Category: Liputan6.com Tekno

  • Ini Alasan Smartphone 2026 Tak Lagi Menggunakan Sensor Kamera 1 Inci

    Ini Alasan Smartphone 2026 Tak Lagi Menggunakan Sensor Kamera 1 Inci

    Liputan6.com, Jakarta – Perkembangan kamera smartphone modern terus melaju pesat. Berbagai teknologi baru bermunculan dan membuat kualitas foto ponsel semakin mendekati kamera profesional. Mulai dari kamera periskop untuk zoom jarak jauh, sensor beresolusi sangat tinggi, hingga pemrosesan gambar berbasis kecerdasan buatan.

    Di tengah deretan inovasi tersebut, sensor kamera berukuran 1 inci sempat dianggap sebagai terobosan besar yang akan mengubah standar fotografi ponsel. Namun memasuki 2026, teknologi ini justru semakin jarang ditemukan di ponsel pintar kelas atas.

    Sempat Diprediksi Jadi Standar Baru Kamera Ponsel

    Dilansir Android Authority, Sabtu (10/1/2026), sensor kamera 1 inci beresolusi 50MP pertama kali mencuri perhatian publik saat Xiaomi 12S Ultra hadir pada 2022. Saat itu, banyak pihak menilai teknologi ini sebagai langkah paling signifikan dalam evolusi kamera smartphone.

    Sejumlah produsen Android seperti Vivo, Oppo, Huawei, hingga Xiaomi menghadirkan sensor besar di lini flagship mereka. Namun, memasuki 2026, tren tersebut tak bertahan lama.

    Vivo, contohnya hanya menggunakannya hingga X100 Pro, sementara Xiaomi menyematkannya terakhir kali di Xiaomi 13 Pro. Model-model terbaru di kelas Pro tidak lagi membawa sensor 1 inci, termasuk Xiaomi 17 Pro Max.

    Meski saat ini sensor 1 inci belum sepenuhnya menghilang. Huawei masih mempertahankannya di seri Pro dan Ultra, sementara Oppo dan Xiaomi hanya menyematkannya di varian Ultra. Artinya, teknologi ini masih tersedia, meski semakin eksklusif dan terbatas.

    Keunggulan Sensor 1 Inci yang Sulit Dibantah

    Secara teknis, sensor kamera berukuran besar menawarkan sejumlah kelebihan. Salah satunya adalah kemampuan menghasilkan efek blur latar atau bokeh secara alami tanpa bergantung pada pemrosesan perangkat lunak.

    Sensor 1 inci juga mampu menangkap cahaya lebih banyak, sehingga foto terlihat lebih terang, minim noise, dan memiliki dynamic range yang lebih luas. Keunggulan ini sangat terasa saat memotret dalam kondisi minim cahaya atau malam hari.

    Beberapa ponsel flagship seperti Xiaomi 14 Ultra dan vivo X100 Pro membuktikan kemampuan, terutama dalam kondisi minim cahaya. Bahkan, vivo juga dibekali mode astrofotografi genggam berkat performa sensor besarnya.

  • Samsung Raup Rp 436 Triliun dari Bisnis DRAM, Harga Ponsel Galaxy Terancam Naik

    Samsung Raup Rp 436 Triliun dari Bisnis DRAM, Harga Ponsel Galaxy Terancam Naik

    Di sisi lain, kenaikan harga RAM global yang dipicu lonjakan teknologi kecerdasan buatan (AI) mulai berdampak ke berbagai sektor, termasuk pasar HP.

    Konsumen yang berencana membeli ponsel baru pada 2026 akan berpotensi menghadapi harga lebih mahal, pilihan RAM terbatas, hingga penurunan spesifikasi di sejumlah lini perangkat.

    Selama setahun terakhir, harga RAM meroket hingga dua sampai tiga kali lipat. Meski selama ini pengguna ponsel mungkin tidak terlalu terdampak karena RAM ponsel tidak dibeli terpisah seperti pada PC, namun pasokan memori global kini perlahan mengubah arah desain dan harga smartphone generasi berikutnya.

