Category: Medcom.id News

  • Wahai Generasi Muda Riau, Mari Jaga Hutan dari Kebakaran

    Wahai Generasi Muda Riau, Mari Jaga Hutan dari Kebakaran

    Pakanbaru: Polda Riau menggandeng generasi muda untuk bersama-sama menjaga hutan dari kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Kapolda Riau, Irjen Herry Heryawan, mengatakan salah satu cara yang dilakukan yakni menggelar Karhutla Fun Run 2025 serentak di 12 Kabupaten/Kota. 

    “Kegiatan ini juga menjadi sarana membangun sinergi antara TNI-Polri, pemerintah, Manggala Agni, komunitas, dunia usaha, serta kalangan pelajar dan mahasiswa. Kampanye ini juga diperluas ke ranah digital melalui platform media sosial Polri, untuk menjangkau audiens yang lebih luas, khususnya kalangan muda,” kata Herry Heryawan di Pekanbaru, Senin, 14 April 2025.
     

    Herry mengatakan tujuan utama dari Karhutla Fun Run adalah menumbuhkan partisipasi aktif masyarakat dalam pencegahan Karhutla, menyampaikan pesan pentingnya menjaga hutan dan lahan sebagai aset berharga daerah, serta memperkuat pendekatan humanis dan edukatif dalam penanganan Karhutla di Riau. 

    Mengusung filosofi ‘Melindungi Tuah, Menjaga Marwah’, Herry menyebut kegiatan ini menekankan pentingnya pelestarian lingkungan sebagai bentuk menjaga keberkahan alam Riau yang dikenal dengan hutan, gambut, dan keanekaragaman hayatinya (tuah) dan menjaga kehormatan serta identitas masyarakat (marwah). 

    “Filosofi ini menjadi pijakan moral bahwa Karhutla bukan hanya ancaman ekologis, tetapi juga kerusakan terhadap marwah dan martabat daerah di mata bangsa dan dunia,” jelasnya. 

    Sebagai bagian dari strategi edukatif, Karhutla Fun Run juga melibatkan pelajar dan generasi muda sebagai agen perubahan. Melalui media kreatif seperti kaos bertema, banner interaktif, booth informasi, dan pembagian leaflet, pesan-pesan lingkungan disampaikan dengan pendekatan yang menarik dan mudah dipahami. 

    Lebih dari sekadar acara lari bersama, kegiatan ini bertujuan mendorong budaya early warning dalam mendeteksi dan melaporkan potensi Karhutla sejak dini, serta mengajak masyarakat membentuk komunitas peduli lingkungan di lingkungan masing-masing.

    Dalam jangka panjang, diharapkan kegiatan ini dapat menumbuhkan budaya sadar dan cinta lingkungan, serta membangun pola pikir bahwa setiap individu memiliki peran penting dalam menjaga alam. 

    Masyarakat Riau diharapkan tidak hanya menjadi objek penanganan Karhutla, tetapi juga menjadi bagian dari solusi untuk mewujudkan Provinsi Riau yang bebas Karhutla secara berkelanjutan.

    Pakanbaru: Polda Riau menggandeng generasi muda untuk bersama-sama menjaga hutan dari kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Kapolda Riau, Irjen Herry Heryawan, mengatakan salah satu cara yang dilakukan yakni menggelar Karhutla Fun Run 2025 serentak di 12 Kabupaten/Kota. 
     
    “Kegiatan ini juga menjadi sarana membangun sinergi antara TNI-Polri, pemerintah, Manggala Agni, komunitas, dunia usaha, serta kalangan pelajar dan mahasiswa. Kampanye ini juga diperluas ke ranah digital melalui platform media sosial Polri, untuk menjangkau audiens yang lebih luas, khususnya kalangan muda,” kata Herry Heryawan di Pekanbaru, Senin, 14 April 2025.
     

    Herry mengatakan tujuan utama dari Karhutla Fun Run adalah menumbuhkan partisipasi aktif masyarakat dalam pencegahan Karhutla, menyampaikan pesan pentingnya menjaga hutan dan lahan sebagai aset berharga daerah, serta memperkuat pendekatan humanis dan edukatif dalam penanganan Karhutla di Riau. 
     
    Mengusung filosofi ‘Melindungi Tuah, Menjaga Marwah’, Herry menyebut kegiatan ini menekankan pentingnya pelestarian lingkungan sebagai bentuk menjaga keberkahan alam Riau yang dikenal dengan hutan, gambut, dan keanekaragaman hayatinya (tuah) dan menjaga kehormatan serta identitas masyarakat (marwah). 

    “Filosofi ini menjadi pijakan moral bahwa Karhutla bukan hanya ancaman ekologis, tetapi juga kerusakan terhadap marwah dan martabat daerah di mata bangsa dan dunia,” jelasnya. 
     
    Sebagai bagian dari strategi edukatif, Karhutla Fun Run juga melibatkan pelajar dan generasi muda sebagai agen perubahan. Melalui media kreatif seperti kaos bertema, banner interaktif, booth informasi, dan pembagian leaflet, pesan-pesan lingkungan disampaikan dengan pendekatan yang menarik dan mudah dipahami. 
     
    Lebih dari sekadar acara lari bersama, kegiatan ini bertujuan mendorong budaya early warning dalam mendeteksi dan melaporkan potensi Karhutla sejak dini, serta mengajak masyarakat membentuk komunitas peduli lingkungan di lingkungan masing-masing.
     
    Dalam jangka panjang, diharapkan kegiatan ini dapat menumbuhkan budaya sadar dan cinta lingkungan, serta membangun pola pikir bahwa setiap individu memiliki peran penting dalam menjaga alam. 
     
    Masyarakat Riau diharapkan tidak hanya menjadi objek penanganan Karhutla, tetapi juga menjadi bagian dari solusi untuk mewujudkan Provinsi Riau yang bebas Karhutla secara berkelanjutan.
     
    Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
    dan follow Channel WhatsApp Medcom.id

    (DEN)

  • Penerapan Kesetaraan Gender di sejumlah Bidang Harus Konsisten Direalisasikan

    Penerapan Kesetaraan Gender di sejumlah Bidang Harus Konsisten Direalisasikan

    Jakarta: Upaya mendorong penerapan kesetaraan gender di sejumlah bidang harus konsisten dilakukan demi mewujudkan kehidupan keseharian yang lebih baik di masa depan. 

    “Meski sejumlah pihak berupaya untuk memperjuangkan kesetaraan gender dalam kehidupan keseharian kita, tetapi pada praktiknya belum sepenuhnya terwujud. Butuh konsistensi dan komitmen kuat untuk mewujudkan salah satu cita-cita RA Kartini itu,” kata Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat dalam keterangan tertulisnya, Senin, 14 April 2025. 

    Data International Labour Organization (ILO) mengungkapkan rata-rata pendapatan per jam pekerja di Indonesia mengalami peningkatan, namun kesenjangan upah antara laki-laki dan perempuan masih terpaut cukup jauh. 

