Category: Liputan6.com Regional

  • Sungai Bawah Tanah Pantai Baron Meluap, 5 Kapal Nelayan Tenggelam, 1 Hanyut ke Laut

    Sungai Bawah Tanah Pantai Baron Meluap, 5 Kapal Nelayan Tenggelam, 1 Hanyut ke Laut

    Liputan6.com, Jakarta – Hujan deras yang mengguyur wilayah Gunungkidul sejak Jumat (9/1) siang kembali memicu banjir di kawasan Pantai Baron. Luapan sungai bawah tanah yang bermuara langsung ke pantai ini menyebabkan sejumlah kapal nelayan tenggelam, bahkan satu kapal dilaporkan hanyut terbawa arus hingga ke tengah laut.

    Banjir mulai terasa sejak Sabtu dini hari. Debit air dari sungai bawah tanah meningkat tajam seiring hujan yang tak kunjung reda. Air tidak hanya mengalir deras dari muara sungai, tetapi juga muncul dari celah-celah bebatuan karst dan menyembur dari dalam tanah menuju permukaan pantai. Fenomena khas kawasan karst Gunungkidul ini membuat area dermaga Pantai Baron terendam dalam waktu singkat.

    Luapan air yang datang tiba-tiba menghantam kapal-kapal nelayan yang selama beberapa hari terakhir diparkir di dermaga. Besarnya arus membuat tali penahan salah satu kapal putus. Kapal tersebut kemudian hanyut sejauh sekitar satu mil ke arah tengah laut dan hingga kini masih dalam pemantauan tim SAR.

    Warga sekaligus nelayan Pantai Baron, Eko Suprihatin mengatakan, sejak dini hari debit air masih terpantau tinggi. Arus deras dari sungai bawah tanah dan aliran air dari atas tebing pantai membuat kapal-kapal nelayan tak sempat diselamatkan.

    “Airnya besar sekali, datangnya cepat. Tali kapal ada yang putus, satu kapal langsung hanyut ke tengah laut,” ujar Eko.

    Selain satu kapal yang terbawa arus, sedikitnya lima kapal nelayan dilaporkan tenggelam. Belasan kapal lainnya terendam air luapan sungai bawah tanah. Para nelayan terpaksa menguras air dari lambung kapal untuk mencegah kerusakan yang lebih parah.

    Tak hanya badan kapal yang terdampak. Beberapa mesin kapal nelayan juga ikut tenggelam dan terendam air banjir. Akibatnya, mesin mengalami gangguan dan tidak dapat digunakan. Para nelayan kini harus mendatangkan mekanik untuk memperbaiki mesin-mesin tersebut, menambah beban kerugian di tengah kondisi cuaca yang belum bersahabat.

     

  • Dewan Mesjid Indonesia Serahkan Bantuan Sound System ke Masjid Assa’adah Desa Paya Rabo Lhok

    Dewan Mesjid Indonesia Serahkan Bantuan Sound System ke Masjid Assa’adah Desa Paya Rabo Lhok

    Liputan6.com, Aceh Utara- Dalam upaya mendukung kenyamanan ibadah masyarakat, Pengurus Wilayah Dewan Mesjid Indonesia ( PW DMI) Aceh yang Diwakili Sekretaris Ustad Irhamullah M.Ag, ikut di dampingi Ketua PD DMI Kota Lhokseumawe dan Aceh Utara, Ust Abdul Halim Lc., LL.M. DMI Aceh Melakukan serah terima bantuan satu set perangkat lengkap sound system baru untuk Masjid Assa’adah Desa Paya Rabo Lhok Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara pada Hari Sabtu Tanggal 10 Januari 2026.

    Penyerahan bantuan diterima langsung oleh Bapak Geusyik desa setempat kemudian diserahkan secara simbolis kepada jajaran pengurus (Imam Besar atau Ketua Takmir) Masjid Paya Rabo Lhok.

    Secara formal, penyerahan tersebut akan dilaksanakan bersamaan dengan hadirnya Mantan Wapres RI yang menjabat sebagai Ketua Pengurus Pusat DMI, Bapak Jusuf Kalla, tepatnya pada hari Ahad esok tanggal 11 Januari 2026 di desa yang sama.

