Kapolres Jaksel Diganti: Kombes Putu Yuni Gantikan Nicolas Lilipaly
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com –
Kasubdit Sumber Daya Alam Ditekonomi Baintelkam Polri Kombes Pol I Putu Yuni Setiawan menggantikan Kombes Pol Nicolas Ary Lilipaly sebagai Kapolres Jakarta Selatan.
Nicolas Ary Lilipaly dimutasi ke Sekolah Pimpinan (Sespim) Lemdiklat Polri sebagai pendidik atau Widyaswara Kepolisian Utama.
“Kombes Pol Nicolas Ary Lilipaly, S.I.K., M.H., M.Si. NRP 73090617 Kapolres Metro Jaksel Polda Metro Jaya diangkat dalam jabatan baru sebagai Widyaiswara Kepolisian Utama Tingkat I Sespim Lemdiklat Polri TTK,” dikutip dari isi surat telegram tersebut.
Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) melakukan mutasi dan promosi jabatan terhadap 1.086 perwira tinggi (pati) dan perwira menengah (pamen) pada Desember 2025.
Total sebanyak 1.086 personel Polri tercantum dalam lima Surat Telegram (ST) mutasi yang diterbitkan pada 15 Desember 2025
“Mutasi merupakan hal yang wajar dalam organisasi Polri,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko kepada wartawan, Sabtu (20/12/2025)
Dalam mutasi kali ini, tercatat sebanyak 35 polisi wanita (polwan) mendapatkan promosi.
Salah satu pati polwan yakni Brigjen Pol Sulastiana dipercaya menjabat sebagai Wakapolda Papua Barat.
Enam Polwan juga dipercaya menjabat sebagai kapolres di berbagai daerah.
Dari keseluruhan mutasi, sebanyak 928 personel mendapatkan promosi maupun penugasan setara (flat), termasuk satu jabatan Kapolda NTB yang dipercayakan kepada Irjen Pol Edy Murbowo.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.
Category: Kompas.com Metropolitan
-
/data/photo/2025/12/20/6946208142bcc.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Gagal Peras Korban, Pria di Maluku Sebar Video Bugil Anak ke Medsos Regional 20 Desember 2025
Gagal Peras Korban, Pria di Maluku Sebar Video Bugil Anak ke Medsos
Tim Redaksi
AMBON, KOMPAS.com
– Aparat Polres Maluku Tenggara menangkap seorang pria berinisial HR alias Hengky terkait kasus pornografi anak. Pelaku nekat menyebarkan video bugil korban setelah gagal melakukan pemerasan dan pemaksaan untuk bertemu.
Hengky ditangkap di Dobo,
Kepulauan Aru
, Maluku, pada Rabu (17/12/2025) setelah polisi menerima laporan dari keluarga korban. Pelaku diketahui memanfaatkan media sosial dengan membuat akun palsu untuk menjerat anak-anak.
“Pelaku membuat akun media sosial palsu untuk mendekati korban, membangun relasi seolah-olah berpacaran, padahal korban tidak pernah mengenal identitas pelaku dan belum pernah bertemu secara langsung,” kata Kapolres
Maluku Tenggara
AKBP Rian Suhendi kepada wartawan, Sabtu (20/12/2025).
Rian menjelaskan, tersangka awalnya melakukan panggilan video dengan korban. Secara manipulatif, pelaku meminta korban membuka busana dan merekam percakapan video tersebut tanpa sepengetahuan korban.
“Jadi setelah menguasai konten tersebut, pelaku diduga melakukan pemerasan dan ancaman, termasuk memaksa korban untuk bertemu,” kata Rian.
Lantaran korban menolak memberikan sejumlah uang dan enggan diajak bertemu, pelaku kemudian memviralkan konten pribadi korban di sejumlah media sosial. Dari hasil penyelidikan, polisi menemukan indikasi bahwa korban Hengky lebih dari satu orang.
“Bahkan terdapat dugaan adanya korban lain yang mengalami kekerasan seksual secara langsung. Seluruh temuan tersebut masih terus didalami oleh penyidik,” ujarnya.
Setelah dipastikan keberadaannya di Dobo, tim Satreskrim
Polres Maluku Tenggara
langsung bergerak melakukan penangkapan. Pelaku kini telah dibawa ke Langgur untuk menjalani proses hukum.
