Category: Medcom.id News

  • ​Polda Riau Sebar Pesan Keselamatan Lalu Lintas ke Sejumlah Sekolah

    ​Polda Riau Sebar Pesan Keselamatan Lalu Lintas ke Sejumlah Sekolah

    Pekanbaru: Ditlantas Polda Riau menyampaikan pesan keselamatan berlalu lintas dalam program Police Goes To School dan Green Policing di sejumlah SMA/SMK Kota Pekanbaru.

    Pesan keselamatan salah satunya disampaikan Dirlantas Polda Riau, Kombes Taufiq Lukman Nurhidayat, saat menjadi pembina upacara harian di SMAN 5 Pekanbaru. 

    “Dalam momentum Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-70 tahun 2025 ini, kami ingin hadir di tengah-tengah pelajar untuk menanamkan kesadaran disiplin berlalu lintas sekaligus kepedulian terhadap lingkungan,” kata Taufik di Pekanbaru, Senin, 8 September 2025. 

    Kegiatan serupa juga berlangsung serentak di empat sekolah lain di Pekanbaru yakni SMAN 9, SMAN 3, SMKN 1, dan SMKN 2, yang dipimpin oleh PJU Ditlantas Polda Riau.
     
    Edukasi Tertib Lalu Lintas

    Dalam kesempatan tersebut, Ditlantas memberikan edukasi tentang Kamseltibcarlantas kepada para pelajar dan guru termasuk ajakan menjaga lingkungan melalui program Green Policing. Polda Riau juga memberikan helm dan bingkisan kepada siswa serta penanaman bibit pohon bersama pihak sekolah.
     

    Taufik menjelaskan program ini bertujuan mempererat kemitraan Ditlantas dengan sekolah, menanamkan disiplin berlalu lintas sejak dini, sekaligus membentuk generasi muda yang taat aturan, berkarakter, peduli lingkungan, dan siap menjadi pelopor keselamatan lalu lintas.

    “Harapannya, siswa menjadi pelopor keselamatan lalu lintas sekaligus agen perubahan sejak dini,” jelas Taufik.

    Kasi Humas SMAN 5 Pekanbaru, Julinar, menyampaikan kegiatan ini sangat bermanfaat dan efektif untuk menambah wawasan siswa mengenai pentingnya tertib berlalu lintas. “Sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan,” jelas Julinar.

    Suasana hangat dan penuh keceriaan terlihat saat Dirlantas membagikan helm dan cokelat kepada siswa yang berhasil menjawab kuis serta pelajar yang telah memiliki SIM.

    Kegiatan kemudian ditutup dengan penanaman bibit pohon bersama pihak sekolah dan sesi foto bersama, menandai komitmen bersama dalam membangun budaya tertib lalu lintas dan menjaga kelestarian lingkungan sejak dini.

    Pekanbaru: Ditlantas Polda Riau menyampaikan pesan keselamatan berlalu lintas dalam program Police Goes To School dan Green Policing di sejumlah SMA/SMK Kota Pekanbaru.
     
    Pesan keselamatan salah satunya disampaikan Dirlantas Polda Riau, Kombes Taufiq Lukman Nurhidayat, saat menjadi pembina upacara harian di SMAN 5 Pekanbaru. 
     
    “Dalam momentum Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-70 tahun 2025 ini, kami ingin hadir di tengah-tengah pelajar untuk menanamkan kesadaran disiplin berlalu lintas sekaligus kepedulian terhadap lingkungan,” kata Taufik di Pekanbaru, Senin, 8 September 2025. 

    Kegiatan serupa juga berlangsung serentak di empat sekolah lain di Pekanbaru yakni SMAN 9, SMAN 3, SMKN 1, dan SMKN 2, yang dipimpin oleh PJU Ditlantas Polda Riau.
     

    Edukasi Tertib Lalu Lintas

    Dalam kesempatan tersebut, Ditlantas memberikan edukasi tentang Kamseltibcarlantas kepada para pelajar dan guru termasuk ajakan menjaga lingkungan melalui program Green Policing. Polda Riau juga memberikan helm dan bingkisan kepada siswa serta penanaman bibit pohon bersama pihak sekolah.
     

     
    Taufik menjelaskan program ini bertujuan mempererat kemitraan Ditlantas dengan sekolah, menanamkan disiplin berlalu lintas sejak dini, sekaligus membentuk generasi muda yang taat aturan, berkarakter, peduli lingkungan, dan siap menjadi pelopor keselamatan lalu lintas.
     
    “Harapannya, siswa menjadi pelopor keselamatan lalu lintas sekaligus agen perubahan sejak dini,” jelas Taufik.
     
    Kasi Humas SMAN 5 Pekanbaru, Julinar, menyampaikan kegiatan ini sangat bermanfaat dan efektif untuk menambah wawasan siswa mengenai pentingnya tertib berlalu lintas. “Sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan,” jelas Julinar.
     
    Suasana hangat dan penuh keceriaan terlihat saat Dirlantas membagikan helm dan cokelat kepada siswa yang berhasil menjawab kuis serta pelajar yang telah memiliki SIM.
     
    Kegiatan kemudian ditutup dengan penanaman bibit pohon bersama pihak sekolah dan sesi foto bersama, menandai komitmen bersama dalam membangun budaya tertib lalu lintas dan menjaga kelestarian lingkungan sejak dini.
     
    Cek Berita dan Artikel yang lain di

    Google News

    (PRI)

  • Tekan Balap Liar, Polda Riau Gelar Drag Bike Session III

    Tekan Balap Liar, Polda Riau Gelar Drag Bike Session III

    Pekanbaru: Ditlantas Polda Riau menggelar ‘Drag Bike Session III’ di lintasan depan Venue Atletik Stadion Kaharuddin Nasution, Rumbai, Pekanbaru, pada Minggu, 7 September 2025.

    Dirlantas Polda Riau, Kombes Taufiq Lukman Nurhidayat, mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk menekan aksi balap liar sekaligus untuk mencetak bibit pembalap muda berbakat. 

    “Saya berharap kegiatan drag bike ini yang sudah terjadwal bisa terselenggara dengan lebih baik lagi. Saya juga mengimbau kepada rekan-rekan yang suka balap liar agar tidak melakukannya lagi, karena selain mengganggu pengguna jalan lain, juga sangat berbahaya untuk diri sendiri maupun orang lain,” kata Taufik dalam keterangan pers dikutip Senin, 8 September 2025.

    Taufiq menegaskan program drag bike ini merupakan inovasi kepolisian dalam memberikan ruang alternatif positif bagi masyarakat. Program ini juga merupakan bagian dari upaya pendekatan persuasif Polisi Lalu Lintas kepada masyarakat, sekaligus rangkaian peringatan Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-70. 
     

    Dengan digelarnya Drag Bike Session III ini, Taufik berharap masyarakat khususnya generasi muda semakin sadar akan pentingnya menyalurkan hobi otomotif pada jalur yang benar, aman, dan berprestasi.

    “Kegiatan ini adalah langkah berkelanjutan untuk menekan aksi balap liar yang meresahkan masyarakat. Selain itu, kita juga ingin meningkatkan minat masyarakat terhadap olahraga otomotif di tempat yang resmi dan aman,” jelas Taufik.

    Gelaran tersebut dihadiri jajaran pejabat Ditlantas Polda Riau, perwakilan Dinas Perhubungan Provinsi Riau dan Kota Pekanbaru, komunitas klub motor, hingga puluhan riders peserta.

    Sebanyak 50 pembalap terverifikasi yang tergabung dalam Joki Bertuah, dengan total 150 starter, ikut ambil bagian dalam Drag Bike Session III.

    Adapun para juara dengan catatan waktu terbaik adalah juara I diraih Rajas dengan 08.50 detik, juara II diraih Kiki dengan 08.70 detik, juara III diraih Reza dengan 08.98 detik, dan juara IV diraih Ikhsan dengan catatan Waktu 09.39 detik.

    Pekanbaru: Ditlantas Polda Riau menggelar ‘Drag Bike Session III’ di lintasan depan Venue Atletik Stadion Kaharuddin Nasution, Rumbai, Pekanbaru, pada Minggu, 7 September 2025.
     
    Dirlantas Polda Riau, Kombes Taufiq Lukman Nurhidayat, mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk menekan aksi balap liar sekaligus untuk mencetak bibit pembalap muda berbakat. 
     
    “Saya berharap kegiatan drag bike ini yang sudah terjadwal bisa terselenggara dengan lebih baik lagi. Saya juga mengimbau kepada rekan-rekan yang suka balap liar agar tidak melakukannya lagi, karena selain mengganggu pengguna jalan lain, juga sangat berbahaya untuk diri sendiri maupun orang lain,” kata Taufik dalam keterangan pers dikutip Senin, 8 September 2025.

