Category: Kompas.com Metropolitan

  • 3
                    
                        Mengaku Terpaksa Usir, Samuel Pembeli Rumah Nenek Elina Klaim Kantongi Legalitas Sejak 2014
                        Surabaya

    3 Mengaku Terpaksa Usir, Samuel Pembeli Rumah Nenek Elina Klaim Kantongi Legalitas Sejak 2014 Surabaya

    Mengaku Terpaksa Usir, Samuel Pembeli Rumah Nenek Elina Klaim Kantongi Legalitas Sejak 2014
    Tim Redaksi
    SURABAYA, KOMPAS.com
    – Nasib malang menimpa nenek asal Surabaya, Elina Wijayanti (80) yang rumahnya dirobohkan secara paksa hingga rata dengan tanah oleh sekelompok organisasi masyarakat (ormas).
    Tidak hanya itu, Elina juga diseret untuk dipaksa keluar dari rumahnya hingga ia mengalami luka dibagian hidung dan bibir.
    Diduga sekelompok ormas tersebut merupakan orang suruhan Samuel, pihak yang mengaku telah membeli rumah Elina.
    Ketika wakil walikota Surabaya Armuji mengunjungi lokasi, Samuel mengeklaim telah membeli rumah itu secara sah dari Elisabeth, saudara kandung Elina, pada tahun 2014.
    Ia mengeklaim memiliki dokumen letter C dan surat jual beli sebagai bukti kepemilikan atas lahan tersebut.
    “Saya sendiri ada bukti sahnya surat jual beli dan letter C atas rumah ini sejak 2014,” kata Samuel kepada Cak Ji, Rabu (24/12/2025).
    Ia menuturkan harus melakukan pembongkaran secara paksa karena pihak keluarga menghiraukan peringatan yang telah diberikan beberapa kali.
    “Saya sudah beberapa kali menyampaikan ke bu Elina untuk keluar karena ini sudah rumah yang saya beli, tapi beliaunya tetap enggak percaya. Akhirnya ya mau gak mau saya lakukan secara paksa,” ujarnya.
    Terkait harta benda Elina yang hilang pasca-perobohan, Samuel menekankan bahwa pihaknya telah mengembalikan seluruh barang-barang kepada pihak keluarga sebelum dilakukan pembongkaran.
    “Saya itu juga sudah mengirimkan menggunakan satu pikap semua barang-barangnya, jadi saya enggak tahu kalau memang pihak keluarga enggak menerima,” tegasnya.
    “Kan ini kasusnya sudah masuk ke Polda saja, dilanjutkan dulu saja agar bisa diusut tuntas,” ujar Cak Ji, sapaan akrabnya.
    Ia menegaskan, meski Samuel merasa memiliki surat sah, namun proses eksekusi seharusnyamelalui putusan pengadialn dan tidak dilakukan secara sepihak menggunakan preman.
    “Tindakan brutal ini kalau sampean (Anda) pakai bawa-bawa preman, meskipun sampean punya surat sah tetap tindakan sampean bisa dikecam satu Indonesia,” tandasnya.
    Ia juga berharap agar pihak kepolisian dapat menindak tegas segala bentuk tindakan pengusiran yang dilakukan secara brutal yang dialami oleh Elina.
    “Oknum seperti ini, tolong organisasi Madas ditindak tegas, laporkan ke kepolisian orang-orang seperti ini biar nanti ada keadilan di sana. Kalau enggak, nanti orang seluruh Indonesia akan mengecam saudara semuanya ini,” tegasnya.
    Kala itu, ada sekelompok orang berasal dari ormas yang mengaku jika rumah itu telah dijual kepada Samuel dan meminta seluruh keluarga untuk keluar.
    Namun, pihak keluarga tidak pernah merasa menjual rumah tersebut, sehingga mereka tidak menghendaki.
    “Terus tanggal 6 Agustus, orang-orang tadi datang lagi, masuk ke rumah secara paksa dan mengusir bu Elina dan kami semua,” jelas Iwan.
    Lalu, pada 9 Agustus 2025 rumah Elina dibongkar secara paksa menggunakan excavator atas perintah Samuel.
    “Kita sudah tanya terus ‘mana bukti jual belinya?’ kata mereka ‘ada di pengadilan, ada di pengadilan’, gitu terus,” tuturnya.
    Selain itu, saat perobohan terjadi seluruh barang-barang, seperti pakaian, perlatan dapur, kendaraaan, hingga surat berharga tidak diketahui keberadannya.
    “Jadi kami keluar itu hanya bawa beberapa setel pakaian saja, pak. Tiba-tiba kami diusir dan sampai perobohan terjadi, kami gak tahu barangnya semua kemana,” terangnya.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • 10
                    
                        Rumah Nenek Elina Dirobohkan Ormas, Armuji Geram RT/RW Tidak Menghalangi: Ini Sangat Ironis
                        Surabaya

