Category: Liputan6.com Tekno

  • Tokyogurl Terbukti Curang di SEA Games 2025 Tuai Perhatian

    Tokyogurl Terbukti Curang di SEA Games 2025 Tuai Perhatian

    OpenAI baru saja meluncurkan ChatGPT Images versi terbaru. Perusahaan mengklaim, pembaruan ini sudah ditenagai model gambar paling mumpuni milik OpenAI saat ini, yakni gpt-image-1.5.

    Update ChatGTP ini sudah tersedia secara global, termasuk pengguna di Indonesia. Menariknya, seluruh pelanggan bisa mengaksesnya, baik itu Free, Go, Plus, hingga Pro.

    “Hari ini, OpenAI meluncurkan ChatGPT Images versi terbaru dari yang didukung oleh model gambar paling mumpuni yang kami miliki hingga saat ini,” ungkap tim OpenAI dalam keterangan resminya, Kamis (18/12/2025).

    Dijelaskan, fitur Image Generation menjadi salah satu dari 10 fitur terpopuler bagi pengguna ChatGPT di Indonesia. Karenanya, perusahaan percaya pembaruan ini akan memberikan pengalaman yang semakin optimal bagi para pengguna.

    Untuk mencoba ChatGPT Images, pengguna cukup membuka sidebar di sebelah kiri tampilan ChatGPT dan memilih menu Images.

    Salah satu peningkatan paling terasa ada pada kecepatan. Raksasa kecerdasan buatan (AI) mengklaim, ChatGPT Images 4x lebih cepat dibandingkan versi sebelumnya.

    Di saat sama, kemampuan mengikuti instruksi pengguna dibuat jauh lebih akurat. ChatGPT Images terbaru mampu mengedit bagian spesifik dari sebuah gambar tanpa merusak elemen penting.

    Detail seperti kemiripan wajah, pencahayaan, komposisi, dan nuansa warna tetap terjaga di setiap iterasi. Bagi kreator konten, desainer, hingga tim pemasaran, konsistensi visual menjadi nilai krusial. 

    Baca selengkapnya di sini

  • Lagi Diskon! 5 HP RAM 8 GB Rp 1 Jutaan yang Layak Dibeli Sebelum Harga Naik di 2026

    Lagi Diskon! 5 HP RAM 8 GB Rp 1 Jutaan yang Layak Dibeli Sebelum Harga Naik di 2026

    Industri teknologi global saat ini sedang menghadapi tantangan serius yang diprediksi akan berdampak besar pada harga smartphone di tahun 2026. Harga smartphone Android diperkirakan akan semakin mahal, dipicu oleh biaya produksi yang meningkat, terutama biaya pasokan komponen RAM. Penyebab utamanya adalah kelangkaan chip memori, khususnya RAM, yang melonjak drastis akibat tingginya permintaan dari pusat data AI.

    Perusahaan teknologi raksasa seperti Google, Meta, Amazon, Nvidia, dan OpenAI kini menyerap RAM dan chip penyimpanan dalam jumlah besar untuk menopang kebutuhan komputasi AI mereka. Lonjakan investasi pusat data AI ini memicu kelangkaan chip, memori, dan perangkat penyimpanan secara global. Analis memperingatkan bahwa harga HP dan perangkat konsumen lainnya bisa naik pada tahun 2026 karena tekanan biaya komponen ini.

    Dampak dari kelangkaan ini sangat signifikan dan perlu diwaspadai oleh konsumen.

    Kenaikan Harga RAM: Harga RAM diperkirakan akan melonjak tajam, dengan potensi kenaikan hingga 40% lagi hingga kuartal kedua 2026 menurut Counterpoint. Bahkan, Samsung dilaporkan telah menaikkan harga RAM hingga sekitar 60 persen sejak pertengahan tahun ini.

    Kenaikan Harga Smartphone: Lembaga riset industri Counterpoint Research memperkirakan harga jual rata-rata ponsel akan melonjak 6,9% secara global tahun depan. Kenaikan ini mencerminkan lonjakan biaya komponen sebesar 10% hingga 25% secara keseluruhan, dan tidak hanya akan terjadi pada ponsel flagship, tetapi juga berpotensi memengaruhi segmen menengah dan entry-level.

