Dua Petugas Keamanan di Pulogadung Diprovokasi Sebelum Disiram Air Keras
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com –
Dua petugas keamanan lingkungan di Pulogadung, Jakarta Timur, sempat diancam dan diprovokasi sebelum disiram cairan yang diduga air keras, Kamis (25/12/2025) sekitar pukul 22.00 WIB.
Kapolsek
Pulogadung
, Kompol Suroto, menjelaskan bahwa kedua
petugas keamanan
tersebut, Teguh Purwadi (56) dan Zaenudin (55), saat itu sedang berjaga di portal lingkungan RW 04.
Menurut Suroto, Teguh dan Zaenudin melihat tiga sepeda motor yang masing-masing ditumpangi tiga orang berhenti di depan portal.
“Diseberang pintu portal RW 04 sambil berteriak dan mengejek/meledek (
provokasi
) ke arah portal RW 04. Melihat kejadian tersebut Teguh dan Zaenudin segera menutup dan mengunci pagar portal,” ucap Suroto saat dikonfirmasi, Jumat (26/12/2025).
“Kemudian mundur ke arah pemukiman, menurut keterangan Teguh dan Zaenudin dengan membawa senjata tajam jenis Corbek dan celurit,” jelasnya.
Tak lama kemudian, para terduga pelaku menyiramkan cairan yang diduga
air keras
ke arah aspal di sekitar lokasi.
Cairan tersebut langsung mengeluarkan asap putih pekat.
“Serta adanya siraman air yang diduga sebagai air keras karena berasap saat mengenai aspal,” tuturnya.
Usai kejadian, Teguh dan Zaenudin menghubungi Ketua RW 04, Supriyono, untuk melaporkan insiden tersebut.
Suroto memastikan tidak ada korban luka maupun korban jiwa dalam peristiwa itu.
“Selanjutnya Teguh dan Zaenudin menghubungi ketua RW. Kejadian tersebut tidak ada korban luka maupun korban jiwa. Atas kejadian tersebut tidak ada laporan resmi ke Polsek Pulogadung,” tuturnya.
Meski demikian, Suroto menegaskan pihak kepolisian tetap melakukan penyelidikan lebih lanjut.
Polisi juga telah melakukan pengecekan tempat kejadian perkara (TKP) di Jalan Raya Bekasi, Jatinegara Kaum, Pulogadung, Jakarta Timur.
“Untuk saat ini masih penyelidikan. Sudah dilakukan pengecekan TKP di Jalan Raya Bekasi, Jatinegara Kaum, Pulogadung,” jelas Suroto.
Sebelumnya, sejumlah orang tak dikenal diduga menyiramkan cairan yang diduga air keras ke arah petugas keamanan lingkungan di kawasan Pulogadung, Jakarta Timur.
Peristiwa ini terekam kamera pengawas dan viral di media sosial.
Video kejadian tersebut diunggah oleh akun Instagram @lbj_jakarta.
Dalam rekaman itu terlihat dua petugas keamanan tengah berjaga di dekat portal lingkungan.
Tak lama kemudian, keduanya berlari menjauh ketika seseorang mendekat dan melemparkan cairan ke arah mereka.
Usai cairan tersebut disiramkan, area sekitar lokasi tampak diselimuti asap putih, yang menguatkan dugaan bahwa cairan tersebut bersifat korosif.
“Berdasarkan rekaman kamera CCTV, terlihat dua orang pelaku mendatangi lokasi dan menyiramkan cairan yang diduga air keras ke arah seorang warga yang saat itu sedang berjaga di pintu portal keamanan,” tulis keterangan akun Instagram @lbj_jakarta.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.
Category: Kompas.com Metropolitan
-
/data/photo/2025/12/26/694e7e37918ed.jpeg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
7 TNI Sebut Ada Bendera Bulan Bintang dan Pistol di Demo Ricuh Lhokseumawe Nasional
TNI Sebut Ada Bendera Bulan Bintang dan Pistol di Demo Ricuh Lhokseumawe
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com
– Tentara Nasional Indonesia (TNI) menyebut ada bendera bulan bintang yang identik dengan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dan pistol Colt M1911 dalam demo yang berujung ricuh di Lhokseumawe, Aceh.
