Category: Kompas.com Metropolitan

  • Kapal Asal Jakarta Terbakar di Perairan Lampung, 25 Selamat dan 8 Masih Hilang, Berikut Daftarnya
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        20 Desember 2025

    Kapal Asal Jakarta Terbakar di Perairan Lampung, 25 Selamat dan 8 Masih Hilang, Berikut Daftarnya Regional 20 Desember 2025

    Kapal Asal Jakarta Terbakar di Perairan Lampung, 25 Selamat dan 8 Masih Hilang, Berikut Daftarnya
    Tim Redaksi
    LAMPUNG, KOMPAS.com
    – Sebanyak 25 orang awak nelayan kapal Maulana-30 berhasil selamat setelah terbakar di Perairan Belimbing, Kabupaten Tanggamus, Sabtu (25/12/2025).
    Kepala Kantor SAR
    Lampung
    , Deden Ridwansyah mengatakan, puluhan
    awak kapal
    itu dievakuasi oleh KM Darmansa 05.
    “KM Maulana-30 asal
    Muara Angke
    terbakar di Perairan Belimbing pada tadi pagi,” kata Deden dalam keterangannya, Sabtu (20/12/2025) sore.
    Deden mengatakan, total awak kapal yang dibawa saat kecelakaan itu sebanyak 33 orang. Dan yang berhasil dievakuasi baru 25 orang.
    “Delapan orang masih dalam pencarian,” katanya.
    Sementara itu, berdasarkan informasi dari KM Darmansa 05, identitas 25 awak kapal KM Maulana-30 sudah diketahui.
    Para awak ini terdiri dari ABK, kapten, kepala kamar mesin, dan wakil kapten. Berikut ini identitas para awak kapal itu;
    Kapten dan wakil
    • Sulta Sulis Khorih (kapten, 36 tahun)
    • Rudi Hartoyo (wakil kapten, 35 tahun)
    ABK
    • Tasip (36 tahun)
    • Dena Bagas Aji (19 tahun)
    • Erik Prasityo (38 tahun)
    • M. Sofyul Maula (25 tahun)
    • Hermawan (28 tahun)
    • Hendri Setiadi (39 tahun)
    • Rono Hengki Abdullah (35 tahun)
    • Paimin (31 tahun)
    • Karimun (41 tahun)
    • Ahmad Kolidin (45 tahun)
    • Hari Supriadi (23 tahun)
    • Lutfi (31 tahun)
    • Choerul Arifin (32 tahun)
    • Purwo Raharjo (42 tahun)
    • Eko Wahyudin (24 tahun)
    • Oka Hermawan (28 tahun)
    • Pajana (26 tahun)
    • Gomorudin (34 tahun)
    • Taryono (43 tahun)
    • Ismanto (29 tahun)
    • Muhamad Priyadi (20 tahun)
    KKM
    • Suli Fadlil Faudi (28 tahun)
    • Firman Nur Arifin (29 tahun)
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Polrestabes Medan Tangkap 4 Pelaku Pembakaran Motor Polisi Saat Gerebek Narkoba
                
                    
                        
                            Medan
                        
                        20 Desember 2025

    Polrestabes Medan Tangkap 4 Pelaku Pembakaran Motor Polisi Saat Gerebek Narkoba Medan 20 Desember 2025

