Category: Liputan6.com Regional

  • Sinopsis dan Daftar Pemain Film Pangku, Debut Penyutradaraan Film Panjang Reza Rahadian

    Sinopsis dan Daftar Pemain Film Pangku, Debut Penyutradaraan Film Panjang Reza Rahadian

    Liputan6.com, Yogyakarta – Lebih dikenal sebagai aktor untuk film-film box office Indonesia, Reza Rahadian bakal memulai debut penyutradaraan untuk film panjang. Adalah film Pangku yang menjadi debut penyutradaraan film panjangnya.

    Selain menjadi film panjang pertama garapan Reza, film ini juga merupakan rilisan pertama rumah produksi Gambar Gerak. Rumah produksi tersebut merupakan besutan Reza dan Arya Ibrahim.

    “Pangku, menjadi film pertama produksi Gambar Gerak dan film pertama Reza Rahadian sebagai sutradara,” tulis caption di akun Instagram @filmpangku dan @gambargerakfilm.

    Melalui akun Instagram tersebut juga telah dirilis sedikit cuplikan proses produksi film Pangku. Akun tersebut juga telah menbocorkan deretan pemain film ini.

    Film Pangku akan dibintangi oleh Claresta Taufan sebagai Sartika, Fedi Nuril sebagai Hadi, Christine Hakim sebagai Maya, Shakeel Aisy sebagai Bayu, dan Devano Danendra sebagai Gilang. Film Pangku rencananya bakal tayang 2025.

    Film Pangku mengangkat tradisi kopi pangku di daerah pesisir Pantai Utara atau Pantura. Tradisi ini merupkan sejenis praktik berjualan kopi yang berbeda.

    Dalam pelayanannya,terdapat teman perempuan yang menemani tamu mengobrol. Para pembeli juga bisa memangku para teman perempuan tersebut.

    Adapun film ini mengisahkan Sartika, seorang ibu yang memiliki seorang anak laki-laki. Ia digambarkan sebagai ibu yang tangguh dan pekerja keras. Film ini akan menggambarkan bagaimana perjuanhan Sartika dalam menghadapi kerasnya dunia dan mencoba bertahan hidup.

    Melalui film ini, Reza Rahadian mencoba mengembangkan tradisi yang ia lihat beberapa tahun lalu menjadi sebuah film. Reza memang dikenal sebagai aktor yang selalu sukses memerankan karakternya di setiap film. Aktor kelahiran 5 Maret 1987 ini juga telah banyak berkutat di belakang layar.

    Pada 2011, ia menyutradarai film pendek berjudul Sebelah. Pada 2013, Reza menyutradarai film Isyarat untuk segmen Gadis Indigo. Tahun yang sama, ia juga menyutradarai film Wanita Tetap Wanita untuk segmen With or Without bersama Lily Nailufar Mahbob.

    Selanjutnya pada 2020, ia menyutradarai serial web berjudul Sementara, Selamanya. Setelah beberapa karya tersebut, Reza Rahadian akhirnya bakal mendebutkan film panjang pertamanya yang berjudul Pangku.

    Film Pangku dijadwalkan tayang pada 2025. Detail lain terkait film ini akan diinformasikan segera.

     

    Penulis: Resla

  • Forum Ketua Jurusan Teknik Sipil Politeknik Indonesia Kunjungi Banyuwangi, Ada Apa?

    Forum Ketua Jurusan Teknik Sipil Politeknik Indonesia Kunjungi Banyuwangi, Ada Apa?

    Liputan6.com, Banyuwangi – Selama ini Banyuwangi dikenal sebagai daerah yang peduli dan mengangkat arsitektur lokalnya di setiap bangunan publik pemerintahan. Hal ini menjadi perhatian banyak pihak, khususnya para pemerhati bangunan. Termasuk Forum Ketua Jurusan Teknik Sipil Politeknik Indonesia yang datang untuk studi bagaimana Banyuwangi bisa mengimplementasikan arsitektur lokal di bangunan publiknya.  

    Ketua Forum Ketua Jurusan (Kajur) Teknik Sipil Politeknik se-Indonesia Dr. Ing. Luthfi Muhammad Mauludin mengatakan bahwa kedatangannya bersama rombongan dalam rangka melaksakan melihat langsung arsitektural kombinasi modern dan kearifan lokal yang ada di Banyuwangi. Mengingat selama ini Banyuwangi cukup konsisten dalam menerapkan kearifan lokal pada berbagai karya bangunannya.

