Category: Medcom.id News

  • Kenangan Abadi Pasangan Suami Istri tentang Konferensi Asia-Afrika 1955

    Kenangan Abadi Pasangan Suami Istri tentang Konferensi Asia-Afrika 1955

    Jakarta: Inen Rusnan adalah fotografer termuda Indonesia yang ditugaskan untuk meliput Konferensi Asia-Afrika 1955 yang diselenggarakan di Bandung, Provinsi Jawa Barat. Pada usia 18 tahun, Inen hilir mudik tanpa lelah untuk mengabadikan foto para delegasi dari setiap negara yang berpartisipasi selama acara bersejarah tersebut.
     
    Ketika Xinhua mewawancarainya belum lama ini di kediamannya di Bandung, Inen sudah berusia 88 tahun. Dia menjawab pertanyaan dengan bantuan istrinya, Dedeh Kurniasih (78), yang juga menyaksikan konferensi monumental tersebut.
     
    Pada 18 April 1955 pagi, Inen mengendarai sepeda motornya menyusuri jalan-jalan di Bandung menuju Hotel Savoy Homann. Di
    dalam tasnya, dia membawa hingga 20 rol film, yang akan ditambahnya kembali setelah semua film digunakan. 

    Tugas pertamanya adalah di lobi hotel, tempat dia memotret para delegasi yang sedang menunggu kedatangan presiden Republik Indonesia saat itu, Soekarno. Setelah menyelesaikan tugas tersebut, Inen pun berangkat menuju Gedung Merdeka, lokasi utama penyelenggaraan konferensi.
     
    Dari balkon yang menghadap ke aula, Inen memotret jalannya konferensi, termasuk pidato Soekarno yang penuh semangat. 
     
    “Foto adalah saksi sejarah,” kata Inen kepada Xinhua. “Saya memotret semua delegasi, terutama mereka yang duduk di bagian VIP, serta setiap momen penting.” 
     
    Baca juga: Bendera PBB dan Negara Asia Afrika Dikibarkan di Museum KAA Bandung
     
    Pada 1955, teknologi fotografi masih terbatas. Gambar masih dalam bentuk hitam putih, dan hanya segelintir orang yang tahu cara memakai kamera. Inen termasuk di antara mereka. Dia belajar fotografi pada usia 16 tahun dari ayah angkatnya, James Adiwijaya, pemilik James Press Photo Agency. 
     
    James-lah yang membawa Inen ke konferensi tersebut, dan foto-foto bidikannya didistribusikan ke surat kabar dan panitia acara.
     
    Di sela-sela sesi, Inen bergegas ke studio foto yang berjarak 5 km untuk mencetak foto-fotonya. Sebagian fotonya dikirim ke surat kabar untuk dijadikan berita utama keesokan harinya, sementara yang lainnya diberikan sebagai cendera mata untuk para delegasi. 
     
    Saat ini, banyak karyanya yang dipajang di Gedung Merdeka, yang kini menjadi Museum Konferensi Asia-Afrika.
     
    Sementara itu, Dedeh Kurniasih, yang saat itu duduk di bangku kelas dua sekolah dasar, termasuk salah satu anak yang terpilih untuk menyambut para delegasi. 
     
    Dedeh teringat bangun pagi-pagi sekali pada hari itu, kegembiraannya terlihat jelas saat dia dan kawan-kawan sekelasnya naik delman menuju Gedung Merdeka.
     
    Baca juga: Wapres Tegaskan Komitmen Indonesia bagi Negara Asia-Afrika
     
    “Bandung saat itu sangat ramai,” kenang Dedeh. “Orang-orang berjejer di jalan, pria, wanita, lansia, dan anak-anak, semua bersorak- sorai ketika para delegasi melintas dalam busana tradisional mereka.” 
     
    Dedeh dan kerumunan orang melambaikan bendera dan menyanyikan lagu “Halo-Halo Bandung” selama prosesi bersejarah tersebut dari Hotel Savoy Homann.
     
    Setelah menikah dengan Inen, Dedeh mendapatkan wawasan yang lebih dalam tentang konferensi tersebut melalui foto-fotonya. 
    Kini, pasangan tersebut kerap menerima kunjungan dari para jurnalis dan peneliti, dan sesekali mengajak cucu-cucu mereka ke museum untuk berbagi kenangan.
     
    Meskipun tujuh dekade telah berlalu, Konferensi Asia-Afrika 1955 tetap menjadi babak yang menentukan dalam hidup mereka, bukti sebuah momen ketika dunia berkumpul di Bandung. Dan seorang fotografer muda, bersama seorang anak sekolah, menjadi bagian dari sejarah. 