    10 Rumah Nenek Elina Dirobohkan Ormas, Armuji Geram RT/RW Tidak Menghalangi: Ini Sangat Ironis Surabaya

    Rumah Nenek Elina Dirobohkan Ormas, Armuji Geram RT/RW Tidak Menghalangi: Ini Sangat Ironis
    Editor
    SURABAYA, KOMPAS.com
    – Wakil Wali Kota Surabaya Armuji memastikan Pemerintah Kota Surabaya akan mengawal secara serius kasus perobohan rumah milik Elina Wijayanti (80), warga Jalan Kuwukan, Kecamatan Sambikerep, Surabaya.
    Rumah tersebut diketahui dirusak secara paksa oleh sekelompok anggota organisasi masyarakat (ormas).
    Penegasan itu disampaikan
    Armuji
    saat diwawancarai
    Kompas TV
    pada Kamis (25/12/2025).
    Ia menekankan bahwa pemerintah daerah tidak akan tinggal diam dan akan terus memantau perkembangan penanganan hukum kasus tersebut.
    Armuji yang akrab disapa Cak Ji menyampaikan, saat ini Elina untuk sementara waktu tinggal di rumah keluarganya.
    Kendati demikian, proses hukum tetap berjalan dan menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Surabaya hingga ada kepastian dari aparat penegak hukum.
    “Jadi kita masih memantau kasus ini dan mengawal sampai nanti Polda Jatim bisa memberikan suatu penjelasan secara gamblang dan jelas,” tegas Cak Ji.
    Dalam keterangannya, Armuji turut menyoroti sikap ketua RT setempat yang dinilai tidak melakukan upaya pencegahan saat perobohan rumah terjadi.
    Menurutnya, proses perataan bangunan tidak mungkin dilakukan dalam waktu singkat tanpa diketahui aparat lingkungan.
    “Memeratakan bangunan itu kan enggak cukup sehari bahkan mungkin bisa 2 hari. Artinya tidak ada penghalangan sama sekali dari RT/RW yang ada di sana,” terangnya.
    Ia menduga tidak adanya respons tersebut karena sebelumnya ada pihak bernama Samuel yang telah berkoordinasi dengan ketua RT setempat.
    “Kalau ada pengusir tahulah mestinya. Karena yang namanya Samuel ini sudah pernah mendatangi RT pamitan untuk mungkin mengadakan pengosongan rumah tersebut,” paparnya.
    Diketahui, Elina telah menempati rumah itu selama kurang lebih 11 tahun dan tinggal bersama cucu ponakannya.
    Armuji mengaku sangat menyayangkan sikap aparat lingkungan yang dinilai pasif dalam kejadian tersebut.
    “Tapi kalau RT/RW sampai tidak ada respons atau penghalangan dalam pengusiran maupun penghancuran rumah nenek tersebut saya bilang sangat ironis sekali hal semacam ini. Saya sebagai kepala daerah sangat menyayangkan ini,” ucap Armuji.
    Ia juga menduga peristiwa tersebut berkaitan dengan konflik warisan. Menurutnya, Elina memiliki sejumlah aset peninggalan keluarga, termasuk rumah yang telah dirusak.
    “Warisannya masih banyak dan itu terbukti mereka menyimpan sertifikat yang sekarang ini hilang dirampas oleh kelompoknya Samuel,” ujarnya.
    Meski Elina telah menunjuk kuasa hukum, Armuji menegaskan Pemkot Surabaya tetap membuka ruang pendampingan tambahan.
    “Kita tetap menyupport andai kata butuh pendampingan pakar-pakar hukum yang lainnya. Kita juga tetap berkomunikasi dengan lawyer yang mendampingi nenek Elina sekarang ini,” jelasnya.
    Kasus ini bermula dari video viral yang beredar di media sosial, beberapa waktu lalu.
    Dalam video tersebut tampak sejumlah orang diduga dari organisasi masyarakat (ormas) memaksa Nenek Erlina keluar dari rumah yang berada di Jalan Kuwukan, Kecamatan Sambikerep, Surabaya, Jawa Timur.
    “Ini rumahnya siapa? Ini rumahnya saya, mana suratnya?”
    “Saya kan sudah tunjukkan surat saya,” tegas Elina dengan nada marah.
    Saat pengusiran itu, Elina mengaku sempat mengalami kekerasan fisik.
    Lengannya ditarik, tubuhnya diseret dan diangkat hingga ke luar rumah.
    Sementara cucu keponakan Elina, Iwan, menjelaskan bahwa kejadian itu terjadi pada 4 Agustus 2025 lalu.
    Sekelompok orang tiba-tiba datang mengklaim rumah tersebut sudah dijual kepada seseorang bernama Samuel.
    Keluarga Nenek Elina menolak kelar dari rumah, karena merasa tak pernah menjual hunian tersebut kepada orang lain.
    “Terus tanggal 6 Agustus, orang-orang tadi datang lagi, masuk ke rumah secara paksa dan mengusir Bu Elina dan kami semua,” jelas Iwan kepada Armuji, Rabu (24/12/2025).
    Puncaknya pada 9 Agustus 2025, rumah tersebut dibongkar paksa menggunakan ekskavator.
    Artikel ini telah tayang di Surya.co.id dengan judul
    Imbas Rumah Nenek Elina di Surabaya Dibongkar Paksa, Armuji Sayangkan Sikap Ketua RT: Sangat Ironis
    .
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • 9
                    
