Aksi Bajing Loncat Viral, Polsek Cakung Buru Pelaku meski Korban Belum Melapor
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com
– Kepolisian Sektor (Polsek) Cakung memburu pelaku aksi
bajing loncat
yang beraksi di wilayah Cakung,
Jakarta Timur
. Pencurian tersebut sempat terekam kamera warga dan viral di media sosial.
Kapolsek Cakung Komisaris Widodo mengatakan, polisi telah melakukan pengecekan tempat kejadian perkara (TKP) dan meminta keterangan sejumlah saksi. Namun, hingga saat ini korban belum membuat laporan resmi ke kepolisian.
“Untuk korban tidak melapor, pelaku masih dilidik masih dilakukan pengejaran. Antisipasi supaya tidak terjadi lagi dilakukan patroli oleh yang pakaian dinas dan preman,” ungkap Widodo saat dikonfirmasi, Sabtu (20/12/2025).
Widodo menambahkan, polisi telah memeriksa dua orang saksi yang mengetahui peristiwa tersebut guna mendalami identitas dan pergerakan pelaku.
“Sudah cek TKP (tempat kejadian perkara), sudah periksa dua saksi untuk dimintai keterangan,” jelasnya.
Sebelumnya, sebuah video yang merekam aksi bajing loncat beredar luas di media sosial. Video tersebut diunggah akun @info.jakartatimur dan memperlihatkan dugaan pencurian muatan besi dari sebuah truk di rute Harapan Indah–Kelapa Gading pada Rabu (17/12/2025) siang.
“Terpantau dashcam diduga aksi bajing loncat mencuri besi di rute Harapan Indah, Kelapa Gading. Rabu 16 Desember 2026 Pukul 14.50 WIB,” demikian keterangan unggahan video tersebut.
Dalam rekaman itu, tampak seorang pria mengenakan baju bermotif garis putih-merah dan topi menaiki truk bermuatan besi yang tertutup terpal oranye.
Pelaku terlihat mengambil sejumlah besi dari atas truk, lalu melompat turun dan melarikan diri sambil membawa hasil curiannya.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.
Category: Kompas.com Metropolitan
-
/data/photo/2025/12/18/69437bd4ec324.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Aksi Bajing Loncat Viral, Polsek Cakung Buru Pelaku meski Korban Belum Melapor Megapolitan 20 Desember 2025
-
/data/photo/2025/12/20/694655a45c159.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
2 Bus Transjakarta Zhongtong Dijuluki "Kulkas Berjalan", Lebih Dingin dari Bus Lain? Megapolitan
Bus Transjakarta Zhongtong Dijuluki “Kulkas Berjalan”, Lebih Dingin dari Bus Lain?
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com –
Dinginnya bus Transjakarta merek Zhongtong ramai dibicarakan di media sosial belakangan ini. Bahkan saking dinginnya, bus ini disebut sebagai “kulkas berjalan”.
Salah satu pengguna Transjakarta membagikan pengalamannya naik
bus Transjakarta Zhongtong
melalui video yang diunggah di akun Instagram @d**da.d***naa.***.
Dalam video itu, pemilik akun memperlihatkan kondisi di dalam bus yang penuh embun karena dinginnya AC dan cuaca yang sedang hujan.
“Habis hujan dapat bus Transjakarta Zhongtong, lama kelamaan jadi frozen food,” tulis pemilik akun dalam videonya.
Pemilik akun mengaku sangat kedinginan di dalam bus karena lupa membawa baju hangat.
Ia juga memperlihatkan kacamatanya yang berembun setelah turun dari bus tersebut.
Kepala Departemen Humas dan CSR Transjakarta, Ayu Wardhani, mengatakan, bus Transjakarta Zhongtong tidak berbeda dari bus merek lainnya.
Bus Transjakarta wajib memenuhi Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang tertuang dalam Peraturan Gubernur Nomor 2 Tahun 2024.
Pergub itu mengatur mengenai SPM Transjakarta, halte, dan armada yang dioperasikan, termasuk pengaturan suhu pendingin ruangan di dalamnya.
“Setiap bus BRT dilakukan pengaturan AC untuk memastikan temperatur tidak melebihi 25 derajat celcius sesuai SPM dalam Pergub Nomor 2 Tahun 2024,” tutur Ayu ketika dihubungi Kompas.com, Sabtu (20/12/2025).
Dalam kondisi cuaca terik dan panas, AC di dalam setiap bus Transjakarta suhunya harus diatur cukup tinggi untuk menyeimbangkan temperatur mencapai 25 derajat.
“Terkadang dalam cuaca luar yang sejuk atau dingin karena hujan deras, dengan AC yang kuat akan membuat temperatur di dalam bus terasa sangat dingin,” ujarnya.
Pengaturan suhu armada sudah tertuang dalam SPM sehingga tidak dapat diubah sembarangan.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2025/12/20/694648d7ced28.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Rp 16,5 Miliar, Ketua KPU Tanjungbalai Ditahan Medan 20 Desember 2025
Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Rp 16,5 Miliar, Ketua KPU Tanjungbalai Ditahan
Tim Redaksi
MEDAN, KOMPAS.com
– Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjungbalai menahan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tanjung Balai, Sumatera Utara (Sumut) berinisial FRP, Jumat (19/12/2025).
