Category: Liputan6.com Tekno

  • Poco M8 Series Segera Meluncur, Bocoran Kamera Jadi Sorotan

    Poco M8 Series Segera Meluncur, Bocoran Kamera Jadi Sorotan

    Kabar baik untuk para Poco fans di Indonesia. Setelah meluncur secara global di Bali, Indonesia, Poco F8 Pro dan Poco F8 Ultra, dipastikan rilis resmi di Tanah Air.

    Hal ini terungkap lewat situs P3DN (Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri) milik Kementerian Perindustrian. Pantauan tim Tekno Liputan6.com, Jumat (28/11/2025), HP dengan nomor model Poco 25102PCBEG sudah terdaftar di situs milik Kemenperin.

    Berdasarkan penelusuran, nomor model tersebut merujuk ponsel Poco F8 Ultra. Tercatat, ponsel yang baru diumumkan untuk pasar global itu sudah mendapatkan sertifikat TKDN dengan nilai 37.54 persen.

    Selain varian Ultra, sertifikat TKDN untuk Poco F8 Pro juga sudah terdaftar. Perangkat dengan nomor model Poco 2510DPC44G lolos sertifikasi dengan nilai TKDN 37.54 persen.

    Dengan lolos TKDN ini, maka langkah selanjutnya adalah tinggal menunggu sertifikasi postel dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) sebelum resmi dipasarkan di Tanah Air.

    Meski Poco belum mengumumkan jadwal peluncuran Poco F8 Ultra dan F8 Pro. Hal ini diungkap oleh Novita Krisutami, PR Manager POCO Indonesia dalam peluncuran global Poco F8 Series di The Meru, Sanur, Bali.

    “Ditunggu segera kabar Poco F8 Pro dan F8 Ultra meluncur resmi di Indonesia,” kata Novita. “Harapannya bisa secepatnya membawa untuk teman-teman Poco fans.”

    “Sebenernya kenapa F8 Series global launch dilaksanakan di Indonesia, sebenarnya bukan karena market terbesar atau gimana aja. Tapi lebih ke apresiasi sih. Karena kan Poco fans kita di Indonesia cukup banyak,” jelas Novita.

  • Vince Zampella, Kreator Seri Game Call of Duty Meninggal Dunia dalam Kecelakaan Mobil

    Vince Zampella, Kreator Seri Game Call of Duty Meninggal Dunia dalam Kecelakaan Mobil

    Liputan6.com, Jakarta – Sebuah kabar duka datang dari industri game, Vince Zampella, salah satu pencipta seri game populer Call of Duty, meninggal dunia.

    Dilansir BBC, Selasa (23/12/2025), Vince Zampella meninggal dunia dalam kecelakaan mobil di California, Amerika Serikat. Kabar Vince meninggal ini dikonfirmasi oleh Electronic Arts.

    “Ini adalah kehilangan yang tak terbayangkan, dan hati kami bersama keluarga Vince, orang-orang terkasihnya, dan semua orang tersentuh oleh karyanya,” kata juru bicara Electronic Arts kepada BBC.

    Disebutkan, mobil Ferrari yang dikendarai Zampella bersama penumpang lainnya keluar jalur, menabrak pembatas beton, lalu terbakar. 

    Ia dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian setelah terbakar. Sementara penumpang lainnya tewas setelah terlempar keluar dari mobil.

    “Karena alasan yang tidak diketahui, kendaraan tersebut keluar jalur, menabrak pembatas beton, dan terbakar habis,” kata Kepolisian Jalan Raya California dalam sebuah pernyataan kepada BBC.

    Bersama rekan lamanya, Jason West dan Grant Collier, Vince Zampella membuat Call of Duty (CoD) pada 2003 dan sukses menelurkan beberapa seri CoD lainnya.

    Terinspirasi peristiwa Perang Dunia II, game first person shooter (FPS) ini berkembang menjadi fenomena global dan telah terjual lebih dari 500 juta kopi, menjadikan pemiliknya, Activision (Microsoft), salah satu perusahaan game paling menguntungkan.

    Kariernya dimulai di era 1990-an dan terus menanjak hingga menjadi tokoh penting di sejumlah proyek besar. Selain seri Call of Duty, Vince juga menjadi sosok penting di balik kesuksesan sejumlah game populer lainnya, termasuk Medal of Honor, Titanfall, dan Apex Legends.

