Category: Medcom.id News

  • Jelang Pergantian Tahun, Jakarta Akan Diguyur Hujan Sepanjang Hari

    Jelang Pergantian Tahun, Jakarta Akan Diguyur Hujan Sepanjang Hari

    Jakarta: Warga DKI Jakarta diperkirakan akan menghadapi hujan menjelang pergantian tahun. 

    Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan hujan dengan intensitas ringan mengguyur Jakarta sepanjang hari, mulai dari pagi hingga malam.

    Berdasarkan informasi BMKG yang dikutip dari akun Instagram resminya, hujan ringan diprediksi turun merata di seluruh wilayah DKI Jakarta hari ini.

    BMKG mencatat, sejak pagi hari, hujan dengan intensitas ringan mengguyur enam wilayah DKI Jakarta, meliputi Jakarta Barat, Jakarta Timur, Jakarta Pusat, Jakarta Utara, Jakarta Selatan, serta Kabupaten Kepulauan Seribu.

    Kondisi ini menandai cuaca akhir tahun yang cenderung basah dan berpotensi berlangsung cukup lama.
     

    Intensitas meningkat pada siang hingga sore
    Memasuki siang hari, hujan masih mengguyur seluruh wilayah Jakarta dengan intensitas ringan hingga sedang. Cuaca hujan tersebut berlanjut hingga sore hari tanpa perubahan signifikan.

    BMKG menyebutkan, hujan dengan intensitas ringan umumnya menurunkan curah hujan kurang dari 1-5 milimeter per jam.

    Pada malam hari, hujan ringan masih berpotensi terjadi di wilayah Jakarta. Kondisi ini membuat masyarakat diimbau untuk tetap waspada, terutama bagi yang berencana beraktivitas di luar rumah menjelang malam pergantian tahun.
    Suhu dan kecepatan angin
    BMKG juga mencatat kecepatan angin di lima wilayah DKI Jakarta berkisar 6-9 kilometer per jam. Sementara itu, di wilayah Kabupaten Kepulauan Seribu, kecepatan angin dapat mencapai 20 kilometer per jam.

    Adapun suhu udara di Jakarta diprakirakan berada pada kisaran 23 hingga 27 derajat Celsius, dengan kelembapan udara yang relatif tinggi akibat hujan.

    Jakarta: Warga DKI Jakarta diperkirakan akan menghadapi hujan menjelang pergantian tahun. 
     
    Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan hujan dengan intensitas ringan mengguyur Jakarta sepanjang hari, mulai dari pagi hingga malam.
     
    Berdasarkan informasi BMKG yang dikutip dari akun Instagram resminya, hujan ringan diprediksi turun merata di seluruh wilayah DKI Jakarta hari ini.

    BMKG mencatat, sejak pagi hari, hujan dengan intensitas ringan mengguyur enam wilayah DKI Jakarta, meliputi Jakarta Barat, Jakarta Timur, Jakarta Pusat, Jakarta Utara, Jakarta Selatan, serta Kabupaten Kepulauan Seribu.
     
    Kondisi ini menandai cuaca akhir tahun yang cenderung basah dan berpotensi berlangsung cukup lama.
     

    Intensitas meningkat pada siang hingga sore
    Memasuki siang hari, hujan masih mengguyur seluruh wilayah Jakarta dengan intensitas ringan hingga sedang. Cuaca hujan tersebut berlanjut hingga sore hari tanpa perubahan signifikan.
     
    BMKG menyebutkan, hujan dengan intensitas ringan umumnya menurunkan curah hujan kurang dari 1-5 milimeter per jam.
     
    Pada malam hari, hujan ringan masih berpotensi terjadi di wilayah Jakarta. Kondisi ini membuat masyarakat diimbau untuk tetap waspada, terutama bagi yang berencana beraktivitas di luar rumah menjelang malam pergantian tahun.
    Suhu dan kecepatan angin
    BMKG juga mencatat kecepatan angin di lima wilayah DKI Jakarta berkisar 6-9 kilometer per jam. Sementara itu, di wilayah Kabupaten Kepulauan Seribu, kecepatan angin dapat mencapai 20 kilometer per jam.
     
    Adapun suhu udara di Jakarta diprakirakan berada pada kisaran 23 hingga 27 derajat Celsius, dengan kelembapan udara yang relatif tinggi akibat hujan.
     
    Cek Berita dan Artikel yang lain di

    Google News

    (ANN)

  • ​Waspada Potensi Hujan di Surabaya Saat Malam Tahun Baru, BMKG Beri Peringatan Dini

    ​Waspada Potensi Hujan di Surabaya Saat Malam Tahun Baru, BMKG Beri Peringatan Dini

    Surabaya: Bagi warga Surabaya yang berencana menghabiskan malam pergantian tahun di luar ruangan, memantau kondisi cuaca menjadi hal yang wajib dilakukan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda telah merilis prakiraan cuaca untuk wilayah Surabaya dan sekitarnya pada hari ini, Rabu, 31 Desember 2025.

    Dilansir dari BMKG Juanda, kota Surabaya pada hari Rabu, 31 Desember 2025, mayoritas berpotensi berawan sejak dini hari hingga pagi. Menjelang siang hari, khususnya pukul 13.00 WIB, cuaca diperkirakan cerah berawan, sehingga aktivitas yang dilakukan di luar ruangan masih aman dilakukan.

    Namun, masyarakat perlu waspada karena pada sore hari sekitar pukul 16.00 WIB, karena cuaca memiliki potensi hujan ringan. Tetapi masyarakat tidak perlu khawatir, karena mulai malam hari sampai dini hari, cuaca diperkirakan akan kembali berawan.

    Adapun perkiraan suhu udara di kota Surabaya diperkirakan berada di antara 24-33 derajat celsius, dengan angin dari arah barat laut dan memiliki kecepatan sekitar 28 km/jam. Berikut ini merupakan prakiraan cuaca Surabaya pada malam Tahun Baru 2026:

    07.00 WIB: Berawan

    10.00 WIB: Berawan

    13.00 WIB: Cerah berawan

    16.00 WIB: Hujan ringan

    19.00 WIB: Berawan

    22.00 WIB: Berawan

    Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dengan potensi cuaca ekstrem, khususnya hujan yang disertai petir dan angin kencang.
     

    Bagi warga yang berencana merayakan malam tahun baru di luar ruangan, termasuk yang melakukan konvoi kendaraan diminta untuk lebih berhati-hati demi keamanan dan keselamatan bersama. 

    Meskipun potensi hujan tetap ada, intensitasnya diperkirakan tidak akan berlangsung lama, sehingga perayaan Tahun Baru 2026 berjalan sesuai rencana. Pemerintah setempat juga mengimbau untuk melakukan perayaan Tahun Baru 2026 secara sederhana. Pemerintah merencanakan untuk mengadakan doa bersama untuk korban bencana di Sumatera, dan juga mengimbau masyarakat untuk tidak menyalakan kembang api sebagai penghormatan.

    (Fany Wirda Putri)

    Surabaya: Bagi warga Surabaya yang berencana menghabiskan malam pergantian tahun di luar ruangan, memantau kondisi cuaca menjadi hal yang wajib dilakukan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda telah merilis prakiraan cuaca untuk wilayah Surabaya dan sekitarnya pada hari ini, Rabu, 31 Desember 2025.
     
    Dilansir dari BMKG Juanda, kota Surabaya pada hari Rabu, 31 Desember 2025, mayoritas berpotensi berawan sejak dini hari hingga pagi. Menjelang siang hari, khususnya pukul 13.00 WIB, cuaca diperkirakan cerah berawan, sehingga aktivitas yang dilakukan di luar ruangan masih aman dilakukan.
     
    Namun, masyarakat perlu waspada karena pada sore hari sekitar pukul 16.00 WIB, karena cuaca memiliki potensi hujan ringan. Tetapi masyarakat tidak perlu khawatir, karena mulai malam hari sampai dini hari, cuaca diperkirakan akan kembali berawan.

