Category: Liputan6.com Tekno

  • Asus ROG Xreal R1 hingga Chip Gaming Handheld Intel

    Asus ROG Xreal R1 hingga Chip Gaming Handheld Intel

    Liputan6.com, Jakarta – Perangkat gaming portabel Asus ROG Xreal R1 yang baru meluncur di ajang CES 2026, menuai perhatian para pembaca di kanal Tekno Liputan6.com, Selasa (6/1/2025) kemarin.

    Berita lain yang juga populer datang dari Intel yang pamer chip gaming handheld di CES 2026. Chip ini berbasis Panther Lake, dengan dukungan performa grafis terintegrasi (iGPU).

    Lebih lengkapnya, simak tiga berita terpopuler di kanal Tekno Liputan6.com berikut ini.

    1. Asus ROG Xreal R1 Diumumkan di CES 2026, Kacamata AR Gaming 240Hz Pertama di Dunia

    Asus menambah lini produk mereka dengan memperkenalkan perangkat gaming portabel, ROG Xreal R1, bertepatan dengan digelarnya Consumer Electronic Show 2026 (CES 2026).

    Perusahaan asal Taiwan itu mengklaim, ROG Xreal R1 ini adalah kacamata AR gaming pertama di dunia yang menggunakan layar micro-OLED FHD 240Hz.

    ROG Xreal R1 dibuat untuk memberikan pengalaman gaming lancar dan imersif, tanpa harus mengandalkan monitor fisik. Perangkat ini dapat memunculkan layar virtual berukuran 171 inci dengan sudut pandang luas, ringan, dan bisa dipakai di mana saja.

    “Berbekal wearable ini, gamer yang memainkan game di ROG Ally dapat menikmati tampilan lebih luas dengan sudut padang sebesar 57 derajat,” kata Asus dalam keterangannya, Selasa (6/1/2026).

    Spesifikasi ROG Xreal R1 mencakup panel Sony micro-OLED 0,55 inci beresolusi Full HD 1920 x 1080 piksel dengan refresh rate 240Hz.

    Lewat kombinasi ini, raksasa teknologi tersebut mengklaim perangkat ini mampu menghasilkan visual super halus dengan latensi motion-to-photon rendah.

    Saat dipakai, wearable ini akan memproyeksikan layar virtual raksasa seolah pengguna sedang berada empat meter di depan layar.

    Baca selengkapnya di sini 

     

  • Galaxy S27 Ultra Berpotensi Hadirkan Peningkatan Kamera yang Dinanti Pengguna

    Galaxy S27 Ultra Berpotensi Hadirkan Peningkatan Kamera yang Dinanti Pengguna

    Liputan6.com, Jakarta – Samsung kembali bersiap akan meluncurkan jajaran smartphone flagship non-lipat terbarunya, seri Galaxy S26, dijadwalkan meluncur pada Februari 2026.

    Dilansir SamMobile, Rabu (7/1/2026), Galaxy S26 Ultra rumornya akan memiliki konfigurasi kamera sama dengan Galaxy S25 Ultra yang sudah ada di pasaran saat ini.

    Kabar ini tentunya banyak memicu kekecewaan sebagian pengguna. Disebutkan, banyak konsumen berharap Samsung menghadirkan lompatan besar pada sektor kamera, mengingat lini Ultra dikenal sebagai etalase inovasi teknologi lensa Samsung.

    Isu tersebut tidak berhenti di Galaxy S26 Ultra. Laporan sama menyebut raksasa teknologi asal Korea Selatan itu berpotensi menerapkan pendekatan serupa pada Galaxy S27 Ultra di tahun depan.

    Spekulasi ini memunculkan anggapan, Samsung cenderung bermain aman demi menjaga efisiensi dan profitabilitas.

