Category: Kompas.com Metropolitan

  • 10
                    
                        Kerusakan di Aceh Tamiang Parah, Mendagri Minta Penanganan Bencana Jadi Perhatian Khusus
                        Nasional

    10 Kerusakan di Aceh Tamiang Parah, Mendagri Minta Penanganan Bencana Jadi Perhatian Khusus Nasional

    Kerusakan di Aceh Tamiang Parah, Mendagri Minta Penanganan Bencana Jadi Perhatian Khusus
    Tim Redaksi
    KOMPAS.com
    – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menegaskan perlunya percepatan penanganan dampak bencana banjir dan longsor di Kabupaten Aceh Tamiang. 
    Menurutnya, kondisi di
    Aceh Tamiang
    memerlukan perhatian khusus karena tingkat kerusakannya berbeda dibandingkan daerah terdampak lainnya.
    Tito menjelaskan, bencana ekologis yang dipicu curah hujan tinggi serta deforestasi masif telah melanda tiga provinsi, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. 
    “Aceh Tamiang memang saya lihat agak beda dari udara. Tadi masih banyak lumpur-lumpur, agak beda ketika saya datang ke tempat-tempat lain, seperti di Sumatera Barat,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Selasa (23/12/2025).
    Hal itu dikatakan Tito saat memberikan arahan kepada Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Aceh Tamiang di Kantor Bupati Aceh Tamiang, Aceh, Senin (22/12/2025).
    Tito mengungkapkan, sejak hari pertama bencana, Presiden RI Prabowo Subianto telah menginstruksikan mobilisasi nasional dengan pembagian tugas lintas kementerian dan lembaga. 
    Pemerintah pusat bersama pemerintah daerah (pemda), Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Republik Indonesia (Polri), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), serta unsur terkait lainnya terus bergerak untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak dapat terpenuhi.
    Pada kesempatan tersebut, Tito juga menegaskan, ketersediaan cadangan beras nasional dalam kondisi sangat kuat.
    Ia memastikan, daerah terdampak bencana dapat mengakses cadangan beras Badan Urusan Logistik (Bulog) tanpa batas sepanjang ada permintaan resmi dari kepala daerah.
    “Sepanjang untuk kepentingan bencana itu dapat dikeluarkan tanpa biaya. Ini bukan beras stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) yang dijual murah. Bukan, ini tanpa biaya, gratis berapa pun juga diminta asal bisa dipertanggungjawabkan,” tegas Tito.
    Selain logistik pangan, mantan Kepala Polri (Kapolri) itu menyoroti keterbatasan anggaran belanja tidak terduga (BTT) di banyak daerah terdampak. 
    Tito menyampaikan, presiden telah memutuskan penambahan bantuan BTT sebesar Rp 4 miliar untuk setiap kabupaten/kota terdampak, serta Rp 20 miliar untuk pemerintah provinsi. 
    Di samping itu, dia juga menggalang dukungan antardaerah yang hingga kini telah mencapai hampir Rp 60 miliar dan disalurkan langsung ke daerah terdampak.
    Selain itu, Tito menekankan pentingnya pembersihan lumpur sebagai prioritas utama, terutama pada fasilitas umum, fasilitas kesehatan, fasilitas pendidikan, dan perkantoran pemerintahan. 
    Menurutnya, kehadiran negara harus tampak nyata di tengah masyarakat melalui kerja bersama TNI, Polri, pemda, dan relawan. 
    “Pembersihan ini nomor satu menurut saya, pembersihan ini dari lumpur-lumpur ini,” jelas Tito.
    Terkait penanganan perumahan, dia meminta pemda segera melakukan pendataan kerusakan rumah secara rinci
    by name
    dan
    by address
    , baik kategori rusak ringan, sedang, berat, maupun hilang. 
    Data tersebut akan menjadi dasar pemberian bantuan langsung kepada masyarakat serta pembangunan hunian sementara dan hunian tetap oleh pemerintah pusat melalui BNPB dan kementerian terkait.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • 6
                    
                        Hashim: Prabowo Tak Punya Lahan Sawit Satu Hektar pun di Bumi Indonesia
                        Nasional

