Category: Medcom.id News

  • IPCM Kantongi Laba Rp166,8 Miliar! Bisnis Tumbuh, Lingkungan pun Terjaga

    IPCM Kantongi Laba Rp166,8 Miliar! Bisnis Tumbuh, Lingkungan pun Terjaga

    Jakarta: PT Jasa Armada Indonesia Tbk (IPCM) kembali mencatatkan hasil yang memuaskan. Dalam laporan keuangan tahun buku 2024 yang sudah diaudit, perusahaan pelat merah ini sukses meraup laba bersih sebesar Rp166,8 miliar, naik 5,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp157,6 miliar.
     
    Capaian ini tak lepas dari peningkatan pendapatan perusahaan yang naik signifikan 18,1 persen, dari sebelumnya Rp1,1 triliun menjadi Rp1,3 triliun. Kontributor utama pendapatan IPCM berasal dari jasa pelayanan kapal penundaan (towage) yang menyumbang Rp1,2 triliun atau 85,9 persen dari total pendapatan.
    Segmen bisnis andalan, pelabuhan umum dan terminal khusus
    Selain towage, pendapatan dari jasa pemanduan (pilotage) menyumbang Rp91,7 miliar atau 6,8 persen, sedangkan jasa pengangkutan dan lainnya memberikan kontribusi Rp98 miliar atau 7,3 persen.
     
    Dari sisi segmentasi pasar, segmen jasa Pelabuhan Umum menjadi penyumbang terbesar dengan kontribusi 39,7 persen atau naik 26,7 persen secara tahunan. Terminal Khusus (Tersus) menyusul dengan kontribusi 35,8 persen, dan Terminal Untuk Kepentingan Sendiri (TUKS) sebesar 17,1 persen.
    Aset dan laba usaha juga tumbuh
    Dari sisi operasional, laba usaha IPCM meningkat 12,9 persen dari Rp183,8 miliar menjadi Rp207,4 miliar. Total aset perusahaan juga naik 8,4 persen, dari Rp1,5 triliun pada 2023 menjadi Rp1,6 triliun pada akhir 2024.

    “Kinerja ini didukung oleh pasar yang terus meluas dan kepercayaan dari para pelanggan serta mitra kerja,” ujar Direktur Utama IPCM, Shanti Puruhita.

    Investasi strategis dan ekspansi armada
    Tak hanya mencatatkan kinerja keuangan yang positif, IPCM juga memperkuat bisnisnya lewat kerja sama strategis penyediaan kapal tunda di Pelabuhan Tarakan, Kalimantan Utara. Selain itu, IPCM tengah membangun dua unit kapal tunda baru guna memperkuat armada dan layanan.

    Bisnis Ramah Lingkungan, Menuju Masa Depan Berkelanjutan
    IPCM juga aktif mendorong keberlanjutan lewat penggunaan bahan bakar ramah lingkungan seperti Biosolar B40 yang terbukti mampu mengurangi emisi karbon. Selain itu, perusahaan terus mengembangkan teknologi shore connection untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar minyak.
     
    Inovasi lainnya termasuk peluncuran tiga unit motor pandu berkonsep go green yang lebih efisien dan ramah lingkungan.
     
    “Kami terus menjaga fundamental perusahaan dengan baik yang mengacu pada prinsip keberlanjutan, melakukan transformasi dalam pelayanan, dan mengedepankan digitalisasi
    untuk menyesuaikan diri dengan tuntutan pasar saat ini,” ucap Shanti.
     
    Dengan kinerja yang solid, inovasi berkelanjutan, dan komitmen terhadap lingkungan, IPCM tak hanya sukses secara finansial, tapi juga membuktikan diri sebagai perusahaan yang peduli terhadap masa depan.
     
    Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
    dan follow Channel WhatsApp Medcom.id

    (ANN)

  • Trump Naikkan Tarif Impor! Saham Anjlok, Investor Harus Apa Sekarang?

    Trump Naikkan Tarif Impor! Saham Anjlok, Investor Harus Apa Sekarang?

    Jakarta: Pekan pertama April 2025 jadi momen penuh gejolak bagi pasar global. Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan kebijakan tarif impor baru yang ia sebut sebagai “Liberation Day”. 
     
    Tarif dasar 10 persen dikenakan untuk semua barang impor ke AS, sementara tarif lebih tinggi dikenakan untuk mitra dagang utama seperti Tiongkok (54 persen), Vietnam (46 persen), dan Indonesia (32 persen).
     
    Kebijakan ini langsung mengguncang pasar. Mengutip Bibit, Rabu, 9 April 2025, Indeks saham utama AS seperti S&P 500 dan Nasdaq anjlok masing-masing -10,7 persen dan -11,4 persen hanya dalam waktu lima hari yakni dari 2 April hingga 7 April 2025.

    IHSG ikut terpukul
    Setelah libur panjang Idulfitri, IHSG langsung dibuka dengan penurunan tajam -9,19 persen pada 8 April 2025, sebelum akhirnya membaik dan ditutup di -7,71 persen pada sesi I.

    Meski terkesan dramatis, situasi ini tak perlu membuat kamu panik. Penting untuk melihatnya dari berbagai sisi.
     

    Mengapa tarif ini berbahaya?
    Trump ingin melindungi industri dalam negeri AS. Tapi strategi ini memicu reaksi keras dari negara lain. Tiongkok langsung membalas dengan tarif 34 persen untuk produk AS.
     
