Category: Kompas.com Metropolitan

  • Tema Natal GPIB Immanuel Jakarta, Refleksi Positif bagi Korban Bencana
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        25 Desember 2025

    Tema Natal GPIB Immanuel Jakarta, Refleksi Positif bagi Korban Bencana Megapolitan 25 Desember 2025

    Tema Natal GPIB Immanuel Jakarta, Refleksi Positif bagi Korban Bencana
    Tim Redaksi

    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Gereja Protestan di Indonesia Bagian Barat (GPIB) Immanuel Jakarta mengangkat tema
    Natal 2025
    “Allah Memulihkan Kehidupan Seluruh Ciptaan” sebagai refleksi atas berbagai
    bencana alam
    yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia dalam beberapa waktu terakhir.
    Gereja yang berlokasi di Jalan Medan Merdeka Timur, Gambir, Jakarta Pusat, ini menilai tema tersebut relevan dengan kondisi bangsa yang tengah menghadapi banyak cobaan, mulai dari bencana di Sumatera hingga Jawa Timur.
    “Ini bisa jadi refleksi kondisi bencana yang terjadi di Sumatera, bukan Sumatera aja, di Jawa Timur juga ada,” tutur Ketua V Pelaksana Harian Majelis Jemaat (PHMJ)
    GPIB Immanuel
    Jakarta,
    Steve Loupatty
    , saat ditemui di lokasi, Kamis (25/12/2025).
    Steve menjelaskan, tema “Allah Memulihkan Kehidupan Seluruh Ciptaan” merupakan tema sentral yang ditetapkan oleh GPIB pusat dan digunakan secara nasional oleh seluruh jemaat GPIB.
    Menurut dia, tema tersebut dipilih karena selaras dengan situasi dan perkembangan bangsa yang dinilai sedang tidak baik-baik saja akibat maraknya bencana alam dalam beberapa waktu terakhir.
    Oleh karena itu, tema Natal 2025 diharapkan dapat menjadi refleksi sekaligus penguatan iman, terutama bagi para korban bencana agar tidak larut dalam keputusasaan.
    “Tema yang diusung menggambarkan Tuhan atau Allah akan memulihkan kehidupan semua orang tidak memandang suku, agama, ras, jadi sangat nasionalis dan sangat humanis,” sambung Steve.
    Sebagai wujud nyata kepedulian terhadap sesama, Steve mengatakan bahwa GPIB telah menggalang donasi bagi korban bencana sejak sekitar satu bulan terakhir.
    Tidak hanya mengumpulkan bantuan, GPIB juga telah turun langsung ke sejumlah lokasi terdampak bencana untuk menyalurkan bantuan yang berhasil dihimpun dari jemaat.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Kardinal Suharyo Soroti Ketidakadilan hingga Korupsi dalam Pesan Natal 2025
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        25 Desember 2025

    Kardinal Suharyo Soroti Ketidakadilan hingga Korupsi dalam Pesan Natal 2025 Megapolitan 25 Desember 2025