Berdasarkan keterangan tertulis Pusat Penerangan (Puspen) TNI, Jumat (26/12/2025), TNI mengamankan seorang pedemo yang kedapatan membawa
senjata api
saat aksi unjuk rasa di Kota Lhokseumawe, Aceh, pada Kamis (25/12/2025) hingga Jumat (26/12/2025) dini hari.
Peristiwa tersebut bermula ketika sekelompok masyarakat berkumpul, melakukan konvoi, dan menggelar aksi demonstrasi.
“Sebagian mengibarkan
bendera bulan bintang
yang identik dengan simbol
GAM
,, disertai teriakan yang dinilai berpotensi memancing reaksi publik dan mengganggu ketertiban umum, khususnya di tengah upaya pemulihan Aceh pascabencana,” tulis Puspen TNI.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Komandan Korem 011/Lilawangsa Kolonel Inf Ali Imran berkoordinasi dengan Polres Lhokseumawe.
Personel gabungan TNI dan Polri dari Korem 011/Lilawangsa serta Kodim 0103/Aceh Utara kemudian mendatangi lokasi.
“TNI-Polri mengutamakan langkah persuasif dengan mengimbau agar aksi dihentikan dan bendera diserahkan,” demikian keterangan Puspen TNI.
Namun, imbauan tersebut tidak diindahkan oleh massa.
Aparat akhirnya melakukan pembubaran secara terukur dengan mengamankan bendera untuk mencegah eskalasi situasi.
Dalam proses pembubaran, sempat terjadi adu mulut antara aparat dan massa.
Bahkan, disebutkan terdapat oknum masyarakat yang melakukan pemukulan terhadap aparat, termasuk Komandan Kodim dan Kapolres yang turut berada di lokasi.
Saat dilakukan pemeriksaan, aparat menemukan satu orang membawa satu pucuk senjata api jenis Colt M1911 beserta munisi, magazen, dan senjata tajam.
Orang tersebut kemudian diamankan dan diserahkan kepada pihak kepolisian untuk diproses sesuai hukum yang berlaku.
TNI menegaskan, pelarangan pengibaran bendera bulan bintang didasarkan pada ketentuan hukum yang berlaku.
“Karena simbol tersebut diidentikkan dengan gerakan separatis yang bertentangan dengan kedaulatan NKRI, sebagaimana diatur dalam Pasal 106 dan 107 KUHP, Pasal 24 huruf a, UU Nomor 24 Tahun 2009, serta PP Nomor 77 Tahun 2007,” tulis Puspen TNI.
Menurut TNI, koordinator lapangan aksi menyatakan peristiwa tersebut terjadi akibat selisih paham dan telah disepakati penyelesaian secara damai dengan aparat.
TNI mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.
Ke depan, TNI bersama pemerintah daerah dan aparat terkait akan terus mengedepankan pendekatan dialogis, persuasif, dan humanis guna menjaga stabilitas keamanan serta mendukung pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat Aceh pascabencana.
“TNI berkomitmen menjaga Aceh tetap aman, damai, dan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia,” demikian pernyataan TNI.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2024/02/08/65c4a5debc131.jpeg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Mau ke Sea World Ancol Besok? Simak Jam Operasional Terbaru Megapolitan 26 Desember 2025
Mau ke Sea World Ancol Besok? Simak Jam Operasional Terbaru
Penulis
JAKARTA, KOMPAS.com
– Bagi warga yang berencana menghabiskan waktu liburan di kawasan Ancol, Sea World Ancol kembali membuka operasional dengan jam kunjungan yang telah ditetapkan
Informasi ini penting diketahui agar pengunjung bisa mengatur waktu kedatangan sekaligus menikmati berbagai atraksi unggulan.