    Ketua The Fed, Jerome Powell, memperingatkan bahwa tarif ini bisa mendorong inflasi dan memperlambat pertumbuhan ekonomi. Pasar saham yang jatuh jadi salah satu refleksi kecemasan investor global.
     
    Bagi Indonesia, dampaknya bisa terasa di sektor ekspor. Produk seperti mesin, elektronik, pakaian, dan sepatu yang dikirim ke AS akan dikenai tarif lebih tinggi. Ini bisa menekan kinerja emiten berorientasi ekspor.
    Apa dampaknya ke aset investasi?

    Saham & Reksa Dana Saham: Secara jangka pendek, IHSG akan melihat sentimen negatif. Perusahaan yang bergantung pada ekspor, seperti manufaktur dan komoditasdapat menghadapi tekanan jika tarif balasan berlanjut dan permintaan AS serta pertumbuhan global melemah. Adapun dalam jangka menengah, Indonesia memiliki peluang untuk merebut pangsa pasar ekspor seiring berubahnya dinamika manufaktur dan perdagangan global.  
    SBN, Obligasi FR & Reksa Dana Obligasi: Meskipun pasar saham AS turun signifikan, yield obligasi jangka pendek AS (4% menjadi ~3,8 persen. Penurunan ini juga dapat mendorong naik harga obligasi Indonesia. Namun, mengingat ketidakpastian ekonomi global, investor dapat mempertimbangkan obligasi jangka pendek yang volatilitasnya lebih rendah, seperti Obligasi FR PBS003 dan ST014-T2.
    Reksa Dana Pasar Uang: Aset ini tetap bisa menjadi safe haven untuk stabilitas dan likuiditas jangka pendek, dengan imbal hasil lebih tinggi dan pajak yang lebih rendah dibandingkan deposito bank.  

    Should You Panic? Absolutely Not

    Kepanikan pasar bukan hal baru. Tahun 2008 IHSG sempat anjlok -62 persen, dan -38 persen saat pandemi 2020. Tapi apa yang terjadi setelah itu? Pasar bangkit dengan rebound 173 persen pada 2009 dan 66 persen pada 2021.
     
    Kuncinya adalah tetap tenang dan percaya pada fundamental investasi yang kamu pegang. Sejarah menunjukkan bahwa badai pasar selalu bisa berlalu.

     
    Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
    dan follow Channel WhatsApp Medcom.id

    (ANN)

  • Harga Emas Antam Melonjak Tajam! Apa Penyebabnya dan Kapan Waktu Tepat untuk Beli?

    Harga Emas Antam Melonjak Tajam! Apa Penyebabnya dan Kapan Waktu Tepat untuk Beli?

    Jakarta: Setelah beberapa hari melempem, harga emas Antam kembali bersinar. Hari ini, Rabu, 9 April 2025, logam mulia ini menunjukkan taringnya dengan lonjakan harga yang cukup mencolok.
     
    Buat kamu yang rutin memantau harga emas atau baru mau mulai investasi, yuk simak pergerakan harga emas Antam seminggu terakhir, kenapa sempat turun, dan kenapa sekarang bisa naik lagi.
    Hari ini berkilau lagi
    Kabar baik datang hari ini. Berdasarkan laman Logam Mulia, harga emas Antam melonjak Rp23 ribu per gram dari sebelumnya Rp1,754 juta menjadi Rp1,777 juta per gram.
     
    Bukan cuma harga jualnya, harga buyback (jual kembali) emas Antam juga ikut naik sebesar Rp23 ribu menjadi Rp1,627 juta per gram. Artinya, kalau kamu punya emas dan mau jual, harganya lagi bagus!
     

    Daftar harga emas Antam berbagai ukuran
    Berikut adalah rincian harga emas Antam berdasarkan ukuran:
     
    Emas batangan 0,5 gram: Rp938,5 ribu.
    Emas batangan 1 gram: Rp1,777 juta.
    Emas batangan 2 gram: Rp3,494 juta.
    Emas batangan 3 gram: Rp5,216 juta.
    Emas batangan 5 gram: Rp8,660 juta.
    Emas batangan 10 gram: Rp17,265 juta.
    Emas batangan 25 gram: Rp43,037 juta.
    Emas batangan 50 gram: Rp85,995 juta.
    Emas batangan 100 gram: Rp171,912 juta.
    Emas batangan 250 gram: Rp429,515 juta.
    Emas batangan 500 gram: Rp858,820 juta.
    Emas batangan 1.000 gram: Rp1,716 miliar.
    Harga emas Antam sempat tertekan
    Dalam beberapa hari terakhir, harga emas Antam terus menurun akibat tekanan dari faktor global. Salah satu penyebab utamanya adalah menguatnya dolar Amerika Serikat (AS) dan naiknya imbal hasil (yield) obligasi AS.

    Kondisi ini membuat banyak investor global melirik aset-aset berbunga seperti obligasi ketimbang emas yang tidak memberikan imbal hasil. Akibatnya, harga emas pun tergelincir.

    Mengikuti harga emas dunia
    Namun hari ini harga emas Antam terkerek mengikuti harga emas dunia. Harga emas dunia kembali mengalami kenaikan pada perdagangan Selasa waktu setempat (Rabu WIB) karena imbal hasil Treasury AS naik, meskipun dolar yang lebih lemah dan meningkatnya ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok.
     
