Beda Banget! Penampakan Dalam KRL Baru INKA yang Bikin Rela Nunggu 40 Menit
Editor
KOMPAS.com –
KRL Commuter seri CLI-225 produksi PT Industri Kereta Api (INKA) resmi beroperasi sejak Selasa (16/12/2025).
Kereta baru ini melayani rute Jakarta Kota–Bogor dengan rangkaian sepanjang 12 gerbong dalam setiap trainset.
Bagi penumpang yang ingin melihat langsung KRL baru ini, Stasiun Jakarta Kota menjadi titik ideal untuk menunggu kedatangannya.
Seluruh perjalanan KRL CLI-225 dipastikan berawal atau berakhir di stasiun tersebut.
Tercatat tiga rangkaian KRL lain dengan tujuan Jakarta Kota–Bogor telah lebih dulu berangkat sebelum CLI-225 tiba di peron.
Saat akhirnya datang, tampilan luar KRL CLI-225 langsung mencuri perhatian.
Warna merah tua yang mendominasi bodi kereta terlihat mencolok jika dibandingkan dengan rangkaian KRL lama yang berada di peron lain.
Kesan modern semakin terasa ketika memasuki gerbong.
Pencahayaan lampu yang terang serta hembusan pendingin udara yang kencang menciptakan suasana yang nyaman bagi penumpang.
Interior kereta juga dilengkapi papan informasi digital yang terpasang di atas pintu otomatis.
Salah satu pembaruan paling mencolok terdapat pada kursi prioritas yang dirancang dapat dilipat, khususnya untuk memudahkan pengguna kursi roda.
Selain itu, fasilitas standar keselamatan tetap tersedia, seperti emergency intercom, safety hammer, serta kamera pengawas (CCTV) yang terpasang di bagian atas gerbong.
Meski menawarkan berbagai peningkatan, KRL CLI-225 juga memiliki keterbatasan.
Kapasitas ini dinilai lebih kecil dibandingkan dengan KRL pada umumnya.
Bahkan, pada area kursi prioritas yang dapat dilipat, tidak tersedia bagasi di bagian atas, sehingga penumpang dengan kebutuhan khusus harus menempatkan barang bawaan di area lain di dalam gerbong.
Pada tahap awal, dua rangkaian KRL baru tersebut dioperasikan pada TS loop 20 dan TS loop 22 dengan relasi Depok/Bogor – Manggarai/Jakarta Kota.
Total terdapat delapan perjalanan per hari yang dilayani menggunakan sarana KRL baru ini.
KAI Commuter menilai kehadiran rangkaian baru ini dapat meningkatkan kualitas layanan.
“Pengoperasian sarana KRL baru ini menjawab harapan masyarakat untuk optimalisasi layanan Commuter Line Jabodetabek,” kata Direktur Utama KAI Commuter, Mochamad Purnomosidi, dalam keterangan tertulisnya, Selasa (16/12/2025).
Selain meningkatkan kenyamanan dan ketepatan waktu perjalanan, rangkaian KRL baru ini juga disiapkan untuk menggantikan sebagian armada yang telah memasuki masa konservasi.
(Penulis:Rega Almuhtada)
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.
Category: Kompas.com Metropolitan
-
/data/photo/2025/12/16/6940f5b47ca4a.jpeg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
MRT Jakarta Tak Batasi Waktu Donasi Pakaian Bekas di Drop Box Stasiun Megapolitan 20 Desember 2025
MRT Jakarta Tak Batasi Waktu Donasi Pakaian Bekas di Drop Box Stasiun
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com
– PT
MRT Jakarta
memastikan program pengumpulan donasi pakaian bekas melalui
drop box
di sejumlah stasiun masih terus berlangsung tanpa batas waktu tertentu.
Program ini menjadi bagian dari komitmen MRT Jakarta dalam mendukung inisiatif keberlanjutan lingkungan.
Kepala Divisi Sekretariat Korporasi MRT Jakarta, Rendy Primartantyo, mengatakan pihaknya tidak menetapkan periode khusus untuk pengumpulan pakaian bekas agar program tersebut dapat berjalan secara berkelanjutan.
“Tidak ada periode khusus (pengumpulan donasi pakaian), kami berharap program ini dapat terus berkelanjutan,” kata Rendy kepada Kompas.com, Sabtu (20/12/2025).
