Category: Kompas.com Metropolitan

  • 1
                    
                        Penampakan Belasan Mobil Hangus Usai Tabrakan Beruntun 50 Kendaraan di Tol
                        Internasional

    1 Penampakan Belasan Mobil Hangus Usai Tabrakan Beruntun 50 Kendaraan di Tol Internasional

    Penampakan Belasan Mobil Hangus Usai Tabrakan Beruntun 50 Kendaraan di Tol
    Penulis
    GUNMA, KOMPAS.com
    – Tabrakan beruntun yang melibatkan lebih dari 50 kendaraan terjadi di Prefektur Gunma, wilayah barat laut Tokyo, Jepang, Jumat (26/12/2025) malam.
    Insiden maut ini mengakibatkan satu orang tewas dan puluhan korban luka-luka.
    Melansir
    Kyodo News
    , Sabtu (27/12/2025), tabrakan massal tersebut berlangsung di jalur keluar Jalan Tol Kanetsu, wilayah Minakami, sekitar pukul 19.30 waktu setempat.
    Pihak kepolisian menduga kecelakaan dipicu oleh permukaan jalan yang sangat licin akibat tumpukan salju.
    Dampak dari
    tabrakan beruntun
    ini sangat fatal. Setidaknya 17 kendaraan terbakar di lokasi kejadian.
    Foto dan video yang beredar menunjukkan deretan mobil rusak parah memenuhi jalur keluar tol, bahkan beberapa di antaranya hangus hingga sulit dikenali.
    WATCH: Aerial footage shows catastrophic aftermath of massive 50+ vehicle crash on Japan’s Kanetsu Expressway Minakami, Gunma Prefecture
    https://t.co/shdXoYrLWM

    pic.twitter.com/adzIg8W9nf
    Otoritas setempat mengonfirmasi bahwa korban tewas adalah wanita yang diperkirakan berusia 70-an tahun.
    Sementara itu, 26 orang lainnya mengalami luka-luka, dengan rincian lima orang menderita luka serius dan 21 orang luka ringan.
    Ia mengaku terpaksa membanting setir hingga menabrak pembatas jalan demi menghindari kendaraan di depannya.
    “Es menyulitkan saya mengendalikan kemudi. Saya takut nyawa saya terancam,” ujarnya.
    Ia juga menambahkan, situasi di lokasi sangat kacau, diiringi suara dentuman keras sesaat setelah tabrakan terjadi.
    “Saya mendengar suara ledakan sebanyak empat kali di belakang saya,” lanjutnya.
    Saat kecelakaan terjadi, peringatan salju lebat sedang diberlakukan di Prefektur Gunma.
    Polisi meyakini bahwa kondisi jalan yang terlapisi es menjadi faktor utama para pengemudi kehilangan kendali.
    Akibat insiden ini, sebagian ruas Jalan Tol Kanetsu ditutup total untuk proses evakuasi dan pembersihan puing-kantong kendaraan.
    Pihak berwenang mengimbau para pengendara untuk tetap waspada mengingat cuaca ekstrem yang masih membayangi wilayah tersebut.
    Sumber: Kompas.com (Penulis: Ahmad Naufal Dzulfaroh | Editor: Ahmad Naufal Dzulfaroh)
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Planetarium TIM Jadi Tujuan Warga untuk Belajar Astronomi saat Libur Sekolah
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        27 Desember 2025

    Planetarium TIM Jadi Tujuan Warga untuk Belajar Astronomi saat Libur Sekolah Megapolitan 27 Desember 2025

