di kawasan terlarang di jalan nasional Lamongan – Babat tersebut.

    Kondisi ini dikeluhkan para pengguna jalan dan berharap para pihak terkait mengambil langkah nyata untuk menertibkan pelanggaran tersebut.

    Termasuk di Jalan Panglima Sudirman yang tidak jauh dari Satlantas Polres Lamongan dan Pos Lantas Terminal Lamongan.

    Sahid, warga Lamongan yang tiap hari PP Lamongan-Surabaya mengatakan, kendaraan yang parkir malam hari di Jalan Panglima Sudirrman sangat mengganggu dan mengancam pengguna jalan.

    Termasuk di putaran balik jalan nasional Pucuk, Sumberaji dan Babat tersebut seharusnya ditindak tegas. Membahayakan pengguna jalan yang hendak putar balik di lokasi itu. Jalannya ditutup truk-truk yang parkir.

    Warga Sumberaji lainnya berharap  petugas lebih intens  bertindak  pada para sopir yang memarkir di Jalan Panglima Sudirman dan  putaran balik.

    “Kalau di Jalan Panglima Sudirman itu parkir pada malam hari hingga pagi hari. Sedang di putaran balik, parkir nyata pada siang malam, ” katanya.

    Kasi Humas Polres Lamongan, Ipda M Hamzid dikonfirmasi Tribun Jatim Network, mengaku petugas sudah menindak para sopir di jalur  itu.

    “Sudah sering ditilang mas, tapi ndablek,” kata Hamzaid, Senin (18/11/2024).

    Hamzaid memastikan petugas akan lebih intens lagi untuk melakukan penindakan pada para sopir yang parkir di jalur-jalur itu.

  • Kampanye Akbar Pilkada Lumajang Cak Thoriq-Ning Fika Sempat Ricuh, ini Reaksi Thoriq pada Penonton

    Kampanye Akbar Pilkada Lumajang Cak Thoriq-Ning Fika Sempat Ricuh, ini Reaksi Thoriq pada Penonton

    Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Erwin Wicaksono

    TRIBUNJATIM.COM, LUMAJANG – Kericuhan penonton sempat terjadi saat kampanye akbar pasangan calon bupati dan wakil bupati nomor urut 1 Thoriqul Haq-Lucita Izza Rafika, Minggu (17/11/2024) sore.

    Kericuhan tersebut pecah saat para peserta kampanye tengah asyik berjoget ketika musik dangdut berdendang di Stadion Semeru Lumajang. 

    Tampak para penonton terlibat saling pukul dan dorong mendorong ketika kericuhan kampanye akbar berlangsung. Belum jelas pemicu kericuhan terjadi. 

    Calon Bupati Lumajang, Thoriqul Haq pun mengetahui adanya kericuhan tersebut.

    Sontak pria yang disapa Cak Thoriq itu berusaha memberi pesan damai supaya kampanye berjalan kondusif dan damai.

    “Damai, damai, damai, kita semua di sini ingin kampanye damai dan gembira. Cak Thoriq dan Ning Fika akan bekerja bersama. Harapannya adalah Lumajang yang maju dan Lumajang yang lebih baik. Amin,” ujar Thoriq kala itu.

    Menanggapi adanya kericuhan, Thoriq menilai hal tersebut merupakan bagian dari dinamika ketika sebuah kampanye dengan konser musik terjadi.

    “Paling capek semua anak-anak,biasalah anak muda,” tutur Thoriq.

    Sementara itu, calon wakil bupati Lumajang, Lucita Izza Rafika mengajak masyarakat untuk senantiasa damai saat berpartisipasi dalam pemilihan kepala daerah. Ia ingin agar warga Lumajang tetap gembira.

    “Mari ciptakan Pilkada yang full senyum untuk Cak Thoriq dan Ning Fika,” katanya.

    Di sisi lain, pasangan Thoriqul Haq dan Lucita Izza Rafika telah menggelar kampanye akbar hingga Minggu (17/11/2024) sore.

    Stadion Semeru Lumajang dibanjiri puluhan ribu warga Lumajang simpatisan calon bupati dan wakil bupati nomor urut 1 tersebut.

