Category: Medcom.id News

  • Kekerasan Terhadap Jurnalis Masih Sering Terjadi di Wilayah Ini

    Kekerasan Terhadap Jurnalis Masih Sering Terjadi di Wilayah Ini

    Jakarta: Kekerasan dan ancaman terhadap insan pers masih terjadi, terutama di beberapa wilayah di Indonesia. Dalam laporan Jurnalisme Aman yang dirilis Yayasan TIFA membeberkan tiga wilayah dengan tingkat kekerasan tinggi terhadap jurnalis yakni di Aceh, Sulawesi Tengah, dan Papua Barat Daya.

    Dari total 55 jurnalis yang diwawancarai di tiga wilayah tersebut, menyatakan pernah mengalami kekerasan atau ancaman dalam menjalankan tugas jurnalistik, baik secara fisik, verbal, maupun digital. Sebanyak 65 persen dari mereka mengaku sering menghadapi kekerasan atau intimidasi.

    Project Officer Jurnalisme Aman, Arie Mega mengungkapkan jenis kekerasan yang dialami jurnalis di tiga wilayah itu juga berbeda. Di Aceh, jenis kekerasan utama antara lain intimidasi dan ancaman verbal, larangan liputan, perampasan alat dan kekerasan pasca-publikasi.

    Di Sulawesi Tengah, jenis kekerasan utama antara lain kekerasan fisik saat demo dan liputan Program Strategis Nasional (PSN), pemaksaan penghapusan dokumentasi hingga pelecehan seksual. Sedangkan, jenis kekerasan jurnalis di Papua Barat Daya lebih bersifat multidimensi berbasis ras, gender, dan politik.

    “Upaya penanganan kekerasan terhadap jurnalis sejauh ini masih terfragmentasi. Nota kesepahaman antara Dewan Pers dan Polri belum sepenuhnya diterapkan di daerah. Pelatihan keamanan jurnalistik belum menjadi bagian dari program wajib di media atau organisasi profesi. SOP peliputan di lapangan tidak tersedia atau tidak diketahui oleh aparat, dan sistem aduan yang aman belum dibentuk secara merata di wilayah,” kata Arie Mega dalam Konsultasi Forum Nasional: ‘Diseminasi Report Assessment Kekerasan Jurnalis’, Selasa, 5 Agustus 2025.

    Ia menambahkan, perlindungan terhadap jurnalis di Indonesia saat ini bersandar pada regulasi yang kuat secara normatif, tetapi lemah dalam pelaksanaan sehingga menjadikan perlindungan terhadap jurnalis lebih bersifat simbolis daripada substantif. 

    Yayasan TIFA memberikan empat rekomendasi yang harus dijalankan pemerintah untuk melindungi jurnalis dalam menjalankan tugasnya. Pertama, perlu adanya pembentukan Rencana Aksi Nasional Perlindungan Jurnalis (RAN-PJ). Inisiatif ini bersifat lintas sektor dan menuntut adanya komitmen politik yang kuat hingga dukungan anggaran.

    Kedua, adanya pembentukan unit khusus di tubuh kepolisian dan kejaksaan yang secara spesifik menangani kasus-kasus kekerasan, kriminalisasi, atau intimidasi terhadap jurnalis.

    “Rekomendasi ketiga adalah penguatan mekanisme pemulihan korban, termasuk dukungan dalam aspek hukum, psikososial, maupun perlindungan digital, supaya jurnalis yang menjadi korban kekerasan dapat kembali menjalankan perannya dengan aman. Rekomendasi keempat menyoroti pentingnya penguatan Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) di tingkat daerah,” ungkap Arie.
     
    Kekerasan jurnalis adalah persoalan serius

    Ketua Umum Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Nani Afrida, mengungkapkan bahwa kekerasan terhadap jurnalis di Indonesia masih menjadi persoalan serius. Meskipun situasi tampak baik-baik saja, kenyataannya banyak jurnalis menghadapi intimidasi dan kekerasan di lapangan.

    “Kondisi negara kita sudah mengarah ke otoritarian. Jurnalis makin takut melaporkan kebenaran. Kalau ini terus terjadi, masyarakat akan tersesat oleh propaganda dan disinformasi,” ujarnya.

    Kepala Biro Dukungan Penegakan HAM Komnas HAM, Imelda Saragih, menyatakan bahwa perlindungan terhadap jurnalis adalah bagian dari mandat kerja Komnas HAM. Ia menyebut bahwa kebebasan pers dan berpendapat dijamin oleh konstitusi dan perundang-undangan nasional. Menurut dia, tren ancaman dan serangan terhadap jurnalis merupakan bentuk pelanggaran HAM.

    Sementara itu, turut Dewan Pers mendorong terbentuknya satuan tugas lintas lembaga yang mampu merespons tidak hanya insiden kekerasan, tetapi juga memperbaiki ekosistem yang memicu ancaman terhadap jurnalis.

    Jakarta: Kekerasan dan ancaman terhadap insan pers masih terjadi, terutama di beberapa wilayah di Indonesia. Dalam laporan Jurnalisme Aman yang dirilis Yayasan TIFA membeberkan tiga wilayah dengan tingkat kekerasan tinggi terhadap jurnalis yakni di Aceh, Sulawesi Tengah, dan Papua Barat Daya.
     
    Dari total 55 jurnalis yang diwawancarai di tiga wilayah tersebut, menyatakan pernah mengalami kekerasan atau ancaman dalam menjalankan tugas jurnalistik, baik secara fisik, verbal, maupun digital. Sebanyak 65 persen dari mereka mengaku sering menghadapi kekerasan atau intimidasi.
     
    Project Officer Jurnalisme Aman, Arie Mega mengungkapkan jenis kekerasan yang dialami jurnalis di tiga wilayah itu juga berbeda. Di Aceh, jenis kekerasan utama antara lain intimidasi dan ancaman verbal, larangan liputan, perampasan alat dan kekerasan pasca-publikasi.

    Di Sulawesi Tengah, jenis kekerasan utama antara lain kekerasan fisik saat demo dan liputan Program Strategis Nasional (PSN), pemaksaan penghapusan dokumentasi hingga pelecehan seksual. Sedangkan, jenis kekerasan jurnalis di Papua Barat Daya lebih bersifat multidimensi berbasis ras, gender, dan politik.
     
    “Upaya penanganan kekerasan terhadap jurnalis sejauh ini masih terfragmentasi. Nota kesepahaman antara Dewan Pers dan Polri belum sepenuhnya diterapkan di daerah. Pelatihan keamanan jurnalistik belum menjadi bagian dari program wajib di media atau organisasi profesi. SOP peliputan di lapangan tidak tersedia atau tidak diketahui oleh aparat, dan sistem aduan yang aman belum dibentuk secara merata di wilayah,” kata Arie Mega dalam Konsultasi Forum Nasional: ‘Diseminasi Report Assessment Kekerasan Jurnalis’, Selasa, 5 Agustus 2025.
     
    Ia menambahkan, perlindungan terhadap jurnalis di Indonesia saat ini bersandar pada regulasi yang kuat secara normatif, tetapi lemah dalam pelaksanaan sehingga menjadikan perlindungan terhadap jurnalis lebih bersifat simbolis daripada substantif. 
     

     
    Yayasan TIFA memberikan empat rekomendasi yang harus dijalankan pemerintah untuk melindungi jurnalis dalam menjalankan tugasnya. Pertama, perlu adanya pembentukan Rencana Aksi Nasional Perlindungan Jurnalis (RAN-PJ). Inisiatif ini bersifat lintas sektor dan menuntut adanya komitmen politik yang kuat hingga dukungan anggaran.
     
    Kedua, adanya pembentukan unit khusus di tubuh kepolisian dan kejaksaan yang secara spesifik menangani kasus-kasus kekerasan, kriminalisasi, atau intimidasi terhadap jurnalis.
     
    “Rekomendasi ketiga adalah penguatan mekanisme pemulihan korban, termasuk dukungan dalam aspek hukum, psikososial, maupun perlindungan digital, supaya jurnalis yang menjadi korban kekerasan dapat kembali menjalankan perannya dengan aman. Rekomendasi keempat menyoroti pentingnya penguatan Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) di tingkat daerah,” ungkap Arie.
     

