Category: Liputan6.com Tekno

  • OpenAI Uji GPT-5.2 Code-Max, Model AI untuk Bantu Kerja Programmer Lebih Cepat

    OpenAI Uji GPT-5.2 Code-Max, Model AI untuk Bantu Kerja Programmer Lebih Cepat

    Liputan6.com, Jakarta – OpenAI memperkuat layanan Codex dengan menguji model baru bernama GPT-5.2-Codex-Max. Model ini dirancang khusus untuk menangani tugas pemrograman kompleks, dan berfungsi sebagi rekan kerja bagi para pengembang dalam proses coding.

    Model baru ini telah mulai diluncurkan secara bertahap, dan aksesnya masih terbatas untuk pengguna dengan jenis langganan tertentu. Kehadirannya melengkapi Codex generasi sebelumnya yang diperkenalkan OpenAI pada Desember 2025.

    Saat Codex berbasis GPT-5.2 pertama kali dirilis, perusahaan kecerdasan buatan (AI) ini belum menyediakan varian Max untuk pelanggan berbayar. Pembaruan terbaru ini pun menandai peningkatan kemampuan Codex, khususnya untuk kebutuhan pemrograman tingkat lanjut.

    Perusahaan menegaskan, agent tools di Codex tetap difokuskan untuk menangani tugas pemrograman berdurasi panjang. Sistem ini mampu menjaga konteks repositori bersekala besar lewat mekanisme pemadatan konteks.

    Codex ini juga mampu mengelola perubahan kode besar seperti refactor dan migrasi tanpa kehilangan alur atau logika proyek.

    Codex 5.2 juga hadir dengan kemampuan lebih handal dalam penggunaan berbagai alat pendukung pemrogramaan. Model ini diklaim bekerja lebig baik pada alur kerja Windows, serta memiliki kemampuan visual lebih kuat.

    Codex juga dapat memahami tangkapan layar, mendeteksi bug antarmuka, hingga membaca diagram yang dibagikan selama sesi pengkodean.

    Di sisi lain, GPT-5.1-Codex-Max saat ini menempati posisi tertinggi diatas versi regular dan menghadirkan peningkatan performa siginifikan. Pola pengembangan ini memberi sinyal GPT-5.2-Codex-Max berpotensi menjadi lompatan besar berikutnya.

    OpenAI diperkirakan akan membagikan secara detail lebih lanjut mengenai GPT-5.2-Code-Max dalam beberapa hari mendatang.

  • Sering Diabaikan, Ini Kesalahan yang Dilakukan Saat Setting HP Baru

    Sering Diabaikan, Ini Kesalahan yang Dilakukan Saat Setting HP Baru

    Di sisi lain, MediaTek diam-diam memperkenalkan chipset baru untuk pasar smartphone kelas menengah, yakni Dimensity 7100. Digadang-gadang jadi penerus Dimensity 7050, chip baru ini difokuskan pada keseimbangan performa dan efisiensi daya.

    Tanpa acara peluncuran besar-besaran, raksasa teknologi asal China tersebut langsung mengumumkan spesifikasi Dimensity 7100.

    Langkah ini menunjukkan bagaimana perusahaan fokus merilis chip ini untuk ponsel kelas menengah mengutamakan pengalaman harian stabil, hemat daya, dan tetap bertenaga.

    Mengutip GSM Arena, Senin (5/1/2026), MediaTek Dimensity 7100 dirancang dengan proses fabrikasi 6nm. Chip ini mengusung CPU delapan inti dirancang untuk performa konsisten di berbagai skenario penggunaan.

    Adapun konfigurasinya terdiri dari empat Arm Cortex-A78 berkecepatan hingga 2,4GHz, dan empat Cortex-A55 memiliki kecepatan hingga 2GHz.

    Untuk urusan grafis, perusahaan memasangkan CPU baru tersebut dengan GPU Mali-G610MC2, dan sudah mendukung LPDDR5 di 5500Mbps dan LPDDR4x di 4266Mbps. 