Saat ini, MRT Jakarta menyediakan empat
drop box
yang tersebar di empat stasiun berbeda. Dua
drop box
ditempatkan di stasiun yang berada di ujung lintasan, yakni Stasiun Bundaran HI dan Stasiun Lebak Bulus.
Sementara itu, dua
drop box
lainnya dapat ditemukan di Stasiun Bendungan Hilir dan Stasiun Blok M.
Rendy menjelaskan, pakaian yang dapat didonasikan harus dalam kondisi bersih dan layak pakai. Donatur juga diimbau untuk tidak menyumbangkan sejumlah jenis pakaian tertentu, seperti pakaian dalam, masker, kaus kaki, celana legging, serta seragam sekolah maupun kantor.
Ia menambahkan, larangan donasi seragam kantor diberlakukan karena MRT Jakarta memiliki program tersendiri untuk mendaur ulang seragam karyawannya.
“Seragam kantor tidak bisa karena MRT Jakarta memiliki program Zero Waste Seragam Kantor Insan MRT dalam program yang sama ‘Menjahit Perjalanan,’” jelas Rendy.
Pakaian yang terkumpul selanjutnya akan melalui proses pemilahan. Sebagian pakaian akan diolah kembali menjadi produk bernilai guna baru, sementara sisanya disalurkan kepada pihak-pihak yang membutuhkan.
“Pakaian bekas yang masih pantas akan diubah menjadi produk bernilai guna dan barang untuk kebutuhan sehari-hari seperti, dan hasil kerajinan tangan lainnya,” tutur dia.
Dalam proses
pengolahan pakaian bekas
tersebut, MRT Jakarta menggandeng sekitar 20 orang warga di sekitar Stasiun MRT Blok A, termasuk penyandang disabilitas dan komunitas lainnya.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2025/12/20/694688123c58a.jpeg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
KCI Uji Coba Lift Platform di Stasiun Cikini untuk Disabilitas dan Lansia Megapolitan 20 Desember 2025
KCI Uji Coba Lift Platform di Stasiun Cikini untuk Disabilitas dan Lansia
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com
– PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) mulai menguji coba fasilitas
lift platform
di
Stasiun Cikini
sebagai upaya meningkatkan aksesibilitas layanan bagi
penyandang disabilitas
dan lanjut usia.
Uji coba ini dilakukan sejak Jumat (19/12/2025) dan masih akan berlanjut untuk memastikan aspek keamanan serta kelayakan operasional alat tersebut.
Berdasarkan pantauan
Kompas.com
pada Sabtu (20/12/2025), satu unit
lift platform
terlihat terpasang di sisi kanan tangga bagian selatan Stasiun Cikini. Selain itu, dua unit lainnya masih dalam tahap pemasangan di tangga menuju Peron 1 dan Peron 2.
Area pemasangan
lift platform
tersebut ditutup dengan pembatas berwarna kuning yang dilengkapi pemberitahuan adanya proyek pemasangan alat di pinggiran tangga.
Di dinding stasiun dekat tangga menuju Peron 2 juga terpasang spanduk kecil dengan informasi serupa. Sementara itu, material
lift platform
yang belum terpasang tampak ditutup terpal berwarna biru.
“Mohon maaf perjalanan Anda terganggu, ada pekerjaan proyek platform lift,” bunyi pemberitahuan tersebut.
VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, mengatakan ketiga
lift platform
tersebut direncanakan mulai digunakan secara penuh pada 2026.
“Perkirakan dalam waktu tidak lama lagi akan segera dioperasikan untuk pengguna, karena saat ini masih dilakukan uji coba operasi dan uji teknis untuk menjamin keamanan dan keselamatan dalam operasional nantinya,” kata Karina saat dikonfirmasi melalui pesan teks, Sabtu (20/12/2025).
Menurut Karina, pemasangan
lift platform
ini ditujukan khususnya untuk memudahkan akses pengguna kursi roda saat menggunakan layanan KAI Commuter.
“Penggunaan unit lift platform ini sendiri untuk kemudahan dalam melayani naik dan turun pengguna dengan disabilitas, terutama yang menggunakan kursi roda,” jelas Karina.
Ia menjelaskan,
lift platform
tersebut memiliki kapasitas maksimal dua orang dan satu kursi roda dengan berat total hingga 250 kilogram. Pengoperasian alat ini menggunakan sistem nirkabel.
