Category: Liputan6.com Regional

  • Strategi Tim SAR Cari Korban Terakhir Kapal Tenggelam di Labuan Bajo

    Strategi Tim SAR Cari Korban Terakhir Kapal Tenggelam di Labuan Bajo

    Ia mengatakan, selain penyisiran permukaan dan penyelaman, Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolair) Polda NTT juga menurunkan peralatan teknologi bawah laut. ROV dan sonar ini digunakan untuk mendeteksi keberadaan korban di dasar perairan.

    Upaya pencarian turut diperkuat dengan pengerahan multibeam sonar dari Institut Teknologi Bandung (ITB) serta multibeam sonar milik Distrik Navigasi Kupang.

    “Area pencarian difokuskan di perairan sekitar Pulau Padar. Namun, hingga kini, hasil operasi SAR masih nihil,” jelasnya.

    Fathur mengaku, Kedutaan Besar Spanyol melalui surat resminya menyampaikan apresiasi kepada Basarnas dan seluruh tim SAR Gabungan atas kerja keras, komitmen, serta perjuangan maksimal dalam proses pencarian korban.

    KM Putri Sakinah tenggelam pada 26 Desember 2025 lalu di perairan Pulau Padar dan empat warga negara Spanyol dilaporkan hilang. Hingga saat ini, tiga korban telah berhasil ditemukan, sementara satu korban lainnya masih dalam pencarian.

  • 2 Nelayan di Tanjung Balai Tertangkap Basah Simpan 3 Kg Kokain

    2 Nelayan di Tanjung Balai Tertangkap Basah Simpan 3 Kg Kokain

    Liputan6.com, Tanjung Balai – Satuan Reserse Narkoba Polres Tanjung Balai berhasil mengungkap dan menggagalkan upaya penyelundupan narkotika jenis kokain seberat kurang lebih 3 kilogram. Dalam operasi ini, petugas mengamankan dua orang pelaku yang diketahui berprofesi sebagai nelayan.

    Kedua tersangka masing-masing berinisial TH (33), warga Jalan Sei Saraf, serta I alias IL, warga Jalan Selat Tanjung Medan, Kecamatan Datuk Bandar Timur, Kota Tanjung Balai.

    Kepala Seksi Humas Polres Tanjung Balai, Ipda M Ruslan, menjelaskan bahwa pengungkapan kasus ini dilakukan pada Selasa malam (6/1/2026), sekitar pukul 22.00 WIB. Petugas awalnya meringkus tersangka TH di Jalan Masjid Lingkungan II, Kelurahan Pulau Simardan.

    “Lalu petugas menemukan barang bukti, diduga narkotika jenis kokain,” ungkap Ipda M Ruslan saat memberikan keterangan kepada wartawan pada Kamis sore (8/1/2026).

    Barang Bukti dan Pengembangan Kasus

    Dari tangan TH, polisi menyita tiga bungkus plastik transparan besar berisi kokain dengan rincian berat bersih masing-masing 970,1 gram, 1014,3 gram, dan 1003,7 gram. Total barang bukti mencapai sekitar 3 kg tersebut dibungkus menggunakan plastik assoy warna hitam. Petugas juga mengamankan satu unit ponsel Android merk Realme Note 50 milik tersangka.

    Berdasarkan hasil pemeriksaan, TH mengaku bahwa barang haram tersebut diperoleh dari tersangka I alias IL. Tim kemudian melakukan pengejaran cepat dan berhasil menangkap IL pada pukul 22.15 WIB di Jalan Selat Tanjung Medan.

    “Kini, kedua pelaku bersama barang bukti diamankan ke Mako Polres Tanjung Balai untuk dilakukan pemeriksaan dan proses hukum selanjutnya,” tambah Ipda M Ruslan.

    Ancaman Hukuman

    Atas perbuatannya, kedua nelayan ini dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika Jo Pasal 20 huruf c UU Nomor 1 Tahun 2023 (KUHP), serta pasal subsidiair terkait penguasaan narkotika.

