Category: Liputan6.com Tekno

  • Spotify Tambah Fitur Listening Stats, Ini Cara Cek Lagu Favorit Kamu

    Spotify Tambah Fitur Listening Stats, Ini Cara Cek Lagu Favorit Kamu

    Spofity terus memperkenalkan fitur baru untuk pengelaman penggunanya selain mendengarkan musik. Platform streaming musik ini baru saja meluncurkan fitur baru, di mana pengguna dapat dengan mudah menemukan dan mengikuti lokasi konser favorit.

    Dikutip dari situs resmi Spotify, Minggu (26/10/2025), fitur baru ini merupakan pengembangan dari “Concerts Near You” yang dirilis pada Maret lalu.

    Lewat fitur tersebut, lebih dari 3 juta pengguna telah menggunakan fitur tersebut untuk menemukan konser terdekat dari artis favorit mereka.

    Kini, Spotify menambahkan kemampuan untuk menyimpan lokasi konser favorit ke dalam perpustakaan pribadi di aplikasi. Jadi, ketika pengguna membuka lokasi tersebut, mereka akan menemukan daftar acara mendatang, pengumuman khusus, hingga daftar artis yang akan tampil selanjutnya.

    Tak hanya itu, fitur baru Spotify ini juga memungkinkan pengguna menfilter acara berdasarkan genre musik seperti jazz, rock, pop, blues, hingga EDM.

    Spotify juga menampilkan saran untuk tempat konser di sekitar lokasi pengguna sesuai dengan genre favorit mereka. Concerts Near You selalu diperbarui setiap minggu, sedangkan Live Event feed diperbarui setiap hari.

    Selain itu, perusahaan juga melengkapi update Spotify dengan tautan langsung ke mitra resmi penjualan tiket di setiap lokasi. Lebih dari 20.000 tempat konser di seluruh dunia kini terhubung dengan sistem pelacakan ini.

    Tak hanya berguna untuk pengguna, fitur ini juga diharapkan untuk membantu musisi yang mengandalkan pendapatan dari konser langsung.

  • Remala Ekspansi Jaringan FTTH dari Jawa hingga Bali, Jawab Tantangan Rendahnya Penetrasi Fixed Broadband!

    Remala Ekspansi Jaringan FTTH dari Jawa hingga Bali, Jawab Tantangan Rendahnya Penetrasi Fixed Broadband!

    Liputan6.com, Jakarta – Target pemerintah untuk mencapai 50% penetrasi fixed broadband rumah tangga pada 2029 dengan kecepatan 100 Mbps dihadapkan pada realitas data yang menunjukkan kesenjangan signifikan.

    Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mencatat, jangkauan fixed broadband di Indonesia saat ini baru menyentuh sekitar 21% rumah tangga. Angka ini sangat kontras jika dibandingkan dengan penetrasi internet seluler yang telah meroket hingga 80,66%.

    Rendahnya angka tersebut juga diperkuat oleh hasil Survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) tahun 2025 yang menyebutkan hanya 28,43% masyarakat Indonesia yang mengakses fixed broadband terpasang di rumah.

    Wakil Presiden Revenue Assurance PT Remala Abadi Tbk. (Remala), Samuel Adi Mulia, menilai rendahnya penetrasi fixed broadband ini justru merupakan peluang emas yang harus dimanfaatkan oleh seluruh pelaku usaha jasa internet di bawah naungan APJII.

    Dalam upaya mendukung percepatan dan perluasan fixed broadband pemerintah, Remala mengambil langkah agresif melalui pembangunan dan penggelaran jaringan Fiber To The Home (FTTH) yang membentang dari Jawa hingga Bali.

    “Untuk dapat mendukung program pemerintah dalam percepatan serta memperluas fixed broadband di Indonesia, Remala melakukan pembangunan dan penggelaran jaringan FTTH dari Jawa hingga Bali,” ujar Samuel dalam keterangannya, Senin (10/11/2025).

    Dalam hal ini Remala tidak hanya mengandalkan pengembangan organik, tetapi juga mengoptimalkan perluasan jaringan FTTH melalui skema Kerja Sama Operasi (KSO) dengan berbagai mitra strategis.

     

  • Bocoran Vivo X500 Muncul, Penerus X300 Diprediksi Pakai Chipset Baru

    Bocoran Vivo X500 Muncul, Penerus X300 Diprediksi Pakai Chipset Baru

    Setelah debut di China, sebelumnya Vivo bersiap untuk peluncuran global Vivo X300 series. Rencananya, perusahaan akan mengungkap lini smartphone flagship terbarunya tersebut selain di Negeri Tirai Bambu pada 30 Oktober.