    Mengutip data Yahoo Finance, harga emas dunia naik sebanyak 1,3 persen di awal sesi perdagangan. Emas spot naik 0,1 persen pada USD2.984,16 per ons. Harga emas berjangka AS ditutup 0,5 persen lebih tinggi pada USD2.990,20.
     
    Imbal hasil obligasi 10 tahun acuan naik ke level tertinggi satu minggu, membuat emas yang tidak memberikan imbal hasil menjadi menarik bagi para investor.
    Kapan saat tepat membeli emas?
    Dengan harga yang kembali naik, banyak yang bertanya: masih worth it nggak beli emas sekarang? Jawabannya tergantung tujuan kamu. 
    Kalau kamu ingin investasi jangka panjang, emas tetap jadi pilihan aman. Tapi kalau kamu sudah punya emas dan ingin jual, ini momen bagus untuk take profit.
     
    Nah untuk kamu yang masih ragu mending pantau dulu pergerakan minggu ini, apalagi jika ketegangan dagang makin panas.

     
    Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
    dan follow Channel WhatsApp Medcom.id

    (ANN)

  • IHSG Bangkit Lagi Usai Kemarin Ambruk, Tapi Hati-Hati Koreksi Lanjutan!

    IHSG Bangkit Lagi Usai Kemarin Ambruk, Tapi Hati-Hati Koreksi Lanjutan!

    Jakarta: Setelah kemarin sempat anjlok hingga Bursa Efek Indonesia (BEI) harus melakukan trading halt, pagi ini Rabu, 9 April 2025, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mencoba bangkit.
     
    Perdagangan pagi dibuka dengan sentimen penuh harap, walau sempat melemah sesaat, IHSG langsung memantul ke zona hijau hanya satu menit setelah bel pembukaan.
    Sempat turun, IHSG langsung naik ke zona hijau
    Berdasarkan data RTI, IHSG dibuka pada level 5.978,44 dan sempat melemah 0,39 persen sesaat setelah pasar dibuka. Namun tak butuh waktu lama, indeks langsung berbalik arah menguat 0,62 persen ke level 6.033,04 pada pukul 09.01 WIB.
     
    Hingga pukul 09.36 WIB, IHSG masih bertahan di zona hijau dengan posisi 6.031,46 atau naik 35,32 poin (0,59 persen).

    Total nilai transaksi mencapai Rp3,03 triliun dengan 4,22 miliar saham berpindah tangan. Sebanyak 268 saham menguat, 220 saham melemah, dan 149 stagnan.
     

    Sektor infrastruktur pimpin kenaikan
    Dari sebelas sektor saham di BEI, hanya empat sektor yang tercatat melemah. Sektor material dasar menjadi sektor dengan pelemahan terdalam, terkoreksi hingga 1,3 persen.
     
    Sementara itu, sektor infrastruktur mencatatkan penguatan tertinggi, naik 0,96 persen. Ini jadi angin segar untuk investor yang mengincar saham-saham konstruksi dan telekomunikasi.
    Proyeksi IHSG masih dibayangi koreksi
    Meski pagi ini IHSG terlihat membaik, analis tetap mengingatkan untuk berhati-hati. Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, menyebutkan bahwa IHSG masih berpotensi melanjutkan koreksi jangka menengah.
     
    “IHSG saat ini sedang menguji support kuat di level 5.900. Jika support ini jebol, maka koreksi bisa berlanjut ke kisaran 5.400 hingga 5.650 dalam jangka menengah,” jelas Fanny.
    Level kritis IHSG
    Menurut Fanny, level support IHSG saat ini berada di:
     
    Support 1: 5.900
    Support 2: 5.650
     
    Sedangkan untuk resistance (batas atas) berada di:
     
    Resistance 1: 6.050
    Resistance 2: 6.100
     
    Artinya, pergerakan IHSG saat ini masih akan dipengaruhi oleh sentimen global, khususnya kekhawatiran soal tensi perang dagang.
     
    Meskipun pagi ini IHSG menunjukkan sinyal pemulihan, investor sebaiknya tetap waspada terhadap kemungkinan koreksi lanjutan. 
     
    Bagi investor jangka panjang, momen seperti ini bisa jadi kesempatan untuk akumulasi. Namun untuk trader harian, disarankan pasang strategi ketat dan perhatikan level support-resistance dengan cermat.
     
    Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
    dan follow Channel WhatsApp Medcom.id

    (ANN)

  • Pabrik Nikel Karya Anak Bangsa Ini Siap Beroperasi dan Hasilkan Produk Ramah Lingkungan

    Pabrik Nikel Karya Anak Bangsa Ini Siap Beroperasi dan Hasilkan Produk Ramah Lingkungan

    Jakarta: PT Ceria Nugraha Indotama atau lebih dikenal dengan PT Ceria menargetkan produksi komersial pertama Ferronickel (FeNi) dari Smelter Merah Putih Line 1 akan dimulai pada akhir April 2025.
     
    Bukan sekadar smelter biasa, PT Ceria membawa teknologi modern, energi hijau, dan standar ramah lingkungan pada smelter tersebut.
     
    General Manager RKEF Operation Readiness PT Ceria, Roimon Barus, mengungkapkan proses hot commissioning telah berjalan sejak 23 Februari 2025, dimulai dengan pengumpanan bijih nikel pada sistem dryer dan dilanjutkan pemanasan tungku listrik (furnace heating up).