    Salah satu yang dikunjungi adalah Pendopo Sabha Swagata. Sebanyak 30 orang angota forum tersebut mempelajari setiap sudut pendopo Banyuwangi yang hijau dan asri. “Kami ingin tahu banyak bagaimana Banyuwangi memadukan unsur unsur teknik sipil didalam desain desain bangunan yang memadukan dengan kearifan lokal. Dan yang penting adalah bagaimana kebijakan ini bisa diterapkan,” ujar Luthfi, Kamis (31/10/2024)

    Selama di Pendopo, rombongan tersebut mendapatkan penjelasan mengenai setiap bagian Pendopo. Bangunan utama pendopo sendiri merupakan salah satu ikon heritage daerah yang telah berusia hampir 250 tahun.  Bangunan ini sempat di renovasi tanpa mengubah pondasi utamanya dengan melibatkan arsitek nasional kenamaan, Adi Purnomo.

    Mereka menikmati setiap sudut pendipo, seperti bukit hijau yang mengapit sisi belakang pendopo. Di dalam bukit itu terdapat guest house yang terdiri atas sejumlah  kamar eksklusif. Guest house ini pernah disinggahi sejumlah tamu kehormatan seperti Duta besar AS, para menteri, dan tokoh-tokoh nasional lainnya.

    Selanjutnya rombongan masuk ke bangunan rumah adat yang menjadi replika rumah Suku Osing Banyuwangi. Mereka juga melakukan cuci muka di sumur Sritanjung yang terletak di paling belakang Pendopo yang dipercaya menjadi bagian dari legenda Banyuwangi.

    “Pendopo ini kearifan lokalnya lebih menonjol sehinga bangunannya terasa asri, sirkulasinya udara dan pencahayaannya juga lebih baik karena memadukan material unsur alam,” ucap Luhtfie.

  • Kenali, Cara Mengobati Asam Urat dan Mencegah Risiko Penyakitnya

    Kenali, Cara Mengobati Asam Urat dan Mencegah Risiko Penyakitnya

    Asam urat bisa diobati tentunya dengan menjalani pengobatan terutama jika kondisinya sudah parah harus mendapatkan pengobatan lebih dan mengonsumsi obat asam urat. Biasanya obat asam urat yang diberikan berfungsi untuk meredakan nyeri dan mencegah seragam asam urat di kemudian hari.

    Melansir dari Kemenkes dokter juga biasanya menyarankan orang yang menderita asam urat untuk mengubah gaya hidupnya. Terutama untuk membantu mengelola gejala asam urat serta mengurangi risiko serangan asam urat kemudian hari.

    Misalnya untuk seseorang yang mempunyai gaya hidup gemar mengonsumsi alkohol harus mulai menguranginya. Kemudian, seseorang dengan berat badan berlebih dianjurkan a untuk menurunkan berat badan.

    Selain itu, bagi seseorang yang memiliki kebiasaan merokok juga disarankan untuk berhenti merokok. Sementara itu dengan cara yang alami asam urat juga bisa diobati dengan mengonsumsi sejumlah obat asam urat alami.

    Contohnya mengonsumsi beberapa bahan alami seperti ceri atau  jus ceri asam, jahe, cuka sari apel, jus lemon dan kunyit, seledri atau biji seledri, hingga makanan lain yang mengandung vitamin C.

  • Gamahumat, Pupuk Alami dari Limbah Batu Bara Kalori Rendah Karya Peneliti UGM

    Gamahumat, Pupuk Alami dari Limbah Batu Bara Kalori Rendah Karya Peneliti UGM

    Liputan6.com, Yogyakarta – Peneliti UGM menemukan cara bagaimana limbah tambang batu bara dapat bermanfaat sebagai pembenah tanah atau soil stabilizer yang diberi nama Gamahumat. Gamahumat adalah senyawa humat berupa asam humat dan asam fulvat yang berasal dari ekstraksi batu bara dengan kalori rendah sehingga mampu menjadi pendamping pupuk sehingga proporsi penggunaan pupuk dapat dikurangi.

    Ketua tim peneliti Gamahumat Ferian Anggara mencontohkan, dalam demplot padi yang diujicobakan di kawasan persawahan Bimomartani cukup menggunakan 15% NPK dan urea dari jumlah yang seharusnya. Menggunakan prosentase 15% Gamahumat, memiliki andil 80% hasil yang seperti full NPK-urea sehingga pupuk bisa dikurangi menjadi 15% sampai 20% dari takaran normal. “Hasil panen dapat mendekati layaknya produktivitas padi yang sepenuhnya menggunakan NPK dan urea,” kata Ferian kepada wartawan, Rabu 30 Oktober 2024.