    Adapun perkiraan suhu udara di kota Surabaya diperkirakan berada di antara 24-33 derajat celsius, dengan angin dari arah barat laut dan memiliki kecepatan sekitar 28 km/jam. Berikut ini merupakan prakiraan cuaca Surabaya pada malam Tahun Baru 2026:
     
    07.00 WIB: Berawan
     
    10.00 WIB: Berawan
     
    13.00 WIB: Cerah berawan
     
    16.00 WIB: Hujan ringan
     
    19.00 WIB: Berawan
     
    22.00 WIB: Berawan
     
    Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dengan potensi cuaca ekstrem, khususnya hujan yang disertai petir dan angin kencang.
     

    Bagi warga yang berencana merayakan malam tahun baru di luar ruangan, termasuk yang melakukan konvoi kendaraan diminta untuk lebih berhati-hati demi keamanan dan keselamatan bersama. 
     
    Meskipun potensi hujan tetap ada, intensitasnya diperkirakan tidak akan berlangsung lama, sehingga perayaan Tahun Baru 2026 berjalan sesuai rencana. Pemerintah setempat juga mengimbau untuk melakukan perayaan Tahun Baru 2026 secara sederhana. Pemerintah merencanakan untuk mengadakan doa bersama untuk korban bencana di Sumatera, dan juga mengimbau masyarakat untuk tidak menyalakan kembang api sebagai penghormatan.
     
    (Fany Wirda Putri)

     
    Cek Berita dan Artikel yang lain di

    Google News

    (RUL)

  • MRT Beroperasi Sampai Dini Hari saat Malam Tahun Baru, Cek Jadwalnya

    MRT Beroperasi Sampai Dini Hari saat Malam Tahun Baru, Cek Jadwalnya

    Jakarta: MRT Jakarta akan beroperasi hingga dini hari saat malam pergantian tahun baru 2026. Kabar ini tentu membuat masyarakat bisa tenang menikmati perayaan malam tahun baru di Jakarta.

    Momen pergantian tahun kerap diisi dengan rangkaian rencana bepergian mengelilingi Ibu Kota. Salah satu moda favorit masyarakat adalah dengan menaiki MRT Jakarta.

    Jika Sobat Medcom ingin merayakan tahun baru di pusat kota, mulai Rabu, 31 Desember 2025, MRT Jakarta akan terus beroperasi hingga pukul 02.00 WIB pada hari Kamis, 1 Januari 2025. 

    Namun, jadwal ini hanya berlaku khusus selama dua hari. Hal ini disampaikan oleh Kepala Divisi Corporate Secretary PT MRT Jakarta (Perseroda) Rendy Primartantyo.

    “Pola operasional khusus tersebut hanya berlaku selama dua hari,” kata Kepala Divisi Corporate Secretary PT MRT Jakarta (Perseroda) Rendy Primartantyo di Jakarta, dilansir dari Antara, Selasa, 30 Desember 2025.
    Jadwal Lengkap MRT Jakarta Malam Tahun Baru 2026
    PT MRT Jakarta (Perseroda) telah merilis jadwal resmi MRT untuk malam tahun baru 2026. Berikut merupakan jadwal resmi MRT pada malam tahun baru 2026: 

    – Rabu, 31 Desember 2025: 05.00 WIB – 23.59 WIB.
    – Kamis, 1 Januari 2026: Berlanjut hingga pukul 02.00 WIB.

    Jadwal ini berlaku selama tanggal yang telah ditentukan, untuk kondisi lebih lanjut kamu bisa memantau langsung di kanal resmi MRT Jakarta. 

    MRT Jakarta telah menyiapkan upaya pencegahan lonjakan pelanggan pada malam Tahun Baru 2026, upaya ini berupa penambahan penjaga, persediaan stok kartu perjalanan, serta memaksimalkan perangkat pembaca kartu di stasiun.
     

     

    Metode Pembayaran Tiket MRT Jakarta Malam Tahun Baru 2026

    Sama seperti biasanya, pelanggan setia MRT Jakarta bisa menggunakan metode pembayaran non-tunai dari berbagai cara, diantaranya: 

    – Kartu Uang Elektronik Bank seperti e-Money, Flazz, BRIZZI, TapCash, JakCard.
    – Aplikasi MyMRTJ seperti iSaku, AstraPay, blu, GoPay, dan kartu kredit.
    – MyMRTJ Lite seperti pembelian via QRIS di stasiun.

    Diprediksi antusiasme pelanggan MRT Jakarta akan naik seiring malam Tahun Baru 2026. Masyarakat yang berencana untuk bepergian dengan MRT Jakarta diharapkan melakukan persiapan yang matang. 

    (Syarifah Komalasari)

    Jakarta: MRT Jakarta akan beroperasi hingga dini hari saat malam pergantian tahun baru 2026. Kabar ini tentu membuat masyarakat bisa tenang menikmati perayaan malam tahun baru di Jakarta.
     
    Momen pergantian tahun kerap diisi dengan rangkaian rencana bepergian mengelilingi Ibu Kota. Salah satu moda favorit masyarakat adalah dengan menaiki MRT Jakarta.
     
    Jika Sobat Medcom ingin merayakan tahun baru di pusat kota, mulai Rabu, 31 Desember 2025, MRT Jakarta akan terus beroperasi hingga pukul 02.00 WIB pada hari Kamis, 1 Januari 2025. 

    Namun, jadwal ini hanya berlaku khusus selama dua hari. Hal ini disampaikan oleh Kepala Divisi Corporate Secretary PT MRT Jakarta (Perseroda) Rendy Primartantyo.
     
    “Pola operasional khusus tersebut hanya berlaku selama dua hari,” kata Kepala Divisi Corporate Secretary PT MRT Jakarta (Perseroda) Rendy Primartantyo di Jakarta, dilansir dari Antara, Selasa, 30 Desember 2025.

    Jadwal Lengkap MRT Jakarta Malam Tahun Baru 2026
    PT MRT Jakarta (Perseroda) telah merilis jadwal resmi MRT untuk malam tahun baru 2026. Berikut merupakan jadwal resmi MRT pada malam tahun baru 2026: 
     
    – Rabu, 31 Desember 2025: 05.00 WIB – 23.59 WIB.
    – Kamis, 1 Januari 2026: Berlanjut hingga pukul 02.00 WIB.
     
    Jadwal ini berlaku selama tanggal yang telah ditentukan, untuk kondisi lebih lanjut kamu bisa memantau langsung di kanal resmi MRT Jakarta. 
     
    MRT Jakarta telah menyiapkan upaya pencegahan lonjakan pelanggan pada malam Tahun Baru 2026, upaya ini berupa penambahan penjaga, persediaan stok kartu perjalanan, serta memaksimalkan perangkat pembaca kartu di stasiun.
     

     

    Metode Pembayaran Tiket MRT Jakarta Malam Tahun Baru 2026

    Sama seperti biasanya, pelanggan setia MRT Jakarta bisa menggunakan metode pembayaran non-tunai dari berbagai cara, diantaranya: 
     
    – Kartu Uang Elektronik Bank seperti e-Money, Flazz, BRIZZI, TapCash, JakCard.
    – Aplikasi MyMRTJ seperti iSaku, AstraPay, blu, GoPay, dan kartu kredit.
    – MyMRTJ Lite seperti pembelian via QRIS di stasiun.
     
    Diprediksi antusiasme pelanggan MRT Jakarta akan naik seiring malam Tahun Baru 2026. Masyarakat yang berencana untuk bepergian dengan MRT Jakarta diharapkan melakukan persiapan yang matang. 
     
    (Syarifah Komalasari)

     
    Cek Berita dan Artikel yang lain di

    Google News

    (RUL)

  • Solidaritas di Momen Natal, Bimas Kristen dan Katolik Gelar Festival Kasih Nusantara 2025

    Solidaritas di Momen Natal, Bimas Kristen dan Katolik Gelar Festival Kasih Nusantara 2025

    Jakarta: Kementerian Agama menggelar Festival Kasih Nusantara 2025. Kegiatan yang dirangkai dengan Perayaan Natal Bersama ASN Kristen dan Katolik Kemenag digelar di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Senin, 29 Desember 2025.