    Taufiq menegaskan program drag bike ini merupakan inovasi kepolisian dalam memberikan ruang alternatif positif bagi masyarakat. Program ini juga merupakan bagian dari upaya pendekatan persuasif Polisi Lalu Lintas kepada masyarakat, sekaligus rangkaian peringatan Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-70. 
     

     
    Dengan digelarnya Drag Bike Session III ini, Taufik berharap masyarakat khususnya generasi muda semakin sadar akan pentingnya menyalurkan hobi otomotif pada jalur yang benar, aman, dan berprestasi.
     
    “Kegiatan ini adalah langkah berkelanjutan untuk menekan aksi balap liar yang meresahkan masyarakat. Selain itu, kita juga ingin meningkatkan minat masyarakat terhadap olahraga otomotif di tempat yang resmi dan aman,” jelas Taufik.
     
    Gelaran tersebut dihadiri jajaran pejabat Ditlantas Polda Riau, perwakilan Dinas Perhubungan Provinsi Riau dan Kota Pekanbaru, komunitas klub motor, hingga puluhan riders peserta.
     
    Sebanyak 50 pembalap terverifikasi yang tergabung dalam Joki Bertuah, dengan total 150 starter, ikut ambil bagian dalam Drag Bike Session III.
     
    Adapun para juara dengan catatan waktu terbaik adalah juara I diraih Rajas dengan 08.50 detik, juara II diraih Kiki dengan 08.70 detik, juara III diraih Reza dengan 08.98 detik, dan juara IV diraih Ikhsan dengan catatan Waktu 09.39 detik.
     

     
    Cek Berita dan Artikel yang lain di

    Google News

    (PRI)

  • Sejumlah Pejabat Merapat ke Istana, Siap-siap Prabowo Rombak Kabinet

    Sejumlah Pejabat Merapat ke Istana, Siap-siap Prabowo Rombak Kabinet

    Jakarta: Presiden Prabowo Subianto disebut akan melakukan perombakan kabinet alias reshuffle terhadap sejumlah menteri yang saat ini berada di Kabinet Merah Putih.

    Berdasarkan pantauan, beberapa pejabat negara datang ke istana hari ini, Senin, 8 September 2025 sore. Sosok yang terlihat yakni Ketua Umum Partai Golkar sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia. 

    Sebelum Bahlil, sejumlah tokoh sudah lebih dahulu memasuki area Istana seperti Mukhtarudin, anggota Komisi XII DPR RI dari Fraksi Golkar. Kemudian, Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Purbaya Yudhi Sadewa. 

    Selanjutnya, Kepala Badan Penyelenggara Haji (BP Haji), Mochamad Irfan Yusuf alias Gus Irfan, turut hadir dengan tampilan formal lengkap dan dasi biru disusul Wakil Menteri Koperasi Ferry Juliantono. 
     
    Bocoran menteri yang diganti

    Menurut sumber, ada lima posisi menteri yang akan dirombak. Mereka antara lain Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Dito Ariotedjo, Menteri Koperasi Budi Arie, dan Menteri Perlindungan Pekerjaan Migran Indonesia (P2MI) Abdul Kadir Karding.

    Selain itu, nama Menteri Koordinator bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Budi Gunawan juga dikabarkan masuk daftar perombakan.

    Jakarta: Presiden Prabowo Subianto disebut akan melakukan perombakan kabinet alias reshuffle terhadap sejumlah menteri yang saat ini berada di Kabinet Merah Putih.
     
    Berdasarkan pantauan, beberapa pejabat negara datang ke istana hari ini, Senin, 8 September 2025 sore. Sosok yang terlihat yakni Ketua Umum Partai Golkar sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia. 
     
    Sebelum Bahlil, sejumlah tokoh sudah lebih dahulu memasuki area Istana seperti Mukhtarudin, anggota Komisi XII DPR RI dari Fraksi Golkar. Kemudian, Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Purbaya Yudhi Sadewa. 

    Selanjutnya, Kepala Badan Penyelenggara Haji (BP Haji), Mochamad Irfan Yusuf alias Gus Irfan, turut hadir dengan tampilan formal lengkap dan dasi biru disusul Wakil Menteri Koperasi Ferry Juliantono. 
     

    Bocoran menteri yang diganti

    Menurut sumber, ada lima posisi menteri yang akan dirombak. Mereka antara lain Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Dito Ariotedjo, Menteri Koperasi Budi Arie, dan Menteri Perlindungan Pekerjaan Migran Indonesia (P2MI) Abdul Kadir Karding.
     
    Selain itu, nama Menteri Koordinator bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Budi Gunawan juga dikabarkan masuk daftar perombakan.
     
    Cek Berita dan Artikel yang lain di

    Google News

    (PRI)

  • GSF Siap Berlayar Menuju Gaza Bersama Relawan dari 44 Negara

    GSF Siap Berlayar Menuju Gaza Bersama Relawan dari 44 Negara

    Tunis: Gerakan Global Sumud Flotilla (GSF) yang akan berlayar menuju Gaza mematangkan rencana pelayaran dengan terus mengintensifkan pelatihan dan simulasi kepada semua relawan. 

    Dalam simulasi terakhir yang digelar di Hotel Radisson Tunis, panitia meminta relawan agar fokus dan sungguh-sungguh mengikuti pelatihan. Selain GSF, gerakan Sumud Nusantara juga ikut memberikan materi dalam pelatihan yang digelar pada Sabtu, 6 September 2025 waktu setempat.
     
    Koordinator Sumud Nusantara, Muhammad Nadir al-Nuri, menegaskan bahwa Sumud Nusantara dan GSF akan bersama-sama membawa relawan dari 44 negara untuk berlayar menghentikan blokade terhadap Gaza.
     
    “Kita akan membuka koridor kemanusiaan untuk menyalurkan pada rakyat Gaza. Agar bantuan makanan dan lain-lainnya dapat masuk ke bumi Gaza,” ungkap Nadir.
     

     
    Nadir menambahkan, pihaknya membawa bantuan dalam jumlah besar dari Indonesia dan Malaysia. Juga negara-negara lain seperti Pakistan, Maladewa, Thailand, Srilanka dan Filipina.
     
    “Negara-negara ini berada dalam kelompok besar bersama negara-negara Arab. Dan kita akan mencetak sejarah insya Allah,” tegas Nadir.
     
    Selama ini, lanjut Nadir, Sumud Nusantara telah menjalankan sepuluh misi untuk menembus Gaza. “Kali ini akan menembus kepungan melalui jalur laut. Tapi misi kali ini adalah misi terbesar yang pernah kita jalankan selama ini,” ungkapnya.
     
    “Jumlah kapal yang dibawa dan jumlah relawan yang ikut adalah yang terbanyak selama ini,” tegasnya.
     
    Sementara itu, relawan IGPC dari Indonesia, Maimon Herawati, mengaku siap berangkat ke Gaza karena kapal-kapal dari Spanyol sudah ada yang tiba di Tunisia.
     
    “Masya Allah, ini akan jadi kenyataan, antara deg-degan dan bahagia (bisa berlayar),” ujarnya.
     
    “Kita tidak tahu siapa saja nanti yang akan bisa naik kapal. Tapi bagaimanapun kami telah siap berlayar,” pungkasnya.

    Tunis: Gerakan Global Sumud Flotilla (GSF) yang akan berlayar menuju Gaza mematangkan rencana pelayaran dengan terus mengintensifkan pelatihan dan simulasi kepada semua relawan. 
     
    Dalam simulasi terakhir yang digelar di Hotel Radisson Tunis, panitia meminta relawan agar fokus dan sungguh-sungguh mengikuti pelatihan. Selain GSF, gerakan Sumud Nusantara juga ikut memberikan materi dalam pelatihan yang digelar pada Sabtu, 6 September 2025 waktu setempat.
     
    Koordinator Sumud Nusantara, Muhammad Nadir al-Nuri, menegaskan bahwa Sumud Nusantara dan GSF akan bersama-sama membawa relawan dari 44 negara untuk berlayar menghentikan blokade terhadap Gaza.
     
    “Kita akan membuka koridor kemanusiaan untuk menyalurkan pada rakyat Gaza. Agar bantuan makanan dan lain-lainnya dapat masuk ke bumi Gaza,” ungkap Nadir.
     

     
    Nadir menambahkan, pihaknya membawa bantuan dalam jumlah besar dari Indonesia dan Malaysia. Juga negara-negara lain seperti Pakistan, Maladewa, Thailand, Srilanka dan Filipina.
     