    Kardinal Suharyo Soroti Ketidakadilan hingga Korupsi dalam Pesan Natal 2025
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com –
    Uskup Agung Jakarta Kardinal Ignatius Suharyo menyoroti persoalan ketidakadilan, korupsi, dan keserakahan yang dinilai kian menggerus nilai kemanusiaan dalam Pesan Natal 2025.
    Ia menegaskan, Gereja tidak boleh diam menghadapi berbagai persoalan sosial yang merugikan masyarakat luas.
    “Dalam konteks tata kelola kehidupan bersama yang tidak baik, Gereja harus berani menyuarakan suara kenabian tentang ketidakadilan, korupsi, dan berbagai bentuk penyimpangan,” ujar Kardinal Suharyo usai Misa Pontifikal Natal di Gedung Karya Pastoral, Kompleks Katedral Jakarta, Kamis (25/12/2025).
    Uskup Keuskupan Agung Jakarta itu menjelaskan, pesan Natal tahun ini memuat dua pokok utama.
    Pertama, Pesan Natal Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) bersama Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) yang mengangkat tema “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga.”
    Kedua, Pesan Natal khusus Keuskupan Agung Jakarta berjudul “Gereja Merawat Kemanusiaan, Keadilan, dan Kelestarian Alam.”
    Menurut Kardinal Suharyo, istilah “menyelamatkan” dalam perayaan Natal tidak semata dimaknai secara spiritual, melainkan juga sebagai proses pemulihan dan penguatan kehidupan manusia dalam berbagai aspek.
    “Yang diharapkan pulih dan kuat bukan hanya kehidupan rohani, tetapi juga kehidupan berkeluarga, komunitas, masyarakat, dan bangsa,” kata dia.
    Kardinal menilai, konteks perayaan
    Natal 2025
    tidak terlepas dari berbagai tantangan serius yang dihadapi Indonesia.
    Mulai dari bencana alam yang sebagian dipicu oleh kerusakan lingkungan akibat ulah manusia, hingga persoalan sosial, ekonomi, dan politik yang semakin kompleks.
    Suharyo juga menyinggung situasi pemerintahan yang telah berjalan lebih dari satu tahun, tetapi masih dihadapkan pada tantangan besar terkait kesejahteraan rakyat, demokrasi, perlindungan hak asasi manusia, penegakan hukum yang adil, serta tata kelola pemerintahan yang bersih.
    “Setiap hari kita membaca berita-berita tentang persoalan ekonomi dan sosial yang sangat pelik. Inilah konteks kita hari ini,” ujar dia.
    Dalam situasi tersebut, Suharyo menyebutkan bahwa Gereja dipanggil untuk hadir sebagai jembatan di tengah masyarakat.
    Gereja tidak hanya menyampaikan kritik, tetapi juga mendoakan para pemimpin dan pemegang mandat rakyat agar bekerja sungguh-sungguh demi kesejahteraan bersama.
    Mengutip Paus Fransiskus, Suharyo menyebut ada tiga persoalan besar ketidakadilan yang perlu mendapat perhatian serius, yakni ketidakadilan struktural, korupsi, dan apa yang disebut sebagai “berhala” zaman modern.
    “Berhala hari ini bukan lagi batu atau pohon, melainkan uang dan keserakahan,” ujar dia.
    Ia menegaskan, jika Gereja berbicara tentang korupsi dan keadilan, Gereja juga harus memastikan dirinya tidak bertentangan dengan nilai-nilai yang disuarakan.
    Demikian pula dalam isu lingkungan hidup, diperlukan langkah konkret untuk ikut merawat dan melestarikan alam.
    Suharyo mencontohkan, salah satu bentuk nyata kepedulian Gereja terhadap kemanusiaan terlihat dari solidaritas lintas keuskupan dalam membantu korban bencana alam.
    Tahun ini, untuk pertama kalinya dalam sejarah Gereja Katolik di Indonesia, seluruh keuskupan dan paroki secara serentak mengumpulkan dana bagi korban bencana di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan sejumlah wilayah Asia Tenggara.
    “Dalam 75 tahun hidup saya, belum pernah ada gerakan solidaritas seperti ini. Ini menunjukkan kepedulian tanpa pamrih,” katanya.
    Dalam sesi tanya jawab, Suharyo juga menyinggung makna pertobatan di akhir tahun.
    Menurut dia, pertobatan bukan sekadar ritual keagamaan, melainkan gaya hidup yang diwujudkan dalam bakti kepada sesama.
    “Dalam kehidupan sosial, pertobatan berarti memahami jabatan sebagai amanah, bukan sekadar posisi. Ketika jabatan digunakan untuk kepentingan pribadi, itulah yang sering kita lihat dalam berbagai kasus korupsi,” ujarnya.
    Karena itu, Suharyo menilai bangsa Indonesia membutuhkan apa yang ia sebut sebagai “
    pertobatan nasional
    ”, yakni kembali pada cita-cita kemerdekaan sebagaimana tertuang dalam Pancasila dan UUD 1945.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Misa Pontifikal Natal di Katedral Jakarta Dihadiri Hingga 3.500 Jemaat
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        25 Desember 2025

    Misa Pontifikal Natal di Katedral Jakarta Dihadiri Hingga 3.500 Jemaat Megapolitan 25 Desember 2025