“Pelaku berhasil diamankan pada 17 Desember 2025 dan selanjutnya dibawa ke Langgur untuk menjalani proses hukum lebih lanjut,” katanya.
Saat ini Hengky telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di sel tahanan Polres Maluku Tenggara. Ia terancam dijerat Pasal 9 UU Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi dan Pasal 27 Ayat (1)
UU ITE
dengan ancaman pidana penjara maksimal 12 tahun.
Rian mengingatkan para orang tua untuk lebih ketat mengawasi aktivitas anak di dunia maya karena ruang digital memiliki risiko kejahatan yang nyata.
“Ruang digital bukanlah ruang tanpa risiko. Literasi digital, pengawasan orang tua, serta keberanian korban dan keluarga untuk melapor merupakan kunci utama dalam memutus mata rantai kejahatan
pornografi anak
,” ujar Rian.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2025/12/20/69462b4b73af1.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Buaya Sering Muncul di Kali PIK, Petugas: Banyak, yang Besar Ada di Ujung Megapolitan 20 Desember 2025
Buaya Sering Muncul di Kali PIK, Petugas: Banyak, yang Besar Ada di Ujung
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com –
Seekor buaya muara terlihat di Kali Cengkareng Drain, Pantai Indah Kapuk (PIK) 1, Penjaringan, Jakarta Utara.
Kemunculan buaya ini viral di media sosial pada Rabu (17/12/2025).
Momen tersebut pertama kali diunggah oleh akun Instagram @infopik.id.
Dalam video terlihat buaya berukuran sedang, sekitar 1,5 meter, muncul di pinggir kali.
“Saya lihat ada buaya, itu buayanya lumayan besar remaja kayaknya ini, masuk dia ke air. Hati-hati buat yang mancing di daerah PIK, takutnya ada emak atau bapaknya (buaya),” ucap seorang warga dalam video itu.
Petugas
keamanan PIK 1
, Taufik (27), mengatakan
Kali Cengkareng Drain
yang berada di samping pos jaganya memang kerap didatangi buaya sejak dulu.
“Buaya banyak di ujung, buaya muara. Yang gede enggak pernah muncul, adanya di ujung, kalau di sini sering muncul anaknya berukuran 1,5 meter,” tutur Taufik saat diwawancarai Kompas.com di lokasi, Sabtu (20/12/2025).
Biasanya, buaya tersebut naik ke permukaan sekitar pukul 10.00 WIB untuk berjemur di atas sekat sampah kubus apung HDPE berwarna hijau yang membentang di ujung kali.
Saat pengamatan Kompas.com di lokasi pada sekitar pukul 10.00 WIB, buaya tidak muncul.
Pada akhir November lalu, buaya tersebut sempat muncul selama tiga hari berturut-turut untuk berjemur di kubus apung HDPE.
“Kemarin tumben-tumbenan tiga hari berturut-turut naik terus. Biasanya dia jemur paling satu jam, pas tiga hari itu lama dari pagi sampai sore diam aja itu, sebelum musim hujan atau akhir bulan November,” ujar Taufik.
Petugas Unit Pengelola Sistem Badan Air Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta, Budi (56), juga menyebut kemunculan buaya di Kali Cengkareng Drain adalah hal yang lumrah.
“Sering muncul, tapi enggak setiap hari. Biasanya kalau udara panas mereka berjemur di sekatan sampah berwarna hijau bernama HDPE,” ungkap Budi.
Budi menambahkan bahwa memang terdapat banyak buaya di Kali Cengkareng Drain, namun hewan tersebut lebih sering terlihat dalam enam bulan terakhir.
Ia menilai kemunculan buaya tersebut belum mengganggu warga karena ukurannya masih relatif kecil.
Ketika didekati manusia, buaya tersebut cenderung ketakutan dan langsung masuk kembali ke dalam air.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2025/04/16/67ff66caeb231.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Data Rahasia Pengendara "Ditelanjangi" Aplikasi Mata Elang hingga Nomor Mesin Megapolitan 20 Desember 2025
Data Rahasia Pengendara “Ditelanjangi” Aplikasi Mata Elang hingga Nomor Mesin
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com –
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) RI menghapus delapan aplikasi mata elang (matel) yang diduga menyebar data nasabah secara ilegal.