    Kekerasan jurnalis adalah persoalan serius

    Ketua Umum Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Nani Afrida, mengungkapkan bahwa kekerasan terhadap jurnalis di Indonesia masih menjadi persoalan serius. Meskipun situasi tampak baik-baik saja, kenyataannya banyak jurnalis menghadapi intimidasi dan kekerasan di lapangan.
     
    “Kondisi negara kita sudah mengarah ke otoritarian. Jurnalis makin takut melaporkan kebenaran. Kalau ini terus terjadi, masyarakat akan tersesat oleh propaganda dan disinformasi,” ujarnya.
     
    Kepala Biro Dukungan Penegakan HAM Komnas HAM, Imelda Saragih, menyatakan bahwa perlindungan terhadap jurnalis adalah bagian dari mandat kerja Komnas HAM. Ia menyebut bahwa kebebasan pers dan berpendapat dijamin oleh konstitusi dan perundang-undangan nasional. Menurut dia, tren ancaman dan serangan terhadap jurnalis merupakan bentuk pelanggaran HAM.
     
    Sementara itu, turut Dewan Pers mendorong terbentuknya satuan tugas lintas lembaga yang mampu merespons tidak hanya insiden kekerasan, tetapi juga memperbaiki ekosistem yang memicu ancaman terhadap jurnalis.
     
    Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

    (PRI)

  • Terancam 8 Tahun Penjara, Ini Fakta-fakta Penumpang Lion Air Teriak Bom di Pesawat

    Terancam 8 Tahun Penjara, Ini Fakta-fakta Penumpang Lion Air Teriak Bom di Pesawat

    Jakarta: Maskapai Lion Air kembali menjadi pembicaraan setelah insiden seorang penumpang rute Jakarta-Kualanamu mengamuk dan berteriak adanya bom, Sabtu, 2 Agustus 2025.

    Tingkah penumpang tersebut membuat pesawat harus kembali ke apron dan seluruh penumpang diperiksa ulang. Pria tersebut kini resmi ditetapkan sebagai tersangka. 

    Berikut ini fakta-fakta penumpang Lion Air teriak bom:
     
    1. Viral di media sosial

    Cuplikan video yang menunjukkan seorang pria berteriak adanya bom dalam pesawat Lion Air JT-308 rute Jakarta–Kualanamu viral di media sosial. Teriakan itu dilontarkan sebagai bentuk protes atas keterlambatan penerbangan.
     
    2. Pesawat sudah selesai push back

    Corporate Communications Strategic of Lion Air, Danang Mandala Prihantoro menjelaskan bahwa insiden terjadi saat pesawat jenis Boeing 737-9 registrasi PK-LRH telah selesai melakukan push back dan bersiap menuju taxiway.
     

     

    3. Awak kabin terapkan prosedur keamanan

    Setelah mendengar teriakan ancaman bom dari penumpang, awak kabin langsung melakukan prosedur keamanan penerbangan berupa Return to Apron (RTA). Pesawat kembali ke apron untuk proses pemeriksaan menyeluruh.
     
    4. Penumpang yang berteriak bom langsung diamankan

    Pria berinisial H yang meneriakkan adanya bom diturunkan dari pesawat dan langsung diserahkan ke petugas keamanan bandara, Otoritas Bandara, PPNS, dan pihak kepolisian untuk diperiksa dan diproses secara hukum.
     
    5. Seluruh penumpang dan bagasi diperiksa ulang

    Sebagai bagian dari prosedur pengamanan, seluruh penumpang, bagasi, dan barang bawaan diturunkan dan diperiksa ulang oleh otoritas keamanan. Hal ini dilakukan untuk memastikan tidak ada ancaman nyata.
     
    6. Penerbangan dilanjutkan dengan pesawat lain

    Lion Air menyiapkan pesawat pengganti, Boeing 737-900ER registrasi PK-LSW, yang kemudian menerbangkan seluruh penumpang ke Kualanamu pada hari yang sama. Penerbangan akhirnya tiba dengan selamat di tujuan.
     
    7. Pelaku terancam 8 tahun penjara

    Pria yang berteriak bom kini sudah ditetapkan sebagai tersangka. Pelaku terjerat Pasal 437 UU Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan. Ancaman pidananya mencapai 8 tahun penjara. 

    Pihak Lion Air dan otoritas bandara menegaskan bahwa tindakan seperti ini tidak bisa ditoleransi karena mengancam keselamatan publik.

    Jakarta: Maskapai Lion Air kembali menjadi pembicaraan setelah insiden seorang penumpang rute Jakarta-Kualanamu mengamuk dan berteriak adanya bom, Sabtu, 2 Agustus 2025.
     
    Tingkah penumpang tersebut membuat pesawat harus kembali ke apron dan seluruh penumpang diperiksa ulang. Pria tersebut kini resmi ditetapkan sebagai tersangka. 
     
    Berikut ini fakta-fakta penumpang Lion Air teriak bom:
     

    1. Viral di media sosial

    Cuplikan video yang menunjukkan seorang pria berteriak adanya bom dalam pesawat Lion Air JT-308 rute Jakarta–Kualanamu viral di media sosial. Teriakan itu dilontarkan sebagai bentuk protes atas keterlambatan penerbangan.
     

    2. Pesawat sudah selesai push back

    Corporate Communications Strategic of Lion Air, Danang Mandala Prihantoro menjelaskan bahwa insiden terjadi saat pesawat jenis Boeing 737-9 registrasi PK-LRH telah selesai melakukan push back dan bersiap menuju taxiway.
     

     

    3. Awak kabin terapkan prosedur keamanan

    Setelah mendengar teriakan ancaman bom dari penumpang, awak kabin langsung melakukan prosedur keamanan penerbangan berupa Return to Apron (RTA). Pesawat kembali ke apron untuk proses pemeriksaan menyeluruh.
     

    4. Penumpang yang berteriak bom langsung diamankan

    Pria berinisial H yang meneriakkan adanya bom diturunkan dari pesawat dan langsung diserahkan ke petugas keamanan bandara, Otoritas Bandara, PPNS, dan pihak kepolisian untuk diperiksa dan diproses secara hukum.
     

    5. Seluruh penumpang dan bagasi diperiksa ulang

    Sebagai bagian dari prosedur pengamanan, seluruh penumpang, bagasi, dan barang bawaan diturunkan dan diperiksa ulang oleh otoritas keamanan. Hal ini dilakukan untuk memastikan tidak ada ancaman nyata.
     

    6. Penerbangan dilanjutkan dengan pesawat lain

    Lion Air menyiapkan pesawat pengganti, Boeing 737-900ER registrasi PK-LSW, yang kemudian menerbangkan seluruh penumpang ke Kualanamu pada hari yang sama. Penerbangan akhirnya tiba dengan selamat di tujuan.
     

    7. Pelaku terancam 8 tahun penjara

    Pria yang berteriak bom kini sudah ditetapkan sebagai tersangka. Pelaku terjerat Pasal 437 UU Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan. Ancaman pidananya mencapai 8 tahun penjara. 

    Pihak Lion Air dan otoritas bandara menegaskan bahwa tindakan seperti ini tidak bisa ditoleransi karena mengancam keselamatan publik.
     
    Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

    (PRI)

  • Bertepatan Momen GIIAS 2025, UMKM Lokal Diguyur Pendanaan

    Bertepatan Momen GIIAS 2025, UMKM Lokal Diguyur Pendanaan

    Jakarta: Astra Financial menghadirkan inisiatif sosial berkelanjutan melalui program ‘I Care I Share’ di ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025 yang baru saja berakhir pada tanggal 3 Agustus 2025 kemarin.

    Tahun ini, program difokuskan pada pemberdayaan dan pembinaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berkolaborasi dengan Yayasan Astra – Yayasan Dharma Bhakti Astra. Astra Financial secara resmi menandatangani Nota Kesepahaman Pembinaan Berkelanjutan bagi UMKM Rumah Batik Cikuya untuk periode 2025 – 2027. 

    “Program ini menegaskan kontribusi Astra Financial dalam menciptakan nilai yang berdampak dan berkelanjutan bagi masyarakat. Kami percaya bahwa pembinaan UMKM dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal sekaligus pelestarian budaya,” ujar Presiden Direktur PT Sedaya Multi Investama, Hugeng Gozali.