    AI Jadi Biang Permasalahan Harga RAM

    Lonjakan harga RAM tak terlepas dari meningkatnya permintaan memori untuk kebutuhan AI. Penyedia pusat data seperti Amazon dan Oracle memborong DDR5 untuk menopang komputasi cloud berperforma tinggi.

    Mengutip Android Authority, Rabu (7/1/2026), server AI modern bahkan dapat menggunakan RAM hingga beberapa terabyte, ini berbanding jauh dengan server generasi lama yang hanya mengandalkan 128GB atau 256GB DDR4. Akibatnya, konsumen PC dan produsen perangkat lain kini harus bersaing dengan raksasa teknologi global untuk mendapatkan pasokan RAM.

    Namun, tekanan terbesar datang dari pergeseran fokus menghasilkan memori ke High Bandwith Memory (HBM), komponen penting dalam kartu AI Nvidia seperti H100 dan GH200. Meski diproduksi dari wafer yang sama dengan DDR dan LPDDR, HBM menawarkan margin keuntungan hingga lima kali lipat.

    Sejak 2023, tiga produsen utama dunia yaitu Samsung Electronics, SK Hynix, dan Micron Technology yang menguasai sekitar 75 persen pasar RAM global, semakin banyak mengalihkan kapasitas produksinya ke HBM. Akibatnya, pasokan RAM konsumen seperti DDR, LPDDR, dan GDDR terus menyusut.

    Tekanan ini diperparah dengan proyek infrastruktur AI. Pada Oktober 2025, OpenAI menandatangani letter of intent dengan Samsung dan SK Hynix untuk proyek “Stargate”. Kebutuhan memorinya diperkirakan mencapai 900 ribu wafer DRAM per bulan.

  • Pemerintah Blokir Grok AI untuk Cegah Deepfake Pornografi

    Pemerintah Blokir Grok AI untuk Cegah Deepfake Pornografi

    Sebelumnya, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menindaklanjuti dugaan penyalahgunaan fitur kecerdasan buatan (AI) Grok AI pada platform X. Teknologi tersebut disinyalir dimanfaatkan untuk memproduksi dan menyebarkan konten asusila (mesum), termasuk manipulasi foto pribadi atau deepfake tanpa persetujuan korban.

    Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Kemkomdigi, Alexander Sabar, mengungkapkan berdasarkan penelusuran awal, Grok AI belum memiliki sistem pengamanan yang memadai.

    Menurutnya, tidak adanya pengaturan eksplisit untuk mencegah konten pornografi berbasis foto warga Indonesia berisiko melanggar privasi dan hak atas citra diri.

    “Temuan awal menunjukkan belum adanya pengaturan spesifik dalam Grok AI untuk mencegah pemanfaatan teknologi ini dalam pembuatan dan penyebaran konten pornografi berbasis foto pribadi,” ujar Alexander dalam keterangannya, Rabu (7/1/2026).

    Komdigi menegaskan manipulasi digital terhadap foto pribadi bukan sekadar pelanggaran kesusilaan, melainkan bentuk perampasan identitas visual yang berdampak buruk pada psikologis dan reputasi korban.

    Sebagai langkah tegas, Komdigi tengah berkoordinasi dengan para Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE), termasuk platform X, untuk memperkuat moderasi konten dan mempercepat penanganan laporan pelanggaran.

    Alexander memperingatkan bahwa kepatuhan terhadap hukum Indonesia adalah kewajiban mutlak bagi seluruh PSE yang beroperasi di Tanah Air.

    “Apabila ditemukan ketidakpatuhan atau sikap tidak kooperatif, Komdigi dapat menjatuhkan sanksi administratif (denda) hingga pemutusan akses (blokir) layanan Grok AI dan platform X,” tegas Alexander.

     

  • Adopsi iOS 26 Global Baru 16 Persen, Pengguna iPhone Masih Pakai iOS 18

    Adopsi iOS 26 Global Baru 16 Persen, Pengguna iPhone Masih Pakai iOS 18

    Liputan6.com, Jakarta – Update iOS 26 milik Apple ternyata belum sepenuhnya mendapatkan sambutan hangat dari para pengguna iPhone di dunia. Meski sudah rilis sejak September 2026, OS baru ini masih tertinggal jauh dibandingkan generasi sebelumnya.