    Pada tahun 2010, Zampella dan West dipecat dari Activision, penerbit gim Call of Duty, dan keduanya kemudian terlibat dalam perselisihan panjang dengan perusahaan diselesaikan di luar pengadilan pada tahun 2012.

    Di Electronic Arts, Zampella mengerjakan Battlefield 6, yang dianggap sebagai pesaing langsung Call of Duty. Infinity Ward, perusahaan game yang mengembangkan Call of Duty, mengatakan Zampella “akan selalu memiliki tempat istimewa dalam sejarah kami”.

    “Warisan Anda dalam menciptakan hiburan ikonik dan abadi tak ternilai harganya,” kata perusahaan itu dalam sebuah pernyataan di X.

  • Vince Zampella, Kreator Seri Game Call of Duty Meninggal Dunia dalam Kecelakaan Mobil

    Vince Zampella, Kreator Seri Game Call of Duty Meninggal Dunia dalam Kecelakaan Mobil

    Liputan6.com, Jakarta – Sebuah kabar duka datang dari industri game, Vince Zampella, salah satu pencipta seri game populer Call of Duty, meninggal dunia.

    Dilansir BBC, Selasa (23/12/2025), Vince Zampella meninggal dunia dalam kecelakaan mobil di California, Amerika Serikat. Kabar Vince meninggal ini dikonfirmasi oleh Electronic Arts.

    “Ini adalah kehilangan yang tak terbayangkan, dan hati kami bersama keluarga Vince, orang-orang terkasihnya, dan semua orang tersentuh oleh karyanya,” kata juru bicara Electronic Arts kepada BBC.

    Disebutkan, mobil Ferrari yang dikendarai Zampella bersama penumpang lainnya keluar jalur, menabrak pembatas beton, lalu terbakar. 

    Ia dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian setelah terbakar. Sementara penumpang lainnya tewas setelah terlempar keluar dari mobil.

    “Karena alasan yang tidak diketahui, kendaraan tersebut keluar jalur, menabrak pembatas beton, dan terbakar habis,” kata Kepolisian Jalan Raya California dalam sebuah pernyataan kepada BBC.

    Bersama rekan lamanya, Jason West dan Grant Collier, Vince Zampella membuat Call of Duty (CoD) pada 2003 dan sukses menelurkan beberapa seri CoD lainnya.

    Terinspirasi peristiwa Perang Dunia II, game first person shooter (FPS) ini berkembang menjadi fenomena global dan telah terjual lebih dari 500 juta kopi, menjadikan pemiliknya, Activision (Microsoft), salah satu perusahaan game paling menguntungkan.

    Kariernya dimulai di era 1990-an dan terus menanjak hingga menjadi tokoh penting di sejumlah proyek besar. Selain seri Call of Duty, Vince juga menjadi sosok penting di balik kesuksesan sejumlah game populer lainnya, termasuk Medal of Honor, Titanfall, dan Apex Legends.

    Pada tahun 2010, Zampella dan West dipecat dari Activision, penerbit gim Call of Duty, dan keduanya kemudian terlibat dalam perselisihan panjang dengan perusahaan diselesaikan di luar pengadilan pada tahun 2012.

    Di Electronic Arts, Zampella mengerjakan Battlefield 6, yang dianggap sebagai pesaing langsung Call of Duty. Infinity Ward, perusahaan game yang mengembangkan Call of Duty, mengatakan Zampella “akan selalu memiliki tempat istimewa dalam sejarah kami”.

    “Warisan Anda dalam menciptakan hiburan ikonik dan abadi tak ternilai harganya,” kata perusahaan itu dalam sebuah pernyataan di X.

  • Exynos 2600 Diumumkan, Samsung Siapkan Chipset 2nm Pertama di Dunia untuk Galaxy S26 Series

    Exynos 2600 Diumumkan, Samsung Siapkan Chipset 2nm Pertama di Dunia untuk Galaxy S26 Series

    Liputan6.com, Jakarta – Samsung Electronics resmi memperkenalkan Exynos 2600, chipset flagship terbarunya diproyeksikan menjadi dapur pacu sebagian lini Galaxy S26. Chip ini mencatat sejarah sebagai chipset smartphone pertama di dunia yang diproduksi menggunakan teknologi fabrikasi 2 nanometer (nm) Gate-All-Around (GAA).