Untuk menggunakan fasilitas tersebut, pengguna disabilitas dapat meminta bantuan kepada petugas stasiun yang telah mendapatkan pelatihan khusus.
“Pengguna disabilitas hanya perlu menghubungi petugas di stasiun untuk menggunakan fasilitas tersebut. Nantinya petugas yang sudah terlatih juga akan mengoperasikan dan mendampingi pengguna disabilitas,” tutur Karina.
Karina menambahkan, KAI Commuter tidak menutup kemungkinan akan memasang
lift platform
di stasiun lainnya setelah dilakukan evaluasi terhadap pemanfaatan fasilitas ini di Stasiun Cikini.
Adapun Stasiun Cikini dipilih sebagai stasiun percontohan karena telah dilengkapi fasilitas pendukung aksesibilitas lainnya, salah satunya
pelican crossing
yang baru diresmikan beberapa waktu lalu.
“Nantinya dari hasil evaluasi atas layanan ini, tidak menutup kemungkinan juga akan ditambah pada stasiun-stasiun lainnya,” kata dia.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2025/12/20/6946793f79c30.jpeg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Ada Taman Baru di Cilandak: Bisa Main, Santai, hingga Nonton Gratis Salju Buatan Megapolitan 20 Desember 2025
Ada Taman Baru di Cilandak: Bisa Main, Santai, hingga Nonton Gratis Salju Buatan
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com
– Jakarta kembali memiliki ruang terbuka publik baru yang ramah keluarga. Tamananda Park, taman kota yang baru dibuka di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, hadir sebagai alternatif ruang hijau untuk bersantai di tengah padatnya aktivitas perkotaan.
Tamananda Park resmi dibuka untuk umum sejak 26 Juli 2025. Lokasinya berada di belakang kawasan gedung perkantoran dan menawarkan lanskap kota dengan latar arus lalu lintas tol lingkar luar Jakarta atau Jakarta Outer Ring Road (JORR).
Taman ini dirancang sebagai ruang terbuka bagi berbagai kalangan, terutama keluarga. Untuk anak-anak, tersedia area bermain yang dilengkapi sejumlah fasilitas, seperti perosotan terowongan dan ayunan.
Demi kenyamanan dan keamanan, permukaan area bermain menggunakan material yang lebih empuk dengan nuansa warna-warni. Fasilitas permainan ini diperuntukkan bagi anak-anak berusia di bawah 10 tahun dengan tinggi badan kurang dari 155 sentimeter.
Meski area bermain dikhususkan untuk anak-anak, pengelola mewajibkan pendampingan orang dewasa minimal berusia 17 tahun selama anak-anak beraktivitas di taman.
Sementara itu, bagi pengunjung usia remaja hingga dewasa, tersedia area santai di sisi taman berupa tangga berundak. Dari titik ini, pengunjung dapat menikmati pemandangan lalu lintas JORR dengan latar matahari terbenam pada sore hari.
Suasana taman semakin hidup dengan embusan angin sepoi-sepoi yang diiringi lantunan musik dari area
live music.
Kondisi ini kerap dimanfaatkan para pekerja untuk melepas penat setelah beraktivitas seharian.
Marketing Communication Tamananda Park, Dava Devries, mengatakan taman ini dibangun untuk menjawab kebutuhan masyarakat akan ruang terbuka di Jakarta.
“Jadi memang salah satunya untuk menyediakan tempat ruang terbuka untuk bisa dinikmati masyarakat khususnya Cilandak dan Jakarta juga secara umum,” kata Dava saat ditemui di taman, Sabtu (20/12/2025).
Tamananda Park dibuka untuk umum tanpa dipungut biaya setiap hari. Selain itu, pengunjung juga dapat memanfaatkan ruang tertutup yang tersedia untuk menggelar kegiatan komunitas.
Adapun jam operasional taman dimulai pukul 10.00 WIB hingga 22.00 WIB, dengan pengamanan selama 24 jam oleh petugas keamanan.
Khusus pada momen Natal dan Tahun Baru 2026, pengelola menghadirkan hiburan berupa pertunjukan salju buatan atau
snow show
. Salju buatan tersebut dikeluarkan dari pohon Natal yang dipasang di dekat area duduk pengunjung.
Salju berbentuk busa ini dihasilkan dari bahan menyerupai sabun yang aman terkena kulit. Busa akan disemprotkan dari bagian atas pohon Natal pada pukul 17.00 WIB dan 19.00 WIB setiap akhir pekan.
