Category: Liputan6.com Tekno

  • iPhone Kamera 200MP Dirumorkan Hadir pada 2028, iPhone 21 Jadi yang Pertama?

    iPhone Kamera 200MP Dirumorkan Hadir pada 2028, iPhone 21 Jadi yang Pertama?

    Di sisi lain, Apple dikabarkan tengah menyiapkan MacBook kelas pemula baru yang ditujukan untuk konsumen menginginkan portabilitas tanpa harus membayar harga flagship.

    Mengutip laporan TrendForce via Gizmochina, Senin (5/1/2026), perusahaan berbasis di Cupertino tersebut sedang mengembangkan MacBook dengan layar 12,9 inci dengan target peluncuran sekitar musim semi 2026.

    Jika informasi ini akurat, laptop Apple tersebut akan diposiskan di bawah MacBook Air. Langkah ini juga menandai kembalinya perusahaan ke segmen laptop ultra ringkas setelah menghentikan produksi MacBook 12 inci beberapa tahun lalu.

    Kali ini, performa mungkin bukan masalahnya. TrendForce mengklaim MacBook murah ini diyakini bakal menggunakan chip Apple A18 Pro, prosesor sama dengan yang digunakan pada seri iPhone 16 Pro.

    Meskipun bukan chip seri M, A18 Pro diklaim menawarkan lompatan signifikan dibandingan MacBook 12 inci berbasis Intel. Performa single core dilaporkan beberapa kali lebih tinggi, sementara hasil multi core dapat mendekati M1 asli dalam beban kerja lebih ringan.

    Masuk di kategori desain, layar 12.9 inci membuat ukurannya sedikit lebih kecil dibanding MacBook Air 13,6 inci. Namun, dengan bezel lebih tipis, ukuran bodinya diperkirakan tetap mendekati ukuran keyboard standar.

    Pendekatan desain ini akan meniru MacBook 12 inci dipasarkan Apple pada 2015 dan 2017, dikenal ringan dan ringkas, meski kerap dikritik karena performanya. Efisiensi termal juga menjadi poin kuat, mengingat chip A18 Pro dirancang untuk beroperasi di dalam bodi iPhone yang jauh lebih kecil tanpa pendingin aktif.

    MacBook ini kemungkinan akan memprioritaskan daya tahan baterai dan pengoperasian senyap, dan lebih cocok untuk mobilitas, produktivitas ringan, dan pengguna kasual dibanding kebutuhan komputasi berat.

    Soal harga, belum ada informasi resmi. Namun, TrendForce memperkirakan Apple dapat menjual model ini di bawah MacBook Air saat ini dibanderol mulai sekitar USD 799 di beberapa pasar. Penggunaan chip kelas iPhone dapat menekan biaya produksi, terutama di tengah tren kenaikan harga memori.

  • Top 3 Tekno: Komdigi Ancam Blokir Grox AI dan X Jadi Sorotan

    Top 3 Tekno: Komdigi Ancam Blokir Grox AI dan X Jadi Sorotan

    Top 3 Tekno: Komdigi Ancam Blokir Grox AI dan X Jadi Sorotan

  • Deretan Smart TV Generasi Terbaru dari Samsung, Hisense, LG, dan TCL di CES 2026

    Deretan Smart TV Generasi Terbaru dari Samsung, Hisense, LG, dan TCL di CES 2026

    Liputan6.com, Jakarta – Pameran Consumer Electronics Show (CES) 2026 kembali menjadi panggung utama bagi inovasi teknologi, khususnya di ranah Smart TV. Acara tahunan ini menghadirkan berbagai terobosan yang menjanjikan perubahan signifikan dalam kehidupan sehari-hari.

    Para raksasa elektronik dunia seperti Samsung, Hisense, LG, dan TCL berlomba-lomba memperkenalkan deretan televisi pintar terbaru mereka. Inovasi ini mencakup teknologi layar yang semakin canggih, fitur AI yang lebih cerdas, dan ukuran yang semakin memukau.

    Tren utama tahun ini didominasi oleh evolusi teknologi RGB MiniLED dan Micro RGB, serta peningkatan signifikan pada panel OLED dan QD-OLED. Perkembangan ini menjanjikan pengalaman visual yang lebih imersif dan personal bagi konsumen. Berikut jajaran smart tv terbaru dari berbagai merk yang dirilis di event CES 2026.