    Rumah Batik Cikuya merupakan UMKM yang memberdayakan masyarakat lokasi di Desa Cikuya, Kecamatan Solear, Kabupaten Tangerang, Banten. Mereka menjalankan konsep sosio-entrepreneurship yang tujuannya tidak hanya untuk berbisnis, tetapi juga untuk mengatasi isu-isu sosial dan lingkungan di sekitar desa dengan memberikan pelatihan kepada ibu-ibu rumah tangga untuk menjadi perajin batik. 

    “Kolaborasi ini menjadi momentum penting dalam memperkuat UMKM di Indonesia. Melalui kerja sama ini, Astra Financial tidak hanya mendorong semangat para UMKM binaan Yayasan Astra, tetapi juga menginspirasi UMKM di seluruh Indonesia,” kata Ketua Pengurus Yayasan Astra – Yayasan Dharma Bhakti Astra, Rahmat Samulo.
     

    Skema Pembinaan Rumah Batik Cikuya (2025 – 2027)

    Dalam kolaborasi ini, Astra Financial berperan dalam memberikan dukungan pendanaan dalam penyelenggaraan program pembinaan dan pemberdayaan UMKM senilai Rp 300 juta. Sebagai program inisiasi, tahun ini pembinaan akan difokuskan pada penguatan fondasi dan branding lokal. 

    Langkah-langkah yang akan dilakukan mencakup standarisasi proses produksi batik melalui penyusunan SOP dan penetapan Harga Pokok Produksi (HPP), pendaftaran hak kekayaan intelektual untuk melindungi karya batik yang dihasilkan, serta pengembangan pemasaran digital. 

    ??Skema pada tahun 2026 fokus pada diversifikasi produk dan digitalisasi, meliputi pengembangan desain, strategi digital marketing, serta pembentukan internal. Lalu di tahun 2027 akan difokuskan pada perluasan pasar dan eksposur melalui pameran hingga kolaborasi dengan desainer/influencer, serta workshop.

    Jakarta: Astra Financial menghadirkan inisiatif sosial berkelanjutan melalui program ‘I Care I Share’ di ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025 yang baru saja berakhir pada tanggal 3 Agustus 2025 kemarin.
     
    Tahun ini, program difokuskan pada pemberdayaan dan pembinaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berkolaborasi dengan Yayasan Astra – Yayasan Dharma Bhakti Astra. Astra Financial secara resmi menandatangani Nota Kesepahaman Pembinaan Berkelanjutan bagi UMKM Rumah Batik Cikuya untuk periode 2025 – 2027. 
     
    “Program ini menegaskan kontribusi Astra Financial dalam menciptakan nilai yang berdampak dan berkelanjutan bagi masyarakat. Kami percaya bahwa pembinaan UMKM dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal sekaligus pelestarian budaya,” ujar Presiden Direktur PT Sedaya Multi Investama, Hugeng Gozali.

    Rumah Batik Cikuya merupakan UMKM yang memberdayakan masyarakat lokasi di Desa Cikuya, Kecamatan Solear, Kabupaten Tangerang, Banten. Mereka menjalankan konsep sosio-entrepreneurship yang tujuannya tidak hanya untuk berbisnis, tetapi juga untuk mengatasi isu-isu sosial dan lingkungan di sekitar desa dengan memberikan pelatihan kepada ibu-ibu rumah tangga untuk menjadi perajin batik. 
     
    “Kolaborasi ini menjadi momentum penting dalam memperkuat UMKM di Indonesia. Melalui kerja sama ini, Astra Financial tidak hanya mendorong semangat para UMKM binaan Yayasan Astra, tetapi juga menginspirasi UMKM di seluruh Indonesia,” kata Ketua Pengurus Yayasan Astra – Yayasan Dharma Bhakti Astra, Rahmat Samulo.
     

    Skema Pembinaan Rumah Batik Cikuya (2025 – 2027)

    Dalam kolaborasi ini, Astra Financial berperan dalam memberikan dukungan pendanaan dalam penyelenggaraan program pembinaan dan pemberdayaan UMKM senilai Rp 300 juta. Sebagai program inisiasi, tahun ini pembinaan akan difokuskan pada penguatan fondasi dan branding lokal. 
     
    Langkah-langkah yang akan dilakukan mencakup standarisasi proses produksi batik melalui penyusunan SOP dan penetapan Harga Pokok Produksi (HPP), pendaftaran hak kekayaan intelektual untuk melindungi karya batik yang dihasilkan, serta pengembangan pemasaran digital. 
     
    ??Skema pada tahun 2026 fokus pada diversifikasi produk dan digitalisasi, meliputi pengembangan desain, strategi digital marketing, serta pembentukan internal. Lalu di tahun 2027 akan difokuskan pada perluasan pasar dan eksposur melalui pameran hingga kolaborasi dengan desainer/influencer, serta workshop.
     
    Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

    (PRI)

  • Bertepatan Momen GIIAS 2025, UMKM Lokal Diguyur Pendanaan

    Bertepatan Momen GIIAS 2025, UMKM Lokal Diguyur Pendanaan

    Jakarta: Astra Financial menghadirkan inisiatif sosial berkelanjutan melalui program ‘I Care I Share’ di ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025 yang baru saja berakhir pada tanggal 3 Agustus 2025 kemarin.

    Tahun ini, program difokuskan pada pemberdayaan dan pembinaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berkolaborasi dengan Yayasan Astra – Yayasan Dharma Bhakti Astra. Astra Financial secara resmi menandatangani Nota Kesepahaman Pembinaan Berkelanjutan bagi UMKM Rumah Batik Cikuya untuk periode 2025 – 2027. 

    “Program ini menegaskan kontribusi Astra Financial dalam menciptakan nilai yang berdampak dan berkelanjutan bagi masyarakat. Kami percaya bahwa pembinaan UMKM dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal sekaligus pelestarian budaya,” ujar Presiden Direktur PT Sedaya Multi Investama, Hugeng Gozali.

    Rumah Batik Cikuya merupakan UMKM yang memberdayakan masyarakat lokasi di Desa Cikuya, Kecamatan Solear, Kabupaten Tangerang, Banten. Mereka menjalankan konsep sosio-entrepreneurship yang tujuannya tidak hanya untuk berbisnis, tetapi juga untuk mengatasi isu-isu sosial dan lingkungan di sekitar desa dengan memberikan pelatihan kepada ibu-ibu rumah tangga untuk menjadi perajin batik. 

    “Kolaborasi ini menjadi momentum penting dalam memperkuat UMKM di Indonesia. Melalui kerja sama ini, Astra Financial tidak hanya mendorong semangat para UMKM binaan Yayasan Astra, tetapi juga menginspirasi UMKM di seluruh Indonesia,” kata Ketua Pengurus Yayasan Astra – Yayasan Dharma Bhakti Astra, Rahmat Samulo.
     

    Skema Pembinaan Rumah Batik Cikuya (2025 – 2027)

    Dalam kolaborasi ini, Astra Financial berperan dalam memberikan dukungan pendanaan dalam penyelenggaraan program pembinaan dan pemberdayaan UMKM senilai Rp 300 juta. Sebagai program inisiasi, tahun ini pembinaan akan difokuskan pada penguatan fondasi dan branding lokal. 

    Langkah-langkah yang akan dilakukan mencakup standarisasi proses produksi batik melalui penyusunan SOP dan penetapan Harga Pokok Produksi (HPP), pendaftaran hak kekayaan intelektual untuk melindungi karya batik yang dihasilkan, serta pengembangan pemasaran digital. 

    ??Skema pada tahun 2026 fokus pada diversifikasi produk dan digitalisasi, meliputi pengembangan desain, strategi digital marketing, serta pembentukan internal. Lalu di tahun 2027 akan difokuskan pada perluasan pasar dan eksposur melalui pameran hingga kolaborasi dengan desainer/influencer, serta workshop.

    Jakarta: Astra Financial menghadirkan inisiatif sosial berkelanjutan melalui program ‘I Care I Share’ di ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025 yang baru saja berakhir pada tanggal 3 Agustus 2025 kemarin.
     
    Tahun ini, program difokuskan pada pemberdayaan dan pembinaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berkolaborasi dengan Yayasan Astra – Yayasan Dharma Bhakti Astra. Astra Financial secara resmi menandatangani Nota Kesepahaman Pembinaan Berkelanjutan bagi UMKM Rumah Batik Cikuya untuk periode 2025 – 2027. 
     
    “Program ini menegaskan kontribusi Astra Financial dalam menciptakan nilai yang berdampak dan berkelanjutan bagi masyarakat. Kami percaya bahwa pembinaan UMKM dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal sekaligus pelestarian budaya,” ujar Presiden Direktur PT Sedaya Multi Investama, Hugeng Gozali.