    Planetarium TIM Jadi Tujuan Warga untuk Belajar Astronomi saat Libur Sekolah
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Kembalinya Planetarium Taman Ismail Marzuki (TIM) sebagai destinasi wisata edukasi disambut antusias masyarakat, terutama saat libur sekolah.
    Pantauan Kompas.com di lokasi, pengunjung terlihat mengantre untuk mendapatkan tiket pertunjukan, baik melalui pendaftaran daring maupun kuota on the spot.
    Antrean didominasi keluarga yang datang bersama anak-anak.
    Antusiasme tidak hanya datang dari warga Jakarta, tetapi juga dari wilayah penyangga. Banyak orangtua memanfaatkan
    libur sekolah
    untuk mengenalkan
    astronomi
    secara langsung kepada anak-anak.
    Salah satunya Khaidul (30), warga Mampang, Jakarta Selatan, yang datang bersama istri dan dua anaknya. Ia sengaja memilih Planetarium sebagai tujuan liburan bernuansa edukatif.
    “Saya istri dengan dua anak, hari ini sengaja kami ingin datang ke Planetarium ini,” kata Khaidul saat ditemui di TIM, Sabtu (27/12/2025).
    Setelah mengikuti pertunjukan, Khaidul menilai konsep penyajian materi cukup menarik bagi anak-anak.
    Menurutnya, visualisasi dan interior Planetarium mendukung pengalaman belajar yang tidak membosankan.
    “Nuansanya sih, interiornya sih bagus ya, pengalaman edukasi anak-anak juga lumayan bagus juga, lalu ada cerita buat mereka mengisi liburan,” ujar dia.
    Materi yang disampaikan mencakup pengenalan tata surya, planet, hingga galaksi.
    Khaidul menilai pengenalan astronomi sejak dini penting untuk menumbuhkan rasa ingin tahu anak.
    “Tata surya, planet-planet, galaksi, kayak gitu-gitu sih. Kayak susunan planet-planetnya terus dari yang kecil,” katanya.
    Khaidul mengaku bukan kali pertama mengunjungi Planetarium.
    Ia merasakan perbedaan signifikan dibanding kunjungan sebelumnya, terutama dari sisi teknologi pertunjukan.
    “Perbedaannya jauh, lebih bagus sekarang, karena AI tadi ya,” ucapnya.
    Meski demikian, Khaidul sempat kesulitan mendapatkan tiket daring karena kuota cepat habis.
    Ia akhirnya datang langsung sejak pagi dan baru mendapatkan tiket untuk pertunjukan sore hari.
    “Kita kemarin coba online, cuma nggak berhasil. Jadi tadi langsung on the spot ke sini. Kita dari pagi jam setengah sembilan, baru masuknya dapet di kuota yang ketiga,” ujarnya.
    Ia menyebut waktu menunggu cukup lama, namun tetap bertahan demi pengalaman anak-anak.
    “Dari pagi tadi jam sembilan sampai tadi itu baru dapet tiket jam setengah dua siang,” ungkap Khaidul.
    Terkait pembatasan kuota, Khaidul menilai hal tersebut bisa dimaklumi karena tingginya minat masyarakat.
    “Kita nggak bisa inin orang juga ya. Maksudnya animonya kan sangat besar, emang mereka juga pengen mengetahui yang barunya seperti apa,” katanya.
    Ia juga mengapresiasi kinerja petugas yang berupaya mengatur pengunjung di tengah keterbatasan kuota.
    “Sejauh tadi sih lumayan ya, mereka juga sudah kerja maksimal untuk mendistribusikan penonton,” ucapnya.
    Pengunjung dari luar Jakarta juga tampak memadati Planetarium. Dian, warga Tambun, Bekasi, datang bersama suami dan tiga anaknya sejak pagi.
    “Saya dengan suami dan tiga anak sengaja pengen ngajak anak-anak lihat edukasi pembelajaran tentang planet. Kalau lihat sendiri kan biasanya lebih nempel,” ujar Dian.
    Dian mengaku baru pertama kali membawa anak-anaknya ke Planetarium.
    Ia berharap pengalaman belajar langsung bisa lebih berkesan dibanding sekadar membaca atau menonton di rumah.
    Seperti pengunjung lainnya, Dian juga mengandalkan kuota on the spot karena tiket daring telah habis.
    “Kita datang dari pagi jam 8. Kebetulan on the spot dan untungnya kepanggil karena onlinenya habis semua,” katanya.
    Meski harus mengantre, Dian menilai kunjungan tersebut tetap sepadan.
    “Menurut saya, walaupun antre dan kuota dibatasi, masih worth it. Anak-anak jadi dapat pengalaman langsung, bukan sekadar hiburan,” ujar dia.
    Dian berharap pengelola ke depan dapat menambah kuota atau jam pertunjukan agar lebih banyak pengunjung terlayani.
    “Harapannya sih ke depan kuotanya bisa ditambah atau jam tayangnya diperbanyak,” tuturnya.
    Salah satu anak Dian, Aulia (15), mengaku menikmati pertunjukan Planetarium.
    Menurutnya, visualisasi membuat materi astronomi lebih mudah dipahami.
    “Lihat bintang terus Saturnus, Mars sama bulan gitu, pokoknya mempelajari tentang galaksi,” kata Aulia.
    Ia mengaku mendapatkan gambaran baru tentang luasnya galaksi dan proses terbentuknya bumi.
    “Kalau dari penjelasannya, jadi kebayang gimana luasnya galaksi dan kecilnya bumi. Setelah nonton jadi tahu kalau bumi itu bertahap-tahap buat bikinnya,” ujarnya.
    “Menurut aku seru, soalnya belajarnya enggak ngebosenin. Lebih enak daripada cuma baca,” sambung Aulia.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • 10 Polisi Polresta Tangerang Kena Sanksi Etik, Ada Kasus Perselingkuhan hingga Narkoba
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        27 Desember 2025