    Apple pertama kali meluncurkan iOS 26 pada September 2025, setelah perusahaan mengumumkan pembaruan besar-besaran OS tersebut di ajang WWDC pada Juni.

    Walau menawarkan tampilan baru bernama Liquid Glass dan sederet fitur baru, data terkini tentang OS milik Apple tersebut menunjukkan realitas berbeda.

    Mengutip 9to5Mac, Sabtu (10/1/2026), sebagian besar pengguna iPhone di dunia masih memilih untuk tetap memakai iOS 18 ketimbang update ke iOS 26.

    Berdasarkan laporan per Januari 2026, sekitar 33,8 persen pengguna iPhone di dunia masih menggunakan iOS 18.7. Tak hanya itu, 25.2 persen tercatat masih memakai iOS 18.6, sementara 5.6 persennya belum beranjak dari iOS 18.5. 

    Lalu bagaimana dengan persentase pengguna iOS 26? Tercatat versi iOS 26.1 baru digunakan sekitar 10.6 persen pengguna. Sementara itu, iOS 26.2 diangka 4,6 persen dan 1,1 persen untuk iOS 26.0.

    Dari data Statcounter itu terungkap, iOS 26 hanya digunakan oleh sekitar 16 persen pengguna iPhone, sementara iOS 18 tetap digunakan lebih dari 60 persen.

    Menurut perusahaan analisis tersebut, kondisi ini tidak lazim. Setahun lalu, lebih dari 60 persen pengguna sudah menggunakan beberapa versi iOS 18 terbaru. Pada 2024, iOS 17 juga sudah memiliki tingkat adopsi lebih dari 50 persen ketimbang iOS 26 pada periode waktu sama

    Namun, gambaran berbeda datang dari TelemetryDeck. Perusahaan analitik ini mencatat adopsi iOS 26 jauh lebih baik, dengan sekitar 60 persen pengguna menggunakan software baru Apple tersebut. Sementara itu, sekitar 37 persen masih menggunakan iOS 18. 

    Pastinya, kedua layanan memiliki metodologi yang berbeda dalam melacak data pengguna. Bedanya, Statcounter melacak adopsi iOS 26 melalui tayangan web, sementara TelemetryDeck melacak langsung melalui aplikasi yang menggunakan SDK-nya. 

    Meski demikian, satu hal terlihat jelas. Peralihan pengguna iPhone ke iOS 26 masih terasa berjalan lebih lambat dibanding pembaruan iOS sebelumnya.

    Sejumlah faktor mulai dari kestabilan, kebiasaan pengguna, hingga masalah bug dapat memengaruhi alasan kenapa banyak pengguna memilih menunggu sebelum update iOS mereka.

  • Samsung Galaxy S26 Ultra bakal Ditopang Fast Charging 60W?

    Samsung Galaxy S26 Ultra bakal Ditopang Fast Charging 60W?

    Samsung dikabarkan akan menggelar acara peluncuran ponsel flagship terbarunya, Galaxy S26 series, pada Februari 2026.

    Melansir Phone Arena, Senin (22/12/2025), acara Galaxy Unpacked tersebut kemungkinan besar berlangsung di San Francisco, California, Amerika Serikat. Gelaran acara tahunan ini lebih lambat dibandingkan pola peluncuran generasi sebelumnya.

    Penundaan jadwal peluncuran Galaxy S26 ini memunculkan spekulasi baru. Galaxy Unpacked awal 2026 tidak hanya akan menjadi ajang perkenalan perangkat, tetapi juga momentum penting untuk mengungkap prosesor digunakan pada masing-masing model Galaxy S26.

    Isu chipset kembali menjadi sorotan utama. Pengalaman Samsung pada Galaxy S25 masih membekas. Saat itu, perusahaan sebenarnya telah menyiapkan Exynos 2500. Namun, seluruh lini Galaxy S25 akhirnya mengandalkan Snapdragon 8 Elite.

    Kini, menjelang peluncuran Galaxy S26 series pada Februari mendatang, bocoran spesifikasi Galaxy S26 Ultra sudah ramai beredar di internet. Disebutkan, ponsel paling premium ini akan hadir dengan layar Dynamic AMOLED berukuran 6,9 inci.