                        Viral Video Pria Ludahi Kasir Wanita, Ternyata Dosen ASN di Makassar, Diduga Tak Terima Ditegur
                        Makassar

    9 Viral Video Pria Ludahi Kasir Wanita, Ternyata Dosen ASN di Makassar, Diduga Tak Terima Ditegur Makassar

    Viral Video Pria Ludahi Kasir Wanita, Ternyata Dosen ASN di Makassar, Diduga Tak Terima Ditegur
    Tim Redaksi
    MAKASSAR, KOMPAS.com
    – Beredar video yang memperlihatkan seorang pria dengan arogan meludahi seorang kasir di salah satu swalayan di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel).
    Berdasarkan informasi, aksi yang dilakukan pria tersebut karena tidak terima ditegur oleh kasir wanita lantaran menyerobot antrean ketika hendak membayar belanjaan.
    Dari video yang dilihat, awalnya pria tersebut nampak marah kepada kasir wanita tersebut.
    Tidak lama, pria yang mengenakan kaos berwarna hitam itu langsung meludahi kasir wanita itu.
    Mendapatkan perlakuan itu, kasir wanita tersebut nampak terdiam dan kembali melayani pria itu dengan profesional.
    Dari keterangan yang didapat, peristiwa itu terjadi di salah satu swalayan yang terletak di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kecamatan Tamalanrea, pada Rabu (24/12/2025).
    Belakangan terungkap bahwa pria yang meludahi kasir wanita tersebut merupakan seorang dosen di Universitas Islam Makassar (UIM) berinisial AS.
    Rektor
    UIM Makassar
    , Muammar Bakry membenarkan bahwa AS merupakan dosen di UIM.
    “Kalau yang di video itu memang, dosen Fakultas Pertanian,” ucap Muammar dikonfirmasi, Jumat (26/12/2025).
    Muammar yang juga menjabat sebagai Sekretaris MUI Sulsel ini menegaskan pihaknya belum bisa memberikan komentar banyak lantaran AS baru akan dimintai keterangan.

    “Nanti kami secara resmi menyampaikan rilis setelah kami sidangkan dulu yah. Pasti (disidangkan),” kata dia.
    Menurutnya, aksi AS terhadap kasir wanita tersebut dianggap sangat tidak manusiawi dan mencoreng citra kampus.
    “Yang pasti di video itu kan tidak bagus lah, tidak manusiawi kalau itu kejadian. Pasti akan kita berikan sanksi akademik sesuai aturan yang ada di kampus,” beber Muammar.
    Muammar bilang, AS merupakan dosen dengan status Aparatur Sipil Negara (ASN) yang selama ini diperbantukan sebagai tenaga pengajar di Fakultas Pertanian UIM Makassar.
    “Sebenarnya itu dosen negeri yang diperbantukan di kampus, bukan dosen yayasan. Jadi nanti kita akan bicarakan seperti apa presodurnya,” tutup dia.
    Sementara, kasir wanita yang diketahui berinisial N (21) tersebut juga telah menempuh jalur hukum dengan melaporkan AS ke Mapolsek Tamalanrea.
    “Sudah kita terima laporannya. Sementara kita lengkapi administrasi,” kata Kanit Reskrim Polsek Tamalanrea, Iptu Sangkala.
    Menurut Sangkala, keluarga N melaporkan AS atas kasus dugaan penghinaan.
    “Laporannya terkait penghinaan, itu pasal yang mendekati,” tutup dia.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • 5
                    
                        Buruh Tolak UMP Jakarta Rp 5,73 Juta, Pemprov: Angka Tetap Berlaku demi Kestabilan Ekonomi
                        Megapolitan