Dikutip dari akun Instagram resmi
@ancoltamanimpian
, Sea World
Ancol
mulai beroperasi pukul 09.00 WIB dan tutup pada pukul 17.00 WIB pada Sabtu (27/12/2025).
“Kami informasikan bahwa besok
jam operasional
buka
Sea World Ancol
mulai jam 09.00 WIB dan tutup sampai pukul 17.00 WIB,” tulis manajemen Ancol.
Manajemen juga mengajak masyarakat untuk kembali berkunjung dan menikmati pengalaman wisata edukasi dunia bawah laut di kawasan tersebut.
Dikutip dari situs resmi Ancol, Sea World Ancol dikenal sebagai destinasi wisata yang memadukan unsur pendidikan, konservasi, dan hiburan.
Wahana ini menampilkan ribuan biota perairan tawar dan laut yang disajikan dalam berbagai akuarium tematik.
Secara keseluruhan, Sea World Ancol menampilkan sekitar 7.300 ekor biota air tawar yang terdiri dari 48 jenis ikan dan satu jenis reptil.
Sementara itu, untuk biota perairan laut terdapat sekitar 11.500 ekor dari 138 jenis ikan dan avertebrata serta tiga jenis reptil.
Berbagai biota tersebut ditampilkan dalam 28 display, yang terdiri dari sembilan akuarium perairan tawar, 19 akuarium laut, serta empat kolam terbuka.
Setiap wahana dilengkapi dengan informasi biologis dan keunikan biota guna menambah nilai edukasi bagi pengunjung.
Selain menikmati akuarium, pengunjung juga dapat menyaksikan berbagai atraksi interaktif, seperti Feeding Show bersama penyelam di akuarium utama, interaksi duyung dengan penyelam, hingga atraksi belut kerondong saat waktu makan.
Bagi pengunjung yang ingin berinteraksi langsung dengan biota laut, tersedia Kolam Sentuh.
Sementara itu, museum biota laut dalam juga menampilkan koleksi awetan, termasuk ikan purba Coelacanth yang dikenal sebagai Raja Laut.
Untuk memaksimalkan kunjungan, pengelola juga merilis jadwal
Feeding Time
with Divers yang menjadi salah satu daya tarik utama Sea World Ancol.
Jadwal Feeding Sea World Ancol pada hari biasa (Senin–Jumat):
Jadwal Feeding Sea World Ancol (Sabtu, Minggu, dan Pekan Liburan):
Dengan jam operasional yang jelas dan jadwal atraksi yang teratur, Sea World Ancol menjadi pilihan wisata keluarga yang tidak hanya menghibur, tetapi juga sarat edukasi tentang dunia kelautan.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2025/12/26/694e6cf9e3ec6.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Halte Tanjung Duren Direnovasi, Penumpang: Enak, Enggak Pengap Megapolitan 26 Desember 2025
Halte Tanjung Duren Direnovasi, Penumpang: Enak, Enggak Pengap
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com
— Wajah baru Halte Transjakarta Tanjung Duren, Jakarta Barat, menuai respons positif dari para pengguna setia.
Pangestu (27), seorang karyawan swasta yang setiap hari menggunakan halte tersebut, mengaku sangat lega dengan adanya perluasan ini.
“Jujur senang sih, lebih enak lah,
much better
banget dibanding yang dulu.
Good job
lah,” ujar Pangestu saat ditemui
Kompas.com
di lokasi, Jumat (26/12/2025).
Bagi Pangestu, kondisi halte sebelum renovasi bahkan dinilai tidak layak karena terlalu sempitnya area tunggu bus.
Bentuk dermaga yang dindingnya tertutup pun membuat udara terperangkap, menciptakan hawa pengap menyengat saat antrean penumpang membludak.
“Kalau dulu itu soalnya di sini kayak enggak layak. Panas banget kalau di dalam, desak-desakannya parah karena sempit. Capek banget gitu, padahal kita sudah pulang kerja, sudah enggak ada energi,” ujar dia.