“Komdigi telah mengajukan permohonan penghapusan (delisting) terhadap delapan aplikasi digital yang berkaitan dengan praktik mata elang kepada pihak platform digital terkait, yakni Google dalam hal ini,” ungkap Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Kemkomdigi Alexander Sabar dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Jumat (19/12/2025).
Dari delapan aplikasi tersebut, enam di antaranya sudah tidak aktif lagi, sementara dua lainnya masih dalam proses.
Salah satu
aplikasi mata elang
yang dihapus oleh Komdigi adalah ‘BestMatel’ yang bisa dengan mudah diunduh di platform digital oleh setiap orang.
Dengan menggunakan aplikasi ini, para mata elang dengan mudah mencari dan mengidentifikasi kendaraan yang mengalami masalah kredit.
Sebab, dalam aplikasi itu sudah terdapat jutaan data kendaraan yang mengalami masalah kredit.
Para mata elang tinggal memasukan saja nomor polisi (nopol) kendaraan yang lewat di depannya untuk melihat apakah memiliki tunggakan kredit atau tidak.
Jika memang memiliki tunggakan kredit, nopol kendaraan itu akan muncul di aplikasi beserta data pendukung lainnya seperti nomor mesin, jenis motor, info debitur dan info leasing.
Berbekal informasi dari aplikasi, para mata elang dengan mudah melakukan penarikan kendaraan di tengah jalan atau lokasi-lokasi yang strategis.
Tak hanya menghapus aplikasi, Komdigi juga akan melakukan penyelidikan terhadap dugaan penjualan dan penyalahgunaan data nasabah kendaraan bermotor yang dimanfaatkan oleh pihak tertentu.
Alexander menegaskan, penanganan terhadap aplikasi mata elang dilakukan sesuai dengan Peraturan Menteri Kominfo Nomor 5 Tahun 2020 tentang Penyelenggara Sistem Elektronik Lingkup Privat.
“Proses penindakan dilakukan melalui tahapan pemeriksaan, analisis, serta rekomendasi pemutusan akses atau penghapusan aplikasi berdasarkan surat resmi dari instansi pengawas sektor terkait, seperti Otoritas Jasa Keuangan dan Kepolisian Negara Republik Indonesia,” lanjut Alexander.
Sementara untuk dua aplikasi yang belum dihapus sedang dilakukan proses verifikasi lanjutan oleh pihak platform.
Komdigi berjanji akan melakukan koordinasi dengan instansi pengawasan sektor dan platform digital agar membuat ruang digital tetap aman untuk masyarakat.
Alexander juga berjanji, Komdigi akan terus melindungi data pribadi masyarakat agar tidak disalahgunakan secara ilegal oleh pihak-pihak yang tak bertanggung jawab.
Pengamat siber Alfons Tanujaya menyebut 200 juta data masyarakat Indonesia sudah bocor.
“Data kependudukan Indonesia 200 juta lebih sudah bocor, tinggal download data KK sudah bocor, kamu tinggal download. Kamu punya uang, kamu bayar, kamu bisa download. Itu dijual (datanya),” ungkap Alfons.
Ketika satu kali saja data pribadi bocor, maka akan terus bocor atau tersebar selamanya sehingga bisa saja disalahgunakan oleh banyak orang.
Melalui data pribadi yang bocor, seseorang bisa mudah mencari tahu informasi pribadi tentang orang lain secara detail.
“Bisa tahu namanya siapa, lahir di mana, tanggalnya berapa, tinggal di mana, orang tuanya siapa, nama gadis ibu kandungnya siapa, dia pernah punya mobil apa aja BPKB, lalu dia nomor telponnya berapa, handphonenya apa, lalu apakah dia pernah sakit, vaksinnya berapa kali, itu semua sudah bocor,” tegas Alfons.
Jadi, tak heran bila data nasabah yang mengalami kredit bermasalah bisa bocor dan tertera dalam aplikasi mata elang.
Alfons juga menegaskan, disebarnya data nasabah lewat aplikasi mata elang merupakan bentuk pelanggaran terhadap hukum.