    “Kegiatan ini bukan hanya perayaan, tetapi panggilan iman untuk menghadirkan kasih Tuhan secara nyata di tengah masyarakat, terutama bagi mereka yang membutuhkan,” kata Dirjen Bimas Kristen Jeane Marie Tulung.

    Jeane mengatakan Festival Kasih Nusantara dihadiri sekitar 2.500 undangan secara langsung serta diikuti secara daring dengan mengusung tema “C-Light : Christmas Love in God, Harmony Together”.

    Ia menjelaskan tema tersebut mengajak umat Kristen dan Katolik untuk menghadirkan terang kasih Tuhan sebagai pemersatu, penguat solidaritas, serta peneguh harmoni kehidupan berbangsa.

    Kegiatan ini menjadi momentum bersejarah karena untuk pertama kalinya Natal dirayakan secara bersama dalam semangat kebersamaan oleh umat Kristen dan Katolik di lingkungan Kementerian Agama.

    Christmas in God dimaknai sebagai nilai keagamaan yang tidak hanya berhenti pada ritual semata, melainkan hadir nyata dalam pelayanan, empati, dan tanggung jawab sosial pada sesama. Sementara harmony together merepresentasikan komitmen negara untuk merawat ruang hidup bersama yang damai, inklusif dan saling menghormati. 

    Menurut Jeane, rangkaian kegiatan ini juga merupakan bagian dari dukungan terhadap program prioritas Kementerian Agama, khususnya penguatan kerukunan umat beragama, cinta kemanusiaan, layanan keagamaan berdampak, serta ekoteologi. “Kegiatan ini menjadi komitmen kami untuk terus memperkuat kerukunan dan cinta kemanusiaan melalui aksi nyata lintas iman,” ujarnya.
     

    Acara ini diawali dengan Ibadah Natal yang diikuti Aparatur Sipil Negara (ASN) Kristen dan Katolik Kemenag beserta keluarga serta perwakilan pimpinan Aras Gereja Nasional, para Pendeta, para Rektor Perguruan Tinggi Keagamaan Kristen (PTKK), Panitia Natal Nasional, Mahasiswa Kristen dan Katolik,   serta umat Kristen dan Katolik mulai dari anak sekolah Minggu sampai lansia di Jakarta dan sekitarnya.

    Ibadah Natal yang berlangsung selama satu jam tersebut, dipimpin oleh Pdt. Ivan Kristiono dan Romo RD. Kol. (Purn) Yos Bintoro sebagai pembawa Doa Syafaat. Rangkaian ibadah berlangsung dengan khidmat melalui puji-pujian, penyalaan lilin, penyampaian firman Tuhan, doa syukur, serta doa berkat, yang melibatkan kolaborasi lintas unit dan lembaga pendidikan keagamaan Kristen dan Katolik.

    Jeane menambahkan sebelum puncak Festival Kasih Nusantara digelar pihaknya juga telah melaksanakan beberapa kegiatan, di antaranya jalan sehat lintas agama, aksi sosial dan pembagian sembako kepada panti asuhan lintas agama, pemeriksaan kesehatan gratis, seminar C-Light di Surabaya, Manado, dan Sorong, serta aksi bersih-bersih rumah ibadah.
     
    Donasi untuk masyarakat korban bencana

    Lebih lanjut, Dirjen Bimas Katolik Suparman mengatakan dalam festival dan perayaan Natal tersebut Kemenag membuka donasi yang diperuntukkan bagi masyarakat terdampak bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

    “Kami berharap kepada keluarga-keluarga kita di tiga provinsi itu, tetaplah berpengharapan bahwa semua ini akan kita lalui bersama-sama. Jika kita saling membahu dalam satu kesatuan bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia, tidak ada yang tidak mustahil, semua bisa kita lalui bersama-sama,” katanya.

    Menteri Agama Nasaruddin Umar, mengapresiasi rangkaian Festival Kasih Nusantara yang diawali dengan berbagai kegiatan sosial selama beberapa bulan. Menag menegaskan bahwa perayaan ini bukan hanya dalam rangka peringatan Natal dan tahun baru bagi umat Kristen dan Katolik, tetapi juga menjadi ruang refleksi dan solidaritas kebangsaan.

    Menag menyampaikan bahwa Natal dan Tahun Baru sekarang dilaksanakan dalam suasana keprihatinan nasional, seiring musibah yang menimpa masyarakat di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Ia menekankan pentingnya doa dan aksi nyata bagi saudara sebangsa yang terdampak bencana.

    ​“Tidak ada perayaan Natal tahun ini tanpa doa untuk saudara-saudara kita di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Kalian tidak sendiri. Seluruh anak bangsa ikut bersama kalian,” ujar Menag. 

    Ia menambahkan bahwa selain doa, umat juga menunjukkan kepedulian melalui penggalangan bantuan yang dilakukan di berbagai daerah melalui program Kemenag Peduli.

    Menag mengimbau seluruh umat Kristen dan Katolik untuk menjadikan Natal sebagai momentum menebarkan energi positif. Ia juga mengajak untuk menjadikan Tahun 2026 sebagai lembaran baru. ​“Kita berdoa semoga tahun 2026 kita membuka lembaran sejarah yang lebih hebat lagi,” pungkasnya.

    Jakarta: Kementerian Agama menggelar Festival Kasih Nusantara 2025. Kegiatan yang dirangkai dengan Perayaan Natal Bersama ASN Kristen dan Katolik Kemenag digelar di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Senin, 29 Desember 2025.
     
    “Kegiatan ini bukan hanya perayaan, tetapi panggilan iman untuk menghadirkan kasih Tuhan secara nyata di tengah masyarakat, terutama bagi mereka yang membutuhkan,” kata Dirjen Bimas Kristen Jeane Marie Tulung.
     
    Jeane mengatakan Festival Kasih Nusantara dihadiri sekitar 2.500 undangan secara langsung serta diikuti secara daring dengan mengusung tema “C-Light : Christmas Love in God, Harmony Together”.

    Ia menjelaskan tema tersebut mengajak umat Kristen dan Katolik untuk menghadirkan terang kasih Tuhan sebagai pemersatu, penguat solidaritas, serta peneguh harmoni kehidupan berbangsa.
     
    Kegiatan ini menjadi momentum bersejarah karena untuk pertama kalinya Natal dirayakan secara bersama dalam semangat kebersamaan oleh umat Kristen dan Katolik di lingkungan Kementerian Agama.
     
    Christmas in God dimaknai sebagai nilai keagamaan yang tidak hanya berhenti pada ritual semata, melainkan hadir nyata dalam pelayanan, empati, dan tanggung jawab sosial pada sesama. Sementara harmony together merepresentasikan komitmen negara untuk merawat ruang hidup bersama yang damai, inklusif dan saling menghormati. 
     
    Menurut Jeane, rangkaian kegiatan ini juga merupakan bagian dari dukungan terhadap program prioritas Kementerian Agama, khususnya penguatan kerukunan umat beragama, cinta kemanusiaan, layanan keagamaan berdampak, serta ekoteologi. “Kegiatan ini menjadi komitmen kami untuk terus memperkuat kerukunan dan cinta kemanusiaan melalui aksi nyata lintas iman,” ujarnya.
     

     
    Acara ini diawali dengan Ibadah Natal yang diikuti Aparatur Sipil Negara (ASN) Kristen dan Katolik Kemenag beserta keluarga serta perwakilan pimpinan Aras Gereja Nasional, para Pendeta, para Rektor Perguruan Tinggi Keagamaan Kristen (PTKK), Panitia Natal Nasional, Mahasiswa Kristen dan Katolik,   serta umat Kristen dan Katolik mulai dari anak sekolah Minggu sampai lansia di Jakarta dan sekitarnya.
     