    Misa Pontifikal Natal di Katedral Jakarta Dihadiri Hingga 3.500 Jemaat
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com –
    Gereja Katedral Jakarta memperkirakan sekitar 3.000 hingga 3.500 jemaat akan mengikuti Misa Pontifikal Natal hari kedua yang digelar pada Kamis (25/12/2025).
    Misa ini menjadi puncak perayaan Natal sekaligus satu-satunya misa yang dipimpin langsung oleh
    Kardinal Ignatius Suharyo
    .
    Perkiraan jumlah jemaat tersebut disampaikan oleh Humas Gereja Katedral Jakarta, Susyana Suwadie, saat ditemui di area tenda luar Katedral, tepat sebelum pintu masuk gedung utama.
    “Untuk Misa Pontifikal hari ini, kami memperkirakan umat yang hadir sekitar 3.000 sampai 3.500 orang,” ujar Susyana.
    Pada hari kedua perayaan Natal, Gereja Katedral Jakarta menggelar empat kali misa. Misa pertama adalah Misa Pontifikal yang dilaksanakan pukul 08.30 WIB.
    Misa ini dipimpin oleh Kardinal Ignatius Suharyo, Uskup Keuskupan Agung Jakarta, dengan konselebran para kuria Keuskupan Agung Jakarta.
    “Misa Pontifikal ini memang secara khusus hanya dipimpin oleh Kardinal dan dilaksanakan setiap perayaan Natal dan Paskah. Di akhir misa, umat akan menerima indulgensi atau pelepasan dosa,” kata Susyana.
    Misa kedua merupakan Misa Keluarga yang digelar pukul 11.00 WIB dan dipimpin oleh Romo Yohanes Deodatus, SJ.
    Misa ini banyak dihadiri keluarga yang membawa anak-anak, dengan homili yang disampaikan menggunakan bahasa sederhana agar mudah dipahami.
    “Biasanya anak-anak juga menerima berkat khusus dan membawa tabungan mereka untuk dimasukkan ke dalam celengan ayam di depan altar,” ujar Susyana.
    Selanjutnya, misa ketiga dilaksanakan pukul 16.00 WIB sebagai Misa Khusus Lansia. Misa ini menjadi yang pertama kali digelar di Gereja Katedral Jakarta dan dipersembahkan oleh Romo Macarius Maharsono Probho, SJ.
    Adapun misa keempat sekaligus penutup rangkaian Misa Natal digelar pukul 18.00 WIB. Misa ini dipimpin oleh Romo Albertus Hani Rudi Hartoko, SJ, selaku Pastor Kepala Gereja Katedral Jakarta.
    Terkait sistem pendaftaran, Susyana menjelaskan bahwa registrasi hanya diberlakukan untuk Misa Pontifikal. Pendaftaran dilakukan di dalam gereja serta di Graha Pemuda lantai 1 dan saat ini kuotanya telah penuh.
    “Untuk Misa Keluarga dan misa-misa berikutnya, tidak lagi diberlakukan sistem registrasi,” ujar dia.
    Sebagai perbandingan, pada Misa Malam Natal Rabu (24/12/2025), misa pukul 17.00 WIB dihadiri lebih dari 5.500 umat, sementara misa kedua pukul 20.30 WIB diikuti sekitar 5.000 umat.
    Selain rangkaian misa, Gereja Katedral Jakarta juga menampilkan
    dekorasi Natal ramah lingkungan
    .
    Tahun ini, dekorasi dibuat dari bahan daur ulang seperti karung beras yang diolah dan diberi warna, serta batok kelapa bekas yang dijadikan ornamen, dengan dominasi warna-warna natural.
    “Ini sejalan dengan komitmen Katedral sejak beberapa tahun terakhir untuk menggunakan bahan daur ulang, memanfaatkan kembali patung-patung yang sudah ada, serta mengangkat wastra nusantara sebagai wujud cinta tanah air,” kata Susyana.
    Di area Patung Kristus Raja, ditampilkan pula dekorasi berupa simbol dan ikon Tahun Suci Yubelium 2025, termasuk tokoh Luce dan kawan-kawannya yang merupakan maskot resmi yang dikeluarkan Vatikan.
    “Tahun Yubelium 2025 akan ditutup pada 3 Januari, bersamaan dengan misa pembukaan Arah Dasar Keuskupan Agung Jakarta 2026, yang mengajak umat untuk melakukan pertobatan ekologis dan merawat bumi sebagai rumah bersama,” ujar Susyana.
    Terkait pesan Natal, Susyana menyebutkan bahwa pesan utama akan disampaikan oleh Kardinal Ignatius Suharyo dalam Misa Pontifikal.
    Pesan tersebut sejalan dengan tema Natal bersama Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) dan Keuskupan Agung Jakarta (KAJ), yakni “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga”.
    Tema tersebut menegaskan keluarga sebagai pusat kehidupan. Kardinal juga kerap menyampaikan keprihatinan atas bencana alam yang terjadi di sejumlah daerah serta mengajak umat untuk membantu sesama.
    Keuskupan Agung Jakarta, lanjut Susyana, telah menyalurkan bantuan bagi masyarakat terdampak bencana melalui kolekte kedua yang dilakukan pada 13 dan 14 Desember 2025.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • 5
                    
                        ICW Sindir Kejagung Pamer Uang Rp 6,6 Triliun: Pencitraan Belaka 
                        Nasional