    10 Polisi Polresta Tangerang Kena Sanksi Etik, Ada Kasus Perselingkuhan hingga Narkoba Megapolitan 27 Desember 2025

    10 Polisi Polresta Tangerang Kena Sanksi Etik, Ada Kasus Perselingkuhan hingga Narkoba
    Tim Redaksi
    TANGERANG, KOMPAS.com
    – Polresta Tangerang menindak 10 anggotanya yang terbukti melakukan pelanggaran kode etik dan disiplin sepanjang 2025.
    Dari jumlah tersebut, sembilan anggota telah menjalani sidang dan dijatuhi sanksi. Sementara satu anggota lainnya masih menjalani proses persidangan.
    Kepala Seksi Profesi dan Pengamanan (Propam)
    Polresta Tangerang
    AKP Iman Ruspandi mengatakan, enam anggota terbukti melanggar kode etik profesi kepolisian.
    Pelanggaran yang dilakukan beragam, mulai dari perselingkuhan, penyalahgunaan narkoba, hingga berkendara ugal-ugalan menggunakan kendaraan dinas.
    “Biasanya itu ada istri anggota yang melapor, kemudian juga ada penyalahgunaan narkoba, terus yang ugal-ugalan di Tol kemarin sedang diproses persidangannya,” ujar Iman, Sabtu (27/12/2025).
    Dari enam kasus pelanggaran kode etik tersebut, dua anggota sempat dijatuhi sanksi pemecatan dengan tidak hormat (PTDH) karena terlibat
    kasus narkoba
    .
    Namun, keduanya mengajukan banding ke Polda Banten.
    “Bandingnya diterima sehingga putusan PTDH itu diganti dengan hukuman demosi,” kata Iman.
    Selain pelanggaran kode etik, Propam Polresta Tangerang juga menjatuhkan sanksi disiplin kepada empat anggota yang terbukti mangkir dari tugas.
    Salah satu kasus pelanggaran disiplin terjadi saat seorang anggota tidak hadir dalam pengamanan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Serang, Banten, selama 13 hari.
    “Dia 13 hari terus tidak hadir dalam petugas pengamanan Pilkada yang kita jadikan BKO di Serang,” ucap dia.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Libur Tahun Baru 2026, Ganjil Genap Ditiadakan tapi E-TLE Tetap Berlaku
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        27 Desember 2025

    Libur Tahun Baru 2026, Ganjil Genap Ditiadakan tapi E-TLE Tetap Berlaku Megapolitan 27 Desember 2025