“Aplikasi Dewa Matel atau sejenisnya jelas merupakan pelanggaran atas Undang-undang Pelindingan Data Pribadi (PDP) di mana data kendaraan seperti plat nomor, nomor mesin, nomor rangka, nama lembaga pembiayaan, nama pemilik, tahun kendaraan dan warna kendaraan bisa diketahui menggunakan aplikasi ini,” ungkap Alfons.
Namun, Alfons menilai, perkara ini perlu dilihat secara detail terutama terkait dengan nasib para leasing yang harus menghadapi pelanggan yang memang enggan membayar cicilan kreditnya.
Jika pihak leasing mengambil langkah hukum tentu saja akan menghabiskan waktu, tenaga, dan biaya yang tak sepadan dengan kredit nasabah.
“Karena itulah maka lembaga pembiayaan mencari cara lain, salah satunya dengan menggunakan debt collector atau Matel,” tutur Alfons.
Alfons menyarankan, pihak yang menyuplai data nasabah di aplikasi mata elang tersebut harus benar-benar ditelusuri dan ditindak secara hukum.
“Ada kemungkinan lembaga pembiayaan menggunakan jasa outsource untuk menagih kredit tertunggak dan antar lembaga outsource ini saling berkomunikasi, serta berbagi data, kemudian dijadikan database oleh aplikasi matel ini untuk mempermudah operasional mereka,” ujar Alfons.
Apabila sudah tersebar dalam aplikasi mata elang, dikhawatirkan data-data nasabah bisa disalahgunakan untuk hal-hal lain seperti penipuan.
Alfons mengingatkan, penggunaan data nasabah yang mengalami kredit bermasalah tidak boleh sembarangan, termasuk oleh perusahaan yang memberikan kreditnya, meski itu legal.
Jika leasing ingin menggunakan data nasabah yang mengalami kredit bermasalah untuk melakukan penarikan kendaraan maka harus ada dokumen pendukung yang sah.
“Misalkan ada surat tugas, untuk nomor plat berapa, namanya siapa, itu harus ada informasi dan surat resmi yang formal,” tutur dia.
Apabila data nasabah hanya didapat dari aplikasi saja maka itu sudah merupakan pelanggaran hukum yang besar.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2025/12/20/694629d75b93b.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
7 Pahlawan SEA Games Robi Syianturi Diguyur Bonus Rp 140 Juta, Istrinya Dapat Beasiswa Dokter Spesialis Regional
Pahlawan SEA Games Robi Syianturi Diguyur Bonus Rp 140 Juta, Istrinya Dapat Beasiswa Dokter Spesialis
Tim Redaksi
BELITUNG, KOMPAS.com
– Atlet lari asal Belitung, Robi Syianturi, disambut bak pahlawan setelah berhasil menyabet medali emas dalam ajang SEA Games Thailand 2025.
Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengguyur sang pelari dengan bonus uang tunai hingga beasiswa pendidikan spesialis untuk istrinya.
Kedatangan Robi di Bandara HAS Hanandjoeddin disambut langsung oleh Gubernur Bangka Belitung,
Hidayat Arsani
.
Robi dikalungi syal Belitong Island dan bunga sebagai bentuk penghormatan atas keberhasilannya di kategori Athletic Men’s Marathon.
“Selamat datang untuk putra bangsa kita, atas nama Pemprov Babel dan seluruh masyarakat sangat bangga atas pencapaian yang telah berhasil membawa emas untuk Indonesia dan mewakili Bangka Belitung,” kata Hidayat saat penyambutan, Jumat (19/12/2025).
Robi sukses menjadi yang tercepat dengan catatan waktu 2 jam 27 menit 33 detik, mengungguli dua pelari asal Filipina.
Tak hanya emas SEA Games, pelari kelahiran 8 Januari 1998 ini juga tercatat sebagai pemecah rekor nasional dan rekor Asia Tenggara pada Gold Coast Marathon 2025 di Australia.
Sebagai bentuk apresiasi, Gubernur Hidayat Arsani menyerahkan bonus uang pembinaan total Rp 140 juta. Rinciannya, Rp 100 juta untuk medali emas SEA Games, Rp 20 juta untuk pemecahan rekor di Australia, dan Rp 20 juta atas prestasi emas di Maybank Marathon 2025 Bali.