    “Negara-negara ini berada dalam kelompok besar bersama negara-negara Arab. Dan kita akan mencetak sejarah insya Allah,” tegas Nadir.
     
    Selama ini, lanjut Nadir, Sumud Nusantara telah menjalankan sepuluh misi untuk menembus Gaza. “Kali ini akan menembus kepungan melalui jalur laut. Tapi misi kali ini adalah misi terbesar yang pernah kita jalankan selama ini,” ungkapnya.
     
    “Jumlah kapal yang dibawa dan jumlah relawan yang ikut adalah yang terbanyak selama ini,” tegasnya.
     
    Sementara itu, relawan IGPC dari Indonesia, Maimon Herawati, mengaku siap berangkat ke Gaza karena kapal-kapal dari Spanyol sudah ada yang tiba di Tunisia.
     
    “Masya Allah, ini akan jadi kenyataan, antara deg-degan dan bahagia (bisa berlayar),” ujarnya.
     
    “Kita tidak tahu siapa saja nanti yang akan bisa naik kapal. Tapi bagaimanapun kami telah siap berlayar,” pungkasnya.
     
    Cek Berita dan Artikel yang lain di

    Google News

    (PRI)

  • Fakta-fakta Bus Listrik TransJakarta Tabrak Toko di Setiabudi

    Fakta-fakta Bus Listrik TransJakarta Tabrak Toko di Setiabudi

    Jakarta: Viral di media sosial insiden bus listrik TransJakarta menabrak sebuah toko di Jalan Minangkabau Timur, Menteng Atas, Jakarta Selatan, Sabtu, 6 September 2025 siang.

    Berdasarkan video yang beredar di media sosial, bus tampak menabrak bangunan toko di sisi jalan. Kejadian ini sontak membuat panik warga sekitar sekaligus mengganggu arus lalu lintas di kawasan tersebut.

    Berikut ini fakta-fakta bus listrik TransJakarta menabrak toko di Setiabudi: 
    Kronologi

    Bus dengan nomor DMR-240177 tersebut awalnya berjalan dari Jalan Saharjo arah Galunggung kemudian bus berputar balik di Jalan Dr. Saharjo. Namun karena sopir kurang konsentrasi, bus tersebut malah menabrak toko dan menyebabkan seorang penjaga toko terluka. Akibat insiden ini, bus listrik tersebut juga mengalami kerusakan di bagian depan.
     

     

    TransJakarta minta maaf

    Atas kejadian ini, PT Transportasi Jakarta (TransJakarta) menyampaikan permintaan maaf karena sudah merusak toko dan membuat penjaga toko mengalami luka-luka. 

    “TransJakarta mohon maaf atas kejadian ini,” kata Kepala Departemen Humas dan Corporate Social Responsibility (CSR), Ayu Wardhani kepada wartawan. 
     
    Hasil investigasi TransJakarta

    Pihak TransJakarta telah melakukan investigasi lebih lanjut dan memastikan tidak ada kendala teknis yang terjadi. 

    “Transjakarta dan operator secara paralel sudah melakukan pengecekan dan memastikan tidak ada kendala teknis,” terang Ayu. 

    Ia menambahkan, pihak TransJakarta juga sudah membawa kasus ini ditangani oleh Kepolisian.

    Jakarta: Viral di media sosial insiden bus listrik TransJakarta menabrak sebuah toko di Jalan Minangkabau Timur, Menteng Atas, Jakarta Selatan, Sabtu, 6 September 2025 siang.
     
    Berdasarkan video yang beredar di media sosial, bus tampak menabrak bangunan toko di sisi jalan. Kejadian ini sontak membuat panik warga sekitar sekaligus mengganggu arus lalu lintas di kawasan tersebut.
     
    Berikut ini fakta-fakta bus listrik TransJakarta menabrak toko di Setiabudi: 

    Kronologi

    Bus dengan nomor DMR-240177 tersebut awalnya berjalan dari Jalan Saharjo arah Galunggung kemudian bus berputar balik di Jalan Dr. Saharjo. Namun karena sopir kurang konsentrasi, bus tersebut malah menabrak toko dan menyebabkan seorang penjaga toko terluka. Akibat insiden ini, bus listrik tersebut juga mengalami kerusakan di bagian depan.
     

     

    TransJakarta minta maaf

    Atas kejadian ini, PT Transportasi Jakarta (TransJakarta) menyampaikan permintaan maaf karena sudah merusak toko dan membuat penjaga toko mengalami luka-luka. 

    “TransJakarta mohon maaf atas kejadian ini,” kata Kepala Departemen Humas dan Corporate Social Responsibility (CSR), Ayu Wardhani kepada wartawan. 
     

    Hasil investigasi TransJakarta

    Pihak TransJakarta telah melakukan investigasi lebih lanjut dan memastikan tidak ada kendala teknis yang terjadi. 
     
    “Transjakarta dan operator secara paralel sudah melakukan pengecekan dan memastikan tidak ada kendala teknis,” terang Ayu. 
     
    Ia menambahkan, pihak TransJakarta juga sudah membawa kasus ini ditangani oleh Kepolisian.
     
    Cek Berita dan Artikel yang lain di

    Google News

    (PRI)

  • UPJ Berdayakan Lulusan Lewat Program Micro-Credentials Internasional

    UPJ Berdayakan Lulusan Lewat Program Micro-Credentials Internasional

    Tangerang: Universitas Pembangunan Jaya (UPJ) berambisi menghasilkan lulusan yang relevan dan siap bersaing di kancah global melalui penguatan program micro-credentials internasional. Hal ini menjadi salah satu fokus utama dalam Wisuda ke-11 dan Dies Natalis ke-14 yang mengukuhkan 652 lulusan dari Fakultas Teknologi Desain serta Fakultas Humaniora dan Bisnis.

    Para wisudawan UPJ tidak hanya mengandalkan ijazah formal. Mereka juga dibekali dengan sertifikasi keahlian dari institusi digital internasional. Strategi ini merupakan untuk memastikan bahwa setiap lulusan memiliki keterampilan spesifik yang dibutuhkan oleh industri saat ini.

    Presiden UPJ, Frans Satyaki Sunito, menekankan bahwa integrasi sertifikasi keahlian internasional ini merupakan kunci dalam membentuk lulusan yang ‘Berdaya, Berkarya, dan Bermakna’. UPJ berpandangan bahwa pengetahuan akademis harus dilengkapi dengan kompetensi praktis yang terverifikasi secara global.

    Keberhasilan program ini juga didukung oleh kolaborasi kuat UPJ dengan berbagai mitra internasional. Sepanjang tahun akademik 2024–2025, UPJ telah menandatangani 11 MoU, 3 MoA, dan 14 Implementation Arrangement (IA) dengan institusi dari Korea, Taiwan, Australia, hingga Jerman.

    Jejaring internasional dinilai membuka peluang bagi mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman dan pengakuan global, seperti yang dicontohkan oleh Naufal Badalsyafiq, lulusan Desain Komunikasi Visual, yang berhasil melanjutkan studi ke Monash University dengan beasiswa penuh berkat portofolio akademis dan keahliannya.

    Dengan fokus pada micro-credentials internasional, UPJ berharap dapat terus mencetak lulusan yang tidak hanya siap kerja, tetapi juga mampu beradaptasi dengan cepat terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan industri di seluruh dunia.

    Ketua Panitia Wisuda ke-11, Yunus Widjaja, menekankan bahwa tema ‘Berdaya, Berkarya, Bermakna’ menjadi pijakan utama bagi lulusan UPJ.

    “Wisuda bukan hanya seremoni kelulusan, tetapi perayaan proses panjang pembelajaran yang menggabungkan akademik, praktik industri, riset, dan jejaring global. Tema ini mengingatkan bahwa setiap lulusan UPJ harus berdaya menghadapi tantangan, berkarya memberi kontribusi, dan bermakna bagi masyarakat,” kata Yunus.

    Tangerang: Universitas Pembangunan Jaya (UPJ) berambisi menghasilkan lulusan yang relevan dan siap bersaing di kancah global melalui penguatan program micro-credentials internasional. Hal ini menjadi salah satu fokus utama dalam Wisuda ke-11 dan Dies Natalis ke-14 yang mengukuhkan 652 lulusan dari Fakultas Teknologi Desain serta Fakultas Humaniora dan Bisnis.
     
    Para wisudawan UPJ tidak hanya mengandalkan ijazah formal. Mereka juga dibekali dengan sertifikasi keahlian dari institusi digital internasional. Strategi ini merupakan untuk memastikan bahwa setiap lulusan memiliki keterampilan spesifik yang dibutuhkan oleh industri saat ini.
     