    Ibadah Natal yang berlangsung selama satu jam tersebut, dipimpin oleh Pdt. Ivan Kristiono dan Romo RD. Kol. (Purn) Yos Bintoro sebagai pembawa Doa Syafaat. Rangkaian ibadah berlangsung dengan khidmat melalui puji-pujian, penyalaan lilin, penyampaian firman Tuhan, doa syukur, serta doa berkat, yang melibatkan kolaborasi lintas unit dan lembaga pendidikan keagamaan Kristen dan Katolik.
     
    Jeane menambahkan sebelum puncak Festival Kasih Nusantara digelar pihaknya juga telah melaksanakan beberapa kegiatan, di antaranya jalan sehat lintas agama, aksi sosial dan pembagian sembako kepada panti asuhan lintas agama, pemeriksaan kesehatan gratis, seminar C-Light di Surabaya, Manado, dan Sorong, serta aksi bersih-bersih rumah ibadah.
     

    Donasi untuk masyarakat korban bencana

    Lebih lanjut, Dirjen Bimas Katolik Suparman mengatakan dalam festival dan perayaan Natal tersebut Kemenag membuka donasi yang diperuntukkan bagi masyarakat terdampak bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
     
    “Kami berharap kepada keluarga-keluarga kita di tiga provinsi itu, tetaplah berpengharapan bahwa semua ini akan kita lalui bersama-sama. Jika kita saling membahu dalam satu kesatuan bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia, tidak ada yang tidak mustahil, semua bisa kita lalui bersama-sama,” katanya.
     
    Menteri Agama Nasaruddin Umar, mengapresiasi rangkaian Festival Kasih Nusantara yang diawali dengan berbagai kegiatan sosial selama beberapa bulan. Menag menegaskan bahwa perayaan ini bukan hanya dalam rangka peringatan Natal dan tahun baru bagi umat Kristen dan Katolik, tetapi juga menjadi ruang refleksi dan solidaritas kebangsaan.
     
    Menag menyampaikan bahwa Natal dan Tahun Baru sekarang dilaksanakan dalam suasana keprihatinan nasional, seiring musibah yang menimpa masyarakat di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Ia menekankan pentingnya doa dan aksi nyata bagi saudara sebangsa yang terdampak bencana.
     
    ​“Tidak ada perayaan Natal tahun ini tanpa doa untuk saudara-saudara kita di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Kalian tidak sendiri. Seluruh anak bangsa ikut bersama kalian,” ujar Menag. 
     
    Ia menambahkan bahwa selain doa, umat juga menunjukkan kepedulian melalui penggalangan bantuan yang dilakukan di berbagai daerah melalui program Kemenag Peduli.
     
    Menag mengimbau seluruh umat Kristen dan Katolik untuk menjadikan Natal sebagai momentum menebarkan energi positif. Ia juga mengajak untuk menjadikan Tahun 2026 sebagai lembaran baru. ​“Kita berdoa semoga tahun 2026 kita membuka lembaran sejarah yang lebih hebat lagi,” pungkasnya.
     
    Cek Berita dan Artikel yang lain di

    Google News

    (PRI)

  • ​31 Desember Libur atau Tidak? Cek Jadwal Libur Akhir Tahun Selengkapnya

    ​31 Desember Libur atau Tidak? Cek Jadwal Libur Akhir Tahun Selengkapnya

    Jakarta: Jelang pergantian tahun baru, banyak masyarakat yang mempertanyakan, apakah tanggal 31 Desember 2025 merupakan tanggal merah atau hari libur nasional? Hal ini dikarenakan banyak masyarakat yang sudah menyusun rencana kegiatan yang ingin dilakukan ketika menyambut momen pergantian tahun.

    Menurut Surat Keputusan Bersama (SKB) mengenai hari libur nasional dan cuti bersama, pemerintah menetapkan bahwa tanggal 31 Desember 2025 bukan merupakan tanggal merah dan tidak termasuk ke dalam hari libur nasional maupun cuti bersama.

    Berdasarkan SKB tersebut hari libur nasional dan cuti bersama hanya ditetapkan pada tanggal 25 dan 26 Desember yang juga merupakan Hari Raya Natal. Hal ini berarti tanggal 29-31 Desember merupakan bagian dari hari kerja untuk korporat, layanan publik, serta kegiatan kerja lainnya.

    Adapun hari libur nasional pada pergantian tahun yang ditetapkan oleh pemerintah adalah pada tanggal 1 Januari 2026, yaitu hari Kamis. Setelah tanggal 1, kegiatan perkantoran, administrasi, layanan publik, serta kegiatan kerja lainnya berjalan dengan normal seperti biasa.

    Untuk ASN, tanggal 31 Desember ditetapkan sebagai hari kerja berdasarkan SKB Tiga Menteri. Tetapi pemerintah juga telah menetapkan adanya Work from Anywhere (WFA) untuk ASN, sehingga para pekerja dapat melakukan pekerjaannya dimana saja dan kapan saja.

    Dalam laman resmi Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), merujuk pada Surat Edaran (SE) Nomor B/531/M.KT.02/2025, kebijakan ini berlaku selama hari Senin sampai Rabu. Tujuan dari ditetapkannya kebijakan ini untuk menjaga lancarnya mobilitas masyarakat.
     

    Sedangkan, untuk perusahaan swasta, tanggal 31 Desember 2025 tetap bisa libur. Namun, perlu diketahui bahwa libur ini menyesuaikan kebijakan perusahaan itu sendiri. Pegawai swasta juga dapat mengajukan cuti pribadi dan menyesuaikan dengan ketentuan dari persetujuan perusahaan.

    Kesimpulannya, tanggal 31 Desember bukan merupakan hari libur nasional maupun cuti bersama. Tanggal tersebut merupakan hari kerja bisa, namun libur resmi Tahun Baru baru ditetapkan di tanggal 1 Januari 2026. 

    Adanya jadwal ini, Sobat Medcom diharapkan dapat menyusun agenda menyambut pergantian tahun dengan bijak agar kegiatan berjalan sesuai dengan rencana.

    (Fany Wirda Putri)

    Jakarta: Jelang pergantian tahun baru, banyak masyarakat yang mempertanyakan, apakah tanggal 31 Desember 2025 merupakan tanggal merah atau hari libur nasional? Hal ini dikarenakan banyak masyarakat yang sudah menyusun rencana kegiatan yang ingin dilakukan ketika menyambut momen pergantian tahun.
     
    Menurut Surat Keputusan Bersama (SKB) mengenai hari libur nasional dan cuti bersama, pemerintah menetapkan bahwa tanggal 31 Desember 2025 bukan merupakan tanggal merah dan tidak termasuk ke dalam hari libur nasional maupun cuti bersama.
     
    Berdasarkan SKB tersebut hari libur nasional dan cuti bersama hanya ditetapkan pada tanggal 25 dan 26 Desember yang juga merupakan Hari Raya Natal. Hal ini berarti tanggal 29-31 Desember merupakan bagian dari hari kerja untuk korporat, layanan publik, serta kegiatan kerja lainnya.

    Adapun hari libur nasional pada pergantian tahun yang ditetapkan oleh pemerintah adalah pada tanggal 1 Januari 2026, yaitu hari Kamis. Setelah tanggal 1, kegiatan perkantoran, administrasi, layanan publik, serta kegiatan kerja lainnya berjalan dengan normal seperti biasa.
     
    Untuk ASN, tanggal 31 Desember ditetapkan sebagai hari kerja berdasarkan SKB Tiga Menteri. Tetapi pemerintah juga telah menetapkan adanya Work from Anywhere (WFA) untuk ASN, sehingga para pekerja dapat melakukan pekerjaannya dimana saja dan kapan saja.
     
    Dalam laman resmi Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), merujuk pada Surat Edaran (SE) Nomor B/531/M.KT.02/2025, kebijakan ini berlaku selama hari Senin sampai Rabu. Tujuan dari ditetapkannya kebijakan ini untuk menjaga lancarnya mobilitas masyarakat.
     

     
    Sedangkan, untuk perusahaan swasta, tanggal 31 Desember 2025 tetap bisa libur. Namun, perlu diketahui bahwa libur ini menyesuaikan kebijakan perusahaan itu sendiri. Pegawai swasta juga dapat mengajukan cuti pribadi dan menyesuaikan dengan ketentuan dari persetujuan perusahaan.
     