     
    Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
    dan follow Channel WhatsApp Medcom.id

    (TIN)

  • Di Tengah Paceklik Pendanaan, Eratani Raup Rp105 Miliar

    Di Tengah Paceklik Pendanaan, Eratani Raup Rp105 Miliar

    Jakarta: Saat banyak startup berguguran karena sulit mendapatkan dana, Eratani justru mencetak prestasi. Startup agritech ini sukses meraih pendanaan Seri A sebesar USD6,2 juta atau sekitar Rp105 miliar. 
     
    Putaran ini dipimpin oleh Clay Capital dengan dukungan dari TNB Aura, SBI Ven Capital, AgFunder, Genting Ventures, dan IIX.
     
    Kucuran dana segar ini membuktikan kepercayaan investor terhadap visi besar Eratani dalam mentransformasi sektor pertanian padi di Indonesia, sekaligus mendukung ambisi swasembada pangan nasional pada 2027.

    Pendanaan besar untuk dampak nyata di sawah
    Didirikan pada 2021, Eratani hadir sebagai solusi menyeluruh bagi petani kecil di sektor padi. Lewat platform digitalnya, Eratani telah memberdayakan lebih dari 34.000 petani di Jawa dan Sulawesi, mengelola 13.000 hektar lahan pertanian padi, meningkatkan hasil panen hingga 29 persen dan pendapatan petani sampai 25 persen di 2024, memproduksi 112.000 ton beras dan gabah untuk memperkuat ketahanan pangan nasional.

    “Di Eratani, kami membuktikan bahwa dampak ekonomi dan sosial dapat berjalan beriringan dengan keberlanjutan lingkungan,” ujar Co-founder dan CEO Eratani Andrew Soeherman, dalam keterangan tertulis, Sabtu, 19 April 2025.
     
    “Fokus kami bukan pada ekspansi yang serba cepat, melainkan pada pembangunan fondasi yang kokoh agar kami dapat tumbuh secara strategis,” imbuh dia.
     

    Menyatukan ekosistem pertanian 
    Menurutnya, masalah utama sektor pertanian padi di Indonesia adalah ekosistemnya yang tercerai-berai. Oleh karena itu, Eratani menjawab tantangan ini lewat pendekatan digital yang menyatukan berbagai pemangku kepentingan.
     
    Petani bisa mengakses pendanaan terjangkau, bibit dan pupuk berkualitas, layanan konsultasi agronomi, hingga akses pasar. Semua disediakan dalam satu platform yang terintegrasi.
     
    “Dengan memanfaatkan wawasan berbasis data, kami dapat mengelola risiko dengan lebih efektif dan mendukung pengambilan keputusan yang lebih cerdas di lapangan,” ujar Susilo, Co-founder dan CFO Eratani, Bambang Cahyo.
    Petani kecil beri dampak besar
    Eratani tak hanya membantu meningkatkan kesejahteraan petani, tapi juga berkontribusi besar terhadap lingkungan. Pasalnya, budidaya padi diketahui menyumbang 1,5–2 persen dari total emisi gas rumah kaca global, setara dengan seluruh sektor penerbangan.
     
    “Eratani meredefinisi apa yang bisa dicapai oleh petani kecil di Indonesia,” kata Partner di Clay Capital, Gerard Chia.
     
    “Model terintegrasi dan berorientasi pada petani yang diterapkan Eratani membedakannya dari platform agritech pada umumnya. Eratani punya potensi mendorong perubahan sistemik melalui praktik berkelanjutan dan membuka peluang baru di pasar karbon,” jelas dia.
     
    Dengan tambahan pendanaan ini, Eratani akan memperluas adopsi teknologi pertanian presisi, mekanisasi, dan praktik budidaya ramah lingkungan. Tujuannya untuk meningkatkan produktivitas, profitabilitas, serta mendukung target iklim dan ketahanan pangan nasional.
     
    Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
    dan follow Channel WhatsApp Medcom.id

    (ANN)

  • Deretan Pekerjaan Ini Terancam Hilang karena AI dalam 20 Tahun ke Depan

    Deretan Pekerjaan Ini Terancam Hilang karena AI dalam 20 Tahun ke Depan

    Jakarta: Teknologi kecerdasan buatan (AI) memang menjanjikan kemudahan dan efisiensi. Namun, di balik manfaatnya, para ahli memperingatkan bahwa sejumlah pekerjaan berisiko hilang dalam 20 tahun ke depan akibat otomatisasi. 
     
