Category: Liputan6.com Tekno

  • Waspada, Modul Aplikasi Ini Diam-Diam Bisa Bajak Akun WhatsApp

    Waspada, Modul Aplikasi Ini Diam-Diam Bisa Bajak Akun WhatsApp

    Sebelumnya, WhatsApp sedang mengembangkan pembaruan untuk membuat fitur Status makin praktis dan kreatif.

    Salah satu fitur baru yang tengah dikembangkan adalah opsi “Simpan sebagai draf” (Save as Draft) saat pengguna membuat status. Fitur ini dirancang untuk menjawab keluhan pengguna yang kerap kehilangan progres saat harus menutup layar pembuatan Status secara mendadak.

    Selama ini, jika pengguna keluar dari halaman pengeditan Status sebelum selesai, seluruh konten yang telah dibuat akan terhapus secara otomatis. Kondisi tersebut dinilai merepotkan, terutama saat pengguna sedang menyusun status berisi teks, gambar, atau elemen kreatif lainnya.

    Melalui versi uji coba WhatsApp 2.25.36.6, sebagaimana dikutip dari Android Authority, Senin (1/12/2025), muncul indikasi kuat bahwa platform pesan instan ini menambahkan opsi penyimpanan sementara. Ketika pengguna menekan tombol keluar, akan muncul pilihan Simpan sebagai draf, Buang, atau Lanjutkan.

    Status yang disimpan sebagai draf nantinya akan tetap tersimpan dan muncul kembali saat pengguna membuka fitur Status di kemudian hari. Dengan begitu, proses pembuatan konten bisa dilanjutkan tanpa perlu memulai kembali dari awal.

    Tak hanya menghadirkan kemudahan, WhatsApp juga tengah menyiapkan stiker animasi khusus bertuliskan “2026”. Stiker ini dapat digunakan dalam mode tata letak yang menggabungkan beberapa foto ke dalam satu tampilan.

    Menariknya, stiker animasi tersebut dilengkapi fitur pengaturan warna. Pengguna bisa menggantinya ke warna hijau, merah, atau ungu hanya dengan satu ketukan.

    Meski demikian, kedua fitur ini masih dalam tahap pengembangan dan belum tersedia secara luas untuk pengguna. Namun, khusus stiker “2026”, kemunculannya diperkirakan tidak lama lagi karena bersifat musiman dan berkaitan dengan pergantian tahun.

  • Update Harga Oppo A6 Pro hingga A6 di Indonesia, HP Android Kelas Menengah Mulai dari Rp 2 Jutaan

    Update Harga Oppo A6 Pro hingga A6 di Indonesia, HP Android Kelas Menengah Mulai dari Rp 2 Jutaan

    Liputan6.com, Jakarta – Memasuki akhir tahun 2025, banyak pecinta gadget mulai mencari-cari smartphone baru yang dapat dipakai untuk perayaan Natal atau menanti hitung mundur akhir tahun bersama dengan keluarga hingga pasangan.

    Salah satu merek smartphone yang sedang banyak dicari adalah Oppo, lebih spesifik A6 series. Banyak masyarakat penasaran dengan harga Oppo A6 Pro, A6 Pro 5G, dan A6.

    Alasannya sederhana. Seri ini masuk dalam segmen HP Android dengan harga Rp 2 jutaan hingga Rp 4 jutaan. Mereka penasaran apakah HP Oppo ini harganya sudah turun atau masih sama seperti saat awal dirilis.

    Harga Oppo A6 Pro hingga A6

    Pantauan tim Tekno Liputan6.com di situs resmi Oppo, Selasa (23/12/2025), berikut adalah harga Oppo A6 series lengkap dengan pilihan variannya.

    Oppo A6 Pro

    8GB + 256GB – Rp 4.199.000
    8GB + 128GB – Rp 3.799.000

    Oppo A6 Pro 5G

    8GB + 256GB – Rp 4.499.000

    Oppo A6 

    6GB + 128GB – Rp 2.899.000
    6GB + 256GB – Rp 3.299.000 

    Oppo A6 series menarik karena menawarkan pilihan memori besar di kelas harga menengah. Varian dengan penyimpanan 256GB sudah menyentuh harga di bawah Rp 3,5 jutaan, sebuah kombinasi yang sering dicari pengguna harian.