    Penurunan Spesifikasi (Downgrade): Vendor ponsel disebut tidak memiliki banyak pilihan selain menurunkan kapasitas RAM dan, di saat yang sama, menaikkan harga jual perangkat mereka. RAM 8GB yang saat ini menjadi standar ponsel kelas menengah diperkirakan akan mengalami penurunan jumlah hingga lebih dari 50%, bahkan ponsel entry-level yang sebelumnya memiliki RAM hingga 8GB diprediksi akan kembali menggunakan RAM 4GB.

    Melihat tren yang mengkhawatirkan ini, membeli smartphone dengan RAM 8GB di harga Rp 1 jutaan saat ini adalah keputusan yang sangat cerdas. Anda tidak hanya mendapatkan performa yang mumpuni untuk kebutuhan digital saat ini, tetapi juga mengamankan perangkat dengan spesifikasi yang mungkin akan sulit ditemukan di harga yang sama pada tahun-tahun mendatang. Manfaatkan diskon yang ada di sebelum harga-harga tersebut benar-benar meroket dan spesifikasi mulai dikurangi.

  • Jangan Jadi Korban Berikutnya, Intip 4 Tips Ampuh Lindungi Diri dari Penipuan Digital

    Jangan Jadi Korban Berikutnya, Intip 4 Tips Ampuh Lindungi Diri dari Penipuan Digital

    Sebelum mempercayai atau menindaklanjuti pesan, panggilan, maupun tautan yang masuk, biasakan untuk mengecek ulang informasi tersebut lebih dari sekali. Banyak penipuan memanfaatkan kepanikan atau rasa percaya yang berlebihan, sehingga penting untuk tetap tenang sebelum mengambil tindakan lebih lanjut.

    Salah satu cara mudah untuk memverifikasi informasi yang masuk adalah melalui aplikasi DANA. Dompet Digital DANA menghadirkan Jaminan Anti Penipuan lewat fitur Cek Risiko Penipuan atau Scam Checker yang jadi bagian dari DANA Protection, yaitu teknologi keamanan canggih yang dimiliki oleh DANA untuk melindungi pengguna. Dengan yang tersedia ini, kamu bisa memastikan keaslian nomor telepon, akun media sosial, tautan, atau nomor rekening yang mengaku dari DANA, sebelum berinteraksi lebih jauh.

    Misalnya, kalau ada seseorang yang tiba-tiba mengaku dari DANA dan menghubungimu, kamu bisa langsung memastikan kebenarannya lewat fitur Cek Risiko Penipuan atau Scam Checker ini Caranya simpel, kamu tinggal buka aplikasi DANA lalu masuk ke menu DANA Protection. Setelah itu, masukkan nomor atau tautan yang ingin kamu cek dan tunggu hasil analisisnya muncul. Prosesnya cepat dan karena sudah terintegrasi dengan layanan Komdigi, hasilnya juga jauh lebih terpercaya.

    Jika terbukti terindikasi penipuan, kamu bisa langsung melaporkannya melalui fitur yang sama. Dengan cara ini, interaksi dan transaksi kamu bisa lebih aman dari jebakan penipuan. Yuk, download atau perbarui aplikasi DANA kamu sekarang dan manfaatkan Jaminan Anti Penipuan DANA agar terbebas dari risiko penipuan digital!

  • Kasih Gadget ke Anak Tak Harus Bikin Khawatir, Ini Trik yang Bisa Orang Tua Coba

    Kasih Gadget ke Anak Tak Harus Bikin Khawatir, Ini Trik yang Bisa Orang Tua Coba

    Selain itu, Dhatu juga mengingatkan orang tua agar tidak langsung memberikan gadget tanpa memahami fiturnya. Menurutnya, orang tua sewajarnya perlu belajar lebih dulu sebelum menyerahkan perangkat ke anak.

    Dhatu menyoroti ekosistem Apple, khususnya iPad, memiliki banyak fitur perlindungan untuk anak. “Fitur Downtime, Apps Limit, Family Sharing, dan Communication Limit adalah beberapa aplikasi yang aku pakai, dan bisa membantu orang tua mengatur penggunaan secara konsisten. 

    Jadi bagian dari Screen Time, fitur Downtime memungkinkan pengguna untuk menjadwalkan periode waktu tertentu untuk memblokir aplikasi dan notifikasi, seperti mengizinkan panggilan telepon atau bisa mengakses aplikasi yang ditentukan.

    Seperti Screen Time, App Limits memungkinkan orangtua membatasi waktu penggunaan aplikasi tertentu seperti gim atau media sosial. Sehingga, dapat mengontrol sekaligus membatasi konten anak.