    Fakta ini terungkap dalam laporan Pew Research Center yang mewawancarai lebih dari 1.000 pakar AI dan 5.400 orang dewasa di Amerika Serikat.
     
    Sebanyak 56 persen ahli AI optimistis bahwa teknologi ini akan memberikan dampak positif bagi pekerjaan dan ekonomi, dibandingkan hanya 17 persen dari masyarakat umum. 

    Namun, mereka juga mengakui bahwa sejumlah pekerjaan memang rentan digantikan oleh AI.

    Daftar pekerjaan yang paling terancam oleh AI
    Merangkum artikel CNBC International, Sabtu, 19 April 2025, berikut beberapa jenis pekerjaan yang dinilai paling berisiko hilang dalam dua dekade ke depan:
     
    Kasir: 73 persen ahli setuju profesi ini mudah tergantikan mesin otomatis.
    Pengemudi truk: 62 persen ahli yakin kendaraan tanpa awak akan jadi tren masa depan.
    Jurnalis: 60 persen menyebut profesi ini akan terdampak, terutama pada aspek penulisan berita standar.
    Pekerja pabrik: 60 persen menyatakan otomatisasi akan menggantikan tenaga manusia.
    Insinyur perangkat lunak: 50 persen menilai AI bisa menulis kode dan menganalisis data lebih cepat.
     
    Menariknya, masyarakat umum tak sejalan dengan para ahli soal pengemudi truk. Hanya 33 persen publik yang percaya profesi ini akan tergantikan, padahal para peneliti AI melihat potensi besar dalam kendaraan otonom.
     

    AI dan ekonomi
    Para ahli melihat bahwa AI akan membantu banyak orang bekerja lebih efisien dan produktif. Beberapa bidang yang dinilai akan paling diuntungkan termasuk sektor kesehatan, di mana AI bisa mempercepat diagnosis dan meningkatkan pelayanan pasien.
     
    Namun, tak semua bidang akan diuntungkan. Bidang media dan jurnalisme, misalnya, dinilai kurang mendapatkan manfaat AI, terutama terkait penyebaran berita akurat dan independen.
    Kesenjangan Gender di Kalangan Ahli AI
    Satu temuan menarik lainnya adalah soal perbedaan pandangan antara pria dan wanita di kalangan pakar AI:
     
    – 63 persen pria merasa AI akan berdampak positif, dibandingkan hanya 36 persen wanita.
    – 53 persen pria lebih semangat ketimbang khawatir terhadap AI, sementara hanya 30 persen wanita yang berpandangan sama.
    – 81 persen pria percaya AI akan membawa manfaat pribadi bagi mereka, sedangkan hanya 64 persen wanita yang setuju.
     
    Ketimpangan gender ini juga disoroti karena profesi di bidang AI masih didominasi laki-laki. 
    Padahal, jika perempuan kurang terlibat dalam pengembangan AI, teknologi ini dikhawatirkan tidak akan merefleksikan kebutuhan seluruh masyarakat secara adil.

     
    Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
    dan follow Channel WhatsApp Medcom.id

    (ANN)

  • Orang Termuda yang Bermain Ski Sendirian ke Kutub Selatan!

    Orang Termuda yang Bermain Ski Sendirian ke Kutub Selatan!

    Jakarta: Namanya Karen Kyllesø. Di usia 21 tahun, ia menjadi orang termuda yang bermain ski sendirian ke Kutub Selatan, menaklukkan rute sejauh 1.130 km dari Hercules Inlet ke titik geografis kutub. Prestasi ini memecahkan rekor sebelumnya yang dipegang Pierre Hedan saat berusia 26 tahun.
     
    Tumbuh di Norwegia, Karen terbiasa dengan kehidupan luar ruangan. Ia sering membuat api unggun, berkemah, dan bermain ski sejak kecil. Tak heran jika ia sudah memiliki mimpi besar sejak remaja.
    Mimpi besar sejak usia 14 tahun
    Merangkum dari The Guardian, Sabtu, 19 April 2025, dia menceritakan kisahnya. Pada usia 14 tahun, Karen memutuskan ingin menjadi wanita termuda yang bermain ski melintasi Greenland. Walau tubuhnya kecil dan tingginya kurang dari 5 kaki, semangatnya besar. 
     
    Ia sempat ditolak beberapa perusahaan ekspedisi karena dianggap terlalu muda, sampai akhirnya bertemu dengan Lars Ebbesen, pemandu kutub berpengalaman yang percaya pada mimpinya.