    Namun, bocoran terbaru dari tipster ternama Ice Universe memberi sundut pandang berbeda. Lewat cuitan di akun miliknya di platform X, ia mengklaim Samsung tengah menyiapkan pembaruan kamera lebih signifikan untuk Galaxy S27 Ultra.

    “Galaxy S27 Ultra akan menggunakan sensor baru untuk kamera utama, ultra-wide, dan kamera depan,” cuit Ice Universe di X.

    Meski ada kabar soal sensor baru, Ice Universe juga mengungkap kamera telefoto Galaxy S27 Ultra masih akan menggunakan model sama dengan generasi sebelumnya. Hal tersebut menunjukkan Samsung lebih memilih pembaruan secara bertahap tanpa melakukan perubahan besar pada seluruh sistem kamera.

    Untuk saat ini, perhatian publik masih tertuju pada peluncuran seri Galaxy S26. Apakah Samsung akan memberikan kejutan di menit terakhir, atau tetap mempertahankan pendekatan konservatif masih menjadi tanda tanya besar.

  • Vivo Y50s 5G dan Y50e 5G Resmi Meluncur, HP Menengah dengan Baterai Jumbo

    Vivo Y50s 5G dan Y50e 5G Resmi Meluncur, HP Menengah dengan Baterai Jumbo

    Liputan6.com, Jakarta – Vivo kembali memperluas lini smartphone kelas menengah, di mana perusahaan asal China ini resmi memperkenalkan dua model terbaru dari seri Y, yakni Vivo Y50s 5G dan Vivo Y50e 5G.

    Kedua model HP baru Vivo menyasar pengguna segmen menengah dengan menawarkan daya tahan baterai yang besar, desain yang tahan lama, serta performa 5G untuk kebutuhan sehari-hari.

    Spesifikasi Vivo Y50s 5G dan Y50e 5G

    Dilansir GizmoChina, Rabu (7/1/2026), Y50s 5G dan Y50e 5G hadir dengan desain dan dimensi identik. Keduanya mengusung layar LCD datar 6,47 inci beresolusi HD+ (1600 x 720 piksel), rasio aspek 20:9, dan refresh rate hingga 90Hz.

    Perusahaan asal China ini juga menekankan aspek ketahanan, di mana kedua HP sudah mengantongi sertifikasi IP64, berarti tahan terhadap debu dan percikan air. Dimensi bodinya tercatat 167,30 x 76,95 x 8,19 mm dengan bobot 204 gram.

    Dari sisi dapur pacu, kedua ponsel ponsel ditenagai chipset Dimensity hingga 6300. Bedanya, Vivo Y50e 5G hadir dengan RAM 6GB dan penyimpanan 128GB menggunakan eMMC 5.1, sedangkan Vivo Y50s 5G tersedia dalam varian 6GB + 256GB, 8GB + 256GB, dan 12GB + 256GB.

    Kedua ponsel tersebut dibekali dengan baterai 6000mAh. Vivo Y50e mendukung fast charging 15W, sedangkan Vivo Y50s sudah mendukung pengisian cepat 44W.

    Di sektor kamera, kedua smartphone ini mengusung kamera depan 5 MP dan kamera belakang 13 MP dengan fitur autofocus serta kemampuan perekaman video hingga 1080p.

    Vivo Y50s 5G dan Y50e 5G langsung menjalankan OriginOS 5 berbasis Android 15. Fitur keamanan meliputi sensor sidik jari di sisi bodi serta pengenalan wajah. Fitur pendukung lainnya mencakup dual SIM, jaringan 5G, Wi-Fi, Bluetooth 5.4, GPS multi-sistem, USB Type-C, jack audio 3,5 mm, hingga infrared blaster yang memungkinkan ponsel digunakan sebagai remote kontrol.

    Harga dan Ketersediaan

    Di pasar China, Vivo Y50e 5G dengan konfigurasi 6GB+128GB dibanderol dengan harga 1.499 Yuan (setara dengan Rp3,5 jutaan). Sementara Vivo Y50s 5G dijual mulai dari 1.799 Yuan (setara dengan Rp4,3 jutaan) untuk versi 6GB+256GB, dengan opsi memori yang lebih tinggi seperti 8GB+256GB dan 12GB+256GB.