    5 Buruh Tolak UMP Jakarta Rp 5,73 Juta, Pemprov: Angka Tetap Berlaku demi Kestabilan Ekonomi Megapolitan

    Buruh Tolak UMP Jakarta Rp 5,73 Juta, Pemprov: Angka Tetap Berlaku demi Kestabilan Ekonomi
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com –
    Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menegaskan Upah Minimum Provinsi (UMP) DKI Jakarta 2026 sebesar Rp 5.729.876 tetap diberlakukan meski mendapat penolakan dari kalangan buruh.
    Staf Khusus Gubernur Bidang Komunikasi Publik,
    Chico Hakim
    , mengatakan, penetapan tersebut telah mempertimbangkan kondisi ekonomi daerah.
    “Untuk saat ini, angka tersebut tetap berlaku demi kestabilan ekonomi daerah,” ujar Chico saat dikonfirmasi, Jumat (26/12/2025).
    Menurut dia, kebijakan
    UMP Jakarta 2026
    dirumuskan melalui pembahasan panjang di Dewan Pengupahan Provinsi, yang melibatkan perwakilan buruh, pengusaha, dan pemerintah.
    Penentuan UMP Jakarta 2026 merujuk pada PP Nomor 49 Tahun 2025 tentang Pengupahan, dengan formula yang memasukkan inflasi, pertumbuhan ekonomi, serta indeks alfa 0,75.
    Chico menegaskan, keputusan Gubernur DKI Jakarta
    Pramono Anung
    merupakan hasil kesepakatan yang berupaya menyeimbangkan daya beli pekerja dan keberlanjutan usaha.
    “Kami memahami ada suara penolakan dari sebagian kelompok buruh yang menginginkan kenaikan lebih tinggi. Namun, penetapan ini telah melalui proses musyawarah yang panjang di Dewan Pengupahan Provinsi, melibatkan perwakilan buruh, pengusaha, dan pemerintah, sesuai dengan PP Nomor 49 Tahun 2025 tentang Pengupahan,” lanjut Chico.
    Pramono, kata Chico, menyiapkan tiga insentif untuk meringankan beban buruh pada 2026, yaitu bantuan transportasi, layanan kesehatan, serta air minum dari PAM Jaya.
    Selain itu, pemerintah daerah juga berencana memperkuat subsidi bahan pokok melalui KJP Plus dan program bantuan sosial lainnya, serta memperluas jaminan sosial BPJS Ketenagakerjaan dan Kesehatan yang terintegrasi dengan data pekerja.
    Pemprov DKI
    menjanjikan penyaluran bantuan dilakukan secara transparan dan diawasi ketat.
    “Pemprov berkomitmen memastikan distribusi ini berjalan transparan dan tepat sasaran, dengan monitoring ketat untuk menghindari penyimpangan,” ujarnya.
    Sebelumnya, Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menolak penetapan UMP DKI Jakarta 2026 sebesar Rp 5.729.876 per bulan.
    Presiden KSPI sekaligus Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, menilai UMP Rp 5,73 juta belum mencerminkan keberpihakan kepada buruh dan berpotensi menekan daya beli.
    “Kami menolak. Saya ulangi, KSPI dan Partai Buruh menolak kenaikan upah minimum DKI Jakarta Tahun 2026 yang ditetapkan dengan indeks 0,75 sehingga UMP-nya hanya Rp 5,73 juta,” tegas Said Iqbal.
    KSPI menuntut penetapan UMP sebesar 100 persen Kebutuhan Hidup Layak (KHL). Versi Kementerian Ketenagakerjaan, nilai KHL mencapai Rp 5,89 juta. Artinya, terdapat selisih sekitar Rp 160.000.
    “Selisih Rp 160 ribu itu sangat berarti bagi buruh. Itu bisa untuk makan, transportasi, atau kebutuhan dasar lainnya,” ujar Said Iqbal.
    Alasan kedua, ia menilai UMP Jakarta 2026 menjadi lebih rendah dibandingkan Upah Minimum Kabupaten (UMK) Kabupaten Bekasi dan Karawang yang telah mencapai sekitar Rp 5,95 juta.
    Ketiga, Pramono menyebut adanya tiga bentuk insentif, yakni transportasi, air bersih, dan BPJS.
    Namun, menurut KSPI, insentif tersebut bukan bagian dari upah karena tidak diterima langsung oleh buruh serta memiliki kuota terbatas karena bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
    Keempat, data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa biaya hidup satu keluarga kecil di DKI Jakarta dapat mencapai sekitar Rp 15 juta per bulan. Sementara itu, UMP 100 persen KHL saja baru berada di angka Rp 5,89 juta.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Longsor di Jalur Wisata Wonosobo–Dieng, Arus Kendaraan Terhambat
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        26 Desember 2025

    Longsor di Jalur Wisata Wonosobo–Dieng, Arus Kendaraan Terhambat Regional 26 Desember 2025