    Rumah Batik Cikuya merupakan UMKM yang memberdayakan masyarakat lokasi di Desa Cikuya, Kecamatan Solear, Kabupaten Tangerang, Banten. Mereka menjalankan konsep sosio-entrepreneurship yang tujuannya tidak hanya untuk berbisnis, tetapi juga untuk mengatasi isu-isu sosial dan lingkungan di sekitar desa dengan memberikan pelatihan kepada ibu-ibu rumah tangga untuk menjadi perajin batik. 
     
    “Kolaborasi ini menjadi momentum penting dalam memperkuat UMKM di Indonesia. Melalui kerja sama ini, Astra Financial tidak hanya mendorong semangat para UMKM binaan Yayasan Astra, tetapi juga menginspirasi UMKM di seluruh Indonesia,” kata Ketua Pengurus Yayasan Astra – Yayasan Dharma Bhakti Astra, Rahmat Samulo.
     

    Skema Pembinaan Rumah Batik Cikuya (2025 – 2027)

    Dalam kolaborasi ini, Astra Financial berperan dalam memberikan dukungan pendanaan dalam penyelenggaraan program pembinaan dan pemberdayaan UMKM senilai Rp 300 juta. Sebagai program inisiasi, tahun ini pembinaan akan difokuskan pada penguatan fondasi dan branding lokal. 
     
    Langkah-langkah yang akan dilakukan mencakup standarisasi proses produksi batik melalui penyusunan SOP dan penetapan Harga Pokok Produksi (HPP), pendaftaran hak kekayaan intelektual untuk melindungi karya batik yang dihasilkan, serta pengembangan pemasaran digital. 
     
    ??Skema pada tahun 2026 fokus pada diversifikasi produk dan digitalisasi, meliputi pengembangan desain, strategi digital marketing, serta pembentukan internal. Lalu di tahun 2027 akan difokuskan pada perluasan pasar dan eksposur melalui pameran hingga kolaborasi dengan desainer/influencer, serta workshop.
     
    Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

    (PRI)

  • Konflik Seru di Langit Indonesia

    Konflik Seru di Langit Indonesia

    Jakarta: Di hamparan sawah yang hanya dua kilometer dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta, riuh suara anak-anak dan layang-layang yang beterbangan jadi pemandangan rutin. 

    Tapi, keseruan itu kadang terhenti seketika ketika deru pesawat membelah langit atau petugas bandara mulai berpatroli.

    “Dulu, saya dan teman-teman akan lari ketika ada petugas datang,” cerita Atif sambil tetap menatap langit dikutip dari BBC, Selasa, 5 Agustus 2025.

    “Kalau layang-layang saya diambil, sedih rasanya, tapi saya selalu bisa membuat yang baru,” ucapnya.

    Bagi anak-anak, menerbangkan layang-layang adalah hiburan murah meriah saat libur sekolah. Tapi bagi otoritas bandara, ini bisa jadi mimpi buruk.
     

    Ancaman nyata untuk keselamatan penerbangan
    Layang-layang dianggap sebagai hambatan bergerak oleh otoritas penerbangan. Terdengar sepele, tapi efeknya bisa fatal.

    “Layang-layang merupakan hambatan bergerak bagi pesawat dan risiko serius bagi keselamatan penerbangan,” ujar Kepala Otoritas Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Putu Eka Cahyadi.

    Pada awal Juli lalu saja, tercatat 21 penerbangan terganggu akibat layang-layang di sekitar Bandara Soekarno-Hatta. Beberapa pesawat terpaksa dialihkan ke bandara lain, sementara sisanya batal mendarat.
    Kasus serius
    Tak hanya mengganggu penerbangan komersial, layang-layang juga pernah menyebabkan kecelakaan.

    Juli 2024, helikopter jatuh di Bali karena terlilit tali layang-layang. Lima orang terluka, termasuk dua warga negara Australia.

    Juli 2020, layang-layang ditemukan di mesin pesawat setelah mendarat di Soekarno-Hatta.

    Tahun yang sama, sebuah layang-layang memicu pemadaman listrik massal di Bali setelah jatuh menimpa gardu induk. Lima tahun berlalu, masalah yang sama masih berulang.
     

    Sanksi hukum bukan solusi tunggal
    Mereka yang tertangkap menerbangkan layang-layang di sekitar bandara bisa dipenjara hingga 3 tahun atau denda Rp1 miliar. Tapi ancaman ini belum cukup membuat jera.

    Anak-anak tetap menerbangkan layang-layang, bukan karena bandel, tapi karena tidak punya alternatif tempat.

    “Tidak ada tempat lain di sekitar sini,” kata Rasha, remaja yang juga menjual layang-layang. 

    “Satu tempat lain masih dekat dengan bandara,” imbuhnya.
    Layang-layang adalah warisan budaya
    Pemerintah mencoba mengalihkan minat anak-anak dengan memberikan bola dan raket. Tapi, layang-layang lebih dari sekadar hiburan.

    “Menerbangkan layang-layang telah diwariskan turun-temurun dari nenek moyang kita. Hampir setiap daerah di Indonesia memiliki tradisi menerbangkan layang-layang,” jelas pakar dari Museum Layang-layang Indonesia, Asep Irawan.

    Dari simbol doa di Bali, pengusir burung di sawah, hingga tradisi panen, layang-layang punya makna budaya yang kuat.

    Urbanisasi menjadi salah satu akar masalah. Jakarta kehilangan 31 persen ruang hijaunya antara 2000 hingga 2020. Sawah dan hutan digantikan jalan tol dan apartemen. Tempat aman untuk menerbangkan layang-layang makin langka.

    Komunitas penggemar layang-layang kini berkumpul di sawah-sawah sisa. Mereka menggelar kompetisi rutin, termasuk Rasha yang pernah menang dua kali meski juga sempat disita dan dimarahi petugas.

    Masalah ini bukan soal siapa yang salah. Anak-anak butuh ruang bermain. Pesawat butuh langit yang aman. Menerbangkan layang-layang bukan kejahatan tapi tanpa pengaturan, bisa berujung petaka.

    “Ini memang kegiatan yang menyenangkan, tetapi kita juga perlu mengedukasi mereka untuk mencegah masyarakat umum atau anak-anak melakukan kegiatan yang dapat membahayakan penerbangan,” tegas Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi.

    Mungkin sudah waktunya kota-kota di Indonesia menyediakan taman layang-layang, ruang terbuka yang aman dan jauh dari jalur pesawat, agar tradisi tetap terbang tinggi tanpa mengorbankan keselamatan

    Jakarta: Di hamparan sawah yang hanya dua kilometer dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta, riuh suara anak-anak dan layang-layang yang beterbangan jadi pemandangan rutin. 
     
    Tapi, keseruan itu kadang terhenti seketika ketika deru pesawat membelah langit atau petugas bandara mulai berpatroli.
     
    “Dulu, saya dan teman-teman akan lari ketika ada petugas datang,” cerita Atif sambil tetap menatap langit dikutip dari BBC, Selasa, 5 Agustus 2025.

    “Kalau layang-layang saya diambil, sedih rasanya, tapi saya selalu bisa membuat yang baru,” ucapnya.
     
    Bagi anak-anak, menerbangkan layang-layang adalah hiburan murah meriah saat libur sekolah. Tapi bagi otoritas bandara, ini bisa jadi mimpi buruk.
     

    Ancaman nyata untuk keselamatan penerbangan
    Layang-layang dianggap sebagai hambatan bergerak oleh otoritas penerbangan. Terdengar sepele, tapi efeknya bisa fatal.
     
    “Layang-layang merupakan hambatan bergerak bagi pesawat dan risiko serius bagi keselamatan penerbangan,” ujar Kepala Otoritas Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Putu Eka Cahyadi.
     
    Pada awal Juli lalu saja, tercatat 21 penerbangan terganggu akibat layang-layang di sekitar Bandara Soekarno-Hatta. Beberapa pesawat terpaksa dialihkan ke bandara lain, sementara sisanya batal mendarat.
    Kasus serius
    Tak hanya mengganggu penerbangan komersial, layang-layang juga pernah menyebabkan kecelakaan.
     
    Juli 2024, helikopter jatuh di Bali karena terlilit tali layang-layang. Lima orang terluka, termasuk dua warga negara Australia.
     