    Bantuan ini merupakan bagian dari program Bakti Sosial DMI yang difokuskan pada pemulihan fasilitas dan sarana ibadah di wilayah Provinsi Aceh terutama daerah berdampak parah terutama menjelang bulan suci Ramadhan.

    “Kami berharap dengan adanya perangkat sound system yang lebih memadai ini, lantunan azan dan penyampaian khutbah dapat terdengar lebih jelas oleh seluruh jemaah, sehingga menambah kekhusyukan dalam beribadah,” ujar Ustad Irhamullah Sekjen PW DMI Aceh.

    Dalam sambutannya, Ketua takmir Masjid Assa’adah Paya Rabo Lhok yang diwakili Kepala Desa Paya Rabo Lhok Pak Zubir, menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang mendalam atas bantuan tersebut. “Kondisi perangkat suara sebelumnya memang sudah rusak karena terendam banjir.

    Bantuan ini sangat membantu kami dalam melayani jemaah, terutama untuk kegiatan pengajian dan salat berjemaah,” ujarnya, serah terima ini ditutup dengan doa bersama dan pengecekan kualitas suara perangkat baru untuk memastikan seluruh sistem berfungsi dengan optimal sebelum digunakan secara rutin oleh jemaah masjid setempat ujarnya.

  • Detik-Detik Bocah Perempuan Tertabrak KA Pangrango Saat Asyik Kejar Layangan di Jalur Rel Cigombong

    Detik-Detik Bocah Perempuan Tertabrak KA Pangrango Saat Asyik Kejar Layangan di Jalur Rel Cigombong

    Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menekankan bahwa jalur rel memiliki risiko tinggi bagi masyarakat umum.

    ​“Kami kembali mengingatkan bahwa berada di jalur kereta api, baik untuk berjalan kaki, melintas, maupun beraktivitas lainnya, sangat membahayakan keselamatan jiwa. Jalur rel bukan ruang publik,” tegas Franoto melalui siaran pers resmi.

    ​Franoto juga menjelaskan bahwa setelah insiden terjadi, petugas segera melakukan pengamanan jalur dan pemeriksaan rangkaian.

    Setelah dinyatakan aman, KA Pangrango dapat melanjutkan perjalanan menuju Bogor. KAI mengimbau para orang tua untuk lebih ketat mengawasi anak-anak agar tidak bermain di area rel, mengingat kereta api tidak dapat berhenti secara mendadak.

  • Cuaca Ekstrem Mengintai, Warga Cianjur Diminta Waspada Banjir, Longsor hingga Pohon Tumbang

    Cuaca Ekstrem Mengintai, Warga Cianjur Diminta Waspada Banjir, Longsor hingga Pohon Tumbang

    Liputan6.com, Jakarta – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, resmi meningkatkan pengawasan dan pemantauan di sejumlah wilayah. Langkah ini diambil menyusul informasi dari BMKG terkait potensi cuaca ekstrem berupa hujan deras dan angin kencang yang diprediksi melanda Cianjur selama beberapa hari ke depan.

    ​Sekretaris BPBD Cianjur, Asep Sudrajat menjelaskan, peringatan cuaca dari BMKG mencakup hampir seluruh wilayah Cianjur, mulai dari utara hingga ke selatan.

    ​”Kami meminta masyarakat yang tinggal di wilayah rawan bencana terutama Cianjur selatan selalu meningkatkan kewaspadaan karena sebagian besar wilayah Cianjur masuk dalam zona merah tertinggi bencana alam,” ujar Asep, Sabtu (10/1/2026).

    ​Asep memaparkan bahwa ancaman bencana seperti banjir, longsor, hingga pergeseran tanah rawan terjadi di Kecamatan Cidaun, Sindangbarang, Agrabinta, Campaka, dan sekitarnya.

    ​Selain itu, masyarakat terutama para pengendara diimbau waspada terhadap risiko pohon tumbang saat angin kencang. Titik rawan ini meliputi kawasan Puncak, Cipanas-Cianjur, Jalan Raya Bandung-Cianjur, hingga wilayah perkotaan.