    Jadi salah satu lini HP Android pertama dengan chipset MediaTek Dimensity 9500, banyak konsumen dibuat penasaran dengan berapa harga ponsel baru milik Vivo itu saat meluncur di masing-masing negara, termasuk Indonesia.

    Meski Vivo belum mengungkap secara detail tentang kapan HP Vivo ini tersedia di seluruh dunia. Paras Guglani, leaker telah membocorkan informasi mengenai varian warna dan penyimpanan menjelang peluncuran lewat akun media sosial (medsos) di X miliknya.

    Mengutip cuitan Paras via Gizmochina, Selasa (28/10/2025), Vivo X300 varian standar akan hadir dalam empat pilihan warna, seperti Halo Pink, Iris Purple, Mist Blue, dan Phantom Black. Untuk varian global, perusahaan menawarkan konfigurasi RAM hingga 16GB dan penyimpanan 512GB.

    Sayangnya, perusahaan tidak akan meluncurkan model RAM 1TB selain di pasar China. Untuk varian X300 Pro, Vivo menawarkan empat pilihan warna seperti Mist Blue, Phantom Black, Cloud White, dan Dune Brown. Seperti X300, versi Pro akan dilengkapi RAM hingga 16GB dan penyimpanan 512GB.

    Paras juga mengungkapkan adanya perbedaan ketersediaan warna di beberapa wilayah. Seperti di Australia X300 Pro hanya akan tersedia dalam warna Phantom Black dan Dune Brown. Menariknya, X300 standar akan mendapatkan varian warna Merah eksklusif di kawasan tersebut.

  • Samsung Perluas Smart TV hingga 115 Inci, Apa Saja Teknologi Barunya?

    Samsung Perluas Smart TV hingga 115 Inci, Apa Saja Teknologi Barunya?

    Liputan6.com, Jakarta – Di tengah meningkatnya kebutuhan hiburan digital, televisi (smart TV) tetap menjadi pusat aktivitas keluarga di rumah.

    Menurut studi terbaru, sebagaimana dikutip dari Samsung Newsroom, Senin (10/11/2025), sekitar 38,7% pengguna internet di Indonesia masih menjadikan smart TV sebagai perangkat utama untuk menikmati konten digital, setelah smartphone dan laptop.

    Menariknya, tren menunjukkan permintaan terhadap TV berlayar besar–khususnya di atas 70 inci–terus meningkat.

    Menjawab kebutuhan itu, Samsung menghadirkan lini TV layar besar dengan pilihan ukuran mulai dari 75 inci hingga 115 inci, menawarkan pengalaman menonton yang lebih imersif dan jernih.

    “Sebagai merek TV nomor satu di dunia selama 19 tahun berturut-turut, Samsung terus menghadirkan inovasi melalui seri Crystal UHD, QLED, The Frame, OLED, Neo QLED 4K, hingga Neo QLED 8K. Big Screen TV kami dirancang bukan hanya untuk hiburan, tapi juga mendukung pekerjaan, pendidikan, dan momen kebersamaan keluarga,” ujar  Head of Audio Visual Business Samsung Electronics Indonesia, Lo Khing Seng.

    Layar yang lebih besar tidak hanya memperluas pandangan, tetapi juga membawa detail gambar yang lebih tajam dan warna yang lebih kaya.

    Samsung menyematkan teknologi baru Big Inch Picture Enhancer yang mampu meredam noise dan memperkuat warna hitam, menghasilkan kontras yang lebih dalam dan realistis.

    Selain itu, teknologi Glare Free membantu mengurangi pantulan cahaya dari sinar matahari atau lampu ruangan, sehingga tayangan tetap nyaman ditonton di segala kondisi pencahayaan.

    Samsung juga menghadirkan pengalaman menonton layaknya di bioskop melalui teknologi AI Picture dan AI Sound pada seri Neo QLED dan QLED. Kedua fitur berbasis kecerdasan buatan (AI) ini secara otomatis menyesuaikan tampilan dan suara sesuai jenis konten, memberikan hasil gambar yang optimal dan audio seimbang.

    Ada pula fitur Active Voice Amplifier (AVA) yang mampu menganalisis kebisingan di sekitar ruangan. Jika suara vacuum cleaner atau percakapan lain mengganggu, TV akan menyesuaikan volume agar dialog di film tetap terdengar jelas.