    Samsung: Dominasi Micro RGB dan Evolusi OLED

    Perbesar

    Booth Samsung di CES 2026 (sumber: samsung.com)

    Samsung kembali menunjukkan kepemimpinannya di CES 2026 dengan memperkenalkan berbagai teknologi layar canggih. Lini produk mereka meliputi Micro RGB, QLED, OLED, QD-OLED, hingga Mini LED.

    Perusahaan ini juga mengintegrasikan suite Vision AI Companion di seluruh lini produknya untuk pengalaman pengguna yang lebih cerdas dan personal. Fitur AI ini memungkinkan pencarian percakapan, rekomendasi proaktif, hingga akses ke berbagai aplikasi seperti Microsoft Copilot dan Perplexity.

    Samsung R95H (Micro RGB)

    Perbesar

    Smart tv Samsung R95H (sumber: avforums.com)

    Samsung R95H adalah model Micro RGB TV 130 inci pertama di dunia yang diperkenalkan di CES 2026. Televisi ini menandai arah desain baru yang berani untuk lini produk ultra-premium Samsung.

    Ukuran: 130 inci, terbesar dalam seri R95H.

    Teknologi Layar: Micro RGB, menggunakan dioda merah, hijau, dan biru mikroskopis untuk kontrol cahaya ultra-presisi dan akurasi warna yang ditingkatkan.

    Warna: Mencakup 100% gamut warna lebar BT.2020, disertifikasi oleh VDE untuk reproduksi warna yang presisi.

    Prosesor: Didukung oleh Micro RGB AI Engine Pro, termasuk Micro RGB Color Booster Pro dan Micro RGB HDR Pro.

    HDR: Mendukung HDR10+ ADVANCED, iterasi terbaru dari format HDR10+ bebas royalti.

    Audio: Dilengkapi Eclipsa Audio, terintegrasi dalam desain bingkai.

    Fitur AI: Vision AI Companion yang ditingkatkan, memungkinkan pencarian percakapan, rekomendasi proaktif, dan akses ke fitur AI seperti AI Football Mode Pro, AI Sound Controller Pro, Live Translate, Generative Wallpaper, Microsoft Copilot, dan Perplexity.

    Desain: Konsep desain ‘Timeless Frame’ yang terinspirasi dari bingkai jendela arsitektur megah, memberikan kesan mengambang, dengan lapisan anti-refleksi Glare Free.

    Samsung Micro RGB (Seri R85H)

    Samsung juga akan merilis model Micro RGB TV dengan ukuran yang lebih bervariasi untuk membuat teknologi ini lebih mudah diakses. Seri ini akan bersaing langsung dengan TV OLED dan Mini-LED yang ada di pasaran.

    Ukuran: Tersedia dalam ukuran 55, 65, 75, 85, dan 100 inci.

    Teknologi Layar: Micro RGB dengan resolusi 4K.

    Fitur AI: Fitur gambar dan suara berbasis AI generasi berikutnya, didukung oleh chip Micro RGB AI Engine Pro.

    Samsung S95H (QD-OLED)

    Perbesar

    Samsung S95H QD-OLED (sumber: What Hi-Fi)

    S95H adalah entri terbaru dalam portofolio QD-OLED unggulan Samsung, yang terus menggunakan panel QD-OLED yang ditingkatkan. Model ini menawarkan peningkatan kecerahan dan warna yang lebih kaya.

    Kecerahan: Hingga 35% lebih cerah dari pendahulunya, Samsung S95F.

    Fitur: Konektivitas nirkabel opsional dan kemampuan menampilkan karya seni statis tanpa masalah burn-in.

    Anti-refleksi: Layar OLED Glare Free untuk performa optimal di ruangan terang.

    Samsung S90H (QD-OLED)

    Model OLED kelas menengah Samsung untuk tahun 2026 ini juga mendapatkan peningkatan signifikan. S90H dirancang untuk menyeimbangkan kinerja dan harga.

    Kecerahan: Peningkatan kecerahan 15% dibandingkan pendahulunya, S90F.