    Ferian menyebut Indonesia memilik sumberdaya batu bara kalori rendah mencapai 30%, sehingga ia menggandeng PT. Bukit Asam yang memiliki batu bara peringkat rendah dan teruji sesuai untuk memproduksi Gamahumat demi ketersediaan bahan baku. Kerja sama yang sudah terjalin sejak 2018 dengan pemberian research funding dan pada tahun 2023, PT. Bukit Asam memberi dana padanan dalam skema matching fund Kedaireka untuk melakukan analisis laboratorium guna mendapat proses ekstraksi yang paling optimal dan membuat prototipenya. “Saat ini, alat tersebut mampu memproduksi 20 liter senyawa humat basah per hari dari 5 kg batu bara umpan,” kata Guru besar termuda Departemen Teknik Geologi, Fakultas Teknik UGM ini.

    Ferian mengaku dirinya tengah melakukan Gamahumat ke level pilot project dan akan melakukan fabrikasi alat di Jogja. Kemudian, tahun 2025 akan dioperasikan di Peranap, Riau, tepatnya di lokasi Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Bukit Asam yang mempunyai cadangan batu bara mencapai 600 juta ton. Nantinya, pabrik ini akan berskala komersial dengan kemampuan produksi mencapai 60 ton senyawa humat per tahun. ”Obsesi kami sebagai peneliti adalah bagaimana kami bisa mengoptimalkan pemanfaatan limbah hasil pertambangan sehingga memiliki nilai tambah tinggi dengan konsep ekonomi sirkular,” tuturnya.

    Pemerintah melalui Lembaga Pengelola Dana Pendidikan Tinggi (LPDP) dengan skema penelitian INSPIRASI juga mendukung pengembangan produk ini dengan memberikan pendanaan selama 3 tahun hingga tahun 2026 mendatang. Selain Gamahumat, dukungan ini dialokasikan juga untuk mengembangkan inovasi, yakni produk nanosilika berukuran kurang dari 10 mikron yang dibutuhkan tanaman dengan keunggulan mudah untuk diserap. “Penggabungan produk ini menyasar pada lahan yang kekurangan unsur hara agar dapat ditanami dan ditingkatkan produktivitasnya,” terangnya.

    Ferian mengatakan ada pula produk hidrogel yang digunakan sebagai media tanam dengan diberi air di dalamnya, asam humat, dan nanosilica. Hidrogel ditempatkan di lahan yang sulit air seperti lahan reklamasi tambang atau tadah hujan sehingga awal masa tanam tidak perlu rutin disiram. “Saat akar tanaman sudah kuat, tanaman dapat mencari air secara mandiri. Ketiga produk itu dihasilkan sebagai salah satu luaran penelitian yang didanai LPDP Inspirasi dengan topik circular economy,” ujarnya.

    Ia berharap, Gamahumat ini mampu mendukung terciptanya swasembada pangan yang sejalan dengan misi pemerintahan Prabowo Subianto.

  • Menilik Filosofi di Balik Megahnya Lambang Garuda Pancasila

    Menilik Filosofi di Balik Megahnya Lambang Garuda Pancasila

    Liputan6.com, Yogyakarta – Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) memliki lambang negara berupa Garuda Pancasila. Lambang berbentuk burung garuda ini bukan sekadar lambang biasa, melainkan memiliki filosofi dan makna simbolis yang mendalam.

    Sebagai burung mitologi yang kuat, garuda mewakili kebesaran dan kekuatan bangsa Indonesia. Mengutip dari berbagai sumber, berikut makna di setiap bagian lambang Garuda Pancasila:

    1. Garuda

    Garuda dalam Garuda Pancasila digambarkan sebagai burung yang sedang terbang dengan sayap terbentang lebar. Gambaran tersebut melambangkan kekuatan, keberanian, dan kebebasan.

    Dalam berbagai mitologi Hindu dan Buddha, garuda dikenal sebagai simbol kekuatan dan pelindung. Sementara itu sebagai lambang negara, garuda melambangkan persatuan dan keutuhan bangsa.