    Juli 2020, layang-layang ditemukan di mesin pesawat setelah mendarat di Soekarno-Hatta.
     
    Tahun yang sama, sebuah layang-layang memicu pemadaman listrik massal di Bali setelah jatuh menimpa gardu induk. Lima tahun berlalu, masalah yang sama masih berulang.
     

    Sanksi hukum bukan solusi tunggal
    Mereka yang tertangkap menerbangkan layang-layang di sekitar bandara bisa dipenjara hingga 3 tahun atau denda Rp1 miliar. Tapi ancaman ini belum cukup membuat jera.
     
    Anak-anak tetap menerbangkan layang-layang, bukan karena bandel, tapi karena tidak punya alternatif tempat.
     
    “Tidak ada tempat lain di sekitar sini,” kata Rasha, remaja yang juga menjual layang-layang. 
     
    “Satu tempat lain masih dekat dengan bandara,” imbuhnya.
    Layang-layang adalah warisan budaya
    Pemerintah mencoba mengalihkan minat anak-anak dengan memberikan bola dan raket. Tapi, layang-layang lebih dari sekadar hiburan.
     
    “Menerbangkan layang-layang telah diwariskan turun-temurun dari nenek moyang kita. Hampir setiap daerah di Indonesia memiliki tradisi menerbangkan layang-layang,” jelas pakar dari Museum Layang-layang Indonesia, Asep Irawan.
     
    Dari simbol doa di Bali, pengusir burung di sawah, hingga tradisi panen, layang-layang punya makna budaya yang kuat.
     
    Urbanisasi menjadi salah satu akar masalah. Jakarta kehilangan 31 persen ruang hijaunya antara 2000 hingga 2020. Sawah dan hutan digantikan jalan tol dan apartemen. Tempat aman untuk menerbangkan layang-layang makin langka.
     
    Komunitas penggemar layang-layang kini berkumpul di sawah-sawah sisa. Mereka menggelar kompetisi rutin, termasuk Rasha yang pernah menang dua kali meski juga sempat disita dan dimarahi petugas.
     
    Masalah ini bukan soal siapa yang salah. Anak-anak butuh ruang bermain. Pesawat butuh langit yang aman. Menerbangkan layang-layang bukan kejahatan tapi tanpa pengaturan, bisa berujung petaka.
     
    “Ini memang kegiatan yang menyenangkan, tetapi kita juga perlu mengedukasi mereka untuk mencegah masyarakat umum atau anak-anak melakukan kegiatan yang dapat membahayakan penerbangan,” tegas Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi.
     
    Mungkin sudah waktunya kota-kota di Indonesia menyediakan taman layang-layang, ruang terbuka yang aman dan jauh dari jalur pesawat, agar tradisi tetap terbang tinggi tanpa mengorbankan keselamatan
     
    Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

    (ANN)

  • Perkuat Sistem Peringatan Dini Nasional

    Perkuat Sistem Peringatan Dini Nasional

    Jakarta: Pameran Emergency Disaster Reduction & Rescue Expo (EDRR) 2025 bakal digelar pada 13-15 Agustus 2025 di Jakarta International Expo (JIEXPO) Kemayoran. Pameran ini menjadi ajang strategis untuk mempertemukan pemangku kepentingan dari sektor pemerintahan, industri, lembaga internasional, dan masyarakat dalam upaya memperkuat ketangguhan nasional terhadap bencana.

    EDRR 2025 menghadirkan fokus utama pada solusi kebencanaan, tanggap darurat, dan penyelamatan, sebagai bagian dari upaya mempercepat penguatan sistem mitigasi bencana yang adaptif dan responsif. 

    Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan EDRR 2025, akan diselenggarakan workshop bertajuk “Early Warning for All” pada Kamis, 14 Agustus 2025 di Main Hall A – Conference A, JIEXPO Kemayoran. Workshop ini merupakan kolaborasi antara Kemenko PMK, Badan Nasional Penganggulangan Bencana (BNPB), Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Badan Geologi, UN Women, dan mitra lainnya, dengan tujuan membangun sistem peringatan dini yang inklusif, efektif, dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

    Project Director EDRR 2025, Vista Limbong menyampaikan bahwa workshop ini merupakan bagian penting dari keseluruhan rangkaian kegiatan EDRR tahun ini. Workshop EDRR 2025 mengusung tema “Early Warning for All”.

    “Melalui workshop ‘Early Warning for All’, kami bersama Kemenko PMK ingin menegaskan bahwa sistem peringatan dini bukan hanya soal teknologi, tetapi juga soal kolaborasi lintas sektor. Ini adalah bagian penting dari visi besar EDRR 2025 untuk membangun ekosistem kebencanaan yang lebih tangguh dan terintegrasi,” ujar Vista dalam keterangan tertulis, Senin, 4 Agustus 2025.
     

    Workshop ini menjadi elemen krusial dalam seminar dan pameran EDRR 2025, karena membahas langsung upaya peningkatan kapasitas sistem peringatan dini sebagai garda terdepan dalam mitigasi bencana. Kegiatan ini diharapkan menjadi ruang strategis untuk merumuskan sinergi antara kebijakan pemerintah, dukungan ilmiah, teknologi, dan peran aktif masyarakat. 

    Lebih dari sekadar forum diskusi, workshop ini juga menjadi momentum untuk memperkuat integrasi sistem peringatan dini sebagai bagian dari kesiapsiagaan nasional yang berkelanjutan.
    Keynote Speaker Workshop “Early Warning for All”
    Workshop “Early Warning for All” akan menghadirkan Dr. Lilik Kurniawan, ST., M.Si, selaku Keynote Speaker, yang menjabat sebagai Deputi Bidang Koordinasi Penanggulangan Bencana dan Konflik Sosial – Kemenko PMK. Adapun para narasumber utama yang akan berpartisipasi dalam diskusi strategis ini antara lain:

    Letjen TNI Dr. Suharyanto, S.Sos., M.M., selaku Kepala BNPB
    Prof. Ir. Dwikorita Karnawati, M.Sc., selaku Ph.D, Plt. Kepala BMKG
    Dr. Ir. Muhammad Wafid A.N., M.Sc., selaku Kepala Badan Geologi
    Fifi Aleyda Yahya, selaku Dirjen Komunikasi Publik selaku Dirjen Komunikasi Publik dan Media, Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkodigi)
    Dr. H. Safrizal ZA, M.Si, selaku Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan – Kementerian Dalam Negeri
    Dra. Prasinta Dewi, M.A.P., selaku Deputi Pencegahan – BNPB
    Prof. Dr. Ir. Harkunti P. Rahayu, M.Sc., selaku Ketua Umum Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI)

    Untuk memperkaya perspektif, sesi ini juga akan menghadirkan penanggap diskusi yaitu:

    Prof. Dr. Syamsul Ma’arif, M.Si, selaku Dewan Pembina Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI)
    Solly Andriany Gantina, selaku Anggota Komisi VII DPR RI
    Ardito Marzooki Kodijat, selaku National Professional Officer at United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO)

    Diskusi akan dipandu oleh dua moderator berpengalaman:

    Titi Moektijasih, selaku Analis Kebencanaan – United Nations Office for the Coordination of Humanitarian Affairs (UN OCHA)
    Morry Efriana, selaku Asisten Deputi Penanganan Bencana – Kemenko PMK
    EDRR 2025

    Pameran Emergency Disaster Reduction & Rescue Expo (EDRR) 2025 bakal digelar pada 13-15 Agustus 2025 di Jakarta International Expo (JIEXPO) Kemayoran di Hall A1–A3, Jakarta International Expo (JIEXPO) Kemayoran. EDRR 2025 diselenggarakan oleh PT Amara Tujuh Perjuangan, Council for the Promotion of Shanghai International Trade, Shanghai International Exhibition (Group) Co., Ltd., dan Comexposium, dengan dukungan penuh dari Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemenko PMK) selaku Co-Host.

    Jakarta: Pameran Emergency Disaster Reduction & Rescue Expo (EDRR) 2025 bakal digelar pada 13-15 Agustus 2025 di Jakarta International Expo (JIEXPO) Kemayoran. Pameran ini menjadi ajang strategis untuk mempertemukan pemangku kepentingan dari sektor pemerintahan, industri, lembaga internasional, dan masyarakat dalam upaya memperkuat ketangguhan nasional terhadap bencana.
     
