Sidak Rumah Nenek yang Roboh Dibongkar Paksa, Armuji: Tindakan Ini Bisa Dikecam Satu Indonesia
Tim Redaksi
SURABAYA, KOMPAS.com
– Wakil Wali Kota Surabaya Armuji melakukan inspeksi mendadak (sidak) terkait kasus viral seorang nenek, Elina Wijayanti (80), yang rumahnya dirobohkan secara paksa oleh sekelompok orang.
Dalam video yang beredar, tampak sejumlah orang yang diduga dari organisasi masyarakat (ormas) menyeret paksa Elina keluar dari kediamannya.
“Ini rumahnya siapa? Ini rumahnya saya, mana suratnya? Saya kan sudah tunjukkan surat saya,” tegas Elina dengan nada marah sebelum dirinya diseret paksa untuk keluar dari rumahnya di Jalan Kuwukan, Kecamatan Sambikerep, Surabaya.
Cucu keponakan Elina, Iwan, menjelaskan bahwa pada 4 Agustus 2025 tiba-tiba sekelompok orang datang mengklaim rumah tersebut telah dijual kepada seseorang bernama Samuel. Karena keluarga merasa tidak pernah menjual rumah tersebut, mereka menolak untuk pergi.
“Terus tanggal 6 Agustus, orang-orang tadi datang lagi, masuk ke rumah secara paksa dan mengusir Bu Elina dan kami semua,” jelas Iwan kepada
Armuji
, Rabu (24/12/2025).
Puncaknya pada 9 Agustus 2025, rumah tersebut dibongkar paksa menggunakan
excavator
. Seluruh barang-barang mulai dari pakaian, peralatan dapur, kendaraan, hingga surat berharga dilaporkan hilang dan tidak diketahui keberadaannya pasca-pembongkaran.
Ketua RT setempat, Leo, menerangkan bahwa berdasarkan data di kelurahan hingga Agustus 2025, lahan tersebut masih tercatat atas nama Elisabeth, saudara kandung Elina. Di sisi lain, Samuel selaku pihak yang mengaku pembeli mengeklaim telah membeli rumah itu secara sah sejak 2014.
“Saya sudah beberapa kali menyampaikan ke Bu Elina untuk keluar karena ini sudah rumah yang saya beli, tapi beliaunya tetap enggak percaya. Akhirnya ya mau enggak mau saya lakukan secara paksa,” kata Samuel.
Samuel juga membantah telah menghilangkan barang-barang keluarga Elina. Ia mengeklaim telah mengirimkan satu mobil pikap berisi barang-barang tersebut kepada salah satu anggota keluarga sebelum pembongkaran dilakukan.
Setelah mendengarkan keterangan kedua belah pihak, Armuji menyarankan agar perkara ini segera dituntaskan melalui jalur hukum di Polda Jatim.
Ia menegaskan bahwa proses eksekusi lahan tidak boleh dilakukan secara sepihak, apalagi dengan melibatkan preman tanpa adanya putusan pengadilan.
“Tindakan brutal ini kalau sampean pakai bawa-bawa preman, meskipun sampean punya surat sah tetap tindakan sampean bisa dikecam satu Indonesia,” tegas pria yang akrab disapa Cak Ji tersebut.
Armuji juga meminta pihak kepolisian bertindak tegas terhadap oknum ormas yang terlibat dalam tindakan pengusiran brutal tersebut demi tegaknya keadilan di Kota Surabaya.
“Oknum seperti ini, tolong organisasi Madas ditindak tegas, laporkan ke kepolisian orang-orang seperti ini biar nanti ada keadilan di sana. Kalau enggak, nanti orang seluruh Indonesia akan mengecam saudara semuanya ini,” kata Armuji.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.