    “Seluruh unit electric furnace telah aktif menggunakan pasokan listrik sejak awal April 2025. Kami optimis produksi komersial FeNi pertama akan terealisasi pada akhir April 2025,” jelas Roimon dalam keterangan tertulis, Selasa, 8 April 2024.
     

    Teknologi efisien dan ramah lingkungan
    Dia menjelaskan, smelter itu menggunakan teknologi Rotary Kiln Electric Furnace (RKEF) berkapasitas 72 MVA. Tapi yang bikin beda, PT Ceria pakai rectangular electric furnace alias tungku persegi panjang yang lebih hemat energi.
     
    Selain itu, fasilitas smelter dilengkapi sistem dust collector, waste management, dan alat pemantau emisi secara digital dan real-time, untuk memastikan standar baku mutu lingkungan selalu dipatuhi.
     
    Seluruh pasokan listrik Smelter PT Ceria juga berasal dari PLN UID Sulselrabar yang telah mengantongi Renewable Energy Certificate (REC), memastikan penggunaan energi hijau dan mendukung target dekarbonisasi nasional.
     
    “Dengan penggunaan listrik hijau ini, produk nikel PT Ceria memiliki jejak karbon yang minimal, mendukung industri nikel berkelanjutan di Indonesia,” ungkap Roimon.
    Tambang Nikel berkelanjutan
    PT Ceria hanya sektor hilirisasi. Di area tambangnya, dia juga menjelaskan, mereka menerapkan prinsip Good Mining Practice yang meliputi, reklamasi lahan pascatambang, pengendalian erosi dan kualitas air, pemberdayaan masyarakat lokal, program kesehatan, pendidikan dan UMKM, dan kepatuhan ketat pada regulasi lingkungan
     
    “Kami berkomitmen membangun ekosistem industri nikel yang bertanggung jawab dan berkelanjutan, mulai dari tambang hingga produk hilir,” tegas Roimon.
    Green Nickel, Masa Depan Industri dan Energi Bersih
    Dengan teknologi efisiensi tinggi, listrik hijau, dan komitmen pada lingkungan, produk nikel dari PT Ceria bakal punya jejak karbon rendah. 
     
    “Dengan seluruh standar dan teknologi ini, PT Ceria siap menghasilkan green nickel product yang ramah lingkungan, mendukung ekonomi hijau, dan memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain utama industri nikel berkelanjutan berbasis ESG dan Good Mining Practice di dunia,” ucap Roimon.

     
    Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
    dan follow Channel WhatsApp Medcom.id

    (ANN)

  • Harga Cabai dan Bawang Naik, Tapi Inflasi Maret 2025 Justru Lebih Rendah

    Harga Cabai dan Bawang Naik, Tapi Inflasi Maret 2025 Justru Lebih Rendah

    Jakart: Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi tahunan pada Maret 2025 sebesar 1,03 persen (year-on-year/yoy). Angka ini lebih rendah dibandingkan Maret tahun lalu yang mencapai 3,05 persen.
     
    Meski begitu, inflasi Maret 2025 tetap lebih tinggi dibanding Februari 2025 yang justru mengalami deflasi sebesar 0,09 persen yoy.
    Makanan jadi penyumbang inflasi terbesar
    Deputi Bidang Statistik Produksi BPS, M Habibullah, menjelaskan inflasi kali ini terutama dipicu oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau.
     
    “Berdasarkan kelompok pengeluaran, inflasi tahunan ini utamanya didorong oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau dengan inflasi sebesar 2,07 persen dan memberikan andil inflasi sebesar 0,61 persen,” kata dia dilansir Antara, Selasa, 8 April 2025.

    Ia mengatakan bahwa komoditas dengan andil inflasi terbesar pada kelompok tersebut adalah cabai rawit, bawang merah, dan minyak goreng.
     
    Selain itu, emas perhiasan juga memberikan andil besar terhadap inflasi sebesar 0,44 persen, disusul tarif air minum PAM (0,14 persen) dan nasi dengan lauk (0,04 persen).
     

    Tarif listrik dan transportasi turun, sumbang deflasi
    Meski ada tekanan dari bahan makanan, beberapa komponen justru mencatat penurunan harga yang cukup signifikan. Kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga mengalami deflasi dan menyumbang penurunan harga sebesar 0,74 persen.
     
    “Komponen yang dominan memberikan andil deflasi adalah tarif listrik, tarif angkutan udara, dan bensin,” ujar dia.
    Mengenal komponen penyebab inflasi
    Secara umum, BPS membagi penyebab inflasi ke dalam tiga komponen utama, yaitu:

    1. Komponen Inti

    Komponen ini naik 2,48 persen yoy dan menjadi penyumbang inflasi terbesar sebesar 1,58 persen. Komoditas utama di dalamnya adalah emas perhiasan, minyak goreng, kopi bubuk, dan nasi dengan lauk.

    2. Komponen Harga Bergejolak (Volatile Food)

    Naik 0,37 persen yoy, dengan andil inflasi 0,06 persen. Komoditas penyumbangnya antara lain cabai rawit, bawang merah, dan bawang putih.

    3. Komponen Harga Diatur Pemerintah (Administered Prices)

    Mengalami deflasi 3,16 persen yoy, dengan andil deflasi 0,61 persen. Penurunan terutama berasal dari tarif listrik, tarif angkutan udara, dan bensin.
     
    Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
    dan follow Channel WhatsApp Medcom.id

    (ANN)

  • Simak Daftar Harga BBM di Jakarta per April 2025

    Simak Daftar Harga BBM di Jakarta per April 2025

    Jakarta: Harga bahan bakar minyak (BBM) di beberapa SPBU mengalami penyesuaian harga sejak awal April 2025. Untuk SPBU Pertamina, harga Pertamax (RON 92) kini dibanderol Rp12.500 per liter, turun dari harga sebelumnya Rp12.900 per liter pada Maret 2025. 

    Sementara itu, Pertamax Green (RON 95) juga mengalami penurunan harga menjadi Rp13.250 per liter, dari sebelumnya Rp13.700 per.

    Penurunan harga juga terjadi pada Pertamax Turbo (RON 98), yang kini dijual seharga Rp13.500 per liter, atau lebih murah Rp500 dari harga sebelumnya Rp14.000 per liter.

    Tak hanya BBM bensin, jenis diesel seperti Dexlite (CN 51) turut mengalami penurunan harga menjadi Rp13.600 per liter, dari sebelumnya Rp14.300. Hal serupa terjadi pada Pertamina Dex (CN 53) yang kini dijual Rp13.900 per liter, setelah turun Rp700 dari harga sebelumnya yang mencapai Rp14.600 per liter.
     

     

    Daftar harga BBM di Jakarta

    SPBU Pertamina

    Pertamax (RON 92): Rp12.500/liter
    Pertamax Green (RON 95): Rp13.250/liter
    Pertamax Turbo (RON 98): Rp13.500/liter
    Dexlite (CN 51): Rp13.600/liter
    Pertamina Dex (CN 53): Rp13.900/liter

    SPBU Vivo

    Revvo 90: Rp 12.800/liter
    Revvo 92: Rp 12.920/liter
    Revvo 95: Rp 13.370/liter

    SPBU Shell

    Shell Super (RON 92): Rp 12.920/liter
    Shell V-Power (RON 95): Rp 13.370/liter
    Shell V-Power Diesel: Rp 14.060/liter
    Shell V-Power Nitro+ (RON 98): Rp 13.550/liter

    SPBU BP-AKR

    BP 92 (RON 92): Rp 12.800/liter
    BP Ultimate (RON 95): Rp 13.370/liter
    BP Ultimate Diesel: Rp 14.060/liter 

    Jakarta: Harga bahan bakar minyak (BBM) di beberapa SPBU mengalami penyesuaian harga sejak awal April 2025. Untuk SPBU Pertamina, harga Pertamax (RON 92) kini dibanderol Rp12.500 per liter, turun dari harga sebelumnya Rp12.900 per liter pada Maret 2025. 
     
    Sementara itu, Pertamax Green (RON 95) juga mengalami penurunan harga menjadi Rp13.250 per liter, dari sebelumnya Rp13.700 per.
     
    Penurunan harga juga terjadi pada Pertamax Turbo (RON 98), yang kini dijual seharga Rp13.500 per liter, atau lebih murah Rp500 dari harga sebelumnya Rp14.000 per liter.

    Tak hanya BBM bensin, jenis diesel seperti Dexlite (CN 51) turut mengalami penurunan harga menjadi Rp13.600 per liter, dari sebelumnya Rp14.300. Hal serupa terjadi pada Pertamina Dex (CN 53) yang kini dijual Rp13.900 per liter, setelah turun Rp700 dari harga sebelumnya yang mencapai Rp14.600 per liter.
     

     

    Daftar harga BBM di Jakarta

    SPBU Pertamina
     
    Pertamax (RON 92): Rp12.500/liter
    Pertamax Green (RON 95): Rp13.250/liter
    Pertamax Turbo (RON 98): Rp13.500/liter
    Dexlite (CN 51): Rp13.600/liter
    Pertamina Dex (CN 53): Rp13.900/liter
     
    SPBU Vivo
     
    Revvo 90: Rp 12.800/liter
    Revvo 92: Rp 12.920/liter
    Revvo 95: Rp 13.370/liter
     
    SPBU Shell
     
    Shell Super (RON 92): Rp 12.920/liter
    Shell V-Power (RON 95): Rp 13.370/liter
    Shell V-Power Diesel: Rp 14.060/liter
    Shell V-Power Nitro+ (RON 98): Rp 13.550/liter
     
    SPBU BP-AKR
     
    BP 92 (RON 92): Rp 12.800/liter
    BP Ultimate (RON 95): Rp 13.370/liter
    BP Ultimate Diesel: Rp 14.060/liter 

     
    Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
    dan follow Channel WhatsApp Medcom.id

    (PRI)

  • Dompet Tipis Usai Lebaran? Begini Cara Balikin Finansialmu ke Jalur Aman

    Dompet Tipis Usai Lebaran? Begini Cara Balikin Finansialmu ke Jalur Aman

    Jakarta: Lebaran memang penuh berkah, tapi juga sering bikin kantong jebol. 
     
    Dari beli baju baru, masak makanan khas Lebaran, stok toples kue, bagi-bagi THR ke keponakan, sampai mudik dan liburan. Semua itu butuh biaya yang nggak sedikit. 
     
    Wajar sih, karena Lebaran jadi momen spesial buat kumpul keluarga dan kasih yang terbaik.

    Tapi, setelah euforia berakhir, realita mulai terasa. Dompet mulai tipis, saldo menipis, bahkan ada yang sampai gesek sana-sini demi Lebaran meriah. 
     