    Sementara untuk Oppo A6 Pro dan A6 Pro 5G, kedua HP baru Oppo ini serung masuk radar pencari lini smartphone dengan harga terjangkau. Dengan selisih Rp 300 ribuan hingga Rp 700 ribuan, banyak konsumen dibuat kebingungan apakah selisih harga versi 5G dengan standar masih relevan dengan kondisi jaringan saat ini.

    Faktor warna juga ikut memicu rasa penasaran. Varian warna Coral Pink dan Stellar Blue sering kali dicari konsumen, akhirnya stok di toko online dan offline pun kerap kali ludes.

  • 25 Produk Apple Dirumorkan Meluncur pada 2026, Termasuk iPhone Fold hingga iPad mini OLED

    25 Produk Apple Dirumorkan Meluncur pada 2026, Termasuk iPhone Fold hingga iPad mini OLED

    Liputan6.com, Jakarta – Penghujung tahun 2025 menjadi momen pemanasan bagi Apple, di mana 2026 diprediksi bakal menjadi tahun tersibuk raksasa teknologi berbasis di Cupertino tersebut.

    Rumor dari berbagai sumber menyebut, Apple sedang menyiapkan sekitar 25 produk baru. Menariknya, perusahaan tidak hanya akan meluncurkan iPhone, Mac, dan iPad baru, tetapi juga mulai melebarkan lini produk mereka ke rumah pintar, AI, hingga wearable generasi baru.

    Mengutip laporan 9to5Mac, Selasa (23/12/2025), berikut adalah roadmap Apple sepanjang 2026 yang akan membuat banyak fans penasaran.

    Awal Tahun 2026: Lini Mac Murah bakal Diungkap?

    Awal tahun 2026 diyakini bakal menjadi momen agresif Apple, di mana perusahaan sudah menyiapkan lini produk menyasar pengguna baru dan ekosistem rumah pintar.

    Dalam rentang musim dingin hingga semi 2026, berikut adalah beberapa perangkat yang bakal Apple luncurkan:

    iPhone 17e

    Mengusung chip A19, ponsel dengan banderol harga terjangkau ini sudah mendukung Center Stage walau Apple masih memasang Dynamic Island di layar.

    iPad generasi dasar

    Dilengkapi dengan chip baru ketimbang generasi sebelumnya, tablet Apple ini digadang-gadang akan masuk ke lini iPad termurah.

    iPad Air M4

    Hadir dengan chipset baru, lini tablet menjanjikan peningkatan performa dengan tetap mempertahankan desain tipis dan ringan seperti generasi sebelumnya.

    MacBook murah

    Untuk menekan harga MacBook lebih terjangkau, Apple disebutkan bakal melengkapi lini produk ini dengan chip A-series seperti yang dipakai di iPhone.

    AirTag 2

    Dilengkapi dengan chip Ultra Wideband baru, AirTag generasi terbaru ini diyakini bakal memiliki jangkauan lebih jauh dan sistem keamanan ditingkatkan ketimbang seri sebelumnya.

    MacBook Air M5

    Selain sudah dilengkapi dengan chip M5, laptop Apple ini akan menggunakan desain sama dengan pilihan warna lebih menarik.

    MacBook Pro M5 Pro dan M5 Max

    Seri ini akan tersedia dalam ukuran 14 inci dan 16 inci, dengan fokus untuk para kreator profesional.

    Apple Studio Display 2

    Layar monitor baru milik Apple ini akan mengalami peningkatan dengan refresh rate 120Hz dan sudah mendukung teknologi HDR.

    Monitor Mac

    Apple juga dirumorkan bakal merilis layar Mac tambahan yang diduga menjadi penerus Pro Display XDR.

    Apple TV 4K

    Perusahaan dikabarkan akan memperkenalkan Apple TV 4K yang sudah menggunakan chip A17 Pro, mendukung Apple Intelligence, dan dilengkapi dengan kamera bawaan.

    HomePod Touch dan HomePad mini 2

    Kedua perangkat ini akan menjadi lini produk baru Apple ke ranah smart home, di mana HomePod Touch hadir dengan layar sentuh 7 inci fokus dengan Siri berbasis AI. Sementara HomePod mini 2 akan mendapatkan peningkatan di sisi audio dan chip baru.

     

  • Siapa Vince Zampella? Otak Kreatif di Balik Call of Duty dan Kesuksesan Game Populer Respawn

    Siapa Vince Zampella? Otak Kreatif di Balik Call of Duty dan Kesuksesan Game Populer Respawn

    Disisi lain, sebuah kabar duka datang dari industri game, Vince Zampella, salah satu pencipta seri game populer Call of Duty, meninggal dunia.