    Anti-refleksi: Dilengkapi layar OLED Glare Free.

    Gaming: Mendukung 4K 165Hz, Nvidia G-Sync, FreeSync, ALLM, dan HDR10+ gaming.
    Hisense: Inovasi Warna dengan RGB MiniLED dan MicroLED

    Perbesar

    Hisense Booth CES 2026 (sumber: WV News)

    Hisense berfokus pada strategi warna multi-primer di seluruh lini produknya, termasuk televisi, layar MicroLED, dan proyeksi laser. Perusahaan ini terus berinvestasi dalam akurasi warna dan opsi tampilan format besar.

    Hisense 116UXS (RGB MiniLED evo)

    Perbesar

    Hisense 116UXS (sumber: notebookcheck.net)

    Model unggulan Hisense ini memperkenalkan evolusi teknologi RGB MiniLED yang disebut RGB MiniLED evo. Teknologi ini menambahkan warna sian ke struktur MiniLED tradisional.

    Ukuran: 116 inci.

    Teknologi Layar: RGB MiniLED evo, sistem backlight empat primer yang menambahkan warna cyan ke struktur MiniLED merah, hijau, dan biru tradisional.

    Warna: Mencakup 110% gamut warna BT.2020.

    Prosesor: Didukung oleh prosesor Hi-View AI Engine RGB yang ditingkatkan.

    Poin Unggulan: Kontrol warna tingkat panjang gelombang yang lebih halus, gradien yang lebih mulus, transisi tonal yang lebih alami, dan detail bayangan yang lebih baik tanpa oversaturation.

    Hisense 163MX (RGBY MicroLED)

    Perbesar

    Hisense 163MX (sumber: notebookcheck.net)

    Layar MicroLED ultra-besar ini memenangkan penghargaan CES 2026 Innovation Awards Best of Innovation. Teknologi ini berbeda dari Micro RGB Samsung dan LG karena menggunakan piksel yang menyala sendiri.

    Ukuran: 163 inci.

    Teknologi Layar: Arsitektur MicroLED empat primer RGBY (merah, hijau, biru, kuning).

    Warna: Penambahan subpiksel kuning untuk mengatasi celah spektral pada sistem MicroLED RGB standar, meningkatkan fidelitas warna dalam rentang 500–600 nm.

    Poin Unggulan: Peningkatan kehangatan dan akurasi tonal, serta tingkat hitam sempurna sebagai teknologi MicroLED sejati.
    LG: OLED yang Lebih Cerah dan Desain Inovatif

    Perbesar

    LG OLED EVO AI (sumber: zdnet.com)

    LG terus berinovasi dengan teknologi OLED-nya, menghadirkan peningkatan kecerahan dan desain yang memukau. Perusahaan ini kembali menghadirkan konsep TV “Wallpaper” yang ikonik.

    LG W6 Wallpaper OLED TV

    Perbesar

    LG OLED evo W6 Wallpaper TV (sumber: Techradar)

    TV “Wallpaper” ultra-tipis LG kembali dengan peningkatan signifikan, termasuk konektivitas nirkabel sejati. Desainnya yang sangat tipis membuatnya dapat digantung seperti lukisan.

    Ketebalan: Hanya sepertiga inci (sekitar 9mm).

    Konektivitas: Nirkabel melalui Zero Connect Box yang terpisah.

    Teknologi Layar: Panel OLED dengan teknologi Hyper Radiant Color untuk hitam yang lebih baik dan warna yang lebih hidup.

    Kecerahan: Brightness Booster Ultra, 3,9 kali lebih cerah dari OLED tingkat awal.

    Anti-refleksi: Bahan layar bebas pantulan (Reflection Free Premium certified).

    Prosesor: Alpha 11 AI Processor Gen 3, meningkatkan upscaling dan kinerja gambar secara keseluruhan.

    Fitur AI: Akses ke fitur AI generatif melalui Microsoft Copilot dan Google Gemini.

    LG G6 OLED

    Model OLED unggulan LG ini menawarkan peningkatan kecerahan yang signifikan. G6 menjanjikan kualitas gambar yang mengesankan dengan detail HDR yang lebih baik.

    Kecerahan: 20% lebih cerah dari model G5 sebelumnya.