    Presiden UPJ, Frans Satyaki Sunito, menekankan bahwa integrasi sertifikasi keahlian internasional ini merupakan kunci dalam membentuk lulusan yang ‘Berdaya, Berkarya, dan Bermakna’. UPJ berpandangan bahwa pengetahuan akademis harus dilengkapi dengan kompetensi praktis yang terverifikasi secara global.

    Keberhasilan program ini juga didukung oleh kolaborasi kuat UPJ dengan berbagai mitra internasional. Sepanjang tahun akademik 2024–2025, UPJ telah menandatangani 11 MoU, 3 MoA, dan 14 Implementation Arrangement (IA) dengan institusi dari Korea, Taiwan, Australia, hingga Jerman.
     
    Jejaring internasional dinilai membuka peluang bagi mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman dan pengakuan global, seperti yang dicontohkan oleh Naufal Badalsyafiq, lulusan Desain Komunikasi Visual, yang berhasil melanjutkan studi ke Monash University dengan beasiswa penuh berkat portofolio akademis dan keahliannya.
     
    Dengan fokus pada micro-credentials internasional, UPJ berharap dapat terus mencetak lulusan yang tidak hanya siap kerja, tetapi juga mampu beradaptasi dengan cepat terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan industri di seluruh dunia.
     
    Ketua Panitia Wisuda ke-11, Yunus Widjaja, menekankan bahwa tema ‘Berdaya, Berkarya, Bermakna’ menjadi pijakan utama bagi lulusan UPJ.
     
    “Wisuda bukan hanya seremoni kelulusan, tetapi perayaan proses panjang pembelajaran yang menggabungkan akademik, praktik industri, riset, dan jejaring global. Tema ini mengingatkan bahwa setiap lulusan UPJ harus berdaya menghadapi tantangan, berkarya memberi kontribusi, dan bermakna bagi masyarakat,” kata Yunus.
     
    Cek Berita dan Artikel yang lain di

    Google News

    (FZN)

  • Jadwal Puasa Ayyamul Bidh September 2025, Lengkap dengan Bacaan Niatnya

    Jadwal Puasa Ayyamul Bidh September 2025, Lengkap dengan Bacaan Niatnya

    Jakarta: Puasa Ayyamul Bidh adalah puasa sunah yang dilakukan pada pertengahan bulan-bulan qamariyah, yaitu pada tanggal 13, 14, dan 15. Berikut jadwal puasa Ayyamul Bidh September 2025 yang juga bertepatan dengan bulan Muharram 1447 Hijriah.

    Setiap bulan dalam kalender hijriah memiliki momen ibadah sunah yang istimewa. Salah satunya adalah puasa ayyamul bidh, yaitu puasa tiga hari pada pertengahan bulan hijriah saat bulan purnama tampak terang. Amalan ini kerap menjadi perhatian umat Islam karena keutamaannya yang besar, bahkan disamakan dengan puasa sepanjang tahun.

    Apa Itu Puasa Ayyamul Bidh?
    Secara bahasa, ayyamul bidh berarti “hari-hari putih”. Istilah ini merujuk pada tanggal 13, 14, dan 15 dalam kalender hijriah, saat bulan purnama terlihat paling terang.

    Puasa Ayyamul Bidh dianjurkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai salah satu cara untuk mendekatkan diri kepada Allah dan memperoleh pahala yang besar. Dalam hadits riwayat An-Nasa’i dari Ibnu Abbas, beliau berkata:

    “Dari Ibnu Abbas, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam terlihat sering tidak makan (berpuasa) pada hari yang malamnya cerah, baik sedang berada di rumah atau berpergian.” (HR. An-Nasa’i)
    Jadwal Puasa Ayyamul Bidh September 2025
    Berdasarkan kalender hijriah 1447 H, puasa ayyamul bidh September 2025
    bertepatan dengan:

    Tanggal 13 Rabiul Awal 1447 H: Sabtu, 6 September 2025
    Tanggal 14 Rabiul Awal 1447 H: Minggu, 7 September 2025
    Tanggal 15 Rabiul Awal 1447 H: Senin, 8 September 2025

    Dengan begitu, umat Islam dapat meniatkan diri untuk berpuasa tiga hari tersebut sesuai sunnah Nabi Muhammad SAW. 
     

     

    Niat Puasa Ayyamul Bidh
    Sama seperti puasa sunah lainnya, niat puasa ayyamul bidh cukup dilakukan dalam hati. Namun, umat Islam juga bisa melafalkan niat dengan bacaan berikut:

    نَوَيْتُ صَوْمَ أَيَّامِ البَيْضِ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
     

    Latin: Nawaitu shauma ayyāmil bīḍhi sunnatan lillāhi ta‘ālā

    Artinya: “Saya niat berpuasa pada hari-hari putih, sunah karena Allah Ta‘ala.”

    Niat ini dapat dibaca pada malam hari sebelum berpuasa atau ketika sahur, selama belum masuk waktu subuh.
    Keutamaan Puasa Ayyamul Bidh
    Puasa ini memiliki beberapa keutamaan, antara lain:

    Mendapat pahala seperti berpuasa sepanjang tahun 
    Melatih kesabaran dan pengendalian diri
    Menyucikan jiwa  

    Puasa ayyamul bidh September 2025 dapat menjadi amalan sunah yang ringan namun penuh keberkahan. Dengan melaksanakannya, umat Islam tidak hanya meraih pahala, tetapi juga mendapatkan manfaat rohani dan jasmani.

    (Sheva Asyraful Fali)

    Jakarta: Puasa Ayyamul Bidh adalah puasa sunah yang dilakukan pada pertengahan bulan-bulan qamariyah, yaitu pada tanggal 13, 14, dan 15. Berikut jadwal puasa Ayyamul Bidh September 2025 yang juga bertepatan dengan bulan Muharram 1447 Hijriah.
     
    Setiap bulan dalam kalender hijriah memiliki momen ibadah sunah yang istimewa. Salah satunya adalah puasa ayyamul bidh, yaitu puasa tiga hari pada pertengahan bulan hijriah saat bulan purnama tampak terang. Amalan ini kerap menjadi perhatian umat Islam karena keutamaannya yang besar, bahkan disamakan dengan puasa sepanjang tahun.

    Apa Itu Puasa Ayyamul Bidh?
    Secara bahasa, ayyamul bidh berarti “hari-hari putih”. Istilah ini merujuk pada tanggal 13, 14, dan 15 dalam kalender hijriah, saat bulan purnama terlihat paling terang.
     
    Puasa Ayyamul Bidh dianjurkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai salah satu cara untuk mendekatkan diri kepada Allah dan memperoleh pahala yang besar. Dalam hadits riwayat An-Nasa’i dari Ibnu Abbas, beliau berkata:

    “Dari Ibnu Abbas, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam terlihat sering tidak makan (berpuasa) pada hari yang malamnya cerah, baik sedang berada di rumah atau berpergian.” (HR. An-Nasa’i)

    Jadwal Puasa Ayyamul Bidh September 2025
    Berdasarkan kalender hijriah 1447 H, puasa ayyamul bidh September 2025
    bertepatan dengan:
     
    Tanggal 13 Rabiul Awal 1447 H: Sabtu, 6 September 2025
    Tanggal 14 Rabiul Awal 1447 H: Minggu, 7 September 2025
    Tanggal 15 Rabiul Awal 1447 H: Senin, 8 September 2025
     

    Dengan begitu, umat Islam dapat meniatkan diri untuk berpuasa tiga hari tersebut sesuai sunnah Nabi Muhammad SAW. 
     

     

    Niat Puasa Ayyamul Bidh
    Sama seperti puasa sunah lainnya, niat puasa ayyamul bidh cukup dilakukan dalam hati. Namun, umat Islam juga bisa melafalkan niat dengan bacaan berikut:
     
    نَوَيْتُ صَوْمَ أَيَّامِ البَيْضِ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
     
     
    Latin: Nawaitu shauma ayyāmil bīḍhi sunnatan lillāhi ta‘ālā
     
    Artinya: “Saya niat berpuasa pada hari-hari putih, sunah karena Allah Ta‘ala.”
     
    Niat ini dapat dibaca pada malam hari sebelum berpuasa atau ketika sahur, selama belum masuk waktu subuh.
    Keutamaan Puasa Ayyamul Bidh
    Puasa ini memiliki beberapa keutamaan, antara lain:

    Mendapat pahala seperti berpuasa sepanjang tahun 
    Melatih kesabaran dan pengendalian diri
    Menyucikan jiwa  

    Puasa ayyamul bidh September 2025 dapat menjadi amalan sunah yang ringan namun penuh keberkahan. Dengan melaksanakannya, umat Islam tidak hanya meraih pahala, tetapi juga mendapatkan manfaat rohani dan jasmani.
     