    Sebelum menyeberangi Greenland, Karen harus membuktikan kemampuannya dengan ekspedisi ke daerah terpencil di Norwegia utara, Finnmark. Suhu bisa turun hingga -35°C, tapi dia jatuh cinta pada tantangan itu. Ekspedisi Greenland memakan waktu 28 hari dan membuatnya cepat tumbuh dewasa.
     
    “Ibu saya bahkan tidak ingat saya remaja,” katanya mengenang.
     

    Menyiapkan misi ke Antartika diam-diam
    Di ulang tahunnya yang ke-15, Karen memutuskan untuk bermain ski ke Kutub Selatan. Awalnya hanya ayahnya yang tahu, karena sang ibu lebih realistis dan penuh kekhawatiran. Namun pada akhirnya, kedua orang tuanya menjadi pendukung utama mimpinya.
     
    “Mereka adalah teladan yang luar biasa. Banyak orang tua meminta anaknya menunggu sampai dewasa untuk mengejar mimpi. Tapi kalau terlalu lama menunggu, hidup keburu penuh komitmen lain,” ujar Karen.
    54 hari yang tak terlupakan
    Karen menghabiskan dua bulan sebelum keberangkatan dengan latihan fisik intensif dan makan besar, termasuk dua kali makan malam, es krim, dan puding cokelat. Ia harus menaikkan berat badan sebanyak 10 persen demi menarik kereta luncur penuh perbekalan.
     
    Selama ekspedisi, ia mendengarkan podcast dan playlist buatan saudaranya, namun seiring waktu, ia lebih menikmati kesunyian. Hari-hari berat dihabiskan melawan salju setinggi lutut dan suhu ekstrem di dataran tinggi 2.800 meter.
     
    “Saya kesulitan bernapas, paru-paru saya terasa sakit,” katanya.
     
    Namun fokusnya tetap kuat sampai tiba di tujuan setelah 54 hari. 
    “Saya tidak membiarkan diri saya merasakan banyak hal sebelum sampai, karena harus tetap fokus. Tapi ketika tiba, rasanya luar biasa,” ucapnya.
    “Telur Kutub” yang menetas
    Julukan “telur kutub” diberikan Lars Ebbesen saat Karen pertama kali menjajal Greenland. Julukan itu berarti suatu saat ia akan menetas dan melakukan ekspedisi besar sendirian. Dan itu benar-benar terjadi.
     
    Setelah mencapai Kutub Selatan, Karen mengirim emoji anak ayam yang baru menetas tanda bahwa ia bukan sekadar pemimpi lagi. Kini, ia adalah panutan sejati bagi para penjelajah muda di seluruh dunia.

     
    Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
    dan follow Channel WhatsApp Medcom.id

    (ANN)

  • Jangan Asal Belanja! Ini Cara Terapkan Sustainable Fashion yang Bisa Selamatkan Bumi

    Jangan Asal Belanja! Ini Cara Terapkan Sustainable Fashion yang Bisa Selamatkan Bumi

    Jakarta: Setiap 22 April, dunia merayakan Hari Bumi untuk mengingatkan kita bahwa menjaga bumi bukan hanya tugas para aktivis atau pemerintah saja, tapi juga tanggung jawab setiap individu. 
     
    Salah satu cara paling sederhana namun berdampak besar untuk ikut serta adalah dengan memperhatikan cara kita berpakaian. Ya, pilihan pakaianmu bisa jadi penyelamat bumi.
     
    Menurut data UN Environment Programme (UNEP), setiap tahun ada sekitar 92 juta ton limbah tekstil yang diproduksi secara global. 

    Limbah ini membutuhkan waktu puluhan tahun untuk terurai dan menghasilkan gas rumah kaca yang berbahaya bagi lingkungan.

    Kenapa fesyen bisa merusak bumi?
    Industri fesyen sangat bergantung pada energi non-terbarukan dalam proses produksinya, mulai dari pengolahan bahan baku hingga distribusi. 
     
    Belum lagi budaya fast fesyen yang mendorong produksi dan konsumsi berlebihan, memperparah dampak terhadap lingkungan.
     
    Sejalan dengan tema Hari Bumi 2025 “Energi Kita, Planet Kita”, Allianz Indonesia mengajak karyawannya untuk mulai mengadopsi budaya sustainable dan slow fesyen. 
     
    Gerakan ini dibahas dalam acara NgobrAZ (Ngobrol Bareng Allianz Citizens) yang menghadirkan Intan Anggita Pratiwi, pendiri social enterprise yang fokus pada limbah fesyen.
     