  • Tawuran Maut Pecah di Depok, Satu Orang Tewas Terkena Bacokan

    Tawuran Maut Pecah di Depok, Satu Orang Tewas Terkena Bacokan

    Liputan6.com, Jakarta – Tawuran antarkelompok pecah di wilayah Sukmajaya, Depok, Rabu (7/1/2026) dini hari. Satu orang meninggal dunia dalam peristiwa ini. Kasat Reskrim Polres Metro Depok AKBP Made Gede Oka Utama mengungkapkan sebelum tawuran pecah, kedua pihak terlebih dahulu janjian melalui media sosial Instagram.

    “Janjian lewat medsos Instagram, sangat disayangkan bahwa akibat tawuran tersebut adanya korban, satu meninggal dunia dan juga satu luka-luka yang meninggal dunia,” ujar Made, Kamis (8/1/2025).

    Made menjelaskan, Polres Metro Depok bersama Polsek Sukmajaya bergerak cepat untuk mengamankan tersangka. Dari hasil penyelidikan, Polres Metro Depok telah mengamankan para tersangka yang terlibat tawuran.

    “Tim opsional Polres Metro Depok bergerak cepat dan sudah mengamankan tujuh orang,” jelas Made.

    Adapun tujuh orang yang diamankan berasal dari kelompok yang melakukan pembacokan dan dari kelompok korban. Polres Metro Depok masih melakukan pencarian para sejumlah orang lainnya yang terlibat tawuran.

    “Rata-rata (tersangka) semua di bawah umur,” ucap Made.

    Polres Metro Depok telah meminta keterangan sejumlah tersangka maupun saksi terkait tawuran ini. Berdasarkan hasil keterangan, korban sempat mengalami luka akibat terkena bacokan sebelum dinyatakan meninggal dunia.

    “Korban mengalami luka bacokan di punggung belakang dan tembus ke depan,” terang Made.

    Made mengungkapkan, korban saat mengalami bacokan dari lawannya, sempat dilarikan ke rumah sakit. Korban sempat mendapatkan penanganan medis sebelum dinyatakan meninggal dunia akibat luka yang dialaminya.

    “Barang bukti yang kami temukan ada senjata tajam jenis celurit ataupun sejenis yang seperti pedang,” ungkap Made.

    Senjata yang diamankan Polres Metro Depok didapat dari tangan tersangka yang melakukan pembacokan ataupun penusukan. Senjata tajam yang digunakan diduga telah dipersiapkan sebelum melakukan tawuran.

    “Senjata tajam sempat dibuang tersangka dan ada pula yang disimpan di rumahnya, saat ini para tersangka kita amankan di Polsek Sukmajaya,” pungkas Made.

  • Awalnya Ngotot Minta Keadilan, Korban Penganiayaan Anak Purnawirawan Polri di Lampung Pilih Berdamai

    Awalnya Ngotot Minta Keadilan, Korban Penganiayaan Anak Purnawirawan Polri di Lampung Pilih Berdamai

    Liputan6.com, Lampung – Kasus penganiayaan yang melibatkan anak seorang purnawirawan Polri terhadap pegawai bank milik negara (BUMN) di Lampung akhirnya diselesaikan secara damai.

    Sebelumnya, korban sempat melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Kedaton dengan tuntutan agar pelaku diproses secara hukum. Korban bahkan menyatakan ingin mendapatkan keadilan atas tindakan penganiayaan yang dialaminya.

    Namun, seiring berjalannya proses, kedua belah pihak sepakat menempuh jalan damai. Kesepakatan itu ditandai dengan penyerahan surat pernyataan perdamaian kepada Penyidik Unit Reskrim Polsek Kedaton pada Rabu (7/1/2026).

    Kanit Reskrim Polsek Kedaton, Ipda Sulthon, membenarkan adanya kesepakatan damai tersebut. Ia mengatakan proses perdamaian dilakukan dengan pendampingan kuasa hukum dari pihak terlapor.

    “Sudah ada surat perdamaian. Itu ditengahi oleh kuasa hukum terlapor dan sudah disampaikan kepada kami,” kata Sulthon kepada Liputan6.com, Kamis (8/1/2026).

    Sulthon menjelaskan, dalam kesepakatan itu pelapor juga telah secara resmi mencabut laporan polisi yang sebelumnya dibuat. Dengan adanya pencabutan laporan dan kesepakatan damai, perkara tersebut dinyatakan selesai.

