Category: Liputan6.com Tekno

  • Huawei MatePad 12X 2026 Segera Hadir di Indonesia, Ini Spesifikasi Detailnya

    Huawei MatePad 12X 2026 Segera Hadir di Indonesia, Ini Spesifikasi Detailnya

    Huawei 12X 2026 dilengkapi dengan layar PaperMatte Ultra 12 inci mengurangi pantulan cahaya, memberikan pengalaman visual yang nyaman. Layar ini juga telah mendapatkan sertifikasi perlindungan mata, sehingga pengguna dapat bekerja dalam waktu lama tanpa merasa lelah.

    Selain itu, Huawei M-Pencil Pro yang baru menawarkan 16.384 tingkat sensitivitas tekanan, memungkinkan pengguna untuk menggambar dan mencatat dengan presisi tinggi. Fitur-fitur seperti double-tap dan gesture pinch memberikan kemudahan dalam beralih antar alat, menjadikan tablet ini sangat cocok untuk para kreator.

    Desain Premium dan Ringan untuk Mobilitas Tinggi

    Tablet ini hadir dengan desain all-metal unibody yang elegan dan ringan, menjadikannya mudah dibawa ke mana saja. Tersedia dalam dua warna, Greenery dan White, Tablet MatePad 12X 2026 tidak hanya fungsional tetapi juga stylish.

    Dengan bobot keseluruhan kurang dari 1 kg, tablet ini sangat ideal untuk profesional muda yang membutuhkan perangkat yang tidak hanya kuat tetapi juga mudah dibawa. Smart Magnetic Keyboard yang ringan dan mudah dibersihkan semakin menambah kenyamanan saat bekerja.

    Hadiah Ideal untuk Akhir Tahun

    Huawei MatePad 12X 2026 menjadi pilihan hadiah yang sempurna untuk akhir tahun. Dengan berbagai fitur yang mendukung produktivitas, tablet ini cocok untuk pelajar, profesional, dan kreator. Selama periode promosi dari 9 hingga 31 Januari 2026, pembeli akan mendapatkan paket hadiah eksklusif senilai Rp 4.500.000.

    Tablet ini dapat dibeli secara online melalui Huawei Store dan berbagai e-commerce terkemuka. Dengan semua keunggulan yang ditawarkan, tablet MatePad 12X 2026 siap menjadi perangkat andalan untuk menyambut tahun baru dengan produktivitas yang lebih tinggi.

  • Tampilan Nano Banana di Messages Berubah hingga Samsung Rilis Chip Exynos 2600

    Tampilan Nano Banana di Messages Berubah hingga Samsung Rilis Chip Exynos 2600

    Liputan6.com, Jakarta – Artikel terkait dengan Google merombak tampilan Nano Banana di Messages agar terlihat lebih sederhana dan profesional ternyata paling banyak dicari pembaca kanal Tekno Liputan6.com, Selasa (23/12/2025).

    Selain itu, berita soal 25 produk Apple yang dirumorkan bakal meluncur pada 2026 hingga Samsung meluncurkan chipset 2nm pertama di dunia, Exynos 2600, juga populer kemarin.

    Simak informasi lengkapnya berikut ini.

    1. Google Rombak Tampilan Nano Banana di Messages, Ini Perubahannya

    Google mulai merapikan tampilan teknologi kecerdasan buatan (AI) pembuat dan editor gambar canggih dari Google, Nano Banana, terintegrasi di Google Messages. Pembaruan ini menghilangkan ikon pisang kuning selama ini menjadi ciri khas, dan kini lebih terlihat sederhana dan terasa lebih profesional.

    Perubahan ini terlihat pada versi beta Google Messages, menunjukkan arah pengembangan fitur AI Google kini lebih menahan diri secara visual dan fokus pada fungsi. Nano Banana sudah masuk ke beberapa aplikasi asli Google pada November 2025.

    Selain aplikasi Gemini, Nano Banana juga tersedia di Google Photos dan Google Messages. Pengguna dapat memodifikasi gambar langsung dari dalam percakapan tanpa keluar dari aplikasi.

    Baca selengkapnya di sini

     

  • Google Photos Tambah Fitur Video Baru, Bikin Momen Natal dan Liburan Lebih Mudah Dibagikan

    Google Photos Tambah Fitur Video Baru, Bikin Momen Natal dan Liburan Lebih Mudah Dibagikan

    Di sisi lain, Google memperluas kemampuan AI Mode dengan menghadirkan fitur baru bernama Create with Canvas. Fitur baru ini memudahkan pengguna membuat rencana perjalanan langsung dari percakapan mereka dengan Gemini.