    Libur Tahun Baru 2026, Ganjil Genap Ditiadakan tapi E-TLE Tetap Berlaku
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Kepolisian memastikan kebijakan ganjil genap di Jakarta tidak diberlakukan saat libur Tahun Baru 2026, Kamis (1/1/2026).
    Kepala Bagian Operasi (Kabag Ops) Ditlantas
    Polda Metro Jaya
    Kompol Robby Hefados mengatakan, meski pembatasan kendaraan berdasarkan pelat nomor ditiadakan, pengawasan lalu lintas melalui tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (E-TLE) tetap berjalan.
    “Penerapan E-TLE di Jakarta masih tetap diberlakukan,” kata Robby di Taman Margasatwa Ragunan, Sabtu (27/12/2025).
    Sistem E-TLE dinilai efektif dalam memantau pelanggaran lalu lintas di Jakarta.
    Keberadaan kamera pengawas juga berkontribusi dalam menekan angka kecelakaan di jalan raya.
    Kebijakan tersebut sejalan dengan pelaksanaan
    Operasi Lilin
    2025 dan instruksi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang menekankan pencegahan kecelakaan selama periode Natal dan Tahun Baru.
    “Untuk di dalam Kota Jakarta khususnya wilayah Polda Metro Jaya, salah satu sasaran operasi ataupun target operasi dari Operasi Lilin ini adalah menekan angka kecelakaan,” ujar Robby.
    Robby menambahkan, berdasarkan data sementara, jumlah pelanggaran lalu lintas selama Operasi Lilin tahun ini lebih rendah dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
    “Jumlah pelanggaran yang ada selama Operasi Lilin ini berlangsung dari tujuh hari yang sudah berlangsung ini, jumlahnya tidak sebanyak jumlah pelanggaran yang ada pada saat Operasi Lilin tahun lalu,” kata Robby.
    Meski demikian, Robby menegaskan bahwa kepolisian tidak hanya berfokus pada penindakan.
    Ia berharap masyarakat semakin disiplin dalam berlalu lintas.
    “Jadi masyarakat sendiri juga sudah mengerti posisi E-TLE ada di mana dan mudah-mudahan itu bisa memberikan kesadaran kepada masyarakat,” kata Robby.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Polisi Tutup Jalan Sudirman–Thamrin Mulai 18.00 WIB saat Tahun Baru
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        27 Desember 2025

    Polisi Tutup Jalan Sudirman–Thamrin Mulai 18.00 WIB saat Tahun Baru Megapolitan 27 Desember 2025

    Polisi Tutup Jalan Sudirman–Thamrin Mulai 18.00 WIB saat Tahun Baru
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Kepolisian akan menutup arus lalu lintas di kawasan Jalan Jenderal Sudirman–MH Thamrin, Jakarta Pusat, saat perayaan malam Tahun Baru 2026.
    Kabag Ops Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas)
    Polda Metro Jaya
    Kompol Robby Hefados mengatakan, penutupan dilakukan seiring pelaksanaan
    Car Free Night
    dan penyelenggaraan delapan panggung hiburan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
    “Pergantian tahun nanti di tanggal 31 Desember 2025, kami dari Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya sudah mendapatkan rencana kegiatan dari pemerintah Provinsi DKI Jakarta bahwa nanti akan ada 8 panggung yang tersebar mulai dari Bundaran Patung Kuda sampai dengan Bundaran Senayan,” kata Robby di Ragunan, Sabtu (27/12/2025).
    Robby menyebutkan, penutupan arus lalu lintas akan diberlakukan secara menyeluruh di sepanjang ruas Bundaran Patung Kuda hingga Bundaran Senayan.
    “Jadi penutupan arus lalu lintas dari mulai Bundaran Patung Kuda sampai nanti Bundaran Senayan. Nanti dilaksanakan dari pukul 18.00 WIB sampai dengan 02.00 WIB dini hari tersebut,” ujarnya.
    Ia menambahkan, Ditlantas Polda Metro Jaya telah menyiapkan sejumlah skema
    rekayasa lalu lintas
    untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan di sekitar lokasi perayaan.
    Selain itu, ratusan personel gabungan akan dikerahkan untuk pengamanan dan pengaturan lalu lintas selama malam pergantian tahun.
    “Dan untuk pada saat malam pergantian tahun sendiri, kami akan melibatkan hampir 800 personil. Bergabung nanti dengan jajaran kewilayahan, dengan Polres,” kata Robby.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • APBD DKI 2026 Prioritaskan Pendidikan, Anggaran Tembus Rp 19,75 Triliun
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        27 Desember 2025

    APBD DKI 2026 Prioritaskan Pendidikan, Anggaran Tembus Rp 19,75 Triliun Megapolitan 27 Desember 2025

    APBD DKI 2026 Prioritaskan Pendidikan, Anggaran Tembus Rp 19,75 Triliun
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menetapkan sektor pendidikan sebagai penerima alokasi anggaran terbesar dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026.
    Dari total APBD 2026 sebesar Rp 81,32 triliun, anggaran fungsi pendidikan mencapai Rp 19,75 triliun atau setara 26,59 persen dari total belanja daerah. Porsi ini menjadi yang terbesar dibandingkan sektor lainnya.