    Polrestabes Medan Tangkap 4 Pelaku Pembakaran Motor Polisi Saat Gerebek Narkoba
    Tim Redaksi
    MEDAN, KOMPAS.com 
    – Polrestabes Medan menangkap empat pelaku melawan hingga membakar sepeda motor polisi yang sedang melakukan penggerebekan narkoba.
    Mulanya, petugas dari Satresnarkoba melakukan operasi di Jalan Beringin, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang pada Selasa (16/12/2025).
    “Saat itu para pelaku melakukan penyerangan dengan melempari batu dan membakar sepeda motor petugas,” kata Kasat Polrestabes
    Medan
    AKBP Bayu Putra Wijayanto saat gelar konferensi pers di
    Polrestabes Medan
    pada Sabtu (20/12/2025).
    Berangkat dari situ, pihaknya melakukan penyelidikan dan menangkap tiga pria, inisial AH, BG, dan A, serta seorang wanita, inisial LS.
    “Telah kita cek urine positif
    narkoba
    ,” ucap Bayu.
    Bayu menuturkan, AH berperan melakukan pembakaran. LS disuruh membeli botol berisi pertalite untuk melakukan pembakaran.
    Sedangkan, BG dan A melakukan provokasi ke warga setempat untuk menyerang petugas dengan membawa sajam dan melempari batu.
    “Masih ada dua pelaku yang DPO. Satu pelaku utama, inisial T, yang melakukan pembakaran dan BK yang memberi uang ke LS untuk membeli pertalite,” tambahnya.
    Sebelumnya diberitakan, Polrestabes Medan menggerebek 24 lokasi peredaran narkoba dalam kurun waktu 72 hari, dari 9 Oktober sampai 19 Desember 2025.
    Kapolrestabes Medan Kombes Calvijn Simanjuntak mengatakan, dari operasi itu ada 34 pelaku yang ditangkap.
    Ada tiga tipe lokasi yang disasar, yakni
    barak narkoba
    , rumah yang dijadikan loket narkoba, dan tempat hiburan malam.
    “Untuk loket ada 7 TKP, tempat huburan 2 TKP, dan barak narkoba 15 TKP,” kata Calvijn saat diwawancarai du Polrestabes Medan pada Sabtu (20/12/2025).
    Calvijn menjelaskan, di beberapa lokasi barkoba, pihaknya mendapati pola para pelaku untuk menghindari operasi atau pun melawan petugas.
    Misalnya saja, para pelaku menggunakan Handy Talky (HT) untuk berkomunikasi saat petugas masuk ke lokasi barak.
    “Ironisnya, yang memegang HT ada yang tergolongan anak di bawah umur. Ada juga yang pakai alat drone untuk memantau. Lalu, ada juga yang memasang pagar kawat berlistrik di areal sekitar barak untuk mengancam jiwa petugas,” tambahnya.
    Selain itu, lanjut Calvijn, para pelaku melakukan perlawanan dengan melempari batu, merusak kendaraan petugas, hingga memaksa pelaku yang ditangkap untuk dilepas.
    “Ada 4 tersangka yang sudah kita tangkap karena menyerang petugas. Mereka memiliki senjata tajam. Berupa gunting yang diruncingkan, memiliki airsoft gun, dan memiliki sisa botol bensin untuk membakar petugas. Ini ironi sekali,” sambungnya.
    Oleh karena itu, Calvijn menegaskan kepada Kasat Reskrim maupun Kasat Narkoba untuk menangkap para pelaku yang berani menyerang petugas.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Polrestabes Medan Tangkap 4 Pelaku Pembakaran Motor Polisi Saat Gerebek Narkoba
                
                    
                        
                            Medan
                        
                        20 Desember 2025

    Polrestabes Medan Tangkap 4 Pelaku Pembakaran Motor Polisi Saat Gerebek Narkoba Medan 20 Desember 2025