    2. Pancasila

    Pada bagian kaki garuda terdapat pita berwarna putih. Terdapat tulisan Bhineka Tunggal Ika pada pita tersebut.

    Bhineka Tunggal Ika berarti Berbeda-beda Tetapi Tetap Satu. Frasa ini mencerminkan perbedaan harus dirangkul sebagai kekuatan, bukan penghalang.

    3. Lima Bagian Perisai

    Pada bagian dada garuda, terdapat lima simbol. Kelima simbol tersebut melambangkan lima sila Pancasila sebagai dasar negara.

    Setiap sila memiliki makna yang mendalam, dimulai dari bintang yang melambangkan Ketuhanan yang Maha Esa, rantai melambangkan Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, dan pohon beringin melambangkan Persatuan Indonesia. Selanjutnya ada simbol kepala banteng yang melambangkan Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/ Perwakilan serta padi dan kapas yang melambangkan Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia

     

  • Alasan Bonus Demografi Indonesia Harus Dibarengi Budaya Gemar Membaca

    Alasan Bonus Demografi Indonesia Harus Dibarengi Budaya Gemar Membaca

    Liputan6.com, Jakarta – Pernyataan menarik dilontarkan Kepala Perpustakaan Universitas Siliwangi, Budi Riswandi. Apakah bonus demografi yang dimiliki Indonesia bersifat kuantitatif atau kualitatif? Jika dinilai kuantitatif, maka akan menjadi bencana. Namun, jika ingin dinilai dari kualitas maka harus melek literasi.

    “Kita masih terlalu sibuk dengan urusan jargon. Bukan esensi,” ucapnya pada Sosialisasi Pembudayaan Kegemaran Membaca di Tasikmalaya, Jumat (1/11/2024).

    Budi mencontohkan korban-korban judi online (judol) dan pinjaman online (pinjol). Mereka bukannya tidak mampu membaca, namun tidak mampu membaca keadaannya sendiri. Literasi saat ini punyai banyak motif, tapi tetap budaya membaca yang menjadi dasarnya.

    Urusan soal bisa membaca, Indonesia sudah termasuk maju. Lain soal jika dari segi literasi, masyarakat Indonesia masih tertinggal.

    Pegiat literasi Nero Taopik Abdillah menjelaskan salah satu penyebabnya adalah bahan bacaan yang kurang. Tidak banyak institusi yang concern terhadap budaya baca dan literasi.

    “Diksi literasi untuk kesejahteraan sebetulnya agak berat, karena akan menjadikan literasi sebagai praktik sosial,” ujar Opik, sapaan akrabnya.

    Namun, Deputi Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan Perpusnas, Adin Bondar, justru mengatakan makna kesejahteraan itu multidimensional. Orang yang literat pasti berbasis ilmu pengetahuan. Kemampuan hidup yang baik harus dilandaskan pada literasi yang kuat agar mampu bersaing.

    “Kualitas sumber daya manusia bisa didorong dengan perilaku membaca dan memperbanyak aksesibiltas terhadap ilmu pengetahuan. Karena kemiskinan dan stunting tidak semata-mata dinilai dari indikator ekonomi,” urai Adin.

    Justru yang perlu dikedepankan adalah tugas perpustakaan dan TBM untuk mendiseminasi pengetahuan agar dapat dijamah oleh masyarakat agar persoalan kemiskinan dan stunting dapat diantisipasi. Kecakapan literasi selalu berkorelasi dengan kemakmuran.

    “Membangun ruang-ruang baca bagi masyarakat dan memberikan pelatihan pada fasilitator daerah seperti pengelola perpustakaan dan taman bacaan adalah tugas pemerintah,” tambah Adin.

     

  • Daya Tarik Camping Ground Kampoeng Wisata Gowes, Destinasi Menarik untuk Kegiatan Anak Sekolah

    Daya Tarik Camping Ground Kampoeng Wisata Gowes, Destinasi Menarik untuk Kegiatan Anak Sekolah

    Liputan6.com, Bandung – Melakukan kegiatan di alam bisa jadi pilihan menarik untuk kegiatan bersama anak-anak terutama anak sekolah. Pasalnya lingkungan di luar kelas memberikan pengalaman belajar yang jauh berbeda.

    Salah satu kegiatan yang biasanya digelar oleh sekolah adalah pelaksanaan outing, outbond, atau berkemah. Diketahui kegiatan tersebut dilakukan untuk mengajarkan anak-anak mengenal lingkungan sekitar terutama alam.