    6 Hashim: Prabowo Tak Punya Lahan Sawit Satu Hektar pun di Bumi Indonesia Nasional

    Hashim: Prabowo Tak Punya Lahan Sawit Satu Hektar pun di Bumi Indonesia
    Penulis
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Hashim Djojohadikusumo, mengatakan bahwa Presiden Prabowo Subianto tidak memiliki lahan kelapa sawit di Indonesia.
    “Prabowo tidak punya lahan
    sawit
    satu hektar pun di bumi Indonesia,” ujarnya dalam acara Perayaan Natal Gereja-Gereja Sumatera Utara di DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten Tahun 2025″ di Gedung Gereja Mulia Raja, Jakarta, dilansir
    ANTARA
    , Senin (22/12/2025).
    Hashim mengatakan ada aktor yang menyebarkan fitnah bahwa Prabowo memiliki lahan sawit.
    Aktor itu disebutnya merupakan koruptor-koruptor yang merusak lingkungan.
    Para koruptor itu, tutur Hashim, memiliki 3,7 juta hektar lahan sawit ilegal yang tersebar di kawasan hutan lindung hingga taman nasional.
    Hashim menduga terdapat 200 perusahaan yang mempunyai konsesi ilegal di kawasan itu.
    “Antara lain, ada 200 lebih perusahaan yang pemiliknya adalah orang-orang yang jahat dan kami menduga mereka-mereka ini yang menyebar fitnah ini,” katanya.
    Hashim menilai hoaks itu disebarluaskan karena pemerintah saat ini berani dan tegas untuk menegakkan hukum terkait kelestarian lingkungan dan alam Indonesia.
    “Mereka sangat dirugikan oleh pemerintah sekarang ini, kalau pemerintah sekarang ini menegakkan hukum,” jelasnya.
    Adik Prabowo ini mengamati bahwa hoaks tersebut diproduksi para pemengaruh atau
    influencer
    yang telah dibayar untuk menjatuhkan martabat Presiden dengan tuduhan mempunyai lahan kelapa sawit di daerah terdampak bencana alam.
    “Kita sudah lihat dan indikasi mereka yang membayar. Mereka yang membayar
    influencer-influencer
    atau bot-bot yang ada di sosial media sehingga sekarang ada fitnah bahwa Prabowo yang punya lahan sawit,” tuturnya.
    Selain itu, ia mengatakan bahwa pemerintah akan menyerap aspirasi masyarakat terkait perlindungan kawasan hutan, salah satunya dengan menutup secara penuh operasional PT Toba Pulp Lestari (TPL) di Sumatera Utara.
    “Saya yakin pemerintah nanti akan betul-betul perhatikan yang tadi aspirasi masyarakat Sumatera Utara akan hal pabrik Toba Pulp Lestari yang saya dengar sudah ditutup. Sudah ditutup sementara, mudah-mudahan semoga akan ditutup selama-lamanya. Jadi ini tentu saya akan sampaikan aspirasi masyarakat Sumatera Utara kepada Presiden,” ujar Hashim.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Bupati Aceh Utara: Pekan Depan Semua Dinas Wajib Aktif, Jangan Alasan Terdampak Banjir
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        22 Desember 2025

    Bupati Aceh Utara: Pekan Depan Semua Dinas Wajib Aktif, Jangan Alasan Terdampak Banjir Regional 22 Desember 2025

    Bupati Aceh Utara: Pekan Depan Semua Dinas Wajib Aktif, Jangan Alasan Terdampak Banjir
    Tim Redaksi