    Pemprov DKI Jakarta
    berkomitmen menggunakan anggaran secara optimal agar manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh warga Jakarta,” ujar Gubernur Jakarta Pramono Anung dalam keterangannya, Sabtu (27/12/2025).
    Anggaran tersebut dialokasikan untuk berbagai program pendidikan antara lain Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus sebesar Rp 3,25 triliun dan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (
    KJMU
    ) sebesar Rp 399 miliar.
    Selain itu, Pemprov DKI Jakarta menyiapkan anggaran sekolah swasta gratis sebesar Rp 282,46 miliar, serta rehabilitasi sekolah dan fasilitas pendidikan senilai Rp 126,12 miliar.
    Di luar sektor pendidikan, Pemprov DKI juga mengalokasikan Rp 17,58 triliun untuk peningkatan kualitas modal manusia. Anggaran ini mencakup program pendidikan, kesehatan, hingga penguatan keterampilan kerja.
    Pramono mengatakan, APBD 2026 difokuskan pada isu-isu strategis yang berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar warga.
    “APBD Tahun Anggaran 2026 menyoroti sejumlah isu strategis, yaitu penanganan sampah, pengendalian banjir, pencegahan stunting, penanggulangan kemiskinan, dan penanganan kemacetan,” ujar Pramono.
    Sementara itu, Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) DKI Jakarta Michael Rolandi menyebutkan, alokasi mandatory spending untuk infrastruktur pelayanan publik mencapai 43,06 persen dari total belanja daerah di luar bantuan keuangan.
    “Kalau sesuai aturan, minimal harus dialokasikan hanya 40 persen,” ujarnya.
    Michael berharap, penyusunan dan pelaksanaan APBD 2026 dapat memberi dampak nyata bagi masyarakat.
    “Kami berharap, APBD 2026 ini dapat dirasakan manfaatnya secara luas oleh warga Jakarta,” kata Michael.
    Sebagai informasi, APBD DKI Jakarta Tahun Anggaran 2026 ditetapkan sebesar Rp 81,32 triliun.
    Nilai tersebut lebih rendah dibandingkan APBD 2025 yang mencapai Rp 91,86 triliun, atau turun Rp 10,54 triliun.
    Penurunan APBD 2026 terutama dipengaruhi berkurangnya Pendapatan Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat, dari Rp 26,14 triliun pada 2025 menjadi Rp 11,16 triliun pada 2026.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Antrean Mengular di Planetarium TIM Saat Libur Nataru
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        27 Desember 2025

    Antrean Mengular di Planetarium TIM Saat Libur Nataru Megapolitan 27 Desember 2025

    Antrean Mengular di Planetarium TIM Saat Libur Nataru
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Planetarium dan Observatorium Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, dipadati pengunjung pada Sabtu (27/12/2025) di tengah libur Natal dan Tahun Baru.
    Pantauan Kompas.com di lokasi menunjukkan antrean pengunjung mengular hingga ke depan pusat informasi.
    Lorong menuju loket dan ruang informasi tampak penuh oleh pengunjung yang datang silih berganti.
    Mayoritas pengunjung merupakan keluarga yang datang bersama anak-anak, disusul sejumlah rombongan remaja.
    Mereka terlihat mengantre sambil berbincang, memainkan ponsel, hingga menanyakan jadwal pertunjukan kepada petugas.
    Petugas berjaga di beberapa titik untuk mengatur alur antrean dan memberikan penjelasan terkait waktu masuk serta kapasitas pertunjukan Planetarium.
    “Untuk Ibu-ibu yang baru datang silakan geser ke sebalak kanan, waiting list,” ujar salah seorang petugas.
    Salah satu pengunjung, Rina (39), datang bersama suami dan anaknya.
    Ia memilih Planetarium sebagai tujuan liburan keluarga karena sudah lama ingin kembali berkunjung sejak tempat tersebut sempat vakum.
    Menurut Rina, Planetarium menjadi pilihan wisata yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memberi pengalaman belajar bagi anak-anak saat libur sekolah.
    “Senang banget akhirnya bisa ke Planetarium lagi. Sudah lama pengin ke sini, pas libur panjang, manfaatin libur panjang langsung,” ujar Rina.
    Pengunjung lainnya, Akbar (22), datang bersama temannya untuk memanfaatkan
    libur akhir tahun
    .
    Ia mengaku sudah lama tidak mengunjungi Planetarium.
    “Terakhir ke sini waktu masih sekolah. Sekarang datang lagi rasanya beda, lebih ramai dan buat nostalgia juga,” ujar Akbar.
    Sebagai informasi,
    Planetarium TIM
    kembali dibuka setelah 13 tahun tutup.
    Kehadiran kembali fasilitas edukasi astronomi ini disambut antusias oleh warga Jakarta dan daerah penyangga.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • APBD DKI Jakarta 2026 Ditetapkan Rp 81,32 Triliun, Turun dari Tahun Ini
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        27 Desember 2025