    Kedua ponsel ini tersedia dalam beberapa pilihan warna, yakni Diamond, Sky Blue, dan Platinum serta sudah bisa dibeli melalui saluran resmi Vivo.

  • 5 IEM Terbaik Harga Rp 100-300 Ribuan, Audio Premium Tak Bikin Kantong Bolong!

    5 IEM Terbaik Harga Rp 100-300 Ribuan, Audio Premium Tak Bikin Kantong Bolong!

    Dalam memilih IEM terbaik di segmen harga Rp 100 ribuan, beberapa faktor menjadi pertimbangan utama. Faktor-faktor ini memastikan bahwa Anda mendapatkan nilai terbaik untuk uang yang Anda keluarkan, tanpa mengorbankan kualitas atau kenyamanan. Memahami kriteria ini akan membantu Anda membuat keputusan pembelian yang lebih cerdas dan memuaskan.

    Kualitas Suara

    Meskipun harganya terjangkau, IEM yang direkomendasikan harus mampu menyajikan detail suara yang baik. Keseimbangan tonal dan kejernihan menjadi kunci utama dalam penilaian kualitas audio. Bass yang punchy namun terkontrol, mid yang jernih, dan treble yang tidak menusuk telinga adalah karakteristik yang dicari.

    IEM terbaik di kelas harga ini mampu mereproduksi berbagai genre musik dengan akurasi yang mengejutkan. Pengguna dapat menikmati nuansa musik favorit mereka dengan detail yang jelas, seolah-olah mendengarkan langsung dari sumbernya. Kualitas suara yang optimal ini menjadi faktor penentu dalam pengalaman mendengarkan yang memuaskan.

    Kenyamanan dan Desain

    Desain ergonomis sangat penting untuk penggunaan jangka panjang, terutama bagi mereka yang sering bepergian atau mendengarkan musik dalam waktu lama. IEM yang baik harus nyaman di telinga dan memiliki isolasi suara pasif yang efektif. Kenyamanan ini berkontribusi signifikan terhadap pengalaman mendengarkan secara keseluruhan.

    Isolasi suara yang baik membantu mengurangi gangguan dari lingkungan sekitar, memungkinkan pendengar untuk lebih fokus pada musik. Desain yang pas di telinga juga mencegah IEM mudah lepas, menjadikannya pilihan praktis untuk aktivitas sehari-hari. Material ringan seringkali menjadi nilai tambah untuk kenyamanan maksimal.

    Daya Tahan

    Material yang digunakan dan kualitas build harus cukup kokoh untuk penggunaan sehari-hari. Daya tahan produk audio entry-level seringkali menjadi perhatian, sehingga material dan kualitas perakitan menjadi pertimbangan penting. IEM yang awet akan menjadi investasi yang lebih baik dalam jangka panjang.

    Pilihan bahan seperti resin atau logam ringan dapat meningkatkan ketahanan terhadap benturan dan keausan. Konstruksi yang solid memastikan komponen internal terlindungi dengan baik. Dengan demikian, pengguna tidak perlu khawatir akan kerusakan dini dan dapat menikmati IEM mereka untuk waktu yang lebih lama.

    Aksesori

    Ketersediaan eartips dengan berbagai ukuran dan kabel yang dapat dilepas (detachable cable) menjadi nilai tambah yang signifikan. Eartips yang beragam memungkinkan penyesuaian yang lebih baik dengan bentuk telinga pengguna, meningkatkan kenyamanan dan isolasi suara.