    Cukup menuliskan deskripso perjalanan, maka Canvas akan langsung menyusung itinerary lengkap menampilkan opsi penerbangan, hotel, restoran, hingga rekomendasi aktivitas.

    Fitur ini bekerja dengan meminta pengguna mendeskripsikan perjalanan yang ingin dilakukan. AI Mode kemudian menyusun dokumen rencana perjalanan di panel samping, termasuk foto dan ulasan di Google Mpas.

    Pengguna juga bisa mempersempit hasil pencarian lewat pertanyaan lanjutan, misalnya hotel dengan batas harga tertentu atau aktivitas dekat dengan tempat menginap.

    Kemampuan membuat itinerary ini masih hanya tersedia bagi pengguna di Amerika Serikat (AS) yang sudah mengaktifkan AI Mode melalui Labs di desktop. Nantinya, seluruh draf rencana yang dihasilkan disimpan otomatis dalam riwayat AI Mode.

    Dilansir The Verge, Senin (8/12/2025), fitur Canvas diluncurkan pada bulan Maret sebagai ruang kerja dinamis untuk Gemini. PAnel ini awalnya dirancang untuk menampilkan kode secara real time dan menyusun rencana belajar.

    Pengembangan ini mendekatkan layanan perencanaan perjalanan Google kepada pengguna mesin pencarian, sekaligus memperketat persaingan dengan platform seperti Kayak dan Expedia yang juga mengembangkan fitur serupa berbasis AI.

    Google menjelaskan, pengguna akan mendapatkan saran sesuai dengan kriteria mereka. Sistem mampu membandingkan hotel berdasarkan harga dan fasilitas, atau ide restoran dan aktivitas dioptimalkan berdasarkan waktu tempuh dari tempat menginap.

  • Harapan iPhone Murah Pupus, iPhone 16e Kalah Saing dari Android

    Harapan iPhone Murah Pupus, iPhone 16e Kalah Saing dari Android

    Liputan6.com, Jakarta – Peluncuran iPhone 16e pada awal 2025 seharusnya menjadi angin segar bagi Apple fanboy yang menginginkan iPhone dengan harga lebih terjangkau. Realitanya berbeda. Di pasar ponsel murah, Android kembali tampil lebih meyakinkan.

    Dari sisi tampilan, iPhone 16e tampil sangat minimalis dengan pilihan warna hitam dan putih serta bodi datar. Identitas iPhone memang terasa kuat, namun tampilannya dinilai terlalu polos dan kehilangan daya tarik, terutama jika dibandingkan dengan pendekatan desain HP Android kelas menengah terbaru.

    Mengutip Android Authority, Rabu (23/12/2025), kelemahan paling mencolok iPhone 16e terletak pada sektor kamera. Raksasa teknologi berbasis di Cupertino ini hanya membekali satu kamera belakang berukuran 48MP, pendekatan yang kini jarang ditemui di ponsel harga menengah.

    Di sisi lain, HP Pixel 9a dan Galaxy S25 FE sudah membawa dua hingga tiga kamera dengan sensor lebih besar, kemampuan ultrawide, macro, hingga zoom yang lebih fleksibel.

    Pengalaman memotret di iPhone 16e juga terasa terbatas. Mode potret untuk hewan tidak tersedia. Fitur ini sudah umum di ponsel Android terjangkau. Hasil foto dinilai kurang detail di beberapa kondisi. Kamera tunggal membuat pengguna cepat menemui batas.

    Dari sisi harga juga menjadi faktor penentu. iPhone 16e dijual mulai USD 599 atau sekitar Rp 9 jutaan. Di rentang ini, HP Android menawarkan paket lebih seimbang. Performa kuat, kamera fleksibel, dan banterai tahan lama.

    Di ekosistem Apple sendiri, iPhone 16e dinilai kurang menarik. Dengan selisih harga tidak terlalu jauh, konsumen sudah bisa mendapatkan iPhone 16 yang sudah dilengkapi kamera ganda, layar lebih baik, dan pengisian daya lebih cepat.Alternatif lain, iPhone 17 dasar juga hadir dengan peningkatan besar yang jauh lebih setara dengan harganya.