    Teknologi Layar: Panel Brightness Booster Ultra dan fitur anti-silau yang ditingkatkan.

    Teknologi Warna: Hyper Radiant Color Technology.

    Prosesor: Alpha 11 AI Processor Gen 3.

    LG C6 OLED

    Seri C LG terus menjadi pilihan populer yang menyeimbangkan kinerja dan harga. Model ini ditujukan bagi konsumen yang menginginkan kualitas OLED tanpa harga termahal.

    Ukuran: Model 77 dan 83 inci menampilkan panel Tandem OLED dari LG Display dengan teknologi Hyper Radiant Color.

    Prosesor: Alpha 11 AI Processor Gen 3.

    LG Micro RGB evo (MRGB95)

    LG juga ikut serta dalam tren RGB MiniLED dengan model Micro RGB evo. Televisi ini menawarkan ukuran yang lebih ramah untuk ruang tamu dibandingkan model Micro RGB ultra-besar lainnya.

    Ukuran: Tersedia dalam model 75, 86, dan 100 inci.

    Prosesor: Menggunakan α (Alpha) 11 AI Processor Gen 3 yang ditingkatkan untuk upscaling yang lebih baik.

    Warna: Mampu mencakup gamut warna BT.2020, DCI-P3, dan Adobe RGB secara penuh.
    TCL: SQD-Mini LED dengan Kecerahan Ekstrem

    Perbesar

    Booth TCL di CES 2026 (sumber: shift delete)

    TCL terus memperkuat posisinya di pasar Mini LED dengan inovasi baru, bersaing langsung dengan merek-merek besar lainnya. Perusahaan ini fokus pada peningkatan kinerja warna dan kecerahan.

    TCL X11L SQD-Mini LED Series

    Perbesar

    TCL X11L SQD-Mini LED (sumber: Tom’s Guide)

    Seri unggulan TCL ini berfokus pada peningkatan kinerja warna dan kecerahan ekstrem. X11L menggunakan teknologi SQD-Mini LED (Super Quantum Dot) yang menggabungkan Super Quantum Dots dengan CSOT UltraColor Filter dan Advanced Color Purity Algorithm.

    Ukuran: Tersedia dalam ukuran 75, 85, dan 98 inci.

    Teknologi Layar: SQD-Mini LED, menggabungkan Super Quantum Dots dengan CSOT UltraColor Filter dan Advanced Color Purity Algorithm.

    Zona Peredupan: Hingga 20.000 zona peredupan diskrit pada model 98 inci.

    Kecerahan: Kecerahan puncak 10.000 nit.

    Warna: Mencakup 100% gamut warna BT.2020.

    Audio: Sistem audio dari Bang & Olufsen, mendukung Dolby Atmos FlexConnect.

    Prosesor: Prosesor AI TSR yang ditingkatkan untuk warna, kontras, kejernihan, gerakan, upscaling, dan suara yang lebih baik.

    Sistem Operasi: Terintegrasi dengan Gemini untuk Google TV.

    HDR: Mendukung Dolby Vision 2 melalui pembaruan OTA.

    CES 2026 telah menegaskan bahwa masa depan televisi akan semakin cerah, lebih berwarna, dan lebih cerdas. Persaingan ketat antar produsen terus menghadirkan pengalaman visual terbaik bagi konsumen.

  • Redmagic 11 Pro Resmi Dijual di Indonesia, Ini Spesifikasi dan Harga Lengkapnya

    Redmagic 11 Pro Resmi Dijual di Indonesia, Ini Spesifikasi dan Harga Lengkapnya

    Untuk daya tahan, Redmagic 11 Pro membawa baterai berkapasitas 7.500mAh, didukung kemampuan teknologi pengisian cepat kabel 80W dan pengisian wireless.

    Layar juga menjadi salah satu kekuatan utama HP gaming baru Nubia ini. Perusahaan memasang panel BOE X10 AMOLED 6,85 inci beresolusi 2688 x 1216 piksel, dan refresh rate 144Hz.

    Nubia juga menyematkan touch sampling rate hingga 360Hz dan respons sentuhan instan 3.000Hz, kemampuan yang membuat banyak gamer kompetitif sulit temukan di HP lainnya.