    Kabel yang dapat dilepas meningkatkan fleksibilitas dan umur pakai IEM. Jika kabel rusak, pengguna dapat dengan mudah menggantinya tanpa perlu membeli IEM baru. Fitur ini juga memungkinkan pengguna untuk melakukan upgrade kabel demi kualitas suara yang lebih baik atau fungsionalitas tambahan, seperti mikrofon in-line.

  • Apa Saja HP yang Harganya bakal Naik pada 2026 Gara-Gara Krisis RAM?

    Apa Saja HP yang Harganya bakal Naik pada 2026 Gara-Gara Krisis RAM?

    Liputan6.com, Jakarta – Kenaikan harga RAM global yang dipicu lonjakan teknologi kecerdasan buatan (AI) mulai berdampak ke berbagai sektor, termasuk pasar HP.

    Konsumen yang berencana membeli ponsel baru pada 2026 akan berpotensi menghadapi harga lebih mahal, pilihan RAM terbatas, hingga penurunan spesifikasi di sejumlah lini perangkat.

    Selama setahun terakhir, harga RAM meroket hingga dua sampai tiga kali lipat. Meski selama ini pengguna ponsel mungkin tidak terlalu terdampak karena RAM ponsel tidak dibeli terpisah seperti pada PC, namun pasokan memori global kini perlahan mengubah arah desain dan harga smartphone generasi berikutnya.

    AI Jadi Biang Permasalahan Harga RAM

    Lonjakan harga RAM tak terlepas dari meningkatnya permintaan memori untuk kebutuhan AI. Penyedia pusat data seperti Amazon dan Oracle memborong DDR5 untuk menopang komputasi cloud berperforma tinggi.

    Mengutip Android Authority, Rabu (7/1/2026), server AI modern bahkan dapat menggunakan RAM hingga beberapa terabyte, ini berbanding jauh dengan server generasi lama yang hanya mengandalkan 128GB atau 256GB DDR4. Akibatnya, konsumen PC dan produsen perangkat lain kini harus bersaing dengan raksasa teknologi global untuk mendapatkan pasokan RAM.

    Namun, tekanan terbesar datang dari pergeseran fokus menghasilkan memori ke High Bandwith Memory (HBM), komponen penting dalam kartu AI Nvidia seperti H100 dan GH200. Meski diproduksi dari wafer yang sama dengan DDR dan LPDDR, HBM menawarkan margin keuntungan hingga lima kali lipat.

    Sejak 2023, tiga produsen utama dunia yaitu Samsung Electronics, SK Hynix, dan Micron Technology yang menguasai sekitar 75 persen pasar RAM global, semakin banyak mengalihkan kapasitas produksinya ke HBM. Akibatnya, pasokan RAM konsumen seperti DDR, LPDDR, dan GDDR terus menyusut.

    Tekanan ini diperparah dengan proyek infrastruktur AI. Pada Oktober 2025, OpenAI menandatangani letter of intent dengan Samsung dan SK Hynix untuk proyek “Stargate”. Kebutuhan memorinya diperkirakan mencapai 900 ribu wafer DRAM per bulan.

  • Clicks Communicator Jadi HP Android Mirip BlackBerry dengan Teknologi Qi2

    Clicks Communicator Jadi HP Android Mirip BlackBerry dengan Teknologi Qi2

    Liputan6.com, Jakarta – Dukungan pengisian daya Qi2 yang memadai pada Android masih tergolong langka. Sejauh ini hanya seri Google Pixel 10 yang membawa standar Qi2 ke pasar massal. Namun, kabar baik datang menjelang tahun 2026, ketika ponsel Android Qi2 lainnya dikonfirmasi untuk hadir. Clicks Communicator 

    Diumumkan awal pekan menjelang CES 2026, Clicks Communicator merupakan smartphone bergaya BlackBerry yag diumumkan jelang ajang CES 2026. Perangkat ini hadir dengan fokus pada keyboard fisik yan mirip dengan casing keyboard Clicks yang tersedia untuk iPhone, Pixel 10, dan beberapa perangkat lainnya.