    Jalannya kampanye menyuguhkan tampilan sound horeg, dangdut hingga kesenian budaya khas Lumajag.

    Usai kampanye, proses pemungutan suara dijadwalkan pada 27 November 2024. Bersamaan dengan pemilihan gubernur dan wakil gubernur Jawa Timur.

  • 10 Unit Damkar Diterjunkan untuk Jinakkan Api yang Bakar Toko Pusat Busana di Situbondo

    10 Unit Damkar Diterjunkan untuk Jinakkan Api yang Bakar Toko Pusat Busana di Situbondo

    Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Izi Hartono

    TRIBUNJATIM.COM, SITUBONDO – Proses pemadaman toko pusat busana dan swalayan Karunia Dharma Sentosa (KDS) di jalan raya Ahmad Yani, Kelurahan Dawuan, Kecamatan Situbondo, melibatkan 10 unit mobil pemadam kebakaran (Damkar).

    “Untuk Damkar yang diterjunkan ke lokasi kebaran seluruhnya sebanyak 10 unit Damkar,” ujar Puriyono, koordinator Pusdalop BPBD Situbondo, Senin (18/11/2024).

    Puluhan unit Damkar itu, kata Ipung, diantaranya enam unit Damkar milik Pemkab Situbondo dan dua unit Damkar dari Bondowoso dan dua unit Damkar milik Pemkab Banyuwangi.

    Selain itu, sambung petugas BPBD yanhmg sehari hari dipanggil Ipung ini meneranhkan,  proses pemadaman juga dibantu empat unit truk tangki yang menyuplai air ke Damkar tersebut.

    “Empat truk tangki penyuplai itu, satu truk tangki BPBD, Dua unit milik  DLH dan satu unit truk tangki milik PDAM,” jelasnya.

    Meski kondisi api telah padam, lanjuntnya, namun proses pembasahan di lokasi kebakaran hingga saat ini masih berlangsung.

    “Pembasahan dilakukan guna mengantisipasi munculnya kobaran api lagi,” tukasnya.

    Diberitakan sebelumnya, Sebuah tolo swalayan dan pusat busana Karunia Dharma Sentosa (KDS) di Situbondo, dilalap api, Minggu (18/11/2024).

    Kebakaran hebat disiang hari membuat para pengunjung dan karyawan toko berlarian keluar menyelamatkan diri.

    Api terus membesar, karena bahan yang terbakar didalam toko kebanyakan mudah terbakar. Sehingga kobaran api memenuhi areal dalam pertokoan.

    Sejumlah unit mobil pemadam kebakaran Pemkab Situbondo, turun ke lokasi untuk memadamkan kobaran api tersebut.

    Petugas Damkar kesulitan memadamkannya, karena kobaran api terus membesar dipintu masuk terus membakar bangunan toko.

    Bahkan, kobaran api terus membesar dan mulai merembet kebagian bagunan toko yang ada sebelahnya.

    Kabar terbakarnya toko pusat baju dan swalayan KDS yang terbesar di Kabupaten Situbondo, dengan cepat menyebar dimasyatakat. 

    Sehingga masyarakat berdatangan ke lokasi untuk melihat langsung terbakarnya pertokoan baju dan swalayan tersebut.

    Berdasarkan informasi, beberapa karyawan terpaksa dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis, karena mengalami sesak nafas.

  • Sosok Oma Metia, Putri Jendral Hoegeng Tinggal Sendirian di Rumah Kumuh, Mandi Pakai Air Hujan

    Sosok Oma Metia, Putri Jendral Hoegeng Tinggal Sendirian di Rumah Kumuh, Mandi Pakai Air Hujan

    TRIBUNJATIM.COM – Nasib Oma Metia hidup di rumah kumuh tanpa air bersih. 

    Di rumah terbengkalai di kawasan Cipete Utara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Oma Metia hidup sebatang kara. 

    Yang menjadi sorotan, nenek berusia 82 tahun ini ternyata merupakan putri dari mantan Kapolri, Jenderal Polisi Hoegeng Iman Santoso.

