Category: Medcom.id News

  • Mengenal Prostatitis, Gejala, dan Cara Pencegahannya

    Mengenal Prostatitis, Gejala, dan Cara Pencegahannya

    Jakarta: Prostatitis adalah kondisi peradangan pada kelenjar prostat, organ kecil yang terletak di bawah kandung kemih dan berperan penting dalam sistem reproduksi pria. 

    Meski sering terjadi, terutama pada pria usia produktif hingga lanjut usia, prostatitis kerap kali tidak dikenali atau dianggap sepele karena gejalanya mirip dengan gangguan saluran kemih lainnya. 

    Nyeri saat buang air kecil, sering ingin berkemih, nyeri di daerah panggul atau punggung bawah, serta gangguan fungsi seksual adalah beberapa tanda umum yang menyertainya.
    Penyebab Prostatitis

    Melansir dari laman Siloamhospital, prostatitis dibedakan menjadi empat jenis, yaitu prostatitis bakteri akut, prostatitis bakteri kronis, chronic pelvic pain syndrome, dan asymptomatic inflammatory prostatitis.

    1. Prostatitis Bakteri Akut
     
    Prostatitis bakteri akut merupakan jenis prostatitis yang disebabkan oleh infeksi bakteri pada prostat. Beberapa jenis bakteri yang kerap menyebabkan penyakit prostatitis adalah Escherichia coli, Neisseria gonorrhoeae (bakteri penyebab gonore), dan Chlamydia trachomatis (bakteri penyebab klamidia). Infeksi bakteri tersebut dapat menyebar melalui organ reproduksi atau saluran kemih di sekitar kelenjar prostat. Gejala yang dirasakan umumnya mendadak dan parah.

    2. Prostatitis Bakteri Kronis

    Prostatitis bakteri kronis disebabkan oleh infeksi bakteri yang sama dengan prostatitis bakteri akut. Namun, infeksi prostatitis bakteri kronis akan berkembang dalam jangka waktu yang lebih lama dibandingkan dengan prostatitis bakteri akut.

    Selain itu, beberapa penyakit yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami prostatitis bakteri kronis di antaranya:

    – Penyakit ginjal
    – Tuberkulosis (TB)
    – HIV/AIDS
    – Sarkoidosis
    – Infeksi cytomegalovirus
     
    3. Chronic Prostatitis/Chronic Pelvic Pain Syndrome
     
    Chronic prostatitis adalah jenis prostatitis yang menimbulkan rasa nyeri pada area panggul dalam jangka waktu lama. Belum diketahui apa penyebab dari chronic prostatitis. Bahkan, saat melakukan pemeriksaan, dokter tidak menemukan adanya infeksi pada kelenjar prostat.

    Kendati demikian, beberapa kondisi yang diduga dapat memicu terjadinya chronic prostatitis adalah sebagai berikut:

    – Cedera pada saraf di sekitar prostat.
    – Stres.
    – Irritable bowel syndrome.
    – Pernah mengidap infeksi saluran kemih.
     
    4. Asymptomatic Inflammatory Prostatitis

    Sama seperti chronic pelvic pain syndrome, asymptomatic inflammatory prostatitis adalah jenis prostatitis yang belum diketahui penyebab pastinya. Jenis prostatitis ini juga tidak menimbulkan gejala tertentu sehingga sering kali membuat penderitanya baru menyadari kondisi tersebut saat melakukan pemeriksaan prostat.
     

     

    Gejala Prostatitis
     
    Prostatitis menimbulkan gejala yang beragam sesuai dengan jenis serta tingkat keparahannya. Namun, sejumlah gejala umum dari penyakit prostatitis adalah sebagai berikut:

    – Demam dan menggigil.
    – Aliran urine melemah.
    – Urine berdarah (hematuria).
    – Urine berbusa dan berbau tidak sedap.
    – Sering buang air kecil, terutama di malam hari.
    – Nyeri saat buang air kecil.
    – Nyeri pada punggung atau perut bagian bawah.
    – Nyeri saat ejakulasi.
     
    Cara Mencegah Prostatitis 

    Meski sulit dicegah, Anda dapat menurunkan risiko terjadinya prostatitis dengan menerapkan pola hidup sehat dan menjaga kebersihan organ intim. Adapun sejumlah cara yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya prostatitis adalah sebagai berikut:

    – Menjaga berat badan ideal.
    – Menjaga kebersihan organ intim secara rutin.
    – Menghindari kebiasaan duduk terlalu lama.
    – Rutin berolahraga.
    – Melakukan hubungan seksual yang sehat dengan menggunakan kondom serta tidak bergonta-ganti pasangan.
    – Minum air putih yang cukup, yaitu kurang lebih 2 liter sehari.
    – Mengonsumsi makanan sehat dengan gizi seimbang untuk menjaga daya tahan tubuh.
    – Manajemen stres dengan baik.

    Jakarta: Prostatitis adalah kondisi peradangan pada kelenjar prostat, organ kecil yang terletak di bawah kandung kemih dan berperan penting dalam sistem reproduksi pria. 
     
    Meski sering terjadi, terutama pada pria usia produktif hingga lanjut usia, prostatitis kerap kali tidak dikenali atau dianggap sepele karena gejalanya mirip dengan gangguan saluran kemih lainnya. 
     
    Nyeri saat buang air kecil, sering ingin berkemih, nyeri di daerah panggul atau punggung bawah, serta gangguan fungsi seksual adalah beberapa tanda umum yang menyertainya.

    Penyebab Prostatitis

    Melansir dari laman Siloamhospital, prostatitis dibedakan menjadi empat jenis, yaitu prostatitis bakteri akut, prostatitis bakteri kronis, chronic pelvic pain syndrome, dan asymptomatic inflammatory prostatitis.

    1. Prostatitis Bakteri Akut
     
    Prostatitis bakteri akut merupakan jenis prostatitis yang disebabkan oleh infeksi bakteri pada prostat. Beberapa jenis bakteri yang kerap menyebabkan penyakit prostatitis adalah Escherichia coli, Neisseria gonorrhoeae (bakteri penyebab gonore), dan Chlamydia trachomatis (bakteri penyebab klamidia). Infeksi bakteri tersebut dapat menyebar melalui organ reproduksi atau saluran kemih di sekitar kelenjar prostat. Gejala yang dirasakan umumnya mendadak dan parah.
     