    Dikutip dari Android Authority, Selasa (24/12/2025), perusahaan menegaskan proses 2nm membawa peningkatan signifikan pada kinerja, efisiensi daya, serta pengelolaan suhu.

    Fokus ini terasa penting, mengingat performa termal Exynos generasi sebelumnya kerap menjadi bahan perbandingan dengan chipset dari Qualcomm, MediaTek, hingga Apple.

    Desain CPU Berubah, Fokus pada Performa dan Efisiensi

    Exynos 2600 mengusung CPU 10-core berbasis arsitektur Arm v9.3. Berbeda dari generasi sebelumnya, Samsung kini menghilangkan core berdaya rendah konvensional dan mengandalkan kombinasi core utama serta core menengah berperforma tinggi.

    Konfigurasinya terdiri dari:

    1 core utama C1-Ultra dengan kecepatan hingga 3,8 GHz
    3 core performa tinggi C1-Pro berkecepatan 3,25 GHz
    6 core C1-Pro yang dioptimalkan untuk efisiensi di 2,75 GHz

    Samsung mengklaim arsitektur baru ini mampu meningkatkan performa CPU hingga 39 persen dibandingkan Exynos 2500. Dukungan instruksi ARM SME2 juga disebut mampu meningkatkan pemrosesan machine learning di perangkat sekaligus memangkas latensi pada fitur berbasis kecerdasan buatan.

    GPU Lebih Bertenaga untuk Gim dan Visual

    Di sektor grafis, Exynos 2600 dibekali GPU Xclipse 960. Samsung mengklaim kemampuan komputasi GPU ini meningkat hingga dua kali lipat dibanding generasi sebelumnya, dengan performa ray tracing yang diklaim lebih baik hingga 50 persen.

    Raksasa teknologi asal Korea Selatan itu turut memperkenalkan teknologi Exynos Neural Super Sampling (ENSS). Teknologi ini memanfaatkan kecerdasan buatan untuk melakukan upscaling dan frame generation, sehingga menghadirkan pengalaman bermain game yang lebih mulus tanpa mengorbankan efisiensi daya.

  • Huawei MatePad 12X Resmi Hadir di Indonesia, Ini Keunggulan Tablet PC-Lite Setara Laptop

    Huawei MatePad 12X Resmi Hadir di Indonesia, Ini Keunggulan Tablet PC-Lite Setara Laptop

    Liputan6.com, Jakarta – Huawei Indonesia resmi membawa Huawei MatePad 12X ke Tanah Air. Tablet ini ditujukan untuk profesional dan kreator membutuhkan perangkat kerja ringkas namun bertenaga, seiring meningkatnya ritme kerja fleksibel dan mobilitas tinggi.

    Huawei menilai, kebutuhan perangkat produktivitas kini tidak lagi terpaku pada laptop. Oleh karena itu, MatePad 12X dikembangkan sebagai tablet berperforma setara PC untuk membantu pengguna menyelesaikan tugas penting secara lebih praktis, cepat, dan efisien.

    Senior Account Manager Huawei Indonesia, Edy Supartono, pada acara Hands-On MatePad 12X, Senin (22/12/2025), mengatakan, tablet ini dirancang untuk menjawab kebutuhan produktivitas pengguna modern yang membutuhkan perangkat fleksibel namun tetap bertenaga.

    “Apa yang membuat tablet Huawei terasa seperti laptop itu ada dua, dari sisi software dan hardware. Karena itulah MatePad 12X kami sebut sebagai PC-Lite,” ujar Edy.

    Spesifikasi Produktivitas PC-Level

    Dari sisi perangkat lunak, Huawei MatePad 12X mengandalkan PC-Level WPS Office 3.0 dirancang untuk menangani kebutuhan kerja intens. Pengguna dapat membuka banyak dokumen dalam satu tampilan tab, menyisipkan dokumen atau tautan langsung ke file lain, hingga mengolah tablet pivot dan rumus matematika kompleks seperti di laptop.

    Fitur multi-window view memungkinkan pengguna menjalankan beberapa dikumen sekaligus dalam layar. Toolbar dibuat intuitf dengan tampilan menyerupai versi desktop. Hal ini membuat pengguna tidak perlu beradaptasi ulang seperti pada aplikasi office versi mobile.