    Catatan ILO menyebutkan pada 2021 rata-rata upah pekerja laki-laki Rp16.815 per jam, sedangkan untuk pekerja perempuan sebesar Rp16.576 per jam.

    Pada 2022 rata-rata upah perempuan menurun drastis menjadi Rp14.784 per jam. Di lain sisi, rata-rata upah pekerja laki-laki mencapai Rp16.939 per jam.

    Pada 2023 rata-rata upah laki-laki kembali mengalami peningkatan ke angka Rp17.074 per jam, sedangkan rata-rata upah perempuan menurun menjadi Rp 14.779 per jam.

    (Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mengatakan dengan mengakhiri kesenjangan pengupahan antara laki-laki dan perempuan bisa meningkatkan semangat kerja dan produktivitas secara keseluruhan. Foto: Ilustrasi/Dok. Pexels.com)

    Menurut Lestari, kesenjangan dalam besaran upah antara laki-laki dan perempuan merupakan bagian dari belum terwujudnya kesetaraan gender yang telah diperjuangkan RA Kartini sejak ratusan tahun lalu. 

    Baca juga: Lestari Moerdijat: Keterlibatan Aktif Penyandang Disabilitas dalam Proses Pembangunan Harus Ditingkatkan

    Rerie, sapaan akrab Lestari, mendorong agar para pemangku kebijakan dan masyarakat memahami nilai-nilai emansipasi yang ditanamkan RA Kartini dalam memperjuangkan hak-hak perempuan untuk mendapatkan kesamaan hak dalam pendidikan, pekerjaan, dan politik. 

    Rerie berharap pihak-pihak terkait dapat melakukan evaluasi yang terukur terhadap sejumlah kebijakan yang tidak mengedepankan kesetaraan gender. 

    Rerie yang juga anggota Komisi X DPR RI dari Dapil II Jawa Tengah itu berpendapat kesenjangan yang diciptakan itu mencerminkan bahwa ketika perempuan memilih untuk bekerja, mereka tidak mendapatkan akses yang sama terhadap peluang dan penghargaan finansial.

    Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem mendorong agar praktik kesenjangan pengupahan antara laki-laki dan perempuan segera diakhiri. 

    Karena, ujar Rerie, ketika pekerja merasa dihargai dan diperlakukan adil, mereka cenderung lebih termotivasi dan produktif. 

    Sehingga, tegas Rerie, dengan mengakhiri kesenjangan pengupahan antara laki-laki dan perempuan bisa meningkatkan semangat kerja dan produktivitas secara keseluruhan.

    Jakarta: Upaya mendorong penerapan kesetaraan gender di sejumlah bidang harus konsisten dilakukan demi mewujudkan kehidupan keseharian yang lebih baik di masa depan. 
     
    “Meski sejumlah pihak berupaya untuk memperjuangkan kesetaraan gender dalam kehidupan keseharian kita, tetapi pada praktiknya belum sepenuhnya terwujud. Butuh konsistensi dan komitmen kuat untuk mewujudkan salah satu cita-cita RA Kartini itu,” kata Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat dalam keterangan tertulisnya, Senin, 14 April 2025. 
     
    Data International Labour Organization (ILO) mengungkapkan rata-rata pendapatan per jam pekerja di Indonesia mengalami peningkatan, namun kesenjangan upah antara laki-laki dan perempuan masih terpaut cukup jauh. 

    Catatan ILO menyebutkan pada 2021 rata-rata upah pekerja laki-laki Rp16.815 per jam, sedangkan untuk pekerja perempuan sebesar Rp16.576 per jam.
     
    Pada 2022 rata-rata upah perempuan menurun drastis menjadi Rp14.784 per jam. Di lain sisi, rata-rata upah pekerja laki-laki mencapai Rp16.939 per jam.
     
    Pada 2023 rata-rata upah laki-laki kembali mengalami peningkatan ke angka Rp17.074 per jam, sedangkan rata-rata upah perempuan menurun menjadi Rp 14.779 per jam.
     

    (Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mengatakan dengan mengakhiri kesenjangan pengupahan antara laki-laki dan perempuan bisa meningkatkan semangat kerja dan produktivitas secara keseluruhan. Foto: Ilustrasi/Dok. Pexels.com)
     
    Menurut Lestari, kesenjangan dalam besaran upah antara laki-laki dan perempuan merupakan bagian dari belum terwujudnya kesetaraan gender yang telah diperjuangkan RA Kartini sejak ratusan tahun lalu. 
     
    Baca juga: Lestari Moerdijat: Keterlibatan Aktif Penyandang Disabilitas dalam Proses Pembangunan Harus Ditingkatkan
     
    Rerie, sapaan akrab Lestari, mendorong agar para pemangku kebijakan dan masyarakat memahami nilai-nilai emansipasi yang ditanamkan RA Kartini dalam memperjuangkan hak-hak perempuan untuk mendapatkan kesamaan hak dalam pendidikan, pekerjaan, dan politik. 
     
    Rerie berharap pihak-pihak terkait dapat melakukan evaluasi yang terukur terhadap sejumlah kebijakan yang tidak mengedepankan kesetaraan gender. 
     
    Rerie yang juga anggota Komisi X DPR RI dari Dapil II Jawa Tengah itu berpendapat kesenjangan yang diciptakan itu mencerminkan bahwa ketika perempuan memilih untuk bekerja, mereka tidak mendapatkan akses yang sama terhadap peluang dan penghargaan finansial.
     
    Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem mendorong agar praktik kesenjangan pengupahan antara laki-laki dan perempuan segera diakhiri. 
     
    Karena, ujar Rerie, ketika pekerja merasa dihargai dan diperlakukan adil, mereka cenderung lebih termotivasi dan produktif. 
     
    Sehingga, tegas Rerie, dengan mengakhiri kesenjangan pengupahan antara laki-laki dan perempuan bisa meningkatkan semangat kerja dan produktivitas secara keseluruhan.

     
    Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
    dan follow Channel WhatsApp Medcom.id

    (TIN)

  • Tetap Produktif di Masa Pensiun, Bisnis Kuliner Online Patut Dicoba

    Tetap Produktif di Masa Pensiun, Bisnis Kuliner Online Patut Dicoba

    Jakarta: Shopee berkolaborasi dengan JNE, dalam hal pengembangan keterampilan digital dan kewirausahaan bagi para pegawai dan agen JNE yang akan memasuki masa pensiun alias purna tugas. 

    Kolaborasi ini diwujudkan melalui program pelatihan di Kampus UMKM Shopee yang berfokus pada pembekalan keterampilan memulai usaha kuliner online di ShopeeFood. Pelatihan yang bertajuk Kiat Sukses Bangun Bisnis Kuliner bersama ShopeeFood diadakan secara offline di Kampus UMKM Shopee Jakarta pada tanggal 11 April 2025.