    Nah, biar kondisi finansial kamu balik stabil, yuk atur ulang keuangan dengan langkah-langkah sederhana ini.

    1. Evaluasi pengeluaran selama Lebaran
    Coba catat semua pengeluaran selama Lebaran kemarin. Mulai dari ongkos mudik, belanja baju baru, belanja bahan makanan, THR untuk saudara, hingga biaya liburan. Dari sini kamu bisa tahu, mana yang jadi “kebutuhan”, mana yang sebenarnya cuma “keinginan sesaat”.
     
    Dengan evaluasi ini, kamu bisa belajar dan lebih siap menghadapi momen serupa di tahun berikutnya.
     

    2. Stop pengeluaran yang tidak perlu
    Setelah Lebaran, biasanya masih ada keinginan belanja lanjutan diskon akhir liburan, ajakan hangout, atau promo cashback dari aplikasi e-wallet.
     
    Tahan dulu, ya.
    3. Cek sisa THR dan saldo di bank
    Masih ada sisa THR atau bonus Lebaran? Gunakan dengan bijak. Prioritaskan untuk kebutuhan penting seperti bayar tagihan, cicilan, atau top-up dana darurat.
     
    Kalau sudah aman, kamu bisa alokasikan sedikit buat self-reward yang nggak bikin kantong sekarat.
    4. Kembalikan pola anggaran bulanan
    Liburan panjang biasanya bikin kita lupa sama anggaran bulanan. Sekarang waktunya balik ke pola normal. Atur ulang anggaran dengan porsi yang sehat:
     
    – 50 persen untuk kebutuhan pokok (makan, transportasi, tagihan).
    – 30 persen untuk keinginan (hiburan, lifestyle).
    – 20 persen untuk tabungan dan investasi.
     

    5. Lunasi utang 
    Kalau selama Lebaran kamu sempat pinjam dana darurat atau pakai paylater, segerakan untuk dilunasi. Jangan biarkan bunga menumpuk atau jadi beban bulan depan.
     
    Kamu juga bisa buat prioritas pelunasan utang dari yang bunga atau dendanya paling tinggi dulu.
    6. Mulai lagi menabung
    Jangan tunggu punya uang lebih baru menabung. Mulai lagi dari yang kecil, misalnya Rp10.000–Rp20.000 per hari. Disiplin kecil ini bisa bantu kamu membangun kembali dana darurat yang mungkin terkuras saat Lebaran.
     
    Gunakan fitur auto-debit atau aplikasi keuangan biar lebih mudah.
    7. Buat target keuangan baru 
    Biar makin semangat, coba tetapkan target finansial jangka pendek yang realistis. Misalnya, mau bebas utang dalam 3 bulan ke depan, mau punya dana darurat 1x gaji di akhir tahun, mau mulai investasi kecil-kecilan tiap bulan.
     
    Target ini bisa jadi penyemangat kamu untuk lebih disiplin keuangan setelah Lebaran.
     
    Lebaran memang momen sekali setahun yang penuh kebahagiaan. Tapi kebahagiaan nggak harus selalu diukur dari banyaknya uang yang dihabiskan.
     
    Setelah puas merayakan, saatnya kembali menata keuangan. Supaya langkah kamu di bulan-bulan berikutnya tetap ringan dan nggak terbebani.

     
    Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
    dan follow Channel WhatsApp Medcom.id

    (ANN)

  • Sejumlah Kendaraan Mogok Usai Isi BBM, SPBU di Klaten Ditutup

    Sejumlah Kendaraan Mogok Usai Isi BBM, SPBU di Klaten Ditutup

    Jakarta: Viral di media sosial sejumlah kendaraan mengalami mogok, mesin mati, hingga tak bisa dihidupkan kembali usai mengisi BBM jenis pertalite di SPBU 44.574.29 Wonosari, Trucuk, Klaten. 

    “Kejadian tersebut menimpa setidaknya empat mobil dan tujuh sepeda motor lainnya. Dengan adanya informasi kejadian tersebut, Sat Reskrim Polres Klaten bersama Polsek Trucuk melakukan penyelidikan dan pendalaman terkait laporan kejadian tersebut,” ujar Kasatreskrim Polres Klaten Iptu Taufik Frida Mustofa, di Klaten, Selasa, 8 April 2025.
    SPBU ditutup dan dipasang garis polisi

    Karena insiden ini, Polres Klaten menutup SPBU tersebut menyusul keluhan masyarakat terkait banyaknya kendaraan mogok usai mengisi BBM jenis pertalite. 

    SPBU ditutup sementara mulai Selasa, 8 April 2025 hingga batas waktu tidak ditentukan. Saat ini, petugas telah memasang garis polisi di SPBU tersebut. 
     

     

    BBM tercampur zat lain

    Polres Klaten tengah menyelidiki BBM di SPBU tersebut menyabut adanya campuran zat lain, terutama untuk jenis pertalite.

    Namun pihak kepolisian tidak menjelaskan zat apa yang terkandung di BBM pertalite. Sebelumnya BBM di SPBU tersebut disebut tercampur air. 

    “Kami cek secara riil memang BBM dari SPBU tersebut terdapat campuran zat lain. Kemudian kendaraan yang mogok di dalam tangkinya terdapat campuran sama halnya yang keluar dari noken SPBU tersebut,” beber Taufik.