    ​”Ini harus menjadi perhatian masyarakat di seluruh wilayah Cianjur untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan, termasuk pengendara agar melintas dengan aman dan nyaman mematuhi anjuran petugas,” tambahnya.

     

  • Oktober 2025 Puncak Paparan Super Flu

    Oktober 2025 Puncak Paparan Super Flu

    Liputan6.com, Bandung – Rumah Sakit Umum Pemerintah (RSUP) Hasan Sadikin Kota Bandung, Jawa Barat (Jabar) menyebutkan pada bulan Oktober 2025 merupakan puncak pasien yang terpapar influenza H3A2 subklade K lebih populer disebut super flu.

    Menurut Ketua Tim Penyakit Infeksi New Emerging dan Reemerging (Pinere) RSUP Hasan Sadikin Kota Bandung, dr. Yovita Hartantri, SpPD(K)PTI, berdasarkan data hasil pemeriksaan sampel surveilans khusus pasien dengan gejala influenza yang dikirimkan ke Kementerian Kesehatan RI, paparan influenza H3A2 subklade K dimulai sejak Agustus 2025.

    “Kejadian dari Influenza khususnya influenza A itu meningkat dari mulai bulan Agustus itu ada peningkatan. Jadi temen-temen di awal tahun 2025 meningkat, dan Agustus, September, Oktober puncaknya, tapi November sudah menurun,” ujar Yovita dalam keterangannya ditulis Bandung, Sabtu (10/1/2025).

    Yovita mengatakan data tersebut merupakan hasil pemeriksaan seluruh sampel pemeriksaan pasien yang dikirim ke Balai Besar Laboratorium Biologi Kesehatan, Jakarta.

    Tak hanya RSUP Hasan Sadikin, hal serupa pula dilakukan rumah sakit yang bertanggung jawab langsung ke Kementerian Kesehatan.

    “Semua sampel yang kami kerjakan baik juga di rumah sakit lain di seluruh Indonesia, termasuk rumah sakit vertikal dilakukan pemeriksaan diminta sequencing. Dan itulah kami baru dapat data di Januari 2026 ini,” kata Yovita.

    Dia merinci hasil akhir pada 2 Januari 2026 ada 10 kasus yang dinyatakan influenza H3A2 subklade K. Seluruh pasien 10 ini memang sudah dirawat di RSUP Hasan Sadikin yaitu di bulan Oktober 2025 ada 8 kasus, dan November 2025 ada 2 kasus.

     

    Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menjelaskan super flu varian K atau H3N2 subclade baru yang merebak di sejumlah negara. Di Indonesia tercatat 62 kasus, masyarakat diminta waspada namun tidak panik.

  • Alhamdulilah Bisa Berteduh dengan Keluarga

    Alhamdulilah Bisa Berteduh dengan Keluarga

    Liputan6.com, Aceh Tamiang – Detik-detik banjir bandang pada akhir November lalu masih membekas di ingatan Siti Rahma. Kala itu, warga Kampung Sukajadi, Kabupaten Aceh Tamiang tersebut masih tinggal di sebuah hunian yang nyaman di sisi sungai. Meluapnya air dan naik-turunnya permukaan sungai sudah lumrah ia rasakan sehari-hari.

    Firasat serupa kembali ia rasakan sesaat sebelum bencana terjadi. Awalnya, ia mengira luapan air sungai yang terjadi saat itu hanya bersifat sementara, seperti kejadian-kejadian sebelumnya. Namun, air ternyata tak kunjung surut. Air sungai kian meninggi, dan pada akhirnya mengubah hidupnya 180 derajat.

    “Saat malam tiba, rumah kita sudah tersapu banjir. Rumah kami sudah tidak ada lagi,” ujar Siti, Jumat (9/1).

    Situasi mencekam itu memaksa Siti dan keluarganya mengungsi ke Posko Pengungsian Jembatan Kuala Simpang. Selama sebulan, mereka bertahan dalam keterbatasan, dengan satu harapan sederhana: bisa kembali memiliki tempat untuk berkumpul bersama keluarga.

    Untungnya, harapan Siti akhirnya terwujud. Pada Kamis (8/1), Siti dan keluarganya telah beranjak dari posko pengungsian dan berpindah menempati hunian sementara (huntara) yang jauh lebih layak.