    Laporan Statistik Penduduk Lanjut Usia (2024) yang dipublikasikan oleh Badan Pusat Statistik mencatat bahwa persentase penduduk lansia di Indonesia pada tahun 2024 mencapai 12% dari total penduduk. Sebanyak 33,37% lansia di Indonesia juga masih memiliki usaha sendiri dan 28,37% berusaha dibantu buruh tidak dibayar. 

    Laporan ini menunjukkan bahwa meskipun berada di usia senja, masyarakat lansia di Indonesia ingin bisa tetap produktif dan mandiri dengan tetap aktif beraktivitas. 

    Pelatihan berfokus pada pemanfaatan ShopeeFood seperti mulai dari cara mendaftar menjadi Merchant, pengenalan dan optimalisasi fitur dan program ShopeeFood, hingga cara berpartisipasi dalam kampanye ShopeeFood.

    Head of Business Development ShopeeFood Indonesia, Rizkyandi Ramadhan menyampaikan kemudahan akses teknologi saat ini telah membuka banyak peluang ekonomi bagi masyarakat untuk mendapatkan sumber penghasilan baru. 

    “Oleh karena itu, kami berkomitmen untuk terus mendukung pemberdayaan teknologi digital bagi semua lapisan masyarakat. Kerja sama strategis kami dengan JNE ini adalah salah satu wujud nyata bahwa pembekalan keterampilan digital juga penting dilakukan bagi generasi usia lanjut. Kami harap pelatihan ini dapat membantu karyawan pra-pensiun JNE lebih siap menghadapi masa pensiun dengan membangun usaha kuliner online bersama ShopeeFood untuk meraih sumber pendapatan tambahan,” ujarnya.
     

    Sementara itu, Human Capital Operations Division Head JNE Express, Ayung Prasetio turut mengapresiasi kolaborasi dengan Shopee yang sejalan dengan visi perusahaan dalam mendukung kesejahteraan karyawannya, termasuk dalam masa transisi menuju pensiun. 

    “Kami sangat senang dapat berkolaborasi dengan Shopee untuk mengadakan pelatihan digital secara khusus bagi para karyawan kami yang akan segera mulai memasuki masa pensiunnya. Pelatihan ini diharapkan dapat menginspirasi mereka agar tetap bisa produktif dan memiliki usaha sendiri setelah pensiun nanti. Kami berharap pelatihan ini dapat memberikan manfaat nyata dan membuka peluang ekonomi baru bagi mereka,” terang Ayung.
     
    Memulai bisnis di usia pensiun
    Usia pensiun tidak menjadi penghalang untuk tetap menjadi produktif. Hal ini juga menjadi motivasi Patriyani, karyawan JNE yang telah bekerja selama 28 tahun untuk memulai bisnisnya di bidang kuliner online.

    “Saya pribadi memang sangat suka memasak, suka membuat kue jadi pengetahuan dari pelatihan ini sangat berguna bagi saya. Kalau sebelumnya saya biasanya buat kue hanya dijual ke teman-teman di kantor, nanti setelah pensiun saya bisa daftar menjadi merchant di ShopeeFood agar bisa berkembang bisnis sekaligus bisa membuka lapangan pekerjaan untuk orang lain,” ungkap Patriyani.

    Hal senada juga disampaikan Reman (55), karyawan JNE yang juga akan memasuki masa pensiun tahun depan. Melalui pelatihan ini, Reman memantapkan diri untuk menekuni bisnis kuliner.

    “Saya sudah sejak lama berdiskusi dengan istri, membicarakan rencana setelah pensiun. Saat ditanya mau melakukan apa, saya jawab ingin usaha kecil-kecilan, tapi waktu itu belum tahu mau jualan apa. Setelah ikut pelatihan ini, saya makin mantap untuk perlahan-lahan mulai menyiapkan bisnis kuliner online,” kata Reman.

    Jakarta: Shopee berkolaborasi dengan JNE, dalam hal pengembangan keterampilan digital dan kewirausahaan bagi para pegawai dan agen JNE yang akan memasuki masa pensiun alias purna tugas. 
     
    Kolaborasi ini diwujudkan melalui program pelatihan di Kampus UMKM Shopee yang berfokus pada pembekalan keterampilan memulai usaha kuliner online di ShopeeFood. Pelatihan yang bertajuk Kiat Sukses Bangun Bisnis Kuliner bersama ShopeeFood diadakan secara offline di Kampus UMKM Shopee Jakarta pada tanggal 11 April 2025.
     
    Laporan Statistik Penduduk Lanjut Usia (2024) yang dipublikasikan oleh Badan Pusat Statistik mencatat bahwa persentase penduduk lansia di Indonesia pada tahun 2024 mencapai 12% dari total penduduk. Sebanyak 33,37% lansia di Indonesia juga masih memiliki usaha sendiri dan 28,37% berusaha dibantu buruh tidak dibayar. 

    Laporan ini menunjukkan bahwa meskipun berada di usia senja, masyarakat lansia di Indonesia ingin bisa tetap produktif dan mandiri dengan tetap aktif beraktivitas. 
     
    Pelatihan berfokus pada pemanfaatan ShopeeFood seperti mulai dari cara mendaftar menjadi Merchant, pengenalan dan optimalisasi fitur dan program ShopeeFood, hingga cara berpartisipasi dalam kampanye ShopeeFood.
     
    Head of Business Development ShopeeFood Indonesia, Rizkyandi Ramadhan menyampaikan kemudahan akses teknologi saat ini telah membuka banyak peluang ekonomi bagi masyarakat untuk mendapatkan sumber penghasilan baru. 
     
    “Oleh karena itu, kami berkomitmen untuk terus mendukung pemberdayaan teknologi digital bagi semua lapisan masyarakat. Kerja sama strategis kami dengan JNE ini adalah salah satu wujud nyata bahwa pembekalan keterampilan digital juga penting dilakukan bagi generasi usia lanjut. Kami harap pelatihan ini dapat membantu karyawan pra-pensiun JNE lebih siap menghadapi masa pensiun dengan membangun usaha kuliner online bersama ShopeeFood untuk meraih sumber pendapatan tambahan,” ujarnya.
     

     
    Sementara itu, Human Capital Operations Division Head JNE Express, Ayung Prasetio turut mengapresiasi kolaborasi dengan Shopee yang sejalan dengan visi perusahaan dalam mendukung kesejahteraan karyawannya, termasuk dalam masa transisi menuju pensiun. 
     
    “Kami sangat senang dapat berkolaborasi dengan Shopee untuk mengadakan pelatihan digital secara khusus bagi para karyawan kami yang akan segera mulai memasuki masa pensiunnya. Pelatihan ini diharapkan dapat menginspirasi mereka agar tetap bisa produktif dan memiliki usaha sendiri setelah pensiun nanti. Kami berharap pelatihan ini dapat memberikan manfaat nyata dan membuka peluang ekonomi baru bagi mereka,” terang Ayung.
     