    2. Prostatitis Bakteri Kronis
     
    Prostatitis bakteri kronis disebabkan oleh infeksi bakteri yang sama dengan prostatitis bakteri akut. Namun, infeksi prostatitis bakteri kronis akan berkembang dalam jangka waktu yang lebih lama dibandingkan dengan prostatitis bakteri akut.
     
    Selain itu, beberapa penyakit yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami prostatitis bakteri kronis di antaranya:
     
    – Penyakit ginjal
    – Tuberkulosis (TB)
    – HIV/AIDS
    – Sarkoidosis
    – Infeksi cytomegalovirus
     
    3. Chronic Prostatitis/Chronic Pelvic Pain Syndrome
     
    Chronic prostatitis adalah jenis prostatitis yang menimbulkan rasa nyeri pada area panggul dalam jangka waktu lama. Belum diketahui apa penyebab dari chronic prostatitis. Bahkan, saat melakukan pemeriksaan, dokter tidak menemukan adanya infeksi pada kelenjar prostat.
     
    Kendati demikian, beberapa kondisi yang diduga dapat memicu terjadinya chronic prostatitis adalah sebagai berikut:
     
    – Cedera pada saraf di sekitar prostat.
    – Stres.
    – Irritable bowel syndrome.
    – Pernah mengidap infeksi saluran kemih.
     
    4. Asymptomatic Inflammatory Prostatitis
     
    Sama seperti chronic pelvic pain syndrome, asymptomatic inflammatory prostatitis adalah jenis prostatitis yang belum diketahui penyebab pastinya. Jenis prostatitis ini juga tidak menimbulkan gejala tertentu sehingga sering kali membuat penderitanya baru menyadari kondisi tersebut saat melakukan pemeriksaan prostat.
     

     

    Gejala Prostatitis

     
    Prostatitis menimbulkan gejala yang beragam sesuai dengan jenis serta tingkat keparahannya. Namun, sejumlah gejala umum dari penyakit prostatitis adalah sebagai berikut:
     
    – Demam dan menggigil.
    – Aliran urine melemah.
    – Urine berdarah (hematuria).
    – Urine berbusa dan berbau tidak sedap.
    – Sering buang air kecil, terutama di malam hari.
    – Nyeri saat buang air kecil.
    – Nyeri pada punggung atau perut bagian bawah.
    – Nyeri saat ejakulasi.
     

    Cara Mencegah Prostatitis 

    Meski sulit dicegah, Anda dapat menurunkan risiko terjadinya prostatitis dengan menerapkan pola hidup sehat dan menjaga kebersihan organ intim. Adapun sejumlah cara yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya prostatitis adalah sebagai berikut:
     
    – Menjaga berat badan ideal.
    – Menjaga kebersihan organ intim secara rutin.
    – Menghindari kebiasaan duduk terlalu lama.
    – Rutin berolahraga.
    – Melakukan hubungan seksual yang sehat dengan menggunakan kondom serta tidak bergonta-ganti pasangan.
    – Minum air putih yang cukup, yaitu kurang lebih 2 liter sehari.
    – Mengonsumsi makanan sehat dengan gizi seimbang untuk menjaga daya tahan tubuh.
    – Manajemen stres dengan baik.
     
    Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
    dan follow Channel WhatsApp Medcom.id

    (PRI)

  • Apa Itu “Liberation Day” dan Mengapa Dunia Dagang Jadi Panas Dingin?

    Apa Itu “Liberation Day” dan Mengapa Dunia Dagang Jadi Panas Dingin?

    Jakarta: Awal April 2025, dunia perdagangan internasional kembali gonjang-ganjing. Pemerintah Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Donald Trump mengumumkan kebijakan tarif besar-besaran yang dijuluki “Liberation Day” atau Hari Pembebasan. 
     
    Alih-alih melegakan, kebijakan ini justru memicu ketegangan global dan membuat pasar finansial makin tak menentu.
     
    Apa sebenarnya yang terjadi Mengapa langkah ini bisa berisiko terhadap ekonomi global? Dan apa dampaknya ke negara-negara seperti Indonesia?
    Apa itu “Liberation Day”? bukan perayaan, tapi peringatan ekonomi
    Pada 2 April, Gedung Putih mengumumkan serangkaian kebijakan tarif baru sebagai bagian dari strategi “pembebasan ekonomi”. Paket kebijakan ini jauh lebih ketat dari yang diperkirakan pasar.

    Berikut rincian utamanya:
     
    – Tarif 10 persen untuk semua impor ke AS, mulai berlaku 5 April.
    – Tarif resiprokal untuk sekitar 60 negara, termasuk China, Uni Eropa, Jepang, Vietnam, hingga Indonesia yang efektif 9 April.
     
    Penghapusan pengecualian “de minimis” untuk paket kecil dari luar negeri, yang sebelumnya bebas bea.
     
    Langkah ini mengangkat tarif efektif AS ke atas 20 persen, tertinggi dalam lebih dari 100 tahun terakhir. Tarif sebesar itu akan berdampak langsung pada rantai pasok global, biaya produksi, hingga harga barang konsumsi.
     

    Apakah ini tanda-tanda krisis global baru?
    Meski terlihat serius, menurut tim riset Bank of Singapore yang dipublikasikan OCBC dan dirangkum oleh Medcom.id, masih terlalu dini untuk menyebut ini sebagai awal resesi global.
     
    Namun, perlu dicatat jika semua tarif diberlakukan penuh sepanjang 2025, dan masing-masing negara membalas dengan kebijakan serupa, potensi perlambatan ekonomi global bisa jadi nyata. Ini karena:
     
    – Biaya barang naik
    – Daya beli turun
    – Pendapatan perusahaan bisa menurun
    – Inflasi bisa meroket
    – Investor mulai lari ke aset aman seperti emas
    Dampak langsung: pasar jadi lebih goyang
    Aset berisiko seperti saham diperkirakan akan berfluktuasi tajam selama beberapa bulan ke depan, seiring kekhawatiran terhadap pertumbuhan ekonomi dan inflasi yang meningkat.
     