Menariknya, perhatian pemerintah juga menyasar keluarga sang atlet. Istri Robi, dokter Bella yang tengah mengandung, mendapatkan beasiswa penuh untuk menempuh pendidikan dokter spesialis ke Jakarta.
“Menggunakan anggaran Provinsi Bangka Belitung. Ini bentuk penghargaan kami sebagai pemerintah, karena
Robi Syianturi
sudah mengharumkan nama bangsa dan negara,” ujar Gubernur Hidayat.
Hidayat yang akrab disapa Panglima ini menegaskan bahwa pemberian fasilitas tersebut merupakan komitmen daerah dalam merawat talenta atlet berprestasi.
“Kita bangga dan mengucapkan terima kasih kepada ananda Robi. Kita beri bonus yang sesuai dan kita fasilitasi pendidikan spesialis untuk istrinya. Mudah-mudahan ke depan akan lahir Robi Syianturi lainnya dari Bangka Belitung,” kata Hidayat.
Robi Syianturi yang hadir didampingi orangtua dan istrinya tampak terharu menerima apresiasi tersebut. Ia bertekad untuk terus memberikan prestasi terbaik bagi tanah air di ajang internasional mendatang.
“Terima kasih pak gubernur dan seluruh jajaran Pemda apresiasi yang luar biasa. Saya sangat bangga bisa mewakili Indonesia dan menjadi atlet dari Bangka Belitung. Saya akan terus memberikan yang terbaik untuk daerah dan bangsa,” ujar Robi.
Berkaitan dengan bonus medali emas yang mencapai Rp 1 miliar, Robi mengatakan ini menjadi sebuah berkah untuk keluarganya yang tengah menantikan kelahiran calon buah hati pada Maret tahun depan.
“Saya berharap semoga terealisasi dengan benar, dan ini mengejutkan buat para atlet, jadi motivasi juga. Kita sebenarnya bukan karena uang ya, semua orang butuh uang, tetapi yang pertama untuk Merah Putih,” kata Robi.
“Ya, mungkin kado terindah buat istri saya yang lagi hamil, mungkin yang akan lahir di bulan Maret. Ya mudah-mudahan dipergunakan untuk hal yang baik,” jelasnya.
Untuk selanjutnya, Robi akan persiapan menuju Sevilla Marathon yang akan berlangsung pada Februari tahun depan. Menuju event tersebut, dia akan kembali menjalani pemusatan latihan di Kenya selama satu bulan.
“Setelah ini mungkin di awal 2026 saya akan persiapan menuju Sevilla Marathon tepatnya di 15 Februari,” tutur pelari 27 tahun.
“Tanggal 5 Januari Insya Allah saya akan kembali lagi ke Kenya untuk TC satu bulan persiapan Sevilla Marathon,” ungkapnya.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2025/11/11/69130deea6fa1.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Salat Subuh Berjamaah di Balai Kota, Gubernur Pramono Tegaskan Komitmen Kerukunan dan Keberpihakan pada Warga Megapolitan 20 Desember 2025
Salat Subuh Berjamaah di Balai Kota, Gubernur Pramono Tegaskan Komitmen Kerukunan dan Keberpihakan pada Warga
Tim Redaksi
KOMPAS.com
– Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung melaksanakan salat Subuh berjamaah bersama para habaib dan ulama di Balai Kota Jakarta, Jumat (19/12/2025).
Pada kesempatan itu, ia menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk memperkuat kerukunan umat beragama, menyelesaikan persoalan strategis ibu kota, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui kebijakan yang berpihak pada kelompok rentan.
Pramono menekankan pentingnya menjaga harmoni kehidupan beragama di Jakarta. Menurut dia,
Pemprov DKI Jakarta
memberikan ruang seluas-luasnya bagi pelaksanaan
kegiatan keagamaan
, termasuk pemanfaatan kawasan Monumen Nasional (Monas) untuk kegiatan salawat dan aktivitas keagamaan lain.
“Tidak semua orang memiliki kesempatan dan tingkat keimanan yang sama. Karena itu, pemerintah wajib memberikan ruang agar kehidupan beragama di Jakarta dapat berjalan secara harmonis,” ujar Pramono dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Sabtu (20/12/2025).