Namun, dengan konsep baru yang membiarkan dinding dermaga terbuka menggunakan pagar berongga, sirkulasi udara kini berjalan lancar.
“Kalau sekarang ini ada sirkulasi lah, enak, enggak
‘ngelekeup’
(pengap) di dalam udaranya,” kata dia.
Rasa syukur juga diungkapkan oleh Biru (29), seorang warga Tanjung Duren yang kerap bepergian menggunakan Transjakarta.
Ia merasa senang karena renovasi ini membuktikan bahwa keluhan pengguna Transjakarta yang sering disuarakan di media sosial tidak dianggap angin lalu.
“Respons soal perluasan sih alhamdulillah senang ya, karena keluh kesah kita didengerin banget. Artinya kan kita ngeluh di medsos, enggak sia-sia, ada yang dengerin ternyata,” ujar Biru.
Menurut Biru, meski secara teknis halte hanya diperpanjang ke arah Cawang dan tidak diperlebar ke samping, konsep terbuka memberikan kesan dermaga menjadi lebih luas.
“Mungkin karena terbuka juga kali ya, jadi enggak terasa sempit banget kayak dulu. Berasa lebih spacy aja karena dia terbuka, udara juga masuk,” jelas Biru.
Biru menilai, perbaikan infrastruktur halte ini adalah langkah tepat untuk mengimbangi kualitas armada bus Transjakarta yang menurutnya sudah cukup baik.
“Naik Transjakarta tuh kalau busnya mah aman banget, jarang ngerasain ada masalah. Jadi sayang kan sebenarnya kalau haltenya masih jelek. Tapi sekarang sudah enak lah, sudah oke,” tutur dia.
Pantauan Kompas.com di lokasi,
Halte Tanjung Duren
arah Cawang kini menjadi lebih panjang sekitar 15 meter.
Perluasan dermaga juga menambah pintu gerbang baru untuk memasuki bus, sehingga mengurangi kepadatan di sisi tengah saat antrean mulai meningkat.
Selain itu, bagian dermaga dari pintu C untuk menunggu bus arah Pinang Ranti hingga ujung dermaga, kini menggunakan konsep dinding terbuka.
Dermaga yang sebelumnya ditutup dinding di sebelah kanan dan kiri, kini hanya menggunakan pagar besi berongga, sementara bagian atasnya dibiarkan terbuka, tanpa dinding ataupun kaca pembatas.
Konsep ini pun membuat suasana di halte menjadi lebih nyaman karena meningkatkan sirkulasi udara dan membuat halte tak lagi sesak dan pengap saat dipenuhi penumpang.
Sepoi-sepoi angin dapat terasa hingga masuk ke area dermaga dan membuat sirkulasi udara berjalan dengan baik, meski situasi di dalam halte cukup penuh.
Adapun, lorong tap in yang sebelumnya sangat sempit dan hanya bisa dilewati oleh satu orang, kini sudah menjadi lebih lebar.
Loket petugas yang sebelumnya berada di tengah jalur, kini hilang dan menciptakan ruang agar para pengguna bisa melintas dari dua arah secara bersamaan.
Para penumpang yang akan masuk ataupun keluar, tak lagi perlu berjalan bergantian sehingga menimbulkan antrean seperti sebelumnya.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2025/12/26/694e6d9b2d41a.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Wajah Baru Halte Tanjung Duren, Lebih Terbuka dan Tak Sesak Megapolitan 26 Desember 2025
Wajah Baru Halte Tanjung Duren, Lebih Terbuka dan Tak Sesak
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com
— Halte Transjakarta Tanjung Duren, Jakarta Barat, kini memiliki wajah baru, setelah dilakukan perluasan dermaga pada November 2025.
Pantauan
Kompas.com
di lokasi, Jumat (26/12/2025) sore, dermaga
Halte Tanjung Duren
arah Cawang kini menjadi lebih panjang sekitar 15 meter.