    Dari sisi penyimpanan, chip baru MediaTek ini juga sudah mendukung penyimpanan UFS 3.1. Chipset itni juga mampu menangani kamera dengan resolusi maksimal di 200MP, layar beresolusi 1200×2600 piksel, dan refresh rate 120Hz.

    Dengan spesifikasi ini, perusahaan ingin membuka ruang bagi produsen HP mid-range yang ingin melengkapi lini model mereka dengan pengalaman visual lebih mulus.

    Konektivitas menjadi salah satu kekuatan chip baru MediaTek ini, karena sudah dibekali modem 5G, mendukung kartu SIM dual 5G, dan memiliki kecepatan download tertingginya hingga 3.3Gbps.

    Selain itu, perusahaan menyematkan dukungan Wi-Fi 6, Bluetooth 5.4, GPS, BeiDou, Glonass, Galileo, QZSS, dan NavIC. Dukungan ini membuat Dimensity 7100 relevan untuk penggunaan global.

    Kabarnya, chipset baru ini akan debut lewat smartphone kelas menengah baru. Salah satu kandidat produsen yang menggunakan chip ini adalah Infinix Note Edge, dan bakal meluncur pada Januari 2026 ini.

  • 6 HP Baru yang Rilis Januari 2026, dari Oppo Reno 15 hingga Poco M8

    6 HP Baru yang Rilis Januari 2026, dari Oppo Reno 15 hingga Poco M8

    Liputan6.com, Jakarta – Memasuki tahun 2026, sejumlah perusahaan smartphone bersiap meluncurkan berbagai perangkat (HP) baru, mulai dari kelas menengah hingga model yang mendekati segmen flagship.

    Sejumlah peluncuran tersebut dijadwalkan berlangsung pada Januari, menjadikan awal 2026 sebagai periode yang menarik bagi para penggemar smartphone.

    Berbagai merek besar asal China diperkirakan akan meramaikan pasar dengan produk terbarunya, termasuk Xiaomi, Realme, Oppo, OnePlus, dan Honor, yang masing-masing menyiapkan perangkat dengan spesifikasi dan fitur unggulan untuk bersaing di pasar global.

    1. Seri Oppo Reno 15

    Oppo dipastikan akan meluncurkan seri Reno 15 di India pada 8 Januari 2026. Seri ini akan menampilkan tiga model: Reno 15, Reno 15 Pro, dan Reno 15 Pro Mini. Ketiganya akan mengusung bingkai Aerospace Grade Aluminum dan teknologi HoloFusion Oppo, dengan efek visual kaca belakang berlapis 3D.

    Untuk spesifikasi layar, Reno15 Pro dibekali dengan kaca AMOLED 6,78 inci yang dilindungi Corning’s Gorilla Glass Victus 2.

    Sementara itu, Reno 15 Pro Mini hadir dengan layar amoled 6,32 inci, dan Reno 15 standar menggunakan layar AMOLED 6,59 inci. 15 Pro Mini dan 15 standar memiliki lapisan Gorilla Glass 7i. Ketiga model memiliki peringkat IP66 + IP68 + IP69 yang sama.

    Dari sisi harga, Reno 15 standar dikabarkan dibanderol Rs 50.000 (setara dengan Rp 2,9 jutaan), Reno Model Mini dibanderol dengan harga di bawah Rs40.000 (setara dengan Rp 2,3 jutaan), dan Reno 15 Pro bisa dibanderol di atas Rs 50.000 (setara dengan Rp 2,9 jutaan).

    2. Seri Poco M8

    Pada hari yang sama, Poco juga dijadwalkan meluncurkan seri Poco M8 di India, menampilkan dua model: Poco M8 5G dan Poco M8 Pro 5G. Kedua ponsel tersebut akan dipasarkan secara eksklusif melalui Flipkart.

    Poco M8 dikonfrmasi menggunakan chipset Snapdragon 6 Gen 3 yang dipadukan dengan RAM 8GB. Perangkat ini dikalim mampu mencetak skor lebih dari 825.000 poin pada pengujian AnTuTu V11. Namun disayangkan seri Poco tersebut akan hadir dengan HyperOS2 berbasis Android 15, bukan HyperOS 3.