    Dengan kemampuan ini, tayangan film, serial, atau olahraga favorit dapat dinikmati dengan kualitas gambar ultra-detail dan suara sinematik, langsung dari ruang keluarga.

     

  • Top 3 Tekno: Cara Pakai QRIS Tap hingga Bocoran Spesifikasi Oppo K15 Turbo

    Top 3 Tekno: Cara Pakai QRIS Tap hingga Bocoran Spesifikasi Oppo K15 Turbo

    OpenAI baru saja meluncurkan aplikasi generator video berbasis kecerdasan buatan (AI), Sora, untuk pengguna perangkat Android. Aplikasi Sora ini sudah dapat diunduh melalui Google Play Store dengan wilayah Amerika Serikat, Jepang, Kanada, Korea Selatan, Taiwan, Thailand, dan Vietnam.

    Sora pertama kali meluncur ke platform mobile lewat peluncuran aplikasi tersebut di App Store pada September 2025. Hanya dalam waktu satu minggu, aplikasi ini mencatat lebih dari 1 juta unduhan dan langsung berada di puncak toko aplikasi Apple tersebut.

    Dengan kehadirannya di Play Store, diperkirakan jumlah pengguna Sora akan meningkat secara signifikan.

    Mengutip TechCrunch, Minggu (9/11/2025), Sora versi Android membawa fitur berbagi video berbasis feed cara kerjanya mirip TikTok atau Instagram. Fitur ini memungkinkan pengguna menjelajah video buatan AI dalam format vertikal.

    Langkah ini dianggap menjadi strategi OpenAI untuk masuk ke pasar video pendek dan bersiang langsung dengan TikTok, Instagram, dan platform berbagi video singkat lainnya.

    Baca selengkapnya di sini 

  • Usung 3 Pilar Ini, Anker Innovations Tak Cuma Ingin Dikenal sebagai Produsen Powerbank

    Usung 3 Pilar Ini, Anker Innovations Tak Cuma Ingin Dikenal sebagai Produsen Powerbank

    Liputan6.com, Jakarta – Anker Innovations menegaskan peran barunya sebagai penyedia ekosistem teknologi terpadu, bukan sekadar produsen powerbank dan charger.

    Langkah ini dipertegas perusahaan lewat pameran  bertajuk “The Anker Playground: Powering Fun, Inspiring Life” yang digelar belum lama ini di Jakarta.

    Menurut Country Brand Manager Anker dan Eufy,  Vini Millatina Urfani, The Anker Playground menjadi simbol transformasi Anker Innovations di Indonesia.

    “Kami ingin masyarakat melihat Anker bukan hanya sebagai produsen pengisi daya, tapi sebagai penyedia solusi teknologi yang memperkuat dan mempermudah gaya hidup digital modern,” ujar Vini dalam keterangannya, Senin (10/11/2025).

    Dalam pameran ini, Anker Innovations menampilkan tiga lini utama yang saling melengkapi:

    Anker, solusi daya cerdas untuk kebutuhan mobilitas
    Soundcore, perangkat audio dengan pengalaman suara imersif
    Daneufy, teknologi rumah pintar yang menonjolkan keamanan serta efisiensi.

    Vini menjelaskan, ketiganya mewakili visi Anker sebagai satu kesatuan teknologi yang hadir di setiap momen kehidupan pengguna–dari energi untuk perangkat, suara yang menghidupkan suasana, hingga kenyamanan rumah yang dijaga teknologi pintar.

     

  • Meta Dituding Raup Miliaran Dolar dari Iklan Penipuan di Facebook dan Instagram

    Meta Dituding Raup Miliaran Dolar dari Iklan Penipuan di Facebook dan Instagram

    Meta kembali melakukan perombakan besar-besaran di tengah ambisi perusahaan untuk mengembangkan kecerdasan buatan (AI). Terkini, perusahaan bentukan Mark Zuckerberg tersebut diketahui telah melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK).

    Disebutkan, Meta PHK 600 karyawan dari divisi “superintelijen”. Langkah ini kabarnya dilakukan sebagai upaya menyederhanakan proses pengambilan keputusan di internal perusahaan.

    “Dengan mengurangi jumlah anggota tim kami, lebih sedikit percakapan yang diperlukan untuk membuat keputusan, dan setiap orang akan lebih mampu memikul beban serta memiliki cakupan dan dampak yang lebih besar,” ujar kepala AI Meta, Alexandr Wang, dikutip dari Axios, Sabtu, (25/10/2025).