    5 ICW Sindir Kejagung Pamer Uang Rp 6,6 Triliun: Pencitraan Belaka Nasional

    ICW Sindir Kejagung Pamer Uang Rp 6,6 Triliun: Pencitraan Belaka
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com –
    Indonesia Corruption Watch (ICW) mengkritik Kejaksaan Agung (Kejagung) yang memamerkan tumpukan uang senilai Rp6,6 triliun, hasil dari penyelamatan keuangan negara.
    Kepala Divisi Hukum dan Investigasi ICW, Wana Alamsyah, mengatakan hal tersebut tidak substansial dan hanya pencitraan semata.
    “Upaya memamerkan uang hasil rampasan merupakan langkah yang tidak substansial dan hanya bersifat pencitraan belaka,” kata Wana dalam keterangan tertulis, Kamis (25/12/2025).
    Wana mengatakan, laporan ICW pada Desember 204 mencatat nilai kerugian keuangan negara akibat tindak pidana korupsi sekitar Rp 300 triliun.
    Namun, pengembalian kerugian keuangan negara hanya 4,8 persen.
    “Artinya, kinerja penegak hukum untuk merampas aset dan mengembalikan kerugian keuangan negara tidak berhasil,” ujar dia.
    Berdasarkan hal tersebut, ICW mendesak agar pemerintah berfokus pada hal yang substansial, yakni memaksimalkan pengembalian kerugian keuangan negara.
    Sebelumnya, Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) menyerahkan uang senilai Rp 6,6 triliun, tepatnya Rp6.625.294.190.469,74, hasil penyelamatan keuangan negara kepada pemerintah pada Rabu (24/12/2025) sore.
    Pantauan Kompas.com di Gedung Bundar Kejaksaan Agung (Kejagung) pukul 13.00 WIB, tumpukan uang pecahan Rp100.000 disusun memenuhi lobi gedung.
    Uang yang dikemas dalam plastik itu disusun membentuk lorong dari lobi hingga ke dalam Gedung Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejagung.
    Tumpukan uang tersebut diturunkan dari mobil boks dan dipindahkan menggunakan troli oleh anggota TNI.
    Presiden Prabowo Subianto pun menghadiri penyerahan uang triliunan tersebut.
    Selain itu, sejumlah menteri Kabinet Merah Putih turut hadir dalam acara tersebut.
    Mereka adalah Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BPKM sekaligus CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani, dan Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni.
    Kemudian, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Kepala BPKP Yusuf Ateh, dan Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya.
    Sebagai informasi, penyerahan ini merupakan bagian dari hasil penguasaan kembali kawasan hutan tahap V dengan total luasan 896.969,143 hektar.
    Tercatat dalam kurun waktu 10 bulan, Satgas PKH telah menguasai kembali lahan perkebunan seluas 4.081.560,58 hektar atau mencapai lebih dari 400 persen dari target yang ditetapkan, dengan nilai indikasi lahan yang telah dikuasai kembali mencapai lebih dari Rp 150 triliun.
    Satgas juga telah menyerahkan lahan kawasan hutan hasil Penguasaan Kembali kepada kementerian terkait seluas 2.482.220,343 hektar, dengan rincian sebagai berikut:
    Diserahkan pengelolaan kepada PT Agrinas Palma Nusantara, seluas 1.708.033,583 Ha, lahan perkebunan kelapa sawit;
    Diserahkan kepada kementerian terkait untuk dilakukan pemulihan kembali, seluas 688.427 Ha yang merupakan lahan kawasan hutan konservasi;
    Diserahkan kepada kementerian terkait untuk dihutankan 81.793,00 yang merupakan lahan kawasan Taman Nasional Tesso Nilo.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • 15.235 Warga Binaan Se-Indonesia Terima Remisi Natal
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        25 Desember 2025

    15.235 Warga Binaan Se-Indonesia Terima Remisi Natal Megapolitan 25 Desember 2025

    15.235 Warga Binaan Se-Indonesia Terima Remisi Natal
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com –
    Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) memberikan remisi ke 15.235 warga binaan di seluruh Indonesia pada Hari Raya Natal 2025.
    Direktur Jenderal Pemasyarakatan Mashudi mengatakan, pemberian remisi tersebut dilaksanakan serentak di seluruh unit pelaksana teknis (UPT), baik rumah tahanan (rutan) maupun lembaga pemasyarakatan (lapas).
    “Untuk remisi
    warga binaan
    kami, baik secara khusus dan umum, total semua ada 15.000, ini seluruh Indonesia, ya 15.235 dan ini dilaksanakan oleh masing-masing UPT,” ucap Mashudi di Rutan Kelas I Cipinang, Kamis (25/12/2025).
    Mashudi menjelaskan, khusus di wilayah Jakarta terdapat 610 warga binaan yang menerima
    remisi Natal
    .
    Dari jumlah tersebut, lima orang di antaranya langsung dinyatakan bebas setelah mendapatkan
    pengurangan masa pidana
    .
    “Untuk remisi (Jakarta) 610 untuk warga binaan yang mendapatkan, pengurangan sendiri mulai 15 hari sampai 2 bulan variasinya, Hari ini ada bebas 5 orang (di Rutan Kelas I Cipinang),” ungkap dia.
    Lebih lanjut, Mashudi menegaskan bahwa pemberian remisi tidak dilakukan secara otomatis, melainkan melalui proses dan asesmen yang ketat.
    Setiap warga binaan harus memenuhi sejumlah kriteria yang telah ditetapkan.
    “Proses gampang, semua melalui proses. Di situ ada empat kriteria yang harus dilakukan oleh warga binaan. Melakukan pembinaan, ya kan, dia mengikuti kegiatan yang ada di dalam Lapas ini, dan menurunkan daripada tingkat risiko,” ucap Mashudi.
    “Jadi ada asesmen nanti. Begitu asesmennya itu turun, dia ke bawah (risikonya rendah). Nah, ini salah satu yang menjadikan kita putusan di dalam sidang TPP (Tim Pengamat Pemasyarakatan). Dari bawah, dari UPT ke Kanwil, Kanwil baru ke Direktorat Ditjenpas. Dan ini mengalami saringan-saringan,” imbuh dia.
    Rutan Kelas I Cipinang menggelar pemberian remisi Natal bagi warga binaan di lapangan dalam Rutan Cipinang, Jatinegara, Jakarta Timur, Kamis (25/12/2025).
    Sejumlah keluarga warga binaan sudah berdatangan sejak pagi hari, mereka tampak menunggu giliran untuk diizinkan masuk oleh petugas rutan.
    Mayoritas keluarga warga binaan mengenakan pakaian putih dengan celana hitam.
    Mereka mengantre secara tertib sebelum memasuki area rutan.
    Petugas memeriksa seluruh pengunjung untuk memastikan tidak ada barang terlarang yang dibawa ke dalam rutan.
    Selain itu, para pengunjung juga diwajibkan mengenakan kartu pengunjung yang dikalungkan dan digunakan selama berada di dalam rutan.
    Di dalam area rutan, ada tenda berwarna dominan putih dan biru muda yang menjadi lokasi utama pelaksanaan pemberian remisi bagi warga binaan.
    Suasana Natal pun terasa kental dengan berbagai dekorasi, seperti pohon Natal di sekitar lokasi acara serta ornamen Santa Claus dan rusa di salah satu gereja di dalam Rutan Cipinang.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Ini Rangkaian Ibadah Natal 2025 di Gereja Immanuel Jakarta Pusat
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        25 Desember 2025