    Sementara itu, Poco M8 Pro dilaporkan akan ditenagai chipset Snapdargon 7s Gen 2, dibekali kamera belakang ganda 50MP + 8MP, kamera selfie 32MP, dan baterai 6.500mAh dengan pengisian kabel cepat 100W.

  • 7 Pilihan Smart TV 32 Inch Rp 1 Jutaan Terbaik di Awal 2026

    7 Pilihan Smart TV 32 Inch Rp 1 Jutaan Terbaik di Awal 2026

    Liputan6.com, Jakarta – Memasuki awal tahun 2026, pasar Smart TV 32 inci dengan harga terjangkau masih menjadi primadona bagi banyak konsumen di Indonesia. Ukuran yang ringkas menjadikannya pilihan ideal untuk kamar tidur, apartemen kecil, atau ruang keluarga minimalis. Fitur pintar yang ditawarkan memungkinkan akses ke berbagai hiburan digital, menjadikan Smart TV ini sangat diminati.

    Banyak produsen telah menghadirkan model-model terbaru di tahun 2025 yang menawarkan kombinasi kualitas gambar, audio, dan fitur canggih dengan harga sekitar Rp 1 jutaan. Smart TV di segmen ini umumnya sudah dilengkapi dengan konektivitas Wi-Fi, sistem operasi populer seperti Android TV atau Google TV, serta dukungan untuk aplikasi streaming favorit seperti Netflix dan YouTube.

    Berikut adalah 7 rekomendasi Smart TV 32 inci terbaik yang dirilis pada tahun 2025, lengkap dengan keunggulan dan spesifikasi utamanya:

  • Mode Hemat Baterai di HP, Penting atau Sekadar Fitur Tambahan?

    Mode Hemat Baterai di HP, Penting atau Sekadar Fitur Tambahan?

    Liputan6.com, Jakarta – Mode hemat baterai pada HP dirancang untuk membantu memperpanjang masa pakai daya dengan cara mengurangi aktivitas aplikasi di latar belakang, membatasi kinerja sistem, dan menyesuaikan pengaturan tampilan.

    Pada smartphone modern, tersedia beberapa tingkat penghematan daya, mulai dari mode standar yang hanya melakukan penyesuaian ringan, hingga mode penghematan maksimum yang secara signifikan membatasi sebagian besar fungsi perangkat untuk menjaga baterai tetap bertahan lebih lama.

    Apa Sebenarnya Mode Hemat Baterai dan Bagaimana Cara Kerjanya?

    Dilansir SamMobile, Kamis (8/1/2026), mode penghemat baterai merupakan fitur bawaan setiap ponsel yang dirancang untuk mengurangi konsumsi daya dengan membatasi aktivitas latar belakang dan menyesuaikan pengaturan sistem.

    Saat diaktifkan, fitur ini akan membatasi penyegaran aplikasi, mengurangi kecerahan layar, menurunkan kecepatan prosesor, dan menonaktifkan efek visual seperti animasi.

    Melalui mekanisme ini, ponsel memprioritaskan aktivitas utama pengguna dan mengurangi proses yang tidak diperlukan. Meski performa sedikit menurun, mode hemat baterai mampu memperpanjang daya tahan baterai hingga beberapa jam, tergantung pada pola penggunaan.

    Kapan Harus Benar-Benar Mengaktifkan Mode Hemat Daya?

    Mengaktifkan mode hemat daya saat baterai dibawah 20%, saat akan berpergian tanpa akses ke pengisi daya, selama hari-hari panjang ketika akan membutuhkan ponsel untuk bertahan dan saat di acara, penerbangan, atau aktivitas luar ruangan yang tidak memungkinkan pengisian daya.

    Mode ini dipastikan akan mempertahankan kemampuan komunikasi dasar bahkan saat baterai hampir habis.

  • OpenAI Merilis ChatGPT Health, Ruang Khusus Konsultasi Kesehatan dan Kebugaran di ChatGPT

    OpenAI Merilis ChatGPT Health, Ruang Khusus Konsultasi Kesehatan dan Kebugaran di ChatGPT

    Liputan6.com, Jakarta – OpenAI resmi memperkenalkan ChatGPT Health, fitur baru berfungsi sebagai ruang khusus bagi pengguna untuk melakukan percakapan ataupun berkonsultasi dengan ChatGPT seputar kesehatan dan kebugaran.