    Polrestabes Medan Tangkap 4 Pelaku Pembakaran Motor Polisi Saat Gerebek Narkoba
    Tim Redaksi
    MEDAN, KOMPAS.com 
    – Polrestabes Medan menangkap empat pelaku melawan hingga membakar sepeda motor polisi yang sedang melakukan penggerebekan narkoba.
    Mulanya, petugas dari Satresnarkoba melakukan operasi di Jalan Beringin, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang pada Selasa (16/12/2025).
    “Saat itu para pelaku melakukan penyerangan dengan melempari batu dan membakar sepeda motor petugas,” kata Kasat Polrestabes
    Medan
    AKBP Bayu Putra Wijayanto saat gelar konferensi pers di
    Polrestabes Medan
    pada Sabtu (20/12/2025).
    Berangkat dari situ, pihaknya melakukan penyelidikan dan menangkap tiga pria, inisial AH, BG, dan A, serta seorang wanita, inisial LS.
    “Telah kita cek urine positif
    narkoba
    ,” ucap Bayu.
    Bayu menuturkan, AH berperan melakukan pembakaran. LS disuruh membeli botol berisi pertalite untuk melakukan pembakaran.
    Sedangkan, BG dan A melakukan provokasi ke warga setempat untuk menyerang petugas dengan membawa sajam dan melempari batu.
    “Masih ada dua pelaku yang DPO. Satu pelaku utama, inisial T, yang melakukan pembakaran dan BK yang memberi uang ke LS untuk membeli pertalite,” tambahnya.
    Sebelumnya diberitakan, Polrestabes Medan menggerebek 24 lokasi peredaran narkoba dalam kurun waktu 72 hari, dari 9 Oktober sampai 19 Desember 2025.
    Kapolrestabes Medan Kombes Calvijn Simanjuntak mengatakan, dari operasi itu ada 34 pelaku yang ditangkap.
    Ada tiga tipe lokasi yang disasar, yakni
    barak narkoba
    , rumah yang dijadikan loket narkoba, dan tempat hiburan malam.
    “Untuk loket ada 7 TKP, tempat huburan 2 TKP, dan barak narkoba 15 TKP,” kata Calvijn saat diwawancarai du Polrestabes Medan pada Sabtu (20/12/2025).
    Calvijn menjelaskan, di beberapa lokasi barkoba, pihaknya mendapati pola para pelaku untuk menghindari operasi atau pun melawan petugas.
    Misalnya saja, para pelaku menggunakan Handy Talky (HT) untuk berkomunikasi saat petugas masuk ke lokasi barak.
    “Ironisnya, yang memegang HT ada yang tergolongan anak di bawah umur. Ada juga yang pakai alat drone untuk memantau. Lalu, ada juga yang memasang pagar kawat berlistrik di areal sekitar barak untuk mengancam jiwa petugas,” tambahnya.
    Selain itu, lanjut Calvijn, para pelaku melakukan perlawanan dengan melempari batu, merusak kendaraan petugas, hingga memaksa pelaku yang ditangkap untuk dilepas.
    “Ada 4 tersangka yang sudah kita tangkap karena menyerang petugas. Mereka memiliki senjata tajam. Berupa gunting yang diruncingkan, memiliki airsoft gun, dan memiliki sisa botol bensin untuk membakar petugas. Ini ironi sekali,” sambungnya.
    Oleh karena itu, Calvijn menegaskan kepada Kasat Reskrim maupun Kasat Narkoba untuk menangkap para pelaku yang berani menyerang petugas.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Modus Canggih Bandar Narkoba Medan: Libatkan Anak di Bawah Umur Jadi Operator HT Pantau Polisi
                
                    
                        
                            Medan
                        
                        20 Desember 2025

    Modus Canggih Bandar Narkoba Medan: Libatkan Anak di Bawah Umur Jadi Operator HT Pantau Polisi Medan 20 Desember 2025

    Modus Canggih Bandar Narkoba Medan: Libatkan Anak di Bawah Umur Jadi Operator HT Pantau Polisi
    Tim Redaksi
    MEDAN, KOMPAS.com 
    – Polrestabes Medan menggerebek 24 lokasi peredaran narkoba dalam kurun waktu 72 hari, dari 9 Oktober sampai 19 Desember 2025.
    Kapolrestabes
    Medan
    Kombes Calvijn Simanjuntak mengatakan, dari operasi itu ada 34 pelaku yang ditangkap.
    Ada tiga tipe lokasi yang disasar, yakni
    barak narkoba
    , rumah yang dijadikan loket narkoba, dan tempat hiburan malam.
    “Untuk loket ada 7 TKP, tempat huburan 2 TKP, dan barak narkoba 15 TKP,” kata Calvijn saat diwawancarai du
    Polrestabes Medan
    pada Sabtu (20/12/2025).
    Calvijn menjelaskan, di beberapa lokasi barkoba, pihaknya mendapati pola para pelaku untuk menghindari operasi atau pun melawan petugas.
    Misalnya saja, para pelaku menggunakan Handy Talky (HT) untuk berkomunikasi saat petugas masuk ke lokasi barak.
    “Ironisnya, yang memegang HT ada yang tergolongan anak di bawah umur. Ada juga yang pakai alat drone untuk memantau. Lalu, ada juga yang memasang pagar kawat berlistrik di areal sekitar barak untuk mengancam jiwa petugas,” tambahnya.
    Selain itu, para pelaku melakukan perlawanan dengan melempari batu, merusak kendaraan petugas, hingga memaksa pelaku yang ditangkap untuk dilepas.
    “Ada 4 tersangka yang sudah kita tangkap karena menyerang petugas. Mereka memiliki senjata tajam, berupa gunting yang diruncingkan, memiliki airsoft gun, dan memiliki sisa botol bensin untuk membakar petugas. Ini ironi sekali,” sambungnya.
    Oleh karena itu, Calvijn menegaskan kepada Kasat Reskrim maupun Kasat Narkoba untuk menangkap para pelaku yang berani menyerang petugas.