Pada awal masa kepemimpinannya, Pramono menyampaikan bahwa Pemprov DKI Jakarta memprioritaskan penyelesaian sejumlah persoalan strategis yang belum tuntas dari periode sebelumnya.
Beberapa di antaranya adalah proyek monorel di Jalan HR Rasuna Said, penguatan Lembaga Masyarakat Adat Betawi, penataan kawasan Kali Jodo, serta penyelesaian persoalan Rumah Sakit Sumber Waras.
Pramono menjelaskan, persoalan monorel di Jalan Rasuna Said telah tuntas dari sisi hukum dan direncanakan mulai dibongkar serta diperbaiki pada Januari mendatang.
Adapun lahan Rumah Sakit Sumber Waras saat ini sepenuhnya berada di bawah kewenangan Pemprov DKI Jakarta dan akan dikembangkan menjadi rumah sakit bertaraf internasional serta diusulkan sebagai Proyek Strategis Nasional (
PSN
).
Pramono juga menegaskan komitmennya untuk melanjutkan dan menyempurnakan pembangunan Jakarta International Stadium (
JIS
). Salah satu fokus utama adalah penyelesaian akses transportasi dengan menghubungkan kawasan Ancol dan JIS melalui pembangunan jembatan sepanjang 350 meter serta integrasi dengan transportasi publik.
“Dengan akses parkir di Ancol dan dukungan transportasi massal, persoalan kemacetan di sekitar JIS diharapkan dapat teratasi sehingga JIS benar-benar menjadi aset jangka panjang bagi Jakarta,” katanya.
Selain pembangunan infrastruktur, Pramono menyoroti persoalan kemiskinan dan ketimpangan sosial yang masih menjadi tantangan Jakarta.
Meski tingkat kemiskinan menunjukkan tren penurunan, Pemprov DKI Jakarta, menurut dia, tetap berfokus menekan ketimpangan melalui kebijakan yang berpihak pada masyarakat kurang mampu.
Ia menyebutkan, terdapat tiga sektor yang anggarannya tidak akan dikurangi, yakni pendidikan melalui Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus dan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU), layanan kesehatan, serta program perlindungan sosial.
Pemprov DKI Jakarta bahkan memperluas cakupan KJMU hingga jenjang Strata Dua (S2) dan Strata Tiga (S3) serta menyiapkan program beasiswa luar negeri bagi warga dari keluarga tidak mampu.
“Pendidikan adalah kunci utama untuk memutus rantai kemiskinan. Karena itu, keberpihakan kepada warga yang belum beruntung harus terus dijaga,” tegas Pramono.
Menutup sambutannya, Pramono mengapresiasi kehadiran para ulama dan masyarakat dalam kegiatan
salat Subuh
berjamaah tersebut. Ia berharap, kegiatan keagamaan di Balai Kota dapat dilaksanakan secara konsisten sebagai bagian dari upaya memperkuat spiritualitas dan kebersamaan warga Jakarta.
“Semoga kegiatan ini membawa keberkahan dan semakin mempererat kebersamaan dalam membangun Jakarta yang berkeadilan,” ujar Pramono.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2025/12/12/693bcb173667a.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
6 Komdigi Ajukan Pemblokiran 8 Aplikasi Mata Elang ke Google, 6 Sudah Diblokir Nasional
Komdigi Ajukan Pemblokiran 8 Aplikasi Mata Elang ke Google, 6 Sudah Diblokir
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com –
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) telah mengajukan pemblokiran terhadap delapan aplikasi terkait “mata elang” (matel) dari platform digital kepada Google.
Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Komdigi, Alexander Sabar, menyampaikan, langkah itu diambil menindaklanjuti dugaan
penyalahgunaan data nasabah
pembiayaan kendaraan bermotor yang beredar melalui aplikasi digital.
“Komdigi telah mengajukan permohonan penghapusan (delisting) terhadap 8 aplikasi digital yang berkaitan dengan praktik mata elang kepada pihak platform digital terkait, yakni Google dalam hal ini,” ucap Alexander dalam keterangannya, Sabtu (20/12/2025).
Menurut Alexander, enam aplikasi sudah diblokir atau tidak aktif.
Sementara dua lainnya sedang dalam proses verifikasi lanjutan oleh pihak platform.