    Proses negosiasi antarnegara pun diprediksi akan berlangsung alot setidaknya selama dua kuartal. 
     
    Ini berarti ketidakpastian akan berlangsung cukup lama, sehingga investor dan pelaku pasar harus menyesuaikan strategi.
    Trump main tarik-ulur? ini soal politik juga
    Kebijakan tarif ini juga tidak lepas dari konteks politik domestik. Trump disebut memanfaatkan momentum menjelang pemilu paruh waktu untuk mengambil langkah populis. 
     
    Tapi, modal politiknya terbatas dan bila dampak ekonomi terlalu besar, bukan tidak mungkin kebijakan ini akan dikaji ulang.
     
    Menariknya, pernyataan Trump dan timnya kerap berubah-ubah. Maka, masih belum jelas apakah tarif resiprokal ini akan sepenuhnya diterapkan, atau sekadar jadi “senjata” awal negosiasi dagang.
    Sektor-sektor yang masih menarik dilirik
    Di tengah ketidakpastian ini, tim riset Bank of Singapore menyarankan investor tetap selektif. Beberapa sektor yang dianggap punya prospek lebih tahan banting adalah:
     
    – Saham berkualitas dengan valuasi rendah, yang tidak terlalu terdampak tarif
    – Perusahaan berbasis teknologi dan AI, yang punya sumber pendapatan baru dari adopsi digital
    – Sektor kesehatan dan barang konsumsi pokok, yang cenderung stabil di tengah gejolak ekonomi
    Obligasi dan emas
    Untuk pasar obligasi, disarankan untuk hati-hati terhadap obligasi high yield, baik dari pasar negara berkembang maupun negara maju. 
    Ketidakpastian ekonomi dan tekanan imbal hasil bisa membuat pasar ini jadi sangat sensitif.
     
    Sementara itu, prospek emas justru semakin bersinar. Potensi stagflasi—yaitu inflasi tinggi di tengah pertumbuhan ekonomi yang stagnan bisa mendorong harga emas makin tinggi, karena investor mencari aset pelindung nilai (safe haven).

     
    Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
    dan follow Channel WhatsApp Medcom.id

    (ANN)

  • Google Siapkan Dana Jumbo untuk AI

    Google Siapkan Dana Jumbo untuk AI

    Jakarta: Google tak main-main dalam menyambut masa depan berbasis kecerdasan buatan (AI). 
    Di tahun 2025, raksasa teknologi ini berencana menggelontorkan dana hingga USD75 miliar atau sekitar Rp1.200 triliun lebih untuk memperkuat semua lini infrastruktur digital mereka mulai dari server, pusat data, hingga layanan AI dan cloud.
     
    “Pada tahun 2025, kami berencana untuk menginvestasikan sekitar 75 miliar dolar AS dalam belanja modal,” ujar CEO Google and Alphabet Sundar Pichai saat memberikan keynote di Google Cloud Next 2025 di Mandalay Bay, Las Vegas, Amerika Serikat, dilansir Antara, Kamis, 10 April 2025.
     
    Investasi besar-besaran ini diumumkan langsung oleh CEO Google dan Alphabet, Sundar Pichai, dalam acara Google Cloud Next 2025 yang digelar di Las Vegas, Amerika Serikat, pada 8 April 2025.
    Google Berinvestasi dari A sampai Z dalam AI
    Sundar menegaskan bahwa Google saat ini tengah berinvestasi di seluruh lapisan inovasi AI, dari pondasi infrastruktur fisik hingga kemampuan pemrosesan data yang canggih.

    Jaringan global mereka kini mencakup lebih dari 200 negara dan wilayah, ditopang oleh 2 juta mil kabel bawah tanah, yang menjadi tulang punggung konektivitas super cepat untuk mendukung teknologi berbasis AI.
     

    Jaringan cloud super cepat kini bisa diakses siapa saja
    CEO Google Cloud, Thomas Kurian, menambahkan bahwa infrastruktur global Google kini mencakup 42 wilayah data center, termasuk ekspansi baru di Swedia, Afrika Selatan, dan Meksiko, serta pengembangan cepat di Kuwait, Malaysia, dan Thailand.
     
    “Mulai hari ini, jaringan ini yang bergerak dengan ‘kecepatan Google’ atau hampir tanpa latensi untuk miliaran pengguna di seluruh dunia, kini tersedia untuk perusahaan di mana saja. Kami menyebutnya Cloud Wide Area Network (atau Cloud WAN),” papar Thomas.
     
    Cloud Wide Area Network (Cloud WAN) merupakan jaringan privat global yang kini bisa diakses oleh semua pelanggan Google Cloud. Teknologi ini diklaim bisa meningkatkan performa jaringan hingga 40 persen dan menghemat biaya hingga 40 persen.
    Teknologi AI makin canggih
    Dalam kesempatan yang sama, Google juga memperkenalkan beberapa inovasi penting untuk mendukung lompatan AI mereka:
     
    TPU Ironwood, chip generasi ketujuh Google yang dirancang untuk mempercepat efisiensi komputasi AI.
     
    Gemini 2.5, model kecerdasan buatan baru yang mampu menalar sebelum merespons, memberikan hasil lebih akurat dan kinerja lebih tinggi.
     
    Gemini 2.5 Pro, difokuskan untuk tugas-tugas pemrograman dan masalah kompleks. Gemini 2.5 Flash, dibuat untuk kebutuhan AI sehari-hari yang ringan namun efisien.
     
    “Fitur-fitur baru ini membuat AI yang kuat menjadi lebih mudah digunakan dan terjangkau untuk kebutuhan sehari-hari, memungkinkan pelanggan membangun AI yang dapat menyelesaikan masalah kompleks dan memahami nuansa,” ujar Thomas.