    Peluncuran fitur baru ChatGPT ini diambil setelah OpenAI mencatat lebih dari 230 juta pengguna setiap pekan mengajukan pertanyaan terkait kesehatan. Melalui fitur ini, OpenAI ingin menghadirkan pengalaman percakapan lebih aman, terorganisir, dan relevan bagi pengguna.

    Mengutip Tech Crunch, Kamis (8/1/2026), fitur ChatGPT Health dirancang sebagai ruang terpisah dari percakapan umum pengguna. Dengan langkah ini, topik kesehatan yang dibahas tidak muncul dan mempengaruhi interaksi dengan ChatGPT.

    Contohnya, saat pengguna pernah membahas rencana latihan maraton, sistem dapat memahami latar belakang tersebut ketika pengguna berdiskusi soal target kebugaran di ruang Health.

    Raksasa kecerdasan buatan (AI) ini menegaskan, ChatGPT Health tidak dimaksudkan untuk diagnosis atau pengobatan. Sebaliknya, fitur ini membantu pengguna menavigasi pertanyaan sehari-hari dan memahami pola dari waktu ke waktu bukan hanya saat sakit sehingga pengguna dapat merasa lebih terinformasi dan siap untuk percakapan medis penting.

    Ke depan, ChatGPT Health juga akan terhubung dengan data dari aplikasi kebugaran populer. Beberapa di antaranya Apple Health, Function, dan MyFitnessPal. Tak hanya itu, perusahaan juga memastikan seluruh percakapan di fitur Health tidak dipakai untuk melatih model AI mereka.

    CEO of Application OpenAI, Fidji Simo, dalam unggahan blog perusahaan menyatakan, “saya melihat ChatGPT Health sebagai respons terhadap masalah di bidang perawatan kesehatan, seperti biaya dan hambatan akses, dokter yang terlalu padat, dan kurangnya kesinambungan dalam perawatan.”

    Meskipun sistem perawatan kesehatan memiliki kekurangannya, penggunaan chatbot AI untuk nasihat medis menciptakan serangkaian tantangan baru. Model bahasa besar (LLM) seperti ChatGPT dengan memprediksi respons paling mungkin terhadap perntah, bukan jawaban paling tepat, karena LLM tidak memiliki konsep tentang apa benar atau salah. model AI juga rentan terhadap halusinasi.

    Dalam persyaratan layanannya, OpenAI menyatakan software ini tidak dimaksudkan untuk digunakan dalam diagnosis atau pengobatan kondisi apa pun. Perusahaan turut menyatakan, ChatGPT Health akan mulai digulirkan kepada pengguna dalam beberapa pekan ke depan. 

  • iPhone Kamera 200MP Dirumorkan Hadir pada 2028, iPhone 21 Jadi yang Pertama?

    iPhone Kamera 200MP Dirumorkan Hadir pada 2028, iPhone 21 Jadi yang Pertama?

    Di sisi lain, Apple dikabarkan tengah menyiapkan MacBook kelas pemula baru yang ditujukan untuk konsumen menginginkan portabilitas tanpa harus membayar harga flagship.

    Mengutip laporan TrendForce via Gizmochina, Senin (5/1/2026), perusahaan berbasis di Cupertino tersebut sedang mengembangkan MacBook dengan layar 12,9 inci dengan target peluncuran sekitar musim semi 2026.

    Jika informasi ini akurat, laptop Apple tersebut akan diposiskan di bawah MacBook Air. Langkah ini juga menandai kembalinya perusahaan ke segmen laptop ultra ringkas setelah menghentikan produksi MacBook 12 inci beberapa tahun lalu.

    Kali ini, performa mungkin bukan masalahnya. TrendForce mengklaim MacBook murah ini diyakini bakal menggunakan chip Apple A18 Pro, prosesor sama dengan yang digunakan pada seri iPhone 16 Pro.