    ACEH UTARA, KOMPAS.com
    – Bupati Aceh Utara menginstruksikan seluruh kantor Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mulai aktif pada pekan depan.
    Para Aparatur Sipil Negara (ASN) diperintahkan untuk bergerak
    membersihkan kantor
    pascabanjir. Sehingga pekan depan diharapkan kantor sudah siap beroperasi.
    Selama sebulan terakhir, sebagian dinas
    Aceh Utara
    berkantor di Lhokseumawe. Sebab suplai listrik belum menyala dan internet yang belum pulih pascabanjir yang terjadi pada 26 November 2025 lalu.
    Bupati Aceh Utara
    ,
    Ismail A Jalil
    meminta agar seluruh kantor mulai dibersihkan pada Senin (22/12/2025).
    Sehingga, ia menegaskan ke depan tidak ada alasan lagi terdampak banjir. Ia meminta pembersihan menyasar seluruh kantor dan halamannya.
    “Mulai hari ini, bersihkan seluruh kantor dan halamannya. Pekan depan wajib aktif di semua dinas, jangan ada alasan lagi terdampak banjir,” terang pria akrab disapa Ayahwa ini dalam rapat evaluasi penanganan banjir di Pendopo Bupati Aceh Utara, Senin (22/12/2025).
    Bupati mengintruksikan, masing-masing dinas juga harus membantu pembersihan lumpur sesuai bidangnya.
    Ia mencontohkan, Dinas Dayah (Pesantren), maka mengerahkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk membantu pembersihan lumpur di pesantren.
    Selanjutnya, Dinas Syariat Islam juga diminta membantu masjid untuk membersihkan lumpur.
    “Dinas Syariat Islam bantu masjid bersihkan lumpur, buat gotong royong. Begitu juga dinas lainnya,” terangnya.
    Untuk membuktikan kegiatan di setiap OPD berjalan, pihaknya meminta seluruh dinas mendokumentasikan kegiatannya dalam bentuk video.
    Selanjutnya masing-masing dinas diminta melaporkan kepada bupati. Sehingga progres pembersihan kantor-kantor OPD bisa terpantau setiap hari.
    “Laporkan ke saya, biar saya tahu progres setiap hari, mana saja yang sudah beres kita bersihkan,” terangnya.
    Sebelumnya diberitakan, banjir merendam 18 kabupaten/kota di Aceh pada 26 November 2025.
    Aceh Utara salah satu daerah terparah terdampak banjir. Ratusan orang meninggal dunia, ribuan rumah rusak, dan fasilitas umum lumpuh.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • UMP Provinsi NTB Naik Rp 70.000 pada 2026
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        22 Desember 2025

    UMP Provinsi NTB Naik Rp 70.000 pada 2026 Regional 22 Desember 2025

    UMP Provinsi NTB Naik Rp 70.000 pada 2026
    Tim Redaksi
    MATARAM, KOMPAS.com
    – Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhamad Iqbal, menyebutkan upah minimum provinsi (UMP) NTB naik sebesar Rp 70.930 pada tahun 2026. 
    “Hari ini saya sudah menandatangi SK Gubernur mengenai penetapan upah minimum provinsi dan penetapan ini saya lakukan berdasarkan susunan tripartit,” kata Iqbal di Mataram, Senin (22/12/2025). 
    Menurut Iqbal, pengusulan UMP NTB ini sudah melalui mekanisme tiga pilar yaitu dari perusahaan, serikat pekerja dan pemerintah.
    UMP NTB dari sebelumnya Rp 2.602.931 pada tahun 2025, naik menjadi Rp 2.673.861 pada tahun 2026. 
    UMP mengalami kenaikan sebesar Rp 70.930 atau naik 2,725 persen dari tahun 2025. 
    Iqbal mengatakan, penetapan UMP diharapkan dapat menjamin penghasilan layak bagi pekerja dan menjaga keberlangsungan dunia usaha. 
    “Kenapa kenaikan 70.000 tentu saja karena fundamental ekonomi yang berlangsung inflasi, daya beli, pertumbuhan ekonomi semua diusulkan melalui formula yang sudah disiapkan pemerintah pusat,” kata Iqbal. 
    Ia menekankan pentingnya pengawasan terkait kenaikan UMP ini. 
    “Karena berapa pun angkanya yang kita tetapkan kalau faktanya di lapangan pekerja dibayar di bawah itu apa artinya,” kata Iqbal. 
    Untuk itu Pemprov NTB sudah menambahkan anggaran di Dinas Ketenagakerjaan, khusus untuk melakukan pengawasan. 
    “Karena kita harus memastikan bahwa semua pengusaha dan semua perusahaan itu membayar sesuai dengan UMP,” kata Iqbal. 
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Kisah Cacang 25 Tahun Bergaji Rp 500.000 sebagai Honorer, Kini Diangkat Jadi PPPK
                