    Sedangkan untuk Family Sharing, ini adalah fitur Apple yang memungkinkan Anda dan hingga lima anggota keluarga lain untuk berbagi akses ke layanan Apple (seperti Apple Music, iCloud+, Apple Arcade), pembelian (aplikasi, film, buku), lokasi, dan membantu menemukan perangkat yang hilang, semuanya dengan akun Apple masing-masing tetap pribadi. 

    “Kalau orang tuanya tahu cara menerapkan perbatasan dengan gadget, penyampaiannya ke anak juga jadi lebih mudah dan bisa diterima,” kata Dhatu. “Gadget itu tools, bisa dipakai untuk kreativitas dan membentuk kebiasaan. Dari situ, kita bisa menjelaskan habits ke keseharian anak.”

    Saat ditanya tentang apakah sistem rewarding layak digunakan orang tua, Dhatu mengaku masih menerapkannya secara berbeda pada tiap anak.

    “Untuk anak aku yang besar, sudah harus tahu mana kewajiban. Reward-nya bukan lagi dari orang tua, tapi dari dirinya sendiri”

  • S.id Tutup 2025 dengan Rekor 1,9 Juta Pengguna, Fokus Ekspansi Teknologi AI pada 2026

    S.id Tutup 2025 dengan Rekor 1,9 Juta Pengguna, Fokus Ekspansi Teknologi AI pada 2026

    Liputan6.com, Jakarta – Platform penyedia layanan identitas digital lokal, S.id, mencatatkan rapor positif pada penghujung tahun 2025.

    Melalui pertumbuhan agresif fitur Microsite dan Shop, S.id mengklaim berhasil mengantongi 1,9 juta pengguna dengan angka kunjungan mencapai lebih dari 150 juta setiap bulannya.

    Pencapaian ini mengukuhkan posisi S.id sebagai salah satu pemain utama dalam transformasi digital di Indonesia.

    “S.id Shop adalah langkah kami untuk memberikan solusi digital yang lengkap dan memudahkan kreator Indonesia dalam memonetisasi konten mereka,” ujar Direktur S.id, Dimaz Maulana, dalam keterangannya, Jumat (19/12/2025).

    Ia menambahkan bahwa potensi ini sangat besar mengingat Indonesia memiliki ekosistem kreator terbesar di Asia Tenggara.

    “Kami ingin memastikan mereka bisa mengembangkan bisnis digital secara praktis dan efektif,” imbuhnya.

    Pertumbuhan pesat ini didorong oleh tingginya adopsi fitur Microsite oleh pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Fitur ini dinilai menjadi solusi praktis bagi pengusaha yang ingin membangun kehadiran digital secara profesional tanpa memerlukan keahlian teknis yang rumit.

    Dengan satu tautan terintegrasi, UMKM dari sektor kuliner, fashion, hingga jasa dapat menampilkan profil usaha dan katalog produk sekaligus terhubung langsung ke pelanggan.

    Di sisi lain, fitur Shop S.id juga menunjukkan tren penguatan signifikan di kalangan kreator konten dan praktisi digital. Fitur ini memfasilitasi penjualan produk digital seperti e-book, kelas daring, hingga konten premium dengan sistem pembayaran otomatis yang instan. 

     

     

  • Samsung Optimistis Pasar Tablet Tetap Tumbuh di Tengah Isu Kenaikan Harga Elektronik pada 2026

    Samsung Optimistis Pasar Tablet Tetap Tumbuh di Tengah Isu Kenaikan Harga Elektronik pada 2026

    Harga smartphone, TV, kamera, dan beragam barang elektronik dipastikan akan melonjak naik tahun depan akibat lonjakan permintaan komponen, khususnya chip dan RAM untuk pusat data AI.

    Analisis menilai, kenaikan harga ini akibat dari lonjakan permintaan GPU dan memori dari Google, Meta, Amazon, Nvidia, hingga OpenAI untuk memperluas kapasitas pusat data AI.

    Alhasil, situasi tersebut memicu kekurangan suplai di segmen konsumen karena banyak pemasok chip, storage, sampai memori global memilih untuk memenuhi ledakan kebutuhan raksasa teknologi tersebut.

    “Kami melihat peningkatan pesat permintaan AI di pusat data yang memicu kemacetan di banyak area,” ujar Peter Hanbury dari perusahaan konsultan Bain & Company kepada CNBC.