Perluasan dermaga ini membuat para penumpang yang memadati halte untuk menunggu kedatangan bus menjadi lebih leluasa dan tak berdesakan.
Perluasan dermaga juga menambah pintu gerbang baru untuk memasuki bus, sehingga mengurangi kepadatan di sisi tengah saat antrean mulai meningkat.
Selain itu, bagian dermaga dari pintu C untuk menunggu bis arah Pinang Ranti hingga ujung dermaga, kini menggunakan konsep dinding terbuka.
Dermaga yang sebelumnya ditutup dinding di sebelah kanan dan kiri, kini hanya menggunakan pagar besi berongga, sementara bagian atasnya dibiarkan terbuka, tanpa ada dinding ataupun kaca pembatas.
Konsep ini membuat suasana di halte menjadi lebih nyaman karena meningkatkan sirkulasi udara dan membuat halte tak lagi pengap saat dipenuhi penumpang.
Tak lagi terasa hawa pengap dan sesak saat Kompas.com mencoba ikut mengantre di dalam halte.
Sepoi-sepoi angin dapat terasa hingga masuk ke area dermaga dan membuat sirkulasi udara berjalan dengan baik, meski situasi di dalam halte cukup dipenuhi penumpang.
Lampu penerangan dan kipas angin juga ditambah di sepanjang dermaga, membuat para penumpang tak harus bermandikan keringat saat berada di dalam halte.
Lorong
tap in
yang sebelumnya sangat sempit dan hanya bisa dilewati oleh satu orang, kini sudah menjadi lebih lebar.
Loket petugas yang sebelumnya berada di tengah jalur dan membuat lorong menjadi sempit, kini ditiadakan.
Ini menciptakan ruang baru agar para pengguna bisa melintas dari dua arah secara bersamaan.
Para penumpang yang akan masuk ataupun keluar, tak lagi perlu berjalan bergantian yang menimbulkan antrean seperti sebelumnya.
Pangestu (27), salah satu pengguna mengaku puas dengan perluasan Halte Tanjung Duren.
“Jujur senang sih, lebih enak lah,
much better
banget dibanding yang dulu,
good job
,” kata Pangestu saat ditemui
Kompas.com
di lokasi, Jumat.
Pangestu yang sudah tiga tahun berjibaku dengan sesak padatnya Halte Tanjung Duren menyebut sudah lelah dan kehabisan energi akibat tak layaknya Halte Tanjung Duren dahulu.
“Kalau dulu kayak enggak layak lah, panas banget, desak-desakannya parah. Capek banget, padahal pulang kerja udah enggak ada energi,” ucap dia.
Ia pun mengaku paling menyukai konsep dinding dermaga yang terbuka, karena tidak membuat udara terkurung di dalam halte.
“Kalau mas dulu ngerasain, di sini tuh sesak banget, udaranya pengap, enggak enak. Ini jadinya ada sirkulasi, enggak ngelekep di dalam,” ujarnya.
Senada, Biru (29) pengguna halte lainnya mengaku bersyukur dengan adanya perluasan ini.
“Alhamdulillah
ya senang lah didengerin keluh kesah kita,” kata dia.
Ia cukup puas dengan armada bus Transjakarta yang semakin meningkat kualitasnya, dan kini dibarengi dengan peningkatan layanan halte.
“Kalau bus nya mah aman banget, jarang banget ngerasain ada masalah. Jadi sayang kan kalau haltenya masih jelek, tapi sekarang udah enak lah,” ucap Biru.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2025/12/26/694e6d4e83fce.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Dishub Bakal Tertibkan Parkir Sembarangan di Depan Pasar Pramuka Megapolitan 26 Desember 2025
Dishub Bakal Tertibkan Parkir Sembarangan di Depan Pasar Pramuka
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com –
Suku Dinas (Sudin) Perhubungan Jakarta Timur akan menertibkan kendaraan yang parkir sembarangan di depan Pasar Pramuka, Jakarta Timur.