                    
                        
                            Bandung
                        
                        22 Desember 2025

    Kisah Cacang 25 Tahun Bergaji Rp 500.000 sebagai Honorer, Kini Diangkat Jadi PPPK Bandung 22 Desember 2025

    Kisah Cacang 25 Tahun Bergaji Rp 500.000 sebagai Honorer, Kini Diangkat Jadi PPPK
    Tim Redaksi
    LEBAK, KOMPAS.com
    – Senyum tak lepas dari wajah Cacang Hidayat (55) usai prosesi pelantikan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu Kabupaten Lebak, di Stadion Ona, Rangkasbitung, Senin (22/12/2025).
    “Sangat senang, ini penantian panjang saya sejak lama, akhirnya jadi pegawai yang digaji negara juga,” kata Cacang usai pelantikan.
    Setelah 25 tahun bekerja sebagai honorer dengan upah Rp 500.000 per bulan, Cacang akhirnya mendapatkan pengakuan resmi dari negara.
    Selama lebih dari dua dekade, ia mengabdikan diri menjaga perpustakaan
    SMPN 1 Cibadak
    dengan tugas membuka ruang baca, menyapu lantai, hingga merapikan rak buku.
    Meski upah yang diterima jauh dari kata layak, Cacang tetap bertahan karena merasa bertanggung jawab terhadap perpustakaan yang sudah ia jaga sejak usia muda.
    “Sudah lama bekerja, walaupun gajinya kecil, tapi ya dijalani saja, yang penting ada penghasilan,” ujar Cacang.
    Dengan status baru ini, Cacang akan mendapatkan kepastian hukum sebagai tenaga pemerintah sekaligus penghasilan yang lebih layak. Meski belum mengetahui nominal pastinya, ia mengaku sangat antusias dengan perubahan status tersebut.
    “Enggak tahu gajinya nanti berapa, tapi katanya naik, makanya sangat senang,” kata dia.
    Bupati Lebak
    Hasbi Asyidiki Jayabaya
    mengatakan bahwa pelantikan ini merupakan hadiah bagi para pegawai yang telah lama mengabdi. Selain Cacang, ada 3.508 PPPK Kabupaten Lebak yang dilantik dari formasi guru, tenaga kesehatan, hingga tenaga teknis.
    “Ini kan sebetulnya kita juga kalau dalam perspektif kepegawaian masih butuh di beberapa sektor lain. Tapi menindaklanjuti peraturan pemerintah dan peraturan Kemenpan-RB bahwa di tahun 2026 tidak boleh lagi ada pegawai dengan perjanjian kontrak honorer,” tutur Hasbi.
    Hasbi berharap seluruh PPPK yang dilantik dapat menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab dan profesionalisme di lingkungan Pemkab Lebak.
    “Insya Allah semuanya dapat bekerja dengan baik,” katanya.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Orangtua Kades Parung Bogor Jadi Korban Kecelakaan Bus Cahaya Trans di Tol Krapyak
                
                    
                        
                            Bandung
                        
                        22 Desember 2025

    Orangtua Kades Parung Bogor Jadi Korban Kecelakaan Bus Cahaya Trans di Tol Krapyak Bandung 22 Desember 2025