    Ini Rangkaian Ibadah Natal 2025 di Gereja Immanuel Jakarta Pusat Megapolitan 25 Desember 2025

    Ini Rangkaian Ibadah Natal 2025 di Gereja Immanuel Jakarta Pusat
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com –
    Gereja Protestan di Indonesia Bagian Barat (GPIB) Immanuel di Jalan Medan Merdeka Timur, Gambir, Jakarta Pusat, menggelar serangkaian ibadah Natal 2025, Kamis (25/12/2025).
    Ibadah misa pertama digelar pukul 09.00 WIB yang dipimpin langsung oleh Ketua Majelis Jemaat GPIB Immanuel Jakarta,
    Pendeta Abraham Ruben Persang
    .
    “Ibadah Natal Gereja Immanuel hari ini ada tiga kali. Pertama, jam 09.00 WIB,” tutur Ketua V Pelaksana Harian Majelis Jemaat (PHMJ) GPIB Immanuel Jakarta Steve Loupatty, Kamis (25/12/2025).
    Berdasarkan pantauan pada pukul 08.57 WIB, jemaat sudah mulai memenuhi area dalam, depan, dan samping gereja, dengan duduk di bangkunya masing-masing menunggu dimulainya ibadah.
    Selanjutnya, ada ibadah misa sore sekitar pukul 16.00 WIB, yang akan dilaksanakan dengan menggunakan Bahasa Inggris.
    Lalu, agenda ibadah terakhir akan dilaksanakan sekitar pukul 18.00 WIB yang akan dipimpin oleh Pendeta Pelayanan Umum Kantor Majelis Sinode Johanis November Tahulending.
    Di tahun ini, tema yang diusung oleh GPIB Immanuel Jakarta adalah ‘Allah Memulihkan Kehidupan Seluruh Ciptaan’ sebagai bentuk refleksi positif bahwa Tuhan akan memulihkan semua jemaat yang mengalami duka dan kesulitan, terutama mereka yang menjadi korban bencana di Sumatera dan Jawa Timur.
    Steve memperkirakan, jemaat yang hadir pada misa pagi ini bisa mencapai 600 orang.
    “Kalau untuk Ibadah Natal dia biasanya berkisar antara 500 – 600 jemaat, sesi siang atau sore 300-40 dan sesi terakhir 400 – 500,” jelas Steve.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Natal Jauh dari Keluarga, Cerita Mahasiswa Timor Leste Rayakan Natal di Jakarta
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        25 Desember 2025

    Natal Jauh dari Keluarga, Cerita Mahasiswa Timor Leste Rayakan Natal di Jakarta Megapolitan 25 Desember 2025

    Natal Jauh dari Keluarga, Cerita Mahasiswa Timor Leste Rayakan Natal di Jakarta
    Penulis