    Longsor di Jalur Wisata Wonosobo–Dieng, Arus Kendaraan Terhambat
    Tim Redaksi
    WONOSOBO, KOMPAS.com
    – Curah hujan tinggi yang mengguyur kawasan pegunungan Dieng, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, kembali menyebabkan terjadinya tanah longsor di jalur utama Wonosobo–Dieng pada Kamis (25/12/2025).
    Material longsor berupa tanah dan bebatuan menutup sebagian badan jalan, sehingga sempat menghambat arus lalu lintas kendaraan, baik kendaraan warga maupun wisatawan.
    Kapolsek Kejajar, AKP Abror mengatakan, longsor tersebut terjadi sekitar pukul 16.30 WIB. Saat kejadian, sejumlah personel kepolisian tengah melaksanakan pengamanan Operasi Lilin Candi 2025 di sekitar jalur menuju kawasan wisata
    Dieng
    .
    “Mengetahui adanya longsor, petugas di lapangan segera melaporkan kejadian tersebut kepada pimpinan dan meminta bantuan penanganan,” kata Kapolsek dalam keterangan resminya pada Jumat (26/12/2025).
    Menindaklanjuti laporan itu, Tim Siaga Bhayangkara Polres
    Wonosobo
    bersama Polsek Kejajar, Relawan Penanggulangan Bencana (RPB), serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Wonosobo langsung menuju lokasi kejadian untuk melakukan pengamanan, pengaturan lalu lintas, serta pembersihan material longsor.
    Akibat longsor tersebut, arus lalu lintas di jalur Wonosobo–Dieng sempat tersendat.
    Petugas memberlakukan sistem buka-tutup jalan secara bergantian guna menghindari kemacetan panjang sekaligus memastikan keselamatan para pengguna jalan.
    “Meski terjadi antrean kendaraan, situasi tetap kondusif dan para pengendara mematuhi arahan petugas di lapangan,” kata AKP Abror.
    Pembersihan material longsor selesai sekitar pukul 17.40 WIB. Dua jalur jalan kembali dibuka dan arus lalu lintas berangsur normal.
    Tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, pihak kepolisian tetap mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, mengingat jalur Wonosobo–Dieng merupakan kawasan rawan longsor, terutama saat musim hujan dengan intensitas tinggi.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • 4 Orang Terkena Tembakan di Simalungun, Berawal dari Pelaku Menabrak Lampu Natal
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        26 Desember 2025

    4 Orang Terkena Tembakan di Simalungun, Berawal dari Pelaku Menabrak Lampu Natal Regional 26 Desember 2025

    4 Orang Terkena Tembakan di Simalungun, Berawal dari Pelaku Menabrak Lampu Natal
    Tim Redaksi
    Mobil Rusak Lampu Natal, Warga Datangi Rumah Pelaku, Empat Orang Ditembak di Simalungun
    SIMALUNGUN, KOMPAS.com
    – Sedikitnya empat pria terluka akibat tembakan senapan angin dan airsoft gun saat warga mendatangi rumah seorang pria berinisial SS (48) di Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.
    Insiden tersebut terjadi di Perumahan Rorinata, Lingkungan III, Kelurahan Sondi Raya, Kecamatan Raya, Rabu (24/12/2025) malam.
    Peristiwa bermula dari mobil pelaku yang merusak lampu hias perayaan Natal.
    Kapolsek Raya AKP Holand Situmorang mengatakan, kejadian berawal saat mobil pikap milik SS melintas membawa barang dan tersangkut hingga merusak lampu hias Natal.
    “Saksi menegur dengan ucapan ‘Yang merusak lampu gantilah’ dan informasi itu disampaikan di group perumahan,” kata Holand dalam keterangan tertulis, Jumat (26/12/2025).
    Sekitar pukul 20.30 WIB, seorang warga berinisial RG mendatangi rumah SS untuk memastikan kesepakatan mengganti lampu yang rusak.
    Istri SS sempat keluar untuk mengambil lampu tersebut.
    Namun, sekitar pukul 22.00 WIB, anak SS berinisial AS memanggil warga lain berinisial STS dari kedai dan mengajaknya ke lokasi yang sepi dan gelap.
    Di lokasi itu, SS turun dari mobil sambil membawa parang. STS berusaha merebut senjata tersebut, namun SS menyemprotkan pepper spray ke wajah STS dan memukulnya.
    STS kemudian dilarikan ke rumah sakit, sementara SS dan anaknya melarikan diri. Mengetahui kejadian itu, warga kemudian mendatangi rumah SS.
    Kapolsek menambahkan, kepala lingkungan setempat dan seorang anggota polisi sempat datang untuk meredam amukan warga.
    Namun, dari balik mobilnya, SS justru melepaskan tembakan ke udara sebanyak tiga kali.
    “Anggota polisi sudah mengingatkan jangan tembak karena massa marah dan ada yang melempar dan berusaha menangkap SS,” kata Holand.
    Peringatan tersebut tidak diindahkan. SS kemudian melepaskan tembakan ke arah kerumunan warga hingga menyebabkan empat orang terluka.
    Empat warga yang menjadi korban tembakan yakni RP (22) mengalami luka di tumit kaki kiri, JS (26) luka di pergelangan tangan kanan, dan JS (22) luka di bagian perut.
    Sementara satu korban lainnya, DP (32), mengalami luka tembak di dada kiri dan hingga kini masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Grand Medistra Lubuk Pakam.
    Setelah senjata direbut oleh petugas, warga meluapkan kemarahan dengan merusak kaca mobil pelaku dan mengeluarkan tiga unit sepeda motor dari rumah SS.
    AKP Holand menyebutkan, kasus ini telah dilaporkan dalam Laporan Polisi Nomor: LP//XII/2025/SPKT/Polres Simalungun tertanggal 25 Desember 2025.
    SS diketahui merupakan aparatur sipil negara (ASN) yang bekerja di RS Bhayangkara Tebing Tinggi dan telah diamankan oleh kepolisian.
    Polisi juga menyegel rumah pelaku dan menyita sejumlah barang bukti, di antaranya satu pucuk airsoft gun merek Colt Defender, satu pucuk senapan angin merek Predator beserta magazen berisi peluru, serta satu botol pepper spray merek USA Police.
    SS dijerat dengan Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 terkait kepemilikan senjata tanpa izin serta Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan.
    “Saat ini pelaku penembakan telah diamankan. Rencana tindak lanjut memeriksa saksi-saksi dan pelaku serta memproses perkara,” tutup AKP Holand.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Kota Batu Dipadati Wisatawan, Kunjungan ke Selecta dan Jatim Park Naik Berlipat
                