    Kondisi ini memperkuat pandangan Apple belum sepenuhnya memahami karakter pasar ponsel terjangkau. Sementara produsen Android berlomba menghadirkan ponsel kelas menengah dengan rasa flagship, Apple justru menempatkan iPhone murahnya di posisi yang serba tanggung.

    Hasilnya, Android kembali unggul di pasar ponsel terjangkau, sementara iPhone 16e dinilai gagal memenuhi ekspektasi

  • Onic Juara MLBB Game of the Future 2025, Aurora Gaming Kena Sapu Bersih 3-0 di Final

    Onic Juara MLBB Game of the Future 2025, Aurora Gaming Kena Sapu Bersih 3-0 di Final

    Liputan6.com, Jakarta – Onic kembali membuktikan diri sebagai salah satu tim esports Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) terbaik di dunia. Setelah sukses keluar sebagai juara MPL ID S16, tim asal Indonesia ini mengangkat trofi juara MLBB Game of the Future 2025 (GotF 2025) di Abu Dhabi.

    Onic juara GotF 2025 setelah mengalahkan Aurora Gaming di babak grand final. Laga ini menjadi penutup turnamen memuaskan bagi fans MLBB.

    Duel Onic vs Aurora Gaming mempertemukan dua tim yang sama-sama sedang berada di puncak performa mereka. Intensitas pertarungan kedua tim di land of dawn pun bisa terlihat dengan jelas dan bikin fans MLBB senam jantung.

    Diperkuat Sanz, Luthpii, Skylar, Kiboy, dan Kairi, Onic tampil dengan disiplin dan efektif sejak game pertama dimulai. Mereka mampu mengendalikan tempo permainan sejak early game.

    Eksesusi objektif selama pertandingan juga berjalan dengan sangat rapi, dan draft hero Onic juga lagi-lagi terbukti tepat sasaran dan mampu membuat lawan kelabakan. 

    Format pertandingan best of five pun berhasil dituntaskan Kiboy dkk tanpa kehilangan satu game pun. Berakhir dengan skor 3-0 menjadi bukti bagaimana sang raja langit mendominasi atas Aurora Gaming.

    Tentunya, kemenangan ini mengukuhkan konsistensi Onic di panggung internasional dan bisa menjadi bekal positif untuk permainan Kairi dkk di M7 World Championship di Jakarta pada Januari 2026 mendatang.

    Kiboy selaku kapten Onic pun mengaku puas dengan performa tim sepanjang turnamen. “Saya merasa sangat senang. Berada di Abu Dhabi, tim kami terus berkembang. Permainan kami, pilihan hero kami, semuanya berjalan dengan baik, dan saya senang dengan penampilan kami,” kata Nicky Fernando “Kiboy” Pontonuwu yang dikutip dari situs Game of the Future, Rabu (24/12/2025).

    Sementara itu, pertarungan untuk memperebutkan posisi ketiga juga tidak kalah serunya di mana Aurora Gaming PH berhasil mengalahkan tim MLBB asal China DianFengYaoGuai.

    Aurora Gaming PH memberikan penampilan yang dominan melawan DianFengYaoGuai, mengamankan kemenangan straight-set dan mengendalikan seri dari awal hingga akhir. 

    Tim ini menetapkan tempo sejak awal dan tidak pernah membiarkannya menurun, secara konsisten mengungguli DianFengYaoGuai di momen-momen penting.

  • Samsung Uji One UI 8.5, Fitur Storage Share Permudah Akses File Antar Perangkat

    Samsung Uji One UI 8.5, Fitur Storage Share Permudah Akses File Antar Perangkat

    Sebelumnya, Samsung sudah resmi rilis One UI 8.5 Beta untuk di beberapa perangkat Galaxy S25. Namun, perusahaan mulai membuka akses uji coba One UI 8.5, pembaruan antarmuka ini akan hadir bersama dengan versi Android terbaru berikutnya. 

    Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, perusahaan kini memperluas cakupan program beta ke ranah global dan tidak lagi membatasi hanya untuk seri ponsel lipat Galaxy Z. 

    Selama ini, program beta One UI kerap kali dirilis untuk pembaruan utama dan ditawarkan secara terbatas. Bahkan untuk versi minor, Samsung cenderung fokus pada perangkat foldable.