    Meskipun bukan chip seri M, A18 Pro diklaim menawarkan lompatan signifikan dibandingan MacBook 12 inci berbasis Intel. Performa single core dilaporkan beberapa kali lebih tinggi, sementara hasil multi core dapat mendekati M1 asli dalam beban kerja lebih ringan.

    Masuk di kategori desain, layar 12.9 inci membuat ukurannya sedikit lebih kecil dibanding MacBook Air 13,6 inci. Namun, dengan bezel lebih tipis, ukuran bodinya diperkirakan tetap mendekati ukuran keyboard standar.

    Pendekatan desain ini akan meniru MacBook 12 inci dipasarkan Apple pada 2015 dan 2017, dikenal ringan dan ringkas, meski kerap dikritik karena performanya. Efisiensi termal juga menjadi poin kuat, mengingat chip A18 Pro dirancang untuk beroperasi di dalam bodi iPhone yang jauh lebih kecil tanpa pendingin aktif.

    MacBook ini kemungkinan akan memprioritaskan daya tahan baterai dan pengoperasian senyap, dan lebih cocok untuk mobilitas, produktivitas ringan, dan pengguna kasual dibanding kebutuhan komputasi berat.

    Soal harga, belum ada informasi resmi. Namun, TrendForce memperkirakan Apple dapat menjual model ini di bawah MacBook Air saat ini dibanderol mulai sekitar USD 799 di beberapa pasar. Penggunaan chip kelas iPhone dapat menekan biaya produksi, terutama di tengah tren kenaikan harga memori.

  • Top 3 Tekno: Komdigi Ancam Blokir Grox AI dan X Jadi Sorotan

    Top 3 Tekno: Komdigi Ancam Blokir Grox AI dan X Jadi Sorotan

    Top 3 Tekno: Komdigi Ancam Blokir Grox AI dan X Jadi Sorotan

  • Deretan Smart TV Generasi Terbaru dari Samsung, Hisense, LG, dan TCL di CES 2026

    Deretan Smart TV Generasi Terbaru dari Samsung, Hisense, LG, dan TCL di CES 2026

    Liputan6.com, Jakarta – Pameran Consumer Electronics Show (CES) 2026 kembali menjadi panggung utama bagi inovasi teknologi, khususnya di ranah Smart TV. Acara tahunan ini menghadirkan berbagai terobosan yang menjanjikan perubahan signifikan dalam kehidupan sehari-hari.

    Para raksasa elektronik dunia seperti Samsung, Hisense, LG, dan TCL berlomba-lomba memperkenalkan deretan televisi pintar terbaru mereka. Inovasi ini mencakup teknologi layar yang semakin canggih, fitur AI yang lebih cerdas, dan ukuran yang semakin memukau.

    Tren utama tahun ini didominasi oleh evolusi teknologi RGB MiniLED dan Micro RGB, serta peningkatan signifikan pada panel OLED dan QD-OLED. Perkembangan ini menjanjikan pengalaman visual yang lebih imersif dan personal bagi konsumen. Berikut jajaran smart tv terbaru dari berbagai merk yang dirilis di event CES 2026.

    Samsung: Dominasi Micro RGB dan Evolusi OLED

    Perbesar

    Booth Samsung di CES 2026 (sumber: samsung.com)

    Samsung kembali menunjukkan kepemimpinannya di CES 2026 dengan memperkenalkan berbagai teknologi layar canggih. Lini produk mereka meliputi Micro RGB, QLED, OLED, QD-OLED, hingga Mini LED.

    Perusahaan ini juga mengintegrasikan suite Vision AI Companion di seluruh lini produknya untuk pengalaman pengguna yang lebih cerdas dan personal. Fitur AI ini memungkinkan pencarian percakapan, rekomendasi proaktif, hingga akses ke berbagai aplikasi seperti Microsoft Copilot dan Perplexity.

    Samsung R95H (Micro RGB)

    Perbesar

    Smart tv Samsung R95H (sumber: avforums.com)

    Samsung R95H adalah model Micro RGB TV 130 inci pertama di dunia yang diperkenalkan di CES 2026. Televisi ini menandai arah desain baru yang berani untuk lini produk ultra-premium Samsung.