    Tak hanya itu, Samsung juga memasang fitur Flex Magic Pixel bertenaga AI untuk mengontrol Cahaya dipancarkan dari layar, di mana akan membatasi sudut pandang layar sehingga konten hanya terlihat jelas dari arah depan.

    HP Samsung ini juga sudah mendukung refresh rate variabel 1Hz–120Hz, RAM 12GB, serta pilihan memori internal 256GB, 512GB, dan 1TB. Samsung disebut akan menggunakan rangka titanium serta sensor sidik jari ultrasonik di bawah layar.

    Untuk sektor kamera, Galaxy S26 Ultra diprediksi mengandalkan kamera utama 200 MP, kamera ultrawide 50 MP, kamera telefoto 12 MP dengan zoom optik 3x, serta kamera telefoto 50 MP dengan zoom optik 5x. Di bagian depan, terdapat kamera selfie 12 MP.

    Sementara kapasitas baterai disebut akan ditingkatkan menjadi 5.200 mAh, meski beberapa memperkirakan baterai masih 5000mAh. Namun, peningkatan diperkirakan hadir pada pengisian daya cepat yang naik menjadi 60W dari sebelumnya 45W. Ponsel ini akan menjalankan Android 16 dan dijanjikan mendapat tujuh kali pembaruan sistem Android utama.

  • GTA 6, Resident Evil Requiem, Sampai Nioh 3 Sudah Menanti

    GTA 6, Resident Evil Requiem, Sampai Nioh 3 Sudah Menanti

    Liputan6.com, Jakarta – Tahun 2026 diprediksi menjadi salah satu periode paling padat bagi industri game. Sejumlah judul game besar dijadwalkan meluncur, mencakup sekuel waralaba populer, ekspansi berskala masif, hingga proyek baru dengan  dengan konsep baru.

    Sorotan utama tentu mengarah ke kehadiran Grand Theft Auto 6 (GTA 6). Game seri baru dari Rockstar Games ini diprediksi menjadi peluncuran terbesar tahun ini, baik dari sisi penjualan, eksposur media, hingga dampaknya.

    Namun, 2026 tidak hanya soal GTA 6. Sejumlah judul lain mulai Resident Evil Requiem, Diablo 4: Lord of Hatred, Nioh 3, hingga berbagai game indie dengan konsep unik siam memanaskan persaingan.

    Berikut rangkuman jadwal rilis game yang dikutip Dot Esports pada Sabtu (10/1/2026) sepanjang 2026 yang sudah diumumkan.

    Januari: Membuka Awal Tahun dengan RPG dan Shooter

    Awal tahun langsung diwarnai kehadiran sejumlah game berprofil tinggi. The Seven Deadly Sins: Origins mengusung konsep action RPG dunia terbuka dengan sistem gacha dan latar Britannia, menghadirkan karakter seperti Diane dan Elizabeth.

    Di sisi lain, Code Vein 2 menjadi kelanjutan RPG aksi bergaya gothic dengan cerita nonlinier yang terbagi dalam dua alur waktu. Pengembang menjanjikan opsi kustomisasi karakter lebih luas serta variasi senjata dan kemampuan baru.

    Sementara Highguard hadir sebagai game shooter fantasi free-to-play dengan mode PvP, memungkinkan pemain menunggangi makhluk mitologi dan memanfaatkan kekuatan sihir dalam perebutan wilayah.

    Game lain yang dirilis pada Januari antara lain:

    DuneCrawl (5 Januari),
    StarRupture (6 Januari)
    Heartopia (7 Januari)
    Pathologic 3 (9 Januari)
    Kejora (14 Januari)
    Trails Beyond the Horizon (15 Januari)
    Arknights: Endfield (22 Januari)
    Highguard (26 Januari)
    The Seven Deadly Sins: Origins (28 Januari)
    Code Vein 2 (30 Januari).

    Februari 2026: Nioh 3 dan Resident Evil Requiem

    Memasuki Februari, dua judul besar mencuri perhatian. Nioh 3 mengajak pemain kembali ke Jepang pada 1662 dengan karakter Tokugawa Takechiyo, pada mekanisme pertarungan yang tetap menantang, namun menghadirkan area permainan yang lebih luas dan fleksibel. Sistem gaya bertarung Samurai dan Ninja membuka variasi strategi baru.