    Pengalaman audio dan kontrol juga menjadi perhatian. Perusahaan memasang speaker stereo untuk menghasilkan suara lebih bertenaga, shoulder trigger 520Hz di sisi bodi kini sudah mendukung mode portrait.

    Lampu RGB di rangka dan kipas mempertegas karakter gaming, dan masing menyertakan jack audio 3,5mm untuk latensi rendah.

    Redmagic 11 Pro dibekali kamera utama 50MP dengan OIS, kamera ultra-wide 50MP, dan kamera tambahan 2MP. Kamera depannya 16MP berbasis AI.

    Harga Redmagic 11 Pro di Indonesia sendiri dijual mulai dari Rp 19.999.000. Selama pre-order mulai 8 Januari 2026 ini, gamer bisa mendapatkan HP Android tersebut di harga Rp 17.999.000.

    Konsumen juga berkesempatan untuk mendapatkan Special Gift Box berisi Redmagic Gamepad senilai Rp 1,5 juta.

  • Pacu Pertumbuhan UKM 2026, Telkom Indibiz Guyur Diskon hingga 11 Persen

    Pacu Pertumbuhan UKM 2026, Telkom Indibiz Guyur Diskon hingga 11 Persen

    Sebelumnya, Telkom menandatangani akta pemisahan sebagian bisnis dan aset wholesale fiber optic tahap I ke anak perusahaannya, PT Telkom Infrastruktur Indonesia (TIF) atau dikenal sebagai Infranexia.

    “Kita baru saja menandatangani yang kita sebut sebagai akta pemisahan sebagian dari aset fiber kita ke anak usaha kami. Atau kita sebutnya sebagai operating company, yaitu Telkom Infrastruktur Indonesia,” ungkap Direktur Strategic Business Development & Portfolio Telkom, Seno Soemandji dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (18/12/2025).

    BACA JUGA:Jurus Anak Usaha TLKM Perluas Konektivitas Ruang Digital IndonesiaPemisahan aset fiber ini bubkan keputusan mendadak. Strategi tersebut telah dirancang Telkom sejak lima tahun lalu melalui road map transformasi 5 Gold Moves. Dalam skema ini, Telkom bertransformasi menjadi holding, sementara aktivitas operasional dibagi ke dalam empat pilar bisnis utama.

    “Adapun pemisahan aset ini juga sebagai bagian bagaimana kami memenuhi tujuan pemerintah untuk digitalisasi,” jelas Seno. “Dengan efisiensi dari aset, efisiensi dari CapEx, dan maksimalisasi dari termasuk monetisasi dari aset yang kami miliki. Sehingga dengan efisiensi tersebut kami bisa menjangkau fibrilisasi Indonesia Insya Allah secara lebih luas lagi.”

    Transformasi ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang Telkom disebut Telkom 30 (Thirty). Telkom 30 dirancang untuk memperkuat daya saing perusahaan melalui fokus pada kekuatan fundamental.

    Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini, menegaskan kekuatan fundamental menjadi kunci dalam fase transformasi ini. “Kekuatan fundamental ini berupa operasi excellence, service excellence. Kemudian yang kedua optimalisasi aset strategis, yang salah satunya Infranexia ini. Dimana kita mengoptimalkan aset digital kita yaitu fiber optic,” ujar Dian.

    Selain itu, transformasi ini memperkuat portfolio bisnis guna mencapai nilai berkelanjutan yang nantinya akan melakukan berbagai macam corporate affairs agar entity yang ada sesuai dengan core strength Telkom.

    “Oleh karena itu, Infranexia ini dihadirkan sebagai entitas Telkom Group yang secara khusus mengonsolidasikan, mengelola dan menghubungkan bisnis wholesale fiber connectivity,” ungkapnya.

    Kehadiran Infranexia dinilai akan mempercepat realisasi strategi transformasi Telkom 2030. Melalui hal ini, Telkom dapat meningkatkan efisiensi operasional pengelolaan jaringan siber dan juga menghadirkan model bisnis wholesale. Telkom Group juga diarahkan untuk memperkuat ekosistem sebagai penyedia utama konektivitas yang inklusif dan berdaya saing global.   