    Ukuran: 130 inci, terbesar dalam seri R95H.

    Teknologi Layar: Micro RGB, menggunakan dioda merah, hijau, dan biru mikroskopis untuk kontrol cahaya ultra-presisi dan akurasi warna yang ditingkatkan.

    Warna: Mencakup 100% gamut warna lebar BT.2020, disertifikasi oleh VDE untuk reproduksi warna yang presisi.

    Prosesor: Didukung oleh Micro RGB AI Engine Pro, termasuk Micro RGB Color Booster Pro dan Micro RGB HDR Pro.

    HDR: Mendukung HDR10+ ADVANCED, iterasi terbaru dari format HDR10+ bebas royalti.

    Audio: Dilengkapi Eclipsa Audio, terintegrasi dalam desain bingkai.

    Fitur AI: Vision AI Companion yang ditingkatkan, memungkinkan pencarian percakapan, rekomendasi proaktif, dan akses ke fitur AI seperti AI Football Mode Pro, AI Sound Controller Pro, Live Translate, Generative Wallpaper, Microsoft Copilot, dan Perplexity.

    Desain: Konsep desain ‘Timeless Frame’ yang terinspirasi dari bingkai jendela arsitektur megah, memberikan kesan mengambang, dengan lapisan anti-refleksi Glare Free.

    Samsung Micro RGB (Seri R85H)

    Samsung juga akan merilis model Micro RGB TV dengan ukuran yang lebih bervariasi untuk membuat teknologi ini lebih mudah diakses. Seri ini akan bersaing langsung dengan TV OLED dan Mini-LED yang ada di pasaran.

    Ukuran: Tersedia dalam ukuran 55, 65, 75, 85, dan 100 inci.

    Teknologi Layar: Micro RGB dengan resolusi 4K.

    Fitur AI: Fitur gambar dan suara berbasis AI generasi berikutnya, didukung oleh chip Micro RGB AI Engine Pro.

    Samsung S95H (QD-OLED)

    Perbesar

    Samsung S95H QD-OLED (sumber: What Hi-Fi)

    S95H adalah entri terbaru dalam portofolio QD-OLED unggulan Samsung, yang terus menggunakan panel QD-OLED yang ditingkatkan. Model ini menawarkan peningkatan kecerahan dan warna yang lebih kaya.

    Kecerahan: Hingga 35% lebih cerah dari pendahulunya, Samsung S95F.

    Fitur: Konektivitas nirkabel opsional dan kemampuan menampilkan karya seni statis tanpa masalah burn-in.

    Anti-refleksi: Layar OLED Glare Free untuk performa optimal di ruangan terang.

    Samsung S90H (QD-OLED)

    Model OLED kelas menengah Samsung untuk tahun 2026 ini juga mendapatkan peningkatan signifikan. S90H dirancang untuk menyeimbangkan kinerja dan harga.

    Kecerahan: Peningkatan kecerahan 15% dibandingkan pendahulunya, S90F.

    Anti-refleksi: Dilengkapi layar OLED Glare Free.

    Gaming: Mendukung 4K 165Hz, Nvidia G-Sync, FreeSync, ALLM, dan HDR10+ gaming.
    Hisense: Inovasi Warna dengan RGB MiniLED dan MicroLED

    Perbesar

    Hisense Booth CES 2026 (sumber: WV News)

    Hisense berfokus pada strategi warna multi-primer di seluruh lini produknya, termasuk televisi, layar MicroLED, dan proyeksi laser. Perusahaan ini terus berinvestasi dalam akurasi warna dan opsi tampilan format besar.

    Hisense 116UXS (RGB MiniLED evo)

    Perbesar

    Hisense 116UXS (sumber: notebookcheck.net)

    Model unggulan Hisense ini memperkenalkan evolusi teknologi RGB MiniLED yang disebut RGB MiniLED evo. Teknologi ini menambahkan warna sian ke struktur MiniLED tradisional.

    Ukuran: 116 inci.

    Teknologi Layar: RGB MiniLED evo, sistem backlight empat primer yang menambahkan warna cyan ke struktur MiniLED merah, hijau, dan biru tradisional.