    APBD DKI Jakarta 2026 Ditetapkan Rp 81,32 Triliun, Turun dari Tahun Ini Megapolitan 27 Desember 2025

    APBD DKI Jakarta 2026 Ditetapkan Rp 81,32 Triliun, Turun dari Tahun Ini
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta resmi menetapkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026 sebesar Rp 81,32 triliun.
    Nilai APBD 2026 ini lebih rendah dibandingkan APBD 2025 yang mencapai Rp 91,86 triliun.
    Berdasarkan laman resmi
    Pemprov DKI Jakarta
    , pengesahan APBD 2026 tertuang dalam Peraturan Daerah (Perda) Nomor 4 Tahun 2025 tentang APBD Tahun Anggaran 2026 yang diundangkan pada 23 Desember 2025.
    Selain itu, diterbitkan pula Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 44 Tahun 2025 tentang Penjabaran APBD 2026.
    Gubernur DKI Jakarta
    Pramono Anung
    menjelaskan, pada 2026 pendapatan daerah ditargetkan sebesar Rp 71,45 triliun, dengan penerimaan pembiayaan daerah mencapai Rp 9,87 triliun.
    Sementara itu, belanja daerah dialokasikan sebesar Rp 74,28 triliun dan pengeluaran pembiayaan daerah sebesar Rp 7,04 triliun.
    “APBD Tahun Anggaran 2026 menyoroti sejumlah isu strategis, yaitu penanganan sampah, pengendalian banjir, pencegahan stunting, penanggulangan kemiskinan, dan penanganan kemacetan. Pemprov DKI Jakarta berkomitmen menggunakan anggaran secara optimal agar manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh warga Jakarta,” ujar Pramono dalam keterangannya, Sabtu (27/12/2025).
    Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) DKI Jakarta Michael Rolandi mengatakan, alokasi mandatory spending untuk infrastruktur pelayanan publik mencapai 43,06 persen dari total belanja daerah di luar bantuan keuangan.
    “Kalau sesuai aturan, minimal harus dialokasikan hanya 40%,” ujarnya.
    Michael menyebutkan, peningkatan infrastruktur kota mendapat anggaran Rp 3,77 triliun.
    Selain itu, Pemprov DKI mengalokasikan Rp 582 miliar untuk peningkatan produktivitas dan daya saing ekonomi berkelanjutan, serta Rp 17,58 triliun untuk peningkatan kualitas modal manusia.
    Anggaran lain juga disiapkan untuk penciptaan penghidupan masyarakat yang layak dan mandiri sebesar Rp 2,70 triliun, transformasi tata kelola pemerintahan Rp 2,36 triliun, pengembangan mobilitas dan kawasan berorientasi transit Rp 7,82 triliun, serta pembangunan rendah karbon dan ketahanan iklim Rp 6,27 triliun.
    “Dalam urusan pekerjaan umum dan tata ruang, kami membaginya menjadi beberapa pos, yaitu pengendalian banjir dengan anggaran Rp3,64 triliun, pengelolaan sampah Rp1,38 triliun, serta pembangunan jembatan dan flyover sebesar Rp289,72 miliar,” kata Michael.
