Category: Kompas.com Metropolitan

  • Viral Kamera Diduga ETLE di Area Kampus Dekat Stasiun UI, Ini Kata Polisi
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        21 Desember 2025

    Viral Kamera Diduga ETLE di Area Kampus Dekat Stasiun UI, Ini Kata Polisi Megapolitan 21 Desember 2025

    Viral Kamera Diduga ETLE di Area Kampus Dekat Stasiun UI, Ini Kata Polisi
    Tim Redaksi

    DEPOK, KOMPAS.com –
     Sebuah unggahan di media sosial menjadi viral setelah menampilkan beberapa kamera pengawas yang diduga kamera tilang elektronik atau
    electronic traffic law enforcement
    (ETLE) di area kampus sekitar Stasiun Universitas Indonesia (UI), Depok.
    Video yang diunggah akun Instagram @
    dunia.ui
    memperlihatkan sebuah tiang berdiri tak jauh dari area penyeberangan pejalan kaki di dekat stasiun tersebut.
    Dalam unggahan itu, tertulis keterangan, “
    No more ‘enggak pake helm, bonceng tiga, belajar mobil’ di UI karena ada ETLE
    .”
    Dari rekaman video, tampak sekitar dua kamera terpasang di bagian atas tiang dan diarahkan ke dua arus lalu lintas, yakni menuju kawasan UI dan ke arah Lenteng Agung.
    Menanggapi informasi yang beredar, Kasat Lantas Polres Metro Depok Kompol Joko Sembodo menegaskan bahwa kamera yang terpasang di dekat
    Stasiun UI
    bukanlah kamera ETLE.
    Ia menjelaskan, kamera tersebut merupakan kamera pemantau milik pihak kampus Universitas Indonesia dan terintegrasi dengan sistem pengamanan internal kampus, dengan bentuk yang menyerupai kamera milik Dinas Perhubungan.
    “Bukan ETLE itu, kamera biasa. Mereka punya sama seperti Dishub yang terintegrasi di ruang pengamanan UI,” kata Joko saat dikonfirmasi
    Kompas.com
    , Minggu (21/12/2025).
    Sementara itu, Joko mengungkapkan bahwa Satuan Lalu Lintas Polres Metro Depok memang tengah menambah titik kamera ETLE di wilayah Depok.
    Penambahan tersebut dilakukan di dua titik baru yang berlokasi di depan pusat perbelanjaan Margo City.
    “Ada penambahan titik baru, arah Jakarta dan arah Depok. Titiknya depan Margo City,” terang Joko.
    “Insya Allah tahun depan sudah bisa operasi,” lanjut dia.
    Dengan penambahan tersebut, jumlah kamera ETLE di Kota Depok nantinya akan berjumlah empat titik.
    Dua titik telah lebih dahulu terpasang di depan Polres Metro Depok dan Balai Kota Depok, sementara dua titik lainnya berada di kawasan depan Margo City.
    Hingga berita ini ditayangkan,
    Kompas.com
    masih berupaya meminta konfirmasi dari pihak Universitas Indonesia.
    Direktur Humas UI, Erwin Agustian Panigoro, belum memberikan respons atas permintaan konfirmasi yang telah disampaikan.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Puluhan Truk Sampah Tangsel Parkir di Taman Tekno BSD, Warga Keluhkan Bau Menyengat
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        21 Desember 2025

    Puluhan Truk Sampah Tangsel Parkir di Taman Tekno BSD, Warga Keluhkan Bau Menyengat Megapolitan 21 Desember 2025

    Puluhan Truk Sampah Tangsel Parkir di Taman Tekno BSD, Warga Keluhkan Bau Menyengat
    Tim Redaksi

    TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com –
     Sebuah video yang viral di media sosial memperlihatkan puluhan truk pengangkut sampah terparkir di kawasan Taman Tekno, BSD, Tangerang Selatan.
    Dalam video yang diunggah akun @
    media.tangselife
    pada Sabtu (20/12/2025), tertulis keterangan: ”
    Keluar kantor, tiba-tiba banyak mobil sampah di Taman Kota 2 BSD
    .”
    Pengamatan
    Kompas.com
    di lokasi pada Minggu (21/12/2025) pagi menunjukkan truk-truk itu parkir berjejer di sekitar Gang Makam Keramat Raden Papak, Jalan Tekno Widya BSD.
    Setidaknya terdapat 20 truk pengangkut sampah beserta beberapa kontainer yang ditempatkan di sisi jalan dan mengelilingi sebuah rumah di tengah area tersebut.
    Bau busuk sampah menyengat tercium ketika melintasi lokasi parkir truk dan kontainer.
    Beberapa truk tercatat memiliki tulisan ”
    Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang Selatan
    .”
    Kontainer truk ditutupi terpal berwarna biru kehijauan, oranye, dan biru gelap.
    Sebagian terpal hanya menutupi bagian atas kontainer, sementara lainnya menutupi seluruh kontainer dan diikat dengan tali kuning.
    Terlihat juga tetesan air keluar dari kontainer yang membuat area sekitar basah.
    Salah seorang warga sekitar, Rudi (bukan nama sebenarnya), mengatakan truk-truk tersebut tidak terbiasa terparkir di lokasi itu dan baru muncul beberapa hari terakhir.
    “Saya lupa antara hari Kamis (18/12/2025) atau Jumat (19/12/2025), tetapi yang pasti datengnya malem,” ujar Rudi saat ditemui
    Kompas.com
    di lokasi pada Minggu.
    Ia menambahkan, bau dari truk sampah cukup mengganggu bagi warga yang melintas.
    “Ya namanya di sini pasti bau,” kata Rudi.
    Rudi mengaku tidak mengetahui apakah keberadaan truk tersebut memiliki izin resmi. Ia menduga hal ini terjadi karena adanya masalah di TPU Cipuecang.
    “Ya mungkin karena dari sana (TPU Cipuecang),” ucapnya.
    Kompas.com
    telah mencoba menghubungi Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang Selatan. Namun, hingga berita ini ditayangkan belum memberikan tanggapan terkait masalah tersebut.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • 1
                    
                        Temuan Baru di Gunung Padang: Tim Peneliti Ungkap Adanya Petroglif
                        Bandung

    1 Temuan Baru di Gunung Padang: Tim Peneliti Ungkap Adanya Petroglif Bandung

    Temuan Baru di Gunung Padang: Tim Peneliti Ungkap Adanya Petroglif
    Tim Redaksi
    CIANJUR, KOMPAS.com
    – Tim peneliti meyakini bahwa coak dan goresan pada batuan Situs megalitikum Gunung Padang, Cianjur, Jawa Barat, sebagai petroglif.
    Petroglif adalah gambar atau simbol yang digores, diukir, dan dipahat di atas permukaan batu yang biasa dilakukan masyarakat prasejarah.
    Ketua Tim Kajian dan Pemugaran Situs
    Gunung Padang
    , Ali Akbar menjelaskan, petroglif ditemukan di sejumlah batu yang tersebar di semua teras.
    Menurut Ali, fakta ini mengindikasikan bahwa struktur batuan yang ada tidak hanya disusun rapi, namun ditata mengikuti pola tertentu.
    “Awalnya kami mengira hal itu terbentuk secara alami. Namun, setelah diteliti lebih dalam ternyata berpola, sehingga ini dipastikan sebagai buatan manusia,” ujar Ali kepada Kompas.com melalui telepon, Minggu (21/12/2025).
    Ali mencontohkan, banyak ditemukan goresan yang menyerupai angka enam di atas permukaan batu, termasuk goresan berbentuk geometris, belah ketupat atau wajik.
    Meski demikian, tim peneliti belum dapat menerjemahkan makna di balik simbol-simbol tersebut, sehingga membutuhkan pakar dan ahli khusus.
    “Kami sedang meneliti simbol ini. Bisa saja itu sebagai penanda atau nomor urut antara batu satu dengan batu lainnya. Karenanya, kami akan melibatkan pakar huruf, ahli alfabel dan simbol untuk menafsirkan makna di balik gambar-gambar tersebut,” kata dia.
    Selain itu, menurut Ali, diperlukan kajian pembanding dengan situs atau cagar budaya di tempat lain untuk mencari petunjuk hingga potensi kesamaan dari simbol dan coak tersebut.
    “Petroglif menjadi salah satu temuan penting dalam kajian dan pemugaran tahun ini,” ujar Ali.
    Ali menekankan, pengungkapan makna simbol tersebut sangat penting untuk membuka tabir misteri Situs Gunung Padang, sehingga tidak lagi memunculkan polemik dan kontroversi terkait sejarah peradaban cagar budaya tersebut.
    “Tahap berikutnya, tahun depan difokuskan pada penguatan lereng-lereng situs agar tidak longsor. Setelah itu, kajian akan dilanjutkan dengan fokus penelitian di bawah permukaan tanah melalui pengeboran dan ekskavasi,” ungkapnya.
    Menurut Ali, aktivitas arkeologis ini dirancang bertahap mengingat area situs yang sangat luas, mencakup 30 hektar dengan diameter bangunan 100 meter.
    Sebagai salah satu cagar budaya peringkat nasional yang memiliki nilai sejarah dan arkeologi tinggi, pemugaran situs yang berlokasi di Kampung Cipadang, Desa Karyamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten
    Cianjur
    , Jawa Barat ini, harus dilakukan secara hati-hati dan berkelanjutan.
    “Harapannya, terjadi transfer ilmu pengetahuan, sehingga kelestarian Situs Gunung Padang dapat terus terjaga dan berlangsung lama,” ujar Ali.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • 9
                    