    Bagi Siti, hari itu menjadi salah satu momen paling membahagiakan sejak bencana terjadi. Ia tak henti mengucap syukur atas tempat berteduh yang kini bisa ia sebut rumah, meski bersifat sementara.

    “Kami alhamdulilah, senang sekali karena dapat rumah hunian sementara dari bapak Presiden,” ungkapnya.

    Siti adalah salah satu penghuni 600 hunian sementara yang telah dibangun Danantara Indonesia bersama BUMN Karya.

    Hunian sementara ini jauh dari kesan darurat. Setiap unit dirancang fungsional dengan satu pintu dan satu jendela untuk sirkulasi udara. Di dalamnya sudah tersedia dua tempat tidur, lemari, kipas angin, hingga meja makan. Akses jalan antarblok dilapisi rumput buatan yang menambah kesan asri, lengkap dengan pot tanaman penghijauan di setiap pintu.

    Kegembiraan dan rasa syukur tak hanya terucap dari mulut Siti. Yati, warga lainnya, juga ikut memanjatkan syukur karena bisa kembali berteduh di tempat yang nyaman.

    “Alhamdulilah, kami senang sekali karena bisa berteduh sama keluarga,” ujar Yati.

  • Jelang Ramadan, Bulog Pastikan Keamanan Stok Beras dan Minyak Goreng di Aceh

    Jelang Ramadan, Bulog Pastikan Keamanan Stok Beras dan Minyak Goreng di Aceh

    Liputan6.com, Jakarta – Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani memastikan bahwa stok beras dan minyak goreng di Provinsi Aceh berada dalam kondisi aman dan mencukupi. Pasokan tersebut diharapkan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat, khususnya warga terdampak bencana, menjelang bulan Ramadan.

    Kepastian tersebut disampaikan Ahmad setelah meninjau data persediaan beras dan minyak goreng di 15 gudang Bulog yang tersebar di Aceh. Berdasarkan catatan per Jumat (9/1), stok beras di gudang-gudang tersebut mencapai 64.889 ton, sementara persediaan minyak goreng tercatat sebesar 307.220 liter.

    “Jadi masyarakat yang ada di Aceh, khususnya yang terdampak bencana, tidak perlu bimbang dan ragu, apalagi menjelang Ramadan. Jadi stok beras Bulog cukup banyak, minyak goreng juga banyak,” ujar Ahmad dalam konferensi pers, Jumat (9/1).

    Selain di Aceh, ia juga memastikan keamanan persediaan beras dan minyak goreng di wilayah terdampak bencana lainnya.

    Di Sumatra Utara, contohnya, ia menerangkan bahwa stok beras dan minyak goreng masing-masing tercatat sebesar 17.904 ton dan dan 284.588 liter. Sementara itu, di Sumatra Barat, persediaan beras dan minyak goreng masing-masing mencapai 5.508 ton dan 15.928 liter.

    Tak hanya di provinsi terdampak bencana, ia juga memastikan bahwa stok beras nasional juga tetap aman menjelang hari besar keagamaan, seperti Imlek dan Idulfitri. Sebab menurutnya, cadangan beras pemerintah saat ini sebesar 3,35 juta ton sangat cukup untuk mengantisipasi kenaikan permintaan yang umumnya terjadi pada periode tersebut.

    “Jadi total stok beras Bulog di tanah air adalah 3,35 juta ton, dan kesiapan stok ini untuk menghadapi, Imlek dalam waktu dekat, kemudian menghadapi Ramadan, kemudian menghadapi Lebaran. Insyaallah stok ini akan terus bertambah,” tutupnya.

  • Antisipasi Kepadatan Massa di Stadion GBLA, Wali Kota Bandung Imbau Nobar Laga Persib vs Persija

    Antisipasi Kepadatan Massa di Stadion GBLA, Wali Kota Bandung Imbau Nobar Laga Persib vs Persija

    Sebanyak 2.749 personil gabungan dari TNI, Polri, SatPol PP, Dinas Perhubungan, Kesehatan dan pihak terkait lainnya dikerahkan untuk berjaga saat pertandingan BRI Super League Persib Bandung menjamu Persija Jakarta pada Minggu (11/1/2026) pukul 15.30 WIB di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA).