    Memulai bisnis di usia pensiun
    Usia pensiun tidak menjadi penghalang untuk tetap menjadi produktif. Hal ini juga menjadi motivasi Patriyani, karyawan JNE yang telah bekerja selama 28 tahun untuk memulai bisnisnya di bidang kuliner online.
     
    “Saya pribadi memang sangat suka memasak, suka membuat kue jadi pengetahuan dari pelatihan ini sangat berguna bagi saya. Kalau sebelumnya saya biasanya buat kue hanya dijual ke teman-teman di kantor, nanti setelah pensiun saya bisa daftar menjadi merchant di ShopeeFood agar bisa berkembang bisnis sekaligus bisa membuka lapangan pekerjaan untuk orang lain,” ungkap Patriyani.
     
    Hal senada juga disampaikan Reman (55), karyawan JNE yang juga akan memasuki masa pensiun tahun depan. Melalui pelatihan ini, Reman memantapkan diri untuk menekuni bisnis kuliner.
     
    “Saya sudah sejak lama berdiskusi dengan istri, membicarakan rencana setelah pensiun. Saat ditanya mau melakukan apa, saya jawab ingin usaha kecil-kecilan, tapi waktu itu belum tahu mau jualan apa. Setelah ikut pelatihan ini, saya makin mantap untuk perlahan-lahan mulai menyiapkan bisnis kuliner online,” kata Reman.
     
    Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
    dan follow Channel WhatsApp Medcom.id

    (PRI)

  • Bangkit dari Kepunahan! Serigala Legendaris Game of Thrones Dihidupkan Kembali Ilmuwan AS

    Bangkit dari Kepunahan! Serigala Legendaris Game of Thrones Dihidupkan Kembali Ilmuwan AS

    Jakarta: Serigala mengerikan atau dire wolf yang selama ini dianggap punah sekitar 12.500 tahun lalu, tiba-tiba kembali jadi sorotan. 
     
    Bukan karena kisah di serial Game of Thrones, merangkum Aljazeera, Senin ,14 April 2025 ini karena benar-benar dihidupkan kembali oleh perusahaan bioteknologi asal Texas, Colossal Biosciences.
     
    Perusahaan ini mengklaim bahwa mereka berhasil melahirkan tiga anak serigala hasil rekayasa genetika yang diberi nama Romulus, Remus, dan Khaleesi. 

    Klaim ini sontak menarik perhatian dunia sains dan publik luas, apalagi dengan embel-embel bahwa ini adalah hewan pertama yang berhasil dihidupkan kembali.
     
    “Saya mendapatkan kemewahan untuk menulis tentang sihir, tetapi (para ilmuwan) telah menciptakan keajaiban dengan membawa binatang-binatang megah ini kembali ke dunia kita,” kata penulis Game of Thrones sekaligus investor di Colossal, George R.R. Martin.
     

    Serigala legendaris dari dunia nyata
    Berbeda dari kesan fiksi, dire wolf alias serigala mengerikan ini memang nyata. Dulu, mereka adalah pemburu tangguh yang berkeliaran di Amerika Utara pada Zaman Es, berburu bison, kuda liar, bahkan mungkin mammoth.
     
    Dengan tubuh besar dan gigi tajam, mereka sempat jadi predator puncak. Namun, ketika mangsa mereka mulai punah akibat perburuan manusia, serigala mengerikan ikut lenyap dari ekosistem, digantikan oleh serigala abu-abu dari utara.
    Apa bedanya Serigala Mengerikan dengan serigala modern?
    Sekilas memang mirip. Tapi menurut analisis genetik, keduanya adalah spesies yang sangat berbeda. Serigala mengerikan (Aenocyon dirus) punya tubuh lebih besar, kaki lebih tebal, kepala lebih lebar, dan moncong yang lebih panjang.
     
    Studi menunjukkan bahwa mereka terpisah secara evolusioner dari serigala abu-abu jutaan tahun lalu. Artinya mereka bukan nenek moyang serigala modern.
     
    Teknologi CRISPR: Dari DNA kuno ke anak serigala baru
     
    Colossal Biosciences menggunakan teknologi pengeditan gen CRISPR untuk menciptakan kembali karakteristik serigala mengerikan. Prosesnya dimulai dari analisis DNA fosil berusia 13.000 hingga 72.000 tahun. Hasilnya? Ditemukan 20 perbedaan genetik utama yang membuat serigala mengerikan unik.
     
    Gen-gen ini kemudian dimasukkan ke dalam sel serigala abu-abu. Embrio hasil editan ini ditanamkan ke anjing domestik sebagai induk pengganti. Enam puluh dua hari kemudian, lahirlah anak serigala yang disebut “neo-dire wolf.”

    Romulus, Remus, dan Khaleesi
    Ketiganya saat ini hidup dan tumbuh dengan sehat. Romulus dan Remus lahir pada 1 Oktober 2024, disusul Khaleesi pada 30 Januari 2025.
     
    Saat ini, Romulus dan Remus yang berusia enam bulan telah mencapai panjang hampir 122 cm dan berat 36 kg. Diperkirakan mereka akan tumbuh hingga 183 cm dan berat 68 kg saat dewasa. Sementara Khaleesi, betina kecil yang baru berusia tiga bulan, juga menunjukkan pertumbuhan serupa.
     
    Serigala ini memiliki bulu putih tebal, kepala lebar, dan tubuh kokoh, mirip sekali dengan deskripsi serigala mengerikan dalam mitologi maupun fiksi.

     
    Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
    dan follow Channel WhatsApp Medcom.id

    (ANN)

  • Intip Daftar Motor Mewah Sitaan Terkait Suap di PN Jakpus

    Intip Daftar Motor Mewah Sitaan Terkait Suap di PN Jakpus

    Jakarta: Kejaksaan Agung menyita puluhan sepeda motor mewah terkait kasus dugaan suap dan/atau gratifikasi terkait dengan putusan lepas (ontslag) perkara korupsi pemberian fasilitas ekspor crude palm oil (CPO) atau minyak sawit mentah di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

    Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Harli Siregar mengatakan bahwa sepeda motor tersebut disita dari penggeledahan yang dilakukan penyidik pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus). “Baru saja kami menerima 21 unit sepeda motor,” kata Harli Siregar dikutip dari Antara. 

    Adapun motor mewah sitaan tersebut terdiri dari berbagai merek, yakni Triumph, Vespa, Italjet, BMW, Norton, hingga Harley Davidson.
     

     

    Kepemilikan kendaraan belum diketahui

    Mengenai kepemilikan kendaraan tersebut, Harli belum bisa mengungkapkannya lantaran masih dalam tahap pendataan.

    “Nanti akan disampaikan secara komprehensif dari siapanya, kemudian kepemilikannya karena barang bukti yang diperoleh bukan hanya ini. Ada terkait uang, dokumen, dan sebagainya,” katanya.