Sementara pada Kamis dan Jumat,
snow show
ditampilkan pukul 19.00 WIB dan diawali dengan pertunjukan live music.
Hiburan bertema Natal ini akan berlangsung hingga 4 Januari 2026 bagi pengunjung yang ingin merasakan suasana Natal dengan nuansa salju di tengah kota Jakarta.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2025/12/20/694682f0c077a.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Kisah Rudi, Petugas DLH yang Bersihkan Kali PIK di Tengah Habitat Buaya Megapolitan 20 Desember 2025
Kisah Rudi, Petugas DLH yang Bersihkan Kali PIK di Tengah Habitat Buaya
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com
– Setiap pagi, petugas berbaju oranye dari Unit Pengelola Sampah (UPS) Badan Air Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta menyusuri Kali Cengkareng Drain di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) 1, Penjaringan, Jakarta Utara.
Dengan perahu kecil, mereka membersihkan sampah yang mengapung di aliran kali—pekerjaan rutin yang belakangan ini kian berisiko karena keberadaan buaya.
Salah satu petugas, Rudi (56), mengaku telah hampir enam bulan terakhir bekerja di tengah habitat buaya yang kerap menampakkan diri ke permukaan. Kondisi itu membuat pekerjaannya tak hanya mengandalkan tenaga, tetapi juga kewaspadaan tinggi.
Menjalani pekerjaan sebagai petugas kebersihan kali, kata Rudi, tidaklah mudah. Risiko keselamatan selalu mengintai, terlebih sejak kemunculan buaya di Kali Cengkareng Drain semakin sering terlihat.
“Sudah dari enam bulan lalu, dulu masih kecil sekarang kan lama-lama besar,” tutur Rudi saat diwawancarai
Kompas.com
di lokasi, Sabtu (20/19/2025).
Menurut Rudi, buaya yang muncul ke permukaan bukan hanya satu ekor. Ada beberapa dengan ukuran berbeda, meski yang paling sering terlihat adalah buaya kecil dengan panjang sekitar 1,5 meter.
Rudi menjelaskan, buaya-buaya tersebut umumnya naik ke permukaan untuk berjemur, terutama saat cuaca panas.
“Sering muncul tapi enggak setiap hari, tapi biasanya kalau udara panas mereka berjemur di sekatan sampah berwarna hijau bernama HDPE,” ungkap Rudi.
Durasi berjemur pun bervariasi. Terkadang hanya sekitar satu jam, namun tak jarang dari pagi hingga sore hari. Saat berjemur, buaya biasanya hanya diam di atas papan apung penyekat sampah yang membentang di sepanjang kali.
Fenomena itu kerap menarik perhatian pengguna jalan. Tak sedikit pengendara yang berhenti sejenak hanya untuk melihat atau mengabadikan momen buaya berjemur.
Kemunculan buaya juga tidak selalu bergantung pada cuaca cerah. Rudi menyebut, saat hujan pun buaya bisa naik ke permukaan.
“Kadang kalau hujan juga dia naik, jadi semaunya dia aja. Kemarin aja hujan rintik-rintik dia jemur aja,” jelas Rudi.
Bekerja di perairan yang dihuni buaya tentu membuat rasa takut kerap menghantui. Namun, Rudi tak memiliki pilihan selain menjalankan tugas yang menjadi tanggung jawabnya.
Ia berharap, selama ia tidak mengganggu, buaya-buaya tersebut juga tidak menyerangnya.
“Cuma kan kita enggak ganggu, mudah-mudahan buayanya enggak menganggu juga,” ungkap dia.
Sejauh ini, menurut Rudi, buaya di Kali PIK cenderung takut terhadap manusia dan belum pernah menyerang.
“Enggak pernah dia nyerang, karena ukurannya masih kecil kayak 1,5 meter jadi pas saya samperin juga dia kabur karena takut manusia,” ucap Rudi.
Ia juga mengatakan, sepanjang yang ia ketahui, belum pernah ada korban jiwa akibat serangan buaya di Kali PIK, meski hewan tersebut telah ada sejak sebelum kawasan elit itu dibangun.
Meski demikian, kekhawatiran tetap ada. Rudi menyadari, buaya merupakan hewan liar yang berpotensi membahayakan manusia, terutama jika ukurannya semakin besar.
Di sisi lain, Rudi mengaku memiliki ketertarikan pada satwa liar dan justru merasa senang bisa melihat buaya dari jarak dekat.