  • Ini Deretan HP realme, Oppo, dan Poco yang Bakal Rilis di Awal 2026

    Ini Deretan HP realme, Oppo, dan Poco yang Bakal Rilis di Awal 2026

    Oppo Reno15 Pro telah meluncur secara global, dengan varian Reno 15 Pro Max yang lebih dulu debut di Taiwan pada 2 Januari 2026. Seri Reno 15, termasuk Reno15 Pro, kini telah tersedia di pasar internasional, menunjukkan komitmen Oppo dalam menghadirkan inovasi terbaru. Di India, seri Oppo Reno 15 dijadwalkan meluncur pada 8 Januari 2026, memperluas jangkauan pasarnya.

    Kabar baik bagi konsumen di Indonesia, Oppo telah membuka pendaftaran minat untuk seri Reno15 sejak 1 Januari 2026, menandakan persiapan peluncuran yang matang. Model Oppo Reno15 Pro (CPH2813) dan Reno15 Pro Max (CPH2811) juga telah lolos sertifikasi TKDN, memastikan legalitas penjualannya di Tanah Air. Ini menunjukkan bahwa Oppo serius membidik pasar Indonesia dengan perangkat unggulan ini.

    Oppo Reno15 Pro dibekali layar AMOLED 6.32 inci dengan resolusi 1216 x 2640 piksel dan refresh rate 120Hz, dilindungi Corning Gorilla Glass 7i untuk ketahanan ekstra. Ditenagai prosesor MediaTek Dimensity 8450, perangkat ini menawarkan pilihan RAM 12GB atau 16GB dan penyimpanan internal hingga 512GB. Performa yang ditawarkan siap mendukung berbagai aktivitas, mulai dari multitasking hingga bermain game berat.

    Sektor fotografi menjadi keunggulan lain dengan tiga kamera belakang: utama 200MP (f/1.8), periscope telephoto 50MP dengan 3.5x optical zoom, dan ultrawide 50MP. Kamera depan 50MP juga menjamin kualitas swafoto yang jernih. Dengan baterai 6.200mAh dan pengisian cepat 80W, serta sistem operasi Android 16 dengan ColorOS 16.0, Oppo Reno15 Pro siap menjadi pilihan menarik. Perangkat ini juga dilengkapi ketahanan debu dan air IP68/IP69, menambah nilai jualnya.

  • Motorola Siapkan HP Lipat Model Buku, Usung Stylus dan Layar ala Galaxy Z Fold

    Motorola Siapkan HP Lipat Model Buku, Usung Stylus dan Layar ala Galaxy Z Fold

    Sebelumnya, Motorola merilis lini tablet mereka di Indonesia melalui dua model baru, Moto Pad 60 Neo dan Moto Pad 60 Pro. Keduanya hadir untuk segmen pengguna yang berbeda, mulai dari pelajar, mahasiswa atau pun pengguna kasual hingga profesional dan kreator konten.

    Kedua tablet ini sama-sama membawa desain ramping khas Motorola, namun hadir dengan target pengguna yang berbeda. Moto Pad 60 Neo ditujukan untuk mobilitas dan efisiensi, sementara Moto Pad 60 Pro dirancang untuk kebutuhan produktivitas dan hiburan kelas atas.

    Lantas, apa saja yang beda dari keduanya? Berikut perbandingan lengkapnya, mulai dari desain, performa hingga harga:

    Desain dan Layar: Compact vs Premium

    Moto Pad 60 Neo tampil dengan desain tipis dan ringan, hanya 6,99mm dengan bobot 490 gram. Tablet ini mengusung layar 11 inci beresolusi 2.5K (2560×1600 piksel) dan refresh rate 90Hz. Tingkat kecerahan mencapai sekitar 500 nits, cukup untuk penggunaan di dalam ruangan maupun luar ruangan.

    Sementara itu, Moto Pad 60 Pro memiliki ketebalan 6,9 mm dengan bobot 614 gram. Membawa layar lebih besar 12,7 inci dengan resolusi 3K (2944×1840 piksel) dan refresh rate 144Hz. Meski tingkat kecerahannya sedikit lebih rendah sekitar 415 nits, namun menawarkan pengalaman visual lebih halus dan imersif.