Category: Kompas.com Metropolitan
-
/data/photo/2025/12/25/694cd0fb021f3.jpeg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Sidak Rumah Nenek yang Roboh Dibongkar Paksa, Armuji: Tindakan Ini Bisa Dikecam Satu Indonesia Surabaya 25 Desember 2025
-
/data/photo/2025/12/25/694c7eb9f209a.jpeg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Persiba Balikpapan Terancam Tanpa Pemain Baru Lawan Kendal Tornado FC Regional 25 Desember 2025
Persiba Balikpapan Terancam Tanpa Pemain Baru Lawan Kendal Tornado FC
Tim Redaksi
BALIKPAPAN, KOMPAS.com
– Persiba Balikpapan dihadapkan pada situasi kurang menguntungkan menjelang pertandingan Pegadaian Championship melawan Kendal Tornado FC, Minggu (28/12/2025).
Di saat kontestan lain di Grup 2 sibuk menambah kekuatan, tim berjuluk
Beruang Madu
ini kemungkinan tetap bertumpu pada skuad yang ada.
“Kalau penambahan pemain tentu kita ingin, saya juga sudah sampaikan kepada manajemen. Namun kita juga harus realistis,” kata pelatih Persiba,
Muhammad Nasuha
, selepas memimpin uji coba melawan Balikpapan United, Rabu (24/12/2025) sore.
Nasuha mengaku telah menyodorkan sejumlah nama pemain kepada manajemen, terutama untuk memperkuat lini belakang dan lini tengah.
Lini pertahanan menjadi sorotan utama karena dalam 12 laga yang dijalani, gawang Persiba sudah bobol 19 kali dan baru mencetak 12 gol. Namun, hingga kini belum ada kabar baik mengenai perekrutan tersebut.
Jika penambahan pemain tidak direstui manajemen, mantan bek Timnas Indonesia ini menegaskan kesiapannya untuk meramu kekuatan dengan pemain yang tersedia. “Ya kita maksimalkan saja pemain yang ada,” ucap Nasuha.
Kondisi Persiba berbanding terbalik dengan pesaing di Grup 2 seperti PSIS Semarang. Tim tersebut langsung berbenah dengan mendatangkan pemain kawakan seperti Beto Goncalves, Otavio Dutra, Esteban Vizcarra, hingga meminjam Aldair Simanca Pena dari Borneo FC.
Selain urusan transfer, Nasuha juga menyoroti jeda kompetisi selama sebulan yang dinilai cukup mengganggu performa tim.
“Iya libur panjang seperti ini pasti mengganggu, performa pemain kembali turun,” ungkapnya.
Untuk mengembalikan sentuhan pemain, Persiba menggelar uji tanding terakhir melawan Balikpapan United. Laga ini menjadi persiapan krusial sebelum menjamu
Kendal Tornado FC
di
Stadion Batakan
.
Pada pertemuan pertama di Semarang, Persiba harus mengakui keunggulan lawan dengan skor 0-2.
“Kendal tim bagus, semua lini kuat. Semoga kita bisa antisipasi dan tampilkan permainan terbaik melawan mereka nanti,” kata Nasuha.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2025/12/21/694782ed67276.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Luapan Sungai di Guci Jateng Hancurkan Instalasi Pipa Air Panas Hotel Regional 25 Desember 2025
Luapan Sungai di Guci Jateng Hancurkan Instalasi Pipa Air Panas Hotel
Tim Redaksi
TEGAL, KOMPAS.com
– Hujan deras beberapa jam mengakibatkan aliran Sungai Gung Guci meluap deras hingga sempat merendam sebagian kawasan Obyek Wisata (OW) Pemandian Air Panas Guci, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Sabtu (20/12/2025).
Aliran sungai yang cukup deras bahkan sampai merusak instalasi air panas milik hotel yang melintasi sungai di kawasan tersebut.
Tak hanya itu, kawasan Pancuran 13 dan Pancuran 5 yang biasa ramai pengunjung juga turut terdampak.
Video aliran sungai yang sangat deras viral di media sosial.