    Untuk sektor transportasi publik, Pemprov DKI Jakarta menyiapkan subsidi Transjakarta sebesar Rp 3,75 triliun, Bus Sekolah Rp 105,38 miliar, MRT Jakarta Rp 536,70 miliar, LRT Jakarta Rp 325,28 miliar, serta angkutan kapal perairan Rp 100,19 miliar.
    Di bidang ketenagakerjaan, anggaran disiapkan untuk pelatihan kejuruan dan Mobile Training Unit (MTU) sebesar Rp 63,44 miliar, pelatihan SIM A Rp 1,2 miliar, pembentukan tenaga kerja mandiri Rp 4,33 miliar, serta pelatihan peningkatan produktivitas Rp 1,25 miliar.
    Sektor pendidikan memperoleh anggaran Rp 19,75 triliun atau 26,59 persen dari total belanja daerah.
    Anggaran tersebut mencakup Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus Rp 3,25 triliun, Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) Rp 399 miliar, sekolah swasta gratis Rp 282,46 miliar, serta rehabilitasi sekolah dan fasilitas pendidikan Rp 126,12 miliar.
    Pada sektor kesehatan, anggaran dialokasikan untuk BPJS Kesehatan Rp 1,40 triliun, pembangunan fasilitas kesehatan Rp 360,49 miliar, penyediaan alat kesehatan Rp 165,16 miliar, dan program Pasukan Putih Rp 43,49 miliar.
    Pemprov DKI Jakarta juga menganggarkan bantuan sosial melalui Kartu Lansia Jakarta (KLJ) Rp 625,89 miliar, Kartu Anak Jakarta (KAJ) Rp 100,10 miliar, dan Kartu Penyandang Disabilitas Jakarta (KPDJ) Rp 76,45 miliar.
    Di sektor industri dan perdagangan, anggaran dialokasikan untuk penggunaan dan pemasaran produk dalam negeri Rp 13,34 miliar, pemberdayaan UMKM Rp 17,59 miliar, serta pembangunan dan perencanaan industri Rp 23,55 miliar.
    Sementara itu, sektor komunikasi dan informatika mendapat anggaran Rp 185,29 miliar untuk managed service CCTV dan Rp 18,25 miliar untuk sistem pengendalian banjir.
    “Seluruh program ini akan dilaksanakan secara transparan dan akuntabel. Kami berharap, APBD 2026 ini dapat dirasakan manfaatnya secara luas oleh warga Jakarta,” ujar Michael.
    Sebagai catatan, turunnya APBD 2026 dipengaruhi oleh berkurangnya Pendapatan Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat, dari Rp 26,14 triliun pada 2025 menjadi Rp 11,16 triliun pada 2026. Penurunan terbesar berasal dari Dana Bagi Hasil (DBH) Pajak yang berkurang sebesar Rp 14,79 triliun.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Libur Nataru, Kapolda Metro Klaim Ragunan Bebas Pencopetan dan Anak Hilang
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        27 Desember 2025