    Menurut Kepala Polisi Jawa Barat, Rudi Setiawan, seluruh aspek pengamanan yang mendukung kelancaran pertandingan Persib Bandung melawan Persija Jakarta langsung ditangani oleh otoritasnya guna memudahkan koordinasi dan pengamanan prima.

    “Kami hadir untuk melayani kenyamanan bobotoh supaya selama di GBLA menyaksikan pertandingan dan kembali ke rumah dengan selamat dan keadaan nyaman. Pemeriksaan kami akan lakukan dari beberapa titik dan kami mengimbau teman-teman suporter tidak membawa barang-barang yang dilarang atau membahayakan secara umum,” ujar Rudi saat konferensi pers di Markas Polrestabes Bandung, Bandung, Kamis (8/1/2026).

    Rudi merinci benda berbahaya itu berupa flare, senjata tajam, alkohol, dan hal serupa. Petugas pengamanan akan melakukan penggeledahan barang bawaan suporter dengan beberapa tahapan.

    Sehingga ungpa Rudi, seluruh penonton yang masuk ke Stadion GBLA sudah terbebas dari barang berbahaya yang telah ditetapkan oleh petugas pengamanan.

    “Nanti tiga kali kami akan melakukan pemeriksaan sehingga begitu sampai di GBLA, itu semua sudah dalam keadaan bersih. Tidak hanya body checking yang kami lakukan, tapi kami sudah sepakat melakukan sterilisasi di jalan menuju stadion,” sebut Rudi.

    Rudi menyebutkan sterilisasi ini diberlakukan sesuai dengan aturan PSSI soal tidak diperbolehkan suporter Persija Jakarta menyaksikan langsung pertandingan di Stadion GBLA Kota Bandung, Jawa Barat.

    Untuk mencegah kehadiran suporter tim tamu, Rudi mengatakan penjagaan ketat juga akan dilakukan di pintu-pintu masuk ke Kota Bandung, baik yang melalui jalur kereta api maupun jalur darat lainnya.

    “Termasuk pintu-pintu masuk ke ke Bandung baik dari kereta api, darat dan sebagainya kita akan monitoring dan penjagaan supaya bisa mengantisipasi jangan sampai ada suporter tim tamu yang memaksa hadir ke sini karena aturan PSSI dalam pertandingan ini tidak diperbolehkan suporter tim lawan hadir,” ungkap Rudi.

    Pengamanan kali ini, Polisi Jawa Barat bisa berkoordinasi langsung dengan dengan Mabes Polri maupun Polda Metro Jaya.

    Pihaknya akan memonitor di sejumlah titik, termasuk pada ruang digital yang biasanya banyak ajakan atau hasutan di media sosial dari oknum untuk memperkeruh suasana.

    “Semua ruang kita akan monitoring termasuk ruang cyber yang biasanya kerap ada hasutan supaya bisa kita antisipasi,” ujar Rudi.

  • Polisi Tutup Kasus Kematian Arya Daru, Keluarga Ungkap Banyak Kejanggalan

    Polisi Tutup Kasus Kematian Arya Daru, Keluarga Ungkap Banyak Kejanggalan

    Liputan6.com, Jakarta – Di balik keputusan kepolisian menghentikan penyelidikan kematian Arya Daru, tersisa tanda tanya besar yang hingga kini belum terjawab.

    Bagi keluarga, penutupan perkara justru membuka kembali luka lama sekaligus memunculkan sederet kejanggalan yang mereka nilai tidak pernah diusut secara tuntas.

    Kematian Arya Daru yang sejak awal menyisakan misteri kini resmi dihentikan penyelidikannya oleh kepolisian. Kepastian itu diketahui setelah istri almarhum, Meta Puspitari, menerima Surat Pemberitahuan Penghentian Penyelidikan (SP3) pada 7 Januari 2026.

    Namun, yang menjadi sorotan, surat tersebut bertanggal 6 Januari 2026, sementara penetapan penghentian penyelidikan disebut telah dilakukan sejak 12 Desember 2025.