    “Untuk melindungi konsumen dan masyarakat, kami lakukan penutupan agar tidak melakukan penjualan stok BBM yang telah tercampur tersebut. Dan kami lakulan penyelidikan lebih lanjut,” pungkasnya.

    Jakarta: Viral di media sosial sejumlah kendaraan mengalami mogok, mesin mati, hingga tak bisa dihidupkan kembali usai mengisi BBM jenis pertalite di SPBU 44.574.29 Wonosari, Trucuk, Klaten. 
     
    “Kejadian tersebut menimpa setidaknya empat mobil dan tujuh sepeda motor lainnya. Dengan adanya informasi kejadian tersebut, Sat Reskrim Polres Klaten bersama Polsek Trucuk melakukan penyelidikan dan pendalaman terkait laporan kejadian tersebut,” ujar Kasatreskrim Polres Klaten Iptu Taufik Frida Mustofa, di Klaten, Selasa, 8 April 2025.

    SPBU ditutup dan dipasang garis polisi

    Karena insiden ini, Polres Klaten menutup SPBU tersebut menyusul keluhan masyarakat terkait banyaknya kendaraan mogok usai mengisi BBM jenis pertalite. 
     
    SPBU ditutup sementara mulai Selasa, 8 April 2025 hingga batas waktu tidak ditentukan. Saat ini, petugas telah memasang garis polisi di SPBU tersebut. 
     

     

    BBM tercampur zat lain

    Polres Klaten tengah menyelidiki BBM di SPBU tersebut menyabut adanya campuran zat lain, terutama untuk jenis pertalite.

    Namun pihak kepolisian tidak menjelaskan zat apa yang terkandung di BBM pertalite. Sebelumnya BBM di SPBU tersebut disebut tercampur air. 
     
    “Kami cek secara riil memang BBM dari SPBU tersebut terdapat campuran zat lain. Kemudian kendaraan yang mogok di dalam tangkinya terdapat campuran sama halnya yang keluar dari noken SPBU tersebut,” beber Taufik.
     
    “Untuk melindungi konsumen dan masyarakat, kami lakukan penutupan agar tidak melakukan penjualan stok BBM yang telah tercampur tersebut. Dan kami lakulan penyelidikan lebih lanjut,” pungkasnya.

     
    Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
    dan follow Channel WhatsApp Medcom.id

    (PRI)

  • Sampah Plastik Kemasan Gelas Mendominasi, Gubernur Bali Siapkan Sanksi

    Sampah Plastik Kemasan Gelas Mendominasi, Gubernur Bali Siapkan Sanksi

    Denpasar: Pemerintah Provinsi Bali mengambil langkah tegas terhadap lonjakan sampah plastik yang didominasi wadah air minum dalam kemasan (AMDK) berukuran kecil. Untuk mengurangi sampah plastik, Gubernur Bali Wayan Koster mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor 9 Tahun 2025 tentang Gerakan Bali Bersih Sampah. 

    Melalui surat edaran tersebut Gubernur Wayan Koster secara resmi melarang produksi AMDK dengan volume kurang dari 1 liter. Tak hanya larangan, sanksi tegas juga disiapkan bagi produsen yang melanggar, mulai dari peninjauan hingga pencabutan izin usaha, serta pengumuman publik bahwa perusahaan tersebut tidak ramah lingkungan.

    “Saya akan mengumpulkan semua produsen, termasuk Danone. Tidak boleh lagi memproduksi minuman kemasan yang satu liter ke bawah. Kan ada yang kayak gelas, itu enggak boleh lagi. Kalau galon boleh,” kata Wayan Koster pada Minggu, 6 April 2025. 

    Gubernur Bali Koster menegaskan, kebijakan ini bertujuan untuk mengurangi timbunan sampah. Tercatat pada 2024, timbunan sampah telah mencapai 1,2 juta ton di Bali. Ia juga menyiapkan langkah transparan jika ada perusahaan yang tetap membandel. 

    “Kami akan umumkan kepada publik melalui media sosial, bahwa pelaku usaha itu tidak ramah lingkungan dan tidak layak dikunjungi,” ujarnya tegas.

    Dengan larangan ini, Bali mengambil langkah besar dalam perang melawan sampah plastik, khususnya terhadap produsen AMDK yang terus memproduksi kemasan gelas, bungkus sedotan, dan sedotan plastik sekali pakai. 

     

    Terkait dengan hal itu, laporan Brand Audit 2024 oleh Sungai Watch mengungkap bahwa salah satu penyumbang utama sampah plastik di Bali adalah air minum kemasan gelas berukuran 220 ml yang didominasi oleh salah satu perusahaan AMDK tersohor di Tanah Air. Perusahaan tersebut menyumbang sampah plastik di Bali dengan 10.334 item sampah kemasan gelas.

    Secara keseluruhan, perusahaan market leader AMDK tersebut turut menyumbang hingga 39.480 item sampah plastik di Bali dan Jawa Timur. Jenis sampah yang ditemukan meliputi botol, gelas plastik, bungkus sedotan, hingga sedotan sekali pakai. Selama empat tahun terakhir, perusahaan ini konsisten menempati posisi teratas dalam daftar pencemar plastik terbesar di wilayah tersebut.

    Komposisi sampah yang ditemukan dari perusahaan tersebut terdiri dari 65 persen botol dan 30 persen kemasan gelas plastik. Sisanya, adalah komponen kemasan lain seperti tutup galon dan sedotan plastik sekali pakai.