Kepala Satuan Pelaksana (Kasatpel) Parkir
Jakarta Timur
, Damanik, mengatakan bahwa pihaknya terus melakukan pengawasan di Pasar Pramuka.
Parkir di depan Pasar Pramuka diperbolehkan, namun jika petugas tidak ada biasanya kendaraan parkir dua baris atau sembarangan.
“Ya, selama masih ada anggota kita, itu masih kita bisa atau tetap pertahankan untuk satu baris (parkir). Kadang-kadang anggota shalat atau izin ke toilet lah, begitu sembarangan,” jelas Damanik saat dikonfirmasi, Jumat (26/12/2025).
Damanik menegaskan, pihaknya juga memberikan imbauan kepada pengguna jasa parkir agar memarkirkan kendaraan di dalam Pasar Pramuka.
“Kita arahkan untuk masuk ke dalam, di parkiran Pasar Pramuka. Namun demikian juga kapasitas di dalam pasar itu pun sendiri tidak memadai,” ucap Damanik.
Selain itu, Sudin Perhubungan Jakarta Timur akan kembali menegaskan larangan parkir dua baris kepada para juru parkir di lokasi tersebut.
“Nanti akan kita sampaikan lagi penegasannya terhadap juru parkir-juru parkir di sana atau mungkin nanti kami buat semacam, spanduk ya untuk pengguna jasa parkir untuk tidak parkir dua jalur,” ungkap Damanik.
Sebelumnya, warga mengeluhkan parkir kendaraan di depan Pasar Pramuka, Jakarta Timur, karena dinilai memicu kemacetan panjang.
Dalam video yang diunggah akun Instagram @ijoeel, terlihat mobil-mobil terparkir hingga dua baris di pinggir jalan depan Pasar Pramuka.
Kondisi tersebut membuat arus lalu lintas tersendat karena hanya satu lajur yang dapat dilalui kendaraan.
Padahal, dalam video tersebut juga terlihat area parkir di dalam Pasar Pramuka masih dapat menampung sejumlah kendaraan.
“Tolong lah ya, pengertiannya lagi ada proyek, jalan jadi menyempit. Jangan pada nekat parkir yang semakin nyempitin jalan, di dalam Pasar Pramuka ada parkiran luas bisa dimanfaatkan,” tulis keterangan akun Instagram ijoeel.
Berdasarkan pantauan
Kompas.com
di lokasi, Kamis (25/12/2025), parkir paralel dua baris sudah tidak terlihat.
Kendaraan yang terparkir di depan pasar hanya satu baris, terdiri dari sekitar empat mobil.
Di lokasi juga terpasang rambu parkir paralel serta sejumlah petugas parkir yang mengatur kendaraan.
Sementara parkiran di dalam Pasar Pramuka terlihat penuh oleh beberapa mobil dan truk boks pengirim barang, sedangkan lalu lintas terlihat lengang.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2025/12/26/694e6513ec17e.jpeg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
6 Rumah Nenek Elina Dibongkar Ormas, Arek-arek Surabaya Demo Desak Penetapan Tersangka Regional
Rumah Nenek Elina Dibongkar Ormas, Arek-arek Surabaya Demo Desak Penetapan Tersangka
Tim Redaksi
SURABAYA, KOMPAS.com
– Ratusan massa dari bonek, komunitas ojek online (ojol), dan beberapa organisasi masyarakat (ormas) di Surabaya melakukan demonstrasi pernyataan sikap atas dugaan tindak premanisme yang menimpa Nenek Elina.
Demonstrasi itu berlangsung di Taman Apsari,
Surabaya
pada Jumat (26/12/2025).
Aksi tersebut merupakan buntut dari kasus
pembongkaran paksarumah nenek Elina
Wijayanti (80), warga Surabaya yang diduga dilakukan oleh
ormas
Madas (Madura Asli).