    “Interface-nya ini sangat familiar seperti office di laptop. Bahkan membuka banyak file di tablet ini justru lebih praktis karena cukup pakai tab,” jelas Edy. 

  • 5 Monitor Gaming Samsung Odyssey dengan Refresh Rate Tinggi, Siap Hadapi Tantangan Gaming Tahun Depan

    5 Monitor Gaming Samsung Odyssey dengan Refresh Rate Tinggi, Siap Hadapi Tantangan Gaming Tahun Depan

    Liputan6.com, Jakarta – Perkembangan monitor gaming kini melaju sangat cepat. Resolusi QHD, refresh rate di atas 165Hz, hingga panel OLED mulai menjadi standar baru bagi gamer yang menginginkan visual halus dan responsif. Samsung melalui lini Odyssey menghadirkan beragam pilihan monitor gaming yang dirancang untuk kebutuhan berbeda—mulai dari kasual hingga kompetitif.

    Namun, di balik performa layar yang semakin kencang, ada satu hal yang sering luput diperhatikan: kesiapan sistem secara keseluruhan, terutama di tengah isu kenaikan harga dan potensi kelangkaan komponen memori tahun depan. Berikut pembahasan lima monitor gaming Samsung Odyssey yang layak dipertimbangkan.

    1. Samsung Odyssey G5 G50D 32″ QHD 180Hz LS32DG502EEXXD

    Monitor ini hadir dengan panel IPS berukuran 32 inci, resolusi QHD, dan refresh rate hingga 180Hz. Kombinasi tersebut membuat pergerakan dalam game terasa sangat mulus, terutama untuk genre FPS dan action cepat.

    Dengan dukungan AMD FreeSync dan kompatibilitas G-Sync, tearing dan stuttering dapat ditekan seminimal mungkin. Namun, refresh rate tinggi seperti ini baru terasa optimal ketika sistem mampu menyuplai frame secara stabil. Di sinilah kesiapan hardware menjadi faktor penting, apalagi jika ke depan upgrade komponen semakin mahal.

    2. Samsung Odyssey G5 G55C 32″ Curved QHD 165Hz LS32CG552EEXXD

    Varian ini menawarkan layar 1000R curved yang dirancang mengikuti lengkungan mata manusia, memberikan pengalaman bermain yang lebih imersif. Panel VA dengan refresh rate 165Hz dan response time 1ms membuat visual tetap tajam meski di adegan cepat.

    Monitor ini cocok bagi gamer yang gemar bermain dalam durasi panjang. Namun, resolusi QHD dan layar besar berarti beban pemrosesan juga meningkat. Jika performa sistem tidak seimbang, potensi monitor ini tidak akan sepenuhnya terasa—sesuatu yang perlu dipikirkan di tengah tren komponen yang kian mahal.

    3. Samsung Odyssey OLED G85SB 34″ Curved Ultra-Wide LS34BG850

    Mengusung panel QD-OLED, monitor ini menjadi salah satu yang paling premium di jajaran Odyssey. Ukuran 34 inci dengan rasio 21:9, refresh rate 175Hz, serta response time nyaris instan menghadirkan kualitas visual yang sulit ditandingi.

    Monitor ini bukan hanya ideal untuk gaming, tapi juga multitasking dan konten kreatif. Namun, layar ultra-wide dengan kualitas OLED menuntut sistem yang benar-benar siap. Tanpa dukungan performa yang memadai, keunggulan panel OLED beresolusi tinggi ini tidak akan maksimal—sebuah tantangan tersendiri jika upgrade hardware semakin terbatas tahun depan.

    4. Samsung Odyssey G65B 32″ QHD 240Hz LS32BG652EEXXD

    Inilah salah satu monitor QHD non-OLED dengan refresh rate tertinggi, mencapai 240Hz. Ditujukan untuk gamer kompetitif, G65B juga dibekali HDR600 dan desain 1000R curved yang agresif.

    Menjalankan game di frame rate setara 240Hz bukan perkara mudah. Monitor ini jelas menyasar pengguna dengan sistem kelas atas. Di tengah kabar naiknya harga komponen dan pasokan yang makin ketat, monitor seperti ini menjadi pengingat bahwa keseimbangan antara layar dan performa sistem adalah kunci.