    Orangtua Kades Parung Bogor Jadi Korban Kecelakaan Bus Cahaya Trans di Tol Krapyak
    Tim Redaksi
    BOGOR, KOMPAS.com
    – Anih Purwaningsih asal Bogor dan suaminya, Saguh, turut menjadi korban meninggal dunia dalam kecelakaan bus Cahaya Trans di Tol Krapyak Semarang. Kedua korban merupakan orangtua dari Kepala Desa Parung, Nurwidia.
    “Minggu malam kalau enggak salah (berangkatnya), saya kurang tahu pasti. Karena pamitnya sama si bungsu, sama menantu,” kata Nurwidia kepada wartawan di kediamannya di Jalan Raya Bogor-Parung, Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor, Senin (22/12/2025).
    Nurwidia mengaku syok mengetahui kabar tersebut karena sebelumnya tidak mengetahui kedua orangtuanya melakukan perjalanan menggunakan bus. Pantauan Kompas.com di lokasi, suasana duka menyelimuti kediaman korban dengan bendera kuning yang sudah terpasang serta karangan bunga duka cita dari Bupati Bogor Rudy Susmanto.
    Kabar duka tersebut baru diketahui Nurwidia setelah pihak
    Jasa Raharja
    menghubunginya pada Senin pagi. Awalnya, petugas menginformasikan adanya korban
    kecelakaan bus
    bernama Anih yang merupakan warga Parung.
    “Beliau menyebut satu nama Hj Anih, langsung saya bilang kalau itu ibu saya. Saya matikan handphone, terus nemuin adik saya yang ada di kantor kecamatan setelah upacara saya panggil menanyakan posisi ibu ada di mana. Saya juga tidak mengetahui kalau ibu berangkat ke Jawa,” ungkapnya.
    Pihak Jasa Raharja kemudian mendatangi kantornya untuk melakukan konfirmasi lebih lanjut. Saat itulah dipastikan bahwa suami Anih, Saguh, juga menjadi salah satu korban meninggal dunia dalam kecelakaan tersebut.
    “Saya langsung meyakinkan bahwa itu keluarga saya, Saguh itu suaminya ibu saya. Beliau ke Jogja mau silaturahmi ke keluarga suami ibu saya,” terang Nurwidia.
    Hingga Senin malam, para pelayat terus berdatangan ke rumah duka untuk menyampaikan belasungkawa. Pihak keluarga kini tengah menunggu kedatangan jenazah kedua korban yang sedang dalam perjalanan dari Jawa Tengah menuju Parung.
    Rencananya, pihak keluarga akan langsung melaksanakan prosesi pemakaman setibanya kedua jenazah di rumah duka malam ini.
    “Sedang dalam perjalanan, insya Allah malam ini juga dimakamkan,” kata Nurwidia.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Orangtua Kades Parung Bogor Jadi Korban Kecelakaan Bus Cahaya Trans di Tol Krapyak
                
                    
                        
                            Bandung
                        
                        22 Desember 2025

    Orangtua Kades Parung Bogor Jadi Korban Kecelakaan Bus Cahaya Trans di Tol Krapyak Bandung 22 Desember 2025

    Orangtua Kades Parung Bogor Jadi Korban Kecelakaan Bus Cahaya Trans di Tol Krapyak
    Tim Redaksi
    BOGOR, KOMPAS.com
    – Anih Purwaningsih asal Bogor dan suaminya, Saguh, turut menjadi korban meninggal dunia dalam kecelakaan bus Cahaya Trans di Tol Krapyak Semarang. Kedua korban merupakan orangtua dari Kepala Desa Parung, Nurwidia.
    “Minggu malam kalau enggak salah (berangkatnya), saya kurang tahu pasti. Karena pamitnya sama si bungsu, sama menantu,” kata Nurwidia kepada wartawan di kediamannya di Jalan Raya Bogor-Parung, Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor, Senin (22/12/2025).
    Nurwidia mengaku syok mengetahui kabar tersebut karena sebelumnya tidak mengetahui kedua orangtuanya melakukan perjalanan menggunakan bus. Pantauan Kompas.com di lokasi, suasana duka menyelimuti kediaman korban dengan bendera kuning yang sudah terpasang serta karangan bunga duka cita dari Bupati Bogor Rudy Susmanto.
    Kabar duka tersebut baru diketahui Nurwidia setelah pihak
    Jasa Raharja
    menghubunginya pada Senin pagi. Awalnya, petugas menginformasikan adanya korban
    kecelakaan bus
    bernama Anih yang merupakan warga Parung.
    “Beliau menyebut satu nama Hj Anih, langsung saya bilang kalau itu ibu saya. Saya matikan handphone, terus nemuin adik saya yang ada di kantor kecamatan setelah upacara saya panggil menanyakan posisi ibu ada di mana. Saya juga tidak mengetahui kalau ibu berangkat ke Jawa,” ungkapnya.
    Pihak Jasa Raharja kemudian mendatangi kantornya untuk melakukan konfirmasi lebih lanjut. Saat itulah dipastikan bahwa suami Anih, Saguh, juga menjadi salah satu korban meninggal dunia dalam kecelakaan tersebut.
    “Saya langsung meyakinkan bahwa itu keluarga saya, Saguh itu suaminya ibu saya. Beliau ke Jogja mau silaturahmi ke keluarga suami ibu saya,” terang Nurwidia.
    Hingga Senin malam, para pelayat terus berdatangan ke rumah duka untuk menyampaikan belasungkawa. Pihak keluarga kini tengah menunggu kedatangan jenazah kedua korban yang sedang dalam perjalanan dari Jawa Tengah menuju Parung.
    Rencananya, pihak keluarga akan langsung melaksanakan prosesi pemakaman setibanya kedua jenazah di rumah duka malam ini.
    “Sedang dalam perjalanan, insya Allah malam ini juga dimakamkan,” kata Nurwidia.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Kaget Diserang Monyet Saat Mancing di Atas Perahu, Remaja di Bangka Tengah Hilang Tenggelam
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        22 Desember 2025