    Sosok Jenderal Hoegeng sendiri terkenal disebut sebagai polisi jujur oleh mantan Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur dalam sebuah diskusi bertajuk “Dekonstruksi dan Revitalisasi Keindonesiaan” di Bentara Budaya Jakarta (BBJ), Kamis 31 Agustus 2006 silam.

    “Hanya ada 3 polisi jujur di negara ini. Polisi tidur, patung polisi, dan Hoegeng,” celetuk Gus Dur. 

    Kini putrinya, Oma Metia hidup nelangsa pun menjadi sorotan. 

    Oma Metia perlu uluran tangan dari pemerintah dan masyarakat agar mendapatkan hidup yang layak. 

    Sebab, kondisi rumah tua yang ditinggalinya bertahun-tahun kini sudah tak layak. 

    Oma Metia tak lagi mampu mengurusi hidupnya sendiri karena fisiknya yang kian rapuh. 

    Saat ini, Omah Metia mudah lelah untuk bergerak, bahkan tubuhnya pun sangat ringkih untuk beraktivitas.

    Hidup Oma Metia terungkap di media sosial setelah sejumlah konten kreator mengunggah kisah hidupnya di Youtube. 

    Sosok Oma Metia, putri mantan Kapolri Hoegeng Iman Santosa (YouTube BangBrew)

    Salah satunya channel Bangbrew TV.  Kepada Bangbrew TV, Oma Metia sempat menceritakan kesehariannya yang bikin hati teriris. 

    Pasalnya, Oma Metia di usia senjanya tak memiliki akses air bersih. 

    “Sempat nanya off kamera sama Ibu Metia, air untuk mandi ataupun buang air itu dari mana?

    Beliau bercerita bahwa dari hasil nampung air hujan,” ujar Bangbrew TV sambil menahan tangis saat menceritakan kisah hidup Oma Metia di Channel Youtube-nya yang tayang pada Sabtu (16/11/2024). 

    Sosok Oma Metia diketahui dahulu berlatar belakang dari keluarga berada. 

    Sosok Oma Metia, putri mantan Kapolri Hoegeng Iman Santosa (YouTube BangBrew)

    Oma Metia sendiri merupakan jebolan SMAN 6 Jakarta Selatan dan alumni Universitas Indonesia fakultas Ekonomi tahun 1959. 

    Rumah Oma tampak sudah tua dan tak terawat. Kondisinya betul-betul memprihatinkan. 

    Suasana rumahnya gelap dan pengap.

    Jika menatap langit-langit, plafon rumahnya tampak banyak yang telah hilang. 

    Beberapa ember diletakkan di ruang tamu yang bertujuan menampung air hujan karena atapnya sudah bocor.

    Perabotan rumah pun tak lagi ditata dengan rapi.

    Inilah sosok Oma Metia, putri mantan Kapolri Hoegeng Iman Santosa (YouTube BangBrew)

    Ketika menengok isi dalam kulkas yang mati, banyak makanan yang sudah busuk di dalamnya. 

    Dinding rumahnya juga sudah banyak yang retak.

    Lantai rumahnya pun kusam berselimut debu.

    Kamar mandinya sudah tak jelas wujudnya. Agak membingungkan, di mana Oma Meti akan buang air kecil atau besar dengan kondisi seperti itu. 

    Hingga kini, Oma Metia perlu mendapatkan perhatian pemerintah.

    Berita Viral Nasional lainnya
    Editor: Dika Pradana

  • Viral Aksi Perundungan di Gresik, Remaja Wanita Jadi Sasaran Kekerasan, Kepala Korban Ditendang

    Viral Aksi Perundungan di Gresik, Remaja Wanita Jadi Sasaran Kekerasan, Kepala Korban Ditendang

    Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Willy Abraham

    TRIBUNJATIM.COM, GRESIK – Aksi perundungan kembali terjadi di Kabupaten Gresik. Seorang anak perempuan dirundung dengan ditendang kepalanya.

    Video aksi perundungan ini viral di media sosial.