    JAKARTA, KOMPAS.com –
    Perayaan Natal 2025 menjadi momen yang berbeda bagi Kennedy dan Lando.
    Dua mahasiswa asal Timor Leste itu merayakan malam Natal di
    Gereja Katedral Jakarta
    tanpa kehadiran keluarga, sesuatu yang belum pernah mereka alami pada tahun-tahun sebelumnya.
    Jauh dari kampung halaman, Natal kali ini dijalani dengan suasana yang lebih sunyi, namun tetap sarat makna.
    Kennedy dan Lando mengikuti Misa Malam Natal di Gereja Katedral Jakarta, Rabu (22/12/2025) malam.
    Bagi keduanya, Natal di Jakarta terasa berbeda karena harus merayakannya sebagai anak rantau.
    “Yang paling utama sih jauh dari keluarga. Kalau tahun kemarin kan bareng keluarga, tapi di sini ya sendirian sama teman-teman, kayak agak sedih,” ujar Kennedy saat ditemui usai misa malam Natal.
    Keduanya berasal dari Timor Leste dan saat ini tengah menempuh pendidikan di Jakarta.
    Kennedy tercatat sebagai mahasiswa Universitas Trisakti, sementara Lando menjalani perkuliahan di Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN).
    Meski jauh dari keluarga, Natal tetap dimaknai sebagai momen refleksi dan harapan.
    Kennedy menyampaikan harapannya agar perjalanan hidup dan pendidikan yang dijalani ke depan dapat berjalan dengan baik dan aman.
    Hal serupa disampaikan Lando yang merasakan beratnya merayakan Natal di perantauan.
    “Sebagai anak rantau yang Natal di sini itu cukup berat, ya belajar buat masa depan dan harus berjuang. Semoga dilancarkan,” kata Lando saat diwawancarai Kompas.com di lokasi.
    Di tengah perayaan Natal yang dijalani jauh dari keluarga, Lando juga menyampaikan doa dan ucapan bagi orang-orang terdekatnya di kampung halaman. Ia berharap keluarganya selalu diberi kesehatan.
    “Selamat hari Natal untuk mereka, semoga sehat selalu di sana, dan jangan lupa berdoa,” tuturnya.
    Sementara itu, Gereja Katedral Jakarta menggelar rangkaian perayaan
    Natal 2025
    pada Kamis (25/12/2025) dengan sejumlah misa yang ditujukan bagi berbagai kelompok umat.
    Perayaan dimulai sejak pagi melalui Misa Natal Pontifikal pada pukul 08.30 WIB yang dipimpin Uskup Agung Jakarta Ignatius Kardinal Suharyo bersama Kuria Keuskupan Agung Jakarta.
    Misa tersebut diikuti umat baik secara langsung maupun melalui siaran daring.
    Usai misa pontifikal, perayaan dilanjutkan dengan Misa Keluarga pada pukul 11.00 WIB yang secara khusus diperuntukkan bagi keluarga dan anak-anak, dengan suasana yang lebih komunikatif dan reflektif.
    Pada sore hari, Gereja Katedral menggelar Misa Lansia pukul 16.00 WIB, sebelum ditutup dengan Misa Sore pukul 18.00 WIB yang terbuka bagi umat umum dan kembali disiarkan secara daring.
    Untuk mendukung kelancaran ibadah, pihak Gereja Katedral Jakarta menyiapkan sekitar 5.000 kursi yang tersebar di berbagai area.
    “Kapasitas gereja untuk ibadat misa Natal sebanyak 800 kursi di dalam Gereja Katedral. Ditambah area luar, yakni Plaza Maria dan Gua Maria sebanyak 500 kursi, tenda 3.000 kursi, serta Grha Pemuda lantai 1 dan 4 dengan total 800 kursi,” ujar Humas Gereja Katedral Jakarta, Susyana Suwadie, dalam keterangan resmi, Rabu.
    Selain itu, sejumlah kursi cadangan juga disiapkan untuk mengantisipasi lonjakan jemaat.
    Area di dalam gereja utama dan Grha Pemuda lantai 1 hanya diperuntukkan bagi jemaat yang telah melakukan registrasi sejak pertengahan Desember.
    Namun, jemaat yang belum mendaftar tetap dapat mengikuti misa dan diarahkan ke area lain.
    “Umat go show di hari H tetap dapat mengikuti misa di Grha Pemuda lantai 4, tenda yang telah disediakan, atau di Plaza Maria,” kata Susyana.
    Adapun
    perayaan Natal 2025
    di Gereja Katedral Jakarta mengusung tema “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga” (Matius 1:21–24), yang merupakan pesan Natal bersama Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) dan Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI).
    (Reporter: Omarali Dharmakrisna Soedirman, Lidia Pratama Febrian | Editor: Dani Prabowo, Ardito Ramadhan)
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Ini Lokasi Parkir untuk Jemaat Misa Natal Gereja Immanuel Jakarta 
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        25 Desember 2025

    Ini Lokasi Parkir untuk Jemaat Misa Natal Gereja Immanuel Jakarta Megapolitan 25 Desember 2025