    Kesimpulannya, tanggal 31 Desember bukan merupakan hari libur nasional maupun cuti bersama. Tanggal tersebut merupakan hari kerja bisa, namun libur resmi Tahun Baru baru ditetapkan di tanggal 1 Januari 2026. 
     
    Adanya jadwal ini, Sobat Medcom diharapkan dapat menyusun agenda menyambut pergantian tahun dengan bijak agar kegiatan berjalan sesuai dengan rencana.
     
    (Fany Wirda Putri)

     
    Cek Berita dan Artikel yang lain di

    Google News

    (RUL)

  • ​36 Titik Kantong Parkir saat Perayaan Malam Tahun Baru di Jakarta

    ​36 Titik Kantong Parkir saat Perayaan Malam Tahun Baru di Jakarta

    Jakarta: Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali menyiapkan puluhan kantong parkir guna menunjang kelancaran perayaan malam Tahun Baru di sejumlah titik utama ibu kota.

    Fasilitas tersebut disediakan untuk mengantisipasi peningkatan volume kendaraan pribadi yang diperkirakan memadati kawasan pusat perayaan.

    Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta Syafrin Liputo menjelaskan, kantong parkir yang disiapkan tersebar di area gedung perkantoran dan pusat perbelanjaan sebagai parkir luar badan jalan (off street), serta di beberapa ruas jalan tertentu sebagai parkir badan jalan (on street).

    “Total terdapat 36 lokasi kantong parkir yang disiapkan di sepanjang kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Jalan MH Thamrin hingga Panglima Polim,” ujar Syafrin. 

    Seluruh lokasi tersebut memiliki daya tampung puluhan ribu satuan ruang parkir (SRP) yang diperuntukkan bagi sepeda motor, mobil, hingga bus.
     

    Dishub DKI Jakarta juga memastikan kantong parkir tersebut terintegrasi dengan titik-titik utama perayaan malam Tahun Baru yang dilengkapi panggung hiburan. Lokasi panggung hiburan tersebar di kawasan MH Thamrin, Sarinah, Bundaran HI, Dukuh Atas, Semanggi, SCBD, FX Sudirman, hingga Lapangan Banteng. 

    Seiring dengan pelaksanaan perayaan, Dishub akan memberlakukan pengaturan lalu lintas di sejumlah ruas jalan di sekitar lokasi acara, termasuk penutupan dan pengalihan arus kendaraan. Masyarakat diimbau untuk menyesuaikan rute perjalanan dan mematuhi arahan petugas demi kelancaran dan keamanan bersama.

    Berikut ini daftar kantor parkir saat perayaan malam tahun tahun baru:

    Pelataran Parkir IRTI Monas
    Stasiun Gambir
    Lemhannas
    Perpustakaan Nasional
    Gedung Telkom STO Gambir
    Kementerian BUMN
    Menara Dana Reksa
    Gedung Indosat
    Kementerian Pariwisata
    Hotel Borobudur
    Lapangan Banteng Sisi Selatan
    Lapangan Banteng Sisi Timur
    Kantor Pos
    Gereja Katedral
    Jalan Veteran I
    Wisma Mandiri
    TPE Sabang
    Djakarta Theater
    Gedung Sarinah
    Plaza Indonesia
    Grand Indonesia
    Wisma Nusantara
    Hotel Mandarin Oriental
    The City Tower
    Taman Menteng
    Gedung BNI 46
    Wisma 46 Area Outdoor
    Gedung Wisma 46
    Intiland Tower
    Gelora Bung Karno (GBK)
    FX Sudirman
    Plaza Senayan
    STC Senayan
    Gedung Plaza Blok M
    Masjid Agung Al-Azhar
    Kementerian ATR/BPN

    Jakarta: Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali menyiapkan puluhan kantong parkir guna menunjang kelancaran perayaan malam Tahun Baru di sejumlah titik utama ibu kota.
     
    Fasilitas tersebut disediakan untuk mengantisipasi peningkatan volume kendaraan pribadi yang diperkirakan memadati kawasan pusat perayaan.
     
    Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta Syafrin Liputo menjelaskan, kantong parkir yang disiapkan tersebar di area gedung perkantoran dan pusat perbelanjaan sebagai parkir luar badan jalan (off street), serta di beberapa ruas jalan tertentu sebagai parkir badan jalan (on street).

    “Total terdapat 36 lokasi kantong parkir yang disiapkan di sepanjang kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Jalan MH Thamrin hingga Panglima Polim,” ujar Syafrin. 
     
    Seluruh lokasi tersebut memiliki daya tampung puluhan ribu satuan ruang parkir (SRP) yang diperuntukkan bagi sepeda motor, mobil, hingga bus.
     

     
    Dishub DKI Jakarta juga memastikan kantong parkir tersebut terintegrasi dengan titik-titik utama perayaan malam Tahun Baru yang dilengkapi panggung hiburan. Lokasi panggung hiburan tersebar di kawasan MH Thamrin, Sarinah, Bundaran HI, Dukuh Atas, Semanggi, SCBD, FX Sudirman, hingga Lapangan Banteng. 
     
    Seiring dengan pelaksanaan perayaan, Dishub akan memberlakukan pengaturan lalu lintas di sejumlah ruas jalan di sekitar lokasi acara, termasuk penutupan dan pengalihan arus kendaraan. Masyarakat diimbau untuk menyesuaikan rute perjalanan dan mematuhi arahan petugas demi kelancaran dan keamanan bersama.
     
    Berikut ini daftar kantor parkir saat perayaan malam tahun tahun baru:

    Pelataran Parkir IRTI Monas
    Stasiun Gambir
    Lemhannas
    Perpustakaan Nasional
    Gedung Telkom STO Gambir
    Kementerian BUMN
    Menara Dana Reksa
    Gedung Indosat
    Kementerian Pariwisata
    Hotel Borobudur
    Lapangan Banteng Sisi Selatan
    Lapangan Banteng Sisi Timur
    Kantor Pos
    Gereja Katedral
    Jalan Veteran I
    Wisma Mandiri
    TPE Sabang
    Djakarta Theater
    Gedung Sarinah
    Plaza Indonesia
    Grand Indonesia
    Wisma Nusantara
    Hotel Mandarin Oriental
    The City Tower
    Taman Menteng
    Gedung BNI 46
    Wisma 46 Area Outdoor
    Gedung Wisma 46
    Intiland Tower
    Gelora Bung Karno (GBK)
    FX Sudirman
    Plaza Senayan
    STC Senayan
    Gedung Plaza Blok M
    Masjid Agung Al-Azhar
    Kementerian ATR/BPN

     
    Cek Berita dan Artikel yang lain di

    Google News

    (PRI)

  • Bersejarah! Kemenag Gelar Festival Kasih Nusantara 2025, Natal Bersama ASN Kristen dan Katolik

    Bersejarah! Kemenag Gelar Festival Kasih Nusantara 2025, Natal Bersama ASN Kristen dan Katolik

    Citra Larasati • 31 Desember 2025 05:00

    Jakarta: Kementerian Agama menggelar Festival Kasih Nusantara 2025. Kegiatan yang dirangkai dengan Perayaan Natal Bersama ASN Kristen dan Katolik Kemenag digelar di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Senin, 29 Desember 2025.

    “Kegiatan ini bukan hanya perayaan, tetapi panggilan iman untuk menghadirkan kasih Tuhan secara nyata di tengah masyarakat, terutama bagi mereka yang membutuhkan,” kata Dirjen Bimas Kristen Jeane Marie Tulung dalam keterangannya dikutip Rabu, 31 Desember 2025..

    Jeane mengatakan, Festival Kasih Nusantara dihadiri sekitar 2.500 undangan secara langsung serta diikuti secara daring dengan mengusung tema “C-Light : Christmas Love in God, Harmony Together”.

    Ia menjelaskan tema tersebut mengajak umat Kristen dan Katolik untuk menghadirkan terang kasih Tuhan sebagai pemersatu, penguat solidaritas, serta peneguh harmoni kehidupan berbangsa.