    Dalam beberapa potongan video yang diterima Tribun Jatim Network tidak hanya melakukan kekerasan secara verbal, para pelaku juga melakukan kekerasan fisik kepada korban.

    Dalam video tersebut terlihat seorang remaja perempuan yang mengenakan baju hitam dan celana putih dibentak-bentak terduga pelaku, sesama remaja mengenakan pakaian berwarna coklat.

    Tiba-tiba dari belakang salah satu pelaku lain menendang korban.

    Termasuk melakukan penarikan kaos dan memukul korban. 

    Diketahui meski korban sudah meminta maaf, namun para pelaku masih memukul dan menendang korban.

    Video viral ini sudah ditonton puluhan ribu kali dan ratusan komentar.

    “Ojok ngelamak ngelamak nak mbak iku rek ati-ati di gruduk. (Jangan kurang ajar ke mbak itu rek, hati hati dikeroyok,” ucap akun bernama Inces dalam memberikan caption di unggahan tersebut di media sosial instagram.

    “Pie iki gresik semakin menjadi, sek cilik wes wani kekerasan, pembulian, pengancaman (Gimana ini Gresik semakin menjadi, masih kecil sudah berani kekerasan, pembukuan dan pengancaman). Lokasi GOR Tri  Dharma Petrokimia Gresik,” tambahnya.

    Akun bernama Inces pun membagikan story tentang kronologis kejadian.

    “Jadi itu cuma masalah sepele banget antara korban dan pelaku 1 orang. Nah temen-temen pelaku ikut-ikut. Mungkin juga pingin sok-sokan,” tulis Inces.

    Dia menyebut sebelumnya korban dan semua pelaku kumpul di salah satu warung di Putri Cempo (Pucem) terus dibawa ke sekitar GOR Tri Dharma Petrokimia Gresik.

    “Awalnya korban juga sama temannya, eh temannya juga ikut-ikut tendang korban dan lebih parahnya temannya itu yang ngevideo terus disebarin,” tambahnya.

    Dihubungi terpisah, Kapolsek Gresik Kota Iptu Suharto mengatakan masih dilakukan penyelidikan tim Reskrim.

    “Saat ini masih dalam penyelidikan tim Reskrim, termasuk siapa saja yang terlibat di video tersebut,” jelasnya. 

  • Lapas Cilacap Siapkan 2 TPS Khusus untuk Warga Binaan Saat Coblosan 27 November 2024

    Lapas Cilacap Siapkan 2 TPS Khusus untuk Warga Binaan Saat Coblosan 27 November 2024

    TRIBUNJATENG.COM, CILACAP – Lapas Kelas IIB Cilacap menyiapkan dua Tempat Pemungutan Suara (TPS) Khusus untuk Pilkada 2024.

    Dua TPS disiapkan pihak Lapas Cilacap untuk mendukung pemenuhan hak politik setiap warga negara, termasuk narapidana.

    Persiapan ini dilakukan sesuai amanat UU Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pilkada yang menegaskan setiap warga negara, tanpa kecuali berhak berpartisipasi dalam pemilihan umum.

    Kepala Lapas Cilacap, Dedi Cahyadi menyampaikan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan KPU Kabupaten Cilacap untuk memastikan kelancaran pelaksanaan Pilkada 2024.

    “Kami ingin memastikan Warga Binaan dapat menggunakan hak pilihnya secara aman dan tertib,” ujar Dedi kepada Tribunjateng.com, Senin (18/11/2024).

    Dedi menyebut, 479 warga binaan yang memenuhi syarat dan 54 petugas dipastikan masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT).

    Dalam hari pelaksanaan Pilkada pada 27 November 2024, mereka akan dibagi ke dua TPS Khusus di Lapas Cilacap.

    Menurut Dedi, keberadaan TPS Khusus di Lapas menjadi penting agara para warga binaan tetap memiliki hak pilih yang merupakan hak konstitusional yang wajib difasilitasi oleh negara.

    “Dengan adanya TPS khusus ini, kami berharap suara-suara demokrasi warga binaan tidak terlupakan walaupun sedang dalam kondisi tengah menjalani masa pidananya,” harap Dedi Cahyadi.