    Kemudian anak-anak juga belajar cara untuk bertahan hidup dan memahami lebih dalam terkait alam. Selain itu, suasana alam yang asri juga membawa para peserta anak-anak untuk menghargai lingkungan.

    Biasanya ketika berkemah anak-anak dapat mengasah keterampilan yang bermanfaat seperti mendirikan tenda, memasak di alam, atau bahkan navigasi dengan peta atau kompas. Para pengurus juga biasanya melaksanakan aktivitas outdoor menarik untuk anak.

    Misalnya menggelar kegiatan yang mengasah kerja sama tim untuk mendukung pengembangan sosial antar anak-anak. Mereka juga bisa belajar bagaimana membangun kepercayaan satu sama lain.

    Selain itu, berkemah juga membantu anak-anak untuk melakukan aktivitas fisik yang sehat seperti menggerakan tubuh dengan berolahraga di alam. Anak juga mendapatkan udara yang segar karena biasanya area berkemah digelar di alam terbuka yang asri.

    Saat ini, di Indonesia sendiri sudah ada banyak tempat alam yang bisa dimanfaatkan untuk kegiatan berkemah. Salah satunya Camping Ground Kampoeng Wisata Gowes yang berlokasi di Kota Depok.

  • Pria Pengangguran Curi 5 Sepeda Motor lantas Membakarnya, Lho..

    Pria Pengangguran Curi 5 Sepeda Motor lantas Membakarnya, Lho..

    Liputan6.com, Jakarta – Polresta Kupang Kota menangkap seorang pria bernama Ricko Ati (22) lantaran mencuri lima sepeda motor di sejumlah lokasi di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Seusai mencuri, pria berusia 22 tahun itu membakar motor curian tersebut lalu ditimbang dan dijual kepada pengepul besi.

    “Ini modus yang baru pertama kali terjadi di Kota Kupang karena dia mencuri, lalu motor curiannya dibakar untuk dijual rangkanya ke pengepul besi tua,” ungkap Kasat Reskrim Polresta Kupang Kota, AKP Marselus Yugo.

    Marselus menjelaskan pria pengangguran itu awalnya beraksi di Jalan Basuki Rahmat, Kelurahan Naikolan, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, pada 7 Oktober 2024.

    Motor itu lalu dibawa kabur dan dibakar hingga menyisakan rangka. Ricko kemudian menjual rangka motor itu kepada pengepul besi bernama Jibril Leo dengan harga Rp 150 ribu.

    Ricko kembali beraksi di Jalan Moto Ain, Kelurahan Naikoten I, Kecamatan Kota Raja, Kota Kupang, pada 15 Oktober. Ia mencuri motor Honda Beat bercat hitam yang sedang terpakir di halaman salah satu warung di lokasi itu.

    Ia kemudian mempreteli motor itu dan disimpan di dalam Pasar Inpres Naikoten I dan digunakan saat beraktivitas. Namun, motor tersebut telah diamankan oleh polisi.

    Dua hari kemudian, Ricko kembali mencuri motor Honda Beat bercat merah-putih yang sedang terparkir di samping SMA Kristen, Kecamatan Kota Raja, Kota Kupang. Motor itu juga dibakar hingga menyisakan rangka dan dijual kepada pengepul besi seharga Rp150 ribu.

     

    Viral Kades Bertato Sekujur Tubuh di Banjarnegara

  • Tim Gabungan Menangkap Tiga Pemburu Rusa Timor di TN Tambora

    Tim Gabungan Menangkap Tiga Pemburu Rusa Timor di TN Tambora

    Liputan6.com, Jakarta – Tiga orang kawanan pemburu satwa yang dilindungi, rusa Timor, ditangkap oleh tim gabungan Kodim 1614/Dompu, patroli balai taman nasional tambora, manggala agni, dan mitra, di jalur Doro Tabe, Desa Soritatanga, Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, Kamis (31/10).

    Kepala Balai Taman Nasional Tambora (TNT) Deny Rahadi mengungkapkan, ketiga orang tersebut inisial AB, MH, dan JB, berasal dari Desa Ta’a, Kecamatan Kempo, Dompu. Mereka ditangkap ketika membawa hasil buruan berupa tiga ekor Rusa betina yang sudah mati dan senjata api rakitan dengan amunisi 5,56 mm sebanyak 4 butir.