                    
                        
                            Surabaya
                        
                        26 Desember 2025

    Kota Batu Dipadati Wisatawan, Kunjungan ke Selecta dan Jatim Park Naik Berlipat Surabaya 26 Desember 2025

    Kota Batu Dipadati Wisatawan, Kunjungan ke Selecta dan Jatim Park Naik Berlipat
    Tim Redaksi
    MALANG, KOMPAS.com
    – Sejumlah destinasi wisata di Kota Batu, Jawa Timur, dipadati wisatawan pada momen libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).
    Seperti yang terlihat di lokasi wisata legendaris Taman Rekreasi
    Selecta
    . Peningkatan kunjungan wisatawan di Selecta telah terjadi sejak awal libur sekolah, atau sepekan yang lalu.
    Direktur Utama Taman Rekreasi Selecta, Sujud Hariadi mengatakan, dibandingkan dengan hari biasa, jumlah wisatawan libur Nataru meningkat dua kali lipat, bahkan lebih.
    “Peningkatan drastis mulai terasa pada Kamis 25 Desember kemarin. Sampai pukul 14.00 WIB, ada sekitar 4.000 wisatawan yang berkunjung ke Selecta,” kata Sujud, Jumat (26/12/2025).
    Jumlah tersebut diprediksi akan terus meningkat hingga masa libur sekolah usai pada awal Januari 2025.
    Sujud juga memprediksi, puncak liburan akan terjadi pada
    weekend
    akhir tahun, yakni pada Sabtu dan Minggu, 27-28 Desember. 
    “Kalau puncak perkiraan 27 dan 28 karena itu bertepatan dengan akhir pekan. Pada tanggal itu juga okupansi hotel mulai meningkat, sampai akhir tahun,” bebernya.
    Hal yang sama juga diungkapkan oleh Marketing and Public Relations Manager
    Jatim Park
    Group, Titik Ariyanto. Ia mengatakan, sejak libur sekolah pada 20 Desember, jumlah kunjungan wisatawan ke berbagai destinasi menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan hari biasa.
    “Kunjungan di Jatim Park Group sudah mengalami peningkatan sejak tanggal 20 Desember. Harapan kami akan terus meningkat hingga 4 Januari 2026 nanti,” ujar Titik.
    Menurutnya, jumlah kunjungan selama periode Nataru meningkat sekitar 20 persen dibandingkan hari biasa. Namun, jika dibandingkan dengan akhir pekan, kenaikannya tidak terlalu signifikan.
    “Sebenarnya hampir sama seperti
    weekend
    , tapi ada peningkatan sedikit, kurang lebih 20 persen,” jelasnya.
    Sebagai gambaran, destinasi Jatim Park 3 rata-rata menerima sekitar 2.500 pengunjung per hari pada akhir pekan. Angka tersebut kini terjadi hampir setiap hari selama libur Nataru, sehingga tingkat kunjungan menjadi lebih merata.
    Untuk menarik minat wisatawan selama momen libur panjang, Jatim Park Group menyiapkan berbagai hiburan dan atraksi tambahan di hampir seluruh destinasinya. 
    “Hampir di setiap destinasi ada hiburan
    entertainment
    untuk menarik pengunjung. Ada
    welcome dance
    , ada atraksi tambahan yang sifatnya hiburan, yang biasanya hanya bisa dinikmati saat
    weekend
    atau hari besar,” kata Titik.
    Titik berharap, dengan meningkatnya kunjungan wisata di Kota Batu dapat menumbuhkan perekonomian di sektor lain. Baik peningkatan di sektor perhotelan, pusat oleh-oleh, UMKM dan lain sebagainya. 
    “Harapan kami peningkatan akan terus terjadi hingga musim libur panjang akhir tahun habis, agar roda perekonomian kota wisata Batu bisa terus berjalan,” pungkas Titik.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • 100 Personel Brimob Polda Sulsel Dikirim ke Sumatera, Punya Kemampuan Konstruksi Bangunan
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        26 Desember 2025