    Situasi ini terasa sampai manufaktur produk komsumen, ketika kapasitas hard disk drive (HDD) untuk pusat data tidak mencukup, perusahaan seperti Google dan Microsoft pun beralih memakai solid state drive. SSD sendiri merupakan komponen penting bagi laptop, PC, hingga smartphone.

    “Samsung, SK Hynix, dan Micron mengalihkan kapasitas produksi DRAM dan NAND ke pasar enterprise karena lebih mendatangkan keuntungan lebih besar,” sebagaimana dikutip dari Android Police, Jumat (12/12/2025).

    CEO Alibaba, Eddie Wu, juga sempat mengungkapkan pernyataan imbas kelangkaan komponen ini ke pasar global. Ia mengungkap, proses pembangunan infrastruktur AI internal mendapati kekurangan chip semikonduktor, memori, dan perangkat penyimpanan.

    “Ada situasi kekurangan pasokan, hal ini akan menjadi hambatan relatif besar,” kata Wu. Sementara itu, Head of Marketing Realme, Francis Wong, mengungkap hal menarik.

    Dalam cuitannya di media sosial (medsos) X, dia mengatakan, “Apa pun ponsel pilihan kamu, terlepas dari mereknya, belilah sekarang juga. Setelah berkecimpung di industri smartphone selama satu dekade, saya belum pernah melihat kenaikan harga seperti ini.”

    Counterpoint Research memperkirakan harga memori akan naik 30% pada kuartal keempat tahun ini dan 20% lagi pada awal 2026. Ketidakseimbangan kecil dalam penawaran dan permintaan pun dapat berdampak besar pada harga memori. Karena tingginya permintaan HBM dan GPU, produsen chip memprioritaskan produk-produk ini daripada jenis semikonduktor lainnya.

    “DRAM jelas merupakan hambatan karena investasi AI terus memenuhi ketidakseimbangan antara permintaan dan pasokan, dengan harga HBM untuk AI diprioritaskan oleh produsen chip,” ujar Direktur Riset di Counterpoint Research, MS Hwang.

    Hingga berita ini ditulis, tim Liputan6.com masih menunggu pernyataan dari pihak masing-masing merek dari global.

  • Telkom Dorong Efisiensi Jaringan, Aset Fiber Dialihkan ke Infranexia

    Telkom Dorong Efisiensi Jaringan, Aset Fiber Dialihkan ke Infranexia

    Liputan6.com, Jakarta – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk resmi menandatangani akta pemisahan sebagian bisnis dan aset wholesale fiber optic tahap I ke anak perusahaannya, PT Telkom Infrastruktur Indonesia (TIF) atau dikenal sebagai Infranexia.

    “Kita baru saja menandatangani yang kita sebut sebagai akta pemisahan sebagian dari aset fiber kita ke anak usaha kami. Atau kita sebutnya sebagai operating company, yaitu Telkom Infrastruktur Indonesia,” ungkap Direktur Strategic Business Development & Portfolio Telkom, Seno Soemandji dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (18/12/2025).

    Pemisahan aset fiber ini bubkan keputusan mendadak. Strategi tersebut telah dirancang Telkom sejak lima tahun lalu melalui road map transformasi 5 Gold Moves. Dalam skema ini, Telkom bertransformasi menjadi holding, sementara aktivitas operasional dibagi ke dalam empat pilar bisnis utama.

    “Adapun pemisahan aset ini juga sebagai bagian bagaimana kami memenuhi tujuan pemerintah untuk digitalisasi,” jelas Seno. “Dengan efisiensi dari aset, efisiensi dari CapEx, dan maksimalisasi dari termasuk monetisasi dari aset yang kami miliki. Sehingga dengan efisiensi tersebut kami bisa menjangkau fibrilisasi Indonesia Insya Allah secara lebih luas lagi.”

    Transformasi ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang Telkom disebut Telkom 30 (Thirty). Telkom 30 dirancang untuk memperkuat daya saing perusahaan melalui fokus pada kekuatan fundamental.

    Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini, menegaskan kekuatan fundamental menjadi kunci dalam fase transformasi ini. “Kekuatan fundamental ini berupa operasi excellence, service excellence. Kemudian yang kedua optimalisasi aset strategis, yang salah satunya Infranexia ini. Dimana kita mengoptimalkan aset digital kita yaitu fiber optic,” ujar Dian.