    Sebagian spesifikasi pada ponsel ini masih dirahasiakan, tetapi satu fitur yang telah dikonfirmasi adalah dukungan untuk Qi2. Clicks mengonfirmasi kepada 9to5Google bahwa perangkat ini mendukung Qi2 secara optimal, meski dibekali backplate yang dapat diganti. Hal ini menjadi catatan menarik, di mana Qi 3 biasanya membutuhkan struktur magnet yang presisi.

    Dengan kehadiran Clicks Communicator, jumlah ponsel Android yang mendukung Qi2 kini bertambah menjadi enam perangkat. Sebelumnya, Qi2 lebih dulu hadir di HMD Skyline, lalu diikuti Pixel 10, Pixel 10 Pro, Pixel 10 Pro XL, dan Pixel 10 Pro Fold.

    Meski demikian, Clicks Communicator dipastikan bukan produk yang ditujukan untuk pasar luas. Perangkat ini lebih menyasar pengguna dengan kebutuhan khusus, sehingga kehadirannya belum mampu mendorong adopsi Qi2 secara masif. Walaupun begitu, kehadirannya tetap menjadi sinyal positif bagi perkembangan standar pengisian daya terbaru di Android.

    Ke depan, tahun 2026 diprediksi akan menjadi momentum penting bagi Qi2. Samsung Galaxy S26 series disebut-sebut akan mengadopsi teknologi ini, seiring bocoran yang kian menguat. Jika terealisasi, besar kemungkinan lini ponsel lipat Samsung juga akan menyusul di paruh akhir tahun.

    Sementara itu, Pixel 11 series hampir dipastikan melanjutkan dukungan Qi2, tetapi arah langkah merek Android lain masih belum jelas.

    Motorola dinilai berpotensi, meski belum ada konfirmasi. Di sisi lain, OnePlus dan Oppo telah menunjukkan minat pada aksesori magnetik, tetapi hingga kini belum merilis perangkat Qi2 pertama mereka. Segmen ponsel kelas menengah dan entry-level pun masih menjadi tanda tanya besar.

  • Jangan Salah Paham, Ini Perbedaan Mode Bisu dan Senyap di HP

    Jangan Salah Paham, Ini Perbedaan Mode Bisu dan Senyap di HP

    Liputan6.com, Jakarta – Banyak pengguna smartphone ternyata masih mengira mode bisu dan mode senyap adalah dua mode yang sama. Padahal, keduanya mengatur fungsi audio berbeda dan dipakai dalam situasi juga tidak sama.

    Kesalapahaman ini kerap membuat pengguna salah dalam hal mengatur ponsel, terutama saat rapat, menelepon, atau berada di tempat umum.

    Apa Beda Mode Bisu dan Senyap di HP

    Dilansir SamMobile, Selasa (6/1/202), perbedaan utama mode bisa udan mode senyap terletak pada bagian audio yang dikendalikan. Mode bisu bekerja pada mikrofon, sementara mode senyap mengatur suara keluaran ponsel.

    Mode bisu biasanya muncul saat Anda sedang menelepon atau mengikuti panggilan konferensi. Ketika fitur ini aktif, suara Anda tidak akan terdengar oleh lawan bicara. Namun, Anda tetap bisa mendengar percakapan. Fitur ini biasanya digunakan saat mengikuti panggilan konferensi atau rapat daring, terutama jika berada di lingkungan bising.

    Penting dicatat, mode bisu tidak memengaruhi fungsi ponsel lainnya. Nada dering, suara notifikasi, alarm, hingga pemutaran musik atau video tetap berjalan normal. Fitur ini hanya menonaktifkan input suara dari mikrofon, bukan suara yang keluar dari speaker.

    Berbeda dengan itu, mode senyap bekerja di tingkat sistem dan berfungsi mengatur suara keluaran ponsel. Saat diaktifkan, ponsel tidak akan mengeluarkan suara dari nada dering, notifikasi pesan, maupun peringatan aplikasi.