    EDRR 2025 menghadirkan fokus utama pada solusi kebencanaan, tanggap darurat, dan penyelamatan, sebagai bagian dari upaya mempercepat penguatan sistem mitigasi bencana yang adaptif dan responsif. 
     
    Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan EDRR 2025, akan diselenggarakan workshop bertajuk “Early Warning for All” pada Kamis, 14 Agustus 2025 di Main Hall A – Conference A, JIEXPO Kemayoran. Workshop ini merupakan kolaborasi antara Kemenko PMK, Badan Nasional Penganggulangan Bencana (BNPB), Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Badan Geologi, UN Women, dan mitra lainnya, dengan tujuan membangun sistem peringatan dini yang inklusif, efektif, dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

    Project Director EDRR 2025, Vista Limbong menyampaikan bahwa workshop ini merupakan bagian penting dari keseluruhan rangkaian kegiatan EDRR tahun ini. Workshop EDRR 2025 mengusung tema “Early Warning for All”.
     
    “Melalui workshop ‘Early Warning for All’, kami bersama Kemenko PMK ingin menegaskan bahwa sistem peringatan dini bukan hanya soal teknologi, tetapi juga soal kolaborasi lintas sektor. Ini adalah bagian penting dari visi besar EDRR 2025 untuk membangun ekosistem kebencanaan yang lebih tangguh dan terintegrasi,” ujar Vista dalam keterangan tertulis, Senin, 4 Agustus 2025.
     

     
    Workshop ini menjadi elemen krusial dalam seminar dan pameran EDRR 2025, karena membahas langsung upaya peningkatan kapasitas sistem peringatan dini sebagai garda terdepan dalam mitigasi bencana. Kegiatan ini diharapkan menjadi ruang strategis untuk merumuskan sinergi antara kebijakan pemerintah, dukungan ilmiah, teknologi, dan peran aktif masyarakat. 
     
    Lebih dari sekadar forum diskusi, workshop ini juga menjadi momentum untuk memperkuat integrasi sistem peringatan dini sebagai bagian dari kesiapsiagaan nasional yang berkelanjutan.
    Keynote Speaker Workshop “Early Warning for All”
    Workshop “Early Warning for All” akan menghadirkan Dr. Lilik Kurniawan, ST., M.Si, selaku Keynote Speaker, yang menjabat sebagai Deputi Bidang Koordinasi Penanggulangan Bencana dan Konflik Sosial – Kemenko PMK. Adapun para narasumber utama yang akan berpartisipasi dalam diskusi strategis ini antara lain:
     
    Letjen TNI Dr. Suharyanto, S.Sos., M.M., selaku Kepala BNPB
    Prof. Ir. Dwikorita Karnawati, M.Sc., selaku Ph.D, Plt. Kepala BMKG
    Dr. Ir. Muhammad Wafid A.N., M.Sc., selaku Kepala Badan Geologi
    Fifi Aleyda Yahya, selaku Dirjen Komunikasi Publik selaku Dirjen Komunikasi Publik dan Media, Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkodigi)
    Dr. H. Safrizal ZA, M.Si, selaku Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan – Kementerian Dalam Negeri
    Dra. Prasinta Dewi, M.A.P., selaku Deputi Pencegahan – BNPB
    Prof. Dr. Ir. Harkunti P. Rahayu, M.Sc., selaku Ketua Umum Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI)
     
    Untuk memperkaya perspektif, sesi ini juga akan menghadirkan penanggap diskusi yaitu:
     
    Prof. Dr. Syamsul Ma’arif, M.Si, selaku Dewan Pembina Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI)
    Solly Andriany Gantina, selaku Anggota Komisi VII DPR RI
    Ardito Marzooki Kodijat, selaku National Professional Officer at United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO)
     
    Diskusi akan dipandu oleh dua moderator berpengalaman:
     
    Titi Moektijasih, selaku Analis Kebencanaan – United Nations Office for the Coordination of Humanitarian Affairs (UN OCHA)
    Morry Efriana, selaku Asisten Deputi Penanganan Bencana – Kemenko PMK
    EDRR 2025

    Pameran Emergency Disaster Reduction & Rescue Expo (EDRR) 2025 bakal digelar pada 13-15 Agustus 2025 di Jakarta International Expo (JIEXPO) Kemayoran di Hall A1–A3, Jakarta International Expo (JIEXPO) Kemayoran. EDRR 2025 diselenggarakan oleh PT Amara Tujuh Perjuangan, Council for the Promotion of Shanghai International Trade, Shanghai International Exhibition (Group) Co., Ltd., dan Comexposium, dengan dukungan penuh dari Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemenko PMK) selaku Co-Host.
     

     
    Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

    (RUL)

  • Hadir di Indonesia, Perdays Bawa Era Baru Suplemen Nutrisi Presisi

    Hadir di Indonesia, Perdays Bawa Era Baru Suplemen Nutrisi Presisi

    Jakarta: Seiring meningkatnya kesadaran akan kualitas hidup, perempuan modern Indonesia kini memasuki era baru dalam konsumsi suplemen nutrisi. Tak lagi sekadar memilih berdasarkan klaim, mereka menuntut produk yang presisi, transparan, dan terbukti secara ilmiah.

    Menjawab kebutuhan ini, Perdays, merek suplemen nutrisi presisi premium asal Australia, resmi hadir di Indonesia untuk mendampingi perjalanan kesehatan perempuan dengan standar global.

    Di negara maju seperti Australia dan Singapura, pendekatan suplemen yang bertahap dan berorientasi pada tujuan telah menjadi standar, ditunjang oleh standar ketat seperti TGA Australia. Tren ini kini diadopsi oleh perempuan kelas menengah di kota-kota besar Indonesia.

    Mereka aktif mencari informasi melalui komunitas dan platform digital, menjadikan komposisi, formulasi ilmiah, serta sertifikasi dari lembaga kredibel seperti BPOM, TGA, dan FDA sebagai tolok ukur utama. Bagi perempuan modern, suplemen bukan lagi sekadar “yang penting dikonsumsi”, tapi harus “terbukti efektif”.

    Perdays dikembangkan di Australia oleh tim ahli gizi terdaftar, pakar kedokteran fungsional, dan apoteker untuk memenuhi kebutuhan nutrisi perempuan secara presisi. Setiap produk Perdays menjamin efektivitas, keamanan, dan dasar ilmiah yang kuat, yang dibuktikan dengan terdaftarnya produk pada sistem sertifikasi internasional seperti TGA Australia dan FDA Amerika Serikat.

    “Kami melihat perempuan modern Indonesia sebagai konsumen yang sangat cerdas. Mereka tidak lagi hanya mencari suplemen, tetapi mencari kepastian bahwa nutrisi yang mereka konsumsi benar-benar bekerja secara optimal,” ujar Stephanie Stephenson, Professional Relationship Manager Perdays.

    “Perdays lahir dari filosofi ini. Kami tidak menumpuk bahan, kami merancangnya secara presisi. Setiap formula didukung oleh sains untuk memastikan penyerapan maksimal, menjawab kebutuhan perempuan yang menginginkan hasil nyata, bukan sekadar janji di label.”

    Sejalan dengan manifesto kampanyenya, Perdays menjawab pertanyaan mendasar setiap perempuan cerdas: “Apakah semua nutrisi ini benar-benar terserap oleh tubuh?” Inilah titik di mana cinta yang cerdas bertemu dengan sains. Perdays mewujudkan komitmen ini melalui slogan mereknya, “Presisi Nutrisi Perempuan Cerdas”, yang merefleksikan nutrisi yang dirancang tidak hanya untuk ada, tetapi untuk bekerja secara optimal. Kampanye #SmartLoveMomentKu turut mengajak para perempuan untuk berbagi momen cinta cerdas mereka dalam memberikan nutrisi terbaik bagi diri sendiri dan keluarga.

    Perdays memperkenalkan tiga produk inti dengan formulasi aktif tinggi, efek samping minimal, dan aman untuk penggunaan jangka panjang: Perdays Iron & Vitamin C, direkomendasikan oleh dokter kandungan di Australia, ideal untuk perempuan dengan defisiensi zat besi, menstruasi berat, atau kelelahan. Perdays Calcium Complex, diformulasikan untuk mendukung kesehatan tulang dan energi perempuan usia 20-65 tahun.