    Diketahui sebelumnya bahwa petugas KPU Kabupaten Cilacap telah memberikan sosialisasi dan simulasi terkait tata cara pemungutan suara.

    Sosialisasi dan simulasi digelar untuk memastikan para Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) memahami proses dan alur pemungutan suara tersebut. 

    Lebih lanjut, untuk menunjang keberhasilan pelaksanaan Pilkada, petugas Lapas yang bertugas sebagai KPPS juga sudah diberikan bimbingan teknis oleh KPU.

    “Untuk memastikan keamanan dan ketertiban selama proses pemungutan suara, Lapas Cilacap juga telah menetapkan prosedur khusus saat pelaksanaan pencoblosan nanti,” imbuh Dedi. (*)

  • Banjir Rendam 2 Kecamatan di Madiun Pasca Diguyur Hujan Deras, Sampah Bambu Sumbat Sungai

    Banjir Rendam 2 Kecamatan di Madiun Pasca Diguyur Hujan Deras, Sampah Bambu Sumbat Sungai

    Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Febrianto Ramadani

    TRIBUNJATIM.COM, MADIUN – BPBD Kabupaten Madiun menyebutkan, sebanyak 2 kecamatan terkena dampak banjir, yang berasal dari hujan intensitas tinggi pada Minggu (17/11/2024).

    Kalaksa BPBD Kabupaten Madiun Boby Saktia Putra Lubis mengatakan, wilayah tersebut yakni Kecamatan Wungu, dan Kecamatan Madiun.

    Untuk Kecamatan Wungu meliputi Dusun Gedangan, Desa Mojorayung, Perumahan Puri Kelapa Gading 2, Perumahan Wijaya Kusuma, Perum Puri Sasti 2 Pilangrejo, hingga beberapa jalan seperti Jalan Cempaka, Jalan Raya Dungus, dan Jalan Raya Mojorayung.

    “Luapan sungai menggenangi beberapa rumah, hingga Jembatan Mojopurno mengalami penurunan,” ujar Boby, Senin (18/11/2024).

    Sementara di Kecamatan Madiun, lanjut Boby, tepatnya di Dusun Jetak, Desa Dempelan, sampah bambrongan bambu menutupi sungai sampai mengakibatkan luapan air menggenangi rumah.

    “Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat terjadi sejak pukul 17.00 WIB hingga jam 23.00 WIB,” imbuhnya.

    “Ketinggian banjir di pinggir jalan 10 sampai 30 cm, masuk ke pemukiman warga hingga 70 centimeter. Air dilaporkan mulai surut sekira pukul 02.35 WIB,” tuntas Boby.

  • Banjir Melanda Kota Madiun, Genangi Puluhan Rumah Warga dan Jalan Penghubung Daerah

    Banjir Melanda Kota Madiun, Genangi Puluhan Rumah Warga dan Jalan Penghubung Daerah

    Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Febrianto Ramadani

    TRIBUNJATIM.COM, MADIUN – Puluhan warga di Jalan Pilang Muda, Kelurahan Pilangbango, Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun, mengeluarkan air yang merendam sejumlah perabotan rumah tangga, Senin pagi (18/11/2024).

    Selain di Jalan Pilang Muda, banjir juga menggenangi kawasan pemukiman warga di Jalan Tawang Sakti, Kecamatan Kartoharjo.

    Seorang Warga Jalan Pilang Muda Yati (60) menuturkan, hujan deras mengguyur pada Minggu (17/11/2024), sekitar pukul 18.30 WIB.

    “Air masuk rumah jam 9 malam. Tinggi air pinggang orang dewasa,” ujar Yati.

    Menurutnya, banyak rumah yang kebanjiran dengan ketinggian berbeda beda. Mulai setinggi mata kaki, sampai dengan lutut orang dewasa.

    “Semua rumah di sekitar sini sama sama kemasukan air. Sampai sekarang kami kerja bakti,” ucapnya.

    Banjir yang terjadi di Jalan Pilang Muda, ternyata membuat jalan penghubung kabupaten kota, jadi terputus.