    Head of Corporate Communications Allianz Indonesia Wahyuni Murtiani juga menegaskan pentingnya kontribusi individu terhadap lingkungan. 
     
    “Dengan memiliki kesadaran dan pengetahuan mengenai keberlanjutan yang tepat, setiap aksi nyata akan dapat berdampak positif bagi lingkungan,” kata Wahyuni dalam keterangan tertulis, Sabtu, 19 April 2025.
     

    4R: Kunci utama fesyen ramah lingkungan
    Konsep 4R (Reuse, Reduce, Repair, Recycle) bisa menjadi panduan praktis untuk fesyen ramah lingkungan:
     
    Reuse: Gunakan kembali pakaian, tas, atau sepatu yang masih layak. Bisa dengan mendonasikan, menukar, atau menyulapnya jadi barang baru.
    Reduce: Kurangi konsumsi fesyen baru. Pilih produk berkualitas tinggi yang tahan lama dan ramah lingkungan.
    Repair: Perbaiki barang yang rusak sebelum memutuskan membuangnya.
    Recycle: Daur ulang pakaian yang sudah tidak digunakan agar tidak berakhir di TPA.

    Tips cerdas belanja oakaian anti impulsif

    Kenali gaya personal kamu biar enggak gampang tergoda tren.
    Pilih model pakaian yang timeless dan bisa dipakai di banyak kesempatan.
    Lebih baik punya 1-2 tas dan sepatu berkualitas tinggi daripada punya banyak tapi cepat rusak.

    Cek label! Pilih kain yang lebih bersahabat dengan alam
    Kamu juga bisa mulai dengan memilih bahan pakaian yang ramah lingkungan. Cek label bahan dan cari yang tertulis “100 persen katun” atau serat alami seperti wol, sutra, flax, atau serat dari pisang dan nanas. Hindari bahan sintetis seperti polyester dan nylon yang sulit terurai.

    Dukung brand lokal yang peduli bumi
    Brand lokal yang memproduksi batik, tenun, atau fesyen dari bahan alami dan pewarna ramah lingkungan layak kamu dukung. Begitu juga dengan produk fesyen seperti tas dari plastik daur ulang atau sepatu berbahan kanvas dan karet daur ulang.
     
    Jadi, mulai sekarang, yuk pilih gaya yang enggak cuma bikin kamu tampil kece, tapi juga bantu selamatkan bumi!

     
    Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
    dan follow Channel WhatsApp Medcom.id

    (ANN)

  • Daftar Harga Pangan Hari Ini

    Daftar Harga Pangan Hari Ini

    Jakarta: Harga pangan hari ini kembali mengalami fluktuasi. Melansir Antara, berdasarkan data Badan Pangan Nasional (Bapanas) per Sabtu, 19 April 2025, harga cabai rawit merah dan bawang merah tercatat mengalami penurunan.
     
    Harga cabai rawit merah turun dari Rp80.961 menjadi Rp74.103 per kilogram. Begitu juga dengan harga bawang merah yang kini di angka Rp44.306 per kilogram dari sebelumnya Rp45.306.
     
    Namun, meski turun, harga dua komoditas ini masih terbilang mahal dan cukup membebani kantong rumah tangga.
    Harga beras premium dan medium naik tipis
    Kenaikan harga juga terlihat pada komoditas beras. Beras premium kini berada di harga Rp16.097 per kilogram, naik tipis dari Rp15.546. Beras medium naik menjadi Rp13.903 dari sebelumnya Rp13.695. Sementara itu, beras SPHP Bulog juga ikut naik ke harga Rp12.744 dari Rp12.615 per kilogram.
     

    Daging sapi turun, ayam dan telur naik
    Kabar baik datang dari harga daging sapi murni yang turun ke Rp131.348 dari sebelumnya Rp136.085 per kilogram. 

    Sebaliknya, daging ayam ras naik tipis dari Rp34.535 ke Rp35.691, begitu pula telur ayam ras yang naik menjadi Rp29.020 dari Rp28.925.

    Minyak goreng dan gula konsumsi bervariasi
    Untuk minyak goreng, harga kemasan naik ke Rp20.612 per liter dari sebelumnya Rp20.565. Minyakita juga ikut naik ke Rp17.653 per liter. Sedangkan minyak goreng curah justru turun tipis ke Rp17.781 dari Rp17.908 per liter.
     