    (Sheva Asyraful Fali)

     
    Cek Berita dan Artikel yang lain di

    Google News

    (RUL)

  • Nonaktifkan Kader, Dukung Reformasi DPR

    Nonaktifkan Kader, Dukung Reformasi DPR

    Jakarta: Partai NasDem menegaskan komitmennya merespons aspirasi publik dengan langkah konkret tanpa tedeng aling-aling. Sikap itu ditunjukkan melalui penonaktifan Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach dari kepengurusan partai, sekaligus dukungan penuh Fraksi NasDem DPR RI terhadap kebijakan reformasi di parlemen.

    Ketua Fraksi Partai NasDem DPR RI Viktor Bungtilu Laiskodat mengatakan, langkah ini sekaligus menjawab tuntutan 6–8 yang ditujukan mahasiswa kepada ketua umum partai politik. Menurutnya, Surya Paloh sebagai Ketua Umum Partai NasDem telah menunjukkan arah yang jelas dengan menindak kader kontroversial, menjaga transparansi, serta berpihak pada rakyat.

    “Ini bukan hanya soal angka-angka penghematan, melainkan sikap DPR dalam menegaskan komitmen transparansi, akuntabilitas, dan kedekatan dengan aspirasi rakyat. NasDem berkomitmen menjaga marwah DPR agar kembali ke jalur yang semestinya,” ujar Viktor dalam keteranganya seperti dikutip Sabtu, 6 September 2025. 

    NasDem juga menegaskan dukungan penuh kepada Presiden Prabowo Subianto dalam mengusut dugaan makar di balik kerusuhan demonstrasi. Fraksi NasDem bahkan mendorong pembentukan tim investigasi independen lintas lembaga agar proses penyelidikan transparan dan dipercaya publik

    Di parlemen, Fraksi NasDem menjadi salah satu yang mendorong penghentian tunjangan perumahan, pemangkasan fasilitas DPR, serta moratorium perjalanan ke luar negeri bagi anggota dewan. Langkah ini selaras dengan aspirasi mahasiswa yang menuntut efisiensi anggaran dan integritas wakil rakyat.
     

    Meski menghadapi hantaman isu internal, para legislator NasDem tetap bekerja untuk rakyat. Ketua Komisi XIII DPR RI Willy Aditya dan Wakil Ketua Baleg Martin Manurung, serta Ketua Komisi II DPR Rifqinizamy Karsayuda tercatat tetap memimpin jalannya pembahasan legislasi di tengah gelombang demonstrasi.

    “Transparansi adalah kunci untuk menjaga kepercayaan publik. Kami berharap momentum ini semakin mendekatkan DPR dengan rakyat,” tambah Viktor.

    Dengan sikap tegas terhadap kader kontroversial, keberpihakan pada reformasi DPR, dan komitmen menjaga keutuhan bangsa, Partai NasDem menunjukkan konsistensinya sebagai partai politik yang menjalankan tuntutan 17 + 8, yakni poin 6–8: Pecat atau jatuhkan sanksi tegas kepada kader DPR yang tidak etis dan memicu kemarahan publik; Umumkan komitmen partai untuk berpihak pada rakyat di tengah krisis; Libatkan kader dalam ruang dialog publik bersama mahasiswa serta masyarakat sipil.

    Jakarta: Partai NasDem menegaskan komitmennya merespons aspirasi publik dengan langkah konkret tanpa tedeng aling-aling. Sikap itu ditunjukkan melalui penonaktifan Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach dari kepengurusan partai, sekaligus dukungan penuh Fraksi NasDem DPR RI terhadap kebijakan reformasi di parlemen.
     
    Ketua Fraksi Partai NasDem DPR RI Viktor Bungtilu Laiskodat mengatakan, langkah ini sekaligus menjawab tuntutan 6–8 yang ditujukan mahasiswa kepada ketua umum partai politik. Menurutnya, Surya Paloh sebagai Ketua Umum Partai NasDem telah menunjukkan arah yang jelas dengan menindak kader kontroversial, menjaga transparansi, serta berpihak pada rakyat.
     
    “Ini bukan hanya soal angka-angka penghematan, melainkan sikap DPR dalam menegaskan komitmen transparansi, akuntabilitas, dan kedekatan dengan aspirasi rakyat. NasDem berkomitmen menjaga marwah DPR agar kembali ke jalur yang semestinya,” ujar Viktor dalam keteranganya seperti dikutip Sabtu, 6 September 2025. 

    NasDem juga menegaskan dukungan penuh kepada Presiden Prabowo Subianto dalam mengusut dugaan makar di balik kerusuhan demonstrasi. Fraksi NasDem bahkan mendorong pembentukan tim investigasi independen lintas lembaga agar proses penyelidikan transparan dan dipercaya publik
     
    Di parlemen, Fraksi NasDem menjadi salah satu yang mendorong penghentian tunjangan perumahan, pemangkasan fasilitas DPR, serta moratorium perjalanan ke luar negeri bagi anggota dewan. Langkah ini selaras dengan aspirasi mahasiswa yang menuntut efisiensi anggaran dan integritas wakil rakyat.
     

     
    Meski menghadapi hantaman isu internal, para legislator NasDem tetap bekerja untuk rakyat. Ketua Komisi XIII DPR RI Willy Aditya dan Wakil Ketua Baleg Martin Manurung, serta Ketua Komisi II DPR Rifqinizamy Karsayuda tercatat tetap memimpin jalannya pembahasan legislasi di tengah gelombang demonstrasi.
     
    “Transparansi adalah kunci untuk menjaga kepercayaan publik. Kami berharap momentum ini semakin mendekatkan DPR dengan rakyat,” tambah Viktor.
     
    Dengan sikap tegas terhadap kader kontroversial, keberpihakan pada reformasi DPR, dan komitmen menjaga keutuhan bangsa, Partai NasDem menunjukkan konsistensinya sebagai partai politik yang menjalankan tuntutan 17 + 8, yakni poin 6–8: Pecat atau jatuhkan sanksi tegas kepada kader DPR yang tidak etis dan memicu kemarahan publik; Umumkan komitmen partai untuk berpihak pada rakyat di tengah krisis; Libatkan kader dalam ruang dialog publik bersama mahasiswa serta masyarakat sipil.
     
    Cek Berita dan Artikel yang lain di

    Google News

    (RUL)

  • Urutan dan Nama-nama Bulan Hijirah: Panduan Lengkap Kalender Islam

    Urutan dan Nama-nama Bulan Hijirah: Panduan Lengkap Kalender Islam

    Jakarta: Kalender Hijriah atau kalender Islam digunakan oleh umat Muslim di seluruh dunia untuk menentukan waktu ibadah, puasa, dan hari-hari penting keagamaan. Kalender ini berbasis peredaran bulan mengelilingi bumi, berbeda dengan kalender Masehi yang berbasis matahari.

    Dilansir dari laman Muhammadiyah, setelah wafatnya Rasulullah Saw pada abad ke-7 M para Sahabat Nabi menjadikan sistem kalender Hijriyah ini sebagai pedoman yang mereka patuhi dengan sungguh-sungguh.
    Penamaan Hijriah
    Penanaman Hijriyah atau Hijriah ini mempunyai makna mendalam. Nama tersebut diambil dari peristiwa hijrah Nabi Muhammad dari Mekkah ke Madinah pada tahun 622 Masehi. 

    Hijrah ini merupakan peristiwa penting dalam sejarah Islam yang menandai perpindahan Nabi Saw dan para sahabatnya ke Madinah untuk membentuk sebuah negara Islam yang baru. Keputusan untuk menggunakan hijrah sebagai titik awal era dalam perhitungan tahun Hijriyah adalah hasil dari pertimbangan dan kesepakatan para sahabat setelah wafatnya Nabi Muhammad.
    Muharram Sebagai Bulan Pertama
    Awalnya ada yang yang mengusulkan Ramadan sebagai bulan pertama kalender Hijriah. Namun akhirnya para sahabat dengan bulat setuju untuk memulai tahun dengan bulan Muharram.

    Nama dan Urutan Bulan Kalender Hijriah
    Kalender Hijriah terdiri dari 12 bulan, yang urutannya sebagai berikut:

    Muharram
    Bulan pertama dalam penanggalan Hijriah dan termasuk salah satu dari empat bulan haram (bulan mulia) dalam Islam, yang memiliki makna tersendiri karena merupakan permulaan tahun dan waktu untuk meningkatkan spiritualitas.