     
    Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
    dan follow Channel WhatsApp Medcom.id

    (ANN)

  • Tarif Trump Naik, Ekonomi Indonesia Terguncang? ADB Jawab Begini

    Tarif Trump Naik, Ekonomi Indonesia Terguncang? ADB Jawab Begini

    Jakarta: Ketika Presiden Amerika Serikat Donald Trump menaikkan tarif impor hingga 32 persen terhadap berbagai negara, termasuk Indonesia, banyak yang bertanya-tanya apakah ekonomi Indonesia bakal goyang?
     
    Namun tenang dulu. Asian Development Bank (ADB) menilai kebijakan tarif AS itu tidak akan berdampak serius terhadap ekonomi Indonesia.
    ADB: ekspor RI ke AS kecil, jadi dampaknya tak terlalu signifikan
    Ekonom Bidang Asia Tenggara ADB, Nguyen Ba Hung, menjelaskan ekspor Indonesia ke AS hanya sekitar 2 persen dari total Produk Domestik Bruto (PDB). Jadi, meski angka tarif terdengar besar, eksposur ekonominya sebenarnya kecil.
     
    “Secara kualitatif, menurut kami, dampak dari kebijakan tersebut tidak akan seserius yang dibayangkan dengan adanya kenaikan tarif sebesar 32 persen ini,” ujar Nguyen Ba Hung dalam webinar Asian Development Outlook (ADO) ADB April 2025 dilansir Antara, Kamis, 10 April 2025.

    Ia juga menambahkan kekuatan ekonomi Indonesia saat ini lebih ditopang oleh konsumsi domestik dan investasi, bukan ekspor.
     

    Trump naikkan tarif jadi 32%
    Kebijakan ini diumumkan langsung oleh Trump pada 2 April 2025. Dalam unggahan resmi Gedung Putih di Instagram, Indonesia disebut berada di peringkat kedelapan dari daftar negara-negara yang terkena tarif baru.
     
    Tarif ini berlaku untuk barang-barang impor yang masuk ke AS dari negara-negara target, dan dikenakan sebesar 32 persen, jauh lebih tinggi dari tarif dasar 10 persen.
    ADB: surplus dagang jadi alasan Indonesia dikenai tarif tinggi
    Menariknya, ADB melihat bahwa tarif terhadap Indonesia bukan karena masalah ketidakseimbangan perdagangan, melainkan justru karena Indonesia mampu menjaga surplus perdagangan dengan AS.
     
    Meski begitu, ia menyebut masih terlalu dini untuk menilai secara kuantitatif berapa besar dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia.
     
    “Masih terlalu dini untuk melakukan penilaian kuantitatif terkait dampak tarif tersebut terhadap pertumbuhan PDB Indonesia,” ujar dia.
    Luhut: tarif ini bukan bencana
    Senada dengan ADB, Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan juga menilai bahwa tarif AS terhadap Indonesia tidak sepenuhnya negatif.
     
    “DEN melihat adanya resiprokal tarif dari Amerika ini sepenuhnya tidak negatif. Repositioning perdagangan global yang bisa menjadi peluang Indonesia untuk menarik investasi dari luar negeri, menjadikan Indonesia sebagai basis produksinya,” katanya dalam Sarasehan Ekonomi Bersama Presiden Prabowo beberapa waktu lalu.
     
    Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
    dan follow Channel WhatsApp Medcom.id

    (ANN)

  • Daftar Lengkap Negara yang Kena Dampak Usai Jeda 90 Hari

    Daftar Lengkap Negara yang Kena Dampak Usai Jeda 90 Hari

    Jakarta: Presiden Amerika Serikat, Donald Trump kembali mengambil langkah tegas soal perdagangan internasional. Kali ini, ia mengumumkan jeda tarif selama 90 hari bagi sebagian besar negara kecuali kepada Tiongkok, yang justru mengalami kenaikan tarif signifikan.
     
    Melansir The Guardian, Kamis, 10 April 2025, kemarin Trump menaikkan tarif impor untuk produk dari Tiongkok dari 34 persen menjadi 125 persen.
     
    Sementara untuk negara lain yang belum menerapkan balasan terhadap tarif dari AS, akan diberikan penangguhan dan hanya dikenakan tarif sebesar 10 persen hingga bulan Juli.

    Juru bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, menyatakan bahwa kenaikan tarif terhadap Tiongkok diambil karena “Saat Amerika Serikat diserang, Presiden Trump akan membalas dengan lebih keras,”
     

    Tarif awal vs tarif baru sementara
    Berikut daftar lengkap tarif yang awalnya diancamkan Trump dan tarif terbaru yang diperbarui per negara:

    Tiongkok: dari 34% menjadi 125%
    Uni Eropa: dari 20% menjadi 10%
    Vietnam: dari 46% menjadi 10%
    Taiwan: dari 32% menjadi 10%
    Jepang: dari 24% menjadi 10%
    India: dari 26% menjadi 10%
    Korea Selatan: dari 25% menjadi 10%
    Thailand: dari 36% menjadi 10%
    Swiss: dari 31% menjadi 10%
    Indonesia: dari 32% menjadi 10%
    Malaysia: dari 24% menjadi 10%
    Kamboja: dari 49% menjadi 10%
    Inggris Raya: tetap 10%
    Afrika Selatan: dari 30% menjadi 10%
    Brasil: tetap 10%
    Bangladesh: dari 37% menjadi 10%
    Singapura: tetap 10%
    Israel: dari 17% menjadi 10%
    Filipina: dari 17% menjadi 10%
    Chile: tetap 10%
    Australia: tetap 10%
    Pakistan: dari 29% menjadi 10%
    Turki: tetap 10%
    Sri Lanka: dari 44% menjadi 10%
    Kolombia: tetap 10%
    Peru: tetap 10%
    Nicaragua: dari 18% menjadi 10%
    Norwegia: dari 15% menjadi 10%
    Kosta Rika: tetap 10%
    Yordania: dari 20% menjadi 10%
    Republik Dominika: tetap 10%
    Uni Emirat Arab: tetap 10%
    Selandia Baru: tetap 10%
    Argentina: tetap 10%
    Ekuador: tetap 10%
    Guatemala: tetap 10%
    Honduras: tetap 10%
    Madagaskar: dari 47% menjadi 10%
    Myanmar: dari 44% menjadi 10%
    Tunisia: dari 28% menjadi 10%
    Kazakhstan: dari 27% menjadi 10%
    Serbia: dari 37% menjadi 10%
    Mesir: tetap 10%
    Arab Saudi: tetap 10%
    El Salvador: tetap 10%
    Pantai Gading: dari 21% menjadi 10%
    Laos: dari 48% menjadi 10%
    Botswana: dari 37% menjadi 10%
    Trinidad dan Tobago: tetap 10%
    Maroko: tetap 10%
    Aljazair: dari 30% menjadi 10%
    Oman: tetap 10%
    Uruguay: tetap 10%
    Bahamas: tetap 10%
    Lesotho: dari 50% menjadi 10%
    Ukraina: tetap 10%
    Bahrain: tetap 10%
    Qatar: tetap 10%
    Mauritius: dari 40% menjadi 10%
    Fiji: dari 32% menjadi 10%
    Islandia: tetap 10%
    Kenya: tetap 10%
    Liechtenstein: dari 37% menjadi 10%
    Guyana: dari 38% menjadi 10%
    Haiti: tetap 10%
    Bosnia dan Herzegovina: dari 35% menjadi 10%
    Nigeria: dari 14% menjadi 10%
    Namibia: dari 21% menjadi 10%
    Brunei: dari 24% menjadi 10%
    Bolivia: tetap 10%
    Panama: tetap 10%
    Venezuela: dari 15% menjadi 10%
    Makedonia Utara: dari 33% menjadi 10%
    Ethiopia: tetap 10%
    Ghana: tetap 10%
    Moldova: dari 31% menjadi 10%
    Angola: dari 32% menjadi 10%
    Republik Demokratik Kongo: dari 11% menjadi 10%
    Jamaika: tetap 10%
    Mozambik: dari 16% menjadi 10%
    Paraguay: tetap 10%
    Zambia: dari 17% menjadi 10%
    Libanon: tetap 10%
    Tanzania: tetap 10%
    Irak: dari 39% menjadi 10%
    Georgia: tetap 10%
    Senegal: tetap 10%
    Azerbaijan: tetap 10%
    Kamerun: dari 11% menjadi 10%
    Uganda: tetap 10%
    Albania: tetap 10%
    Armenia: tetap 10%
    Nepal: tetap 10%
    Sint Maarten: tetap 10%
    Pulau Falkland: dari 41% menjadi 10%
    Gabon: tetap 10%
    Kuwait: tetap 10%
    Togo: tetap 10%
    Suriname: tetap 10%
    Belize: tetap 10%
    Papua Nugini: tetap 10%
    Malawi: dari 17% menjadi 10%
    Liberia: tetap 10%
    British Virgin Islands: tetap 10%
    Afghanistan: tetap 10%
    Zimbabwe: dari 18% menjadi 10%
    Benin: tetap 10%
    Barbados: tetap 10%
    Monako: tetap 10%
    Suriah: dari 41% menjadi 10%
    Uzbekistan: tetap 10%
    Republik Kongo: tetap 10%
    Jibouti: tetap 10%
    French Polynesia: tetap 10%
    Cayman Islands: tetap 10%
    Kosovo: tetap 10%
    Curaçao: tetap 10%
    Vanuatu: dari 22% menjadi 10%
    Rwanda: tetap 10%
    Sierra Leone: tetap 10%
    Mongolia: tetap 10%
    San Marino: tetap 10%
    Antigua and Barbuda: tetap 10%
    Bermuda: tetap 10%
    Eswatini: tetap 10%
    Marshall Islands: tetap 10%
    Saint Pierre and Miquelon: tetap 10%
    Saint Kitts and Nevis: tetap 10%
    Turkmenistan: tetap 10%
    Grenada: tetap 10%
    Sudan: tetap 10%
    Turks and Caicos Islands: tetap 10%
    Aruba: tetap 10%
    Montenegro: tetap 10%
    Saint Helena: tetap 10%
    Kirgistan: tetap 10%
    Yaman: tetap 10%
    Saint Vincent and the Grenadines: tetap 10%
    Niger: tetap 10%
    Saint Lucia: tetap 10%
    Nauru: dari 30% menjadi 10%
    Equatorial Guinea: dari 13% menjadi 10%
    Iran: tetap 10%
    Libya: dari 31% menjadi 10%
    Samoa: tetap 10%
    Guinea: tetap 10%
    Timor Leste: tetap 10%
    Montserrat: tetap 10%
    Chad: dari 13% menjadi 10%
    Mali: tetap 10%
    Maladewa: tetap 10%
    Tajikistan: tetap 10%
    Cabo Verde: tetap 10%
    Burundi: tetap 10%
    Guadalaraja: tetap 10%
    Bhutan: tetap 10%
    Martinique: tetap 10%
    Tonga: tetap 10%
    Mauritania: tetap 10%
    Dominica: tetap 10%
    Micronesia: tetap 10%
    Gambia: tetap 10%
    Guyana Prancis: tetap 10%
    Christmas Island: tetap 10%
    Andora: tetap 10%
    Republik Afrika Tengah: tetap 10%
    Kepulauan Solomon: tetap 10%
    Mayotte: tetap 10%
    Anguilla: tetap 10%
    Cocos (Keeling) Islands: tetap 10%
    Eritrea: tetap 10%
    Cook Islands: tetap 10%
    Sudan Selatan: tetap 10%
    Comoros: tetap 10%
    Kiribati: tetap 10%
    São Tomé and Príncipe: tetap 10%
    Norfolk Island: tetap 10%
    Gibraltar: tetap 10%
    Tuvalu: tetap 10%
    British Indian Ocean Territory: tetap 10%
    Tokelau: tetap 10%
    Guinea-Bissau: tetap 10%
    Svalbard and Jan Mayen: tetap 10%
    Heard and McDonald Islands: tetap 10%
    Réunion: tetap 10%

     
    Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
    dan follow Channel WhatsApp Medcom.id

    (ANN)

  • IHSG Bisa Terkapar ke 5.500, Gara-gara Trump Naikkan Tarif Impor!