    Gula konsumsi mengalami penurunan harga dari Rp18.522 menjadi Rp18.431 per kilogram.
    Harga ikan dan tepung terigu ikut bergeser
    Harga ikan juga turut bergeser. Ikan kembung turun ke Rp39.603 dari Rp41.108 per kg, ikan tongkol naik ke Rp36.853 dari Rp33.957, dan ikan bandeng naik ke Rp36.135 dari sebelumnya Rp34.015.
     
    Untuk tepung terigu curah naik ke Rp10.197 dari Rp9.777 per kg, sementara tepung kemasan justru turun ke Rp12.694 dari Rp12.917.
     
    Garam konsumsi juga turun harga dari Rp11.673 menjadi Rp10.703 per kg. Sementara itu, daging kerbau beku impor merosot signifikan ke harga Rp87.500 dari Rp107.674 per kg.
     
    Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
    dan follow Channel WhatsApp Medcom.id

    (ANN)

  • Jumlah Uang Tunai Ideal yang Harus Kamu Simpan di Rumah Menurut Para Ahli

    Jumlah Uang Tunai Ideal yang Harus Kamu Simpan di Rumah Menurut Para Ahli

    Jakarta: Di tengah ketidakpastian ekonomi dan potensi gangguan sistem pembayaran digital, banyak orang mulai berpikir ulang soal pentingnya menyimpan uang tunai di rumah. 
     
    Meski zaman sekarang serba digital, para ahli keuangan menyarankan agar tetap ada cadangan uang fisik sebagai antisipasi jika terjadi kondisi darurat seperti pemadaman listrik, bencana alam, atau sistem pembayaran yang terganggu.
    Berapa jumlah yang disarankan oleh ahli keuangan?
    Melansir CNBC International, Sabtu, 19 April 2025, menurut Matthew Saneholtz, CFP dari Tobias Financial Advisors di Florida dirinya merasa nyaman dengan menyimpan uang tunai USD500-USD1.000 untuk masalah tidak terduga. Jika dirupiahkan uang tunai yang harus disiapkannya itu minimal sekitar Rp8 juta.
     
    Sementara itu, Crystal McKeon dari TSA Wealth Management menyarankan nominal yang sedikit lebih kecil namun tetap fungsional.
     
    “Menyimpan USD300 hingga USD500 di rumah untuk keadaan darurat atau pengeluaran tunai yang tak terduga adalah hal yang masuk akal,” ujar dia.
     

    Risiko menyimpan uang tunai terlalu banyak
    Menyimpan uang tunai di rumah memang tergantung preferensi pribadi. Tapi jangan sampai berlebihan. Melissa Caro, CFP dan pendiri My Retirement Network mengingatkan agar tidak menyimpang uang berlebihan.

    “Saya tidak akan berlebihan dalam menggunakan uang tunai, karena tidak diasuransikan oleh FDIC dan tidak menghasilkan bunga,” ucap dia.
     
    FDIC hanya menjamin uang yang disimpan di rekening bank, bukan uang fisik di rumah. Selain itu, uang tunai juga rawan hilang, dicuri, atau bahkan digunakan tanpa perencanaan matang. 
     
    Nicole Sullivan dari Prism Planning Partners juga menyebutkan, jika kamu memiliki sejumlah besar uang fisik, kamu mungkin akan lebih tergoda untuk membelanjakan uang tersebut untuk hal-hal yang seharusnya dihindari.

    Jangan lupa dana darurat di rekening
    Selain uang tunai fisik, jangan lupakan dana darurat dalam bentuk tabungan di bank. Umumnya, ahli keuangan menyarankan menabung tiga hingga enam bulan pengeluaran penting di rekening yang mudah diakses. 
     
    Bahkan di tengah kondisi ekonomi yang tidak pasti, disarankan untuk menyiapkan dana hingga setahun penuh pengeluaran, terutama jika bekerja di industri yang rawan pemutusan hubungan kerja.
     
    “Jika kamu berada di industri yang kemungkinan besar akan mengalami PHK… simpanlah untuk jangka waktu sekitar sembilan hingga 12 bulan,” ujar Saneholtz.
     
    Namun faktanya, banyak orang belum memiliki dana darurat sama sekali. Berdasarkan survei U.S. News & World Report 2025, sekitar 42 persen warga Amerika tidak memiliki tabungan darurat, dan 40 persen tidak bisa menutupi pengeluaran tak terduga sebesar USD1.000.

     
    Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
    dan follow Channel WhatsApp Medcom.id

    (ANN)

  • Investor Masih Wait and See? Reksa Dana Pasar Uang Bisa Jadi Pelabuhan Aman!