    Sementara itu, Resident Evil Requiem menandai seri utama kesembilan dari waralaba Resident Evil. Game ini memadukan ketegangan horor klasik dengan pendekatan aksi modern, menampilkan karakter agen FBI, Grace Ashcroft dan Leon Kennedy dalam penyelidikan rangkaian kasus pembunuhan.

    Daftar lainnya yang rilis pada Februari:

    Starsand Island – 1 Februari
    Dragon Quest VII Reimagined – 5 Februari
    My Hero Academia: All’s Justice – 6 Februari
    Nioh 3 – 6 Februari
    Romeo is a Dead Man – 11 Februari
    High on Life 2 – 13 Februari
    Reanimal – 13 Februari
    Tides of Tomorrow – 24 Februari
    Tales of Bereria Remastered – 26 Februari
    Resident Evil Requiem – 27 Februari

  • Jadwal Swiss Stage M7 MLBB 10 Januari, Onic vs Boostgate Esports Jadi Laga Pembuka

    Jadwal Swiss Stage M7 MLBB 10 Januari, Onic vs Boostgate Esports Jadi Laga Pembuka

    Liputan6.com, Jakarta – M7 World Championship siap memasuki fase krusial. Babak Swiss Stage akan resmi dimulai setelah rangkaian pertandingan Wildcard menghadirkan duel ketat membuat fans Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) terpaku hingga laga terakhir.

    Selama empat hari digelar, perebutan dua slot tersisa Swiss Stage berjalan panas. Team Zone dan Boostgate Esports akhirnya keluar sebagai tim terakhir mengamankan tiket ek Swiss Stage.

    Team Zone mengamankan posisi setelah mereka sukses mengalahkan tim Guangzhou Gaming dari China dengan skor 3-2. Pertarungan kedua tim berlangsung ketat hingga game penentuan dan menjadi salah satu laga paling dramatis di Wildcard.

    Sementara itu, duel antara Boostgate Esports vs Virtus Pro juga berlangsung sengit dengan kedua tim saling menekan sejak early game, sampai memaksa pertandingan berjalan panjang dan penuh momentum swing.

    Banyak penggemar Mobile Legends menilai, perebutan dua slot terakhir ini terasa seperti pertandingan final lebih awal. Intensitas tinggi dan kualitas permainan membuat Team Zone dan Boostgate Esports pantas menghadapi tim-tim unggulan di Swiss Stage.

    Babak Swiss Stage sendiri akan dimulai pada 10 Januari 2026, dengan total delapan laga akan digelar pada hari pertama. Menariknya, Onic vs Boostgate Esports akan menjadi laga pembuka.

    Sementara tim esports Indonesia lainnya, Alter Ego vs Aurora Gaming akan menjadi pertarungan penutup di hari pertama Swiss Stage.

    Jadwal Swiss Stage M7 World Championship

    Sabtu, 10 Januari 2026

    Onic (Indonesia) vs Boostgate Esports – 15:00 WIB
    Black Sentence Esports (Latam) vs CFU (Kamboja) – 16:00 WIB
    Team Zone vs Yangon Galacticos (Myanmar) – 17:00 WIB
    DianFengYaoGuai (China) vs Team Falcons (Turkiye) – 18:00 WIB
    Evil (Singapura) vs Team Spirit (Rusia) – 19:00 WIB
    Slangor Red Giants (Malaysia) vs CG Esports (Malaysia) – 20:00 WIB
    Aurora Gaming (Filipina) vs Team Liquid PH (Filipina) – 21:00 WIB
    Alter Ego (Indonesia) vs Aurora Gaming (Turkiye) – 22:00 WIB

  • Fitur Baru Spotify, Lagu yang Didengar Teman Bisa Dilihat Secara Real Time

    Fitur Baru Spotify, Lagu yang Didengar Teman Bisa Dilihat Secara Real Time

    Di sisi lain, Spotify mengambil langkah tegas menjaga ekosistem musik digital dari praktik pencurian data dan pembajakan. Platform streaming musik asal Swedia ini mengonfirmasi telah mengidentifikasi serta menonaktifkan akun-akun terlibat aktivitas ilegal.