    Kedua perangkat sama-sama memiliki sertifikasi IP52 yang membuatnya tahan terhadap debu dan cipratan air ringan.

    Performa: Dimensity 6300 vs Dimensity 8300

    Di sektor dapur pacu, perbedaan keduanya sangat mencolok:

    Moto Pad 60 Neo ditenagai chipset MediaTek Dimensity 6300 (6nm), dengan RAM 4GB dan penyimpanan 128GB (UFS 2.2).
    Moto Pad 60 Pro dibekali MediaTek Dimensity 8300 yang jauh lebih bertenaga, dengan RAM 8GB LPDDR5X dan penyimpanan 256GB UFS 4.0.

    Performa Moto Pad 60 Pro jelas lebih unggul untuk aktivitas multitasking, editing ringan, hingga gaming. Sementara Neo lebih cocok untuk pengguna dengan kebutuhan ringan seperti belajar online, membaca, atau streaming. 

  • Galaxy S26 Series Siap Debut di Unpacked Februari 2026, Bocoran Jadwal Menguat

    Galaxy S26 Series Siap Debut di Unpacked Februari 2026, Bocoran Jadwal Menguat

    Liputan6.com, Jakarta – Sinyal peluncuran smartphone flagship terbaru Samsung, Galaxy S26 series, semakin kuat. Sejumlah laporan media di Korea Selatan mengabarkan, HP Android ini akan diumumkan pad Februari 2026.

    Menurut laporan tersebut, Samsung dijadwalkan mengumumkan lini Galaxy S26 pada 25 Februari 2026 dalam acara peluncuran event tahunan Galaxy Unpacked di San Francisco, Amerika Serikat.

    Informasi ini diperkuat oleh leaker ternama di industri, Evan Blass. Lewat akun X, ia menyebut tanggal tersebut sudah final dan bisa dipercaya sepenuhnya. “Tanggal 25 Februari itu 100 persen benar. Anda bisa percaya sepenuhnya,” kutip unggahan Evan Blass di akun X, Kamis (8/1/2026).

    Jika jadwal ini akurat, HP baru Samsung tersebut berpotensi mulai dijual ke publik pada awal Maret 2026. Pola ini mirip dengan strategi perusahaan beberapa tahun terakhir. 

    Pengumuman global lebih dulu, lalu penjualan menyusul beberapa minggu kemudian. Di Indonesia, besar kemungkinan Galaxy S26 series ini mulai dijual sebelum atau setelah Hari Raya Lebaran di akhir Maret.

    Menariknya, peluncuran Galaxy S26 series mundur sekitar satu bulan dibandingkan lini Galaxy S25. Tahun lalu, raksasa teknologi asal Korea Selata tersebut meluncurkan Galaxy S25 series pada 22 Januari 2025.

    Sejumlah pihak meyakini, perubahan jadwal peluncuran ini berkaitan dengan adanya perombakan lini produk. Sebelumnya, Samsung diprediksi bakal merilis Galaxy S26 Edge sebagai pengganti varian Plus.

    Akan tetapi, perusahaan membatalkan rencana tersebut di detik-detik terakhir dan tetap memilih menghadirkan Galaxy S26 Plus bersamaan dengan Galaxy S26 dan Galaxy S26 Ultra.

    Dari sisi harga, konsumen dan fans setia Samsung harus bersiap. Imbas kenaikan komponen RAM dan memori, harga Galaxy S26 series diprediksi ikut melonjak.

    Laporan sebelumnya menyebutkan, harga Galaxy S26 naik sekitar 44.000 won hingga 88.000 dibandingkan generasi sebelumnya. Jika benar, Galaxy S26 Ultra berpotensi jadi salah satu flagship Samsung dengan harga tertinggi saat dirilis.

  • Deretan HP Flagship yang bakal Melenggang pada 2026, Persaingan Makin Sengit!

    Deretan HP Flagship yang bakal Melenggang pada 2026, Persaingan Makin Sengit!

    Liputan6.com, Jakarta – Industri smartphone dipastikan kembali semakin kompetitif pada 2026. Sejumlah merek besar tengah menyiapkan HP flagship anyar mulai dari Samsung, Apple, Motorola, hingga Xiaomi.