“Saat ini, 6 aplikasi di antaranya sudah tidak aktif dan 2 aplikasi lainnya sedang dalam proses,” ungkap dia.
Menurut Komdigi,
aplikasi mata elang
yang ingin diblokir itu kerap bekerja sebagai alat pendukung bagi debt collector untuk mencari dan mengidentifikasi kendaraan kredit bermasalah.
Data yang diproses mencakup info debitur, kendaraan, hingga ciri-ciri fisik.
Para debt collector bisa memindai nomor polisi secara
real-time
melalui basis data dari perusahaan
leasing
, kemudian membantu mereka melacak, mengintai, dan melakukan penarikan kendaraan di lokasi strategis.
Terkait dugaan penjualan dan penyalahgunaan data nasabah pembiayaan kendaraan bermotor yang dimanfaatkan oleh pihak tertentu, Alex menyebut penanganan terhadap aplikasi matel yang diduga menjual dan menyalahgunakan data itu dilakukan sesuai dengan Peraturan Menteri Kominfo Nomor 5 Tahun 2020 tentang Penyelenggara Sistem Elektronik Lingkup Privat.
“Proses penindakan dilakukan melalui tahapan pemeriksaan, analisis, serta rekomendasi pemutusan akses atau penghapusan aplikasi berdasarkan surat resmi dari instansi pengawas sektor terkait, seperti Otoritas Jasa Keuangan dan Kepolisian Negara Republik Indonesia,” lanjut Alexander.
Alexander memastikan, Komdigi akan terus memastikan keamanan ruang digital bagi masyarakat.
“Kami terus memperkuat koordinasi dengan instansi pengawas sektor dan platform digital guna memastikan ruang digital tetap aman, serta melindungi masyarakat dari praktik penyalahgunaan data pribadi dan aktivitas ilegal di ranah digital,” tutup Alexander.
Di media sosial sedang viral soal aplikasi mata elang ilegal.
Aplikasi itu diduga membocorkan data pribadi sehingga dimanfaatkan oknum tertentu untuk mencari dan mengidentifikasi kendaraan dengan kredit bermasalah.
Hal ini menimbulkan keresahan masyarakat sehingga menjadi sorotan di media sosial.
Di Gresik, Jawa Timur, sebanyak dua orang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penyalahgunaan dan penjualan data pribadi debitur, melalui aplikasi Go Matel R4 yang kerap dimanfaatkan oleh
debt collector
ilegal atau mata elang.
Kasatreskrim Polres Gresik, AKP Arya Widjaya, mengatakan, penetapan tersangka dilakukan setelah pihaknya mengantongi bukti kuat dari hasil penyidikan yang dilakukan secara mendalam.
Dua orang yang ditetapkan sebagai tersangka berinisial FEP dan MJK.
Penetapan tersangka dilakukan usai pemeriksaan terhadap empat orang saksi, yakni F selaku komisaris, D selaku direktur, serta R dan K yang merupakan tim IT dari aplikasi Go Matel.
“Dari hasil penyidikan, kami telah menetapkan dua orang tersangka atas nama FEP dan MJK,” ujar Arya, Jumat (19/12/2025).
Arya menjelaskan, FEP maupun MJK ditetapkan sebagai tersangka karena terbukti mengungkap dan memperjualbelikan data pribadi debitur yang mengalami tunggakan (
overdue
).
“FEP dan MJK memperjualbelikan data debitur yang mengalami
overdue
melalui aplikasi Go Matel R4,” ujar Arya.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2025/12/10/6939594507e14.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
9 Polemik 30 Ton Beras Bantuan UEA Berakhir di Tangan Muhammadiyah Nasional
Polemik 30 Ton Beras Bantuan UEA Berakhir di Tangan Muhammadiyah
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com –
Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, menerima amanah terkait bantuan 30 ton beras dari Uni Emirat Arab (UEA) untuk korban banjir di Kota Medan, Sumatera Utara.
Bantuan ini awalnya hendak dikembalikan, tapi tidak jadi dan diserahkan ke Muhammadiyah karena tidak berasal dari pemerintah UEA, melainkan dari salah satu non-government organization (NGO) kemanusiaan di UEA.