    Selain itu, transformasi ini memperkuat portfolio bisnis guna mencapai nilai berkelanjutan yang nantinya akan melakukan berbagai macam corporate affairs agar entity yang ada sesuai dengan core strength Telkom.

    “Oleh karena itu, Infranexia ini dihadirkan sebagai entitas Telkom Group yang secara khusus mengonsolidasikan, mengelola dan menghubungkan bisnis wholesale fiber connectivity,” ungkapnya.

    Kehadiran Infranexia dinilai akan mempercepat realisasi strategi transformasi Telkom 2030. Melalui hal ini, Telkom dapat meningkatkan efisiensi operasional pengelolaan jaringan siber dan juga menghadirkan model bisnis wholesale. Telkom Group juga diarahkan untuk memperkuat ekosistem sebagai penyedia utama konektivitas yang inklusif dan berdaya saing global.

  • Steam Winter Sale 2025 Sudah Dibuka hingga Januari 2026, Waktu Tepat Borong Game PC

    Steam Winter Sale 2025 Sudah Dibuka hingga Januari 2026, Waktu Tepat Borong Game PC

    Di sisi lain, Valve membuat banyak pihak terkejut dengan mengumumkan tiga perangkat baru untuk memperluas ekosistem SteamOS, dan dijadwalkan akan meluncur di pasaran pada kuartal pertama 2026.

    Dalam pengumuman tersebut, Valve akan memperkenalkan Steam Machine, Steam Frame VR, dan Steam Controller 2. Lewat hardware baru ini, perusahaan ingin membawa pengalaman gaming PC ke ruang tamu dan ekosistem VR.

    Peluncuran Steam Machine dan Steam Frame VR ini juga menjawab diskusi panjang di komunitas, di mana banyak gamer PC sangat menanti arah SteamOS selanjutnya setelah Steam Deck sukses di pasaran.

    Steam Machine

    Steam Machine hadir sebagai konsol di ruang tamu mengusung desain kubus kompak dengan bobot 2,6 gram. Perusahaan rintisan Gabe Newell tersebut mengklaim, konsol miliknya tersebut memiliki performa enam kali lebih tinggi dibandingkan Stea Deck.

    Konsol Steam ini juga sudah ditenagai CPU AMD Zen 5, GPU RDNA 3 yang digadang-gadang setara dengan kartu grafis Radeon RX 7600, RAM 16GB DDR5, dan penyimpanan hingga 2GB.

    Perusahaan juga menyeratakan port HDMI 2.0, DisplayPort 1.4, dan ethernet. Steam Machine ini juga sudah mendukung Wi-Fo 6E, Bluetooth 5.3, serta panel depan dengan 17 LED RGB.

    Walau menargetkan pengalaman 4K 60 fps, gamer harus tetap menyesuaikan pengaturan grafis secara manual bila sedang memainkan game AAA yang berat. Walau harga Steam Machine belum diungkap, perusahaan berkomitmen label banderol konsol ini akan tetap terjangkau.

  • Rumor Thierry Henry Masuk eFootball Menguat, Debut Legend Epic Dinanti

    Rumor Thierry Henry Masuk eFootball Menguat, Debut Legend Epic Dinanti

    Liputan6.com, Jakarta – Nama Thierry Henry dikaitkan bakal hadir sebagai salah satu kartu baru di eFootball. Rumor kemunculan legenda Arsenal dan timnas Prancis ini mengikuti jejak Pepe yang lebih dulu debut sebagai Legend Epic pada November 2025.

    Rumor ini muncul dari sumber yang sebelumnya mengungkap bocoran Pepe dengan akurat. Dilansir Egw.news, Kamis (18/12/2025), Thierry Henry akan diperkenalkan sebagai kartu Legend Epic dengan peluang versi Big Time menyusul di eFootball 2026.

    Meski terdengar sangat menjanjikan dan membuat banyak fans Arsenal bergembira, komunitas eFootball merespons kabar ini dengan hati=-hati. Sebagian player menilai, bocoran tersebut layak dipercaya karena rekam jejak sumbernya.

    Namun, ada juga yang mengingatkan belum ada konfirmasi resmi dari Konami maupun pihak Thierry Henry. Ini bukan tanpa alasan. Saat rumor Pepe pertama kali beredar, detail kehadirannya juga sangat minim.

    Banyak meragukan realisasinya. Ternyata, pengembang asal Jepang tersebut benar-benar merilis Pepe sebagai Legend Epic beberapa bulan kemudian. Fakta itu membuat rumor Henry kini menjadi sorotan player.