    Sejumlah pengendara sepeda motor dan mobil, nekat melintasi wilayah tersebut. Namun nahas, tak sedikit pengendara sepeda motor yang mogok. Sehingga mereka memilih untuk menepikan kendaraan ke jalan yang kering.

    Salah Satu Pengendara Sepeda Motor Herianto (45), mengatakan, jalan ini sering dilewati, walaupun dekat dengan Jembatan Kali Piring, dan sering terjadi banjir.

    “Saya lihat aliran air tersendat karena tumpukan sampah bambu,jadi titik awal banjirnya disini,” ujar pria asal Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun tersebut.

    “Nekat saya lintasi akhirnya kendaraan mogok. Posisi saya perjalanan berangkat kerja ke Kota Madiun. Kalau ambil jalan alternatif jaraknya jauh, lewat sini lebih dekat,” tuntasnya.

  • Mobil eks MasterChef King Abdi Ditilang Polisi, Lampu Rem Pakai Lampu Tembak, Sopir Klarifikasi

    Mobil eks MasterChef King Abdi Ditilang Polisi, Lampu Rem Pakai Lampu Tembak, Sopir Klarifikasi

    Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Kukuh Kurniawan

    TRIBUNJATIM.COM, MALANG – Viral di media sosial Kota Malang, sebuah video amatir yang memperlihatkan mobil Mitsubishi Pajero mengganggu dan menyilaukan pengguna jalan lainnya.

    Pasalnya, di bagian bemper belakang mobil berwarna putih bernopol N-1293-XG itu terpasang dua lampu tembak (lampu sorot).

    Lampu tembak bercahaya putih dan menyorot ke belakang itu menyala ketika mobil tersebut mengerem.

    Dikarenakan membahayakan dan menggangu pengguna jalan yang lain, Satlantas Polresta Malang Kota segera mengambil tindakan.

    Dan tidak butuh waktu lama, mobil tersebut berhasil diamankan pada Senin (18/11/2024) siang. 

    Ternyata diketahui, mobil Pajero itu merupakan milik selebgram sekaligus foodvlogger kuliner bernama Amrizal Nuril Abdi alias King Abdi.

    Dan saat kejadian itu terjadi, mobil tersebut dikemudikan oleh sopirnya bernama Steven Fareza.

    Steven Fareza mengatakan, peristiwa yang menjadi viral di media sosial itu terjadi pada Sabtu (16/11/2024) malam.

    Ketika itu, dalam perjalanan pulang dari sebuah kafe kopi di Kecamatan Klojen Kota Malang menuju Kota Batu.

    “Jadi, lampu (lampu tembak) yang terpasang ini adalah produk endorsement dari bengkel variasi di Malang dan sudah terpasang sejak 7 bulan yang lalu. Sebenarnya, mas Nuril Abdi juga terganggu karena sinarnya terlalu terang dan menyilaukan,”

    “Kami sudah memberitahu pihak bengkelnya agar dilepas saja, namun belum ada tindakan sama sekali. Agar tidak menyilaukan, akhirnya kami tempel isolasi hitam pada lampu tersebut,” ujarnya saat berada di Polresta Malang Kota, Senin (18/11/2024).

    Namun ternyata, isolasi itu terlepas karena kondisi hujan. Akhirnya, lampu itu terbuka dan sorotnya membuat silau pengguna jalan serta menjadi viral di media sosial.

    “Oleh karenanya, saya selaku pengemudi mobil meminta maaf atas kejadian ini. Dan selanjutnya, aksesoris lampu akan segera dicopot,” tambahnya.

    Sementara itu, Kasat Lantas Polresta Malang Kota, Kompol Fitria Wijayanti menuturkan, bahwa tindakan tegas tetap diberikan kepada pengemudi mobil Pajero tersebut.

    “Untuk pengemudinya, kami tilang dan kami kenakan Pasal 287 ayat 4 UU No 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Selain ditilang, kami juga memberikan peneguran kepada pemilik mobil dan bengkel variasi agar kejadian ini tidak terulang kembali,” tandasnya.