    Namun, tahun ini langkah tersebut berubah. One UI 8.5 menghadirkan program beta yang dapat dibuka lebih luas dan dapat ditemukan di enam negara yaitu Korea Selatan, Amerika Serikat, Inggris, Polandia, India, dan Jerman. 

    Pengguna di enam pasar tersebut dapat mencoba fitur-fitur baru One UI 8.5 lebih awal sebelum peluncuran resmi. Fitur yang termasuk diantaranya peningkatan antarmuka, optimalisasi performa, hingga beberapa pembaruan fungsional yang masih dalam tahap penyempurnaan. 

    Lalu bagaimana dengan Indonesia?

    Hingga saat ini, pantauan Tekno Liputan6.com, Samsung belum memasukkan Indonesia ke dalam daftar negara yang mendapat akses program beta One UI 8.5.

    Meski demikian, pengguna Samsung di Indonesia tetap bisa menantikan peluncuran resmi One UI 8.5 setelah fase beta dinyatakan selesai masa uji coba.

  • XL SATU Raih Customer Journey Experience Award 2025, Perkuat Layanan Andal Selama Periode …

    XL SATU Raih Customer Journey Experience Award 2025, Perkuat Layanan Andal Selama Periode …

  • Mirip Spotify Wrapped dan Apple Music Replay, OpenAI Rilis Fitur Ulasan Tahunan ChatGPT

    Mirip Spotify Wrapped dan Apple Music Replay, OpenAI Rilis Fitur Ulasan Tahunan ChatGPT

    Sebelumnya, OpenAI resmi meluncurkan GPT-5.2, model kecerdasan buatan (AI) terbaru disebutka memiliki respons lebih cepat ketimbang generasi sebelumnya dan penantang utama Gemini 3 Pro.

    Peluncuran ini dilakukan bertepatan dengan pengumuman kerja sama lisensi Sora bersama Disney, menandai langkah agresif OpenAI di tengah persiangan AI global kiat ketat.

    Mengutip newsroom di situs OpenAI, Minggu (21/12/2025), GPT-5.2 membawa peningkatan signifikan dalam pembuatan spreadsheet, penyusunan presentasi, penulisan kode, pemahaman gambar, hingga pengelolaan konteks panjang dan proyek kompleks multi-tahap.

    Varian paling canggih, GPT-5,2 Thinking, diklaim unggul jauh dibanding GPT-5.1. OpenAI menyebut, model AI ini menghasilkan kesalahan faktual 30 persen lebih sedikit. Peningkatan ini menyasar kebutuhan profesional seperti riset, penulisan, analisis, dan dukungan pengambilan keputusan.

    “Bagi para profesional, ini berarti lebih sedikit kesalahan saat menggunakan model untuk penelitian, penulisan, analisis, dan dukungan pengambilan keputusan, menjadikan model ini lebih dapat diandalkan untuk pekerjaan berbasis pengetahuan sehari-hari,” tulis OpenAI.

    Model baru ini juga diklaim lebih biak dalam hal percakapan. OpenAI mengatakan GPT-5.2 Instant disebut mengalami peningkatan jelas dan menjawab pertanyaan informasi, panduan langkah, penulisan teknis, hingga terjemahan yang dibangun berdasarkan nada percakapan yang lebih hangat seperti yang dikenalkan pada GPT-5.1 Instant.

    OpenAI memikul ekspektasi besar setelah rilis GPT-5 pada awal 2025 menuai kritik. Banyak pengguna mengeluhkan jawaban yang “kurang cerdas” dan karakter model yang terasa datar, hingga muncul seruan agar OpenAI mengembalikan GPT-4o.

    Kini, lewat GPT-5.2, OpenAI berupaya memulihkan kepercayaan pengguna sekaligus menunjukkan keseriusannya menghadapi tekanan dari kompetitor seperti Gemini 3 Pro.

  • Fitur Baru WhatsApp Bocor, Channel Segera Bisa Bikin Kuis Interaktif

    Fitur Baru WhatsApp Bocor, Channel Segera Bisa Bikin Kuis Interaktif

    Sebelumnya, WhatsApp sedang mengembangkan pembaruan untuk membuat fitur Status makin praktis dan kreatif.

    Salah satu fitur baru yang tengah dikembangkan adalah opsi “Simpan sebagai draf” (Save as Draft) saat pengguna membuat status. Fitur ini dirancang untuk menjawab keluhan pengguna yang kerap kehilangan progres saat harus menutup layar pembuatan Status secara mendadak.