    Ini Lokasi Parkir untuk Jemaat Misa Natal Gereja Immanuel Jakarta
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com –
    Sejumlah lokasi parkir sudah disediakan untuk para jemaat yang ingin merayakan ibadah Natal 2025 di GPIB Immanuel di Jalan Medan Merdeka Timur, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (25/12/2025).
    Kapolsek Metro Gambir Kompol Rezeki R. Respatih mengatakan, lokasi parkir kendaraan pertama untuk para jemaat berada di dalam GPIB Immanuel.
    “(Lokasi parkir) di parkiran Gereja Immanuel sendiri,” tutur Respatih saat diwawancarai
    Kompas.com
    , Kamis.
    Pengamatan
    Kompas.com
    di lokasi, gereja ini memang dikelilingi halaman yang cukup luas sehingga bisa menampung banyak kendaraan.
    Namun, untuk kendaraan yang masuk hanya diperbolehkan lewat pintu belakang di Jalan Pejambon, Jakarta Pusat.
    Setelah masuk lewat pintu belakang, mobil jemaat bisa parkir di samping dan depan gereja langsung.
    Sedangkan kendaraan motor bisa diparkir di area belakang gereja, samping kiri pos sekuriti.
    Namun, bagi jemaat yang memang kehabisan lokasi parkir, maka bisa memarkirkan kendaraannya di
    Stasiun Gambir
    yang berada persis di seberang gereja ini.
    Bagi jemaat yang ingin parkir di Stasiun Gambir, jangan lupa untuk menyediakan kartu uang elektronik agar lebih mudah.
    Pada Kamis pagi sekitar pukul 08.21 WIB, para jemaat sudah mulai memenuhi area dalam gereja untuk menanti misa pertama yang akan digelar pukul 09.00 WIB.
    Misa pertama ini akan dipimpin oleh Ketua Majelis Jemaat GPIB Immanuel Jakarta, Pendeta Abraham Ruben Persang, dengan mengusung tema ‘Allah Memulihkan Kehidupan Seluruh Ciptaan’.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Selamatkan Bandara Soekarno-Hatta di "Kota Kotor"
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        25 Desember 2025

    Selamatkan Bandara Soekarno-Hatta di "Kota Kotor" Megapolitan 25 Desember 2025

    Selamatkan Bandara Soekarno-Hatta di “Kota Kotor”
    Wartawan Kompas, 1989- 2018
    Artikel ini adalah kolom, seluruh isi dan opini merupakan pandangan pribadi penulis dan bukan cerminan sikap redaksi.
    KALAU
    ingin membuktikan Bandar Udara (Bandara) Internasional Soekarno-Hatta di Tangerang, Provinsi Banten, diselimuti bau sampah, datang lah ke terminal 2, terutama pada waktu malam.
    Angin berhembus dari arah barat membawa serta bau menyengat, tidak sedap, membuat pengguna bandara terasa pening.
    Bau tidak sedap menyapa siapa saja yang menginjakkan kaki di bandara tersebut. Banyak orang kemudian menutup hidung, hanya membatin bau apa yang menusuk hidung, dan langsung pergi.
    Di bandara yang menjadi pintu utama keluar-masuk Indonesia ini sudah belasan tahun disergap bau tak sedap.
    Mestinya malu pemerintah kota Tangerang dan Banten yang disebut-sebut di dalam pesawat menjelang mendarat.
    “Para penumpang yang terhormat, sebentar lagi pesawat akan mendarat di Bandara Soekarno-Hatta Jakarta di Tangerang, Banten,” demikian pengumuman yang selalu disampaikan oleh awak pesawat terbang pada menit-menit terakhir sebelum pesawat mendarat.
    Tanggung jawab pemerintah Tangerang dan Banten mestinya ada. Jangan hanya memungut pajaknya saja.
    Pejabat berwenang dalam menangani sampah yang mengganggu udara kawasan bandara seperti absen. Atau pejabatnya seakan-akan membiarkan bandara berbau sampah.
    Kompas.com
    pada terbitan 10 Agustus 2008, sudah memberitakan bau tak sedap di Bandara Soekarno-Hatta dan permukiman penduduk di sebelah barat bandara. Namun, hingga sekarang bau sampah yang menyelimuti bandara itu belum mendapat perhatian.
    November 2025, kami masih merasakan bau bakaran sampah yang menyengat di terminal 2 bandara tersebut, ketika menjemput keluarga yang mendarat dari Jepang pada tengah malam.
    Saya sudah tahu dari mana bau tak sedap itu. Kok tidak ada perbaikan polusi udara tak sedap di bandara ini. Masih bau sampah.
    Pantas saja
    Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq menyebut Tangerang Raya masuk dalam kategori “kota kotor”
    berdasarkan penilaian Adipura yang dilakukan Kementerian Lingkungan Hidup.
    Tangerang Raya meliputi Tangerang Selatan, Kota Tangerang dan Kabupaten Tangerang, masih berada dalam kategori “kota kotor” (
    Kompas.com
    , Senin, 22/12/2025).
    Menurut penilaian Adipura, ada empat kategori, yaitu kota kotor, kota bersertifikat, kota Adipura, dan Kota Adipura Kencana.
    Tangerang yang selama ini dibilang “pemilik” Bandara Soekarno-Hatta, berada di tingkatan paling rendah: Kota Kotor. Selamatkan bandara!
    Bandara Soekarno-Hatta yang ada dalam wilayah Tangerang Raya terkena dampaknya. Pengguna bandara terganggu sebaran bau tidak sedap berasal dari gunungan sampah yang berjarak sekitar dua kilometer dari bandara.
    Gunungan sampah yang sebagian terbakar itu berada Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah Rawa Kucing, Kota Tangerang, sebelah barat bandara.
    Di sebelah barat bandara ini terdapat sejumlah perumahan yang juga diliputi asap dan bau tidak sedap dari sumber yang sama.
    Di kawasan sebelah barat bandara selain ada tempat pemakaman umum Selapajang, juga pergudangan dan perumahan Bandaramas, perumahan Korpri, dan juga permukiman penduduk.
    Persoalan ini sudah disampaikan kepada Wali Kota Tangerang. Bahkan, wali kota Tangerang sudah berganti tiga kali, tetapi tidak satu pun wali kota yang berhasil menanganinya sampai Rabu, 24 Desember 2025.
    Menurut berita yang dilansir
    Kompas.com
    tahun 2008, Pemerintah Kota Tangerang, sudah punya rencana memindahkan TPA Rawa Kucing yang mengganggu bandara, ke tempat lain.
    Lokasi lain yang ditetapkan berada di Jatiwaringin, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang. Luas lahan sekitar 20 hektar.
    Kalau TPA sampah jadi dipindah ke lokasi baru, bandara akan aman dari bau sampah, karena berjarak sekitar 19 kilometer dari bandara.
    Pemerintah Kota Tangerang saat itu sudah membeli lahan 20 hektar di Jatiwaringin tahun 2002, dengan uang dari pinjaman Bank Pembangunan Asia (
    Kompas.com
    , 10/8/2008).
    Namun, kenapa sampai sekarang Bandara Soekarno-Hatta masih bau sampah? Entah masih adakah rasa malu akibat kegagalan mengatasi persoalan sampah?
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • 8
                    