    Kegiatan ini menjadi momentum bersejarah karena untuk pertama kalinya Natal dirayakan secara bersama dalam semangat kebersamaan oleh umat Kristen dan Katolik di lingkungan Kementerian Agama.

    Christmas in God dimaknai sebagai nilai keagamaan yang tidak hanya berhenti pada ritual semata, melainkan hadir nyata dalam pelayanan, empati, dan tanggung jawab sosial pada sesama. Sementara harmony together merepresentasikan komitmen negara untuk merawat ruang hidup bersama yang damai, inklusif dan saling menghormati. 

    Menurut Jeane, rangkaian kegiatan ini juga merupakan bagian dari dukungan terhadap program prioritas Kementerian Agama, khususnya penguatan kerukunan umat beragama, cinta kemanusiaan, layanan keagamaan berdampak, serta ekoteologi.

    “Kegiatan ini menjadi komitmen kami untuk terus memperkuat kerukunan dan cinta kemanusiaan melalui aksi nyata lintas iman,” ujarnya.

    Acara ini diawali dengan Ibadah Natal yang diikuti Aparatur Sipil Negara (ASN) Kristen dan Katolik Kemenag beserta keluarga serta perwakilan pimpinan Aras Gereja Nasional, para Pendeta, para Rektor Perguruan Tinggi Keagamaan Kristen (PTKK), Panitia Natal Nasional, Mahasiswa Kristen dan Katolik,   serta umat Kristen dan Katolik mulai dari anak sekolah Minggu sampai lansia di Jakarta dan sekitarnya.

    Ibadah Natal yang berlangsung selama satu jam tersebut, dipimpin oleh Pdt. Ivan Kristiono dan Romo RD. Kol. (Purn) Yos Bintoro sebagai pembawa Doa Syafaat. Rangkaian ibadah berlangsung dengan khidmat melalui puji-pujian, penyalaan lilin, penyampaian firman Tuhan, doa syukur, serta doa berkat, yang melibatkan kolaborasi lintas unit dan lembaga pendidikan keagamaan Kristen dan Katolik.

    Jeane menambahkan, sebelum puncak Festival Kasih Nusantara digelar pihaknya juga telah melaksanakan beberapa kegiatan, di antaranya jalan sehat lintas agama, aksi sosial dan pembagian sembako kepada panti asuhan lintas agama, pemeriksaan kesehatan gratis, seminar C-Light di Surabaya, Manado, dan Sorong, serta aksi bersih-bersih rumah ibadah.

    Sementara itu, Dirjen Bimas Katolik Suparman mengatakan dalam festival dan perayaan Natal tersebut Kemenag membuka donasi yang diperuntukkan bagi masyarakat terdampak bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

    “Kami berharap kepada keluarga-keluarga kita di tiga provinsi itu, tetaplah berpengharapan bahwa semua ini akan kita lalui bersama-sama. Jika kita saling membahu dalam satu kesatuan bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia, tidak ada yang tidak mustahil, semua bisa kita lalui bersama-sama,” katanya.

    Usai dilaksanakan ibadah Natal, Menteri Agama Nasaruddin Umar tampak tiba di lokasi acara bersama  dengan tokoh lintas agama, dan jajaran pejabat eselon I dan II Kemenag. Suasana kehangatan begitu terasa, ditambah dengan nyanyian “Laskar Pelangi” yang disumbangkan Wamenbud Giring Ganesha yang turut hadir dalam giat tersebut. 

    Menteri Agama Nasaruddin Umar, mengapresiasi rangkaian Festival Kasih Nusantara yang diawali dengan berbagai kegiatan sosial selama beberapa bulan. Menag menegaskan bahwa perayaan ini bukan hanya dalam rangka peringatan Natal dan tahun baru bagi umat Kristen dan Katolik, tetapi juga menjadi ruang refleksi dan solidaritas kebangsaan.

    Menag menyampaikan bahwa Natal dan Tahun Baru sekarang dilaksanakan dalam suasana keprihatinan nasional, seiring musibah yang menimpa masyarakat di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Ia menekankan pentingnya doa dan aksi nyata bagi saudara sebangsa yang terdampak bencana.

    ​“Tidak ada perayaan Natal tahun ini tanpa doa untuk saudara-saudara kita di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Kalian tidak sendiri. Seluruh anak bangsa ikut bersama kalian,” ujar Menag. Ia menambahkan bahwa selain doa, umat juga menunjukkan kepedulian melalui penggalangan bantuan yang dilakukan di berbagai daerah melalui program Kemenag Peduli.

    Menag lalu menegaskan komitmen Kementerian Agama untuk mengutamakan kurikulum cinta dan ekoteologi. Menurutnya, cinta tidak cukup dibicarakan, tetapi harus diukur dan diwujudkan dalam kebijakan, pendidikan, serta kepedulian terhadap sesama dan lingkungan hidup.

    Menag mengajak seluruh umat beragama untuk memandang alam semesta sebagai mitra kehidupan, bukan semata objek eksploitasi. Kepedulian terhadap manusia, tumbuhan, hewan, dan lingkungan menjadi indikator ketakwaan yang utuh dan berkeadaban.

    Menag mengimbau seluruh umat Kristen dan Katolik untuk menjadikan Natal sebagai momentum menebarkan energi positif. Menag juga mengajak untuk menjadikan Tahun 2026 sebagai lembaran baru. ​“Kita berdoa semoga tahun 2026 kita membuka lembaran sejarah yang lebih hebat lagi,” pungkasnya.

    Festival Kasih Nusantara menjadi penegasan bahwa praktik keberagamaan di Indonesia terus bergerak menuju arah yang inklusif, kolaboratif, dan penuh cinta kasih. Sinergi umat Kristen dan Katolik dalam perayaan ini mencerminkan wajah Indonesia yang rukun, berkeadaban, dan berlandaskan nilai kemanusiaan universal.

    Jakarta: Kementerian Agama menggelar Festival Kasih Nusantara 2025. Kegiatan yang dirangkai dengan Perayaan Natal Bersama ASN Kristen dan Katolik Kemenag digelar di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Senin, 29 Desember 2025.
     
    “Kegiatan ini bukan hanya perayaan, tetapi panggilan iman untuk menghadirkan kasih Tuhan secara nyata di tengah masyarakat, terutama bagi mereka yang membutuhkan,” kata Dirjen Bimas Kristen Jeane Marie Tulung dalam keterangannya dikutip Rabu, 31 Desember 2025..
     
    Jeane mengatakan, Festival Kasih Nusantara dihadiri sekitar 2.500 undangan secara langsung serta diikuti secara daring dengan mengusung tema “C-Light : Christmas Love in God, Harmony Together”.

    Ia menjelaskan tema tersebut mengajak umat Kristen dan Katolik untuk menghadirkan terang kasih Tuhan sebagai pemersatu, penguat solidaritas, serta peneguh harmoni kehidupan berbangsa.
     
    Kegiatan ini menjadi momentum bersejarah karena untuk pertama kalinya Natal dirayakan secara bersama dalam semangat kebersamaan oleh umat Kristen dan Katolik di lingkungan Kementerian Agama.
     
    Christmas in God dimaknai sebagai nilai keagamaan yang tidak hanya berhenti pada ritual semata, melainkan hadir nyata dalam pelayanan, empati, dan tanggung jawab sosial pada sesama. Sementara harmony together merepresentasikan komitmen negara untuk merawat ruang hidup bersama yang damai, inklusif dan saling menghormati. 
     
    Menurut Jeane, rangkaian kegiatan ini juga merupakan bagian dari dukungan terhadap program prioritas Kementerian Agama, khususnya penguatan kerukunan umat beragama, cinta kemanusiaan, layanan keagamaan berdampak, serta ekoteologi.
     
    “Kegiatan ini menjadi komitmen kami untuk terus memperkuat kerukunan dan cinta kemanusiaan melalui aksi nyata lintas iman,” ujarnya.
     