Pantauan
Kompas.com
, sekitar pukul 13.00 WIB ratusan orang dari berbagai aliansi masyarakat berkumpul di Taman Apsari, Surabaya dengan mengenakan pakaian hitam.
Unjuk rasa berlangsung tertib, massa berkumpul membentuk lingkaran besar memenuhi area taman.
“Hari ini teman-teman dari semua unsur masyarakat Surabaya,
arek-arek Surabaya
asli, menyatakan sikap atas dari banyak tindakan ulah
premanisme
ormas-ormas ini,” ucap koordinator aksi, Purnama.
Mereka menyuarakan tiga tuntutan.
Pertama, meminta usut tuntas secara hukum pelaku pengusiran paksa dan aksi main hakim sendiri atas kasus pembongkaran rumah
nenek Elina
dan wajib bertanggung jawab penuh atas kerugian yang timbul dari pengusiran ini.
Kedua, menuntut bubarkan ormas preman yang beridentitas kesukuan yang menimbulkan citra buruk pada suku tertentu.
Ketiga, pemerintah pusat diminta lebih ketat memberi izin atas nama ormas agar tidak terjadi persepsi buruk yang menimbulkan sentimen negatif dari masyarakat, terutama masyarakat lokal.
“Ormas-ormas yang berkesukuan itu tugasnya memberi manfaat, menjaga adat, bukan sebagai sarana wadah premanisme seperti ini,” tegasnya.
Pihaknya juga meminta agar pemerintah dan kepolisian untuk bertindak lebih tegas dalam menyikapi tindak premanisme di Surabaya, terkhususnya pada kasus pembongkaran rumah nenek Elina.
Ia menegaskan, jika kepolisian tidak dapat bertindak tegas, maka massa akan kembali beraksi.
“Tidak segera tindak tegas oleh pihak kepolisian, tidak naik statusnya menjadi tersangka, maka jangan salah, arek-arek Surabaya akan bertindak sendiri,” tegasnya.
Demonstrasi pun berakhir sekitar pukul 15.00 WIB dengan tertib.
Sebelumnya, kronologi kejadian pengusiran dan pembongkaran rumah secara paksa berlangsung pada 4 Agustus 2025.
Kala itu, ada sekelompok orang berasal dari ormas yang mengaku jika rumah itu telah dibeli kepada Samuel dan meminta seluruh keluarga untuk keluar.
Namun, pihak keluarga tidak pernah merasa menjual rumah tersebut, sehingga mereka tidak menghendaki.
Lalu, pada 6 Agustus, sekelompok orang tersebut kembali masuk ke rumah Elina dan mengusirnya secara paksa.
Puncaknya, pada 9 Agustus 2025 rumah Elina dibongkar secara paksa menggunakan
excavator
atas perintah Samuel.
Tak hanya itu, pasca-perobohan seluruh barang-barang, seperti pakaian, peralatan dapur, kendaraan, hingga surat berharga tidak diketahui keberadaannya.
Wakil wali kota Surabaya, Armuji pun menekankan dia akan mengawal kasus tersebut ke Polda Jatim sampai tuntas.
“Jadi kita masih memantau kasus ini dan mengawal sampai nanti Polda Jatim bisa memberikan suatu penjelasan secara gamblang dan jelas,” tegas Cak Ji, sapaan akrabnya.
Ia juga menyayangkan sikap ketua RT setempat yang hanya diam dan tidak ada bentuk penghalangan saat proses perobohan bangunan dilakukan.
“Memeratakan bangunan itu kan tidak cukup sehari bahkan mungkin bisa dua hari. Artinya tidak ada penghalangan sama sekali dari RT/RW yang ada di sana,” ujarnya.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.
/data/photo/2025/12/26/694e18d67be6e.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
/data/photo/2025/12/26/694e54dc338a9.jpeg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
/data/photo/2025/12/26/694e3eab85b9c.png?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
/data/photo/2025/12/26/694e54dc338a9.jpeg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)