    Bulan ini disebut juga “Syahrullah” (bulan milik Allah) dan banyak peristiwa penting dalam sejarah Islam terjadi di dalamnya, seperti diselamatkannya Nabi Musa dari Firaun dan Nabi Nuh dari banjir bandang.
    Safar
    Bulan kedua dalam kalender Hijriah, yang namanya berasal dari kata Arab “shifr” atau “safar” yang berarti “kosong” atau “sepi”, merujuk pada kebiasaan masyarakat Arab Jahiliyah yang meninggalkan rumah saat bepergian.

    Bulan ini adalah waktu penting bagi umat Islam untuk memperkuat iman, berdoa memohon perlindungan, dan melakukan amalan sholeh sebagai bentuk tawakal kepada Allah SWT.
    Rabi’ul Awal
    Bulan ketiga dalam kalender Hijriyah dan dikenal sebagai bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW, yang diperingati sebagai Maulid Nabi. Bulan ini memiliki nilai istimewa bagi umat Islam untuk memperbanyak amalan ibadah seperti berpuasa, bershalawat, bersedekah, dan memperingati Maulid Nabi.

    Rabi’ul Akhir
    Bulan keempat dalam kalender Hijriah, dinamai “musim semi terakhir” karena berkaitan dengan musim semi di Jazirah Arab dan merupakan bagian dari periode dua bulan yang subur itu, yaitu Rabiul Awal dan Rabiul Akhir.

    Bulan ini penting karena banyak terjadi peristiwa bersejarah dalam Islam, seperti turunnya Surat Al-Hasyr, kemenangan umat Muslim dalam beberapa peperangan, dan wafatnya beberapa sahabat serta ulama besar.
     

     

    Jumadil Awal
    Bulan kelima dalam kalender Hijriah, yang namanya berasal dari kata “jumada” (kering atau beku) dan “awal” (pertama), merujuk pada musim kemarau atau dingin yang terjadi saat nama tersebut diberikan di Arab pra-Islam.

    Bulan ini adalah bulan yang penting dalam sejarah Islam, ditandai dengan peristiwa pernikahan Nabi Muhammad SAW dengan Siti Khadijah, Perjanjian Hudaibiyah, dan pengutusan Khalid ibn al-Walid ke Najran.
    Jumadil Akhir
    Bulan keenam dalam kalender Hijriah, yang mengikuti bulan Jumadil Awal. Nama “Jumadil” berasal dari bahasa Arab yang berarti “beku” atau “kering,” dan “akhir” berarti “terakhir”. Nama ini diberikan karena pada saat penamaan, Jazirah Arab mengalami musim dingin dan kondisi air cenderung membeku.

    Bulan ini juga menjadi saksi peristiwa penting dalam sejarah Islam, seperti wafatnya Abu Bakar Ash-Shiddiq dan terjadinya Perang Mu’tah.
    Rajab
    Bulan ketujuh dalam kalender Hijriah, salah satu dari empat bulan haram (bulan yang dimuliakan) dalam Islam, dan menjadi momentum penting untuk memperbanyak ibadah seperti puasa, sedekah, dan membaca Al-Qur’an.

    Bulan ini juga menandai peristiwa Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW pada tanggal 27 Rajab, serta berfungsi sebagai persiapan untuk menyambut bulan suci Ramadhan.
    Sya’ban
    Bulan kedelapan dalam kalender Hijriah, yang terletak di antara bulan Rajab dan Ramadhan. Bulan ini penuh keberkahan dan memiliki keistimewaan tersendiri dalam Islam karena merupakan waktu penting bagi umat Muslim untuk mempersiapkan diri menyambut bulan suci Ramadhan.

    Di bulan Sya’ban, umat Muslim dianjurkan untuk memperbanyak ibadah, seperti puasa sunnah, dan bulan ini juga dikenal sebagai waktu diangkatnya catatan amal manusia kepada Allah SWT.
    Ramadan
    Bulan kesembilan dalam kalender Hijriah, yang sangat penting bagi umat Muslim. Di bulan ini, Allah SWT mewajibkan puasa, melipatgandakan pahala setiap ibadah, membukakan pintu surga, menutup pintu neraka, dan membelenggu setan.

    Selain itu, Ramadan adalah bulan turunnya Al-Qur’an pertama kali kepada Nabi Muhammad SAW, serta bulan di mana malam Lailatul Qadar yang lebih baik dari seribu bulan terjadi.
    Syawal
    Bulan kesepuluh dalam kalender Hijriah, bertepatan setelah bulan Ramadhan, dan diawali dengan perayaan Idul Fitri. Secara bahasa, “Syawal” berarti “peningkatan” atau “ketinggian”, melambangkan semangat umat Islam untuk meningkatkan iman dan ibadah setelah Ramadhan.

    Bulan ini juga dikenal dengan amalan sunnah seperti puasa Syawal enam hari, memperbanyak sedekah, dan menjaga silaturahmi.
    Dzulqa’dah
    Bulan kesebelas dalam kalender Hijriah dan termasuk salah satu dari empat bulan haram (mulia) dalam Islam, bersama Muharram, Rajab, dan Dzulhijjah. Bulan ini memiliki keistimewaan karena pada masa pra-Islam, bangsa Arab menghentikan peperangan dan bersiap untuk menunaikan haji, sehingga sering disebut sebagai bulan “duduk” atau “berhenti”.

    Dzulhijjah
    Bulan kedua belas dan terakhir dalam kalender Islam (Hijriah) yang sangat istimewa karena termasuk bulan haram dan merupakan waktu pelaksanaan ibadah haji dan perayaan Idul Adha.

    Bulan ini memiliki keutamaan 10 hari pertamanya, di mana segala amal saleh sangat dicintai Allah, serta menjadi waktu yang dianjurkan untuk memperbanyak ibadah dan amalan seperti puasa, tahlil, tasbih, dan tahmid.
    Perbedaan Kalender Hijriah dan Masehi

    Hijriah: Berbasis lunar, 12 bulan, total 354–355 hari per tahun.

    Masehi: Berbasis solar, 12 bulan, total 365–366 hari per tahun.

    Karena kalender Hijriah lebih pendek sekitar 10–12 hari dibanding kalender Masehi, tanggal-tanggal penting Islam, seperti Ramadan atau Idul Fitri, bergeser setiap tahun jika dilihat dari kalender Masehi.

    Mengetahui urutan bulan Hijriah penting bagi umat Muslim untuk menandai hari-hari ibadah dan peristiwa penting dalam sejarah Islam. Kalender ini tidak hanya menjadi pedoman ibadah, tetapi juga pengingat sejarah perjalanan umat Islam sejak masa Nabi Muhammad SAW.

    (Sheva Asyraful Fali)

    Jakarta: Kalender Hijriah atau kalender Islam digunakan oleh umat Muslim di seluruh dunia untuk menentukan waktu ibadah, puasa, dan hari-hari penting keagamaan. Kalender ini berbasis peredaran bulan mengelilingi bumi, berbeda dengan kalender Masehi yang berbasis matahari.
     
    Dilansir dari laman Muhammadiyah, setelah wafatnya Rasulullah Saw pada abad ke-7 M para Sahabat Nabi menjadikan sistem kalender Hijriyah ini sebagai pedoman yang mereka patuhi dengan sungguh-sungguh.
    Penamaan Hijriah
    Penanaman Hijriyah atau Hijriah ini mempunyai makna mendalam. Nama tersebut diambil dari peristiwa hijrah Nabi Muhammad dari Mekkah ke Madinah pada tahun 622 Masehi. 
     
    Hijrah ini merupakan peristiwa penting dalam sejarah Islam yang menandai perpindahan Nabi Saw dan para sahabatnya ke Madinah untuk membentuk sebuah negara Islam yang baru. Keputusan untuk menggunakan hijrah sebagai titik awal era dalam perhitungan tahun Hijriyah adalah hasil dari pertimbangan dan kesepakatan para sahabat setelah wafatnya Nabi Muhammad.
    Muharram Sebagai Bulan Pertama
    Awalnya ada yang yang mengusulkan Ramadan sebagai bulan pertama kalender Hijriah. Namun akhirnya para sahabat dengan bulat setuju untuk memulai tahun dengan bulan Muharram.

    Nama dan Urutan Bulan Kalender Hijriah
    Kalender Hijriah terdiri dari 12 bulan, yang urutannya sebagai berikut:

    Muharram

    Bulan pertama dalam penanggalan Hijriah dan termasuk salah satu dari empat bulan haram (bulan mulia) dalam Islam, yang memiliki makna tersendiri karena merupakan permulaan tahun dan waktu untuk meningkatkan spiritualitas.