    Acara ini diawali dengan Ibadah Natal yang diikuti Aparatur Sipil Negara (ASN) Kristen dan Katolik Kemenag beserta keluarga serta perwakilan pimpinan Aras Gereja Nasional, para Pendeta, para Rektor Perguruan Tinggi Keagamaan Kristen (PTKK), Panitia Natal Nasional, Mahasiswa Kristen dan Katolik,   serta umat Kristen dan Katolik mulai dari anak sekolah Minggu sampai lansia di Jakarta dan sekitarnya.
     
    Ibadah Natal yang berlangsung selama satu jam tersebut, dipimpin oleh Pdt. Ivan Kristiono dan Romo RD. Kol. (Purn) Yos Bintoro sebagai pembawa Doa Syafaat. Rangkaian ibadah berlangsung dengan khidmat melalui puji-pujian, penyalaan lilin, penyampaian firman Tuhan, doa syukur, serta doa berkat, yang melibatkan kolaborasi lintas unit dan lembaga pendidikan keagamaan Kristen dan Katolik.
     
    Jeane menambahkan, sebelum puncak Festival Kasih Nusantara digelar pihaknya juga telah melaksanakan beberapa kegiatan, di antaranya jalan sehat lintas agama, aksi sosial dan pembagian sembako kepada panti asuhan lintas agama, pemeriksaan kesehatan gratis, seminar C-Light di Surabaya, Manado, dan Sorong, serta aksi bersih-bersih rumah ibadah.
     
    Sementara itu, Dirjen Bimas Katolik Suparman mengatakan dalam festival dan perayaan Natal tersebut Kemenag membuka donasi yang diperuntukkan bagi masyarakat terdampak bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
     
    “Kami berharap kepada keluarga-keluarga kita di tiga provinsi itu, tetaplah berpengharapan bahwa semua ini akan kita lalui bersama-sama. Jika kita saling membahu dalam satu kesatuan bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia, tidak ada yang tidak mustahil, semua bisa kita lalui bersama-sama,” katanya.
     
    Usai dilaksanakan ibadah Natal, Menteri Agama Nasaruddin Umar tampak tiba di lokasi acara bersama  dengan tokoh lintas agama, dan jajaran pejabat eselon I dan II Kemenag. Suasana kehangatan begitu terasa, ditambah dengan nyanyian “Laskar Pelangi” yang disumbangkan Wamenbud Giring Ganesha yang turut hadir dalam giat tersebut. 
     
    Menteri Agama Nasaruddin Umar, mengapresiasi rangkaian Festival Kasih Nusantara yang diawali dengan berbagai kegiatan sosial selama beberapa bulan. Menag menegaskan bahwa perayaan ini bukan hanya dalam rangka peringatan Natal dan tahun baru bagi umat Kristen dan Katolik, tetapi juga menjadi ruang refleksi dan solidaritas kebangsaan.
     
    Menag menyampaikan bahwa Natal dan Tahun Baru sekarang dilaksanakan dalam suasana keprihatinan nasional, seiring musibah yang menimpa masyarakat di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Ia menekankan pentingnya doa dan aksi nyata bagi saudara sebangsa yang terdampak bencana.
     
    ​“Tidak ada perayaan Natal tahun ini tanpa doa untuk saudara-saudara kita di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Kalian tidak sendiri. Seluruh anak bangsa ikut bersama kalian,” ujar Menag. Ia menambahkan bahwa selain doa, umat juga menunjukkan kepedulian melalui penggalangan bantuan yang dilakukan di berbagai daerah melalui program Kemenag Peduli.
     
    Menag lalu menegaskan komitmen Kementerian Agama untuk mengutamakan kurikulum cinta dan ekoteologi. Menurutnya, cinta tidak cukup dibicarakan, tetapi harus diukur dan diwujudkan dalam kebijakan, pendidikan, serta kepedulian terhadap sesama dan lingkungan hidup.
     
    Menag mengajak seluruh umat beragama untuk memandang alam semesta sebagai mitra kehidupan, bukan semata objek eksploitasi. Kepedulian terhadap manusia, tumbuhan, hewan, dan lingkungan menjadi indikator ketakwaan yang utuh dan berkeadaban.
     
    Menag mengimbau seluruh umat Kristen dan Katolik untuk menjadikan Natal sebagai momentum menebarkan energi positif. Menag juga mengajak untuk menjadikan Tahun 2026 sebagai lembaran baru. ​“Kita berdoa semoga tahun 2026 kita membuka lembaran sejarah yang lebih hebat lagi,” pungkasnya.
     
    Festival Kasih Nusantara menjadi penegasan bahwa praktik keberagamaan di Indonesia terus bergerak menuju arah yang inklusif, kolaboratif, dan penuh cinta kasih. Sinergi umat Kristen dan Katolik dalam perayaan ini mencerminkan wajah Indonesia yang rukun, berkeadaban, dan berlandaskan nilai kemanusiaan universal.
     
    Cek Berita dan Artikel yang lain di

    Google News

    (CEU)

  • 8 Titik Perayaan Malam Tahun Baru 2026 yang Bisa Kamu Kunjungi

    8 Titik Perayaan Malam Tahun Baru 2026 yang Bisa Kamu Kunjungi

  • Daftar Hari Libur Nasional Januari 2026, Ada Long Weekend?

    Daftar Hari Libur Nasional Januari 2026, Ada Long Weekend?

    Jakarta: Menjelang awal tahun, masyarakat kerap mencari informasi terkait tanggal merah dan cuti bersama di bulan Januari 2026. Informasi ini biasanya digunakan untuk menyusun rencana liburan hingga agenda keluarga.
     
    Tidak semua pekerja mendapat jatah libur atau cuti akhir tahun yang cukup untuk berlibur. Sejumlah orang juga lebih suka berdiam diri di rumah pada periode libur akhir tahun untuk menghindari kemacetan atau kepadatan di tempat wisata.
     
    Sebagai gantinya, mereka memilih untuk merencanakan libur di awal tahun ketika kepadatan mulai mereda. Oleh karenanya, penting mengetahui daftar tanggal merah di awal tahun 2026

     

     

    Tanggal Merah Januari 2026
    Berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri, bulan Januari memiliki dua tanggal Hari Libur Nasional. Keduanya berdekatan dengan akhir pekan, sehingga kamu bisa mengambil cuti dan menikmati long weekend.
     
    Berikut tanggal merah Januari 2026:
    – Kamis, 1 Januari 2026: Tahun Baru 2026 Masehi
    – Jumat, 16 Januari 2026: Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW
     
    Kamu menganjurkan mengambil cuti pada 2 Januari, atau memanfaatkan long weekend pada tanggal 16-19 Januari 2026 untuk agenda liburan hingga keluarga.

     

     

    Hari Besar Nasional 2026
    Selain Hari Libur Nasional, terdapat sejumlah hari besar nasional di bulan Januari 2026. Namun, hari-hari tersebut tidak disertai oleh libur, ya! Berikut daftar hari besar nasional Januari 2026:
     
    – Sabtu, 3 Januari: Hari Departemen Agama
    – Senin, 5 Januari: Hari Korps Wanita Angkatan Laut (KOWAL)
    – Sabtu, 10 Januari: Hari Tritura (Tri Tuntutan Rakyat)
    – Kamis, 15 Januari: Hari Dharma Samudra
    – Minggu, 25 Januari: Hari Gizi dan Makanan Nasional

     

    Jakarta: Menjelang awal tahun, masyarakat kerap mencari informasi terkait tanggal merah dan cuti bersama di bulan Januari 2026. Informasi ini biasanya digunakan untuk menyusun rencana liburan hingga agenda keluarga.
     
    Tidak semua pekerja mendapat jatah libur atau cuti akhir tahun yang cukup untuk berlibur. Sejumlah orang juga lebih suka berdiam diri di rumah pada periode libur akhir tahun untuk menghindari kemacetan atau kepadatan di tempat wisata.
     