                        Viral Penumpang Transjakarta Dimaki Ibu-ibu karena Kursi, Ini Penjelasan Manajemen
                        Megapolitan

    9 Viral Penumpang Transjakarta Dimaki Ibu-ibu karena Kursi, Ini Penjelasan Manajemen Megapolitan

    Viral Penumpang Transjakarta Dimaki Ibu-ibu karena Kursi, Ini Penjelasan Manajemen
    Tim Redaksi

    JAKARTA, KOMPAS.com –
     Sebuah video yang beredar luas di media sosial memperlihatkan insiden tidak menyenangkan di dalam bus Transjakarta.
    Seorang penumpang terlihat dimaki dengan kata-kata kasar oleh seorang ibu setelah menolak memberikan kursi duduknya, yang diketahui bukan merupakan kursi prioritas.
    Video tersebut diunggah akun Instagram @
    hani.rajagukguk
    pada Sabtu, (20/12/2025).
    Dalam rekaman itu, penumpang yang diminta pindah kursi sempat menjelaskan bahwa dirinya sedang mengalami sakit kepala.
    Namun, penjelasan tersebut tidak diterima dan ibu tersebut tetap memaksa serta melontarkan kata-kata bernada tinggi.
    “Saya enggak mau tahu. Enggak mau tahu gue,” ucap ibu tersebut kepada penumpang dalam video yang beredar.
    Menanggapi insiden tersebut, Kepala Departemen Humas dan CSR
    Transjakarta
    , Ayu Wardhani, menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan.
    “Kami mengimbau kepada seluruh pelanggan, agar saling menjaga dan menghormati pelanggan lain saat menggunakan layanan Transjakarta,” ucap Ayu saat dihubungi
    Kompas.com
    melalui pesan singkat pada Minggu (21/12/2025).
    Ayu menjelaskan, Transjakarta telah menyediakan kursi prioritas yang ditandai dengan warna merah. Kursi tersebut dapat digunakan bagi empat kelompok penumpang tertentu.
    Ayu merinci, kursi prioritas hanya diperuntukkan bagi:
    Ia mengimbau seluruh penumpang agar lebih memperhatikan fasilitas tersebut dan memahami peruntukannya.
    “Jangan lupa untuk memberikan tempat duduk ke pelanggan prioritas ya,” jelasnya.
    Selain itu, Ayu mengingatkan bahwa penumpang yang mengalami ketidaknyamanan selama menggunakan layanan Transjakarta dapat melaporkan kejadian tersebut kepada petugas di lapangan atau melalui saluran resmi.
    “Apabila mengalami ketidaknyamanan, silakan laporkan kepada petugas atau melalui call center 1500-102,” tambahnya.
    Manajemen Transjakarta berharap kejadian serupa tidak terulang dan seluruh pengguna layanan dapat saling menghormati demi kenyamanan bersama.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • 6
                    
                        OTT Jaksa Berulang, Komjak Sentil Kajari dan Kajati
                        Nasional