    Dalam kasus dugaan suap putusan lepas perkara korupsi pemberian fasilitas ekspor CPO di PN Jakarta Pusat, Kejagung menetapkan empat tersangka, yakni WG (Wahyu Gunawan) selaku panitera muda perdata Pengadilan Negeri Jakarta Utara, MS selaku advokat, AR selaku advokat, dan MAN (Muhammad Arif Nuryanta) selaku Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

    Tak hanya itu, penyidik pada Jampidsus pada Sabtu (12/4) juga telah menyita satu unit mobil mewah Ferrari Spider, satu unit mobil Nissan GT-R, satu unit mobil Lexus, dan satu unit mobil Mercedes Benz milik tersangka AR.

    Jakarta: Kejaksaan Agung menyita puluhan sepeda motor mewah terkait kasus dugaan suap dan/atau gratifikasi terkait dengan putusan lepas (ontslag) perkara korupsi pemberian fasilitas ekspor crude palm oil (CPO) atau minyak sawit mentah di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.
     
    Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Harli Siregar mengatakan bahwa sepeda motor tersebut disita dari penggeledahan yang dilakukan penyidik pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus). “Baru saja kami menerima 21 unit sepeda motor,” kata Harli Siregar dikutip dari Antara. 
     
    Adapun motor mewah sitaan tersebut terdiri dari berbagai merek, yakni Triumph, Vespa, Italjet, BMW, Norton, hingga Harley Davidson.
     

     

    Kepemilikan kendaraan belum diketahui

    Mengenai kepemilikan kendaraan tersebut, Harli belum bisa mengungkapkannya lantaran masih dalam tahap pendataan.

    “Nanti akan disampaikan secara komprehensif dari siapanya, kemudian kepemilikannya karena barang bukti yang diperoleh bukan hanya ini. Ada terkait uang, dokumen, dan sebagainya,” katanya.
     
    Dalam kasus dugaan suap putusan lepas perkara korupsi pemberian fasilitas ekspor CPO di PN Jakarta Pusat, Kejagung menetapkan empat tersangka, yakni WG (Wahyu Gunawan) selaku panitera muda perdata Pengadilan Negeri Jakarta Utara, MS selaku advokat, AR selaku advokat, dan MAN (Muhammad Arif Nuryanta) selaku Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.
     
    Tak hanya itu, penyidik pada Jampidsus pada Sabtu (12/4) juga telah menyita satu unit mobil mewah Ferrari Spider, satu unit mobil Nissan GT-R, satu unit mobil Lexus, dan satu unit mobil Mercedes Benz milik tersangka AR.
     
    Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
    dan follow Channel WhatsApp Medcom.id

    (PRI)

  • Gaji Pas-Pasan di Jakarta? Ini Rumus Keuangan Keluarga yang Bisa Bikin Kamu Tetap Sejahtera!

    Gaji Pas-Pasan di Jakarta? Ini Rumus Keuangan Keluarga yang Bisa Bikin Kamu Tetap Sejahtera!

    Jakarta: Tinggal di Jakarta, ibukota sekaligus kota dengan biaya hidup tertinggi di Indonesia, memang butuh strategi ekstra dalam mengelola keuangan. 
     
    Tapi tenang, hidup ideal di Jakarta tetap bisa dicapai, asalkan kamu tahu cara merencanakan keuangan keluarga dengan cerdas.
     
    Perencanaan keuangan adalah pondasi utama menuju keluarga yang sejahtera. Tanpa strategi yang tepat, penghasilan berapa pun akan terasa kurang, apalagi di kota seperti Jakarta yang serba mahal.
    Berapa gaji ideal untuk hidup nyaman di Jakarta?
    Merangkum Ruang Menyala, Survei Biaya Hidup 2022 dari BPS, rata-rata konsumsi warga Jakarta mencapai Rp14,88 juta per bulan. Artinya, gaji ideal untuk individu lajang di Jakarta adalah sekitar Rp15 juta.

    Jika sudah menikah, pasangan suami istri setidaknya perlu Rp25–30 juta per bulan. Dan kalau sudah punya anak, tentu penghasilan ideal akan meningkat lagi.
     
    Sayangnya, kenyataan di lapangan cukup jauh dari angka itu. UMP Jakarta 2024 hanya Rp4,9 juta, sedangkan rata-rata gaji di Jakarta berdasarkan Survei Angkatan Kerja Nasional Februari 2024 adalah Rp5,25 juta. 
     
    Bahkan, gaji tertinggi rata-rata di Jakarta pun masih mentok di Rp8,64 juta.
     
    Dengan kata lain, untuk mencapai taraf hidup ideal, kamu masih harus mengejar selisih Rp6-Rp7 jutaan tiap bulannya. Di sinilah pentingnya punya rumus keuangan keluarga yang terstruktur.
     

    Rumus keuangan keluarga ala warga Jakarta
    Berikut rumus sederhana dan mudah diikuti agar penghasilan bisa tetap cukup untuk hidup nyaman di Jakarta. Pembagiannya dibagi berdasarkan persentase:
     
    1. Kebutuhan Pokok (50 persen)
    Gunakan separuh dari penghasilanmu untuk biaya hidup sehari-hari: makan, transportasi, listrik, air, internet, dan kebutuhan rumah tangga lain. Tapi, ingat! Bedakan antara biaya hidup dan gaya hidup. Hidup nyaman bukan berarti harus selalu tampil mewah.
     
    2. Tabungan & Investasi (20 persen)
    Kata orang bijak, jangan cuma kerja buat bayar tagihan. Sisihkan minimal 20% penghasilanmu untuk tabungan dan investasi.
     
    Misalnya:
     
    5 persen untuk tabungan darurat
    15 persen untuk investasi
     
    3. Utang atau Cicilan (20 persen)
    Kalau punya cicilan, usahakan totalnya tidak melebihi 20% dari penghasilan. Lebih dari itu? Bisa-bisa kamu terjebak dalam lilitan utang yang bikin pusing setiap akhir bulan.
    Tips: Hindari utang berbunga tinggi. Kalau barangnya nggak penting-penting amat, lebih baik nabung dulu.
     
    4. Kebutuhan Sekunder (10 persen)
    Hiburan itu penting, asal tahu batasnya. Gunakan 10% dari gaji untuk rekreasi, makan di luar, atau belanja baju. Tujuannya biar kamu tetap waras dan menikmati hidup—tanpa bikin kantong jebol.
     
    5. Asuransi (5 persen)
    Setiap keluarga wajib punya perlindungan finansial. Sisihkan minimal 5 persen dari penghasilan untuk asuransi kesehatan, jiwa, atau kendaraan. Di Jakarta yang serba cepat dan tak terduga, asuransi itu ibarat sabuk pengaman dalam perjalanan panjang keuanganmu.
    Simulasi rumus keuangan untuk gaji Rp15 juta
    Misalnya kamu dan pasangan punya penghasilan Rp15 juta per bulan. Berikut alokasinya:
     
    Kebutuhan Pokok (50 persen): Rp7.500.000
    Tabungan dan Investasi (20 persen): Rp3.000.000
    Cicilan (20 persen): Rp3.000.000
    Kebutuhan Sekunder (10 persen): Rp1.500.000
    Asuransi (5 persen): Rp750.000
     
    Tentu rumus ini bisa disesuaikan sesuai kondisi finansial keluarga. Yang penting, tetap disiplin dan tahu prioritas.
     