    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Tinjau Lokasi Bencana Terparah di Tapanuli Selatan, Bobby Nasution Janjikan Bangun Sumur Bor
                
                    
                        
                            Medan
                        
                        20 Desember 2025

    Tinjau Lokasi Bencana Terparah di Tapanuli Selatan, Bobby Nasution Janjikan Bangun Sumur Bor Medan 20 Desember 2025

    Tinjau Lokasi Bencana Terparah di Tapanuli Selatan, Bobby Nasution Janjikan Bangun Sumur Bor
    Tim Redaksi
    MEDAN,KOMPAS.com
    – Gubernur Sumatera Utara meninjau lokasi terdampak banjir dan longsor di Kampung Durian, Desa Huta Godang, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatera Utara, Sabtu (20/12/2025).
    Di sana dia mendengar keluhan warga yang mengalami krisis air bersih, sejak bencana alam menerjang Senin (24/11/2025).
    Bobby menjelaskan kesulitan air bersih yang dialami warga lantaran sejumlah sumur yang sebelumnya digunakan rusak dan tertimbun material longsor. Pihaknya pun akan segera mengirim air bersih ke sana.
    “Kita akan suplai air bersih terlebih dahulu,” ujar Bobby dalam keterangan tertulisnya.
    Dia mengatakan itu, saat berbincang dengan warga di sana. Selanjutnya setelah menyuplai air bersih, pihaknya akan membangun sumur bor untuk warga.
    “Kemudian kita bangunkan sumur bor agar kebutuhan air bersih warga bisa terpenuhi,” ujarnya.
    Di sisi lain Bobby juga menjelaskan bahwa bencana longsor dan banjir di Kampung Durian merupakan salah satu wilayah yang terparah di Tapsel, 26 warga meninggal dunia akibat musibah itu.
    Dia juga melihat puluhan rumah mengalami rusak berat bahkan hilang tertimbun material longsor.
    Bobby menjelaskan pemerintah memang berencana merelokasi dan membangun kembali rumah warga yang terdampak, ke tempat yang aman. Namun untuk lokasinya tergantung kesepakatan warga.
    “Rumah-rumah warga yang rusak juga akan kita relokasi. Lokasinya nanti akan kita tentukan bersama, tergantung kesepakatan warga. Kita berharap langkah ini bisa mengurangi beban saudara-saudara kita yang terdampak bencana,” ujar Bobby.
    Kendati demikian, Bobby juga telah meninjau lokasi pembangunan hunian tetap (Huntap) bagi korban bencana Tapsel di Kebun Hutapesong, PTPN IV.
    Di lokasi tersebut direncanakan akan dibangun lebih dari 200 unit huntap untuk warga terdampak bencana.
    Sebelumnya, banjir dan longsor menerjang Kabupaten
    Tapanuli Selatan
    pada Senin (24/11/2025). Akibat insiden ini, berdasarkan data BPBD Sabtu (20/12/2025) pukul 08.00, total korban meninggal berjumlah 88 orang, 30 orang hilang, 835 terluka dan 5.275 orang masih mengungsi.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Akses Jalan Desa Tukka Tapanuli Tengah Kembali Normal Usai Lumpuh Akibat Banjir dan Longsor
                
                    
                        
                            Medan
                        
                        20 Desember 2025

    Akses Jalan Desa Tukka Tapanuli Tengah Kembali Normal Usai Lumpuh Akibat Banjir dan Longsor Medan 20 Desember 2025