    5. Samsung Odyssey G5 G55C 27″ QHD 165Hz LS27CG552EEXXD

    Bagi yang menginginkan performa tinggi dalam ukuran lebih ringkas, versi 27 inci ini bisa jadi pilihan ideal. Tetap mengusung QHD, refresh rate 165Hz, dan desain 1000R curved, monitor ini menawarkan pengalaman gaming imersif tanpa membutuhkan meja besar.

    Meski lebih ‘ramah’ dari sisi ukuran dan harga, kebutuhan performa tetap tidak bisa diabaikan. Resolusi tinggi dan refresh rate cepat tetap menuntut sistem yang mampu menjaga kestabilan frame.

    Monitor Kencang, Sistem Harus Siap

    Tren monitor gaming saat ini jelas mengarah ke refresh rate semakin tinggi dan resolusi semakin tajam. Samsung Odyssey berhasil menjawab kebutuhan tersebut dengan pilihan yang sangat beragam. Namun, dengan isu kenaikan harga dan potensi kelangkaan komponen memori di tahun mendatang, gamer perlu lebih bijak dalam memilih monitor. Layar dengan spesifikasi tinggi akan terasa maksimal jika didukung sistem yang seimbang—bukan hanya sekarang, tetapi juga untuk jangka panjang.

    Memilih monitor gaming kini bukan sekadar soal ukuran dan refresh rate, melainkan juga soal strategi menghadapi ekosistem hardware yang makin kompetitif.

  • Bocoran Spesifikasi Galaxy S26 Ultra Mulai Terungkap Jelang Unpacked 2026, Seperti Apa?

    Bocoran Spesifikasi Galaxy S26 Ultra Mulai Terungkap Jelang Unpacked 2026, Seperti Apa?

    Liputan6.com, Jakarta – Samsung dikabarkan akan menggelar acara peluncuran ponsel flagship terbarunya, Galaxy S26 series, pada Februari 2026.

    Melansir Phone Arena, Senin (22/12/2025), acara Galaxy Unpacked tersebut kemungkinan besar berlangsung di San Francisco, California, Amerika Serikat. Gelaran acara tahunan ini lebih lambat dibandingkan pola peluncuran generasi sebelumnya.

    Penundaan jadwal peluncuran Galaxy S26 ini memunculkan spekulasi baru. Galaxy Unpacked awal 2026 tidak hanya akan menjadi ajang perkenalan perangkat, tetapi juga momentum penting untuk mengungkap prosesor digunakan pada masing-masing model Galaxy S26.

    Isu chipset kembali menjadi sorotan utama. Pengalaman Samsung pada Galaxy S25 masih membekas. Saat itu, perusahaan sebenarnya telah menyiapkan Exynos 2500. Namun, seluruh lini Galaxy S25 akhirnya mengandalkan Snapdragon 8 Elite.

    Kini, menjelang peluncuran Galaxy S26 series pada Februari mendatang, bocoran spesifikasi Galaxy S26 Ultra sudah ramai beredar di internet. Disebutkan, ponsel paling premium ini akan hadir dengan layar Dynamic AMOLED berukuran 6,9 inci.

    Tak hanya itu, Samsung juga memasang fitur Flex Magic Pixel bertenaga AI untuk mengontrol Cahaya dipancarkan dari layar, di mana akan membatasi sudut pandang layar sehingga konten hanya terlihat jelas dari arah depan.

    HP Samsung ini juga sudah mendukung refresh rate variabel 1Hz–120Hz, RAM 12GB, serta pilihan memori internal 256GB, 512GB, dan 1TB. Samsung disebut akan menggunakan rangka titanium serta sensor sidik jari ultrasonik di bawah layar.

    Untuk sektor kamera, Galaxy S26 Ultra diprediksi mengandalkan kamera utama 200 MP, kamera ultrawide 50 MP, kamera telefoto 12 MP dengan zoom optik 3x, serta kamera telefoto 50 MP dengan zoom optik 5x. Di bagian depan, terdapat kamera selfie 12 MP.

    Sementara kapasitas baterai disebut akan ditingkatkan menjadi 5.200 mAh, meski beberapa memperkirakan baterai masih 5000mAh. Namun, peningkatan diperkirakan hadir pada pengisian daya cepat yang naik menjadi 60W dari sebelumnya 45W. Ponsel ini akan menjalankan Android 16 dan dijanjikan mendapat tujuh kali pembaruan sistem Android utama.