    Dilaporkan BBC, Selasa (23/12/2025), Vince Zampella meninggal dunia dalam kecelakaan mobil di California, Amerika Serikat. Kabar kematian Vince ini dikonfirmasi oleh Electronic Arts.

    “Ini adalah kehilangan yang tak terbayangkan, dan hati kami bersama keluarga Vince, orang-orang terkasihnya, dan semua orang tersentuh olehnya,” kata juru bicara Electronic Arts kepada BBC.

    Disebutkan, mobil Ferrari yang dikendarai Zampella bersama penumpang lainnya keluar jalur, menabrak dinding beton, lalu terbakar. 

    Ia menyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian setelah terbakar. Sementara penumpang lainnya tewas setelah terlempar keluar dari mobil.

    “Karena alasan yang tidak diketahui, kendaraan tersebut keluar jalur, menabrak tembok beton, dan terbakar habis,” kata Kepolisian Jalan Raya California dalam sebuah pernyataan kepada BBC.

    Bersama rekan lamanya, Jason West dan Grant Collier, Vince Zampella membuat Call of Duty (CoD) pada tahun 2003 dan sukses menelurkan beberapa seri CoD lainnya.

    Terinspirasi peristiwa Perang Dunia II, game first person shooter (FPS) ini berkembang menjadi fenomena global dan telah terjual lebih dari 500 juta kopi, menjadikan pemiliknya, Activision (Microsoft), salah satu perusahaan game paling menguntungkan.

    Kariernya dimulai di era 1990-an dan terus menanjak hingga menjadi tokoh penting di sejumlah proyek besar. Selain seri Call of Duty, Vince juga menjadi tokoh penting di balik kesuksesan sejumlah game populer lainnya, termasuk Medal of Honor, Titanfall, dan Apex Legends.

    Pada tahun 2010, Zampella dan West dipecat dari Activision, penerbit gim Call of Duty, dan keduanya kemudian terlibat dalam gangguan panjang dengan perusahaan yang diselesaikan di luar pengadilan pada tahun 2012.

    Di Electronic Arts, Zampella mengerjakan Battlefield 6, yang dianggap sebagai pesaing langsung Call of Duty. Infinity Ward, perusahaan game yang mengembangkan Call of Duty, mengatakan Zampella “akan selalu memiliki tempat istimewa dalam sejarah kami”.

    “Warisan Anda dalam menciptakan hiburan ikonik dan abadi tak ternilai harganya,” kata perusahaan itu dalam sebuah pernyataan di X.

  • 10 Smartphone Flagship RAM Besar Terbaik 2025: Performa Kencang Tanpa Kompromi

    10 Smartphone Flagship RAM Besar Terbaik 2025: Performa Kencang Tanpa Kompromi

    Liputan6.com, Jakarta – Tahun 2025 menghadirkan berbagai inovasi menarik di pasar smartphone kelas atas, terutama dengan fokus pada performa tinggi, kemampuan AI canggih, dan fotografi pro-grade. Para produsen terkemuka berlomba-lomba menyematkan RAM besar, umumnya 12 GB atau lebih, untuk memastikan pengalaman multitasking yang mulus dan kinerja aplikasi berat tanpa hambatan. Era ini menandai pergeseran signifikan menuju perangkat yang tidak hanya cepat, tetapi juga cerdas dan intuitif.

    Kebutuhan akan RAM besar menjadi krusial seiring dengan semakin kompleksnya aplikasi dan fitur yang ditawarkan, termasuk pengolahan data AI secara on-device dan kemampuan fotografi komputasional yang canggih. Dengan kapasitas RAM yang lega, pengguna dapat menjalankan berbagai aplikasi secara bersamaan, beralih antar tugas tanpa lag, serta menikmati pengalaman gaming dan multimedia yang imersif. Hal ini menjadikan smartphone dengan RAM besar sebagai investasi yang menjanjikan untuk kebutuhan jangka panjang.

    Berikut rekomendasi 10 smartphone flagship dengan RAM besar terbaik yang menjadi pilihan utama di akhir tahun 2025. Dari Samsung Galaxy S25 Ultra hingga iPhone 17 Pro Max, setiap perangkat menawarkan keunggulan spesifik yang dirancang untuk memenuhi ekspektasi pengguna paling demanding saat ini.