    IHSG Bisa Terkapar ke 5.500, Gara-gara Trump Naikkan Tarif Impor!

    Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali jadi sorotan. Setelah libur panjang, IHSG langsung dibuka melemah tajam. Penyebab utamanya? Kebijakan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang menaikkan tarif impor untuk hampir semua negara, termasuk Indonesia.
     
    Langkah agresif Trump dalam perang dagang ini bukan cuma bikin panas hubungan internasional, tapi juga bikin pasar keuangan dalam negeri limbung.
    Trump naikkan tarif, pasar langsung panik
    Trump mengumumkan tarif impor baru yang mencapai 49 persen, dengan Indonesia masuk dalam daftar negara terdampak. Produk asal Indonesia kini dikenai tarif sebesar 32 persen. 
     
    Meski kemudian diberi masa penangguhan selama 90 hari, pasar terlanjur keburu cemas. Untuk sementara, negara-negara selain Tiongkok dikenakan tarif umum sebesar 10 persen. Tapi efek domino dari kebijakan ini tetap terasa di banyak pasar, termasuk Indonesia. Bursa Wall Street dan bursa saham Asia juga ikut anjlok, menambah tekanan di pasar global.
     

    IHSG jadi cermin ekonomi Indonesia ke depan
    Penurunan IHSG kali ini bukan sekadar reaksi sesaat. Menurut Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas, Dimas Krisna Ramadhani, ini adalah sinyal serius tentang arah ekonomi Indonesia ke depan.

    “Sebagai indikator awal perekonomian atau leading indicator, IHSG memberikan sinyal penting mengenai arah perekonomian Indonesia ke depan dan oleh karena itu pergerakan IHSG harus diperhatikan dengan seksama oleh para investor,” ujar Dimas keterangan tertulis, Kamis, 10 April 2025.
     
    Menurutnya, tantangan ekonomi Indonesia tidak bisa diselesaikan hanya dengan kebijakan moneter yang terbatas. Diperlukan strategi kebijakan yang lebih jitu untuk menanggulangi tekanan global yang sedang terjadi.

    ARB 15% dinilai kurangi likuiditas
    Di tengah gejolak pasar, Bursa Efek Indonesia sempat mengaktifkan trading halt demi meredam tekanan jual yang berlebihan. Langkah ini diapresiasi oleh Dimas. Namun, ia juga mengkritik kebijakan Auto Reject Bawah (ARB) sebesar 15 persen karena justru bisa membuat pasar makin kering.
     
    “Jika ekonomi global mengalami perlambatan, Indonesia juga berisiko mengalami hal yang sama,” ujar dia.
     
    Kondisi ini membuat investor semakin hati-hati dalam mengambil keputusan, apalagi dengan risiko perlambatan ekonomi global yang membayangi.
    IHSG Bisa Terkoreksi Lebih Dalam
    Melihat kondisi saat ini, Dimas memproyeksikan IHSG masih punya ruang untuk turun lebih dalam. Target koreksi terdekat ada di level 5.500.
     
    Ia juga menyarankan investor untuk tetap tenang dan disiplin menjalankan strategi. Hindari keputusan emosional yang bisa memperbesar kerugian.

     
    Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
    dan follow Channel WhatsApp Medcom.id

    (ANN)

  • Bukan Mimpi! Ini 9 Cara Cerdas Agar Bisa Berkurban Setiap Tahun

    Bukan Mimpi! Ini 9 Cara Cerdas Agar Bisa Berkurban Setiap Tahun

    Jakarta: Ibadah kurban bukan hanya soal menyembelih hewan. Lebih dari itu, kurban adalah simbol ketulusan, pengorbanan, dan kepedulian sosial. 
     
    Setiap tahun, umat Muslim berlomba-lomba untuk bisa ikut berkurban, tapi sering kali niat mulia ini tertahan karena alasan finansial.
     
    Padahal, berkurban tiap tahun bukan hal yang mustahil, lho! Dengan perencanaan yang tepat dan konsisten, kamu pun bisa rutin menyisihkan dana untuk membeli hewan kurban. 

    Yuk, simak sembilan tips simpel agar kamu bisa berkurban setiap tahun seperti dirangkum dari OCBC NISP!

    1. Pilih Hewan Kurban Sesuai Budget
    Jangan terburu-buru membeli sapi jika budget belum cukup. Kamu bisa mulai dari hewan kurban yang lebih terjangkau seperti kambing atau domba. Ingat, pahala kurban tidak dilihat dari besar kecilnya hewan, tapi dari keikhlasan dan kemampuan masing-masing.

    2. Riset Harga Jauh-Jauh Hari
    Harga kambing biasanya berkisar antara Rp1,5 juta hingga Rp3 juta. Sapi bisa mencapai Rp12 juta sampai Rp20 juta. Dengan melakukan riset harga sejak awal, kamu bisa menyusun strategi tabungan yang lebih realistis dan tepat sasaran.

    3. Sisihkan Tabungan Secara Rutin
    Menabung tidak harus dimulai dari jumlah besar. Misalnya, jika kamu ingin membeli kambing seharga Rp3 juta, cukup sisihkan Rp250 ribu per bulan selama setahun. Ingin kurban sapi? Menabung Rp1 juta per bulan selama 12 bulan juga sudah cukup untuk dapatkan sapi bersama (patungan).
     

    4. Buat Rekening Khusus Dana Kurban
    Pisahkan dana kurban dari tabungan sehari-hari. Buka rekening khusus tanpa kartu ATM, supaya kamu tidak tergoda menggunakan uangnya untuk keperluan lain. Ini juga membantu kamu memantau progres tabungan secara lebih fokus.

    5. Coba Ikut Arisan Kurban
    Arisan kurban bisa jadi solusi bagi kamu yang susah disiplin menabung sendiri. Banyak masjid atau komunitas yang menyelenggarakan arisan kurban dengan sistem iuran rutin. Selain ringan, kamu juga bisa sekaligus silaturahmi dan berbagi komitmen bersama.