    Meski begitu, semua pemberitahuan tetap masuk dan biasanya ditampilkan di layar atau melalui getaran, tergantung pengaturan.

    Di HP Android, termasuk Samsung, mode senyap sering terhubung dengan mode getar dan fitur Jangan Ganggu (Do Not Disturb). Pengguna bisa mengatur notifikasi prioritas agar panggilan atau pesan penting tetap bisa masuk meski ponsel dalam keadaan senyap.

  • Poco X8 Pro Lolos Sertifikasi SDPPI Komdigi, Kapan Meluncur?

    Poco X8 Pro Lolos Sertifikasi SDPPI Komdigi, Kapan Meluncur?

    Liputan6.com, Jakarta – Poco X8 Pro yang akan rilis secara bertahap di sejumlah negara, terus mengantongi beberapa sertifikasi. Setelah lebih dulu mengantongi persetujuan EEC Eropa, BIS India, dan SGS, perangkat ini kini tercatat telah lolos sertifikasi Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (SDPPI) Indonesia dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).

    Seperti pada umumnya, dokumen sertifikasi tersebut tidak mengungkap detail spesifikasi perangkat. Meski demikian, Poco X8 diyakini merupakan versi rebranding dari Redmi Turbo 5, yang disebut-sebut akan diluncurkan pada akhir Januari di China.

    Daftar Poco X8 Pro SDPPI

    Dilansir GizmoChina, Selasa (5/1/2026), smartphone Poco yang akan rilis dengan nomor 2511FPC34G tecatat telah megantongi persetujuan dari otoritas SDPPI Indonesia.

    Namun, baik dalam daftar SDPPI ataupun sertifikasi yang sebelumnya muncul, belum terungkap nama pemasaran resmi dari perangkat tersebut.

    Meski demikian, perangkat ini secara luas disebut-sebut merupakan versi rebranding dari Redmi Turbo 5 yang dipasarkan di China dengan nomor model 2511FRT34C.

    Sebagai catatan, Poco X7 Pro diketahui merupakan versi rebadge dari Redmi Turbo 4 untuk pasar China. Dengan pola tersebut, kemungkinan Poco X8 Pro akan mengikuti strategi serupa dan hadir sebagai versi Redmi Turbo 5 dengan nama berbeda di pasar global.

     

     

  • Microsoft Pensiunkan Windows 11 SE pada 2026, Pengguna Diimbau Beralih ke Versi Reguler

    Microsoft Pensiunkan Windows 11 SE pada 2026, Pengguna Diimbau Beralih ke Versi Reguler

    Liputan6.com, Jakarta – Microsoft akhirnya mengonfirmasi untuk menghentikan dukungan untuk Windows 11 SE, sistem operasi khusus pendidikan yang dirancang untuk siswa tingkat K–8. Rencananya, perusahaan akan setop dukungan terhadap OS ini pada tahun 2026.

    Keputusan ini menjadi perubahan arah yang drastis. Pasalnya, beberapa tahun lalu Microsoft gencar mempromosikan Windows 11 SE sebagai solusi ideal untuk sekolah, dengan konsep sederhana, aman, dan terjangkau.

    Mengutip Digital Trends, Selasa (6/1/2025), Windows 11 SE pertama kali diperkenalkan pada tahun 2021 sebagai OS khusus untuk pelajar usia dini. Setahun kemudian, Microsoft menyebutnya sebagai awal dari “era baru PC”, dengan pengalaman penggunaan berbasis web yang lebih ringan dibandingkan Windows 10 S Mode.

    Untuk mendukung konsep tersebut, Windows 11 SE dibuat jauh lebih terbatas dibandingkan versi standar Windows. Siswa tidak dapat mengunduh aplikasi secara bebas, sementara pemasangan software hanya dapat dilakukan oleh administrator IT. File aplikasi berformat .exe yang dijalankan tanpa izin pun otomatis gagal terbuka.