    Serta, Perdays Menbody Healthy, dukungan esensial bagi kesehatan pasangan pria, mengandung dua bahan paten internasional yang terbukti klinis membantu mengurangi stres, meningkatkan kualitas tidur, dan mendukung kesuburan serta daya tahan tubuh pria.

    “Kehadiran kami di Indonesia lebih dari sekadar peluncuran produk; ini adalah komitmen jangka panjang,” tambah Stephanie Stephenson.

    “Melalui kampanye #SmartLoveMomentku, kami ingin memberdayakan setiap perempuan untuk membuat pilihan kesehatan yang cerdas. Kami bangga dapat mendampingi perjalanan mereka dengan produk yang tidak hanya berstandar internasional, tetapi juga telah bersertifikasi BPOM dan Halal, sebagai wujud penghormatan kami terhadap nilai-nilai lokal.”

    Bagi perempuan modern Indonesia yang menjalani peran ganda, suplementasi nutrisi yang tepat adalah kebutuhan utama. Perdays hadir sebagai mitra terpercaya yang menggabungkan standar kualitas internasional dan kepatuhan lokal, memberdayakan setiap perempuan untuk menjalani hidup yang lebih sehat dan penuh percaya diri.

    Jakarta: Seiring meningkatnya kesadaran akan kualitas hidup, perempuan modern Indonesia kini memasuki era baru dalam konsumsi suplemen nutrisi. Tak lagi sekadar memilih berdasarkan klaim, mereka menuntut produk yang presisi, transparan, dan terbukti secara ilmiah.
     
    Menjawab kebutuhan ini, Perdays, merek suplemen nutrisi presisi premium asal Australia, resmi hadir di Indonesia untuk mendampingi perjalanan kesehatan perempuan dengan standar global.
     
    Di negara maju seperti Australia dan Singapura, pendekatan suplemen yang bertahap dan berorientasi pada tujuan telah menjadi standar, ditunjang oleh standar ketat seperti TGA Australia. Tren ini kini diadopsi oleh perempuan kelas menengah di kota-kota besar Indonesia.

    Mereka aktif mencari informasi melalui komunitas dan platform digital, menjadikan komposisi, formulasi ilmiah, serta sertifikasi dari lembaga kredibel seperti BPOM, TGA, dan FDA sebagai tolok ukur utama. Bagi perempuan modern, suplemen bukan lagi sekadar “yang penting dikonsumsi”, tapi harus “terbukti efektif”.
     
    Perdays dikembangkan di Australia oleh tim ahli gizi terdaftar, pakar kedokteran fungsional, dan apoteker untuk memenuhi kebutuhan nutrisi perempuan secara presisi. Setiap produk Perdays menjamin efektivitas, keamanan, dan dasar ilmiah yang kuat, yang dibuktikan dengan terdaftarnya produk pada sistem sertifikasi internasional seperti TGA Australia dan FDA Amerika Serikat.
     
    “Kami melihat perempuan modern Indonesia sebagai konsumen yang sangat cerdas. Mereka tidak lagi hanya mencari suplemen, tetapi mencari kepastian bahwa nutrisi yang mereka konsumsi benar-benar bekerja secara optimal,” ujar Stephanie Stephenson, Professional Relationship Manager Perdays.
     
    “Perdays lahir dari filosofi ini. Kami tidak menumpuk bahan, kami merancangnya secara presisi. Setiap formula didukung oleh sains untuk memastikan penyerapan maksimal, menjawab kebutuhan perempuan yang menginginkan hasil nyata, bukan sekadar janji di label.”
     
    Sejalan dengan manifesto kampanyenya, Perdays menjawab pertanyaan mendasar setiap perempuan cerdas: “Apakah semua nutrisi ini benar-benar terserap oleh tubuh?” Inilah titik di mana cinta yang cerdas bertemu dengan sains. Perdays mewujudkan komitmen ini melalui slogan mereknya, “Presisi Nutrisi Perempuan Cerdas”, yang merefleksikan nutrisi yang dirancang tidak hanya untuk ada, tetapi untuk bekerja secara optimal. Kampanye #SmartLoveMomentKu turut mengajak para perempuan untuk berbagi momen cinta cerdas mereka dalam memberikan nutrisi terbaik bagi diri sendiri dan keluarga.
     
    Perdays memperkenalkan tiga produk inti dengan formulasi aktif tinggi, efek samping minimal, dan aman untuk penggunaan jangka panjang: Perdays Iron & Vitamin C, direkomendasikan oleh dokter kandungan di Australia, ideal untuk perempuan dengan defisiensi zat besi, menstruasi berat, atau kelelahan. Perdays Calcium Complex, diformulasikan untuk mendukung kesehatan tulang dan energi perempuan usia 20-65 tahun.
     
    Serta, Perdays Menbody Healthy, dukungan esensial bagi kesehatan pasangan pria, mengandung dua bahan paten internasional yang terbukti klinis membantu mengurangi stres, meningkatkan kualitas tidur, dan mendukung kesuburan serta daya tahan tubuh pria.
     
    “Kehadiran kami di Indonesia lebih dari sekadar peluncuran produk; ini adalah komitmen jangka panjang,” tambah Stephanie Stephenson.
     
    “Melalui kampanye #SmartLoveMomentku, kami ingin memberdayakan setiap perempuan untuk membuat pilihan kesehatan yang cerdas. Kami bangga dapat mendampingi perjalanan mereka dengan produk yang tidak hanya berstandar internasional, tetapi juga telah bersertifikasi BPOM dan Halal, sebagai wujud penghormatan kami terhadap nilai-nilai lokal.”
     
    Bagi perempuan modern Indonesia yang menjalani peran ganda, suplementasi nutrisi yang tepat adalah kebutuhan utama. Perdays hadir sebagai mitra terpercaya yang menggabungkan standar kualitas internasional dan kepatuhan lokal, memberdayakan setiap perempuan untuk menjalani hidup yang lebih sehat dan penuh percaya diri.
     
    Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

    (MMI)

  • Ramai Pengibaran Bendera One Piece, Begini Respons Istana

    Ramai Pengibaran Bendera One Piece, Begini Respons Istana

    Jakarta: Pihak Istana buka suara terkait ramainya fenomena pengibaran bendera One Piece di beberapa daerah. 

    Pengibaran bendera tersebut dilakukan menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia.

    Menyikapi fenomena pengibaran bendera One Piece, Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan (Presidential Communication Office/PCO) Hasan Nasbi mengatakan bendera kebangsaan Indonesia ialah merah putih yang merupakan keniscayaan.
     

    “Mau suka atau tidak suka sama pemerintah itu hak. Keduanya pilihan yang sah di republik ini. Tapi bendera merah putih bukan pilihan, dia keniscayaan, bendera merah putih tidak boleh diganti dengan yang lain,” kata Hasan Hasbi kepada wartawan, Senin, 4 Agustus 2025.

    Lebih lanjut, menurut Hasan Hasbi fenomena bendera One Piece hanya ramai di media sosial. Ia mengaku belum pernah melihat secara langsung pengibaran bendera bajak laut dari anime populer tersebut.

    “Saya belum pernah lihat. Sepanjang jalan saya tiap hari jalan tidak pernah lihat,” tegasnya.

    Sebelumnya ramai pengibaran bendera bajak laut One Piece di berbagai daerah yang diunggah di media sosial. 

    Penggunaan bendera One Piece dalam konteks ini ditafsirkan sebagai simbol kritik sosial terhadap pemerintah.

    Sejumlah warganet menganggap pengibaran bendera latar belakang hitam itu adalah bentuk protes damai terhadap ketidakadilan, korupsi, serta ketimpangan sosial. 

    Jakarta: Pihak Istana buka suara terkait ramainya fenomena pengibaran bendera One Piece di beberapa daerah. 
     
    Pengibaran bendera tersebut dilakukan menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia.
     
    Menyikapi fenomena pengibaran bendera One Piece, Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan (Presidential Communication Office/PCO) Hasan Nasbi mengatakan bendera kebangsaan Indonesia ialah merah putih yang merupakan keniscayaan.
     

    “Mau suka atau tidak suka sama pemerintah itu hak. Keduanya pilihan yang sah di republik ini. Tapi bendera merah putih bukan pilihan, dia keniscayaan, bendera merah putih tidak boleh diganti dengan yang lain,” kata Hasan Hasbi kepada wartawan, Senin, 4 Agustus 2025.
     