    Tinggal di Jakarta memang mahal, tapi bukan berarti mustahil hidup nyaman. Dengan perencanaan keuangan yang matang, kamu tetap bisa memenuhi kebutuhan keluarga, menyimpan uang, dan bahkan berinvestasi untuk masa depan.
     
    Jadi, jangan cuma kerja keras-kerja cerdas juga penting. Terapkan rumus ini dari sekarang, dan wujudkan hidup ideal untuk kamu dan keluarga di Jakarta!

     
    Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
    dan follow Channel WhatsApp Medcom.id

    (ANN)

  • Optimistis Keberlanjutan Kinerja Jangka Panjang, BRI Siapkan Rp3 Triliun untuk Buyback Saham

    Optimistis Keberlanjutan Kinerja Jangka Panjang, BRI Siapkan Rp3 Triliun untuk Buyback Saham

    Jakarta: PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) atau BBRI melaksanakan pembelian kembali saham (buyback) sebagai langkah strategis untuk mendukung program kepemilikan saham bagi karyawan. Buyback saham tersebut juga menjadi cerminan optimisme perseroan terhadap keberlanjutan kinerja jangka panjang BRI.
     
    Hal tersebut disampaikan oleh Corporate Secretary BRI Agustya Hendy Bernadi bahwa buyback BRI tersebut telah memperoleh persetujuan dari Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada 24 Maret 2025 lalu, dengan jumlah sebesar-besarnya Rp3 triliun.
     
    “Buyback dilakukan melalui Bursa Efek maupun di luar Bursa Efek, baik secara bertahap maupun sekaligus, dan diselesaikan paling lama 12 (dua belas) bulan setelah tanggal RUPST,” kata Hendy.
     
    Sebagai tahap awal, BRI melaksanakan buyback periode pertama pada bulan April 2025 sebagai bagian dari strategi perseroan dalam meningkatkan kepercayaan investor. Langkah yang diambil BRI tersebut juga mempertimbangkan kondisi makro ekonomi global dan domestik, di antaranya efek dari kebijakan tarif baru yang diumumkan oleh pemerintahan Presiden AS dan ketidakpastian arah kebijakan benchmark rate dalam hal ini adalah The Federal Funds Rate (FFR).
     

    Hendy menambahkan bahwa keputusan buyback periode ini menunjukkan komitmen kuat BRI dalam menjaga kepentingan pemegang saham di tengah fluktuasi pasar. Di samping itu, buyback BBRI juga dilaksanakan dengan mengacu pada ketentuan yang berlaku, termasuk Pasal 43 Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No. 29 Tahun 2023.
     
    “Melalui aksi korporasi ini perseroan telah mempertimbangkan dengan cermat kondisi likuiditas dan posisi keuangan saat ini, sehingga pelaksanaan buyback tidak akan mengganggu kesehatan keuangan BRI,” ucapnya.
     
    Sebagai informasi, BRI telah melaksanakan buyback dalam rangka Program Kepemilikan Saham Pekerja, dan/atau Direksi dan Dewan Komisaris sejak tahun 2015. Program tersebut merupakan bagian dari upaya Perseroan untuk mendorong engagement pekerja terhadap keberlanjutan peningkatan kinerja Perusahaan dalam jangka panjang.
     
    “Buyback BBRI diproyeksikan akan meningkatkan motivasi dan kinerja Insan BRILiaN, sehingga dapat lebih optimal terhadap pencapaian target sehingga dapat berujung pada peningkatan kinerja Perseroan. Di sisi lain, implementasi kebijakan ini tetap mengacu pada regulasi yang berlaku dan prinsip tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/GCG),” ujar Hendy.
     
    Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
    dan follow Channel WhatsApp Medcom.id

    (ROS)

  • Harga Emas Antam Hari Ini Turun, Tapi Peminat Makin Banyak! Waspadai 9 Ciri Emas Palsu Ini

    Harga Emas Antam Hari Ini Turun, Tapi Peminat Makin Banyak! Waspadai 9 Ciri Emas Palsu Ini

    Jakarta: Harga emas Antam sempat turun di awal pekan, namun minat masyarakat terhadap logam mulia satu ini justru terus meningkat. Banyak orang memilih emas sebagai pilihan investasi aman di tengah gejolak ekonomi. Tapi ingat, hati-hati ya, karena emas palsu juga makin marak beredar!

    Harga emas Antam hari ini
    Mengutip laman Logam Mulia, Senin, 14 April 2025, harga emas Antam ukuran 1 gram turun Rp8.000, dari Rp1,904 juta menjadi Rp1,896 juta per gram.
     
    Harga buyback atau harga jual kembali emas juga ikut turun ke angka Rp1,746 juta per gram.

    Daftar harga emas Antam berbagai ukuran
    Berikut adalah rincian harga emas Antam berdasarkan ukuran:
     
    Emas batangan 0,5 gram: Rp998 ribu.
    Emas batangan 1 gram: Rp1,896 juta.
    Emas batangan 2 gram: Rp3,732 juta.
    Emas batangan 3 gram: Rp5,573 juta.
    Emas batangan 5 gram: Rp9,255 juta.
    Emas batangan 10 gram: Rp18,455 juta.
    Emas batangan 25 gram: Rp46,012 juta.
    Emas batangan 50 gram: Rp91,945 juta.
    Emas batangan 100 gram: Rp184,612 juta.
    Emas batangan 250 gram: Rp459,265 juta.
    Emas batangan 500 gram: Rp918,320 juta.
    Emas batangan 1.000 gram: Rp1,836 miliar.
     

    Harga turun minat naik, kenapa bisa?
    Walau turun, harga emas Antam tetap berada di kisaran tinggi. Inilah yang membuat banyak orang makin tertarik untuk membeli emas, terutama untuk investasi jangka panjang. Apalagi, emas dianggap lebih stabil dibandingkan instrumen lain seperti saham atau kripto.
     
    Namun, di tengah tren membeli emas, kamu juga harus ekstra waspada. Karena emas palsu juga ikut-ikutan meramaikan pasar!
    Kenali 9 ciri emas palsu ini sebelum kamu tertipu

    1. Tertarik magnet

    Emas asli tidak bersifat magnetis. Kalau emasmu tertarik saat didekatkan ke magnet, besar kemungkinan itu palsu atau sudah tercampur logam lain seperti besi dan aluminium.

    2. Kurang padat

    Kepadatan emas asli adalah 19,3 gram/cm³. Jika terlalu ringan atau tak tenggelam sempurna di air, bisa jadi emas tersebut palsu.