    Investor Masih Wait and See? Reksa Dana Pasar Uang Bisa Jadi Pelabuhan Aman!

    Jakarta: Di tengah tekanan pasar modal Indonesia yang cukup berat di awal tahun 2025, banyak investor memilih untuk bersikap “wait and see” alias menunggu kondisi lebih stabil sebelum kembali masuk ke pasar saham.
     
    Head of Research & Chief Economist Mirae Asset, Rully Arya Wisnubroto mencatat, hingga kuartal pertama 2025, arus dana asing keluar dari pasar saham mencapai Rp30,3 triliun (USD1,8 miliar). Bahkan tekanan itu berlanjut di April dengan outflow tambahan Rp15,5 triliun.
     
    “Kondisi tersebut mencerminkan kekhawatiran pasar terhadap tantangan ekonomi global dan domestik,” ujar Rully dalam keterangan tertulis, Sabtu, 19 April 2025.
     

    Dana menganggur? Coba reksa dana pasar uang 
    Untuk investor yang masih ragu-ragu, PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menyarankan solusi investasi jangka pendek yakni reksa dana pasar uang dengan fasilitas pencairan cepat alias sameday redemption.

    “Saat pelaku pasar cenderung wait & see, dana menganggur bisa dimanfaatkan dengan berinvestasi ke instrumen jangka pendek seperti reksa dana pasar uang. Terlebih lagi, produk dengan likuiditas tinggi karena punya fasilitas sameday redemption,” ujar Head of Wealth Management Mirae Asset, M. Arief Maulana.
     
    Fasilitas ini memungkinkan investor mencairkan dana di hari yang sama, cocok untuk mereka yang ingin langsung masuk ke saham saat melihat momentum yang pas tanpa khawatir gagal settlement.
     
    Mirae Asset baru saja meluncurkan reksa dana pasar uang bernama Capital Optimal Cash hasil kolaborasi dengan PT Capital Asset Management. Produk ini bukan hanya menawarkan likuiditas tinggi, tapi juga return yang mengalahkan deposito.
     

    “Selama setahun terakhir, imbal hasil atau return Capital Optimal Cash mencapai 4,36 persen di atas deposito perbankan acuan 3,25 persen,” jelas Head of Investment Capital Asset Management, Wisnu Karto.
     
    Akses terhadap reksa dana pasar uang semakin mudah melalui platform NAVI milik Mirae Asset. NAVI tersedia dalam versi web dan aplikasi, serta memasarkan ratusan produk reksa dana dari berbagai manajer investasi terpercaya.
     
    Dengan kondisi pasar yang masih diliputi ketidakpastian, reksa dana pasar uang terutama yang punya fitur sameday redemption jadi opsi menarik untuk tetap produktif mengelola dana. 
     
    Apalagi jika instrumennya punya return menarik, bisa diakses digital, dan dikelola oleh tim profesional.
     
    Buat kamu yang masih galau menanti arah pasar, mungkin ini saatnya parkirkan dulu dana di tempat yang aman tapi tetap cuan!

     
    Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
    dan follow Channel WhatsApp Medcom.id

    (ANN)

  • Kondisi Makin Panas! Ini Tips Investasi Aman saat Perang Dagang Bikin Pasar Goyang

    Kondisi Makin Panas! Ini Tips Investasi Aman saat Perang Dagang Bikin Pasar Goyang

    Jakarta: Perang dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok kembali memanas. Ketegangan ini bikin pasar keuangan global makin tidak menentu. 
     
    Buat kamu yang sedang berinvestasi, kondisi seperti ini tentu bikin deg-degan. Tapi tenang, ada cara agar investasi tetap aman meski dunia sedang gonjang-ganjing.
    Perang dagang makin memanas, investor harus apa?
    Awal April lalu, Presiden AS Donald Trump kembali mengumumkan kebijakan tarif global. Tarif dasar 10 persen tetap berlaku untuk 56 negara, meski ada jeda sementara untuk tarif tambahan selama 90 hari. 
     
    Tapi untuk Tiongkok, tarif justru dinaikkan dari 104 persen menjadi 125 persen, sebagai balasan atas keputusan Tiongkok yang juga meningkatkan tarif produk AS dan mengajukan gugatan ke WTO.

    Tak tinggal diam, Tiongkok ikut menaikkan tarif barang impor dari AS jadi 125 persen. Kondisi ini menambah ketidakpastian di pasar global. Belum lagi ada sinyal baru dari Trump soal tarif semikonduktor yang bakal diumumkan dalam waktu dekat. Semua ini menunjukkan bahwa volatilitas pasar masih akan terus berlanjut.
     