  • Google Rombak Tampilan Nano Banana di Messages, Ini Perubahannya

    Google Rombak Tampilan Nano Banana di Messages, Ini Perubahannya

    Liputan6.com, Jakarta – Google mulai merapikan tampilan teknologi kecerdasan buatan (AI) pembuat dan editor gambar canggih dari Google, Nano Banana, terintegrasi di Google Messages. Pembaruan ini menghilangkan ikon pisang kuning selama ini menjadi ciri khas, dan kini lebih terlihat sederhana dan terasa lebih profesional.

    Perubahan ini terlihat pada versi beta Google Messages, menunjukkan arah pengembangan fitur AI Google kini lebih menahan diri secara visual dan fokus pada fungsi. Nano Banana sudah masuk ke beberapa aplikasi asli Google pada November 2025.

    Selain aplikasi Gemini, Nano Banana juga tersedia di Google Photos dan Google Messages. Pengguna dapat memodifikasi gambar langsung dari dalam percakapan tanpa keluar dari aplikasi.

    Di Google Messages, fitur ini dapat digunakan untuk mengedit gambar di dalam chat, membuka pratinjau gambar, hingga memilih gambar dari media picker. Alat AI ini akan terus menawarkan semua fungsi tersebut, meskipun kini tampilannya dibuat lebih sederhana.

    Dilansir Android Police, Selasa (23/12/2025), Nano Banana setidaknya di dalam Google Messages, menunjukkan tanda-tanda berkembang menjadi fitur yang lebih halus.

    Versi beta Google Messages terbaru 20251212_00_RC01, yang menyoroti Nano Banana mengadopsi UI lebih profesional. Dalam pembaruan tersebut, tombol remix pada pratinjau gambar di dalam chat kini berukuran lebih kecil dan tidak lagi menampilkan logo pisang khas Nano Banana.

    Pratinjau gambar dalam obrolan akan segara menyoroti tombol remix yang lebih kecil secara keseluruhan, lengkap dengan hilangnya logo Pisang. Perubahan ini menyampaikan maksudnya tanpa terlalu mencolok.

    Selain itu, tombol tersebut telah sepenuhnya dihapus dari lokasi penampil gambar layar penuh sebelumnya. Sekarang tombol tersebut muncul sebagai ikon baru di bagian kiri bawah halaman, di sebelah ikon komentar. Ikon tersebut menyoroti ikon tanpa pisang yang sama seperti pratinjau dalam obrolan.

    Saat ini, perubahan tampilan Nano Banana masih terbatas untuk pengguna Google Messages versi beta. Namun Google diperkirakan akan merilis pembaruan ini secara luas kepada seluruh pengguna dalam beberapa pekan ke depan.

  • Poco M8 Series Segera Meluncur, Bocoran Kamera Jadi Sorotan

    Poco M8 Series Segera Meluncur, Bocoran Kamera Jadi Sorotan

    Kabar baik untuk para Poco fans di Indonesia. Setelah meluncur secara global di Bali, Indonesia, Poco F8 Pro dan Poco F8 Ultra, dipastikan rilis resmi di Tanah Air.

    Hal ini terungkap lewat situs P3DN (Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri) milik Kementerian Perindustrian. Pantauan tim Tekno Liputan6.com, Jumat (28/11/2025), HP dengan nomor model Poco 25102PCBEG sudah terdaftar di situs milik Kemenperin.

    Berdasarkan penelusuran, nomor model tersebut merujuk ponsel Poco F8 Ultra. Tercatat, ponsel yang baru diumumkan untuk pasar global itu sudah mendapatkan sertifikat TKDN dengan nilai 37.54 persen.

    Selain varian Ultra, sertifikat TKDN untuk Poco F8 Pro juga sudah terdaftar. Perangkat dengan nomor model Poco 2510DPC44G lolos sertifikasi dengan nilai TKDN 37.54 persen.

    Dengan lolos TKDN ini, maka langkah selanjutnya adalah tinggal menunggu sertifikasi postel dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) sebelum resmi dipasarkan di Tanah Air.

    Meski Poco belum mengumumkan jadwal peluncuran Poco F8 Ultra dan F8 Pro. Hal ini diungkap oleh Novita Krisutami, PR Manager POCO Indonesia dalam peluncuran global Poco F8 Series di The Meru, Sanur, Bali.

    “Ditunggu segera kabar Poco F8 Pro dan F8 Ultra meluncur resmi di Indonesia,” kata Novita. “Harapannya bisa secepatnya membawa untuk teman-teman Poco fans.”