    Kaget Diserang Monyet Saat Mancing di Atas Perahu, Remaja di Bangka Tengah Hilang Tenggelam Regional 22 Desember 2025

    Kaget Diserang Monyet Saat Mancing di Atas Perahu, Remaja di Bangka Tengah Hilang Tenggelam
    Tim Redaksi
    BANGKA TENGAH, KOMPAS.com
    – Seorang remaja bernama Isanudin (16) dilaporkan hilang tenggelam saat memancing ikan di muara sungai Desa Kurau, Bangka Tengah, Kepulauan Bangka Belitung, Senin (22/12/2025).
    “Kami telah menerjunkan tim rescue ke muara sungai
    Desa Kurau
    setelah menerima laporan adanya warga yang tenggelam. Saat ini, fokus pencarian dilakukan dengan metode penyisiran di permukaan air mengikuti arus surut air laut yang mengarah keluar muara,” ujar Kepala Kantor
    SAR Pangkalpinang
    , Mikel Rachman Junika.
    Peristiwa bermula saat Isanudin sedang memancing ikan bersama dua rekannya, Ibrahimovic (17) dan Refi (15), di atas perahu kayu
    speed
    lidah yang bersandar di dermaga nelayan Kurau. Suasana tenang berubah kacau saat seekor monyet tiba-tiba melompat ke atas perahu.
    Karena terkejut, ketiga remaja tersebut secara refleks melompat ke sungai untuk menyelamatkan diri. Isanudin sempat berpegangan pada badan perahu, namun ia kemudian memutuskan untuk ikut berenang menyusul kedua temannya menuju sisi sungai seberang.
    Diduga karena mengalami kelelahan di tengah arus sungai, Isanudin tidak mampu mencapai tepian dan tenggelam. Rekannya sempat berupaya memberikan pertolongan, namun kondisi air yang sedang surut membuat tubuh korban terseret arus dengan cepat hingga menghilang.
    Warga yang menerima laporan kemudian meneruskan informasi tersebut ke Kantor SAR Pangkalpinang. Satu tim rescue langsung diberangkatkan menuju lokasi kejadian yang berada pada koordinat 2°19’47.5″S 106°14’08.1″E.
    Setibanya di lokasi, tim SAR berkoordinasi dengan pihak keluarga dan unsur terkait untuk melakukan pencarian. Satu unit rubber boat atau perahu karet diterjunkan untuk menyisir area sekitar lokasi kejadian.
    Mikel Rachman Junika menambahkan bahwa tim akan berupaya maksimal agar Isanudin dapat segera ditemukan. Ia berharap faktor alam tidak menghambat proses evakuasi.
    “Semoga kondisi cuaca mendukung dan upaya pencarian oleh tim gabungan segera membuahkan hasil,” kata Mikel.
    Hingga berita ini diturunkan, tim SAR gabungan masih terus melakukan pemantauan dan penyisiran di sekitar lokasi kejadian untuk mencari keberadaan Isanudin.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Celupkan Kaki ke Air Saat Mancing, Remaja di Dumai Tewas Diterkam Buaya
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        22 Desember 2025