    Untuk mendukung strategi tersebut, raksasa teknologi yang bermarkas di Redmond pun meluncurkan Surface Laptop SE dengan harga terjangkau, sekitar USD 249, serta menggandeng mitra seperti Dell dan HP untuk menyediakan perangkat murah bagi sekolah.

    Namun, arah kebijakan kini berubah. Dokumen dukungan terbaru Microsoft mengungkap Windows 11 SE tidak lagi menerima pembaruan fitur utama, dengan versi 24H2 menjadi rilis terakhir. Setelah Oktober 2026, perangkat yang masih menggunakan sistem ini tidak akan lagi mendapatkan pembaruan keamanan maupun dukungan teknis.

    Bagi sekolah, kondisi ini berpotensi menjadi tantangan serius. Tanpa pembaruan keamanan, perangkat Windows 11 SE dinilai rentan dan berisiko terhadap perlindungan data siswa. Microsoft pun menyarankan institusi pendidikan untuk beralih ke perangkat yang mampu menjalankan versi Windows 11 reguler.

    Bagi pihak sekolah dan administrator TI, keputusan ini memicu tantangan anggaran baru. Sekolah yang sebelumnya berinvestasi pada Windows 11 SE kini harus menyiapkan dana tambahan untuk mengupgrade perangkat, atau bahkan mempertimbangkan beralih ke platform lain.

    Pengumuman ini muncul bersamaan dengan dirilisnya daftar produk Microsoft yang akan “dipensiunkan” pada tahun 2026, termasuk Office 2021. Meski perangkat Windows 11 SE masih bisa digunakan setelah jangka waktu waktu tersebut, Microsoft memberikan sinyal jelas bahwa eksperimen sistem operasi ringan untuk pendidikan telah selesai.

  • Intel Pamer Chip Gaming Handheld di CES 2026, Performa iGPU Naik hingga 77 Persen

    Intel Pamer Chip Gaming Handheld di CES 2026, Performa iGPU Naik hingga 77 Persen

    Liputan6.com, Jakarta – Intel resmi mengungkap langkah selanjutnya di pasar perangkat gaming portabel. Dalam ajang CES 2026, Intel memperkenalkan chip khusus gaming handheld (gaming genggam) berbasis Panther Lake, dengan menampilkan performa grafis terintegrasi (iGPU).

    Intel mengklaim iGPU terbaru mereka, Arc B390, mampu menghadirkan peningkatan performa gaming hingga 77 persen dibandingkan generasi sebelumnya. Langkah ini sekaligus menandai keseriusan Intel membangun gaming handheld yang lebih matang dan kompetitif.

    Mengutip SEA, Selasa (6/1/2025), dalam pidato Intel di CES 2026, CEO Intel Lip Bu Tan mengatakan peluncuran Panther Lake merupakan pencapaian yang melampaui target perusahaan.

    Namun, sorotan utama tidak hanya pada arsitektur Panther Lake, melainkan juga peningkatan besar di sektor iGPU, serta strategi Intel dalam membangun “ekosistem genggam” untuk memaksimalkan potensi tersebut.

    Arc B390 Jadi Senjata Baru Intel

    iGPU Intel Arc B390, yang sebelumnya dikenal sebagai varian 12 Xe-core, diklaim menawarkan performa gaming hingga 77 persen lebih cepat dibandingkan Arc 140V pada Lunar Lake.

    Wakil Presiden dan General Manager PC Products Intel, Dan Rogers, mengungkapkan bahwa Intel telah menggandeng sejumlah mitra besar untuk memperluas ekosistem handheld gaming, termasuk MSI, Acer, Microsoft, CPD, Foxconn, dan Pegatron.

    Kolaborasi ini membuka jalan bagi lebih banyak perangkat genggam berbasis Intel yang akan meluncur ke pasar global.