    6 OTT Jaksa Berulang, Komjak Sentil Kajari dan Kajati Nasional

    OTT Jaksa Berulang, Komjak Sentil Kajari dan Kajati
    Tim Redaksi

    JAKARTA, KOMPAS.com –
     Ketua Komisi Kejaksaan (Komjak) Pujiyono Suwadi menegaskan bahwa operasi tangkap tangan (OTT) terhadap jaksa tidak dapat dilihat semata-mata sebagai kesalahan individu.
    Menurutnya, peristiwa tersebut mencerminkan persoalan sistemik dalam pengawasan dan pembinaan di lingkungan kejaksaan.
    Pernyataan itu disampaikan Pujiyono saat menanggapi dua kasus
    OTT
    terhadap jaksa di Banten dan Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Kalimantan Selatan, yang terjadi pada 17–18 Desember 2025.
    Ia menilai, kasus serupa yang kembali terulang menunjukkan lemahnya fungsi pengawasan melekat di internal institusi.
    “OTT terhadap jaksa merupakan indikator kegagalan pengawasan melekat. Dalam konteks itu, pimpinan satuan kerja memiliki tanggung jawab administratif untuk memastikan integritas dan disiplin aparatur berjalan konsisten,” kata Ketua Komisi Kejaksaan, Pujiyono Suwadi, kepada
    Kompas.com
    , Minggu (21/12/2025).
    Pujiyono menjelaskan, tidak seluruh persoalan di internal kejaksaan dapat dibebankan kepada Jaksa Agung.
    Dalam praktik manajemen organisasi, sebagian kewenangan telah didelegasikan kepada kepala kejaksaan negeri (Kajari) dan kepala kejaksaan tinggi (Kajati).
    Karena itu, menurut dia, pimpinan di tingkat daerah memiliki peran strategis dalam menjaga integritas aparatur di bawahnya, selain menjalankan target kinerja institusi.
    “Tugas pimpinan bukan semata-mata soal target atau capaian kinerja, melainkan juga mengawal dan menjaga integritas anak buahnya,” ujarnya.
    Selain pengawasan, Pujiyono menekankan pentingnya pembenahan sistem pembinaan jaksa secara menyeluruh.
    Ia menilai, perbaikan tidak hanya menyangkut aspek struktural, tetapi juga kesejahteraan dan konsistensi penegakan disiplin.
    “Perbaikan harus dilakukan pada sistem pembinaan, termasuk peningkatan kesejahteraan serta penegakan disiplin etika dan hukum yang konsisten dan tidak pandang bulu,” ujarnya.
    Dalam konteks pengawasan eksternal, Pujiyono memastikan Komisi Kejaksaan akan memantau seluruh tahapan penanganan perkara OTT terhadap jaksa tersebut.
    Ia menyebut, lembaganya juga tengah menangani sejumlah aduan serupa.
    Berdasarkan asesmen yang dilakukan Komisi Kejaksaan, perkara-perkara tersebut dinilai layak untuk dilanjutkan sesuai ketentuan hukum.
    “Kami akan memantau setiap tahapan. Jika ada temuan yang bermasalah, silakan adukan kepada kami,” kata Pujiyono.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Saat Bunyi Lonceng Gereja Selamatkan Ratusan Warga Tapanuli Utara dari Banjir…
                
                    
                        
                            Medan
                        
                        21 Desember 2025

    Saat Bunyi Lonceng Gereja Selamatkan Ratusan Warga Tapanuli Utara dari Banjir… Medan 21 Desember 2025