“Dalam kerja-kerja kemanusiaan, Muhammadiyah tidak mempermasalahkan status kebencanaan. Ketika masyarakat membutuhkan pertolongan, di situlah Muhammadiyah bergerak,” kata Haedar dalam keterangannya, Sabtu (20/12/2025).
Haedar menegaskan, Muhammadiyah terus berkomitmen membantu masyarakat terdampak bencana di berbagai wilayah, tanpa mempermasalahkan status kebencanaan.
Ia menambahkan, bantuan akan disalurkan ke masyarakat yang betul-betul terdampak bencana.
“Bantuan ini akan segera disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan sebagai wujud komitmen Muhammadiyah untuk terus berkhidmat bagi kemanusiaan dan kebangsaan,” pungkas Haedar.
Sebelumnya, kabar pengembalian bantuan ke UEA disampaikan oleh Wali Kota Medan, Rico Waas.
Ia mengatakan, langkah pengembalian dilakukan karena pemerintah pusat belum membuat keputusan untuk menerima bantuan dari pihak luar atau asing.
“Jadi kami kembalikan, kami Kota Medan tidak menerima,” ucap Rico Waas dalam rekaman suara yang diterima Kompas.com, Kamis (18/12/2025).
Belakangan, pemerintah pusat mengklarifikasi soal pengembalian bantuan 30 ton beras itu.
Dari hasil komunikasi Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian dengan Dubes UEA, ternyata bantuan 30 ton beras itu bukan berasal dari pemerintah UEA, melainkan dari The Red Crescent, atau semacam Palang Merah Indonesia dari UEA.
“Kami langsung berhubungan dengan Duta Besar United Arab Emirates yang menyampaikan kepada kami tadi malam, bahwa yang diberikan itulah bantuan 30 ton berasal bukan dari dasar dari pemerintahan United Arab Emirates, tapi dari Red Crescent,” ujar Tito dalam jumpa pers di Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Jumat (19/12/2025).
Oleh karenanya, bantuan itu diserahkan ke Muhammadiyah.
Eks Kapolri ini menyebut bahwa Muhammadiyah yang akan membagi-bagikan bantuan beras tersebut kepada
korban banjir
Medan.
“Sehingga kemudian beras ini diserahkan kepada… Atas kesepakatan oleh masyarakat, kepada Muhammadiyah Medical Center, dalam rangka bencana ini Muhammadiyah membuat suatu center untuk kemanusiaan di Medan. Dan itu beras ini sekarang sudah ada di tangan Muhammadiyah. Dan nanti Muhammadiyah yang akan membagikan kepada masyarakat,” imbuh Tito.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2023/04/06/642ef99c5e8a0.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Cek Kualitas Udara Jakarta Hari Ini! Megapolitan 20 Desember 2025
Cek Kualitas Udara Jakarta Hari Ini!
Tim Redaksi
KOMPAS.com
– Kualitas udara di Jakarta memiliki indeks kualitas udara (AQI) sebesar 53, yang berada dalam kategori sedang, Sabtu (20/12/2025).
Indeks
kualitas udara
ini menunjukkan bahwa konsentrasi polutan di
Jakarta
tidak berdampak buruk bagi
kesehatan
mayoritas penduduk.
Namun, bagi kelompok sensitif, seperti anak-anak, orang tua, dan individu dengan penyakit pernapasan, tetap disarankan untuk waspada.
Menurut data pemantauan kualitas udara, Jakarta tidak sendirian dalam menghadapi tantangan
polusi udara
. Kota-kota lain juga menunjukkan tingkat kualitas udara yang bervariasi.
Berikut adalah beberapa kota dengan indeks kualitas udara yang perlu diperhatikan:
Indeks AQI memberikan informasi penting mengenai kualitas udara yang dapat mempengaruhi kesehatan masyarakat. Kategori AQI adalah sebagai berikut:
Untuk daerah dengan kualitas udara yang buruk, seperti yang terpantau di beberapa wilayah, berikut adalah rekomendasi kesehatan:
Dengan informasi ini, masyarakat diharapkan lebih sadar akan kondisi kualitas udara dan mengambil langkah-langkah preventif yang diperlukan.
Sumber: https://www.iqair.com/id
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.
/data/photo/2025/11/25/692550013c1b2.jpeg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
/data/photo/2023/12/31/65918e8d0ea75.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)