    Diversifikasi adalah kunci bertahan
    Merangkum dari artikel Bibit, ketika market sedang tidak bersahabat, hal pertama yang wajib dilakukan investor adalah mengecek ulang portofolio. Jangan menaruh semua telur di satu keranjang!
     
    Diversifikasi portofolio ke berbagai jenis aset bisa bantu mengurangi risiko saat pasar sedang fluktuatif. Ini penting supaya kamu nggak panik saat salah satu aset turun nilainya.
    All-weather portfolio, jurus Ray Dalio hadapi gejolak pasar
    Kamu juga bisa coba strategi investasi yang dikenal sebagai All-Weather Portfolio. Strategi ini dipopulerkan oleh Ray Dalio, seorang investor kawakan dunia.
     
    Konsepnya simpelnya, alokasikan aset ke dalam beberapa kategori seperti saham, obligasi, emas, dan instrumen lain, sehingga portofolio tetap kuat dalam kondisi apapun entah inflasi, resesi, atau booming ekonomi.
     
    Tujuannya bukan untuk cuan besar dalam waktu singkat, tapi untuk menjaga nilai portofolio tetap tumbuh stabil dalam jangka panjang.
    Pilihan investasi saat market nggak stabil
    Kalau kamu tipe investor yang gampang panik saat pasar gonjang-ganjing, nggak ada salahnya untuk mulai fokus ke aset yang lebih stabil.
     
    Beberapa alternatif yang bisa kamu pertimbangkan antara lain:
     
    – Reksa dana pasar uang: Cocok buat investor konservatif, rendah risiko dan relatif stabil.
    – Obligasi pemerintah tenor pendek (FR): Memberikan imbal hasil tetap dengan risiko yang relatif kecil.
     
    Instrumen-instrumen ini bisa jadi “tempat berteduh” saat badai di pasar belum reda.
     
    Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
    dan follow Channel WhatsApp Medcom.id

    (ANN)

  • Harga Emas Antam Hari Ini Stabil, Waktunya Kamu Borong?

    Harga Emas Antam Hari Ini Stabil, Waktunya Kamu Borong?

    Jakarta: Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada Sabtu, 19 April 2025, tidak mengalami perubahan alias stagnan dibandingkan hari sebelumnya. 
     
    Berdasarkan informasi dari situs resmi Logam Mulia, harga emas Antam untuk ukuran satu gram masih berada di angka Rp1.965.000.
     
    Sementara itu, harga buyback atau harga jual kembali emas juga tidak berubah, yaitu tetap di level Rp1.814.000 per gram. Kondisi ini menunjukkan stabilitas harga emas Antam menjelang akhir pekan.

    Daftar harga emas Antam berbagai ukuran
    Berikut adalah rincian harga emas Antam berdasarkan ukuran:
     
    Emas batangan 0,5 gram: Rp1,032 juta.
    Emas batangan 1 gram: Rp1,965 juta.
    Emas batangan 2 gram: Rp3,870 juta.
    Emas batangan 3 gram: Rp5,780 juta.
    Emas batangan 5 gram: Rp9,600 juta.
    Emas batangan 10 gram: Rp19,145 juta.
    Emas batangan 25 gram: Rp47,737 juta.
    Emas batangan 50 gram: Rp95,395 juta.
    Emas batangan 100 gram: Rp190,712 juta.
    Emas batangan 250 gram: Rp476,515 juta.
    Emas batangan 500 gram: Rp952,820 juta.
    Emas batangan 1.000 gram: Rp1,905 miliar.
     

    Harga emas stabil, saatnya beli?
    Meski tidak mengalami kenaikan, harga emas Antam yang stabil seperti saat ini bisa menjadi peluang menarik bagi kamu yang ingin mulai investasi logam mulia. Harga yang tidak fluktuatif memberikan rasa aman bagi investor pemula maupun kolektor emas.

    Selain sebagai instrumen investasi jangka panjang, emas batangan Antam juga sering dijadikan sebagai dana darurat atau pelindung nilai (hedging) saat inflasi meningkat.
     
    Harga emas Antam hari ini tetap di posisi yang sama, tapi justru inilah momen yang pas untuk mempertimbangkan investasi. Dengan harga stabil dan permintaan yang terus ada, emas tetap menjadi pilihan investasi yang aman dan menguntungkan.
     
    Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
    dan follow Channel WhatsApp Medcom.id

    (ANN)