    Saat Bunyi Lonceng Gereja Selamatkan Ratusan Warga Tapanuli Utara dari Banjir…
    Tim Redaksi
    MEDAN, KOMPAS.com
    – Hujan lebat hingga tengah malam seharusnya menjadi waktu beristirahat bagi ratusan warga di Parsikkaman pada Senin, 24 November 2025 lalu.
    Namun, suasana tenang yang seyogyanya dimanfaatkan untuk tidur justru berubah jadi riuh setelah
    lonceng gereja
    Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) berbunyi keras pada pukul 23.00 WIB.
    Suara itu jadi penanda agar warga Dusun Parsikkaman, Desa Pagaran Lambung I, Kecamatan Adiankoting, Kabupaten
    Tapanuli Utara
    , Sumatera Utara, segera keluar meninggalkan rumah karena telah terjadi banjir.
    “Kemarin itu, tengah malam, jam sebelas, kami tahu itu bencana saat Pendeta menyalakan giring-giring (lonceng) gereja. Kami terbangun dan keluar, air sudah selutut saya,” kata Firman Susi Hutauruk saat ditemui di rumahnya di Dusun Parsikkaman usai membagikan bantuan, Jumat (20/12/2025).
    Lonceng dibunyikan Pendeta Resort HKBP Parsikkaman, Castel Sianipar. Gereja terletak di atas bukit dan di bawahanya terdapat sungai dan rumah-rumah warga. Air tidak hanya datang dari sungai, tapi juga lewat dari samping gereja tersebut.
    Saat lonceng dibunyikan, kata Firman, orang-orang yang datang dari arah gereja membangunkan semua warga agar melarikan diri menjauh dari rumah masing-masing.
    “Ayo kabur, air sudah setinggi lutut. Makanya kami kabur ke sana ke tempat yang lebih tinggi,” kenang Firman, sembari menunjuk lokasi pengungsian.
    Ketika itu, kata dia, Amang (panggilan untuk Pendeta), tetap berada di gereja, tidak ikut mengungsi, karena memantau longsor sampai situasi aman. Padahal saat itu, arus listrik sudah padam sehingga desa tersebut gelap gulita.
    Setelah warga mengosongkan rumah, musibah ternyata belum selesai. Pada Selasa (25/11/2025) pukul 03.00 WIB dini hari, air berwarna kuning pekat datang lagi, tanah longsor dan kayu terbawa air datang memasuki rumah-rumah warga yang berada di tepi jalan.
    Saat hari sudah terang, terlihat sejumlah tebing longsor, rumah-rumah warga ditimpa pohon, tanah hingga batu. Firman mengatakan, ada tiga orang warga yang ditemukan meninggal dunia di dusun tersebut karena tertimbun material longsor.
    “Tiga meninggal dunia. Listrik di kampung mati selama lima hari dan ada tujuh rumah habis. Tidak bisa digunakan lagi. Sebanyak 20 kepala keluarga terpaksa mengungsi,” ucap Firman.
    “Itu lah dipakai selama belum ada bantuan dari pemerintah dan masyarakat. Komunikasi pun putus. Hari ke-7 baru ada Starling,” tutur Firman.
    Perempuan yang bekerja sebagai penenun Ulos itu mengatakan, pascabanjir dan longsor, kondisi di desa banyak warga yang sakit ringan, seperti pilek, batuk hingga demam. Namun begitu, bantuan logistik dari pemerintah sangat cukup.
    “Cuma ini yang perlu diperbaiki. Dampak longsornya supaya kembali seperti awal, seperti gorong-gorong. Masih tersumbat, karena kalau hujan deras di sini bisa banjir,” tukas Firman.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Saat Bunyi Lonceng Gereja Selamatkan Ratusan Warga Tapanuli Utara dari Banjir…
                
                    
                        
                            Medan
                        
                        21 Desember 2025

    Saat Bunyi Lonceng Gereja Selamatkan Ratusan Warga Tapanuli Utara dari Banjir… Medan 21 Desember 2025