“Sukanya melihat buaya senang karena kan hewan liar saya suka binatang,” tutur Rudi.
Keberadaan buaya di Kali PIK juga telah menjadi perhatian Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi DKI Jakarta. Sebagai langkah antisipasi, BKSDA memasang dua spanduk peringatan di sekitar lokasi.
Spanduk tersebut berisi imbauan agar warga tidak beraktivitas di pinggir kali, seperti memancing, berenang, atau mencuci pakaian.
Selain itu, BKSDA juga memastikan sejauh ini keberadaan buaya belum mengganggu aktivitas petugas UPS Badan Air maupun warga sekitar.
“BKSDA nanya kira-kira buaya ini udah ganggu belum, saya bilang belum karena masih kecil cuma kan suatu saat nanti gede kalau gede justru mengancam jiwa,” ucap Rudi.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2025/12/20/69467204604db.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Warga Minta Buaya yang Kerap Muncul di Kali PIK Ditangkap dan Dikarantina Megapolitan 20 Desember 2025
Warga Minta Buaya yang Kerap Muncul di Kali PIK Ditangkap dan Dikarantina
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com
– Kemunculan buaya di
Kali Cengkareng Drain
, kawasan
Pantai Indah Kapuk
(PIK) 2, Penjaringan, Jakarta Utara, kembali menjadi perhatian warga.
Dalam beberapa bulan terakhir, reptil tersebut kerap menampakkan diri ke permukaan sehingga memicu kekhawatiran masyarakat yang beraktivitas di sekitar bantaran kali.
Sejumlah warga berharap pemerintah segera mengambil langkah untuk menangani keberadaan buaya agar tidak membahayakan keselamatan publik.
“Maunya lebih bagus ditangkap atau dikarantina di mana gitu, supaya enggak meresahkan warga sini,” ungkap Susino (54), warga yang ditemui
Kompas.com
di lokasi, Sabtu (20/12/2025).
Susino mengaku kerap memancing di Kali PIK. Ia merasa khawatir karena buaya sering muncul di sekitar lokasi aktivitas warga.
Kekhawatiran serupa disampaikan Ridwan (32). Ia meminta pemerintah segera turun tangan untuk mencari solusi yang tepat terkait keberadaan buaya tersebut, mengingat kawasan tersebut ramai dilalui warga.
“Mendingan untuk pemerintah, buayanya ini benar-benar dicarikan solusi gimana baiknya, karena ini lalu lalang orang banyak banget, takutnya pada enggak tahu mancing di pinggir kali atau bawah, dia (buaya) lagi lapar apesnya enggak tahu dimakan,” tutur Ridwan.
Ridwan menyebutkan, buaya yang sering terlihat di kali tersebut berukuran relatif kecil, dengan panjang sekitar 1,5 meter.
Sementara itu, Petugas Keamanan PIK 1, Taufik (27), mengatakan kemunculan
buaya di Kali
Cengkareng Drain bukanlah fenomena baru. Menurut dia, kawasan tersebut memang telah menjadi habitat buaya jauh sebelum pembangunan kawasan elit PIK.
Biasanya, kata Taufik, buaya muncul ke permukaan untuk berjemur saat cuaca panas.
“Naik ke atas ini dia jemur biasanya jam 10.00 WIB kalau panas. Kemarin baru kali itu muncul setiap hari, cuma kalau airnya hitam enggak mau biasanya dia,” ungkap Taufik.
Meski kerap terlihat, Taufik menilai keberadaan buaya tersebut sejauh ini belum menimbulkan gangguan serius bagi warga.
“Kalau meresahkan sih enggak aman-aman aja, cuma para pengendara pada kaget, lihat jadi tontonan karena dinilai hal baru padahal udah lama,” ujarnya.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2025/12/18/69437bd4ec324.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Aksi Bajing Loncat Viral, Polsek Cakung Buru Pelaku meski Korban Belum Melapor Megapolitan 20 Desember 2025
Aksi Bajing Loncat Viral, Polsek Cakung Buru Pelaku meski Korban Belum Melapor
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com
– Kepolisian Sektor (Polsek) Cakung memburu pelaku aksi
bajing loncat
yang beraksi di wilayah Cakung,
Jakarta Timur
. Pencurian tersebut sempat terekam kamera warga dan viral di media sosial.