    Libur Nataru, Kapolda Metro Klaim Ragunan Bebas Pencopetan dan Anak Hilang Megapolitan 27 Desember 2025

    Libur Nataru, Kapolda Metro Klaim Ragunan Bebas Pencopetan dan Anak Hilang
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri memastikan tidak ada kasus pencopetan maupun laporan anak hilang di Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta Selatan, selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
    Hal itu disampaikan Asep saat melakukan pengecekan langsung ke kawasan Ragunan pada Sabtu (27/12/2025).
    “Alhamdulillah sesuai laporan dari Pospam yang ada di
    Taman Margasatwa Ragunan
    ini, sampai sekarang masih zero. Nol,” kata Asep saat ditemui di lokasi.
    Ia menjelaskan, berdasarkan laporan petugas pengamanan, hingga kini belum ditemukan tindak kriminal yang menimpa pengunjung.
    “Tidak ada pelaku-pelaku ataupun terjadinya perbuatan pencopetan atau bagaimana yang lainnya, yang terjadi di wilayah taman wisata ini. Dan mudah-mudahan ke depannya pun sama,” ujarnya.
    Selain itu, Asep juga memastikan tidak ada laporan anak hilang selama masa liburan.
    “Belum ada (anak hilang). Mudah-mudahan tidak ada ya. Mudah-mudahan tidak ada, semuanya bisa terkendali. Dan semuanya bisa berjalan lancar, aman, nyaman, kondusif,” jelasnya.
    Meski situasi terpantau aman, Asep tetap mengimbau pengunjung agar waspada dan menjaga barang-barang berharga selama berada di area wisata.
    Ia juga meminta masyarakat segera melapor jika menemukan hal mencurigakan.
    “Kalaupun ada (kejadian yang tidak diinginkan), kami sudah memberikan imbauan ya. Pertama, para pengunjung untuk hati-hati yang bawa barang ya, laporkan segera apabila ada hal-hal yang mencurigakan, termasuk juga segera kontak ke call center 110,” kata Asep.
    Sebelumnya, Asep meninjau langsung Taman Margasatwa Ragunan untuk memastikan kesiapan pengamanan dan pelayanan pengunjung selama libur Natal dan menjelang Tahun Baru.
    Didampingi Wakapolda Metro Jaya Brigjen Pol Dekananto Eko Purwono, jajaran Pemprov DKI Jakarta, serta pengelola Ragunan, ia mengecek pos pengamanan dan pintu masuk utama, sekaligus memantau aktivitas pengunjung.
    Dalam kesempatan itu, Asep juga berinteraksi dengan pengunjung, terutama anak-anak, dengan menyapa dan membagikan cokelat di sejumlah titik yang ramai.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Tangsel Tetapkan Status Tanggap Darurat Sampah hingga 5 Januari 2026
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        27 Desember 2025

    Tangsel Tetapkan Status Tanggap Darurat Sampah hingga 5 Januari 2026 Megapolitan 27 Desember 2025

    Tangsel Tetapkan Status Tanggap Darurat Sampah hingga 5 Januari 2026
    Tim Redaksi
    TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com
    – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) menetapkan status tanggap darurat pengelolaan sampah selama 14 hari, terhitung sejak 23 Desember 2025 hingga 5 Januari 2026.
    Penetapan status tersebut tertuang dalam Keputusan Wali Kota Tangerang Selatan Nomor 600.1.17.3/Kep.500-Huk/2025.
    Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Tangerang Selatan TB Asep Nurdin mengatakan, status tanggap darurat ini ditetapkan untuk mempercepat penanganan persoalan sampah yang terjadi di wilayah
    Tangsel
    .
    “Terkait status tanggap darurat pengelolaan sampah, kami telah menetapkannya melalui Keputusan Wali Kota Nomor 600.1.17.3/Kep.500-Huk/2025,” ujar TB Asep Nurdin saat dihubungi
    Kompas.com,
    Sabtu (27/12/2025).
    Status tanggap darurat tersebut berlaku selama dua pekan.
    Periodenya dapat diperpanjang apabila hasil evaluasi di lapangan menunjukkan masih perlu penanganan lanjutan.
    “Status tanggap darurat ini dapat kami perpanjang sesuai kebutuhan,” kata dia.
    Sementara itu, Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang Selatan Essa Nugraha mengatakan, setelah ditetapkan status tanggap darurat, pihaknya akan membentuk sistem komando tanggap darurat, salah satunya satuan tugas penanganan
    darurat sampah
    .
    Menurut dia, sistem tersebut akan menjadi kerangka kerja terstruktur untuk dapat mengintegrasikan sumber daya, baik manusia, peralatan, maupun anggaran, dalam penanganan darurat sampah.
    “Tugas utamanya adalah membuat rencana operasi penanganan darurat yang tahapannya dimulai dari aktivasi, koordinasi, pengendalian, monitoring, hingga evaluasi,” kata Essa.
    Sementara itu, tugas dan fungsi setiap pihak yang terlibat akan dituangkan secara rinci dalam rencana operasi tersebut, termasuk pengawasan dan pembinaan pengelolaan sampah selama masa tanggap darurat.
    “Pelaksanaan dari pengelolaan tanggap darurat sampah tentunya akan disusun dalam sebuah laporan pertanggungjawaban pelaksanaan pengelolaan darurat sampah, kaitan dengan sanksi dan hukuman ya tentunya diberlakukan terhadap adanya penyimpangan,” ucap dia.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.