    “Kesepakatan ada di antara mereka. Pelapor juga sudah mencabut laporannya, sehingga perkara ini dinyatakan selesai. Tinggal proses penghentiannya saja,” jelasnya.

    Sulthon menambahkan, kasus tersebut masih berada pada tahap penyelidikan dan belum meningkat ke tahap penyidikan. Karena itu, proses hukum dapat dihentikan setelah adanya perdamaian dan pencabutan laporan.

    “Masih tahap penyelidikan, belum naik sidik. Karena sudah ada perdamaian dan pencabutan laporan, maka prosesnya bisa dihentikan,” tandasnya.

    Sebelumnya, Hendra Winata diniaya DE. Korban dan terduga pelaku awalnya terlibat cekcok terkait hilangnya speaker di indekos kawasan Rajabasa, Bandar Lampung.

    Akibat penganiayaan tersebut, korban mengalami luka serius di bagian kepala hingga harus mendapatkan perawatan medis. Insiden terjadi pada Minggu (4/1/2026) lalu di rumah pribadi ayah terduga pelaku.

     

  • Tak Lagi Berdesakan, Siswa SMP di Garut Kini Bisa Belajar dengan Layak

    Tak Lagi Berdesakan, Siswa SMP di Garut Kini Bisa Belajar dengan Layak

    Liputan6.com, Garut – Program revitalisasi sekolah di SMP Negeri 1 Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Jawa Barat, menghadirkan perubahan signifikan dalam kegiatan belajar mengajar. Bukan sekadar pembaruan gedung dan fasilitas, program ini juga membangkitkan motivasi serta semangat baru bagi para siswa dan guru.

    Perubahan tersebut dirasakan langsung oleh Zahra Fatimah, siswi kelas IX SMP Negeri 1 Tarogong Kaler. Ia mengaku ruang kelas baru yang kini berada di gedung bertingkat membuat suasana belajar lebih nyaman dan menyenangkan.

    “Kelas 9 tiba-tiba pindah ke atas, enak dekat lapangan basket, bisa lihat yang main bola jadi senang,” ujar Zahra dengan wajah ceria. Zahra menceritakan, kondisi ruang kelas sebelumnya kerap mengalami kebocoran. Selain itu, keterbatasan kursi membuat siswa harus duduk berdempetan. “Satu bangku bisa diisi tiga siswa,” tambahnya.

    Pengalaman serupa disampaikan Muhammad Diaz, siswa kelas IX lainnya. Menurut Diaz, revitalisasi sekolah membuat kegiatan belajar menjadi jauh lebih nyaman. Tak hanya ruang kelas, perbaikan fasilitas toilet juga mendapat sambutan positif dari para siswa.

    Zulfa, siswi lainnya, mengaku kini merasa lebih nyaman menggunakan toilet yang bersih serta belajar di ruang kelas yang tidak lagi bocor.

    “Sekarang (toilet) udah enggak kotor lagi, kacanya juga bersih. Jadi selalu pengen balik lagi ke toilet. Ruangan kelas juga udah enggak bocor lagi di tengah, jadi pas sampe sekolah bisa tetep semangat, enggak perlu bersih ngepel-ngepel dulu,” tutur Zulfa.

     

  • Begini Akal-akalan 3 Tersangka Jual Ratusan Ton Pupuk Subsidi di Lampung Sampai Raup Untung Rp500 Juta

    Begini Akal-akalan 3 Tersangka Jual Ratusan Ton Pupuk Subsidi di Lampung Sampai Raup Untung Rp500 Juta

    Liputan6.com, Lampung – Subdit I Industri dan Perdagangan (Indagsi) Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Lampung mengungkap kasus penyalahgunaan distribusi pupuk subsidi lintas provinsi di Kabupaten Lampung Tengah.

    Dalam pengungkapan tersebut, polisi menetapkan tiga orang tersangka, antara lain berinisial RDH, SP, dan S.

    Ketiganya terbukti menjual pupuk bersubsidi yang seharusnya diperuntukkan bagi petani di Lampung Tengah ke sejumlah daerah lain, bahkan hingga ke luar provinsi.