Dalam sejumlah video yang viral, terlihat sungai mengalir cukup deras yang membawa potongan pipa-pipa plastik berwarna hitam.
Sejumlah fasilitas wisata juga rusak, seperti jembatan penyeberangan Pancuran 13.
Menurut petugas Pancuran 13 OW
Pemandian Air Panas
Guci Tegal, Zam Zami, luapan deras sungai terjadi saat hujan lebat terjadi sekitar pukul 15.00 WIB.
“Banjir terjadi sekitar jam tiga sore tadi saat hujan lebat. Jembatan kecil di Pancuran 13 terbawa, dan kolam tertutup air banjir,” kata Zami kepada wartawan, Sabtu.
Sementara itu, luapan air sungai juga turut merendam kolam pemandian lain, seperti di Pancuran 5 dalam kawasan wisata terbesar di Kabupaten Tegal tersebut.
Tidak ada korban jiwa akibat banjir bandang di Guci ini. Namun, untuk sementara wisata ditutup.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2025/12/25/694cc65d07f4b.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
"Update" KM Maulana-30 Terbakar, 8 ABK Hilang Dicari hingga Krakatau Regional 25 Desember 2025
“Update” KM Maulana-30 Terbakar, 8 ABK Hilang Dicari hingga Krakatau
Tim Redaksi
LAMPUNG, KOMPAS.com
– Pencarian terhadap delapan Anak Buah Kapal (ABK) KM Maulana-30 yang hilang akibat kapal terbakar kini semakin diperluas. Tim SAR gabungan menyisir area hingga ke Perairan Gunung Anak Krakatau (GAK) di Selat Sunda.
“Kita perluas area pencarian dari titik awal ke arah Perairan Krakatau, atau lebih dari 7.700 mil laut persegi,” kata Kepala Kantor
SAR Lampung
, Deden Ridwansyah, saat dihubungi, Kamis (25/12/2025).
Para ABK tersebut dilaporkan hilang sejak kapal nelayan yang mereka tumpangi terbakar pada Minggu (21/12/2025) di Perairan Belimbing, Kabupaten
Tanggamus
, Lampung. Hingga memasuki hari kelima pencarian pada Rabu (24/12/2025), keberadaan para korban masih belum membuahkan hasil.
Deden menambahkan, pencarian dimulai sejak pagi hari dengan melakukan penyisiran dari perairan Ujung Kulon, Pulau Panaitan, hingga mencapai perairan
Gunung Anak Krakatau
. Namun, kondisi di lapangan belum memberikan tanda-tanda signifikan mengenai keberadaan para korban.
“Namun, hingga sore hari, tidak ditemukan tanda-tanda keberadaan korban,” jelas Deden.
Perluasan area pencarian ini dilakukan seiring dengan perhitungan teknis mengenai pergerakan arus laut dan arah angin di kawasan tersebut.
Selain faktor teknis, kondisi cuaca yang mendung serta gelombang laut yang berkisar antara 1 hingga 1,6 meter turut memengaruhi efektivitas penyisiran di laut lepas.
Diberitakan sebelumnya, kapal nelayan KM Maulana-30 asal Muara Angke, Jakarta, mengalami insiden kebakaran saat berlayar di perairan Kabupaten Tanggamus. Dalam peristiwa tersebut, sebanyak 25 orang awak kapal berhasil selamat setelah dievakuasi oleh KM Darmansa 05.
Saat ini, pihak Kantor SAR Lampung masih terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mengoptimalkan pencarian delapan rekan mereka yang masih belum ditemukan di wilayah perairan
Selat Sunda
tersebut.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2025/12/25/694cbd80e4a86.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Libur Natal 2025, Pantai Slopeng Mulai Ramai meski Tak seperti Dulu Surabaya 25 Desember 2025
Libur Natal 2025, Pantai Slopeng Mulai Ramai meski Tak seperti Dulu
Tim Redaksi
SUMENEP, KOMPAS.com
– Memasuki libur Natal 2025, sejumlah wisata bahari di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, mulai ramai dikunjungi wisatawan. Meski demikian, jumlah kunjungan terpantau belum seramai libur panjang pada tahun-tahun sebelumnya.