    3. Reaktif terhadap asam nitrat

    Emas murni (24 karat) tidak akan bereaksi terhadap cairan seperti cuka atau asam nitrat. Jika muncul warna atau bunyi mendesis, tandanya ada campuran logam lain.

    4. Tidak ada hallmark (Stempel Keaslian)

    Emas asli biasanya punya kode stempel seperti 750, 916, atau 999 yang menandakan kadar emasnya. Tapi hati-hati, stempel palsu juga makin canggih.

    5. Mudah berkarat

    Emas murni tidak akan berubah warna. Kalau emasmu memudar atau muncul karat, kemungkinan besar itu bukan emas murni.

    6. Mengapung di air

    Emas asli akan langsung tenggelam saat dimasukkan ke air. Kalau malah mengapung, bisa dipastikan itu palsu.

    7. Tidak meninggalkan bekas gigitan

    Emas murni itu lunak, jadi akan meninggalkan bekas gigitan. Tapi ini hanya berlaku untuk emas batangan dan koin, ya!

    8. Dering tidak nyaring

    Jatuhkan emas di permukaan keras seperti keramik. Emas asli menghasilkan suara dering panjang dan nyaring. Kalau suaranya pendek dan tumpul, waspadai keasliannya.

    9. Terlalu ringan

    Emas asli terasa berat saat diangkat. Kalau kamu merasa terlalu ringan untuk ukurannya, bisa jadi itu logam berlapis emas saja.

    Mau investasi emas? Bagus banget, apalagi harga emas jangka panjang cenderung naik! Tapi ingat, jangan sampai jadi korban emas palsu. Pastikan kamu beli di tempat resmi dan kenali tanda-tanda fisik emas asli agar investasi kamu aman dan untung maksimal.

     
    Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
    dan follow Channel WhatsApp Medcom.id

    (ANN)

  • Cerita Raimel Jesaja, dari Kajati Sultra Hingga Selamatkan Uang Negara

    Cerita Raimel Jesaja, dari Kajati Sultra Hingga Selamatkan Uang Negara

    Jakarta: Sepak terjang Raimel Jesaja menjadi sorotan di dunia hukum dan kejaksaan Indonesia. Membenahi internal instansi hingga menyelamatkan uang negara dari kasus korupsi

    Karier panjang pria berdarah Toraja itu menempati berbagai posisi strategis di lingkungan Kejaksaan Agung RI.

    Kiprahnya semakin mencolok saat Raimel Jesaja ditunjuk sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulawesi Tenggara (Sultra) pada Maret 2022.

    Penunjukan ini beriringan dengan rotasi terhadap 65 Aparatur Sipil Negara (ASN) di tubuh Kejaksaan, sebagaimana tertuang dalam Surat Keputusan Jaksa Agung Nomor 54 tentang Pemindahan, Pemberhentian, dan Pengangkatan dari dan Dalam Jabatan Struktural ASN Kejaksaan.

    Sebelum menjabat sebagai Kajati Sultra, Raimel memiliki rekam jejak panjang di berbagai wilayah Indonesia. Pada 2020, ia menjabat sebagai Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi (Wakajati) Sulawesi Utara (Sulut), kemudian pada tahun 2021 berpindah tugas menjadi Wakajati Sulawesi Selatan (Sulsel).

    Kiprah Raimel Jesajasebagai Kajati Sultra merupakan momen kembali ke daerah yang pernah dilayani sebelumnya. Pada tahun 2015, ia pernah bertugas sebagai Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) di Kejati Sultra, di mana pernah menangani berbagai kasus korupsi besar di provinsi tersebut. 

    Salah satu kasus yang menjadi sorotan adalah dugaan korupsi pembangunan kantor Bupati Konawe Utara (Konut) yang menjerat mantan Bupati Konut, Aswad Sulaiman.

    Kasus ini menyebabkan kerugian negara sebesar Rp2,3 miliar dan menjadi salah satu dari 45 kasus korupsi yang ditangani Kejati Sultra pada masa itu.

    “Aparatur Kejaksaan di Sultra harus mampu menjalankan tugas dan fungsinya dengan baik. Harus optimal soal pengetahuan hukum, wawasannya meluas dan lebih utama dapat memberikan kemanfaatan bagi Sultra,” ujar Raimel.

    Kinerja cemerlang Raimel Jesaja di Sultra mengantarkannya mendapat promosi pada tahun 2017 sebagai Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Jakarta Selatan. Ia menggantikan Sarjono Turin yang dipindahkan sebagai Aspidsus Kejati DKI Jakarta.

    Raimel Jesaja mendapat promosi ke posisi-posisi yang lebih strategis. Pada 14 September 2019, ia dipercaya menjabat sebagai Aspidsus Kejati Sumatera Selatan (Sumsel).

    Di Sumsel, dia menyelamatkan uang negara sebesar Rp5,3 miliar dalam kasus dugaan korupsi proyek jalan akses Bandara Atung Bungsu Kota Pagar Alam tahun anggaran 2013.

    Karier Raimel terus menanjak ketika ditunjuk sebagai koordinator pada satuan kerja Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Umum (Jampidum) Kejaksaan Agung.

    Tak lama berselang, pada tahun 2020, ia kembali mendapat promosi sebagai Wakajati Sulawesi Utara, kemudian pada 2021 menjadi Wakajati Sulawesi Selatan.

    Pada 8 Februari 2023, setelah satu tahun satu bulan menjabat sebagai Kajati Sultra, Raimel Jesaja kembali mendapatkan promosi. Ia diangkat sebagai Direktur Ekonomi dan Keuangan di Jaksa Agung Muda Intelijen (Jamintel) Kejaksaan Agung, sebuah posisi strategis dalam pengawasan dan penegakan hukum di sektor ekonomi dan keuangan.

    “Kita tidak pungkiri masih banyak perbuatan melawan hukum, kalau bisa kita berikan pemahaman dan pencegahan. Ini menjadi tantangan,” kata Raimel Jesaja.

    Jakarta: Sepak terjang Raimel Jesaja menjadi sorotan di dunia hukum dan kejaksaan Indonesia. Membenahi internal instansi hingga menyelamatkan uang negara dari kasus korupsi
     
    Karier panjang pria berdarah Toraja itu menempati berbagai posisi strategis di lingkungan Kejaksaan Agung RI.
     
    Kiprahnya semakin mencolok saat Raimel Jesaja ditunjuk sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulawesi Tenggara (Sultra) pada Maret 2022.

    Penunjukan ini beriringan dengan rotasi terhadap 65 Aparatur Sipil Negara (ASN) di tubuh Kejaksaan, sebagaimana tertuang dalam Surat Keputusan Jaksa Agung Nomor 54 tentang Pemindahan, Pemberhentian, dan Pengangkatan dari dan Dalam Jabatan Struktural ASN Kejaksaan.
     