    100 Personel Brimob Polda Sulsel Dikirim ke Sumatera, Punya Kemampuan Konstruksi Bangunan Regional 26 Desember 2025

    100 Personel Brimob Polda Sulsel Dikirim ke Sumatera, Punya Kemampuan Konstruksi Bangunan
    Tim Redaksi
    MAKASSAR, KOMPAS.com
    – Sebanyak 100 personel Satuan Brigade Mobil (Satbrimob) Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) beserta logistik kemanusiaan dikerahkan ke wilayah Sumatera untuk membantu penanganan pascabencana banjir.
    Upacara pengiriman bantuan tersebut digelar di Markas Komando
    Brimob
    Polda Sulsel, Jalan KS Tubun, Kota Makassar, Jumat (26/12/2025).
    Kapolda Sulsel Irjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro mengatakan, pengerahan ratusan personel ini difokuskan pada penanganan pascabencana di sejumlah provinsi di Sumatera.
    “Saat ini pasca bencana perlunya berbagai kekuatan untuk membantu masyarakat di sana. Baik itu segi pasca bencana, membantu pembangunan, dan paling tidak mengembalikan moril masyarakat di wilayah Sumatera,” ujar Djuhandhani usai upacara pemberangkatan.
    Menurut dia, para personel yang diberangkatkan memiliki kemampuan khusus, mulai dari penanganan trauma hingga operasi evakuasi.
    “Ini adalah wujud kehadiran pemerintah, dalam hal ini Polri selalu siap mendukung apa saja yang menjadi kebijakan pemerintah dan di sinilah kehadiran negara untuk masyarakat,” bebernya.
    Djuhandhani juga berpesan agar seluruh personel mengutamakan keselamatan selama menjalankan operasi kemanusiaan.
    “Saya pesankan agar selalu berhati-hati dalam bertugas, dan saya berharap dari 100 personel ini bisa memberikan sumbangsih ataupun pelayanan yang terbaik kepada masyarakat, khususnya di daerah saudara-saudara kita yang mengalami bencana,” ucapnya.
    Sementara itu, Dansat
    Brimob Polda Sulsel
    Kombes Pol Muhammad Ridwan mengatakan sebagian besar personel yang dikerahkan memiliki kemampuan di bidang konstruksi bangunan.
    “Mereka memiliki kemampuan pertukangan dan konstruksi bangunan. Mereka juga ditugaskan untuk melakukan pembersihan di rumah-rumah warga yang terdampak. Ini dilakukan untuk penanganan pasca bencana,” ujar Ridwan.
    Ia menambahkan, ratusan personel tersebut akan bertugas di wilayah Sumatera selama satu bulan.
    “Untuk rencananya mereka akan ditempatkan di lokasi bencana selama satu bulan dan akan bergabung dengan personel lainnya,” tutupnya.
    Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat jumlah korban tewas akibat banjir Sumatera mencapai 1.135 orang per 25 Desember 2025.
    “Per hari ini, ada penambahan jumlah korban jiwa sebanyak 6 jiwa,” kata Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB Abdul Muhari dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (25/12/2025).
    BNPB mencatat korban meninggal terbanyak berasal dari Aceh Utara sebanyak 205 orang, disusul Tapanuli Tengah 191 orang, dan Tapanuli Selatan 133 orang.
    Selain itu, masih terdapat 173 orang yang dinyatakan hilang. Sebanyak 489.864 warga juga terpaksa mengungsi akibat banjir dan tanah longsor yang terjadi sejak akhir November 2025.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Libur Nataru, Kebun Binatang Surabaya Prioritaskan Kesehatan Satwa karena Musim Hujan
                
                    
                        
                            Surabaya
                        
                        26 Desember 2025

    Libur Nataru, Kebun Binatang Surabaya Prioritaskan Kesehatan Satwa karena Musim Hujan Surabaya 26 Desember 2025

    Libur Nataru, Kebun Binatang Surabaya Prioritaskan Kesehatan Satwa karena Musim Hujan
    Tim Redaksi
    SURABAYA, KOMPAS.com
    – Meski cuaca mendung dan kerap hujan, Kebun Binatang Surabaya (KBS) tetap ramai di momen libur panjang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026.
    Berdasarkan pantauan
    Kompas.com
    pada Kamis (25/12/2025), hingga siang hari, pengunjung
    Kebun Binatang