    Langkah ini muncul di tengah laporan menyebut adanya upaya pengumpulan data besar-besaran dari Spotify, mencakup ratusan juta metadata lagu hingga puluhan juta file audio.

    Data tersebut kabarnya akan disebarkan melalui jaringan peer to peer (P2P)dengan total ukuran mencapai 300 terabytes. Hingga 21 Desember 2025, data yang beredar ke publik masih terbatas pada metadata.

    Belum ada bukti file audio lagu yang dilindungi hak cipta benar-benar dirilis secara bebas.

    Mengutip pernyataan Spotify via Billboard, Rabu (24/12/2025), perusahaan menegaskan penyelidikan internal mendapati adanya pihak ketiga memanfaatkan metadata publik.

    Dalam aksinya, pelaku menggunakan taktik illegal untuk mengelabui sistem/teknologi untuk melindungi hak cipta atas konten digital (DRM) guna mengakses beberapa file audio yang berada di platform.

    Isu ini mencuat setelah laporan dari Anna’s Archive beredar luas melalui unggahan Yoav Zimmerman, CEO dan pendiri Third Chair, di LinkedIn.

    Dalam unggahannya, Zimmermen menyoroti potensi penyalahgunaan data Spotify jika dikombinasikan dengan server pribadi dan layanan streaming mandiri seperti Plex. 

    Namun ia juga menyatakan, hak cipta dan risiko penegakan hukum menjadi hambatan utamanya. Jumlah file audio yang berada di platform streaming musik ini lebih besar dari angka dipaparkan oleh Anna’s Archive 3.000 terabytes.

    Meski begitu, Zimmerman menilai bahwa insiden ini berpotensi melampaui MusicBrainz, yaitu arsip musik terbuka terbesar saat ini yang menyimpan sekitar lima juta trek.

    Sementara itu, Anna’s Archive menyatakan bahwa proyek ini sejalan dengan misinya yang ingin melestarikan pengetahuan dan budaya. Yang selama ini berfokus pada buku serta dokumen, mereka juga menyebut bahwa pengambilan data Spotify guna untuk membangun arsip musik untuk pelestarian.

  • Asus Rilis ROG Cetra Open Wireless, Earbud Gaming Open-Ear untuk Gamer Aktif

    Asus Rilis ROG Cetra Open Wireless, Earbud Gaming Open-Ear untuk Gamer Aktif

    Liputan6.com, Jakarta – Asus Republic of Gamers (ROG) memperkenalkan lini produk audio gaming baru mereka, ROG Cetra Open Wireless, di ajang Consumer Electronic Show (CES) 2026.

    Sesuai kategori, earbud nirkabel berdesain open-ear ini memang ditujukan untuk bermain game, mendengarkan musik, hingga aktivitas autdoor.

    Asus menjelaskan, ROG Cetra Open Wireless dirancang untuk pengguna yang ingin menikmati audio imersif dan tetap sadar terhadap lingkungan sekitar.

    Lalu apa yang membuat earbuds ini beda dari perangkat serupa lainnya? Salah satunya terletak pada konektivitas dual-mode. Pengguna dapat memilih koneksi Bluetooth atau teknologi nirkabel latensi ultra-rendah ROG SpeedNova 2.4GHz.

    “Teknologi ini memungkinkan sinkronisasi audio dan visual lebih presisi saat bermain game, terutama untuk judul-judul kompetitif yang menuntut respons cepat,” kata Asus dalam keterangannya, Jumat (9/1/2026).

    Perusahaan asal Taiwan ini juga menyematkan dongle USB-C 2.4Ghz untuk mendukung pengisian daya satu arah. Artinya, pengguna bisa tetap mengisi daya earbuds meskipun perangkat tersebut sedang digunakan.

    Dari sisi kualitas suara, Asus mengklaim ROG Cetra Open Wireless mampu menghasilkan karakter suara lebih bersih, bass terasa penuh, serta soundstage luas.

    Hal ini bisa didapatkan berkat driver diafragma berukuran 14,2mm dengan lapisan diamond-like carbon. Perusahaan juga menyebut, desain diafragma tersebut juga mampu menekan distorsi sekaligus menjaga detail nada tinggi tetap jernih.