    Keputusan ini sontak menuai kekecewaan mendalam dari pihak keluarga. Mereka menilai, banyak fakta penting yang hingga kini belum mendapatkan penjelasan logis dari aparat penegak hukum.

    Salah satu kejanggalan yang kembali diungkap adalah temuan sidik jari di lokasi kejadian. Dalam audiensi dengan penyidik Polda Metro Jaya pada November 2025, keluarga mendapat penjelasan bahwa terdapat empat sidik jari di tempat kejadian perkara. Namun, hanya satu yang berhasil diidentifikasi sebagai milik Arya Daru, sementara tiga lainnya disebut rusak akibat faktor cuaca.

    Penjelasan tersebut dinilai janggal oleh keluarga. Pasalnya, sidik jari itu ditemukan di dalam kamar tertutup yang dilengkapi pendingin ruangan atau AC. Menurut keluarga, kondisi tersebut seharusnya meminimalkan kemungkinan rusaknya sidik jari akibat cuaca.

    “Kami mempertanyakan logika dari penjelasan itu. Bagaimana mungkin sidik jari di ruangan tertutup dan ber-AC rusak karena cuaca?,” ujar Ketua Tim Hukum Keluarga Almarhum Arya Daru Pangayunan (ADP), Nicolay Aprilindo.

     

    Pihak keluarga mendesak penyidik Polda Metro Jaya mendalami informasi terbaru di balik kematian diplomat muda, Arya Daru Pangayunan. Dari keterangan sejumlah saksi, korban diketahui kerap menginap bersama seorang perempuan di sejumlah hotel di Jakart…

  • Jaksa Gadungan di Sulsel Diringkus usai Tipu Warga Ratusan Juta, Ngaku Bisa Urus Perkara dan CPNS

    Jaksa Gadungan di Sulsel Diringkus usai Tipu Warga Ratusan Juta, Ngaku Bisa Urus Perkara dan CPNS

    Liputan6.com, Jakarta – Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan (Kejati Sulsel) menangkap seorang jaksa gadungan berinisial AM alias Pung bersama seorang PPPK Paruh Waktu Balai Penataan Bangunan, Prasarana, dan Kawasan Sulawesi Selatan (BPBPK Sulsel) berinisial R dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT), pada Jumat, 9 Januari 2026.

    Penangkapan ini merupakan tindak lanjut dari laporan masyarakat terkait dugaan praktik penipuan oleh oknum yang mengatasnamakan jaksa Kejati Sulsel dan menjanjikan kemudahan pengurusan perkara hingga penerimaan CPNS.

    Kasus bermula pada Mei 2025, pascakonferensi pers dugaan korupsi perjalanan dinas fiktif periode 2022–2023 di Balai Penyediaan Perumahan Sulawesi III. Saat itu, AM bersama R mendatangi rumah korban IS di Jalan Andi Djemma, Makassar.

    R meyakinkan korban bahwa AM merupakan jaksa aktif Kejati Sulsel yang mampu menghentikan penanganan perkara korupsi yang tengah ditangani Bidang Tindak Pidana Khusus (Pidsus). Atas klaim tersebut, pelaku meminta imbalan Rp 45 juta, yang dibayarkan bertahap melalui transfer bank dan tunai.

    Tak hanya itu, pelaku juga meminta korban mengaburkan harta kekayaan dengan memindahkan dana ke rekening AM dan melakukan penarikan tunai sebagai upaya menghambat proses penyidikan. AM bahkan sempat menghubungi sejumlah pihak melalui aplikasi WhatsApp terkait perkara yang masih dalam tahap penyidikan Tim Pidsus Kejati Sulsel.

    Selain mengurus perkara, AM juga menawarkan jasa kepada IB, anak dari IS, dengan janji meluluskan sebagai CPNS Kejaksaan RI formasi Jaksa. Untuk meyakinkan korban, AM meminta uang secara bertahap sejak Juni hingga Oktober 2025 dengan total mencapai Rp 170 juta.

    Pelaku juga memungut biaya tambahan, antara lain Rp 5 juta untuk pembuatan seragam dinas, Rp 5 juta untuk tiket pesawat dan akomodasi hotel ke Jakarta, hingga Rp 10 juta uang kedukaan dengan dalih anak pelaku meninggal dunia.