    Bulan ini disebut juga “Syahrullah” (bulan milik Allah) dan banyak peristiwa penting dalam sejarah Islam terjadi di dalamnya, seperti diselamatkannya Nabi Musa dari Firaun dan Nabi Nuh dari banjir bandang.

    Safar

    Bulan kedua dalam kalender Hijriah, yang namanya berasal dari kata Arab “shifr” atau “safar” yang berarti “kosong” atau “sepi”, merujuk pada kebiasaan masyarakat Arab Jahiliyah yang meninggalkan rumah saat bepergian.
     
    Bulan ini adalah waktu penting bagi umat Islam untuk memperkuat iman, berdoa memohon perlindungan, dan melakukan amalan sholeh sebagai bentuk tawakal kepada Allah SWT.

    Rabi’ul Awal

    Bulan ketiga dalam kalender Hijriyah dan dikenal sebagai bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW, yang diperingati sebagai Maulid Nabi. Bulan ini memiliki nilai istimewa bagi umat Islam untuk memperbanyak amalan ibadah seperti berpuasa, bershalawat, bersedekah, dan memperingati Maulid Nabi.

    Rabi’ul Akhir

    Bulan keempat dalam kalender Hijriah, dinamai “musim semi terakhir” karena berkaitan dengan musim semi di Jazirah Arab dan merupakan bagian dari periode dua bulan yang subur itu, yaitu Rabiul Awal dan Rabiul Akhir.
     
    Bulan ini penting karena banyak terjadi peristiwa bersejarah dalam Islam, seperti turunnya Surat Al-Hasyr, kemenangan umat Muslim dalam beberapa peperangan, dan wafatnya beberapa sahabat serta ulama besar.
     

     

    Jumadil Awal

    Bulan kelima dalam kalender Hijriah, yang namanya berasal dari kata “jumada” (kering atau beku) dan “awal” (pertama), merujuk pada musim kemarau atau dingin yang terjadi saat nama tersebut diberikan di Arab pra-Islam.
     
    Bulan ini adalah bulan yang penting dalam sejarah Islam, ditandai dengan peristiwa pernikahan Nabi Muhammad SAW dengan Siti Khadijah, Perjanjian Hudaibiyah, dan pengutusan Khalid ibn al-Walid ke Najran.

    Jumadil Akhir

    Bulan keenam dalam kalender Hijriah, yang mengikuti bulan Jumadil Awal. Nama “Jumadil” berasal dari bahasa Arab yang berarti “beku” atau “kering,” dan “akhir” berarti “terakhir”. Nama ini diberikan karena pada saat penamaan, Jazirah Arab mengalami musim dingin dan kondisi air cenderung membeku.
     
    Bulan ini juga menjadi saksi peristiwa penting dalam sejarah Islam, seperti wafatnya Abu Bakar Ash-Shiddiq dan terjadinya Perang Mu’tah.

    Rajab

    Bulan ketujuh dalam kalender Hijriah, salah satu dari empat bulan haram (bulan yang dimuliakan) dalam Islam, dan menjadi momentum penting untuk memperbanyak ibadah seperti puasa, sedekah, dan membaca Al-Qur’an.
     
    Bulan ini juga menandai peristiwa Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW pada tanggal 27 Rajab, serta berfungsi sebagai persiapan untuk menyambut bulan suci Ramadhan.

    Sya’ban

    Bulan kedelapan dalam kalender Hijriah, yang terletak di antara bulan Rajab dan Ramadhan. Bulan ini penuh keberkahan dan memiliki keistimewaan tersendiri dalam Islam karena merupakan waktu penting bagi umat Muslim untuk mempersiapkan diri menyambut bulan suci Ramadhan.
     
    Di bulan Sya’ban, umat Muslim dianjurkan untuk memperbanyak ibadah, seperti puasa sunnah, dan bulan ini juga dikenal sebagai waktu diangkatnya catatan amal manusia kepada Allah SWT.

    Ramadan

    Bulan kesembilan dalam kalender Hijriah, yang sangat penting bagi umat Muslim. Di bulan ini, Allah SWT mewajibkan puasa, melipatgandakan pahala setiap ibadah, membukakan pintu surga, menutup pintu neraka, dan membelenggu setan.
     
    Selain itu, Ramadan adalah bulan turunnya Al-Qur’an pertama kali kepada Nabi Muhammad SAW, serta bulan di mana malam Lailatul Qadar yang lebih baik dari seribu bulan terjadi.

    Syawal

    Bulan kesepuluh dalam kalender Hijriah, bertepatan setelah bulan Ramadhan, dan diawali dengan perayaan Idul Fitri. Secara bahasa, “Syawal” berarti “peningkatan” atau “ketinggian”, melambangkan semangat umat Islam untuk meningkatkan iman dan ibadah setelah Ramadhan.
     
    Bulan ini juga dikenal dengan amalan sunnah seperti puasa Syawal enam hari, memperbanyak sedekah, dan menjaga silaturahmi.

    Dzulqa’dah

    Bulan kesebelas dalam kalender Hijriah dan termasuk salah satu dari empat bulan haram (mulia) dalam Islam, bersama Muharram, Rajab, dan Dzulhijjah. Bulan ini memiliki keistimewaan karena pada masa pra-Islam, bangsa Arab menghentikan peperangan dan bersiap untuk menunaikan haji, sehingga sering disebut sebagai bulan “duduk” atau “berhenti”.

    Dzulhijjah

    Bulan kedua belas dan terakhir dalam kalender Islam (Hijriah) yang sangat istimewa karena termasuk bulan haram dan merupakan waktu pelaksanaan ibadah haji dan perayaan Idul Adha.
     
    Bulan ini memiliki keutamaan 10 hari pertamanya, di mana segala amal saleh sangat dicintai Allah, serta menjadi waktu yang dianjurkan untuk memperbanyak ibadah dan amalan seperti puasa, tahlil, tasbih, dan tahmid.
    Perbedaan Kalender Hijriah dan Masehi

    Hijriah: Berbasis lunar, 12 bulan, total 354–355 hari per tahun.
     
    Masehi: Berbasis solar, 12 bulan, total 365–366 hari per tahun.
     
    Karena kalender Hijriah lebih pendek sekitar 10–12 hari dibanding kalender Masehi, tanggal-tanggal penting Islam, seperti Ramadan atau Idul Fitri, bergeser setiap tahun jika dilihat dari kalender Masehi.
     
    Mengetahui urutan bulan Hijriah penting bagi umat Muslim untuk menandai hari-hari ibadah dan peristiwa penting dalam sejarah Islam. Kalender ini tidak hanya menjadi pedoman ibadah, tetapi juga pengingat sejarah perjalanan umat Islam sejak masa Nabi Muhammad SAW.
     
    (Sheva Asyraful Fali)
     
    Cek Berita dan Artikel yang lain di

    Google News

    (RUL)

  • ​Jelang Pelayaran ke Gaza, Relawan IGPC Doa Bersama di Wisma KBRI Tunis

    ​Jelang Pelayaran ke Gaza, Relawan IGPC Doa Bersama di Wisma KBRI Tunis

    Tunisia: Kedutaan Indonesia di Tunisia menggelar doa bersama relawan Indonesia Global Peace Convoy (IGPC) jelang pelayaran ke Jalur Gaza. Acara yang digelar di Wisma KBRI Tunis pada Jumat, 5 September 2025 ini dihadiri seluruh relawan IGPC yang akan ikut berlayar maupun tidak.

    Saat ini terdapat 60 relawan dari Indonesia yang berada di Kota Tunis, Tunisia. Sebanyak 34 orang akan ikut berlayar dalam misi Global Sumud Flotilla (GSF) untuk menembus blokade Gaza bersama ribuan relawan lain dari 44 negara.

    Dari 34 orang yang akan ikut berlayar menembus blokade Gaza, adalah perwakilan dari berbagai lembaga kemanusiaan, seperti INH, Rumah Zakat, Aqsho Working Grup , tim Medis, influenzer dan artis serta jurnalis dari berbagai media massa. Termasuk reporter Metro TV Iqbal Himawan dan juru kamera Metro TV, Yahdin Syafrial .

    Dalam sambutannya, Duta Besar Indonesia untuk Tunisa, Zuhairi Misrawi, menyebut para relawan IGPC adalah orang-orang yang mendapatkan tugas mulia untuk melanjutkan perjuangan pendiri bangsa bagi kemerdekaan Palestina.

    “Dulu sebagai pengamat Timur Tengah, saya mengamati dari luar. Kini sebagai duta besar, saya langsung merasakan (soal Palestina) di jantung persoalan,” ungkap Zuhairi, Jumat 5 September 2025.

    Ia menambahkan, perjuangan untuk Gaza (Palestina) ini akan meneguhkan kembali peradaban kemanusiaan. Bahwa manusia yang punya hati nurani akan dapat membedakan antara yang benar dan salah. 