    Akses Jalan Desa Tukka Tapanuli Tengah Kembali Normal Usai Lumpuh Akibat Banjir dan Longsor
    Tim Redaksi
    MEDAN, KOMPAS.com
    – Akses menuju, Desa Tukka, Kecamatan Tukka, Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara, sempat tidak bisa dilalui akibat bencana alam banjir dan longsor.
    Penyebabnya karena aliran Sungai
    Sungai Aek Godang
    dan
    Sungai Sigotom
    tersumbat kayu serta material longsor, sehingga air meluapke jalan.
    Kini jalur tersebut sudah mulai kembali normal pada Jumat (19/12/2025) karena merial kayu telah dibersihkan sejumlah alat berat oleh gabungan
    relawan
    dan pemerintah.
    “Sudah beberapa hari ini alat berat membersihkan Sungai Sigotom dan Aek Godang.
    BPBD
    ,
    BNPB
    ,
    polisi
    ,
    TNI
    , dan masyarakat ikut bergotong royong membersihkan jalan dan membuat parit. Sekarang aliran sungainya mulai lancar, air tidak lagi meluap ke jalan, mobil pun sudah bisa lewat,” kata Adian Siregar, warga Kelurahan Tukka, Sabtu (20/12/2025).
    Normalnya akses jalan tersebut, distribusi bantuan ke Kecamatan Tukka semakin lancar. Namun, kebutuhan air bersih masih menjadi kendala bagi sebagian warga.
    “Setelah air surut, bantuan makin banyak masuk. Tapi air bersih masih agak sulit. Sudah ada bantuan toren hampir di setiap dusun, ada yang diisi sampai tiga kali sehari, tapi masih belum cukup,” ujarnya.
    Sementara itu, warga lainnya, Marlina dari Dusun Gotom, Kecamatan Tukka mengatakan alat berat juga dikerahkan untuk membersihkan rumah dan lingkungan warga.
    “Gang di dusun kami sedang dikeruk, tanahnya dipindahkan ke tempat yang lebih rendah. Tapi harapannya alat berat bisa ditambah supaya pembersihan lebih cepat,” katanya.
    Sebelumnya banjir dan longsor menerjang Kabupaten
    Tapanuli Tengah
    , Sumatera Utara, pada Senin (24/11/2025). Akibat insiden ini tercatat sebanyak 133 orang meninggal, 38 orang hilang dan luka-luka 27 orang.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Tiga Pekan Pascabencana, 6 Desa di Kecamatan Sekrak Aceh Tamiang Masih Terisolasi
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        20 Desember 2025

    Tiga Pekan Pascabencana, 6 Desa di Kecamatan Sekrak Aceh Tamiang Masih Terisolasi Regional 20 Desember 2025

    Tiga Pekan Pascabencana, 6 Desa di Kecamatan Sekrak Aceh Tamiang Masih Terisolasi
    Tim Redaksi
    ACEH TAMIANG, KOMPAS.com
    – Sebanyak enam desa yaitu Desa Baling Karang, Suka Makmur, Sulum, Juar, Sekumur dan Desa Tanjung Gelumpang, Kecamatan Sekrak, Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, hingga Sabtu (20/12/2025) masih terisolasi.
    Amiruddin salah seorang warga Desa Pahlawan, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten
    Aceh Tamiang
    , dihubungi per telepon, menyebutkan akses ke pedalaman itu belum bisa dilalui kendaraan roda dua.
    “Butuh tambahan alat berat untuk membersihkan jalan di pedalaman Kecamatan Sekrak. Kita minta, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (
    BNPB
    ) mendatangkan alat berat dalam jumlah besar,” sebut Amiruddin.
    Dia menambahkan, suplai bahan pangan dilakukan dengan motor trail dalam jumlah terbatas. Sehingga, korban banjir di pedalaman masih kekurangan bahan pangan, air bersih dan obat-obatan.
    “Listrik menyala pada malam hari. Kalau pagi ke sore itu masih padam di pusat kota. Kalau di pedalaman, masih padam seluruhnya,’ terang Amiruddin.
    Dia mendesak BNPB dan Kementerian Sosial RI untuk mempercepat distribusi bahan pangan dan air bersih.
    “Air bersih masih sangat dibutuhkan. Masih sangat terkendala saat ini,” terangnya.
    Sisi lain, sambungnya, pemulihan pascabanjir untuk anak dan kaum ibu berupa trauma healing. “Anak-anak dan kaum ibu paling trauma, butuh pemulihan segera, bukan sebatas bahan pangan saja,” pungkasnya.
    Sekadar diketahui, banjir merendam Aceh Tamiang sejak 26 November 2025 lalu. Dampaknya, 208.163 pengungsi tersebar di 209 desa dalam 12 kecamatan. Tercatat 85 korban meninggal dunia. 
    Sementara itu PT
    PLN
    (Persero) melaporkan telah memulihkan kelistrikan di Aceh secara bertahap setelah kembali terhubung dengan jaringan sistem besar Sumatera. 
    Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan, setelah jaringan transmisi berhasil tersambung, PLN memasuki tahap pengoperasian kembali pembangkit listrik, proses inilah yang membuat sistem kelistrikan Aceh berangsur pulih. 
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Pemprov Jateng Pulangkan 100 Warga Terdampak Banjir Sumatera, Dapat Bantuan Modal Usaha
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        20 Desember 2025