  • Hari Ibu 2025 Trending, Ribuan Warganet Ramaikan X dengan Pesan Menyentuh

    Hari Ibu 2025 Trending, Ribuan Warganet Ramaikan X dengan Pesan Menyentuh

    Liputan6.com, Jakarta – Tanggal 22 Desember diperingati sebagai Hari Ibu Nasional. Momen ini menjadi momentum untuk menghargai peran, jasa, dan perjuangan para ibu. Mulai dari melahirkan, menyusui, dan membesarkan anak-anaknya hingga tumbuh dewasa.

    Peringatan Hari Ibu 2025 pun ramai di media sosial, khususnya di X (dulunya bernama Twitter). Berdasarkan pantauan Tekno Liputan6.com, tagar dan percakapan terkait Hari Ibu Nasional masuk dalam daftar trending topic dengan 5.412 unggahan.

    Ribuan unggahan berisi ucapan selamat, ungkapan cinta dan kasih sayang, doa, dan refleksi peran ibu dalam kehidupan. Banyak warganet menuliskan pesan singkat terasa jujur dan dekat dengan pengalaman sehari-hari.

    “Selamat hari ibu, semoga kebahagiaan selalu bersama mamah i love you and thank you,” tulis @ony***

    “Aku bukanlah anak yang selalu mengucapkan ‘Selamat Hari Ibu’ di setiap tanggal 22 Desember, tapi aku adalah anak yang mengucapkan love you everyday and everytime,” cuit @lie***

    Ada pula warganet menuliskan pesan reflektif dengan sudut pandang lebih luas.

    “Selamat Hari Bahagia, Ibu negara. Semoga semua hal baik yang tadinya semoga dapat menjadi pasti,” cuit @fie***

    Beberapa unggahan menyentuh sisi emosional juga ramai dibagikan, di mana warganet menyampaikan doa untuk para ibu yang masih mendampingi maupun telah berpulang.

    “Selamat Hari Ibu. Semoga kesehatan dan kekuatan senantiasa menyertai seluruh Ibu di dunia, pun bagi para ibu yang telah berpulang, semoga kedamaian senantiasa memeluknya di surga, sebagai balasan atas cinta yang tak pernah terhitung,” tutur @cam***

    “Dunia butuh pahlawan, tapi aku Cuma butuh Ibu. Selamat Hari Ibu,” tutur @ani***

    “Selamat Hari Ibu untuk siapa pun yang telah melahirkan kita, baik atau buruk hubungannya,” tulis @mie***

    Ucapan Hari Ibu tidak hanya disampaikan oleh anak kepada ibunya, tetapi juga mengalir dari para ibu ke ibu lain.

    “Selamat Hari Ibu semoga di beri kewarasan ya para ibu-ibu, apalagi kalo punya lingkungan yang bikin sakit hati terus,” ungkap @buk***

  • 18 Link Twibbon Hari Ibu 2025, Cara Mudah Beri Ucapan di Media Sosial

    18 Link Twibbon Hari Ibu 2025, Cara Mudah Beri Ucapan di Media Sosial

    Laman utama Google hari ini, Senin (22/12/2025), akan terlihat berbeda ketimbang hari pada biasanya. Hari ini, raksasa mesin pencari itu menampilkan Google doodle khusus Hari Ibu dengan ilustrasi bunga raksasa melindungi kuncup bunga kecil.

    Visual Google Doodle hari ini seakan menggambarkan peran ibu dalam mendampingi, menjaga, dan menumbuhkan anak dengan penuh kasih.

    Logo ikonik Google pun diubah menjadi tanaman, di mana huruf “G” terlihat paling besar dan menaungi bunga-bunga kecil di bawahnya.

    Dalam keterangannya, Google menuliskan ucapan sederhana namun sangat bermakna. “Gambar coretan ini hadir untuk merayakan Hari Ibu! Terima kasih kepada semua ibu yang telah membantu kami berkembang,” tulis Google.

    Google Doodle Hari Ibu 2025 ini menjadi bentuk penghormatan terhadap peran ibu yang selalu hadir tanpa banyak sorotan untuk membantu keluarga. Ilustrasi bunga ini juga dipilih sebagai simbol alam untuk menegaskan makna pertumbuhan dan perlindungan.