    Saat Bunyi Lonceng Gereja Selamatkan Ratusan Warga Tapanuli Utara dari Banjir…
    Tim Redaksi
    MEDAN, KOMPAS.com
    – Hujan lebat hingga tengah malam seharusnya menjadi waktu beristirahat bagi ratusan warga di Parsikkaman pada Senin, 24 November 2025 lalu.
    Namun, suasana tenang yang seyogyanya dimanfaatkan untuk tidur justru berubah jadi riuh setelah
    lonceng gereja
    Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) berbunyi keras pada pukul 23.00 WIB.
    Suara itu jadi penanda agar warga Dusun Parsikkaman, Desa Pagaran Lambung I, Kecamatan Adiankoting, Kabupaten
    Tapanuli Utara
    , Sumatera Utara, segera keluar meninggalkan rumah karena telah terjadi banjir.
    “Kemarin itu, tengah malam, jam sebelas, kami tahu itu bencana saat Pendeta menyalakan giring-giring (lonceng) gereja. Kami terbangun dan keluar, air sudah selutut saya,” kata Firman Susi Hutauruk saat ditemui di rumahnya di Dusun Parsikkaman usai membagikan bantuan, Jumat (20/12/2025).
    Lonceng dibunyikan Pendeta Resort HKBP Parsikkaman, Castel Sianipar. Gereja terletak di atas bukit dan di bawahanya terdapat sungai dan rumah-rumah warga. Air tidak hanya datang dari sungai, tapi juga lewat dari samping gereja tersebut.
    Saat lonceng dibunyikan, kata Firman, orang-orang yang datang dari arah gereja membangunkan semua warga agar melarikan diri menjauh dari rumah masing-masing.
    “Ayo kabur, air sudah setinggi lutut. Makanya kami kabur ke sana ke tempat yang lebih tinggi,” kenang Firman, sembari menunjuk lokasi pengungsian.
    Ketika itu, kata dia, Amang (panggilan untuk Pendeta), tetap berada di gereja, tidak ikut mengungsi, karena memantau longsor sampai situasi aman. Padahal saat itu, arus listrik sudah padam sehingga desa tersebut gelap gulita.
    Setelah warga mengosongkan rumah, musibah ternyata belum selesai. Pada Selasa (25/11/2025) pukul 03.00 WIB dini hari, air berwarna kuning pekat datang lagi, tanah longsor dan kayu terbawa air datang memasuki rumah-rumah warga yang berada di tepi jalan.
    Saat hari sudah terang, terlihat sejumlah tebing longsor, rumah-rumah warga ditimpa pohon, tanah hingga batu. Firman mengatakan, ada tiga orang warga yang ditemukan meninggal dunia di dusun tersebut karena tertimbun material longsor.
    “Tiga meninggal dunia. Listrik di kampung mati selama lima hari dan ada tujuh rumah habis. Tidak bisa digunakan lagi. Sebanyak 20 kepala keluarga terpaksa mengungsi,” ucap Firman.
    “Itu lah dipakai selama belum ada bantuan dari pemerintah dan masyarakat. Komunikasi pun putus. Hari ke-7 baru ada Starling,” tutur Firman.
    Perempuan yang bekerja sebagai penenun Ulos itu mengatakan, pascabanjir dan longsor, kondisi di desa banyak warga yang sakit ringan, seperti pilek, batuk hingga demam. Namun begitu, bantuan logistik dari pemerintah sangat cukup.
    “Cuma ini yang perlu diperbaiki. Dampak longsornya supaya kembali seperti awal, seperti gorong-gorong. Masih tersumbat, karena kalau hujan deras di sini bisa banjir,” tukas Firman.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • 3
                    
                        Prabowo Susun PP untuk Akhiri Polemik Perpol 10/2025 soal Jabatan Sipil Polri
                        Nasional

    3 Prabowo Susun PP untuk Akhiri Polemik Perpol 10/2025 soal Jabatan Sipil Polri Nasional

    Prabowo Susun PP untuk Akhiri Polemik Perpol 10/2025 soal Jabatan Sipil Polri
    Tim Redaksi