    Lebih lanjut, menurut Hasan Hasbi fenomena bendera One Piece hanya ramai di media sosial. Ia mengaku belum pernah melihat secara langsung pengibaran bendera bajak laut dari anime populer tersebut.
     
    “Saya belum pernah lihat. Sepanjang jalan saya tiap hari jalan tidak pernah lihat,” tegasnya.
     
    Sebelumnya ramai pengibaran bendera bajak laut One Piece di berbagai daerah yang diunggah di media sosial. 
     
    Penggunaan bendera One Piece dalam konteks ini ditafsirkan sebagai simbol kritik sosial terhadap pemerintah.
     
    Sejumlah warganet menganggap pengibaran bendera latar belakang hitam itu adalah bentuk protes damai terhadap ketidakadilan, korupsi, serta ketimpangan sosial. 
     
    Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

    (PRI)

  • Soal Pengibaran Bendera One Piece, Pengamat: Pemerintah Tak Perlu Reaktif

    Soal Pengibaran Bendera One Piece, Pengamat: Pemerintah Tak Perlu Reaktif

    Jakarta: Ramai di media sosial pengibaran bendera bajak laut One Piece di beberapa daerah. Pengibaran bendera tersebut dilakukan menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia.

    Dalam beberapa unggahan, bendera One Piece dikibarkan bersandingan dengan bendera Merah Putih. Namun posisi bendera Merah Putih tetap lebih tinggi. 

    Menanggapi fenomena ini, pengamat kebijakan publik dari Universitas Indonesia, Agus Pambagio meminta agar pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya tak perlu reaktif terhadap tren pengibaran bendera milik karakter Monkey D. Luffy dalam serial anime One Piece tersebut. 
     

    Pasalnya, bendera tersebut fiktif, sehingga tak perlu ada kekhawatiran berlebih hingga menyebutnya sebagai provokasi atau bahkan ancaman kepada publik. 

    “Itu kan dari tokoh anime. Kecuali itu bendera kelompok tertentu, kecuali bendera itu melambangkan ormas-ormas. Ini kan semua orang boleh pasang, di mana pun,” kata Agus dikutip dari Media Indonesia.

    “Pemerintah tidak perlu reaktif, biarkan saja. Itu kan seperti pesta saja, orang senang, ya biarkan saja, tidak ada urusan dengan penghinaan. Yang bilang itu penghinaan kan orang yang ingin cari nama saja. Bendera ini kan ibaratnya dari kartun,” lanjutnya. 

    Sebelumnya di media sosial, beredar video masyarakat ramai-ramai mengibarkan bendera One Piece di rumah hingga kendaraan. 

    Jakarta: Ramai di media sosial pengibaran bendera bajak laut One Piece di beberapa daerah. Pengibaran bendera tersebut dilakukan menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia.
     
    Dalam beberapa unggahan, bendera One Piece dikibarkan bersandingan dengan bendera Merah Putih. Namun posisi bendera Merah Putih tetap lebih tinggi. 
     
    Menanggapi fenomena ini, pengamat kebijakan publik dari Universitas Indonesia, Agus Pambagio meminta agar pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya tak perlu reaktif terhadap tren pengibaran bendera milik karakter Monkey D. Luffy dalam serial anime One Piece tersebut. 
     

    Pasalnya, bendera tersebut fiktif, sehingga tak perlu ada kekhawatiran berlebih hingga menyebutnya sebagai provokasi atau bahkan ancaman kepada publik. 
     
    “Itu kan dari tokoh anime. Kecuali itu bendera kelompok tertentu, kecuali bendera itu melambangkan ormas-ormas. Ini kan semua orang boleh pasang, di mana pun,” kata Agus dikutip dari Media Indonesia.
     
    “Pemerintah tidak perlu reaktif, biarkan saja. Itu kan seperti pesta saja, orang senang, ya biarkan saja, tidak ada urusan dengan penghinaan. Yang bilang itu penghinaan kan orang yang ingin cari nama saja. Bendera ini kan ibaratnya dari kartun,” lanjutnya. 
     
    Sebelumnya di media sosial, beredar video masyarakat ramai-ramai mengibarkan bendera One Piece di rumah hingga kendaraan. 
     
    Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

    (PRI)

  • Link Daftar Ikut Upacara 17 Agustus 2025 di Istana Negara

    Link Daftar Ikut Upacara 17 Agustus 2025 di Istana Negara

    Jakarta: Pemerintah memberi kesempatan bagi masyarakat untuk hadir langsung dalam prosesi upacara pengibaran bendera di Istana Negara pada 17 Agustus 2025.

    Informasi ini diumumkan Kementerian Sekretariat Negara (Kemensesneg) sebagai bagian dari rangkaian perayaan Hari Kemerdekaan ke-80 Republik Indonesia.

    Wakil Menteri Sekretaris Negara, Juri Ardiantoro, menyebutkan bahwa tahun ini tersedia 8.000 undangan, dan sesuai arahan Presiden Prabowo, sekitar 80% atau 6.400 kursi disediakan khusus bagi masyarakat umum.

    “Undangan yang akan kami sebar sebagian besar kami alokasikan menurut arahan Bapak Presiden untuk masyarakat umum. Jadi dari 8.000 undangan atau 8.000 peserta upacara, 80%-nya adalah masyarakat umum,” ujarnya dikutip dari laman resmi Kemensetneg.
     

    Link pendaftaran

    Pendaftaran dibuka mulai Senin, 4 Agustus 2025, melalui laman Pandang Istana di https://pandang.istananegara.go.id.

    Calon peserta dapat memilih kategori seperti Masyarakat Umum, Pelajar, Mahasiswa, ASN, TNI/Polri, Diaspora, atau lainnya, lalu mengisi data diri. Peserta yang lolos seleksi akan dihubungi lewat email atau WhatsApp.

    Berikut ini persyaratan ikut upacara 17 Agustus 2025: 

    – Warga Negara Indonesia berusia minimal 18 tahun.
    – Memiliki KTP.
    – Sehat fisik dan mental.
    – Mematuhi tata tertib yang berlaku.
    – Hadir sesuai sesi yang telah dipilih.

    Partisipasi dalam kegiatan ini gratis dan terbuka untuk seluruh warga yang memenuhi kriteria. Informasi lebih lanjut tersedia di situs resmi Kemensesneg atau akun Instagram @kemensetneg.ri.

    Jakarta: Pemerintah memberi kesempatan bagi masyarakat untuk hadir langsung dalam prosesi upacara pengibaran bendera di Istana Negara pada 17 Agustus 2025.
     
    Informasi ini diumumkan Kementerian Sekretariat Negara (Kemensesneg) sebagai bagian dari rangkaian perayaan Hari Kemerdekaan ke-80 Republik Indonesia.
     
    Wakil Menteri Sekretaris Negara, Juri Ardiantoro, menyebutkan bahwa tahun ini tersedia 8.000 undangan, dan sesuai arahan Presiden Prabowo, sekitar 80% atau 6.400 kursi disediakan khusus bagi masyarakat umum.

    “Undangan yang akan kami sebar sebagian besar kami alokasikan menurut arahan Bapak Presiden untuk masyarakat umum. Jadi dari 8.000 undangan atau 8.000 peserta upacara, 80%-nya adalah masyarakat umum,” ujarnya dikutip dari laman resmi Kemensetneg.
     

    Link pendaftaran

    Pendaftaran dibuka mulai Senin, 4 Agustus 2025, melalui laman Pandang Istana di https://pandang.istananegara.go.id.
     
    Calon peserta dapat memilih kategori seperti Masyarakat Umum, Pelajar, Mahasiswa, ASN, TNI/Polri, Diaspora, atau lainnya, lalu mengisi data diri. Peserta yang lolos seleksi akan dihubungi lewat email atau WhatsApp.
     
    Berikut ini persyaratan ikut upacara 17 Agustus 2025: 
     
    – Warga Negara Indonesia berusia minimal 18 tahun.
    – Memiliki KTP.
    – Sehat fisik dan mental.
    – Mematuhi tata tertib yang berlaku.
    – Hadir sesuai sesi yang telah dipilih.
     
    Partisipasi dalam kegiatan ini gratis dan terbuka untuk seluruh warga yang memenuhi kriteria. Informasi lebih lanjut tersedia di situs resmi Kemensesneg atau akun Instagram @kemensetneg.ri.
     
    Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

    (PRI)