                        Banjir Kembali Landa Pidie Jaya Aceh, Ketinggian Air Capai 2 Meter
                        Regional

    8 Banjir Kembali Landa Pidie Jaya Aceh, Ketinggian Air Capai 2 Meter Regional

    Banjir Kembali Landa Pidie Jaya Aceh, Ketinggian Air Capai 2 Meter
    Tim Redaksi
    BANDA ACEH, KOMPAS.com
    – Permukiman warga di Kabupaten Pidie Jaya (Pijay), Provinsi Aceh kembali terendam banjir.
    Air juga mulai menggenangi rumah warga yang masih terendam lumpur.
    Hujan dengan intensitas tinggi yang melanda wilayah setempat juga telah mengakibatkan debit air krueng (sungai) Meureudu kembali tinggi dan deras.
    Menurut Wakil Bupati Pijay, Hasan Basri, sebanyak 19 desa di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Meurah Dua, Meureudu, dan Bandar Dua, kini kembali dilanda banjir.
    Dia memaparkan, di Kecamatan Meurah Dua, air sudah memasuki Desa Dayah Husen, Mancang, Dayah Kruet, Meunasah Raya, Blang Cut, Buangan, dan Beuringen.
    Di Kecamatan Meureudu, yaitu di Desa Berawan, Meunasah Lhok, Grong-grong Beracan, dan Desa Masjid Tuha-Lhokga.
    “Di Kecamatan Bandar Dua air menggenangi Desa Juelanga, Alue Keutapang, Paya Pisang Klat, Alue Mee, Babah Krueng, Blang Kuta, Drien Tujoh, dan Alue Sane,” kata Hasan dalam keterangan tertulisnya, Rabu (24/12/2025).
    Salah seorang warga
    Pidie Jaya
    , Nasruddin, juga membenarkan air kembali menggenangi rumah warga.
    Saat ini, masyarakat mulai waspada dan antisipasi air kembali meningkat.
    “Iya, Bang. Air kembali menggenangi rumah warga pascadiguyur hujan yang sampai sekarang belum berhenti,” katanya saat dihubungi
    Kompas.com.
    Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pijay, Muhammad Nur mengatakan bahwa dampak hujan deras telah mengakibatkan meluapnya air Krueng Meureudu, Krueng Beuracan, Krueng Ulim, dan krueng di kawasan Alue Keutapang.
    “Ketinggian air bervariasi 1 sampai 2 meter. Lokasi terdampak hampir menyeluruh di delapan kabupaten yang ada di Pidie Jaya,” kata Muhammad Nur saat dikonfirmasi secara terpisah.
    Muhammad Nur menyebutkan, pengungsi dipastikan dalam kondisi aman karena rata-rata lokasi pengungsian berada di tempat yang lebih tinggi.
    “Untuk masyarakat kita sendiri
    Alhamdulillah
    aman dan tertib, dan tidak terlalu panik karena sebelum itu sudah kita imbau. Kami mengimbau kepada warga kalau memang banjir semakin parah, segera bergeser ke tempat paling aman,” ujarnya.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.