    Pemprov Jateng Pulangkan 100 Warga Terdampak Banjir Sumatera, Dapat Bantuan Modal Usaha Regional 20 Desember 2025

    Pemprov Jateng Pulangkan 100 Warga Terdampak Banjir Sumatera, Dapat Bantuan Modal Usaha
    Penulis
    KOMPAS.com
    – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) memulangkan 100 warganya yang terdampak banjir di Sumatera, khususnya di Bener Meriah, Aceh. Para warga telah berada di pengungsian selama sekitar tiga pekan.
    Gubernur Jateng Ahmad Luthfi menyatakan, pemulangan ini merupakan bentuk komitmen
    Pemprov Jateng
    untuk memastikan perlindungan dan keselamatan warganya di mana pun berada.
    Proses pemulangan dilakukan setelah koordinasi antara Pemprov Jateng, Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Pemprov Aceh, dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bener Meriah terkait pendataan warga terdampak.
    “Sudah diberangkatkan dan sudah dijemput oleh sekretariat daerah (Setda) Provinsi Jateng, berikut para bupati kami,” kata Luthfi saat kegiatan di Semarang, Sabtu (20/12/2025).
    Rinciannya, warga tersebut terdiri dari 54 orang asal Cilacap, 34 orang asal Brebes, 7 orang asal Pemalang, 3 orang asal Kebumen, dan masing-masing satu orang asal Pekalongan dan Grobogan.
    “Paling banyak ada Brebes dan Cilacap, kemudian Pemalang. Semua sudah dihubungi keluarganya,” ungkap Luthfi.
    Para warga dipulangkan menggunakan pesawat Hercules Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Udara (AU) dari Bandara Takengon, Aceh, pada Sabtu sekitar pukul 11.00 WIB, transit di Medan, dan tiba di Halim Perdanakusuma, Jakarta, sekira pukul 14.15 WIB.
    Setibanya di Jakarta, Pemprov Jateng melalui Badan Penghubung menyediakan fasilitas istirahat dan konsumsi, serta transportasi lanjutan: dua bus ke Cilacap, satu bus ke Brebes, dan travel bagi warga asal Grobogan dan Kebumen.
    Selain transportasi, warga juga menerima modal sementara untuk melanjutkan hidup dan memulai usaha di kampung halaman. Bantuan ini disalurkan bekerja sama dengan Baznas Jateng.
    “Semuanya dari segi transportasi kita bantu, bahkan nanti kembali ke daerahnya kita kasih modal usaha supaya bisa berusaha. Minimal mereka pulang ke kampung bisa
    recovery
    di wilayah masing-masing,” pungkas Luthfi.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Sakit Hati Ibunya Dianiaya, Pemuda di Medan Bunuh Ayah Kandung yang Merupakan Dosen USU
                
                    
                        
                            Medan
                        
                        20 Desember 2025

    Sakit Hati Ibunya Dianiaya, Pemuda di Medan Bunuh Ayah Kandung yang Merupakan Dosen USU Medan 20 Desember 2025