    “Apa yang terjadi di Gaza dan Tepi Barat itu adalah kesalahan. Karena itu adalah kesalahan, maka kita tidak boleh diam,” tegas pria yang akrab disapa Gus Mis itu.

    Gus Mis mengatakan pihaknya terus memantau perkembangan dan pergerakan kapal-kapal yang bertolak dari sejumlah negara di Eropa (Barat).

    “Bayangkan Barat dan Timur itu tidak pernah ketemu. Tapi dalam isu Palestina ini mereka bersatu dan mengatakan ada yang salah dalam kebijakan luar negeri negara-negara besar itu,” ujarnya.

    “Bahkan kejahatan Israel disebut dengan genosida yang merupakan kejahatan tertinggi. Tidak ada kejahatan yang lebih tinggi dari genosida ini,” ia menegaskan.
     

     

    Perbaiki peradaban manusia

    Karenanya, lanjut Gus Mis, berdasarkan hukum internasional, pergerakan kapal-kapal GSF ini dibenarkan. Sebab, ini merupakan momen untuk memperbaiki arah peradaban manusia.

    Sebagai perwakilan dari pemerintah, Gus Mis mengucapkan terima kasih kepada para semua relawan yang akan berlayar dalam misi yang penuh risiko ini. 

    “Kawan-kawan adalah para pejuang bangsa yang akan dicatat dan selalu disebutkan namanya dalam perjalanan bangsa, dan perjalanan kemanusiaan yang akan datang,” tandasnya.

    Gus Mis menambahkan, tak lama lagi dunia akan melihat momen kemerdekaan Palestina. Dan Gaza betul-betul bebas dari genosida. 

    Gerakan kemanusiaan

    Koordinator IGPC, Muhammad Husein, menuturkan bahwa IGPC adalah gerakan baru yang muncul sejak tiga bulan lalu. 

    “Kita sudah marah melihat genosida yang terjadi di Gaza. Akhirnya kita berkumpul dengan para ulama dan aktivis untuk mengarahkan gerakan ini pada gerakan strategis,” tuturnya.

    “Akhirnya muncullah IGPC. Kita akan konvoi menembus blokade Gaza,” lanjut Husein.

    Husein menambahkan, gerakan besar konvoi ini diinisiasi oleh gerakan Global Movement to Gaza. Di bawahnya ada gerakan maritim yang disebut dengan GSF. Sementara untuk wilayah Asia Tenggara disebut dengan Sumud Nusantara.

    “Kita orang-orang Indonesia sudah membuat gerakan, Allah kasih ini programnya. Dan subhanallah, gerakan ini ke Tunis. Sebuah negara yang bebas visa,” tutur Husein.

    Ia tak dapat membayangkan jika gerakan ini bergerak menuju negara yang wajib visa seperti Spanyol, misalnya. “Tidak bisa masuk kita,” ujarnya. “Ini seperti sesuatu yang bersambung, dan tidak ada yang kebetulan.”

    GSF, kata Husein, adalah salah satu langkah strategis yang berbasis kemanusiaan. Ini gerakan dan aksi paling mendasar agar kita layak disebut sebagai seorang manusia.

    “Risiko terburuk yang mungkin akan menimpa kita dalam perjalanan ini, tidak akan mungkin lebih buruk dari apa yang terjadi di Gaza,” tegas Husein.

    Tunisia: Kedutaan Indonesia di Tunisia menggelar doa bersama relawan Indonesia Global Peace Convoy (IGPC) jelang pelayaran ke Jalur Gaza. Acara yang digelar di Wisma KBRI Tunis pada Jumat, 5 September 2025 ini dihadiri seluruh relawan IGPC yang akan ikut berlayar maupun tidak.
     
    Saat ini terdapat 60 relawan dari Indonesia yang berada di Kota Tunis, Tunisia. Sebanyak 34 orang akan ikut berlayar dalam misi Global Sumud Flotilla (GSF) untuk menembus blokade Gaza bersama ribuan relawan lain dari 44 negara.
     
    Dari 34 orang yang akan ikut berlayar menembus blokade Gaza, adalah perwakilan dari berbagai lembaga kemanusiaan, seperti INH, Rumah Zakat, Aqsho Working Grup , tim Medis, influenzer dan artis serta jurnalis dari berbagai media massa. Termasuk reporter Metro TV Iqbal Himawan dan juru kamera Metro TV, Yahdin Syafrial .

    Dalam sambutannya, Duta Besar Indonesia untuk Tunisa, Zuhairi Misrawi, menyebut para relawan IGPC adalah orang-orang yang mendapatkan tugas mulia untuk melanjutkan perjuangan pendiri bangsa bagi kemerdekaan Palestina.
     
    “Dulu sebagai pengamat Timur Tengah, saya mengamati dari luar. Kini sebagai duta besar, saya langsung merasakan (soal Palestina) di jantung persoalan,” ungkap Zuhairi, Jumat 5 September 2025.
     
    Ia menambahkan, perjuangan untuk Gaza (Palestina) ini akan meneguhkan kembali peradaban kemanusiaan. Bahwa manusia yang punya hati nurani akan dapat membedakan antara yang benar dan salah. 
     
    “Apa yang terjadi di Gaza dan Tepi Barat itu adalah kesalahan. Karena itu adalah kesalahan, maka kita tidak boleh diam,” tegas pria yang akrab disapa Gus Mis itu.
     
    Gus Mis mengatakan pihaknya terus memantau perkembangan dan pergerakan kapal-kapal yang bertolak dari sejumlah negara di Eropa (Barat).
     
    “Bayangkan Barat dan Timur itu tidak pernah ketemu. Tapi dalam isu Palestina ini mereka bersatu dan mengatakan ada yang salah dalam kebijakan luar negeri negara-negara besar itu,” ujarnya.
     
    “Bahkan kejahatan Israel disebut dengan genosida yang merupakan kejahatan tertinggi. Tidak ada kejahatan yang lebih tinggi dari genosida ini,” ia menegaskan.
     

     

    Perbaiki peradaban manusia

    Karenanya, lanjut Gus Mis, berdasarkan hukum internasional, pergerakan kapal-kapal GSF ini dibenarkan. Sebab, ini merupakan momen untuk memperbaiki arah peradaban manusia.
     

    Sebagai perwakilan dari pemerintah, Gus Mis mengucapkan terima kasih kepada para semua relawan yang akan berlayar dalam misi yang penuh risiko ini. 
     
    “Kawan-kawan adalah para pejuang bangsa yang akan dicatat dan selalu disebutkan namanya dalam perjalanan bangsa, dan perjalanan kemanusiaan yang akan datang,” tandasnya.
     
    Gus Mis menambahkan, tak lama lagi dunia akan melihat momen kemerdekaan Palestina. Dan Gaza betul-betul bebas dari genosida. 
     
    Gerakan kemanusiaan
     
    Koordinator IGPC, Muhammad Husein, menuturkan bahwa IGPC adalah gerakan baru yang muncul sejak tiga bulan lalu. 
     
    “Kita sudah marah melihat genosida yang terjadi di Gaza. Akhirnya kita berkumpul dengan para ulama dan aktivis untuk mengarahkan gerakan ini pada gerakan strategis,” tuturnya.
     
    “Akhirnya muncullah IGPC. Kita akan konvoi menembus blokade Gaza,” lanjut Husein.
     
    Husein menambahkan, gerakan besar konvoi ini diinisiasi oleh gerakan Global Movement to Gaza. Di bawahnya ada gerakan maritim yang disebut dengan GSF. Sementara untuk wilayah Asia Tenggara disebut dengan Sumud Nusantara.
     
    “Kita orang-orang Indonesia sudah membuat gerakan, Allah kasih ini programnya. Dan subhanallah, gerakan ini ke Tunis. Sebuah negara yang bebas visa,” tutur Husein.
     
    Ia tak dapat membayangkan jika gerakan ini bergerak menuju negara yang wajib visa seperti Spanyol, misalnya. “Tidak bisa masuk kita,” ujarnya. “Ini seperti sesuatu yang bersambung, dan tidak ada yang kebetulan.”
     
    GSF, kata Husein, adalah salah satu langkah strategis yang berbasis kemanusiaan. Ini gerakan dan aksi paling mendasar agar kita layak disebut sebagai seorang manusia.
     
    “Risiko terburuk yang mungkin akan menimpa kita dalam perjalanan ini, tidak akan mungkin lebih buruk dari apa yang terjadi di Gaza,” tegas Husein.

     
    Cek Berita dan Artikel yang lain di

    Google News

    (RUL)