    Celupkan Kaki ke Air Saat Mancing, Remaja di Dumai Tewas Diterkam Buaya Regional 22 Desember 2025

    Celupkan Kaki ke Air Saat Mancing, Remaja di Dumai Tewas Diterkam Buaya
    Tim Redaksi
    PEKANBARU, KOMPAS.com
    – Seorang remaja bernama Dwi Suhendra (19) ditemukan tewas akibat diterkam predator buaya di Sungai Teluk Dalam, Kelurahan Batu Teritip, Kecamatan Sungai Sembilan, Kota Dumai, Riau.
    “Jenazah korban ditemukan dalam kondisi ada luka gigitan pada bagian telapak dan jari kaki sebelah kiri,” kata Kapolsek Sungai Sembilan, Iptu Apriadi kepada Kompas.com melalui pesan WhatsApp, Senin (22/12/2025).
    Jasad korban ditemukan di dekat akar pohon bakau pinggir sungai pada Sabtu (20/12/2025) sore menjelang magrib. Setelah dievakuasi, pihak keluarga sepakat membawa jenazah korban ke kampung halamannya di Rantau Prapat, Provinsi Sumatera Utara.
    Apriadi menjelaskan, peristiwa bermula pada Jumat (19/12/2025) pukul 11.00 WIB saat korban pergi memancing bersama dua rekannya, Tukimun (40) dan Misman (55), menggunakan sampan. Saat sedang asyik memancing, anak dari pasangan Sutrisno dan Atik ini mencelupkan kakinya ke dalam air.
    Tiba-tiba, seekor buaya muncul dan langsung menerkam kaki korban serta menariknya ke dalam sungai. Kejadian yang berlangsung sekitar pukul 15.00 WIB tersebut membuat rekan-rekan korban tidak sempat memberikan pertolongan.

    Serangan buaya
    terjadi sekitar pukul 15.00 WIB. Korban memasukkan kakinya ke dalam air, sehingga menarik perhatian buaya untuk menerkam. Sungai tempat korban mancing merupakan habitat buaya,” kata Apriadi.
    Rekan korban kemudian mencari bantuan kepada warga sekitar. Sebanyak 20 unit sampan milik warga dikerahkan untuk melakukan pencarian hingga subuh, namun korban tidak kunjung ditemukan.
    Pencarian baru membuahkan hasil pada hari kedua setelah petugas Polsek Sungai Sembilan turun tangan membantu warga. Jasad Dwi ditemukan sudah meninggal dunia tidak jauh dari titik awal serangan.
    “Jenazah korban ditemukan berjarak sekitar 100 meter dari lokasi serangan,” sebut Apriadi.
    Atas kejadian memilukan ini, Apriadi mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dan berhati-hati saat beraktivitas di sungai, terutama di wilayah yang menjadi habitat buaya, guna menghindari terulangnya tragedi serupa.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Orangtua Kades Parung Bogor Jadi Korban Kecelakaan Bus Cahaya Trans di Tol Krapyak
                
                    
                        
                            Bandung
                        
                        22 Desember 2025

    Permintaan Terakhir Ibunda Kades Parung Sebelum Tewas dalam Kecelakaan Bus Cahaya Trans di Tol Krapyak Bandung 22 Desember 2025