    Warna: Mencakup 110% gamut warna BT.2020.

    Prosesor: Didukung oleh prosesor Hi-View AI Engine RGB yang ditingkatkan.

    Poin Unggulan: Kontrol warna tingkat panjang gelombang yang lebih halus, gradien yang lebih mulus, transisi tonal yang lebih alami, dan detail bayangan yang lebih baik tanpa oversaturation.

    Hisense 163MX (RGBY MicroLED)

    Perbesar

    Hisense 163MX (sumber: notebookcheck.net)

    Layar MicroLED ultra-besar ini memenangkan penghargaan CES 2026 Innovation Awards Best of Innovation. Teknologi ini berbeda dari Micro RGB Samsung dan LG karena menggunakan piksel yang menyala sendiri.

    Ukuran: 163 inci.

    Teknologi Layar: Arsitektur MicroLED empat primer RGBY (merah, hijau, biru, kuning).

    Warna: Penambahan subpiksel kuning untuk mengatasi celah spektral pada sistem MicroLED RGB standar, meningkatkan fidelitas warna dalam rentang 500–600 nm.

    Poin Unggulan: Peningkatan kehangatan dan akurasi tonal, serta tingkat hitam sempurna sebagai teknologi MicroLED sejati.
    LG: OLED yang Lebih Cerah dan Desain Inovatif

    Perbesar

    LG OLED EVO AI (sumber: zdnet.com)

    LG terus berinovasi dengan teknologi OLED-nya, menghadirkan peningkatan kecerahan dan desain yang memukau. Perusahaan ini kembali menghadirkan konsep TV “Wallpaper” yang ikonik.

    LG W6 Wallpaper OLED TV

    Perbesar

    LG OLED evo W6 Wallpaper TV (sumber: Techradar)

    TV “Wallpaper” ultra-tipis LG kembali dengan peningkatan signifikan, termasuk konektivitas nirkabel sejati. Desainnya yang sangat tipis membuatnya dapat digantung seperti lukisan.

    Ketebalan: Hanya sepertiga inci (sekitar 9mm).

    Konektivitas: Nirkabel melalui Zero Connect Box yang terpisah.

    Teknologi Layar: Panel OLED dengan teknologi Hyper Radiant Color untuk hitam yang lebih baik dan warna yang lebih hidup.

    Kecerahan: Brightness Booster Ultra, 3,9 kali lebih cerah dari OLED tingkat awal.

    Anti-refleksi: Bahan layar bebas pantulan (Reflection Free Premium certified).

    Prosesor: Alpha 11 AI Processor Gen 3, meningkatkan upscaling dan kinerja gambar secara keseluruhan.

    Fitur AI: Akses ke fitur AI generatif melalui Microsoft Copilot dan Google Gemini.

    LG G6 OLED

    Model OLED unggulan LG ini menawarkan peningkatan kecerahan yang signifikan. G6 menjanjikan kualitas gambar yang mengesankan dengan detail HDR yang lebih baik.

    Kecerahan: 20% lebih cerah dari model G5 sebelumnya.

    Teknologi Layar: Panel Brightness Booster Ultra dan fitur anti-silau yang ditingkatkan.

    Teknologi Warna: Hyper Radiant Color Technology.

    Prosesor: Alpha 11 AI Processor Gen 3.

    LG C6 OLED

    Seri C LG terus menjadi pilihan populer yang menyeimbangkan kinerja dan harga. Model ini ditujukan bagi konsumen yang menginginkan kualitas OLED tanpa harga termahal.

    Ukuran: Model 77 dan 83 inci menampilkan panel Tandem OLED dari LG Display dengan teknologi Hyper Radiant Color.

    Prosesor: Alpha 11 AI Processor Gen 3.

    LG Micro RGB evo (MRGB95)

    LG juga ikut serta dalam tren RGB MiniLED dengan model Micro RGB evo. Televisi ini menawarkan ukuran yang lebih ramah untuk ruang tamu dibandingkan model Micro RGB ultra-besar lainnya.

    Ukuran: Tersedia dalam model 75, 86, dan 100 inci.