    Wang menambahkan, karyawan terdampak dapat melamar ke posisi lain di perusahaan. “Kami masih membutuhkan individu berbakat dan keahlian mereka di bagian lain,” ucapnya.

    PHK di Meta ini juga memengaruhi FAID, lab riset AI legendari perusahaan, serta beberapa unit produk AI dan infrastruktur.

    Namub, langkah penghematan ini menujukkan perusahaan induk Facebook, Instagram, dan WhatsApp ini masih mencari arah dalam strategi pengembangan AI-nya.

    Laporan Gizmodo menyebut, meski perusahaan berhasil menarik banyak talenta baru, arah pengembangan AI Meta masih belum jelas dan membuat semangat karyawan semakin menurun.

    Selain mengeluarkan dana sebesar kontrak NBA, perusahaan berinvestasi USD 15 miliar (sekitar Rp 249 triliun) ke AI Scale untuk mendapatkan talenta dan infrastruktur. Sejak menyerap itu semua, Meta gagal menentukan apa yang harus dilakukan.

    Perusahaan itu mengumumkan inisiatif “Superintelligence” terlebih dahulu untuk menyatukan upayanya dalam bidang AI, tetapi memecahnya menjadi beberapa divisi dalam hitungan minggu.

  • T1 Juara League of Legends Worlds 2025, Cetak Rekor Tiga Kali Beruntun

    T1 Juara League of Legends Worlds 2025, Cetak Rekor Tiga Kali Beruntun

    Liputan6.com, Jakarta – Team esports T1 baru saja mengukir sejarah  di panggung tertinggi turnamen League of Legends (LoL). Tim asal Korea Selatan itu berhasil menjadi juara LoL Worlds 2025 setelah menumbangkan rival abadi mereka, KT Rolster.

    Bertempat di Chengdu, China, T1 sukses mengalahkan KT Rolster dengan skor 3-2 pada Grand Final Worlds Championship 2025 yang digelar pada Minggu, 9 November 2025.

    Pertemuan dua raksasa ini kembali menghadirkan “Telecom War” yang selama bertahun-tahun menjadi salah satu duel terbesar di skena esports. Kedua tim tampil penuh tekanan di format best-of-five.

    KT Rolster yang diisi oleh Perfect, Cuzz, Bdd, Deokdam, dan Peter sempat memimpin dua game pertama berkat permainan solid Bdd dan Peter. Namun, T1 perlahan bangkit.

    Dipimpin Lee “Faker” Sang-hyeok yang tampil sebagai poros permainan, T1 berhasil menyamakan kedudukan dan memaksa laga berjalan ke game kelima.

    Pada game penentuan ini, T1 yang diperkuat Faker, Doran, Oner, Gumayusi, dan Keria tampil lebih tenang. Mereka mampu menutup seri dengan kemenangan, dan memastikan gelar kejuaraan dunia ketiga mereka secara beruntun.

    Kemenangan ini menambah koleksi trofi World tim T1 menjadi gelar. Sebelumnya, tim ini menjadi juara dunia pada 2013, 2015, 2016, 2023, dan 2024. Rekor ini menjadikan T1 sebagai satu-satunya tim dalam sejarah yang pernah meraih tiga gelar Worlds berturut-turut.

    Tak hanya itu, turnamen World Championship tahun ini mencatat rekor penonton 6,7 juta penonton bersamaan dalam sejarah esports global.

    T1 membawa pulang hadiah sebesar USD 1 juta, sedangkan KT Rolster sebagai runner-up mendapatkan USD 800 ribu.

  • Apple Siapkan iPhone Air 2 untuk 2026, Bawa Desain Tipis dan Kamera Ganda

    Apple Siapkan iPhone Air 2 untuk 2026, Bawa Desain Tipis dan Kamera Ganda

    Apple  saja menggulirkan pembaruan  iOS 26.1 , iPadOS 26.1, macOS Tahoe 26.1, hingga watchOS 26.1 secara global. Update ini hadir setiap setelah perusahaan merilis iOS 26.

    Seperti pembaruan pada umumnya, update iOS 26.1 dan kawan-kawan ini menghadirkan sejumlah fitur baru yang fokus pada kenyamanan pengguna, keamanan, dan personalisasi tampilan. 

    Bagi kamu yang memakai iPhone, iPad, macOS, hingga watchOS, bisa langsung cek di menu Settings > General. Setelah itu, ketuk Pembaruan Perangkat Lunak > Perbarui Sekarang.

    Lalu apa saja fitur baru iOS 26.1 yang baru saja Apple gulirkan secara global? Cek di bawah ini.