    Sebagai gantinya, mereka memilih untuk merencanakan libur di awal tahun ketika kepadatan mulai mereda. Oleh karenanya, penting mengetahui daftar tanggal merah di awal tahun 2026
     
     

     

    Tanggal Merah Januari 2026

    Berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri, bulan Januari memiliki dua tanggal Hari Libur Nasional. Keduanya berdekatan dengan akhir pekan, sehingga kamu bisa mengambil cuti dan menikmati long weekend.
     
    Berikut tanggal merah Januari 2026:
    Kamis, 1 Januari 2026: Tahun Baru 2026 Masehi
    Jumat, 16 Januari 2026: Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW
     
    Kamu menganjurkan mengambil cuti pada 2 Januari, atau memanfaatkan long weekend pada tanggal 16-19 Januari 2026 untuk agenda liburan hingga keluarga.
     
     

     

    Hari Besar Nasional 2026

    Selain Hari Libur Nasional, terdapat sejumlah hari besar nasional di bulan Januari 2026. Namun, hari-hari tersebut tidak disertai oleh libur, ya! Berikut daftar hari besar nasional Januari 2026:
     
    – Sabtu, 3 Januari: Hari Departemen Agama
    – Senin, 5 Januari: Hari Korps Wanita Angkatan Laut (KOWAL)
    – Sabtu, 10 Januari: Hari Tritura (Tri Tuntutan Rakyat)
    – Kamis, 15 Januari: Hari Dharma Samudra
    – Minggu, 25 Januari: Hari Gizi dan Makanan Nasional

     
     
    Cek Berita dan Artikel yang lain di

    Google News

    (PRI)

  • Kapolri Ungkap Survei Kepercayaan Publik terhadap Polri Alami Tren Positif

    Kapolri Ungkap Survei Kepercayaan Publik terhadap Polri Alami Tren Positif

    Jakarta: Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan bahwa tingkat kepercayaan publik terhadap Kepolisian Negara Republik Indonesia sepanjang tahun 2025 menunjukkan tren yang terus meningkat.

    “Masyarakat memberikan penilaian positif terhadap kinerja Polri. Hal ini ditunjukkan melalui survei kepercayaan publik terhadap Polri yang terus mengalami tren positif dan memperoleh pengakuan dari lembaga survei, baik internasional maupun nasional,” ujar Sigit dalam paparan rilis akhir tahun (RAT) 2025 di Rupatama Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa, 30 Desember 2025.

    Kapolri menegaskan, capaian tersebut merupakan hasil kerja keras seluruh jajaran Polri yang didukung partisipasi aktif masyarakat. Dukungan tersebut menjadi fondasi penting bagi Polri dalam menjalankan tugas menjaga keamanan, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta memperkuat profesionalisme dan integritas institusi.

    Menurut Sigit, tingginya kepercayaan publik merupakan modal strategis agar Polri terus hadir sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat. Ia juga menyoroti kondisi keamanan nasional yang dinilai cukup kondusif, di mana masyarakat merasa aman beraktivitas di berbagai situasi, termasuk pada malam hari.

    “Ada hasil survei dari The Global Safety Report tahun 2025, Indonesia memperoleh skor 89 pada Law and Order Index, yang menempatkan Indonesia di peringkat ke-19 dari 144 negara. Indeks ini mengukur tingkat rasa aman masyarakat serta kepercayaan terhadap penegak hukum,” jelasnya.

    Selain itu, pada indikator safe to walk alone at night, sebanyak 83 persen responden di Indonesia menyatakan merasa aman berjalan sendirian pada malam hari. Capaian tersebut menempatkan Indonesia di peringkat ke-25 dari 144 negara yang disurvei.
     

    Lebih lanjut, Sigit membeberkan hasil survei yang dirilis Litbang Kompas pada November 2025. Dalam survei tersebut, Polri menempati posisi tiga besar lembaga negara yang paling dipercaya oleh masyarakat.

    “Bahkan dalam kategori lembaga penegak hukum, Polri menempati peringkat pertama sebagai lembaga yang paling dipercaya, dengan tingkat kepercayaan mencapai 78,2 persen. Capaian ini menjadi dukungan, motivasi, dan semangat bagi institusi serta seluruh personel untuk terus bekerja secara profesional dan akuntabel,” papar Sigit.

    Ia menambahkan, tingginya kepercayaan publik tersebut sejalan dengan persepsi rasa aman masyarakat di lingkungan tempat tinggalnya. Mayoritas responden mengaku merasa aman, sementara hanya sebagian kecil yang menyatakan sebaliknya.

    “Sebanyak 84,1 persen responden percaya Polri mampu melindungi masyarakat di wilayahnya. Ini menjadi catatan penting bagi kami untuk terus meningkatkan kinerja, terutama dalam menekan kriminalitas, menciptakan rasa aman, dan menjaga stabilitas sosial. Mayoritas masyarakat juga tidak merasa takut terhadap kehadiran aparat kepolisian, melainkan merasa lebih terlindungi,” pungkas Sigit.

    Jakarta: Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan bahwa tingkat kepercayaan publik terhadap Kepolisian Negara Republik Indonesia sepanjang tahun 2025 menunjukkan tren yang terus meningkat.
     
    “Masyarakat memberikan penilaian positif terhadap kinerja Polri. Hal ini ditunjukkan melalui survei kepercayaan publik terhadap Polri yang terus mengalami tren positif dan memperoleh pengakuan dari lembaga survei, baik internasional maupun nasional,” ujar Sigit dalam paparan rilis akhir tahun (RAT) 2025 di Rupatama Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa, 30 Desember 2025.
     
    Kapolri menegaskan, capaian tersebut merupakan hasil kerja keras seluruh jajaran Polri yang didukung partisipasi aktif masyarakat. Dukungan tersebut menjadi fondasi penting bagi Polri dalam menjalankan tugas menjaga keamanan, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta memperkuat profesionalisme dan integritas institusi.

    Menurut Sigit, tingginya kepercayaan publik merupakan modal strategis agar Polri terus hadir sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat. Ia juga menyoroti kondisi keamanan nasional yang dinilai cukup kondusif, di mana masyarakat merasa aman beraktivitas di berbagai situasi, termasuk pada malam hari.
     
    “Ada hasil survei dari The Global Safety Report tahun 2025, Indonesia memperoleh skor 89 pada Law and Order Index, yang menempatkan Indonesia di peringkat ke-19 dari 144 negara. Indeks ini mengukur tingkat rasa aman masyarakat serta kepercayaan terhadap penegak hukum,” jelasnya.
     
    Selain itu, pada indikator safe to walk alone at night, sebanyak 83 persen responden di Indonesia menyatakan merasa aman berjalan sendirian pada malam hari. Capaian tersebut menempatkan Indonesia di peringkat ke-25 dari 144 negara yang disurvei.
     

     
    Lebih lanjut, Sigit membeberkan hasil survei yang dirilis Litbang Kompas pada November 2025. Dalam survei tersebut, Polri menempati posisi tiga besar lembaga negara yang paling dipercaya oleh masyarakat.
     
    “Bahkan dalam kategori lembaga penegak hukum, Polri menempati peringkat pertama sebagai lembaga yang paling dipercaya, dengan tingkat kepercayaan mencapai 78,2 persen. Capaian ini menjadi dukungan, motivasi, dan semangat bagi institusi serta seluruh personel untuk terus bekerja secara profesional dan akuntabel,” papar Sigit.
     
    Ia menambahkan, tingginya kepercayaan publik tersebut sejalan dengan persepsi rasa aman masyarakat di lingkungan tempat tinggalnya. Mayoritas responden mengaku merasa aman, sementara hanya sebagian kecil yang menyatakan sebaliknya.
     
    “Sebanyak 84,1 persen responden percaya Polri mampu melindungi masyarakat di wilayahnya. Ini menjadi catatan penting bagi kami untuk terus meningkatkan kinerja, terutama dalam menekan kriminalitas, menciptakan rasa aman, dan menjaga stabilitas sosial. Mayoritas masyarakat juga tidak merasa takut terhadap kehadiran aparat kepolisian, melainkan merasa lebih terlindungi,” pungkas Sigit.

     
    Cek Berita dan Artikel yang lain di

    Google News

    (RUL)