Pantauan
Kompas.com
di
Pantai Slopeng
, Kecamatan Dasuk, sejak pagi hari terlihat peningkatan jumlah pengunjung dibandingkan hari biasa.
Para wisatawan datang secara bertahap bersama keluarga maupun rombongan kecil untuk menikmati hamparan pasir yang menjadi daya tarik utama.
“Kalau dibandingkan tahun-tahun lalu, libur Natal sekarang ini memang belum seramai dulu,” kata penjaga Pantai Slopeng, Ek Sugianto, kepada
Kompas.com
di Sumenep, Kamis (25/12/2025).
Pria yang akrab disapa Iik ini menduga, berkurangnya jumlah pengunjung salah satunya dipengaruhi oleh semakin banyaknya pilihan destinasi wisata buatan dan wahana baru di Kabupaten Sumenep.
Kehadiran tempat rekreasi baru membuat konsentrasi wisatawan kini terbagi dan tidak hanya terpusat di pantai.
“Sekarang kan di Sumenep sudah banyak wisata buatan dan tempat rekreasi baru, jadi pengunjung tidak hanya terpusat di pantai saja,” tambah Iik.
Meski kondisi saat ini tergolong landai, Iik tetap optimistis jumlah pengunjung Pantai Slopeng akan terus mengalami peningkatan dalam beberapa hari ke depan.
Hal ini mengingat masa libur Natal dan menjelang Tahun Baru 2026 masih cukup panjang.
“Ini kan baru hari pertama libur, masih ada sekitar tiga hari ke depan, biasanya pengunjung akan terus bertambah,” ucapnya.
Menurut Ek Sugianto, pada momentum libur panjang nasional, Pantai Slopeng biasanya mampu menarik hingga 500 wisatawan setiap harinya.
Namun, pada hari pertama
libur Natal 2025
ini, jumlah wisatawan yang datang diperkirakan baru menyentuh angka seratusan orang.
“Untuk hari ini, perkiraannya baru sekitar 100-an pengunjung yang datang,” ungkap Iik.
Selain menikmati panorama alam, para pengunjung yang datang tampak mencoba sejumlah wahana yang tersedia, seperti
all terrain vehicle
(ATV) hingga wisata naik kuda menyisiri bibir pantai.
Pengelola terus bersiaga untuk memastikan kenyamanan para wisatawan lokal yang mendominasi kunjungan hari ini.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2025/12/25/694cc3eba2ddb.jpeg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Kardinal Suharyo: Bangsa Ini Butuh Tobat Nasional Megapolitan 25 Desember 2025
Kardinal Suharyo: Bangsa Ini Butuh Tobat Nasional
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com –
Uskup Agung Jakarta Ignatius Kardinal Suharyo menyerukan pertobatan nasional di tengah maraknya praktik penyalahgunaan kekuasaan dan krisis lingkungan yang terus berulang di Indonesia.
Ia menyinggung berbagai kasus korupsi kepala daerah yang kerap muncul dalam pemberitaan sebagai tanda bahwa jabatan tidak dijalankan untuk mewujudkan kesejahteraan umum.
“Kalau kita membaca berita, bupati ditangkap, gubernur ditangkap, itu menunjukkan jabatannya tidak dipakai untuk kebaikan bersama. Maka bangsa ini membutuhkan
pertobatan nasional
,” kata Suharyo Misa Pontifikal Natal di Gedung Karya Pastoral Keuskupan Agung Jakarta, Kamis (25/12/2025).
Menurut dia, jabatan publik semestinya dipahami sebagai amanah untuk kebaikan bersama, bukan posisi yang diduduki demi kepentingan pribadi.