    1. Tampilan Liquid Glass Lebih Fleksibel

    Salah satu fitur paling menarik di iOS 26.1 adalah Liquid Glass. Kini, pengguna dapat menemukan pengaturan baru di Tampilan & Kecerahan > Liquid Glass.

    Anda dapat menyesuaikan tingkat transparansi antarmuka iPhone, iPad, dan macOS. Ada dua pilihan:

    Clear – Membuat tampilan lebih jernih dan tembus pandang.
    Tinteid – Memberikan kontras lebih tinggi agar mata tidak cepat lelah saat penggunaan lama.

    2. Opsi Nonaktifkan Geser Kamera di Layar Kunci

    Banyak pengguna iPhone sering tak sengaja membuka kamera saat menggeser layar kunci ke kiri. Melalui pembaruan iOS 26.1, Apple akhirnya memberikan solusi melalui toggle baru di Pengaturan > Layar Kunci > “Geser untuk Buka Kamera”.

    Dengan fitur ini, Anda dapat menonaktifkan akses cepat ke kamera untuk mencegah pembukaan tidak sengaja atau risiko privasi lainnya.

    3. Geser untuk Mengaktifkan Alarm dan Timer

    Perusahaan juga memperbaiki pengalaman pengguna di aplikasi Jam, di mana pengguna bisa menggeser layar untuk menghentikan alarm atau timer berbunyi.

    Tombol “Stop” juga kini lebih besar diganti dengan gerakan  gesekan , membuat kontrol alarm lebih mudah digunakan, terutama saat baru bangun tidur.

    4. Geser Layar untuk Memilih Lagu di Apple Music

    Bagi pecinta musik, kamu bisa menikmati cara baru mengontrol lagu di aplikasi Apple Music. Cukup sapu layar ke kiri atau kanan dengan jari, pengguna bisa langsung mengganti lagu.

    Fitur ini membuat pengalaman mendengarkan musik lebih cepat dan natural tanpa harus menekan tombol navigasi.

  • Update iPadOS 26.1 Hadirkan Slide Over dan Local Capture, Begini Cara Pakainya

    Update iPadOS 26.1 Hadirkan Slide Over dan Local Capture, Begini Cara Pakainya

    Seperti pembaruan pada umumnya, update iOS 26.1 dan kawan-kawan ini membawa sejumlah fitur baru fokus pada kenyamanan pengguna, keamanan, dan personalisasi tampilan.

    Lalu apa saja fitur baru iOS 26.1 yang baru saja Apple gulirkan secara global? Cek di bawah ini.

    1. Tampilan Liquid Glass Lebih Fleksibel

    Salah satu fitur paling menarik di iOS 26.1 adalah Liquid Glass. Kini, pengguna bisa menemukan pengaturan baru di Tampilan & Kecerahan > Liquid Glass.

    Kamu bisa menyesuaikan tingkat transparasi antarmuka iPhone, iPad, dan macOS. Ada dua pilihan:

    Clear – Membuat tampilan lebih jernih dan tembus pandang.
    Tinted – Memberikan kontras lebih tinggi agar mata tidak cepat lelah saat penggunaan lama.2. Opsi Nonaktifkan Geser Kamera di Layar Kunci

    Banyak pengguna iPhone sering tak sengaja membuka kamera saat menggeser layar kunci ke kiri. Melalui pembaruan iOS 26.1, Apple akhirnya memberi solusi lewat toggle baru di Pengaturan > Layar Kunci > “Geser untuk Buka Kamera”.

    Dengan fitur ini, kamu bisa menonaktifkan akses cepat ke kamera untuk mencegah pembukaan tidak sengaja atau risiko privasi lainnya.

    3. Geser untuk Setop Alarm dan Timer

    Perusahaan juga memperbaiki pengalaman pengguna di aplikasi Jam, di mana pengguna bisa geser layar untuk menghentikan alarm atau timer berbunyi.

    Tombol “Stop” juga kini lebih besar digantikan dengan gerakan swipe, membuat kontrol alarm lebih mudah digunakan, terutama saat baru bangun tidur.

    4. Geser Layar untuk Pilih Lagu di Apple Music

    Bagi pecinta musik, kamu bisa menikmati cara baru mengontrol lagu di aplikasi Apple Music. Cukup sapu layar ke kiri atau kanan dengan jari, pengguna bisa langsung mengganti lagu.

    Fitur ini membuat pengalaman mendengarkan musik lebih cepat dan natural tanpa harus menekan tombol navigasi.