    Prosesor: Menggunakan α (Alpha) 11 AI Processor Gen 3 yang ditingkatkan untuk upscaling yang lebih baik.

    Warna: Mampu mencakup gamut warna BT.2020, DCI-P3, dan Adobe RGB secara penuh.
    TCL: SQD-Mini LED dengan Kecerahan Ekstrem

    Perbesar

    Booth TCL di CES 2026 (sumber: shift delete)

    TCL terus memperkuat posisinya di pasar Mini LED dengan inovasi baru, bersaing langsung dengan merek-merek besar lainnya. Perusahaan ini fokus pada peningkatan kinerja warna dan kecerahan.

    TCL X11L SQD-Mini LED Series

    Perbesar

    TCL X11L SQD-Mini LED (sumber: Tom’s Guide)

    Seri unggulan TCL ini berfokus pada peningkatan kinerja warna dan kecerahan ekstrem. X11L menggunakan teknologi SQD-Mini LED (Super Quantum Dot) yang menggabungkan Super Quantum Dots dengan CSOT UltraColor Filter dan Advanced Color Purity Algorithm.

    Ukuran: Tersedia dalam ukuran 75, 85, dan 98 inci.

    Teknologi Layar: SQD-Mini LED, menggabungkan Super Quantum Dots dengan CSOT UltraColor Filter dan Advanced Color Purity Algorithm.

    Zona Peredupan: Hingga 20.000 zona peredupan diskrit pada model 98 inci.

    Kecerahan: Kecerahan puncak 10.000 nit.

    Warna: Mencakup 100% gamut warna BT.2020.

    Audio: Sistem audio dari Bang & Olufsen, mendukung Dolby Atmos FlexConnect.

    Prosesor: Prosesor AI TSR yang ditingkatkan untuk warna, kontras, kejernihan, gerakan, upscaling, dan suara yang lebih baik.

    Sistem Operasi: Terintegrasi dengan Gemini untuk Google TV.

    HDR: Mendukung Dolby Vision 2 melalui pembaruan OTA.

    CES 2026 telah menegaskan bahwa masa depan televisi akan semakin cerah, lebih berwarna, dan lebih cerdas. Persaingan ketat antar produsen terus menghadirkan pengalaman visual terbaik bagi konsumen.

  • Redmagic 11 Pro Resmi Dijual di Indonesia, Ini Spesifikasi dan Harga Lengkapnya

    Redmagic 11 Pro Resmi Dijual di Indonesia, Ini Spesifikasi dan Harga Lengkapnya

    Untuk daya tahan, Redmagic 11 Pro membawa baterai berkapasitas 7.500mAh, didukung kemampuan teknologi pengisian cepat kabel 80W dan pengisian wireless.

    Layar juga menjadi salah satu kekuatan utama HP gaming baru Nubia ini. Perusahaan memasang panel BOE X10 AMOLED 6,85 inci beresolusi 2688 x 1216 piksel, dan refresh rate 144Hz.

    Nubia juga menyematkan touch sampling rate hingga 360Hz dan respons sentuhan instan 3.000Hz, kemampuan yang membuat banyak gamer kompetitif sulit temukan di HP lainnya.

    Pengalaman audio dan kontrol juga menjadi perhatian. Perusahaan memasang speaker stereo untuk menghasilkan suara lebih bertenaga, shoulder trigger 520Hz di sisi bodi kini sudah mendukung mode portrait.

    Lampu RGB di rangka dan kipas mempertegas karakter gaming, dan masing menyertakan jack audio 3,5mm untuk latensi rendah.

    Redmagic 11 Pro dibekali kamera utama 50MP dengan OIS, kamera ultra-wide 50MP, dan kamera tambahan 2MP. Kamera depannya 16MP berbasis AI.

    Harga Redmagic 11 Pro di Indonesia sendiri dijual mulai dari Rp 19.999.000. Selama pre-order mulai 8 Januari 2026 ini, gamer bisa mendapatkan HP Android tersebut di harga Rp 17.999.000.

    Konsumen juga berkesempatan untuk mendapatkan Special Gift Box berisi Redmagic Gamepad senilai Rp 1,5 juta.