“Ketika seseorang diberi kesempatan menjabat, harapannya bukan menduduki jabatan, tetapi mengemban amanah. Jabatan itu dipangku untuk kebaikan bersama, bukan digunakan untuk kepentingan diri sendiri,” kata Suharyo.
Suharyo menjelaskan, pertobatan bukan sekadar peristiwa sesaat di akhir tahun, melainkan gaya hidup yang berakar pada iman.
Dalam pandangan Kristiani, manusia diciptakan untuk memuliakan dan berbakti kepada Allah, yang harus diwujudkan secara konkret dalam kehidupan sosial.
“Sering kali, termasuk saya sendiri, kita tidak memuliakan Allah, tetapi memuliakan diri sendiri. Ketika itu terjadi, arah hidup harus diluruskan kembali. Itulah yang disebut pertobatan rohani,” ujar dia.
Pertobatan nasional, lanjut dia, bukan sekadar slogan moral, melainkan upaya mengembalikan cita-cita kemerdekaan Indonesia sebagaimana tertuang dalam Pancasila dan Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945.
Dasarnya tetap pertobatan batin, yakni memuliakan Allah dan membaktikan hidup bagi sesama serta tanah air.
Selain pertobatan sosial dan politik, Suharyo juga menekankan pentingnya pertobatan ekologis yang akan menjadi perhatian Keuskupan Agung Jakarta pada 2026.
Pertobatan ini menyangkut tanggung jawab manusia menjaga lingkungan hidup melalui tindakan-tindakan sederhana dalam kehidupan sehari-hari.
“Misalnya, saat naik pesawat terbang yang menghasilkan emisi karbon tinggi, ada kesadaran untuk menyisihkan sebagian biaya guna memulihkan kerusakan lingkungan. Atau hal kecil seperti tidak membuang makanan dan mengurangi penggunaan plastik,” jelas Suharyo.
Suharyo menegaskan, pertobatan ekologis menyentuh seluruh aspek kehidupan manusia, dari cara konsumsi hingga pola produksi, karena
krisis lingkungan
tidak bisa dilepaskan dari perilaku manusia itu sendiri.
Ketika ditanya soal harapan terhadap penegak hukum di tengah maraknya korupsi dan kerusakan lingkungan, Suharyo menegaskan bahwa Gereja berbicara dalam ranah iman dan moral, bukan politik praktis.
Namun, ia berharap para pemimpin yang memikul mandat rakyat bekerja sungguh-sungguh demi kesejahteraan dan kebaikan bersama.
“Kerusakan alam itu kompleks dan menyangkut banyak kepentingan. Gereja menyampaikan pesan moral. Soal data, investigasi, dan penegakan hukum, itu menjadi tugas wartawan dan aparat penegak hukum,” kata Suharyo.
Menurut dia, pesan Natal dan seruan pertobatan nasional sejatinya menjadi pengingat bahwa kehidupan bersama hanya bisa diselamatkan jika manusia bersedia meluruskan kembali orientasi hidupnya dari memuliakan diri sendiri menuju bakti bagi sesama dan lingkungan.
Mengutip ensiklik
Laudato Si’
Paus Fransiskus, Suharyo menekankan bahwa dunia adalah rumah bersama.
Ketika yang kuat dan kaya merusak alam, mereka yang lemah dan miskin justru menanggung dampaknya.
“Harapan kami sederhana, agar para pemimpin yang memanggul mandat rakyat bekerja sebaik-baiknya demi kesejahteraan dan kebaikan bersama,” kata Suharyo.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.
/data/photo/2025/12/25/694cccf605c47.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
/data/photo/2025/12/25/694cc5c2e8bb6.jpeg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
/data/photo/2025/12/25/694cbcdcc3bdc.jpeg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
/data/photo/2025/12/25/694ce26dd913f.jpeg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)