    Direktur Reskrimsus Polda Lampung, Kombes Pol Dery Agung Wijaya mengatakan, kasus penyelewengan pupuk subsidi ini terungkap berkat laporan masyarakat terkait adanya pupuk subsidi yang tidak sampai ke petani sesuai peruntukannya.

    “Informasi awal kami terima bahwa pupuk bersubsidi yang seharusnya didistribusikan di Lampung Tengah justru dialihkan ke daerah lain, baik ke kabupaten lain maupun ke provinsi lain seperti Sumatera Selatan, Bengkulu, Jambi, hingga Bangka Belitung,” ujar Dery Agung, Kamis (8/1/2026).

    Hasil penyelidikan mengungkap, sejak Februari hingga November 2025, para tersangka sedikitnya telah menjual lebih dari 1.800 karung pupuk bersubsidi atau setara 80 hingga 100 ton.

    Dari praktik ilegal tersebut, negara diperkirakan mengalami kerugian sekaligus keuntungan yang diraup pelaku mencapai Rp250 juta hingga Rp500 juta.

    “Kegiatan ini sudah berlangsung cukup lama dan dilakukan berulang, sekitar tiga sampai lima kali. Saat ini kami masih mendalami kemungkinan adanya penadah atau jaringan lain,” jelas Dery.

     

  • Bukan Virus Baru, Sebenarnya Hanya Varian Baru Influenza

    Bukan Virus Baru, Sebenarnya Hanya Varian Baru Influenza

    Liputan6.com, Jakarta – Isu mengenai kemunculan “super flu” belakangan ramai diperbincangkan di tengah masyarakat. Kekhawatiran tersebut bahkan sempat disandingkan dengan pengalaman pahit pandemi Covid-19.

    Menteri Kesehatan RI menegaska superflu bukanlah virus baru dan masyarakat diminta untuk tidak panik. Menkes menjelaskan, istilah superflu yang beredar merujuk pada varian K dari virus influenza A subtipe H3N2.

    Dia menjamin, virus ini bukanlah hal asing di dunia medis karena telah dikenal dan beredar selama puluhan tahun. Berbeda dengan Covid-19 yang muncul sebagai virus baru dan belum dikenali sistem kekebalan tubuh manusia, influenza A H3N2 sudah lama “dikenal” oleh imunitas masyarakat.

    “Kalau super flu ini sebenarnya influenza A, H3N2. Virusnya sudah ada puluhan tahun, hanya varian baru,” ujar Menkes.

    Menurutnya, karena virus tersebut bukan virus baru, sebagian besar masyarakat telah memiliki tingkat kekebalan dasar. Selama kondisi tubuh dalam keadaan sehat, risiko terjadinya gejala berat relatif kecil dan tidak perlu menimbulkan kekhawatiran berlebihan.

    “Kalau badan sehat, makan cukup, tidur cukup, olahraga cukup, seharusnya tidak ada masalah,” tambahnya.

    Hingga saat ini, Kementerian Kesehatan juga mencatat belum adanya laporan kematian akibat superflu. Gejala yang ditimbulkan pun umumnya menyerupai flu pada umumnya, seperti demam, batuk, pilek, dan pegal, dengan tingkat kesembuhan yang tinggi.

    Dalam perkembangannya, Menkes menyampaikan bahwa kasus influenza, termasuk H3N2, memang mengalami peningkatan musiman di sejumlah wilayah, terutama saat cuaca tidak menentu dan daya tahan tubuh menurun.

    Namun demikian, situasi tersebut masih dalam batas terkendali dan belum menunjukkan lonjakan yang mengkhawatirkan seperti saat pandemi COVID-19.

  • Ayah Prada Lucky Dijemput Paksa Anggota TNI, Kuasa Hukum: Ada Perintah Tembak

    Ayah Prada Lucky Dijemput Paksa Anggota TNI, Kuasa Hukum: Ada Perintah Tembak

    Cosmas menuturkan, setelah tiba di kantor Denpom Kupang, ia dilarang melakukan pendampingan terhadap kliennya, meski sudah menunjukkan surat kuasa.

    “Mereka beralasan surat kuasa belum diregistrasi dan kliennya saya sampai sekarang masih ditahan,” katanya.