    Selama ini, jika pengguna keluar dari halaman pengeditan Status sebelum selesai, seluruh konten yang telah dibuat akan terhapus secara otomatis. Kondisi tersebut dinilai merepotkan, terutama saat pengguna sedang menyusun status berisi teks, gambar, atau elemen kreatif lainnya.

    Melalui versi uji coba WhatsApp 2.25.36.6, sebagaimana dikutip dari Android Authority, Senin (1/12/2025), muncul indikasi kuat bahwa platform pesan instan ini menambahkan opsi penyimpanan sementara. Ketika pengguna menekan tombol keluar, akan muncul pilihan Simpan sebagai draf, Buang, atau Lanjutkan.

    Status yang disimpan sebagai draf nantinya akan tetap tersimpan dan muncul kembali saat pengguna membuka fitur Status di kemudian hari. Dengan begitu, proses pembuatan konten bisa dilanjutkan tanpa perlu memulai kembali dari awal.

    Tak hanya menghadirkan kemudahan, WhatsApp juga tengah menyiapkan stiker animasi khusus bertuliskan “2026”. Stiker ini dapat digunakan dalam mode tata letak yang menggabungkan beberapa foto ke dalam satu tampilan.

    Menariknya, stiker animasi tersebut dilengkapi fitur pengaturan warna. Pengguna bisa menggantinya ke warna hijau, merah, atau ungu hanya dengan satu ketukan.

    Meski demikian, kedua fitur ini masih dalam tahap pengembangan dan belum tersedia secara luas untuk pengguna. Namun, khusus stiker “2026”, kemunculannya diperkirakan tidak lama lagi karena bersifat musiman dan berkaitan dengan pergantian tahun.

  • Samsung Siapkan Galaxy Z Fold 8 dengan Layar Lebih Lebar, Siap Tantang iPhone Fold

    Samsung Siapkan Galaxy Z Fold 8 dengan Layar Lebih Lebar, Siap Tantang iPhone Fold

    Sebelumnya, Samsung kembali menjadi sorotan setelah sebuah nomor model baru terdeteksi dalam database GSMA. Temuan kode tersebut memunculkan spekulasi perusahaan tengah menyiapkan varian kedua Galaxy Z Fold 8 untuk tahun 2026.

    Nomor model SM-F971U kedapatan muncul dengan pola penamaan berbeda dari seri Galaxy Z Fold sebelumnya. Biasanya, raksasa teknologi asal Korea Selatan itu memakai skema “SM-F9xx” dengan digit akhir mengikuti generasi produk.

    Karena nomor model baru itu tidak mengikuti skema, banyak pihak meyakini pola ini bertanda Samsung sedang menyiapkan tipe baru HP Android di lini Fold mereka.

    Bila angka terakhir pada model itu berakhir dengan “6”, besar kemungkinan perangkat tersebut adalah Galaxy Z Fold 8 versi reguler. Tetapi kode internal tercatat “H8”, bukan “Q8” seperti generasi Fold sebelumnya, memperkuat dugaan adanya tipe baru dalam keluarga Fold mendatang.

    Dilansir 9to5google, Jumat (5/12/2025), Samsung berencana merilis dua model HP layar lipat pada tahun depan, yaitu Galaxy Z Fold 8 dan Galaxy Z TriFold.

    Jadwal kehadiran TriFold sendiri belum pasti, tetapi indikasi terbaru menunjukkan Samsung tengah menyiapkan dua model Z Fold yang berbeda untuk tahun 2026, sementara TriFold diperkirakan meluncur lebih awal.

    Varian baru ini disebut akan membawa desain dengan layar luar lebih lebar dan layar utama berbentuk lebih persegi, mirip desain Pixel 10 Pro Fold. Nomor model SM-F971U juga menandakan, perangkat ini kemungkinan akan dipasarkan di Amerika Serikat.

    Meski tambahan informasi masih tidak cukup, namun bocoran nomor model ini setidaknya membuka peluang Samsung sedang memperluas strategi perangkat lipatnya untuk tahun 2026.

    Belum jelas spesifikasi, ketebalan, atau posisi perangkat ini dalam jajaran Fold, namun arahnya menunjukkan bahwa Samsung kian agresif memperkuat dominasi di segmen ponsel lipat