Kapolsek Cakung Komisaris Widodo mengatakan, polisi telah melakukan pengecekan tempat kejadian perkara (TKP) dan meminta keterangan sejumlah saksi. Namun, hingga saat ini korban belum membuat laporan resmi ke kepolisian.
“Untuk korban tidak melapor, pelaku masih dilidik masih dilakukan pengejaran. Antisipasi supaya tidak terjadi lagi dilakukan patroli oleh yang pakaian dinas dan preman,” ungkap Widodo saat dikonfirmasi, Sabtu (20/12/2025).
Widodo menambahkan, polisi telah memeriksa dua orang saksi yang mengetahui peristiwa tersebut guna mendalami identitas dan pergerakan pelaku.
“Sudah cek TKP (tempat kejadian perkara), sudah periksa dua saksi untuk dimintai keterangan,” jelasnya.
Sebelumnya, sebuah video yang merekam aksi bajing loncat beredar luas di media sosial. Video tersebut diunggah akun @info.jakartatimur dan memperlihatkan dugaan pencurian muatan besi dari sebuah truk di rute Harapan Indah–Kelapa Gading pada Rabu (17/12/2025) siang.
“Terpantau dashcam diduga aksi bajing loncat mencuri besi di rute Harapan Indah, Kelapa Gading. Rabu 16 Desember 2026 Pukul 14.50 WIB,” demikian keterangan unggahan video tersebut.
Dalam rekaman itu, tampak seorang pria mengenakan baju bermotif garis putih-merah dan topi menaiki truk bermuatan besi yang tertutup terpal oranye.
Pelaku terlihat mengambil sejumlah besi dari atas truk, lalu melompat turun dan melarikan diri sambil membawa hasil curiannya.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2025/12/20/694655a45c159.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
2 Bus Transjakarta Zhongtong Dijuluki "Kulkas Berjalan", Lebih Dingin dari Bus Lain? Megapolitan
Bus Transjakarta Zhongtong Dijuluki “Kulkas Berjalan”, Lebih Dingin dari Bus Lain?
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com –
Dinginnya bus Transjakarta merek Zhongtong ramai dibicarakan di media sosial belakangan ini. Bahkan saking dinginnya, bus ini disebut sebagai “kulkas berjalan”.
Salah satu pengguna Transjakarta membagikan pengalamannya naik
bus Transjakarta Zhongtong
melalui video yang diunggah di akun Instagram @d**da.d***naa.***.
Dalam video itu, pemilik akun memperlihatkan kondisi di dalam bus yang penuh embun karena dinginnya AC dan cuaca yang sedang hujan.
“Habis hujan dapat bus Transjakarta Zhongtong, lama kelamaan jadi frozen food,” tulis pemilik akun dalam videonya.
Pemilik akun mengaku sangat kedinginan di dalam bus karena lupa membawa baju hangat.
Ia juga memperlihatkan kacamatanya yang berembun setelah turun dari bus tersebut.
Kepala Departemen Humas dan CSR Transjakarta, Ayu Wardhani, mengatakan, bus Transjakarta Zhongtong tidak berbeda dari bus merek lainnya.
Bus Transjakarta wajib memenuhi Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang tertuang dalam Peraturan Gubernur Nomor 2 Tahun 2024.
Pergub itu mengatur mengenai SPM Transjakarta, halte, dan armada yang dioperasikan, termasuk pengaturan suhu pendingin ruangan di dalamnya.
“Setiap bus BRT dilakukan pengaturan AC untuk memastikan temperatur tidak melebihi 25 derajat celcius sesuai SPM dalam Pergub Nomor 2 Tahun 2024,” tutur Ayu ketika dihubungi Kompas.com, Sabtu (20/12/2025).
Dalam kondisi cuaca terik dan panas, AC di dalam setiap bus Transjakarta suhunya harus diatur cukup tinggi untuk menyeimbangkan temperatur mencapai 25 derajat.
“Terkadang dalam cuaca luar yang sejuk atau dingin karena hujan deras, dengan AC yang kuat akan membuat temperatur di dalam bus terasa sangat dingin,” ujarnya.
Pengaturan suhu armada sudah tertuang dalam SPM sehingga tidak dapat diubah sembarangan.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.
/data/photo/2025/12/16/6941206e58ff8.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
/data/photo/2025/12/17/694212a4a5915.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
/data/photo/2025/12/20/6945d10f50b43.jpeg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)