    Terkait dugaan kliennya hidup dengan Wanita Idaman Lain (WIL), ia mengaku belum ada informasi resmi dari TNI. Bahkan, pihak Denpom juga hingga kini belum memberikan informasi alasan Pelda Christian Namo ditahan.

    “Sampai saat ini, kami bingung apa masalahnya. Saat saya menanyakan pihak denpom, mereka juga tidak mau memberikan informasi,” pungkasnya.

    Sementara Danrem 161 Wira Sakti Kupang, Kolonel Inf Hendro Cahyono yang dikonfirmasi belum memberikan keterangan.

  • Banjir Kembali Rendam 5 Kecamatan di Aceh Timur, Ketinggian Air Capai Dada Orang Dewasa

    Banjir Kembali Rendam 5 Kecamatan di Aceh Timur, Ketinggian Air Capai Dada Orang Dewasa

    Liputan6.com, Aceh Timur – Banjir susulan merendam lima kecamatan di Aceh Timur setelah hujan dengan intensitas tinggi kembali mengguyur wilayah itu. Pelaksana Tugas Kepala BPBD Kabupaten Aceh Timur Afifullah di Aceh Timur, Kamis (8/1/2026) mengatakan, curah hujan yang cukup tinggi sejak Rabu malam (7/1/2026), menyebabkan air sungai meluap di wilayah terdampak banjir.

    “Curah hujan cukup tinggi menyebabkan air sungai kembali meluap. Ketinggian air mencapai sedada orang dewasa di beberapa lokasi,” kata Afifullah.

    Dari data yang diterima, lima kecamatan terendam banjir susulan antara lain Pante Bidari, Indra Makmu, Banda Alam, Julok, dan Rantau Selamat.

    Belum benar-benar pulih dari banjir yang sebelumnya menerjang, banjir susulan menyebabkan aktivitas masyarakat kembali lumpuh.

    Sejumlah ruas jalan desa, katanya, dilaporkan tergenang banjir sehingga menyulitkan warga beraktivitas, termasuk menuju tempat kerja dan sekolah.

    “Genangan banjir tidak hanya merendam permukiman warga, tetapi juga akses jalan antardesa, serta sejumlah fasilitas umum. Banjir susulan ini juga berdampak pada aktivitas perekonomian dan mobilitas masyarakat,” katanya.

    Dia menjelaskan kondisi banjir susulan ini terjadi saat sebagian wilayah Aceh Timur masih dalam tahap pemulihan pasca-bencana pada akhir November 2025.

    “Sejumlah warga sempat membersihkan rumah dan lingkungan mereka, kini kembali harus menghadapi genangan air yang masuk ke rumah,” kata Afifullah.

     

  • Kerja Keras TNI, Polri, Kementerian

    Kerja Keras TNI, Polri, Kementerian

    Ilham juga membagikan pengalamannya saat sempat berkeliling melihat titik lainnya di Aceh Tamiang yang kini sudah memasuki tahap pemulihan atau recovery. Ilham melihat masih banyak sisa-sisa lumpur, tapi alat berat berupa ekskavator juga bersiaga penuh di berbagai lokasi.

    “Memang lumpur masih ada di mana-mana. Tapi setidaknya sudah mulai membaik. Dan Alhamdulillah sepanjang jalan ini aku lihat banyak ekskavator yang datang untuk membantu membersihkan lumpur-lumpur di Aceh Tamiang,” ujar Ilham.

    Proses pemulihan pascabencana memang panjang, tapi Ilham yakin semuanya bisa selesai. Ia pun mendoakan agar seluruh masyarakat Aceh Tamiang bisa kembali beraktivitas dengan normal. “Memang akan panjang prosesnya, tapi aku yakin ini akan segera selesai. Semoha ini semua segera berlalu dan masyarakat dapat hidup dgn normal kembali,” ucap dia.

    Aceh Tamiang merupakan salah satu daerah yang terdampak bencana paling parah di wilayah Sumatra, sehingga jadi prioritas pemulihan pascabencana. Terkini, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengirimkan lebih dari 1.000 praja Institut Pendidikan Dalam Negeri (IPDN) untuk membantu membersihkan kantor-kantor dinas di Aceh Tamiang. Harapannya, layanan publik bisa segera kembali dibuka.