    Jika Thierry Henry benar-benar hadir di eFootball, ekspektasi dipastikan tinggi. Debut Legend Epic dianggap sebagai langkah paling masuk akal, sementara edisi Big Time, seperti yang sebelumnya pernah dirilis untuk Zlatan Ibrahimović—juga berpeluang menyusul.

    Namun, keberhasilan realisasi tersebut sangat bergantung pada kelancaran pada aspek lisensi, terutama mengingat pengalaman Konami sempat menarik materi promosi Zlatan akibat kendala hak cipta.

    Dari sisi permainan, Henry diprediksi akan menjadi salah satu penyerang paling berbahaya di eFootball. Karakteristik kecepatan, akselerasi, dan penyelesaian akhir membuatnya berpotensi dibekali kemampuan khusus seperti Acceleration Burst, Momentum Dribbling, Phenomenal Finishing, hingga Willpower.

    Untuk latar klub, Arsenal dan Barcelona disebut sebagai kandidat terkuat karena keduanya telah memiliki kerja sama lisensi resmi dengan KONAMI.

    Kehadiran legenda melalui bocoran sebenarnya bukan hal baru di eFootball. Sebelumnya, Pelé dan Ferenc Puskás lebih dulu terdeteksi melalui file komentar dan audio internal sebelum diumumkan secara resmi. Zinedine Zidane juga mengalami pola serupa, dengan jejak komentator yang muncul jauh hari sebelum debut resminya di dalam game.

    Hingga kini, KONAMI belum memberikan pernyataan resmi terkait rumor Thierry Henry. Namun, jika kabar tersebut terbukti benar, eFootball berpeluang menghadirkan salah satu ikon terbesar sepak bola dunia, meski dengan konsekuensi biaya akuisisi yang kemungkinan akan menguras koin para pemain.

  • Android 17 bakal Hadirkan Fitur Kunci Aplikasi Bawaan, Tak Perlu Aplikasi Tambahan

    Android 17 bakal Hadirkan Fitur Kunci Aplikasi Bawaan, Tak Perlu Aplikasi Tambahan

    Android berkembang pesat dari sebuah sistem operasi dasar menjadi ekosistem ponsel pintar. Banyak fitur yang kini dianggap standar ternyata berawal dari munculnya berbagai aplikasi pihak ketiga oleh para pengembang independen, sebelum akhirnya diadopsi Google maupun produsen ponsel besar.

    Berikut delapan fitur, sebagaimana dikutip dari Android Authority, Rabu (3/12/2025), yang lahir dari kreativitas pengembang pihak ketiga:

    1. Always-On Display

    Fitur Always-On Display (AOD) kini menjadi fitur bawaan sebagian besar ponsel Android, bahkan telah diikuti Apple. Namun sebelum panel AMOLED populer, pengguna hanya bisa memperoleh fungsi serupa melalui aplikasi pihak ketiga.

    Salah satu yang paling dikenal adalah AcDisplay, yang menampilkan notifikasi dalam tampilan monokrom di layar gelap.

    Meski konsumsi baterainya tinggi pada layar LCD, aplikasi ini memberi pengalaman serupa AOD modern sebelum Samsung, LG, dan sejumlah produsen lain mulai menghadirkan panel AMOLED.

    2. File Manager

    Android tidak memiliki file manager bawaan selama bertahun-tahun, sehingga pengguna mengandalkan aplikasi seperti ES File Explorer atau file manager buatan masing-masing produsen ponsel.

    Google baru memperkenalkan solusi resmi pada 2017 melalui Files Go, yang kemudian berkembang menjadi Google Files. Aplikasi tersebut menjadi dasar bagi berbagai fitur pengelolaan data, termasuk teknologi berbagi file cepat Quick Share.

    3. Sistem Tema Menyeluruh

    Dukungan tema otomatis berbasis warna wallpaper yang kini dikenal lewat sistem warna Monet, hadir sejak Android 12. Namun jauh sebelum itu, komunitas ROM kustom sudah menghadirkan opsi tema yang dapat mengubah tampilan sistem dan aplikasi secara menyeluruh.

    Platform seperti Substratum dan RRO Layers (dikembangkan Sony) menjadi andalan pengguna yang ingin memodifikasi tampilan perangkatnya. Inovasi tersebut kemudian menginspirasi sistem tema resmi Android yang kini menjadi identitas visualnya.