    JAKARTA, KOMPAS.com –
     Presiden RI Prabowo Subianto menginstruksikan jajarannya menyusun Peraturan Pemerintah (PP) guna menyelesaikan polemik Peraturan Polri (Perpol) Nomor 10 Tahun 2025.
    Kebijakan ini diambil sebagai respons atas sorotan publik terkait peluang penempatan anggota Polri aktif di jabatan sipil lintas kementerian dan lembaga negara.
    Perpol 10/2025 menuai kritik karena dinilai membuka ruang bagi anggota Polri menduduki jabatan di 17 kementerian dan lembaga, meski terdapat Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 114/PUU-XXIII/2025 yang melarang polisi aktif menduduki jabatan di luar struktur kepolisian.
    Polemik tersebut mendorong pemerintah memilih instrumen regulasi yang dinilai memiliki cakupan lebih luas.
    Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra menjelaskan, arahan Presiden Prabowo menjadi landasan pemerintah menyusun PP sebagai solusi atas persoalan lintas kementerian dan lembaga.
    “Untuk mencari solusi menyelesaikan persoalan ini, maka dengan persetujuan dari Bapak Presiden, itu akan dirumuskan dalam bentuk satu Peraturan Pemerintah karena bisa melingkupi semua instansi, kementerian, lembaga yang diatur oleh Peraturan Pemerintah,” kata Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra.
    Penjelasan itu disampaikan Yusril dalam konferensi pers di Balai Kartini, Jakarta Pusat, Sabtu (20/12/2025).
    Menindaklanjuti arahan Presiden, Yusril bersama para pemangku kepentingan menggelar rapat yang dihadiri Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Menko Polhukam Djamari Chaniago, Mendagri Tito Karnavian, serta Komisi Percepatan Reformasi Polri Jimly Asshiddiqie dan Mahfud MD.
    Rapat tersebut menyepakati pembentukan Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP).
    Hasil pertemuan itu menegaskan dasar hukum yang akan digunakan dalam penyusunan regulasi baru.
    “Dan kita sampai pada kesepakatan bahwa kita akan segera menyusun Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) untuk melaksanakan ketentuan-ketentuan di dalam Pasal 28 ayat 3 Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia, dan melaksanakan Pasal 19 dari Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN),” ujar Yusril.
    Yusril menjelaskan, Pasal 19 UU ASN pada prinsipnya mengatur bahwa jabatan ASN diisi oleh ASN, namun dalam kondisi tertentu dapat diisi oleh prajurit TNI dan anggota Polri.
    Menurutnya, rincian jabatan yang dapat diduduki polisi aktif akan diatur lebih lanjut melalui PP.
    “Jabatan-jabatan tertentu apa saja, itu akan diatur dalam bentuk Peraturan Pemerintah,” tuturnya.
    Yusril menegaskan, Perpol memiliki keterbatasan karena hanya mengatur lingkup internal Polri.
    Sementara penempatan polisi aktif di jabatan sipil melibatkan institusi di luar Polri dan harus selaras dengan UU ASN serta UU Polri.
    “Kalau Peraturan Kapolri, tentu
    scope
    -nya terbatas internal Kapolri,” ucap Yusril.
    “Tapi ini karena menyangkut kementerian dan lembaga dan melaksanakan ketentuan dalam UU ASN dan UU Kepolisian, maka harus diatur dengan bentuk Peraturan Pemerintah,” lanjutnya.
    Ia menilai penerbitan PP mendesak agar pelaksanaan ketentuan dalam UU Polri dan UU ASN memiliki payung hukum yang komprehensif.
    Pemerintah menyebut draf awal RPP telah disiapkan oleh Kementerian PAN-RB dan Kementerian Sekretariat Negara.
    Draf tersebut selanjutnya akan dikoordinasikan lintas kementerian oleh Kemenko Hukum dan Kementerian Hukum.
    “Insya Allah akan digodok dan Kementerian PAN-RB dan Kementerian Sekretariat Negara juga sudah mempersiapkan draf awal dari RPP ini yang akan dikoordinasikan oleh Kementerian Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi dan Pemasyarakatan, dan juga oleh Kementerian Hukum. Kebetulan Wamenkum, Pak Eddy, hadir hari ini,” tutur Yusril.
    Ketua Komisi Percepatan Reformasi Polri Jimly Asshiddiqie menilai penerbitan PP akan menjadi solusi atas kisruh Perpol 10/2025. Ia berharap regulasi tersebut dapat terbit pada Januari 2026.
    “Mudah-mudahan dalam waktu yang tidak lama, katakanlah bulan Januari nanti, Peraturan Pemerintah yang akan memberi solusi kepada kisruh berbagai permasalahan mengenai isu rangkap jabatan dan lain-lain sebagainya,” kata Ketua Komisi Percepatan Reformasi Polri, Jimly Asshiddiqie.
    Jimly menambahkan, penyusunan RPP akan diprakarsai oleh Kementerian PAN-RB dan Kementerian Hukum, dengan melibatkan Tim Reformasi Polri serta Badan Kepegawaian Negara (BKN).
    “Kami bantu gitu sebagai Komisi Percepatan Reformasi dan bahkan juga dari BKN akan berkolaborasi semua instansi terkait. Mudah-mudahan bisa cepat selesai,” ujarnya.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Kali Rengas Meluap, 28 Rumah Warga di Bogor Tergenang Banjir
                
                    
                        
                            Bandung
                        
                        21 Desember 2025

    Kali Rengas Meluap, 28 Rumah Warga di Bogor Tergenang Banjir Bandung 21 Desember 2025