    “Sebenernya kenapa F8 Series global launch dilaksanakan di Indonesia, sebenarnya bukan karena market terbesar atau gimana aja. Tapi lebih ke apresiasi sih. Karena kan Poco fans kita di Indonesia cukup banyak,” jelas Novita.

  • Vince Zampella, Kreator Seri Game Call of Duty Meninggal Dunia dalam Kecelakaan Mobil

    Vince Zampella, Kreator Seri Game Call of Duty Meninggal Dunia dalam Kecelakaan Mobil

    Liputan6.com, Jakarta – Sebuah kabar duka datang dari industri game, Vince Zampella, salah satu pencipta seri game populer Call of Duty, meninggal dunia.

    Dilansir BBC, Selasa (23/12/2025), Vince Zampella meninggal dunia dalam kecelakaan mobil di California, Amerika Serikat. Kabar Vince meninggal ini dikonfirmasi oleh Electronic Arts.

    “Ini adalah kehilangan yang tak terbayangkan, dan hati kami bersama keluarga Vince, orang-orang terkasihnya, dan semua orang tersentuh oleh karyanya,” kata juru bicara Electronic Arts kepada BBC.

    Disebutkan, mobil Ferrari yang dikendarai Zampella bersama penumpang lainnya keluar jalur, menabrak pembatas beton, lalu terbakar. 

    Ia dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian setelah terbakar. Sementara penumpang lainnya tewas setelah terlempar keluar dari mobil.

    “Karena alasan yang tidak diketahui, kendaraan tersebut keluar jalur, menabrak pembatas beton, dan terbakar habis,” kata Kepolisian Jalan Raya California dalam sebuah pernyataan kepada BBC.

    Bersama rekan lamanya, Jason West dan Grant Collier, Vince Zampella membuat Call of Duty (CoD) pada 2003 dan sukses menelurkan beberapa seri CoD lainnya.

    Terinspirasi peristiwa Perang Dunia II, game first person shooter (FPS) ini berkembang menjadi fenomena global dan telah terjual lebih dari 500 juta kopi, menjadikan pemiliknya, Activision (Microsoft), salah satu perusahaan game paling menguntungkan.

    Kariernya dimulai di era 1990-an dan terus menanjak hingga menjadi tokoh penting di sejumlah proyek besar. Selain seri Call of Duty, Vince juga menjadi sosok penting di balik kesuksesan sejumlah game populer lainnya, termasuk Medal of Honor, Titanfall, dan Apex Legends.

    Pada tahun 2010, Zampella dan West dipecat dari Activision, penerbit gim Call of Duty, dan keduanya kemudian terlibat dalam perselisihan panjang dengan perusahaan diselesaikan di luar pengadilan pada tahun 2012.

    Di Electronic Arts, Zampella mengerjakan Battlefield 6, yang dianggap sebagai pesaing langsung Call of Duty. Infinity Ward, perusahaan game yang mengembangkan Call of Duty, mengatakan Zampella “akan selalu memiliki tempat istimewa dalam sejarah kami”.

    “Warisan Anda dalam menciptakan hiburan ikonik dan abadi tak ternilai harganya,” kata perusahaan itu dalam sebuah pernyataan di X.

  • Vince Zampella, Kreator Seri Game Call of Duty Meninggal Dunia dalam Kecelakaan Mobil

    Vince Zampella, Kreator Seri Game Call of Duty Meninggal Dunia dalam Kecelakaan Mobil

    Liputan6.com, Jakarta – Sebuah kabar duka datang dari industri game, Vince Zampella, salah satu pencipta seri game populer Call of Duty, meninggal dunia.

    Dilansir BBC, Selasa (23/12/2025), Vince Zampella meninggal dunia dalam kecelakaan mobil di California, Amerika Serikat. Kabar Vince meninggal ini dikonfirmasi oleh Electronic Arts.

    “Ini adalah kehilangan yang tak terbayangkan, dan hati kami bersama keluarga Vince, orang-orang terkasihnya, dan semua orang tersentuh oleh karyanya,” kata juru bicara Electronic Arts kepada BBC.

    Disebutkan, mobil Ferrari yang dikendarai Zampella bersama penumpang lainnya keluar jalur, menabrak pembatas beton, lalu terbakar. 

    Ia dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian setelah terbakar. Sementara penumpang lainnya tewas setelah terlempar keluar dari mobil.