    Sakit Hati Ibunya Dianiaya, Pemuda di Medan Bunuh Ayah Kandung yang Merupakan Dosen USU
    Tim Redaksi
    MEDAN, KOMPAS.com 
    – Seorang remaja di Kota Medan, inisial OK (18), nekat menghabisi ayah kandungnya, Hasnanda, karena sakit hati.
    Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan, Iptu Agus Purnomo mengatakan, peristiwa itu terjadi di rumahnya, di Jalan Aluminium, Kecamatan
    Medan
    Deli, pada Minggu (30/11/2025) sekitar pukul 09.00 WIB.
    “Pada saat itu, korban sedang cekcok dengan istrinya. Korban sampai memukuli istrinya,” kata Agus kepada Kompas.com melalui saluran telepon pada Sabtu (20/12/2025).
    “Lalu, pelaku tersulut emosi melihat tindakan pelaku dan mengambil pisau dapur. Pelaku menusuk korban hingga meninggal dunia,” tambahnya.
    Agus menerangkan, korban menderita lebih dari tujuh tusukan di bagian dada, punggung, perut, dan lainnya.
    Mendapati informasi itu, petugas lekas ke lokasi dan menangkap pelaku. Sejauh ini, hasil penyelidikan korban kerap kali melakukan kekerasan terhadap keluarganya.
    “Pelaku mengaku beberapa kali dianiaya korban sehingga sakit hati,” ucap Agus.
    Diketahui, korban sehari-hari bekerja sebagai dosen di Fakultas Kehutanan Universitas Sumatera Utara (
    USU
    ). Sementara pelaku adalah mahasiswa Fakultas Teknik Komputer USU.
    Kini, pelaku telah ditahan. Dia disangkakan Pasal 44 ayat 3 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 sub Pasal 338 dari KUHPidana.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Truk Bermuatan Besi Tabrak Suzuki Ertiga di Cakung, Dua Orang Tewas
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        20 Desember 2025

    Truk Bermuatan Besi Tabrak Suzuki Ertiga di Cakung, Dua Orang Tewas Megapolitan 20 Desember 2025

    Truk Bermuatan Besi Tabrak Suzuki Ertiga di Cakung, Dua Orang Tewas
    Tim Redaksi

    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Kecelakaan tragis antara truk engkel bermuatan besi dan minibus Mitsubishi Suzuki Ertiga terjadi di Jalan Cakung Cilincing, tepatnya di depan PT Maratus,
    Jakarta Utara
    , Sabtu (20/12/2025).
    Peristiwa ini menewaskan dua orang dan merusak kedua kendaraan yang terlibat.
    Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Ojo Ruslani menyebutkan, kecelakaan terjadi sekitar pukul 14.35 WIB ketika truk engkel bernopol F-8208-BG yang dikemudikan YH (33) dengan penumpang ESG (44) melaju dari arah selatan ke utara.
    “Tepatnya di depan PT Maratus pada saat mengerem, kabin depan tertimpa muatan besi yang diangkutnya,” ujar Ojo saat dikonfirmasi
    Kompas.com,
    Sabtu malam.
    Besi muatan itu juga menimpa mobil Suzuki Ertiga bernopol B-2649-UZF yang sedang melaju di depannya.
    Adapun pengemudi dan penumpang truk engkel tewas di tempat kejadian, sementara kendaraan yang terlibat mengalami kerusakan parah. Tidak ada penumpang yang duduk di belakang mobil Suzuki Ertiga sehingga tidak ada korban di dalamnya.
    Selain korban jiwa, kecelakaan ini menimbulkan kerugian materil yang cukup besar. Truk engkel mengalami kerusakan parah di bagian kabin depan yang ringsek.
    Sedangkan Suzuki Ertiga mengalami kerusakan di pintu belakang yang penyok dan baret, lampu belakang kanan pecah, kaca belakang pecah, serta bemper belakang kanan penyok dan baret.
    “Kendaraan Suzuki Ertiga mengalami kerusakan di bagian pintu belakang penyok dan baret, lampu belakang kanan pecah, kaca belakang pecah, bemper belakang kanan penyok dan baret,” terang Ojo.
    Hingga saat ini, polisi masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab kecelakaan tersebut.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.