Sebelumnya, FRP sudah ditetapkan menjadi tersangka dugaan
korupsi dana hibah
dari Pemerintah Kota (Pemkot) Tanjung Balai senilai Rp 1,2 Miliar.
Selain FRP, kejaksaan juga menahan tiga pejabat KPU Tanjung Balai yang ikut terlibat. Mereka adalah Sekretaris KPU Tanjung Balai, EAS; Bendahara KPU Tanjung Balai, MRS; dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) barang dan jasa, SWU.
Kepala Kejaksaan Negeri
Tanjungbalai
, Bobon Robiana mengatakan, kasus bermula saat KPU Tanjung Balai menerima dan mengelola dana hibah dari Pemkot Tanjung Balai total keseluruhan Rp 16.500.000.000 atau Rp 16,5 miliar.
Dengan rincian, pagu anggaran tahun 2023 sebesar Rp 5.800.000.000 dan tahun 2024 sebesar Rp10.700.000.000.
“Adapun realisasi penggunaan anggaran oleh KPU Kota Tanjungbalai tercatat sebesar Rp 10.869.102.399, sementara sisa anggaran sebesar Rp 5.630.897.601 telah dikembalikan ke Kas Daerah Pemerintah Kota Tanjungbalai pada tanggal 9 April 2025,” ujar Bobon melalui keterangan tertulisnya kepada
Kompas.com
, Sabtu (20/12/22025).
Selanjutnya, menurut Bobon, kejaksaan melakukan proses penyelidikan usai menerima informasi dugaan korupsi dana hibah tersebut.
Kemudian, pada 27 Agustus 2025, Kejari menggeledah Kantor KPU Kota Tanjungbalai dan juga memeriksa sebanyak 75 orang saksi.
“Berdasarkan hasil audit auditor, Penyidik menemukan adanya kerugian keuangan negara sebesar Rp 1.258.339.271,” ujar Bobon.
Kerugian negara berasal dari korupsi yang diduga dilakukan tersangka melalui penyimpangan biaya perjalanan dinas (SPPD),
mark up
pembelanjaan barang atau jasa, serta pelaksanaan kegiatan tanpa dilengkapi laporan pertanggungjawaban (LPJ).
“Penyidik juga telah menemukan dan terpenuhinya minimal dua alat bukti yang sah serta telah ditemukannya perbuatan melawan hukum,” kata Bobon.
Bobon mengungkapkan, selain menahan keempatnya,
Kejari Tanjungbalai
juga menyita barang bukti berupa uang tunai sejumlah Rp 663.450.500 yang diduga hasil korupsi.
Kini, para tersangka ditahan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Tanjungbalai untuk proses hukum lebih lanjut.
Mereka disangkakan melanggar Pasal 2 Ayat (1) jo Pasal 18 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dan ditambahkan dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2025/12/20/6946365640f40.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Gembong Bajing Loncat di Jalinsum Lampung Ditangkap, Tak Segan Bacok Sopir Saat Tepergok Regional 20 Desember 2025
Gembong Bajing Loncat di Jalinsum Lampung Ditangkap, Tak Segan Bacok Sopir Saat Tepergok
Tim Redaksi
LAMPUNG, KOMPAS.com
– Gembong bajing loncat yang kerap beraksi di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Bandar Lampung ditangkap.
Polisi menyatakan bahwa pelaku memimpin komplotan yang tidak segan melukai korbannya kalau terpergok.
Kepala Satreskrim Polresta Bandar
Lampung
, Kompol Faria Arista mengatakan, pelaku berinisial MRS, warga Kecamatan Panjang.
Berdasarkan laporan yang diterima Kepolisian, pelaku melakukan aksi terbarunya di
Jalinsum
Soekarno-Hatta (bypass) pada Oktober 2025 lalu.
“Komplotan mereka ini berjumlah lima orang, dan ada satu orang yang masih dibawah umur. Mereka saat itu mengincar truk bermuatan pakan ayam,” kata Faria, di Mapolresta Bandar Lampung, Sabtu (20/12/2025).
Faria menjelaskan, pada aksi tersebut, korban baru keluar dari Pelabuhan Panjang setelah memuat pakan ternak dengan tujuan Lampung Selatan.
Saat dalam perjalanan, korban melihat di spion bahwa ada lima orang yang mengikuti dari belakang menggunakan sepeda motor.
Kemudian, dari lima orang tersebut, tiga orang langsung memanjat ke atas bak truk dan mengambil pakan ayam dari dalam truk lalu dibuang ke jalan.
Melihat kejadian tersebut, sopir truk atau korban ini berhenti untuk melihat keadaan situasi tersebut.
Saat dia berhenti, menegur pelaku tersebut, lima orang pelaku tersebut tidak terima sehingga salah satu pelaku menyabetkan senjata tajam kepada korban.
“Senjata tajam berupa sejenis
cutter
, ke perut korban. Sehingga korban mengalami luka lecet di perut dan juga robek bajunya,” ujar Faria.
Tak hanya itu, setelah korban disabet dengan senjata tajam tersebut, rekan-rekan pelaku lainnya melempar korban dengan batu.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.
/data/photo/2025/12/17/694212a4a5915.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
/data/photo/2025/12/20/6945d10f50b43.jpeg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
/data/photo/2025/12/20/69464966c9720.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
/data/photo/2025/12/20/69464b18abf4e.jpeg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
/data/photo/2024/09/23/66f0e214b71a4.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
/data/photo/2025/12/20/694646366f278.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)