    Sebelum menjabat sebagai Kajati Sultra, Raimel memiliki rekam jejak panjang di berbagai wilayah Indonesia. Pada 2020, ia menjabat sebagai Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi (Wakajati) Sulawesi Utara (Sulut), kemudian pada tahun 2021 berpindah tugas menjadi Wakajati Sulawesi Selatan (Sulsel).
     
    Kiprah Raimel Jesajasebagai Kajati Sultra merupakan momen kembali ke daerah yang pernah dilayani sebelumnya. Pada tahun 2015, ia pernah bertugas sebagai Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) di Kejati Sultra, di mana pernah menangani berbagai kasus korupsi besar di provinsi tersebut. 
     
    Salah satu kasus yang menjadi sorotan adalah dugaan korupsi pembangunan kantor Bupati Konawe Utara (Konut) yang menjerat mantan Bupati Konut, Aswad Sulaiman.
     
    Kasus ini menyebabkan kerugian negara sebesar Rp2,3 miliar dan menjadi salah satu dari 45 kasus korupsi yang ditangani Kejati Sultra pada masa itu.
     
    “Aparatur Kejaksaan di Sultra harus mampu menjalankan tugas dan fungsinya dengan baik. Harus optimal soal pengetahuan hukum, wawasannya meluas dan lebih utama dapat memberikan kemanfaatan bagi Sultra,” ujar Raimel.
     
    Kinerja cemerlang Raimel Jesaja di Sultra mengantarkannya mendapat promosi pada tahun 2017 sebagai Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Jakarta Selatan. Ia menggantikan Sarjono Turin yang dipindahkan sebagai Aspidsus Kejati DKI Jakarta.
     
    Raimel Jesaja mendapat promosi ke posisi-posisi yang lebih strategis. Pada 14 September 2019, ia dipercaya menjabat sebagai Aspidsus Kejati Sumatera Selatan (Sumsel).
     
    Di Sumsel, dia menyelamatkan uang negara sebesar Rp5,3 miliar dalam kasus dugaan korupsi proyek jalan akses Bandara Atung Bungsu Kota Pagar Alam tahun anggaran 2013.
     
    Karier Raimel terus menanjak ketika ditunjuk sebagai koordinator pada satuan kerja Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Umum (Jampidum) Kejaksaan Agung.
     
    Tak lama berselang, pada tahun 2020, ia kembali mendapat promosi sebagai Wakajati Sulawesi Utara, kemudian pada 2021 menjadi Wakajati Sulawesi Selatan.
     
    Pada 8 Februari 2023, setelah satu tahun satu bulan menjabat sebagai Kajati Sultra, Raimel Jesaja kembali mendapatkan promosi. Ia diangkat sebagai Direktur Ekonomi dan Keuangan di Jaksa Agung Muda Intelijen (Jamintel) Kejaksaan Agung, sebuah posisi strategis dalam pengawasan dan penegakan hukum di sektor ekonomi dan keuangan.
     
    “Kita tidak pungkiri masih banyak perbuatan melawan hukum, kalau bisa kita berikan pemahaman dan pencegahan. Ini menjadi tantangan,” kata Raimel Jesaja.

     
    Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
    dan follow Channel WhatsApp Medcom.id

    (FZN)

  • Nggak Punya Rumah Itu Miskin? Yuk, Bongkar Faktanya!

    Nggak Punya Rumah Itu Miskin? Yuk, Bongkar Faktanya!

    Jakarta: Punya rumah memang jadi impian banyak orang. Tapi kalau belum punya, masa langsung dibilang miskin? Yuk, kita bahas bareng seperti yang telah dirangkum dari Ruang Menyala.
     
    Belum lama ini, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait mengusulkan hal yang cukup bikin heboh. 
     
    Dalam acara Rakornas Keuangan Daerah Kemendagri, ia menyebut bahwa orang yang belum punya rumah sebaiknya dimasukkan dalam kategori miskin.

    “Saya pikir sangat pantas kita masukkan juga kalau orang belum punya rumah, rumah yang pertama, masuk kategori miskin,” kata Maruarar 
     
    Ia membandingkan usulannya dengan definisi miskin versi Bank Dunia yang berbasis konsumsi kalori harian. Menurutnya, kalau seseorang belum punya tempat tinggal tetap, apakah pantas dibilang sudah sejahtera hanya karena makannya cukup?
     

    Tapi… kata BPS, belum punya rumah bukan berarti miskin
    Kalau menurut data resmi dari Badan Pusat Statistik (BPS), status miskin ditentukan oleh pengeluaran per kapita per bulan, bukan soal punya rumah atau nggak.
     
    Dalam laporan Profil Kemiskinan Maret 2024, disebutkan bahwa:
     
    – Garis kemiskinan ditetapkan sebesar Rp595.242 per kapita per bulan
    – Terdiri dari kebutuhan makanan (Rp443.433) dan non-makanan (Rp151.809)
     
    Artinya, selama pengeluaranmu masih di atas garis tersebut, secara statistik kamu belum dikategorikan miskin meskipun belum punya rumah sendiri.
    Anak muda banyak yang belum punya rumah
    Kalau kita lihat tren sekarang, banyak milenial dan Gen Z yang belum punya rumah, tapi itu bukan berarti mereka miskin. Kenapa?

    1. Harga rumah tinggi, gaji jalan di tempat

    Harga properti naik terus, tapi gaji naiknya pelan. Beli rumah jadi terasa makin jauh dari jangkauan.

    2. Lebih pilih sewa untuk fleksibilitas

    Pindah-pindah kerja, cari tempat yang dekat kantor, atau belum pengin menetap—bikin sewa rumah jadi opsi yang lebih realistis.

    3. Bukan prioritas utama

    Buat sebagian orang, dana lebih baik dipakai buat investasi, pengembangan diri, atau kebutuhan lain yang lebih mendesak.

    Beli rumah vs kontrak
    Keputusan punya rumah sendiri atau menyewa itu balik lagi ke kebutuhan dan kondisi keuanganmu. Ini beberapa hal yang bisa jadi bahan pertimbangan:
     
    Kalau Beli Rumah:
    – Jadi aset jangka panjang
    – Bisa diwariskan atau dijual
    – Ada biaya besar di awal (DP, notaris, pajak)
    – Kurang fleksibel kalau sering pindah
     
    Kalau Sewa Rumah:
    – Biaya awal lebih ringan
    – Fleksibel kalau harus pindah
    – Tapi uang sewa hangus tiap bulan
    – Tidak punya aset jangka panjang
     
    Jadi nggak segampang itu dibilang miskin Bro! Meski usulan dari Menteri menyebut belum punya rumah bisa jadi indikator miskin, kenyataannya nggak sesederhana itu. 
     
    Selama pengeluaranmu cukup untuk hidup layak, punya pekerjaan, dan bisa menabung, kamu belum tentu masuk kategori miskin.

     
    Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
    dan follow Channel WhatsApp Medcom.id

    (ANN)