    Deny mengatakan, saat ditangkap, tim juga mengamankan magazen berisi 15 butir peluru, 3 unit sepeda motor, teleskop, handphone, parang serta lantak senpi rakitan.

    “Kami menangkap langsung para terduga pelaku dikarenakan sudah cukup bukti. Diduga peralatan tersebut untuk operasional perburuan,” jelas Deny, mengutip Serka Ilham, Jumat (01/11/2024).

    Dijelaskan, sekitar jam 11 siang, tim gabungan mengadakan patroli rutin lokasi Taman Nasional Tambora. Sekira pukul 11.20 WITA, tim gabungan menemukan masyarakat yang telah selesai melakukan perburuan satwa rusa. Termasuk dalam tim itu, Serka Ilham, dari Koramil 1614-05/Pekat.

    “Penangkapan ini menunjukkan betapa seriusnya pelanggaran hukum konservasi yang terjadi dan menjadi contoh penegakan hukum yang tegas terhadap aktivitas perburuan ilegal,” ucap Deny, mengutip Dandim 1614/Dompu, Letkol (Kav) Riyan Oktiya Virajati.

     

    Kakek Bejat Cabuli Cucu Kandungnya Selama 2 Tahun di Kebumen

  • IKN Dikhawatirkan Ancam Kelestarian Teluk Balikpapan dan Masyarakat Adat

    IKN Dikhawatirkan Ancam Kelestarian Teluk Balikpapan dan Masyarakat Adat

    Liputan6.com, Balikpapan – Society of Indonesian Environmental Journalists (SIEJ) menggelar diskusi yang membahas dampak pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar. Diskusi ini menghadirkan berbagai organisasi lingkungan dan perwakilan masyarakat adat dan berlangsung di Hotel Four Points, Balikpapan, Kalimantan Timur, Rabu (30/10/2024).

    Dalam diskusi tersebut, sejumlah persoalan serius terungkap. Husein dari Forum Peduli Teluk Balikpapan mengungkapkan, pembangunan IKN telah menyebabkan berkurangnya 1.800 hektare hutan mangrove. “Kawasan IKN sangat erat kaitannya dengan Teluk Balikpapan, tetapi tidak ada jaminan perlindungan untuk wilayah tersebut,” kata dia.

    Menyambut Husein, Direktur Pokja Pesisir, Mapaselle mengatakan IKN juga berdampak pada nasib nelayan lokal. Ia juga mengkhawatirkan Teluk Balikpapan akan berubah menjadi tempat pembuangan limbah proyek IKN. Mapaselle kuatir kondisi teluk Balikpapan akan serupa teluk Jakarta baik dari segi ekosistem yang rusak dan hancurnya hidup nelayan.

    Persoalan lain datang dari masyarakat adat. Arman dari Pemuda Suku Balik mengkritisi minimnya pelibatan masyarakat adat dalam proses pembangunan, terutama terkait penghancuran situs-situs ritual yang sakral. “Masyarakat adat bukan titipan negara, tetapi titipan Tuhan. Mengapa hak lahan kami hanya sementara?” keluhnya.

    Direktur Eksekutif Walhi Kaltim, Fathur Roziqin, menyoroti adanya pengalihan tanggung jawab antara Otorita IKN dan pejabat daerah. Ia prihatin dengan kondisi Teluk Balikpapan yang terancam kehilangan status sebagai pusat biodiversitas. “Jangan mengajak kami bersabar hingga 2045. Kondisi Teluk Balikpapan saat ini sangat ironis, keanekaragaman hayatinya semakin terancam,” jelasnya.

    Sugiyono dari Otorita IKN beralasan, kerusakan mangrove dan pembukaan lahan di beberapa titik Teluk Balikpapan berada di luar wilayah kewenangan mereka. Sebagai solusi, ia mengusulkan pembentukan Badan Pengelola Teluk Balikpapan. Mantan Menteri PPN/Kepala Bappenas 2014-2015, Andrinof Chaniago, dalam kesempatan yang sama mendorong agar pembangunan IKN sesuai dengan cita-cita awal. Untuk itu, dia meminta agar dalam prosesnya, kritik terhadap dampak IKN didasari data valid seperti peta dan citra satelit.

    Sementara itu, Ahmad Heri Firdaus dari INDEF mengingatkan pentingnya memperhatikan dampak lingkungan. Menurutnya, mengabaikan aspek lingkungan akan menimbulkan biaya lebih besar di masa depan, terutama terkait standar internasional dalam pembangunan berkelanjutan.