    Karena dipakai untuk bermain game berjam-jam, Asus juga memperhatikan kenyamanan earbuds wireless-nya ini. Earbud ini sudah dibekali ear hook ergonomis berbahan liquid silicone serta gantungan leher reflektif mampu dilepas-pasang.

    “Kombinasi ini membuat ROG Cetra Open Wireless tetap stabil saat dipakai untuk bergerak, berlari, atau berolahraga sekalipun,” ucap perusahaan.

    Tidak seperti kebanyakan earbud modern mengandalkan kontrol sentuh, earbud baru ROG ini menggunakan kontrol tombol fisik. Ini memberi pengguna kontrol lebih presisi saat gaming dan tetap responsif meski tangan berkeringat atau saat hujan.

    ROG turut menyertakan dua mode audio bawaan. Pertama ada mode Phantom Bass, dirancang untuk meningkatkan persepsi frekuensi rendah. Sedangkan kedua ada mode Immersion, membantu mengurangi kebisingan latar belakang agar suara utama tetap terdengar jelas.

    Earbud ini telah mengantongi sertifikasi ketahanan cipratan IPX5. Perangkat ini diklaim mampu bertahan hingga 16 jam melalui mode Bluetooth, dengan pencahayaan RGB dan mikrofon dalam keadaan mati. 

  • Huawei FreeClip 2 Meluncur di Indonesia, TWS Ultra Ringan yang Tahan Air

    Huawei FreeClip 2 Meluncur di Indonesia, TWS Ultra Ringan yang Tahan Air

    Liputan6.com, Jakarta – Huawei kembali memperkenalkan perangkat audio nirkabel terbaru lewat Huawei FreeClip 2 di Indonesia. True wireless stereo (TWS) ini membawa peningkatan signifikan dari sisi desain, bobot, kecerdasan audio, hingga fitur pintar yang menunjang mobilitas pengguna modern.

    Audio Campaign Manager Huawei Device Indonesia, Adinda Agustina, pada acara hands-on produk, Jumat (9/1/2026) di Jakarta, menyebut FreeClip 2 dirancang untuk menjawab kebutuhan pengguna yang menginginkan perangkat ringan, nyaman dipakai seharian, namun tetap menawarkan kualitas suara premium.

    “FreeClip 2 ini tampil lebih stylish dan fashionable. Dari sisi desain dan fitur, pembaruannya juga cukup banyak dibanding generasi sebelumnya,” klaim Adinda.

    Lebih Enteng, Lebih Praktis Dibawa

    Salah satu keunggulan utama Huawei FreeClip 2 terletak pada bobotnya yang semakin ringan. Eearbuds ini memiliki berat 5,1 gram, turun sekitar 9 persen dari generasi sebelumnya. Sementara bobot keseluruhan perangkat berkurang hingga 14 persen, membuatnya hampir tidak terasa saat dikenakan.

    Tak hanya itu, ukuran casing juga dibuat lebih ringkas, lebih kecil sekitar 17 persen. Desainnya mengusung bentuk kotak yang compact sehingga mudah disimpan di saku atau tas mungil.

    Huawei juga menghadirkan sentuhan unik pada material casing melalui tekstur denim, terinspirasi dari bahan jeans. FreeClip 2 tersedia dalam tiga pilihan warna, yakni Blue sebagai warna andalan, White dengan aksen silver, dan Black dengan tampilan hitam menyeluruh.

    Desain Ikonik Lebih Stabil di Telinga

    Huawei tetap mempertahankan ciri khas C-Bridge Design yang menjadi identitas seri FreeClip. Namun, pada generasi kedua ini material penghubung dibuat lebih lembut hingga sekitar 25 persen dibandingkan model sebelumnya.

    Desain tersebut diklaim mampu menjaga posisi earbuds tetap stabil meski digunakan untuk aktivitas bergerak atau olahraga ringan. Selain itu, ukuran bagian yang masuk ke telinga diperkecil sekitar 11 persen sehingga terasa lebih ergonomis.

    Struktur internal perangkat juga dirancang lebih padat dengan tingkat pemanfaatan ruang mencapai 95 persen, memungkinkan ukuran tetap kecil tanpa mengorbankan performa.