    Surabaya
    terus berdatangan memasuki pintu masuk wisata.
    Bahkan, KBS nampak lebih ramai dibanding hari biasanya termasuk saat akhir pekan. Pengunjung dari berbagai daerah berkeliling meski langit sedang mendung.
    Humas KBS, Lintang Ratri Sunarwidhi mengatakan, pada Kamis pukul 12.0 WIB, jumlah pengunjung KBS sudah mencapai 15.000 orang. Jumlah tersebut terus bertambah hingga sore hari.
    Menurut Lintanng, KBS menargetkan 200.000 pengunjung selama libur
    Nataru
    dan puncaknya diprediksi terjadi pada Minggu (28/12/2025) dan Kamis (1/1/2026), dengan estimasi 50.000 pengunjung per hari.
    Meski menargetkan kenaikan pengunjung, KBS tetap memprioritaskan kesehatan ribuan satwa di tengah musim penghujan.
    “Sebenarnya baik hujan atau tidak dan sebagainya, kita selalu memperhatikan utamanya kesehatan satwa,” kata Lintang kepada
    Kompas.com
    , Kamis.
    Setiap harinya di waktu-waktu yang sudah ditentukan, satwa akan diberi asupan vitamin dan nutrisi agar terhindar dari penyakit.
    “Nutrisi, vitamin, dan segala kebutuhan satwa kita utamakan. Itu sih, kalau untuk satwa. Dan kesehatan-kesehatan yang lain kita utamakan juga ya untuk satwa itu tadi,” ujarnya.
    Kemudian, untuk pengunjung, KBS bekerja sama dengan jajaran Dinas Perhubungan (Dishub) dan kepolisian setempat. Terutama, untuk pengaturan lalu lintas dan area parkir.
    “Terus untuk keamanan kita juga bekerjasama dengan jajanan. Terus untuk parkir, kita ada parkir KBS dan parkir TIJ (Terminal Intermoda Joyoboyo),” katanya.
    Khusus saat puncak Nataru pada 28 Desember 2025 dan 1 Januari 2026, parkir kendaraan roda dua hanya dipusatkan di KBS. Sedangkan roda empat dan lainnya di TIJ.
    “Jika kantong-kantong parkir tersebut dari KBS maupun TIJ penuh, maka ikuti petugas yang menggunakan rompi Dishub ya. Jadi kalau tidak menggunakan rompi jangan diikuti karena ada indikasi, itu adalah parkir liar,” tandas Lintang.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • MBG Saat Libur Sekolah di Sumenep Tak Merata: Ada yang Dirapel, Ada yang Tak Terima Sama Sekali
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        26 Desember 2025

    MBG Saat Libur Sekolah di Sumenep Tak Merata: Ada yang Dirapel, Ada yang Tak Terima Sama Sekali Regional 26 Desember 2025

    MBG Saat Libur Sekolah di Sumenep Tak Merata: Ada yang Dirapel, Ada yang Tak Terima Sama Sekali
    Tim Redaksi
    SUMENEP, KOMPAS.com
    – Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, selama libur semester I tahun ajaran 2025 berlangsung tidak seragam.
    Sejumlah sekolah masih menerima
    MBG
    dengan sistem dirapel, sementara sekolah lain tidak mendapat distribusi sama sekali.
    Di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Pamolokan 2, Kecamatan Kota, MBG tetap diterima meski tidak setiap hari.
    Kepala SDN Pamolokan 2
    Sumenep
    , David Rahman, mengatakan distribusi MBG selama liburan dilakukan dengan sistem rapelan sepekan sekali.
    “Selama libur semester, MBG tetap ada, tetapi diberikan dengan cara dirapel satu minggu sekali,” kata David kepada Kompas.com di Sumenep, Jumat (26/12/2025).
    David menjelaskan, libur sekolah di SDN Pamolokan 2 berlangsung sejak 15 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026.
    Dalam periode tersebut, pihak sekolah sudah dua kali menerima MBG dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kecamatan Kota.
    “Sejak libur dimulai, kami sudah dua kali menerima MBG yang dirapel,” tambahnya.
    Menurut David, menu MBG yang diterima selama libur sekolah berbeda dengan menu harian saat sekolah aktif.
    “Isinya biasanya roti, susu, telur ayam, telur puyuh, kadang ditambah buah naga atau buah pir,” ujarnya.
    Ia menambahkan, sistem distribusi MBG selama libur semester memang dirancang dengan pola rapelan.
    “Setahu saya, selama liburan tetap didistribusikan, hanya teknisnya dirapel setiap pekan,” ungkap David.
    Di SDN Pamolokan 2, pengambilan MBG dilakukan langsung oleh siswa ke sekolah setiap hari Selasa.
    “Teknisnya, siswa diminta datang ke sekolah untuk mengambil MBG yang sudah diantar dari dapur SPPG,” tuturnya.
    David juga menyebut pola distribusi serupa diterapkan di sejumlah sekolah lain di Kecamatan Kota.
    “Informasi yang saya terima, sistem ini juga diterapkan di beberapa dapur SPPG lain di Kecamatan Kota,” ujarnya.
    Berbeda dengan Kecamatan Kota, kondisi lain terjadi di Kecamatan Saronggi.
    Kepala Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri 3 Saronggi, Didik Santoso, mengatakan sekolahnya tidak menerima MBG sama sekali selama libur semester.
    “Sejak libur dimulai, kami tidak menerima MBG dan tidak ada pemberitahuan soal distribusi,” kata Didik.
    Didik menjelaskan, libur semester di MTs Negeri 3 Saronggi berlangsung sejak 22 Desember 2025 hingga awal Januari 2026.
    “Dari tanggal 22 Desember sampai awal Januari, tidak ada pendistribusian MBG,” ungkapnya.
    Ia menyebut dapur SPPG di wilayah Saronggi bagian timur memang tidak menyalurkan MBG selama masa libur.
    “Untuk SPPG Saronggi ke timur, setahu kami memang tidak ada MBG selama libur semester,” kata Didik.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.