    Setiap negara memiliki tanggal Hari Ibu mereka sendiri, di Indonesia Hari Ibu diperingati secara nasional pada tanggal 22 Desember tiap tahunnya. Peringatan ini diresmikan langsung oleh Presiden Sukarno lewat Dekrit Presiden No. 316 tahun 1953 saat ulang tahun ke-25 Kongres Perempuan Indonesia 1928.

    Awalnya, 22 Desember dipilih sebagai Hari Ibu Nasional untuk memperingati semangat wanita Indonesia sekaligus meningkatkan kesadaran berbangsa dan bernegara untuk para wanita yang ketika itu menyelenggarakan kongres.

    Namun, akhirnya Hari Ibu Nasional diperingati tidak hanya sebagai peringatan semangat wanita Indonesia, tapi juga pengingat peran wanita dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia, termasuk kaum ibu. Dan, di masa sekarang ini Hari Ibu diperingati dengan makna lebih luas.

    Saat ini, Hari Ibu tidak lagi sekadar memperingati peran wanita sebagai seorang ibu, tapi juga memberikan apresiasi terhadap peran wanita di berbagai bidang. Jadi, sudah memberikan ucapan selamat kepada ibu dan sosok wanita panutan kamu hari ini?

  • Cari Hadiah Natal untuk Pemilik iPhone 17 Pro? Ini Rekomendasi Casing Pilihan

    Cari Hadiah Natal untuk Pemilik iPhone 17 Pro? Ini Rekomendasi Casing Pilihan

    Liputan6.com, Jakarta – Sebagai pemilik iPhone 17 Pro atau iPhone 17 Pro Max, pasti banyak dari kamu sering kali dibayang-bayangi perasaan khawatir apakah casing yang dimiliki sudah cukup melindungi ponsel besutan Apple ini.

    Toh, kedua ponsel masuk ke dalam kategori smartphone premium dengan harga tidak murah. Di Indonesia, iPhone 17 Pro saat ini dijual mulai dari Rp  23,7 jutaan (256GB) hingga Rp 32 jutaan untuk varian 1TB. Sementara itu, iPhone 17 Pro Max dijual dari Rp 25 juta hingga 43 jutaan.

    Dengan harga setinggi ini, wajar bila rasa khawatir layar retak atau bodi rusak akibat jatuh jelas bukan hal sepele. Ditambah, biaya perbaikannya bisa mencapai jutaan rupiah.

    Karena itu, casing bukan sekadar aksesoris semata yang bisa dapat dengan mudah diremehkan. Akan tetapi menjadi perlindungan wajib dipakai setiap hari, baik aktivitas di dalam ruangan atau beragam kegiatan lainnya.

    Nah, bertepatan dengan Natal dan Tahun Baru segera tiba, banyak orang mulai mencari hadiah yang terasa bermakna, tidak berlebihan, dan masuk akal.

    Casing iPhone dipakai setiap hari untuk melindungi perangkat mahal dan terasa relevan bagi pengguna iPhone 17 Pro series.

    Jika kamu sedang mencari hadiah Natal untuk pasangan, keluarga, atau orang terdekat memakai iPhone 17 Pro, berikut adalah tiga pilihan casing layar dipertimbangkan sesuai kebutuhan dan gaya hidup.

    1. Metropolis LT Kevlar

    UAG Metropolis LT Kevlar ini sangat cocok untuk kamu yang ingin memberi hadiah fungsional tanpa kesan berlebihan, tetapi menginginkan perlindungan solid dengan desain ramping. 

    Casing ini menggabungkan bingkai TPU bertekstur kasar dengan bumper internal tahan benturan dirancang menyerap guncangan dari jatuh dengan ketinggian kantung celana dan benturan ringan.

    Perusahaan juga memperkuat sudut-sudut casing dengan bahan Inlay DuPont Kevlar premium sehingga memberikan perlindungan ekstra saat iPhone terjatuh tanpa menambah bobot berlebihan.

    Seperti casing UAG pada umumnya, Metropolis LT sudah kompatible dengan MagSafe sehingga tetap naman dipakai dengan charger dan aksesoris magnetik.

    Pilihan ini ideal untuk pengguna iPhone 17 Pro yang aktif dan mengutamakan kenyamanan sehari-hari. Harga Metropolis LT sendiri dibanderol mulai dari Rp 599.000.