    6. Naikkan Target Tabungan Setiap Tahun
    Harga hewan kurban cenderung naik tiap tahun. Supaya tidak ketinggalan, coba tingkatkan target tabungan kamu dibanding tahun sebelumnya. Kalau tahun ini kamu menabung Rp2,5 juta, tahun depan naikkan jadi Rp3 juta agar tetap aman meski harga naik.

    7. Tak Perlu Kurban untuk Satu Keluarga Sekaligus
    Dalam syariat, kambing cukup untuk satu orang, sementara sapi bisa untuk tujuh orang. Jadi, tak perlu memaksakan diri membeli kurban untuk semua anggota keluarga sekaligus. Kamu bisa memulainya sedikit demi sedikit, sesuai kemampuan.

    8. Beli Hewan Kurban Lebih Awal
    Semakin dekat Idul Adha, harga hewan kurban cenderung melonjak. Nah, kamu bisa mencuri start dengan membeli hewan lebih awal saat harganya masih stabil. Selain hemat, kamu juga bisa dapat pilihan hewan yang lebih sehat dan berkualitas.

    9. Rawat Sendiri Hewan Kurban
    Kalau kamu punya waktu dan tempat, membeli anak hewan (misalnya anak sapi) dan merawatnya sendiri hingga Idul Adha bisa jadi opsi hemat. Bahkan bisa menghemat hingga 75 persen dari total biaya. Jika tak sempat, kamu juga bisa membayar orang lain untuk merawatnya.
     
    Berkurban setiap tahun bukan soal punya uang lebih, tapi soal niat dan perencanaan. Dengan sedikit kedisiplinan dan strategi keuangan yang cerdas, kamu bisa mewujudkan ibadah kurban yang rutin dan berkah setiap tahunnya.

     
    Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
    dan follow Channel WhatsApp Medcom.id

    (ANN)

  • Fakta-fakta Pria Todongkan Pistol ke Penjaga Warung di Jakpus

    Fakta-fakta Pria Todongkan Pistol ke Penjaga Warung di Jakpus

    Jakarta: Viral di media sosial aksi seorang pria menodongkan pistol di sebuah warung Madura di Cempaka Putih, Jakarta Pusat.

    Aksi pria ini viral di media sosial setelah terekam CCTV yang ada di warung. Berikut ini fakta-fakta pria todongkan pistol ke penjaga warung di Jakpus: 
     
    Pelaku sudah ditangkap

    Kejadian ini langsung mendapatkan perhatian dari pihak Polsek Cempaka Putih. Kapolsek Cempaka Putih Kompol Sulistyo Yudo Pangestu mengatakan pihaknya langsung bergerak setelah aksi pria tersebut viral di media sosial. Pelaku sudah ditangkap kurang dari 24 jam.

    “Setelah berita viral di media sosial, tim kami langsung melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap pelaku pada Rabu (9/4) sore di tempat tinggalnya di Cempaka Putih Barat,” kata Sulistyo dalam keterangannya, Kamis, 10 April 2025.
     

     

    Pelaku meminta uang

    Pelaku berinisial GD alias Geger, 28. Ia melakukan aksinya pada Selasa (8/4) pukul 05.00 Wib di Warung Madura, Jalan Cempaka Putih Tengah no.40, Jakarta Pusat.

    Berdasarkan keterangan korban, yakni penjaga warung berinisial GMM, 27, dan DPS, 24, pelaku masuk ke warung dan langsung menodongkan pistol dan kemudian meminta sejumlah uang. 
     
    Pistol jenis airsoft gun

    Polisi menyebut pelaku penodongan menggunakan pistol airsoft gun. “Pelaku masuk ke warung dan langsung menodongkan pistol airsoft gun jenis Glock 18,” terang Sulistyo. 

    Sulistyo mengatakan, saat ini tersangka masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Polsek Cempaka Putih. Polisi juga mendalami adanya kemungkinan keterlibatan pelaku dalam kasus lain. 

    Jakarta: Viral di media sosial aksi seorang pria menodongkan pistol di sebuah warung Madura di Cempaka Putih, Jakarta Pusat.
     
    Aksi pria ini viral di media sosial setelah terekam CCTV yang ada di warung. Berikut ini fakta-fakta pria todongkan pistol ke penjaga warung di Jakpus: 
     

    Pelaku sudah ditangkap

    Kejadian ini langsung mendapatkan perhatian dari pihak Polsek Cempaka Putih. Kapolsek Cempaka Putih Kompol Sulistyo Yudo Pangestu mengatakan pihaknya langsung bergerak setelah aksi pria tersebut viral di media sosial. Pelaku sudah ditangkap kurang dari 24 jam.
     
    “Setelah berita viral di media sosial, tim kami langsung melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap pelaku pada Rabu (9/4) sore di tempat tinggalnya di Cempaka Putih Barat,” kata Sulistyo dalam keterangannya, Kamis, 10 April 2025.
     

     

    Pelaku meminta uang

    Pelaku berinisial GD alias Geger, 28. Ia melakukan aksinya pada Selasa (8/4) pukul 05.00 Wib di Warung Madura, Jalan Cempaka Putih Tengah no.40, Jakarta Pusat.

    Berdasarkan keterangan korban, yakni penjaga warung berinisial GMM, 27, dan DPS, 24, pelaku masuk ke warung dan langsung menodongkan pistol dan kemudian meminta sejumlah uang. 
     

    Pistol jenis airsoft gun

    Polisi menyebut pelaku penodongan menggunakan pistol airsoft gun. “Pelaku masuk ke warung dan langsung menodongkan pistol airsoft gun jenis Glock 18,” terang Sulistyo. 
     
    Sulistyo mengatakan, saat ini tersangka masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Polsek Cempaka Putih. Polisi juga mendalami adanya kemungkinan keterlibatan pelaku dalam kasus lain. 
     
    Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
    dan follow Channel WhatsApp Medcom.id

    (PRI)

  • Jangan Panik saat Ekonomi Goyang! Ini Cara Bijak Kelola Uang

    Jangan Panik saat Ekonomi Goyang! Ini Cara Bijak Kelola Uang

    Jakarta: Gejolak ekonomi global kembali mengguncang. Kenaikan tarif impor oleh Amerika Serikat terhadap berbagai negara, termasuk Indonesia, menimbulkan dampak yang tidak bisa diabaikan. 
     
    Tapi, di tengah ketidakpastian ini, ada satu pelajaran penting dari investor legendaris Warren Buffett: pegang uang tunai bukan berarti takut, tapi itu strategi. Yap, saat dunia sedang gamang, keputusan keuangan yang bijak justru bisa menjadi penyelamat.
    Ketika ekonomi tertekan, saatnya cerdas mengelola keuangan
    Pada 3 April 2025, Amerika Serikat menerapkan tarif impor sebesar 32 persen untuk berbagai barang dari Indonesia. Meskipun Presiden Donald Trump kemudian menurunkan tarif sementara menjadi 10 persen untuk beberapa negara (termasuk Indonesia) pada 9 April, dampaknya sudah dirasakan langsung.
     
    Menurut Cameron Goh, CEO dan Founder FINETIKS, langkah ini sangat berpengaruh terhadap ekspor Indonesia.

    “Amerika Serikat merupakan salah satu pasar ekspor terbesar bagi Indonesia, dengan nilai ekspor mencapai USD28,1 miliar pada tahun 2024. Dampaknya jika tarif impor ditetapkan tinggi untuk Indonesia, maka produk Indonesia akan menjadi lebih mahal bagi konsumen Amerika, yang berpotensi menurunkan permintaan dan berdampak negatif pada para eksportir Indonesia,” jelas Cameron dalam keterangan tertulis, Kamis, 10 April 2025.
     

    Apa yang harus dilakukan?
    Situasi ini berdampak luas ke pasar domestik. Nilai tukar rupiah melemah hingga menyentuh titik terendah sejak krisis Asia 1998, sementara IHSG jatuh hingga 9 persen pada 8 April, memicu trading halt dan kepanikan di kalangan investor ritel.
     
    Kondisi ini memunculkan ketidakpastian yang nyata. Cameron mengingatkan masyarakat agar tidak gegabah dalam mengambil keputusan:
     
    “Kombinasi potensi tarif tinggi, pelemahan mata uang, dan penurunan pasar saham menunjukkan ketidakpastian global sedang nyata di depan mata. Ini saatnya kita, sebagai masyarakat, bersikap lebih bijak dalam mengelola keuangan,” tuturnya.
    Belajar dari Warren Buffett
    Sementara banyak investor ketar-ketir, Warren Buffett justru mengalami peningkatan kekayaan di tahun 2025. Bloomberg Billionaires Index mencatat, ia menjadi satu-satunya miliarder yang mengalami kenaikan kekayaan bersih, padahal pasar saham global turun hingga 20 persen sejak awal tahun.
     
    Strategi Buffett? Sederhana, tapi cerdas dalam menyimpan cadangan kas besar ketika pasar bergejolak. Ia menunggu harga aset jatuh untuk masuk di saat yang tepat.
     
    “Holding cash saat pasar panik bukan berarti takut ambil risiko, justru itulah strategi jangka panjang yang membuat Buffett semakin kaya ketika orang lain terpuruk. Momen seperti sekarang adalah pengingat penting bahwa cash is not passive, it’s strategy,” kata Cameron.
     
    Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
    dan follow Channel WhatsApp Medcom.id

    (ANN)

  • IHSG Melejit 5% Berkat Penundaan Tarif Trump

    IHSG Melejit 5% Berkat Penundaan Tarif Trump

    Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan Kamis, 10 April 2025 dengan lonjakan tajam. 
     
    Melansir Antara, IHSG dibuka menguat 302,62 poin atau setara 5,07 persen ke posisi 6.270,61. Indeks LQ45 juga ikut melesat 44,78 poin atau 6,69 persen ke level 714,15.
     
    Kenaikan ini menjadi sinyal bahwa pelaku pasar kembali optimis, setelah sebelumnya sempat dihantui ketegangan dagang antara Amerika Serikat (AS) dan mitra dagangnya.
    Dampak langsung dari penundaan tarif AS
    Sentimen positif datang dari langkah Presiden AS Donald Trump yang menunda implementasi tarif impor selama 90 hari untuk sejumlah negara, meskipun pengecualian tetap berlaku untuk China.

    “IHSG hari ini berpotensi rebound mengikuti pergerakan bursa AS karena melemahnya tensi perang dagang setelah Presiden Trump menunda pengenaan tarif 90 hari, kecuali untuk China,” kata Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, di Jakarta, Kamis.
     
    Keputusan ini memberi angin segar bagi pasar yang sebelumnya resah terhadap dampak kebijakan proteksionis AS terhadap perekonomian global.
     

    Perang dagang masih jadi ancaman
    Meski ada penundaan, tensi perang dagang belum sepenuhnya reda. Trump tetap memberlakukan tarif sebesar 10 persen untuk sebagian besar barang impor AS, dan menaikkan bea masuk untuk produk asal Tiongkok menjadi 125 persen. 
     
    Langkah ini memicu respons dari China, yang juga meningkatkan tarif tambahan hingga 84 persen untuk produk-produk AS.
     
    Kondisi ini menunjukkan bahwa risiko dari kebijakan dagang unilateral masih membayangi pergerakan pasar keuangan global, termasuk pasar saham di Indonesia.
    Bursa global ikut bergairah
    Euforia pasar juga tercermin dari lonjakan indeks di bursa Wall Street pada perdagangan sebelumnya. S&P 500 naik 9,5 persen, Dow Jones naik 7,69 persen, dan Nasdaq melonjak 12,16 persen.
     
    Bursa Asia pun mengikuti jejak penguatan ini Nikkei Jepang tercatat naik 4,46 persen, Bursa Malaysia menguat 4,46 persen, Indeks Shanghai naik 1,49 persen, sementara Strait Times Singapura terkoreksi 6,01 persen.

     
    Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
    dan follow Channel WhatsApp Medcom.id

    (ANN)