    Mereka bersiap meluncurkan ponsel generasi terbaru dengan pendekatan desain yang semakin inovatif, performa tinggi, serta kemampuan kamera canggih.

    Tak hanya ponsel flagship standar, tren ponsel lipat, desain super tipis, hingga kamera kelas profesional diprediksi kian mendominasi.

    Berikut rangkuman HP terbaru, sebagaimana dikutip dari Stuff.tv, Kamis (8/1/2026), yang diperkirakan meluncur sepanjang 2026, baik yang sudah dikonfirmasi maupun masih sebatas bocoran.

    Motorola Kembangkan Ponsel Lipat Model Buku

    Motorola disebut sedang menyiapkan ponsel lipat dengan desain menyerupai buku. Produk ini berbeda dari seri Razr yang mengandalkan desain clamshell. Perangkat ini diprediksi akan menjadi pesaing langsung Samsung Galaxy Z Fold.

    Indikasi tersebut menguat setelah Motorola memberikan sinyal menjelang acara CES pada Januari 2026, dengan teaser bertema inovasi layar lipat.

    Detail perangkat, termasuk nama resmi dan spesifikasi, masih dirahasiakan. Namun, ponsel ini diprediksi akan menjadi penantang langsung Samsung Galaxy Z Fold generasi terbaru.

    Samsung Galaxy S26 Series Tanpa Varian Plus

    Samsung diperkirakan akan memperkenalkan Galaxy S26 Series pada awal 2026. Bocoran menyebutkan, perusahaan asal Korea Selatan itu tidak lagi menghadirkan varian Plus. Sebagai gantinya, Samsung akan merilis Galaxy S26, S26 Ultra, serta S26 Edge yang mengadopsi desain lebih tipis.

    Peningkatan signifikan disebut akan hadir pada sektor kamera, terutama kemampuan zoom pada model Ultra. Selain itu, dukungan pengisian daya nirkabel standar Qi2 dan penyempurnaan desain bodi juga menjadi sorotan utama.

    Desain kamera juga diperkirakan kembali menonjol demi memberi ruang pada teknologi sensor terbaru.

  • Komdigi Soroti Grok AI Digunakan untuk Edit Foto Mesum, Ancam Blokir X

    Komdigi Soroti Grok AI Digunakan untuk Edit Foto Mesum, Ancam Blokir X

    Liputan6.com, Jakarta – Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menindaklanjuti dugaan penyalahgunaan fitur kecerdasan buatan (AI) Grok AI pada platform X. Teknologi tersebut disinyalir dimanfaatkan untuk memproduksi dan menyebarkan konten asusila (mesum), termasuk manipulasi foto pribadi atau deepfake tanpa persetujuan korban.

    Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Kemkomdigi, Alexander Sabar, mengungkapkan berdasarkan penelusuran awal, Grok AI belum memiliki sistem pengamanan yang memadai.

    Menurutnya, tidak adanya pengaturan eksplisit untuk mencegah konten pornografi berbasis foto warga Indonesia berisiko melanggar privasi dan hak atas citra diri.

    “Temuan awal menunjukkan belum adanya pengaturan spesifik dalam Grok AI untuk mencegah pemanfaatan teknologi ini dalam pembuatan dan penyebaran konten pornografi berbasis foto pribadi,” ujar Alexander dalam keterangannya, Rabu (7/1/2026).

    Komdigi menegaskan manipulasi digital terhadap foto pribadi bukan sekadar pelanggaran kesusilaan, melainkan bentuk perampasan identitas visual yang berdampak buruk pada psikologis dan reputasi korban.

    Sebagai langkah tegas, Komdigi tengah berkoordinasi dengan para Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE), termasuk platform X, untuk memperkuat moderasi konten dan mempercepat penanganan laporan pelanggaran.

    Alexander memperingatkan bahwa kepatuhan terhadap hukum Indonesia adalah kewajiban mutlak bagi seluruh PSE yang beroperasi di Tanah Air.

    “Apabila ditemukan ketidakpatuhan atau sikap tidak kooperatif, Komdigi dapat menjatuhkan sanksi administratif hingga pemutusan akses (blokir) layanan Grok AI dan platform X,” tegas Alexander.