    “Karena alasan yang tidak diketahui, kendaraan tersebut keluar jalur, menabrak pembatas beton, dan terbakar habis,” kata Kepolisian Jalan Raya California dalam sebuah pernyataan kepada BBC.

    Bersama rekan lamanya, Jason West dan Grant Collier, Vince Zampella membuat Call of Duty (CoD) pada 2003 dan sukses menelurkan beberapa seri CoD lainnya.

    Terinspirasi peristiwa Perang Dunia II, game first person shooter (FPS) ini berkembang menjadi fenomena global dan telah terjual lebih dari 500 juta kopi, menjadikan pemiliknya, Activision (Microsoft), salah satu perusahaan game paling menguntungkan.

    Kariernya dimulai di era 1990-an dan terus menanjak hingga menjadi tokoh penting di sejumlah proyek besar. Selain seri Call of Duty, Vince juga menjadi sosok penting di balik kesuksesan sejumlah game populer lainnya, termasuk Medal of Honor, Titanfall, dan Apex Legends.

    Pada tahun 2010, Zampella dan West dipecat dari Activision, penerbit gim Call of Duty, dan keduanya kemudian terlibat dalam perselisihan panjang dengan perusahaan diselesaikan di luar pengadilan pada tahun 2012.

    Di Electronic Arts, Zampella mengerjakan Battlefield 6, yang dianggap sebagai pesaing langsung Call of Duty. Infinity Ward, perusahaan game yang mengembangkan Call of Duty, mengatakan Zampella “akan selalu memiliki tempat istimewa dalam sejarah kami”.

    “Warisan Anda dalam menciptakan hiburan ikonik dan abadi tak ternilai harganya,” kata perusahaan itu dalam sebuah pernyataan di X.

  • Exynos 2600 Diumumkan, Samsung Siapkan Chipset 2nm Pertama di Dunia untuk Galaxy S26 Series

    Exynos 2600 Diumumkan, Samsung Siapkan Chipset 2nm Pertama di Dunia untuk Galaxy S26 Series

    Liputan6.com, Jakarta – Samsung Electronics resmi memperkenalkan Exynos 2600, chipset flagship terbarunya diproyeksikan menjadi dapur pacu sebagian lini Galaxy S26. Chip ini mencatat sejarah sebagai chipset smartphone pertama di dunia yang diproduksi menggunakan teknologi fabrikasi 2 nanometer (nm) Gate-All-Around (GAA).

    Dikutip dari Android Authority, Selasa (24/12/2025), perusahaan menegaskan proses 2nm membawa peningkatan signifikan pada kinerja, efisiensi daya, serta pengelolaan suhu.

    Fokus ini terasa penting, mengingat performa termal Exynos generasi sebelumnya kerap menjadi bahan perbandingan dengan chipset dari Qualcomm, MediaTek, hingga Apple.

    Desain CPU Berubah, Fokus pada Performa dan Efisiensi

    Exynos 2600 mengusung CPU 10-core berbasis arsitektur Arm v9.3. Berbeda dari generasi sebelumnya, Samsung kini menghilangkan core berdaya rendah konvensional dan mengandalkan kombinasi core utama serta core menengah berperforma tinggi.

    Konfigurasinya terdiri dari:

    1 core utama C1-Ultra dengan kecepatan hingga 3,8 GHz
    3 core performa tinggi C1-Pro berkecepatan 3,25 GHz
    6 core C1-Pro yang dioptimalkan untuk efisiensi di 2,75 GHz

    Samsung mengklaim arsitektur baru ini mampu meningkatkan performa CPU hingga 39 persen dibandingkan Exynos 2500. Dukungan instruksi ARM SME2 juga disebut mampu meningkatkan pemrosesan machine learning di perangkat sekaligus memangkas latensi pada fitur berbasis kecerdasan buatan.

    GPU Lebih Bertenaga untuk Gim dan Visual

    Di sektor grafis, Exynos 2600 dibekali GPU Xclipse 960. Samsung mengklaim kemampuan komputasi GPU ini meningkat hingga dua kali lipat dibanding generasi sebelumnya, dengan performa ray tracing yang diklaim lebih baik hingga 50 persen.

    Raksasa teknologi asal Korea Selatan itu turut memperkenalkan teknologi Exynos Neural Super Sampling (ENSS). Teknologi ini memanfaatkan kecerdasan buatan untuk melakukan upscaling dan frame generation, sehingga menghadirkan pengalaman bermain game yang lebih mulus tanpa mengorbankan efisiensi daya.