    Kali Rengas Meluap, 28 Rumah Warga di Bogor Tergenang Banjir
    Tim Redaksi
    BOGOR, KOMPAS.com
    – Sebanyak 28 unit rumah warga di Desa Warujaya, Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, tergenang banjir akibat luapan Kali Rengas.
    Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten
    Bogor
    M. Adam mengatakan, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 16.00 WIB pada Sabtu (20/12/2025).
    Intensitas hujan yang lama ditambah penyumbatan di aliran
    Kali Rengas
    dan kecilnya drainase menyebabkan air meluap ke permukiman warga.
    “Air meluap ke permukiman warga dengan ketinggian kurang lebih 20 sentimeter,” kata Adam kepada wartawan, Minggu (21/12/2025).
    Berdasarkan data hasil kaji cepat, total terdapat 28 unit rumah warga yang terdiri dari 28 Kepala Keluarga (KK) dengan 85 jiwa yang terdampak banjir.
    “Tidak ada kerusakan (bangunan) hanya terdampak banjir lintasan,” tambahnya.
    Saat ini, air yang menggenangi rumah warga sudah surut. Para pemilik rumah sedang membersihkan material sisa banjir.
    Menurutnya, dibutuhkan normalisasi terhadap aliran Kali Rengas agar luapan air tidak kembali menggenangi rumah warga saat kondisi cuaca hujan deras.
    “Informasi dari warga normalisasi baru sampai Jembatan Desa Waruinduk, Padepokan Wela Asih, yang ke Warujaya belum ,” pungkasnya.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Begini Cara Penggunaan Lift Tangga Lansia dan Disabilitas Stasiun Cikini
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        21 Desember 2025

    Begini Cara Penggunaan Lift Tangga Lansia dan Disabilitas Stasiun Cikini Megapolitan 21 Desember 2025

    Begini Cara Penggunaan Lift Tangga Lansia dan Disabilitas Stasiun Cikini
    Tim Redaksi

    JAKARTA, KOMPAS.com –
     
    Platform lift
    yang sedang diuji cobakan di Stasiun Cikini memiliki kapasitas angkut hingga 250 kilogram (kg).
    Fasilitas ini disiapkan sebagai bagian dari peningkatan aksesibilitas bagi penumpang disabilitas di lingkungan stasiun.
    VP Corporate Secretary KAI Commuter menjelaskan kapasitas tersebut setara dengan dua orang dewasa dan satu kursi roda.
    Ketentuan ini ditetapkan untuk menjamin keamanan selama penggunaan
    platform lift
    .
    “Untuk kapasitas angkut maksimal
    lift platform
    ini adalah seberat 250 Kilogram atau seberat dua orang dewasa dan satu kursi roda,” kata VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda.
    Dalam pengoperasiannya,
    platform lift
    wajib digunakan dengan pendampingan petugas stasiun yang telah mendapatkan pelatihan khusus.
    Dari dua orang yang berada di atas
    platform
    , salah satunya adalah petugas yang bertugas mengoperasikan dan mengawasi penggunaan fasilitas tersebut.
    Pengguna disabilitas yang hendak memanfaatkan
    platform lift
    diminta untuk terlebih dahulu menghubungi petugas stasiun.
    Petugas akan memastikan proses penggunaan berjalan sesuai prosedur keselamatan.
    “Pengguna disabilitas hanya perlu menghubungi petugas di stasiun untuk menggunakan fasilitas tersebut. Nantinya petugas yang sudah terlatih juga akan mengoperasikan dan mendampingi pengguna disabilitas,” tutur VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda.
    Saat ini, uji coba dilakukan pada
    platform lift
    yang terpasang di tangga sisi selatan
    Stasiun Cikini
    .
    Uji coba tersebut mencakup pengujian teknis dan operasional sebelum fasilitas digunakan secara penuh oleh penumpang.
    Pada 2026 mendatang, KAI Commuter berencana menambah dua
    platform lift
    lainnya.
    Kedua unit tersebut akan dipasang di dua tangga yang mengarah ke Peron 1 dan Peron 2 Stasiun Cikini.
    Sebelum dioperasikan secara luas, KAI Commuter masih melakukan evaluasi menyeluruh terhadap aspek keselamatan dan keamanan penggunaan fasilitas tersebut.
    “Perkirakan dalam waktu tidak lama lagi akan segera dioperasikan untuk pengguna, karena saat ini masih dilakukan uji coba operasi dan uji teknis untuk menjamin keamanan dan keselamatan dalam operasional nantinya,” jelas VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda.
    Stasiun Cikini dipilih sebagai lokasi percontohan karena telah dilengkapi fasilitas penunjang aksesibilitas lainnya, termasuk
    pelican crossing
    yang baru diresmikan beberapa waktu lalu.
    Hasil evaluasi dari penerapan fasilitas ini akan menjadi dasar pengembangan di stasiun lain.
    “Nantinya dari hasil evaluasi atas layanan ini, tidak menutup kemungkinan juga akan ditambah pada stasiun-stasiun lainnya,” kata VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.