    Meskipun perusahaan tersebut mengklaim bahwa seluruh kemasan merek 100 persen dapat didaur ulang, Sungai Watch menilai hal itu tidak sesuai dengan kenyataan di lapangan. Kemasan gelas, bungkus sedotan, dan sedotan plastik yang diproduksi mereka justru menjadi jenis sampah yang paling sulit dikumpulkan dan didaur ulang karena ukurannya kecil serta nilai ekonominya rendah.

    Lebih lanjut, Sungai Watch juga menyoroti strategi pemasaran perusahaan yang dinilai sebagai bentuk greenwashing. Perusahaan disebut telah menghapus produk kemasan gelas 220 ml dari situs resminya dan menggantinya dengan kemasan baru berlabel ‘Cube’ dengan volume yang sama. Namun, di pasar, produk kemasan kecil bahkan ditemukan dalam ukuran yang lebih kecil, yakni 200 ml, tetapi dengan harga yang sama.

    “Publik mengharapkan tindakan bermakna, bukan perubahan menipu yang mengganti satu bentuk sampah ke bentuk lainnya,” tulis Sungai Watch dalam laporannya.

    Denpasar: Pemerintah Provinsi Bali mengambil langkah tegas terhadap lonjakan sampah plastik yang didominasi wadah air minum dalam kemasan (AMDK) berukuran kecil. Untuk mengurangi sampah plastik, Gubernur Bali Wayan Koster mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor 9 Tahun 2025 tentang Gerakan Bali Bersih Sampah. 
     
    Melalui surat edaran tersebut Gubernur Wayan Koster secara resmi melarang produksi AMDK dengan volume kurang dari 1 liter. Tak hanya larangan, sanksi tegas juga disiapkan bagi produsen yang melanggar, mulai dari peninjauan hingga pencabutan izin usaha, serta pengumuman publik bahwa perusahaan tersebut tidak ramah lingkungan.
     
    “Saya akan mengumpulkan semua produsen, termasuk Danone. Tidak boleh lagi memproduksi minuman kemasan yang satu liter ke bawah. Kan ada yang kayak gelas, itu enggak boleh lagi. Kalau galon boleh,” kata Wayan Koster pada Minggu, 6 April 2025. 

    Gubernur Bali Koster menegaskan, kebijakan ini bertujuan untuk mengurangi timbunan sampah. Tercatat pada 2024, timbunan sampah telah mencapai 1,2 juta ton di Bali. Ia juga menyiapkan langkah transparan jika ada perusahaan yang tetap membandel. 
     
    “Kami akan umumkan kepada publik melalui media sosial, bahwa pelaku usaha itu tidak ramah lingkungan dan tidak layak dikunjungi,” ujarnya tegas.
     
    Dengan larangan ini, Bali mengambil langkah besar dalam perang melawan sampah plastik, khususnya terhadap produsen AMDK yang terus memproduksi kemasan gelas, bungkus sedotan, dan sedotan plastik sekali pakai. 
     
     

     
    Terkait dengan hal itu, laporan Brand Audit 2024 oleh Sungai Watch mengungkap bahwa salah satu penyumbang utama sampah plastik di Bali adalah air minum kemasan gelas berukuran 220 ml yang didominasi oleh salah satu perusahaan AMDK tersohor di Tanah Air. Perusahaan tersebut menyumbang sampah plastik di Bali dengan 10.334 item sampah kemasan gelas.
     
    Secara keseluruhan, perusahaan market leader AMDK tersebut turut menyumbang hingga 39.480 item sampah plastik di Bali dan Jawa Timur. Jenis sampah yang ditemukan meliputi botol, gelas plastik, bungkus sedotan, hingga sedotan sekali pakai. Selama empat tahun terakhir, perusahaan ini konsisten menempati posisi teratas dalam daftar pencemar plastik terbesar di wilayah tersebut.
     
    Komposisi sampah yang ditemukan dari perusahaan tersebut terdiri dari 65 persen botol dan 30 persen kemasan gelas plastik. Sisanya, adalah komponen kemasan lain seperti tutup galon dan sedotan plastik sekali pakai.
     
    Meskipun perusahaan tersebut mengklaim bahwa seluruh kemasan merek 100 persen dapat didaur ulang, Sungai Watch menilai hal itu tidak sesuai dengan kenyataan di lapangan. Kemasan gelas, bungkus sedotan, dan sedotan plastik yang diproduksi mereka justru menjadi jenis sampah yang paling sulit dikumpulkan dan didaur ulang karena ukurannya kecil serta nilai ekonominya rendah.
     
    Lebih lanjut, Sungai Watch juga menyoroti strategi pemasaran perusahaan yang dinilai sebagai bentuk greenwashing. Perusahaan disebut telah menghapus produk kemasan gelas 220 ml dari situs resminya dan menggantinya dengan kemasan baru berlabel ‘Cube’ dengan volume yang sama. Namun, di pasar, produk kemasan kecil bahkan ditemukan dalam ukuran yang lebih kecil, yakni 200 ml, tetapi dengan harga yang sama.
     
    “Publik mengharapkan tindakan bermakna, bukan perubahan menipu yang mengganti satu bentuk sampah ke bentuk lainnya,” tulis Sungai Watch dalam laporannya.
     
    Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
    dan follow Channel WhatsApp Medcom.id

    (ROS)