    Permintaan Terakhir Ibunda Kades Parung Sebelum Tewas dalam Kecelakaan Bus Cahaya Trans di Tol Krapyak
    Tim Redaksi
    BOGOR, KOMPAS.com
    – Kepala Desa Parung, Kabupaten Bogor, Nurwidia, masih syok atas kehilangan kedua orangtuanya, Anih Purwaningsih dan Saguh, dalam kecelakaan maut bus Cahaya Trans di ruas Tol Krapyak Semarang.
    “Enggak ada pesan sih. Cuma bicara dengan adik saya mau tinggal di sini ah sekarang, bikinin kamar baru itu aja. Ada dua minggu yang lalu,” kata Nurwidia kepada wartawan di rumah duka, Jalan Raya
    Bogor
    -Parung, Senin (22/12/2025).
    Nurwidia mengenang permintaan sederhana ibundanya itu sebagai isyarat sebelum musibah terjadi. Ia tak menyangka keinginan sang ibu untuk memiliki kamar baru menjadi komunikasi terakhir yang disampaikan melalui adik bungsunya.
    “Itu mungkin pesan terakhir dia, beliau mau berangkat menghadap Allah mungkin ya. Itu pesannya kepada adik saya, adik saya menyampaikan,” sambung Nurwidia dengan nada lirih.
    Ia menambahkan bahwa ibunya baru dua kali menggunakan jasa bus untuk mengunjungi keluarga suaminya di wilayah Yogyakarta. Biasanya, kedua orangtuanya lebih memilih menggunakan mobil pribadi untuk perjalanan jauh.
    “Biasanya bawa mobil pribadi. Sekali dia pakai bus, mungkin merasa nyaman enggak capek yang kedua kali naik bus lagi,” ungkap Nurwidia.
    Hingga Senin malam, para pelayat terus berdatangan ke rumah duka yang berlokasi di Jalan Raya Bogor-Parung. Mereka datang untuk menyampaikan belasungkawa kepada keluarga atas musibah
    kecelakaan bus
    Cahaya Trans tersebut.
    Kedua jenazah saat ini sedang dalam perjalanan menuju Bogor. Pihak keluarga berencana untuk segera melaksanakan prosesi pemakaman setibanya jenazah di rumah duka.
    “Sedang dalam perjalanan, insya Allah malam ini juga dimakamkan,” kata Nurwidia.
    Sopir bus PO Cahaya Trans ditangkap polisi setelah
    kecelakaan maut
    di Exit Tol Krapyak, Kota Semarang, Jawa Tengah, Senin (22/12/2025) dini hari. Peristiwa tragis ini merenggut nyawa 16 penumpang dan melukai 17 lainnya.
    Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ribut Hari Wibowo mengatakan, pengemudi bus tersebut merupakan sopir cadangan yang selamat dari kecelakaan.
    “Saat ini pengemudi telah diamankan petugas untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut,” kata Ribut saat dikonfirmasi.
    Seluruh korban meninggal dunia saat ini masih dalam proses pemulasaraan jenazah dan identifikasi oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) Biddokkes Polda Jawa Tengah di kamar jenazah RSUD dr Kariadi.
    Sementara itu, 17 korban luka dirawat di tiga rumah sakit berbeda, yakni RS Tugu, RS Colombia, dan RS Elisabeth Semarang.
    “Kami turut berduka cita atas meninggalnya korban dalam peristiwa kecelakaan tersebut. Peristiwa ini menjadi keprihatinan bersama,” ujar Ribut.
    Berdasarkan informasi yang dihimpun dari petugas di lapangan, kecelakaan tunggal ini dialami bus PO Cahaya Trans yang sedang dalam perjalanan dari Bogor menuju Yogyakarta.
    “Sementara penyebab pasti kecelakaan masih dalam proses penyelidikan oleh kepolisian,” tambah Ribut.
    Tim DVI Polda Jawa Tengah telah mendirikan posko pelayanan bagi keluarga korban meninggal dunia di RSUD dr Kariadi. Posko ini berfungsi sebagai pusat informasi dan pendampingan selama proses identifikasi berlangsung.
    “Saat ini Tim DVI sedang melakukan proses identifikasi secara menyeluruh melalui metode post mortem dan ante mortem secara cermat dan profesional. Hal ini untuk memastikan ketepatan identitas sebelum jenazah diserahkan kepada pihak keluarga,” jelasnya.
    Korban meninggal dunia berjumlah 16 orang, yaitu:
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.